Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Opening Akino-Miiro
Asa no hikari mabushikute
( Kamera bergerak mundur memperlihatkan kelompok Naruto dari samping Hingga Naruto yang sama-sama menatap matahari terbit )
Fix first
( Kamera berubah menjadi di belakang mereka lalu bergerak ke atas langit )
Weigh Anchor!
( Muncullah Judul cerita ini )
Kotoba mo nakute
Tada nami no oto kiiteta
Kioku no imi tamesarete iru mitai ini
( layar di ganti dengan setengah wajah Kiri Naruto yang tengah menundukkan kepalanya di tempat gersang di malam hari lalu berubah menjadi sebagian kanan wajah Naruto di mana mata Kanan Naruto yang memperlihatkan Clock Eyesnya di tempat padang rumput yang luas )
Yami no naka demo omoidasu
Mae ni susumu no
( Layar kembali di ganti Asia yang tengah berdiri di tebing dengan pemandangan yang indah perlahan menoleh ke belakang dan tanpa di sadarinya setetes air mata jatuh ke tanah )
Mite ite yo
( Air Mata Asiapun jatuh ke ke tempat yang gelap dan membuat gelombang air kecil )
So repeatedly, we won't regret to them
Sonna fuu ni mo kangaeteta no
( Layar kembali di ganti dengan kamera bergerak mundur yang perlahan memperlihatkan seluruh peserta Dragons Champions )
Akogare batsubyou mirai
Zetsubou soushitsu betsuri
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hiruzen berserta anak buahnya dan Tsunade bersama para guru )
Ikutsu mono kanashimi to umi wo koe
( Layar kembali di ganti di mana seluruh kelompok Naruto bersiap dengan mempersiapkan senjata mereka dengan gaya masing-masing )
Tatoe
( Layar kembali di ganti menjadi wajah Naruto yang menghembuskan nafasnya lalu bergerak maju )
Sekai no subete ga miiro ni tokete mo kitto
( Layar kembali di ganti dengan Xenovia, Irina, Koneko dan Kiba yang bergerak liar dengan naga mereka menembaki sasaran-sasaran dengan bersaing bersama kelompok Kirito )
Anata no koe ga suru
Daijoubu kaerou tte
Demo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang bergerak liar sambil menembakkan senjata panahnya dan bersaing bersama kelompok Sasuke dengan di mana Naruto salto ke depan dengan menembakkan panahnya ke belakang )
Sekai ga subete hanten shiteiru no nara
( Layar kembali di ganti di mana Tohka Maju bersama Kirin, Claudia dan Naruto sambil menebaskan pedang mereka )
Sore demo anata to
Massugu ni mae wo mitete
( Layar kembali di ganti menjadi Kelompok Yugito di mana Kelompok Yugito memberikan serangan balik dan layar kembali di ganti dengan Naruto, Kirin, Claudia Dan Tohka yang terpental karena serangan Kelompok Yugito )
Ima negai kometa ichigeki hazeta
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengusap darahnya, lalu mengangkat wajahnya yang memperlihatkan Clock Eyesnya lalu menyatukan tangannya hingga membuat gelombang angin dan perlahan layar menjadi putih )
.
Chapter 18 : Dragons Champions Arc II : Latihan dan Cinta ( Traning and Loves ).
.
Sabtu, 3 November 2090
Hiroshima, Tsuyama-Shi
11.00 AM
.
Bruuuuuummm~
Di Ibukota Hiroshima Daerah Tsuyama-shi atau biasa di sebut Hyogo, terlihat sebuah Mobil Lamborgini berwarna Hitam di sebuah jalan yang cukup sepi tengah melaju dengan cepatnya menuju suatu tempat.
Di dalam Mobil itu tampak Dua Orang berbeda gender yang tengah melakukan kegiatan masing-masing, pertama sang pemuda berambut kuning yang mengendarai Mobil dengan lihai sementara perempuan berambut hitam yang ada di sampingnya dengan tenang duduk sambil menatap keluar melihatnya indah pemandangan.
" Yosh, Sebentar lagi kita sampai di Hashi, di sanalah kita akan menginap selama 2 hari " ucap pemuda berambut kuning sambil melirik GPS Di mobilnya " Hashi? Kalau tidak salah di sana bukannya Villa kosong yang sering di gunakan Kumpulnya keluarga Uzumaki, Tokisaki dan Mashiro? " tanya Sang perempuan memastikan.
" Um, Benar sekali. Aku dulu ingat hanya di sanalah tempat yang sangat sepi dan luasnya yang memudahkanku untuk belajar mata ini, tidak ada waktu lagi selagi masih ada segan waktu untuk melatih mataku ini " jawab Pemuda berambut pirang sambil membelokkan mobilnya menuju daerah Hashi.
" Ne, Kalau tidak salah bukannya di dekat Hashi ini ada Nima dan Takatsu? Apakah tidak apa latihan di sana? " tanya perempuan berambut hitam di samping pemuda itu memastikan.
" Daerah Nima dan Takatsu telah di tinggalkan sekitar 72 tahun yang lalu karena dulunya katanya di sana terdapat bekas Nuklir akibat perang dunia ke 3 dari Korea Utara dan Amerika, hanya Daerah Hashi saja yang tidak terkena karena di Daerah Hashi terdapat sebuah Kekkai yang melindunginya " jelas sang pemuda sambil mengetik-ngetik Hologram di mobilnya.
Note : Anggap saja perang Korea Utara dan Amerika serikat telah terjadi ( Just Imajination ).# Note Real, just Kidding for this Story.
" Sejarah perang terbesar yang mengakibatkan daerah utara jepang sempat terkena ledakan Nuklir yang membuat penderitaan bagi masyarakat bagian utara Jepang " gumam Sang Perempuan sambil mengelus dagunya.
" Bersiaplah, kita akan memasuki Area Debu Nuklir " Ucap sang pemuda memperingatkan.
Tang! Tang!
Perlahan mesin depan Mobil Lamborgini Naruto mengeluarkan Mesin tenaga Kuda miliknya di sertai pada bagian samping kedua Sisinya yang mengeluarkan Tiga Engine Kenalpot Turbo yang mengeluarkan Api kecil.
Swush~
Bruuuuuuuum!
Tak beberapa detik setelahnya debu-debu kecil mulai berjatuhan layaknya salju namun debu tersebut yang masuk ke bagian mesin mobil membuat kendaraan pemuda tersebut semakin cepat bahkan Kenalpot milik pemuda berambut kuning tersebut semakin besar mengeluarkan api mendorong mobil pemuda tersebut semakin cepat.
" Jadi ini debu Nuklir " gumam perempuan berambut hitam sambil menatap keluar jendela " Jangan membuka pintunya atau Jendelanya, nanti kau akan mati karena virus Dari Nuklir. " peringat sang pemuda sambil terus menjalankan Mobilnya.
" Tapi aneh juga, Kenapa hanya bagian sini saja yang terdapat debu nuklir sementara yang lainnya tidak terkena " gumam perempuan berambut hitam " Seperti yang aku katakan, Di daerah ini di ciptakan sebuah Barier dari kakek buyut keluarga Uzumaki dulu, nama Barier itu Porthenssei, Sebuah Barier tak kasap mata yang katanya memiliki ketebalan 10.000 Dinding Baja yang tak bisa di hancurkan bahkan ledakan Nuklir sekalipun " balas sang pemuda.
" Itu dia " ucap pemuda tersebut ketika bisa melihat Sebuah Villa Besar yang tak berpenghuni di depan mereka.
Setelah beberapa menit perjalanan merekapun sampai di tempat Villa yang tak terkena debu Nuklir sang perempuan yang melihat tidak ada debu Nuklir sedikit bingung bukan masalah debunya melainkan...
" Ne Naruto-kun, kenapa hanya daerah sini saja yang tak terkena? Aku tahu daerah ini tertutupi Kekkai yang kau maksud tadi, tapi jika ini di tutupi Kekkai kenapa Kita bisa masuk? " tanya sang perempuan pada pemuda yang tak lain adalah Naruto.
" Um? Soal itu? Kata Tsunade-baa-san Mobil ini telah di gabung darah Uzumaki yang membuat kita bisa masuk dengan mudah karena hanya Clan Uzumaki saja yang bisa masuk " Jawab Naruto sambil keluar dari mobilnya " Uwaa~ sangat sepi sekali ne " gumam Sang perempuan sambil menatap sekelilingnya yang tampak tak ada siapapun selain mereka.
" Ikuyo Kurumi-nee, Kita ke dalam lebih dulu " ajak Naruto sambil mengambil barangnya di belakang Mobil " Kau yakin kita tinggal berdua di sini? " tanya perempuan yang tak lain adalah Kurumi.
Naruto yang mendengar pertanyaan Kurumi berhenti seraya melirik ke arah Kurumi " Ara, Mungkinkah.. Kau ingin melakukan itu denganku Naru-Kun? Ufufufu dasar Ecchi " goda Kurumi membuat pipi Naruto merona tipis.
" Tentu saja tidak, Villa ini sudah di tinggalkan semenjak Nuklir Perang Dua Negara terjadi, maka dari itu Villa ini di tinggalkan hingga Nuklir di sini menghilang " ucap Naruto memberikan jawaban logis.
" Tapi sampai kapan? " tanya Kurumi " Dari sejarah yang aku baca, Nuklir di sini tidak akan hilang hingga 20.000 tahun ke depan " jawab Naruto.
" Jika tebakanku benar, kau ingin melatih kekuatan Matamu untuk mengembalikan Tempat ini seperti semula dengan menggunakan Teknik Back Timeline, Teknik yang memundurkan Waktu" gumam Kurumi mulai berjalan sambil membawa barangnya mengikuti langkah Naruto.
