Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 24 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons part II (Perempatan Final Babak pertama )
.
Rabu, 14 November 2090
Industrion Weapon Dragons Warriors
08.00 AM
.
Di sebuah Pabrik besar tampak sebuah robot besar dam Kecil tengah melakukan pengecekan besar-besaran dari Sistem, Gerakan, Persenjataan dan Lain-lainnya, Falbium dan Ajuka yang merupakan sebagai pemimpin sementara pekerjaan robot besar itu tampak tersenyum puas dengan hasil yang mereka dapat dalam pekerjaan mereka saat ini.
" Apakah sudah selesai? " Falbium dan Ajuka yang mendengar suara Naruto menoleh dan terlihat Naruto berjalan ke arah mereka bersama seluruh anggotanya, Aiz, Asia dan Kurumi " Ah, Naruto-san, selamat atas keberhasilan kalian masuk babak perempatan final " ucap Falbium memberi selamat.
" Benar sekali Naruto-san, Tengu.. " jeda Ajuka sambil menatap Robot besar dan seukuran Manusia yang tampak mulai di jauhi banyak orang " Sudah selesai "
" Hm, lalu bagaimana hasilnya? " tanya Naruto sambil membaca data dua Tengunya " Sungguh sempurna " Jawab Falbium dengan bangga
" Hm, Kalau begitu aku akan mulai memasukkan mereka " ucap Naruto menuju alat miliknya lalu memasangkan Bola Biru miliknya lalu mengetik hologramnya dengan cepat.
[" Transfer Start! "]
Tiiiing~
Perlahan Cahaya biru melingkupi dua Robot Tengu tersebut dan perlahan menghilang layaknya hologram yang pecah-pecah.
[" Transfer Finish! "]
Tsh!
Narutopun mencabut bola birunya lalu menatap bolanya sambil tersenyum tipis " Apakah di sini ada lapangan percobaan? " tanya Naruto sambil menatap salah satu pekerja Industrion Weapon Dragons Warriors.
" Ah, silahkan ikuti aku " ucapnya menunjukkan jalan menuju sebuah lapangan berukuran 6 Hektar, Industrion Weapon Dragons Warriors memiliki Daerah terluas di banding tempat lainnya sekitar 8 Hektar, 2 Hektar untuk pabrik dan Sisanya sebagai lapangan percobaan, Naruto yang telah sampai di tempat Uji Coba melempar Bola Birunya hingga berubah menjadi Dua Robot Tengu, satu besar dan satu kecil.
" Jika menggunakan yang besar di pertandingan pasti Arenanya akan hancur berantakan " gumam Kiba Yuuto sambil menatap Naruto yang mendekati Robot Tengu berukuran besar dan mulai menaikinya dengan menggunakan Perpindahan ke dalam mesin robotnya yang dia masukkan dalam sistem robotnya.
" tentu saja baka, Danchou juga tidak akan menggunakan robot besarnya itu di Arena " Kiba yang mendengar ucapan pedas Xenovia hanya bisa tertawa canggung.
Trrtt~ shh~
Perlahan Robot Besar Tengu itupun bergerak secara perlahan ke depan lalu berhenti beberapa langkah, persenjataan Meriam Tengu di kedua pundak Yang merupakan tiruan dari Yamato bergerak perlahan.
[" Sepertinya Semua Sistem Ok, Kalau begitu "]
Drt! Blam!
Semua seketika menganga ketika Naruto mengendalikan Robot Tengu besar miliknya hingga berlari ' Di-Dia bisa langsung menguasainya! ' batin semuanya.
Blam! Shs! Boom!
Duuuaaar!
Robot Tengu itupun langsung berhenti berlari dengan menghentakkan satu kakinya hingga tubuhnya seperti berselancar ke depan dan setelah itu Enam laras meriam di pundak Tengu menembakkan pelurunya hingga jarak 7 Km dan meledak dengan dahsyatnya membuat semua di sana semakin menganga.
Bhaaatsh! Wush!
Setelah itu Muncul Dua Sayap Mekanik lebar di Punggung Tengu dan membawa Tengu terbang dengan cepat ke langit " Jika aku melawan Danchou dan Danchou menggunakan robot itu... " gantung Kiba dengan wajah Pucat " Aku... Pasti sudah jadi daging asap " lanjutnya.
" Bukan Asap lagi tapi Arang " Kiba semakin pundung ketika mendengar itu dari mulut pedas Xenovia.
Wush! Blaaam!
Robot Tengu yang di kendalikan Narutopun langsung menukik ke bawah dan mendarat dengan sempurna, Narutopun terus melakukan percobaan dari Gerakan memukul, memunculkan berbagai senjata di setiap anggota tubuh Tengu dari Pedang, Tombak, Kapak, Kaliber dan Gun Machine yang ada di pergelangan Robot Tengu.
Setelah cukup Naruto mematikan Sistem Tengu Besar dan turun dari robotnya dengan sistem perpindahannya, setelah itu Naruto mendekati Tengu seukuran tubuhnya dan menyentuhnya dari belakang " Tengu, On! " tegas Naruto.
[" Tengu On! "]
Wush! Chashchashchash!
Setelah itu Robot Tengu seukuran Naruto itupun terbelah dan bergerak ke belakang Naruto dan mulai menyatu dengan tubuh Naruto hingga semua Bagian Tengu menyatu kembali, dan terlihatlah Naruto yang di balut oleh Robot Tengu miliknya
" Bagaimana Naruto? Bagus bukan? " tanya Falbium dengan nada bangga " Um, Boleh juga " jawab Naruto membuka kepala Tengu yang menutupi kepalanya memperlihatkan wajahnya yang tersenyum senang.
" Apalagi Sistemnya sama dengan yang besar aku jadi gampang mengendalikannya " ucap Naruto melepaskan Tengu seukuran tubuhnya lalu mengubah Kedua Robotnya menjadi Bola Biru kembali.
" Lalu Danchou karena Kedua Tengu tersebut ada di bola itu, bagaimana jadinya jika Danchou mengeluarkannya dan keluar kedua Robot tersebut? Bukankah Danchou akan menggunakan satu saja? " tanya Claudia Penasaran.
" Bukan masalah, Jika aku ingin mengeluarkan Satu, aku hanya tinggal membayangkan Apa yang harus di keluarkan, misalkan aku ingin Robot Tengu kecil maka hanya itu saja yang keluar " jawab Naruto sambil meletakkan Bola Birunya di titik tengah dari Konsep miliknya " Selain itu... " gantung Naruto.
" Kalian pikir bagaimana caraku mengeluarkan seluruh kendaraanku di bola Ini? Bukankah aku memiliki banyak kendaraan yang aku simpan di bola ini? " tanya Naruto membuat semua kelompok Naruto tersentak karena melupakan fakta itu.
" Khuhu, maa~ memang Konsep Naruto-san itu sedikit sudah di ingat, bahkan anggotanya saja tidak ingat walau pernah di jelaskan " ucap Ajuka sambil tertawa mengejek " Hah? Apa maksudmu, dan juga apa maksud dari wajahmu itu? " tanya Naruto dengan alis berkedut.
" Maa~ bukan apa-apa kok, baka "
" Siapa yang kau panggil baka!? "
" Baka " ikut Falbium
" Ini lagi apa maksudnya!? "
" Baka From Future " Celetuk Kiba.
" Ini lagi ikut-ikutan! Apa kau tidak bisa berhenti membuatku kesal!? " teriak Naruto semakin kesal sambil mengguncang Tubuh Kiba dengan keras.
" Tidak capek berteriak? " tanya Sayuri polos.
" tentu saja capek dan Ini karena mereka! Mereka yang membuatku berteriak!? "
" Berisik " ucap Salah satu orang semakin membuat Naruto kesal.
" Urusai! "
Dan selama 2 jam, Naruto di buat berteriak kesal oleh seluruh anggota DSA Weapon Dragon dan Juga Kiba Yuuto.
.
.
Team Whitefox Side
11.00 AM
.
Bruuuuum~
Setelah kejadian tersebut, Naruto memutuskan pergi bersama Aiz dan Kurumi pergi menuju daerah tengah Saitavia yang di kelilingi Pegunungan Narakurayama, Kumotori, Sengen-mine, Yogurayama, Gongen, dan Kawanori melewati jalan Okutama dengan Kendaraan Lamborgini Advetador miliknya.
Aiz dan Kurumi yang ikut pergi dengan Naruto menatap keluar jendela mobil dengan senyum di wajah mereka karena melihat pemandangan di mana mereka pergi ke tempat yang di kelilingi oleh gunung, tujuan mereka akan pergi berkunjung terlebih dahulu ke Kuil yang ada di pegunungan Sengen-mine.
Sret!
Setelah satu jam perjalanan merekapun berhenti dan harus melanjutkan menuju Kuil sambil berjalan kaki " Ne, Naruto-kun kenapa kita ke sini? " tanya Aiz penasaran, Kurumipun juga penasaran apa tujuan dari Naruto datang ke sini " Ini adalah Kuil Nenek Moyang Kami para Uzumaki yang di beritahukan oleh Obaa-san. Karena kita di sini jadi aku ingin menyempatkan diriku berkunjung " jawab Naruto sambil tetap berjalan tanpa menoleh.
" Kuil... Uzumaki? " gumam Aiz dan Kurumi lalu saling berpandangan. Setelah cukup lama berjalan kaki Akhirnya mereka sampai di sebuah Kuil berukuran besar dengan lambang Pusaran yaitu Uzumaki, Naruto yang belum pernah ke sini cukup terkagum karena Interior Kuil yang masih bagus dan utuh, tapi ada satu hal menganjal di pikirannya.
" Aku pikir yang tersisa di Uzumaki hanya Aku, Asia-chan, Baa-san dan Ero-Jiji, tapi bagaimana bisa kuil ini tampak bersih sekali " Gumam Naruto sambil menatap sekitarnya.
" Selamat datang di Kuil Uzumaki, ada yang bisa saya bantu? " Naruto yang mendengar suara menoleh dan dia melihat Sosok perempuan berambut Orange sepunggung tengah membawa sapu mendekati mereka " Ah, Gomen ini pertama kalinya kami berkunjung ke sini jadi kami tidak tahu di mana Kuil untuk berdoa " Jawab Naruto dengan sopan.
" ah, Apakah Anda seorang Uzumaki? " tanya Perempuan tersebut menatap lekat Naruto " Ha'i, Saya Uzumaki Naruto desu, Mereka Tokisaki Kurumi dan Aiz Wallenstein " jawab Naruto memperkenalkan dirinya serta mewakili Kurumi dan Aiz.
