Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu

Fix Sound First

( Kamera yang mengambil gambar kota konoha langsung bergerak ke atas mengambil gambar matahari cerah )

Fix Sound Second

( Lalu muncul judul cerita ini )

Fix Sound Three

( Perlahan setiap huruf judul menghilang seperti hologram rusak )

anata wa sugu ni anata o

( Layar kembali di ganti dengan gambar Naruto yang saat ini tengah terbaring bersama Whitegon dan Kurama dan menguap bersama )

tada no mono da to sagesumu

( Lalu layar kembali di ganti dengan Asia dari samping yang ada di teras DSA sambil melihat kota lalu melirik ke belakang )

watashi wa sonna anata o dakishimeru tsumori sa

( Lalu layar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang berisi W.W.S menunjukkan pemberitahuan namun Naruto tidak memperdulikannya melainkan Naruto tetap menoleh ke arah langit )

guuzen sekai ga katachi o kaeta to shitemo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Naruto, lalu di ganti dengan Kelompok Sasuke yang di latari bayangan sembilan legenda naga )

anata ga ireba nan ni demo nareru ki ga shita

( Layar kembali di ganti dengan punggung Naruto yang menggunakan jubahnya yang berkibar, lalu gambar kembali di ganti dengan tangan Naruto yang meremas kuat hingga memunculkan lingkaran Progres )

masshiro na yume o atsume ni yukou

( kamera kembali di ganti dengan Naruto yang tengah berada di atas Naga Saya dengan Saya yang mengendalikan Naganya tengah membidik dengan senjata panah dan melepaskan panahnya )

bouken ga iro o tsumuideiku yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan sebuah tempat yang luas dengan memperlihatkan pertarungan Naruto beserta perempuan berambut pirang hingga pertarungan mereka berhenti dengan jarak mereka yang sangat dekat )

Majiwaru

( Layar di ganti dengan Sayuri yang tersenyum ke arah kamera )

Fumihazusu

( Kembali di ganti dengan Ajuka dan Falbium yang tengah berdebat )

kawaridasu mirai ga temaneiteru yo

( Lalu layar kembali di ganti dengan pasukan kegelapan yang bangkit lalu memperlihatkan sosok naga hitam berkepala banyak )

Noriokurenaide

( kamera kembali di ganti dengan setengah wajah Naruto yang menutup matanya perlahan membuka matanya memperlihatkan mata emas dengan angka jam di dalamnya )

tooku demo zutto soba ni iru

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar sosok Vali dari samping lalu di ganti dengan sosok Naruto yang berdampingan dengan Vali )

tsunagu kokoro zutto hanasanai

( Layar kembali di ganti dengan tangan mereka yang memutar senjata masing-masing lalu melesat bersama ke layar dan menebas pedang mereka hingga membuat cahaya putih )

Fix End

( Lalu layar kembali di ganti dengan sosok Naruto yang memandang rumput luas perlahan di ganggu dengan datangnya para kelompok perempuannya yang langsung memeluknya erat )

.

Chapter 16 : Dragons Champions Arc I : Awal kebangkitan Doujutsu rahasia Clan Namikaze dan Seorang kakak berbeda darah

.

" Ba-Bagaimana mungkin... Ba-Bagaimana mungkin aku memiliki Doujutsu... " gumam Naruto ketakutan sambil melangkah mundur hingga jatuh terduduk " Nii-san? "

Naruto yang mendengar suara adiknya langsung panik dan berusaha mencari penutup mata untuk mata kanannya agar tidak ada yang tahu.

" Nii-san? " seketika tubuh Naruto menegang begitu merasakan bahwa adiknya telah di belakangnya, dengan patah-patah Naruto menoleh ke belakang sambil menutup mata kanannya.

" A-Ah, Ohayo Asia.. "

Grep!

Perkataan Naruto seketika terhenti begitu Asia menabrakkan tubuhnya ke arahnya dan memeluknya dengan sangat erat. Naruto sedikit terkejut atas tindakan Asia, bahkan Naruto harus kembali terkejut karena dia bisa mendengar isakkan kecil dari Asia.

" O-Okaerinasai hiks... Hiks... Nii-san " isak Asia semakin mengeratkan pelukannya pada Naruto yang bingung akan perlakuannya " A-Ah, Ada Apa Asia-chan? Kenapa kau menangis? " tanya Naruto bingung.

" Ah! Danchou!/Naruto-kun!/Naruto-san! " Naruto yang mendengar suara lain menoleh dan dia melihat Kirin, Tohka, dan Aiz yang berlari ke arahnya dan ikut memeluk dirinya " O-Oi! Le-Lepaskan, Kenapa kalian semua memelukku? " tanya Naruto tergagap, dirinya semakin bingung dengan sifat teman-temannya bahkan adiknya.

" Ah! Tidak, kami hanya senang bahwa Danchou akhirnya sadar dari Koma Danchou " Jawab Kirin setelah melepaskan pelukannya pada Naruto membiarkan Asia yang masih memeluk Naruto yang terdiam.

" ... "

" Eh? " beo Naruto yang masih belum paham " Kau tidak ingat Danchou, waktu itu setelah kau pertarung dengan Hayamana-san kau terluka dan mengalami Koma " jelas Kirin kembali.

Deg!

Seketika Naruto tersentak saat kepalanya merasakan sakit yang cukup keras, perlahan kepingan memori terlintas di kepala Naruto bagaimana saat dirinya bertarung dengan Shion.

" A-Ah, aku ingat sekarang " gumam Naruto yang masih menutup mata kanannya, semua kecuali Asia yang masih asyik memeluk Naruto menatap bingung Naruto yang menutup sebelah matanya.

" Naruto-san, kenapa dengan matamu? Terlukakah? " Asia yang mendengar itu melepaskan pelukannya sambil menatap khawatir Naruto " Be-Benarkah? " tanya Asia dengan wajah sangat khawatir.

" A-Ah, Tidak... Tidak apa-apa, hanya sakit mata biasa saja " ucap Naruto mencoba mengelak " Jangan mengelak! Tunjukkan padaku " ucap Asia menarik paksa tangan Naruto hingga lepas.

Naruto yang memperkirakan ini terdiam, dirinya tentu bersiap menerima reaksi terkejut mereka namun.. " Nii-san, matamu baik-baik saja, tidak ada masalah kok dengan matamu " ucapan Asia membuat Naruto tersentak dan langsung menoleh ke arah cermin di mana mata kanannya telah kembali menjadi mata birunya.

" A-Are... " gumam Naruto menyentuh mata kanannya ' Ma-Mataku... Kembali semula... ' batinnya tidak percaya.

" Apa mata Nii-san baik-baik saja? " tanya Asia lagi membuat Naruto gelagapan " A-Ah, tentu saja mata Nii-san baik-baik saja " ucap Naruto.

' Sebaiknya aku mencari tahunya nanti ' batin Naruto berusaha menutupi rahasia mata kanannya agar tidak ada yang tahu " Ngomong-ngomong ada yang ingin aku tanyakan pada kalian saat ini " Ucap Naruto membuat ke empat Perempuan di sana menatap Naruto dengan memiringkan kepala mereka dengan imut.

" Ini mengenai kejadian selama aku tidak sadar, apa terjadi sesuatu? " tanya Naruto sambil duduk di kursinya lalu membuka layar hologram miliknya " Maa~ banyak sekali Nii-san, bahkan ada yang berusaha mencuri Jam milikmu itu " jawab Asia membuat Naruto menghentikan kegiatannya dan melirik Asia.

" Tapi mereka gagal bukan? " tanya Naruto melirik sesaat Asia lalu melirik Jam di tangannya yang masih terikat " benar " Jawab Singkat Asia.

" Maa~ itu karena perangkap di kamar Nii-san dan pelindung di jammu itu, bahkan kami harus kerepotan menangkapnya tapi dia selalu lolos " Tambah Asia membuat Naruto memutar kursinya lalu menatap Asia penuh bersalah.

" Gomen ne membuat kalian repot " ucap Naruto merasa bersalah " Mou~ kau memang membuat kami kerepotan! " kesal Tohka sambil mengembungkan pipinya dan mengalihkan pandangannya.

" Tapi, Kami senang akhirnya kau sadar dari Komamu sebelum lomba di mulai " ucap Aiz sambil memeluk Naruto dari samping dan mengeluskan wajahnya pada pipi Naruto " Ya, aku juga bersyukur akan hal itu " timpal Naruto sambil menghela nafasnya karena sifat Aiz.

" Lalu bagaimana latihan kalian selama tidak ada aku? " tanya Naruto lagi dengan wajah serius " Ha'i Kami sebenarnya melakukan latihan dengan membuat Drone baru kembali dan hasilnya sekitar 70% berhasil untuk menang " jawab Kirin membuat Naruto sedikit tersentak karena keberhasilannya cukuplah tinggi.

" Begitukah? Berarti hanya tinggal aku saja yang harus meningkatkan persentasenya itu " gumam Naruto lalu kembali memfokuskan pandangannya ke hologram " Apa kalian melakukan peningkatan pada senjata kalian setiap latihan? " tanya Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.

" Ha'i, Kami selalu meningkatkan kekurangan senjatanya " jawab Kirin, setelah itu Jari Naruto dengan cepat mengetik hologram hingga Hologram di depan Naruto memperlihatkan tingkatan-tingkatan atau persentase peningkatan senjata kelompoknya

" kalian sampai menggunakan Gear 6 dan 5 ya untuk mencapai persentase ini " gumam Naruto sambil mengelus dagunya " Gear? " tanya Kirin ingin tahu.

