Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Opening Akino-Miiro
Asa no hikari mabushikute
( Kamera bergerak mundur memperlihatkan kelompok Naruto dari samping Hingga Naruto yang sama-sama menatap matahari terbit )
Fix first
( Kamera berubah menjadi di belakang mereka lalu bergerak ke atas langit )
Weigh Anchor!
( Muncullah Judul cerita ini )
Kotoba mo nakute
Tada nami no oto kiiteta
Kioku no imi tamesarete iru mitai ini
( layar di ganti dengan setengah wajah Kiri Naruto yang tengah menundukkan kepalanya di tempat gersang di malam hari lalu berubah menjadi sebagian kanan wajah Naruto di mana mata Kanan Naruto yang memperlihatkan Clock Eyesnya di tempat padang rumput yang luas )
Yami no naka demo omoidasu
Mae ni susumu no
( Layar kembali di ganti Asia yang tengah berdiri di tebing dengan pemandangan yang indah perlahan menoleh ke belakang dan tanpa di sadarinya setetes air mata jatuh ke tanah )
Mite ite yo
( Air Mata Asiapun jatuh ke ke tempat yang gelap dan membuat gelombang air kecil )
So repeatedly, we won't regret to them
Sonna fuu ni mo kangaeteta no
( Layar kembali di ganti dengan kamera bergerak mundur yang perlahan memperlihatkan seluruh peserta Dragons Champions )
Akogare batsubyou mirai
Zetsubou soushitsu betsuri
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hiruzen berserta anak buahnya dan Tsunade bersama para guru )
Ikutsu mono kanashimi to umi wo koe
( Layar kembali di ganti di mana seluruh kelompok Naruto bersiap dengan mempersiapkan senjata mereka dengan gaya masing-masing )
Tatoe
( Layar kembali di ganti menjadi wajah Naruto yang menghembuskan nafasnya lalu bergerak maju )
Sekai no subete ga miiro ni tokete mo kitto
( Layar kembali di ganti dengan Xenovia, Irina, Koneko dan Kiba yang bergerak liar dengan naga mereka menembaki sasaran-sasaran dengan bersaing bersama kelompok Kirito )
Anata no koe ga suru
Daijoubu kaerou tte
Demo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang bergerak liar sambil menembakkan senjata panahnya dan bersaing bersama kelompok Sasuke dengan di mana Naruto salto ke depan dengan menembakkan panahnya ke belakang )
Sekai ga subete hanten shiteiru no nara
( Layar kembali di ganti di mana Tohka Maju bersama Kirin, Claudia dan Naruto sambil menebaskan pedang mereka )
Sore demo anata to
Massugu ni mae wo mitete
( Layar kembali di ganti menjadi Kelompok Yugito di mana Kelompok Yugito memberikan serangan balik dan layar kembali di ganti dengan Naruto, Kirin, Claudia Dan Tohka yang terpental karena serangan Kelompok Yugito )
Ima negai kometa ichigeki hazeta
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengusap darahnya, lalu mengangkat wajahnya yang memperlihatkan Clock Eyesnya lalu menyatukan tangannya hingga membuat gelombang angin dan perlahan layar menjadi putih )
.
Chapter 19 : Dragons Champions Arc II : Pertemuan, kencan tanpa rencana dan Sebuah permintaan
.
Senin, 5 November 2090
Kyoto
10.00 AM
.
Di pagi yang indah di kota Kyoto, tampak terdapat sosok pemuda berpakaian kemeja putih dengan celana hitam panjang beserta jubah hitam miliknya, yang tak lain adalah Uzumaki Naruto tengah berjalan di tengah kerumunan dengan lemas dengan kantung mata di matanya, dirinya benar-benar sangat lelah setelah kemarin kembali dari latihannya bersama Kurumi dan Ibu angkatnya Whitegon atau Charotte.
Setelah kembali dari Villa yang ada di Hashi, Dia di sambut tugas dari Intel Dragons War berupa senjata yang harus di perbaharui dan itu membuat Otak Naruto terasa pening karena harus mengeluarkan banyak ide kembali.
" Haahh~ cobaan apa yang kau berikan padaku Kami-sama " gumam Naruto menggerutu akan apa yang menimpanya " Huuuaaammm~ mendokusai " lanjutnya sambil menguap.
" Mungkin pergi ke Onsen bisa menyegarkanku kembali " gumam Naruto berpikir untuk melakukan apa dalam masa istirahatnya, setelah menimbang akhirnya Naruto memutuskan pergi ke onsen terdekat di Kyoto, namun tanpa dia duga dia bertemu Kokabiel dan Vali yang juga baru sampai di onsen yang dia tuju
" Oh, Kokabiel-san, Vacum-san lama tidak bertemu " sapa Naruto dengan polosnya, Kokabiel hanya terkekeh ketika mendengar nama lucu Vacum atau kita sebut Vali, sementara yang di ejek menahan kekesalannya
" Apa maksudmu mengejekku pirang?! " tanya Vali menuntut " Um? Oh maaf Lidahku tergigit tadi " balas Naruto santai membuat alis Vali berkedut kesal
" ngomong-ngomong, kenapa kalian di sini " tanya Naruto memandang intens Kedua orang di depannya walau matanya terasa berkunang-kunang " yang seharusnya bertanya itu aku, kenapa kau datang dalam keadaan seperti ini? " bukan Menjawab Vali membalikkan pertanyaan.
" Ah, aku kemarin habis melakukan tugasku sebagai pembuat senjata di DSA, dan kemarinnya lagi aku berlatih habis-habisan untuk lomba berikutnya " jawab Naruto setengah berbohong
" Uwoh, Kau semangat sekali ne bahkan sebelum lomba kau sudah berlatih keras " puji Kokabiel " Ah, Arigato. Lalu untuk kalian? " tanya Naruto balik.
" Kami? Kami di suruh oleh pimpinan Kami, untuk berkumpul di sini, dan kebetulan kami bertemu denganmu, sebetulnya setelah kami dari sini akan mencarimu " jawab Vali, membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.
" Pimpinan? Siapa? "
" Yo, Kokabiel, Vali-kun, kalian rupanya sudah datang " Naruto yang mengenal suara itu menoleh dan betapa terkejutnya ketika melihat siapa pimpinan Kedua orang di belakangnya " Kau pasti bercanda " gumam Naruto.
" Kau.. " gumam Orang tersebut " Jadi pimpinan kalian si Hyoudo Azazel, Siapa sangka orang sepertinya bisa menjadi Pimpinan Kalian " gumam Naruto " Aku juga berkata hal yang sama, siapa sangka cucu dari Tsunade-chan adalah orang yang sangat hebat " Balas orang bernama Azazel dengan santai.
Grek!
" Tsunade-chan? Kau pikir kau siapa seenaknya memanggil Tsunade-baa-san dengan Embel-chan? " tanya Naruto sambil menarik kerah Azazel, Walau dalam keadaan tidak prima, Naruto akan menghajar siapapun yang seenaknya memanggil keluarganya dengan sebutan yang tidak pantas.
" Memang kenapa kau tidak terima? " tanya Azazel menantang " jika tidak kenapa? Mau mengajak bertarung, aku akan layani kau sama seperti Gremory itu " balas Naruto dengan dingin dan energi kelam yang sangat menusuk membuat Azazel harus berpikir kembali.
" Ma-Maa~ te-tenanglah, aku Cuma bercanda " ucap Azazel " Heh? Dimana wajah menantangmu tadi, Kenapa tiba-tiba kau ketakutan seperti itu hah? " tanya Naruto menyeringai kejam, apa lagi dengan kantung matanya, dia tampak lebih seram membuat tubuh Azazel merinding.
" Go-Gomenasai " sementara untuk Kokabiel dan Vali yang sebenarnya ingin menghentikan pertengkaran mereka terdiam dengan keringat dingin di wajah mereka, satu hal yang mereka pikirkan, jangan memancing Singa bersurai yang tertidur untuk bangun jika dia tidak ingin di ganggu.
.
.
.
.
" lebih tuds dengan Baa-san? " gumam Naruto ketika mendengar cerita Azazel " Um, Aku, Michael dan Sirzech sebenarnya seangkatan dengan Tsunade dan Jiraiya, alasan kenapa kami masuk ke sekolah The Dragons study dan menjadi murid adalah agar mengawasi kelompok Uchiha yang menghipnotis adik kami " ucap Azazel.
" Lalu bagaimana bisa wajah kalian tampak muda? "
" Oh, itu karena kami memiliki alat pengubah umur yang di berikan Tsunade "
" Hahh~ sudah aku duga "
" Lalu kenapa kalian mengejek orang tuaku waktu itu hah? " tanya Naruto menuntut membuat tubuh Azazel menegang " Ma-Maa~ aku akan menjelaskannya " ucap Azazel sambil menenangkan Naruto.
" Tujuan itu sebenarnya kami memancing amarahmu agar membenci Kelompok Uchiha dan membuat tantangan di lomba ini Dragons Champions " jawab Azazel membuat Naruto tersentak " jangan katakan jika ini usulan dua saudara Sitri? " tebak Naruto.
" wah, Walau di beritahu beberapa detik yang lalu kau bisa menebaknya dengan tepat, kau memiliki kecerdasan yang sangat hebat " puji Kokabiel " Tapi kenapa harus aku? " tanya Naruto.
" Karena hanya kau saja yang bisa mengalahkan Uchiha Sasuke. Kau mungkin sudah tahu jika seluruh anggotanya ada di pengaruh Sharingan miliknya, Walau Itachi sudah berusaha melawan Sharingan Sasuke, namun Itachi kalah karena ada sesuatu yang melindungi Sharingan Sasuke " jawab Azazel.
" Dan itu adalah Orochimaru " Naruto yang mengenal suara itu menoleh dan mendapati Itachi yang tak jauh dari mereka " Orochimaru? Bukankah dia salah satu legenda seperti Tsunade-baa-san? " tanya Naruto.
" Um, Sang legenda Sannin atau biasa di sebut The Three Legends From Konoha. Sekitar Sasuke berumur 9 tahun, dia tergigit oleh ular putih dan itu adalah Ular Orochimaru, Dia menginfeksi Sasuke hingga dia bisa membangkitkan Sharingan sejak umur 9 tahun, maka dari itu aku tidak bisa melawan Sharingan Sasuke " jelas Itachi.