" jadi masih ada Uzumaki yang tertinggal ya. Salam kenal saya adalah penjaga Kuil Uzumaki ini, Nama saya Fuuma Sasame, saya di berikan kepercayaan oleh leluhur Uzumaki untuk menjaga Kuil yang dulunya Kosong ini " ucap Perempuan Bernama Sasame memperkenalkan dirinya.
" Kosong? Apakah tidak ada yang pernah berkunjung kemari? " Tanya Naruto sambil menaikkan sebelah alisnya " 3 Tahun yang lalu ada beberapa orang, seperti Uzumaki Karin dan Uzumaki Sara, kadang-kadang mereka mampir ke kuil ini namun tidak secara bersamaan, namun setelah 2 tahun berikutnya mereka tidak datang kembali " jelas Sasame.
" Uzumaki.. Sara, siapa dia? " tanya Naruto penasaran " Tidak ada tahu karena dia tidak pernah mau memberitahukan dari mana dia " jawab Sasame membuat Naruto menghela nafas kecewa karena tidak mendapat info lengkap.
" Baiklah mau bagaimana lagi, kalau begitu tolong antarkan kami ke Sana " pinta Naruto " Silahkan ikuti aku " Ajak Sasame di ikuti oleh Naruto, Kurumi dan Aiz.
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah Kuil menyembah Tuhan di Kuil Uzumaki " Naruto-san, sebelum melakukan Doa, Anda harus melakukan beberapa ritual yang di jalankan oleh Keluarga Uzumaki " ucap Sasame membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.
" Ritual? " Beo Naruto " Silahkan Anda duduk di sini " tunjuk Sasame untuk duduk di sebuah kuil kecil dekat dengan Kuil penyembah, Naruto yang memang baru pertama kali memasuki Kuil Uzumaki Hanya menuruti saja.
" Gomen Naruto-san, kami harus mengambil sedikit darah dari Clan Uzumaki Untuk melakukan Ritual untuk memastikan apakah benar Anda seorang Uzumaki jika benar, maka Anda harus melakukan penyucian dan barulah Anda bisa berdoa " pinta Sasame, Naruto yang mendengar itu hanya menuruti saja, membiarkan Sasame melakukan tugasnya, Sasamepun melukai sedikit Jari Naruto dengan jarum dan mengambil sedikit darah Naruto.
Setelah merasa cukup Sasame membawa darah Naruto yang dia masukan ke tabung kecil menuju sebuah Artefak Kuno yang ada di Kuil tersebut, Aiz yang masih melihat darah Naruto mengalir mengambil tangan Naruto dan mengulum jari Naruto yang mengeluarkan darah hingga membuat Naruto sedikit terkejut
" A-Aiz-nee, Apa yang kau lakukan? "
Sementara itu pada Sasame, Sasame menuangkan Tiga tetes Darah Naruto ke Artefak Tersebut lalu melakukan gerakan tangan serta jari yang cepat hingga memunculkan Lingkaran Merah di Artefak tersebut. Naruto yang tadinya berbicara dengan Aiz terhenti karena fokus dengan apa yang di lakukan Sasame, sementara Aiz dia dengan tenang mengulum Jari Naruto dan memainkan jari Naruto dengan lidahnya membuat Naruto yang tadinya Fokus perlahan merona karena perbuatan Aiz dan itu membuatnya geli
" Fuahh~ " desah Aiz melepaskan kulumannya pada jari Naruto yang terlumuri Saliva miliknya " Apa yang kau lakukan Aiz-nee? " tanya Naruto kesal sambil berusaha menarik tangannya namun di tahan Oleh Aiz yang menjilati kembali tangannya yang di penuhi salivanya.
" Aku hanya ingin menghilangkan darah di jarimu " jawabnya dengan santai dan berwajah polos " Tidak boleh? " tanyanya dengan wajah sedikit sedih.
" Bukannya tidak boleh hanya saja itu menggelikan " jawab Naruto sambil membersihkan jarinya dengan tisu " Tapi Arigato, Aiz-nee " lanjutnya sambil tersenyum ke arah Aiz.
" Mustahil! " Semua yang mendengar nada kaget Sasame menoleh " Ka-Kau... " gumam Sasame sambil menatap Naruto terkejut " Kau keturunan dari Uzumaki Arashi!? "
" Hm? Uzumaki Arashi? " Beo Naruto " Uzumaki Arashi atau leluhur Pertama dari Clan Uzumaki, dia juga merupakan pendiri Clan ini dan Sekaligus, Kakek Buyutmu Naruto, karena Ibumu adalah Cucu dari Uzumaki Arashi " jelas Kurumi membuat Naruto tersentak.
" I-Ibuku? " kejut Naruto " Salam pada keturunan Arashi-sama, saya benar-benar tidak menyangka bahwa keturunan dari Uzumaki Arashi masih ada " ucap Sasame langsung membungkuk memberi hormat pada Naruto membuat Naruto gelagapan.
" Maa~ tegakkan badanmu kembali, aku tidak mempermasalahkannya karena aku juga baru tahu akan hal ini " ucap Naruto menegakkan tubuh Sasame kembali " Tapi... "
" Sudah jangan banyak mengeluh, sekarang dimana tempat ritual penyuciannya? " potong Naruto sambil menaruh telunjuknya di bibir Sasame, Sasame yang melihat wajah Serius Naruto terpaku dengan rona tipis di pipinya, Sasamepun mengangguk pelan dan berjalan mundur tiga langkah membuat jarak dirinya dan Naruto " Silahkan ikuti aku " ajak Sasame masuki kuil itu lebih dalam dan tentu di ikuti oleh Naruto, Aiz dan Kurumi.
' Hampir saja, Aku tidak boleh memiliki perasaan dengan Keturunan Arashi-sama, Tapi wajah tampannya yang serius itu ' batin Sasame dengan wajah memerah ketika mengingat wajah serius Naruto.
" Dia kenapa? " tanya Naruto polos " Fufufu~ polos sekali " tawa halus Kurumi. Setelah sampai di dalam Sasame menyuruh Naruto untuk duduk Bersila dengan membuka seluruh pakaiannya kecuali Celananya.
Berikutnya Naruto di mandikan/di siram Air Kuil Uzumaki Oleh Sasame sambil membaca mantra, saat membaca Mantra Sasame menulis Aksara-Aksara Suci di Punggung Naruto menggunakan jarinya hingga memunculkan Lingkaran Merah sedang di punggungnya.
" Gh! " Kejut Sasame kembali membuat Naruto meliriknya " Ada Apa? " tanya Naruto penasaran.
" Tidak... Tidak ada apa-apa " jawab Sasame dengan nada sedikit lirih ' Apakah... Seperti itu kehidupannya ' batin Sasame sambil menatap Naruto yang membelakanginya.
Kurumi yang dari tadi melihat Naruto masih melakukan Penyucian dan di laksanakan oleh Sasame menatap Diam Sasame dengan raut wajah sulit di artikan.
" Satte, Penyuciannya sudah selesai. Sekarang Naruto-sama dan yang lain bisa berdoa " ucap Sasame " Arigato Sasame-chan, Kalau begitu kami akan ke sana lebih dulu " ucap Naruto yang telah menggunakan pakaiannya dan berjalan keluar di ikuti Aiz di belakangnya.
" Kau bisa melihatnya? " Sasame yang mendengar suara pertanyaan menoleh dan mendapati sosok Kurumi yang menatapnya diam " Kurumi-san... Bukan? Apa maksud Anda? " tanya Sasame.
" Mengenai Kehidupan Naru-kun? "
Sasame yang mendengar itu terdiam sambil menundukkan wajahnya " Benar, Aku bisa melihatnya " jawab Sasame.
" Cukup hanya kau yang tahu, jangan beritahu siapapun mengenai Kehidupan Naruto " peringat Kurumi " Ne, Kurumi-san, bolehkah aku bertanya? "
" Menanyakan apa? "
" Bagaimana bisa... Naruto-san mengalami kehidupan seperti itu? "
Kurumi yang mendengar itu terdiam, dia ingin menjawabnya tapi lidahnya terasa kelu untuk menjelaskannya karena dia juga tahu bahwa Sasame tidak melihat semuanya secara sekaligus.
Keheningan terjadi beberapa saat hingga Kurumi menghilangkan keheningan tersebut dengan menghela nafasnya " Gomen ne Aku tidak bisa menjelaskannya, tapi yang terpenting aku peringatkan saja untuk jangan memberitahukan hal ini pada orang lain " ucap Kurumi membuat Sasame terdiam beberapa saat.
" Sebenarnya aku ingin memberitahukannya sesuatu yang penting tapi entah kenapa aku tidak bisa memberitahukannya, mungkin hanya Anda yang bisa aku beritahu "
" tentang apa? " tanya Kurumi
" Anda Bilang Ibu Naruto-san itu adalah seorang Uzumaki bukan? Apakah dia Uzumaki Kushina? " Kurumi yang mendengar itu tersentak " Dari raut wajah Anda sepertinya benar " gumam Sasame.
" Sebenarnya... " Gantung Sasame lalu menatap Kurumi dengan raut wajah yang tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata " Ibunya Masih hidup "
Kurumi yang mendengar itu membatu dengan wajah terkejut ketika mendengar ucapan Sasame tanpa ragu, Ibu Naruto, Uzumaki Kushina, Masih Hidup?
" Eh "
.
.
Tap! Tap!
Setelah melakukan ritual doa, Sasame mengajak mereka ke sebuah Kuil berukuran besar membuat Naruto semakin penasaran dengan apa saja yang ada di Kuil Uzumaki.
Sementara Kurumi yang di belakang Naruto hanya bisa diam tanpa berbicara karena masih mengingat pembicaraannya dengan Sasame, Ibu Naruto, masih Hidup?
Mini Flashback
" Apa maksudmu? Dan juga apa maksudnya masih hidup? Yang aku dengar bahwa keluarga Naru-kun pergi mengelana? " tanya Kurumi menuntut " kemungkinan berita tersebut bohong, tapi itulah faktanya. Karena Uzumaki Sara, adalah Anak dari Uzumaki Kushina " jawab Sasame membuat Kurumi semakin terkejut.
" Anak? Itu artinya? " gumam Kurumi " Benar, dia adalah adik Naruto-san, maka dari itu aku mengetahuinya "
.
End Mini Flashback
.
' Ibu Naruto masih hidup? Yang aku tahu Keluarga Naruto pergi berkelana, tapi 'Masih Hidup'? Apa maksudnya ini? ' batin Kurumi dengan perasaan gelisah ' Aku harus menanyakan ini pada Asia-chan ' Lanjutnya.
Kreet~
Setelah sampai di Kuil berukuran besar, Sasame menggeser pintu Kuil tersebut hingga terlihat berbagai barang kuno di Kuil tersebut.
