Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 25 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons part III (Perempatan Final Babak Ke Dua )
.
Arena
13.00 PM
.
Suara sorakan memeriahkan Arena di mana Kelompok Whitefox saat ini akan melawan Kelompok Phenex untuk melanjutkan pertarungan Perempatan Final babak ke dua. Naruto yang berada paling depan menatap dingin Raiser yang berdiri dengan sombongnya seolah dialah yang terkuat.
" Kalian atasi sisanya, Saya-chan kau bantu kami dari belakang dengan alatmu, biar aku atasi Raiser dan Shion " ucap Naruto dengan nada datar sambil memutar King di tangan kanannya hingga ujung pedangnya melayang di atas tanah setinggi 2 cm.
" Baik! " balas Anggota Naruto bersiap, " Ghahaha, Apakah kau yakin bisa mengalahkan kami berdua? " tanya Raizer sambil tertawa sombong atau sok angkuh.
" Memang kenapa? " tanya Naruto santai " Seingatku aku pernah melawan kalian hingga babak belur jadi untuk apa aku takut? " lanjut Naruto
Raiser yang melihat itu menyeringai " Kalian atasi yang lain, biar aku dan Shion melawan Naruto ".
" Ha'i " balas Anggota Raiser.
" J-Jaa~ pertarungan Perempatan Final babak ke dua antara Whitefox dan Phenex, di mulai! "
" Tohka! " teriak Naruto memberi aba-aba sambil memutar pedang besarnya lalu menggenggam gagangnya dengan kedua tangannya " Aku mengerti! " Balas Tohka.
" Huuoooaaa!/Hyaaaa! " Teriak Tohka dan Naruto mengayunkan kedua pedang mereka ke tanah.
Bllaaaammm! Krakrakakrak!
Ketika kedua pedang tersebut menghantam tanah, retakan mulai menjalar ke kelompok Raiser di sertai semburan Api berbentuk Tiang bergerak liar mengikuti setiap retakan yang ada.
Raiser yang melihat itu mengarahkan tangannya ke api tersebut, namun seketika dia tersentak saat Api di depannya terbelah dengan tangan kosong lengan kiri Naruto memperlihatkan Naruto mengayunkan pedang besarnya dengan tangan kanannya.
Wush! Trank!
Raiser yang melihat itu langsung menghindar dengan membungkukkan badannya membuat tebasan Naruto melewatinya dan mengarah pada Shion, namun Shion dengan sigap membuat pedang dengan Energi Miko miliknya dan menahan pedang Naruto.
Wush! Duak!
Raiser yang melihat celah dari bawah membungkus tangannya dengan apinya dan mengarahkan tinjunya ke arah Naruto, namun Naruto langsung mengayunkan kaki kanannya menangkis pukulan Raiser.
Sring! Wush! Blaaam!
Setelah itu Naruto menarik pedangnya lalu berputar cepat di langit sambil mengayunkan pedangnya ke arah Raiser dan Shion yang membuat mereka langsung melompat mundur membuat tebasan Naruto hanya menghantam tanah.
" Rasakan Ini! " teriak Raiser menjentikkan jarinya hingga muncul bola-bola api dan melesat cepat ke arah Naruto yang mulai berdiri.
Sring! Sring! Sring! Sring!
Blar! Blar! Blar!
Tanpa melihat serangan tersebut, Naruto mengayunkan King dengan lincah menebas bola-bola api tersebut hingga menjadi dua dan meledak di belakangnya membuat Latar Naruto menjadi tampak keren. Bahkan para perempuan dan Wanita berteriak histeris ketika melihat gagahnya Naruto dengan di latari ledakan tadi.
" Apa hanya itu yang kau miliki Raiser Phenex? " tanya Naruto berucap dengan dingin, Raiser yang mendengar mendengus meremehkan " Heh! Jangan berlagak sombong, tidak perlu mengeluarkan kekuatan besar untuk mengalahkanmu " ucap Raiser.
Wush! Trank! Trank! Trank!
Tanpa melihat, Naruto mengayunkan pedang di tangan kanannya ke Kiri menahan sebuah serangan dari Shion dan langsung beradu pedang dengan sengit bersama Shion.
Shion yang beradu pedang dengan Naruto harus bersusah payah menahan setiap serangan Naruto dan tenaga yang lebih besar darinya.
Wush! Buagh! Duak!
Naruto yang menyadari Raiser menyerangnya dari belakang langsung mengayunkan pedang besarnya ke arah Raiser menggunakan sisi pedangnya bersamaan mengayunkan kakinya ke arah Shion dan alhasil keduanya terkena serangan Naruto secara bersamaan membuat Mereka terpental beberapa meter dari Naruto.
" Huft~ " hela Naruto sambil memasang posisi santai dan melirik Shion memegangi perutnya yang sedikit kesakitan dan Raiser yang memandang tajam dirinya
.
Claudia Vs Mihae
.
Wush! Wush! Wush!
Claudia yang melawan Mihae dengan lincah menghindari setiap serangan Mihae yang membuat Tombak Api dari ketiadaan dan menyerangnya secara bertubi-tubi.
Claudia sang pemegang senjata Pan dan Dora dengan lincah menghindari setiap serangan Mihae dan mencari celah dari Mihae tapi dia tidak mendapatkannya karena Mihae selalu membuat jarak serangan agar dia menjauhinya.
" Ck, sepertinya ini akan merepotkan " desis Claudia " Jangan terlalu gegabah Claudia, jika kau melihat celah habisi dengan satu serangan dan aku ingatkan jangan membuat luka parah padanya " Claudia yang mengingat perkataan Naruto sebelum mulai tadi hanya mendengus geli
" Ha'i-Ha'i kita lihat sampai berapa lama dia bertahan "
.
Tohka Vs Xuelan
.
Wush! Tank! Wush! Blam! Tank!
Sementara Pada Tohka, Tohka dengan lincah memberikan serangan besar pada Xuelan yang petarung tangan kosong namun setiap serangannya terbungkus api begitu juga sebaliknya, mereka tampak seimbang dengan kekuatan yang hampir menyamai bahkan setiap serangan mereka berhasil sama-sama di tahan.
" Kau boleh juga " Ucap Xuelan ketika wajah mereka berhadapan " Begitu juga kau " balas Tohka
" Tapi apa kau bisa bertahan lebih lama dari ini? " tanya Xuelan berlari ke arah Tohka, Tohka yang melihat itu mengarahkan tangannya ke Xuelan [" Sandopheron! "]
Twung! Blaaaar!
Seketika muncul sebuah Gelombang Ungu di sekitar Tohka dan melebar dengan cepat dan menghantam Xuelan hingga terpental beberapa meter darinya.
Tohka yang melihat itu langsung berlari ke arah Xuelan tanpa memberi Xuelan kesempatan menyerangnya.
.
Irina Vs Ravel
.
Sementara Irina, dia dengan santai menahan setiap serangan Ravel yang selalu menembakkan bola-bola apinya ke arahnya dengan Trendukora miliknya yang selalu memutari dirinya dan melindunginya.
Ravel yang kesal karena Lawannya tidak memberi perlawanan menghentikan sesaat serangannya dan menatap kesal Irina yang bersiul-siul di perlindungannya.
" Hey! Setidaknya hargai lawanmu dan beri dia perlawanan! Jangan mengacuhkannya baka! " teriak Ravel kesal " Hehh~ tapi aku bosan karena harus mengeluarkan tenaga untuk melawan orang secantik dirimu " balas Irina dengan nada malas
' Jika begitu kenapa kau tidak protes pada ketuamu sebelum di mulai! ' teriak semua kecuali Naruto, Tohka, Claudia, Mihae, Xuelan, Shion dan Raiser yang masih bertarung.
" Ghh! Kau membuatku kesal Baka-onna! " teriak Ravel membuat Dua Bola Api besar dan melemparnya ke arah Irina.
Blaaam!
Kedua Bola api tersebut seketika terbelah ketika beberapa senti di depan Irina membuat Ravel sedikit terkejut karena Bola apinya tiba-tiba terbelah.
" Siapa yang kau panggil Baka-onna, Chibi! " teriak Irina keluar dari ledakan Api dengan pedangnya yang berubah menjadi cambuk.
Ravel yang melihat itu langsung membuat Cambuk Api dan ikut melesat ke arah Irina.
Plash! Plash! Plash!
Setelah itu terjadilah adu cambuk Besi dan Cambuk api yang membuat percikan api setiap kali berbenturan, Irina yang kesal di panggil Baka-onna menyerang Ravel dan Mimic miliknya yang menjadi cambuk dengan ganas begitu juga Ravel yang di panggil Chibi.
Sementara di Belakang tempat Sasamiya Saya berada, dia saat ini berdiri sambil menatap bosan teman-temannya yang bertarung, dia juga ingin sekali bertarung Tapi dia juga tidak mungkin melawan perintah Ketuanya.
.
Naruto Vs Raizer & Shion
.
Sementara Pada Naruto, tampak Naruto masih berdiri di tempat sambil melirik ke arah Shion yang di belakang dan Raizer yang di depannya. Raizer yang melihat Naruto bersikap santai menyatukan tangannya begitu juga Shion yang menyiapkan pedang Mikonya.
[" Kato : Suzakyuuhouka! "] teriak Raizer memunculkan Sembilan Lingkaran merah yang menembakkan Burung-Burung api ke arah Naruto
[" Miko Style : Gokomiryuu! "] ucap Shion menebaskan Pedangnya pada udara kosong hingga memunculkan Lima Gelombang Ungu yang melesat ke arah Naruto.
" Huft~ " Hela Naruto sambil menghentakkan tangan kirinya hingga muncul tabung kecil di tangan kirinya.
Sring! Sring! Sring! Sring! Sring!
Setelah beberapa Senti dengan gerakan lincah Naruto membelah setiap serangan Raizer dan Shion lalu melompat tinggi sambil mengepalkan tangan kirinya.
Wush!
Saat Naruto menjatuhkannya tubuhnya ke tanah Naruto melesatkan pukulan tangan kirinya ke arah tanah, Shion dan Raiser yang melihat itu secara bersamaan melesat ke tubuh Naruto
Buagh! Blar! Blar! Blar! Blar!
Namun Setelah pukulan Naruto menyentuh tanah, tanah arena tiba-tiba berguncang dengan keras beserta sebuah gelombang angin yang mementalkan Raiser dan Shion dan mengeluarkan kembali tiang-tiang batu di beberapa titik.
Semua yang bertarung di arena seketika berpencar agar tidak terkena tiang-tiang batu Naruto. Namun mereka harus tersentak ketika melihat senjata besar tak jauh dari mereka.
" Sekarang Saya-chan! "
Sret! Boom! Boom! Boom!
Blar! Blar! Blar!
