Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina, Koneko ) Pair Inti sudah Max.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni

Fix First

( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )

Fix Second

( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )

Fix Three

( Layar memperlihatkan judul cerita ini )

Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai

( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )

Mi no hodo wa shitteiru sa

( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )

Sonna boku desae mo oku no hou ini

( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )

Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii

( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )

Mamoru tte angai to muzukashii ne

Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )

Akirameru wake janai kedo

( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )

Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue

( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )

Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai

( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )

Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku

( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )

Sore wa akatsuki no you ini

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )

Wowowowoo~

( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )

Wowowowoo~

( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )

Wowowowoo~

( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )

Wowowowoo~

( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )

Fix Gitar

( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )

Fix End

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )

.

Chapter 28 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Hey! What Happend?!

.

Di pagi Hari yang cerah, tampak di sebuah kamar rumah sakit terdapat sosok Naruto yang saat in duduk di ranjang rumah sakit di sertai beberapa alat infus di lengan kanannya. Dirinya menatap Jendela dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.

Semenjak pertandingan di Mana dia bertarung dengan Bee, yang dia ingat dia beradu Larriatta hingga membuat seluruh Arena hancur Dan Waktu itu dia lepas kendali hingga Asia Dan Kurumi berhasil menyadarkannya. Dan setelah dia sadar dia mendapati dirinya di rumah sakit. Naruto yang mengetahui itu menghela nafasnya sambil menatap tangan kanannya yang terpasang infus

' Sepertinya aku berlebihan saat beradu dengan Bee-san ' batin Naruto sambil mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya ' dan untung saja Setsutouzuki berhasil memulihkan tanganku kembali, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika aku hidup tanpa tangan kanan ' lanjutnya.

Tok! Tok!

Naruto yang mendengar suara pintu kamar pasiennya di ketuk melirik pintu tersebut " Silahkan masuk " ucap Naruto, tak lama setelah itu tampak orang-orang terdekatnya yaitu Asia, Kurumi, Aiz, Shiina, Akane dan Seluruh Anggota Whitefox masuk dengan beberapa oleh-oleh di tangan mereka " Minna... "

Perkataan Naruto terhenti ketika tiba-tiba Asia berlari ke arahnya dan langsung memeluk Naruto dengan Erat " Okaerinasai Nii-chan " bisik Asia dengan nada lirih, Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum " Hm, tadaima " balas Naruto sambil mengelus punggung Asia dengan tangan kirinya.

" Yo! Danchou bagaimana kabarmu? Akhirnya kau sadar juga sejak 2 hari yang lalu " sapa Kiba sambil mendekati Naruto, Sementara Naruto hanya tersenyum " Aku baik seperti biasa, kecuali tangan Kananku yang masih belum bisaku gerakan karena sel darah di tanganku masih belum sempurna karena jika sel darahnya tidak sempurna, Tanganku akan lumpuh " jawab Naruto menjelaskan.

" Seperti biasa, walau kau masih mahasiswa pelatih Dragons Academy kau seperti seorang Tuhan yang tahu segalanya Danchou " puji Irina membuat Naruto terkekeh " Aku tidak sehebat itu kok " balas Naruto.

Pandangan Naruto seketika teralih ketika seseorang memberinya sebuah minuman, Narutopun melihat siapa yang memberinya lalu mengambilnya dengan sebuah senyum di wajahnya " Arigato Shiina-chan " ucap Narutoembuat wajah Shiina merona tipis.

" Yo! Permisa! Bagaimana keadaan Kalian? Pasti baik-baik saja bukan? Kali ini kami akan mempersembahkan reka ulang pertarungan Uzumaki Naruto melawan Dua Orang dari Kumogaku... "

" Wah, Rekaman ulang pertandinganmu Danchou " gumam Kiba " Heh~ aku penasaran seperti apa hasilnya " balas Naruto sambil meminum minuman pemberian Shiina.

" Aku, Pasti akan menang dan akan meremas Dadamu itu! "

" PFFFTTT! "dengan refleks Naruto menyemburkan Minumannya yang hampir masuk tenggorokannya ke arah Kiba dan menatap Honor ke arah Layar Hologram di depannya.

" Oi! Sejak kapan aku mengatakan itu?! " teriak Naruto dengan wajah memerah.

" Chichikami-Uzoki! "

" Sejak kapan aku mencapur senjata suciku dengan Kata Mesum!? " teriak Naruto tidak percaya.

