Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Opening Akino-Miiro

Asa no hikari mabushikute

( Kamera bergerak mundur memperlihatkan kelompok Naruto dari samping Hingga Naruto yang sama-sama menatap matahari terbit )

Fix first

( Kamera berubah menjadi di belakang mereka lalu bergerak ke atas langit )

Weigh Anchor!

( Muncullah Judul cerita ini )

Kotoba mo nakute

Tada nami no oto kiiteta

Kioku no imi tamesarete iru mitai ini

( layar di ganti dengan setengah wajah Kiri Naruto yang tengah menundukkan kepalanya di tempat gersang di malam hari lalu berubah menjadi sebagian kanan wajah Naruto di mana mata Kanan Naruto yang memperlihatkan Clock Eyesnya di tempat padang rumput yang luas )

Yami no naka demo omoidasu

Mae ni susumu no

( Layar kembali di ganti Asia yang tengah berdiri di tebing dengan pemandangan yang indah perlahan menoleh ke belakang dan tanpa di sadarinya setetes air mata jatuh ke tanah )

Mite ite yo

( Air Mata Asiapun jatuh ke ke tempat yang gelap dan membuat gelombang air kecil )

So repeatedly, we won't regret to them

Sonna fuu ni mo kangaeteta no

( Layar kembali di ganti dengan kamera bergerak mundur yang perlahan memperlihatkan seluruh peserta Dragons Champions )

Akogare batsubyou mirai

Zetsubou soushitsu betsuri

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hiruzen berserta anak buahnya dan Tsunade bersama para guru )

Ikutsu mono kanashimi to umi wo koe

( Layar kembali di ganti di mana seluruh kelompok Naruto bersiap dengan mempersiapkan senjata mereka dengan gaya masing-masing )

Tatoe

( Layar kembali di ganti menjadi wajah Naruto yang menghembuskan nafasnya lalu bergerak maju )

Sekai no subete ga miiro ni tokete mo kitto

( Layar kembali di ganti dengan Xenovia, Irina, Koneko dan Kiba yang bergerak liar dengan naga mereka menembaki sasaran-sasaran dengan bersaing bersama kelompok Kirito )

Anata no koe ga suru

Daijoubu kaerou tte

Demo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang bergerak liar sambil menembakkan senjata panahnya dan bersaing bersama kelompok Sasuke dengan di mana Naruto salto ke depan dengan menembakkan panahnya ke belakang )

Sekai ga subete hanten shiteiru no nara

( Layar kembali di ganti di mana Tohka Maju bersama Kirin, Claudia dan Naruto sambil menebaskan pedang mereka )

Sore demo anata to

Massugu ni mae wo mitete

( Layar kembali di ganti menjadi Kelompok Yugito di mana Kelompok Yugito memberikan serangan balik dan layar kembali di ganti dengan Naruto, Kirin, Claudia Dan Tohka yang terpental karena serangan Kelompok Yugito )

Ima negai kometa ichigeki hazeta

( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengusap darahnya, lalu mengangkat wajahnya yang memperlihatkan Clock Eyesnya lalu menyatukan tangannya hingga membuat gelombang angin dan perlahan layar menjadi putih )

.

Chapter 20 : Dragons Champhions Arc II : Kembali kencan dan Penyerangan tak terduga yang membawa bencana.

.

Selasa, 6 November 2090

Kyoto

09.00 AM

.

Kyoto, Pusat dari kota Konoha dimana terdapat 1.000.000 Jiwa manusia dan 60% dari mereka saat ini berlalu lalang di Kota Kyoto melakukan pekerjaan mereka atau melakukan kegiatan biasa mereka, seperti saat ini tampak di salah satu tempat terkenal Tokyo tampak tokoh utama kita yaitu Uzumaki Naruto saat ini Berjalan bersama Toudou Tohka dan beberapa warga.

Saat ini mereka tengah melakukan janji mereka di mana Tohka meminta Naruto untuk mengantarnya jalan, dan Naruto menerimanya karena bagaimanapun Tohka telah banyak membantunya.

" Hehh~ Jadi ini pertama kalinya kau berkeliling " gumam Naruto dengan nada ejekan pada Tohka, sementara Tohka hanya menatap sebal Naruto " U-Urusai! Memang apa salahnya?! " tanya Tohka kesal.

" Tidak. Hanya saja kau memiliki banyak waktu untuk berkeliling bahkan kau bisa menggunakan nagamu, tapi kenapa kau harus mengajakku? " jawab Naruto sambil menatap langit-langit kota yang di lalui banyak penunggang Naga dan Naga-Naga yang di biarkan berkeliaran hingga di panggil kembali.

" S-Soalnya Akhir-Akhir ini aku di awasi oleh beberapa orang Di Kumogaku, mereka bahkan sempat melakukan serangan padaku namun untungnya aku bisa lari, Mungkin mereka berniat mengambil Sandalphonku " Jawab Tohka sambil menundukkan kepalanya.

Naruto yang mendengar itu menatap Tohka Khawatir, karena Tohka hampir sama dengannya, sama-sama di incar untuk merebut barang berharga " Jadi karena itu " gumam Naruto mengerti.

" Kalau begitu... " gumam Naruto memencet Hologram di jamnya dengan cepat hingga memunculkan hologram peta keberadaan mereka, lalu dengan cepat Jari Naruto mengetik di sisi Hologram lain hingga di peta terdapat sekitar 20 titik merah di berbagai tempat.

Setelah itu Naruto mengetik kembali beberapa Hologramnya lalu menghilangkan semua itu dan tersenyum senang " Baiklah, Tohka-san apa kau siap berkeliling denganku? " tanya Naruto dengan senyumnya membuat Tohka kebingungan.

" Kenapa kau tersenyum seperti itu? "

" Ah Jangan risaukan mereka yang mengawasimu sebaiknya kau bersiap karena aku akan mengajakmu berkeliling di kota Konoha ini " ucap Naruto sambil menggenggam sebelah tangan Tohka lalu menariknya sambil berlari kecil.

Dum! Dum! Dum!

Setelah mereka jauh dari tempat di mana Naruto melakukan sesuatu dengan hologramnya terjadi ledakan kecil dan membuat asap hitam yang melambung tinggi.

.

Time Skip – 30 Minutes

" Ne Naruto, apa itu? " tanya Tohka sambil menatap lekat sebuah roti, di sebuah toko roti, Yap setelah Naruto mengajak Tohka berkeliling dan mengenalkan berbagai tempat rekomendasi dari Naruto di Konoha selama 30 menit, mereka atau lebih tepatnya Naruto harus berhenti karena Tohka yang tampak tergiur dengan Roti.

" Apa kau ingin? " tawar Naruto membuat Mata Tohka membinar " B-Bolehkah? "

" Um, Kalau begitu tunggu di sini " ucap Naruto sambil memasuki toko tersebut " Apa maksudnya tadi menarikku " gumam Tohka sambil menggerutu karena masih mengingat dia di tarik secara langsung oleh Naruto.

" dan apa maksudnya jangan risau, apa dia telah melakukan sesuatu dengan pasukan Kumo " gumam Tohka sambil berbalik dan menatap gedung-gedung di sekitarnya ' Maa~ aku memang tidak merasakan kehadiran para pasukan Kumo yang mengawasiku, tapi kenapa? ' batin Tohka.

" Mencari keberadaan mereka? " Tohka yang mendengar suara Naruto langsung menoleh dan dia melihat Naruto membawa banyak satu kresek cokelat untuknya " Jangan Khawatir, aku sudah mengurusnya " lanjut Naruto sambil menawarkan satu Roti di kreseknya.

" T-Tapi... Bagaimana bisa? " tanya Tohka dengan ekspresi terkejut " Hahaha, Itu Rahasia. Sekarang cobalah Roti ini aku yakin kau akan suka " ucap Naruto sambil mendekatkan Roti di salah satu tangannya.

Bau yang menyengat dari Roti tersebutpun memasuki hidung Tohka membuat Tohka mengendus-endus bau tersebut dan seketika sebuah senyuman dengan air liur keluar dari mulut Tohka " I-Ini tidak beracun bukan? " tanya Tohka konyol.

" Baka, Mana mungkin aku meracunimu, sudahlah ayo coba saja " ucap Naruto sedikit tersenyum aneh, Tohka yang mendengar itu langsung memakan Roti di tangan tersebut dan...

" ENNAAAAAAKKK! " teriak Tohka mengambil Roti di tangan Naruto dan memakannya dengan lahap " Enak sekali! Roti ini sungguh Enak " Gumam Tohka sambil mengambil satu roti kembali di kresek Naruto dan memakannya kembali

" Hehh~ jadi ini pertama kalinya kau memakan Roti kedelai? Dasar " ejek Naruto lalu ikut memakan roti miliknya yang berbeda dari milik Tohka " Itu Bukan urusanmu " balas Tohka cuek sambil memakan roti kedelainya, setelah roti kedelainya habis hidung Tohka kembali mencium bau makanan yang enak membuatnya langsung mengikuti bau tersebut.