" Kyaaaa! " semua seketika tersentak ketika Xuelan, Mihae dan Ravel sama-sama terkena serangan Bola Energi listrik besar dan membuat mereka jatuh pingsan dengan tubuh sedikit kejang-kejang.
" Kalian jika tidak memiliki niat bertarung sebaiknya duduk dan makan camilan kalian saja " Tiga anggota Whitefox yang kebingungan menoleh ke sumber suara dan terlihat Sasamiya Saya dengan tenang berdiri dengan sebuah Alat barunya di mana terdapat 9 Laras Stungun, 3 Atas, 3 Kiri dan 3 di kanannya, Anggota Whitefox yang melihat senjata baru Saya benar-benar di buat kagum.
" Apa? " tanya Saya " Kau bisa menggunakannya? Padahal kau baru mendapatkannya kemarin? " tanya Claudia sambil mendekatinya bersama Tohka dan Irina.
" Tentu saja, lagi pula senjata ini memiliki Prinsip yang sama dengan senjata bisa milikku " balas Saya dengan bangga " Danchou kami sudah selesai, kau kapan? " tanya Irina.
" Urusai! Aku melakukan hal tadi karena tidak ingin ada pertarungan yang mengganggu pertarunganku dengan mereka, jadi diam dan tonton saja! " teriak Naruto kesal lalu memfokuskan dirinya kembali pada Raizer dan Shion yang cukup jauh darinya.
" Menggunakan serangan yang sama seperti melawan yang tadi, apa kau pikir kami akan terpancing? " tanya Raizer meremehkan " Aku tidak akan mengalahkanmu dengan cara seperti itu " balas Naruto membagi pedangnya menjadi dua dan menghilangkan tiang-tiang batu yang tadi dia munculkan
" Naruto-kun bolehkah aku meminta sesuatu padamu? " tanya Shion sambil berjalan ke depan " Kau ingin aku melawanmu lebih dulu bukan? " jawab Naruto sambil menyipitkan matanya.
" Um " jawab Shion sambil menganggukkan kepalanya " Aku tidak masalah, lagi pula, aku juga ingin menyimpan kesenanganku untuk melawan Raiser nanti " jawab Naruto menyetujui sambil memutar kedua pedangnya sesaat lalu memasang posisi bertarung
Shion yang di terima permintaannya menyiapkan dua pedang Miko miliknya dan memasang posisi bertarung juga " Oi, apa-apaan ini Shion? " tanya Raiser merasa tidak terima karena lawannya di ambil alih oleh Shion.
" Bisakah kau diam Ayam? Aku dan Dia juga masih memiliki Urusan yang belum di selesaikan, dan juga jika aku sudah selesai dengannya akan aku layani kau dengan kekuatan penuh milikku " ucap Naruto membuat Raiser terdiam sesaat lalu melompat mundur menjaga jarak dari pertarungan mereka.
" Naruto-kun " gumam Shion " Aku... "
" Kau ingin meminta maaf bukan? " Shion yang mendengar itu menatap Naruto terkejut " Maaf jika aku belum melakukannya, tapi karena ini sudah di lomba aku tidak punya pilihan lain selain menahannya hingga waktu yang tepat, tapi karena kau menantangku, akan aku beri imbalan jika kau menang melawanku " ucap Naruto membuat jantung Shion berdetak kencang.
" Jika kau menang melawanku, akan maafkan kejadian waktu itu, tapi jika kau kalah... " jeda Naruto sambil menyeringai tipis " Jika aku kalah apa yang kau inginkan? " tanya Shion.
" Rahasia, Jika kau ingin tahu, kerahkan seluruh kemampuanmu seperti waktu itu untuk merebut kemenangan dan meraih taruhanku ini. Kau tidak ingin kalah dan menerima Taruhan rahasiaku bukan? " ucap Naruto membuat Shion meneguk ludahnya lalu memompa Energinya hingga 10%.
" tentu saja akan aku lakukan! " ucap Shion dengan semangat
Wush! Trank! Trank!
Setelah itu Naruto dan Shion sama-sama melesat dan langsung beradu pedang dengan sengit membuat Arena di penuhi teriakan penyemangat.
.
" Apa Tidak apa Membiarkan Naruto melawan Shion kembali? " tanya Aiz sedikit khawatir karena mengingat Naruto pernah di buat Koma olehnya " Tidak apa, Naru-kun tidak akan seperti waktu itu untuk sekarang, karena dia sudah kuat di banding sebelumnya " balas Kurumi menenangkan Aiz, matanya lalu melirik ke arah Asia yang tampak berusaha tenang untuk tidak turun ke arena.
" Jika terjadi sesuatu yang buruk pada kakakku awas saja kau jalang " geram Asia yang membuat Kurumi menghela nafasnya melihat sifat Asia yang tampak Brother Complex.
.
Wush! Blaaaam!
Di Arena tampak Shion Tengah melompat mundur menghindari tebasan Pedang King yang telah kembali menjadi pedang besar membuat pedang Naruto hanya menghantam tanah hingga membuat dengungan yang keras. Naruto yang melihat lincahnya Shion berbeda dengan waktu itu menatap tajam Shion yang memasang posisi bertarung.
" Boleh Juga Hayamana-san, kau semakin lincah dari sebelumnya " ucap Naruto membanting King miliknya hingga berubah menjadi Shinigami King " Tapi apa kau bisa menghindari ini juga? " tanya Naruto memutar sabitnya sesaat lalu melesat cepat ke arah Shion yang juga bersiap.
Wush! Trank! Trank! Wush! Wush!
Shion yang melihat gerakan Naruto semakin liar dalam bermain senjata sabit membuat Shion harus memperketat pertahanannya karena Sabit Naruto memiliki Tiga Sisi tajam yang bisa saja merobek dan merusak kulit maupun dagingnya kapan saja.
Trank!
Shion yang melihat tebasan Naruto dari atas langsung menahannya dengan kedua pedangnya, Naruto yang melihat itu menyeringai.
Sret! Twung~
Seketika Mata Shion terbelak ketika Dua sisi sabit Naruto mengeluarkan Dua Laser Gun yang mulai mengumpulkan Energinya.
Bhaasss!
Dua Laser di Shinigami King milik Narutopun langsung menembakkan lasernya ke arah Shion, namun dengan sigap Shion mendorong Sabit Naruto lalu melompat mundur membuat serangan Naruto hanya menghantam tanah.
" Hoho, kau bisa menghindarinya rupanya, tidak buruk " ucap Naruto memutar sabitnya kembali, Shion yang mendengar itu sedikit tersenyum.
" Tapi... " jeda Naruto mengumpulkan Energi di Laser Gun di sabitnya, Shion yang melihat itu bersiap sambil memunculkan 12 Tombak Api berwarna pink. " Apa kau bisa menahan ini? " tanya Naruto mengibaskan Sabitnya pada udara kosong hingga menembakkan laser-laser ke arah Shion.
Thash! Thash! Thash!
Shion dengan lincah menahan setiap serangan Naruto dengan Pedang Aura Mikonya dan juga mengendalikan setiap Tombaknya untuk menangkis laser-laser milik Naruto.
Sret! Wush!
Melihat celah besar, Shion melesatkan 5 Tombak miliknya ke arah Naruto, Naruto yang melihatnya langsung menghindar sambil melompat ke atas membuat Tombak Shion hanya menancap di tanah.
Sret! Swushswush!
Setelah melompat Naruto langsung melempar Shinigami King miliknya yang berputar ceoat ke arah Shion, Shion yang melihat itu menyilangkan 7 Tombak sisanya.
Traaaank! Tsh!
Sabit Naruto yang berputar cepatpun menghantam Tombak Shion dan terpental ke belakang. Shion yang melihat Naruto melayang di atasnya membuka telapak tangannya di sampingnya dan perlahan terbentuk Bola Cahaya berwarna ungu di telapak tangannya [" Miku Setsu : Hyojotenso Arguetropothensa! "] teriak Shion melesatkan Bola di tangannya ke arah Naruto.
Sret!
[" Activity Shield Sword! "] ucap Naruto sambil mengarahkan tangan kirinya ke arah serangan Shion.
Sriiiiing! Twuuung~
Seketika Muncul 50 Pedang dari ketiadaan dan langsung berputar di sekitar Naruto menahan serangan Shion, namun saat menahannya Naruto bisa merasakan rapalan gelombang yang memekakkan telinganya membuat Naruto sedikit menggeram karena terkena serangan Shion yang tidak dia duga namun seketika Naruto menyeringai.
[" Activity Nagato Canon! "] ucap Naruto
Chaschas! Trt~ting!
Seketika dari Jam Naruto keluar alat-lata mekanik yang bergerak ke punggung Naruto dan tangan kanan Naruto dan dari punggung Naruto keluar Alat yang lebih besar dan perlahan mengeluarkan 8 Laras panjang berupa Canon, 2 di pundak Kanan, 2 di pundak Kiri, 2 di sisi Kiri dan 2 di sisi Kanan.
Blaaaar!
Seketika Ledakan terjadi pada Bola Energi Shion yang di tahan Naruto membuat kumpulan Asap berwarna ungu yang menutup pandangan Shion terhadap Naruto.
Sring! Sring! Sring!
Shion yang melihat beberapa pedang keluar dari kumpulan Asap langsung melompat mundur membuat pedang-pedang tersebut menancap di tanah.
Tap!
Blaaar!
" Kyaaaaa! " Baru saja Shion berhenti melompat mundur, Tiba-tiba terjadi ledakan besar di tempatnya membuat semua di sana tersentak dan terkejut begitu juga Raizer yang menonton.
Tap!
Dari kumpulan asap di langit jatuh seseorang dan mendarat dengan sempurna dengan senjata besar di punggungnya " Itu... " gumam Raizer
" G-Ghh! " lenguh Shion di balik asap ledakan dengan tubuh sedikit terbakar namun perlahan luka bakar itu menghilang dan terobati dengan energi Mikonya ' Senjata itu ' batin Shion menatap lekat senjata Naruto
" Pergerakanmu terlalu lamban Hayamana-san, jika ingin selamat hindari ini dengan cepat " ucap Naruto berdiri dan mengarahkan Delapan Laras Canon miliknya ke arah Shion
Wush! Blaar!
Shion yang melihat itu langsung tersentak dan berlari ke samping dengan cepat, namun Shion terlambat 0,1 detik karena di tempatnya tadi terjadi ledakan lebih besar membuatnya sedikit terhempas ke samping.
Wush! Blaaar!
Baru saja Shion berhasil berdiri, dirinya harus kembali menerima serangan Naruto, namun kali ini Naruto menembaknya secara beruntun hingga membuat ledakan bertubi-tubi.
.