" Jika kau mengatakan seperti itu, dalam logika, Orochimaru memanfaatkan Sasuke dengan mengumpulkan orang tertentu yang telah di tentukan oleh Orochimaru, dengan begitu dia memanfaatkan Sharingan Sasuke untuk mengendalikan orang " ucap Naruto memberikan spekulasinya.
" Tebakanmu sama sepertiku " timpal Itachi " Jika di pikirkan seperti itu memang benar, karena Rias Gremory duku bertemu dengan Sasuke sejak berumur 10 tahun dan itupun Rias langsung menjadi anggota Sasuke " timpal Azazel.
" Mengendalikan orang ya " gumam Naruto.
Deg!
Seketika Naruto tersentak ketika menyadari sesuatu " Kuso! Rupanya seperti itu " geram Naruto " Apanya? " tanya Vali.
" Kudeta Kota. Kunci dari Kudeta Kota ada pada Sasuke, Ini memang perkiraanku tapi jika Orochimaru memanfaatkan Sasuke untuk menangkap delapan The Nine Dragons Legends Bijuu Beast, dia pasti tak segan-segan menghancurkan lima kota besar di sini " jawab Naruto
" Kuso, Aku harus memberitahu Hokage " umpat Naruto mulai berdiri, namun di tahan Oleh Itachi " Itu tidak perlu biar aku yang memberitahunya, lagi pula aku sudah selesai " cegat Itachi.
" tapi... "
" Jangan khawatir, lagi pula aku juga bagian dari Intel Dragons War. " ucap Itachi mulai berdiri dan berjalan keluar " O-Oh, Begitu. Kalau begitu tolong ya " ucap Naruto.
" Ah, Aku baru ingat. Ne pirang, bagaimana jika kita tanding lagi di Asterik Battle untuk meluangkan waktumu? " tanya Vali bersemangat.
" Ti-Da-K Ma-u! " ucap Naruto Dengan penekanan di setiap ejaannya " Lagi pula aku masih lelah, aku lebih senang mengistirahatkan diriku saja " ucap Naruto mencelupkan setengah wajahnya sambil memejamkan matanya menikmati air panas di Onsen.
" Huh, Dasar tidak berguna "
" Urusai, sebaiknya diam sebelum kau kucincang "
.
.
.
" Ugghh~ Walaupun sudah mandi di Onsen tubuhku masih saja lemas " gumam Naruto sambil meregangkan badannya, setelah itu dia melihat jam miliknya yang menunjukkan pukul 12 siang " Uwah~ sudah sesiang ini ya " gumam Naruto.
" Pantas saja, karena aku dari tadi tidak makan sama sekali " gumam Naruto dengan lemasnya " Akhirnya bertemu juga Naru-kun " Naruto yang sangat mengenal suara tersebut menoleh dengan malas sumber suara tersebut dan benar saja tebakannya.
" Kurumi-nee, sedang apa kau di sini? " tanya Naruto dengan lemas, saat ini tampak Kurumu menggunakan dress hitam putih miliknya dengan rambut di ikat di dua sisinya membuatnya sangat cantik " Tentu saja mencarimu, Asia-chan menyuruhku memberikan ini untukmu " jawab Kurumi sambil menunjukkan kotak makan kepada Naruto.
" Eh? Untukku? " tanya Naruto memastikan " Um, Asia-chan menyuruhku memberikan ini untukmu karena dia khawatir denganmu, tapi ngomong-ngomong... " jawab Kurumi lalu berpikir sambil menarik kembali kotak makan yang akan di terima oleh Naruto.
" Bagaimana jika kita pergi bersama ke suatu tempat? " ajak Kurumi sambil tersenyum manis " Heh? Tapi aku masih lelah Kurumi-nee " protes Naruto.
" Mou~ yang semangat dong Naru-kun " ucap Kurumi sambil mengembungkan pipinya " Bukankah waktu itu kau tampak semangat sekali, kenapa sekarang kau tampak tidak semangat "
" Kau pikir kemarin aku tidak lelah? " tanya Naruto dengan urat kekesalan di dahinya " Hahh~ ini semua karena latihan waktu itu dan juga aku harus mengatur tentang senjata yang di kirim oleh Intel, maka dari itu aku seperti sekarang " lanjut Naruto sambil menghela nafasnya.
" Heh~ benarkah? " tanya Kurumi dengan wajah Polos " Hahh~ baiklah-baiklah, kau ingin kita pergi kemana? " tanya Naruto mengalah, jika sudah begini mustahil melawan Sifat Kurumi yang bisa membalikkan keadaannya.
" Fufufu~ arigato telah mengabulkannya Naru-kun " ucap Kurumi tertawa halus lalu mendekati Naruto dan menggandeng tangan Naruto dengan cara mengalungkan lengannya " Saa~ ikuti aku Naru-kun, aku menemukan tempat yang tepat untuk kita berdua ".
.
.
Taman Konoha
13.00 PM
.
" Huaahh~ Arigato atas makanannya " Gumam Naruto sambil mengelus perutnya " dengan begini energiku terasa penuh kembali " gumam Naruto sambil menatap langit di atasnya.
" Lalu Apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya Naruto ingin tahu, sebenarnya dia masih memiliki urusan kecil dengan alat dari Intel, tapi tidak ada salahnya jika dia bersantai " Ara~ apa Naru-kun ingin mengajakku kencan? " tanya Kurumi dengan nada menggoda
" A-Apa? Ke-Kencan? " kejut Naruto ketika mendengar perkataan Kurumi " Ke-Ke-kenapa kau berpikir seperti itu?! " tanya Naruto tergagap.
" Ara? Bukankah jika seorang pasangan itu jika pergi bersama di sebut kenan? " tanya Kurumi sambil menyentuh dagunya dengan telunjuknya " Selain itu bukankah kita sudah saling menyatu Naru-kun? Aku pikir itu bukanlah masalah jika kita kencan " tanya Kurumi dengan cara berbisik di telinga Naruto.
" So-Soal itu " gumam Naruto dengan wajah memerah " Ufufufu~ benar-benar menggoda, jadi maukah kau mengajakku berkencan Naru-kun? " gumam Kurumi lalu memohon pada Naruto.
" A-Ah, Baik-baik aku akan kencan dengan Kurumi-nee sebagai balasan waktu itu " balas Naruto dengan wajah memerah " Ufufu~ Arigato Naru-kun " ucap Kurumi sambil mencium pipi Naruto.
Blussh~
Wajah Naruto semakin memerah karena tindakan Kurumi, tak mau wajahnya lebih memerah dengan cepat Naruto mendorong pelan bahu Kurumi agar terjadi jarak " M-Maa~ su-sudah cukup. Se-selain itu, Ki-kita ingin pergi ke mana? " tanya Naruto sambil mengalihkan pandangannya.
" Ufufufu, Maa~ karena tidak ada yang asyik saat ini di kota karena lomba Dragons Champions, bagaimana jika kita pergi jalan-jalan sambil menyusuri kota? " tanya Kurumi meminta persetujuan.
" A-Ah, boleh saja " jawab Naruto sambil mengetik hologramnya namun di tahan oleh Kurumi " Ara-Ara, aku tidak menyuruhmu mengeluarkan alatmu loh, yang aku inginkan kita kencan sambil berjalan kaki " ucap Kurumi memberikan senyum manisnya.
" E-Ehh?! "
.
.
13.45 PM
.
45 menit berlalu, Naruto dan Kurumi telah menyusuri setiap Kota Konoha dengan mesranya, hingga orang-orang di kota melihat mereka, bukan romantisnya melainkan lengan Naruto yang di kait oleh Kurumi hingga terjepit di tengah Dada Kurumi.
" Ne Kurumi-nee, kita sudah melihat-lihat sekitar kota ini, apa Kurumi-nee tidak tertarik mencari sesuatu? " tanya Naruto " Ara? Apa boleh? " tanya Kurumi.
" Tentu saja, di sini banyak pakaian-pakaian bagus, jadi pilihlah yang kau suka, anggap saja rasa terima kasihku karena Kurumi-nee telah mengajariku kekuatan Dari Jikkan ini " balas Naruto sambil menyentuh mata kanannya " Tapi kekuatannya sangat berbahaya, aku berjanji hanya akan menggunakannya jika di perlukan " Lanjut Naruto berbisik agar tidak di dengar Kurumi.
" Ufufufu~ itu tidak perlu Naru-kun, ini saja sudah cukup untukku karena ini adalah hadiah kedua yang terbaik pemberian Naru-kun setelah kejadian itu " tolak Halus Kurumi sambil menyentuh perutnya.
" Hadiah Kedua? Kejadian itu? " beo Naruto.
Tiiiiiiiiitt!
Seketika otak Naruto merasakan sinyal bahaya ketika menyadari sesuatu dari dua pertanyaan tadi " J-Ja-Ja-Jangan bilang " gagap Naruto dengan wajah memerah.
" Fufufu~ Ha'i kau benar Naru-kun, hadiah itu adalah kejadian waktu itu " ucap Kurumi membenarkan sambil membawa tangan Naruto untuk menyentuh perut tanya.
" E-Eh?! " kejut Naruto " Tapi sayang, waktu itu aku dalam keadaan aman, Ah~ jika saja tidak pasti kita sudah menjadi keluarga yang indah bukan " gumam Kurumi sedikit kesal lalu tersenyum manis kembali.
" A-A-Apa yang kau bicarakan Kurumi-nee?! " panik Naruto dengan wajah semakin memerah.
" Kau... " Naruto yang mendengar sebuah suara menoleh ke sumber suara dan betapa terkejutnya dia bertemu orang yang ingin dia jauhi sementara waktu.
" Hyuuga... Hinata... " gumam Naruto menyebut nama orang di depannya " sepertinya kebetulan sekali kita bertemu di sini Uzumaki-san " ucap Hinata dengan dinginnya.
" Ara~ Ara~ jangan seperti itu dong Hyuuga-san, Naru-kun adalah Tunanganmu jadi tidak boleh begitu dong " nasehat Kurumi dengan senyum manis namun auranya mengintimidasi ke arah Hinata " Ku-Kurumi-nee, dari mana kau tahu?! " tanya Naruto panik.
" Tentu saja dari jarimu? Tadi aku sudah melihatnya sejak aku membawa tanganmu ke anak kita nanti " Jawab Kurumi dengan nada menggoda " A-Anak?! " kejut Naruto.
