Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 23 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons part I ( Babak penyelisihan ).
.
Selasa, 13 November 2090
Yokosuka
08.00 AM
.
Yokosuka, daerah selatan Konoha atau Jepang di mana tempatnya pangkalan Air Yokosuka, tempat ini juga merupakan Tempat perkumpulan Kantai dan Blue Mermaid berada.
Dan di depan Pangkalan Air Yokosuka, terlihat sebuah Arena sebesar 2 Hektar terbentuk mulai menyebar menjadi Lapangan bertarung dengan kursi penonton yang melayang sedikit jauh dari Arena.
Seluruh Armada laut juga sudah bersiaga di sekitar Arena, ada kapal tempur Kelas Kongou, Maya, Haruna, Kirishima, Hiei, Mushashi, Akagi, Takao dan lain-lain.
Sementara di kursi penonton, tampak Aiz, Asia, Kurumi, Shiina telah datang dan menunggu pertandingan di mulai, sementara Charlotte saat ini tengah duduk di tempat yang berbeda bersama Wanita berambut merah di sampingnya.
" Akhirnya di mulai juga ya " gumam Wanita berambut merah di samping Charlotte " Um, sudah 10 hari " jawab Charlotte sambil menganggukkan kepalanya. Dirinya benar-benar sudah tidak sabar melihatnya pertandingan.
.
Tempat Peserta
.
Sementara di tengah arena, tampak seluruh peserta tengah berkumpul untuk mendengarkan status pertandingan yang akan di mulai dengan segera. Seluruh kelompok yang berkumpul saat ini tengah berbincang-bincang dengan anggota mereka untuk membuat rencana pertarungan yang akan datang. Namun berbeda dengan kelompok Naruto yang saat ini berkumpul namun tidak membuat strategi melainkan membahas ketua mereka yang saat ini belum sampai.
" Danchou itu... Apa dia belum kembali? " geram Julis kesal " Belum, tapi kata Kurumi-san, Danchou akan datang sedikit terlambat " ucap Kirin membuat semua di sana menghela nafas.
" Tapi bagaimana ini? Danchou belum sampai dan sebentar lagi pengumuman untuk syarat dan peraturan untuk lombanya akan di umumkan " tanya Kiba yang tetap saja khawatir.
" Masalah itu biar aku atasi, Kurumi-san sudah memberitahukan cara untuk memberitahukan hal tersebut kepada Danchou " ucap Kirin sambil menunjuk alat incamnya.
.
Kelompok Kirito
.
" Dimana Naruto-san? Aku tidak melihatnya? " gumam Leafy sambil menatap kelompok Naruto " heh! Pasti dia takut untuk ikut lomba ini, karena aku akan mengalahkannya di sini! " dengus Kirito sombong.
Leafy yang mendengar itu entah kenapa dirinya merasa tidak suka langsung menarik kerah Kirito dan menatap tajam Kirito " Jangan pernah menghinanya, walaupun kau itu hebat kau itu belum sebanding dengannya " ucap Leafy tajam, Asuna yang melihat situasi tersebut langsung menarik Leafy menjauh dan menenangkan Leafy.
" Ada apa Leafy-chan? Kenapa kau melakukan itu? " tanya Asuna sambil menatap Leafy lembut " Entahlah, tapi entah kenapa saat dia mengejek Naruto-san, entah kenapa rasanya sungguh panas sekali. Seolah aku memiliki ikatan dengannya " jawab Leafy lirih sambil menyentuh dada kirinya.
.
Kelompok Sasuke
.
" Jadi si pirang itu belum datang ya " gumam Issei menatap kelompok Naruto yang ada di samping kelompoknya " Heh! Ini hari keberuntungan kita " dengusnya bangga.
" Jangan senang dulu, Dia pasti akan datang " ucap Rias datar " Kenapa kau begitu yakin? " tanya Ino.
" Itu karena dia bukanlah orang yang seperti itu. Kau pikir dia ikut lomba ini untuk apa? Tidak mungkin dia mau menyerah " ucap Shikamaru serius.
" Huwwoooh! Jika aku sempat melawan Naruto, Akan aku kerahkan seluruh kemampuan milikku! " teriak Lee bersemangat " Hmph! Tidak tapi aku yang akan menghajarnya " ucap Kiba Inuzuka dengan bangga.
Sementara Sasuke hanya diam di tempat tanpa bersuara sambil melirik kelompok Naruto yang tampak santai walau ketua mereka tidak ada.
.
Arena
.
Bwwwuuush!
Seketika di arena yang berbentuk Kotak tersebut di setiap sisi Kotak muncul tiang-tiang beton yang membuat jarak sekitar 100 meter ( Lapangan Arenanya tadi itu kosong hanya Kotak Arena dan Air yabg luas, lalu muncul tiang-tiang ini dari dalam air membuat seperti tempat roma, kaliqn pasti tahu bentuk-bentuk n di sekitar lapangan roma, bukan? Seperti itu saat muncul tiang-tiang ini ).
" Yooooosh! Ohayo minnaaaaaa! "
" UWWOOOOOOOO! " teriak para penonton dengan semangatnya.
" Waahh~ tak terasa sudah 10 hari terlewati setelah lomba kedua Dragons Champions waktu itu, namun sekarang! Kita sudah ada di lomba ketiga Dragons Champion! "
" UWWWOOOOH! "
" seperti biasa 10 besar kita masihlah bertahan namun sepertinya tidak bisa di bilang 10 besar karena jumlah kelompok yang memasuki 10 besar kemarin adalah 11 kelompok di karenakan kelompok Phenex memasuki posisi 8.
Dan karena itu! Di lomba ini! Seluruh kelompok akan saling bertarung berteam melawan Team Lain 5 lawan 5! Dengan begitu kita dapat mencari siapakah 10 besar saat ini! "
" Tapi sebelum di mulai, inilah daftar pertandingan saat ini! "
Sriing!
Seketika muncul Hologram besar memperlihatkan tabel daftar pertarungan yang membuat semua di sana sedikit terkejut, tak ayal ada juga yang menyeringai ketika melihat daftar tersebut.
" Hehh~ jadi lawan awal kita itu adalah kelompok yang di peringkat 15? " gumam Julis ketika melihat daftar pertarungan
" Ini akan semakin menarik " gumam Pemuda dengan gentong di punggungnya.
" Sebelum lomba di mulai! Kalian harus mendengar syarat dan peraturan yang akan di bacakan oleh panitia lomba, mari kita dengarkan "
" Baiklah, Sebelum Lomba di mulai, Syarat dari lomba ini adalah 1. Kalian boleh menggunakan senjata bebas sesuka kalian, 2. Dalam pertandingan ini Naga kalian tidak akan ikut pertarungan.
Lalu peraturan di lomba ini, 1. Kalian boleh menyerang lawan kalian dengan teknik apapun namun jangan hingga membuatnya mati, 2. Jika kalian ingin menang, kalian harus bisa membuat lawan kalian keluar dari arena hingga tercebur ke air, atau melumpuhkan lawan kalian, 3. Bagi kelompok yang menyerang lawan yang sudah tidak kuat akan di diskualifikasi, 4. Pertandingan ini bebas memilih siapa saja Anggotanya, 5. Jika lawan menantang untuk 1 lawan 1 dan jika si lawan menerimanya, anggota yang lain di larang membantu, jika membantu kalian akan di diskualifikasi " ucap Tsunade menjelaskan Syarat dan Peraturan Lomba kali ini membuat semua di sana terdiam.
" Ghhaaa! Bagaimana ini! " gumam Kiba Yuuto gugup, karena bagaimanapun peraturan ke 5 adalah peraturan yang dia benci " Bagaimana Kirin-chan? " tanya Tohka sambil melirik ke arah sepupunya.
" Memang tersambung, tapi Danchou seperti tidak merespons " ucap Kirin.
" lalu waktu pertarungan ini tidak di tentukan. Namun jika sudah 1 jam maka pertarungan akan di hentikan dan menggunakan Point untuk menentukan pemenang " Ucap Sona membuat hampir semua peserta di sana menggerutu tidak suka.
" Dan juga, Sama seperti biasa bagi yang tidak masuk 10 besar harus kehilangan satu anggota mereka " lanjut Tsunade mengambil alih
" Kalau begitu, Lomba Ketiga Dragons Champions Resmi di mulai! " ucap Serafall penuh semangat.
Twush! Duaar!
Kembang apipun mulai meledak di langit cerah beserta suara gemuruh semangat para penonton dan peserta menandakan lomba ketiga Dragons Champions telah di mulai.
.
Sementara itu di suatu tempat, tampak sebuah kapal kecil tengah mendekati Dua Kapal Besar Yaitu Haruna dan Kongou membuat dua Kapal tersebut mengarahkan senjata utama mereka ke arah Kapal tersebut.
" Di sini Haruna! Siapa kalian? "
" Ini Harekaze dari Blue Mermaid, Kami membawa tamu penting yang harus sampai di Arena "
" Siapa? "
Tap!
Kapten yang ada di kapal Haruna harus terkejut ketika siapa yang dia lihat di Atas kapal Harekaze tersebut.
" Dia... "
.
" Kalau begitu mari kita mulai lombanya dari Kelompok Whitefox melawan Kelompok Miryuu "
" Silahkan pilih siapa yang akan bertarung "
" Bagaimana ini? " tanya Claudia " Kalau begini, Saya, Koneko, Xenovia dan Tohka, kalian yang bertanding lebih dulu bersama Danchou " ucap Julis membuat keputusan
" Tapi di mana Danchou? Apa dia belum kembali? " tanya Irina " Sepertinya belum, tapi aku yakin, jika Danchou di sini mereka pasti akan memilih kalian " ucap Julis serius, membuat kelompok Naruto terdiam beberapa saat sebelum tersenyum.
" Baiklah mari kita lakukan " ucap Tohka maju ke depan bersama Xenovia, Saya dan Koneko
" Wowowow, Ada apa ini? Kenapa kelompok Whitefox hanya empat orang yang maju? "
" Silahkan di mulai lombanya, Danchou sebentar lagi juga akan datang " ucap Tohka cukup lantang " Dia hanya sedikit terlambat " ucap Xenovia.
" Oi-Oi, ada apa ini? Kenapa mereka hanya berempat? Di mana satu orang lagi? " gumam Pria berotot di samping Hiruzen Sarutobi " Hahaha, sepertinya dia sedikit terlambat seperti biasanya " tawa Hiruzen.
" Bagaimana Panitia? "
" Tidak apa, lakukan saja " ucap Tsunade mengizinkan karena bagaimanapun...
" A-Ah~ baiklah jika begitu, Peserta! Ambil Posisi! "
Setelah mendengar itu Kelompok Whitefox dan Miryuu langsung menuju tempat mereka dan bersiap bertarung.