" Ahh~ "

Bziit!

Seketika Layar Hologram menjadi buram, Semua Anggota Naruto melirik ke arah Naruto yang mengangkat tangan kirinya dan di atasnya tampak atap rumah sakit yang sudah bolong.

" Si-Siapa yang melakukan hal ini?! Apa maksudnya mengganti perkataanku dengan perkataan mesum hah?! " teriak Naruto dengan wajah menahan marah.

" Kami juga tidak tahu Danchou, kami saja baru mendengar hal ini " balas Kiba sambil mengalihkan pandangannya " Apa kau 'penyebabnya' Kiba " suara Naruto seketika memberat membuat Kiba berkeringat dingin.

" Kau menuduhku?! " kejut Kiba karena di tuduh " Maa~ Danchou, Walau Kiba-san mengesalkan dia tidak melakukan itu kok " bela Julis menenangkan Naruto

" Lalu siapa? " tanya Naruto tanpa menghilangkan wajah Emosinya

" Maa~ Danchou jangan terlalu Emosi setidaknya banyak yang percaya bahwa kau tidak mengatakan itu " ucap Claudia ikut menenangkan Naruto

" Tapi, kemarin Kau menyebarkan Isu bahwa Danchou tengah mencari kekasih yang Bohay, bisa kau jelaskan? " tanya Xenovia dengan nada datar membuat Kiba berkeringat dingin

" etto.. T-Tehe! Gomen "

Twich!

Duak!

" TEHE Endasmu! " teriak Naruto setelah memukul kepala Kiba hingga pingsan.

.

Sementara para Kru TV yang menyiarkan hanya bisa menghela nafas mereka ketika melihat gedung mereka yang luluh lantah.

" Sudah aku bilang jika tidak ingin mencari mati sebaiknya jangan " ucap salah satu kru.

" Dan untungnya kita hanya menyiarkannya di mana Uzumaki Naruto di rawat " timpal salah satu Kru " Tapi aku yakin yang melakukan ini Naruto-kun, Aku.. Tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kita... Menyebarkannya ke seluruh dunia " gumam salah satu Kru membuat semua di sana meneguk ludah mereka dengan berat.

" Dan juga siapa yang punya ide ini? " tanya pemimpin Kru membuat Mereka saling berpandangan lalu pandangan mereka teralih ke arah satu orang yang tampak menggerutu.

" Hajar dia! " teriak seluruh Kru.

.

" Hahh~ sekarang aku harus bagaimana " gumam Naruto Sambil menutup wajahnya " Aku yakin berita itu sudah tersebar sekarang " gumam Naruto dengan aura suram di atasnya.

" Ma-Maa~ jangan Khawatir Nii-chan kami percaya kok jika kau tidak semesum itu " ucap Asia menenangkan Kakaknya " Walau sebenarnya sejak kecil dia sudah mesum dan melakukan 'itu' dengan kami " celetuk Kurumi dan Aiz.

Twich!

" Itu kalian yang melakukannya!? " teriak Naruto kesal dengan perempatan di dahinya, sementara Aiz dan Kurumi hanya mengalihkan pandangan mereka.

" N-Ne Danchou kami membawa kabar untuk Lomba berikutnya " ucap Kirin mengalihkan pembicaraan membuat Naruto menoleh ke arah Kirin " Apa pengumumannya? "

" Dalam 2 Minggu, tepatnya 4 Desember Lomba berikutnya akan di Mulai sekitar Gunung Fuji, Di beritahukan Lomba ini akan bertujuan setiap Kelompok akan pergi ke Gunung Fuji dari Gunung Shirouman dan semua harus cepat-cepat ke Gunung Fuji untuk merebut sebuah Bola. Bola tersebut haru di jaga selama 1 jam dan jufa jangan biarkan Kelompok musuh mengambil bola tersebut, siapapun yang membawa Bola tersebut hingga 1 jam maka otomatis dialah juara 1nya " jelas Saya membuat Naruto yang mendengarkan mengelus dagunya.

" Jarak Dari Shirouman yang ada TOYAMA menuju Fuji yang ada Di YAMANASHI adalah sekitar 200-300 Km karena kita akan melewati NAGANO " gumam Naruto " Naga Kirin dan Naga Irina tidak akan kuat hingga sejauh itu, paling tidak mereka hanya bisa mencapai 140 Km dan sampai di NAGANO " gumam Naruto berpikir membuat rencana.

