Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 26 : Dragons Champions Arc III : The Rings Dragons part IV ( Semi Final : Five Fox Vs Five Legendary Sword )
.
Sabtu, 17 November 2090
DSA Weapon Dragons
09.00 AM
.
Tik! Tik!
Di Pagi yang cerah sebelum hari Lomba, terlihat di kamar Naruto tampak Naruto dengan cepat mengotak-atik Hologram Keyboard miliknya dengan cepat sambil menatap Hologram layar data di mana Tampak gambar Pedang Hiko, Toru, King, dan seluruh senjatanya tampak sebuah proses tengah berjalan setengahnya.
Saat ini Naruto melakukan Pengecekan pada seluruh senjatanya terbukti pada Ruangan Di sampingnya di mana Sebuah Kotak besar dengan seluruh senjatanya tersusun tengah Di Scan oleh Scaning miliknya. Dirinya harus mengecek seluruhnya karena siapa tahu ada kerusakan pada alatnya dan itu bahaya nantinya.
" Ssshh~ masih butuh 2 Jam lagi agar semuanya selesai, maa~ mungkin selagi menunggu aku bisa mengecek Tenguku lebih dulu " gumam Naruto berdiri dari kursinya lalu berjalan keluar ruangannya menuju Ruangan Bawah tanah.
Setelah sampai di bawah Tanah, Naruto bisa melihat Robot Tengu Besar dan seukuran tubuhnya tengah melakukan pengecekan kembali oleh Anggota DSA, dan juga Tampak Jiraiya yang ada di antara mereka tengah menatap data Robot Naruto dengan wajah serius.
" Bagaimana Ero-jiji? " tanya Naruto setelah sampai di samping Jiraiya " Maa... Aku... Tidak bisa berkata bagaimana hasilnya... ini terlalu menakjubkan " ucap Jiraiya sambil menggaruk tekuk miliknya.
" Untuk Anak seusia 17 Tahun, kau adalah Orang Ke 1000 mungkin Lebih yang masuk sebagai anak muda berbakat di Genus Book of World Record, kau benar-benar menciptakan alat yang luar biasa Naruto " puji Jiraiya " Hehe, itu bukan hal yang susah untukku " jawab Naruto sambil tertawa bangga.
" Lalu bagaimana dengan yang lain? " tanya Naruto sambil melirik ke samping di mana beberapa Orang tengah mengecek peralatan yang dia Copy dari Perkumpulan Kantai tengah di Perbaiki " Untuk Meriam Nagato saat ini dia tengah di perbaiki dan besok sudah selesai, lalu untuk Meriam Besar Yamato Lvl 2 sudah di perbaharui " jawab Jiraiya sambil membaca data di tangannya.
" Di Perbaharui? " tanya Naruto penasaran sambil mengambil data di tangan Jiraiya lalu membacanya " Bukankah jika seperti ini, ini akan memberatkan kedua lengan Tengu dan juga bebannya akan bertambah? " tanya Naruto lagi.
" Mungkin memang benar, tapi bacalah dengan teliti kembali " perintah Jiraiya memberikan seringai pada Naruto membuat Naruto menatap aneh Jiraiya sesaat lalu membaca data di tangannya kembali.
" Oh, Ooo~, Ahh~ tidak buruk juga Ero-jiji " balas Naruto ikut memberikan seringai " Hahaha! Jangan pikir hanya kau saja yang pintar Naruto, Aku juga Pintar " ucap Jiraiya Membanggakan dirinya.
" Tapi Apa kau bisa membuat seluruh Alat yang selama ini aku buat? " Jiraiya yang mendengar itu menghilangkan Postur membanggakan dirinya " Jangan terlalu bangga Baka-jiji, karena masih ada yang lebih pintar darimu " ucap Naruto berjalan balik dan mulai naik ke permukaan kembali meninggalkan Jiraiya dengan Aura Hitam di atasnya.
Setelah sampai Puncak Naruto berjalan menuju kamarnya kembali lalu mendudukkan kembali dirinya sambil menatap Layar Hologram di depannya dengan tatapan ingin tahu.
Setelah cukup lama terdiam, Naruto mulai mengetik kembali Hologramnya hingga Layar Hologramnya berganti dan memperlihatkan beberapa Data Berisikan Video pertarungan Team Zabuza, Team Yugito dan Uchiha Sasuke.
Setelah itu Naruto memutar Video pertarungan Team Zabuza di mana Zabuza membawa empat anggotanya yang merupakan Anggota Dari 7 Legenda Pedang Kota Kirigaku, Narutopun menonton Video Itu Dengan Serius.
Naruto yang melihat Pertarungan Satu Sudut Dimana Zabuza tengah bertarungan dengan sengit dia kembali memutar Video Lain di mana Video tersebut memperlihatkan pertarungan Team Zabuza. Dari mana dia mendapatkannya? Karena dia meminta beberapa Kenalannya yang ada Di Kantai yang tidak bertugas untuk merekamnya.
Narutopun terus menonton pertandingan yang berlangsung 1 Jam tersebut lalu memutar Video Team Yugito dan memerhatikan pertarungan Team Yugito sama seperti dia melihat Video Team Zabuza.
Ting!
Naruto yang mendengar tanda bahwa perbaikan senjatanya telah selesai menghentikan Videonya sesaat ( Pause ) lalu membuka Layar Hologram lainnya dan mengotak-atik kembali Hologramnya sesaat hingga pintu Di ruangannya terbuka dan mengeluarkan Kotak Berisikan Senjatanya.
Setelah itu Naruto menarik kotak tersebut mendekatinya lalu memasukkan kembali senjatanya satu persatu sambil menonton Video pertarungan Team Yugito.
Tok! Tok!
" Danchou, kau di dalam? " Naruto yang mendengar suara Anggotanya menatap Pintu ruangannya sesaat lalu menatap kembali layar Hologram di depannya " Open Key! " perintah Naruto.
Twush!
Pintu Ruangan itupun terbuka memperlihatkan seluruh Anggotanya memasuki ruangannya " Masuklah " perintah Naruto lagi menghentikan kembali Videonya lalu memutar kursinya menghadap Anggotanya yang mulai masuk bersama Kurumi, Aiz, dan Asia.
" Yaa~ Ohayo Danchou, Bagaimana kabarmu? " Tanya Kiba Yuuto sambil duduk di Kursi Sofa yang ada di kamar Naruto " Cukup Baik, memang kenapa? " tanya Naruto sambil terus memasukkan seluruh senjatanya.
" Ya~ soalnya kau mendadak Pingsan saat menyatakan Pertarungan kepada Team Kumogaku, jadi siapa tahu kau masih sakit karena efek kau baru membangkitkan Kekuatanmu " jawab Kiba memberikan jawaban yang logis.
" Aku tidak akan sakit hanya karena itu " balas Naruto tegas " Maa~ kami tahu akan itu " Balas Balik Kiba
" Jadi, Ada Apa Danchou memanggil kami? " tanya Julis ingin tahu " Kalian, Tontonlah Pertarungan Anggota Team Kirigaku selama ini, Kiba, Xenovia, Kirin, Tohka aku ingin kalian menonton Pertarungan ini, ini. Ini dan Ini, karena besok kalian akan melawan mereka " ucap Naruto sambil memperbesar layar Hologramnya lalu mendorongnya ke tengah dan setelah itu memilih Video yang harus di tonton oleh Kiba, Xenovia, Kirin dan Tohka.
" Ne Nii-san kau butuh bantuan? " tanya Asia sambil mendekati kakaknya yang masih sibuk memasukkan senjatanya menurut Susunan Konsep Jamnya yang baru " Um, Tolong ya Asia-chan, kau masih ingat dengan Konsepnya bukan? "
" Um, Tentu " jawab Asia " Ah, tapi untuk pedang itu jangan di masukkan dulu, ada yang ingin aku perbaharui untuk senjata itu " Peringat Naruto sambil menunjuk pedang Genggam di Kotaknya ( Seperti Senjatanya Asuma, kayak Prosnekel sama Pisau digabung ).
" Baiklah " jawab Asia mengerti lalu membantu kakaknya itu.
Setelah semua selesai di masukkan Naruto mengambil Senjata yang belum Dia Masukkan lalu memasukkan kembali senjata tersebut ke kotak kaca di sampingnya lalu mengetik-ngetik Hologramnya kembali.
" Ne Danchou kami sudah menontonnya lalu apa yang harus kami lakukan? " Tanya Xenovia " Tonton Kembali Video Tersebut lalu temukan kelemahannya, karena sebentar kita akan melakukan Simulasi nanti " perintah Naruto
" Simulasi? Bagaimana Caranya? " tanya Claudia " Di Salah Satu Ruangan Gedung ini ada Ruangan Simulasi, Setelah ini aku akan memasukkan Simulasi Mereka seperti nyata, dengan kata lain kalian akan melawan Simulasinya seperti orang itu sendiri yang kalian lawan " Jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari Hologramnya di mana dia tengah memperbarui Pedang Genggam Kepalan miliknya.
[" Upgrade Weapon "]
[" Progress Starting "]
Setelah menjalankan Pembaharuannya, Naruto membuka Hologram Lain dengan layar tengah menghubungi Grayfia.
Twish!
" Ada apa Naruto-san? " tanya Grayfia yang muncul di layar hologram " Grayfia, apa kau bisa membuat Simulasi pelatihan Dengan Orang-orang ini? " tanya Naruto sambil menunjukkan Foto Anggota Zabuza yang di tonton Oleh Xenovia, Kirin, Tohka dan Kiba.
" Tentu, tapi akan memakan waktu 1 Jam untuk melakukan itu " Jawab Grayfia " Kami akan menunggu " balas Naruto lalu mematikan Hubungannya Dengan Grayfia.
" Ne Naru-kun, bagaimana keadaan matamu? Apakah baik-baik saja? " tanya Kurumi berbisik pada Naruto " Um, Mataku baik-baik saja, tidak ada masalah Dengan Jikkan " jawab Naruto sambil menyentuh mata kanannya.
" Tapi Naru-kun, berhati-hatilah Jika kau menggunakan Jikkan pastikan kau tidak membangkitkannya " ucap Kurumi " Aku paham, santai saja " jawab Naruto.
Kurumi yang mendengar jawaban Naruto hanya memandang Naruto dengan tatapan yang sulit di artikan ' Aku harap itu benar-benar tidak terjadi karena jika itu terjadi, Aku tidak akan tahu seperti apa kejadian di masa depan nanti ' batin Kurumi.
[ Upgrade Complete ]
Naruto yang mendengar senjatanya telah di perbaharui mengeluarkannya dari Kotak kaca dan memerhatikan Pembaharuan senjatanya di mana yang tadinya berwarna Hitam semua sekarang telah di lapisi warna biru di bagian mata Pisau di sertai tulisan-tulisan aksara yang kuno
" Uzomiki telah di perbaharui menjadi Kami-Uzoki aku tidak sabar untuk menggunakannya " gumam Naruto melukai sedikit telunjuknya hingga mengeluarkan darah lalu mengolesnya pada Tulisan di dua Kami-Uzokinya [" Setsutouzuki : Ketsuzueki "] ucap Naruto
Twung!
Tulisan di Pedang Genggam Kepalan Narutopun bercahaya dan perlahan darah yang teroles di pedang tersebut menyusut memperlihatkan tulisan-tulisan aksara yang bercahaya.
[" Kato "] ucap Naruto.
Bwush!
Seketika dari pedang Naruto keluar Aura Api yang membentuk bilah pedang membuat senjata Naruto lebih panjang ( Sama seperti Asuma saat mengalirkan chakra angin membentuk pedang saat motong kepala Hidan ).
Sretret! Cklek!
Setelah itu Naruto memutar senjatanya tersebut lalu menggenggamnya dengan erat sambil memasang posisi bertarung ( Posisi mata Pisaunya terbalik seperti tipe bertarung Asuma )
" Huft~ " Hela Naruto pelan lalu
memasang posisi santai sambil menghilangkan Aura Api di senjatanya " Yosh, dengan begini semua sudah siap " gumam Naruto sambil menyelipkan senjatanya di pinggang belakangnya.
" Apa kalian sudah siap? " tanya Naruto sambil menatap Anggotanya " Tu-Tunggu sebentar Danchou, se-sedikit lagi rencana kami selesai " ucap Kiba.
" Baiklah, aku akan menunggu di Ruang Simulasi, Asia-chan antar mereka menuju ruangan Simulasi jika sudah selesai, aku akan ke sana lebih dulu " ucap Naruto sambil berjalan lebih dulu meninggalkan Anggotanya, Aiz, Asia dan Kurumi di kamarnya.
" Ada yang aneh dengan Danchou, apa kalian merasakannya? " tanya Irina meminta pendapat yang lain " yang kau rasakan memang benar. Ini adalah Efek dari teknik Setsutouzuki yang di miliki Naruto. Setsutouzuki Naruto belumlah sempurna karena Setsutouzuki... "
Tap! Tap!
Naruto yang berjalan di lorong mulai menggigit jempol kirinya hingga berdarah lalu mengolesnya di telapak tangan kanannya.
" karena Setsutouzuki merupakan Teknik yang haus darah "
Swush!