Wush!
Sret! Twuuush!
Sementara itu di atas Harekaze tampak sosok dengan jubah bertudung itu membuka jubah tersebut dengan cepat hingga memperlihatkan sosok pemuda berambut pirang dengan kaos hitam berbalut Jubah putih dan celana hitam panjang.
Pemuda itupun langsung mengambil posisi berjongkok lalu terbang dengan cepat menuju Arena dengan Jetpeack di punggungnya.
" Jaa~ Pertandingan pertama dari The Rings Dragons... "
Kelompok Whitefox dan Miryuu pun sama-sama bersiap untuk bertanding.
" Di mulai! "
" Hyaaaaaaah! "
Seketika semua harus terkejut ketika seseorang dari atas masuk ke arena dan mendarat di tengah arena sambil mengarahkan tangan kanannya dengan gaya sentil.
Tsh! BOOOOOOM!
Saat jari itu melakukan sentilan pada udara Kosong, sebuah hempasan angin besar muncul dan menghempaskan seluruh kelompok Miryuu hingga keluar arena. Semua yang melihat siapa yang datang terkejut dan membisu karena yang datang adalah...
" Danchou! " kejut Xenovia, Saya, Koneko, dan Tohka " Yosh! Maaf atas keterlambatanku " ucap sosok tersebut yang rupanya Naruto sambil menyeringai kecil.
Ting!
" A-Ah, Pertandingan pertama berakhir, dan pemenangnya adalah Team Whitefox! "
" UWWWOOOOOH! "
" Okaerinasi Naruto-kun! " ucap Tohka berlari ke arah Naruto dan memeluknya erat " Tadaima Tohka, Minna " balas Naruto sambil membalas pelukan Tohka sesaat lalu menatap Xenovia, Saya dan Koneko yang tersenyum ke arahnya.
" Kau lama sekali Danchou " ejek Xenovia membuat Naruto tersenyum canggung " Maaf jika aku terlambat sedikit, sejujurnya aku bisa saja telat 2/3 pertandingan tapi berkat Redurora dan Harekaze aku berhasil sampai " ucap Naruto sambil menatap Harekaze yang tampak di kepung oleh kapal perbaikan dari celah Arena.
" Memang apa yang terjadi? " tanya Saya penasaran " Katup panas mereka meledak " jawab Naruto lalu berjalan menuju tempat peserta di ikuti yang lain.
" Baiklah kalau begitu, kita lanjut ke Lomba berikutnya! "
.
Tempat peserta
.
Tap! Tap!
Sementara di tempat peserta, para peserta saat ini tengah menatap Naruto yang berjalan bersama anggotanya yang tadi dari arena dengan aura permusuhan yang kuat, namun Naruto hanya acuh dengan tatapan mereka.
" Kau terlambat Danchou! " Naruto yang mendengar itu dari kelompoknya yang menatapnya sebal hanya mengangkat tangannya " Jadi bagaimana? " tanya Naruto setelah sampai di tempat kelompoknya.
" Apanya? " tanya Irina polos " Tentu saja persiapan kalian, robot tengu dan yang lainnya? " balas Naruto sambil melipat tangannya di dada.
" Tentu saja kami sudah siap! " jawab Julis sambil tersenyum dengan semangat membara, membuat Naruto sedikit terkekeh " Lalu untuk pertarungan kita berikutnya ini adalah daftarnya " ucap Kirin sambil memperlihatkan daftar pertandingan kepada Naruto.
" Hmm~ jadi masih babak penyelisihan, hingga mencari enam belas kelompok lalu memasuki perempatan final babak 1 " gumam Naruto sambil mengelus dagunya " peringat 22, 28, 19, 50, 24 dan... jadi itu daftar pertarungan yang akan kita lawan " gumam Naruto lalu menyeringai kecil
" Lalu bagaimana dengan Tengu? "
" Robot Tengu saat ini sudah mencapai 90% kemungkinan besok baru selesai karena Falbium, Ajuka, Sayuri-san dan pekerja DSA dan Industrion tengah bekerja keras tanpamu " Naruto yang mendengar suara Kurumi menoleh dan terlihat Kurumi yang berjalan ke arah kelompoknya bersama Asia, Shiina dan Aiz.
" Ah, Kurumi-nee, Aiz-nee, Asia dan... Shiina-chan kau kah itu? " gumam Naruto sambil menatap Shiina lekat yang tampak berbeda dari biasanya karena saat ini rambut Shiina lebih panjang hingga menyentuh tanah, bahkan wajah Shiina lebih cantik dari adiknya.
" Um, Apa kabar Naruto-nii " balas Shiina sambil tersenyum tipis " Baik seperti yang kau lihat, ngomong-ngomong selama ini kau ke mana? " tanya Naruto penasaran karena tidak pernah melihatnya.
" Aku dan Jii-san kembali ke Kumo karena ada urusan Keluarga, Gomen ne tidak memberi kabar " ucap Shiina sambil membungkukkan badannya " Maa~ kau tidak perlu meminta maaf, lagian itu juga urusan keluarga bukan? Aku tidak punya hak atas itu " ucap Naruto sambil menegakkan tubuh Shiina lalu menepuk pelan kepala Shiina.
" Selain itu apa kau baik-baik saja selama di sana Naru-kun? " tanya Aiz sambil memeluk sebelah lengan Naruto membuat Naruto merona " A-Aku baik-baik saja kok Aiz-nee se-selain itu bisakah kau melepas pelukanmu itu? " pinta Naruto sambil tergagap.
" Kenapa? " tanya Aiz semakin memeluk erat Naruto hingga tangan Naruto tertekan oleh dua melon Aiz yang membuat wajah Naruto semakin memerah " Ara~ Ara~ rupanya Naru-kun sudah mesum rupanya? " goda Kurumi.
" Urusai! Bukan seperti itu! " teriak Naruto kesal " Mou~ Aiz-nee jangan menggoda Naruto-nii terus! " kesal Asia langsung memeluk sebelah lengan Naruto dan menarik Naruto dari Aiz tapi tidak mau melepaskannya.
' Si-Sial! Da-Dada Asia sudah mengalami pertumbuhan membuatnya semakin cantik, dan juga dadanya terasa... ' batin Naruto ' Tidak! Tidak! Tidak! Jangan berpikir seperti itu Uzumaki Naruto! ' teriak Naruto dalam batin sambil menggelengkan kepalanya.
" kalian hentikan ini, kalian bisa melakukan apapun padaku setelah di rumah nanti! " teriak Naruto sambil menarik tangannya tapi sepertinya Aiz dan Asia tidak mau melepaskannya.
" Nikmat bukan danchou? "
"Urusai Barbie! Jika tanganku ini bebas akan aku operasi wajah menjengkelkanmu itu! "
.
Setelah kejadian tersebut, 30 menit setelahnya Aiz, Asia, Kurumi dan Shiinapun kembali ke tempat mereka sementara Naruto dan yang lain tengah menonton pertandingan dari Kelompok Sasuke kecuali Kiba yang saat ini tengah berbaring dengan kain putih menutupi wajahnya ( Bukan arti kata mati loh ).
Naruto terus menatap lekat Sasuke yang berdiri di tempat membiarkan Anggotanya yaitu Kiba Inuzuka, Rias Gremory, Akeno Himejima dan Hyoudo Issei bertarung secara brutal melawan Peringkat 30, bahkan kelompok tersebut tampak sudah tidak kuat melawan kelompok Sasuke.
" Hyaaaa! " teriak Rias sambil menghentakan tangannya ke bawah hingga sebuah Gelombang dengan petir merah tercipta dan melesat ke arah lima musuh di depannya.
Blaaaaaaar!
Lima peserta itupun terpental keluar arena begitu gelombang tersebut meledak membuat kelompok Sasuke lolos dengan telak.
" Pemenangnya! Kelompok Uchiha! "
" UWWOOOOH! "
" mereka menang dengan telak " gumam Claudia " Terlalu telak tepatnya, mereka bahkan tak segan-segan melawan " timpal Naruto sambil melirik Sasuke yang hanya mendengus lalu berjalan menuju tempat peserta.
" Dia bahkan tidak mengeluarkan seluruh kemampuannya, dia hanya menggunakan pionnya saja untuk lolos, bagaimana Danchou? " tanya Xenovia membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya " Apanya? "
" Bagaimana jika kami saja yang maju sementara Danchou istirahat saja? "
" Jika seperti itu, aku tidak bisa menjamin bahwa kalian akan lolos terus hingga Perempatan Final babak pertama. Lagi pula aku bukanlah orang yang hanya duduk tenang melihat kelompoknya bertarung habis-habisan sementara sang ketua hanya duduk tenang bak tidak peduli " jawab Naruto serius, dirinya tentu tidak akan membiarkan anggota-anggotanya bertarung tanpanya itu sama saja dengan Mengumpan sebuah cacing hingga di makan ikan besar dan menarik sang pemancing ke dalam air.
" Aku bukanlah seperti dia yang memerintahkan orang sementara dia hanya santai saja, aku lebih suka melakukannya bersama, bukankah itu yang selalu kita lakukan? " lanjut Naruto sambil tersenyum kepada anggotanya di balas dengan senyuman oleh mereka, mereka benar-benar beruntung memiliki ketua seperti Naruto.
" pertandingan berikutnya kelompok Whitefox melawan Kelompok Thunder Bull "
" Yosh, sekarang giliran kita, Irina, Xenovia, Saya, Julis, Koneko sekarang giliran kalian untuk maju " ucap Naruto menunjuk anggotanya untuk melakukan pertarungan berikutnya, dengan penuh semangat Xenovia, Saya, Irina, Julis dan Koneko berjalan keluar menuju arena pertarungan meninggalkan Dirinya, Kiba Yuuto yang masih berbaring, Claudia, Tohka dan Kirin
" Tumben kau tidak ikut bertanding Danchou? Dan juga apa artinya dari perkataanmu tadi? Kau bilang tidak bisa menjamin kami bisa lolos terus " tanya Claudia penasaran karena biasanya Naruto selalu ikut ambil pertarungan " Untuk kali ini tidak dulu, lagi pula aku percaya pada kalian bisa membuat lolos kelompok kita hingga perempatan final babak pertama. Tapi di pertarungan terakhir barulah aku ambil pertarungan " jawab Naruto sambil menyandarkan dirinya di tembok.
" Kenapa? " tanya Tohka " Karena pertarungan terakhir... " jeda Kirin sambil membaca daftar pertarungan " Kelompok Suna " lanjutnya.
" Eh? Kelompok Suna? " kejut Kiba yang tadinya berbaring di lantai langsung terbangun ( Dari pingsan/kematian :v ) " benar sekali " timpal Naruto sambil mengangguk.