" Maa~ Jangan terlalu di pikirkan Danchou, lagi pula Lombanya lagi 2 Minggu " ucap Irina membuat Naruto menghela nafasnya " Mungkin kau benar.. Aku terlalu memikirkannya " gumam Naruto.

" Daijoubu Naru-kun, setidaknya untuk saat ini istirahatlah " ucap Kurumi sambil mencium kening Naruto " Kami Mohon pamit Naruto-nii, maaf mengganggu istirahatmu " ucap Shiina membuat Naruto tersenyum.

" Tidak apa. Justru aku bersyukur kalian datang menjengukku, selain itu aku memiliki teman bicara dari pada mati kebosanan " jawab Naruto sambil tersenyum lima jari.

.

18.00 PM

.

Di sore harinya, tampak saat ini Naruto duduk di ranjangnya sambil menatap layar hologram di depannya menampilkan acara dimana Dia melawan Kelompok Bull thunder versi aslinya, Naruto yang melihat pertandingannya menonton dengan tenang sambil sesekali dia memakan cemilan pemberian kelompoknya.

Tok! Tok!

Naruto yang mendengar suara pintu di ketuk menoleh ke arah Pintu " Silahkan masuk " ucap Naruto.

Sret!

Setelah pintu terbuka tampak Dua Perempuan mulai memasuki ruangan Naruto membuat Naruto menatap bingung dua perempuan yang dia tidak kenal tengah memasuki ruangannya.

" Siapa Kalian? "

" Salam kenal, Namaku Uzumaki Sara, dan dia Adikku Uzumaki Ruko kami datang dari Desa Hyotogaku untuk bertemu denganmu Uzumaki Naruto-san. " ucap perempuan berambut merah memperkenalkan diri dan memperkenalkan perempuan berambut kuning di sampingnya.

" Uzumaki Sara? Ternyata kau orang yang di ceritakan oleh Sasame-san " gumam Naruto menatap sara terkejut " Selain itu aku tidak menyangka bahwa ada Uzumaki tersisa di Hyotogaku " lanjutnya.

" Ada apa kalian ingin menemuiku? " tanya Naruto penasaran " Kami ingin berbicara mengenai kekuatan Setsutouzuki yang ada dalam dirimu Naruto-san " jawab Sara sambil mendekati Naruto dan duduk di samping Naruto beserta adiknya.

" Hn? Ada apa dengan Setsutouzuki milikku? " tanya Naruto " Penggunaan Setsutouzukimu masihlah Labil. Kau membiarkan Emosionalmu menguasaimu hingga Setsutouzuki menjadi tak terkendali, kau juga pasti tahu Tingkat Setsutouzuki : Blood Arthur adalah tingkat tertinggi Setsutouzuki yang bisa di aktifkan dalam keadaan tenang, tapi kau mengaktifkannya dalam keadaan Emosi yang bisa membuatmu mati kekurangan darah dan menyebabkan kematian " jawab Sara menjelaskan.

" Tapi aku masih hidup sekarang ini. Selain itu aku tidak peduli dengan nyawaku. Jika nyawaku terancam aku bisa mengembalikan hidupku dengan waktu " balas Naruto dengan nada datar dan tenang.

" Selain itu, aku lepas kendali bukan hanya Karena Setsutouzuki tapi juga dengan Jukitetsu milikku, jadi jangan mengklaim bahwa aku lepas kendali dengan Setsutouzuki milikku " lanjut Naruto.

Sara dan Ruko yang mendengar itu di buat terdiam, setelah lama terdiam Sara mulai berbicara kembali " Selain membicarakan Setsutouzuki, apa keinginan kalian menemuiku? " Sara yang akan berbicara terhenti ketika Naruto mengeluarkan Suara.

" Sebenarnya... Kami hanya ingin memastikan bahwa penerus Uzumaki tersisa baik-baik saja, terlebih Hanya kaulah satu-satunya lelaki Uzumaki yang masih hidup yang bisa membuat keturunan Uzumaki " jawab Sara membuat Naruto terkejut.

" Woi! Cotto matte! Kakekku juga Uzumaki lalu kenapa hanya aku saja yang bisa membuat keturunan?! " tanya Naruto dengan wajah memerah.

" Apa kau pernah berpikir apa kakek-kakek bisa membuat seorang anak lagi? "

Naruto yang mendengar itu pundung dengan aura suram " Selain itu kami juga tahu kau ada dalam masalah cinta "

" JANGAN MESTALKER KEHIDUPANKU!? " teriak Naruto dengan suara sedikit pelan dengan wajah memerah karena merasa kehidupannya di awasi.