" Apa yang kau bilang barusan? " tanya Hinata dengan nada yang lebih dingin " Ara? Apa kau tak dengar? Aku mengatakan anak kita, Kau pasti tahu maksudnya bukan " remeh Kurumi dengan senyum Yandarenya. Hinata yang mendengar itu menatap tajam Kurumi dengan Byakugan yang sudah aktif.
" Ara~ mau melawanku, sebaiknya kau urungkan niatmu itu " ucap Kurumi menyisikkan rambutnya yang menutupi mata kirinya dan memperlihatkan Zafken miliknya " Lagi pula bukankah kau membenci Naru-kun? Kenapa ketika kami membahas anak kami kau marah? " pancing Kurumi.
" Jika kau bicara sekali lagi, ku bunuh kau " ancam Hinata " Ara benarkah? Kenapa kau tidak coba saja " tantang Kurumi.
Wush! Tang!
Dengan gerakan cepat Hinata menebaskan pedangnya secara Vertikal ke arah Kurumi, namun tebasan tersebut di tahan oleh tangan Naruto yang menangkap pedang tersebut dengan dua jarinya.
" sudah cukup Kurumi-nee, jangan memancing keributan di sini, dan kau Hyuuga-san aku harap kau meletakkan pedangmu kembali sebelum terjadi sesuatu dengan kita " peringat Naruto dengan datar.
" Kenapa kau menghalangiku? "
" Kenapa? Tentu saja aku harus melindung Kurumi-nee " Jawab Naruto dengan nada datarnya " Selain itu, Kurumi-nee kau tidak keberatan meninggalkan kami berdua? Ada yang harus kami bicarakan berdua " lanjut Naruto memohon pada Kurumi.
" Ara~ aku tidak keberatan kok, kalau begitu aku akan meninggalkan kalian sesaat di sini, aku ingin membeli sesuatu dulu, Jaa na~ " jawab Kurumi tanpa beban langsung pergi dari sana meninggalkan NaruHina.
Setelah kepergian Kurumi, Naruto melepaskan kunciannya pada pedang Hinata dan menatap Hinata tajam begitupun sebaliknya.
" Kebetulan sekali kita bertemu di sini, ada yang ingin aku bicarakan mengenai ini " ucap Naruto memulai pembicaraan sambil menunjukkan Cincin di jari manisnya " Begitupun aku, kenapa bisa kita menjadi tunangan orang sepertimu " timpal Hinata dengan penekanan di setiap katanya.
" Uwaa~ perkataanmu kejam sekali ne " gumam Naruto " Maa~ akupun tidak begitu mengingatnya kenapa bisa kita menjadi tunangan, aku memang ingat ketika umurku 8 tahun di jodohkan oleh Tsunade-baa-san, tapi aku tak tahu siapa tunanganku " ucap Naruto sambil melipat tangannya di depan dada.
" Dan Siapa sangka orang itu adalah Heiress dari Clan Hyuuga yang terkenal semenjak jaman Edo Hingga sekarang " Lanjut Naruto.
Sring!
" Aku tak akan pernah merimamu menjadi Tunanganku " ucap Hinata sambil mengacungkan pedangnya ke arah Naruto " Begitupun aku, Aku tak akan pernah mau bertunangan denganmu " balas Naruto dengan nada datar miliknya.
Deg!
" Ugh! " lenguh Hinata sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit " Oi, Kau baik-baik saja " tanya Naruto.
' Ke-Kenapa... Kenapa kepalaku terasa sakit ketika mendengar kata itu... ' batin Hinata ' Sebenarnya apa yang terjadi '
.
Kurumi Side
.
Di sisi Kurumi tampak Kurumi berjalan dengan santainya dengan beberapa camilan dan Minuman yang dia beli, tujuan utamanya saat ini adalah menuju tempat Naruto, dia memang sengaja memberi waktu pada Naruto agar dirinya mengikuti hukum waktu.
Yah~ bisa di bilang dia sudah tahu akan kejadian nanti kedepannya " Fufufu~ aku sudah tidak sabar lagi " gumam Kurumi seraya tertawa halus " Ah~ tidak-tidak, tidak boleh begini jika begini aku bisa merusak Hukum waktu kembali " gumam Kurumi mencoba menyadarkan dirinya.
Bruk!
" Kyaah! " kejut Kurumi ketika ada pria yang menyenggolnya " Ah~ Gomen ne Ojou-chan " ucap Pria yang menyenggol Kurumi dengan nada menggoda.
" Wah-wah, ada gadis cantik rupanya? "
" Ne~ bagaimana jika kau ikut bersama kami Ojou-chan "
Kurumi yang di cegat sekitar 20 orang terdiam sebelum tersenyum misterius " Ara-Ara~ kalian ingin menyentuhku? " tanya Kurumi tersenyum manis " Kalau begitu tolong ikuti aku " ajak Kurumi memasuki gang sepi di dekatnya.
" Hahaha, sepertinya kau mudah mengerti ya "
" dan lagi dia sungguh tidak sabaran sekali "
" Ara? Benarkah? " tanya Kurumi berhenti melangkah lalu menatap 20 pria di hadapannya " Mungkin kalian benar jika aku tidak sabaran, tapi kalian tahu seberapa tidak sabarnya, karena aku tidak sabar melakukan sesuatu pada kalian? " tanya Kurumi.
" Hah? "
" dan itu adalah... " gantung Kurumi sambil menyisihkan rambutnya yang menutup Zafkennya lalu melebarkan mata Zafkennya yang berputar dengan cepat hingga tiga putaran dan berhenti di angkat 3 " Membunuh kalian "
Jrash! Jrash! Jrash! Jrash!
Seketika darah berlumuran di gang sempit tersebut, bahkan hampir mencat seluruh gang dengan darah, namun di tempat tersebut hanya ada Kurumi dengan mata merah dan emasnya yang menyala dalam kegelapan.
" Arigato atas makanannya, jika kalian Naru-kun, mungkin aku sudah mencium kalian habis-habisan, Tapi... " ucap Kurumi sambil menjilati jarinya yang terkena darah " Gomen, Kalian tidaklah sepertinya " lanjut Kurumi menyeringai sadis.
" Ah~ tidak boleh begini, jika begini Nanti Naru-kun akan memarahiku " gumam Kurumi memundurkan waktunya membuat seluruh pakaiannya yang terkena darah bersih kembali " Saa~ saatnya ke tempat Naru-kun " gumam Kurumi lalu melanjutkan perjalanannya meninggalkan gang sempit yang hanya berisikan genangan darah.
Tanpa mayat... Tanpa bekas..
.
NaruHina Side
.
" Oi? Kau benar-benar tidak apa-apa? " tanya Naruto penasaran karena sejak tadi dia bertanya perempuan di depannya tidak menjawab " Urusai, jangan pedulikan aku, bukankah kau tidak peduli denganku? " balas Hinata lalu bertanya pada Naruto.
" hah? Kapan aku mengatakannya? " tanya Naruto sweatdrop " Aku memang tidak ingin bertunangan denganmu, tapi rasa khawatir dan simpatiku sesama makhluk hidup tidak saling membedakan, tak peduli itu musuh ataupun sesuatu yang membahayakan, aku lebih senang menolong mereka agar mereka sadar kelakuan mereka selama ini salah " lanjut Naruto sambil berkecak pinggang.
" Jadi maksudmu selama ini kelakuanku salah? Hah?! " tuntut Hinata " Tentu saja, Kau bergabung dengan Uchiha itu dan membuat onar di sekolah bukankah itu sudah salah besar " jawab Naruto tanpa beban.
" Urusai, Kau tidak ada hubungannya dengan itu "
" Tentu saja Ada, itu sekolah Baa-sanku, mana mungkin aku membiarkan sekolah nenekku tercemar "
" Lagi pula aku tahu kenapa kalian seperti itu " gumam Naruto sebelum menunjuk Hinata " Kalian melakukan itu karena kalian di bawah pengaruh Sharingan dari Uchiha Sasuke bukan? "
Deg!
" Ughhh! " lenguh Hinata ketika merasakan kepalanya berdenyut kembali ' Pe-Perasaan apa ini ' batin Hinata
' Sepertinya perkataan pak tua mesum itu benar, jika di tanyai mengenai " Di bawah pengaruh Sharingan " mereka akan merasakan sakit di kepala mereka karena Otak mereka seperti melawan Segel Sharingan ' batin Naruto.
" Kau... " Naruto yang mendengar Hinata berbicara menaikkan sebelah alisnya " Kau? " beonya.
" Kau... Tidak tahu apa-apa jadi diam sebelum aku robek mulutmu " ucap Hinata dengan dinginnya " heh~ seperti kau bisa saja " ejek Naruto sambil jalan menjauh.
" tunggu, aku masih ada urusan denganmu " ucap Hinata sambil mengejar Naruto " urusan apa? Tentang pertunangan kita? Sebaiknya kita lupakan hal itu, lagi pula bukannya kau tidak mau bertunangan denganku " ucap Naruto tampak tak peduli.
" memang itu benar, tapi yang ingin aku tahu bagaimana bisa kita bertunangan? " tanya Hinata sambil menyamai langkah Naruto " Kenapa kau tanya aku? Bukankah sebaiknya kau bertanya dengan ayahmu " balas Naruto tak peduli.
" Ayahku juga tidak memberitahuku kejadian bagaimana bisa kita tunangan maka dari itu aku bertanya padamu " balas balik Hinata sengit.
" Sudah aku bilang, aku tidak tahu apa-apa mengenai ini, aku hanya ingat jika aku di tunangkan oleh perempuan dari Clan Hyuuga dan di berikan cincin ini, dan aku tak tahu siapa tunanganku, tapi... Siapa sangka bahwa itu adalah kau " jawab jujur Naruto.
" Cih, Jika saja aku tahu mengenai ini, mungkin aku sudah membatalkan pertunangan ini, tapi Tou-sama tidak memberikannya, apa lagi cincin ini tidak mau lepas " desis Hinata merasa tak senang.
" Cincin ini terbuat dari dua bahan kuat yang tidak mudah lepas ketika sel darah telah di satukan dengan sang pemilik cincin, bahannya adalah bahan Blood Stone dan Regest Stone " ucap Naruro sambil membaca data cincin yang dia dapat di jamnya.