" Waa~ sepertinya Danchou tidak segan-segan memberikan serangan walaupun dia perempuan " gumam Kiba Yuuto dengan wajah pucat tidak percaya " Maa~ lagi pula ini pertandingan bukan? Di pertandingan mana ada kata belas kasihan pada musuh? " balas Xenovia berpikir positif.
" walaupun begitu... " gantung Kirin bingung harus berkata seperti apa.
.
Blar! Blar!
Sementara di Arena, tampak Naruto masih memberikan serangan beruntun dari 8 Laras Canon Nagato miliknya tanpa henti hingga Naruto tersentak ketika melihat ratusan serangan dari gelombang sabit, panah, tombak maupun berbagai senjata yang terbentuk dari Energi Miko bergerak ke arahnya.
Naruto yang melihat itu menutup matanya sesaat lalu membuka matanya kembali memperlihatkan mata kanannya yang berubah menjadi Clocks Eyes Jikkan dengan jarum panjang di angka 12 dan jarum pendek di jam 1 [" Jikkan : Alfken "] bisik Naruto.
Sring! Blaaaaar!
Semua di arena seketika terkejut dan mulai ricuh ketika d tempat Naruto terjadi ledakan, anggota Naruto yang di arena maupun Tempat Team melebarkan mata mereka terkejut.
" Gh! " Asia yang melihat itu ingin berdiri, namun di tahan oleh Kurumi yang menatapnya tajam dengan Zafkien miliknya " Jangan terbawa Emosi, Lihatlah dengan jelas " ucap Kurumi sambil menatap Arena kembali.
Asia yang mendengar ucapan Kurumi menatap kembali ke arena dan dia bisa melihat Sosok kakaknya yang selamat dari ledakan tadi tengah berlutut seperti macan dimana kedua kakinya terbuka lebar, tangan kirinya menancap di tanah dengan bagian-bagian mekanik melindungi jari-jari lengan kirinya, sementara lengan kanan Naruto memegang pedang biasa miliknya yang tampak patah setengah
Tap!
Dari balik asap tempat Shion berada keluar sosok perempuan dengan rambut berwarna ungu berkibar karena hembusan angin, berpakaian Miko yang sedikit minim dan mengunggah selera bagi kaum hawa dan Bola-bola api ungu yang mengelilinginya.
" Tidak aku sangka kau akan langsung menggunakan Mode Mikomu itu " Gumam Naruto mulai berdiri dan menatap perempuan di depannya " Hayamana Shion " lanjutnya.
" Aku tidak punya pilihan lain, aku berpikir dengan cara ini, mungkin aku bisa mengalahkanmu " balas Shion membuat Naruto mendengus geli lalu melempar pedang biasanya dan menarik Hiko dan Toru miliknya " Apa kau yakin? " Shion yang melihat dua pedang lain milik Naruto bersiap.
Wush! Blam! Swush!
Secara bersamaan Naruto mengayunkan kedua pedangnya ke tanah hingga mengeluarkan semburan Api besar lalu mengibas pedangnya secara menyilang hingga semburan Api tersebut berubah menjadi Tornado Api berukuran besar.
Shion yang melihat itu mengalirkan Energinya pada kedua tangannya hingga muncul Dua pedang Mikonya yang perlahan semakin membesar.
" Hyaaaaa! " teriak Shion menebas pedangnya secara menyilang hingga memunculkan Gelombang Ungu besar yang bergerak ke arah Tornado Api besar di depannya.
Sring! Blaaaaar!
Buagh!
Secara bersamaan setelah gelombang Shion menghancurkan Tornado Api Naruto, muncul Naruto dari belakang dengan Tombak petir di tangan kanannya dan memukul Shion hingga terpental ke samping.
Blar!
Tubuh Shionpun menghantam Tiang pembatas arena hingga hancur dan menindih Shion membuat semua di sana terkejut karena Naruto bisa memberikan serangan pada Shion yang telah menggunakan Mode Miko.
[" Miko Style : Summoning! "]
Blaaaaaarr!
Tiang yang hancur berkeping-keping dan menindih Shion seketika hancur di gantikan dengan Dua Naga Api Ungu dari Energi Miko yang bergerak cepat ke arah Naruto.
Wush! Wush!
Naruto yang melihat itu langsung mengaliri tubuhnya dengan petirnya dan lalu menghindari Naga Ungu milik Shion namun Naga tersebut berhasil mengikuti kemanapun dia pergi membuat Naruto menyeringai kecil " Tidak buruk " gumam Naruto.
Bzit! Swush! Blar!
Setelah itu Naruto mendaratkan dirinya lalu menghilang dengan kecepatan kilatnya membuat Kedua naga Shion hanya menghantam tanah sesaat lalu mengikuti gerakan kilat Naruto.
Semua di arena bersorak ketika melihat sinar biru yang bergerak liar di kejar oleh Dua cahaya berwarna ungu yang juga bergerak liar, Raizer yang di arena hanya menggumam lalu melirik Shion yang sudah bangkit dengan Empat Lingkaran Ungu di sekelilingnya.
Tak!
Swuuuuush~
Shion yang melihat Naruto bisa menghindari ke dua naganya menyatukan kedua tangannya, dan dari empat lingkarannya keluar Monster Hiu, Gorila, Singa dan Macan Tutul dari Aura Miko yang bergerak cepat ke arah Naruto.
" Wow! " kejut Naruto berhenti di salah satu tiang arena lalu menghilang kembali ketika Monster Gorila mengarahkan pukulan tangan besarnya ke arahnya.
Bzit! Wush! Blaaaar!
Setelah lama cukup menghindar Naruto harus tersentak ketika Monster Hiu Shion tiba-tiba muncul dan mengenainya hingga membuat ledakan besar.
Wush! Wush! Blaar! Blaaar!
Semua Monster sisa Shion yang melihat target mereka terkena bergerak bersama dan menyerang Naruto secara besar-besaran hingga membuat ledakan besar di tempat Naruto.
Shion yang melihat serangannya berhasil mengenai Naruto sedikit tersenyum sementara Raizer menyeringai senang karena tampaknya Naruto kalah dengan cepat menurutnya.
Bzit! Wush! Wush!
Namun dari balik asap ledakan keluar 20 Pedang Petir Kecil yang mengarah pada Shion membuat Shion tersentak dan langsung menyilangkan kedua tangannya.
Jleb! Jleb! Jleb!
Pedang- Pedang itupun menancap di sekitar Shion dan tiba-tiba muncul Naruto yang di belakang Shion dengan Tombak petirnya dan langsung mengayunkan tombaknya
Wush! Blazt! Blazt! Blazt!
Setelah itu Shion menerima serangan brutal dan cepat dari Naruto dimana Naruto memukul Shion dan menggunakan Petir yang keluar dari pedangnya yang menancap layaknya laser membuat tubuh Shion terkena serangan dari berbagai arah.
Namun setiap serangan Naruto tertahan Oleh Kekkai yang selalu melindungi Shion ketika terjadinya serangan, Naruto yang menyadarinya menghentikan serangannya sesaat dan memunculkan Dua Laras Panjang di pundaknya.
Twush! Blaaaaar!
Laras di pundak Narutopun langsung menembakkan pelurunya dan mementalkan Shion hingga berdiri kembali di samping Raizer.
" Ck! Sepertinya setiap seranganku tidak mempan terhadapnya karena pelindungnya itu " decak Naruto menatap kesal pelindung yang mengelilingi Shion " Tentu saja bodoh, [Miko Style : Miko Engei] Teknik yang hanya di miliki gadis keturunan Miko, Teknik yang menggunakan seluruh Aura Miko hingga memasuki Stage atau titik Tertinggi dari seluruh Gadis Miko yang hampir setara Dewi, kau tidak mungkin bisa mengalahkannya " ucap Raiser menjelaskan lalu mengejek Naruto.
" [Miko Style : Miko Engei] heh? " dengus Naruto " Kau bilang kekuatannya setara Dewi bukan? " tanya Naruto menghilangkan ke dua laras panjangnya lalu mengarahkan tangan kirinya di dada dengan telapak tangan terbuka lalu membuat gerakan-gerakan aneh menurut semuanya
" Memang benar " balas Raiser, Shion yang melihat apa yang di lakukan Naruto menyatukan kedua tangannya bersiap jika terjadi sesuatu " Jika dia mengeluarkan kekuatan setara Dewi, maka aku... " jeda Naruto menghentikan gerakan jarinya lalu menggigit jempolnya hingga berdarah lalu mengolesnya di telapak tangan kanannya di depan dada " Akan mengeluarkan seperempat kekuatan setara Dewa " lanjut Naruto sambil menyeringai.
[" Setsutouzuki : Kami-no-engei : Fuujin! "] ucap Naruto dengan lantang.
Bwuuuushh~
Seketika muncul hempasan angin dari tubuh Naruto dan perlahan hembusan Angin tersebut berubah menjadi Aura-Aura Putih yang mengelilingi tubuh Naruto.
Semua yang melihat Naruto mengeluarkan sebuah Teknik tanpa bantuan alat terkejut dan langsung bersorak dengan semangat, Tsunade yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan mata melebar, Sementara Dua Panitia dari Keluarga Sitri di sampingnya juga tampak melebarkan matanya di sertai mulut terbuka.
Anggota Naruto yang di Arena dan di tempat peristirahatan harus ikut terkejut ketika Ketua Mereka akhirnya bisa mengeluarkan sebuah Kekuatan yang tak terkira.
Sementara Kurumi dan Aiz yang melihat itu hanya tersenyum tipis, Asia dan Shiina yang menonton harus di buat terkejut karena Naruto mengeluarkan sebuah teknik dengan tangannya sendiri, Asia yang paling terkejut menatap punggung tegap kakaknya yang gagah dengan liang air mata ' N-Nii-chan... Akhirnya kau berhasil '
.
" Apa-Apaan itu? " tanya Raiser menatap aneh energi yang mengelilingi tubuh Naruto " Ini adalah Teknik Keturunan darah Uzumaki, [Setsutouzuki : Kami-no-Engei] teknik yang membuat pengguna hampir menyamai Dewa, tapi aku hanya menggunakan Seperempat Dari Mode ini, akan bahaya jika aku menggunakan Mode setara Dewa Fuujin " jelas Naruto lalu menatap Shion.
" Hayamana-san, aku harap kau mengerahkan seluruh kemampuanmu, karena jika tidak kau mungkin tidak akan selamat dalam satu serangan besar ini " ucap Naruto mengambil posisi memukul dengan tangan kanan di tarik ke belakang, Tangan kiri di arahkan ke depan, Kaki kiri di majukan dan kaki kanan di tarik ke belakang.