Setelah cukup lama berjalan Naruto sampai di ruang Simulasi berukuran Besar dan perlahan Ruangan Simulasi yang awalnya berisikan Dinding Besi mulai berubah menjadi Halaman yang cukup luas
" Grayfia, Buatkan Simulasi pertamaku dengan 100.000 Pasukan Robot " ucap Naruto.
Swush! Swush!
Seketika Di depan Naruto muncul Ratusan Robot berukuran Sedang dan langsung melesat ke arah Naruto dengan persenjataan mereka.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Senpuryuugi Sodai : ... "] jeda Naruto
Wush!
[" Oktoryuu! "]
Jraaash!
.
.
Skip time
.
Minggu, 18 November 2018
Yokosuka
08.00 AM
.
Keesokan harinya, Kelompok Whitefox, Zabuza, Uchiha Sasuke dan Nii Yugito telah berkumpul di Arena yang di penuhi sorak-sorakan oleh Penonton yang semakin meriah, bahkan para Warga pada berkumpul di rumah tetangga, Cafe dan di berbagai tempat untuk Nonton bersama.
Sementara di tengah Arena, tampak Empat Kelompok yang telah lolos babak Semi Final saat ini tengah berbincang dengan Anggota miliknya kecuali Naruto yang tampak diam dengan nafas terengah-engah, semua Anggota Naruto yang melihat tingkah Naruto menatap Naruto Khawatir.
" Danchou, Kau yakin ini tidak apa? " tanya Kiba Yuuto sambil menepuk pundak Naruto " Un, Aku baik-baik saja... Hanya saja ini tidak akan bertahan lama... Paling tidak... " balas Naruto sambil menyentuh dadanya " Aku bisa bertahan selama 2 jam " lanjut Naruto.
" Gomen membuat kalian khawatir, paling tidak saat ini aku baik-baik Saja " ucap Naruto sambil berdiri tegak kembali
.
Sementara di tempat Penonton tampak saat ini, Asia tengah duduk bersama Aiz, Shiina dan Akane sementara untuk Kurumi saat ini dia duduk dengan Charlotte dan Wanita berambut merah.
Charlotte yang melihat tingkah Naruto hanya bisa memejamkan matanya, dia seharusnya sudah tahu akan hal ini " Jika kau sudah tahu kenapa kau tidak menyegel kekuatannya itu? " Charlotte yang mendengar pertanyaan Kurumi melirik tajam yang bertanya dengan mata emasnya.
" Itu mustahil, walaupun kau memaksaku aku tidak bisa menyegelnya, paling tidak aku bisa membuat jangka waktu untuk efek Teknik Uzumaki yang haus darah itu " jawab Charlotte " Paling tidak dia harus menunggu beberapa Minggu lagi " lanjut Charlotte
" Kenapa Harus menunggu beberapa Minggu? " tanya Kurumi sambil melirik Charlotte " Jika Efeknya masih ada dan semakin parah dia harus menemuinya " jawab Charlotte membuat Wanita di sampingnya melirik tajam Charlotte.
" kau yakin akan mengajaknya bertemu dengannya? " tanya Wanita tersebut " Bertemu siapa? " tanya Kurumi ingin tahu.
" Raja Naga dari seluruh Naga. Naga Legenda yang di nyatakan punah, Naga yang di kenal dengan Kebijaksanaannya "
Kurumi yang mendengar penjelasan Charlotte melebarkan matanya " Naga Terbesar dengan Julukan The Kings Beast Of All Dragons "
" Whellgon "
.
" Yosha! Minna-san! Kembali lagi di Pertandingan Dragons Champions Ke 3 The Rings Dragons, Yang telah mencapai Semi Final di mana tersisa 4 Besar yang sungguh tidak bisa di sangka di mana Whitefox, Taka, The Demons Water dan The Bull Thunder masih bertahan hingga semi final! "
" UWWWWOOOOHHH! "
" Kali ini, pertarungan pertama Akan di jalani oleh Whitefox dan The Demons Water, Bagi Team Yang bertanding silahkan memilih anggotanya dan Pertaruran dan Syarat di Pertandingan Ini masihlah berlaku sama "
" Ikuzo " perintah Naruto maju ke depan di ikuti Kirin, Tohka, Kiba dan Xenovia " Jadi lawan kami adalah kalian? " Naruto yang mendengar nada pertanyaan di depannya mengangkat sedikit kepalanya dan terlihat Zabuza dan juga Empat Anggotanya lagi.
" Zabuza Momochi dengan pedangnya Kubikiribocho, Kushimaru Kuriarare dengan pedangnya Nuibari, Jinin Akebino dengan Pedangnya Kabutowari, Jinpachi Munashi dengan pedangnya Shibuki dan Ameyuri Ringo dengan pedangnya Kiba " gumam Naruto.
" Apa? " tanya Kiba Yuuto
" Apa? " tanya balik Naruto
" Kenapa namanya sama? "
" Mana aku tahu Somplak! "
" Sungguh tidak di sangka kita akan melawan Orang yang selalu ingin di tantang oleh orang-orang hebat " gumam Jinin sambil menyeringai " Apa lagi dia adalah kebanggaan milik Konoha yang terkenal julukannya di seluruh Dunia " Timpal Jinpachi.
" Biarkan aku melawannya, Aku ingin sekali melawannya " ucap Kushimaru sambil mengarahkan pedang Jarumnya ke arahnya " Tidak! Pertama-tama biarkan aku yang melawannya " ucap Zabuza sambil menarik pedang Kubikiribochonya.
" Kalian seperti bayi yang rebutan permen saja " canda Naruto " Ugg! " lenguh Naruto sambil memegang kepalanya yang sedikit berdenyut
" Ada Apa? " tanya Zabuza " Tidak... Hanya saja kepalaku terasa berdenyut tadi " balas Naruto sambil menggeleng kepalanya pelan.
" Kau yakin akan bertarung dalam kondisi seperti itu? "
" Un, aku tidak bisa mundur selagi pria berambut pantat ayam yang ada di Kursi penonton menontonku saat ini " balas Naruto " Oleh karena itu... "
" Aku akan tetap bertarung, tapi pertama... "
" Aku akan melawan Zabuza lebih dulu lalu Kalian, itupun mungkin " ucap Naruto membuat Mereka menoleh ke arahnya " Apa kau bisa menghadapi kami sendiri? " tanya Ameyuri
" Siapa yang sendiri? Aku mengajak empat anggota kepercayaanku untuk melawan kalian " ucap Naruto menunjukkan anggotanya " Jika teman-temanku sudah tidak kuat melawan kalian, barulah aku akan melawan kalian " ucap Naruto sambil menarik Gagang di punggungnya dan perlahan mengeluarkan Palu shinigami mash Miliknya.
" Huh! Menarik " dengus Zabuza.
.
" Hoho! Ini pasti akan seru " gumam Lee sangat semangat " Apa menurutmu dia akan berhasil? " tanya Kiba Inuzuka entah kepada siapa.
" Mungkin saja, dia kemarin baru saja membangkitkan kekuatannya jadi dia tidak akan segan-segan " jawab Shino " Shikamaru perhatikan baik-baik dia dan temukan titik lemahnya jika kita melawannya " perintah Sasuke tegas.
" Ha'i-Ha'i Mendokusai "
.
" Pertarungan Pertama Semi Final, Dimulai! "
Wush!
Setelah mendapat tanda, tanpa banyak bicara Zabuza dan yang lainnya langsung melesat ke arah Team Naruto yang masih berdiri di posisinya, Naruto yang melihat itu mengayunkan palunya.
" DHHHAAA! " teriak Naruto.
Blam! BOOOM!
Ketika Palu Naruto menghantam tanah Retakan melebar pun terjadi membuat Team Zabuza memencar menjaga jarak dan secara tiba-tiba mereka telah di hadang lawan masing-masing di mana Jinin melawan Xenovia, Jinpachi melawan Tohka, Kiba melawan Kushimaru dan Kirin melawan Ameyuri.
" Mereka yang akan melawan kalian saat ini, dengan begini semua mendapat pertarungan mereka masing-masing " ucap Naruto sambil menarik palunya dan menghilangkan palunya dan meletakkannya di punggungnya kembali Lalu menarik gagang lainnya hingga berubah menjadi King.
" Heh! Aku harap kau memberiku perlawanan yang bagus Uzumaki-san " ucap Zabuza " Aku juga berharap begitu " balas Naruto langsung berlari ke arah Zabuza sambil menggenggam Kingnya dengan kedua tangannya.
Wush! Sret! Sring!
Trank!
Setelah di dekat Zabuza, Naruto menghentakkan kaki kanannya dengan keras sambil memutar tubuhnya ke kiri dan mengayunkan pedangnya, Zabuza yang melihat itu langsung mengayunkan pedang besarnya ke arah Ayunan pedang Naruto hingga terjadi benturan.
Sring! Trank!
Setelah senjatanya berbenturan, Naruto memutar balik tubuhnya memberikan serangan dari sisi lainnya, namun Zabuza menyadari hal tersebut langsung menahan serangan Naruto
Wush! Sret!
Dengan gerakan cepat Naruto memutar tubuhnya kembali sambil melompat dan bersiap memberikan tendangan pada Zabuza.
Sret! Sring! Tank!
Zabuza yang bisa membaca serangan Naruto berikutnya langsung mengarahkan sisi tajamnya ke arah serangan Naruto akan datang, namun Naruto menahannya menggunakan sisi pedangnya sehingga tendangan Naruto mengenai pedangnya namun tendangannya berhasil mendorong pedangnya yang juga mendorong pedang Zabuza hingga menghantam tanah.
Buagh!
Setelah menghantamkan pedang Zabuza ke tanah, Naruto langsung menghantam pukulannya ke wajah Zabuza hingga membuat Zabuza terpental ke belakang sedikit.
Zabuza yang merasakan sakitnya pukulan Naruto mengelus rahangnya, sementara Naruto memasang posisi santai kembali namun waspada jika terjadi serangan mendadak.
" Pukulanmu sakit juga seperti biasa Uzumaki-san, tapi itu tidak akan membuatku kalah " ucap Zabuza " Benarkah? " tanya Naruto sambil menyeringai.
Buagh!
Seketika Zabuza terpental kembali ke belakang hingga berguling berkali-kali hingga akhirnya dia tergeletak di tanah, dan siapa yang melakukan hal tersebut
" Kau Lupa jika Aku bisa memberikan serangan dari ketiadaan " ucap sang penyerang yang rupanya Naruto lain yang tengah berdiri dengan Tinju dari samping, Naruto yang memegang King yang melihat itu mendengus ke arah Zabuza.
" Apa serangan seperti itu masih tidak mempan untukmu? " tanya Naruto. Zabuza yang mendengar itu mulai berdiri sambil mengelus Rahangnya lalu memperbaiki tulang rahangnya yang sedikit bergeser dari tempatnya hingga semula.
' Sial, Aku lupa jika dia memiliki serangan Lingkup yang Luas, aku tidak boleh lengah ' batin Zabuza sambil mengangkat satu tangannya ke dada " Hoho! Kau tidak boleh melakukannya! " ucap Naruto yang masih tangan kosong langsung menghilang seperti Hologram.
Wush! Duak!
Secara tiba-tiba Muncul Naruto kembali dari bawah dan langsung memberikan tendangan Pada Dagu Zabuza hingga melayang sedikit ke atas.
Wush! Trank! Wush! Blaaam!
Mata Zabuza yang sedikit terbuka seketika melebar ketika tiba-tiba muncul Naruto Asli siap mengayunkan pedang besarnya ke arahnya, namun dia langsung menahan serangan tersebut dan dia harus membayarnya dengan tubuhnya yang terpental dan menghantam tanah arena beberapa kali.
" Di pertarungan ini, Di larang membuat Kabut Kirigaku milik kalian itu, jika kalian menggunakannya maka kalian akan kukalahkan dengan cepat " ucap Naruto asli " Namun jika kalian memaksa ingin bermain kabut " lanjut Naruto seraya melirik Cloning Hologramnya.
[" Tengu! "] panggil Naruto.
Twush~
Seketika di sekeliling Naruto Hologram muncul Naga besi yang keluar dari Jam Naruto membuat semua penonton bersorak dengan keras di arena.
[" Activity Tengu! "] teriak Naruto Hologram lantang.
Wush! Chashchash!
Setelah itu Naga Tengu yang mengelilingi Naruto berubah dan menyatu dengan tubuh Naruto Hologram.
Wush! Tap! Sret! Chashchashchash!
Setelah menyatu Naruto Hologram terbang menuju Atas Tiang Pembatas dan menghentakkan tubuhnya hingga dari kedua Pundak Naruto keluar bola-bola cukup banyak yang mengelilingi atas tiang pembatas dan langsung mengeluarkan Masing-masing satu laras Canon.
" Dari segala arah, Aku akan memberikan serangan penghabisan pada satu arena full di sini " ucap Naruto menyeringai, Zabuza yang mendengar itu menatap tajam Naruto
.
Tohka Vs Jinpachi
.
Trank! Trank! Trank!
Sementara itu di tempat pertarungan Tohka melawan Jinpachi, tampak Tohka dan Jinpachi saling memberikan serangan senjata mereka dengan liar terbukti dengan gerakan tebasan mereka dan juga benturan senjata mereka.
Wuzh! Trank! Blaaar!