" Ini adalah barang-barang yang tersisa di Kuil ini, karena Anda adalah Cucu Arashi-sama, jadi saya ingin memperlihatkan semua peninggalan ini yang mungkin berguna untuk Naruto-san " ucap Sasame masuk ke dalam di ikuti oleh Naruto, Kurumi dan Aiz.
Naruto yang melihat berbagai peninggalan di Kuil Uzumaki mulai membaca dan Melihat satu persatu Barang peninggalan Kuil Uzumaki, Begitupun Aiz dan Kurumi yang juga penasaran dengan peninggalan Di Kuil Uzumaki.
" Naruto-san " Naruto yang membaca buku sejarah Kuil Uzumaki mengalihkan pandangannya dan terlihat Sasame berjalan ke arahnya dengan Sebuah Gulungan Besar dan Dua Pedang, Satunya bersarung merah dan satunya lagi bersarung Biru.
" Ini adalah Gulungan Milik Arashi-sama dan juga Senjatanya, Karena Anda keturunan yang layak jadi saya harus memberikan ini kepada Anda " ucap Sasame menyerahkan Satu Gulungan Tua besar dan Dua Pedang tang dia bawa kepada Naruto.
" Apa ini? " tanya Naruto sambil membuka Gulungan besar tersebut dan membaca isinya " I-Ini? " kejut Naruto.
" Um, Itu adalah Gulungan Senjata, Teknik Semua Element, dan lain-lain " Naruto yang mendapat sesuatu yang bagus hanya tersenyum, lalu Naruto mengalihkan pandangannya pada Dua Pedang yang di berikan Sasame
Sret!
Narutopun mencabut kedua pedang seperti Katana tersebut hingga terlihat bilah pedang yang masih terlihat seperti baru, bahkan ketajaman pedang tersebut masih ada dan tidak ada karat yang menempel pada bilah pedang.
" Mereka adalah Hiko dan Toru, Yang merah adalah Hiko dan Yang Biru adalah Toru, mereka adalah Dua Pedang yang saling melengkapi bagaikan langit dan Bumi, Hiko memiliki Element Api, Tanah dan Petir sementara Toru memiliki Element Air dan Angin, Hanya keturunan Uzumaki Arashi Saja yang bisa menarik pedang tersebut dan Anda bisa menariknya, dengan begitu Pedang itu milik Anda sekarang " ucap Sasame.
Naruto menatap Kagum pada Dua Pedang di tangannya, dirinya lalu menatap Sasame dengan serius " Mungkin ini sedikit berlebihan tapi bolehkah aku membawa beberapa barang sejarah di Kuil ini? Ada yang ingin aku cari? " tanya Naruto.
" Tentu saja, Saya tidak akan melarangnya "
.
.
16.00 PM
.
" Gomen ne jika aku mengambilnya terlalu banyak " ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya " Tidak apa-apa, lagi pula itu hak Anda sebagai Keturunan Arashi-sama " ucap Sasame sambil tersenyum tenang
" Apa kau tinggal di sini sendiri? " tanya Aiz " Tidak, Aku tinggal sama beberapa orang yang menjaga Kuil ini, tapi mereka saat ini tengah pergi ke perkumpulan Kuil sejak pagi, sebentar lagi juga mereka akan kembali " jawab Sasame kembali tersenyum.
" Begitu ya, Jaa~ kami mohon Pamit Sasame-san, Jaga dirimu baik-baik " ucap Naruto membungkukkan badannya sesaat lalu berbalik pergi bersama Aiz dan Kurumi " kau juga Naruto-san, kapan-kapan mampir lagi " balas Sasame sambil melambaikan tangannya.
Setelah tidak melihat Naruto lagi, Sasame menurunkan lambaian tangannya lalu tersenyum tipis " Dan juga semoga kau di berkati besok "
.
21.00 PM
.
Malam harinya, Naruto memutuskan untuk Mengecek, Menambahkan dan Memasukkan semua yang dia bawa dari Buku-buku sejarah Uzumaki yang dia tambahkan dalam koleksi Perpustakaannya, Dua Pedang barunya yang dia Upgrade dan akan memindahkannya ke Jamnya dan pengecekkan buku-buku sejarah Uzumaki serta Gulungan besar yang di berikan Sasame.
Sudah 4 jam dirinya melakukan hal-hal tersebut, selagi menunggu pedang barunya di Upgrade dan di pindahkan ke jamnya, Naruto membaca sejarah-sejarah Uzumaki yang ada di beberapa Buku yang dia bawa dari Kuil Uzumaki dan hasilnya adalah dirinya benar-benar tertarik membaca setiap sejarah dari Uzumaki.
Sementara Gulungan besar yang di berikan Sasame, Naruto menyimpan Gulungan itu di tempat yang aman karena dirinya tidak mau ada yang mengambilnya tanpa seizinnya.
Puk!
" Huft~ saatnya istirahat sejenak " gumam Naruto menyelipkan kertas pada halaman yang dia baca lalu menutup bukunya. Setelah itu Naruto berjalan menuju tempat kerjanya sambil melihat hasil Upgradenya pada Hiko dan Toru.
" setelah merasa cukup Naruto mengetik Hologramnya Komputer miliknya dengan cepat hingga Dua pedang yang ada di Kotak Kaca menghilang dan di gantikan sebuah Bola berukuran kecil " Yosh " gumam Naruto sambil tersenyum puas.
.
Sementara itu di Teras atas DSA Weapon Dragon, tampak Asia dan Kurumi saat ini saling berhadapan dengan raut wajah bingung Di Asia dan Raut wajah yang serius dari Kurumi. Asia yang akan menemui kakaknya harus tertahan karena Kurumi menemuinya dan mengajaknya kemari karena ada yang ingin di tanyakan.
" Etto... Apa yang Kurumi-nee ingin tanyakan? " tanya Asia gugup, Kurumi yang dari tadi diam mulai menatap tajam Asia " Aku ingin tahu apakah benar keluarga Naruto tengah mengelana atau apakah kalian menyembunyikan fakta dari Naruto bahwa Keluarga Naruto telah meninggal? " tanya Kurumi membuat Asia tersentak dengan wajah pucat.
" E-Etto... I-Itu... " gugup Asia, Kurumi yang mendengar nada ketakutan Asia menyipitkan matanya " dari raut wajahmu sepertinya kau membohongi Naruto bahwa Orang Tua Naruto tengah mengelana, tapi sebenarnya mereka telah meninggal bukan? " ucapan Kurumi semakin membuat Asia gugup.
" itu memang benar " Kurumi dan Asia yang mendengar suara Tsunade menoleh dan benar saja tampak Tsunade berjalan mendekati mereka " Dari mana kau mengetahuinya Kurumi? " tanya Tsunade tajam
" Penjaga Kuil Uzumaki, Fuuma Sasame memberitahuku " jawab Kurumi membalikkan badannya menghadap Tsunade " dan apakah benar bahwa mereka masih hidup? " Asia yang mendengar itu semakin terkejut, Sementara Tsunade yang di tanyai seperti itu menghela nafas.
" Ka-Kaa-chan, be-benarkah itu? " tanya Asia dengan nada lirih beserta air mata berjatuhan " Um, Maaf tidak sempat memberitahumu Asia " ucap Tsunade sambil mengangguk pelan.
" Tapi ini akan menjadi rahasia dari kita, kita tidak boleh memberitahu Naruto mengenai ini lebih dulu " Tegas Tsunade " Kenapa? " tanya Asia
" Karena ini akan menjadi kejutan untuk Naruto nanti " jawab Tsunade sambil tersenyum
.
Naruto Side
.
" Hachii! " bersin Naruto " Ughh~ siapa yang membicarakanku coba " gumam Naruto sambil menggosok hidungnya. Setelah baikkan Naruto kembali melanjutkan pekerjaannya untuk persiapan Pertarungan besok.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Kamis, 15 November 2090
Yokosuka
08.00 AM
.
Keesokan paginya Pertandingan The Rings Babak Pertamapun di mulai, beberapa Warga yang ingin menonton langsung berdatangan dan memilih tempat duduk yang ada, untuk kelompok Naruto mereka sudah berkumpul di arena kecuali Naruto karena saat ini Naruto bertemu dan beberapa orang dari perkumpulan Kantai dan Blue Mermaid Harekaze.
Sebenarnya bukan Naruto yang menemui mereka tapi merekalah yang menemui Naruto dan mengajak Naruto ke tempat mereka terlebih dahulu sebelum pertandingan. Pertemuan mereka hanya membicarakan hal-hal kecil seperti memberi selamat pada Naruto dan memberikan sebuah kue kecil sebagai hadiahnya.
Tak kadang Naruto juga membahas masalah kapal dan misi operasion FS yang masih berjalan, Setelah menanyakan hal tersebut Kapal Harekaze harus di perbaiki sekitar 2 bulan karena Bagian Mesin yang panas dan rusak dan Mision FS baru saja berjalan kemarin jadi belum menghasilkan apapun.
Setelah cukup, Naruto memutuskan pamit dan kembali ke arena dan tentu saja di balas dengan teriakan penyemangat oleh mereka. Saat sampai di Arena Naruto langsung ke tempat Anggotanya berkumpul di tengah Arena.
" Apa sudah selesai masalah pribadinya? " tanya Kiba Yuuto dan di balas anggukan oleh Naruto " pribadi seperti apa? Apa kau mau membuat harem dengan mereka? " goda Kiba Yuuto.
Duak!
Baru saja mau mendelik, Kepala Kiba lebih dulu di benturkan oleh sisa kelompoknya membuat Naruto Sweatdrop karena hal itu.
" Mereka kenapa? " tanya Kirito yang melihat tingkah aneh Kelompok Naruto " Entahlah " jawab Asuna seadanya saja.
" Yosh! Selamat datang kembali semuanya di Arena The Rings Dragons Champions Perempatan Final Babak Pertama! "
" UWWWOOOOOOH! "
" Kali ini Kami telah mengumpulkan 16 Kelompok yang akan bertarung mencari posisi 8 Besar! Selain itu Kami menyiapkan Pertarungan dari 8 Kelompok yang kalah untuk mencari Posisi 9 dan 10 "
16 Kelompok yang lulus yang mendengar itu semakin semangat untuk bertarung dan merebut posisi tersebut, Naruto yang mendengar itu melirik setiap Kelompok yang awalnya 10 besar atau 11 besar di tambahnya Kelompok Phenex yang terlihat semangat kecuali kelompok Iwa, Uchiha, Suna, Kumo dam Kiri yang tampak merasa bosan.