" Ada apa dengannya " gumam Naruto lalu berlari kecil mengikuti, langkah Naruto seketika terhenti ketika melihat Tohka yang tergiur dengan Sosis bakar, bahkan menatap makanan tersebut dengan membinar, Naruto yang melihat itu Sweatdrop.

" Kau ini, apa kau tidak memakan makanan seperti itu? " tanya Naruto sambil berkecak pinggang " Ne Naruto-san, Apakah makanan ini enak? " tanya Tohka tidak memperdulikan perkataan Naruto tadi.

" Setidaknya dengarkan aku baka! " teriak Naruto kesal. Naruto dan Tohkapun melanjutkan acara keliling nereka dan mereka selalu singgah di tempat-tempat makanan yang mereka lewati karena Tohka, bahkan Naruto bingung walau Tohka telah banyak makan perutnya sama sekali tidak membesar.

Dirinya tidak masalah membayar Makanan yang Tohka ingin makan karena dirinya banyak memiliki tabungan karena usahanya, namun nafsu makan Tohkalah yang membuatnya khawatir.

" Ne~ Tohka-sama apa kau tidak apa jika kau memakan banyak makanan seperti itu? Aku khawatir dengan perutmu yang nanti tidak bisa menampung banyak makanan yang kau makan " tanya Naruto sambil bertopang dagu menatap Tohka yang dengan lahapnya memakan makanan dia belikan.

" Jhngan Khwhatihr Akhum Bhaihk-Bwhaikh Shajha " jawab Tohka dengan penuh makanan " Setidaknya telan dulu makanan di mulutmu itu " ucap Naruto dengan alis berkedut.

" Hahh~ Baiklah bagaimana jika kita mengganti pembicaraannya " ucap Naruto sambil menghela nafasnya " Mengganti? " beo Tohka.

" Bagaimana bisa kau di incar oleh pasukan Khusus? Kau bilang mereka pasti berusaha mencuri Sandalphon milikmu, memang apa yang sudah kau lakukan di Kumo? " tanya Naruto dengan raut wajah serius.

" Kenapa Aku harus menjawabnya pada orang sepertimu? Hmph! " dengus Tohka sambil bersidekap dada dan membuang wajahnya dari hadapan Naruto " Maaf saja ya, tapi aku sudah membelikanmu banyak makanan jadi anggap saja ini sebagai gantinya " geram Naruto dengan perempatan di dahinya.

" Kejadiannya semenjak aku bersekolah Di Kumo sejak kecil, Aku di berikan senjata Sandalphon oleh ayahku dan aku menggunakannya dari Kecil hingga sekarang dan itu menarik perhatian banyak orang. Sempat saat aku berumur 12 tahun, aku di hadang oleh 50 orang seniorku yang menyerangku secara bersamaan.

Akupun melawan dengan Sandalphonku dan berhasil membuat mereka babak belur, namun justru aku di hukum karena melakukan kekerasan pada mereka dan saat itu, amarahku menggejolak dan menghancurkan Sekolah tersebut dengan Sandalphonku. Aku menghapus seluruh jejak agar tidak ada yang mengetahui bahwa akulah si pelaku.

Setelah itu aku kembali bersekolah di sekolah lain yaitu The Dragons Academy Study di Kumo aku mengikuti sekolah itu dengan tenang dan damai hingga 2 tahun, setelah itu di adakan test kemampuan oleh Sekolah, merasa kejadian dimana aku menghancurkan sekolah telah di lupakan akupun menggunakan Sandalphon milikku kembali namun baru beberapa menit aku menggunakannya aku sudah di serang tanpa peduli masih banyak murid di sana.

Akupun harus bertarung dengan mereka secara habis-habisan hingga aku harus menggunakan mode Dua dari Sandalphon yaitu Halvenqueen " cerita Tohka sambil menundukkan kepalanya.

" Halvenqueen? Bukankah itu mode yang hanya bisa aktif karena kemarahan? Bahkan aku sempat melihat data tersebut jika si pengguna tidak bisa mengontrol kekuatan tersebut maka akan menyebabkan ledakan energi yang besar, mungkinkah? " gumam Naruto dengan nada terkejut.

" Memang benar, dan jika kau mengetahui berita di Kumo tentang... "

" Sebuah Sekolah yang hancur luluh lantah dengan kawah sebesar 2 hektar dengan kedalaman 100 meter, kalau tidak salah kejadian tersebut Rabu, 27 November 2087 " potong Naruto

" Benar " ucap Tohka " Pantas saja, Queen memiliki daya energi yang besar, aku membaca datanya saat memperbaiki senjatamu dan perkembangannya bisa mencapai 5% setiap harinya, Queenmu memang lebih menakutkan di banding dengan King milikku " gumam Naruto sambil menyandarkan dirinya di kursi sambil menatap-natap langit kota ( Saat pembicaraan mereka sudah jalan-jalan kembali ).

" Memang bagaimana dengan King milikmu? " tanya Tohka penasaran " King milikku memiliki daya kekuatan 500%, namun kekuatannya tidak bisa bertambah lebih dari itu beda denganmu yang setiap harinya bertambah 5%, Daya hancur milik Queen juga lebih besar di banding King paling sekitar 10% dari milikmu " ucap Naruto sambil membaca data King di jamnya.

" Hmm~ Begitu " gumam Tohka " Jaa~ kau mau ikut ke tempat rekomendasiku selanjutnya, di sana kita akan bermain hingga puas " ajak Naruto membuat wajah Tohka memerah.

" Mesum! Apa rencanamu membawaku ke Love Hotel hah?! " teriak Tohka membuat wajah Naruto ikut memerah " Baka! Yang aku maksud itu Game Center! Game Center! " Balas Naruto membuat Tohka terdiam dengan wajah memerah, Malu.

" Go-Gomenasai "

.

Gedung DSA

11.00 AM

.

Sementara itu di gedung DSA tampak Aiz, Kirin, Kurumi dan Asia saat ini tengah duduk bersama di ruangan Asia sambil menonton TV, mereka mendengar terjadi ledakan kecil di 20 titik dan juga di 20 titik tersebut 20 orang Kumo meninggal dengan kepala pecah dan itu semua karena...

" Naru-kun " gumam Kurumi " Naru-kunlah yang melakukannya " lanjut Kurumi lalu memasukkan roti di tangannya ke mulutnya

" Tapi kenapa? " gumam Asia tidak mengerti, karena Kakak sepupunya itu tidak akan membunuh orang jika tidak perlu " Etto, sebenarnya... " gumam Kirin bingung harus menjelaskan dari mana.

" Apa kau tahu sesuatu Kirin-san? " tanya Aiz penasaran " Un.. Sebenarnya... "

.

.

" Jadi Begitu " gumam Aiz yang sudah mendengar cerita dari Kirin begitu juga yang lain " Aku tidak menyangka bahwa Tohka-chan memiliki kisah seperti itu " gumam Asia sedikit lirih.

" Maa~ kalian jangan Khawatir, jika mereka berusaha menyerang Tohka-san mereka telah memilih tempat yang salah, karena Konoha ini telah di beri persenjataan Oleh Naru-kun " ucap Kurumi yang tampak tenang di tempat sambil memakan makannya.

" Dari mana Kau tahu? " tanya Aiz penasaran " Tentu saja dengan waktu " ucap Kurumi bangga sambil menunjuk mata Zafkennya

" Tapi... Apa yakin kita akan membiarkan Naru-kun mengurusnya? " tanya Kirin merasa tidak enak " Jangan Khawatir, Naru-kun adalah orang yang pintar dan cerdik, dia Kuat dan juga tangguh dia tidak akan mudah kalah " jawab Kurumi meyakinkan Kirin.

" U-Um, Baiklah " balas Kirin pada akhirnya menyerah dan berusaha akan mempercayakannya Pada Naruto

" Ngomong-ngomong apa kita hanya akan diam di sini? Aku yakin yang lainnya sudah berkumpul di sana untuk melanjutkan membuat Robot Naru-kun? " tanya Kurumi yang mulai berdiri " Ah, benar juga sudah waktunya ya " gumam Aiz mulai ikut berdiri di susul yang lainnya.

.

NaruTohka Side

Di waktu yang sama

.

" Hachii! " bersin Tohka " Kau tidak apa? " tanya Naruto yang ada di sampingnya.

" U-Um, Hanya saja entah kenapa aku merasa menggigil " jawab Tohka sambil mengelus tangannya " Maa~ mungkin karena pendingin di Center Ini " timpal Naruto yang sebenarnya juga merasakan kedinginan namun tubuhnya masih bisa menahan dingin tersebut.

" Hahh~ mau bagaimana lagi " gumam Naruto mengetik Hologram di jamnya hingga mengeluarkan biji kecil dan berubah menjadi jaket " Ini pakai, supaya kau tidak kedinginan " ucap Naruto sambil memakaikan jaket miliknya.

" A-Ah, Arigato " gumam Tohka menerima jaket tersebut dan merapatkannya agar dirinya " Jadi, Apa ada salah satu Game Center yang ingin kau mainkan? " tawar Naruto yang sudah mengajak Tohka berkeliling.