Sandalphon Tohka dan Shibuki Jinpachipun kembali berbenturan namun kali ini benturan terjadi ledakan membuat Tohka sedikit terpental begitu juga Jinpachi.
" Ghh!, tidak ada senjata yang bisa bertahan melawan Shibuki, tapi sepertinya pedangmu Keras sekali " geram Jinpachi, Tohka yang mendengar itu hanya memasang wajah datarnya " tapi itu tidak akan bertahan lama! " ucap Jinpachi sambil berlari ke arah Tohka.
Sret! Blam!
Tohka yang melihat itu memutar tubuhnya ke Kiri, namun sebelum putaran tubuhnya penuh Tohka menghentakkan Tumit belakang Kakinya dengan keras hingga terjadi retakan memanjang ke arah Jinpachi.
Brust!
Seketika Lari Jinpachi terhenti karena retakan yang di buat Tohka membuat salah satu kakinya masuk ke tanah. Jinpachi yang melihat kakinya masuk ke tanah berusaha mengeluarkannya namun kakinya terjepit oleh bebatuan
[" Sandrophisho! "] teriak Tohka menebas Sandalphonnya hingga keluar Gelombang berbentuk Tanda tambah ke arah Jinpachi.
Wush! Blaaaar!
Jinpachi yang melihat serangan Tohka langsung menyilangkan pedangnya membuat serangan Tohka terhantam pedangnya hingga membuat tubuh Jinpachi sedikit terpental ke belakang.
' Ugh! Kuat sekali ' batin Jinpachi.
[" Sandalphon : Hendalki! "] ucap Tohka sambil mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.
Blaaarr!
Seketika dari bawah Jinpachi keluar sebuah Aura berbentuk palu yang langsung menghantam Jinpachi hingga terpental ke atas.
Baru saja terpental, Tohka mengayunkan pedangnya kembali ke bawah dan dari atas keluar kembali Aura berbentuk palu yang mengarah pada Jinpachi
' Nani! ' batin Jinpachi tidak percaya.
Buagh!
Aura itupun berhasil menghantam Jinpachi dan membuat Jinpachi terpental ke bawah.
Wush! Blam!
Duak!
Setelah melakukan itu Tohka menghentakkan tumit kakinya dengan keras dan setelah itu keluar singgasana Tohka yang menghantam punggung Jinpachi hingga mementalkan Jinpachi ke atas.
" Argh! " geram kecil Jinpachi ketika merasakan sakit di punggungnya. Tohka yang melihat celah langsung berlari ke arah Jinpachi.
Tuk! Wush!
Dengan keras Tohka menggunakan Kursinya sebagai tempat lompat ke arah Jinpachi
Sring! Trank! Wush! Blaaaaar!
Setelah sampai di atas Jinpachi Tohka mengayunkan pedangnya dan langsung di tahan oleh Jinpachi dengan Shibuki miliknya, namun Jinpachi harus terpental ke bawah dan menghantam tanah arena dengan keras.
.
Kiba Vs Kushimaru
.
Trink! Trink!
Sementara pada Kiba, tampak Kiba melangsungkan serangan cepat miliknya ke arah Kushimaru tanpa memberi kesempatan Pada Kushimaru untuk melakukan serangan balasan.
Kriit~
Sring! Wush!
Kiba yang akan memberikan serangan berikutnya pada Kushimaru melebarkan matanya ketika merasakan di sekelilingnya terdapat benang besi yang tipis tak terlihat. Dan benar saja, saat Kushimaru menarik tangannya, sebuah tali telah mengelilinginya mengerat, namun untung Kiba yang memiliki kecepatan tinggi telah berpindah dan selamat dari tali besi Kushimaru.
" Hoho, Kau cepat juga " puji Kushimaru sambil mengencangkan tali besinya " Dan kau hebat juga dalam bermain tali besi itu " balas Kiba sambil tersenyum tipis lalu melesat dengan kecepatannya menuju Kushimaru.
Swush! Trank!
Kushimaru yang melihat itu langsung melempar pedang seperti jarum miliknya ke arah Kiba namun Kiba berhasil menangkisnya.
Ctash! Swush!
Kiba yang bisa melihat Tali besi di depannya tiba-tiba menghilang dan muncul di belakang Kushimaru
Swush! Chaaash!
Kiba yang telah di belakang Kushimaru langsung mengayunkan pedang miliknya ke arah Kushimaru namun sebuah tali besi kembali menghalangi tebasannya.
Wush! Tap!
Kiba yang melihat serangannya tertahan langsung melompat mundur menjaga jarak dengan Kushimaru " Sepertinya benang-benang itu merepotkan juga " gumam Kiba.
" Tapi... " gantung Kiba sambil menyiapkan pedang Black Smith miliknya hingga mengeluarkan Aura Kuning " apa bisa talimu menahan serangan ini! " lanjut Kiba melesat dengan kecepatannya hingga secara tiba-tiba telah di belakang Kushimaru.
Swush! Ctash!
Setelah di belakang Kushimaru, Kiba langsung mengayunkan pedangnya kembali hingga tali Besi Kushimaru terputus, Kushimaru yang melihat itu langsung menghindar dan menjaga jarak dari Kiba.
Wush! Buagh!
Namun secara tiba-tiba Kiba sudah ada di atas Kushimaru dan langsung memberi pukulan pada Perut Kushimaru hingga Kushimaru terhantam tanah.
" Jangan harap bisa lari! " ucap Kiba.
.
Xenovia vs Jinin
.
Trank! Trank!
Sementara pada Xenovia, Xenovia masih bertarung dengan Jinin pengguna senjata Tumpul yang bisa menghancurkan apapun, Xenovia yang telah tahu kemampuan Jinin dengan lincah saling beradu senjata mereka dan dia tidak akan membiarkan Jinin menggunakan Palu yang membantu senjatanya bisa menghancurkan senjatanya kapan saja.
Swush! Trank! Blam!
Xenovia yang melihat celah langsung mengayunkan pedang Durundal miliknya hingga menghantam kapak Jinin ke tanah.
Swush! Sret!
Setelah menghantam kapak Jinin, Xenovia mengayunkan tangan kirinya hingga tiba-tiba muncul sebuah Pedang Dari ketiadaan membuat Jinin melebarkan matanya.
Swush! Wush! Tap!
Jinin yang melihat Xenovia mengayunkan pedangnya langsung melompat mundur dan menjaga jarak dari Xenovia.
" membuat pedang dari ketiadaan, hebat juga kau " puji Jinin " Terima kasih atas pujiannya, aku tersanjung pada orang sepertimu memujiku, padahal kau adalah orang yang keras kepala " balas Xenovia
" Sepertinya mulutmu pedas juga " desis Jinin " Dan Kau orang yang terlihat tua " balas Xenovia.
" Urusai! Sebenarnya kau ini niat bertarung atau hanya saling adu mulut! " kesal Jinin " Kau yang mulai " balas Xenovia membuat Alis Jinin berkedut
" Kau benar-benar Wanita yang bermulut Tajam! " teriak Jinin langsung berlari ke arah Xenovia [" Daouble Setkutshu! "] ucap Xenovia mengayunkan Pedang di tangan Kirinya ke tanah.
Blam! Krak! BOOM!
Begitu pedang di tangan kiri Xenovia menghantam tanah, Terjadi dua retakan melebar melewati Jinin dan langsung mengangkat tanah Arena ke atas membuat Kirin dan Ameyuri yang bertarung berpindah tempat.
Twush! Trank!
Mata Jinin semakin melebar ketika Xenovia melempar pedang Durundal miliknya ke arahnya secara lurus membuat Jinin langsung memukul senjata Tersebut ke atas.
Wush! Blaaaaar!
Jinin semakin terkejut ketika tanah Arena yang terbelah ke atas tiba-tiba turun secara paksa membuat Jinin terpental ke atas layaknya di pentalkan oleh sebuah jungkit.
Swush! Trank!
Jinin yang terpental ke atas harus di kejutkan kembali oleh Xenovia yang tiba-tiba telah di atas dengan Durundalnya yang di ayunkan ke arahnya, namun dirinya langsung menahan serangan tersebut.
Swush! Blam! Blaaaar!
Namun begitu Xenovia menghantamkan pedang di tangan kirinya, Jinin terpental ke bawah dan menabrak tanah Arena dengan keras.
.
Naruto Vs Zabuza
.
Traank! Traank!
Sementara di pertarungan Naruto dan Zabuza, tampak dua pengguna pedang besar saat ini saling beradu pedang besar mereka sambil bergerak ke sana kemari hingga membuat Dentungan yang keras setiap senjata mereka berbenturan.
Wush! Trank!
Senjata Naruto dan Zabuzapun kembali berbenturan hingga mementalkan senjata mereka begitu berbenturan, Zabuza yang melihat kuatnya senjata Naruto melompat mundur ' Senjatanya kuat sekali, memang tidak salah Konoha memiliki senjata-senjata kuat karenanya ' batin Zabuza
" Ada Apa Zabuza-san? Kenapa kau tidak menyerang? " tanya Naruto " Jika kau tidak mau menyerang, izinkan aku untuk melakukannya " lanjut Naruto tanpa menunggu jawaban Zabuza langsung melesat ke arah Zabuza sambil mengayunkan pedang Kingnya.
Trank! Blam!
Zabuza yang melihat serangan Naruto langsung menahan serangan Naruto, namun Zabuza harus terkejut karena saat ini serangan Naruto lebih kuat karena begitu dia menahan serangannya tubuhnya terpental ke belakang.
Wush! Trank! Trank!
Tubuh Zabuza kembali terdorong ke belakang setiap kali dirinya menahan serangan Naruto yang menyerang dari depan, Zabuza yang tidak melihat celah menggeram.
Wush! Trank!
Sebagai serangan terakhir Naruto mengayunkan pedangnya lebih keras hingga Zabuza terdorong ke belakang lebih jauh.
Sret! Sring!
Dan sebagai serangan tambahan Naruto mengayunkan pedangnya hingga mengeluarkan Gelombang Api yang melesat ke arah Zabuza.
Wush! Jleb! Sret!
Zabuza yang melihat serangan tersebut langsung menancapkan Senjatanya lalu berdiri di atas senjatanya bermaksud menghindari serangan Naruto.
Sring! Pyar!
Namun begitu Gelombang tersebut Mengenai pedang Zabuza, Pedang Zabuza terpotong membuat Zabuza melebarkan matanya
Wush! Duak!
Mata Zabuza seketika melotot ketika tiba-tiba lehernya merasakan tendangan yang cukup kuat yang bisa membuat lehernya patah kapan saja.
Wush! Duak! Blam!
Setelah memberikan tendangan, Naruto memberikan tendangan tambahan pada belakang kepalanya membuat kepala Zabuza menghantam tanah arena dengan keras.
" Kau tidak akan kalah dengan semudah itu bukan Zabuza-san " ucap Naruto menatap datar kakinya di mana kepala Zabuza berubah menjadi Air, dan perlahan di ikuti oleh seluruh tubuhnya.
" Sepertinya kau menyadari bahwa yang bertarung denganmu dari tadi adalah Mizu Cloning milikku " ucap Zabuza yang perlahan muncul dari tanah.
" Dan Aku tahu semua akan kemampuanmu " balas Naruto.
" Begitukah? Kalau begitu apa kau bisa menahan ini? " tantang Zabuza sambil menyatukan ke dua tangannya.
[" Suito : ... "] jeda Zabuza
Bruk!
Seketika Zabuza tersentak ketika punggungnya merasakan tabrakan tubuh lain dan tubuh itu adalah milik rekannya, Ameyuri Ringo.
[" Kato : Kagutsu nana no renzai! "] ucap Naruto sambil mengayunkan kingnya ke atas
Bwuuuuushh!
Seketika dari tanah muncul semburan Api berukuran besar yang melingkupi Zabuza dan Ameyuri, Naruto yang melihat itu hanya memasang wajah datarnya.
" Hah.. Hah.. Maaf Danchou merepotkanmu " ucap Kirin datang dengan nafas terengah-engah " Jangan Khawatir, Kau sudah melakukan seperti yang ada di simulasi " ucap Naruto
Bwuuush!
Seketika Api yang melingkupi Zabuza dan Ameyuri menghilang memperlihatkan Zabuza yang di kelilingi Aura Ungu, begitu juga Ameyuri.
Sring! Blaaaar!
Sret! Wush!
Bruk!
Begitu juga di tempat Yang lain, perlahan setiap Anggota Zabuza mengeluarkan tekanan yang tinggi membuat Anggota Naruto yang lain mundur menjaga jarak.
" Danchou, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Energi mereka meningkat pesat? " tanya Kiba membuat Naruto melirik ke arah Kiba " Kau pikir Aku Dewa? Mana aku tahu akan hal itu "
" Sudah Cukup! Aku sudah benci berlama-lama, akan aku kalahkan mereka dan akan aku lawan Uzumaki Naruto " geram Ameyuri sambil mengarahkan Senjatanya ke tanah
[" Raito : Sentsuno Raigai! "] ucap Ameyuri
Wush! Jleb! Jgleeeeeer!
Setelah Ameyuri menancapkan pedangnya seketika dari gagangnya keluar petir yang menjulang ke langit membuat Naruto dan Anggotanya bersiaga.
Sring!