" Kenapa? Ini juga perintah dari mendiang ayah kami " balas Sara sambil mengembungkan pipinya " Tapi tidak perlu sebegitunya juga, memang aku anak kecil yang harus selalu di awasi?! " balas Naruto kembali.

" Masa Bodoh, Yang terpenting kami akan selalu mengawasimu dan memastikanmu tetap aman " balas Sara sambil melipat tangannya di dada dan mengalihkan wajahnya " Dan akan aku pastikan kau harus bisa membuat keturunan Uzumaki berikutnya " ucapnya kembali.

" Kau pikir aku mau nikah muda?! Terlebih apa hubunganmu denganku!? "

" N-Nii-Nii-chan... "

" Eh? Nii-chan? " beo Naruto menatap Ruko yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca " Ah, Gomen... Adikku Ruko selalu begitu, dia kehilangan kakaknya sejak kecil dan dia selalu memanggil kakak kepada siapapun yang wajahnya mirip seperti kakaknya " ucap Sara sambil memeluk Ruko dan mengelus rambut Ruko pelan.

Naruto yang mendengar itu terdiam dengan wajah tertunduk " Aku.. Juga di tinggal keluargaku sejak kecil " gumam Naruto " Dan sampai sekarang keluargaku tidak pernah kembali. Bahkan mereka tidak pernah memperdulikanku selama 17 tahun ini. Mereka seolah menganggapku barang yang tidak ada artinya. Aku justru akan senang jika mereka tidak pernah kembali " ucap Naruto berubah dingin membuat Sara dan Ruko terkejut.

" Tapi... " ucap Naruto dengan suara yang perlahan berubah serak " Tidak bisakah... Aku bertemu mereka sekali saja... Aku.. Hiks.. Hiks ingin sekali bertemu mereka... Memeluk mereka... Dan membicarakan hal menyenangkan dengan mereka... Hiks.. Hiks tapi.. " gumam Naruto sambil menangis dan meremas seprai di kasur pasiennya.

" Tuhan seolah menghukumku agar tidak bisa bertemu dengan mereka. Apa salahku hingga tidak bisa menemui mereka barang 1 Menit saja " gumam Naruto sambil mengepalkan tangannya " Karena itulah... Aku tidak akan peduli lagi dengan orang tuaku kembali. Jika aku tidak bisa bertemu dengan orang tuaku setidaknya mereka harus menemuiku tapi yang ada mereka tidak pernah datang. Aku hanya bersyukur bahwa aku lahir dari mereka tapi aku benci jika diabaikan tanpa kasih sayang orang tua " ucap Naruto.

" Karena itulah.. " jeda Naruto sambil menarik Ruko kepelukannya " Mulai sekarang aku akan menjadi kakak untukmu, kau bisa memanggilku Nii-chan setiap kita bertemu. Aku akan menyebarkan kebahagiaan bagi mereka yang tersakiti, sudah cukup hanya aku saja yang menderita, dan aku tak akan pernah membiarkan setetes air mata jatuh ke tanah kembali " Lanjut Naruto.

Ruko yang awalnya di peluk Naruto sempat terkejut sebelum membalas pelukan Naruto dan menangis di pelukan Naruto, Sara yang melihat itu terdiam dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.

.

.

22.00 PM

.

Di malam yang sunyi, tampak Naruto tengah membaringkan badannya sambil menatap langit kamar pasiennya, Naruto tidak bisa tidur karena mengingat perkataannya tadi, Naruto yang merasa susah tidur menutup matanya dengan lengannya berusaha untuk membuatnya tertidur.

" Apa aku terlalu berlebihan... Kami-sama " gumam Naruto.

Tanpa sadar Naruto meneteskan air matanya kembali di malam itu.

.

Other Place

.

Sementara di sebuah tempat, tampak saat ini Sara dan Ruko tengah berdiri dengan pandangan yang sulit di artikan sambil menghadap ke sebuah gedung rumah sulit yang tak jauh darinya.

" Sekarang bagaimana... Nee-chan? " tanya Ruko " Entahlah... Aku jadi bingung harus melakukan apa sekarang setelah mendengarnya tadi " jawab Sara.