" Hahh~ Tidak ada yang seru bahkan seluruh Game di sini tidak ada yang bisa aku mainkan " hela Tohka sambil mengerucutkan bibirnya membuat Naruto tertawa renyah. Pandangan Tohka seketika teralih ke arah sebuah mesin boneka dengan isian boneka seperti Roti Kedelai.

Sring!

Mata Tohka seketika membinar " Tampaknya kau hanya suka makan ne! " teriak Naruto kesal karena jika menyangkut makanan Mata Tohka langsung berbeda.

.

10 menit berselang akhirnya Naruto memainkan permainan tersebut dan menyerahkan boneka yang dia dapat pada Tohka dan... Tohka menerima boneka tersebut sambil menggigit-gigitnya.

Naruto yang melihat tingkah Tohka yang hanya tertarik pada makanan hanya bisa menghela nafasnya " Sepertinya kau suka sekali makan-makan ya " gumam Naruto sambil melirik Tohka yang bersenandung ria.

" Um! Aku sekarang Suka Sekali makanan-makanan di sini! " ucap Tohka dengan nada senang ' Kampret, Nih orang tahu artinya nahan nafsu makan gak sih ' natin Naruto dengan alis berkedut.

" Jika sudah begini pasti dia akan terus pergi ke tempat makanan-makanan dan memakan semuanya, Hahh~ Merepotkan sekali " gumam Naruto sambil menepuk jidatnya.

" Apa Kau tidak suka? "

" Eh? " kejut Naruto ketika sadar bahwa pertanyaan tersebut di arahkan ke arahnya " A-Apa kau tidak suka bepergian denganku seperti i-ini? " tanya Tohka dengan lirih membuat Naruto terdiam.

" Hahh~ " hela Naruto " Dengar Tohka, Aku bukannya tidak menyukai kita jalan-jalan seperti ini, tapi aku hanya tidak bisa menyangka bahwa kau memiliki nafsu makan melebihi manusia biasa, Yang aku inginkan padamu hanya tenang dan ikuti saja aku, aku akan mengajakmu jalan-jalan, kita juga akan mampir ke beberapa toko makanan untuk istirahat nanti, jadi bisakah kau menahan laparmu, kita nikmati waktu ini agar kau tidak menyesal nanti, Ok " jelas Naruto panjang lebar.

Tohka yang mendengar itu melebarkan matanya. Memang benar dia mengajak Naruto untuk memintanya jalan-jalan, namun dirinya justru asyik mementingkan diri sendiri tak memperdulikan sekitar, Naruto telah menjelaskan setiap sisi Kota Konoha namun dirinya hanya cuek dan teralih dengan makanan yang membuatnya tergiur, mungkin dirinya memang harus menahan nafsu makannya

" Jika Kau bilang begitu baiklah, aku akan lebih tenang dan mengikuti setiap Rekomendasimu " ucap Tohka sambil menundukkan kepalanya.

Puk!

Tohka yang merasakan tepukan di kepalanya mengangkat sedikit wajahnya dan dia bisa melihat Naruto tersenyum ke arahnya " Baiklah sekarang kita akan menaiki kendaraan untuk melanjutkan jalan-jalan kita, kau tidak keberatan? " tanya Naruto sambil mengeluarkan Bola biru miliknya

" U-Um, Aku tidak keberatan " jawab Tohka, setelah itu Naruto melempar bola birunya dan berubah menjadi sebuah Mobil Lamborgini, mereka berduapun masuk dan melanjutkan jalan-jalan mereka.

Tohka dengan senantiasa mendengar Naruto yang menjelaskan tempat-tempat yang dia Rekomendasikan untuk dirinya kebanyakan tempat-tempat itu adalah tempat makan, namun ada juga tempat pakaian, Aksesoris dan lain-lain.

Tohka melirik ke arah Naruto yang menyetir sambil menjelaskan tempat-tempat yang mereka kelilingi, melihat wajah Naruto membuat jantung Tohka berdetak kencang bahkan dirinya juga bisa merasakan jika pipinya terasa panas.

" Ada apa Tohka? " tanya Naruto bingung karena Tohka menatapnya tampak intens " Ti-Tidak! Bukan apa-apa! " elak Tohka sambil mengalihkan pandangannya.

" Benar? "

" Urusai! Sebaiknya kau fokus menyetir saja! "

.

Other Place

.

Di sebuah tempat yang gelap, tampak sosok Pria berambut hitam panjang tengah menatap foto perempuan berambut hitam panjang dengan sebuah pedang besar di tangannya, Sosok tersebut menyeringai lalu berbalik menatap empat sosok yang ada di belakangnya.

" Jadi... Siapa yang ingin membunuhnya? " tanya sosok pria berambut panjang " Khuhuhu, Izinkan aku melakukannya... " ucap Sosok bertangan enam menawarkan diri.

" Jangan Gila! Kau tidak mungkin bisa melawannya sendiri! " bentak sosok lain dengan suara perempuan " Biarkan saja, mungkin dia ingin cepat mati " ucap Sosok berkepala 2 tidak peduli

" Khuhuhu, Aku peringatkan padamu saja, jangan membuatnya emosi " ucap Sosok berambut panjang membuat Sosok bertangan enam menyeringai.

" Khahaha, jangan khawatir, akan aku selesaikan dengan cepat... "

" Orochimaru-sama "

.

NaruTohka Place

17.00 PM

.

Di sisi Naruto dan Tohka saat ini mereka tengah beristirahat di suatu tempat dekat dengan pegunungan dan jauh dari Kota, Mereka sudah menjelajahi setiap Kota Konoha, saat ini mereka sama-sama menatap matahari yang mulai terbenam.

" Benar-benar indah " gumam Tohka yang terpaku dengan indahnya matahari terbenam " Um, Kau benar " timpal Naruto

" Bagaimana, Apa kau puas? "

" Um, sangat puas "

" ... " terjadi keheningan di antara mereka berdua. Naruto yang benci situasi hening seperti ini berusaha mencari topik pembicaraan " Ne Tohka, a... "

" Arigato telah mengajakku jalan-jalan Naruto-san " Potong Tohka sambil menatap Naruto dengan senyumnya " Mungkin perkataan terima kasih saja tidak akan cukup untuk semua yang kau lakukan, namun Aku benar-benar berterima kasih padamu hari ini " lanjut Tohka sambil membungkukkan badannya.

" Ma-Maa~ angkat badanmu Tohka, itu bukan masalah kok " ucap Naruto kembali menegakkan tubuh Tohka " Lagi pula kau sudah banyak membantuku di Dragons Champions Anggap saja ini sebagai balasanku padamu " lanjut Naruto

" Tapi... " gumam Tohka " Aku hanya membantu, bukan bagian dari kalian bukan " lanjut Tohka membuat Naruto terdiam.

" Lagi pula aku bukanlah Murid di kota ini, aku juga bukan siapa-siapa dan juga aku adalah Anggota yang tidak resmi, Aku hanya membantumu karena balas budi menolong Kirin-chan, jika aku menerima semua ini, aku sama saja seperti pecund.. "

Plak!

" Aku tidak mau mendengar itu darimu!? " teriak Naruto setelah menampar pelan pipi Tohka membuat Tohka terkejut karena Naruto menamparnya walau tidak terasa sakit " Apa salahnya dengan itu, mau kau bukan murid di sini atau apapun, Kau adalah anggota resmi dari White Fox. Jika kau bukan murid di sini sekolahlah di sini, Jika kau kembali Ke Kumo Tinggallah Di sini! " lanjut Naruto dengan nada keras.

" Tapi! " balas Tohka ikut berteriak " Apa kalian mau menerimaku? Orang yang bisa saja menghancurkan kalian jika aku lepas kendali? Apa kalian akan menerimaku, orang yang di cap sebagai penjahat Kumo, Apa kalian akan menerimaku, kalau aku adalah orang yang di incar Kumo dan bisa saja membuat kalian mati? Apa kalian mau menerimaku?! " tanya Tohka sambil berteriak.

" Tentu saja!? " teriak Naruto membuat Tohka tersentak " Aku, Asia-chan, Kirin-chan! Kurumi-nee-chan-Aiz-nee-chan, bahkan semuanya! Akan menerimamu sepenuh hati, Kejadian yang berlalu biarlah berlalu, sekarang ya sekarang! Kami tidak memandangmu sebagai pembuat masalah! Kami menganggapmu sebagai orang yang berarti bagi kami! Maka dari itu... ".

" Sudah aku bilang!? Jika aku melibatkan kalian maka... ".

" Urusai! Jika seperti itu! Aku akan melindungimu dengan taruhan nyawaku! Aku akan selalu di sampingmu, Aku akan selalu mengawasimu dan Aku akan menerima setiap keluh kesahmu! " teriak Naruto memotong Perkataan Tohka " Raihlah Tanganku Tohka! Aku berjanji akan menerimamu sepenuh hati! " lanjut Naruto

Tohka yang mendengar itu semua menatap mata Naruto dengan Intens mencari kebohongan di sana, namun... Tidak ada kebohongan sama sekali di mata Naruto " A-Apakah benar? " tanya Tohka.