" Tapi jika begitu, Berarti hanya kami saja yang berulang-ulang bertanding hingga kita melawan Kelompok Suna " ucap Kirin membuat Naruto hanya tersenyum " Ya~ bisa di bilang 4 atau 5 pertarungan, tapi ketika di babak perempat final, maka aku akan terus bertarung hingga final. Dan aku tak akan pernah segan-segan memberikan perlawanan " ucap Naruto sambil menyeringai mengerikan membuat anggota Naruto meneguk ludah mereka.
.
Pertarunganpun terus berlangsung hingga siang dan Kelompok Naruto berhasil terus lolos babak penyelisihan dan tinggal dua pertarungan lagi untuk melawan Kelompok Suna. Selagi mereka beristirahat mereka juga menonton pertandingan dari 10 besar dan mereka juga berhasil lolos. Sepertinya mereka tidak mau kalah dengan kelompok Whitefox.
" Baiklah! Kita istirahatkan dulu pertandingannya selama 1 jam, bagi setiap kelompok harap memanfaatkan waktu untuk menambah stamina dan persiapkan diri kalian untuk pertarungan berikutnya "
" Hahh~ Akhirnya kita istirahat juga " gumam Julis mendudukkan dirinya sambil bernafas lega " kerja bagus, kalian tambahlah stamina kalian dengan ini, dan ini aku sudah menyiapkan pil stamina buatanku " ucap Naruto sambil memberikan Konsumsi dengan tabung kecil berisikan Obat.
" Arigato Danchou, tapi bagaimana kau bisa membuat pil ini dalam waktu singkat? Apalagi kau tidak di tempat kerjamu? " tanya Julis sambil menerima konsumsi yang di berikan Naruto begitu juga pilnya " Itu adalah Pil buatanku dulu, aku menggunakannya terkadang jika masih memiliki kesadaraan saat Efek Blood Conecting Weaponku, tapi sekarang Efeknya sudah lama menghilang jadi aku bebas menggunakan senjataku setiap saat " Jawab Naruto sambil membalikkan badannya.
" kau mau ke mana Danchou? " tanya Kiba ketika melihat Naruto akan pergi " Menemui seseorang, sebaiknya kalian isi perut kalian dan bersiap untuk babak berikutnya, aku akan datang saat melawan Kelompok Suna nanti " jawab Naruto lalu meninggalkan kelompoknya yang saling menatap satu sama lain.
.
Sementara itu di suatu tempat tampak Sosok Wanita berambut Kuning dengan mata emas tengah bersandar di dinding sambil menatap samping kanan dan kiri yang tampak sepi dan gelap.
Tap! Tap!
Wanita itupun menoleh ke arah depannya di mana tampak Naruto berjalan ke arahnya dengan santai " Jadi ada perlu apa kau memanggilku kemari Naruto-kun? " tanya Wanita itu.
" Sebetulnya ada yang ingin bertemu denganmu Okaa-san " jawab Naruto membuat Wanita yang tak lain adalah Charlotte menaikkan sebelah alisnya " Siapa? " tanya Charlotte penasaran.
" Demileubo, salah satu naga yang hampir mirip paus atau biasa di sebut Breugon, kau pasti mengenal mereka bukan? " Charlotte yang mendengar itu tersentak " Leu-san? Apa yang dia lakukan di sini? " tanya Charlotte penasaran.
" Entahlah, tapi Okaa-san. Jika kau ingin bertemu dengan mereka aku sarankan untuk jangan menemui mereka untuk saat ini, aku akan ikut bersama Okaa-san nanti untuk bertemu mereka " jawab Naruto lalu pintanya pada Charlotte
" Hm, kenapa? " tannya Charlotte " Ada yang ingin aku tanyakan pada mereka, setelah aku mendapatkan pertanyaan dari mereka... " jeda Naruto sambil membuka celah perban mata kanannya lalu membuka mata kanannya yang berwarna putih kebiruan.
.
" Jawaban dari kehancuran Pulau Kitrugon bisa saja aku dapatkan nanti "
.
.
Tap! Tap!
Sesudah berbicara dengan Charlotte, Naruto memutuskan untuk kembali ke tempat kelompoknya berada, namun langkah Naruto terhenti ketika melihat 4 orang muncul di depannya. Tiga orang Perempuan berbeda rambut, tiga perempuan dua perempuan berambut hitam di ikat pony tail dan di geraikan dan perempuan kedua berambut biru panjang sebokong dan satu orang pria.
" Mou~ kau dari mana saja Naruto-kun! " kesal perempuan berambut hitam sambil berlari ke arah Naruto dan memeluk Naruto dengan erat " Hahaha~ aku hanya menemui seseorang kok, Shizuka-nee " jawab Naruto sambil tertawa membiarkan perempuan yang sudah dia anggap kakak memeluknya sambil mengelus pipi halusnya ke pipinya.
" Lagi pula ada apa kalian menemuiku? " tanya Naruto penasaran karena 3 orang penting yang biasanya menjaga Hokage saat ini menemuinya " apa salah kami menemui orang yang sudah kami anggap adik? " tanya balik pria yang tak lain adalah Dohnassek.
" Maa~ sebenarnya tidak salah sih " jawab Naruto sambil tersenyum canggung " Syukurlah kau baik-baik saja, aku pikir kau kenapa-napa tadi hingga kau tidak ikut bertarung dari tadi " ucap Shizuka semakin memeluk erat Naruto dan menekan kepala Naruto ke dadanya membuat Naruto memberontak dengan wajah merona.
" Shi-Shizuka-nee ka-kau me-membuatku tidak bisa bernafas " berontak Naruto sambil melonggarkan pelukan Shizuka " Aku baik-baik saja dan aku tidak terluka, ya~ kecuali mata ini " ucap Naruto sambil menunjuk mata kanannya yang masih dia tutupi perban
" aku hanya membiarkan anggotaku saja yang bertarung untuk saat ini, tapi saat pertarungan melawan kelompok Suna barulah aku akan maju karena di sana yang akan menjadi penentu untuk perempatan final babak pertama " lanjut Naruto.
" Kelompok Suna ya? " gumam Kalawarner " Aku dengar di sana ada salah satu orang yang memiliki Ichibi, salah satu naga dari The Nine Legends Dragons Beast, apa kau yakin bisa mengatasinya? " tanya Raynare menatap khawatir Naruto.
" Mungkin, tapi yang aku tahu dia tidak mungkin bertarung di babak awal, pasti dia akan bertarung di babak perempatan babak ke pertama dan kedua karena dia tidak akan mengeluarkan sedikit kekuatanpun hanya untuk melawan orang lemah baginya " ucap Naruto sambil mengotak atik jamnya sesaat lalu menghentakkan tangannya ke depan.
St! Trank!
Setelahnya muncul The King di tangan kiri Naruto bersamaan Jam W.W.S Watch milik Naruto mengeluarkan besi-besi yang menyatu seperti armor pada lengan kiri Naruto membuat Tangan Naruto seperti robot.
" Tapi jika di pandang secara nyata bukankah kau seharusnya di pandang orang kuat? " tanya Kalawarner, Naruto yang di tanya hanya tersenyum " Maa~ bisa di bilang begitu, tapi dia pasti akan memberikan salah satu anggota terpecayanya melawanku, lagi pula jika dia kalah melawanku nanti, kelompoknya tetap masuk babak perempatan final babak pertama, namun nanti dia pasti akan melawan orang lain hingga kita bisa saja bertemu di babak kedua " jawab Naruto sambil meletakkan kingnya di pundak.
" Mengesampingkan itu sebenarnya apa sih yang ingin kalian katakan hingga kalian meninggalkan post kalian " tanya Naruto sambil menatap satu persatu orang kepercayaan Hokage " A-Ah~ mengenai itu " gumam Shizuka sambil memainkan jarinya, Naruto yang melihat tingkah Shizuka tampak berbeda menaikkan sebelah alisnya.
" Ah, Gomen Naruto sepertinya kami harus pergi " ucap Dohnassek langsung menghilang dari sana " Kami juga, lagi pula Shizuka bilang ada yang ingin di bicarakan denganmu " ucap Kalawarner ikut menghilang.
" Jaa~ Ne Naruto-kun, semangat ya " ucap Raynare ikut menghilang meninggalkan Shizuka yang salah tingkah di tinggal temannya " Benarkah? " tanya Naruto membuat Shizuka semakin salah tingkah.
" A-Ah, sepertinya aku harus kembali jaa na~ " setelah mengatakan itu Shizukapun menghilang meninggalkan Naruto dalam kebingungan " Sebenarnya apa sih? " gumam Naruto sambil menyelipkan pedang besarnya ke punggung.
" Yosha! Kembali lagi di lomba ke tiga Dragons Champions : The Rings! Langsung saja kita menuju pertandingan berikutnya setelah lama beristirahat, Kelompok Whitefox dari Konoha melawan Kelompok Greyuu dari Iwagaku "
Naruto yang mendengar itu menggumam lalu berjalan menuju pintu keluar sambil menekan-nekan jarinya hingga berbunyi suara " Satte, selagi menunggu bagaimana jika kita pemanasan saja " gumam Naruto sambil menyeringai.
.
.
~ Naruto : The Dragons Future ~
.
.
19.00 PM
Sudah sekitar 11 jam pertandingan di mulai dan para penonton masih senantiasa menonton hingga pertandingan terakhir yang akan datang. Kali ini lomba akan mencari 16 besar dari 50 besar yang ikut lomba dan 14 kelompok sudah terpilih dan tinggal 2 kelompok lagi yang belum terpilih.
Yaitu Whitefox dan Suna...
" Sial di mana sih si Danchou? Padahal sebentar lagi kita akan bertanding " Gumam Julis setengah kesal " Maa~ itu memang kebiasaan Danchou " ucap Kiba berusaha menenangkan Julis.
" Maaf saja aku tidaklah orang seperti itu " semua langsung menoleh dan mendapati Naruto yang tampak kotor, semua yang melihat itu menatap bingung Naruto " Danchou, kau habis melakukan apa hingga kau seperti itu? " tanya Kiba penasaran.
" pemanasan. Selain itu, Tohka-chan, Koneko-chan, Saya-chan dan Kirin-chan, ikut aku. Kita akan melakukan pertandingan berikutnya " ucap Naruto berjalan keluar di ikuti Tohka, Kirin, Saya dan Koneko di belakangnya.
" pada akhirnya singanya lepas juga ya " sindir Tohka dan mendapat dengusan dari Naruto " Aku bukanlah hewan dan bukanlah senjata, aku adalah... " jeda Naruto sambil mengetik jamnya kembali hingga tangan kirinya terbungkus besi-besi mekanik yang membuat tangan kirinya seperti robot.