" Menurutmu Apakah Tou-san dan Kaa-san akan sedih? " tanya Ruko sambil menutup kepalanya dengan tudung " Pastinya. Tapi setelah mendengarkan ini, aku yakin mereka akan berusaha membuat Nii-sama bahagia " ucap Sara juga menutup kepalanya dengan tudung.

" Sudah cukup kau menderita Nii-chan "

" Kali ini biarkan kami yang memberikan kebahagian padamu "

" Walau harus membuat kau membenci kami "

" Kami... "

Sret!

" Akan membawakan kebahagiaanmu kembali Nii-sama/Chan " ucap Sara dan Ruko bersama sambil mengangkat wajah mereka memperlihatkan mata Clock Eyes yang bersinar terang dimana Sara memiliki warna Merah sementara Ruko memiliki warna Biru.

Swuuung!

Tak lama setelah itu Dua buah lubang hitam muncul dan menyerap mereka hingga tak tersisa.

.

Jum'at, 23 November 2090

09.00 AM

.

" Ha'i Kau sudah bisa kembali pulang Naruto-sama, keadaanmu telah pulih 100% " ucap Suster sambil membantu merapikan alat yang ada di lengan kanan Naruto

" Akhirnya aku bisa pulang juga " gumam Naruto sambil menggerakkan tangan kanannya " Ha'i Ini dia Ceknya " ucap Suster tersebut sambil memberikan Cek kepada Naruto, Naruto yang mendengar itu menerima cek tersebut dan membacanya.

" Apakah tidak bisa di kurang? Selain itu aku rasa ini sedikit berlebihan "

" Bisa saja, asalkan... " ucap sang suster sambil Horny " Memuas.. "

" Tidak perlu " potong Naruto cepat.

.

Tap! Tap!

Dengan langkah tenang Naruto mulai mengelilingi kota kembali untuk merelakskan badannya yang selalu berbaring di kasur pasien. Dirinya juga sesekali membalas sapaan yang di layangkan ke arahnya. Namun semakin lama Naruto merasa risih karena banyak wanita-wanita yang menatapnya Horny dan juga sedikit jijik.

" Ck, Aku tidak menyangka bahwa Naruto-sama itu mesum sekali "

Jleb!

" Benar sekali bahkan tanpa segan dia berteriak erotis di Arena "

Jleb!

" WTF! APA MAKSUD KALIAN HAH?! " teriak Naruto membuat Dua Wanita gosip tersebut lari dengan cepat " Hah.. Hah.. Hah.. " Hela Naruto sehabis teriak.

Puk!

Naruto yang merasakan tepukan di bahunya menoleh dan dia melihat wajah tanpa dosa Kiba yang menjulurkan lidah ke arahnya

Twich!

Buagh!

" berhenti membuat wajah menyebalkan itu sialan! "

.

Tap! Tap!

" Itte.. Itu sakit tahu Danchou " gerutu Kiba sambil mengelus pipinya yang memerah karena pukulan Naruto " Jika kau tidak ingin itu terjadi maka jangan tunjukkan wajah itu lagi " balas Naruto dengan perempatan di dahinya sambil menunjuk Kiba.

" Jadi.. Saat ini kau mau ke mana Danchou? Bukankah seharusnya kau beristirahat? " tanya Kiba sambil menatap Ketuanya yang tengah memperhatikan Jalan yang mereka lalui " Jika aku kembali aku akan berkutat dengan pekerjaanku dan membuatku harus berbaring kembali karena kelelahan dan itu membuatku malas. Maka dari itu aku ingin mengistirahatkan tubuhku dan rasa lelah di pikiranku " jawab Naruto.

" Kau sendiri? " tanya Naruto sambil melirik Kiba " Ah, Aku? Aku baru saja kembali dari Perbaikan persenjataan langgananku, aku memperbaiki senjata berhargaku di sana " jawab Kiba sambil tersenyum.

" Black Smith? "

" Tidak, bukan Black Smith. Black Smith ada di rumahku " jawab Kiba membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya " Aku tidak tahu kau memiliki senjata lain selain Black Smith " gumam Naruto tidak percaya.

" Kira-Kira senjata seperti apa? " tanya Naruto penasaran " Rahasia " balas Kiba sambil tersenyum jahil.

" Tch! Kau main rahasia sama ketuamu sendiri " decih Naruto " Kau pun Juga Danchou kau merahasiakan bahwa kau sudah melakukan itu dengan Senpaimu, Dua orang lagi " balas Kiba.