" Gear adalah sistem peralatan yang menjalankan mesin senjata kalian itu. Kekuatan Senjata di tentukan berdasarkan Gear. Gear 1 senjata dalam kondisi stabil, Gear 2 Senjata dalam kondisi Excellent, Gear 3 Senjata kembali naik menjadi Prima, Gear 4 menjadi Super, Gear 5 menjadi Ultimate, Gear 6 menjadi Fantastis dan berikut seterusnya hingga menjadi Legendary " Jelas Naruto memperlihatkan gambaran Gear dalam bentuk tabung besi dengan beberapa Gerigi roda di dalamnya beserta sistem-sistem canggih lainnya.

" Memang ada berapa tingkatan Gear milik Danchou? " tanya Kirin " Sekitar 10 Gear. Aku berencana menggunakan Gear 8 dalam kondisi Brutal agar mempercepat latihan, tapi aku senang bahwa kalian berhasil membuat Persentase Gear 5 dan 6 menjadi 70%, itu adalah sebuah kemajuan " jawab Naruto lalu memberikan pujian pada salah satu kelompoknya.

" Ah, ini juga Berkat Danchou, karena Danchou, membuat kami semangat agar kami tak mengecewakan Danchou, jadi kami berusaha keras agar memberikan hasil yang maksimal " Ucap Kirin malu-malu membuat Naruto tersenyum tipis.

" Baiklah, karena kalian telah berjuang saatnya aku yang berjuang. Sekarang aku akan menggabungkan seluruh data Gear kalian dan menyatukannya ke senjata panahku dengan begini persentasenya akan meningkat kemungkinan 15% " ucap Naruto mengetik hologramnya hingga layar Hologramnya mengeluarkan gambar Panah Mekanik milik Naruto dengan beberapa tanda panah terarah ke panah dengan pemilik panah adalah sembilan Gear kelompoknya.

" Bukankah itu akan memberatkan panahmu Nii-san? " tanya Asia, namun Naruto hanya tersenyum sambil menepuk dadanya " Tidak ada yang memberatkan bagiku Asia-chan, itu adalah hal mudah " ucap Naruto membanggakan dirinya.

" Heh! Sama seperti biasanya ne " dengus Aiz sambil tersenyum tipis " Hehe, begitulah " balas Naruto sambil tertawa kecil lalu mengetik hologramnya dengan cepat.

" Falbium, Sayuri, Ajuka. Kalian memiliki pekerjaan untuk meningkatkan panahku, aku sudah mengirim data apa saja yang di butuhkan, aku harap kalian bisa menyelesaikannya sekarang " ucap Naruto sambil menekan satu tombol di dekat Hologramnya.

" Heh! Kau serius?! Dari data yang kau kirim ini bisa membutuhkan 2-3 hari. Eh? Cotto-cotto.. Kau sudah sadar? "

" Ha'i Aku baru saja sadar sekitar 1 jam yang lalu, selain itu kita kesampingkan akan kesadaranku. Kalian tidak butuh 2-3 hari untuk membuat senjata itu, kalian bisa menggunakan U.M.G.A.P" ucap Naruto membalas ucapan Ajuka yang baru tersadar.

" Eh? Apa kami boleh menggunakan alat itu? " tanya Falbium di seberang sana " Um, hanya untuk kali ini " jawab Naruto " Baiklah, akan kami buatkan dalam secepatnya " ucap Ajuka dan Falbium bersama.

" U.M.G.A.P? " beo Tohka, Kirin dan Aiz yang belum begitu tahu alat itu " Oh. Itu nama singkat dari Upgrade Machine Gear Ability Power sebuah alat berukuran besar yang bisa meningkatkan sebuah senjata dalam beberapa jam atau satu hari. Seperti tadi, aku mengirim data yang aku buat untuk panah milikku dan membiarkan Ajuka dan Falbium membuatnya dengan alat itu, modifikasi alat ini bisa memasukkan semua bahan yang di butuh kan dan langsung menggabungkannya hingga sempurna " Jelas Naruto, namun mereka sama sekali belum mengerti.

" kita ambil kesimpulannya dari Gurita. Gurita memiliki 8 tangan, di masing-masing tangan tersebut anggap ada mangsa tangkapannya yang akan di masukkan ke inti yaitu mulutnya. Prinsipnya sama seperti itu, di depan tangan mesin ini anggap saja ada bahan-bahan dari alatku dan mereka akan mulai menggabungkannya dengan cepat karena tangan dari alat ini ada seribu alat tangan " ucap Naruto lagi membuat kesimpulan yang memudahkan kelompoknya agar paham.

" Jika begitu kenapa kau tidak menggunakan alat itu untuk mengatur tugas pesanan senjata dari perusahaan ini? " tanya Tohka bingung pasalnya alat seperti itu tidak di gunakan

" Tidak, jika seperti itu para pekerja akan malas bekerja " balas Naruto enteng membuat semua di sana Sweatdrop ' Lalu kenapa kau membuatnya? ' batin mereka serempak.

" Baiklah, karena urusan di sini sudah selesai bagaimana kalau kita membuat kejutan pada semuanya, tapi sebelum itu... " ajak Naruto sambil berjalan keluar tapi langkah Naruto seketika terhenti membuat semua bingung .

Kruuukk~

Semua seketika terkikih ketika perut Naruto meraung cukup keras, ya~ itu Karena Naruto tidak makan selama 6 hari, maka dari itu Naruto kelaparan " Bisakah kita makan dulu? " lanjut Naruto poker face.

.

Tokyo Side

10.00 AM

.

Sementara di kota pusat tokyo, terlihat ribuan orang tengah menyeberang di perempatan lampu merah besar di kota jepang tepat utama dari kota Tokyo dan salah satu dari ribuan orang terdapat sosok perempuan berambut cokelat beserta rambut kuning tengah berjalan bersama menuju seberang jalan.

Namun langkah mereka terhenti ketika melihat sosok yang mereka kenal tengah berjalan bersama empat perempuan di belakangnya " Are, bukankah itu Uzumaki-san dan anggotanya? " gumam perempuan berambut kuning.

" Kau benar, ayo kita datangi dia " ajak Perempuan berambut cokelat berlari ke tempat Naruto bersama perempuan di sampingnya

" Hggghhh~ entah kenapa tubuhku terasa sangat melelahkan " gumam Naruto sambil merenggangkan badannya " Tentu saja. Enam hari di ranjang itu sungguh menyakitkan tahu " timpal Aiz di sampingnya membuat Naruto melirik kesal Aiz

" Urusai, aku tidak memintamu untuk mengomeliku, huh! " dengus Naruto kesal membuat Aiz terkikih karena bisa membuat Naruto kesal kembali setelah 9 tahun.

" Uzuamaki-san/Naruto-san " Naruto yang mendengar sebuah suara menoleh dan mendapati dua sosok yang cukup dia kenali " Asuna-san, Leafy-san. Bagaimana kabar kalian? " sapa Naruto sambil bertanya pada dua perempuan yang rupanya Asuna dan Leafy.

" Kami baik-baik saja, bagaimana dengan kalian? " jawab Asuna lalu kembali bertanya " Seperti yang kau lihat kami baik-baik saja " balas Naruto sambil tersenyum tipis.

" Yuuki-san, kalian dari mana? " tanya Asia sambil tersenyum bersahabat pada Asuna dan Leafy " Ah, kami dari latihan tadi, sekarang kami berniat kembali ke mansion kami " jawab Asuna santai karena walaupun dia rahasiakan pasti orang di depannya telah mengetahuinya.

" Begitukah? Semoga di pertandingan besok kalian menunjukkan performa kalian ne " ucap Tohka tersenyum miring pada dua perempuan di depannya " Heh, tentu saja " dengus Leafy membalas ucapan Tohka.

" Naru-kun, mereka siapa? " tanya Aiz yang memang belum terlalu mengenal siapa saja teman Naruto " Ah, perkenalkan mereka adalah Asuna Yuuki dan Leafy Namikaze salah satu peserta Dragons Champions dari kelompok Hyotogaku " ucap Naruto memperkenalkan Asuna dan Leafy.

" Asuna-san, Namikaze-san. Perkenalkan dia adalah Aiz Wallenstein dia... " ucap Naruto terhenti karena tidak tahu harus mengatakan siapa Aiz " Calon Istri Naru-kun " lanjut Aiz seenaknya membuat semua di sana terdiam kecuali Naruto yang tampak kesal karena ucapan seenaknya darinya.

" Urusai! Aiz-chan jangan seenaknya bicara " kesal Naruto namun Aiz tampak tenang saja malah dia dengan tenangnya memeluk lengan Naruto " Heh~ bukankah kau telah melakukan itu denganku? Bahkan kau juga keluar di dalamku " ucap Aiz dengan manja membuat wajah Naruto memerah begitu juga para perempuan di sana.

" Mou! Aiz-nee, berhenti menggoda Nii-san! " kesal Asia sambil ikut mengalungkan lengannya pada lengan Naruto yang tersisa " Hee~ kenapa jika kau cemburu katakan saja Asia-chan " goda Aiz membuat wajah Asia memerah malu sekaligus kesal.

" Mou, sebaiknya Aiz-nee diam saja! " Naruto yang sebagai korban hanya bisa diam dengan wajah pasrah ketika di tarik-tarik oleh dua perempuan di sisinya " Sepertinya Naruto-san mengalami kesulitan ne " gumam Asuna kasihan pada Naruto.