" Hah? Apa maksudmu? "
" Blood Stone adalah batu yang bereaksi dengan darah, bagian dalam dari cincin ini adalah Blood Stone yang telah di beri sel darah kita masing-masing yang membuat Cincin ini menyatu dan tidak mudah lepas, lalu Regest Stone, Batu yang bisa menyesuaikan bentuk dari bahan yang menyatu dengannya, walau cincin yang dulunya kecil akan bertambah besar sama layaknya usia manusia, maka dari itu cincin ini tidak mau lepas " ucap Naruto panjang lebar.
" Cih, sialan " desis Hinata " Lalu kenapa kau terus mengikutiku? Bukankah masalah kita sudah jelas? " tanya Naruto melirik ke arah Hinata.
" Humph, kenapa? Apa kau terganggu jika ada aku? " tanya Hinata mendengus " Tidak juga, Lagi pula kenapa kau mengikutiku? " jawab Naruto lalu bertanya kembali.
" Maa~ kalau soal itu... " gumam Hinata sambil memainkan jarinya " Kau pasti kesepian bukan? " tebak Naruto membuat tubuh Hinata menegang.
" Sepertinya benar "
" Ma-Mana mungkin seperti itu, a-aku tidak kesepian tahu " elak Hinata sambil marah-marah namun terlihat lucu " Lalu, kenapa kau terus berada di dekatku?, walaupun aku musuhmu seharusnya kau menjaga jarak dengan musuhmu sebelum nyawamu melayang " tanya Naruto lalu memberi nasehat.
" So-Soal itu... A-Aku tidak memandangmu sebagai musuhku " ucap Hinata malu-malu " Soalnya k-kau sudah pernah menyelamatkanku " lanjut Hinata mengalihkan pandangannya.
Naruto yang mendengar itu berpikir sesaat dan saat itu dia teringat ketika dirinya mengamuk sendirinya saat melawan Leviathan " Ah, soal itu jangan terlalu di pikirkan, itu kewajibanku untuk menyelamatkan kalian semua dari bahaya " balas Naruto sambil melambaikan tangannya.
" Lalu, Apa tidak masalah dengan hal ini? Apa kau tidak takut dengan si Uchiha itu? " tanya Naruto lagi " Untuk kali ini tidak masalah, lagi pula Uchiha-san tengah pergi bersama yang lainnya kecuali aku, tapi jika untuk takut dengan sang uchiha... Takut... Sangat takut sekali " jawab Hinata gemetar ketakutan.
Naruto yang mendengar itu terdiam bahkan dia secara langsung melihat ekspresi ketakutan Hinata ' Apa sebegitu takutnya kah dia ' batin Naruto.
' Kuso, sebenarnya apa yang telah di lakukan oleh si brengsek itu ' batin Naruto sambil mengepalkan tangannya " Ne Hyuuga-san " panggil Naruto sambil mendekatkan wajahnya pada Hinata.
" Ada ap.. " perkataan Hinata seketika terhenti ketika bisa melihat wajah Naruto yang sangat dekat dengan wajahnya " O-Oi! Apa maksudnya ini " tanya Hinata menjaga jaraknya namun di tahan oleh Naruto.
" Diam dan tatap mataku " ucap Naruto tegas membuat Hinata tersentak " Un-Untuk apa?! "
" sudah lakukan saja "
Hinata yang mendengar kata tanpa penolakan dengan ragu menatap mata milik Naruto, bisa dia lihat mata biru Naruto yang tampak indah di matanya, begitu tajam namun memberikan rasa nyaman dan ketenangan ketika menatap matanya, namun salah satu mata Naruto tampak beda walau tipis tapi dia tahu bahwa mata kanan Naruto tampak berbeda
Deg!
" Ugh! " lenguh Hinata sambil memegangi kepalanya ' Sepertinya berhasil, dengan begini tidak ada yang perlu di khawatirkan ' batin Naruto bernafas lega dalam hati.
" Dengarkan Aku Hyuuga-san " ucap Naruto tegas " Tidak ada yang perlu kau takutkan, mungkin kau takut dengan Sharingan milik Uchiha brengsek itu, tapi ingatlah tidak ada yang bisa menandingi Tuhan jika dia marah, jika si uchiha itu marah padamu karena hal ini, jangan gentar melawannya karena dia tidak akan berani melukai anggota terbaiknya " ucap Naruto tegas.
" Kau tidak tahu apa yang di lakukan oleh Uchiha itu jika anggotanya membangkang dia itu tak kenal ampun tahu "
" Begitukah? Kalau begitu aku akan berjanji padamu "
" Hah? "
" Aku berjanji akan melindungimu dari Uchiha itu jika dia menyakitimu, Kapanpun dan di manapun, Walau kau musuhku, Walau kau tunanganku tapi kau tidak menerimaku sebagai tunanganmu, aku akan tetap melindungimu "
" Aku Uzumaki Naruto berjanji padamu dan aku tak akan pernah menarik kata-kataku "
" Itulah janjiku "
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
Hinata yang mendengar perkataan Naruto terpaku, apa lagi melihat mata Naruto yang menunjukkan keseriusan mereka dirinya seolah-olah terjebak di lautan yang sungguh mencengkam namun memberikan ketenangan untuknya.
" A-Apa yang kau katakan?! A-Aku tidak butuh janjimu hmph! " ucap Hinata menjaga jaraknya sambil mendengus " Hahaha tidak perlu sungkan " balas Naruto sambil tertawa pelan.
" Jaa~ mau ikut denganku? " tanya Naruto sambil mengulurkan tangannya " Ke mana? " tanya Hinata penasaran.
" Maa~ kita jalan-jalan bersama saja lagi pula kau bosan jika sendiri bukan? Lebih baik kita sama-sama mencari hiburan " jawab Naruto
" Heh~ apa ini semacam kencan? " gumam Hinata sambil menatap tangan Naruto " Jika kau berpikir seperti itu, itu terserah kau, tapi aku melakukan ini sebagai teman saja " ucap Naruto bersikap santai.
" Maa~ tidak ada salahnya " gumam Hinata menerima uluran tangan Naruto lalu jalan bersama di tengah kota.
.
Industrision Weapon Dragons Warriors
14.00 PM
.
Di sebuah tempat di konoha, tepatnya di sebuah Industri besar senjata perang naga yang ada di konoha, tampak perusahaan tersebut tengah menciptakan sebuah senjata berukuran besar seperti naga namun berbentuk seperti cacing.
Alat-alat di sana tampak bekerja keras memperbaiki alat tersebut yang memiliki banyak kerusakan, bahkan para manusia yang ikut membantu tampak kewalahan memperbaiki mesin besar seberat 1.000.000 Ton dan memiliki besar dan panjang sekitar 900 meter hingga 2000 meter.
" Hahhh~ sepertinya mereka bekerja keras sekali ne " gumam salah satu penjaga yang ada di luar industri yang melihat bekerja kerasnya para pekerja " tentu saja. Alat itu akan menjadi alat pembantu untuk Naruto-sama jika terjadi Kudeta Konoha " jawab teman di sampingnya.
" Mungkin Jika Naruto-sama ikut di sini, pasti alat itu akan cepat selesai " gumam orang tersebut.
Tap!
Pandangan mereka seketika teralih ketika melihat sosok berkerudung di depannya dengan cepat kedua orang tersebut mengarahkan senjata mereka ke arah orang tersebut.
" Siapa kau? "
" Lapor, Disini Unit-4B, Delta 09123, melapor terdapat seseorang yang misterius, harap kirim bantuan, kembali kirimkan bantuan " lapor salah satu penjaga melalui incam
" Khuhuhu, walau kalian mengirim bantuan, alat di dalam industri itu pasti akan kami ambil " ucap sosok tersebut lalu melesat dengan cepat.
Buagh!
.
NaruHina Side
.
" Ne Hyuuga-san, apa kau pernah jalan-jalan sebelumnya? kau tampak canggung sekali? " tanya Naruto seraya melirik Hinata yang tampak canggung " t-tentu saja, se-sejak bergabung dengan kelompok Uchiha aku di beri pengawasan ketat, ja-jadi aku tak punya waktu " jawab Hinata sambil memainkan jarinya dengan wajah murung.
" Hm, Jadi begitu " gumam Naruto " Jaa~ ikuti aku, aku memiliki tempat spesial di mana aku yakin kau belum pernah kunjungi " lanjut Naruto sambil menarik Hinata ke sebuah Game Center.
" Game Center? " beo Hinata ketika melihat papan nama tempat yang mereka kunjungi " Benar, ini adalah tempat di mana seluruhnya adalah Game, kau mau lihat-lihat, aku yakin kau pasti tertarik " jelas Naruto sambil mengajak Hinata berkeliling di Game Center.
.
Irina and Xenovia Side
.
" Hyaahh~ senangnya bisa menikmati waktu bersantai di Game Canter " gumam Irina berteriak senang sambil memeluk sebuah boneka beruang " cih, lain kali pasti aku akan menang " desis Xenovia tidak senang.
" Maa~ tidak perlu malu Xenovia, walaupun kau kalah 10 kali dariku " ucap Irina sedikit mengejek Xenovia membuat alis Xenovia berkedut kesal.
" Ada apa Hyuuga-san "
" Ah, Tidak aku hanya sedikit tertarik dengan boneka itu "
Irina dan Xenovia yang bisa mendengar suara ketua mereka seketika menoleh dan betapa terkejutnya mereka ketika Naruto bersama musuh mereka yaitu Hyuuga Hinata.
" Itu... Danchou. Kenapa dia ada di sini bersama Hyuuga " gumam Irina " Sh! Sebaiknya kita sembunyi " peringat Xenovia sambil menarik Irina untuk sembunyi dan mengintip mereka secara diam-diam.
" Oh, Kuma ka? ( Beruang ya? ) " gumam Naruto lalu melirik Hinata yang tampak ingin sekali boneka itu " Kau ingin? Jika iya akan aku carikan untukmu " tawar Naruto membuat Hinata menatapnya antusias.
" Bo-bolehkah? "
" Ha'i, Sudah aku katakan tadi, kita adalah teman tak peduli kau musuh walau hanya dalam lomba, kita tetaplah teman " ucap Naruto seraya memasukkan koin di mesin tersebut lalu memainkannya untuk mendapatkan boneka beruang di dalam mesin tersebut.