" Aku sendiri "
.
Tap! Tap!
" Yosha! Inilah yang paling di tunggu-tunggu! Whitefox melawan Suna! Selain itu pada akhirnya! Orang yang paling di nantikan akhirnya turun bertarung! "
" pada akhirnya Kau turun juga Genius From The Future " ucap sosok pemuda berambut abu-abu " Shira, Sen, Yome, Temari dan Kankuro, sepertinya ketua kalian hanya memilih kalian sejak tadi untuk bertarung, apa dia tidak berniat turun? " tanya Naruto menatap lima sosok di depannya ( Kalian pasti sudah tahu ciri-ciri mereka. Untuk, Shira, Yome dan Sen ada di Naruto Shippuden Arc Ujian Chunin 401 ).
" Tidak. Tapi kali ini, Aku menantangmu bergulat Uzumaki Naruto! " tantang Shira membuat semua di sana berteriak semangat.
" Hoooo! Apa ini! Suna menantang satu lawan satu dalam Taijutsu! Apa yang akan di putuskan oleh Ketua Whitefox "
.
" Heh! Taijutsu?! apa Danchou bisa melakukannya? " kejut Julis di tempat peserta begitu juga yang lain
" O-O, sepertinya ini akan menjadi pertempuran yang mengerikan " semua anggota tersisa menoleh ke sumber suara dan terlihat Asia, Aiz, Kurumi, dan Shiina berjalan ke arah mereka " Kalian? " gumam Claudia.
" Apanya yang mengerikan? " tanya Julis penasaran " Sebenarnya Naru-kun itu cukup mengerikan di bidang Taijutsu, maka dari itu aku bilang mengerikan " jawab Kurumi.
" Walau Naru-kun terlihat ahli dalam banyak senjata, tapi Taijutsu adalah kemampuan mengerikan yang di miliki oleh Naruto sejak kecil " timpal Aiz " Apalagi sejak berumur 12 tahun, Nii-chan memutuskan melatih Taijutsu miliknya dan hasilnya adalah... " jeda Asia sambil memunculkan Hologram berisikan Foto tempat yang hancur berantakan dengan tubuh seseorang terbaring di tempat tersebut.
" i-ini! " kejut Julis dengan mata melebar begitu juga yang lain " Benar. Ini hasil dari latihan Naruto-nii ketika tidak mendapatkan partner Naga, dan di hianati oleh si jalang " ucapan Asia membuat semua di sana menatap honor ke arena di mana tampak Naruto tengah berpikir lalu menyeringai, mereka yang melihat itu merinding.
.
" Heh! Adu gulat huh? Boleh juga " balas Naruto " Tapi dengan satu syarat, jika salah satu dari pertarungan kita keluar atau tidak kuat bertarung, maka mereka akan kalah beserta team yang ada di arena begitu juga jika berhasil bertahan maka dia akan maju bersama anggotanya " lanjut Naruto.
" Tidak masalah " balas Shira membuat Naruto menyeringai senang, setelah itu Naruto mulai menancapkan King di punggungnya ke tanah Arena lalu mengadukan tinjunya dan memasang posisi bertarung tangan kosong dengan tangan kanan di arahkan kedepan dengan telapak tangan menekuk ke dalam dengan posisi jari telunjuk, Tengah dan jempol membentuk seperti cakar sementara jari manis dan telunjuk di lipat/di tekuk biasa.
Posisi tangan kiri di arahkan ke samping wajah dengan siku tertekuk, tubuh di arahkan menghadap miring, kaki kiri di tekuk sedikit dan Kaki kanan di majukan sedikit dan di tekuk sedikit.
" tapi aku peringatkan, aku bukanlah orang yang sembarangan jika Taijutsu " ucap Naruto memiringkan sedikit wajahnya sambil menyeringai. Shira yang melihat Naruto telah bersiap memasang posisi bertarung.
Sementara anggota yang di arena diam di tempat sambil menonton pertandingan 1 vs 1 di depan mereka saat ini, komentator yang melihat itu langsung saja mengangkat tangannya dan...
" Pertandingan terakhir! Mulai! "
Wush!
Mendengar tanda langsung saja Shira melesat dengan cepat ke arah Naruto membuat seringai Naruto semakin melebar.
Sret! Wush!
Bugh!
Shira yang melihat Naruto masih memasang posisi awal bergerak sedikit ke samping sambil memberikan tinju ke samping dengan menggunakan pergelangan atas tangannya pada sisi kanan Naruto. Tapi Naruto berhasil menangkis serangan tersebut dengan melawan pergelangan atas Shira dengan pergelangan atasnya juga.
Wush! Daak!
Shira yang merasakan tendangan dari samping kirinya langsung menggunakan tangan kirinya untuk memblokir serangan tersebut dan benar saja sebuah tendangan dari tumit belakang kaki Naruto telah berhasil dia tahan.
Wush! Sret!
Shira yang melihat Naruto melayangkan tinju telapak tangan ke arahnya langsung menggunakan tangan kanannya yang bebas untuk bertahan, namun bukan pukulan yang dia dapat melainkan Naruto melompati dirinya ke belakang.
Wush! Bugh!
Setelah mendarat di belakang Shira, Naruto melayangkan tinju pergelangan tangannya dengan mengayunkan tangannya ke belakang bersamaan dengan memutar tubuhnya, namun pukulannya berhasil di tahan oleh Shira.
Wush! Daak!
Dengan melakukan gerakan yang sama Shira kembali berhasil menahan tendangan tumit belakang Kaki Naruto, Shira yang bisa menebak gerakan selanjutnya melakukan pertahanan yang sama namun...
Bugh! Duaak!
Begitu tinju telapak tangan Kanan Naruto mengenai tangan Shira, dengan gerakan cepat Naruto mengayunkan tangan kirinya dari bawah dan berhasil menembus pertahanan Shira karena pukulannya berhasil mengenai dagu Shira hingga membuat Shira harus mengangkat tangannya.
Buagh! Buagh! Buagh!
Melihat celah besar Naruto langsung melayangkan tinju telapak tangannya secara beruntun tanpa membuat Shira memiliki kesempatan untuk menahan serangan.
Bughbughbugh! Buagh!
Tinju Narutopun semakin cepat dan sebagai serangan terakhir dari tinjunya, Naruto menghentakkan kedua telapak tangannya pada dada Shira hingga membuat Shira terhempas sedikit ke belakang.
Shira yang bisa menguasai dirinya menghentikan hempasannya dan menatap Naruto tajam di mana tampak Naruto menghembuskan nafasnya pelan sambil memasang posisi awal kembali.
" Serangan tadi... Bukankan itu teknik silat Wing Chun? Bagaimana bisa Dia menguasainya? " kejut Tsunade tidak percaya " Hoho, sepertinya ini akan menarik " gumam Hiruzen.
" Seranganmu lumayan cepat juga ne Naruto-san " puji Shira sambil tersenyum, dirinya benar-benar beruntung dan juga semakin semangat melawan Naruto " Sudah aku katakan, aku bukanlah orang yang sembarangan jika sudah Taijutsu " Balas Naruto sambil menyeringai kecil.
.
Team Uchiha Place
.
" Uwwoooh! Apa-apaan itu tadi, serangannya sungguh luar biasa! " teriak Lee penuh semangat ketika melihat gerakan tinju beruntun Naruto " Itu hampir mirip seperti serangan Clanku, tapi tadi itu adalah Wing Chun, bagaimana bisa dia menguasai teknik tua itu " gumam Neji.
" Lee, tontonlah pertandingan itu hingga berakhir, temukan kelemahan kuning itu dalam bertarung tangan Kosong " perintah Sasuke " Yosha! Akan aku lakukan dengan semangat membara! "
" Semangat membara terkadang tidak membuahkan hasil "
.
.
" Baiklah, kita mulai lagi! " ucap Shira dengan tubuhnya yang perlahan mengeluarkan sedikit energi, Naruto yang melihat itu menekankan berat tubuhnya pada kaki kanan miliknya
Wush! Sret!
Bugh!
Dengan kecepatan yang berbeda dari yang tadi, ketika Shira melesat ke arah Naruto dengan kecepatan dari yang biasanya, Naruto juga sudah memutar tubuhnya sambil memberikan tendangan dengan belakang tumit kaki kirinya membuat Shira harus menahan tendangan Naruto.
Wush! Srush!
Setelah memberikan tendangan dari kaki kirinya, Dengan gerakan cepat Naruto melompat sedikit lalu mengayunkan tendangan kaki kanannya ke kepala Shira Namun tendangannya berhasil di hindari.
" Hampir saja! " kejut Kirin tidak percaya.
Tap! Sret! Bugh!
Boom!
Setelah mendaratkan kakinya, Naruto kembali memutar tubuhnya sambil melayangkan tinju kanannya begitu juga Shira hingga akhirnya tinju tersebut saling berbenturan dan membuat ledakan angin yang keras.
Wush! Bugh! Bugh!
Dengan gerakan cepat, Merekapun langsung saling melesatkan tinju mereka namun semua saling berbenturan dan saat berbenturan terjadi hempasan angin berkali-kali karena adu tinju mereka.
Sret! Wush! Duak!
Naruto yang melihat Tinju Shira akan mengenai wajahnya memiringkan kepalanya dan langsung menangkap tinju Shira yang melewati kepalanya lalu memukul dan mendorong dada Shira dengan keras menggunakan telapak tangannya hingga membuat Shira sedikit terhempas.
Wush! Sret! Duak!
Shira yang terpental berusaha mengendalikan dirinya hingga akhirnya dia bisa berhenti, namun dia harus di kejutkan dengan Naruto yang sudah di atasnya sambil melayangkan tendangan kaki kanan dari samping ke arahnya.
Tak mau terkena, dia langsung menundukkan tubuhnya lalu membuat tendangan Naruto meleset, Shira yang melihat celah langsung memberikan tendangan kaki kiri pada Naruto, Namun Naruto berhasil menahannya dengan menyilangkan tangannya, namun dirinya juga harus terhempas karena tendangan tersebut
Sret! Wush! Duak!
Naruto yang bisa merasakan Shira kembali ke arahnya dan melayangkan tinju ke arahnya langsung membungkukkan tubuhnya ke belakang dan memberikan tendangan pada perut Shira dengan kedua kakinya hingga terbang ke atas.
Wush! Grep! Swush!
Shira yang di tendang ke atas harus di kejutkan ketika Naruto tiba-tiba sudah di belakangnya sambil menggenggam pergelangan tangan kanannya dan memutar-mutar dirinya lalu melemparnya ke bawah tepat ke arah Arena di bawah mereka.