" Sepertinya di beberapa kelompok merasa bahwa mereka kuat hingga mereka bosan untuk bertarung " Naruto yang mendengar gumaman Julis menoleh ke sampingnya yang menatapnya dengan senyum senang yang membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya " A-Apa-Apaan dengan raut wajah itu! "
" Tidak ada, hanya saja bagaimana bisa kau mengetahui isi pikiranku? "
" Kiba yang memberitahuku "
Grek!
" Jangan suka membaca pikiran orang Barbie, itu membuatku kesal! " ucap Naruto sambil mencekik Kiba dan mengguncang Kiba dengan cepat " Heh~ Lalu aku harus bilang apa? Apa aku harus bilang bahwa kemarin kau berciuman dengan Kurumi hingga pagi? "
" Dari mana kau mengetahuinya? " Nada Suara Naruto berubah jadi berat.
" Yaah~ sepertinya ada panggilan untukku "
" Ya, Memang ada panggilan "
Wush!
" Panggilan Dari John Cena! " teriak Naruto lalu mengangkat tubuh Kiba
Brak!
Tubuh Kibapun langsung di banting Naruto membuat Kiba pingsan seketika, semua yang melihat itu langsung terdiam dengan sweatdrop membuat Arena menjadi Sepi layaknya hutan ( Bisanya Hutan ribut kok sepi :v ).
" Eettoo... Kalau begitu kita langsung saja menuju pertandingan perempatan Final babak pertama, Peraturan dan Syarat masih tetap, tetapi pertarungan ini akan di bagi di delapan Titik Arena, satu di sini dan Tujuh Sisanya ada di luar saat ini
Dan juga kami mohon maaf karena salah memberikan daftar pertandingan kemarin, setelah melakukan pengecekkan kembali, kami telah menyiapkan Daftar pertandingannya untuk saat ini "
Tring~
Setelah itu muncul Skema Daftar pertarungan saat ini 16 peserta yang lolos melihat itu mendengus senang karena berpeluang mencari 8 besar
" Baiklah Untuk mempersingkat waktu, untuk Team Whitefox dan Team Kirito, pilihlah siapa yang akan maju! Lalu... "
" Tohka, Irina, Saya, Claudia kali ini aku butuh kalian " ucap Naruto Langsung memilih " Ara~ aku boleh ikut nih? " tanya Claudia.
" Un, Aku butuh kau dengan Pandora milikmu untuk menjaga Jika terjadi serangan yang tidak-tidak dari Kelompok Kirito " Jawab Naruto " Saya-chan gunakan Mesin Canon milikmu untuk menjaga belakang jika ada serangan mendadak dari kelompok tembak mereka semua, Begitu juga Tohka-chan dan Irina-chan lindungi Saya-chan dan Aku jika terjadi serangan mendadak dari mereka, Kalian paham?! "
" Paham!/Ha'i! " balas Empat Anggotanya.
" ayo kita ke tempat Kita kutu Barbie " ucap Julis menyeret tubuh Kiba yang pingsan bersama Xenovia.
" Apa kau sudah Siap Naruto-san? " tanya Kirito bersama Kelompoknya.
" Kirigaya Kirito, Yuuki Asuna, Andrew Gilbert Mills, Asada Shino dan Namikaze Leafy, jadi itu anggota yang kau pilih? " tanya Naruto " Tentu saja lagi pula ini berjaga-jaga jika kelompokmu menyerangku dan Asuna " balas Kirito dengan sombongnya.
' Itu kata-kataku tadi ' batin Naruto.
" Bagaimana apa kau sudah pulih? Aku harap kau mengerahkan seluruh kemampuanmu " Tanya Kirito terlebih dahulu " Itulah yang akan aku lakukan " jawab Naruto tanpa ragu
" Jaa~ kita langsung saja, Uzumaki Naruto Aku dan Yuuki Asuna menantangmu dalam adu senjata! " ucap Kirito langsung membuat tantangan.
" Uwwwooooh! Ketua Kelompok Kirito yaitu Kirigaya Kirito menantang dirinya dan Yuuki Asuna untuk bertarung melawan Uzumaki Naruto dalam pertarungan senjata! Lalu apakah Naruto-san akan menerimanya? "
" Tentu saja Aku terima " balas Naruto langsung menghentakkan tangan kirinya ke bawah hingga mengeluarkan satu bola kecil yang langsung berubah menjadi Hiko dan Toru.
.
" Itu?! " kejut Tsunade ketika melihat pedang yang di keluarkan Naruto " Ada Apa Tsunade-sama? " tanya Shizune yang ada di belakang Tsunade.
" pedang yang di gunakan Naruto saat ini, itu adalah senjata leluhur Uzumaki, kakek buyut dari Ibunya Naruto, Uzumaki Arashi, Hiko dan Toru, Pedang yang memiliki dua Element berbeda yang mengerikan dan saling melengkapi, semenjak tidak ada Kushina aku memutuskan menuju Kuil Uzumaki dan bertemu seseorang yang menjaga Kuil tersebut namun bukan berasal dari Clan Uzumaki dia yang mengetahui bahwa aku adalah Nenek dari Kushina Uzumaki langsung menunjukkan dua pedang itu dan memberikannya padaku, tapi aku tidak bisa menerimanya karena dua pedang itu menolakku, dan sekarang kedua pedang itu sudah keluar dari kandangnya, tentu saja aku terkejut karena dua pedang itu menerima Naruto " Jelas Tsunade panjang lebar.
" Hehh~ Jika seperti itu bukankah semakin menarik? " tanya Serafall membuat Sona yang di sampingnya menatap bingung Kakaknya " Maksud Nee-san? "
" Dia tidak memiliki kekuatan tapi bertarung dengan alat dan segala kemampuan yang dia miliki, tapi dia bisa menerima menggenggam 2 pedang yang di katakan Mengerikan? Bukankah itu artinya Naru-tan telah memiliki kekuatan? " tanya Serafall membuat Tiga Panitia di sana terdiam.
" Kita masih belum bisa memastikannya Nee-san jadi jangan buat spekulasi yang aneh-aneh " ucap Sona membuat Serafall mengembungkan pipinya " Mou~ Sona-tan tidak asyik " Tsunade yang mendengar itu hanya menghela nafasnya
.
" Heh~ senjata barukah? " tanya Kirito sambil menarik pedang hitam dan biru kehijauan di punggungnya " Maa~ bisa di bilang begitu " Jawab Naruto seadanya lalu menatap Asuna yang juga menatapnya
" Asuna-san, Aku harap kau serius di sini, tunjukkan kemampuanmu hingga batasnya, kau tidak ingin malu karena kalah seperti waktu itu bukan? " ucap Naruto, Asuna yang mendengar itu menatap kesal Naruto dengan alis berkedut.
" Heh! Kali ini aku tidak akan kalah " dengus Asuna membuat Naruto tersenyum.
" Kalau begitu! Pertandingan pertama Perempatan Final Babak pertama! Di mulai! "
Wush!
Setelah mendengar tanda tersebut, Naruto langsung berlari ke arah Asuna dan Kirito begitu juga sebaliknya tapi...
Sret!
Kaki Kiri Naruto yang akan melangkahkan kakinya langsung terpeleset membuat tubuh Naruto jatuh ke depan dan itu membuat semua menganga tidak percaya ' Dia Terpeleset! ' teriak semuanya begitu juga Asuna dan Kirito yang tidak percaya pada saat serius Naruto malah bisa terpeleset.
" Ikkimasu! " teriak Naruto langsung mengayunkan pedang Hiko di tangan kanannya ke tanah.
Blam! Bwwuuuuuusshhh!
Setelah pedang Naruto membentur tanah, Perlahan Tanah Arena mulai retak dengan luasnya dan saat bersamaan, Keluar Tiang-tiang Api yang bergerak cepat mengikuti alur retakan.
' Rupanya itu tipuan! ' teriak semua kembali sambil menganga tidak percaya.
Sret! Sriing! Bwuuushh!
Setelah itu Naruto menghentakkan kaki kanannya dan memutar tubuhnya sambil menebaskan pedang Toru miliknya hingga tiang-tiang api tadi berubah menjadi Tornado Api.
" Uwwoh! " gumam Irina terkagum " Sugoii! " timpal Tohka ikut terkagum.
" Hanya melakukan satu serangan dengan masing-masing pedang bisa membuat serangan seperti itu " Gumam Asada Shino tidak percaya
Kirito dan Asuna yang melihat beberapa Tornado api ke arahnya mengertakkan giginya " Asuna! " perintah Naruto
[" Suito : Houktsukki Hekki! "] ucap Asuna menebaskannya secara melengkung.
Sriing~ Wush! Bhaaaaash!
Setelahnya Cahaya biru melengkung muncul di depan Asuna dan Kirito dan keluar sebuah Dinding Air yang tinggi dan menahan serangan Tornado Api Naruto hingga membuat kumpulan Asap putih yang menutupi Arena.
" Heh! Serangan seperti itu tidak akan berhasil " dengus Kirito.
Wush!
Bzit! Jgleeeeer!
Asuna yang menyadari hal ganjil langsung melompat jarak ke tempat tanah yang tidak retak dan benar saja dari setiap Retakan terlihat Petir yang bergerak cepat hingga berhasil mengenai tubuh Kirito.
Sring! Jleb! Srrtt~
Kirito yang terkena langsung menancapkan pedangnya ke tanah hingga Petir yang mengenai tubuhnya tersalur ke tanah " Menggunakan petir heh? Boleh juga " Dengus Kirito.
Tap! Tap! Tap!
Dari balik asap keluar Naruto yang berjalan perlahan dan berhenti beberapa meter di depan Kirito " Asuna, kau diam lebih dulu biar aku yang lawan dia lebih dulu " Ucap Kirito " Jika seperti itu aku tak ingin melawanmu. Asuna ikutlah bertarung " ucap Naruto sambil melirik Asuna.
Asuna yang mendengar itu mengangguk lalu menyiapkan pedangnya, Naruto yang melihat itu juga menyiapkan ke dua pedangnya " Baiklah kita mulai pertandingan berikutnya " ucap Kirito langsung melesat ke arah Naruto, Naruto yang melihat itu Langsung memutar tubuhnya ke kiri sambil mengayunkan Toru di lengan kirinya
Sring! Trank!
Kirito yang menebaskan Pedang Hitamnya yang ada di tangan kanannya secara Vertikal berhasil tertahan oleh ayunan pedang Naruto, Naruto yang melihat celah di leher Kirito langsung mengayunkan kaki kanannya ke leher Kirito.
Bugh! Wush! Duak!
Tendangan Narutopun berhasil mengenai leher kiri Kirito membuat Lengan kiri Kirito mengayunkan pedangnya ke arah Naruto, Namun Naruto terlebih dahulu salto berputar lalu menendang wajah Kirito dengan kaki kirinya hingga terpelanting ke samping.