" Maa~ sudahlah Jangan berdebat Aiz-nee, Asia-chan. Bukankah kita harus berkumpul dengan yang lain di rumah Julis-chan " bujuk Tohka, namun Aiz dan Asia tidak mau berhenti berdebat " Baiklah kalau begitu ayo Nii-san/Naru-kun kita ke sana! " ajak dua perempuan itu serempak sambil menarik Naruto bersama-sama.

" Oi! Aku bisa berjalan sendiri! "

" Jaa, kalau begitu kami pamit dulu Yuuki-san, Namikaze-san. Sampai berjumpa di lomba besok " ucap Kirin sebagai perantara untuk berpamit dengan Asuna dan Leafy.

" A-Ah, Um " jawab Asuna dengan masih rona merah diwajahnya " Sepertinya Naruto-san dalam kesulitan ne " gumam Asuna menatap kepergian Naruto cukup kasihan.

" Sudahlah, sebaiknya ayo kita kembali " ajak Leafy berjalan duluan lalu di susul oleh Asuna

.

Kediaman Julis

10.30 AM

.

" Ah! Danchou! " pekik Julis ketika melihat sosok ketua kelompoknya telah sadar dan memeluknya dengan erat " Oi-Oi Julis-chan lepaskan pelukanmu itu cukup memalukan tahu " omel Naruto

" Tapi syukurlah kau sudah sadar Danchou, Enam hari tanpamu itu terasa sepi sekali tahu " ucap Claudia sambil tersenyum senang pada Naruto " begitukah, kalau begitu maafkan aku " sesal Naruto karena membuat anggotanya sedikit sedih.

" Sudahlah Danchou, kau tidak salah apa-apa " ucap Koneko dengan nada datar khasnya " yang terpenting kau sudah kembali bersama kami " lanjut Saya yang duduk di samping Koneko.

" Tenang saja Danchou, lagi pula kau memang cocok tidur di ranjang terus " canda Kiba sambil menepuk pundak Naruto membuat perempatan di dahi Naruto.

Duagh!

" Uhuk! " seketika Kiba terbatuk ketika Naruto menyiku perutnya dengan keras " kau tetap saja tidak pernah berubah, Barbie! " kesal Naruto membuat semua di sana sedikit tertawa karena kekeluargaan mereka kembali.

" Ne Danchou, bagaimana rasanya koma itu? " tanya Irina blak-blakkan membuat Xenovia memukul pelan kepala temannya itu, Naruto yang di tanya seperti itu sedikit terdiam sebelum mengingat-ingat akan lorong ruang dan waktu yang baginya terasa nyata " Seperti melewati ruang dan waktu " jawab Naruto dengan suara kecil.

" Apa? " tanya Irina tidak begitu mendengarnya " Ah, tidak. Bukan apa-apa. Rasanya seperti hampa, tidak ada siapapun, yang ada hanya kegelapan saja " jawab Naruto sedikit tergagap di awal lalu menjawabnya cukup asal agar tidak ada yang tahu akan perkataannya.

" Heh~ jawaban macam apa itu? " gumam Irina merasa tidak terima " Baka, hentikan pertanyaan tidak pentingmu itu?! " kesal Xenovia akan tingkah temannya.

" Lalu, apa yang kita lakukan di kediaman Julis-chan, Nii-san? " tanya Asia kenapa kakaknya membuat semua berkumpul di Kediaman Julis " Ah, benar juga " gumam Naruto.

" Sebelumnya maafkan aku Julis-chan yang mendadak melakukan hal ini bahkan di kediamanmu " maaf Naruto, namun Julis hanya mengibaskan tangannya seolah tak masalah " Jangan khawatir, lagi pula keluargaku tengah pergi menuju England dalam 2 bulan jadi aku tinggal sendiri, tapi aku mengajak Claudia, Saya, Irina dan Xenovia untuk tinggal di sini bersamaku sementara waktu jadi tidak masalah " balas Julis.

" Baiklah, kalau begitu aku langsung saja to the point. Seperti yang kalian ketahui besok kita akan memasuki Dragons Champhions bagian ke dua yaitu The Target Dragons. Seperti penjelasan lima belas hari yang lalu, setelah kita berhasil mengenai sasaran, kita di perintahkan untuk melumpuhkan naga yang sasarannya kita kenai. Selama aku koma apa kalian telah menambah satu Device persenjataan Pelupuh pada setiap armor naga kalian? " ujar Naruto lalu bertanya pada setiap anggotanya.

" Ha'i, Kami telah membuatnya dari awal dengan bantuan Asia-chan, Ajuka-san, Falbium-san dan Sayuri-san. Kata mereka persenjataan itu di letakkan di sekitar leher armor agar tidak terlalu membebankan setiap sisi Naga " Jawab Julis dengan wajah serius

" Begitu " gumam Naruto sambil mengelus dagunya " lalu selama latihan apa kalian sempat bertemu kelompok lain? " tanya Naruto dengan wajah serius.

" Um, beberapa kali kami sempat bertemu kelompok Kumogakure dan Sasuke, tapi mereka tidak melihat latihan kita " jawab Claudia membuat Naruto bernafas lega " Jika mereka tahu akan sangat berbahaya " gumam Naruto.

" Lalu selama aku koma apakah ada perubahan rencana, atau laporan dari pihak lomba? " tanya Naruto lagi dan di jawab gelengan oleh semua di sana.

" Lalu, sekarang apa yang akan kita lakukan Danchou, Apakah berlatih lagi? " tanya Claudia " Tidak, untuk sekarang kalian bebas istirahat, untuk masalah lomba besok kita hanya sudah harus bersiap melakukan lombanya. " ucap Naruto berdiri dari duduknya sambil merapikan dirinya.

" Eh? Hanya itu saja yang ingin di bicarakan? " kejut Irina " Um, Soalnya tidak ada yang harus aku bicarakan lagi di sini, sekarang aku mau pergi ke tempat Tsunade-baa-san untuk mengabarinya bahwa aku sadar, selain itu aku juga mau bertemu Jii-san di Kantor Hokage " jawab Naruto lalu menoleh ke arah adiknya, Aiz, Kirin, dan Tohka.

" Lalu bagaimana dengan kalian? " tanya Naruto " Aku akan mengikuti Naru-kun/Nii-san ke manapun Nii-san Pergi! " ucap Asia dan Aiz serempak membuat mereka menoleh bersama dan melirik tajam sesama lain.

" Maa~ kalau kami mungkin kami akan di sini bersama yang lainnya " jawab Tohka mewakili Kirin yang di sampingnya " Ne, Danchou, jika kami ingin latihan boleh bukan? " tanya Kiba dengan senyum anehnya.

" Boleh saja, tapi kepemimpinan sementara aku beri kepada Julis-chan untuk mengomando kalian " jawab Naruto membuat aura suram di belakang Kiba " Jaa, Kalau begitu kami berangkat, ikuyo Aiz-chan, Asia-chan " pamit Naruto lalu berjalan keluar bersama Aiz dan Asia.

" jarang sekali Danchou memberiku kepemimpinan sementara " gumam Julis benar-benar tidak percaya bahwa dia menjadi kepercayaan Danchou setelah Kiba " Tentu saja. Karena dari tadi yang menjawab pertanyaan Danchou adalah Kau " jawab Saya menatap datar Julis yang terlalu senang.

.

NaruAsiaAiz Side

11.30 AM

.

" Hahh~ entah kenapa tanpa melakukan sesuatu itu terasa membosankan sekali ne " gumam Naruto sambil melipat tangannya di belakang kepalanya, sementara dua perempuan yang di setiap sisinya hanya diam mendengarkan saja tak lupa saling melirik tajam.

' Hahh~ Besok ya... Padahal aku berharap bisa melakukan sesuatu yang seru sebelum lomba seperti... ' batin Naruto sambil berpikir jika di pikir kembali, yang sering dia lakukan adalah membaca buku, Membuat senjata, bertarung dan berlatih.

' hahh~ Apa tidak ada yang lebih seru lagikah ' batin Naruto menghela nafasnya ' Oh, benar juga ' batin Naruto mulai menyentuh mata kanannya.

' Kalau tidak salah, mataku waktu itu bernama Clocks Eyes, bukankah Clocks Eyes itu hanya pemilik clan Masihiro dan Tokisaki, tapi dari buku yang aku baca setiap clan memiliki kekuatan berbeda... ' batin Naruto lagi ' Sebaiknya aku membaca bukunya nanti ' batin Naruto menurunkan tangannya lalu menatap ke depan di mana terlihat rumah yang cukup besar dengan plak nama Di depan rumah bertuliskan Keluarga Uzumaki.

Krieet~

" Tadaima Baa-san! " ucap Naruto membuka pintu rumah tersebut lalu masuk dengan perlahan bersama Aiz dan Asia. Naruto yang mendengar suara gaduh seperti orang berlari menaikkan sebelah alisnya

Wush! Grep!

Seketika Naruto melotot ketika Melihat Tsunade berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat dengan dua aset besarnya yang mendekap Naruto erat.

" Ba-Baa-chan! Aku tidak bisa bernafas! " ronta Naruto Namun Tsunade semakin memeluknya erat " Okaerinasai Naruto " gumam Tsunade semakin memeluk Naruto erat.

" Le-Lepaskan, Lepaskan Aku Baa-chan! "

" Etto Kaa-san " gumam Asia dengan wajah drop karena melihat kejadian tadi, bukan masalah sih jika dia melihat mereka berpelukan yang menjadi masalah itu tu yang asetnya ibunya yang membuatnya sangat iri.