[" Taijutsu Juuichi : Tensuogi! "] ucap Naruto melesat kembali ke arah Shira sambil mengepalkan kedua tangannya di pinggang.
Buagh! Wush! Blaaar!
Setelah di dekat Shira, Narutopun melayangkan kedua tinjunya hingga mengenai perut Shira, namun karena cepatnya mereka jatuh mereka harus membentur arena dengan keras hingga membuat beberapa retakan.
Wush!
Dari kumpulan asap kecil tempat mereka menabrak Arena dari langit, keluar Naruto yang tampak baik-baik saja sambil memasang posisi bertarung awal kembali.
.
" Kalian lihat bukan? Naruto-nii akan mengerikan jika dia sudah tangan kosong " ucap Asia membuat semua di sana mengangguk kaku kecuali Aiz dan Kurumi.
.
" Hohoho, boleh juga Naruto-kun " gumam Charlotte sambil tersenyum tipis, Sementara Wanita di sampingnya hanya menggumam setuju
.
Sementara di arena. Tampak Shira perlahan bangkit dalam keadaan sedikit kotor dan terdapat luka di beberapa tubuhnya menatap Tajam Naruto yang tampak tenang di posisinya.
" Sugoii, Ini pertama kalinya aku melihat Danchou bisa taijutsu " gumam Kirin terkagum " Sepertinya aku harus memaksimalkan sedikit kekuatanku untuk mengalahkanmu ne " gumam Shira yang perlahan tubuhnya terbungkus Aura ke orange-orangean dan Shira juga sudah mengganti posisi bertarungnya.
" Entahlah tapi sebelum di coba mana kita tahu " jawab Naruto sambil bersiap untuk menahan serangan Shira kembali " Kalau begitu, Aku maju! " ucap Shira yang langsung menghilang dari pandangan Naruto.
Wush! Bugh! Krak!
Naruto yang merasakan sinyal bahaya di samping kirinya langsung menggunakan tangan kirinya untuk menahan wajahnya dan benar saja sebuah tendangan dari kiri berhasil dia tahan dengan tangan kirinya yang terbungkus mesin, namun tendangan tersebut berhasil menggeser sedikit Naruto bersamaan dengan tanah yang di pijak Naruto retak.
' Tendangannya... Kali ini lebih kuat ' batin Naruto tidak menyangka bahwa serangan Shira semakin kuat.
Wush! Wush! Tak! Duak!
Kembali Naruto yang merasakan serangan dari Shira melakukan teknik menghindar namun Naruto harus di kejutkan dengan serangan dari bawah yang di lakukan oleh Shira kepadanya dengan mengenai perutnya hingga membuat Naruto harus terhempas sedikit ke belakang.
' Serangannya tidak bersuara, serangan apa itu? Ini pertama kalinya aku melihat seseorang memiliki teknik taijutsu tanpa suara ' batin Naruto sambil mengelus perutnya pelan lalu mengeluarkan tabung kecil di bagian lengan kirinya dan mengambil 10 pil dan memakannya.
" Bagaimana Naruto-san? " tanya Shira sedikit sombong karena baru bisa membuat Naruto terhempas " Entahlah lagi pula pertarungan ini belum berakhir " balas Naruto sambil memasang posisi bertarung awalnya.
' Aku harus memastikannya lebih dulu, setelah itu baru aku akan melakukan serangan balasan ' batin Naruto membuat rencana.
Sret! Wush!
Narutopun memompa tenaganya pada kakinya lalu berlari ke arah Shira lebih cepat dari manusia biasanya, Shira yang melihat itu memasang posisi bertarungnya namun tidak bergerak ke mana-mana ketika dia melihat Naruto ke arahnya.
Sret! Wush! Duak!
Setelah 1 meter di depan Shira, Narutopun menghentakkan kaki kanannya dengan keras lalu memutar tubuhnya ke kiri sambil memberikan tendangan tumit belakang kakinya, gerakan tersebut tentu di hafal Shira dan membuat Shira lebih mudah menahan serangan tersebut.
' Pola serangan yang sama, tapi aku sudah tahu jika setelah tendangan pasti pukulan ataupun tendangan kembali dengan kaki kanan, tapi semua itu tidak akan aku biarkan ' batin Shira langsung melayangkan tinju pada area intim Naruto
Wush! Tak! Tak! Wush!
Namun rupanya Naruto menarik kaki kirinya sambil berputar balik sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya dan berhasil menahan serangan Shira yang seharusnya terkena area intim tapi jika sekarang maka akan mengenai dadanya.
Shirapun kembali melayangkan tinju ke dua miliknya ke wajah Naruto dan kembali berhasil di tahan oleh Naruto yang menyilangkan tangannya kembali di depan wajahnya, Naruto yang mendapatkan sesuatu langsung menjaga jarak sambil membaca sesuatu di jamnya.
' Begitu ya... Konsepnya seperti burung hantu ' gumam Naruto lalu menyeringai " Baiklah kita lihat apakah serangan suaramu bisa mengenaiku sekarang " ucap Naruto sambil mengepalkan tangan kirinya lalu mengambil posisi memukul ke bawah.
" HUUOOH! " teriak Naruto melesatkan tinjunya ke tanah.
Brak! Brak! Brak!
Tanah Arenapun mengalami retak dan hancur membuat celah-celah batu yang ke atas dan terus merambat hingga hilang setelah melewati Shira, Shira yang melihat itu memasang posisi bertarung siaga karena dia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Naruto.
[" Taijutsu Gojutsu : Hinkki Kaeru "]
Kwok! Kwok! Kwok!
Seketika dari bawah tepat di celah-celah retakan, tanah yang hancur dan tanah yang naik ke atas terdengar bunyi suara katak di mana-mana, namun gelombang suara katak tersebut lebih keras membuat Shira harus menutup telinganya. Naruto yang melihat itu tentu tak menyia-nyiakan kesempatannya.
Wush! Buagh! Buagh! Buagh!
Setelah di depan Shira, Naruto langsung memberikan pukulan bertubi-tubi pada Dada, Perut, Dagu dan wajah Shira.
Sret! Duak!
Setelah memberikan serangan bertubi-tubi, Naruto memegang kedua tangan Shira lalu menendang Shira dengan kedua kakinya ke atas hingga terpental ke langit kembali.
Sret! Shh~
Setelah itu Narutopun melakukan posisi memukul dengan tangan kirinya yang terbungkus alat mekanik seperti tangan robot, mekanik-mekanik itupun mengeluarkan empat tabung kecil di siku dan perlahan mengeluarkan suara yang nyaring.
Wush! Sret! Wush!
Sementara pada tubuh Shira yang di atas, muncul Cloningan Naruto secara tiba-tiba di belakang Shira sambil mendorong Shira ke bawah membuat Naruto menyeringai.
[" Booster Wind! "] teriak Naruto melayangkan tinjunya.
Bugh! Wush! Blaaaaar!
Namun tak terduga, Shira menyilangkan tangannya di depan wajahnya untuk menahan tinju Naruto, namun hal tersebut harus di bayar dengan dirinya ( Shira ) harus terpental jauh hingga menabrak tiang penyangga Arena dan untung saja Shira tidak keluar Arena.
" Huft~ " hela Naruto lalu memasang posisi santai " Sepertinya tadi aku harus sedikit mengesernya agar dia bisa terhempas keluar " gumam Naruto sambil sedikit menghentakkan tangan kirinya dan perlahan bagian-bagian mekanik di tangan kiri Naruto menghilang dan memasuki jam Naruto.
' Seperti yang tadi aku duga, jika konsentrasinya buyar dia pasti akan bulu halusnya membuatnya seperti burung hantu liar ' batin Naruto lalu menatap Shira yang perlahan melepaskan dirinya dari tiang penyangga yang dia tabrak ' Arigato ero-jiji, Berkat teknik yang kau ajarkan dulu sungguh berguna, walau itu hanyalah copyan dari alatku ' batin Naruto sambil melirik jamnya.
" sepertinya harus aku akhiri di sini ne "
" Hm? " gumam Naruto sambil menatap Shira bingung " Kali ini akan aku kalahkan kau " ucap Shira mengangkat wajahnya memperlihatkan tatapan nyalangnya lalu memasang posisi kuda-kuda
" Huuooo! " teriak Shira dengan tubuh yabg perlahan mengeluarkan energi panas membuat Naruto bersiaga [" Stin Ko Ho Dai Kassei! Ka! "] teriak Shira.
Booom!
Seketika terjadi ledakan Energi besar pada tubuh Shira dengan Aura Orange yang membungkus tubuh Shira beserta warna kukit Shira yang berubah, Naruto yang dapat merasakan Energi Shira menyilangkan tangannya berusaha menahan dorongan energi Shira.
Sret! Wush! Buagh!
Naruto yang tidak dapat membaca gerakan Shira harus di kejutkan ketika Shira tiba-tiba muncul dan memukulnya hingga terhempas jauh.
Trak! Trak! Trak!
Craaaaak!
Dengan cepat Naruto menguasi tubuhnya dan menancapkan seluruh jari tangan kirinya yang kembali terbungkus Alat-Alat mekanik dan berhasil menghentikan aksi terpentalnya, namun tanah yang tancapkan oleh Tangan Kiri Naruto harus jauh membuat mereka terdorong sedikit sejauh 2 meter dari jarak tancapan.
' A-Apa-Apaan itu ' batin Naruto sambil menatap tajam ke depan ' Aku tidak bisa melihat gerakannya... Seberapa cepat dia itu ' batin Naruto sambil melirik sekitarnya
Wush! Duak!
Buagh! Buagh! Buagh!
Kembali Naruto harus di kejutkan ketika Shira tiba-tiba muncul dan memukul dirinya hingga terpental, Shira yang berhasil memukul Naruto langsung memberikan serangan brutal pada Naruto dari berbagai arah.
.
" Kenapa Danchou tidak melawan dan membiarkan dirinya terkena serangan tersebut?! Jika begini terus aku akan turun dan menghentikan pertarungan ini! " tanya Julis setengah berteriak, dirinya yang melihat Naruto di serang tanpa ampun benar-benar gatal ingin menghentikan pertarungan tersebut.
" itu tidak perlu " cegat Kurumi membuat Julis semakin gatal " Kenapa?! "
" Apa yang biasanya di lakukan oleh ketua kalian itu jika dalam keadaan terdesak dan tidak memiliki rencana? " tanya Kurumi sambil tersenyum misterius " Um? Biasanya dia akan diam dan membuat rencana " jawab Kiba
" Lalu kalian pikir apa yang di lakukan oleh ketua kalian itu? " tanya Kurumi membuat semua terdiam sesaat sebelum tersadar " Jangan bilang dia membuat rencana? " tebak Tohka tidak percaya sambil menatap ke arena dimana Naruto masih di serang secara brutal oleh Shira.