Mata Naruto dan Kiba seketika melebar ketika telinga mereka mendengar suara Tali besi di sekitar mereka " Ini! " kejut Kiba.
" Kuso! " umpat Naruto.
Jgleeer!
" AAARRGGHH!/KYAAAAA! " seketika dari langit turun Petir besar yang langsung menyambar Naruto dan Anggotanya hingga membuat mereka berteriak. Ameyuri yang melihat itu menyeringai senang.
Wush! Blaaaaaar!
Seketika Jinpachi muncul di depan mereka dan langsung menghantamkan pedangnya hingga meledak dan mementalkan Naruto dan Anggotanya cukup jauh.
Wush! Buagh! Blarr!
Naruto yang terpental seketika harus menerima serangan dari Jinin yang langsung memukulnya dengan palunya membuat dirinya semakin terpental dan menabrak tiang Arena hingga hancur.
Twush!
Blar! Blar! Blar! Blar!
Seketika di Arena terjadi ledakan besar-besaran di mana Naruto Cloning yang terbungkus Tengu tengah menembakkan peluru secara acak di berbagai tempat Namun membuat ledakan berskala luas yang hampir memenuhi Arena.
Wush! Buagh! Blaaaar!
Seketika Naruto Cloning yang ada di atas, harus terpental ke bawah begitu Jinin tiba-tiba muncul di belakangnya membuatnya menghantam tanah dengan keras.
" Kau tidak akan kalah hanya karena serangan seperti itu bukan Uzumaki Naruto " Ucap Jinin di atas tubuh Naruto Cloning " Ayo tunjukkan kemampuanmu dan lawan kami! " ucap Jinin.
Jleb! Bzit!
Jininpun menancapkan Kapak miliknya di Lengan Robot tengu Naruto hingga hampir putus, Semua yang di arena di buat terdiam tidak bisa berkata-kata.
" Hentikan Jinin, Ini pertarunganku dengannya! " ucap Zabuza dengan nada yang dingin " Aku tidak peduli, Aku sudah muak melawan mereka, apa lagi ini kesempatan selagi mereka tidak kuat melawan, lebih baik aku melawan orang ini dan mempermalukannya karena meremehkan kita! " ucap Jinin.
" Kau dengar ini Uzumaki Naruto, jika kau tidak melawan kami dengan kekuatan penuh, maka... "
" Anggotamu akan menjadi Korban "
Blaaaaaar!
Semua mata seketika beralih ke arah Tempat Naruto tertindih reruntuhan bebatuan di mana saat ini dia berdiri tegak walau dengan pakaian yang sudah kotor dan rusak sana-sini.
Jinin yang melihat itu menyeringai dan langsung melesat ke arah Naruto sambil menyeret Naruto Cloning yang terbungkus Tengu.
Wush! Buagh!
Tubuh Jinin seketika terpental ke belakang hingga Jinin berhasil berdiri kembali di samping teman-temannya, namun setelah itu Jinin harus terjatuh sambil memuntahkan darah cukup banyak dari mulutnya.
Tap! Tap!
Kaki Narutopun melangkah ke arah Anggotanya yang tengah berusaha berdiri setelah menerima Serangan kejutan dari Ameyuri dan Jinpachi.
" Da-Danchou.. "
" Kalian duduk dan Istirahatlah sejenak biar aku yang mengurus hal ini " ucap Naruto sambil mencabut Black Smith milik Kiba dan Katana Milik Kirin lalu menyelipkannya di punggungnya lalu menarik Durundal milik Xenovia dan Sandalphon milik Tohka.
.
" Sepertinya pertumpahan darah akan terjadi di sini " gumam Charlotte sambil menepuk jidatnya " Apa yang terjadi? " tanya Wanita di samping Charlotte
" Mereka membangunkan Singa yang tertidur, dan pertarungan ini akan menyebarkan Teror bagi seluruh Anggota Dragons Champions " jawab Kurumi dengan Zafkien yang bergetar
" Bagaimana bisa? "
" Bagi Naruto, Teman-temannya adalah keluarga, jika ada yang macam-macam dengan anggotanya "
.
" Mereka akan di hajar tanpa ampun oleh Naruto "
" Kalian semua... " jeda Naruto mengangkat kepalanya memperlihatkan wajah dingin Naruto di mana dia menatap Zabuza dan Teamnya dengan mata Jikkan yang telah aktif.
" Lawan aku sekarang "
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
" D-Danchou... " gumam Lemah Kirin
" Hoho, ini yang aku tunggu-tunggu " gumam Ameyuri menyeringai senang " kalian berdua... " ucap Naruto sambil menunjuk Jinin dan Jinpachi dengan pedang Durundal dan Sandalphon
" Lawan aku " tantang Naruto
" G-Ghh, Kisama... Akan aku balas perbuatanmu! " teriak Jinin menyatukan kedua tangannya
Bwush!
Seketika sebuah Gelombang Air mulai masuk ke arena dan perlahan membentuk tiga naga air berukuran besar yang siap menerjang Naruto
Blaaarsh!
Tanpa bergerak tiba-tiba tiga naga air yang mengarah pada Naruto hancur tanpa sisa membuat Jinin dan semua yang ada di arena melebarkan matanya.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ... "] jeda Naruto [" Abourakuhenggi! "]
Sring! Jraash!
Mata Jinin seketika melebar ketika Darah yang dia muntahkan membentuk Duri yang panjang hingga menembus Bahu kirinya, Semua yang di arena melebarkan mata mereka.
" Ghhhhaaaaaa! " teriak Jinin berusaha mencabut darah yang menembus bahu kirinya.
" Kisama! Apa yang telah kau lakukan! " teriak Jinpachi melesat ke arah Naruto sambil berselancar dengan Air yang membentuk Naga Air.
Wush! Blaaassh!
Mata Jinpachi seketika melebar ketika tiba-tiba Naruto sudah di depannya bersamaan dengan Naga Airnya yang tiba-tiba hancur menjadi pecahan air
Wush! Buagh!
Mata Jinpachi seketika melotot ketika dadanya merasakan pukulan yang keras hingga tubuhnya terpental ke udara.
Wush! Jrash! Jrash! Jrash!
Tanpa memberi ampun Naruto mengayunkan Durundal dan Sandalphon ke tubuh Jinpachi hingga membuat luka di berbagai tempat.
Wush! Duak! Wush! Blaaaar!
Setelah itu Naruto langsung menendang leher Jinpachi hingga terpental ke bawah dan menabrak Jinin.
Wush! Crash!
" Ghaaaaahhh! " Jinin dan Jinpachi kembali berteriak ketika Naruto tanpa segan menancapkan Durundal dan Sandalphon di salah satu pergelangan mereka.
Setelah melakukan itu Naruto berdiri dan mencabut Black Smith dan Katana milik Kirin sambil menatap Ameyuri dan Kushimaru dingin " Berikutnya kalian "
.
" Sepertinya pertarungan ini harus di hentikan " ucap Wasit sambil melirik ke arah Tsunade, namun Tsunade memberi tanda untuk tetap melanjutkan pertandingan, Wasit yang melihat tanda itu memberi tanda tanya ' Kenapa? '
Tsunade yang mengetahui tanda itu melirik ke arah Suaminya Jiraiya dimana dia menatap datar pertandingan itu " Kau yakin membiarkan pertandingan ini berlanjut? " tanya Tsunade
" Jangan Khawatir, setelah semua ini selesai, Mereka akan baik-baik saja. Setsutouzuki milik Naruto tidak akan membunuh Targetnya secara membabi buta, paling dia hanya akan memberikan luka Fatal saja " jawab Jiraiya santai.
" Lagi pula ini untuk kebaikan Naruto "
.
" Heh! " degus Ameyuri sambil menancapkan Pedangnya kembali ke tanah.
Jgleer!
Tanpa melihat Naruto mengayunkan pedang Kirin di atasnya hingga petir Ameyuri yang muncul dari atas terpental ke arah lain, Ameyuri yang melihat itu kembali memberikan 4 serangan yang sama.
Jgleer! Jgleeer!
Dan kembali setiap Petir Ameyuri yang akan menyambarnya seketika terpental begitu mengayun black smith dan Pedang Kirin secara liar di atasnya membuat Ameyuri menggeram.
" Oi! Muka Topeng setidaknya beri aku bantuan! " teriak Ameyuri kepada Kushimaru.
Sret!
Tanpa banyak bicara Kushimaru langsung memasang posisi melempar pedang jarumnya yang terbungkus Aura biru, namun baru saja akan melemparnya, dia harus terkejut karena tiba-tiba dia sudah di depan Naruto
Wush! Jleb! Jgleerrrr!
Setelah itu Naruto secara tiba-tiba mengubah serangannya dengan menancapkan kedua pedangnya di kaki Kushimaru hingga Petir terakhir langsung menyambar Kushimaru membuat Ameyuri dan Zabuza melebarkan mata mereka karena baru menyadari bahwa Kushimaru telah di depan Naruto.
Sring! Buagh! Buagh!
Setelah hilangnya Petir Ameyuri, Naruto langsung memberikan pukulan brutal pada Kushimaru hingga Kushimaru tidak bisa membuat pertahanan dari serangan Naruto.
Wush! Crek! Blaaam!
Kushimaru yang tidak bisa menahan serangan Naruto harus merasakan sakit pada kepalanya ketika tanpa segan Naruto menghantam wajahnya ke tanah hingga kepalanya masuk ke tanah.
" G-Ghh! Kisa... "
Sret! Jrash!
Perkataan Ameyuri seketika terhenti begitu sebuah benang dari Kushimaru melilit tubuhnya dan langsung memotong tubuh Ameyuri menjadi beberapa bagian.
Zabuza yang melihat Teamnya di kalahkan tanpa segan-segan menatap Naruto dengan mata bergetar, Naruto yang sudah selesai dengan anggota Zabuza menghadap ke arah Zabuza.
Zabuza yang tahu dirinya yang terakhir mengambil dua langkah mundur sambil menyiapkan pedangnya.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ... "] jeda Naruto
Deg!
Mata Zabuza seketika tersentak ketika tubuhnya tiba-tiba merasakan sakit hingga di seluruh tubuhnya
[" Grenrotryuu... "]
Jrash!
[" Argoneryuuto "] lanjut Naruto yang sudah di depan Zabuza dengan tangan menembus dada Zabuza beserta tubuh Zabuza yang hancur dengan Duri-Duri darah yang menembus tubuh Zabuza
.
Deg!
.
" Ghaaaaa! " teriak Zabuza dan Anggotanya " G-Ghaaaa! " teriak mereka seperti orang kesurupan
Penonton yang tersadar seketika ricuh di arena, Sasuke yang menonton pertandingan juga terdiam dengan keringat sedikit mengalir di dahinya untuk anggotanya mereka sudah memasang wajah pucat basi. ' A-Apa-Apaan itu. ' batin Mereka
" Ghaaaa "
Lima di antara seratus atau lebihnya penonton di arena yang tidak tahan mendengar teriakan Zabuza dan teamnya langsung melempar kaleng minuman mereka hingga mengenai kepala mereka dan membuat mereka sadar
Mereka yang tersadar ketika mereka berteriak menatap tubuh mereka yang masih baik-baik saja dengan aura mereka yang mengelilingi tubuh mereka.
Begitu juga semua orang di Arena dan seluruh Orang yang menonton, padahal mereka sudah jelas melihat Naruto melakukan serangan brutal yang menghabisi Zabuza dan Anggotanya, tetapi mereka tampak baik-baik saja.
" A-Apa itu tadi... " gumam Akane tergagap dengan wajah ketakutan.
" I-Itu tadi... Ha-hanya ilusi... " gugup Serafall dengan wajah pucat.
" Mu-Mustahil " gagap Kurumi dengan Zafkien yang bergetar ' I-Ini mustahil... Jikkan tidak pernah memiliki teknik Ilusi, ta-tapi... Ini... Ini seperti kekuatan Sharingan ' batin Kurumi.
" I-Ilusi... " gagap Jiraiya ' A-Apa-Apaan itu tadi... Apakah itu kemampuan Jikkan Naruto? ... Mu-Mustahil, di-dia bahkan bisa membuat semua di sini terkena ilusi, Ke-Kekuatan macam apa itu ' batin Jiraiya dengan keringat mengalir di dahinya.
" A-Apa itu... Apa hanya ilusi? " tanya Julis tidak percaya karena dia berpikir semua yang dia lihat nyata " Ter-Terlalu mengerikan " gumam Saya takut sambil memeluk Irina sementara Koneko memeluk Claudia
.
" Kalian lawan aku " tantang Naruto seperti di dalam Ilusi
Jinin dan Jinpachi yang mengingat kejadian di Ilusi yang di buat Naruto namun terasa nyata melangkah mundur beberapa langkah hingga mereka berdiri sejajar dengan Kushimaru, Ameyuri dan Zabuza.
" Kenapa? Kalian takut? " ejek Naruto
" Ka-Kalian, ayo kita lakukan teknik itu " ajak Jinin sambil menyatukan ke dua tangannya di ikuti Zabuza, Jinpachi, Ameyuri dan Kushimaru.
[" Suito : Kage gonsen "]
Blaaash!
Mata Naruto seketika melirik ke segala arah karena saat ini dia di kelilingi Ribuan Zabuza, Jinpachi, Jinin, Kushimaru dan Ameyuri.