[" Setsutouzuki : Fuuto : ... "] jeda Naruto mengepalkan tangan kanannya dengan erat hingga perlahan muncul Aura Putih dan mulai membentuk Kepala Macan berukuran besar [" Shinkenhioura! "]
Swuuushh~
[" GRAAAAAAAAAAWWWWW~ "]
Kepala Macan itupun semakin besar dan mengeluarkan Aungan yang keras hingga membuat hembusan Angin keras yang membuat semua penonton menyilangkan tangan mereka karena kerasnya angin.
" Nii-chan " gumam Asia tidak percaya akan kekuatan yang di keluarkan kakaknya. Shion yang melihat itu mengalirkan Seluruh Energi Mikonya hingga titik tertinggi dan memunculkan Lingkaran Pink besar di belakangnya.
.
Other Place
.
Swuuung! Blaash!
Di dalam pegunungan, terlihat Sebuah Kekkai berwarna Ungu yang melemah seketika menjadi terang dan menguat membuat sosok naga Hitam berkepala banyak di dalamnya menggeram apa lagi pasukan Batu di depannya seketika berhenti bereproduksi [" Sialan! Apa-apaan ini! "] kesal naga tersebut.
[" Padahal tinggal sebentar lagi "] geramnya [" Hayamana Shion... Kurang Ajar! "] teriaknya langsung mengamuk di dalam Kekkai tersebut.
.
Arena
.
[" Miko Engei : Mikotoryuuko! "] ucap Shion.
Twuuuungg~ Bhaaast!
[" GOOOOAAAAAARRRR! "]
Seketika Lingkaran di belakang Shion mulai bercahaya dan mengumpulkan Energi besar hingga membentuk sosok Dewi.
" Hikke! " teriak Naruto memompa kaki kirinya lalu melesat dengan cepat ke arah Shion di ikuti Shion bersama Dewi di belakangnya.
" Huuuuooorraaaaa!/Hyaaaaaa! " Teriak Naruto dan Shion bersamaan sambil mengarahkan teknik mereka ke lawan mereka.
Bzit! Twuuuuuung! BLAAAARRR!
Seketika di tengah Arena tampak bercikan petir dan di susul ledakan angin sedang dan kembali di susul ledakan Angin besar yang menyebar ke seluruh Arena membuat semua menutup mata mereka ketika kumpulan Asap ke arah mereka.
Setelah Asap ledakan menghilang semua terkejut ketika melihat Sosok Shion menerima serangan dari Naruto di bagian perut sementara serangan Shion meleset mengenai sasaran.
" C-Cough! " batuk Shion sambil mengeluarkan sedikit darah, perlahan Mode Miko Shion mulai mengikis menandakan Shion kalah serangan dengan Naruto " Kau sudah berjuang dengan keras, tapi sepertinya kau masih kalah denganku " Shion yang mendengar ucapan Naruto berusaha membalas ucapannya tapi ketika dia ingin berbicara mulutnya terhenti ketika.
" Aku memaafkanmu atas semuanya " Shion yang mendengar itu melebarkan matanya " Aku tidak memiliki dendam terhadapmu lagi. Aku juga memaafkanmu karena ada seseorang yang memaksaku untuk memaafkanmu " lanjut Naruto sambil melirik ke tempat penonton di mana terdapat Charlotte yang menonton pertandingannya.
" Apakah kau yang memaksanya Charl? " tanya Wanita berambut merah di samping Charlotte " Bisa di bilang ya dan juga tidak " balas Charlotte menyeringai kecil membuat Wanita di sampingnya menatap kesal dirinya.
" Sekarang diam dan beristirahatlah, Kau sudah mencapai batasmu, jika kau ingin berbicara denganku, bicara setelah kau pulih " ucap Naruto membaringkan Shion, dan perlahan muncul lingkaran yang menghisap tubuh Shion agar tidak mengganggu pertandingan.
Wush! Blaaaaaar!
Seketika di tempat Naruto terjadi ledakan Api yang membuat semua penonton terkejut, namun seluruh penonton kembali bersorak ketika melihat sosok Naruto yang masih berdiri tegap walau Ada Api yang membakar beberapa bagian tubuhnya walau sebenarnya Api tersebut bergabung dengan Aura Anginnya.
" Kau membuatku menunggu lama, apa kau tidak bisa lebih cepat? " ucap Raiser sebagai sang pelaku penyerang tadi sambil menatap kesal Naruto yang masih bersikap santai " Maaf, Aku lupa jika ada ayam yang harus aku lawan " balas Naruto sambil menghadap ke arah Raiser yang menggeram marah ke arahnya karena di bilang Ayam.
" Jaa~ Apa kau sudah siap? " tanya Naruto sambil menghilangkan Mode Fuujin miliknya " Apa kau meremehkanku tanpa modemu itu? " tanya Raiser merasa tersinggung.
" Maa~ bisa di bilang begitu " Raiser yang mendengar itu langsung membuat Ratusan Bola Api di sekelilingnya dan bersiap melemparnya ke arah Naruto " Karena aku punya alasan tersendiri untuk melawanmu seperti apa " lanjut Naruto sambil menyeringai.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
" Jangan sombong, Kusoyaro! " teriak Raiser melempar seluruh Bola Apinya ke arah Naruto.
Wush!
Naruto yang melihat itu melebarkan mata kanannya hingga Jarum jam di Matanya berubah menjadi jam 3 [" Jikkan : Elfkin "] bisik Naruto.
Twung~ Wush! Blar! Blar!
Seketika seluruh Bola Api yang harusnya mengenai Naruto berhenti beberapa senti di depan Naruto dan kembali dengan cepat ke arah Raiser membuat Raiser melebarkan matanya karena serangannya berbalik ke arahnya dan mengenainya hingga menghalangi pandangannya dari Naruto.
Wush! Buagh! Blaaar!
Mata Raiser seketika tersentak ketika Api di depannya terbelah dan memperlihatkan Naruto yang membelah Api di depannya dengan tangan kiri dan mengayunkan sisi pedang Kingnya ke arahnya dan mengenai pipinya hingga terpental ke samping dan menabrak bebatuan yang tiba-tiba muncul di belakangnya.
Wush! Twush! Blaaar!
Raiser yang matanya tidak terpejam karena menerima rasa sakit melebar dan langsung menjauh dari tempatnya karena sebuah Tombak Api mengarah padanya dengan cepat dan menghancurkan Bebatuan tersebut berkeping-keping.
Tap!
Raiser yang berhasil mendarat langsung menyiapkan kuda-kuda dengan tinju terbungkus Api karena di depannya telah muncul Naruto yang juga membungkus tangannya dengan Api.
Bugh!
Raiser yang melihat Naruto mengarah pukulan ke arahnya langsung mengadu tinjunya hingga tinju Naruto tertahan oleh Tinjunya.
Wush! Buagh! Wush! Buagh! Buagh! Buagh!
Setelah itu Raiser dan Narutopun saling beradu Tinju Api membuat suara sorakan semakin besar, Raiser yang lemah dalam adu Fisik harus menerima serangan Tinju Naruto dari berbagai arah, bahkan dia tak punya waktu untuk melakukan pertahanan.
Duak! Sret!
Naruto yang melihat celah sangat besar di bawah Dagu Raiser langsung memukul Dagu Raiser hingga membuat Raiser mengadahkan kepalanya, dan secara bersamaan Naruto mengeluarkan tabung kecil dan mengambil posisi menyentil di dada Raiser.
Twush! Blaaaar!
Setelah itu Naruto menyentil udara kosong di depan dada Raiser dan berikutnya Raiser terpental jauh karena efek sentilan Naruto.
Tap! Sret! Wush! Wush!
Raiser yang bisa mengendalikan dirinya untuk berhenti seketika terkejut karena sesuatu dari darah tiba-tiba muncul di sekitarnya dan melilit tubuhnya dan membawanya ke atas dan memutar dirinya hingga membuat Raiser pusing.
[" Setsutouzuki : Kato : Ketsueki Hioukka Shinigami no Nana! "] ucap Naruto sambil menjentikkan jarinya hingga memercikkan api yang langsung menjalar ke tubuh Raiser yang berputar.
Sing! Blaaaaaaaar!
Ketika Api tersebut mengenai Raiser terjadi ledakan Api di udara membuat semua penonton menyipitkan matan mereka karena silaunya ledakan.
Wush! Blaaar!
Setelah melakukan itu, Naruto mengayunkan tangan kanannya dengan keras di susul Tubuh Raiser yang terbakar Api bergerak turun dengan cepat hingga menabrak tanah Arena hingga hancur.
[" Setsutouzuki : Kato : ... "] gantung Naruto menghilang dari tempatnya.
Wush! Sret!
Raiser yang baru saja mengibaskan Api yang menghalangi pandangannya langsung tersentak ketika Naruto telah di depannya dan tangan Kanannya yang berukuran besar dan berwarna merah seperti darah [" Exocrimson! "]
Buagh! Blaaar!
Setelah itu Naruto memukul wajah Raiser dengan keras hingga terpental jauh dan menabrak Tiang Arena hingga hancur.
.
" Sepertinya kali ini Tiang Arenanya banyak sekali menjadi sasaran dari serangan Naruto " gumam Kiba Yuuto menyampaikan hal yang selalu mengganggu di arena menurutnya " Mungkin Kami-sama tidak ingin pertandingan ini cepat berakhir hingga Kami-sama menjadikan tiang-tiang itu Korban " balas Julis yang juga merasa terganggu.
.
" Apa hanya itu kemampuanmu Raiser Phenex? Aku pikir Clan Phenex adalah orang yang kuat tapi sepertinya mereka hanya banyak bicara saja " ucap Naruto sambil merenggangkan tangan kanannya
Blar!
" Apa maksudmu itu hah?! " tanya Raiser keluar dari bebatuan yang menindihnya dan menatap Naruto geram " Heh~ kau bilang bisa mengalahkanku tapi dari tadi sepertinya aku saja yang memberimu serangan, apa benar Clan Phenex itu kuat? " ucap Naruto memprovokasi
" Tentu saja kami itu Kuat! " balas Raiser berteriak keras " Kalau begitu tunjukkan padaku " tantang Naruto menyeringai.
Bwush! Sret! Wush!
Raiser yang mendengar itu langsung membuat Sayap Api dan langsung melesat ke arah Naruto sambil membuat cambuk api, Naruto yang melihat menyeringai
Wush! Plash! Plash! Plash!
Setelah dekat dengan Naruto, Raiser menyambuk Cambuk Apinya ke arah Naruto, namun Naruto berhasil menghindari setiap cambukkan Raiser.
Swush! Sret! Buagh!
Naruto yang melihat Cambukkan Raiser dari samping langsung menangkapnya menggunakan tangan kirinya lalu memukul Dada Raiser hingga Raiser sedikit membungkukkan badannya.
" Cough! " batuk Raiser mengeluarkan Air liur " Apa hanya ini? Keluarkan lebih! " ucap Naruto datar lalu mendorong Raiser menjauh sambil memegangi dadanya yang sakit karena terkena serangan fisik.