[" Stin Kassei : Juukohoto! "] ucap Shira menyebutkan teknik taijutsunya.
Buagh! Buagh! Buagh!
Shirapun memberikan sepuluh pukulan pada dada Naruto hingga membuat Naruto terhempas jauh terbaring di tanah tanpa bergerak sedikitpun.
" Wuooohh! Apa yang terjadi! Uzumaki Naruto membiarkan dirinya di hajar bertubi-tubi oleh Anggota Kelompok Suna hingga terbaring di tanah! Sebenarnya apa yang di rencanakan oleh Uzumaki Naruto? "
.
Team Sasuke
.
" Huh! Sepertinya ini adalah akhirnya " dengus Sasuke
" Uwwooh! Kenapa!? Padahal aku ingin melawan Naruto-san!? " teriak Lee sambil menangis anime
.
Charlotte Place
.
" Apa ini akhirnya? " tanya Wanita berambut merah di samping Charlotte " Tidak " jawab Cbarlotte sambil tersenyum
.
Five Kage Place
.
" Heh! Sepertinya dia kalah telak " dengus Pria berotot yang merupakan Kage Kota Kumogaku " Huft~ pertarungan sebenarnya baru saja di mulai " ucap Hiruzen sambil menghembuskan asapnya setelah menghisap cerutu di tangannya.
.
Arena place
.
" Dengan begini semua berakhir! " ucap Shira kembali berlari ke arah Naruto
[" Shockwave! "]
Boooom!
Seketika terjadi gelombang hempasan dengan titik utama di tubuh Naruto, Shira yang terkena hempasan gelombang tersebut harus di buat mundur karena kuatnya gelombang.
" Apa itu " gumam Shira " Hehe, aku pikiraku akan mati " semua yang mendengar suara tersebut terkejut dan terlihat tubuh Naruto yang perlahan bangkit hingga terduduk.
" Jika kau ingin menghajar seseorang, setidaknya gunakan otakmu " ucap Naruto sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan wajah Naruto yang sama sekali tidak terdapat luka pukulan " Bagaimana mungkin? " kejut Shira.
" Huh! " dengus Naruto lalu salto dengan menghentakkan tubuhnya ke depan membuatnya berdiri tegak kembali " jika di tanya bagaimana mungkin? Apa kau ingat ini? " tanya Naruto sambil menunjukkan tabung kecil berisikan pil-pil.
" Itu... " gumam Shira " benar, Ini Pil Khusus buatanku, sebenarnya Pil ini hanyalah untuk Stamina, tapi selain Stamina Obat ini memiliki Efek lain " jelas Naruto.
" Obat ini bisa meningkatkan pertahanan, ketahanan tubuh dan tulang 4x lipat, bahkan Jika kau terluka luka kalian akan pulih lebih cepat 2x lipat, ya~ kecuali jika sudah di bunuh atau tertusuk jantungnya maka tidak akan bisa di sembuhkan dengan pil ini dan juga Batas waktu efek dari obat ini setara 3 jam satu pil " jelas Naruto sambil menyimpan pilnya.
" Tadi aku sudah makan 10 pil jadi ketahanan dan Pemulihanku 40 dan 20x lipat, jadi serangan tersebut tidak akan mempan terhadapku selama 30 jam " ucap Naruto sambil mengangkat dagunya dan menatap datar Shira dengan sebelah matanya yang berwarna Biru Saphire.
" Gh! " geram Shira " Selain itu... " jeda Naruto sambil berjalan pelan menuju Shira. mekanik-mekanik di tangan Narutopun mulai kembali ke jam milik Naruto.
Sret! Trank!
Setelah itu Naruto menarik King yang dia tancapkan sebelum pertandingan dan membenturkan Senjatanya hingga bagian-bagian pedang King mulai berubah dan menyatu dengan kedua tangan Naruto, dan ke dua Kaki Naruto ( Kedua tangan dan Kaki Naruto jadi seperti robot ketika King menyatu dan saat menyatu warnanya tetap merah ).
Sret! Bwuuush~
Setelah itu Naruto merentangkan tangan kanannya ke samping lalu mengepalkan tangannya hingga memunculkan Kobaran Api merah di tangannya " Sekarang giliranku yang mengeluarkan seluruh kemampuanku " ucap Naruto sambil menyeringai kecil lalu memasang posisi bertarung seperti di awal, Shira yang mendengar perkataan Naruto hanya menatap tajam Naruto lalu menghilang dengan cepat.
Wush! Wush! Buagh!
Shira yang akan melayangkan pukulannya ke arah Naruto harus di kejutkan ketika tiba-tiba menghilang dan muncul di belakangnya, Shira yang baru saja akan memberikan serangan berikutnya harus di batalkan karena Naruto telah menendang dirinya hingga terpental 20 meter.
Shira yang telah berhenti dari terpentalnya menatap Naruto tak percaya karena Naruto dapat melihat gerakannya dan memberikan serangan balasan " Huft~ " hela Naruto sambil mengambil posisi kaki kiri di depan sambil di luruskan tubuh di bungkukkan dengan kaki kanan di tekuk di belakang, Kedua tangan Naruto terkepal di samping pinggannya dengan api yang membara di tangannya.
Shira yang melihat itu meningkatkan kekuatannya untuk bersiap melawan Naruto.
Twush! Wush! Wush!
Boom! Boom! Boom!
Dari kaki Naruto keluar Api panas layaknya NoS dan setelah itu Naruto memompa kakinya dan melesat ke arah Shira dengan cepat begitu juga sebaliknya. Setelahnya terjadi pertarungan kasap mata di mana hanya terjadi ledakan-ledakan api di berbagai tempat.
Semua penonton yang melihat pertarungan tersebut semakin bersorak keras karena pertarungan yang semakin sengit, sementara semua peserta yang melihat pertarungan saat ini harus di buat membuka rahang mereka lebar-lebar.
Boom! Boom! Sret! Boom!
Pertarungan Naruto dan Shirapun terhenti di tengah Arena di mana Tangan Kiri Naruto menahan tangan Kanan Shira dan Tangan kanan Naruto beradu tinju di bagian perut dengan Shira ( Tinju mereka saling beradu bukan berarti perut mereka terkena pukulan ), bahkan semenjak mereka beradu Tinju tanpa sadar mereka membuat Pola dengan Api Karena kecepatan Naruto. Dan pola tersebut adalah Piala besar yang dililit oleh dua Naga panjang dan bersayap.
' Ghh! Di-Dia.. Dia bisa membaca setiap gerakanku dan pukulanku, terlebih... Tangannya sudah berlapis pedangnya dan juga Api, jika seperti terus bisa-bisa aku terbakar ' batin Shira sambil menatap tajam Naruto yang jaraknya beberapa senti.
" Kheh! Terkejut? " tanya Naruto lalu mendorong tangan kanan Shira dengan tangan kirinya lalu memutar tubuhnya.
Duak!
Setelah itu Naruto menendang Shira hingga terpental ke belakang sambil memegangi dadanya yang terasa sakit karena tendangan Naruto.
" Tunjukkan semua kemampuanmu? Aku tahu kau masih menyimpan seluruh kemampuanmu " ucap Naruto sambil mengepalkan tangan kanannya di depan wajah ( Posisi kepalan tangannya ke atas ).
Shira yang mendengar itu sedikit tersentak " Bagaimana kau mengetahuinya? " tanya Shira " Huh! Itu... " jeda Naruto sambil mengambil posisi kaki kiri di luruskan, tubuh sedikit di bungkukkan, kaki kanannya di tekuk, tangan kanan di tarik ke belakang sambil mengepalkan tangannya sementara tangan kirinya di arahkan ke depan.
Sring! Sring! Sring!
Seketika di berbagai tempat muncul Lingkaran Merah berukuran besar membuat semua di arena tersentak " adalah hal mudah, dan ini adalah Teknik Taijutsu beruntunku untuk pembalasan yang tadi " lanjut Naruto.
Bwuuush~
Tangan kanan Naruto yang terbungkus Kingpun mulai mengeluarkan Api yang membara, lingkaran merah di berbagai tempat di Arenapun juga mulai bercahaya saat api di tangan kanan Naruto membara.
[" Taijungu : Bokuhakoshin! "] teriak Naruto sambil melesatkan pukulannya pada lingkaran merah besar di depannya.
Swush! Swush! Swush!
BOOM! BOOM! BOOM! BLAAAAAAAR!
Setelah itu Tinju Api berukuran besar keluar dari setiap lingkaran sekitar 50 kali lalu lingkaran merah itupun meledak dengan dashyat hingga harus memunculkan Kekkai Otomatis untuk melindungi para penonton.
Setelah ledakan reda namun membuat kumpulan Asap yang tebal hingga tidak bisa melihat keadaan di dalam Arena, setelah menunggu 8 menit kumpulan asap di arenapun menghilang memperlihatkan Shira yang berdiri dengan nafas terengah-engah dan Naruto yang masih pada posisinya tanpa bergerak sedikitpun.
Sementara peserta lain yang ada di arena mereka yang tadi ada di dalam Kekkai harus menggunakan teknik bertahan mereka seperti Tohka yang memunculkan Singgasananya untuk melindunginya bersama Xenovia, Saya yang memunculkan Barier untuk dirinya dan Kirin
" Sugoii, tidak aku sangka Danchou memiliki teknik seperti itu dengan senjatanya " kagum Kirin " Tapi tadi itu cukup berlebihan " balas Tohka sambil menghilangkan Singgasana miliknya
' Si-Sial... Sepertinya aku harus meningkatkannya ke level 3 untuk bisa menghadapinya ' batin Shira sambil menatap Naruto tajam di mana Naruto telah menarik posisinya menjadi santai.
Sret! Bwuuuush!
Setelah memasang kuda-kuda Energi Orange pada tubuh Shirapun kembali meledak membara membuah hembusan angin yang keras, Naruto yang melihat itu semakin melebarkan seringainya.
" Khuhu, Ini akan semakin menarik " gumam Naruto.
Twush! Twush!
Booom! Boom!
Secara bersamaan merekapun menghilang dan kembali beradu tinju hingga membuat hempasan angin begitu tinju mereka saling beradu, Shira yang melihat celah memberikan tendangan kaki kanannya pada wajah Naruto sambil melompat, Namun Naruto berhasil menangkap kaki Shira dan membanting tubuh Shira ke tanah hingga menghancurkan tanah di bawahnya dengan sekali banting.
Sret! Boom! Wush!
Setelah membanting Shira, Naruto melempar sedikit tubuh Shira lalu menendangnya hingga terpental lalu mengejar tubuh Shira.
Sret! Boom! Blaaaar!