" Tentu saja! " balas Naruto

Perlahan tangan Tohka mulai bergerak ke arah uluran tangan Naruto untuk menerima uluran tersebut. Namun

[" Sekyurito 90% "]

Twush!

" Tohka! Awas! " teriak Naruto sambil mendorong Tohka.

Jrash!

Baru saja Tohka akan protes, Mata Tohka melebar ketika di depan matanya dirinya melihat Naruto tertusuk sebuah panah emas tepat di jantungnya.

Bruk!

Tubuh Naruto'pun Ambruk di depan Tohka dengan mengeluarkan banyak darah, sementara Tohka masih membatu di tempat ketika melihat Naruto mati tepat di depan matanya.

" Wah, Wah sepertinya tidak rugi juga aku berhasil membunuhnya " ucap Seseorang di belakang Tohka dengan jarak 10 meter " Tapi sayang sepertinya kau akan menyusulnya " ucap orang tersebut sambil mengarahkan panahnya ke arah Naruto.

" Aku akan melindungimu dengan taruhan nyawaku! Aku akan selalu di sampingmu, Aku akan selalu mengawasimu dan Aku akan menerima setiap keluh kesahmu! "

" yang kau perlu lakukan hanyalah menerima uluran tanganku "

" Kami, Akan selalu menerimamu "

Deg!

[" Sekyurito 90% "] teriak orang tersebut melancarkan serangan yang sama.

" Beraninya kau... "

BOOOOOOOM!

Seketika Aura Hitam besar keluar dari Tubuh Tohka dan membuat panah sang penyerang terpental karena hempasan angin aura hitam Tohka.

" Adonai Melek " gumam Tohka dengan suara berat.

Sruuuushh~

Twush!

Seketika Aura Hitam Tohka membungkus tubuh Tohka lalu menghilang di gantikan dengan Tohka yang sudah berpakaian Astral Dress miliknya.

" Khahahah! Sepertinya ini akan semakin menarik " ucap Sosok tersebut melompat jauh sambil membidik Tohka Dengan panah di tangannya [" Sekyurito 120% "] lanjutnya.

Twush!

Panah sosok tersebutpun melesat cepat ke arah Tohka, namun...

Sret! Duum!

Dengan keras Tohka menghentakkan kakinya ke tanah hingga membuat getaran keras dan dari belakang Tohka muncul sebuah Singgasana dengan Sandalphon di singgasana tersebut.

Trannk!

Panah tersebutpun tertahan oleh Singgasana Tohka membuat sosok tersebut mendecih tidak suka, setelah itu Tohka berbalik dan menaiki Singgasana miliknya dan menggenggam gagang pedang di Singgasananya.

[" Sandalphon! "] teriak Tohka menarik pedangnya lalu turun dan menebas Singgasananya hingga hancur.

[" Halvenqueen! "]

.

~ Naruto : The Magical Battle ~

.

[" Halvenqueen! "] teriak Tohka

Sring! Twuuush!

Pecahan Singgasana Tohkapun langsung bergerak dan menyatu dengan Sandalphon Tohka membuat Pedang Tohka menjadi lebih besar dan panjang.

" Hohoho, Pedang baru ya " gumam Sosok tersebut menyeringai " Beraninya Kau... "

" Hah? "

" Beraninya Kau... Beraninya Kau, Beraninya Kau, Beraninya Kau, Beraninya Kau, Beraninya Kau! " teriak Tohka mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

[" Halzenqueen! "] teriak Tohka menebaskan pedangnya secara Vertikal.

Sruuuuuuush!

Seketika Sebuah Gelombang Ungu besar tercipta dan melesat cepat ke arah Sosok pembawa panah membuat sosok tersebut mendecih.

BOOOOOOM!

Tanahpun terbelah seketika ketika gelombang Ungu Tohka menghilang, sementara di ujung tanah terbelah, tampak sosok pembawa panah dengan tangan enam tersebut masih berdiri walau dua lengannya telah terputus.

" Kheh! Serangannya boleh juga " geram Sosok tersebut, perlahan tubuh sosok tersebut berubah warna menjadi cokelat " Kau boleh juga Toudo Tohka " ucapnya

Sring!

" Jadi Kau pelakunya? " tanya Tohka sambil menyiapkan pedangnya " Heh! Jika iya kenapa? " tanya Sosok tersebut meremehkan.

Twush!

Seketika sosok tersebut harus terkejut karena Tohka sudah di depannya dengan sebuah tendangan telah di arahkan ke arahnya.

Duak! Swush! Blaaaaaar!

Tendangan Tohkapun berhasil mengenai wajah sosom tersebut membuat sosok tersebut terpental dan menghancurkan beberapa pepohonan.

Sret!

Setelah memberi tendangan Tohka mengangkat kembali pedangnya hingga mengeluarkan Percikan petir hitam [" Halzenkuroyuu! "] teriak Tohka menebaskan pedangnya secara Vertikal kembali.

Bziiiiiiit!

BOOOOM!

Seketika Sebuah Petir Hitam Besar tercipta dan mengarah ke tempat sosok yang dia tendang tadi dan setelahnya sebuah ledakkan besar tercipta karena efek dari Petir tersebut.

Twush! Twush! Twush!

Dari balik asap ledakan tadi keluar 3 anak panah berwarna emas yang bergerak cepat ke arah Tohka, sementara yang di incar tampak santai seolah panah tersebut bukan apa-apa baginya.

Trank!

Dengan sekali mengayunkan pedang, ketiga anak panah itupun terpental sendirinya " Apa sudah selesai " ucap Tohka

" Cih! Jangan senang dulu! " teriak dari balik asap

Wush~

Asap yang mengepulpun menghilang karena hembusan angin dan memperlihat sosok yang dia lawan tengah mengarahkan puluhan anak panah emas ke arahnya [" Sekyurito 200% "] ucap sosok tersebut melepaskan anak panahnya dan gerakan anak panah saat ini lebih cepat dari sebelumnya.

[" Halvenwall "] gumam Tohka mengangkat pedangnya ke sisi kanannya.

Twung!

Trank!

Seketika sebuah Kekkai berwarna ungu tercipta di sekitar Tohka dan berhasil menahan kembali serangan sosok tersebut " Ghhh! Teme! " geram sosok tersebut " Apa sudah? " tanya Tohka menatap dingin sosok di hadapannya.

" Jangan meremehkanku brengsek! " teriaknya sambil menyatukan dua tangannya [" Kuchiyose No Jutsu! "] teriaknya.

Boft!

Seketika sebuah asap besar muncul di hadapan Tohka dan beberapa detik setelahnya tampak sosok laba-laba besar menatap Tohka intens dengan enam matanya, sementara Tohka hanya diam di tempat dengan menatap dingin laba-laba di depannya.

" Ghahahaha! Bunuh dia! " perintah sosok tersebut yang ada di atas Laba-labanya [" Zrasssssh! "] sang laba-labapun berteriak dan langsung berlari ke arah Tohka, Tohka yang melihat itu hanya diam.

Swuush~

Blaaaaarrsh!

Namun tiba-tiba sang laba-laba mengembung dengan sendirinya lalu meledak memuncratkan cairan-cairan Hijau kemana-mana, Sang Sosok yang melihat laba-labanya mati padahal perempuan di depannya tidak melayangkan serangan gemetar ketakutan [" Halvadetsu "] gumam Tohka yang menundukkan wajahnya

' A-Apaan ini, Di-Dia berbeda dari informasi yang di berikan oleh Orochimaru-sama ' batin Sosok tersebut sambil mundur secara perlahan " Apa sudah Selesai? " tanya Tohka sambil melirik ke arah Sang Sosok.

" Sekarang Giliranku " ucap Tohka lalu menghilang membuat sang sosok bertangan enam tersebut melebarkan matanya.

Duak!

" Cough! " sosok tersebutpun harus melebarkan matanya serta memuntahkan darah dari mulutnya karena Tohka telah di sisinya dengan menendang perutnya dengan keras " Akan aku tunjukkan sebuah kekuatan yang sesungguhnya " ucap Tohka

.

Di sisi Tubuh Naruto yang tergeletak, tampak panah yang menusuk jantung Naruto perlahan keluar dari tubuh Naruto dan darah yang tergenang di sekitar Naruto perlahan menghilang karena memasuki tubuh Naruto kembali

Deg!

Seketika Naruto membuka matanya lebar-lebar dan rupanya Naruto telah mengaktifkan Clocks Eyes Jikkan miliknya di mana Jarum Jam Naruto berputar mundur dengan cepat lalu berhenti tepat angka setengah 2.

" U-Ugh " gumam Naruto sambil mendudukkan tubuhnya " Rupanya butuh waktu untuk menyembuhkan luka seperti ini " gumam Naruto sambil mengelus dada kirinya.

' Jika aku telat sedikit saja mengaktifkannya, Aku pasti sudah mati ' batin Naruto " Ah, benar juga Tohka " gumam Naruto tersadar bahwa dia tidak melihat Tohka.