Sret! Wush! Trank!
Setelah mendarat Naruto memutar posisi pedang Toru menjadi terbalik lalu mengayunkan kedua pedangnya ke tengah dan saat itu pedang Asuna yang akan mengarah padanya tertahan oleh pedang Naruto.
" masih terlalu lambat Asuna-san " ucap Naruto " Tapi bukan berarti serangan seperti ini yang akan aku lakukan padamu " ucap Asuna langsung melepaskan pedangnya sesaat lalu memutar tubuhnya sambil memberikan tendangan kaki kanan ke arah leher Naruto.
Wush! Sring!
Naruto yang melihat tendangan Asuna langsung menunduk namun Asuna dengan cepat mengambil pedangnya kembali dan mengayunkan pedangnya ke atas membuat Naruto menegakkan tubuhnya di sertai mengadahkan kepalanya karena hampir terkena tebasan pedang Asuna.
Sret! Trank! Blam!
Setelah lepasnya kuncian Pedang Asuna, Naruto memutar tubuhnya di sertai tebasan Hiko secara Vertikal hingga menghantam Pedang Asuna ketanah.
Sret! Sring!
Srash! Bwwuuuushh~
Naruto yang merasakan serangan langsung salto menggunakan tangan kirinya ke atas dan benar saja Kirito menyerangnya dari belakang tapi dirinya telah lebih dulu menghindar, sebagai serangan balasan Naruto mengayunkan Hiko kembali hingga mengeluarkan Satu Tornado Api berukuran besar ke arah Kirito dan Asuna.
Kirito yang melihat itu menyiapkan pedang Hitamnya yang mengeluarkan Aura pekat dan menyiapkan teknik miliknya [" Dark Matter : Black Hole! "] ucap Kirito lalu menebas pedangnya secara Horisontal.
Twuuung~ sruush~
Seketika sebuah lubang hitam berukuran sedang muncul dan menghisap Tornado Api milik Naruto secara perlahan, Naruto yang telah mendarat melihat Tornado Apinya di hisap lubang Hitam Naruto menyeringai.
Sring!
Secara bersamaan Naruto menebaskan Hiko dan Torunya hingga membuat Tornado Api yang lebih besar dari Sebelumnya, Kirito yang melihat itu memperbesar lubang hitamnya agar bisa menghisapnya.
[" Kato : Seiryuuzekki! "] ucap Naruto sambil mengayunkan Hikonya secara Horisontal.
Srusshh~
Tornado Api yang tadinya mengecil perlahan membesar hingga berubah menjadi Kepala Naga membuat Kirito dan Asuna tersentak.
Bwuuushh~
Kepala Naga itupun menyemburkan Api berskala Luas, Asuna yang melihat itu menatap pedangnya yang masih terkubur karena perbuatan Naruto dan menggenggam erat pedangnya dengan ke dua tangannya [" Suito : Gousekki Hekki! ] ucap Asuna menarik paksa pedangnya hingga terlepas lalu menancapkan ujung pedangnya hingga memunculkan cahaya biru dalam bentuk melengkung.
Wuuushh~ Bhasshh~
Dari Cahaya biru tersebutpun keluar semburan Air berbentuk dinding dan berhasil menahan serangan Naruto hingga membuat asap putih kembali, Kirito yang melihat munculnya asap putih kembali langsung menjaga jarak dan berdiri di samping Asuna.
Setelah beberapa menit berlalu, Asuna dan Kirito tidak melihat Naruto sama sekali, namun mereka bisa mendengar suara percikan kecil
[" Raito :... "] Kirito dan Asuna yang mendengar suara Naruto di atas belakang mereka tersentak.
Wush!
[" Rakurai! "]
Trank! Bziiiit!
Asuna yang memiliki Refleks Cepat langsung memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya ke atas dan berhasil menahan pedang Naruto, namun saat menahan pedang Naruto pancaran Petir keluar dan menyebar melingkupi Asuna ( Hanya mengelilingi tapi tidak kontak dengan tubuh Asuna ).
Asuna yang melihat Naruto mengubah posisi pedangnya menatap tajam Naruto di mana Naruto tampak menyeringai kecil kepadanya.
Wush! Trank! Blam!
Naruto yang mengetahui Kirito akan menyerang dari depan langsung memutar tubuhnya lalu menebaskan pedang di tangan kirinya dengan keras hingga pedang Asuna kembali tertanam bersamaan dirinya berhasil menghindari serangan Kirito.
Wush! Duak!
Setelah itu Naruto menendang Asuna dengan kedua kakinya hingga terpental bersama Kirito di belakangnya.
Tap! Sring! Sring!
Setelah Menendang Asuna dan Kirito dengan kedua tangannya, Naruto memutar tubuhnya ke belakang hingga berdiri kembali lalu melakukan tebasan beruntun pada udara kosong dengan Toru miliknya hingga mengeluarkan hembasan angin kosong yang bergerak cepat Ke arah Kirito dan Asuna.
Tap! Tash! Tash! Tash!
Kirito yang berhasil memberhentikan tubuhnya serta tubuh Asuna sambil menebaskan pedangnya pada udara Kosong menahan Hempasan Angin Naruto yang layaknya peluru.
" Hehh~ kau bisa membacanya ya? Jaa~ bagaimana dengan ini! " ucap Naruto semakin mempercepat Tebasannya membuat Kirito kewalahan menahan peluru Angin Naruto.
Sret! Sring!
Wush! Wush! Duak!
Melihat celah besar, Naruto menebaskan pedang Toru miliknya dua kali dengan cepat hingga melesatkan dua peluru angin tak terlihat miliknya. Kirito yang bisa melihatnya mendorong tubuh Asuna ke samping dan menahan serangan Naruto, tetap serang tersebut rupanya berlapis dua membuat kepalanya terhempas ke belakang karena terkena serangan titik buta.
" Hell Yeah! " teriak Kecil Naruto senang lalu menukar posisi pedangnya kembali " Gh-Ghh! Konoyaro! " geram Kirito menatap tajam Naruto, sementara Naruto hanya acuh dengan tatapan Kirito.
" Asuna ini karena kau menghambatku, sebaiknya kau mundur dan biar aku menghadapinya! " Asuna yang mendengar itu menegakkan tubuhnya sambil melirik Kirito tajam lalu Naruto yang tampak bersikap santai namun penuh Waspada.
" Maaf, lebih baik kau saja yang mundur " balas Asuna langsung berlari cepat ke arah Naruto sambil menggosok pedangnya dengan jarinya dan saat menggosok jarinya Pedang Asuna mengeluarkan Cahaya Biru yang melingkupi bilah pedang Asuna.
Naruto yang melihat semangat Asuna tersenyum tipis lalu melesat cepat ke arah Asuna yang berlari ke arahnya.
Trank! Boom!
Begitu pedang Mereka berbenturan Terjadi Ledakan Angin beserta percikan Api yang membuat Arena kembali di penuhi teriakan penyemangat.
Wush! Trank! Trank! Trank!
" Tunjukkan kemampuanmu! " tantang Naruto " Dengan senang hati! " balas Asuna, Setelah itu Naruto dan Asuna menjaga jarak beberapa meter lalu kembali saling melesat dan membenturkan senjata mereka berkali-kali, dan setiap kali senjata mereka berbenturan ledakan Angin selalu terjadi.
Wush! Duak! Duak! Blaaar!
Karena sedikit lengah Naruto harus menerima tendangan dari titik Buta yang di buat oleh Asuna dan Kirito hingga membuatnya terpental, namun tak sampai di situ, Kirito berhasil mengikuti tubuhnya dan menendang tubuhnya ke tanah dengan keras hingga membuat punggung Naruto membentur Tanah hingga hancur.
Wush! Duak!
Blaaaar!
Kembali Kirito langsung menendang Dagu Naruto yang masih terkapar di tanah hingga terpental dan menabrak Tiang Batas Arena, Kirito yang melihat itu mendecih kesal.
" G-Gh, Serangannya boleh juga " desis Naruto melepaskan dirinya dari Tiang Pembatas dan menatap tajam Kirito yang cukup jauh darinya.
[" Suito : Suiryuuhekki! "]
Mata Naruto seketika tersentak ketika Dari Seluruh Area luar Arena muncul Ombak besar dan langsung mengurungnya di dalam penjara Air, Kirito yang melihat itu melesat ke arah Naruto dengan cepat, Naruto yang terperangkap dalam penjara Air melirik ke samping dan terlihat Asuna yang mengendalikan penjara airnya agar tidak hancur, lalu pandangan Naruto teralih ketika Kirito menyiapkan Pedang Biru kehijauan miliknya hingga mengeluarkan Hawa dingin.
' Element Es kah? Jika begitu ' batin Naruto menyilangkan dua pedangnya di depan
Bzit! Bziitt! Blupblupblup!
Penjara air yang mengurung Narutopun mulai memancarkan petir dan mengeluarkan gelembung-gelembung seperti air mendidih, Kirito yang melihat Naruto tidak melakukan perlawanan langsung mengayunkan Pedang Biru kehijauannya ke tanah.
Pyarsh! Pyarsh!
Penjara Air yang mengurung Narutopun perlahan berubah menjadi Bola Es dan mulai jatuh Ke Arena karena Asuna bukanlah pengendali Es, Kirito yang melihat itu merasa bangga tapi..
Blaaam!
Duak!
Bola Es tersebut meledak di sertai keluar uap panas membuatnya tersentak namun belum sempat bersiaga dia telah di tendang Oleh Naruto hingga terpental cukup jauh. Asuna yang melihat beberapa bongkahan Es Ke arahnya menghindari setiap bongkahan Es tersebut.
Wush! Duak!
Namun Asuna juga harus terpental begitu Naruto menendangnya dan mendarat di samping Kirito yang berhasil menghentikan aksi terpentalnya.
" Hoho, dia masih bisa bertahan juga di Bola Es tersebut " kagum Kirito.
Srt~
Semua yang di Arena melebarkan mata mereka ketika sebagian tubuh Naruto pada bagian Kiri melepuh hingga mengeluarkan asap " Itu karena aku memanaskan Airnya "
" Na-Naruto-san? " gagap Asuna tidak percaya bahwa Naruto sampai memanaskan penjara Air yang dia buat hingga kulitnya melepuh " Heh! Ini kesempatan yang bagus " dengus Kirito menyiapkan Pedang Hitamnya hingga mengeluarkan Aura Hitam.
Naruto yang melihat itu bersiaga sambil lengan kirinya mengeluarkan dua pil dari balik jubahnya, [" Dark Matter : Kurorai! "] teriak Kirito lalu menebaskan pedang Hitamnya pada udara kosong di depannya
Wush! Trank! Trank! Trank! Trank!