Setelah sampai mengejar tubuh Shira, Naruto langsung melompat kecil dan menendang Dada Shira ke tanah kembali, setelah memberikan tendangan Naruto langsung melayangkan tinju apinya ke arah Shira namun berhasil di hindari oleh Shira dengan menjauhkan dari Naruto.
" Walaupun kau meningkatkan Lvlmu hingga mencapai 3 kau tidak akan bisa melawanku, ayo~ tunjukkan seluruh kemampuanmu! " tatang Naruto membuat Shira menggeram " spertinya tak ada pilihan lain " ucap Shira memasang kuda-kuda kembali
Bwuuush!
Seketika Aura Orange Shira semakin besar, Naruto yang melihat itu melebarkan Seringainya " Lvl 6 yah? Inilah yang aku tunggu-tunggu " gumam Naruto sambil melepaskan jubah hitamnya lalu melemparnya ke langit.
Srek! Blaaar!
Sreet!
Setelah itu Naruto melepaskan baju kaos miliknya dan menjatuhkannya begitu saja, namun Baju tersebut jatuh layaknya batu, semua yang melihat itu tentu saja terkejut karena sebuah baju memiliki berat seperti itu. Setelah melepaskan bajunya Naruto menangkap jubahnya dan memakainya kembali.
" ini pertama kalinya aku sampai menggunakan Lvl 6, dan kau yang pertama kali memaksaku menggunakannya " ucap Shira sambil menatap tajam Naruto
" benarkah? " tanya Naruto " Jika sampai harus menggunakan Lvl 7 kau benar-benar akan aku habisi " teriak Shira menatap nyalang Naruto dengan mata tanpa pupilnya.
" Huh! Menarik, kita lihat saja " dengus Naruto
Twush! Twush! Blaar! Booom! Boom! Blaaaar!
Shira yang mendengar itupun menggeram marah dan langsung saja menghilang dengan cepat di susul oleh Naruto, namun hal berikutnya terjadi ledakan di berbagai tempat dan hancurnya lantai Arena di berbagai tempat membuat semua penonton semakin bersorak, walau mereka tidak bisa melihat pertarungan tersebut.
.
Charlotte Side
.
" Luar Biasa " gumam Charlotte dengan mata melirik ke sana kemari " Apa ini sudah kelewatan? Sejak tadi sepertinya mereka berniat menumbangkan satu sama lain dari pada mengeluarkan musuh mereka dari Arena? " tanya Wanita di samping Charlotte.
" Entahlah, tapi sepertinya Naruto melampiaskan keinginannya bertarung dalam pertarungan ini " balas Charlotte membuat Wanita di sampingnya mendengus
" Jika ingin bertarung kenapa tidak ikut bertarung saja " .
.
Arena
.
Boom! Boom! Sret!
Setelah pertarungan sengit Shira dan Naruto membagi jarak mereka sambil mengatur nafas yang terengah-engah kecuali Naruto yang tampak santai tanpa ada masalah.
' Ku-Kuso, Walau sudah Lvl 6 masih saja bisa kalah. Aku pikir dia ini lemah dalam Taijutsu tapi sepertinya aku salah ' batin Shira sambil menatap tajam Naruto yang memasang posisi santai ' Sepertinya aku harus mencobanya ' batin Shira sambil menyatukan ke dua tangannya.
[' Taidokassei : Guhokizhoki! '] teriak Shira dalam batin.
Thsssssshhh!
Seketika dari dalam tanah keluar Uap Panas yang perlahan membentuk Kabut membuat Naruto menyipitkan matanya karena perlahan Kabut menutup pandangannya pada Shira.
" Kabut ya, Tch! Aku paling benci kabut " desis Naruto sambil menatap sekitarnya.
Wush! Buagh! Buagh! Buagh!
Seketika Naruto harus menerima serangan dari berbagai arah membuatnya bergerak tidak tentu arah karena terus membiarkan dirinya menerima setiap serangan tersebut.
Sret!
" Huh! Bermain secara sembunyi dan menyerang tanpa suara. Benar-benar seperti burung hantu " dengus Naruto ketika serangan Shira berhenti " Kau benar-benar membuatku membara untuk melawan dengan tangan kosong. Maa~ walau sebenarnya aku ingin melawan Gaara tadi, tapi sepertinya... "
" Dia cukup bodoh untuk menyia-nyiakan kesempatan "
Buagh!
Sebagai serangan terakhir Shira memukul Wajah Naruto dengan keras hingga terpental menuju lubang tiang arena, namun...
Bwwuush!
Naruto berhasil berhenti ketika menghentakkan kedua tangannya hingga mengeluarkan Api " uwwooooh! Nyaris saja! Uzumaki Naruto nyaris saja keluar Arena! "
" Jangan pernah menghina Gaara-sama Kusoyaro?! " teriak Shira sambil menghilangkan kabutnya dan memperlihatkan Shira yang menatap tajam Naruto. " Heh! Memang kenapa? " dengus Naruto menantang.
" Jika kau menghina Gaara-sama, Aku akan menghajarmu! " teriak Shira " Tidak peduli kau sekarat atau apa, Aku akan tetap menghajarmu! " lanjutnya
" Hm~ menghajarku ya? " gumam Naruto sambil berdiri kembali " Terserahku aku ingin berkata apa, kenapa kau yang marah? " lanjut Naruto bersikap santai.
" Karena Gaara-sama adalah orang yang selalu aku jadikan pedoman untuk maju, dan dialah yang membantuku maju hingga sekarang, jika kau menghinanya aku benar-benar tidak bisa menerima hal itu! " teriak Shira " Selain itu! Siapa orang tuamu hingga mengajarkanmu untuk menghina orang seenaknya saja! Apakah orang tuamu itu bodoh! " lanjutnya membuat suasana Arena semakin panas.
Beberapa orang tertentu yang mendengar itu tentu saja berwajah pucat " Orang tua? " tanya Naruto dengan nada yang lebih dingin.
Bwuuuush~
" aku tidak pernah di ajari oleh siapapun, bahkan aku tak pernah melihat orang tuaku " lanjut Naruto sambil menatap dingin Shira dengan mata kirinya bahkan Api yang di tangan Naruto dan Kakinya semakin membara hingga akhirnya Api tersebut melingkupi seluruh tubuh Naruto " Aku dari kecil belajar sendiri dengan Ero-jiji, dan Baa-chan, aku tidak pernah bertemu dengan orang tuaku selama ini. Namun aku sudah tidak peduli ".
Orang-orang tertentu yang dekat dengan Naruto harus tersentak ketika mendengar ucapan Naruto " Walaupun mereka mati aku tidak peduli " Asia yang mendengar itu di buat terdiam dengan air mata yang perlahan keluar dari matanya.
Tsunade yang mendengar itu harus di buat terdiam sambil meremas bajunya dirinya juga menggigit bibir bawahnya cukup keras hingga berdarah, Hiruzen yang mendengar itu hanya menutup wajahnya dengan topinya.
" Kau... Apa kau tidak memiliki perasaan?! Orang tuamu telah melahirkanmu ke dunia dan kau tidak peduli?! "
" Aku memang berterima kasih bahwa mereka melahirkanku. Tapi... ? Jeda Naruto " seperti yang aku katakan, mereka tidak pernah peduli denganku, untuk apa aku peduli pada orang tua yang meninggalkan anaknya selama 17 tahun " lanjut Naruto.
" Tapi... " jeda Naruto sambil menyilangkan tangannya di depan wajah " Mengejek Orang tuaku, Tidak akan pernah aku ampuni! " teriak Naruto keras membuat Hiruzen, Asia dan Tsunade tersentak.
[" Himohiryuu! "] teriak Naruto lalu menghentakkan tubuhnya.
Bwuuuuushhh~.
[" Grooaaaaaarr! "] seketika dari Api yang membara di seluruh tubuh Naruto , Api tersebut mulai membesar hingga membentuk sosok Naga Api berukuran besar, Shira yang melihat itu menyilangkan tangannya untuk menahan hempasan angin teriakan naga api di belakang Naruto.
Swuuush~
Naga Api itupun perlahan menyusut dan mulai menyatu dengan tubuh Naruto hingga membuat Armor Api dengan kepala Naga membuka mulutnya memperlihatkan wajah Naruto yang menatap dingin Shira.
" Kali ini akan aku selesaikan dengan satu serangan! " terika Naruto sambil mengambil posisi kaki kiri di depan sambil di luruskan tubuh di bungkukkan dengan kaki kanan di tekuk di belakang, Kedua tangan Naruto terkepal di samping pinggannya dengan api yang membara di tangannya.
[" Taijungu : Hitohinryuu! "] teriak Naruto.
Swuushh~
[" Grooaaaaaarrr! "]
Perlahan Api armor Naruto mulai membara kembali dan perlahan membentuk sebuah Kepala Naga Api yang mengaung dengan kerasnya.
.
" Guy, itu seperti... " jeda Kakashi sambil melirik temannya bernama Maito Guy yang ada di sampingnya " Ya " balas Guy sambil mengangguk.
.
Shira yang melihat itu langsung menjaga jarak yang cukup jauh dari Naruto dan melakukan posisi kuda-kuda ' Sepertinya tak ada pilihan lagi ' batin Shira.
[" Level 7, Kai! "] teriak Shira.
Booom!
Dan sekarang di Arena terjadi ledakan Energi kembali di mana Aura Orange yang membara dan mulai membentuk sosok hewan berupa burung hantu [" Fukuro Nanyujin! "] teriak Shira yang tak mau kalah.
" Haaaaaaaaaaa! " teriak Shira dan Naruto meningkatkan Energi Mereka kembali hingga membuat Aura dan Api yang membentuk hewan tersebut semakin besar.
" Ini gawat, jika di teruskan... ".
Wush! Wush!
Namun terlambat kedua orang tersebut telah melesat bersama dengan cepat begitu juga Dengan Aura dan Api yang terbentuk.
" HAAAAAAA! " teriak Shira dan Naruto melesat lebih cepat hingga menghancurkan tanah di tanah arena di bawahnya.
" Gawat! " panik Kankuro " Kita bisa terkena dampaknya! " panik Tohka.
" Terima ini!/Terima Ini! " teriak Shira dan Naruto melesatkan pukulan mereka bersama.
Twuing! BOOOOOOOOM!
Setelah tinju mereka beradu, terjadi ledakan besar layaknya Nuklir di arena hingga membuat semua panik di sana, namun muncul Kekkai Otomatis berlapis 3 yang langsung menahan ledakan agar tidak melebar.
" Danchou! " teriak seluruh anggota Naruto " Nii-chan! " panik Asia, Aiz yang melihat itu terdiam dengan wajah melotot begitu juga Kurumi, walaupun Zafkiennya aktif dia tidak bisa melihat apakah Naruto selamat atau tidak.