BOOOM!

Pandangan Naruto seketika teralih ke sebuah ledakan besar yang sangat jauh darinya, dirinya harus melebarkan matanya ketika melihat daerah didepannya yang telah hancur luluh lantah di mana-mana.

" A-Apa yang terjadi " gumam Naruto tergagap " Mu-Mungkinkah, Dia mengaktifkan Halvenqueen " lanjutnya Naruto langsung berlari ke sumber ledakan.

.

Blaaaar!

Sementara itu di sisi Tohka, Tohka telah menyerang secara membabi buta pada sosok bertangan enam tersebut, bahkan Tohka tanpa ampun terus memberikan serangan hingga memutuskan enam tangan sosok tersebut, kondisinya juga mengenaskan mana luka lebam dan Robekan pada beberapa tubuhnya.

' Si-Sial, I-Ini di luar dari perkiraan ' batin Sosok tersebut merasa pasrah " Kau telah membunuhnya, Orang yang menjadi pedomanku, orang yang menjadi jembatanku, Orang yang menjadi cahayaku " ucap Tohka perlahan melayang di depan sosok tersebut sambil menatap dingin Sosok tersebut

" Kau, Sangat-Sangat-Sangat cocok untuk mati " lanjut Tohka mengeluarkan Auranya sambil menatap nyalang pada sosok yang sudah sekarat di depannya " Ini akan menyelesaikan semuanya " ucap Tohka sambil mengangkat pedangnya ke atas.

[" Halvanlkiryuutsu "] ucap Tohka.

Swuushh~ Bzit! Bzit! Bzit!

Aura yang keluar dari tubuh Tohkapun langsung bergerak ke ujung pedang Tohka membentuk sebuah bola energi berwarna ungu bersama Percikan Petir yang keluar dari pedang Tohka.

' S-Sial, A-Aku tidak akan memiliki waktu untuk menghindarnya ' batin Sosok tersebut " Naruto-kun... Kematianmu, akan aku balaskan di sini " ucap Tohka mengarahkan pedangnya ke sosok yang sudah sekarat di depannya.

Twush!

Sruuuush~

Energi di pedang Tohkapun terlepas layaknya laser ke arah Sosok yang sekarat, Namun tiba-tiba muncul sosok berbadan besar di depan Tohka dan menyerap energi Tohka, Tohka yang melihat itu menyipitkan matanya " Pengganggu lain " gumam Tohka.

" Ji-Jiroubo, ke-Kenapa kau di sini? " tanya sosok yang sekarat pada sosok berbadan besar di depannya " Orochimaru-sama menyuruhku untuk membantumu, sepertinya kau sangat terluka parah hanya karena melawan wanita sepertinya, Kidomaru " jawab Jiroubo lalu meledek sosok yang sekarat bernama Kidomaru.

" Di-Dia bukanlah Wanita sembarangan " ucap Kidomaru " Jadi kau rekannya... Akan aku pastikan kau mati bersamanya " ucap Tohka bersiap.

" Se-Sebaiknya kita mundur dulu " ucap Kidomaru " Baiklah " ucap Jirobou sambil mengangkat Kidomaru lalu melesat pergi.

" Jangan pikir kalian bisa lari " ucap Tohka " Kalian... Beserta Dunia ini... Harus hancur di tanganku " lanjut Tohka bersiap mengejar Jirobou dan Kidomaru

" Tohka! Hentikan! " Tohka yang mendengar suara berhenti dan setelahnya Datang Naruto dari atas dengan Sabit Merah di tangannya " Hentikan Tohka! Sudah cukup " ucap Naruto

" Kau... Siapa... " gumam Tohka ' Sial, sepertinya Queen miliknya telah menguasai tubuhnya, tidak ada cara lain selain melawannya ' batin Naruto bersiap

" Ini Aku, Uzumaki Naruto " ucap Naruto sambil membenturkan senjatanya hingga berubah menjadi pedang merah besar " Uzumaki... Naruto... " gumam Tohka.

Deg!

" U-Ugh! " lenguh Tohka sambil memegang kepalanya " Ti-Tidak mungkin.. " gumam Tohka dingin " Tidak Mungkin kau Naruto! " teriak Tohka langsung melesat ke arah Naruto.

Sring! Trank!

Tohkapun mengayunkan pedangnya ke arah Naruto di balas dengan Naruto yang juga mengayunkan pedangnya " Ini benar-benar Aku Tohka! Kau bisa tahu jika kau melihat wajahku bukan! " ucap Naruto.

" Mustahil! Kau pasti palsu! " teriak Tohka sambil mendorong pedang Naruto.

Trank! Trank! Trank!

" Aku melihatnya mati di depan mataku! Mustahil dia masih hidup " teriak Tohka sambil melayangkan serangan membabi buta ke arah Naruto, namun Naruto berhasil menahan setiap serangan Tohka lalu menjaga jarak dengan Tohka

[" Halzenqueen! "] teriak Tohka menebaskan pedangnya secara Vertikal hingga mengeluarkan gelombang ungu besar.

Sring! Trank!

BOOOM!

Naruto yang melihat itu mengarahkan pedangnya ke depan hingga Gelombang Ungu tersebut menghantam pedangnya, namun Naruto sama sekali tidak bergerak sedikit pun setelah terhantam, tanah yang tadi di lintasi Gelombang Ungu Tohkapun terbelah menjadi dua setelahnya.

" Apa! " kejut Tohka " Fyuuh~ untung saja aku menggunakan King, jika tidak senjata lain pasti telah terbelah " gumam Naruto menurunkan senjatanya lalu menghentakkannya ke tanah dengan pelan.

" Mustahil, bagaimana bisa kau menahannya " gumam Tohka " Itu tidak penting, Yang terpenting sadarlah Tohka! Ini bukanlah dirimu! " teriak Naruto membuat Tohka terdiam.

" Apa maksudmu, ini adalah Aku... Aku.. "

" Toudo Tohka! " teriak Naruto memotong ucapan Tohka " saat ini kau di bawah pengaruh Queen! Tenangkan dirimu dan jangan mengalirkan kekuatanmu pada Sandalphon! "

" Apa kau bi... "

Deg!

" Arrgh! " ringis Tohka sambil memegang kepalanya " Ti-Tidak akan aku biarkan... " geram Tohka dengan suara beratnya.

' Sial, sepertinya Queen berusaha mengambil alih tubuh Tohka, jika begini ' Batin Naruto menyiapkan Kingnya ' Tapi.. Jika salah sedikit saja akan sangat berbahaya ' batin Naruto lagi.

' Sepertinya aku harus menggunakannya ' batin Naruto membuka mata kanan miliknya yang masih dalam bentuk Clock Eyes Jikkan.

Tak!

[" Jikkan : Jekkikyuu! "] teriak Naruto sambil menyatukan kedua tangannya dan melebarkan mata kanannya ke arah Tohka.

Deg!

Tik! Tik! Tik! Triiiiik!

Seketika Tubuh Tohkapun terdiam seperti batu bersamaan jarum Jam Naruto yang perlahan mundur dan perlahan semakin cepat.

Swush~

Perlahan Adonai Melek Tohka mulai menghilang seperti terkikis oleh waktu, Naruto yang melihat itu masih mempertahankan teknik miliknya karena ini adalah hasil latihan keduanya bersama Kurumi namun ada satu masalah dalam menggunakannya...

Flasback On

.

Pelatihan hari ke-2

" Eh? Pengembalian? " beo Naruto

" Benar. Ini adalah 1 Teknik yang bisa di bilang mengambil Resiko. Teknik ini hanya berguna saat-saat tertentu layaknya penyembuhan, Mengembalikan dan lain-lain, tapi penyembuhan ini di lakukan pada Subjek yang lain selain kita " jelas Kurumi, Naruto yang mendengar itu mengelus dagunya " Artinya, jika Asia-chan terluka parah dan aku menggunakan Teknik ini Maka Asia-chan akan pulih apa itu garis besarnya? " tebak Naruto.

" Benar " ucap Kurumi sambil memberikan senyumannya " Tapi, kenapa di bilang Resiko? " tanya Naruto penasaran.

" Teknik ini bisa membuat kerusakan pada mata " Jawab Kurumi membuat Naruto terkejut " Jika Luka Asia-chan sangat parah, mungkin akan memakan waktu 15-30 menit untuk mengembalikan luka tersebut agar sehat kembali, namun jika temanmu kerasukan sesuatu, atau di kendalikan sesuatu, akan memakan waktu lebih lama dari itu, tapi itu tergantung dengan kekuatan yang mengendalikan jika terlalu kuat dan terlalu lama, bisa di pastikan akan terjadi kebutaan pada mata " jelas Kurumi lebih jelas.

" Apa tidak ada cara agar kebutaan itu tidak terjadi? " tanya Naruto ingin tahu " Ada, yaitu menggunakan Teknik yang sama sesama pengguna Clock Eyes. Kau beruntung karena hanya Zafken saja yang bisa menyembuhkan Jikkan milikmu dalam waktu tertentu " jawab Kurumi lalu tersenyum ke arah Naruto.