Blush!

" De-Dengar ya! Sudahku bilang bahwa mereka yang memaksaku " teriak Naruto dengan wajah memerah " Tapi kau melakukannya bukan? " goda Kiba.

" Argh! Mou! " kesal Naruto sambil memukul Bahu Kiba lalu pergi meninggalkan Kiba yang terkekeh " Hati-Hati Danchou " ucap Kiba sambil melambaikan tangannya.

.

Omachi, Nagano place

13.00 PM

.

Swush~

Omachi, daerah yang ada di Daerah Nagano, sebuah Daerah yang di kenal dengan keindahan Desa, Pegunungan dan Sungainya saat ini menjadi tempat di mana Naruto duduk dengan tenang sambil menatap sebuah Sungai berwarna Biru indah.

Naruto yang sudah duduk selama 1 Jam mulai menggerutu tak jelas dengan rona di pipinya " Kuso... Apa salahku coba yang melakukannya kan mereka berdua, tapi... " gantung Naruto dengan wajah perlahan memerah.

" Arrghh! Mou! Kenapa aku tak bisa melupakannya! " teriak Naruto sambil berguling-guling di bawah pohon " Ck! Sebaiknya aku jalan-jalan saja " decak Naruto sambil mengikuti Alur Sungai.

Sambil mengikuti alur sungai, Naruto sesekali menendang krikil-krikil yang ada di bawahnya untuk menghilangkan kebosanannya.

Naruto yang melihat sebuah batu besar menghadangnya mulai memanjatnya hingga berdiri di atas batu, namun alangkah kejutnya Naruto ketika dia ada di atas batu.

Mata Safirnya saat ini terpaku terhadap sesuatu yang membuat matanya membeku, ciri-cirinya bertubuh langsing, Berambut pirang yang basah tengah berkilau dan terlebih dia saat ini tengah telanjang.

Apa yang di lihat Naruto merasakan keberadaan seseorang langsung melempar sebuah pisau dan menancap di dekat Naruto membuat Naruto terkejut, dan sialnya Naruto jatuh kesungai

.

Skip Time

.

" Ughh~ " Lenguh Naruto membuka matanya, Hal pertama yang Naruto lihat adalah Atap rumah dari kayu dan Naruto merasakan sesuatu yang hangat menempel di dahinya.

Naruto yang sudah sadar sepenuhnya mulai duduk dan mengambil sesuatu di dahinya hingga dia melihat sebuah kain basah yang rupanya ada di atas dahinya.

Narutopun menatap sekitarnya di mana saat ini dia tengah berada di sebuah rumah yang tampak sederhana layaknya rumah pedesaan " Dimana Aku? " gumam Naruto sambil menyentuh dahinya.

" Dan Juga... " gantung Naruto dengan rona merah mulai muncul ' apa tadi itu... Hanya khayalanku saja ' batin Naruto dengan bibir bergetar saking gregetnya.

Narutopun menatap tubuhnya, saat ini tubuhnya tak memakai sehelai pakaianpun terkecuali Celananya saja, Narutopun menatap keluar dimana Pakaiannya saat ini tengah di jemur

" Kau sudah sadar rupanya " Naruto. Yang mendengar sebuah suara langsung berjingkat kaget dan menatap sumber suara di mana tampak sosok perempuan bermata Hijau indah, berambut pirang terurai dengan kaos lengan panjang dan Rok biru datang ke arahnya.

Blush~

Wajah Naruto langsung merona membuat Naruto menggelengkan kepalanya cepat ' I-Ini Bukan Mimpi Bukan? ' tanya Naruto dalam Hati.

" Bagaimana Keadaanmu? " tanyanya sambil duduk di dekat Naruto.

" A-Ah~ aku baik-baik saja " Jawab Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal " Etto... " gumam Naruto bingung harus apa, entah kenapa Otak Pintarnya mendadak berhenti.

" Ha-Hai, Namaku Uzumaki Naruto " ucap Naruto Kaku " Salam Kenal Uzumaki-kun, Namaki Arthuria Pen Dragon, Salam kenal " ucap Perempuan bernama Arthuria sopan sambil membungkukkan badannya

' A-Are.. Pen Dragon? Bukankah itu Clan milik Arthur '

" A-Ah~ Salam kenal " balas Naruto kaku " Aku tidak menyangka bahwa rupanya kabar mengenai Uzumaki-kun yang mesum benar " cibir Arthuria membuat Hati Naruto tertusuk pedang besar.