" Uwaa~ sedekat apa hubungan mereka " gumam Irina " Mereka tampak seperti kekasih saja " timpal Xenovia.
" Ha'i Ini dia " ucap Naruto menyerahkan boneka beruang yang dia dapat " Uwaaa~! " teriak senang Hinata sambil menerima boneka tersebut dan memeluknya erat.
" Uwaa~ lembut sekali " gumam Hinata sambil mengelus pipinya di boneka beruangnya " Lebih lembut dari pada Hito " Gumam Hinata lagi.
" Hito? " beo Naruto " Um, Boneka serigala yang di berikan oleh Uchiha itu. Terasa sangat berbeda dengan ini, tapi sekarang Aku suka sekali dengan Ruto " curhat Hinata sambil memeluk erat boneka beruang di berikan Naruto.
" Ruto? Apa itu nama beruang itu? "
" Um " jawab Hinata sambil tersenyum, Naruto yang melihat senyum Hinata merona tipis, entah kenapa matanya melihat sifat Hinata yang berbeda " Souka, Jaa~ mau lanjutkan kembali, aku yakin kau akan lebih tertarik dari mainan ini karena masih banyak mainan yang sangat bagus " ajak Naruto.
" Hontou? Saa~ ikuzo " seru Hinata semangat lalu menarik Naruto dengan buru-buru.
' Se-Sebenarnya, seperti apa hubungan mereka? ' batin Irina dan Xenovia shock.
.
" Jaa~ bagaimana menurutmu? " tanya Naruto seraya melirik Hinata yang tampak puas " Haa~ benar-benar seru hingga membuat perutku kelaparan " jawab Hinata sambil mengelus perutnya.
" Oi-oi, jangan seperti, nanti sifat femininmu hilang nanti " ucap Naruto tanpa sadar, dan itu membuat pipi Hinata merona ' Fe-Feminin ' batin Hinata deg-deggan.
" Jaa~ bagaimana jika mencari kedai makan di sekitar sini? Aku bayar " ajak Naruto lagi " E-Eh? Ke-Kenapa kau baik sekali denganku? "tanya Hinata.
" Um? Apa salah? " tanya Naruto " Tentu saja, kau mengajakku bermain, memberiku hadiah dan mengajakku jalan-jalan, tapi tak ada satupun kebaikanmu yang aku balas, apa itu tidak masalah? " tanya Hinata dengan perasaan kalut.
" Ne Hyuuga-san " panggil Naruto membuat Hinata menolehnya " Sebaiknya kita cari makan dulu lalu kita bicarakan itu lagi Ne " ajak Naruto membuat Hinata shock.
' Di-Di-Dia dengar gak sih '
.
Pinggir Kota, Kedai Takoyaki
16.00 PM
.
" Jaa~ Hyuuga-san makanlah, kau lapar bukan, jangan khawatir aku yang bayar " Ucap Naruto seraya duduk di samping Hinata dan memakan Takoyaki miliknya " Ne~ kau mendengarku tadi? " tanya Hinata dengan nada menuntut.
" Umhh~ tentu saja. Jika kau bertanya seperti itu, aku tidak keberatan sama sekali. Lagi pula ketika melihat reaksimu mendapatkan Ruto, kau tampak senang sekali yang membuatku berpikir ' Apakah kau pernah berpergian ', ' Apakah ini pertama kalinya untukmu' seperti itulah yang aku pikirkan " jawab Naruto sambil menerawang ke depan.
" Maka dari itu aku melakukan semua ini agar kau tahu betapa menyenangkannya, serunya dan menikmati harimu yang sepi. Jadi kau tidak merasa kesepian lagi bukan? "
" Me-Memang benar, Ta-tapi... "
" Jangan khawatir, sudah aku bilang kita ini teman, ya~ walau sebenarnya tunangan sejak kecil. Aku tak akan pernah membiarkan orang-orang yang kesepian menderita, akan aku lakukan apapun agar hati orang tersebut agar ceria kembali walau nyawa taruhanku " ucap Naruto berusaha menenangkan Hinata.
" Ta-Tapi jika benar bagaimana? " tanya Hinata " Hehehe, jangan khawatir, seluruh senjata kota ini milikku dan mereka tak akan melukai tuan mereka, hahahahaha! " Ucap Naruto memasang wajah seram seraya tertawa kejam.
" S-Seperti biasa penemuan yang mutahir ne " gumam Hinata tersenyum kikuk.
" Breaking News kali ini, terjadi pencurian mesin besar di Industri Dragons War tadi siang dan pencurian tersebut membuat sebagian industri hancur, korban saat ini belum di pastikan namun terdapat 500 karyawan beserta penjaga industri di sana mengalami kelumpuhan... " Naruto dan Hinata yang mendengar berita tersebut terkejut karena terdapat perampokan atau pencurian, apa lagi sebuah mesin
Tit!
" Naruto-san! " Naruto yang mendengar suara Kakashi di Incam yang dia pasang di telinga langsung merespons " Suara ini, Hatake-san. Ada apa? "
" Bisakah kau datang ke tempat Industri Dragons Wars? Kami membutuhkanmu untuk melakukan penyelidikan? "
" Ha'i, Aku akan segera ke sana setelah aku memberi koordinat pada bola Teleportku " jawab Naruto memutuskan pembicaraannya dengan Kakashi lalu mengetik hologramnya dengan cepat " Falbium, kirimkan Koordinat letak Industri Dragon Wars, aku akan pergi ke sana " perintah Naruto sambil mengeluarkan bola mekanik kuningnya lalu menempelkannya pada kaca jamnya.
" Ha'i "
" Ara-ara kau mau ke sana Naru-kun? " Naruto yang mendengar suara Kurumi menoleh dan benar saja dugaannya " Kurumi-nee, jangan-jangan kau sudah tahu hal ini? " tanya Naruto.
" Tidak, ini berbeda dari waktu yang aku lihat, mereka mengubah alur waktunya, ini di luar dari Zafkenku " jawab jujur Kurumi " Begitu. Baiklah kita akan cek ke tempat itu bersama, Gomenne Hyuuga-san aku harus meninggalkanmu sekarang " ucap Naruto sambil melirik Hinata.
" Um, Tidak apa, lagi pula aku tak punya hak untuk menghentikanmu " jawab Hinata seraya menggelengkan kepalanya " Tapi, Arigato telah menemaniku, memberiku hadiah dan lain sebagainya, aku.. Pasti akan membalas semuanya " lanjut Hinata menatap Naruto sungguh-sungguh.
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum tipis lalu menarik kembali bolanya yang telah di beri tanda lokasi " Jaa~ ittekimasu " ucap Naruto menggenggam tangan Kurumi lalu meremas bola di tangannya.
Swuush!
Seketika sebuah pusaran tercipta dan menghisap Naruto dan Kurumi dengan cepat meninggalkan Hinata yang hanya terdiam ketika melihat kepergian Naruto " Uzumaki Naruto-kun ya... " gumam Hinata sambil menatap cincin di jari manisnya.
" Aku rasa dia tidak terlalu buruk "
.
Industrion Weapon Dragons Warriors
.
Sementara itu di tempat kejadian tampak berbagai pasukan intel saat ini tengah bekerja keras untuk mencari bukti di tempat kejadian, namun karena suasananya yang gelap membuat mereka susah melakukan pencarian bukti.
Swuush! Tap!
Semua seketika menoleh ketika di atas mereka terbentuk pusaran dan mengeluarkan Naruto beserta Kurumi yang dia gendong ala bridal style.
" Dia... "
" Naruto-sama "
" Arigato atas kedatanganmu Naruto-san, kami benar-benar membutuhkan bantuanmu " ucap Kakashi mendekati Naruto " Ha'i, ini juga tanggung jawabku sebagai ketua intel, jadi apa saja yang Baru kalian dapat " tanya Naruto langsung ke inti.
" Sejauh ini belum ada, beberapa Korban hanya mengalami lumpuh dan beberapanya lagi di temukan mati dengan anggota tubuh terpotong, dan juga 7 kamera pengawas di ruangan ini telah di hancurkan sebelum pencurian mesin ini " jelas Kakashi memberi data yang dia dapat.
" Tujuh Kamera hancur dengan ruangan sebesar ini, jangan katakan jika mesin yang di curi ini berukuran besar? " tanya Naruto memastikan " Ha'i, Anda pasti tahu alat yang direncanakan untuk digunakan jika terjadi perang besar, alat yang beratnya mencapai 1.000.000 ton "
Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum berteriak shock " Tidak mungkin?! Jangan katakan jika alat itu adalah Descrotimitor?! " teriak Naruto menjambak rambutnya.
" Anda mengetahuinya? " tanya Kakashi " Tentu saja, itu adalah alat terbesar layaknya cacing naga yang panjangnya bisa mencapai 2000 meter. Bukan hanya itu, alat itu berisikan alat yang aku ciptakan karena di pesan yaitu Argus, sebuah senjata robot berukuran 200 meter yang memiliki 1-100 senjata di dalamnya " jawab Naruto dengan perasaan kalut.
" 2000 meter, 200 meter? Bukankah itu terlalu panjang dan besar?! Juga, alat yang Anda ciptakan itu kenapa harus di pesan oleh mereka? "
" Maa~ itu karena perintah Hokage " jawab Kurumi yang mengetahuinya karena Zafken miliknya " Hokage? Apa Sandaime-sama yang memintanya? " tanya Kakashi.
" Maa~ begitulah "
" Kuso, jika ada yang salah menggunakannya, akan sangat sulit menghentikan alat sebesar itu karena masih banyak bagian dari alat itu yang terbuat dari alat-alatku " desis Naruto sambil menggigit jarinya " Lalu apa ada jejak ketika alat itu di curi, jika alat itu besar tidak mungkin dia bisa lolos " tanya Naruto berharap ada harapan.
" Sebenarnya ada sebuah lubang besar di tempat pencurian, namun setelah di telusuri oleh Byakugan, jalan tersebut buntu " jawab Kakashi " Byakugan? Siapa pengguna Byakugan di sini? " tanya Naruto.
" Dia, Dia adalah Ketua Clan Hyuuga golongan tinggi, ayah dari Hyuuga Hinata, Hyuuga Hiashi " ucap Kakashi selagi menunjuk sosok pria yang tengah di lokasi kejadian ' A-Apa?! ' teriak batin Naruto.