" itu memang rencanaku " jawab singkat Naruto " Tapi apa kau tahu Resikonya? Mengembalikan tempat yang tertinggal selama 73 tahun akan menghabiskan banyak Energimu " peringat Kurumi.
Langkah Naruto seketika terhenti di depan pintu setelah mendengar ucapan Kurumi, Kurumi yang melihat Naruto berhenti terdiam sebelum Sweatdrop ketika melihat Naruto yang langsung Down.
" Mungkin kau benar "
.
Konoha City Side
Dead Forest
.
Sementara itu di sebuah hutan kematian, terlihat kelompok Kitrugon saat ini tengah bergerombol sambil memakan persediaan Ikan yang di bawakan oleh Orang yang mereka kenal adalah teman-teman dari orang yang sangat mereka percaya yaitu Uzumaki Naruto.
Whitegon yang sudah selesai sejak awal menatap kelompok Naruto yang tengah bersandar dengan wajah yang bisa di katakan bosan " Hahh~ tanpa ada Danchou rasanya membosankan sekali ne " gumam Irina dan di jawab anggukan setuju dari semuanya.
" Tapi, mau bagaimana lagi. Naruto-nii pergi dengan Kurumi-nee sejak pagi tadi " balas Asia sambil bersandar pada pohon [" Memangnya pergi ke mana Gaki itu? "] tanya Kurama di samping Whitegon.
" yang kami terakhir dengar, mereka pergi ke Perbatasan Kota Konoha dan Sunagaku, yaitu Tsuyama-shi, Hashi. Tempat Dulunya terjadi ledakan Nuklir akibat perang Dunia 3 " jawab Asia, Whitegon yang mendengar itu mulai bangkit dan mengepakkan empat sayap besarnya.
[" Kau mau ke mana White? " ] tanya Kurama [" Aku akan pergi ke tempat Naruto-kun "] jawab Whitegon lalu terbang menuju barat ke tempat Naruto.
" Sepertinya dia sangat merindukan Naruto Ne " Gumam Saya sambil membalikkan ikan yang dia panggang [" Tentu saja, Semenjak Naruto mengikuti Lomba dia jarak datang ke sini membuat Whitegon kesepian "] balas salah satu naga Kitrugon
" Seperti ibu yang khawatir dengan anaknya ne " gumam Claudia seraya tersenyum tipis, semua di sana ikut tersenyum, ikatan orang dan naga memang sangat tabu, namun mereka tidak akan tahu jika itu adalah Ikatan Keluarga yang sungguh menarik.
.
Back To NaruKuru
.
" Baiklah, sesuai perkataanmu, latihan apa yang akan kita lakukan pertama? " tanya Naruto seraya meregangkan badannya " Mungkin ini akan berbeda, tapi cara kerjanya sama jadi aku akan mengajarimu dasar lingkup dari Clocks Eyes " jawab Kurumi seraya menjaga jarak.
" Jarak lingkup? " tanya Naruto " Clocks Eyes memiliki efek yang cukup bahaya jika tidak di kendalikan, karena Clocks Eyes bisa melingkupi Dunia tidak... Bahkan alam semesta akan kena dampak Clocks Eyes jika tidak benar di kendalikan " jawab Kurumi membuat Naruto terkejut.
" Maksudmu, misalkan kita menghentikan Waktu tanpa ruang lingkup maka seluruh alam semesta akan berhenti? " tanya Naruto " Benar, Bahkan kaupun akan ikut berhenti, jika hal itu terjadi kau tidak bisa menjalankan waktu kembali " jawab Kurumi menambahkan membuat Naruto merinding.
" Tapi karena kau pemula, Aku sudah membuat Ruang Lingkup Waktu untuk tubuhku agar bisa bergerak di waktu yang kau hentikan " ucap Kurumi membuat Naruto sedikit lega " Baiklah sekarang sebaiknya kau aktifkan Jikkanmu " Perintah Kurumi.
" Ah, Baiklah " ucap Naruto menutup matanya, setelah 1 menit Naruto membuka matanya memperlihatkan kedua matanya yang berbeda di mana mata kanannya terdapat Clocks Eyes Jikkan sementara di Mata Kirinya tidak berubah sama sekali yaitu Blue Saphire.
" Baiklah, Karena kau sudah mengaktifkannya, Alirkan Energimu pada Matamu agar setiap jarum di matamu bergerak, dan setelah itu hentikan pengaliran sesaat, tapi untuk melakukan Ruang Lingkup Waktu, Jarum harus tepat pada angka 5 " jelas Kurumi sambil memperlihatkan mata kirinya di mana setiap jarum jam di mata itu bergerak.
" Ah, Aku akan mencobanya " gumam Naruto seraya berkonsentrasi mengalirkan Energi di tubuhnya ke matanya.
Tik! Tik! Tik! Trrriiiiittt~
Perlahan jarum jam di mata Naruto bergerak dengan perlahan sebelum bergerak dengan cepat hingga tiga putaran dan tepat berhenti di angka 5.
Deg!
Seketika Waktu Terhenti di seluruh semesta termasuk Naruto, Kurumi yang bebas bergerak menghela nafasnya sebelum menatap Naruto dengan mata kirinya di mana jarum jamnya berputar mundur hingga berhenti di angka 2.
Deg!
Naruto yang bebas bergerak seketika jatuh berlutut seraya mengatur nafasnya yang terengah-engah " Ulangi Lagi, Kau masih belum membuat Ruang lingkup untuk dirimu " perintah Kurumi dengan lembut seraya membantu Naruto, Kurumi tahu Naruto pasti sangat lelah karena ini pertama kalinya dia mengalirkan Energi di tubuhnya, dia juga tidak tahu harus seberapa memberi energi dan membentuk ruang lingkup waktu untuknya.
" Hah.. Hah.. A.. Apa-apaan itu tadi... Ke.. Kenapa sungguh melelahkan sekali " gumam Naruto seraya berusaha berdiri dengan keringat memenuhi wajahnya " Itu karena kau belum bisa mengontrol seberapa Energi yang harus kau alirkan untuk membuat Ruang Lingkup Waktu " jawab Kurumi.
" Begini saja, Aku akan memberikan Metode yang mudah untukmu. Kau mau tahu? " Usul Kurumi seraya menjaga jarak dari Naruto " Metode? " tanya Naruto.
" Metodenya adalah... " jeda Kurumi sebelum melirik ke arah Naruto dengan senyum Psikopat membuat mata Naruto melebar " Dengan bertarung! " lanjut Kurumi mengeluarkan dua senjatanya yang langsung dia tembakan ke arah Naruto.
Sret! Deg!
Dengan cepat Naruto menyilangkan tangannya seraya menatap intens peluru yang di tembak oleh Kurumi, dan tanpa Naruto sadari Jarum jam di matanya kembali berputar tiga kali hingga berhenti kembali di angka 5, dan betapa terkejutnya Naruto ketika peluru di depannya berhenti, bukan hanya peluru tapi seluruhnya berhenti mendadak kecuali dirinya.
" A-Apa ini... " gumam Naruto tidak tahu apa-apa " Selamat, Kau berhasil Naru-kun " ucap Kurumi seraya tersenyum ke arah Naruto yang tampak masih bingung.
" Apa? Mustahil, bahkan aku tak sadar jika aku berhasil yang tadi aku pikirkan hanya... " suara Naruto perlahan mengecil dan berhenti di pertengahan membuat Kurumi tersenyum ketika melihat wajah syok Naruto " Tadi, Aku hanya berpikir untuk menghentikan peluru ini, mungkinkah... " gumam Naruto yang mulai paham.
" benar sekali, Konsep sebagai pemula Clocks Eyes adalah melakukan keinginan itu sendiri " jawab Kurumi " Keinginan Dari Clocks Eyes macam-macam, menghentikan waktu, Memundurkan Waktu, Memajukan Waktu dan lain sebagainya. Tadi kita memang belajar Konsep Ruang Lingkup Waktu, karena tadi kau tidak bisa maka aku membuat rasa takutmu untuk berkonsentrasi menghentikan Peluru itu " Jelas Kurumi lagi.
" Tapi, Jika aku berpikir ingin menghentikan Peluru itu, bagaimana Mungkin aku bisa bergerak? " tanya Naruto " Karena kau hanya ingin menghentikan Peluru tadi, itu membuatmu berpikir untuk menghindari peluru itu hingga kau menginginkan sebuah Gerakan. Maka dari itu kau langsung membentuk Ruang Lingkupmu sendiri yang bisa membuatmu bergerak di waktu yang kau hentikan " jawab Kurumi.
" Baiklah, Sekarang Aku ingin kau mengembalikan Waktu kembali, tapi sebelum itu aku peringatkan agar kau tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu kekurangan dalam mengalirkan energimu ke matamu. Ingat, bayangkan dan berpikirlah untuk mengembalikan waktu kembali " ucap Kurumi.
" Ah, Baiklah akan aku coba " gumam Naruto, menutup matanya setelah berpindah dari tempat peluru Kurumi dan mulai membayangkan dan memfokuskan agar waktu kembali bergerak kembali, setelah merasa cukup Naruto membuka Matanya memperlihatkan jarum jam di matanya yang bergerak mundur hingga berhenti di angka 5 kembali.
Seketika semua kembali bergerak semula membuat Kurumi tersenyum dengan latihan Naruto yang membuahkan hasil, Naruto yang belum terbiasa kembali jatuh berlutut dengan wajah pucat di penuhi keringat, dirinya terlalu memaksakan dirinya.
" Ayo Naru-kun, berdiri kembali. Kau sudah berjanji akan mengikuti setiap perkataanku bukan " ucap Kurumi membantu Naruto berdiri kembali " Tapi... Ini sangat melelahkan... " protes Naruto.