" Ah, Asia-chan dan... " kejut Tsunade tersadar jika Naruto tidak sendiri, Tsunade yang melihat ada perempuan selain Asia menatap intens perempuan itu " Perkenalkan Namaku Aiz Wallenstein, calon Istri Naruto-kun " ucap Aiz membuat Tsunade terdiam beberapa saat.

" Kyaaa! Akhirnya Aku punya menantu yang sangat cantik! " teriak Tsunade sangat senang sampai-sampai dia yang masih memeluk Naruto semakin mengeratkan pelukannya pada Naruto.

" Ba-Baa-chan! Aku bisa mati! " teriak Naruto kesal hingga akhirnya Tsunade melepaskan Naruto dengan rona malu di pipinya " A-Ah, Gomen Naruto ".

" Ghaa~ Akhirnya aku bebas, dan selain itu... " gumam Naruto bernafas lega lalu menatap Aiz dengan tatapan tajam, sementara Aiz hanya memiringkan kepalanya bingung.

Bletak!

" Tidak perlu sok polos dan menyebarkan berita palsu baka! " lanjut Naruto setengah berteriak setelah memberikan jitakan kasih sayang di kepala Aiz.

" Ada apa ribut-ribut Tsunade-baa-san? " tanya Seorang perempuan berambut kuning datang bersama perempuan berambut hitam " Are Shiina-chan? " kejut Naruto dan Asia ketika melihat Shiina di rumah Tsunade.

Wush! Grep!

" ah! Lagi? " keluh Naruto ketika Shiina memeluknya erat, sementara yang di sana hanya terkikih geli dengan Naruto " Lalu Baa-chan dia siapa? " tanya Naruto menatap intens perempuan berambut hitam yang tersenyum manis ke arahnya.

" Ah, benar juga. Perkenalkan Namaku Tokisaki Kurumi, salam kenal Uzumaki-kun " ucap Perempuan bernama Kurumi memperkenalkan dirinya.

" A-Ah, U-um " balas Naruto sedikit kaku " Ada keperluan apa Anda ke sini? " tanya Naruto sedikit sopan.

" Ufufufufu, sebenarnya aku merasakan kekuatan waktu tiga hari yang lalu di sekitar sini, jadi aku datang ke sini sekaligus datang menjumpai temanku " jawab Kurumi di temani tertawa halus " Kekuatan Waktu? " Beo Asia tidak mengerti.

" Itu karena aku merasakan ada kekuatan baru dari pembangkit Clocks Eyes " jawab Kurumi tersenyum ke arah Asia, Naruto yang mendengar itu menegang di sentuhnya mata kanannya sesaat lalu menatap intens Kurumi.

" Dari mana kau tahu ada pembangkit Mata Clocks Eyes? " tanya Naruto " Ufufufu, itu karena aku juga pengguna Clocks Eyes, Tapi versiku adalah Clocks Eyez Zafken " ucap Kurumi membuat Naruto tersentak dengan mata melotot.

" Bu-Bukankah Mata itu... " gumam Naruto tergagap " Bukankah Itu Mata Clocks Eyes tingkat Kedua yang sangat sulit di dapatkan " gumam Naruto.

" Apa maksudmu Naruto? " tanya Tsunade " Clocks Eyes memiliki 6 Tingkatan pertama Clocks Eyes Jikkan, Clocks Eyes Zafken, Clocks Eyes Sage, Clock Eyes Banned, Clocks Eyes Healling dan Clocks Eyes. Seperti katanya Clocks Eyes Zafken tingkat kedua dari mata Clocks Eyes adalah Mata yang bisa menghidupkan sang pengguna dari kematian dengan kepribadian yang berbeda.

Bisa di katakan sang pengguna sangat abadi tergantung dari korban yang di bunuhnya, jika sepuluh, ratusan, Ribuan bahkan hingga tak terhingga yang di bunuh, walau kita bunuh sang pengguna maka dia akan hidup kembali. Sulit di percaya, mata kutukan Tingkat kedua dari Clocks Eyes ada yang memilikinya " jelas Naruto secara rinci membuat Kurumi tertawa halus.

" Tidak, Mata Zafken bukanlah mata terkutuk bagiku, karena bagiku mata ini sungguh berguna untukku yang selalu di incar oleh Black Army " Balasan dari Kurumi membuat Rahang Naruto mengeras " Jadi Black Army juga mengincar mata Zafken? " gumam Naruto dengan nada datar.

" Aku tidak begitu mengerti, kenapa Black Army sangat terobsesi sekali dengan kekuatan-kekuatan yang sangat kuat? " gumam Aiz entah kepada siapa " Jika kau mengenal mereka lebih dalam maka kau akan tahu " jawab Naruto melepaskan pelukan Shiina lalu menatap serius Kurumi.

" lalu bagaimana? Apa mata itu masih ada padamu? " tanya Naruto " Um, Tentu saja " jawab Kurumi mengangkat rambut bagian kirinya yang menutupi mata kirinya yang berwarna emas dengan jarum jam.

" Itukah.. Zafken? " gumam Naruto sedikit terkejut karena untuk pertama kalinya melihat bentuk mata Zafken " Un, Ne Uzumaki-kun, kau tidak keberatan bukan jika kita berbicara berdua? " jawab Kurumi lalu ajak Kurumi membuat Naruto menaikkan alisnya.

" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, mengenai mata kananmu " lanjut Kurumi tersenyum misterius membuat mata Naruto melotot terkejut.

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Taman Konoha

13.00 PM

.

" Bagaimana kau tahu? " tanya Naruto menatap serius Kurumi yang tersenyum kalem ke arahnya, saat ini mereka berada di taman Konoha bagian barat yang cukup sepi dari pengunjung.

Naruto menatap intens perempuan bernama Kurumi Tokisaki di depannya saat ini, padahal hanya dia saja yang mengetahui akan mata kanannya, tapi bagaimana mungkin Kurumi mengetahui akan mata kanannya.

" Ufufufufu, itu bukanlah hal sulit " jawab Kurumi sebari tertawa halus " Semua yang tadi kau katakan tentang mataku ini memang benar, tapi terdapat satu rahasia dari Mata Zafken yang sangat berguna " Lanjutnya membuat Naruto menyipitkan matanya.

" Maksudmu, Zafken dapat mengetahui akan kebangkitan sebuah kekuatan yang setara dengannya " gumam Naruto membuat Kurumi tersenyum puas " Benar sekali. Mata kananmu adalah tingkatan yang setara dengan mata Zafkenku yaitu.. "

" Jikkan " Mata Naruto seketika melotot ketika mendengar nama itu " Mustahil. Jikkan, adalah tingkatan tertinggi dari Clocks Eyes, aku sempat membaca buku akan sejarah Doujutsu tapi tak ada satupun yang berhasil mencapai tingkatan tertinggi dari Clocks Eyes " balas Naruto menolak tidak percaya bahwa mata kanannya adalah tingkatan tertinggi dari Clocks Eyes.

" Tapi orang itu berdiri di depanku saat ini " balas Kurumi membuat Naruto mengepalkan tangannya " Kau tidak bisa menolak kenyataan bahwa kau pemilik Clocks Eyes Jikkan, kau harusnya bersyukur memiliki mata tingkat tinggi dari Clocks Eyes " lanjutnya.

" Tapi bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin Clan yang tidak memiliki kekuatan Doujutsu bisa memiliki Doujutsu? " Kurumi yang mendengar pertanyaan itu terdiam, dirinya sebenarnya sudah tahu akan identitas Naruto dari Shiina yang dulu sangat polos

" Entahlah... Dunia itu sangat luas kau tahu " Jawab Kurumi seadaanya membuat Naruto menatapnya cukup tajam " Selain itu, apa kau tidak ingin mengatakannya pada mereka? " tanya Kurumi membuat Naruto menghela nafas.

" tidak akan. Aku akan menjaga rahasia ini hingga waktu yang tepat " Jawab Naruto sambil menyentuh mata kanannya " Lagi pula, Aku belum terlalu mahir menggunakan Doujutsu " lanjutnya.

" benar juga, ini pertama kalinya kau menggunakan Doujutsu, selain itu aku juga dapat merasakan kekuatan besar mulai bangkit di dalam dirimu " timpal Kurumi membuat Naruto menatap Kurumi terkejut.

" Apa maksudmu? " tanya Naruto, Namun Kurumi tidak menjawab melainkan memberi Naruto sebuah batu kecil " Sekarang coba kau sentil Batu ini ke arah pohon itu " perintah Kurumi sambil menunjuk sebuah pohon yang jaraknya 1 km

" Itu Mustahil! "

" Cobalah, tapi aku akan memberimu saran, aku ingin kau kuatkan setiap jarimu, alirkan seluruh kekuatanmu pada jarimu " saran Kurumi membuat Naruto menghela nafas kasar.

" Baiklah " balas Naruto lalu mengarahkan lengan kanannya dengan posisi menyentil dengan jarinya terselip batu ' Apa maksudnya tadi? Alirkan seluruh tenaga ke jari? ' batin Naruto tak sadar jika jarinya perlahan muncul bercak retakan merah yang mengeluarkan asap panas.

' Jadi benar ' batin Kurumi yang menyadari hal tersebut lalu menatap Naruto yang tampak masih melamun " Ah, Sudahlah, lagi pula Ini pasti tak akan berhasil " gumam Naruto lalu menyentil batu di jarinya.

BOOOM!

Seketika Naruto terpental cukup jauh ketika terjadi ledakan udara di depannya, Kurumi yang di samping Naruto hanya diam di tempat sambil melirik ke arah pohon yang dia tunjuk menjadi sasaran.