' Ja-Jadi, dia ayah, Hyuuga-san ' batin Naruto " Lama tidak bertemu Naruto-kun " Naruto yang mendengar suara sapaan pada pria di depannya seketika tersentak " A-Ah, Gomen Hyuuga-sama, saya tidak begitu ingat pernah bertemu denganmu, apa kita pernah bertemu? " tanya Naruto penasaran.
" Maa~ itu sudah 9 tahun yang lalu wajar kalau kau lupa " ucap Hiashi sambil berjalan mendekati Naruto " Kalian tidak keberatan meninggalkan kami berdua bukan? Ada yang ingin aku bicarakan dengannya? ".
" Boleh saja Hiashi-san, Tapi... "
" Kurumi-nee, pergilah dengan Cloning milikku dan lakukan penyelidikan dengan Zafkenmu, kau mau bukan? " perintah Naruto sambil membuat Cloning hologram.
" Maa~ itu tidak masalah, tapi aku meminta satu hal padamu " ucap Kurumi sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Naruto.
Blush~
" Ghaaaa! Jangan bercanda! Mustahil Kurumi-nee!? " teriak Naruto dengan wajah memerah " Fufufu~ jaa~ aku akan tunggu hadiahnya ya " ucap Kurumi berlalu meninggalkan Naruto yang masih merona.
" Jadi... " gumam Naruto mengambil nafas dalam-dalam " Ada apa Anda menemui saya? "
" Ne Naruto-kun, bisa kau ikuti aku " Naruto yang mendengar nada perintah tersentak dan langsung mengikuti Hiashi " Sudah 9 tahun tak melihatmu kau semakin besar dan hebat saja Ne Naruto-kun " puji Hiashi.
" Ne Hyuuga... "
" Panggil saja Aku Otou-sama, kau adalah menantuku jadi panggil saja aku seperti itu "
" Ghhaaaaaa! Mustahil-Mustahil! Aku saja baru tahu dari H-Hinata-chan bahwa aku adalah tunangannya!? Da-Dan Juga a-aku baru saja menemui Ci-Cincin ini, ba-bahkan aku tidak ingat jika kami bertunangan " teriak Naruto panik dan mengubah panggilannya pada Hinata
" Heh~ maa~ itu tidak penting tapi apa kau ingat bahwa kau pernah bertunangan dengan perempuan berambut mangkok yang mengajakmu bermain saat kesepian dan mengajarkanmu arti kata cinta? "
" Um? Ya~ aku ingat itu. Kalau tidak salah namanya Laven-chan " gumam Naruto sambil mengingat nama perempuan itu " Benar. Dan dia adalah Hinata "
" ... "
" Are? "
" HEEEEEEHHHH?! " teriak terkejut Naruto " La-Laven-chan?! Hi-Hinata?! "
" Hoohh~ jika kau tidak percaya, kau lihat saja foto ini " ucap Hiashi sambil menyerahkan sebuah foto di mana terdapat Naruto kecil dan Hinata kecil tengah saling bergandengan dengan baju pengantin saling berpelukan dan di lebih mengejutkannya lagi di mana Hinata mencium pipi Naruto di foto tersebut.
Krak!
" HEEEEEHHHH!? " teriak Naruto dengan wajah memerah " Khahaha, ada apa dengan wajahmu Ramen-kun, bagaimana? Perubahan Laven-chan? " goda Hiashi.
" M-M-M-M-Mustahil, La-laven-chan yang aku kenal sungguh berbeda dari sekarang, ke-kenapa... " gumam Naruto mencoba mengenyahkan atau tidak mempercayainya " Mungkin kau benar. Ini karena si Uchiha itu " timpal Hiashi.
" Uchiha, maksud Anda Uchiha Sasuke? " tebak Naruto " Benar, di umur Hinata yang ke sepuluh 10, kami kembali kemari sesaat untuk bertemu keluarga Uchiha, dan Uchiha Sasuke mendekati Hinata dan mengatakan sesuatu pada Hinata dengan bahasa yang tidak bisa di mengerti dan berikutnya sifat Hinata terasa berbeda, dia bagaikan menjadi pelayan Uchiha tersebut " jelas Hiashi mengenai kejadian bagaimana bisa Sifat Hinata berbeda.
" Itu pasti karena Sharingan dan Orochimaru " gumam Naruto " Naruto-kun " Naruto yang di panggil Hiashi meliriknya
" aku mohon menangkan lomba berikutnya hingga kau menjadi Juara Dragons Champions, hanya kau satu-satunya kunci membebaskan mereka dari pengaruh Sharingan Uchiha tersebut, jika dia bebas maka aku titipkan Hinata padamu, tolong jaga dia sebaik-baiknya " mohon Hiashi sambil meninggalkan Naruto yang terdiam.
" Hyuuga-san, jangan tinggalkan aku " Hiashi yang mendengar itu berhenti " Mungkin Anda menganggap saya sebagai menantu Anda, tapi Gomen sebagai menantu aku harus bermusuhan dengan anak Anda, tapi aku sebagai, teman, kekasih dan Tunangan Laven-chan akan melalukan apapun untuk menyelamatkan Laven-chan, tapi aku punya satu pertanyaan " ucap Naruto panjang lebar, Hiashi yang ingin mendengarnya memasang kupingnya sebaik mungkin.
" Jika saja saya gagal menyelamatkan anak Anda, jika saja nanti saya mati dan tidak bisa mengembalikan anak Anda, jika saja saya tidak becus mengurus Laven-chan, apa yang akan Anda lakukan? " tanya Naruto, namun Hiashi belum menjawabnya layaknya dia memikirkan jawaban.
Cukup lama Naruto menunggu hingga akhirnya dia mendapatkan jawaban " Aku akan menerima semua itu. Aku juga tidak mungkin marah pada seorang menantu yang berusaha mengembalikan calon istrinya. Walau kau mengalami kematian aku tidak khawatir ataupun sedih. Tapi ada satu jawaban lagi yang membuatku berkata seperti itu " ucap Hiashi membuat Naruto sedikit tertarik.
" dan apa itu? "
" Walau Kematian mendekatimu, aku yakin kau bisa mengatasinya agar kau tidak mati " ucap Hiashi sambil melirik Naruto dengan senyum tipis di bibirnya, Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu membungkuk pada Hiashi " Arigato telah mempercayaiku, Otou-sama " ucap Naruto.
" Maa~ kita sudahi Reuninya, sebaiknya kita kembali ke tempat yang lain " ajak Hiasbi berjalan lebih dulu di susul oleh Naruto di belakangnya.
Sementara di tempat yang lain, tampak Kakashi bersama teamnya tengah mencari bukti dengan membantu Kurumi yang tengah mengaktifkan Zafkennya untuk melihat waktu yang berlalu agar dia mengetahui kejadiannya.
" Bagaimana? " tanya Naruto yang baru sampai " Sayang sekali, Saat aku ingin melihatnya, sesuatu mengaburkan Zafkenku hingga aku tidak bisa melihatnya dengan jelas " jawab Kurumi dengan nada kecewa.
" Bos, aku sudah menelusuri setiap ruangan Industri ini, ternyata beberapa senjata yang ada di ruangan khusus bernomor 200B, Exd120, Alpha500 dan GWR100 telah menghilang dan mengalami hal yang sama seperti ruangan ini, Empat kamera pengawas dan sistem keamanan di hancurkan tanpa sisa " ucap Naruto Hologram memberikan data yang dia dapat dan memberikannya pada yang asli.
" Tunggu sebentar, biar aku memberitahu Falbium, Ajuka dan Grayfia untuk mengirim alat itu ke sini " ucap Naruto mengambil data tersebut sambil mengetik hologram miliknya " Falbium, Grayfia, Ajuka, kirimkan S.H.D.Q ke koordinat yang aku kirimkan, pastikan alat tersebut aman dalam memasuki gedung dengan ketebalan dua dinding beton " perintah Naruto.
" Ok/Siap Naruto-san! "
" S.H.D.E? " beo pria berambut mangkok bernama Maito Guy.
" Systems Hacking Data base Equiptment, alat yang berguna merantas data, aku akan menggunakan alat ini untuk mendapatkan data di seluruh area Industri " jelas Naruto.
" Ma-Matte, jika begitu bukankah data rahasia kami juga di curi? " tanya salah satu pemilik Industri " Benar, tapi jika kalian tidak ingin aku tidak masalah sama sekali. Tapi jika suatu saat alat tersebut di gunakan untuk yang tidak-tidak apa kau mau tanggung jawab " jawab Naruto tegas.
" T-Tentu saja tidak "
" Kalau begitu diam dan minum kopi saja sana " ucap Naruto tegas " Naruto-san, alat yang Anda minta akan sampai dalam 10 detik lagi, kami telah mengirimnya melalui Canon " Naruto yang mendengar suara Grayfia mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.
Braaaak!
Dan tak kama setelah itu, dari belakang sesuatu menghancurkan tembok di belakang Naruto dan berhasil di tangkap Naruto dan itu adalah sebuah tas berukuran sedang.
Wush! Tang! Tang!
Setelah menangkapnya, Naruto melempar tas tersebut ke depan agak ke atas dan saat itu juga Tas tersebut berubah menjadi Meja berukuran besar memanjang dengan banyak hologram tercipta sebagai layarnya.
Twung! Ting! Ting! Ting!
Dengan cepat Naruto menggerakkan tangan dan jarinya memasukkan sandi, sidik jari dan tangannya untuk mengaktifkan alatnya lalu menjalankannya dengan gerakan cepat miliknya.
" Activity Hacking " ucap Naruto sambil mengetik hologramnya dengan cepat.
" Hacking Activity "
Sret~ Wush! Wush!
Setelah itu dari alat Naruto keluar dua kabel yang perlahan memanjang dan langsung menyatu dengan CCTV yang hancur.
" Hacking Data "
" Sugoii " gumam Kotetsu " Sepertinya Hokage-sama tidak salah memilih anggota intel " bisik Ibiki di samping Kakashi.
" Um, Aku setuju untuk itu " timpal Kakashi " Kurumi-nee, bisa kau tempelkan tanganmu di sidik tangan tersebut, aku akan menyambungkan penglihatanmu pada Zafken ke alatku agar aku bisa memprediksi pergerakan mereka " pinta Naruto sambil menunjukkan sebuah hologram dengan gambar sebuah telapak tangan.