" Jangan mengeluh, Kau tahu, keuntungan Jika Kau terus mengaktifkan Clocks Eyes ada keuntungannya, Kau tidak akan merasakan lelah karena tubuhmu terus di pulihkan " ucap Kurumi " Tapi... Kenapa aku... yang mengaktifkannya tidak pulih juga "
" Maksudku dengan terus mengalirkan Energimu ke Matamu agar jarum jam di matamu terus bergerak hingga di angka apapun dia berhenti " jelas Kurumi secara rinci " Benarkah? " tanya Naruto tidak percaya
" Cobalah, jika berhasil, kita akan lanjutkan latihan kita " ucap Kurumi seraya membagi jaraknya kembali " baik, akan aku coba " balas Naruto lalu mencoba apa yang di beritahu oleh Kurumi.
Dan benar saja, walau dirinya mengalirkan sedikit energinya ke matanya tubuhnya kembali pulih begitu juga energinya, setelah beberapa menit terasa cukup Naruto berhenti mengalirkan Energinya membuat Jam di matanya yang berputar berhenti pada jam setengah satu.
" Kau benar, kekuatanku terasa pulih " gumam Naruto tidak percaya " Baiklah kita lanjutkan latihan kita, Kita akan terus berlatih hingga kau bisa membuat Ruang lingkup waktu di sekitar Villa ini " ucap Kurumi dengan tegas
" Yosh! "
.
Whitegon Side
.
Wussh!
Sementara di sisi Whitegon, Tampak Whitegon terbang dengan cepat di atas awan menuju ke tempat Naruto, dimana dia bisa tahu Naruto berada? Karena dia dulu pernah memberikan sedikit kekuatannya pada Naruto membuatnya tahu akan keadaan dan keberadaan Naruto.
Deg!
Tubuh Whitegon seketika menegang karena bisa merasakan Keberadaan Naruto yang lemah, Whitegon kembali terkejut ketika dirinya sadar bahwa dia bisa merasakan energi di tubuh Naruto.
Sing! Bziit!
Tak ingin lama, Tubuh Whitegon terbungkus cahaya putih dan menghilang dengan kecepatan kilat meninggalkan percikan putih di langit.
Wush! Boom!
Dengan kecepatan luar biasa Sesuatu menghantam hutan sekitar Villa Naruto namun tidak membuat ledakan besar, Setelahnya dari balik ledakan tersebut keluar sosok wanita berambut pirang panjang dengan gaun putih.
" Ini... " gumam Wanita itu " Ne Kurumi-nee bagaimana kalau kita istirahat sebentar? "
" Mou~ jangan malas begitu Naru-kun, Kau sendiri bilang ingin cepat menguasainya bukan? "
" Tapi kau tahu sendiri waktu itu bukan? Jika aku memaksa menggunakan Mata ini aku akan pingsan seperti kemarin? "
Sang Wanita yang bisa mendengar suara Naruto mengikuti suara tersebut hingga dia bisa melihat Naruto tengah berinteraksi dengan perempuan yang belum dia kenal.
" Um~ mungkin itu benar. " balas Kurumi sambil berpikir " Apapun keputusanmu aku akan istirahat sejenak mataku, Aku tidak ingin aku buta karena berusaha latihan tanpa ada batasan " ucap Naruto menutup matanya lalu membukanya kembali memperlihatkan matanya yang telah kembali semula.
" Kalau begitu, bagaimana kalau kau melatih kemampuanmu? " usul Kurumi membuat Naruto terdiam sesaat " Dari penglihatanku, kau bukanlah orang sembarang Naru-kun, kau menguasai seluruh Element, Kekkei Genkai, dan Kekkei Touta. Kau harus mengembangkan seluruh element tersebut agar kau leluasa dalam Lomba " lanjut Kurumi.
" Tapi, sudah aku katakan bukan? Aku tidak ingin mereka tahu akan hal ini? " protes Naruto, namun Kurumi hanya mendengus mendengar itu " Itu bukanlah masalah, kau bisa melakukannya secara sembunyi, seperti waktu kau menyentil Uchiha itu " Ucap Kurumi membuat tubuh Naruto menegang.
" Waktu itu... " gumam Naruto sambil menatap tangannya " Ya, Kau secara tidak sadar menggunakan teknik sentilan yang waktu itu tanpa sengaja kembali kau lakukan " Ucap Kurumi membuat Naruto langsung mengepalkan tangannya.
" Tapi... "
" jangan khawatir, apa mereka pernah menanyaimu akan ledakan panjang itu? Tidak bukan? Mereka berpikir pasti itu dari alat-alatmu, karena mereka tahu kau selalu bergantung pada jammu " Naruto yang mendengar itu terdiam, setelah di pikir-pikir itu ada benarnya.
" Tapi... " gantung Naruto seraya memejamkan matanya, otak cerdasnya memikirkan spekulasi jika terjadi kesalahan ke depannya, Kurumi yang awalnya mengira Naruto akan mengeluarkan suara protesnya hanya diam sambil menunggu.
" Aku ingin Kurumi-nee melakukan sesuatu untukku agar berjaga-jaga saja " ucap Naruto serius membuat Kurumi tertawa halus " Walau aku bisa menebak kedepannya dengan Zafkenku, sepertinya akan bagus kalau aku melihat dan mendengarnya secara langsung " Ucapan Kurumi membuat Naruto terdiam sesaat sebelum Naruto menunjuk-nunjuk Kurumi dengan kesal.
" Hey! Berarti kau sudah tahu sejak awal akan terjadi seperti ini bukan!? " tanya Naruto kesal " Maa~ bisa di bilang begitu, ufufufufu~ " balas Kurumi seraya tertawa halus.
" Itu curang Kurumi-nee, dan juga bukankah itu melanggar hukum waktu yang bisa saja mengubah waktu masa depan " omel Naruto tidak senang " Mungkin kau benar, tapi mata Zafkenku sudah aktif secara permanen dan itu membuatku bisa melihat kejadian ke depannya nanti " ucap Kurumi bersikap santai.
" Hahhh~ baiklah karena kejadiannya seperti ini, tidak ada cara lain selain aku akan membuatkan sesuatu untuk menutup mata Zafkenmu agar tidak bermain dengan waktu. Dan lagi karena kau sudah tahu akan kejadian depan yang akan aku bicarakan berarti aku tidak perlu membicarakannya bukan " ucap Naruto seraya melipat tangannya di dada.
" Kau ingin aku mengambil Data dan Sampel dari Latihanmu menggunakan Scroll Technique Hologram agar nantinya teknik yang kau latih bisa digunakan di jammu, bukan? " tanya Kurumi memastikan.
" Benar, Aku ingin kau menerima setiap serangan dari latihanku nanti, tapi kau tamengkan dirimu dengan Scroll itu agar teknik tersebut masuk ke dalam Hologram, dengan sendirinya Hologram nanti akan mendata teknik tersebut dan menyimpannya " jelas Naruto secara rinci.
" Ara-Ara~ seperti biasa kau sungguh cepat dalam membuat rencana untuk kedepannya Naru-kun, sangat tidak salah mereka menunjukmu menjadi Team Intel Dragons Wars " Naruto kembali terdiam ketika mendengar ucapan Kurumi.
" Kurumi-nee! Bukankah sudah aku katakan jangan main-main dengan waktu! "
" Ufufu~ tapi... "
Wanita berambut kuning yang sejak awal menguping, langsung melirik ke belakang di mana di sana terdapat sosok wanita berambut merah panjang hingga menyentuh tanah tengah menatap wanita berambut kuning itu dengan senyum menggoda.
" Bagaimana? Apa kau cemburu? " tanya perempuan tersebut membuat perempuan berambut kuning itu hanya mendengus " Untuk apa? "
" Karena ada yang menggantikanmu "
" Hmph! Kau pikir aku bodoh, Naruto-kun memanggil perempuan itu dengan sunfix_ -Nee, untuk apa aku cemburu " dengusnya.
" Begitukah? Bagaimana jika nanti dia menghabiskan waktunya bersamanya sementara denganmu tidak? " ucapan Wanita berambut merah itu berhasil membuat Wanita berambut kuning terdiam.
" Itu... " Gumamnya tidak jelas " Kau ingin menemuinya bukan? " goda wanita berambut merah membuat wanita itu merona tipis.
" Ufufufu~ kau mudah sekali di tebak " lanjut Wanita berambut merah seraya tertawa halus " Temuilah dia dan beritahu dia jati dirimu, Aku yakin dia akan sangat senang jika dia melihatmu dalam wujud ini bukan dalam wujud naga. Kau tahu Seorang anak dengan ibunya sesosok naga sangat aneh di dengar " Usul Wanita berambut merah membuat lawan bicaranya menatapnya dengan mata emasnya yang mendelik.
" Jangan bodoh, Aku tidak mungkin menunjukkan jati diriku dalam bentuk ini, aku tidak ingin dia tahu sampai waktu yang tepat "
" Bukankah sekarang waktu yang tepat? Kau terlalu egois, Mau sampai kapan kau menyembunyikan wujudmu, aku yakin dia pasti sangat senang ketika tahu bahwa kau dalam wujud seperti ini " ucap Wanita berambut merah meyakinkan.
" Kau seperti mengenalnya saja " cibir Wanita berambut kuning " Aku tidak mengenalnya karena aku pernah mengalaminya " balas Wanita berambut merah sambil membalikkan badannya.
" dia sangat berharap bahwa aku dalam wujud manusia agar aku dan dia bisa menjaga keselamatan Dunia " ucap Wanita itu sambil meremas Kalung tomoe di lehernya " Sebaiknya kau temui dia sekarang, Aku yakin kau sudah tidak sabar ingin memeluknya bukan " lanjut Wanita berambut Merah seraya melirik temannya.