" K-Kau... Kau akan menyesal memaksaku untuk melakukan ini! "
" Mungkin " balas Naruto santai ' Karena dengan ini aku bisa meningkatkan Daya tahan tubuhku terhadap Teknik Setsutouzuki, sebenarnya seluruh Teknik tadi sudah menguras Energiku cukup banyak, tapi aku ingin tahu sampai berapa banyak Teknik Setsutouzuki yang aku bisa keluarkan dan berapa lama aku akan bertahan ' lanjut Naruto dalam batin.
Tak! Bwush! Bwush!
Setelah itu Raiser menyatukan kedua tangannya hingga muncul 10 Duplikat dirinya, Naruto yang melihat itu menggigit jempol kirinya hingga berdarah lalu mengolesnya di telapak tangan kanannya.
" Enam dari kalian, serang dia bersamaan! " perintab Raiser mengerahkan enam duplikatnya untuk menyerang Naruto bersama.
Wush!
Ke enam Duplikat Raiser langsung melesat ke arah Naruto dengan serangan berbeda-beda, Naruto yang melihat itu menyeringai [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ... "] gantung Naruto
Srash!
[" Senpuryuugi Juuhachi... "] jeda Naruto dengan Tangan Kanan yang tiba-tiba sudah ada sebuah pedang besar berwarna darah [" Nunbari Uzuki! "]
Bwush! Bwush!
Ke Enam Raiser yang menyerang Naruto langsung hancur menjadi Api, Raiser yang melihat pedang Naruto seperti darah menyipitkan matanya
.
" Pedang Macam Apa itu? " gumam Tohka merasa penasaran dengan bentuk pedang Naruto yang seperti warna darah " Apakah itu pedang baru Danchou, atau Pedang dari Teknik yang Naruto miliki? " timpal Irina sambil menyipitkan matanya ketika melihat pedang Naruto.
" Itu, dari darah " gumam Saya membuat Claudia meliriknya " Darah? "
.
" Benar sekali, Teknik keturunan Uzumaki, [Setsutouzuki : Ketsuzueki] teknik yang menggunakan darah dari Clan Uzumaki untuk membentuk Objek yang di inginkannya dan sekarang Naruto mengeluarkan salah Satu pedang dari darah bernomor 18 " jelas Kurumi karena sejak tadi Asia dan Shiina sangat penasaran
" Kenapa 18? " tanya Shiina penasaran
" Teknik Ketsuzueki memiliki 100 jenis senjata dari darah dan dia memilih senjata bernomor 18 berupa pedang Uzumaki bernama Nunbari Uzuki, dari gulungan yang Naruto dapatkan di kuil kemarin, aku membacanya bersama Naru-kun dan Aiz-chan dan sulit di percaya bahwa leluhur Naru-kun menciptakan Teknik yang benar-benar mirip " jawab Kurumi menjelaskan kembali.
" Mirip? " Beo Asia " Blood Conecting dan Setsutouzuki : Ketsuzueki, merupakan Teknik yang memiliki Konsep yang sama di mana menggunakan darah. Naruto yang membacanya saja terkejut karena dia tanpa sengaja membuat Konsep yang baru dari Ketsuzueki, Bahkan Dua Teknik ini juga memiliki risiko yang sama " jawab Kurumi menjelaskan kembali.
" Risiko yang sama? "
" Apa Yang terjadi jika dulu Naru-kun mencapai batas dari Blood Conecting miliknya? "
Asia yang mendengar itu langsung mengetahuinya dan menatap ke arena dengan perasaan gelisah.
.
" Menggunakan Cloning untuk melawanku dan membuat strategi untuk menyerangku dengan sisa Cloning, apa kau yakin bisa mengalahkanku dengan Strategimu itu? " pancing Naruto sambil memutar pedang Nunbarinya dan menancapkannya di sampingnya.
" Kau terlalu meremehkanku, Kalian keluarkan Teknik terkuat Kita! " ucap Raiser menyatukan kedua tangannya di ikuti Dua Cloningnya, sementara Dua Cloning sisanya langsung melesat ke arah sisi kiri dan Kanan Naruto.
[" Kato : Nigotohenkki! "] ucap Dua Cloning di dua sisi Naruto
Twung! Twung! Twung!
Seketika Naruto terkepung Dua Gerbang Api yang memanjang, Naruto yang di kepung mencabut Nunbarinya dan melirik dua Gerbang yang mengepungnya.
' Teknik ini, Nigotohenkki dua Gerbang Api Yang mengunci sasaran lawannya walaupun sudah menghindari setiap serangannya, tapi Serangan ini membutuhkan Proses yang cukup lama, apa yang ingin dia lakukan untuk mengatasi lamanya serangan ini ' batin Naruto lalu melirik Raiser.
Deg!
Craaaaash!
Seketika Tubuh Naruto tersentak ketika Dadanya tiba-tiba merasakan sakit dan saat bersamaan Naruto merasakan Sakit lebih ganda di mana tangan Kanannya Putus karena laser api Raiser.
Semua yang ada di Arena melebarkan matanya, termasuk Kurumi, Aiz, Asia, Shiina, Serafall, Sona, Tsunade, Hiruzen dan kelompok Naruto " Naruto!/ Naru-kun!/Nii-chan!/Naruto-nii/Danchou! "
" ARRRGGH! " teriak Naruto sambil memegang tangan kanannya yang terus mengeluarkan darah dan belum lagi sakit di dadanya yang sakitnya seperti membakar tubuhnya.
" Ini kesempatan kita! Lakukan! " ucap Raiser dengan seringai yang lebar [" Kato : Sanyujienji! "] ucap Raiser.
Twuuung!
Seketika di sekitar Naruto muncul Lambang Segitiga dan membuat Barier yang mengurung Naruto yang tengah kesakitan
" G-Ghh! " lenguh Naruto ' Si-Sial, sudah mencapai batasnya? ' Batin Naruto ' terlebih dia menggunakan kesempatan itu untuk memutuskan tanganku, kuso? '
" Sepertinya kau sudah mencapai batasmu heh? " Naruto yang mendengar itu menatap tempat Raiser menyeringai ke arahnya " Uuooottoo! Raiser Phenex memutuskan tangan kanan Uzumaki Naruto dan akan menghabisinya dengan serangan besar, Jika begini kami sebagai panitia memutuskan... "
" JANGAN HENTIKAN PERTARUNGAN INI! " teriak Naruto dengan sangat keras memutuskan Perkataan MC " AKU... MASIH BISA BERTARUNG! " lanjut Naruto
" Kheh! Kalau begitu terima serangan ini! " ucap Raiser tanpa segan melancarkan serangannya " Rasakan ini! "
Srush! Srush!
Gerbang-Gerbang Api Raiser seketika menyatu dan bergerak ke arah Naruto, Naruto yang melihat itu tetap menatap Raiser, namun Mata Kanan Naruto seketika berubah tanpa dia memejamkan matanya menjadi Jikkan.
BLAAAAAAR!
Seketika di tempat Naruto terjadi ledakan Besar yang membuat semua di arena terbelak, namun keterkejutan mereka bertambah ketika melihat bayangan Naga Panjang tengah meliuk-liuk dengan orang di tengah Naga tersebut.
Wush!
Asap ledakan yang menutup tempat Naruto langsung terbelah memperlihatkan Naruto yang berdiri tegak dengan tangan kanannya yang telah kembali dengan Naga Besi yang meliuk-liuk di sekitarnya.
Semua yang di Arena kembali di buat terkejut atas apa yang terjadinya di Arena termasuk Raiser " Kau terkejut? " Tanya Naruto sambil meregangkan tangan kanannya.
" Kau.. Bagaimana bisa kau melakukannya!? " tuntut Raiser " Heh~ apapun bisa aku lakukan " balas Naruto santai lalu menyentuh kepala Naga Besi di sampingnya.
" Kau tadi memutuskan lengan kananku tapi sekarang akan aku remukan seluruh tulangmu itu " ucap Naruto maju ke depan [" Activity Tengu! "] lanjut Naruto lantang.
[" Grooooaaaaaaar! ]
Wush! Chashchashchash!
Naga Besi di belakang Narutopun mengaung dengan keras lalu terbang ke atas dan menukik ke arah Naruto dengan cepat, dan saat sudah hampir sampai di Naruto, Naga Besi itu terpecah menjadi beberapa Bagian dan langsung menyatu dengan tubuh Naruto menjadi Armor Robot Tengu.
" Kali ini bersiaplah Raiser Phenex " ucap Naruto dan setelah itu wajah Naruto tertutup Helm Tengu miliknya dengan mata kuningnya yang menyala.
Sret! Blam! Blaaar!
Mata Raiser seketika terbelak ketika Naruto berlari cepat ke arahnya dan saat Naruto lari, Dua Cloning Raiser di sisi kanan dan kiri Naruto terkena ledakan entah dari mana.
Sret! Buagh!
Mata Raiser membulat seketika ketika Naruto tiba-tiba muncul di depannya dan melayangkan pukulan ke dadanya hingga tubuhnya melengkung
" Coughhmmm " batun Raiser terhenti ketik Mulut Raiser di masukkan salah satu laras di pundak Armor Naruto.
Blaarr!
Tubuh Raiserpun hancur menjadi Serpihan Api ketika tubuhnya meledak karena tembakan dari laras Naruto, semua yang menonton harus di buat ngeri ketika Naruto tak segan-segan memberikan serangan balasan.
" Aku tahu kau masih bisa bertahan dari serangan itu, ayo tunjukkan kemampuanmu yang sebenarnya, Raiser Phenex! " ucap Naruto lantang sambil menatap serpihan Api yang mulai menyatu dan membentuk Tubuh Raiser kembali.
" Kisama... " geram Raiser.
.
" Tidak aku sangka Danchou mengeluarkan Tengunya saat ini, dan juga bukankah seharusnya tangan kanan Danchou tadi putus? " Anggota Naruto yang di Arena yang menyadari itu juga saling bertatapan bertanya-tanya bagaimana bisa begitu juga dengan Anggota sisa di tempat peristirahatan.
.
" Shiina-chan, kau bisa melihatnya bukan? " tanya Kurumi sambil melirik Shiina yang duduk di sampingnya " Melihat apa? " Tanya Shiina polos.
" Teknik Clock Eyes yang di gunakan Naruto, Senyoukkan teknik ke empat dari Clock Eyes Jikkan yang menghentikan Waktu di tempat, tapi daerah Lingkup Pengguna mengalami Waktu yang bergerak lamban membuat Naruto langsung menggabungkan Teknik Elfkin untuk menyembuhkan tangan kanannya, bukankah kau bisa melihatnya? " tanya Kurumi melirik Shiina yang meliriknya lalu mengangguk dengan pelan.