" Fufufu~ tentu saja " Terima Kurumi sambil melakukan apa yang di minta Naruto " Danchou! " Naruto yang mendengar suara anggotanya melirik sebelum kembali fokus.
" Kebetulan sekali, Asia-chan bantu aku melihat hasil Hacking dan cek setiap rekaman CCTV dari jam 8 pagi hingga sekarang setelah itu Cek Data dari Ruangan yang telah aku berikan selip kertas di sana " perintah Naruto langsung " E-A-Ah! Ha'i! " jawab Asia langsung berlari ke tempat Naruto dan membantu Naruto.
Semua yang melihat kerja keras Naruto terkagum, mereka bagaikan tak bisa bergerak ketika melihat Naruto bekerja keras mendapatkan hasil dari penyelidikan ini. Setelah mendapatkan seluruh data dengan cepat Asia melakukan pengecekan.
" U-Uwaa, Terlalu banyak " gumam Asia bingung harus melihat yang mana " Kalau begitu, Minna! Di sini terdapat 160 CCTV, Aku ingin kalian mengecek setiap CCTV masing-masing tiga kamera! " perintah Naruto langsung mengendalikan seluruh Hologramnya bergerak ke seluruh orang yang ada di ruangan dalam bentuk tiga hologram.
" Asia lakukan pengecekan " ucap Naruto cepat lalu melakukan Proses pada Zafken Kurumi " Kurumi-nee, aktifkan teknik pelihat waktu mundurmu di tempat alat itu, agar aku bisa melihat gambaran dari Zafken " perintah Naruto.
" Danchou! Terjadi penyerangan di Kamera 11! " seru Julis, dengan cepat jari Naruto menekan tombol stop pada Kamera 11 " Di sini kamera 25 "
" 10 "
" 15 "
" 21 "
" 40 "
" 8 "
" 18 "
" 6 "
Setelah mendapatkan hasil dari seluruh Kamera, Naruto mulai memfokuskan penglihatannya pada rekaman gambaran pada Zafken Kurumi dirinya bisa melihat sosok berkerudung tengah berdiri di depan alat berukuran besar para penjaga dan pekerja telah dia lumpuhkan, setelah itu dia menaiki alat tersebut dan menggali tanah tepat di bawahnya.
" Baiklah kita ligat melalui gambaran tembus pandang " gumam Naruto mengetik hologramnya dengan cepat.
Tring!
Seketika layar Hologram memperlihatkan gambaran tembus pandang dan alangkah terkejutnya Naruto ketika di bawah tanah tercipta portal yang menghisap alat besar tersebut, itulah sebabnya kenapa jalannya buntu. Namun setelah portal itu menghilang sebuah aksara tercipta dan berikutnya gambaran menjadi rusak membuat Naruto mendecih.
Tak mau kehilangan data, Naruto menyimpan rekaman tersebut lalu memfokuskan dirinya pada Data yang dia suruh pada Asia untuk mencari tahunya " A-A-Apa-Apaan ini " gumam Naruto tergagap.
" Ada Apa Danchou? " tanya Kirin penasaran " Sial! Ternyata kalian juga memesan Elvenkif, Gregonrit, Brentifet dan Raykingen, Apa lagi kalian menambahkan Gear-Gear monster yang sangat mematikan jika di gabungkan. Apa kalian tahu jika benda itu bukanlah benda sembarangan yang bisa kalian tingkatkan untuk politik!? " geram Naruto lalu membentak pemilik Industri membuat sang Industri sedikit ketakutan.
" Danchou, sebenarnya seperti alat ini? Ini hanya terlihat seperti bagian tangan kanan robot yang berisikan senjata, Tangan kiri Robot yang berisi perisai, layaknya sayap kapal dan... Sebuah kapak " tanya Kiba Yuuto penasaran kenapa Naruto tampak marah ketika empat alat yang menurutnya biasa saja di tingkatkan
" Walau kau mengatakan seperti itu, itu adalah alat milik Argus sendiri, jika empat alat ini di satukan maka Argus akan sangat sempurna dan tak bisa di kalahkan sebelum prisai di tangan Kiri Hilang, Prisai bernama Gregonrit adalah Prisai yang terbuat dari tujuh bahan metal yang berbeda, setiap lapisan memiliki kekuatan yang berbeda, untuk Elvenkif itu adalah senjata yang mengumpulkan listrik dalam satu titik dan menembakkan energi tersebut dengan kecepatan kilat, jika itu terkena gedung, bisa di pastikan 10 deret bangunan hancur.
Untuk Bretifet adalah Sayap Argus, kegunaannya jika sayap itu aktif akan menambah energi Argus jika saja sudah melemah, apalagi energi yang bisa di tampung tidak terbatas, Lalu Raykingen sebuah kapak yang berisikan energi api hitam jika sekali kena maka dampaknya akan mengeluarkan Api Hitam " jelas Naruto Hologram, semua di sana langsung merinding mendengar empat alat yang terlihat biasa namun mematikan.
" Naru-kun, tenangkan dirimu jangan terbawa emosi " ucap Aiz mendekati Naruto dan menepuk pundak Naruto " Tapi... "
" Apa kau melupakan alat yang sangat ingin kau ciptakan sejak kita bertemu? Aku ingat jika kau sudah besar akan membuat alat tersebut " ucap Aiz sambil tersenyum ke arah Naruto berharap Naruto tenang dan mengingat apa yang dia katakan.
" Maksud Aiz-nee... "
" Tengu " Potong Kurumi membuat mata Naruto melebar " Tengu... Kalau tidak salah itu adalah nama gambaran robotku sejak kecil " gumam Naruto
" Benar juga. Mungkin masih ada harapan " gumam Naruto semangat " Asia! Periksa data seluruh ruangan industri ini, pastikan alat-alat di sini masih ada agar memastikan tidak ada alat yang di curi kembali. Jika kau ketemu alat yang berguna untuk robot beritahu aku " perintah Naruto cepat, setelah itu Naruto menekan tombol lain hingga memperlihatkan wajah Grayfia.
" Grayfia, kirimkan seluruh personil, alat, Gear dan lain sebagainya untuk membuat Robot Tengu di lokasi dalam waktu 1 jam dari sekarang "
" eh? Kenapa? "
" Lakukan saja "
" H-Ha'i " jawab Grayfia lalu memutuskan sambungannya.
" Nii-san, aku menemukan beberapa alat yang mungkin cocok " seru Asia sambil memperlihatkan data alat yang dia dat pada Naruto, dengan gerakan cepat Naruto membaca seluruh data tersebut dan sebuah senyum tercipta di bibir Naruto
" Yosh, dengan begini sempurna "
" Ma-Maaf kami terlambat! " semua seketika menoleh dan mendapat Xenovia dan Irina yang tampak pucat dengan nafas terengah-engah
" Kalian? Dari mana saja kalian? " tanya Tohka " Se-Sebenarnya... " sebelum menjawab Xenovia dengan cepat mengunci bibir Irina.
" Dengar Irina, jangan menjawab yang macam-macam. Kita memang melihat Danchou bersama Hyuuga Hinata, tapi ambil saja bagian positifnya siapa tahu Danchou tengah mencari info " bisik Xenovia.
" Jaa~ Aku harus jawab apa? "
" Katakan saja kita terlalu asyik main di game Center "
" Oy, Apa yang kalian bisik-bisikkan " tanya Julis menuntut " Tidak... Tidak ada "
" Naruto-san, semua yang kau minta telah di berangkatkan, kami akan tiba sekitar 30 menit lagi " ucap Grayfia memberitahu.
" Yosh! Dengan begini robot yang aku miliki sejak kecil akan di bangun " gumam Naruto penuh semangat
" Danchou, Apa ada yang bisa kami bantu? Kami juga ingin membantu? " tanya Claudia menawarkan diri membuat Naruto melirik kebelakang di mana seluruh anggotanya tampak siap membantunya, bukan hanya itu, Pasukan Intel juga tampak siap membantu " Kami juga akan membantumu Naruto-san " ucap Kakashi membuat Naruto tersenyum lalu menghadap kebelakang.
" Yosh! Minna! Mohon bantuannya! "
" HA'I! "
" Etto... Memang kita akan melakukan apa? "
.
Other Place
.
Di sebuah tempat yang gelap dan minim cahaya, tampak sosok orang tengah berdiri sambil menghadap ke sebuah ruangan yang besar dan kosong.
Trrroong! Grrooooong!
Tak lama setelah itu dari dinding muncul sebuah mesin besar yang menghancurkan dinding dan membuat suara yang keras, sosok yang masih berdiri di sana menyeringai ketika melihat mesin itu.
Ting! Ting!
Tak lama setelah itu dari mesin tersebut keluar sosok orang berkerudung dan berjalan lemas ke arah sosok berambut panjang
" Apa berjalan lancar? " tanya orang tersebut pada sosok berkerudung " Um, Tapi aku mengalami sedikit masalah karena ternyata banyak juga penjaga di tempat tersebut " jawab sosok tersebut
" Maa~itu tidak penting yang penting alat ini berhasil kita dapatkan " ucap Sosok itu menyeringai.
.
Naruto Side
18.00 PM
.
Sementara itu di tempat Naruto, tampak Naruto masih berada di tempat alatnya namun dengan posisi berbeda yaitu kamarnya, dirinya saat ini melihat rekaman dari Kamera pengawas yang telah di tanda, untuk yang lain tampak mereka saat ini telah kembali pulang dan akan membuat rancangan robot bernama Tengu Besok.
" Permisi Danchou " Naruto yang mendengar suara Kirin seketika menghentikan sedikit aktivitasnya " Masuklah Kirin-chan " jawab Naruto.
Srreet!
Setelah itu pintu kamar Narutopun terbuka memperlihatkan Kirin yang memakai pakaian santai berjalan ke arahnya" Danchou, Asia-chan bilang saatnya makan malam, Danchou di suruh turun olehnya "
" Maa~ katakan padanya aku akan menyusul, Aku harus menuntaskan kasus ini dan menyelesaikan rancangan Tengu " ucap Naruto sambil memfokuskan dirinya pada layar kembali.
" Apa yang kau katakan? "
Bletak!