" Hahh~ mungkin percuma berdebat denganmu. Tapi... Arigato atas semuanya " ucap Wanita berambut kuning itu seraya menghela nafasnya lalu tersenyum pada temannya sebelum berjalan menuju tempat Naruto
" Kau sungguh beruntung karena sekarang ada yang mengisi kekosongan hatimu setelah kejadian itu " Gumam Wanita berambut merah seraya berjalan menjauh " Andai saja... "
" Waktu itu tidak pernah terjadi "
.
NaruKuru
.
Sementara itu di sisi Naruto dan Kurumi tampak mereka masih berdebat akan masalah Teknik dan Ruang dan Waktu yang tidak boleh di permainkan, Namun perdebatan mereka terhenti ketika sosok perempuan berambut kuning datang ke arah mereka dengan santai.
" Shisashiburi ne Naruto-kun " Ucap sang wanita mulai pembicaraan membuat Naruto terkejut karena Wanita di depannya mengetahui namanya " Anda Siapa? Bagaimana bisa Anda tahu namaku? " tanya Naruto secara sopan pada Wanita di depannya.
" Maa~ tidak perlu formal seperti itu Naruto-kun " ucap sang wanita membuat Alis Naruto bertaut bingung " Sebenarnya Anda siapanya Naru-kun? " tanya Kurumi sekarang.
" Benar juga, Kau pasti tidak mengenalku karena wujud ini " gumam sang Wanita seraya memejamkan matanya " Aku adalah perwakilan cahaya putih, Aku adalah Keturunan sang legenda, Aku menurunkan sebuah cahaya pada orang terpercaya, Aku mewakili seluruh Naga di dunia, Aku dengan sayap besarku yang melindungi Dunia, Dengan tubuh putihku yang terbuat dari Cahaya menjadi pelindung dari sebuah kegelapan " Ucap Sang Wanita seperti membaca mantra.
Bhaatsh!
Mata Naruto seketika melebar ketika dari punggung sang Wanita keluar Empat Sayap besar berwarna putih terbuka lebar, dan terlebih lagi dia mengenal sayap itu " Namaku Charlotte, The White Fox Dragons, Keturunan Naga Dewa " lanjut sang Wanita bernama Charlotte.
" Ibu angkat Naruto-kun "
.
~ Naruto : The Dragons Future ~
.
" Mu-Mustahil, Ka-Kau... Kau adalah Okaa-san " ucap Naruto tergagap seraya menunjuk Charlotte " Mou~ bukankah sudah jelas Naruto-kun, bahkan kau pasti kenal dengan sayap ini " ucap Charlotte mengembungkan pipinya kesal.
" Okaa-san? " tanya Kurumi seraya melirik Naruto " Itu cerita yang panjang, yang terpenting kenapa kau kemari Okaa-san? " balas Naruto lalu bertanya pada Wanita di depannya.
" Hmph! Apa begitu seorang anak pada ibunya setelah tidak pernah bertemu karena ikut lomba? " Naruto yang mendengar itu tersentak, dirinya benar-benar lupa. Selama ini dia terlalu sibuk dengan Lombanya hingga tidak sempat mengunjungi para Kitrugon.
" Gomenasai Okaa-san, Aku benar-benar lupa " ucap Naruto meminta maaf sambil menundukkan kepalanya " Hmph! Sudahlah lagi pula, itu bukanlah hal yang terpenting, yang terpenting... " ucap Charlotte seraya berjalan ke arah Naruto sebelum memeluk erat Naruto " Aku senang kau baik-baik saja " lanjut Charlotte sambil tersenyum.
Naruto yang di peluk Okaa-sannya tersenyum tipis sebelum membalas pelukan sang Ibu, Kurumi yang melihat interaksi Naruto dan Charlotte terdiam sebelum tersenyum tipis ' Sosok naga menjadi sosok ibu untuk manusia, sungguh unik sekali ' batinnya.
" Lalu, Apa yang kau lakukan di tempat seperti Ini Naruto-kun? " tanya Charlotte ingin tahu " Ah, Sebelum itu perkenalkan dia adalah Tokisaki Kurumi, kakak angkatku sebelum Okaa-san, Kami datang ke sini karena aku ingin berlatih mengenai mata kananku " ucap Naruto memperkenalkan Kurumi lalu menjawab pertanyaan Charlotte.
" Energi ini, mungkinkah... Clocks Eyes ? " tebak Charlotte dan mendapat anggukan oleh Naruto " Pantas saja kenapa tadi Waktu terasa berhenti " lanjutnya sambil menghilangkan sayapnya yang sejak tadi terbuka.
" Lalu apa yang sedang kalian lakukan? " tanya Charlotte " bukan kami tapi dia, dia sekarang ingin latihan mengenai Teknik dasar Lima Element, namun dalam latihannya nanti dia ingin aku menggunakan alatnya agar setiap teknik yang dia buat nanti masuk ke dalam alatnya membuatnya bisa menggunakan teknik tersebut di jamnya tanpa membuat kecurigaan " jawab Kurumi seraya menunjuk Naruto.
" Tanpa menimbulkan Kecurigaan? "
" Okaa-san sendiri pasti tahu seperti apa waktu itu kita ketemu, tapi sekarang kekuatanku baru saja bangkit, aku ingin melatihnya agar aku bisa menguasainya tapi aku ingin teman-temanku tidak tahu akan kekuatanku ini karena jika mereka tahu, mereka pasti membenciku " jawab Naruto, Charlotte yang mendengar itu menggumam jika di pikirkan itu bisa jadi.
" Lalu kenapa kalian tidak latihan? Kenapa kalian malah berdebat? " tanya Charlotte membuat Kurumi tertawa halus " Maa~ dia ribut karena aku bisa melihat kejadian kedepan dengan mataku membuatnya ribut agar tidak memainkan waktu, Ufufufu~ padahal nanti saja dia seperti itu " jawab Kurumi seraya tertawa halus.
" Kurumi-nee! Bukankah kita sudah bicarakan hal ini! "
" Maa~ sudahlah Naruto-kun, yang terpenting kau harus latihan sekarang kau tidak ingin waktu habis hanya karena bertengkar dengan Kurumi-san bukan " lerai Charlotte membuat Naruto mendecih tak suka sementara Kurumi hanya tersenyum kemenangan.
" Jadi untuk latihan sekarang bagaimana jika kaa-san membantumu? Kebetulan Kaa-san bisa menguasai Tiga Element yaitu Air, Api dan Angin " tanya Charlotte membuat Naruto berpikir sejenak.
" Sebenarnya aku ingin melatih petirku dulu sih, tapi ya sudahlah. Kalau begitu mohon bantuannya Charlotte-sensei " ucap Naruto seraya membungkukkan sedikit badannya pada Charlotte.
" Mou~ tidak perlu seperti itu " kesal Charlotte karena Naruto terlalu formal " Lalu untukmu Kurumi? Kau mau melakukan apa? " tanya Charlotte.
" Aku akan ikut membantu latihannya, Tapi dengan caraku sendiri Fufufufu! " jawab Kurumi seraya mengeluarkan dua senjatanya lalu tertawa senang ' Uwaa~ Yandere kah? ' batin Charlotte.
" Kalau begitu tidak masalah bukan aku mengeluarkan alat-alatku untuk berlatih? " tanya Naruto seraya mengeluarkan Midrocremon dan Smash Shinigami Machine miliknya.
" tentu, itu bukanlah Masalah " ucap Charlotte mengeluarkan sebuah Pedang Putih panjang dan setelah itu dia mengepakkan sepasang sayapnya.
Sringsring! Cklek! Swush! Tag!
Naruto yang mendengar itu memutar Midrocremonnya lalu meletakkan di samping pinggangnya lalu Shinigami mash miliknya dan meletakkannya di pundaknya sambil memasang posisi bertarung.
" Saa~ kita mulai latihannya "
Dor! Dor!
Naruto yang melihat Kurumi menembakkan senjatanya ke arahnya langsung berlari ke samping menghindari serangan Kurumi.
Wush! Trank!
Charlotte yang melihat Naruto berlari ke samping melesat cepat ke arah Naruto menggunakan sayapnya membuat Naruto terkejut, Karena tak memiliki kesempatan dengan terpaksa Naruto menggunakan senjatanya untuk tameng.
Wush! Brak!
Karena terlalu kuat, Narutopun terdorong kebelakang membuat Naruto mendecih tak suka, dengan sekuat tenaga Naruto mengalirkan energinya ke kaki miliknya hingga dirinya berhasil berhenti menahan serangan Charlotte.
" Tidak buruk juga Naruto-kun " puji Charlotte, Naruto yang kelelahan karena terlalu banyak Energi yang dia berikan pada kakinya hanya diam sambil mengatur Nafasnya.
" Tapi... " gantung Charlotte langsung terbang ke atas membuat Naruto melebarkan matanya ketika sebuah tendangan mengarah ke arahnya.
BOOOM!
Seketika halaman Villa Uzumaki itupun terjadi ledakan membuat kumpulan Asap yang melambung tinggi, Charlotte yang bisa melihat Dari Atas keadaannya tersenyum ketika Naruto berhasil menahan tendangan tersebut dengan senjatanya.
" Hoho, Jadi kau mengaktifkannya ya " gumam Kurumi menyeringai, sementara Naruto hanya diam sambil menatap Kurumi tajam dengan mata Clocks Eyesnya yang telah di aktifkan.
Sret! BOOOOOM!
Mengambil kesempatan Naruto memposisikan satu tangannya di depan Kurumi lalu menyentil udara kosong di depan Kurumi membuat Kurumi terpental dan membuat Ledakan Dahsyat.
Wush! Trank! Trank!
Setelah mementalkan Kurumi, Naruto memutar senjatanya lalu menahan serangan dari Charlotte secara beruntun lalu melompat Mundur.
Wush! Deg!