Setelah itu Naruto langsung melempar dua pilnya ke atas lalu mengayunkan pedang Hikonya ke belakang karena munculnya bayangan hitam yang mengeluarkan Besi besar berbentuk pedang, Bukan hanya itu Dari setiap sudut keluar serangan yang sama membuat Naruto terus menahan serangan tersebut sambil menari.
Namun tanpa di sadari siapapun, Dua Pil Naruto lempar tadi saat ini menjadi Alat Naruto untuk bertahan karena setiap pilnya akan jatuh Naruto berhasil melemparnya kembali ke atas dengan pedangnya, Kakinya, bagian lengannya dan senjata dari musuhnya.
Wush! Ctank! Ctank! Ctank!
Naruto yang merasa ada serangan tambahan melirik ke belakang dan benar saja Asuna melakukan serangan pada udara kosong namun berupa peluru Angin membuat Naruto harus semakin mempercepat gerakan tebasannya.
" Heh! Bagaimana!? Apa kau bisa menghadapi ini!? " tanya Kirito lalu menebaskan Pedang Biru kehijauannya ke tanah.
Pyarsh! Pyarsh!
Naruto yang melihat Bongkahan Es berduri ke arahnya menggeram kecil sebelum menyeringai [" Jikkan : Asbrodeus "] gumam kecil Naruto sambil membuka mata kanannya yang berubah menjadi Jikkan di jam 8.
Deg!
Pyaaaaaarsh!
Seketika semua tersentak karena terjadi Hempasan Kuat dari Naruto beserta terpentalnya Asuna dan Kirito " U-Ugh! " lenguh Kirito jatuh berlutut, matanya melebar karena di kakinya terdapat luka besar seperti tebasan padahal dia yakin bahwa tadi tidak ada luka di sana.
" Sepertinya aku harus menunjukkan kemampuanku yang sesungguhnya " Kirito yang mendengar ucapan Naruto menatap tajam Naruto di mana Naruto tampak telah pulih tanpa luka melepuhnya " Penyembuhan? Sejak kapan? " desis Kirito.
" Heh~? Baru saja aku menyembuhkan diriku, Kemarin kau yang menonton pertarunganku dengan Shira pasti tahu benda apa yang menyembuhkanku " balas Naruto membuat Kirito tersentak " Pil " desis Kirito.
" Tepat sekali "
" Tapi melihat pertarungan kalian berdua, sepertinya kalian belum mengeluarkan seluruh kemampuan kalian, Apa kalian yakin bisa mengalahkanku dengan kekuatan kalian sekarang ini? " Kirito dan Asuna yang mendengar itu langsung mendelik ke arah Naruto yang seolah meremehkan mereka, ya walau hampir benar.
Kekuatan Naruto di atas dari siapapun, hanya seorang Kage ataupun di atasnya yang bisa mengalahkannya, walaupun orang tersebut pemilik naga legenda atau apapun, Naruto masih di atas dari mereka, mereka memang tidak bisa meremehkan Naruto. Karena kepintaran, Cara licik, Bertarung dan caranya membuat Strategi, Konoha mempercayainya sebagai orang penting layaknya pelindung baja yang bisa melindungi Konoha dan di beri julukan The Genius From The Future.
" Aku akan mengeluarkannya " ucap Asuna sambil berdiri tegak lalu membuat satu gerakan layaknya orang budha, Kirito yang melihat apa yang di lakukan Asuna melebarkan matanya [" Uzukisetsuoki Kenkkiyuzuki! "] ucap Asuna langsung menghentakkan tubuhnya.
Sraaasshh~
Seketika muncul 6 Rantai putih dengan ujung tajam dari punggung Asuna membuat Naruto tersentak karena mengetahui Teknik tersebut.
" Rantai Uzumaki, Jadi dia muridnya " gumam Tsunade sedikit terkejut karena Asuna mempelajari Teknik yang di miliki oleh orang yang dia kenal.
" Rantai apa itu? " gumam Irina menatap aneh Rantai yang keluar dari punggung Asuna " Sepertinya itu bukan Rantai Biasa, Pancaran Energi dari Rantai tersebut terasa kosong " balas Tohka yang sedikit gelisah karena tidak bisa merasakan Rantai yang di keluarkan Asuna.
" Rantai dari Clan Uzumaki, Bagaimana bisa kau memiliki Teknik Clan Uzumaki? " tanya Naruto sambil menatap tajam Asuna " Ini adalah Teknik yang di ajarkan oleh guruku! " jawab Asuna langsung mengendalikan enam Rantainya bergerak ke arah Naruto dengan cepat. Naruto yang tidak mendapat jawaban pasti mengertakkan giginya lalu menyiapkan dua pedangnya.
Trank! Trank! Trank! Trank!
Narutopun mengayunkan kedua pedangnya untuk menahan Rantai Asuna dan mementalkan Rantai Asuna untuk membuat jarak, tapi Rantai yang di pentalkan kembali menukik membuat Naruto sedikit terkena serangan Asuna.
Jleb!
" Arg! " teriak Naruto ketika pahanya tertusuk Satu Rantai Asuna ' Gawat! ' batin Naruto.
Syuut! Grep! Wush!
Blaaaaar!
Rantai yang menancap di kaki Narutopun melilit Kaki Naruto dan langsung membanting Naruto dengan keras hingga menghancurkan tanah Arena, Semua yang melihat Naruto terkena serangan bersorak bagi yang mendukung Team Kirito, Kirito yang melihat Naruto terkena serangan menyeringai tipis.
Trank!
Seketika Rantai Asuna kembali dalam keadaan Patah membuat Asuna tersentak karena Naruto berhasil memotong Rantainya, dan dari tempat Naruto tampak Naruto yang berlutut sambil menunggu luka di kakinya pulih.
" Sekarang Kirito! " ucap Asuna.
" Hyaaaa! " Naruto yang memang menyadari ada Kirito di belakangnya langsung mengerakkan Hiko miliknya dan menancapkannya ke tanah.
Blam! Blam! Blam! Blam!
Seketika Tubuh Kirito Harus terpental kembali karena dagunya terkena hantam Tiang tanah yang tiba-tiba muncul, namun bukan hanya satu tiang yang muncul melainkan 30 Tiang di setiap titik yang berbeda.
Sring!
Setelah pulih Naruto menarik pedangnya kembali lalu berdiri tegak sambil menatap Asuna dan Kirito secara bergantian " Yo Kirito-san apa hanya segitu kemampuanmu? Aku pikir kau harus menyerah saja jika ingin menang melawanku " Kirito yang di remehkan menggeram marah.
Sebagian Tubuh Kirito perlahan mengeluarkan Aura Hitam dan biru kehijauan, Naruto yang melihat itu menyeringai lalu menatap Asuna " Ayo Asuna, Tunjukkan kemampuanmu, kau tidak ingin kalah seperti waktu itu bukan? " Asuna yang di remehkan juga mendelik ke arah Naruto, sementara Naruto hanya tersenyum ke arahnya tanpa rasa takut.
[" Accel! "] teriak Kirito Langsung melesat ke arah Naruto dengan cepat.
Sriiing!
Asuna yang melihat Kirito bergerak juga langsung bergerak mengendalikan Rantainya dengan Target Naruto, Naruto yang bisa merasakan dua serangan langsung mengayunkan dua pedangnya.
Trank! Trank!
Jleb! Sring!
Dengan cepat Naruto langsung menghilang dan tiba-tiba terjadi pertempuran dari Kirito dan Naruto yang saling beradu pedang lalu menghilang kembali dan beradu di tempat lain kembali, Asuna yang bisa melihat gerakan Naruto menancapkan enam Rantainya di setiap Tiang dan setelah itu dari tiang tersebut keluar Tiga Rantai yang langsung menyebar luas.
Wush! Wush! Trank! Trank!
Sama seperti di pertarungan Naruto melawan Shira, Naruto mengajak Kirito bertarung sambil berpindah-pindah dengan kecepatan mereka membuat semua bersorak karena melihat pertarungan seru kembali.
Sring! Tank!
Naruto yang tidak menduga ada dua rantai yang mengara padanya harus menahannya dengan gagang kedua pedangnya hingga mementalkan kedua senjatanya dan menancap di salah satu tiang batu.
Sret!
Naruto yang akan mengambilnya harus tertahan karena Kirito telah menjaga pedangnya agar tidak bisa di ambil, sambil membuat rencana mata Naruto melirik ke segala arah di mana terdapat banyak rantai telah mengurungnya dari atas.
" Dengan begini kau tidak bisa lari, apa yang akan kau lakukan hah? Apa lagi kau saat ini tidak ada senjata? " ucap Kirito membuat Naruto menyeringai kecil " aku tidak akan membiarkan kau mengeluarkan senjata lagi, sebaiknya kau mengalah Naruto-san " ucap Kirito merasa menang.
" Heh? Benarkah? " tanya Naruto menyentuh tiang tanah di sampingnya lalu mengayunkan hingga ditangannya telah ada Thundertron Spears miliknya " Apa?! " kejut Kirito, dia bahkan tidak melihat Naruto mengeluarkan senjatanya dari Jamnya.
" Huh! Sayang sekali tapi aku masih ada banyak senjata " dengus Naruto langsung menghilang di ikuti Kirito yang langsung mengikuti gerakan Naruto.
Jgler! Jgleer!
Asuna yang ada di luar Area pertarungan Naruto dan Kirito bisa melihat Sebuah Kilat terbang ke atas di berbagai titik yang di asumsikan efek dari pertarungan Kirito dan Naruto.
Melihat titik dimana rantainya masih menyebar, dia langsung mengendalikan seluruh rantainya bergerak ke titik Naruto dan Kirito akan bertarung.
Trank! Trank! Tank!
Kembali, Naruto yang lagi bertarung dengan Kirito harus kehilangan senjatanya kembali karena rantai Asuna, Kirito yang melihat celah terbuka langsung mengayunkan pedangnya ke arah Naruto.
Trank!
Namun kembali Naruto berhasil menahan ayunan pedangnya dengan Pedang berwarna Hijau di tangannya yang entah kapan telah muncul, Naruto yang melihat Kirito terkejut menyeringai " Terkejut? "
" Bagaimana bisa? " tanya Kirito tidak percaya " Huh, Apapun bisa terjadi " jawab Naruto mendorong senjata Kirito lalu menjaga jarak dari Kirito.
' Apa yang terjadi, setiap senjatanya menghilang dia memunculkan Senjata baru tanpa gerakan untuk memanggil bagaimana cara dia melakukan hal itu ' batin Kirito menatap tajam Naruto yang masih berdiri tenang di depannya.