Krak! Krak! Pyaaang!
Ketika ledakan mereda Semua harus kembali terkejut ketika dua lapis kekkai di susul dengan kekkai ke tiga menghilang. Setelah menghilangnya Kekkai kumpulan Asap yang ada di hadang kekkaipun perlahan tersapu angin memperlihatkan Naruto dengan Armor Apinya yang telah hilang namun King masih menyatu dengan tangannya dan Shira yang memiliki luka bakar di beberapa tempat beserta luka serius.
Bruk!
Tubuh Shirapun ambruk karena tidak kuat bertarung, Naruto yang merasakan itu mengembalikan Kingnya menjadi bentuk pedang lalu meletakkannya di punggung " Sudah aku katakan, aku tak akan segan-segan jika sudah bertarung Taijutsu " ucap Naruto lalu jalan menjauh dari sana.
" Pe-Pemenangnya Kelompok Whitefox! "
" UWWOOOOOOOOHHH! "
" Danchou! " teriak Koneko, Kirin dan Saya berlari ke arah Naruto dan memeluk memeluknya, Naruto yang mendapatkan pelukan Koneko, Kirin dan Saya hanya tersenyum tipis " Ugh! "
Grep!
Naruto yang akan jatuh berhasil di tangkap oleh Tohka yang menatap sebal Naruto " Kau terlalu memaksakan dirimu, Apalagi harus memakan 10 pil, Kau pasti terkena efek yang lebih keras dari obat itu bukan? " tanya Tohka
" H-Hehe, M-Maa~ bisa di bilang begitu " jawab Naruto lemah karena tubuhnya sudah tak kuat berdiri lagi, walau telah memakan 10 pil staminanya benar-benar terkuras habis, inilah salah satu efek buruk jika memakan pil tersebut kebanyakan.
Tohka yang mendengar itu menghela nafasnya lalu mengangkat tubuh Naruto dengan menyelipkan sebelah lengan Naruto menuju tempat para peserta.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai dan tentu saja terjadi setengah keributan dari Asia dan beberapa anggotanya pada Naruto yang memaksakan diri, dan setelah keributan selesai, Naruto langsung di obati oleh Asia.
.
Team Sasuke
.
" Uwwoooh! Aku ingin menghadapinya! Tadi itu benar-benar hebat! " teriak Lee " Terlalu mengerikan, pemuda bernama Shira itu sudah mengerahkan seluruh kemampuannya namun kalah dengan Naruto-san " gumam Tsubaki.
" Hn, Boleh juga " dengus Sasuke " Apa kau berniat melawannya di final pertandingan ini nanti Sasuke? " tanya Kiba Inuzuka.
" Entahlah "
.
Tsunade Place
.
Tsunade yang melihat Naruto menang hanya diam dengan raut wajah yang kosong, dia ingin tersenyum namun susah dia ingin menangis tapi tidak bisa. Perkataan Naruto mengenai orang tuanya benar-benar membuatnya sakit.
Puk!
Tsunade yang merasakan tepukan di bahunya melirik dan dia melihat Shizune yang menatapnya khawatir " Gomen, Aku tidak apa-apa " ucap Tsunade dengan nada yang lirih
.
21.00 PM
.
" dengan begini babak penyelisihan telah selesai! Selamat bagi kalian semua yang lolos menuju perempatan final babak pertama! "
Suara tepuk tangan memeriahkan Arena, 16 kelompok yang lolos juga sudah berkumpul di arena termasuk Naruto walau harus duduk dengan Redurora miliknya.
" Baiklah untuk mempercepatnya, kalian yang lolos menuju perempatan final babak pertama akan bertarung kembali, dan ini adalah daftar pertarungan dua hari lagi! "
Twuing!
Seketika muncul Hologram besar memperlihatkan cabang 16 besar hingga final, semuapun membaca daftar pertarungan yang ada dengan teliti.
" lawan kita besok adalah... " gantung Irina " Kelompok Kirito dari Hyotogaku " lanjut Kiba Yuuto, Naruto yang memejamkan matanya karena masih lelah harus di paksa untuk membuka matanya.
" Selain itu... Kelompok Takigaku melawan Suna, Uchiha melawan Hinsitsu, Kumo melawan Iwagaku, Kirigaku melawan Blue Lotus, Black Lotus melawan Phenex " gumam Julis membaca pertarungan yang lain.
" Sepertinya... Ini akan menarik " gumam Tohka " Baiklah dengan begini babak penyelisihan! Resmi selesai! Sampai bertemu dua hari lagi! "
" Yo! Naruto-san! " Naruto yang baru saja di bantu berdiri oleh Kiba harus menoleh ke sumber suara dan terlihat Kirito dan kelompoknya " Ah, Asuna-chan, dan Leafy-chan kah? " gumam Naruto.
" Jangan melupakanku! Kusoyaro! " Naruto yang memang melihat Kirito hanya menatap malas Kirito, dirinya saat ini benar-benar malas " Ada apa? " tanya Naruto.
" Dua hari lagi kita akan bertarung, aku harap kau siap Naruto-san " ucap Kirito sambil menyeringai " Kau menantangku seperti Shira? " tanya Naruto sambil menatap Kirito Intens.
" Tapi maaf Aku tidak akan membiarkan Naruto-kun bertarung sendiri kembali " ucap Tohka dengan tegas " Jika kau ingin memaksa Naruto untuk bertarung lawan aku lebih dulu " tantang Tohka sambil mengeluarkan Sandalphon miliknya.
" Letakan senjatamu Tohka " perintah Naruto lalu menatap Asuna " Asuna-chan, kau sebenarnya ingin bertarung melawanku juga bukan? " tanya Naruto membuat Asuna tersentak.
" Kalau begitu di pertandingan berikutnya, aku ingin melawan kalian berdua " tantang Naruto sambil menyeringai " Apa? " kejut Tohka.
" Bagaimana? " Tanya Naruto sambil menyeringai kecil " Heh! Boleh juga " balas Kirito.
" Kalau begitu sampai bertemu dua hari lagi " ucap Kirito sambil berbalik pergi di susul kelompoknya kecuali Asuna dan Leafy yang masih di tempat " Gomen ne Naruto-san, Ketua kami itu benar-benar bernafsu ingin mengalahkanmu " ucap Asuna meminta maaf.
" Tidak apa. Lagi pula aku memiliki tujuan untuk menerima tantangannya " ucap Naruto sambil mengangkat sebelah tangannya " Apa kau berniat menghilangkan nafsu bodohnya itu? " tanya Leafy.
" Bisa di bilang begitu " jawab Naruto membenarkan " Lagi pula jika aku terus menolaknya dia pasti akan menantangku setiap saat, walau aku yakin dia akan selalu menantangku walaupun dia kalah terus " lanjutnya.
" Lagi pula aku ingin bersenang-senang terlebih dahulu sebelum masuk Semi Final dan Final " ucap Naruto menyeringai kecil.
" Inilah Danchou kami " gumam Julis sambil menepuk jidatnya " Bukan masalah bukan? Lagi pula kalian sudah berjuang dengan keras, sementara aku belum sempat bertarung sama sekali, jadi aku ingin menghilangkan rasa gatalku dulu " ucap Naruto sambil menatap Asuna.
" Aku menunggumu dua hari Lagi Asuna-chan, Jangan mau kalah darinya. Walaupun dia berbakat dalam bermain pedang dia itu sebenarnya terlalu menyombongkan dirinya bahwa dia lebih hebat di banding yang lain dan aku ingin kau dan Aku menghancurkan kesombongannya bahwa bukan hanya dia yang hebat dalam bermain, tunjukkan bahwa kau lebih hebat darinya " lanjut Naruto membuat Semua di sana terdiam, Asuna yang mendengar itu terdiam dengan mulutnya terbuka kecil sebelum menutupnya dengan senyum yang mengembang
" Ha'i, Aku akan menunggumu dua hari lagi Naruto-san " ucap Asuna semangat, sementara Naruto hanya membalasnya dengan senyum tipis.
" Um "
.
DSA Weapon Dragon
Kamar Naruto
22.00 PM
.
" Jadi... Kau sudah siap Naruto-kun? " tanya Kurumi. Saat ini di kamar Naruto, tampak Naruto yang duduk di pinggiran kasur menghadap Kurumi yang berdiri di depannya " Ha'i aku sudah siap " jawab Naruto sambil melonggarkan sedikit perbannya lalu menariknya sekaligus hingga terlepas bebas.
" Ini akan memakan waktu yang cukup lama jadi bersiaplah " ucap Kurumi sambil duduk di pangkuan Naruto saling berhadapan " Apakah harus seperti ini? " tanya Naruto gugup sambil merona.
" Tentu saja " jawab Kurumi sambil tersenyum menggoda, Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya lalu membuka mata kanannya memperlihatkan matanya yang belum pulih " Lakukanlah Kurumi-nee " ucap Naruto membuat Kurumi tersenyum.
[" Zafkien : Jekkikyuu "] ucap Kurumi.
Cup~
.
Deg!
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragons Future
" Bagaimana apa kau sudah pulih? Aku harap kau mengerahkan seluruh kemampuanmu "
" Itulah yang akan aku lakukan "
" Jangan berpikir jika aku hanya bisa bermain pedang "
" Kau akan aku kalahkan! "
" Pertarungan ini hanya sampai di sini "
Selanjutnya di Chapter 24 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons part II ( Perempatan Final babak pertama )
Note :
Yo! Update pada akhirnya! Maaf telat Up sebenarnya ingin kemarin Up, padahal tinggal sedikit lagi tapi ketiduran, soalnya capek banget, bagaimana ceritanya? Seru apa gak?.
Aku harap kalian terhibur dengan cerita kali ini, dan untuk beberapa hari mungkin Cerita ini istirahat lebih dulu karena mau melanjutkan NTMB dan NACTLM. Lalu untuk pertarungan berikutnya, Naruto akan melawan Kirito dan Asuna dalam adu senjata, saya juga harus mencari Refrensi untuk memperlancar cerita yang lainnya.
Lalu mengenai pertemuan Charlotte, Naruto dan Leu akan di ceritakan setelah masuk semi final, dan Tengu di munculkan di Part III nanti. Maaf karena di undur, lalu mengenai Kekuatan Naruto yang ada di cerita kali ini, semua berasal dari alatnya.
Lalu untuk Chapter 21, sepertinya kok sedikit yang baca ya? Apa pada lompat langsung ke Chapter 22? Soalnya jumlah yang baca beda jauh. Baiklah itu saja dari saya sang Author dan saya ucapkan untuk semuanya
Merry Christmas and Happy New Year!
Saya Dedek Undur diri, Jaa~
Please Review