Setelah Mendarat Naruto seketika menegang ketika tubuhnya tak bisa di gerakkan, Naruto yang mengetahui siapa pelakunya mendecih, tak mau terluka dengan berusaha Naruto mengalirkan Energi di matanya agar dia bisa membuat ruang lingkup waktu di sekitarnya.
Wush! Wush! Blaaaar!
Naruto yang melihat Charlotte kembali ke arahnya tersentak ketika dirinya berhasil membuat Ruang lingkup membuat tubuhnya bisa bergerak, tak mau terkena serangan dengan cepat Naruto menghindar membuat Serangan Charlotte meleset dan hanya mengenai tanah di mana dia berpijak tadi.
" Jangan hanya menghindar Naruto-kun, Keluarkan Seluruh Elementmu! " teriak Charlotte membuat Naruto mendecih tak suka ' Kuso, Tidak ada cara lain selain mencoba jurus yang aku ingat di jamku saja ' batin Naruto mencoba menyatukan tangannya lalu mengambil nafas dalam-dalam.
[" Kato : Goukkakyu "] ucap Naruto menghembuskan nafasnya dan saat menghembuskan nafasnya sebuah api keluar dan membentuk Bola sedang Charlotte yang melihat itu mengacungkan pedangnya di depan wajahnya.
[" Suigouyuhekki! "] ucap Charlotte tegas.
Wush! Blaarrsh!
Setelah mengucapkan jurusnya sebuah dinding Air tercipta dan menahan serangan Naruto, Naruto yang baru berhasil mengeluarkan satu jurusnya tadi kembali jatuh berlutut seraya mengatur nafasnya yang terengah-engah.
' Kuso, Aku terlalu menguras Energiku ' batin Naruto seraya berusaha berdiri.
Deg!
" Ugh! " lenguh Naruto jatuh berlutut kembali seraya memegang mata kanannya yang tiba-tiba terasa sakit ' Si-Sial apa sudah batasnya? ' batin Naruto tidak percaya.
" Ufufu~ kau seharusnya tidak diam seperti itu Naru-kun " Naruto yang mendengar suara Kurumi di belakangnya seketika menegang " nanti kau matiloh jika kau lengah " ucap Kurumi menodongkan senjatanya ke arah Naruto.
' Ku-Kuso, Jika aku salah gerak saja, kemungkinan aku akan luka parah karena tembakannya karena sekarang Kurumi-nee di landa nafsu membunuhnya, Tidak ada cara kain selain memaksakan mataku ini ' batin Naruto berusaha membuka matanya.
Sret! Dor!
Deng!
Naruto yang akan melirik Kurumi seketika tersentak ketika sebuah peluru mengarah ke arahnya, Namun Peluru tersebut berhenti beberapa senti di depannya membuat Mata Naruto bergetar tak percaya, Bahkan Kurumi ikut terkejut karena pelurunya terhenti.
Sret~ Wush! Braak!
Tanpa di duga Peluru tersebut berubah arah lalu berbalik melesat ke tempat lubang senjata Kurumi dan menghancurkan senjata Kurumi membuat sang empunya terkejut dan saat itu juga tubuh Kurumi berhasil di gerakan. Kembali.
' Apa itu tadi? Aku belum pernah melihat pengguna Clocks Eyes yang bisa membalikkan serangan seperti itu bahkan aku tidak bisa melawan waktunya ' batin Kurumi menatap intens Naruto, mata Kurumi sedikit terbelak ketika melihat di mata kanan Naruto terlihat Clokcs Eyes miliknya berada di angka jam 3 dengan darah mengalir hingga ke dagunya.
' Jurus tadi ada di jam 3, Aku pikir angka 3nya akan memanggil seluruh dari dirinya di masa depan ataupun masa lalu dengan senjata atau di sebut [Gimel], ternyata berbeda dari perkiraanku ' batin Kurumi ' Selain itu dia sepertinya memaksakan dirinya menggunakan matanya ' lanjutnya lalu memunculkan senjata lainnya.
' Ku-Kuso! Mataku sudah mengalami rabun, ini akan susah jika aku tidak terus memundurkan waktu agar mataku tidak mengalami kebutaan ' batin Naruto sambil menutup mata kanannya menggunakan satu tangannya ' Aku harus menggunakan tipuan agar aku bisa mengobati mataku sesaat, Tapi.. Aku harus menggunakan titik buta Okaa-san agar ikut tertipu, akan susah jika dia selalu di udara ' lanjut Naruto membuat rencana
' Kalau begitu ' batin Naruto menarik tangannya kembali dan dengan cepat mengetik hologramnya hingga mengeluarkan satu biji, Kurumi yang melihat itu dengan cepat berpindah di depan Naruto dan bersiap memberikan tendangan ke arah Naruto.
[" Kiriogekki! "] ucap Naruto meremas bijinya.
Bwuuuuuussssh!
Seketika dari remasan Naruto keluar sebuah Asap Panas yang semakin lama semakin membesar, Charlotte yang ada di langit menyipitkan matanya " Bukankah itu Kiriogekki, asap panas yang di miliki naga Argonos " gumam Charlotte.
The Dragon Argonos, Naga bertipe Air dan Api yang di gabung menjadi satu dan memiliki kekuatan inti yaitu asap panas, Naga Argonos telah mengalami kepunahan karena spesiesnya banyak di buru dulu karena Kulitnya yang sangat keras hingga bisa membuat baju tempur naga anti serangan apapun, namun setelah pertemuan lima kage dahulu, Seluruh negara memutuskan agar tidak memburu kembali naga tersebut jika saja Naga tersebut masih ada.
" asap ini, menghalangi Zafkenku " gumam Kurumi melompat keluar dari asap tersebut lalu menatap tajam asap di depannya ' Karena asap ini aku jadi tidak bisa melihat di mana Naru-kun berada dan juga aku tidak dapat membaca keadaan ke depan ketika di dalam asap itu ' batin Kurumi memutar senjatanya lalu menjilati bibirnya.
' Mungkin itu usaha yang bagus, tapi tidak akan berguna jika aku memundurkan waktunya ' batin Kurumi bersiap mengaktifkan Zafkennya, namun pandangan Kurumi teralih ketika dari asap tersebut keluar sosok Naruto yang berlari cepat membuat Kurumi menyeringai.
" Fufufu~ jangan harap bisa lari " ucap Kurumi mengejar Naruto dengan kecepatan berpindah satu detik miliknya sambil menembakkan peluru senjatanya ke arah Naruto, namun Naruto yang berlari berhasil menghindari setiap tembakan Kurumi dan terus berlari tanpa memberikan perlawanan.
Charlotte yang masih terbang tetap diam pada posisi karena asap di bawahnya masih ada dan itu semakin membesar dia hanya memikirkan dua kemungkinan, pertama Adalah Naruto yang di lawan Kurumi adalah Tipuan dan kedua Naruto masih ada di dalam Asap.
Wush!
Namun mata Kurumi seketika menatap intens ketika Naruto keluar dari Balik asap dan berlari cepat menggunakan mesinnya membuat Charlotte langsung mengejarnya karena setelah Naruto keluar Asap di bawahnya menghilang.
" Hahh~ akhirnya tertipu juga " gumam Naruto yang bersembunyi di balik Villa " tidak ada waktu untuk diam hingga mereka menyadarinya, paling tidak aku harus memulihkan mataku dan tubuhku " Gumam Naruto memasang posisi meditasi sambil mengaktifkan Mata kanannya yang berputar mundur dengan cepat.
Dor! Dor!
Swush! Trang! Trang!
Di sisi lain di mana Kurumi melawan Naruto palsu, Kurumi terus melancarkan tembakannya ke arah Naruto, namun setelah cukup jauh Naruto berbalik dan memantulkan tembakan Kurumi dengan Mash Shinigaminya lalu melesat kembali ke arah Kurumi sambil menundukkan wajahnya.
' Ufufu, Akhirnya di balas juga ' batin kurumi tersenyum senang dan kembali menembakkan pelurunya ke arah Naruto.
Swush! Tang! Tang!
Naruto yang berlari ke arah Kurumi langsung berhenti dan mementalkan seluruh peluru Kurumi dengan senjatanya.
Sret! Blaaam!
Setelah mementalkan seluruh peluru Kurumi dengan sekali serangan Naruto mengayunkan palunya ke arah Kurumi secara Vertikal namun Kurumi berhasil menghindarinya dengan melompat ke belakang.
Dor! Dor!
Tang! Tang!
Kurumi yang berhasil selamat kembali melancarkan serangannya, dan di balas Naruto dengan menahan seluruh peluru Kurumi.
Wush! Wush!
Di sisi Naruto Palsu melawan Cahrlotte, tampak Charlotte masih berusaha mengejar Naruto yang lari lebih cepat darinya karena mesin kendaraannya yang bergabung dengannya seperti robot.
[" Fuuto : kaeruenbu! "] ucap Charlotte sambil menebaskan pedangnya secara Horizontal hingga membuat gelombang Angin yang melesat cepat ke arah Naruto.
Sret! Srinng!
Namun Naruto dengan mudah menahan serangan Charlotte dengan melompat memutar sambil menebaskan pedang Midrocremon miliknya ke arah gelombang angin Charlotte hingga terbelah.
Tap! Wush!
Setelah mendarat Naruto langsung berbalik dan menebaskan kedua pedangnya hingga menjadi dua Redurora yang melesat ke arah Charlotte, Charlotte yang melihat itu mengepakkan sayap besarnya hingga memberhentikan dirinya.
[" Kato : Seuryuuenbu! "] ucap Charlotte sambil menebaskan pedangnya hingga membuat gelombang api yang membentuk sosok Naga yang membuka mulutnya lebar-lebar ke arah serangan Naruto.