Naruto Cloning yang ada di Tengu mulai berdiri dan menatap terkejut apa yang terjadi di sekitarnya " A-Apa-Apaan ini " kejutnya
" De-Dengan ini, kami akan mengalahkanmu. Apa kau bisa menghadapi orang sebanyak ini? " tantang Jinin
" Diriku, Bawa Kirin, Tohka, Xenovia dan Kiba ke tempat yang aman untuk sementara. Aku akan melawan mereka sekarang " ucap Naruto sambil menyiapkan Durundal dan Sandalphon Tohka.
" Ba-Baik, setelah aku selesai aku akan membantu " ucap Naruto Cloning " Tidak, kau jaga saja mereka, mereka lebih penting dari pada diriku " potong Naruto asli membuat Naruto Cloning terdiam sesaat lalu membawa tubuh Tohka, Kirin, Kiba dan Xenovia ke tempat aman yaitu di atas tiang pembatas arena.
" Kalian semua serang! " teriak Zabuza langsung melesat ke arah Naruto bersama ratusan Cloningnya di ikuti Ameyuri, Kushimaru, Jinpachi dan Jinin. Naruto yang melihat itu memutar kedua pedang di tangannya.
Wush!
Blarr! Jrash! Jrash! Jrash!
Seketika di Arena terjadi ledakan brutal bersama Cipratan-Cipratan air yang melayang ke mana-mana membuat Arena seperti di turuni hujan.
Jrash! Jrash! Jrash!
Sementara di arena, tampak Naruto dengan liar membunuh seluruh cloning yang ada di sekitarnya sambil bergerak ke sana kemari dengan kecepatannya, Zabuza, Kushimaru, Ameyuri, Jinpachi dan Jinin yang asli yang bisa melihat Cloning-Cloningnya perlahan menyusut bergetar ketakutan.
" Ku-Kuso! " teriak Jinin sambil menyatukan kedua tangannya.
Swush! Twush!
Seketika Air di seluruh Arena meninggi dan melesat ke arah Naruto dengan cepat seperti naga membuat Naruto yang bergerak liar menyipitkan matanya melihat serangan tersebut.
Wush! Crash! Crash! Crarsh!
Naruto yang melihat serangan tersebut mengarah padanya menghilang dengan cepat dan langsung memberikan serangan cepat dengan pedang Black Smith dan Katana milik Kirin hingga membuat serangan Jinin menjadi Cipratan Air.
Sring! Blam!
Blaaaaaaarrrr!
Tanpa kedipan mata Naruto telah kembali ke titik tengah Arena dengan menghantamkan pedang Durundalnya ke tanah Arena dan membuat retakan besar hingga keseluruh Arena membuat Cloning-Cloning Zabuza beserta Anggotanya kehilangan ke seimbangan.
Wush! Duak!
Dalam satu detik kembali, Naruto kembali menghilang dan telah muncul di depan Jinin dan memberikan pukulan keras pada dada Jinin yang asli hingga membuat Jinin terseret ke belakang dan jatuh berlutut sambil memuntahkan darah cukup banyak.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ... "] jeda Naruto. Zabuza yang menyadari hal tersebut langsung berlari ke arah Jinin [" Abourakuhenggi "] lanjut Naruto.
Wush! Srash!
Dan benar saja, Darah yang di muntahkan Jinin berubah menjadi Duri dan berniat melukai bahu Jinin namun Zabuza berhasil menyelamatkan Jinin tepat pada waktu.
Wush! Duak! Sring! Pyaang!
Namun baru saja berhenti untuk bernafas, Zabuza dan Jinin harus di kejutkan karena Naruto telah di belakang mereka dan tanpa segan menendang wajah Zabuza hingga terpental dan menebaskan pedangnya ke arah senjata Kabutowari Jinin dan memutuskan Rantai milik Jinin.
Srash! Sret! Duak!
Tanpa belas kasih Naruto membuat luka pada Bahu Jinin yang memegang Palu hingga terlepas dan langsung mengambil palu Jinin dan memukul kepala Jinin ke tanah Hingga tak sadarkan diri.
Sret! Jleb!
Selesai mengalahkan Jinin, Naruto menancapkan Pedang Durundal di samping kepala Jinin lalu menghadap ke ratusan Zabuza, Jinpachi, Ameyuri, dan Kushimaru.
[" Halvenqueen "] ucap Naruto sambil mengangkat Sandalphon milik Tohka ke atas.
Bruk! Blarr! Sriiing!
Singgasana milik Tohka yang ada di atas Arena seketika hancur di gantikan pecahan-pecahan Singgasana yang langsung menyatu dengan Sandalphon hingga menjadi Halvenqueen.
" Itu... Bagaimana bisa Danchou menggunakan kekuatan Tohka " kaget Julis
" G-Ghhaaaaaaaaa! " teriak Jinpachi seperti orang ketakutan sambil mengayunkan Shibuki miliknya hingga mengeluarkan Sebuah kertas panjang yang langsung melilit tubuh Naruto.
" Mati Kau! " teriak Jinpachi
Ting! Bwush!
Pedang Halvenqueen di tangan Narutopun bersinar begitu Jinpachi berteriak di susul dengan terbakarnya kertas yang melilit di seluruh tubuhnya, Jinpachi yang melihat itu melebarkan matanya.
.
" Pertarungan ini seperti melawan monster saja " gumam Wanita di samping Charlotte " Tinggal 40 menit lagi sebelum batasnya " gumam Charlotte dengan nada khawatir.
Kurumi yang menonton pertandingan Naruto dengan Zafkiennya duduk dengan gelisah, Charlotte yang melihat tingkah Kurumi menepuk bahu Kurumi " Ada Apa? "
" Aku melihat sesuatu yang buruk jika saja Naru-kun tidak bisa bertahan dari Setsutouzuki miliknya nanti, dan aku harap itu tidak terjadi " gumam Kurumi " Aku juga berharap seperti itu " Timpal Charlotte
.
Sret!
Ratusan Zabuza, Jinpachi, Ameyuri dan Kushimaru yang melihat Naruto mengangkat pedang Halvenqueennya Ke atas langsung bersiaga sementara Naruto hanya menyeringai mengerikan kepada mereka.
[" Halvenqueen : Seinshoutsuka! "] teriak Naruto memutar pedangnya dengan mata pedang ke bawah.
Wush! Jleb! Blaaaaaaar!
Setelah mengatakan tekniknya Naruto menancapkan Halvenqueennya ke tanah dan seketika tanah Arena yang retak semakin melebar dan membuat bebatuan yang menjulang ke atas dan menghilangkan beberapa Cloning Air Zabuza dan anggotanya karena kehilangan keseimbangan.
" Haaaaaa! " teriak Naruto mengayunkan Halvenqueennya yang menancap di tanah ke atas hingga lepas
Blaaaaaar!
Tanah yang di tancapkan pedang Halvenqueenpun seketika terbelah membuat Arena menjadi Setengah Lingkaran dan memisahkan Jinpachi Dari Zabuza, Ameyuri dan Kushimaru.
" Jinpachi! " teriak Zabuza berusaha pergi ke tempat Jinpachi
Blaaar!
Namun Zabuza harus tertahan karena terkena tembakan meriam secara beruntun membuat Ameyuri dan Kushimaru menatap ke arah di mana serangan itu datang dan terlihat sosok Naruto Cloning dengan pakaian Mekanik beserta puluhan Meriam di sampingnya.
" Kalian... Tak akan aku biarkan... Menghampiri mereka " ucap Naruto Cloning terbata dengan nafas terengah-engah, Ameyuri dan Kushimaru yang melihat ada Naruto lagi satu menjaga jarak jika terjadi serangan mendadak.
Jinpachi yang di pisahkan dari teamnya bergetar ketakutan ketika Naruto menatap dingin dirinya, bayangan di mana pergelangan tangannya di tusuk oleh pedang Naruto masih terbayang di otaknya.
" Ka-Kalian! Serang dia secara bersamaan! " Perintah Jinpachi cepat pada Cloning-Cloning Airnya, Cloning-cloning Jinpachipun langsung melesat ke arah Naruto sementara Naruto hanya berdiam diri sambil memutar Halvenqueen di tangannya.
Srash! Srash! Srash!
Melihat Cloning-Cloning Jinpachi akan menyerangnya tanpa banyak bicara Naruto menebaskan pedangnya hingga cloning-cloning Jinpachi hancur menjadi air.
Wush! Trank! Blaaar!
Naruto yang menyadari jika hampir semua Cloning Jinpachi menyerangnya dari atas langsung mengarahkan Halvenqueen sebagai tameng di atasnya hingga Shibuki milik para Cloning Jinpachi membentur Halcenqueen dan menyebabkan ledakan besar di sebagian arena
Jinpachi yang awalnya menyeringai seketika terkejut ketika melihat Naruto masih berdiri sambil menahan serangan para Cloningnya yang melayang dengan dada tertembus sesuatu dan pedang Naruto telah berubah menjadi Sandalphon
[" Halvenqueen : Halvenshicon "] ucap Naruto sambil mengibaskan pedangnya ke bawah dan saat itu juga sesuatu keluar dari dada para Cloning Jinpachi dan menyatu dengan Halvenqueen kembali, dalam kata lain pecahan milik Halvenqueen melepaskan diri dan menusuk Cloning Jinpachi hingga menjadi pecahan air.
" K-Kau.. Kau monster " gugup Jinpachi, Naruto yang mendengar itu menatap dingin Jinpachi membuat Jinpachi mundur ketakutan " Monster? " tanya Naruto dengan nada dingin.
" Aku rasa tidak " lanjutnya
Buagh! Buagh! Buagh!
Mata Jinpachi seketika melotot karena tiba-tiba Naruto sudah di depannya sambil memberikan tendangan pada Lehernya hingga tubuhnya oleng. Tak membiarkan sampai di sana Naruto kembali memberikan pukulan pada Pipi Jinpachi dan dada Jinpachi hingga tubuh Jinpachi melengkung.
" Cough! " batuk Jinpachi mengeluarkan darah.
Sret! Duak!
Tanpa memberi kesempatan Naruto mengangkat sedikit tubuh Jinpachi dan langsung Memberikan tendangan berputar kepada Jinpachi hingga terpental jauh dan melepaskan Pedang Shibukinya.
Sret! Wush! Duak!
Jinpachi yang terpental harus menerima serangan Naruto dari belakangnya secara tiba-tiba di Mana Naruto menangkap kakinya dan membantingnya ke tanah dengan keras.
Grek! Sret!
Dengan kasar Naruto menarik kerah Jinpachi hingga terduduk lalu mengarahkan tangan kanannya ke atas dahi Jinpachi dalam posisi menyentil.
" Jaa na " ucap Naruto tanpa perasaan.
Tes! Blaaaaarr!
Begitu Naruto menyentil dahi Jinpachi, kepala Jinpachi seketika menghantam tanah hingga tertanam membuat Zabuza, Kushimaru dan Ameyuri terkejut dengan perbuatan Naruto.
" Ki-Kisama! " teriak Ameyuri langsung melesat dengan kecepatan petir ke arah Naruto hingga sudah di belakang Naruto
Jleb! Wush!
Tanpa melihat serangan Ameyuri, Naruto menancapkan pedang Halvenqueen di tangannya di samping Jinpachi lalu menghilang dari tempatnya membuat Ameyuri terkejut.
[" Setsutouzuki : Kaitejutsu : ... "]
Jrash! Jrash! Jrash!
Dalam hitungan tiga detik, tiba-tiba seluruh tubuh Ameyuri telah terdapat luka tebasan yang membuat Ameyuri terkejut sekaligus memuntahkan darah yang cukup banyak, sementara Naruto dia tampak berdiri di belakang Ameyuri dengan Katana milik Kirin.
[" Neibuki Kuroiru Shoshin "] lanjut Naruto
Bruk!
Wush! Jrash!
Setelah Ameyuri terjatuh, Bahu kanan Naruto tertembus pedang Nuibari Kushimaru, namun Naruto tampak tenang menerima hal tersebut.
" Gaaaaaa! " teriak Zabuza beserta seluruh Cloningannya dan Kushimaru.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ... "] jeda Naruto.
Swush! Crash! Crash! Crash!
Secara tiba-tiba dari bahu kanan Naruto keluar darah yang cukup banyak langsung membentuk duri-duri tajam yang langsung menghancurkan seluruh Cloning Zabuza dan Kushimaru, sementara Kushimaru dan Zabuza hanya menerima luka kecil di pipi mereka.
" A-Apa-Apaan itu " gumam Kushimaru benar-benar terkejut " Itu... Darahnya dia bukan " timpal Zabuza menatap Naruto terkejut
Nuibari yang masih menancap di bahu kanan Naruto dengan mudah di cabut oleh Naruto lalu menatap Zabuza dan Kushimaru dengan seringai mengerikan.
Wush! Buagh! Blaar!
Tanpa bisa di lihat mata telanjang, secara tiba-tiba Naruto muncul dan langsung memberikan pukulan Pada Wajah Kushimaru yang tertutup topeng beserta memberikan tendangan pada Zabuza hingga jarak mereka terpisah.
.