BOOM!

Pohon yang dia tunjuk sebagai sasaran seketika meledak dan tumbang, mata Kurumi sedikit melebar karena walau baru pertama kali kekuatannya cukup dahsyat.

" G-Ghh! A-Apa-Apaan itu tadi " gumam Naruto menyeka debu di wajahnya ' Apa itu tadi, kenapa saat aku menyentil batu itu terjadi ledakan uap panas? ' batin Naruto seraya melirik tangan kanannya yang tampak masih mengeluarkan asap panas.

" Seperti yang kau lihat, semacam itulah kekuatan barumu selain Doujutsu " ucap Kurumi seraya mendekati Naruto yang berusaha berdiri " Kekuatanku selain Doujutsu? " tanya Naruto sedikit terkejut.

" Mustahil, dari dulu aku memang tahu bahwa aku tidak memiliki kekuatan bahkan aku selalu mencoba hingga aku cedera parah, tapi... Tapi bagaimana mungkin sekarang aku memiliki kekuatan? " ucap Naruto tidak bisa menerima kenyataan yang dia terima saat ini.

" Karena itu adalah efek dari The Saphire " Naruto dan Kurumi yang mendengar sebuah suara menoleh dan mereka melihat pemuda berambut perak dengan kacamata menatap mereka dengan seringai keji.

" Siapa kau? " Tanya Naruto seraya berbalik dan mengetik hologram di tangan kirinya " Namaku? Akan aku beritahu singkat saja. Namaku Kabuto. Aku ke sini untuk mengambil kembali The Saphire " ucap pria bernama Kabuto tersebut membuat Naruto menyipitkan matanya.

" Dari ambisi mengambil The Saphire, sepertinya kau anak buah Danzo ne " gumam Naruto mulai mengeluarkan dua Biji kecil dan meremasnya hingga menjadi Mash Shinigami dan King.

" Khuhuhu, lebih tepatnya rekan. Sepertinya aku sangat beruntung jika bisa membunuh kalian berdua di sini, apa lagi kalian adalah pemilik kekuatan yang di incar oleh Danzo " ucapnya tertawa keji membuat rahang Naruto mengeras.

Trank!

" Jangan harap aku membiarkanmu membunuhku dengan mudah " ucap Naruto membenturkan King miliknya hingga menjadi Shinigami King " Tokisaki-san, sebaiknya kau pergilah dari sini, biar aku atasi orang ini " perintah Naruto sambil melirik sesaat Kurumi lalu melesat ke arah Kabuto.

Swush! Swush! Swush! Blaaar!

Setelah dekat dengan Kabuto dengan lincah Naruto menebaskan secara acak kedua senjata miliknya lalu menebas salah satu senjatanya dengan gerakan Vertikal ke arah Kabuto, namun Kabuto berhasil menghindari setiap serangan Naruto.

Naruto yang melihat Kabuto menjaga jarak memutar Kedua senjata miliknya sesaat sebelum melesat kembali ke arah Kabuto.

" Huh! Sebelum menyerang bukankah sebaiknya kau membuat rencana? " remeh Kabuto menyiapkan posisi bertarung dengan kedua tangan di lapisi sesuatu berwarna biru.

' Itu... Bukankah itu Hands Blocade, teknik yang bisa memblok seluruh titik saraf selama 2 hari, jika terkena akan sangat bahaya ' batin Naruto sambil mengeratkan genggamannya pada Mash Shinigami hingga berubah menjadi Mash Hammer.

Swush! Wush!

Dengan gerakan Slow Mosion, Naruto menebaskan Shinigami King miliknya dengan memutar badannya ke kiri, namun Kabuto berhasil menghindar dengan memundurkan sedikit tubuhnya, saat melihat celah Kabuto melesatkan tangan kanannya ke arah bahu kiri Naruto, Naruto yang bisa melihat itu memutar tubuhnya kembali ke kanan dengan melesatkan Mash Hammer miliknya. Namun rupanya Kabuto juga melesatkan tangan kirinya ke arah Siku Naruto yang memegang Mash Hammer.

Blaaaaaar!

Seketika terjadi ledakan berjarak 5 meter di hadapan Naruto membuat Naruto sedikit melebarkan matanya sedikit terkejut akan terjadinya ledakan tersebut.

' Apa itu tadi? Bukankah seharusnya tadi aku terkena Serangannya ' batin Naruto sambil mengecek seluruh tubuhnya yang masih berfungsi.

" Kau tidak apa Uzumaki-kun? " Naruto yang masih mendengar suara Kurumi menoleh ke sampingnya dan mendapati Kurumi berdiri di sampingnya dengan santai " Tokisaki-san... " gumam Naruto.

" Sepertinya aku tepat mengambil situasi Ne " Gumam Tokisaki sambil melirik Naruto dengan mata Zafken miliknya " Mungkinkah... " kejut Naruto.

' Jadi Begitu.. Dia menghentikan Waktu sesaat dan membuat jarak antar seranganku dan jarak serangannya di per jauh sedikit, kemungkinan juga.. Dia melakukan sesuatu pada Kabuto hingga membuat seranganku lebih dulu mengenainya, apakah seperti itu kekuatan Zafken ' batin Naruto sambil melirik Kurumi yang ada di sampingnya.

" Sepertinya aku ada urusan untuk membantumu Uzumaki-kun, kau tidak keberatan bukan? " tanya Kurumi menyeringai tipis ke arah Naruto.

" Maa~ Selagi itu membantu tak masalah " ucap Naruto lalu menoleh ke depan di mana terlihat Kabuto yang mulai berdiri dan menatap mereka tajam.

" Sepertinya akan terjadi pertarungan menarik di sini, walau kalian berdua tapi sepertinya kalian kalah jumlah saat ini " ucap Kabuto menyeringai, Naruto yang menyadari sesuatu menoleh sekitar dan dia bisa melihat sekitar 100 pasukan Black Army telah mengepung mereka berdua.

" ufufufufu? Begitukah? " tanya Kurumi tertawa halus sambil mengeluarkan Dua Senjata Shotgun " Kita lihat saja, Siapa yang akan akan menang " ucap Kurumi tersenyum mengerikan ke arah Kabuto.

Duar! Duar! Duar!

" ARRRGGHH! "

" GYAAAHHH! "

" GROOOAAAARR! " seketika Kabuto, Naruto dan beberapa Black Army terkejut ketika 10 orang beserta naga mereka telah mati mengenaskan dengan kepala pecah seperti terkena tembakkan, Naruto yang mengetahui itu ulah siapa menoleh ke arah Kurumi yang tampak tersenyum senang.

" Fuaahh~ enak sekali, aku tidak sabar ingin merasakan puncak kenikmatan ini~ " ucap Kurumi dengan wajah merona senang, Naruto yang melihat itu merinding sesaat.

" ne Uzumaki-kun " Naruto yang di panggil melirik ke arah Kurumi " Ayo, Kita kalahkah mereka semua " ajak Kurumi sambil menyiapkan Shotgunnya.

' Yandare kah? ' batin Naruto meneguk ludahnya lalu menatap ke arah Kabuto yang bersiap menyerangnya " Maa~ kalau begitu aku serahkan bagian Support padamu Tokisaki-san, biar aku yang melawan Kabuto " Ucap Naruto menyiapkan kedua senjata sebelum melesat ke arah Kabuto.

" Ha'i~ Dengan senang Hati! " ucap Kurumi riang sebelum menghilang seperti hantu.

Duar! Duar! Duar! Duar!

" ARRGHH! "

" GYAAAH! "

" GWAAAHHH! "

Kabuto yang melihat beberapa pasukan Black Army yang berusaha menyerang Naruto tumbang dengan kepala pecah beserta tubuh berlubang sedikit panik karena pembunuhan tersebut sangat cepat bahkan para anak buah Danzo tak sempat melakukan perlawanan.

" Jangan Mengalihkan pandanganmu dari lawanmu! " teriak Naruto melempar Shinigami Kingnya hingga berputar seperti gasing lalu kembali melesat ke arah Kabuto dengan menyiapkan Mash Hammer miliknya.

Wush! Blaaaar! Wush! Wush! Blaarr!

Setelah dekat dengan Kabuto, Naruto mengibaskan Hammer miliknya secara Vertikal, namun Kabuto dapat menghindar dengan melompat ke belakang, namun Naruto kembali melakukan serangannya tanpa henti dengan melesatkan Shinigami King miliknya dengan Hammer miliknya secara bergantian, namun Kabuto tetap bisa menghindari setiap serangan tersebut

Swush! Swush!

Naruto yang merasakan akan ada serangan Dari Dua Sisi Mengeratkan genggamannya pada Hammer lalu melompat tinggi dengan tubuh terbalik membuatnya terhindar dari dua semburan Api naga Black Army.

' Sekarang kesempatanku ' batin Kabuto menyiapkan tangannya yang masih terlapisi aura biru berusaha menyerang Naruto ketika melihat celah terbuka.

" Tokisaki-san! " teriak Naruto memutar tangannya yang memegang Hammer, membuat tubuhnya berputar, dengan memanfaatkan situasi tersebut Naruto melayangkan tendangan miliknya.

[" Zafken : Jikkan Yameru "] ucap Kurumi yang tiba-tiba muncul kembali sambil melebarkan mata Kirinya.

Deg!

Seketika semua berhenti kecuali Naruto dan Kurumi, Naruto yang melihat efek dari Teknik Kurumi sedikit melebarkan matanya " Nyahahahah~ saatnya penyelesaian~ " ucap Kurumi memutar kedua senjatanya cepat.