" Kalau begitu, kita mulai latihannya, Aku juga sudah menyiapkan Sebuah Subjek untukmu " ucap Kurumi sambil menunjukkan sebuah mayat di belakangnya " A-Ah, Dimana kau menemukannya? " tanya Naruto Sweatdrop.

" Oh, Dia korban di tempat ini "

" Jangan Mengganggu Jiwa yang sudah tenang baka! "

.

Flashback Off

.

' Hanya Teknik ini yang bisa menyadarkan Tohka kembali, aku tidak peduli harus kehilangan sebelah mataku yang terpenting Kota dan Tohka selamat ' batin Naruto berusaha menahan energinya, bahkan darah mulai keluar dari mata kanan Naruto namun Naruto tidak memperdulikannya.

' Kumohon... Bertahanlah sedikit lagi ' batin Naruto.

.

Industrion Weapon Dragons Warriors

18.00 PM

.

" Hahh~ Sebenarnya Di mana Danchou, Bukankah ini sudah larut " gumam Kiba sambil memandang keluar di mana langit sudah mulai gelap " Apakah terjadi sesuatu dengan Danchou? " tanya Kirin Khawatir.

" Sial, Aku tidak bisa menghubungi Naruto-san sejak tadi, Padahal ada yang ingin aku tanyakan " desis Falbium sambil menutup layar tabung Hologramnya " Bagaimana ini? " tanya Irina pada semuanya.

Tap! Tap! Tap!

Semua seketika menoleh ke sumber suara langkah kaki cepat dan mereka bisa melihat Kurumi yang berlari keluar dengan buru-buru, Semua kelompok Naruto yang melihat itu langsung berlari mengikuti Kurumi begitu juga Aiz.

" Kurumi-san, ada apa? " tanya Julis, namun Kurumi tidak menjawab melainkan dia perlahan mulai melayang dan terbang menuju suatu tempat, Semua yang melihat itu mulai memanggil naga mereka dan langsung menaiki naga mereka begitu sudah di depan mereka dan mengikuti Kurumi dari belakang.

' Dasar Bodoh, Kau masih belum menyempurnakannya, tapi kenapa kau menggunakannya ' batin Kurumi kalut ' bertahanlah sedikit lagi Naru-kun '

.

Naruto Place

.

Sementara di tempat Naruto, tampak Pakaian Adonai Melek Milik Tohka hanya menyisakan bagian dada saja agar bisa sempurna kembali menjadi pakaiannya waktu kencan, Halvenqueen milik Tohka hanya tinggal sedikit lagi agar kembali menjadi Sandalphon.

Namun untuk Naruto, darah Di mata Naruto semakin banyak keluar bahkan sudah banyak menetes ke tanah, nafas Naruto juga telah terengah-engah dengan wajah pucat, sudah 1 jam dirinya berusaha mengembalikan Tohka.

' Si-Sial... Ini di luar perkiraanku... ' batin Naruto yang perlahan posisinya yang tadi berdiri mulai berlutut karena tidak kuat ' Se-Selain itu, ma-mataku juga sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi ' batin Naruto.

Deg!

" Argh! " ringis Naruto ketika mata kanannya tiba-tiba terasa sakit, karena hal tersebut, Adonai Melek yang tadinya lagi sedikit makin bertambah besar kembali walau secara perlahan ' Si-Sial, A-Aku harus bisa bertahan sedikit lagi ' batin Naruto berusaha kembali berdiri.

' Ku-Kumohon, Be-Bertahanlah sedikit lagi! ' teriak Batin Naruto sambil melebarkan mata kanannya kembali.

Twush~

Adonai melek Tohkapun kembali terkikis secara perlahan, namun Untuk Naruto darah di mata Naruto semakin banyak yang keluar " HAAAAAA! " teriak Naruto lantang sambil mengalirkan energinya ke matanya.

[" Jikkan : Jekkikyuu! Lvl 2 "] teriak Naruto kembali.

Wush~ Dum!

Bruk!

Seketika seluruh Adonai melek Tohka menghilang secara keseluruhan mengembalikan Tohka dalam keadaan Normal lalu jatuh secara perlahan ke tanah, namun untuk Naruto dia jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah dengan wajah pucat yang di penuhi keringatnya.

Deg!

" Arrghh! " teriak Naruto sambil menutup mata kanannya yang tiba-tiba terasa sakit ' Ma-Mataku ' batin Naruto.

Deg!

Perlahan kesadaran Naruto mulai memudar dan akhirnya Naruto kehilangan kesadarannya sepenuhnya dan jatuh pingsan di tempatnya berdiri.

.

.

.

.

" U-Ugh! " lenguh Naruto sambil membuka kedua sebelah matanya, hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamar yang berwarna putih, matanya mengerjap pelan Untuk mengambil kesadarannya " Dimana ini... " gumam Naruto.

Perlahan Naruto bangun dari berbaringnya sambil mendudukkan dirinya di ranjang " U-Ugh! " lenguh Naruto sambil menyentuh mata kanannya, hal pertama yang di rasakan Naruto saat menyentuh mata kanannya adalah lembut dan halus " A-Apa ini " gumam Naruto.

" kau terlalu memaksakan dirimu, menggunakan [" Jikkan : Jekkikyuu! "] milikmu dan sekarang mata kananmu tidak bisa di gunakan sesaat sampai pulih kembali " Naruto yang mendengar sebuah suara menoleh dan mendapati Kurumi yang ada di samping ranjangnya sambil menatapnya tajam

" Kurumi-nee " gumam Naruto " apa kau sudah gila, Kau menggunakan Teknik yang belum sempurna hingga kau memaksakan matamu seperti ini, apa kau tahu Resikonya jika kau memaksakannya hingga 5 menit lagi? " bentak Kurumi membuat Naruto sedikit ketakutan.

" Go-Gomenasai Kurumi-nee " ucap Naruto sambil menundukkan kepalanya " Tapi, kau berhasil menyelamatkan Tohka dari Kekuatan Senjatanya dengan teknik tersebut dan bisa bertahan selama 1 jam lebih, itu sudah mencapai kemajuan karena kau hanya bisa bertahan 50 menit saja " ucap Kurumi sambil tersenyum tipis ke arah Naruto.

" Lalu bagaimana keadaan Tohka? " tanya Naruto sambil menatap Kurumi, Kurumi tidak menjawab pertanyaan Naruto melainkan dirinya menggeser tubuhnya dan rupanya Tohka telah berdiri di pintu ruangan Naruto " Kalau begitu aku akan keluar lebih dulu Naru-kun, Kita akan membicarakan ini lagi nanti " bisik Kurumi lalu berjalan keluar ruangan meninggalkan Naruto dan Tohka saja di ruangan tersebut.

" Yo Tohka bagaimana keadaanmu? " tanya Naruto menyapa Tohka yang masih berdiri di daun pintu ruangan sambil menundukkan kepalanya " Baik... Bagaimana denganmu? " jawab Tohka lalu bertanya balik sambil mendekati Naruto.

" Um, Aku baik-baik saja " jawab Naruto sambil tersenyum " Bagaimana keadaan matamu? " tanya Tohka yang sudah di samping Naruto dengan masih menundukkan kepalanya.

" Ah, Ini? Maa~ memang masih terasa sakit tapi tidak apa-apa " jawab Naruto sambil menyentuh matanya " Apanya yang baik-baik saja! "

Plak!

Naruto seketika harus terkejut ketika Tohka menamparnya dengan keras lalu menarik kerahnya " Kau tahu! Kau hampir kehilangan penglihatanmu! Seharusnya kau sadar bahwa itu bukanlah hal yang bisa di anggap biasa saja! " Naruto yang masih sempat Shock karena tamparan Tohka harus tersentak ketika pipinya terasa basah.

" Kenapa... Kenapa... " Naruto yang merasakan pipinya semakin basah harus terkejut ketika dia bisa melihat wajah Tohka yang saat ini tengah menagis " Kenapa.. Kenapa kau sampai segitunya untukku " lirih Tohka

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum sambil memejamkan matanya " Bukankah sudah aku bilang, Aku akan selalu menyelamatkanmu, dan aku akan selalu menerimamu. Tak peduli sebesar apa rintangannya, akan aku lawan semua rintangan tersebut agar aku bisa melindungimu, Karena kau sudah menjadi bagian dari kami, keluarga kami, dan juga kau adalah anggotaku yang sangat berharga " ucap Naruto panjang lebar.

" Kau mungkin marah padaku, tapi aku tidak masalah dengan itu, lagi pula walau aku kehilangan penglihatanku, aku tidak peduli asalkan kau baik-baik sahmmmphh~ " perkataan Naruto harus terpotong karena Tohka menciumnya dan mendorongnya agar berbaring di kasur

Naruto yang dicium oleh Tohka harus terkejut kembali karena tindakan Tohka yang mendadak, Naruto yang tahu ini salah langsung memegang bahu Tohka dan berusaha mendorongnya, namun Lengan Tohka memeluk lehernya dan menariknya agar ciuman mereka tidak terlepas.