Trak! Swusssh!~
Namun tanpa di sangka kedua Reduroda tersebut menyerap api Charlotte hingga tak tersisa dan terus melesat ke arah Charlotte yang terkejut karena serangannya di serap.
Wush!
Grak! Wush!
Charlotte seketika tersadar ketika empat Naga Naruto telah di depannya membuatnya menghindar dan membuat gigitan dari Empat naga Naruto gagal namun mereka kembali mengejar Charlotte membuat Charlotte menyipitkan matanya.
' Kenapa... ' Kurumi
' Kenapa dari tadi... ' Chatlotte
' dia tidak mengeluarkan ' Kurumi
' satu jurus ' Charlotte dan Kurumi
Deg!
Sementara di sisi Naruto yang asli, tampak pada mata Kanan Naruto, jarum jam miliknya telah berhenti tepat pukul setengah 2 dan tubuh Naruto tampak sehat kembali begitu juga darah di matanya telah hilang seutuhnya.
" Sepertinya tubuhku sudah pulih kembali, begitu juga dengan mataku " gumam Naruto sambil mengecek keadaannya ' selain itu aku juga harus mempersiapkan Serangan berikutnya untuk mereka ' batin Naruto mulai Mengetik hologramnya hingga memunculkan cerutunya, setelah mengeluarkannya Naruto menyalakannya lalu menyatukan kedua tangannya
' Ettoo.. Okaa-san menguasai, Api, Air dan Angin, sementara Kurumi-nee yang aku tahu dia pengguna Clokcs Eyes, jadi dua Element yang bisa aku gunakan adalah Petir dan Tanah, Jika begitu... ' batin Naruto mulai memfokuskan dirinya.
Kurumi yang merasa janggal menjaga jaraknya dan menatap tajam Naruto di depannya " Naru-kun, kenapa dari tadi kau tidak melancarkan jurus satupun " tanya Kurumi, namun Naruto hanya diam sambil memutar palunya.
' Ada yang janggal dengannya, dia seperti bukan Naru-kun, lagi pula dari tadi aku tak bisa melihat ekspresinya ' batin Kurumi menyiapkan senjatanya ' Aku harus memastikannya ' lanjutnya lalu melesat ke arah Naruto.
Sret! Wush!
Kurumi yang melihat Naruto juga melesat ke arahnya langsung memberhentikan dirinya sambil memberikan tendangan memutar ke arah Naruto.
Wush!
Mata Kurumi seketika melebar ketika tendangannya melewati tubuh Naruto ' Tidak mungkin! ' batin Kurumi.
Grep!
Kurumi kembali tersentak ketika kakinya terjebak di tengah tubuh Naruto bahkan gerakannya juga di kunci oleh Naruto yang menangkap kakinya dan juga tangannya.
' Sial, Aku tertipu, Aku tidak menyangka bahwa yang aku lawan saat ini adalah Projek Cloning Hologram Naru-kun, Pintar sekali, pasti dia mengecohku saat dia memunculkan Asap itu ' batin Kurumi tidak percaya.
' Kau sungguh pintar sekali Naru-kun ' batin Kurumi ' menggunakan Hologram yang bisa menembus seluruh serangan agar aku tidak bisa melancarkan serangan apapun, pasti tembakan-tembakan tadi juga seperti itu, maka dari itu aku berpikir seluruh seranganku meleset ' lanjutnya Kurumi tersenyum puas.
' Benar-benar sangat cerdik ' batin Kurumi seraya melirik Charlotte yang tampaknya juga baru saja sadar bahkan Charlotte juga mengalami hal yang sama sepertinya.
' Tidak mungkin, Ternyata selama ini dia hanyalah Program? ' batin Charlotte tidak percaya, sementara Naruto yang asli tampak dia menghisap cerutunya lalu menghembuskannya perlahan dan mengulanginya secara terus menerus hingga yang terakhir Naruto mengambil nafas sedalam-dalamnya.
Bwuuussssh~
Setelah itu Naruto menghembuskannya dengan keras ke atas dan saat Naruto menghembuskan nafasnya sekumpulan asap mulai keluar dan mengapung di udara, Kurumi dan Charlotte yang melihat itu terkejut karena rupanya Naruto sudah bersiap menyerang dengan teknik tingkat tinggi.
" Langit yang agung, Aku Uzumaki Naruto memanggilmu untuk menunjukkan keagunganmu, tunjukan petirmu yang agung pada mereka seberapa besarnya kau " gumam Naruto seperti memanjatkan doa.
Bziit! Bziiit! Jgleeeer!
Perlahan awan yang mulai tercipta karena asap Naruto berubah menjadi Hitam dan mengeluarkan suara yang menggelegar, Kurumi dan Charlotte terkejut ketika Naruto memanipulasi Awan sebagai jutsunya, dan mereka tambah terkejut ketika Naruto cloning yang menjebak mereka juga mengeluarkan percikan petir.
Tik! Tik! Tik! Triiiiiiiink!
Tik!
Perlahan Jikkan di mata Naruto mulai bergerak hingga tiga detik dan setelahnya setiap jarum di mata Naruto bergerak dengan cepat hingga pada akhirnya berhenti di jam 6 tepat.
Jgleeeeeeeerrr!
Mata Kurumi dan Charlotte kembali melebar ketika di atas mereka kilat keluar dengan keras dan membentuk sosok naga yang menatap nyalang ke bawah " Itu... Bukankah dia Kemiun " gumam Charlotte
Deg! Deg!
Wush! Blaaar!
Kurumi dan Charlotte harus tidak tahu sudah berapa banyak mereka terkejut, kali ini mereka di kejutkan ketika wajah Naruto yang mereka lawan mengangkat wajah mereka memperlihatkan Jikkan di angka 6 dan juga tubuh mereka tiba-tiba seperti batu bahkan tubuh mereka mulai jatuh tertarik gravitasi besar membuat mereka menabarak tanah dengan kerasnya hingga membuat sebuah kawah.
" U-Ugh, Gr-Gravitasinya menjadi berat " Gumam Kurumi ' Mungkinkah Alvenkin ' batin Kurumi ' Alvenkin adalah teknik yang di miliki jikkan jika berhenti di angka 6 aku tidak percaya Dia langsung bisa menguasainya, seharusnya pemula yang mengaktifkannya juga ikut terkena dampak dari gravitasi ini, namun jika dia leluasa bergerak itu artinya dia sukses menguasainya ' batin Kurumu seraya menatap gedung Villa di mana yang dia yakini tempat Naruto saat ini.
" Sepertinya berhasil ne " Kurumi yang mendengar suara Naruto menoleh ke atas dan terlihat Naruto yang tampak melawan Gravitasi dirinya dengan susah payah berjalan ke arah mereka " dan juga kau sepertinya susah mengendalikan Gravitasinya ne " balas Kurumi.
" Sebenarnya ini yang ingin aku tanyakan pada kalian sejak tadi " ucap Naruto seraya memejamkan matanya.
Bletak!
" Baka, sebenarnya apa yang kita lakukan ini! " teriak Naruto setelah memberikan jitakan pada kepala Kurumi " Itte.. TTE! KENAPA KAU MEMUKULKU!? " teriak Kurumi setelah mengaduh kesakitan
" TENTU SAJA BAKA!? SEBENARNA KITA INI MAU LATIHAN ATAU APA HAH?! JIKA LATIHAN KENAPA KALIAN SEPERTI BERUSAHA MEMBUNUHKU?! " balas Naruto menatap sengit Kurumi.
" TENTU SAJA ITU LATIHANMU AGAR BISA MENGELUARKAN SETIAP ELEMENTMU! "
" APA TIDAK ADA CARA YANG SEDERHANA HAH?! JIKA AKU MATI KAU MEMANG BISA MENGGANTI NYAWAKU?! "
Charlotte yang sejak tadi melihat dua insan itu bertengkar tersenyum tipis, melihat itu dia teringat ketika dia juga bertengkar dengan sahabatnya " Ne Naruto-kun " panggil Charl membuat Naruto menoleh ke arahnya.
" Yang di atas kita, bukankah dia Kemiun? " tanya Charl seraya menatap ke langit di mana Sang Naga Petir masih menatap ke bawah dengan aura intimidasi " Ma~ itu memang benar, Kemiun, The Thunder Sword Dragon, Naga yang dulu mengabdi pada Dewa Takemikazuchi, Aku memiliki data Kemiun karena salah satu teman kakekku menguasainya namanya Yuzuchi Takeami, apa Okaa-san mengenal Kemiun? " jawab Naruto membenarkan lalu bertanya pada Charl.
" Um, bahkan dia adalah teman dekat Kaa-san, Namanya Kemiun tapi jika dalam wujud Manusia dia bernama Udeora, kedekatan kami bagaikan Dewa Raijin dan Fuujin dimana dua dewa yang dulunya teman saling bertarung bersama, namun tidak menghancurkan keseimbangan mereka di mana mereka saling membantu satu sama lain " ucap Charl dengan senyum senang seperti mengingat masa lalu.
Naruto yang mendengar itu tersenyum tipis sebelum menutup matanya menghilangkan seluruh kekuatannya yang sudah tidak di butuhkan lagi.
Bruk!
Setelah menghilangkan kekuatannya Naruto jatuh berlutut dengan keringat mengucur di seluruh wajahnya, Kurumi dan Charl yang merasa latihan ini berlebihan membantu Naruto berdiri dan mengajaknya ke bawah pohon di dekat mereka.
" Mou~ kau terlalu memaksakan dirimu Naruto-kun " ucap Charl sambil mengembungkan pipinya " Ha-Habisnya... Hah.. Hah... Kalian memaksaku hingga seperti ini " balas Naruto seraya mengatur nafasnya.