Duar! Duar! Duar! Duar!

Dengan gerakan sangat cepat Kurumi menembak secara brutal ke arah pasukan Black Army yang terdiam karena efek dari Teknik Mata Kiri Kurumi menyisakan Kabuto yang menjadi lawan Naruto.

Wush! Duak!

Setelah 10 detik tendangan Naruto yang memang sudah dekat karena saat Naruto yang ada di efek teknik mata kiri Kurumi, gerakan Naruto tidaklah secepat Kurumi melainkan gerakan Slow motion.

Bruk! Bruk!

Tubuh Kabutopun terpental sedikit jauh ketika wajahnya menerima tendangan dari Naruto bersamaan dengan seluruh Black Army dan naga mereka tumbang dengan mengenaskan.

" Fuaahh~ Nikmat sekali " gumam Kurumi dengan ekspresi senang tak terkira ' Jadi seperti itu kekuatan Zafken, pantas saja Tokisaki-san bilang bahwa Zafken setara dengan Jikkan, jadi Zafken juga bisa menghentikan Waktu ' batin Naruto melirik Kurumi sesaat sebelum menatap serius Ke arah Kabuto yang tampak mulai berdiri kembali.

" kau sebaiknya menyerah saja, mustahil kau mengalahkan kami berdua " ucap Naruto sambil meletakkan Hammer miliknya di pundak ' Walau aku mengatakan itu, tentu saja dia tidak akan menyerah. Selain itu kenapa dia tidak serius dari tadi dalam bertarung ' batin Naruto menatap aneh Kabuto.

' Aku punya firasat buruk ' lanjutnya.

" Hmm~ menyerah ya " gumam Kabuto bergaya seperti berpikir " Mungkin perkataan itu sebaiknya di ucapkan oleh kalian saja " lanjutnya menyeringai.

Bruuushhh~

Seketika Mata Naruto melebar ketika dari sekitarnya bersama Kurumi, secara tiba-tiba muncul semburan Api yang menghalangi jalan keluar mereka.

" Sial, pasukan Bantuan " decih Naruto, sementara Kurumi tampak santai sambil melirik Ke arah Naruto ' Ayo, coba kita lihat apa dia bisa mengendalikan Doujutsunya ' batin Kurumi.

" Kuso! Jika seperti ini! " decih Naruto menutup matanya sambil menyilangkan kedua tangannya, namun entah kenapa tiba-tiba mata kanan Naruto terbuka sendiri memperlihatkan Mata Emas dengan Jarum jam berputar cepat.

Deg!

Seketika tubuh Kabuto menegang begitu juga Naruto.

BLAAAAAAAR!

Tubuh Naruto seketika tersentak ketika di depannya terjadi ledakan besar membuat hempasan angin yang membuatnya terseret ke belakang, Naruto membuka kembali matanya ketika dirinya menyadari ada yang ganjal.

' Tunggu, bukankah itu tempat aku berada bersama Tokisaki-san, tapi bagaimana bisa aku berada di sini ' batin Naruto menatap tempatnya berdiri dan di sampingnya tampak Kurumi yang berdiri santai.

" di mana dia? " gumam Naruto menatap sekitar ketika tidak menemukan Kabuto, Sementara Kurumi yang ada di samping hanya diam sambil melirik Naruto sambil tersenyum tipis.

' Tidak buruk untuk pengguna awal Doujutsu Clocks Eyes walau dia tidak menyadarinya ' batin Kurumi lalu menatap ke arah ledakan api dengan senyum senang ketika melihat 50 pasukan black army bantuan datang.

Swuuush~

Seketika Kobaran api yang ada di tempat Naruto menghilang memperlihatkan Kabuto dengan setengah tubuh terdapat bekas luka bakar, seluruh Black Amry yang melihat Kabuto terkena serangan mereka terkejut.

" Kabuto-sama! " Kabuto yang berhasil menghilangkan api di sekitarnya menatap lemas Naruto dengan nafas terengah-engah sebelum dirinya kehilangan kesadarannya.

Beberapa Black Army yang melihat itu langsung membawa tubuh Kabuto lalu mundur karena mustahil bertarung dengan mereka karena Kabuto tengah terluka.

" Fufufu~ Jangan harap kalian bis... " Kurumi yang sudah bersiap menghabisi semuanya seketika terhenti ketika Naruto menahannya dan menatapnya seolah itu tidak perlu.

" Tidak perlu, biarkan saja mereka pergi " ucap Naruto sambil menghilangkan kedua senjatanya " Lagi pula semua sudah selesai " lanjut Naruto sambil melirik ke arah Kurumi yang tampak merungut kesal.

" Mouu~ Padahal Aku sudah tidak bisa menahannya lagi~ " rungut Kurumi dengan wajah merona seperti orang menahan nafsu.

' Ada apa dengannya? ' batin Naruto menatap aneh Kurumi yang tampak seperti Masokhis " Ne Tokisaki-san, kau tidak apa? " tanya Naruto sambil menyentuh bahu Kurumi.

" Mouu~ Aku sudah tidak tahan! " teriak kecil Kurumi langsung mendorong Naruto secara spontan Membuat Naruto sedikit terkejut ketika Kurumi mendorongya hingga bersandar di pohon di belakangnya.

Mata Naruto semakin melebar ketika merasakan sensasi lembut menyentuh bibirnya, ya saat ini dirinya terkejut karena Kurumi mencium bibirnya dengan lembut.

' A-Apa-Apaan ini, ke-kenapa dia menciumku! ' batin Naruto panik, dirinya berusaha mendorong Kurumi tapi tubuhnya terasa kaku tidak bisa bergerak.

Mata Naruto semakin melebar ketika Kurumi semakin memperdalam ciumam sepihak mereka dengan mengalungkan kedua tangannya di lehernya. Naruto seketika menegang ketika merasakan ketika sebuah lidah memasuki mulutnya dan mengajak lidahnya berdansa.

" Mhhhnn~ Hhnnn~ " desah kecil Kurumi semakin memperdalamkan ciuman spontannya pada laki-laki di depannya, melepaskan ciumannya sesaat, menjilati bibir atas laki-laki di depannya lalu kembali memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto dan mengajak lidah Naruto berdansa.

' Ku-Kuso, ke-kenapa dia masih menciumku ' batin Naruto memejamkan matanya berusaha menolak kenyataan ini, Mata Naruto seketika melebar ketika tangannya di arahkan dan menyentuh dua gunung berisi yang ada pada Perempuan di depannya ' A-A-A-A-Apa-Apaan yang dia lakukan ini! ' teriak Batin Naruto yang wajahnya mulai memerah seperti tomat.

Pluk!

" Fuaaahhh~ " desah Kurumi ketika melepaskan ciumannya hingga memperlihatkan benang saliva yang menjembatani kedua bibir itu.

" A-A-Apa yang kau lakukan baka! " kesal Naruto tergagap dengan wajah memerah " Ufufufufu~ aku tidak menyangka bibirmu ini sangat nikmat " bukan menjawab Kurumi malah tertawa halus sambil mengelus bibir Naruto dengan ibu jarinya.

" Fufufu~ bahkan tanganmu ini juga sudah nakal he? " goda Kurumi dengan senyum manis membuat wajah Naruto memerah, dirinya mencoba memindahkan tangannya yang menyentuh gumpalan berisi pada perempuan di depannya, tapi tangannya tidak bisa dia gerakkan.

" Ufufufu~ tidak apa, biarlah seperti ini " ucap Kurumi menahan tangan Naruto yang menyentuh dada kirinya " Arigato ne atas penyembuhannya " ucap Kurumi membuat Naruto membatu terkejut.

" Pe-Penyembuhan? " gagap Naruto " Um, Penyembuhanku jika aku bernafsu seperti tadi karena harus membunuh adalah harus melawan kebalikan sesuatu dari membunuh dengan harus bernafsu juga, maka dari itu aku menciummu tadi " jelas Kurumi dengan rona di pipinya.

" be-begitu ya " gagap Naruto. Mata Naruto melebar sesaat ketika Kurumi mencium dirinya sesaat " Maaf karena membatasi gerakanmu tadi. Itu agar aku bisa menghilangkan nafsu membunuhku " Ucap Kurumi melepaskan tangan Naruto dari dadanya lalu menjaga jarak beberapa senti.

" A-Ah, pantas saja tubuhku tidak bisa bergerak tadi " gumam Naruto lalu mulai menjaga jarak dari Kurumi ' Apa itu efek dari Mata Zafken? Jika begitu kenapa penanganannya harus seperti ini ' batin Naruto menangis Anime.

" Jaa, bagaimana jika kita kembali sekarang? Naru-kun " ajak Kurumi berdiri di samping Naruto lalu menatap Naruto sambil menunjukkan senyum manisnya.

Blussh~

Wajah Naruto merona ketika melihat senyum Kurumi " A-Ah, Tentu " jawab Naruto sambil mengalihkan pandangannya berharap Kurumi tidak melihat rona di pipinya.

Kurumi yang melihat tingkah Naruto tertawa kecil lalu memeluk tangan Naruto layaknya sepasang kekasih lalu berjalan bersama menuju kediaman Tsunade " O-Oi, apa yang kau lakukan? " tanya Naruto tergagap dengan wajah merona karena perlakuan Kurumi.