" Kau hebat juga bisa mengikutiku dengan Teknik Accel " Ucap Naruto memulai pembicaraan " Dan juga kau orang kedua setelah Shira yang bisa mengikuti setiap gerakanku, aku ucapkan selamat padamu " lanjutnya.
" Huh! Hanya dengan itu tidak akan membuatku Senang! " dengus Kirito ' Sepertinya aku harus meningkatkan Level Accelku ' batin Kirito mengompres Energi di tubuhnya pada kakinya dan Kedua Pedangnya
[" Dark Matter : Kurohikken! "]
[" Hyoto : Aoihikken! "]
Swush! Pyaaarsh!
Tangan Kirito yang mengenggam dua pedangnya seketika berubah menjadi Pedang Hitam besar di sertai Pedang Es besar, Naruto yang melihat itu memutar pedang Hijau di tangan lalu memasang posisi siap bertarung.
[" Accel... "] jeda Kirito membungkukkan badannya [" Boost! "]
Swush!
Naruto yang melihat Kirito menghilang langsung ikut menghilang dengan cepat, suasana Arena seketika terasa sepi bahkan terlalu sepi, Asuna yang tidak mendengar suara pertarungan menaikkan sebelah alisnya.
" Apa yang terjadi? " Tanya Saya penasaran " Entahlah " jawab Claudia " Apa sudah selesai? " tanya Tohka entah kepada siapa
Trank! Blaaar! Blaaar! Blaar!
Setelah 10 Detik Tohka menanyakan hal tersebut, terjadi ledakan beruntun di beberapa titik membuat Arena kembali di penuhi sorakan penyemangat.
Sementara di pertarungan, tampak Naruto dan Kirito bertarung dengan sengit dengan satu pedang hijau miliknya. Naruto yang melihat kecepatan Kirito sama dengan Shira yang mengeluarkan Tekniknya harus berusaha bertahan dengan kecepatan standar miliknya sambil menahan serangan Kirito dari berbagai arah, munculnya pedang dari lubang-lubang hitam, tanah-tanah yang berubah menjadi es berduri berhasil di tahan Naruto.
Wush! Tank!
Senjata Narutopun kembali terlepas karena ayunan lengan kirinya yang berubah menjadi Pedang Es membuat Kirito menyipitkan matanya ke arah Naruto, ini adalah kesempatan untuknya mengetahui bagaimana bisa Naruto mengeluarkan senjata
" Kau akan aku kalahkan! " teriak Kirito " Rasakan ini! " Kirito mengayunkan pedang hitamnya ke arah Naruto secara Vertikal.
Wush! Brak!
Namun Naruto berhasil menghindarinya sambil memutari tiang batu di sampingnya dan melompat tinggi ke arah Kirito dari samping.
Wush! Bugh!
Narutopun melayangkan tendangan kaki kanannya ke arah kepala Kirito namun berhasil di tahan oleh tangan Es milik Kirito dan...
Buagh! Blaaaaaaar!
Kirito harus membulatkan matanya ketika Naruto menghantamnya dengan Shinigami Mash miliknya yang entah sejak kapan telah di tangannya bahkan Naruto tak segan-segan memukul bagian punggung dekat dengan tulang tangannya, untuk saja tidak patah tapi tetap saja sakit. Asuna yang melihat ledakan kecil sedikit tersentak, dirinya penasaran siapa yang terkena serangan tapi dia tidak bisa melihatnya karena bebatuan yang menghalangi pandangannya.
" Jangan berpikir jika aku hanya bisa bermain pedang " ucap Naruto mengangkat palunya dari punggung Kirito " Ka-Kau, bagaimana bisa? " tanya Kirito tergagap, dirinya ingin berdiri dan melawan, namun Naruto menahannya untuk berdiri dengan palunya.
" Kau tidak sadar? Kenapa setiap senjataku menghilang ada di setiap tiang-tiang batu ini? " tanya Naruto, Kirito yang mendengar itu melebarkan matanya.
" Mu-Mungkinkah? " gagap Kirito.
" Benar sekali " ucap Naruto sambil menyentuh tiang bebatuan dan seketika di tangan Naruto telah ada Midrocremon miliknya " Di setiap bebatuan ini tertanam setiap senjataku, maka dari itu setiap kali aku kehilangan senjataku aku menyentuh setiap bebatuan ini " ucap Naruto sambil menyeringai.
" Kau tahu, melihatmu yang selalu menyombongkan diri membuatku ingin sekali menjatuhkan kesombongan, dan akhirnya keinginanku terwujud " ucap Naruto dengan nada senang " Ne Kirito-san, kau kira setelah mengalahku kau akan terkenal dan merasa kuat? Asal kau tahu saja di atasku masih ada yang lebih kuat dan di atasnya lagi masih ada Tuhan, jika kau bisa mengalahkan Tuhan barulah kau harus bangga, tapi itu adalah hal yang mustahil " ucap Naruto dengan nada yang berubah menjadi datar
" Maa~ sepertinya kali ini harus aku akhiri dan Kirito-san... " jeda Naruto sambil mengayunkan tangannya yang memegang Midrocremon hingga berubah menjadi Reimounra " Arigato untuk pertarungannya tapi maaf, aku masih belum puas akan pertarungan ini " lanjutnya sambil tersenyum.
Wush! Brak! Traank!
Setelah itu Naruto mengayunkan Reimounra miliknya ke atas dan membuat Naga pedangnya membawa tubuh Kirito ke atas menembus kerangkeng Rantai milik Asuna hingga hancur, Asuna yang melihat itu tersentak karena Naruto berhasil mengalahkan Kirito.
Wush!
Sret! Buagh! Wush! Blaaash!
Naga Reimounra milik Narutopun menghilang menjatuhkan tubuh Kirito dengan bebas, Naruto yang melihat itu memutar Shinigami Mash di tangannya lalu memukul Kirito dengan keras hingga terpental keluar Arena, Naruto yang berhasil menyingkirkan Kirito menghembuskan nafasnya lalu menatap Asuna yang bersiaga terhadapnya dengan Enam rantai yang bergerak liar.
Sring! Sret!
Wush! Wush!
Setelah itu Naruto mencabut Hiko dan Toru miliknya setelah mengembalikan Midrocremon dan Shinigami Mash miliknya lalu mengangkat tangan kirinya hingga di setiap tiang-tiang bebatuan dan berapa senjata Naruto yang menancap kembali menjadi bola kecil dan masuk ke dalam Jam milik Naruto.
" Satte~ sekarang tinggal kau Asuna-san, aku harap kau siap tidak sepertinya " Ucap Naruto sambil memutar kedua pedangnya lalu menyiapkan posisi bertarung, Asuna yang mendengar itu menghilangkan ke enam rantainya lalu menatap Naruto dengan pandangan serius.
Wush! Wush!
Trank! Trank! Trank!
Naruto dan Asuna yang tadinya saling memandang lawan mereka langsung berlari cepat ke arah lawan mereka dan langsung beradu senjata hingga membuat dentingan yang nyaring setiap senjata mereka berbenturan.
Trank! Trank! Sriiiiiing!
Naruto yang melihat celah untuk mengunci pedang Asunapun langsung memblokir gerakan pedang Asuna, namun dengan Paksa Asuna menggesekkan pedangnya ke atas membuat ayuna pedang Asuna ke arah wajah Naruto.
Sring!
Trank!
Naruto yang melihat itu menjauhkan wajahnya dan untuk saja beberapa helai rambutnya saja yang terpotong. Pedang Asuna yang lolos kembali di ayunkan oleh Asuna membuat Naruto menyilangkan pedangnya di atasnya untuk menahan pedang Asuna.
Bugh!
Wush! Trank! Trank!
Setelah itu Asuna langsung menendang Naruto hingga terseret ke belakang dan kembali bertarung dengan sengit bersama Asuna, Semua yang menonton pertandingan pedang instan bersorak senang karena sudah lama tidak melihat pertandingan seperti ini.
" Sepertinya ada yang salah dengannya " gumam Irina ketika melihat pertarungan Naruto dan Asuna yang tampak berbeda di mana Asuna seperti lemas melawan Naruto " Sepertinya itu karena efek dari Rantainya tadi " tebak Tohka
" Heh~ Sepertinya pertandingan ini sudah bisa di tebak siapa yang menang " Gumam Kurumi " Maksud Kurumi-nee? " tanya Asia yang duduk di sampingnya
" Rantai tadi adalah Teknik Clan Uzumaki yang menyerap Energi lawan hingga habis dan menjadikannya Energi sendiri, jika dia tidak dapat Energi maka Energi pada sang penggunalah akan di serap hingga titik terendah " Jelas Kurumi membuat Asia tersentak " Ji-Jika begitu... "
" Jangan Khawatir, Naru-kum tidak akan menghabisinya hingga fatal " ucap Aiz menenangkan
Trank!
" Ke-Kenapa? Kenapa kau tidak mengeluarkan kekuatanmu untuk melawanku? " tanya Asuna menatap tajam Naruto " Untuk apa? Lagi pula setelah kau menggunakan teknik tadi kau sudah tidak kuat untuk bertarung bukan? " balas Naruto mengayunkan pedang Asuna ke atas lalu menangkap pedang Asuna dengan tangannya lalu mengunci gerakkan Asuna.
" Ja-Jangan sok prihatin.. Hah.. Hah.. I-ini pertandingan tahu " ucap Asuna dengan nafas terengah-engah dan wajah pucat, Naruto yang melihat itu hanya menghela nafasnya " [Uzukisetsuoki Kenkkiyuzuki] teknik Clan Uzumaki yang menggunakan Energi Hingga titik terendah, Teknik ini di gunakan untuk menyerap Energi Lawan melalui Rantai dan menjadikannya Energi sendiri, Teknik ini hanya bisa di lakukan oleh Uzumaki yang memiliki Energi Melimpah, tapi kau yang bukan Uzumaki memaksakan dirimu menggunakannya walau kau menguasainya, kau tahu jika kau meneruskannya tadi kau pasti telah mati karena kehabisan Energi, apa lagi saat ini, kau sudah tidak kuat tapi kau memaksakan dirimu, kau kelewatan Asuna " ucap Naruto panjang lebar sambil menatap Khawatir Asuna yang sudah lemas.
" T-Tapi... "
" Menunjukkan kemampuanmu sampai batas cukup sampai di sini. Aku memang memaksamu tapi kau harusnya juga peduli dengan kesehatanmu " Ucap Naruto melepaskan paksa Senjata Asuna dari tangannya lalu membaringkan Asuna dengan pelan " Hari ini kau sudah berjuang dengan keras dari padanya, aku senang kau telah menepatinya " ucap Naruto lalu berdiri tegak
" Pertarungan ini hanya sampai di sini " lanjut Naruto sambil mengambil dua pedangnya lalu mengubahnya menjadi Bola kembali.