" Maa~ Gomen ne, Naruto-kun. Sebagai gantinya aku akan mengobatimu " ucap Charlotte sambil mengambil tangan kiri Naruto dan meletakkan tangan Naruto di dadanya tepat di bagian dada kirinya ( Jantung ).
Blush~
Wajah Naruto seketika memerah ketika melihat dan merasakan apa Yang di lakukan Okaa-sannya, sementara Kurumi terdiam dengan wajah yang masih memproses apa yang dia lihat.
" O-Oi! O-Okaa-san! Apa yang kau lakukan?! " tanya Naruto tergagap dengan wajah memerah " Jika kau tanya apa? Aku sedang mengobatimu tahu " jawab Charlotte merasa biasa saja.
" Ta-Ta-Tapi?! I-itunya O-Okaa-san menyentuhku!? " balas Naruto berusaha melepaskan tangannya lagi satu, namun terlambat lengannya lagi satu telah terkunci oleh Kurumi, Naruto yang melihat Kurumi menahan tangannya tersentak.
" K-Kurumhhmm~ " ucapan Naruto terhenti ketika Kurumi langsung mencium bibirnya, spontan hal itu membuat Naruto tanpa sengaja meremas dada Charlotte membuat Charlotte mendesah kecil " Ahh~ jangan terlalu kasar Naru-kun " ucap Charl dengan nada seksual jangan lupa dengan rona tipis di pipinya, Wajah Naruto semakin memerah ketika mendengar, Melihat dan melakukan sesuatu yang tidak seonoh pada Okaa-sannya.
" Umhhmmm~! Uhhhmmm! " rancau Naruto dalam ciumannya Kurumi, Dalam kesempatan itu Kurumi memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto dan mengajak lidah Naruto berdansa dengan lidahnya.
' Gomen ne Aiz, tapi sepertinya selama besok bibir ini hanya boleh di jamah olehku saja ' batin Kurumi tersenyum senang
.
Aiz Place
16.00 PM
.
" Hachii! "
" Aiz-nee, Kau deman? " tanya Asia pada Kakak iparnya yang duduk di sampingnya " U-Um, Aku baik-baik saja. Hanya saja entah kenapa sepertinya ada yang membicarakanku, dan juga entah kenapa bibirku terasa gatal sekali... Terasa... Ada yang kurang " Jawab Aiz Sambil mendengus hidungnya lalu mengerak-gerakkan jarinya mencoba mencari sesuatu yang kurang.
" Ah? Pasti Danchou bukan? Maa~ jika mencari Danchou, dia tengah pergi bersama Tokisaki-san " balas Kiba Yuuto sambil tersenyum hamster ( Pura-pura polos ) " Kemana? " tanya Aiz dengan pandangan tajam.
" kalau itu, Maa~ mungkin sebuah ho-... "
Buagh!
Perkataan Kiba seketika terhenti ketika Koneko, Julis, Tohka dan Irina bersamaan memberikan sebuah bogeman pada tubuh, Wajah dan intimnya ( #masa depan suram XD ).
" Jangan bicara seenaknya saja, Barbie!? " teriak mereka bersama " jangan bicara hal buruk tentang Danchou ya, lagi pula... Kita sekarang ada di Intels The Dragons Wars tahu " ucap Julis membentak Kiba sedikit lalu berucap canggung karena mereka ada di ruang intel The Dragons War.
Sebenarnya mereka mendapat perintah oleh Hokage untuk pergi ke sebuah tempat yang di tentukan, tapi siapa sangka mereka akan di seret kemari. Sementara itu Kakashi yang ada di depan mereka memasang wajah canggung sambil menggaruk belakang kepalanya.
" Anoo, maaf sebelumnya jika saya tidak memperkenalkan diri, Namaku Hatake Kakashi, Divisi Intel VII, Induk xx0125 sekaligus pemimpin sementara di sini " ucap Kakashi memperkenalkan dirinya.
" Sementara? " beo Tohka " Um, Sepertinya kalian belum tahu mengenai ini ya? " intruksi Kakashi dan di balas gelengan oleh mereka kecuali Claudia yang tersenyum saja.
" Ketua Inti, Intel Divisi I, Induk xx5007, Uzumaki Naruto. Dia adalah pemimpin Intel ini sesungguhnya "
" ... "
" ... "
" ... "
" !? "
" Hehhhhhhh!? " kejut semua si sana kecuali Claudia " Ke-Ke-Ketua In-Intel!? " gagap Tohka tidak percaya.
" Maa~ awalnya aku juga tidak percaya tapi itulah faktanya " ucap Kakashi yang sudah menebak jika seperti ini " Tapi Sensei, akupun juga tidak percaya " ucap Kiba membuat semua di sana menoleh ke arahnya.
" Bagaimana bisa Guru yang selalu baca buku Hentai bisa menjadi anggota khusus Intel? " tanya Kiba memasang wajah tanpa dosa.
Dan setelah itu, Kakashipun melempar Kiba dari gedung tertinggi.
" Apa kelompok si jenius bisa bertahan jika ada orang seperti itu ya? " tanya Asuma dengan polosnya " Aku yakin dia mengalami stres berat dan harus melatih kesabaran dirinya " jawab asal Ibiki.
" Baiklah kita lanjutkan saja, Kalian kami panggil ke sini karena ini akan ke titik kudeta Kota " jelas Kakashi membuat semua di sana sedikit terkejut " Kudeta Kota? Apa maksudnya penyerangan kota? " tuntut Tohka meminta jawaban.
" Benar, Kita berkumpul di sini untuk mendiskusikan hal ini agar nanti jika hal itu terjadi kita sudah mempersiapkan semuanya " jawab Kakashi " Tapi, untuk selama 30 hari, Aku ingin kalian mengawasi para peserta yang memiliki naga The Nine Legends Dragons Bijuu Beast " lanjut Kakashi membuat semua di sana menaikkan sebelah alisnya.
" kenapa harus mereka? " tanya Irina " Karena, kata Naruto-san, kemungkinan besar kota di serang oleh mereka yang memiliki The Nine legends Dragons. Jika di pikirkan itu bisa saja karena mustahil jika mereka yang memiliki naga legenda harus ikut lomba. Pasti Kota yang memiliki naga tersebut akan melindunginya " jawab Kakashi.
" Jika di pikirkan, itu memang benar " gumam Claudia sambil mengelus dagunya " Jadi kita hanya perlu mengawasinya saja? " tanya Xenovia memastikan kembali.
" Benar, ini adalah alat yang akan membantu kalian dalam menjalankan misi, berikan ini pada Naruto-san, dan jelaskan hal ini padanya, dia pasti akan mengerti dan akan meningkatkan alat-alat ini " ucap Kakashi menyerahkan 10 koper besar kepada kelompok Naruto.
" U-Uh, baiklah " jawab Julis mewakili
" Kalau begitu pertemuan di akhiri "
.
NaruKuruCharl Side
.
Sementara di sisi Naruto, tampak dia masih berciuman dengan Kurumi sementara tangannya masih ada di dada Charl, Karena kebutuhan Oksigen, Kurumi melepaskan ciumannya dengan saliva menjembatani kedua bibir yang telah berciuman dengan liar.
Charl yang merasa cukup juga melepaskan tangan Naruto, Untuk Naruto tampak dirinya terengah-engah karena Kurumi menciumnya dengan liar, bisa di pastikan wajahnya sangat memerah.
" bagaimana rasanya? " tanya Kurumi seraya tersenyum menggoda, Sementara Naruto hanya diam sambil mengatur nafasnya " Fufufu kau ingin melakukannya lagi? " tanya Kurumi.
Sret!
Dengan cepat Naruto menahan Kurumi sebelum melakukan hal yang memalukan baginya " Su-Sudah cukup, Se-Sebaiknya kita istirahat saja sekarang " ucap Naruto sedikit menundukkan wajahnya " Bagaimana kalau kita ke pantai saja, Kita juga harus memancing ikan untuk makan malam nanti " usul Naruto.
" Hmm~ terdengarnya boleh juga, tapi agar lebih gampang lagi bagaimana jika perahunya adalah aku? " Usul Charl sambil berdiri " Perahu? " beo Naruto.
Siiiiing!
Perlahan cahaya putih membungkus Charl dan berubah menjadi sosok naga putih dengan wajah setengah rubah dialah Whitegon, Naruto sedikit tersentak karena benar Charl adalah Whitegon.
[" Kalian naiklah, Aku akan membawa kalian ke perairan, tapi kita harus mencari alat pancing dulu "]
.
17.00 PM
.
Swush! Byuurr!
Setelah mengambil alat pancing yang di perlukan Whitegon segera terbang dan menyeburkan dirinya ke pantai hingga membuat gelombang air besar, namun Whitegon tampak mengapung di atasnya.
" Sruuush! Bisakah mendarat dengan pelan Okaa-san " ucap Naruto yang tampak basah kuyup karena perbuatan ibu angkatnya [" Maa~ Mau bagaimana lagi, Kaa-sanmu ini sudah lama tidak merasakan segarnya air dengan tenang seperti ini "] ucap Whitegon sambil menikmati air yang sudah lama tidak dia rasakan
" Hahh~ mattaku " gumam Naruto sambil melempar kailnya yang telah di beri umpan " Indah sekali ne " Naruto yang mendengar gumaman Kurumi menoleh ke arah Kurumi dengan wajah kebingungan.
" Apa? "
" Mataharinya " jawab Kurumi, Naruto yang melihat arah pandang Kurumi ikut menoleh dan dia bisa melihat betapa indahnya matahari terbenam " Kau benar... Sungguh indah sekali " timpal Naruto.