" Fufufu~ karena efek dari Zafken, aku harus menghilangkan nafsu membunuhku dengan nafsu cinta, sebelumnya tidak ada yang pernah bisa menghilangkan nafsu membunuhku selainmu, jika nafsu membunuhku bisa menghilang dengan melakukan nafsu cinta maka siapa yang bisa membantu menghilangkan nafsu membunuh tersebut adalah pasangan dari pengguna Zafken " jelas Kurumi, namun Naruto tampak tidak paham ucapan Kurumi.

" Etto, dengan kata lain? "

" Kau adalah pasanganku seumur hidup. Jika aku terkena dampak nafsu membunuh Maka kau harus siap membuatku bernafsu akan cinta " jawab Kurumi sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Naruto.

" Apa! " kejut Naruto " Mu-Mustahil, ta-tapi aku belum siap akan hal ini! "

" Fufufu~ tenang saja. Aku akan selalu menunggu hingga kau siap " jawaban Kurumi membuat Naruto menghela nafas pasrah, dirinya tentu tidak bisa memutar waktu kembali.

' Memutar waktu kembali? ' Batin Naruto menyentuh mata kanannya dengan tangan yang tidak di peluk oleh Kurumi ' Benar juga, mengenai tadi... Bagaimana bisa aku dan dia bertukar tempat tadi ' batin Naruto berusaha mengingat kejadian tadi.

Tanpa Naruto sadari Mata kanan Naruto yang dari tadi berubah menjadi Clocks Eyes Jikkan saat ini telah berubah kembali menjadi mata biru miliknya.

" Kau pasti penasaran bukan? " Naruto yang merasa di tanya menoleh ke arah Kurumi yang masih memeluk lengannya tanpa mengalihkan pandangannya " Penasaran akan apa? " tanya Naruto.

" Akan kekuatan Matamu itu, jika mau aku bisa membantu latihanmu " tawar Kurumi, Naruto yang mendengar itu sedikit tertarik " Namun dengan syarat, Pertama.. Jika aku mengajarimu maka kau harus menyiapkan sebuah Nafsu Cinta untukku karena bisa saja Nafsu membunuhku keluar, Kedua... Kau harus siap menjadi pasanganku seumur Hidup dan Terakhir Kau tidak akan mengeluh ketika aku ajari " lanjut Kurumi menyeringai tipis hingga tak terlihat siapapun, dan bagi siapapun yang melihat itu bagi mereka Kurumi hanyalah tampak seperti orang tersenyum tipis.

Alis Naruto sedikit berkedut ketika Syarat yang di ajukan Kurumi sangat menguntungkan Kurumi, Naruto merasa dirinya sama sekali tidak perlu berlatih bersama Kurumi dari pada dirinya harus menerima sesuatu yang bisa membuatnya kekurangan darah.

" Walau kau mau menolak tidak apa, lagi pula kau akan menerima akibatnya nanti " ucap Kurumi dengan wajah merona hebat membuat Naruto bingung akan tingkah Kurumi " Oi, Kau sedang tidak bernafsu untuk membunuh bukan? " tanya Naruto sedikit Khawatir.

" Fufufu~ Tentu saja Tidak " jawab Kurumi sambil menyembunyikan wajahnya di lengan Naruto membuat Naruto semakin bingung akan tingkah Kurumi.

.

Kediaman Uzumaki Tsunade ( Namikaze Tsunade )

15.00 PM

.

" Tadaima~ " ucap Naruto dan Kurumi bersama ketika memasuki kediaman Tsunade.

" Oh, Okaerinasai Naruto, Kurumi-chan " balas Tsunade yang kebetulan lewat " Kalian dari mana saja? " tanya Tsunade penasaran.

" Um? Hanya jalan-jalan " jawab Naruto singkat membuat Tsunade menatap mereka curiga " Lalu kenapa lehermu terdapat kiss mark? " tanya Tsunade membuat tubuh Naruto menegang kecuali Kurumi yang saat ini menyeringai tipis.

" Ki-Kiss Mark? " gagap Naruto " Selain itu kenapa Kurumi memelukmu seperti kekasih? " tanya Tsunade lagi membuat tubuh Naruto bergetar panik.

" I-Itu... " gagap Naruto sambil mengaruk pipinya berusaha mencari alasan " Naruto " Naruto yang di panggil melirik Tsunade yang berkecak pinggang di depannya.

" Apa kau ini mau membuat Harem? "

Shhssss~

Wajah Naruto seketika memerah sempurna ketika neneknya menanyakan hal itu " Ba-Baa-chan! A-Apa yang Baa-chan Bicarakan! " teriak Naruto sambil tergagap

" Habis, Soalnya tadi Aiz-chan bilang bahwa dia adalah Calon Istrimu, dan sekarang kau pulang dengan mesra bersama Kurumi dengan tanda-tanda di sekujur tubuhmu, aku pikir kau ingin membuat harem " jawab Tsunade yang membuat wajah Naruto semakin memerah.

" Apa?! " Tubuh Naruto seketika menegang ketika mendengar dua teriakan di belakangnya, dengan patah-patah Naruto menoleh dan mendapati Aiz dan Asia berdiri di belakangnya dan Kurumi dengan rona tipis di pipinya.

' Sial! Masalah ini semakin banyak! ' teriak Batin Naruto, dengan berusaha sekuat tenaga Naruto melepaskan pelukan Kurumi, namun Kurumi semakin memeluknya erat dan membuat keadaan semakin memburuk.

" Ne Anata~ bisakah kita ke kamar? Aku tidak sabar bermain denganmu " Ucapan Blak-blakkan Kurumi membuat semua di sana merona merah terutama Naruto

" Na-Naru-kun, Tidakku sangka kau akan seperti ini " gumam Aiz sedikit nada sedih di dalamnya " Matte! Kalian jangan salah paham! " teriak Naruto.

" jika kau ingin membuat harem aku setuju saja kok " lanjut Aiz membuat Naruto terjengkang ke belakang

" KALIAN JANGAN MEMBUATKU MARAH! "

.

Other Place

.

" Jadi kau gagal Lagi Kabuto? " Tanya sosok Danzo menatap sosok pria yang tak lain adalah Kabuto terbaring lemah dengan luka bakar di sebagian tubuhnya.

" Maafkan, kami. Sebenarnya kami tadi sudah memperhitungkan jarak serangan yang akan membunuh Uzumaki Naruto, namun Tidak di sangka Kabuto-sama bertukar tempat dengan Uzumaki Naruto " jelas salah satu anak buah.

" Bagaimana Bisa? " tanya Danzo sedikit terkejut.

" U-Ughh, di-dia.. Dia memiliki Doujutsu Clocks Eyes Ji-Jikkan " jawab Kabuto sedikit terbata, Danzo yang mendengar itu melebarkan matanya.

" Doujutsu Langka itu? " tanya Danzo tidak percaya " Hoo~ Doujutsu tingkat atas dari Clocks Eyes, sungguh menarik " gumam Pria berambut panjang.

" Se-Selain itu di-di sana juga terdapat pengguna Clocks Eyes Zafken " ucap Kabuto lagi membuat semua di sana sedikit terkejut " Za-Zafken " gagap beberapa Black Army.

" Pantas saja kau sampai seperti ini " gumam Danzo lalu menatap seluruh anak buahnya " Dengarkan kalian semua. Saat ini berhati-hatilah dengan Uzumaki Naruto, dia saat ini akan sangat berbahaya jika selalu bersama Pengguna Zafken, maka dari itu. Berhati-hatilah jika ingin membunuh Uzumaki Naruto! "

" Ha'i! "

.

Kediaman Naruto ( Gedung DSA )

20.00 PM

.

Di malam yang indah, di sebuah kamar, terlihat sosok Naruto saat ini tengah duduk di kamarnya selagi membaca buku sejarah Doujutsu di tangannya.

Naruto yang membaca seketika sedikit terganggu ketika terjadi keributan kecil di kamar sebelahnya, ya... Di kamar sebelah terjadi keributan kecil dari Tohka, Kirin, Asia, Aiz dan... Kurumi.

Blusshh~

Wajah Naruto seketika merona tipis ketika menyadari ada anggota baru tinggal di rumahnya. Ya dia adalah Tokisaki Kurumi yang mengklaim dirinya sebagai pasangan seumur hidup.

Bagaimana Bisa Kurumi tinggal di tempatnya, karena neneknya yang memaksanya membuat Naruto pasrah akan hal itu, jika dia menolak bisa di pastikan seluruh penemuannya di hancurkan oleh neneknya.

Grep! Nyut~

" Konbanwa Uzumaki-kun~ " Tubuh Naruto seketika menegang ketika seseorang memeluknya dan berucap dengan nada seksual.

" ko-konbanwa Tokisaki-san, a-ada apa? " tanya Naruto sedikit tergagap dengan rona merah di pipinya " Entah kenapa setelah berciuman denganmu membuatku ketagihan " Jawab Kurumi santai di sertai nada manja.

Blusshh~

Wajah Naruto kembali merona ketika mendengar ucapan Kurumi yang sepertinya tidak beban sama sekali " E-Etto... Tokisa... "

" Panggil saja Kurumi, Naru-kun " Potong Kurumi membuat Naruto melirik sesaat Kurumi sebelum menutup buku di tangannya " Apakah kau yakin? Mengenai ini? " tanya Naruto.

" Kau tahu, kebanyakan sebuah pasangan itu seharusnya sudah saling kenal dari lama, saling mengerti, mengetahui apa yang di suka dan di benci. Tapi kita baru saja bertemu tadi siang dan kau langsung mengklaimku sebagai pasanganmu seumur hidup. Apa tidak apa... Jika kita berhubungan tanpa ada awalnya saling mencintai satu sama lain? " tanya Naruto, setelah di pikir-pikir, sebuah cinta tidak akan tumbuh dengan adanya berbagi kasih sayang.