" Woi-Woi bukankah ini sudah berlebihan " ucap Tsunade tidak percaya jika akan seperti ini " Kita harus menghentikannya " Lanjutnya ingin menghentikan pertandingan, namun Jiraiya menahan bahu Tsunade sambil menatap Tsunade seolah itu tidak perlu
" Jika seperti ini Naruto akan di Diskualifikasi, aku harus menghentikannya " ucap Tsunade " Aku tahu maka dari itu bersiaplah Tsuma " ucap Jiraiya.
.
" Hokage-sama " panggil Shizuka menuggu perintah " Hm, bersiaplah menghentikan Naruto " perintah Hiruzen
.
" Apa hanya ini kemampuanmu Zabuza-san? " tanya Naruto dengan nada datar sambil menatap Zabuza yang tengah terkubur reruntuhan yang dia tabrak tadi, untuk Kushimaru dia sudah tak sadarkan diri " Mana julukan The Demonsmu itu? Aku tidak pernah melihat ada monster yang lemah sepertimu " lanjut Naruto.
Swush!
Tiba-tiba darah Di bahu Kanan Naruto membentuk Dua pasang sayap di punggung Naruto dengan aura merah pekat yang membungkus sayap tersebut.
" Sungguh di sayangkan aku pikir, aku melawan Zabuza yang terkenal, tapi sepertinya... "
" Kau bukanlah Zabuza si monster "
Blaaaaar!
Reruntuhan yang menimpa Zabuza seketika meledak dan memperlihatkan Zabuza yang perlahan berdiri dengan Aura Ungu membara yang membentuk wajah Monster.
Mata Zabuza yang menyala berwarna merah menatap dingin Naruto begitu juga Naruto namun bedanya dengan seringai mengerikan.
" Itulah yang aku tunggu-tunggu " desis Naruto menyeringai mengerikan.
Sret!
" HENTIKAN NARUTO-NII-CHAN! "
Naruto yang akan melesat ke arah Zabuza seketika berhenti ketika mendengar suara Asia yang berteriak keras di arena.
" Naruto-nii yang aku kenal tidaklah seperti ini! Sadarlah Naruto-nii! Kau termakan Emosi dan Amarah, Aku Tahu kau melakukan hal ini karena ini Lomba, tapi! Kau tidak perlu melakukan hal seperti ini! " Teriak Asia.
" Danchou! Sadarlah! Danchou yang kami kenal tidak akan melukai orang-orang! Dia adalah orang yang baik, berjiwa tegas dan selalu melakukan semuanya dengan semangat serta pantang menyerah! Walaupun dia tidak memiliki kekuatan dia tidak akan seperti ini! Sadarlah Danchou " teriak Julis ikut berusaha menyadarkan Naruto.
" D-Danchou.. Kami mohon s-sadarlah " ucap Kirin lemah " Kami mohon Danchou! " Teriak Irina
Sementara Naruto yang mendengar teriak-teriakan itu hanya terdiam dengan kepala tertunduk
.
Mind Scape Naruto
.
Sementara itu di bawah alam sadar Naruto, tampak Naruto tengah terikat oleh rantai di kedua tangan dan kakinya tengah menundukkan kepalanya sementara di depannya tampak Sosok yang sama seperti Naruto tengah berdiri sambil memunggungi Naruto.
" Kau dengar, mereka berusaha menyadarkanmu "
Naruto yang mendengar itu mengangkat sedikit wajahnya " Aku tahu, tapi... Apa mereka akan menerimaku setelah apa yang aku lakukan? " tanya Naruto lirih.
" Tentu saja mereka akan tetap menerimamu, tidak akan ada yang protes "
" tapi! Kau melukai mereka! " teriak Naruto " Kau pikir siapa penyebabnya? " Naruto yang di tanyai seperti itu ingin menjawab tapi dia sadar jika dia menjawab ' Kau ' maka sama saja artinya ' Aku '
" Kau termakan emosi dan kau melupakan segalanya, sama seperti saat di latihan waktu itu " Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangannya
" Kenapa... Kenapa Emosi seperti ini muncul "
" Uchiha Sasuke "
Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya " Kau sangat membenci Uchiha Sasuke bukan? Emosi ini muncul karena kau tidak sabar untuk menghabisi pemuda itu, dalam kata lain Emosionalmu adalah Hawa Nafsu "
" Berarti... "
Ctik!
Sosok tersebutpun menjentikkan jarinya dan rantai yang mengikat Naruto menghilang membuat Naruto bebas " Aku adalah Setsutouzuki, aku adalah Teknik yang mempengaruhi Emosional seperti marah, sedih, kecewa, Murka, semangat dan lain-lainnya, sejak awal Emosionalmu adalah Hawa Nafsu membunuh, maka dari itu hal ini terjadi Uzumaki Naruto "
" Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? "
Sosok itupun berbalik dan menatap Naruto dengan senyum hangat " Ubahlah Emosionalmu menjadi dirimu yang sesungguhnya "
Ucap sosok tersebut sambil mengarahkan kepalan tinju ke arah Naruto " Apakah aku bisa? " tanya Naruto sedikit ragu " Jangan khawatir, percayalah pada dirimu sendiri "
" Lagi pula ... "
"" Aku adalah Aku, Kau adalah Kau, ..."" ucap Mereka kompak lalu melalukan salam laki sejati "" tak peduli sesulit apapun rintangan dan bahaya yang akan terjadi di masa depan akan aku hadapi karena aku yakin bahwa aku mampu melawan semua itu dengan semangatku! ""
Tringgg!
.
Mind Scape Off
.
Bwuuushh~
Secara tiba-tiba tubuh Naruto mengeluarkan Aura Api begitu juga Sayap darahnya yang berubah menjadi Sayap api yang berkilau, Naruto yang melihat perubahannya menatap kagum perubahannya.
Jiraiya dan Tsunade beserta Pasukan terpilih Hiruzen seketika berhenti ketika melihat perubahan Naruto, anggota Naruto yang ada di tempat peristirahatanpun ikut terkejut melihat perubahan Naruto
" Uwoh~ Sugoii " gumam Naruto sambil mengepal-ngepalkan tangannya merasakan kekuatan yang membara di tubuhnya ' Aku... Bisa merasakannya '
" Uzumaki Naruto " Naruto yang mendengar suara berat dari Zabuza melirik Zabuza dengan mata birunya yang mulai bersinar begitu juga Jikkan yang tertutup helaian rambutnya
" Kali ini aku akan membuatmu membayar semuanya " ucap Zabuza sambil mengangkat Kubikiribochonya ke samping
Bwush!
" Dengan Kematianmu! " lanjutnya bersamaan dengan pedangnya yang mulai terbungkus Aura Ungu
Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan senyum penuh semangat " Kau benar, Aku akan Membayarnya di pertarungan ini! " teriak Naruto langsung membuat posisi melesat ke arah Zabuza
" Bersiaplah! " lanjut Naruto.
Wush! Wush!
Dengan kecepatan luar biasa, Naruto dan Zabuza menghilang membuat Arena menjadi hening. Namun dari keheningan tersebut, tiba-tiba tanah arena yang terbelah mulai bergerak dan menyatu kembali.
BLAAAAAARR!
Tiba-tiba di arena terjadi ledakan besar di tengah arena hingga ke langit bersamaan aura Merah kehitaman yang terbang ke langit, sementara di dalam aura ledakan tersebut, tampak Naruto yang tengah menahan pedang Zabuza dengan lengan kirinya.
Wush! BLAAR! BLAAAR! BLAAR!
Merekapun kembali menghilang dan langsung saling beradu di berbagai tempat membuat Arena di penuhi ledakan Aura merah kehitaman yang kelangit.
Para penonton yang melihat pertarungan harus menyilangkan tangan mereka untuk menahan angin ledakan aura yang terjadi di arena.
Wush! BLAAR! Duak!
Setelah beradu kembali di arena, dengan cepat Naruto menendang Zabuza membuat Zabuza terpental jauh.
Sring! Blaaarr!
Zabuza yang terpental langsung mengayunkan pedangnya hingga membuat Ledakan di sertai Aura Sabit ungu besar yang mengarah pada Naruto.
Wush! Sret! Sring!
Naruto yang melihat Aura tersebut semakin besar ke arahnya menarik gagang King di punggungnya lalu mengeluarkan Sisi Senjata berbentuk Kapak berwarna merah di sertai Aura Api.
Srash! DUUMM!
Setelah itu Naruto mengayunkan kapaknya hingga mengeluarkan Aura Merah berbentuk yang langsung menghantam Aura Ungu di depannya hingga terbelah dan membuat ledakan besar di arena.
Wush! Trank!
Dari balik ledakan keluar sosok Zabuza yang mengayunkan pedang besarnya ke arah Naruto dan langsung di balas Naruto dengan ayunan Axe King miliknya hingga membuat ledakan angin di arena.
Wush! Duak!
Tadi Zabuza yang terkena tendangan tapi sekarang Naruto yang terkena tendangan Zabuza hingga terpental dan berguling berkali-berkali hingga berlutut sambil mengayunkan tangan kanannya melempar batu segenggam tangannya ke arah Zabuza.
Blaaaar!
Hanya terkena sebuah batu, Terjadi ledakan besar yang mementalkan Zabuza hingga beberapa meter membuat penonton dan yang lain menganga tidak percaya karena hanya sebuah batu bisa membuat hal seperti itu.
Swush! Groaaaaar!
Setelah berhenti terpental, secara tiba-tiba Air di sekeliling Arena berubah menjadi Naga air dan langsung melesat ke arah Naruto dengan cepat.
Sret! Swush!
Namun Naruto yang menyadari itu langsung terbang dengan cepat menggunakan sayapnya menghindari serangan naga air milik Zabuza.
Wush!
Naruto yang mencapai batas terbang mengatupkan sayapnya membuatnya turun dengan bebas membuat naga Zabuza meleset mengenainya
Wush! Trank!
Naruto yang terjatuh langsung berputar sambil mengayunkan kapaknya hingga menghantam Pedang Zabuza yang menyerangnya di udara.
Wush! Grep! Sret!
Naruto yang dapat membaca serangan Zabuza di mana dia akan menendangnya langsung menangkap Kaki Zabuza dan mencengkeram pergelangan Zabuza lalu memutar tubuhnya kembali di langit.
" Haaaaaa! " teriak Naruto melempar Zabuza ke bawah lalu mengepalkan tangan kirinya hingga terbungkus api " Huuooraaaa! " teriak Naruto sambil memukul udara kosong dengan tangan kirinya.
Bwush! Blaaaaar!
Seketika dari tinju Naruto keluar laser Api yang langsung menghantam Zabuza yang baru saja menabrak tanah ketika di lempar dari langit.
Wush! Tap! Jleb!
Setelah memberikan serangan tersebut Naruto jatuh dengan selamat sambil berlutut di sertai kapaknya yang menancap ttqdi sampingnya. Naruto yang merasa ada yang tidak beres meningkatkan kewaspadaannya.
Wush! Sring! Trank!
Naruto yang menyadari ada hawa nafsu membunuh di belakangnya langsung mengayunkan kapaknya ke belakang dan benar saja ada Zabuza yang berniat menyerangnya dari belakang.
Wush! Sring!
Naruto yang menyadari ada Zabusa lain di sampingnya langsung melompat ke belakang cukup jauh sambil memandang datar Dua Zabuza di depan matanya
Wush! Blaaar!
Dengan keras Naruto mendaratkan dirinya ke ujung sebagian Arena hingga tanah Arena naik 45 derajat ke atas. Membuat dua Zabuza itu menggunakan teknik menempel menggunakan kaki mereka agar tidak jatuh begitu juga Naruto.
Sret! Wush!
Setelah mendapatkan rencana penyerangan, Naruto langsung berlari sambil menyeret kapaknya hingga sebagian arena tersebut siap terbelah kembali.
Swush! Twush! Twush!
Dua Zabuza yang melihat itu membuat beberapa gerakan jari hingga secara tiba-tiba datang air dari atas bagaikan peluru.
Sring! Sring!
Naruto yang bisa melihat karena Jikkannya langsung mengayunkan Kapaknya membelah setiap peluru air yang mengarah padanya .
Wush! Trank!
Blaaar!
Namun Naruto harus terkejut ketika Zabuza tiba-tiba muncul dan menghantamnya dengan pedang besarnya membuat Naruto harus terpental dan menabrak tanah sebagian arena lagi.
Wush! Blar! Blar! Blar!
Naruto yang menabrak tanah kembali berdiri dan langsung berlari cepat ke arah Zabuza sambil menghindari hujan peluru air yang di arahkan untuknya.
Blar! Duak!
Naruto yang berlari ke arah Zabuza harus terkejut ketika tanah di arena yang dia panjat hancur dan memperlihatkan Zabuza lain yang mengarahkan tendangan padanya hingga terpental ke langit.
Sret! Wush!
Namun Naruto tidak menyerah ketika menerima serangan tersebut karena setelah terpental Naruto mengepakkan sayap apinya lalu melesat lebih cepat ke arah tiga Zabuza di depannya dengan Lima lingkaran merah di sekitarnya.
[" Setsutouzuki : Kato : Kana Hingoryuuki! "] teriak Naruto sambil memukul udara kosong di depannya
Bwush! Blaaaaaar!