" Aku bisa melihatnya tanpa mengaktifkan Clock Eyes milikku " jawab Shiina, Kurumi yang mendengar itu melirik Shiina dengan seringai tipis " Berarti Clocks Eyes milikmu adalah Clocks Eyes Sage benar? " tanya Kurumi membuat Shiina meliriknya sedikit dengan mata kirinya yang menjadi Clocks Eyes Sage di mana Matanya berwarna Merah dengan Lingkaran Hitam di Mata jamnya.
" Jika kau bertanya di mana aku tahu, aku juga sama, tapi aku di atasmu Shiina Mashiro " ucap Kurumi menyeringai tipis sambil melirik Shiina dengan Zafkien miliknya.
.
" Ayo Raiser, keluarkan seluruh kemampuanmu kau tidak ingin malu di kalahkan orang sepertiku bukan? " provokasi Naruto.
Wush! Wush!
Buagh! Buagh!
Dua Cloning Raiser yang tadi di samping Raiser seketika di samping Naruto bersiap melayangkan Bola Api besar ke arah Naruto, namun Naruto lebih cepat memberikan pukulan pada Dua Raiser di samping kiri dan kanannya.
Sret! Blaaamm!
Setelah itu Naruto menangkap satu tangan Dua Raiser di sampingnya lalu membantingnya hingga berubah menjadi serpihan api.
' Sepertinya aku harus mengeluarkannya, aku tidak ingin kalah dari orang sepertinya ' batin Raiser mengeluarkan Dua Botol Kecil berisi cairan lalu meminumnya sekaligus, Naruto yang melihat itu berdiri kembali " Air Mata Phenex kah? " gumam Naruto.
" Kali Ini, Aku akan menghabisimu! " teriak Raiser sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada " HUUUOOAAAAAAAAAAA! " teriak Lantang Raiser dengan Api merah membara di sekitarnya dan tubuhnya
Bwuuushh~
Api yang membara di tubuh Raiser seketika berubah menjadi Sayap Api besar dan api di sekitar Raiser berubah menjadi Dua Phenex dan Dua Naga Api. Naruto yang melihat itu menyiapkan posisi bertarung tangan kosongnya yang terbungkus Armornya.
" Bersiaplah Untuk kalah! " teriak Raiser membungkus dua tangannya dengan Tinju Api lalu melesat dengan cepat ke arah Naruto, Naruto yang melihat itu juga melesat dengan cepat ke arah Raiser.
Wush! Blaaaaaaaar!
Di tengah Arena terjadi ledakan besar yang membuat tanah Arena Retak dengan lebar, dan di sana terlihat Raiser dan Naruto tengah saling bertatapan tajam dengan Tinju mereka yang saling beradu.
Sret! Duak!
Dengan cepat Naruto mengayunkan tangannya ke bawah membuat Tinju Raiser juga ke bawah dan setelah itu Naruto memutar tubuhnya dan memberikan tendangan ke pada Raiser hingga terpental ke belakang.
Tap! Tap! Chashchashchash!
Dengan cepat Naruto berlari ke arah Raiser sambil melepas Armornya hingga berubah menjadi Naga Besi dan terbang ke atas, dan saat Armor Naruto lepas muncul Tiga Cloning Hologram Naruto di sampingnya yang juga melesat ke arah Raiser.
Wush! Duak!
Naruto yang asli yang paling depan langsung melompat ke arah Raiser dan memberikan serangan Lutut Kaki pada Wajah Raiser hingga terjungkal ke belakang.
Wush! Wush! Blaaar!
Raiser yang baru berdiri langsung beradu Fisik dengan salah satu Cloning Hologram Naruto namun Karena setiap serangannya melewati Cloning Hologram Naruto tapi Serangan Naruto berhasil mengenainya, Raiser harus terpental ke samping ketika Cloning Hologram yang dia lawan tiba-tiba memukulnya dengan tombak petirnya.
Wush! Swush! Swush!
Selagi terpental ke samping Raiser mengendalikan Dua Burung Phenexnya ke arah Dua Naruto yang bergerak ke arahnya.
Sring! Duak!
Dua Naruto yang melesat ke arah Raiser langsung menarik Toru di masing-masing pedang mereka sambil menebaskannya ke arah Dua Burung Phenex tersebut hingga terbelah dan setelah itu Dua Naruto tersebut memberikan tendangan bersama ke dagu Raiser hingga terpental ke atas.
" Ikuzo! " ucap Naruto Asli yang menendang Raiser bersama Cloningannya " Ok! " balas Cloningannya lalu menggunakan satu tangannya untuk melompat tinggi bersama dirinya yang asli.
Blaaaaarrr!
Tanah yang di gunakan lompat dua Naruto tadi langsung keluar Bebatuan Besar yang mulai meninggi melewati Tubuh Raiser yang melayang ke atas.
Wush! Buagh! Blaaar!
Secara tiba-tiba muncul Naruto Cloning Hologram dengan Tangan Terbungkus Api memukul Raiser hingga menabrak bebatuan di belakangnya hingga hancur beberapa bagian.
Duak! Blaaaar!
Kembali Muncul Cloning Hologram di belakang Raiser dan memukul Raiser dengan Tombak petirnya hingga terpental dan menabrak bagian-bagian batu yang hancur tadi.
Wush! Duak!
Kembali lagi Muncul Cloning Hologram Naruto yang langsung menendang Wajah Raiser hingga terpental kembali.
Wush! Blam! Blaaar!
Dan sebagai serangan akhir di udara, Muncul Naga Tengu milik Naruto dan memukul Raiser dengan ekornya ke bawah dan menabrak bebatuan yang ada di arena hingga terbelah menjadi Dua.
Wush! Bwuuush!
Sebagai serangan akhir, Tiga Naruto langsung turun ke tempat Raiser dengan dua Naruto yang berputar melayangkan tendangan berputar dan satu Naruto lagi menyiapkan tombak petirnya. Raiser yang mendapatkan kesadarannya langsung mengendalikan Apinya hingga muncul Dua Naga Api di sampingnya dan melesat ke arah Tiga Naruto di atasnya.
Swush~ Srash!
Seketika Tiga Naruto itu lenyap menjadi Pecahan Hologram di gantikan Naruto asli yang terbungkus Armor Tengunya sambil melayangkan Pukulan ke arahnya.
Blaaamm!
Bebatuan yang terbelah itupun Hancur berkeping-keping tanpa sisa membuat bebatuan melayang ke mana-mana.
Twush! Twush!
Blam! Blam!
Saya yang melihat bebatuan yang terpental ke mana-mana memunculkan Senjata barunya dan menembak bebatuan-bebatuan tersebut agar tidak mengenai para penonton, namun para penonton tampak santai akan hal itu seakan pertarungan saat ini lebih penting.
Wush! Sreet!
Dari balik asap ledakan tadi keluar Raiser dengan sebagian tubuhnya yang perlahan bergenerasi dan berhenti di Dua Naga Api yang tadi dia keluarkan.
" Khahaha! Sepertinya kau terjebak ne " tawa Raiser dengan tubuh yang telah pulih kembali. Sementara di balik asap tampak Naruto tengah berlutut dengan tangan kanannya masuk ke tanah.
" Jika begitu terima ini! " teriak Raiser mengendalikan Dua Naga Apinya melesat ke arah Naruto.
Sret! Twush!
Bwuush! Blaaar!
Naruto yang melihat itu mengendalikan Enam Laras Canon Yamato di kedua Pundaknya dan menembakkan enam Peluru miliknya ke arah Raiser dan secara bersamaan Raiser dan Naruto terkena serangan lawan mereka membuat semua di arena semakin menegang.
" Ghahaha, pelurumu itu tidak akan mempan padaku lagi, Sekarang ini aku Abadi jadi semua seranganmu tidak akan berlaku padaku! " ucap Raiser tertawa bangga.
Swush! Crash!
" ARRRGGHH! " teriak Raiser ketika Tangan Kanannya tiba-tiba putus dan dia bisa merasakan sakit yang teramat sangat, Matanya menatap apa yang memutuskan tangannya dan dia melihat sebuah Panah Air berukuran sedang menancap dengan tangan kanannya.
" benarkah kau abadi? " Raiser yang mendengar suara Naruto menoleh ke sumber suara dan dia melihat di atas Tiang pembatas Arena tampak Naruto tengah berdiri tenang di sana sambil menatapnya.
Wush!
Mata Raiser terbelak ketika dari balik Api yang membara keluar Naruto lain yang tengah terbungkus Armor Robot Tengu, dirinya menatap dua Naruto di beda tempat saat ini dengan perasaan campur aduk.
" Kau pasti bertanya siapa aku? Aku adalah Asli dan dia adalah Cloning Hologramku, kau seharusnya sadar kenapa seranganmu tidak berpengaruh padanya, walau kau bakar sekalipun di tidak akan merasa panas " ucap Naruto Asli yang ada di atas tiang pembatas Arena.
" Mendengar kata panas, aku jadi memiliki ide untuk menambah sesuatu ke armor ini " celetuk Cloning Hologram Naruto yang terbungkus Armor " Sepertinya kekuatanmu ada di atasku saat ini, tapi sekarang aku akan memperlihatkanmu batas milikku saat ini " ucap Naruto menarik Pedang Toru di pinggangnya lalu mengoles Sisi Besi pedangnya hingga ujung dengan darah miliknya.
[" Watashi wa anata no yōna kami no tame no watashi no yōkyū ni anata o yobi, watashi ni anata no shukufuku o atae, anata no inori de watashi o hogo shi, watashi to danketsu shi nasai! ( Aku memanggilmu atas permohonanku untuk dewa sepertimu, berikan aku berkatmu dan lindungi aku dengan doamu, menyatulah denganku! ) "] ucap Naruto melafalkan Tekniknya sambil mengibas-ngibas pedangnya seperti membentuk Kanji
Twuungg!
Seketika muncul lambang 玄武 berwarna biru di depan Naruto dan juga Pedang Toru milik Naruto perlahan mengeluarkan Sinar biru terang, semua yang tahu arti Kanji tersebut melebarkan matanya
[" Koi! Genbu! "] teriak Naruto menusukkan pedangnya ke arah tulisan kanji tersebut lalu mengangkatnya ke atas.
Swush~ Buuuuusshh~!
Air di sekitar Arenapun perlahan berputar dan langsung naik melewati tempat para penonton dan langsung menyatu dengan pedang Toru milik Naruto [" Setsutouzuki : Kami-no-Engei : Genbu! "] ucap Naruto lalu mengibaskan pedang Toru miliknya.
Swush!
Seketika Tubuh Naruto mengeluarkan Aura Biru yang kuat serta Senjata Toru miliknya yang berubah menjadi Busur Panah berwarna Biru muda.