Namun setelah 2 menit akhirnya Tohka melepas ciumannya dan mengatur nafasnya yang terengah-engah dengan wajah memerah, Naruto yang merasakan ciuman mereka telah terlepas langsung mengusap bibirnya " A-Apa maksudmu tadi T-Tohka? Ke-Kenapa kau menciumku? " tanya Naruto sambil tergagap dengan wajah memerah

' Benar juga. Kenapa aku menciummu karena aku.. ' batin Tohka sambil melirik Naruto ' Sudah menyukaimu sejak awal kita bertemu, awalnya aku hanya menganggapmu sebagai pemuda seperti biasanya, namun sifatmu itu membuatku sedikit menyukaimu hingga akhirnya perasaan tersebut mengejolak. Semenjak semakin banyak yang dekat denganmu entah kenapa rasanya dadaku terasa perih namun saat bersamamu aku merasakan kenyamanan waktu itu. Saat itulah aku sadar bahwa aku... '

' Mencintaimu Uzumaki Naruto-kun '

" Tohka " Seketika Tohka tersadar ketika Naruto kembali memanggil namanya " Aku tanya kenapa, k-kau menciumku? " tanya Naruto tergagap.

" Ufufufu~ maa~ sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu " ucap Tohka sambil mendekatkan wajahnya kembali " A-A-Apa itu? " tanya Naruto sambil tergagap kembali.

Tok! Tok!

" Permisi, Uzumaki-san " Naruto dan Tohka yang mendengar akan ada yang datang langsung membagi jarak dan melihat ke arah Pintu siapa yang datang " Ha'i, Silahkan Masuk " ucap Naruto sebagai perintah.

Kreet~

Pintu ruangan tersebutpun terbuka dan memperlihatkan dua sosok pria yang Naruto kenal salah satunya dari ke dua pria tersebut " Ada apa kau menemuiku, Gremory-san? " tanya Naruto dengan nada dingin.

" Cih! Jika ini bukan perintah Otou-sama, aku tidak akan datang ke sini " balas Pria berambut merah sambil melipat tangannya di dada " Gremory? Apakah kalian salah satu keluarga dari Gremory Rias? " tanya Tohka sambil menyipitkan matanya.

" Itu memang benar "

" Kenapa kalian ada di sini, Apa urusan kalian datang kemari? " tanya Naruto sambil menyipitkan mata kirinya " Kami ada urusan denganmu Uzumaki Naruto " jawab Pria berambut hitam dan berotot.

" Tidak akan aku biarkan kalian mendekati Naruto-kun! " teriak Tohka sambil berdiri di depan Naruto bermaksud melindunginya " Tidak perlu Tohka, Biar aku yang mengurus mereka " ucap Naruto sambil menggeser tubuh Tohka lalu berdiri dari kasurnya.

" Tapi... "

" Jangan Khawatir Tohka, lagi pula aku pernah membuat salah satu dari mereka masuk rumah sakit. Jika mereka macam-macam mereka akan kembali masuk rumah sakit " ucap Naruto sambil mengacungkan Jam di tangannya.

" Hmph! Apa kau pikir bisa mengalahkan kami berdua dengan kondisimu yang seperti itu? " dengus Pria berambut merah " Mau mencobanya? " tanya Naruto sambil mengeluarkan Midrocremon miliknya

" Hentikan Sirzech, kita sudah berjanji untuk membawanya dan bertemu dengan Zeoticus-sama " ucap Pria berambut Hitam menghentikan kegiatan mereka agar tidak membuat masalah " Zeoticus? Maksud kalian The Red Massive? " tanya Naruto.

" Kau mengetahui julukannya? " tanya Pria berambut Hitam " Um, Aku pernah melihatnya kalau tidak salah sekitar umurku 9 tahun. Zeoticus Gremory, Sosok pria yang memiliki Julukan The Red Massive karena keganasannya dalam melakukan Sihir berwarna merah, dia juga adalah teman dari Kakekku, seingatku " ucap Naruto sambil menyimpan pedangnya di punggungnya.

" Jadi, ada apa sampai Red Massive memanggilku? " tanya Naruto penasaran " dia Bilang ada yang ingin di bicarakan denganmu " ucap Pria berambut Hitam.

" Begitukah, Jaa~ kalau begitu antarkan aku ke sana " jawab Naruto namun dirinya di tahan oleh Tohka yang menatapnya khawatir " Tidak bisa, kau masih belum pulih, tak akan aku biarkan kau pergi " ucap Tohka kukuh membuat Naruto tersenyum

" Jaa~ bagaimana jika kau ikut denganku? " ajak Naruto membuat Tohka terkejut " Eh? ".

" Kau ingin melindungiku bukan? Kalau begitu ikutlah denganku, kita sama-sama ke sana. Selain itu tak ada orang lain yang bisa ikut campur selain kau, maukah kau ikut denganku? " ajak Naruto sekali lagi " Jangan menyebutkan yang tidak-tidak tentang mengikuti urusan! Aku merasa seperti penganggu saja! " teriak kesal Tohka membuat Naruto terkekeh.

" Jaa~ bolehkah dia ikut denganku? Jika dia tidak ikut maka aku juga tidak akan pergi " tanya Naruto sambil menatap dua pria di depannya bergantian " Tentu saja, asal dia tidak membuat masalah " jawab Pria berambut Hitam berjalan keluar bersama Pria berambut merah di sampingnya di susul Naruto dan Tohka.

.

Gremory Home Place

.

Naruto dan Tohka yang baru pertama kali melihat kediaman Gremory harus di buat terkagum dengan bentuk rumah dan luasnya rumah Gremory " Jadi ini kediaman keluarga Gremory " gumam Tohka.

" Silahkan lewat sini " ajak Pria berambut hitam, Naruto dan Tohka yang mendengar itu mengikuti kembali Pria di depannya untuk menemui The Red Massive, sambil berjalan Naruto mengotak-atik Hologramnya untuk mengganti pakaian pasien miliknya

Swuing!

Pakaian Naruto'pun seketika di balut dengan Jubah Hitam miliknya lalu menutup Tubuhnya dengan jubahnya sepenuhnya " Sepertinya alatmu itu banyak kegunaannya ne " ucap Pria berambut merah karena dia juga sempat melihat hal tadi.

" Maa~ begitulah. Tapi aku berniat mengatur kembali alat ini dan merubahnya sedikit pada lengan bagian bawahnya, namun aku belum bisa menemukan Konsepnya " balas Naruto sambil menatap jamnya.

" Konsep? " tanya pria berambut hitam " Maaf saja. Tapi aku tidak akan menjawab pertanyaan itu " ejek Naruto.

Tok! Tok!

" Permisi, Zeoticus-sama/Tou-sama "

" Silahkan masuk, Sairaorg, Sirzech " ucap Zeoticus yang duduk di kursinya, pintu ruangan tersebutpun terbuka dan memperlihatkan dua pria bernama Sairaorg dan Sirzech dan di belakang mereka terdapat Naruto dan Tohka.

" Oh, Jadi kau sudah mengajaknya Sairaorg. Ya~ memang tidak terasa bahwa kemarin terjadi kejadian dan dia ada di sana dan rupanya kau tahu juga kalau dia sudah sadar " ucap Zeoticus, Naruto yang sedikit bingung menatap ke arah Tohka.

" Memangnya berapa lama berbaring di rumah sakit? " tanya Naruto " 1 hari setelah insiden " jawab Tohka sambil sedikit menundukkan kepalanya.

" Begitu ya... Berarti tersisa 5 hari lagi sebelum Lomba " gumam Naruto " Jadi, apakah Anda Zeoticus Gremory? " tanya Naruto menatap intens Pria yang duduk di kursi sambil menatapnya dengan senyumnya.

" Um, Aku senang bisa memanggilmu ke sini Genius from The Future " jawab Zeoticus " Dan aku sedikit tersanjung karena kau memanggilku, The Red Massive " balas Naruto.

" Ada apa dengan luka di matamu itu? " tanya Zeoticus penasaran karena melihat mata Naruto di perban sebelah " Aku tidak bisa memberitahumu karena ini... " jeda Naruto sambil menunjuk mata kanannya yang di perban.

" Adalah hal privasi " lanjut Naruto " Ho~. Maa~ lagi pula aku tidak berhak mengetahui hal itu lebih jauh. Lalu perempuan di sampingmu? " tanya Zeoticus sambil melirik Tohka.

" Oh, Dia.. "

" Tou-sama, ada apa kau memanggilku? " Perkataan Naruto terhenti ketika tiba-tiba, Sosok Rias Gremory memasuki ruangan tersebut " Oh, Rias-chan " gumam Zeoticus.

Rias yang merasa bukan hanya dirinya saja dan ayahnya yang ada di ruangan dia menoleh ke samping dan mendapati dua sosok saingan dari kelompoknya.