Seketika sebuah bola api dengan kecepatan luar biasa keluar dari lingkaran sekitar Naruto dan menghantam Tanah Arena yang ada pada posisi 45 derajat hingga hancur memperlihatkan ratusan Zabuza dari balik tanah tersebut.
" Sudah aku duga kau akan mempersiapkannya " ucap Naruto yang melayang di langit lalu turun dan mendarat di sebagian tanah Arena yang tersisa.
" Tapi apa kau yakin bisa mengalahkanku? " tanya Naruto sambil menghantamkan kapaknya hingga berubah menjadi Hands King saat dia melawan Shira.
Tanpa menjawab, Zabuza menyiapkan dirinya begitu juga seluruh Cloningannya di ikuti ratusan naga air berukuran besar di belakangnya.
" Hoo~ Sepertinya kau sudah siap dengan serangan terakhir ne " gumam Naruto memasang posisi tinju di saat-saat terakhir dia melawan Shira " Kalau begitu aku juga akan melakukannya " lanjut Naruto mengepalkan tangan kanannya hingga mengeluarkan Aura Api yang besar.
Wush!
Bwush!
Ketika Zabuza beserta ratusan Cloningan dan Naga Airnya menyerang Naruto, Api yang terbungkus di tangan kanan Naruto tiba-tiba memanjang layaknya laser ( Seperti Todoroki saat adu serangan terakhir sama Midoriya ).
[" Setsutouzuki : Ketsuzuekito : Ryouujin Suzaku Hengutchi! "] teriak Naruto sambil memukul Udara kosong di depannya.
Twush! Sring! Blaaaaaaaaaaar!
Seketika di arena muncul Kekkai berlapis tiga di susul ledakan besar yang bercahaya terang memenuhi Arena , para penonton yang melihat efek tinju Naruto bergetar ketakutan, membayangkan terkenanya secara langsung pasti mereka sudah gosong.
Krak! Krak! Pyaaarsh!
Perlahan Kekkai pertama mulai mengalami retakan dan hancur berpeking-keping di susul Kekkai ke dua, Para penonton yang melihat hanya tersisa kekkai terakhir mulai panik.
Siiing~
Namun untungnya ledakan tersebut mereda dan membuat Kekkai di arena hilang secara otomatis. Setelah hilangnya kekkai asap ledakan mulai keluar dan melambung tinggi di langit.
" Bagaimana hasilnya ya? " gumam Wanita berambut merah di samping Charlotte, sementara Charlotte hanya menghembuskan nafasnya dan Kurumi hanya tersenyum tipis apa yang dia lihat.
Tap!
Semua penonton seketika di kejutkan akan keluarnya Zabuza dalam keadaan mengenaskan di mana tubuh bagian kanannya terkelupas karena terbakar
Tap!
Sementara di sisi lain tampak Naruto keluar dalam keadaan telanjang dada di sertai sayap apinya yang masih ada di punggungnya, Hands King miliknya juga sudah lepas dari tangannya.
" Sepertinya Julukan itu sangat cocok untuk orang sepertimu Zabuza-san " ucap Naruto, Zabuza yang mendengar itu menggeram.
" Tapi... " jeda Naruto sambil memasang posisi bertarung tangan kosong " Akan aku akhiri di sini " lanjut Naruto langsung berlari ke arah Zabuza.
Wush! Duak! Buagh! Buagh!
Zabuza yang awalnya bisa menghindari serangan Naruto tapi tidak untuk selanjutnya membuat Zabuza harus menerima serangan brutal dari Naruto di berbagai tubuhnya, bahkan dia ingin memuntahkan darah dari mulutnya tapi dia tidak bisa melakukannya.
Swush! Buagh!
Dengan keras Naruto memukul dada Zabuza hingga tubuh Zabuza melengkung dan akhirnya Zabuza memuntahkan darahnya yang cukup banyak dia tahan di mulutnya.
Semua penonton yang melihat pertandingan hingga seperti ini pertama kalinya di buat terdiam seribu bahasa, mereka tidak bisa bersorak ataupun memberikan semangat, mereka benar-benar terhasut akan keterkejutan mereka akan pertarungan di arena hari ini.
" Uchiha Sasuke! "
Sasuke yang di panggil menyipitkan matanya " Tidak akan ada gunanya kau mengawasiku dengan Sharinganmu itu, ataupun kau menyuruh Hyuuga-san dan Nara-san untuk memantauku dan mencari kelemahanku " Sasuke yang mendengar itu melebarkan matanya.
" Mungkin kau mendapatkan seluruh data kemampuanku tapi.. " jeda Naruto sambil memegang Zabuza dengan lengan kirinya lalu mengepalkan tangan kanannya di belakang " aku akan tetap mengalahkanmu dengan kemampuanku ini, karena itu jangan harap kau bisa mengalahkanku nanti dengan mudah! " lanjutnya.
" mau sepuluh data atau ribuan data, aku tak akan kalah darimu! "
Bwussh! Grep!
Tangan kanan Narutopun terbungkus api kembali namun seketika api itu menghilang begitu tangannya di kunci dan juga gerakannya di kunci beberapa orang.
Naruto yang menyadari itu melirik siapa saja yang menguncinya " Ero-jiji, Tsunade-baa-chan, Kakashi-sensei, Asuma-sensei, Guy-sensei dan Yamato-sensei " gumam Naruto menyebutkan satu persatu siapa yang menahan gerakannya.
" Gomen Naruto tapi sampai di sini saja pertarunganmu dengan Zabuza " ucap Jiraiya lalu menoleh ke arah sang MC " Zabuza dan Kelompoknya tidak bisa melanjutkan pertandingan karena terluka parah, pemenangnya Uzumaki Naruto dan kelompoknya "
" UWWWWWWWOOOOOOOOOOOHHHHH! "
Teriakan mulai menggema kembali di arena beserta suara tepuk tangan untuk Naruto dan yang lainnya.
Swush! Bruk!
Setelah di lepasnya kuncian Naruto, Narutopun terjatuh berlutut dengan nafas terengah-engah, untung saja dirinya berhasil bertahan kurang dari 2 jam, jika lebih mungkin dia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi.
" Danchou! " teriak seluruh anggota Naruto langsung berlari ke arena di ikuti Asia, Shiina, Akame, Kurumi dan Aiz.
" bagaimana Shikamaru? " tanya Sasuke " Aku bingung harus mengatakannya dari mana, tapi yang pasti aku memang mendapat satu kelemahan Uzumaki-san walau persentase untuk mengalahkannya hanyalah 0,1 % " jawab Shikamaru membuat semua anggota Sasuke yang di sana terkejut
" dan apa kelemahannya itu? "
" Efek samping dari setiap tekniknya " jawab Shikamaru " Efek samping? " beo Kiba Inuzuka dan Hyoudo Issei.
" Baiklah untuk pertandingan selanjutnya akan di lakukan oleh Kelompok Uchiha dan Juga Kelompok Kumogaku, bagi setiap kelompok silahkan pilih anggota kalian "
" Shino, Choji, Kiba, Issei dan juga Neji, Kalian yang akan bertanding kali ini, aku akan membicarakan kelemahan Si Pirang itu dengan Shikamaru " perintah Sasuke.
" Ada apa Uchiha-sama? " Sasuke yang mendengar panggilan formal Naruto menegang sesaat " Apa kau takut bertanding hingga kau menunjuk anggotamu saja? " ejek Naruto sambil melirik Sasuke dengan tatapan mengejek yang membuat Sasuke mengepalkan tangannya.
" ah, benar juga. Bukankah Clan Uchiha di kenal dengan rasa angkuh dan kuatnya tapi dimana hal itu sekarang? " jeda Naruto " Aku melihat Clan Uchiha hanyalah orang yang takut bertarung "
" dasar Clan Uchiha Banci "
Wush! Blaar!
Naruto yang menyadari ada bola api berukuran besar ke arahnya hanya diam karena beberapa detik setelahnya Kurumi berdiri di depannya dan menghantam bola api tersebut dengan tangan kosong hingga hancur
" Kurumi-nee kau tidak perlu melakukan hal itu " ucap Naruto " Fufu~ kau pikir aku akan hanya diam saja ketika melihat itu Naru-kun? Kau sendiri tahu seperti apa sifatku " balas Kurumi
" Tapi tanganmu... " gumam Naruto sambil menatap tangan Kurumi yang melepuh
" Jangan khawatir, Aku bisa menyembuhkannya " balas Kurumi memperlihatkan tangannya yang telah kembali seperti semula.
Wush! Srash!
Kembali sebuah serangan terbentuk dari dua naga api yang melesat ke arah Naruto seketika terbelah dan lenyap secara perlahan " Kau tidak apa Naru-kun? " tanya Aiz " Sudah aku bilang tidak perlu melakukan hal itu " protes Naruto karena sekarang Aiz ikutan-ikutan menolongnya
" Ara-Ara, ada apa Uchiha Fugaku-sama? Kau sepertinya tidak senang? " tanya Kurumi menatap sang penyerang yang tak lain adalah Fugaku dan beberapa orang dari Clannya dengan tatapan mengejek.
" Beraninya.. Beraninya kau mengejek Clan Uchiha?! "
" Orang sepertinya harus mati! "
" Dasar cewek brengsek, berani-beraninya menghina clan kita?! "
" Lalu apa peduliku? "
Fugaku yang mendengar ucapan Naruto menggeram marah " Clan, Kehormatan, Nama baik. Apa gunanya menyandang semua itu jika mendapat semua itu karena memanfaatkan orang? "
" Itu sama saja Clan itu sepertilah sampah ".
Wush! Blaar!
Kembali terjadi ledakan di arena dan memperlihatkan Sasuke yang akan menyerang Kurumi tertahan oleh Naruto yang terbungkus Armor Tengu di mana Naruto menangkap kepalan tangan Sasuke dengan satu tangan kosong
" Wow! Wow! Tenanglah! " ucap Jiraiya berusaha melerai " Hentikan ocehanmu Fugaku, Jika kau melakukan serangan kembali jangan salahkan aku membunuhmu di sini! " ancam Tsunade menatap dingin Fugaku. Penonton yang melihat kejadian tersebut mulai heboh karena melihat sifat buruk dari Clan Uchiha
" Aku tunggu kau di final " geram Sasuke membuat Naruto tengu menyeringai mengejek di balik Helmnya " Asal kau bisa saja mengalahkan mereka " ucap Naruto membuka Helm Tengunya sambil melirik kelompok Kumogaku yang telah bersiap.
Wush! Sret!
Setelah itu Naruto melempar Sasuke hingga terseret ke belakang lalu menghilang membiarkan Robot Tengu berubah menjadi Naga Tengu lalu Bola Biru yang langsung melesat ke jam Naruto dan masuk ke tempatnya.
Sret!
Sasuke yang akan melesat ke arah Naruto seketika tertahan karena di depannya berdiri Kakashi, Guy dan Asuma yang melindungi Naruto " Hentikan ini Uchiha Sasuke, jika kau ingin melawannya lawanlah di turnament nanti, sekarang kembali dan bersiaplah untuk pertandinganmu melawan Kelompok Kumogaku " ucap Asuma dengan nada tegas.
" Tch! " decak Sasuke merasa tidak terima, tapi apa daya karena jika dia melanggar mungkin dia sudah di keluarkan dan tidak bisa mengikuti pertandingan kembali
" Yugito-san " panggil Naruto Asli sambil melirik ke arah Yugito Selagi dia di bantu berdiri oleh Kiba Yuuto, Yugito yang di panggil Naruto menoleh dan dia bisa melihat Naruto tersenyum ke arahnya seolah memberinya semangat " Jangan menahan dirimu dan anggotamu " ucap Naruto lalu pergi di bantu Kiba dan di ikuti oleh Anggotanya, Asia, Shiina, Kurumi, Akame dan Aiz.
Jiraiya, Tsunade yang masih di arena langsung kembali ke tempat mereka di susul Kakashi, Guy dan Asuma hingga tanah Arena yang hancur berantakan mulai masuk ke dalam air melebur menjadi pasir di gantikan tanah Arena yang baru kembali.
" Danchou, kau tidak apa-apa bukan? " tanya Kiba yang merangkul Naruto untuk ke Tempat istirahat agar bisa di obati " Justru aku yang harus bertanya, bagaimana keadaan kalian? " balas Naruto bertanya balik
" kami khawatir padamu dan kau mementingkan yang lain, dasar baka! " ucap Tohka sambil berkecak pinggang " Hehe.. Apa salah aku khawatir pada orang-orang yang sudah aku anggap keluargaku sendiri " balas Naruto tertawa kecil.
Semua yang di sana tentu terkejut akan ucapan Naruto, kecuali Asia, Shiina, Aiz dan Kurumi yang sudah tahu sifat Naruto. Setelah sampai di ruang peristirahatan Kibapun mendudukkan Naruto di kasur berukuran sedang di ruang peristirahatan.
Setelah duduk Naruto di paksa berbaring oleh Asia yang juga ada di atas kasur dengan menjadikan pahanya sebagai bantal untuk kepala Naruto, Naruto yang tahu kenapa Asia melakukannya hanya diam dengan wajah tenangnya.