Wush! Tap!
Bwuuushh!
Air di sekitar Arena seketika berputar begitu Naruto mendaratkan kakinya di arena, Raiser yang bisa melihat Air di sekitar Arena berputar bersiaga karena saat ini lawannya memasuki tingkat Dewa Air, Genbu.
Genbu atau Dengan bahasa lainnya The Black Tortoise adalah salah satu Dewa dari empat mata angin kepercayaan Jepang, China dan Korea. Genbu merupakan Dewa dari arah Utara, melambangkan Kura-Kura atau Penyu yang di lilit oleh Ular berwarna hitam dan merupakan Dewa dari arah Utara dan memiliki Element Air.
Naruto yang berhasil menatap tangan kirinya, dirinya bisa merasakan kekuatan besar mengalir di tubuhnya " Aku harap kau siap Raiser karena kali ini Akan aku padamkan api kesombonganmu serta akan aku remukkan tulang-tulangmu itu! " ucap Naruto lantang, Raiser yang mendengar itu meningkatkan Kekuatannya dan Membuat Lingkaran Api membara.
Sret! Wush! Wush!
Naruto yang melihat itu mengaktifkan Jikkan miliknya tanpa di sadari siapapun lalu menghilang dengan cepat dari tempatnya, Naruto yang terbungkus Armor Tengupun mulai terbang ke langit meninggalkan arena.
Bwush!
Seketika Air yang berputar di arena meledak dan berputar dengan cepat memasuki Tanah Arena membuat Raiser menerbangkan sedikit dirinya agar tidak terkena air, begitu juga kelompok Naruto yang terbang sedikit dengan singgasana Tohka yang menjadi pesawat.
Wush! Wush!
Crash! Blash!
" Cough! " batuk Raiser mengeluarkan sedikit darah ketika dari samping dan depan sebuah panah Air berhasil menancap di lengan kanannya dan sebuah ledakan Air yang menghempaskan tubuhnya sedikit ke belakang.
Wush!
Sementara pada Naruto, sebenarnya Naruto hanya memutar Arena dengan kecepatannya sambil menarik busurnya hingga muncul dua panah air.
Twush!
Sret! Wush! Blash!
Setelah di posisi di depan Raiser Naruto melepaskan panah airnya dan menambah kecepatannya hingga di belakang Raiser dan setelah itu Naruto melesat ke arah. Raiser dari belakang dengan cepat hingga membuat ledakan Air yang membanjiri Tanah Arena.
Wush! Jrash! Blaaash!
Raiser yang tidak bisa melihat serangan Naruto harus terkejut ketika Dua Anak Panah Air mengenai kedua sayapnya hingga lenyap dan sesuatu yang memukulnya dari belakang dengan keras hingga membuatnya terpental ke depan.
Srash! Blaaarr!
Raiser yang terpental harus berguling ke depan beberapa kali hingga berhenti sambil menahan sakit di punggungnya, namun baru saja berhenti, Raiser harus terkena Enam Peluru Meriam Hingga membuat ledakan besar di arena.
" Jangan lupa bahwa kau tidak hanya melawan satu Naruto, Raiser Phenex " ucap Naruto yang terbungkus Armor Tengu tengah terbang dengan sayap mekaniknya dan enam Laras di pundaknya mengarah pada tempat Raiser berada.
Sret! Wush~ Blaaash!
Naruto Asli yang berdiri di Arena mengibaskan tangan kirinya ke atas dan seketika Air yang membanjiri Arena terhempas ke atas seperti trampolin mementalkan tubuh Raiser ke atas.
Swush! Wush! Wush!
Raiser yang terpental ke udara harus melebarkan matanya ketika seluruh Air yang membanjiri Arena berubah menjadi Ratusan Naruto dengan Pedang Toru yang melesat ke arahnya secara bersama-sama.
Crash! Crash! Crash! Crash!
Tubuh Raiserpun harus menerima tebasan bertubi-tubi di tubuhnya hingga tubuhnya tidak bisa bergenerasi kembali, Naruto asli yang melihat itu menghilang itu menghilang kembali.
Wush! Duak!
Setelah cukup Ratusan Naruto tersebut berubah menjadi pecahan Air menyisakan 3 Naruto yang menendang Raiser ke bawah hingga menabrak tanah Arena lalu menyusul menghilang menjadi pecahan air.
Srash~ Blaaarr!
Baru saja seluruh air yang tadinya di udara jatuh ke arena kembali, terjadi ledakan Api membara yang memperlihatkan Raiser yang berdiri dengan wajah garang.
Wush! Wush! Blaaar!
Raiser yang bisa merasakan serangan dari belakang memiringkan sedikit tubuhnya hingga sebuah panah air melewatinya sari belakang dan setelah itu Raiser menyilangkan tangan kirinya di depan menahan serangan Naruto yang menyerangnya dari depan.
Naruto dan Raiser yang saling bertatapan saling melempar tatapan tajam lalu menghilang bersama hingga menyisakan keheningan di arena kembali.
Blar! Blar! Blaaaar!
Seketika di arena terjadi ledakan angin bertubi-tubi hingga akhirnya berhenti di tengah Arena memperlihatkan Naruto dan Raiser tengah saling beradu tinju.
Wush! Duak!
Naruto yang melihat celah langsung memutar tubuhnya sambil memberikan tendangan pada Raiser hingga terhempas ke belakang.
Swush! Twush! Blaaaash!
Raiser yang terhempas ke belakang langsung melesatkan semburan Api besar ke arah Naruto di balas oleh Naruto yang menarik tali busurnya dengan mulutnya dan melepaskan sebuah anak panah ke arah semburan Api Raiser hingga menjadi kumpulan asap.
[" Setsutouzuki : Suito : Ryuukubyuja! "]
Twush! Crash!
" ARRGG! " teriak Raiser merasakan sakit yang luar biasa di tengah dadanya ketika Dua Panah Air berukuran besar menancap bahkan menembus tubuhnya dari belakang.
Tap!
Raiser perlahan menoleh ke belakang sambil menyentuh dadanya yang terasa sakit dan dia bisa melihat Naruto yang mendarat dengan Dua Busur panah di tangannya.
" C-Cough! " batuk Raiser mengeluarkan darah cukup banyak " Ke-Kenapa... R-Regenerasiku " terbata Raiser dengan mulut yang terus mengeluarkan darah.
" Sekarang Regenerasimu telah aku hentikan dengan panah yang menancap di dadamu itu, karena sekarang aku akan mengakhiri pertarungan kita ini " ucap Naruto sambil melirik Cloningannya yang terbungkus Armor mulai turun dan mendarat di sampingnya " Sesuai perkataanku, kali ini aku akan meremukkan seluruh tulangmu itu " lanjut Naruto.
Sret! Blam! Buagh!
Naruto yang terbungkus Armor Tengupun berlari dengan cepat ke arah Raiser dan memberikan pukulan pada dada Raiser menambah rasa sakit pada tubuh Raiser.
Buagh! Sret! Blam! Srash! Srash!
Bukan hanya pukulan, Naruto memberikan tembakan, tebasan dan seluruh serangan yang menyerang bertubi-tubi ke arah Raiser yang telah lemah tanpa bisa memberi perlawanan.
Wush! Blar!
Dengan keras Naruto membanting Raiser yang telah lemah hingga membuat tanah Arena retak, Raiser yang sudah tidak kuat hanya bisa meratapi nasibnya di kalahkan dengan brutal oleh Naruto.
" Itu adalah akibat dari seluruh Dosamu Raiser " ucap Naruto yang terbungkus Armor Tengu.
Sing!
" Segala Dosamu yang kau tumpahkan hingga membuat kemarahan padaku telah aku lancarkan dari setiap seranganku tadi, tapi masih ada satu serangan lagi yang harus kau terima dan itu atas perbuatanmu pada Hayamana Shion " ucap Naruto yang terbungkus Armor sambil membuka helmnya memperlihatkan wajahnya.
Naruto asli yang dari tadi menonton mulai menyatukan dua Busurnya hingga menjadi Busur panah Air berukuran besar lalu mengangkat Busurnya ke atas dan menarik busurnya hingga muncul sebuah Busur seperti Tombak dengan tiga mata pisau.
Naruto yang terbungkus Armor Tengu langsung mencengkeram kerah belakang Raiser dan mengangkatnya layaknya memberi sasaran pada Dirinya yang asli.
[" Setsutouzuki : Suito : ... "] gantung Naruto yang asli sambil mengarahkan panahnya ke arah Raiser yang tampak mengenaskan.
" Ah, satu lagi Raiser, karena kau kalah, aku meminta seluruh Budakmu menjadi milikku, dan juga Kelompokmu menjadi milikku tapi aku akan membiarkan mereka hingga akhir Dragons Champions, jadi... "
" jangan khawatir "
[" Indra no ryuubyuka! ]
Wushh! Jrash! Blaassh!
Anak panah Narutopun dengan cepat mengarah pada Raiser hingga menancap tepat pada Raiser dan membawa tubuh Raiser keluar Arena di susul ledakan air besar di luar Arena.
Semua yang di arena menjadi hening bingung harus bersikap seperti apa ketika melihat pertarungan tadi bahkan MC kebingungan harus berbicara apa.
Setelah itu Naruto menghilangkan Mode miliknya hingga Torunya menjadi bentuk awal lalu memasukkan pedangnya ke sarung, begitu juga Armor Tengu milik Naruto yang berubah menjadi Naga dan langsung menumpu tubuh Naruto yang akan jatuh karena kelelahan.
" Danchou!/Naruto-kun! " teriak Tohka, Claudia, Saya dan Irina melesat ke arah Naruto untuk membantu Naruto.
" E-Eh? A-Ah, Pertarungan Berakhir pemenangnya Team Whitefox! "
" WUUOOOOHHH! " teriakan mulai menggema kembali di Arena beserta suara tepuk tangan yang di tunjukan pada Naruto, Naruto yang bisa mendengar itu hanya tersenyum tipis.
" Kau kembali memaksakan diri Danchou, terlebih kau baru membangkitkan Kekuatanmu, seharusnya kau tidak memaksakan tubuhmu untuk melawannya tadi " omel Irina, Naruto yang mendengar itu hanya terkekeh lemah " Urusai na, Lagi pula dengan begini suasana pertandingan ke depan akan lebih menarik " balas Naruto dengan nada lemah.
" Menarik? " beo Saya " Kau ingin memancing dia bukan? " tebak Tohka dengan nada serius, Naruto hanya tersenyum mendengar pertanyaan Tohka lalu menatap tempat penonton di mana Sasuke menontonnya dengan Dua Sharingannya yang aktif.