" Ha'i! Pertandingan Awal dari Perempatan Final Babak pertama, berakhir dan di menangkan oleh Whitefox! "
" UWWWWOOOOOOOHHH! "
" Sepertinya mudah di tebak " gumam Kurumi yang sudah menebak akan terjadi seperti ini, mata Kurumi melirik ke arah Naruto yang berjalan dengan tenang menuju kelompoknya hingga mata Kurumi melebar ketika melihat Ketua Kelompok Phenex datang Ke arena dengan Bola api besar di tangannya.
Wush!
" Danchou! " pekik Irina ketika melihat serangan tiba-tiba dari belakang, Tohka yang menyadarinya ingin memanggil Singgasananya tapi waktunya tidak cukup.
Blaaaam!
Seketika Dua Bola Api tersebut meledak di dekat Naruto, Naruto yang baru saja ingin menghindar harus di kejutkan karena Kurumi tiba-tiba sudah di depannya.
" Apa maksudnya ini Phenex Raiser? " tanya Kurumi dingin pada ketua dari kelompok Phenex " Heh! Hanya melakukan pemanasan saja untuk pertandingan berikutnya " balas Raiser tanpa rasa bersalah.
" Memang kau punya hak untuk menyerang peserta dari belakang? " tanya Kurumi siap melakukan Tekniknya namun Naruto menyadarkannya sambil menepuk bahunya " Tidak perlu bertindak jauh Kurumi-nee, lagi pula dari tadi aku sudah sadar jika dia menyerangku dari belakang " ucap Naruto membuat semua di sana kecuali Raiser menganga.
' Se-Sejak kapan '
" Jadi pertarungan selanjutnya itu adalah melawan anggotamu " ucap Naruto sambil berbalik menghadap Raiser " Benar sekali " ucap Raiser sambil melirik ke samping, Naruto yang melihat lirikan Raiser ikut melirik dan di sampingnya terlihat skema pertarungan berikutnya di mana kelompoknya melawan Phenex setelah mengalahkan Black Lotus, Mata Naruto kembali melirik Skema yang lain di mana Suna, Uchiha, Takigaku, Kirigaku, Iwagaku, dan Kumogaku berhasil lolos.
" Apa yang terjadi dengan Kelompok Blue Lotus? " tanya Naruto sambil melirik Raiser yang menyeringai setelah mendengar pertanyaannya " Kau Pikir apa lagi? "
Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan kuat " Jika aku bilang membakarnya, apa yang akan kau lakukan? "
Duak!
Ckerk! Twush! BOOOM! BLAAAAAR!
Semua yang di arena seketika melebarkan mata mereka ketika Tiba-tiba Naruto memberikan Raiser pukulan Kuat hingga terpental 2 Km dan menambahkannya dengan 12 Laras Panjang di punggunya yang menembakkan 12 peluru besar dan menambah terpentalnya Raiser hingga menabrak Tiang pembatas Arena.
" itulah yang Aku lakukan " jawab Naruto yang sedikit membungkukkan badannya dengan 12 laras panjang mengarah Samping kiri, Mata Biru Naruto menyala dalam asap menandakan saat ini dia marah.
" Pft! Kau Pikir serangan seperti itu cukup melukaiku " tanya Raiser yang menempel di tiang sambil meludah " Kau ingin merasakan sakitnya? Atau Lebih sakit dari pada itu? " tanya Naruto mengeluarkan 9 Laras lebih besar sekitar 80 Meter xan panjang laras sekitar 200 Meter membuat semua di sana menganga kecuali Kurumi dan Raiser yang menyeringai.
" Sungguh, kau benar-benar membuat semangatku membara untuk mengalahkanmu, tapi apa kau bisa mengalahkanku dan anggotaku? " tanya Raiser sambil merentangkan tangannya.
Tap! Tap!
Setelah itu masuk empat orang anggota Raiser yang mengikuti pertandingan berikutnya, dan salah satu daei mereka adalah Shion. Naruto yang melihat siapa saja datang mengeluarkan kaki Senjata besarnya dan melepaskannya sesaat " Ravel Phenex, Mihae, Xuelan dan... Shion, apa kau yakin akan membuat mereka masuk ke dalam pertandingan? " tanya Naruto sambil melirik Raiser tajam.
" Huh? Memangnya kenapa? "
" Tidak, hanya saja aku kasihan pada mereka harus menjadi Anggota orang berhidung belang sepertimu " ucap Naruto dingin " Apa lagi apa pakaian mereka itu tidak terlalu Feminim? Padahal mereka sudah terlihat cantik jika pakaian biasa saja " ucap Naruto sambil mengelus dagunya.
Ravel, Mihae dan Xuelan yang mendengar itu sedikit merona karena perkataan Naruto, Shion yang mendengar itu hanya menundukkan sedikit wajahnya, dirinya tahu sudah tidak ada tempat dirinya untuk di hati Naruto, lebih baik dia menerima semuanya dari pada dia menderita lebih dari ini.
" Hoo~ mulutmu mulus juga untuk menggoda para perempuan " ucap Raiser " Heh! Tapi aku tidak seperti orang yang mengambil Pacar Orang lain hingga menidurinya " dengus Naruto menyatukan kembali senjata besarnya dan menghilangkannya.
" Huh! Itu membuatku bergairah "
Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangannya " Kalau begitu bagaimana jika kita taruhan? Untuk menambahkan kesenangan di Pertandingan ini? " tawar Raiser membuat Naruto menyipitkan matanya, Firasatnya mengatakan sesuatu yang tidak enak.
" Jika kelompokku kalah kau boleh meminta apapun, tapi jika kelompokku menang, Perempuan berambut hitam itu harus ikut denganku " tantang Raiser sambil menunjuk Kurumi yang di belakang Naruto.
" Uww_ "
Braaak!
Seketika suasana di mana para penonton akan bersorak harus terdiam ketika tiba-tiba Naruto menancapkan King hingga membuat sebuah kawah bahkan dari tubuh Naruto telah keluar energi merah membara yang bisa membuat siapa saja merinding, bahkan MC yang akan berteriak harus menjeda suaranya " woh.. " lanjut sang MC sambil bersembunyi di balik meja.
" Kurumi-nee, kembalilah ke tempatmu, aku akan mengatasinya " ucap Naruto dengan suara berat, Kurumi yang mendengar suara Naruto tersadar dan langsung mengangguk paham tapi sebelum itu, Kurumi mendekati Naruto dan...
Cup~
Sebuah kecupan manis dari Kurumi mendarat di pipi Naruto, Setelah itu Kurumi membisikkan sesuatu ke telinga Naruto dan pergi menuju tempatnya meninggalkan Naruto yang terdiam sambil tersenyum kecil. " Dasar "
Sring! Buk!
Setelah itu Naruto mencabut pedangnya lalu meletakkannya di pundak " Maa~ sepertinya aku terima tantanganmu " ucap Naruto sambil menyeringai kecil.
" Heh! " dengus Raiser merasa senang " Lagi Pula... " jeda Naruto sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan setengah wajah kanannya tertutup rambut pirang jambrik panjangnya
Wush~
Hembusan angin pelan mulai menerpa rambut Yang menutupi wajah Kanan Naruto memperlihatkan Jikkan yang aktif namun tanpa di sadari siapapun " pertandingan ini akan yang menjadi paling mengerikan dan tak akan pernah kau lupakan "
.
.
TBC
.
Selanjutnya Di Naruto : The Dragon Future
" Kalian atasi sisanya, Saya-chan kau bantu kami dari belakang dengan alatmu, biar aku atasi Raiser dan Shion "
" Ghahaha, Apakah kau yakin bisa mengalahkan kami berdua? "
" Memang Kenapa? "
" Maaf saya tapi kenangan untukmu baru saja di mulai "
Selanjutnya di Chapter 25 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons Battle Part III ( Perempatan Final Babak ke 2 ).
Note : Yo! Up lagi nih di cerita Epic milik saya, bagaimana Chapter kali ini? Sedikit membingungkan dan Seru gak?
Setelah memutuskan untuk alur selanjutnya saya memutuskan memberitahukan sesuatu yang penting di cerita di mana Minato dan Kushina masihlah hidup, kejadian kenapa mereka selamat akan terungkap di Arc ke 4 setelah pertandingan di Mountain Dragons.
Lalu Adik Naruto? Adik Naruto yang baru di bahas sedikit di sini adalah Uzumaki Sara. Uzumaki Sara ini juga merupakan kunci dari cerita saya yang akan membuat Konflik antar Keluarga.
Berikutnya senjata? Saya memutuskan menambahkan persenjataan dan Kekuatan Naruto dari Pedang Pendahulu Clan Uzumaki, saya dari awal berpikir apa hanya itu saja senjata yang di keluarkan Naruto? Apa sebaiknya aku tambahkan saja ya?
Dan sayapun memutuskan menambahkannya Berupa Dua Pedang bernama Hiko dan Toru. Namun bukan hanya kedua pedang itu saja, masih banyak senjata dan Teknik yang masih belum di keluarkan oleh Naruto.
Berikutnya Tengu? Alat ini akan keluar di Chapter depan namun tentu saja Tengu Kecil yang akan di gunakan. Tengu Besar akan keluar saat Kudeta Kota Konoha di mulai. Alat ini juga akan menjadi peran penyelamatan Iota Konoha dari serbuan Musuh.
Lalu untuk Kekuatan Jikkan pada Mata Kanan Naruto telah keluar satu yaitu Asbrodeus teknik yang membuat Waktu berhenti sesaat dan memberikan pengguna untuk memberikan serangan penghabisan dalam waktu tertentu.
# kekuatan Cloks Eyes Naruto
. Angka 1 : Alfken ( Memperlambat waktu )
. Angka 2 : ?
. Angka 3 : Elfkin ( membalikkan waktu )
. Angka 4 : ?
. Angka 5 : Sefken (Ruang lingkup waktu )
. Angka 6 : Grenkin ( Penambah Gravtasi
. Angka 7 : ?
. Angka 8 : Asbrodeus ( membuat Waktu berhenti sesaat dan memberikan pengguna untuk memberikan serangan penghabisan dalam waktu tertentu )
. Angka 9 : ?
. Angka 10 : ?
. Angka 11 : ?
. Angka 12 : ?
Baiklah itu saja dari saya yang bisa saya jelaskan di Chapter kali ini, awalnya memang rencananya NTMB dan NACTLM akan di Up, tapi kali ini saya specialkan Upnya, soalnya saya sudah persiapan Pra UKK Senin depan. Jadi mohon pengertiannya.
Kalau begitu sampai bertemu di Chapter depan dan Cerita lainnya, Saya Dedek undur diri, Jaa Na~
Please Review