" Nii-chan... "
" Ha'i "
" Kau tahu jika tadi itu sangat berbahaya "
" Ha'i "
" Kau tahu jika kau bisa mati tadi "
" Ha'i "
" Tapi.. Kenapa kau tetap melakukannya "
" Hm~ entahlah "
" Kau... Benar-benar bodoh Nii-chan "
Ck!
Naruto yang bisa melihat raut wajah Asia hanya tersenyum dari raut wajah tersebut beberapa tetesan air mengenai wajahnya " Ha'i, aku tahu itu " balas Naruto sambil tersenyum.
" Kenapa... Kenapa Nii-chan "
" Kenapa ya.. " gumam Naruto sambil memejamkan matanya " Aku melakukannya karena aku tidak ingin anggotaku yang sudah aku anggap keluarga tersakiti " lanjutnya.
" Jika suatu saat kaupun dalam bahaya, aku.. Pasti akan melakukan hal yang sama, karena kau sendiri sudah aku anggap orang spesial bagiku Asia-chan "
Deg!
Jantung Asia seketika berdetak kencang ketika Naruto menanggapnya orang spesial " Kau.. Kau benar-benar bodoh Naruto-nii-chan " lirih Asia, namun Naruto hanya tersenyum lembut kepada Asia.
" Ha'i "
Karena di balik wajah sedih tersebut, wajah Asia tengah merona dan membuatnya tampak lebih imut
.
Arena
.
" Baiklah untuk pertarungan selanjutnya pertarungan antara Kelompok Kumogaku dan Kelompok Sasuke... " jeda MC " Di mulai! "
" UWWWWWOOOOOH! "
.
Skip Time.
.
Blaaaaar!
Naruto yang terlelap seketika membuka matanya lebar-lebar ketika mendengar suara ledakan keras, tanpa basa-basi dia bangun dari berbaringnya dan hal yang dia lihat di depannya saat ini terlihat layar hologram yang memperlihatkan keadaan Arena yang mengeluarkan asap yang mengepul ke atas.
" Apa yang terjadi? " tanya Naruto " Kelompok Kumogaku memberikan serangan brutal pada Kelompok Sasuke hingga tidak bisa melawan, bahkan Uchiha Sasuke terluka parah pada lehernya " jawab seseorang membuat Naruto menoleh dan melihat seluruh Anggotanya masih di sini.
" Kalian? Kenapa kalian masih di sini? Tanya Naruto " Apa salah? Kami juga harus menjagamu sebagai balas budi kami, dan juga salah satu Panitia memberi kami layar ini agar kami bisa menonton pertandingan Uchiha-san sambil menjagamu " jawab Kiba Yuuto
" Jadi dia ikut bertarung? "
" Bersama Kiba Inuzuka, Shikamaru Nara, Neji Hyuuga dan Hyoudo Issei melawan Kelompok Kumogaku yang di pimpin oleh Nii Yugito, Bee, Omoi, Karui, dan Samui " jawab Julis membuat Naruto hanya menggumam saja.
" Dimana Asia-chan, Aiz-nee, Kurumi-nee, Shiina-chan dan Akame-chan? "
" mereka sudah kembali ke tempat mereka, mereka bilang ingin mengawasi pertarungan dan merekamnya agar berguna untuk kita nanti " jawab Saya
" Berapa lama pertandingannya berlangsung? "
" Sekitar 1 jam "
" Lumayan lama juga, Aku tidak menyangka pantat ayam itu bisa bertahan selama 1 jam melawan mereka " gumam Naruto sambil berdiri kembali dan melemaskan tubuhnya.
" Pemenangnya Kelompok Kumogaku! Dengan begini, Dua Hari lagi Kelompok Whitefox secara resmi melawan Kelompok Kumogaku di Final! " Naruto yang mendengar itu melirik ke arah layar di mana Tampak Nii Yugito bersama anggotanya masih berdiri dengan luka yang tidak cukup parah sementara kelompok Sasuke berbaring dengan luka yang parah dan tengah di urus oleh para perawat.
" Seperti yang aku harapkan " gumam Naruto lalu berjalan keluar " Danchou kau mau ke mana? Kau baru saja sadar " tanya Kiba Yuuto.
" Tentu saja ke Arena, Ikuyo sudah saatnya kita ke Arena " jawab Naruto tanpa menghentikan langkahnya di ikuti Kelompoknya di belakang.
.
Arena
.
Tap! Tap!
Setelah pertandingan berakhir, tampak kelompok Kumogaku yang berkumpul di arena mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar suara derap langkah kaki di mana Kelompok Whitefox tengah berjalan ke arah mereka.
" Yo! Bocah pirang, aku sudah mengalahkannya, aku harap kau siap di Final Nanti, Bakayaro Konoyaro! Yeah! " ucap Pria bertubuh kekar dengan rap anehnya.
" Hah? " beo Kelompok Naruto tidak mengerti
" Ha'i-Ha'i, aku juga tidak sabar melawanmu Bee-san, apalagi aku ingin melawanmu hingga mengeluarkan seluruh kemampuan dan kekuatanmu itu " ucap Naruto dengan nada yang santai sambil menundukkan kepalanya, menyelipkan lengan kanannya ke kantung celana, sementara tangan kirinya mengelus belakang lehernya.
" Jika itu terjadi yang ada kau mati bakayaro konoyaro! "
" Coba saja jika bisa " balas Naruto mengangkat sedikit wajahnya memperlihatkan Mata Kanannya yang telah menjadi Jikkan yang bersinar terang begitu juga mata Saphirenya yang artinya dia benar-benar serius.
" ... " Bee yang melihat tatapan Naruto terdiam dengan tubuh membatu dan juga ini pertama kalinya dia melihat mata Jikkan Naruto, Naruto yang melihat Bee terdiam mengalihkan pandangannya ke arah Yugito yang juga menoleh ke arahnya namun Yugito tak melihat Jikkan Naruto " Aku harap kau juga bersiap Yugito-san " ucap Naruto lalu menghadap ke depan ke tempat para panitia.
Yugito yang sudah melihat pertarungan Naruto dari awal hingga sekarang mengepalkan tangannya, baginya Naruto adalah lawan yang sulit di tebak dan di cari kelemahannya yang ada dialah yang menemukan kelemahan mereka.
.
" Yosh! Aku ucapkan selamat bagi kalian, dua kelompok tangguh yang lolos dari babak semi final, The Rings Dragons! " ucap Tsunade dengan bangga " Kalian berdua akan bertarung kembali dua hari dari sekarang di tempat ini kembali, dan juga peraturan dan Syarat tetap berlaku maka dari itu aku harap kalian menyiapkan diri kalian selama dua hari hingga lomba kembali di mulai, dan aku ucapkan sekali lagi pada kalian, selamat bagi kalian berdua "
Setelah melakukan pengumuman tersebut, Arenapun di bubarkan. Setelah keluar dari Arena Naruto bisa melihat Asia dan yang lainnya tengah menunggu dirinya dan juga kelompoknya.
" Nii-chan " panggil Asia sambil mendekati kakaknya lalu memeluknya dengan erat, Naruto yang di peluk Asia hanya tersenyum tipis sambil mengelus rambut pirang Asia.
" Jadi bagaimana Kurumi-nee? " tanya Naruto sambil melirik ke arah Kurumi " Aku sudah merekamnya dengan Zafkien milikku, aku akan memperlihatkannya nanti " ucap Kurumi membuat Naruto mengangguk paham.
" Naruto-san! " Naruto yang mendengar ada yang memanggilnya menoleh dan dia bisa melihat beberapa kelompok dari angkatan laut perkumpulan Kantai yang dia kenal tengah berlari ke arahnya.
" Yo, Shishasiburi minna-san " sapa Naruto sambil tersenyum lembut " Ini dia Naruto-san, kami sudah mendapatkannya " ucap Salah satu perempuan cebol berambut biru menyerahkan sebuah Handicam pada Naruto
" Hoho, kerja bagus, Arigato Akatsuci " ucap Naruto sambil mengelus rambut empat perempuan loli di depannya " Ah benar juga. Apa yang lainnya telah kembali dari Operasi FS? " tanya Naruto ingin tahu.
" Mereka akan kembali tepat hari Final di mulai " jawab salah satu dari ke empat perempuan loli tersebut " Ah, Souka. Jaa~ aku kembali dulu sampai bertemu lagi " ucap Naruto pamit.
" Jaa ne Naruto-san, kapan-kapan mampir ya! " ucap mereka sambil melambaikan tangan mereka.
" Jadi Danchou.. Apa yang mereka berikan kepadamu? " Tanya Kiba Yuuto penasaran " Ne Asia-chan kau juga merekam pertarungan tadi bukan? " tanya Naruto mengabaikan pertanyaan Kiba.
" Eh, U-Um, aku merekamnya " jawab Asia " Yosh dengan begini masalahku untuk menghadapi mereka besok telah selesai tinggal menontonnya saja " gumam Naruto sambil meregangkan badannya.
" Sebetulnya itu apasih? " tuntut Kiba " Gambar. Tentu saja rekaman bakayaro, kau tidak mengerti kenapa dari tadi aku menanyakan apakah kau merekamnya " balas Naruto.
" Hehe, Agar lebih jelas saja " jawab Kiba sambil mengaruk belakang kepalanya " Dan juga Danchou, ada yang ingin aku tahu lagi satu " lanjutnya.
" Apa? "
" Apa kau seorang Lolicon? "
Duak!
" Cough! " batuk Kiba ketika perasakan sakit pada perutnya karena saat ini Naruto memukul perutnya dengan keras " Jaga bicaramu Barbie, jika kau bukan teamku mungkin aku sudah membantingmu kembali " ucap Naruto sambil menarik kerah Kiba atau menyeret Kiba
" Hehh~ tapi Kirin dan Koneko-chan kan juga Lo.. "
Duak!
Ucapan Kiba terhenti ketika Koneko memukul perutnya kembali " Diam atau aku hajar " ancam Koneko dengan mata menyala.
" H-Ha'i " balas Kiba ' Entah kenapa aku selalu kena sial di sini ' batin Kiba pundung
' Author-san, kenapa kau melakukan ini terhadapku ' lanjutnya menyalahkan sang pencipta. Sementara sang pencipta " Udah nasipmu Kiba "
" Ghaaa! Ini curang namanya! "
Buagh!
" Urusai! " teriak Naruto yang tidak tahan akan teriakan dan Tingkah Kiba langsung memukul kepala Kiba hingga pingsan.
Udah nasipmu Kiba, tahan saja ya :v.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
" Nii-chan apa yang kau lakukan? "
" Mereka... Bagaimana bisa mereka memiliki Energi Naga Bijuu mereka? "
" Kau sudah siap Naruto-san "
" Ya, kali ini aku sudah siap "
" Menerkam seperti Hiu, menyengat seperti lebah, Weee! "
" Sepertinya.. Aku harus menunjukkanmu senjata utamaku "
Chapter 27 : The Dragons Champions Arc III : The Rings Battle Part V ( Final ) : Kami-Uzoki and Jukitetsu ( Juunitsu Seiketsu Majuryuu ) Vs Double Jinchuryuu
Note :
Yo Minna-san! Shishasiburi.
Gomen-Gomen baru up sekarang soalnya tangan saya tidak terlalu gatal untuk mengetik cerita. Kadang-kadang ngetik, istirahat, cari inspirasi, ketik lagi itu saja kegiatan saya.
Ya walau sebenarnya sempet keasikkan main ML ( Mobile Legends ) dan juga karena saya UKK jadi pada terhambat ngetiknya. Jika gak percaya kalian bisa lihat di Facebook saya yang bernama Shiota Dwipayana.
Baiklah cukup membahas masalah pribadi dulu, sekarang kita akan sedikit membahas Chapter kali ini. Bagaimana menurut kalian seru gak?
Di sini saya membuat Setsutouzuki adalah Teknik yang cukup rumit karena di awal di katakan teknik akan haus darah di bawahnya lagi ada memberitahu bahwa Setsutouzuki menggunakan Emosional.
Kenapa Setsutouzuki saya sangkut pautkan dengan kedua hal tersebut? Nanti akan di jelaskan di Arc IV di mana saat Naruto akan bertemu Whellgon karena nanti Naruto akan berlatih bersama Whellgon.
Lalu senjata Naruto yang baru, Kami-Uzoki? Saya terinspirasi dari Anime DanMachi pemeran utamanya Bell Cranel, namun dalam senjata yang berbeda. Di chapter berikutnya barulah Naruto akan menggunakan senjata ini melawan Nii Yugito.
Lalu Ilusi Jikkan? Itu akan menjadi rahasia tapi saya beri Clue saja bagaimana bisa, Kalau tidak salah pada ingat gak di mana Naruto akan menyelamatkan seseorang tiba-tiba mata Kiri Naruto sakit dan terjadi ledakan api hitam di hutan.
Jika kalian bisa mengartikannya maka itulah jawabannya. Lalu Jukitetsu? Akan saya jelaskan di Chapter depan karena sebenarnya senjata ini telah keluar di Ch 9, tapi Dari pusat, Ch 9 saya error.
Baiklah itu saja yang bisa saya beritahukan mengenai Chapter kali ini, dan jika ada yang ingin di tanyakan silahkan asalkan jangan saja isi Flamenya :v.
Kalai begitu saya undur diri dan sampai bertemu di Chapter depan yang belum tentu kapan akan upnya. Jaa~
Please Review.