" Ittai! " ringis Naruto ketika kepalanya di pukul dengan sabuk pedang dengan cukup keras dan tak lain dia adalah Aiz " Itte~ Aiz-nee, kenapa kau menuhhmmph! " perkataan Naruto seketika terpotong karena Aiz memasuk omlet yang telah dia bawa kemulut Naruto ( Yang jelas tidak semua langsung di sumpal ke mulut Naruto )
" Kau itu harus makan juga tahu, Kau itu butuh tenaga, jangan paksakan dirimu walau kau itu ketua intel " bentak Aiz tegas " Gluk~ bicara intel, aku penasaran bagaimana kalian tahu bahwa aku adalah ketua intel terlebih tadi sore bagaimana kalian tahu jika aku ada di sana " tanya Naruto menatap intens Aiz dan Kirin.
" Tentu saja karena Hatake-san memanggil kami dan menjelaskannya pada kamu, tadi siang juga mereka memanggil kami untuk berkumpul " jawab Aiz membuat alis Naruto berkedut " Jadi si guru mesum itu " desis Naruto.
" selain itu... " ucap Aiz membungkukkan sedikit badanya membuat tubuhnya mencondong ke arah Naruto yang masih duduk di kursinya " Masalah ini serahkan padaku dan Kurumi-san, sebaiknya kau juga mengirim Cloning Hologrammu untuk membantu menyelesaikan program ini, lagi pula Lomba akan di mulai dalam 7 hari lagi, artinya kalian harus melakukan latihan untuk lomba berikutnya " usul Aiz membuat wajah Naruto tampak tak senang.
" Hehh~ Membosankan "
" Tidak boleh protes "
Tak!
" Ittai! "
" permisi " Naruto yang mendengar suara lain menoleh dan mendapati Tohka yang berjalan ke arahnya " Oh, Tohka. Ada apa? " tanya Naruto sambil mengelus kepalanya.
" Anoo... Ettoo.. " gumam Tohka sambil memainkan jarinya " Un? Ada yang ingin kau katakan? "
" Etto... Sebenarnya sudah lama aku diam di Konoha, t-tapi.. Aku tak begitu mengenal seluruh daerah ini membuatku susah bepergian.. A-Aku juga sudah meminta pada yang lain untuk menemaniku.. Tapi m-mereka terlalu sibuk, ma-maka dari itu... " Ucap Tohka malu-malu
' Entah kenapa melihatnya aku jadi melihat Laven-chan yang kedua ' batin Naruto " Ma-maukah kau mengantarku jalan-jalan besok? " lanjut Tohka membuat semua di sana terdiam termasuk Naruto, otaknya memproses kata terakhir itu sementara Aiz, Kirin sudah mengetahui arti kata itu.
" EEEEHHHHHHH?! "
.
Gremory Place
.
Di sebuah rumah besar dengan papan nama keluarga Gremory, tampak di sebuah Ruangan terdapat sosok pria berambu merah dengan wajah yang tegas tengah duduk di ruangannya sambil menatap sebuah Foto di mana terdapat sosok perempuan berambut merah sekitar 9 tahun tengah memeluk pemuda berambut pirang yang mengarahkan tangannya ke depan sambil memberi tanda Peace.
" Sudah 8 tahun tidak bertemu. Bagaimana kabarnya ya " gumam pria tersebut lalu meletakkan foto tersebut dan menyandarkan tubuhnya " Permisi Otou-sama " pria berambut merah yang mendengar suara seseorang menoleh seketika.
" Silahkan masuk Sirzech " ucap pria tersebut, setelah itu tampak Sirzech bersama seseorang di sampingnya tengah berdiri di depan pintu lalu memasuki ruangan pria tersebut " Oh, Sairaorg ada di sini " gumam Pria itu lagi.
" Ha'i, Zeoticus-sama. Saya datang bersama Sirzech setelah menjemputnya dari Rumah sakit " ucap sosok bernama Sairaorg dengan sopan.
" Rumah Sakit? Memang kenapa hingga kau masuk rumah sakit? " tanya pria bernama Zeoticus pada anaknya " Akan susah menjelaskannya. Tapi intinya aku berkorban untuk keselamatan Rias-chan " jawab Sirzech drop membuat Sairaorg tertawa.
" Hahahaha, aku ingat bagaimana wajahmu saat masuk rumah sakit karena di hajar habis-habisan oleh Uzumaki Naruto " tawa Sairaorg membuat Sirzech mendelik ke arahnya " Jangan mengingatkanku baka! "
" Uzumaki Naruto? " gumam Zeoticus merasa tak asing dengan nama itu " Mungkinkah?! Teman Rias-chan saat kecil?! " kejut Zeoticus.
" Itu benar Otou-sama, aku berkorban agar Rias-chan selamat dari kuncian Uchiha Sasuke, saat ini Rias ada di bawah pengaruhnya " jawab Sirzech jujur.
" Heehh~ terdengar menarik sekali " gumam Zeoticus " Sairaog, aku punya perintah untukmu. Lusa temui Naruto-kun dan suruh dia kesini ada yang ingin aku bicarakan dengannya " perintah Zeoticus.
" Ha'i " jawab Sairaog " Otou-sama, bukankah terlalu dini melakukan itu? " tanya Sirzech.
" Huh! Mungkin kau benar, tapi... " dengus Zeoticus sambil memejamkan matanya " Aku sudah tidak sabar melihat mereka bersama "
Bletak!
" jangan bicara sembarangan Anata " ucap Wanita berambut cokelat memberikan bogeman di kepala Suaminya " V-Venela-chan, se-sejak kapan kau di sini " tanya Zeoticus tergagap.
" Baru saja A-na-ta " jawab wanita bernama Venelana penuh penekan " Memang aku setuju jika Rias menikah bersama Naruto-kun, tapi ini masih terlalu dini untuk putri kita "
" Maa~ jangan begitu dong Venela-chan, apa kau tidak mau menimang cucu " bujuk Zeoticus dan tampaknya itu berhasil membuat Venelana menimbang-nimbang kembali.
" Mou! Sudah hentikan semua ini!? " teriak Sirzech, Sairaorg yang ada di sampingnya menoleh dengan polosnya.
" Apanya? "
" Pembicaraan kalian!? Kalian membicarakan nikah-cucu! Rias-chan terlalu dini untuk itu?! " omel Sirzech
" Ara~ apa kau tidak menerimanya Sir-zech-kun? " tanya Venelana dengan nada penuh penekanan membuat Nyali Sirzech Turun " Go-Gomenasai "
.
Naruto Side
.
" Hachii! " sementara di tempat Naruto, Naruto yang masih menonton rekaman kejadian Di Industri bersin seketika " Ugh~ siapa yang membicarakanku saat ini " gumam Naruto menggosok hidungnya lalu memfokuskan dirinya menonton rekaman kejadian Di Industri, sudah seluruh rekaman yang dia tonton dan point utama dari sang penyerang adalah tangan berlapis aura biru.
Hanya satu orang yang Naruto kenal yang bisa menggunakan teknik tersebut dan dia adalah...
Tit!
Dengan cepat Naruto menghentikan rekaman karena wajah sosok tersebut terlihat jelas di matanya dan sosok itu adalah...
.
.
.
" Kabuto... Yakushi "
.
.
.
.
.
.
.
.
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
" Hehh~ jadi ini pertama kalinya kau berkeliling "
" U-Urusai! Memang apa salahnya?! "
" Ne Naruto, apa itu? "
" Hehh~ jadi ini pertama kalinya kau memakan Roti kedelai? Dasar "
" Aku tidak mau mendengar itu darimu!?
" Bagaimana apa kau puas? "
" Tohka, Awas! "
" Kau, Sangat-Sangat-Sangat cocok untuk mati "
Selanjutnya Ch 20 : Dragons Champhions Arc II : Kembali kencan dan Penyerangan tak terduga yang membawa bencana ( Back To Date and The Attacking Unexpected Brought A Disaster )
.
Note : Yo! Up lagi nih, bagaimana cerita kali ini? Apa kalian puas? Apa kalian senang? Yaa~ maaf jika tidak memuaskan bagian NaruHinanya, hanya segitu saja yang saya bisa buat adegannya.
Lalu untuk Adegan Besok, Akan mengambil Sebagian NaruTohka dan NaruRias, tapi kebetulan saya istirahatkan dulu NTDF ini dan melanjutkan NACTLM karena hanya cerita itu saja yang belum saya lanjutkan. Untuk The Magical Battle akan saya hapus kembali karena saya sudah mendapatkan gabungan ide dengan menggabungkan beberapa bagian di chapter sana dengan cerita ini. Jadi anggap saja dua cerita jadi 1.
Lalu teknik apa yang di lakukan oleh Naruto pada Hinata akan terjawab seiringnya cerita. Lalu untuk Kurumi mungkin kalian mengira Kurumi adalah musuh di balik selimut tapi tidak. Kurumi melakukan pembunuhan karena alasan khusus dan akan terjawab di Arc V karena di sanalah Partner, Kebenaran dan seluruh rahasia yang belum di bahas di sini akan di mulai di Arc V.
Etto.. Saya juga sebenarnya mencari refrensi cerita kalau saja ada waktu, tapi saya minta pendapat saja dulu, apa ada yang tertarik jika cerita Naruto di gabung dengan Nisekoi? Kebetulan saya baru menonton itu Anime membuat saya tertarik bahkan hingga gak bisa tidur. Jika ada yang berminat langsung saja Review.
Lalu teknik mata Naruto, Masih sama seperti sebelumnya daftarnya, saya akan mengisi kembali nama tekniknya begitu teknik itu muncul. Lalu alat besar yang ada di cerita ini kalian pasti tahu robot di transformer 3 yang kayak cacing itu sama robotnya yaitu Shockwave, namun Shockwave di ganti dengan Argus, wujud Argus sama seperti di Mobile Legend yang skin pertama bukan yang putih.
Lalu Tengu, Robot ini akan muncul di Arc III alat ini akan di gunakan untuk lomba The Ring Dragon. Hahahaha kalian pasti penasaran seperti apa pertandingan itu, tapi akan kami bahas begitu sampai di Ch 21.
Jaa~ itu saja penjelasan dari saya mengenai ch kali ini jika ada yang ingin tanyai PM saja saya karena akan lebih cepat saya membalasnya, Jaa~ saya Dedek, Undur Diri. Oh~ selain itu karena mendekati Galungan dan Kuningan, saya sebagai umat Hindu mengucapkan pada kalian selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan tapi yang tidak merayakan selamat berlibur ( Kalaupun ya libur :v ). Jaa~
Please Review