" Ne Okaa-san "
[" Ada apa? "]
" mengenai teman dekat Okaa-san, si Udeora, apa Okaa-san pernah menemuinya kembali? " tanya Naruto penasaran [" Itu sudah lama sekali Naruto-kun, aku bahkan tidak pernah mendengar kabarnya setelah kehancuran pulau Kitrugon, terlebih lagi dulunya dia selalu sibuk melindungi Take-sama jadi aku sudah tahu bahwa dia pasti sangat sibuk sekali "] jawab Whitegon
" Aku rasa kau benar, seorang naga memang harus selalu bersama partnernya " timpal Naruto setuju " Lalu Kurumi-nee, apa kau memiliki Partner naga, aku tidak pernah melihat kau memiliki naga selama ini? " tanya Naruto pada Kurumi yang di sampingnya.
" Aku tidak membutuhkannya, Aku tidak mau naga yang selalu setia pada majikannya terluka. Kau tahu sendiri jika sifat membunuhku kambuh aku tidak kenal ampun maka dari itu aku tidak membutuhkan naga yang bisa melindungiku jika pada akhirnya mati " jawab Kurumi memberikan jawaban logis.
" Maa~ mungkin itu benar, Tapi untuk sekarang... " jeda Naruto sambil memeluk pinggang Kurumi membuat Kurumi merona tipis " Aku akan menjadi pelindungmu Kurumi-nee, Tak peduli seberapa rintangan yang akan aku lalui untuk melindungimu, aku akan setia dan selalu bersamamu, tak akan aku biarkan terjadi apapun padamu " ucap Naruto sambil memberikan senyum lima jarinya.
Kurumi yang mendengar itu sedikit tersentak dengan wajah memerah, mendengar kata itu... Entah kenapa wajahnya terasa panas dan jantungnya berdetak dengan kencang.
" Ara-Ara~ sepertinya Naru-kun telah menjadi suami yang prosesif " goda Kurumi sambil menyentuh bibir Naruto dengan jari lentiknya, Naruto yang mendengar itu ikut merona tipis.
" Fufufu~ arigato Naru-kun, Aishiteru " ucap Kurumi sambil menyandarkan kepalanya di bahu Naruto, Naruto yang mendengar ucapan Kurumi terdiam sesaat sebelum memandang langit terbenam
" um "
.
Hyuuga Place
.
Di sebuah tempat dengan gaya tradisional jepang tahun 2000, tampak sosok pria dengan yukata putih tengah duduk di ruangannya sambil menatap bingkai berisi foto di mana dirinya tengah bersama dua anak berbeda gender dengan bocah kecil berambut pirang dan perempuan kecil berambut indigo saling berpegangan tangan di sampingnya.
" kau sungguh banyak berubah ne Naruto-kun " gumam Pria itu " Waktu melihatmu mengantar Hinata, aku bisa tahu itu kau dari tatapanmu yang tak akan pernah aku lupakan " gumamnya lagi.
" Maa~ aku juga tidak menyangka jika Si Jenius Konoha yang sering di bicarakan itu rupanya kau karena rahasia namamu yang kau rahasiakan, aku juga terkejut jika kau tidak memiliki naga begitu kau mengikuti lomba ini, tapi kau sudah melewati dua lomba kemarin dengan sekuat tenaga " lanjutnya sambil meletakkan foto tersebut di mejanya.
" Sepertinya lusa aku akan menemuimu "
" Tou-sama " pria yang merasa di panggil menoleh dan mendapati perempuan berambut indigo tengah berdiri di depan ruangannya " Ah~ Hinata, ada apa? " tanya Pria itu pada perempuan yang tak lain adalah Hinata.
" Apa yang Tou-sama lihat? " tanya Hinata selagi memasuki ruangan ayahnya " Um? Hanya melihat foto masa dimana kau bermain bersama Naruto-kun dulu " jawab Pria itu membuat mata Amesthy Hinata menyipit tajam.
" Uzumaki... Naruto-kun? "
" Benar, tapi siapa yang bisa menyangka bahwa kalian akan bersaing di lomba ini " gumam Pria itu terlihat kecewa " Padahal aku berharap dia selalu bersamamu "
" Aku tidak butuh berteam dengan orang sepertinya " balas Hinata terdengar dingin " Lagi pula... Kenapa semua di ruangan Tou-sama hanya ada foto Uzumaki Naruto? "
" Kenapa? Tentu saja karena aku mengawasinya " balas Pria itu terdengar datar " Kenapa Tou-sama harus mengawasi orang sepertinya? " tanya Hinata.
" Um? Bisa di bilang jika dia adalah Tunanganmu " jawab Pria tersebut dengan santai membuat Hinata dengan spontan mengarahkan pedangnya ke arah ayahnya sendiri " Tunangan? Jangan bercanda?! " teriak Hinata merasa tidak terima.
" Oh? Berani-beraninya kau mengacungkan pedang ke ayahmu, maa~ tapi tak apa. Pedang itu juga tidak akan bisa menyakiti ayah karena ayah mendengar dari Jiraiya-sama bahwa pedang yang di buat Naruto-kun itu tidak akan melukaiku karena sebagian darahku ada di pedang itu "
Hinata yang mendengar itu mengertakkan giginya " Jika kau tidak percaya bahwa Naruto-kun adalah Tunanganmu, Kenapa kau tidak melihat apa yang ada di jari manismu " ucap Pria itu membuat Hinata menoleh ke arah jari manisnya.
Deg!
Dan betapa terkejutnya Hinata ketika melihat apa yang ada di jari manisnya.
.
Naruto side
19.00 PM
.
Sementara itu di sisi Naruto, tampak saat ini Naruto tengah memanggang ikannya beserta Charl dan Kurumi, kegiatan Naruto terganggu ketika mendapat panggilan di W.W.S miliknya.
" Ah, Cotto matte ne " ucap Naruto berdiri seraya menjaga jarak agar tidak di lihat dan di dengar, setelah cukup jauh Naruto menekan hologram menjawab Panggilan dan seketika sebuah hologram keluar memperlihatkan wajah Falbium dan Ajuka yang tampak kotor karena membuat senjata.
" Ajuka, Falbium, kenapa kalian menelponku? " tanya Naruto penasaran, tidak biasanya mereka menelepon dirinya " Ano... Naruto-san, Kami menemukan ini di sudut kecil meja kerja pembuatan Senjata Canon di sini, dan di sini tertulis nama Naruto-san dan Seseorang, Apa Naruto-san mengenal benda ini? " tanya Falbium sambil menunjukkan sebuah Cincin berwarna Emas di bagian sisi lingkaran dan warna keduanya berwarna silver yang berisi tulisan Naruto dengan nama seseorang, Naruto yang melihat benda itu tersentak.
" Kalau tidak salah benda itu... " gumam Naruto.
.
.
.
.
.
.
.
.
" Cincin pertunanganku sejak umur 8 tahun?! "
.
.
TBC
Chapter selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
" Huuaaammm~ Mendokusai "
" Mou yang semangat dong Naru-kun "
" Kau pikir kemarin aku tidak lelah? "
" sepertinya kebetulan sekali kita bertemu di sini Uzumaki-san "
" Ara-Ara Kalian ingin menyentuhku? "
" Arigato atas makanannya, jika kalian Naru-kun, mungkin aku sudah mencium kalian habis-habisan, Tapi... "
" Gomen, Kalian tidaklah sepertinya "
" Ada apa Anda menemui saya? "
" Hyuuga-san, Jangan tinggalkan aku "
Selanjutnya di Chapter 19 : Dragons Champions Arc II : Pertemuan, Kencan tanpa rencana, dan sebuah permintaan.
Note : Yo! Kembali up dengan cerita yang mengambil Scane Naruto x Kurumi, dan juga Karakter Whitegon telah keluar yang tak lain adalah Charlotte ( OC ), Awalnya saya bingung siapa kasih nama, tapi setelah menonton ulang Isekaiwa Smartphone, dan Infinite Stratos saya mendapatkan Nama Charlotte.
Lalu untuk Cerita di atas, Bagaimana? Cukup seru atau Apa? Hmm~ Lemon kah? Sepertinya banyak yang bepikiran seperti itu ne? Tapi gomen itu hanya Lime ciuman, untuk Lemon hanya akan ada setelah Dragons Champions Selesai.
Lalu Kekuatan Mata Jikkan milik Naruto yang baru Keluar, Jam 3 : membalikkan suatu benda yang telah di tembakkan dan membalikkan waktu hingga membuat serangan pembalik. ( Elfkin )
Lalu Jam 6 : Menambah Gravitasi ( Grenkin )
Lalu jam mundur dengan akhiran 1:30 : Menyembuhkan tenaga.
Angka 5 : Membuat ruang lingkup waktu dengan menghentikan waktu ( Sefkan )
# kekuatan Cloks Eyes Naruto
. Angka 1 : Memperlambat waktu ( Alfken )
. Angka 2 : ?
. Angka 3 : Elfkin
. Angka 4 : ?
. Angka 5 : Sefken
. Angka 6 : Grenkin
. Angka 7 : ?
. Angka 8 : ?
. Angka 9 : ?
. Angka 10 : ?
. Angka 11 : ?
. Angka 12 : ?
Lalu untuk Chapter depan akan mengambil Scane Romance dari NaruHina, lalu NaruRias, NaruAkeno, NaruTsubaki, NaruTohka dan NaruAiz.
Ada yang tanya waktu itu apakah akan ada tambahan Pair, saya juga tidak tahu akan bagaimana kedepannya karena saya orangnya agak zikzak pikirannya, saya juga sudah memikirkan hal ini sejak kemarin bahwa Cerita ini akan saya gabung dengan Alur Date A Live di mana ada kekuatan Spirit.
Tapi itu terjadi setelah Kudeta Kota Di mulai, Bagaimana menurut kalian?
Jaa~ itu saja dari saya yang bisa saya sampaikan, Kalau begitu sampai ketemu di Chapter depan, Jaa~
Please Review