" Kheh! Memantauku dengan Sharingan, sungguh licik Uchiha " desis Naruto mulai berdiri di bantu Naga Tengu miliknya yang selalu meliuk-liuk di sekitar tubuhnya
" baiklah, karena semua pertarungan perempatan Final telah berakhir, maka Tiga Hari ke depan Semi Final akan di adakan, Dan juga Ini adalah Struktur Pertarungan Semi Final Kedepan "
Swung!
Setelah itu di tengah Arena muncul Layar Hologram memperlihatkan struktur pertarungan semi final ke depan di mana Whitefox akan melawan Kirigaku dan Uchiha akan Melawan Kumogaku.
Naruto yang melihat struktur itu melirik ke tempat penonton di mana Kelompok Zabuza menonton pertandingannya begitu juga kelompok Kumo " Sepertinya Iwagaku dan Takigaku di kalahkan oleh mereka, sepertinya lawan kita ke depan akan semakin kuat " gumam Claudia mulai deg-degan karena lawan mereka cukup kuat ke depannya.
" Kh-Khahahaha " tawa pelan Naruto dan semakin keras hingga membuat hening di arena " Hahh~ ini akan semakin menarik " lanjut Naruto sambil menghela nafasnya " Hoy! Kelompok Uchiha-sama, aku harap kalian baik-baik saja melawan Kumo walau aku tidak yakin kalian akan baik-baik saja, aku mengatakan ini memang berharap lawanku di final adalah kalian, tapi aku lebih tertarik di Turnament terakhir dari Dragons Champions untuk melawan kalian. Maka Kelompok Kumo, Yugito-san! " ucap Naruto dengan lantang lalu menatap Yugito yang sedikit tersentak karena namanya di panggil.
" Aku harap kita bertemu di final, kau dan Pemilik Naga Hachi di sana akan melawanku, aku harap kau siap " tantang Naruto membuat di sana semua melebarkan matanya kecuali Kurumi yang menyeringai tipis, Charlotte yang tersenyum tipis dan Wanita berambut merah yang sedikit bersiul akan tantangan Naruto tanpa ragu.
" pemilik Matatabi dan Gyuki di tantang oleh bocah itu, aku harap dia baik-baik saja ketika melawan mereka " gumam Wanita di samping Charlotte " Jangan khawatir, dia pasti baik-baik saja " Ucap Charlotte santai.
" Apa yang di pikirkan Nii-chan " gumam Asia khawatir " Mungkin dia berpikir jika melawan mereka maka dia bisa meningkatkan kemampuan yang baru dia bangkitkan itu " ucap Akane yang datang ke tempat mereka duduk.
" Tapi.. "
.
" Apa yang kau katakan baka! " bentak Tohka di samping Naruto, namun Naruto tidak memperdulikan bentakan Tohka dan menatap Yugito bersama Pria bertubuh kekar yang menatapnya juga " Apa kau yakin bisa melawan kami? " tanya Yugito.
" Jangan meremehkanku, kau pikir orang seperti apa aku? Aku adalah orang yang tidak memiliki Partner Naga dan tidak memiliki kekuatan dulu, tapi sekarang aku sudah membangkitkannya dan kau berpikir aku lemah? Orang mana yang tidak memiliki naga dan tidak memiliki kekuatan hingga kini berdiri di arena yang menuju semi final? " balas Naruto membanggakan dirinya.
Dirinya tentu harus bangga karena dia sudah mencapai Semi Final dengan usahanya tanpa naga dan hanya di berkati dengan alat-alat ciptaannya. Yugito yang mendengar itu sedikit tersenyum " Baiklah, akan aku nantikan kau di final " Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu memejamkan matanya.
.
Two Days Later...
.
Jum'at, 16 November 2090
Tsunade Side
.
Tap! Tap!
Saat ini Tsunade berjalan dengan pelan di sebuah lorong rumah sakit hingga dia sampai di sebuah kamar yang dia tuju, dirinya menatap dari jendala pintu melihat keadaan ruangan di mana Naruto tengah berbaring sambil memejamkan matanya, di samping Naruto terdapat Wanita berambut merah yang menggenggam tangan kiri Naruto sambil sesekali mengecupnya, Dan di sekitar Naruto terdapat Jiraiya yang menatap Naruto diam bersama Pria berambut pirang yang menatap Naruto dengan senyum sedih.
" Sebaiknya kalian cepat, kemungkinan Obat Bius ini akan bertahan 15 menit lagi, aku juga tidak mungkin membiarkan Naruto selalu berbaring " semua di sana menoleh ketika Tsunade bersuara, Wanita berambut merah yang mendengar itu hanya bisa menitikkan air matanya sambil memeluk Naruto yang berbaring.
" Kau seharusnya tahu, Dia sudah melewati banyak hal karena kalian, jadi jika dia bertemu kalian, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan pada tempat ini " nasehat Tsunade " Tsuma kau tidak perlu takut, aku bisa menanganinya kau tahu sendiri aku... "
" Apa kau yakin bisa menghentikan Naruto yang mengamuk seperti pertarungannya melawan orang Suna waktu itu? " Potong Tsunade melirik Jiraiya dingin membuat Pria itu terdiam hingga wajahnya sedikit pucat, benar saja. Mustahil.
" Aku dengar Naruto telah membangkitkan kekuatannya, Memang kekuatan seperti apa? " tanya pria berambut kuning penasaran " Setsutouzuki kau pasti tahu nama teknik itu " Jawab Tsunade membuat Pria berambut kuning dan wanita berambut merah terkejut
" Jadi begitu, kalau begitu sebagai permintaan maafku terhadapnya, bisakah Otou-san mengajarinya Teknik itu nanti? " pinta pria itu membuat Jiraiya terkejut " Kau yakin? Aku rasa ini terlalu dini? "
" hm, Aku yakin " jawab Pria itu tanpa ragu.
" H-Hnn~ " lenguh Naruto membuat Pria dan Wanita di sana terkejut " Sebaiknya kalian cepat sebelum dia membuka matanya "
" Ennggh~ " perlahan Naruto membuka matanya dan hal pertama yang bisa dia lihat adalah Tsunade dan Jiraiya yang berdiri di depannya " Akhirnya kau sadar juga Naruto " ucap Tsunade sambil tersenyum.
" Yo, Gaki bagaimana ka... "
Buagh!
" Uhuk! " perkataan Jiraiya terhenti ketika Naruto memukul perutnya lalu mencengkeram kerahnya dengan wajah garang " Kemana saja selama ini kau Ero-jiji?! Kau meninggalkan tugasmu dan melimpahkannya padaku, Kau pikir aku ini kacung hah! " teriak kesal Naruto sambil mengguncang Tubuh Jiraiya.
Tsunade yang melihat itu hanya tersenyum maklum, walau Naruto mengamuk yang pasti Naruto tidak akan bisa membenci Jiraiya yang sudah dia anggap ayahnya sendiri.
" Jawab Aku Ero-jiji! "
" Maa~ Tenanglah! "
" Bagaimana bisa aku tenang hah! "
" MAKA DARI ITU DUDUK DIAM! "
" KAU PIKIR AKU HEWAN YANG BISA DI PERINTAH! "
Ya~ walau sedikit mengesalkan jika mereka ribut di rumah sakit karena mengganggu pasien.
" KALIAN BERDUA BERISIK! "
BLETAK!
Dan akhirnya Tsunade memingsankan dua orang tersebut untuk beberapa jam.
.
TBC
Selanjutnya Di Naruto : The Dragons Future
" Jadi lawan kami adalah kalian "
" Apa kau bisa menghadapi kami sendiri? "
" Siapa yang sendiri? Aku mengajak empat anggota kepercayaanku untuk melawan kalian "
" Tohka, Kirin, Xenovia dan Kiba, mohon kerja samanya "
" Ha'i! Danchou! "
Selanjutnya di Chapter 26 : Dragons Champions Arc III : The Rings Part III ( Semi Final : Five Fox Vs Five Legendary Sword )
Note : Yo! Up lagi ini sesudah Praktek Pra UKK, bagaimana cerita kali ini bikin deg-degan atau bagaimana? Jika membosankan maaf, inipun saya usahakan karena saya belum menyelesaikan Note Dari Magical Battle, cerita NACTLM, dan juga saya mempunyai cerita baru yang akan berbau Adventure, Fantasy dan Romance.
Baiklah kita mulai membahas dari Pertarungan Shion? Ada yang minta buat mereka menderita hingga tunduk pada Naruto, maa~ memang saya inginnya begitu, tapi karena mengingat alurnya saya memiliki cara tersendiri untuk Shion.
Di sini Naruto memaafkan Shion bukan karena hatinya tapi permintaan Charlotte, Kenapa? Karena ada alasannya nanti di Arc IV.
Lalu Pertarungan Raiser? Saya di sini membuat Naruto telah menunjukkan kekuatannya kecuali Doujutsu miliknya, dan itu juga ada Alasannya, Akan di bahas setelah memasuki Part IV.
Lalu mengenai pertemuan dengan Whellgon? Akan terjadi di Arc IV menuju Arc V dan di sanalah Naruto akan bertemu dengan Orang Tuanya sendiri.
Lalu Teknik itu? Kalian pasti sudah pada gak sabar di mana Naruto akan memiliki Rasengan, dan maka dari itu, di Chapter keseharian di Arc III Naruto akan mempelajari Rasengan.
Lalu ada yang bertanya anime apa saja yang saya gabungkan yaitu Anime yang telah di gabung dari segi pair dan alur adalah anime Accel World, Mahouka Koukou No Rettousei, Astersik Battle Gakuen, Infinite Stratos, Kantai Collection, Haifuri, To Love Ru, Nisekoi dan lain-lain.
Untuk Char To Love Ru dan Nisekoi akan muncul ketika Naruto dan yang lain menjadi Pasukan Intel.
# kekuatan Cloks Eyes Naruto
. Angka 1 : Alfken ( Memperlambat waktu )
. Angka 2 : ?
. Angka 3 : Elfkin ( membalikkan waktu )
. Angka 4 : Senyoukkan ( Penghenti Waktu )
. Angka 5 : Sefken (Ruang lingkup waktu )
. Angka 6 : Grenkin ( Penambah Gravtasi
. Angka 7 : ?
. Angka 8 : Asbrodeus ( membuat Waktu berhenti sesaat dan memberikan pengguna untuk memberikan serangan penghabisan dalam waktu tertentu )
. Angka 9 : ?
. Angka 10 : ?
. Angka 11 : ?
. Angka 12 : ?
Yosh! Itu saja dari saya~ semoga menghibur ya, dan juga di Chapter 9 terjadi kesalahan maka dari itu saya mengup ulang Ch 9 maaf karena entah kenapa tiba-tiba ceritanya jadi milik Ch 24, kalau begitu saya Dedek Undur diri Jaa~
Please Review