Dirinya khawatir, dia tidak mau tertipu kembal, jika Aiz dirinya masih bisa mempercayainya karena Aiz tidak pernah berbohong padanya, namun untuk Kurumi yang baru dia kenal, rasanya tidak mungkin mereka langsung menjadi pasangan seumur hidup, dirinya tentu tak ingin percintaan mereka tanpa adanya Cinta.

Sret! Bruk!

" E-Eh? " Kejut Naruto ketika Kurumi membalikkan badannya lalu mendorong tubuhnya hingga jatuh di kasur dengan Kurumi yang di atasnya menduduki perutnya.

" Apa kau ingat posisi ini Naru-kun? " Naruto yang di tanya menatap bingung Kurumi, mengingat?... Apa mereka pernah berposisi seperti ini? " Mungkin dengan begini kau akan mengingatnya " ucap Kurumi merendahkan wajahnya membuat helai-helai rambutnya menutupi wajahnya beserta Naruto.

Cup!

Mata Naruto melebar ketika Kurumi kembali menciumnya namun kali ini ciuman itu terasa sangat lembut dan nikmat.

Deg!

Tubuh Naruto seketika menegang ketika bayangan memori-memori masa lalu muncul di kepalanya.

.

" Ne Kurumi-nee " panggil sosok remaja sekitar 12 tahun pada perempuan yang tampak lebih tinggi darinya.

" Um, Ada apa Naru-kun? " tanya perempuan yang tak lain adalah Kurumi sambil menoleh ke arah remaja di sampingnya.

" Etto... Kata Shiina-chan, kau akan kembali ke Kota France, apa itu benar? " tanya Remaja tersebut sambil mengalihkan pandangannya.

" um, Ada apa? Apa kau merasa kesepian? " goda Kurumi membuat remaja itu merona tipis " U-Um.. Aku merasa kesepian kembali " jawabnya lirih membuat Kurumi terdiam

" Soalnya, Kurumi-nee adalah orang ketiga yang bisa membuatku kembali seperti ini semenjak dua orang terdekatku pergi. Aku, rasanya tidak ingin kehilangan untuk ketiga kalinya, aku ingin seperti ini terus, selamanya, bersama Kurumi-nee " jawab Remaja itu sedikit malu-malu.

Kurumi yang mendengar itu terdiam sebelum tersenyum manis lalu menduduki remaja itu dan mendorong remaja itu hingga berbaring.

" Ku-Kurumi-nee? " gagap Sang remaja dengan rona tipis di wajahnya " Aku tidak tahu jika kakak dari teman adikku sungguh mesum " Goda Kurumi.

" Si-Siapa yang mesum, ak-aku hanya merasa kesepian " balas Sang pemuda tergagap sambil mengalihkan pandangannya " Sejak kecil aku tidak pernah melihat orang tuaku, sejak berumur 8 tahun, aku kesepian begitu teman pertamaku pergi keluar kota, sejak umur 10 tahun, aku kembali kehilangan seorang guru, dan sekarang aku kehilangan Kurumi-nee yang aku anggap seperti keluargaku, maka dari itu aku tidak ingin kehilangan kembali, aku selalu ingin seperti ini, tidak mau kehilangan lagi " lanjutnya sambil menatap langit dengan pandangan kosong.

Kurumi yang melihat itu terdiam sebelum membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Remaja di bawahnya.

Cup!

Remaja yang di cium oleh Kurumi melebarkan matanya ketika perempuan di atasnya ini mencium bibirnya dengan lembut dan singkat " Ku-Kurumi-nee "

" Dasar manja. Walau kita tidak ada hubungan darah, aku senang kau menganggapku sebagai kakakku " ucap Kurumi " Benar juga, Bagaimana jika kita membuat perjanjian? "

" Perjanjian "

" Jika aku pergi, kau harus mandiri dan gagah seperti laki-laki biasanya, tunjukkan bahwa kau nanti adalah orang yang sangat berbakat padaku, jika semua itu terpenuhi maka aku akan datang menemuimu lagi. Bagaimana? "

" Be-benarkah? Janji? "

" Un, Janji "

.

" Ku-Kurumi-nee... " gagap Naruto ketika kenangan masa lalu itu terhenti, Kurumi yang mendengar panggilan Naruto tersenyum tipis " Okaerinasai Naru-kun " ucap Kurumi lalu memeluk Naruto yang berbaring di bawahnya

" Be-Benarkah kau Kurumi-nee? " tanya Naruto sedikit tergagap " Um, Gomenne tidak memberitahumu dari awal " ucap Kurumi

" Sesuai janji kita. Aku datang menemuimu setelah kau memenuhi janjimu, Kau sekarang menjadi terkenal, di kenal seluruh dunia, di kagumi semua orang, Sangat berbakat, gagah dan lain-lain. Alu senang setelah 1 tahun aku pergi, aku mendengar kabar bahwa kau mendapat nilai tertinggi di sekolah seluruh dunia.

Berikutnya, setelah 2 tahun berlalu, aku mendengar kau membuat sebuah alat berbentuk jam Tangan yang sangat langka, selanjutnya.. "

Grep!

Perkataan Kurumi seketika terhenti Ketika Naruto memeluknya dengan sangat erat, bahkan dirinya bisa merasakan pipinya sedikit basah.

" Ta-tadaima Kurumi-nee-san " ucap Naruto lirih, Kurumi yang mendengar itu tersenyum tipis lalu mengeratkan pelukannya pada Naruto yang ada di bawahnya.

.

Tsunade Side

.

Sementara itu di sisi Tsunade, tampak saat ini Tsunade tengah duduk melamun di jendela beserta sake di tangannya.

Bip!

Tsunade seketika tersentak ketika sesuatu di telinganya berkedip dan menekan sesuatu di telingannya.

" ... "

" Seperti yang di katakannya, sepertinya dia memang telah membangkitkannya " ucap Tsunade entah kepada siapa.

" ... "

" Benarkah? Lalu bagaimana hasilnya? " tanya Tsunade dengan ekspresi terkejut.

" ... "

" ... "

" Begitu... Hah~ syukurlah, lalu bagaimana keadaan di sana? "

" ... "

" Begitu... Aku senang mereka masih ada, ini akan menjadi kejutan untuknya "

" ... "

" Um, Jaga dirimu " ucap Tsunade mengakhiri pembicaraan lalu menatap langit malam dengan senyum senang di wajahnya.

" Kekuatan Clan Namikaze, setelah 17 tahun tertidur akhirnya kembali juga " gumam Tsunade.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragons Future

" Huhh~ Akhirnya kita mulai juga "

" Hohoho! Kita mulai! "

" Wow! Hampir saja "

" Dari seluruh peserta, kebanyakan seluruh serangan meleset, dalam persentase saat ini, adalah 20%. Rupanya Lomba ini bukan Lomba yang di anggap mudah "

" heh! Jika sudah begini bukan hal sulit untukku! "

Selanjutnya Chapter 16 : Dragons Champions Arc II : The Dragons Target.

.

Note : Yo! Pada akhirnya Up juga, Sungguh saya minta maaf karena membuat kalian menunggu karena keadaan saya yang cukup sibuk membuat PP untuk Praktek Tata Boga saya di sekolah, belum lagi saya di suruh membuat bazar dan lain-lainnya.

Selain itu saya dan beberapa teman saya juga tengah memiliki rencana membuat Komik untuk penghasilan sampingan kami, jadi karena itulah saya terlambat membuat cerita saya sendiri.

Selain itu, bukan hanya itu. Saya juga harus merecup ulang cerita NACTLM karena terhapus begitu juga The Blood Land karena terformat karena ulah teman saya, maka dari itu saya memfokuskan The Dragons Future terlebih dahulu dan update sekarang.

Saya mohon maaf karena membuat kalian menunggu.

Melepas dari hal itu, kali ini saya akan sedikit membahas cerita kali ini, seperti yang terlihat di atas, Doujutsu Yang di miliki Naruto adalah Doujutsu Clan Namikaze, Tokisaki dan Mashiro yaitu Clocks Eyes.

Saya terinspirasi kekuatan ini dari mata Kiri Kurumi yang memiliki mata berbentuk jam, berbicara Kurumi, saya awalnya tidak begitu menyukai Kurumi, tapi setelah melihat mendalam dia rupanya sangat cantik yang membuat saya memasukkannya ke cerita saya saat ini.

Selain itu Hubungan Kurumi dan Naruto layaknya Kakak dan Adik atau bisa kita sebut Incest. Saya akan membuatkan cerita nanti saat bagaimana mereka bertemu dan bagaimana kisah mereka hingga menjadi hubungan kakak dan Adik.

Lalu mengenai Harem, seperti di atas, Pair Inti telah di kurangi dan di tetapkan ada 12 orang, itu adalah Pair Inti. Untuk karakter yang mempunyai perasaan pada Naruto selain Pair inti akan saya berikan hanya sebuah kasih sayang seperti kakak dan Adik, atau mungkin sahabat.

Berikutnya Untuk siapa yang menelepon Tsunade itu adalah Rahasia dan Akan terbuka ketika memasuki Arc IV. Berikutnya mengenai Kekuatan Clocks Eyes, saya akan menjelaskan lebih rinci ketika memasuki Chapter mendatang.

Baiklah hanya itu saja dari saya, saya mohon maaf kembali karena baru bisa up sekarang, kalau begitu saya dedek undur diri, sehat selalu semua~

Please Review