" Kalian... "

" Jangan perdulikan kami, kami hanya kemari karena perintah ayahmu " potong Naruto bersikap santai " Apa maksudnya ini Tou-sama? " tuntut Rias meminta penjelasan.

" Ah, benar juga. Sebaiknya kita langsung saja. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan pada kalian Naruto-kun, Rias-chan " ucap Zeoticus sambil melipat tangannya di depan dada

" Apa itu? " tanya Rias " Sejujurnya Ayah ingin kalian bertunangan " jawab Zeoticus bersikap santai, namun berbeda dengan Rias, Naruto dan Tohka.

" Hah?! Bertunangan?! " teriak Rias " Apa maksudnya ini? Anda mengundangku ke sini dan menginginkan kami bertunangan, Apa maksudnya ini? " tanya Naruto merasa tersinggung.

" Maa~ dengarkan aku lebih dulu " ucap Zeoticus berusaha menenangkan dua orang di depannya " Sejujurnya, kalian berdua itu sudah kenal sangat lama sekali, bahkan bisa di bilang kalian seperti sepasang kekasih " jelas Zeoticus.

" Hah? Kenal sejak kecil? " tanya Rias " memang kita pernah berteman sejak kecil? Bahkan aku tidak ingat sama sekali " tanya Naruto juga.

" Hahaha~ benar juga. Itu sudah lama sekali, tapi aku memiliki buktinya " tawa Zeoticus lalu menunjukkan sebuah foto ke arah Rias dan Naruto. Naruto dan Rias yang melihat itu tentu saja terkejut.

" I-Itu... Bu-Bukankah itu aku? " gumam Rias sambil merampas Foto tersebut dan menatapnya lekat " D-Dan dia... " gagap Rias.

" Benar. Dia adalah Naruto-kun " jawab Zeoticus " Naruto-kun... Apakah itu benar? " tanya Tohka sambil menundukkan wajahnya.

" Aku tidak begitu tahu, tapi... " gumam Naruto sambil berpikir keras berusaha mengingat masa lalunya " Ah, Aku ingat... Dulu aku pernah di beri ini oleh gadis berambut merah, tapi aku tidak ingat siapa namanya " gumam Naruto sambil mengotak-atik hologramnya hingga mengeluarkan sebuah kalung dengan isian kristal berwarna hijau. Rias yang melihat kalung itu melebarkan matanya ' Ka-Kalung itu... ' gagap Rias.

Deg!

" Ugh! " lenguh Rias sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut ' Pe-Perasaan apa ini... ' batin Rias.

" Ho~ kau masih menyimpan kalung itu rupanya. Itu adalah kalung yang di berikan Rias padamu, Ini adalah foto saat pemberiannya " ucap Zeoticus sambil memperlihatkan foto lain dimana Rias memberikan Naruto berkristal hijau.

" Mustahil " gumam Naruto tidak percaya

Bruk!

Naruto dan Tohka seketika mengalihkan pandangan mereka di mana mereka mendapati Rias tengah pingsan di lantai, Zeoticus yang melihat itu hanya diam sambil menatap Naruto.

" Naruto-kun, bagaimana menurutmu? Apa kau mau menjadi tunangan Rias-chan? " tanya Zeoticus dengan nada serius " Anda masih membahasnya walau putrimu ini tengah berbaring di lantai? " tanya Naruto sambil mengangkat tubuh Rias dengan menggendongnya ala putri.

" Jangan Khawatir, itu pasti efek dari Sharingan Uchiha brengsek itu " jawab Zeoticus sambil mendudukan dirinya kembali " Tunggu? Anda tahu jika dia terkena Teknik milik Uchiha Sasuke? " tanya Naruto.

" Tentu saja, aku mendengarnya dari Sirzech dan teman-temannya " jawab Zeoticus " Ah, apa maksud Anda Azazel dan Michael? " tebak Naruto.

" Benar. Aku memanggilmu ke sini sebenarnya bukan hanya masalah pertunangan ini, melainkan aku ingin kau menyelamatkan Rias-chan dari efek Sharingan Uchiha Brengsek itu " Mohon Zeoticus " Kenapa harus aku? " tanya Naruto, sejujurnya dia bisa menebak jawabannya karena dia juga mendapat restu dari Hiashi, tapi dia ingin mendengar jawabannya.

" Aku dengar jika kau menantang Uchiha itu bukan? Aku dengar kau dengan serius dan lantang berkata " Jika aku bisa mengalahkanmu, Anggotamu menjadi Anggotaku " aku ingin melihat keseriusanmu itu. Apa lagi kau adalah si jenius dari masa depan, aku pernah mendengar banyak kabar darimu, maka dari itu aku menunjukmu karena hanya kau yang bisa aku percaya " jawab Zeoticus sambil menatap Naruto serius.

" Tapi, tidak akan adil jika Naru-kun hanya menyelamatkan Rias-chan " Naruto dan Tohka yang mendengar suara lain menoleh dan mendapati sosok wanita berwajah cantik seperti Rias.

" Oh, Venela-chan " gumam Zeoticus dengan senyum mengembang " apa maksud Anda? " tanya Tohka memiliki firasat tidak enak.

" Tentu saja tidak akan bagus jika Naru-kun hanya menyelamatkan Rias dari Uchiha tersebut, akan lebih baik jika hadiahnya jika Naru-kun berhasil adalah bertunangan dengan Rias-chan " jawab Venelana dengan senyumnya.

Bagai terkena petir, Otak Naruto langsung mengalami masalah " Ha-Hah? Masih membicarakannya?! " tanya Naruto.

" Maaf tapi Naruto-kun tidak mau bertunangan " ucap Tohka sepihak membuat Zeoticus, Venelana dan Naruto menatap Tohka yang memperlihatkan wajah serius

" Naruto-kun mengalami banyak masalah terutama dalam cinta hingga dia harus mengunci perasaannya. Selain itu banyak gadis yang sudah menyukai Naruto-kun termasuk saya bahkan sudah ada yang lebih dahulu bertunangan dengan Naruto-kun dari pada Rias, namun Naruto-kun masih belum bisa menerima apa itu Cinta karena dia mengunci perasaannya, saya mengatakan ini untuk kebaikan Naruto-kun dan Rias, ada baiknya mereka saling mengenal lebih dulu hingga mereka saling mengerti dan perasaan Naruto-kun terbuka kembali. " ucap Tohka panjang lebar dengan serius membuat Naruto sedikit terkagum namun ada yang membuat Naruto harus terkejut ketika mengingat ada yang ganjal.

" Ma-Matte, ja-jadi kau juga menyukaiku Tohka? " kejut Naruto, sementara Tohka yang mendengar itu merona dirinya juga tidak percaya bahwa Dia bisa dengan berani berbicara seperti itu.

" Echhi~ " Naruto yang mendengar nada ejekan menoleh ke arah Zeoticus " Siapa sangka kau itu ingin buat harem, maa~ tapi bukan masalah jika Rias-chan masuk ke dalam Haremmu " ucap Zeoticus santai.

" hey! Jangan sembarangan! Aku bahkan tidak memiliki niat untuk membuat Harem! " teriak Naruto kesal " Ara-Ara, siapa sangka mantuku akan membuat harem " goda Venelana membuat wajah Naruto semakin memerah.

" Aku saja belum menjadi menantu dan jangan memasang wajah menggoda seperti itu! "

Untuk Rias? Jangan Khawatir, dia pingsan dengan lelap tanpa terganggu teriakan Naruto.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

" Maa~ kalian jangan khawatir, mataku tidak apa "

" Aku akan membiarkannya hingga lomba berikutnya, jadi jangan di sembuhkan Kurumi-nee "

" Kuroyukihime dan Shiba Miyuki, siapa sangka akan bertemu dua anggota yang berada di peringkat 10 besar "

" Aku, yang akan melawanmu!/ Aku, yang akan melawanmu! "

Berikutnya di Chapter 21 : Dragons Champions Arc II : White Fox Vs Blue Lotus Vs Black Lotus.

Note : Yo! Apa kabar kali ini bukan Dedek-senpai yang menulis melainkan Kouhainya, kalian bisa memanggilku dengan nama Yuu, Dedek-senpai masih dalam kesibukan membuat Cerita manganya maka dari itu saya yang melanjutkannya. Saya hanya mengikuti apa yang di beritahu oleh Senpai jika tidak bagus dan tidak menyenangkan mohon maafkan saya.

Tidak banyak yang bisa saya katakan tapi senpai bilang Untuk ch ini NaruRiasnya di undur dan hanya menjadi NaruTohka. Senpai juga bilang akan memfokuskan cerita untuk melanjutkan latihan Untuk Dragons Champions berikutnya.

Untuk Naruto : The Magical Battle, kata Senpai akan di up Besok, Senpai juga sudah menyiapkan Ceritanya selagi membuat Manga. Kalau begitu sekian dari saya si Yuu kouhai dari dedek Senpai, saya harap di maklumi karena saya juga baru pertama kali membuat ini, saya hanya sering membaca cerita milik senpai. Kalau begitu saya Yuu dan salam dari Dedek-senpai mohon pamit, jaa~

Please Review