" Mana mungkin! Dan juga kenapa kau menuduhku seperti itu?! "

Swush! Tak!

" Lalu apa maksudmu mengintipku mandi hah?! " tanya Arthuria dengan nada berubah dingin dan terlebih Arthuria saat ini berusaha mendorong sebuah Pisau untuk melukai Naruto namun Naruto berhasil menahannya dengan menjepit pisau tersebut dengan kedua tangannya.

" Jika aku tahu kau di sana mana mungkin aku mengintip! Dan juga kenapa pula kau harus mandi di luar? Bagaimana jika tubuh indahmu di lihat orang lain?! " balas Naruto membela diri.

" Ecchi! Kau melihat semuanya bukan?! "

" Itu bukan salahku salahkan kau yang memperlihatkannya di depan umum?! "

" Kau ini! Benar-benar Mesum, bahkan kau tidak malu sedikitpun ketika melihat tubuh seorang perempuan!? "

" Tentu saja Malu baka!? Dan juga sudah aku bilang aku tidak sengaja melihat tubuh indahmu! "

" Ecchi! Hentai! " teriak Arthuria sambil memeluk tubuhnya dan menjauh dari Naruto.

" Aku memuji bukan Nafsu!? " bela Naruto " dan Juga kenapa kau harus mandi di sungai? Bukankah kau bisa mandi di kediaman Ini? " tanya Naruto.

" Ha-Habisnya.. Sungainya dingin jadi aku ingin mandi di Sungai " balas Arthuria malu-malu " Hah?! Kau tidak malu bagaimana jika ada yang lihat!? "

" Saat ini dia ada di depanku!? "

" Sudah aku bilang bahwa aku tidak sengaja Woi! "

.

" Be-Begitu ya " Gagap Arthuria ketika mendengar penjelasan Naruto " Go-Gomenasai " gumam Arthuria meminta maaf.

" aku juga minta maaf, aku juga tidak menyangka akan melihat 'Bidadari' ketika aku melewati batu tersebut " balas Naruto dengan wajah memerah sambil menggaruk belakang kepalanya.

" Jangan bahas lagi!? " mohon Arthuria dengan wajah memerah " Itu pujian! " balas Naruto yang juga malu.

" Selain itu... " gantung Naruto sambil bertopang dagu di lututnya " Aku tidak menyangka akan bertemu Clan Kesatria 'Pen Drangon' di sini, Bukankah kau harusnya ada di 'Tsunan'( Nakauonuma District ) ? "

" Soal itu... " Gumam Arthuria lirih " Apa kau tahu mengenai perang dunia 3 dimana banyaknya mati kesatria terpilih di jepang? " tanya Arthuria sambil menundukkan wajahnya.

" Jadi Begitu... Jangan katakan bahwa mereka di kubur di Omachi Osenkyo? " tebak Naruto membuat Arthuria Tersentak " Bolehkah aku berkunjung ke kuburan Mereka " pinta Naruto.

Tak lama setelah Naruto berpakaian kembali, Narutopun mengikuti Arthuria yang mengajaknya ke sebuah Kuburan bernama Omachi Osenkyo, Namun tanpa mereka sadari terdapat beberapa orang mengawasi mereka dari langit.

" itu dia, Target telah terlihat " gumam salah satu orang dari kelompok tersebut sambil menyeringai

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Omachi Osenkyo

.

Naruto dan Arthuria yang telah sampai di Omachi Osenkyo di buat terdiam terutama Naruto karena di hadapannya terdapat 300 Patung Kuburan keluarga Pen Dragon yang meninggal di Perang Dunia Ke 3.

" Jadi... Ini bagian dari Keluargamu... " gumam Naruto sambil mendekati kuburan yang besar yang bisa di pastikan adalah Kuburan pemimpin dari Pen Dragon yang ikut berperang " Ha'i, Kau pasti tahu bukan jika Perang Dunia Ke 3 Hampir melibatkan semua negara dan membuat Daerah Jepang hampir hancur karena menjadi daerah Perang " ucap Arthuria membenarkan.

" waktu itu Keluarga Pen Dragons sangatlah banyak, namun karena sedikitnya pasukan tempur Keluarga Pen Dragons bergabung dalam perang namun sayang mereka harus mati karena banyaknya musuh menggunakan senjata berat " lanjutnya " Termasuk Kakekku "

" Sang Kesatria yang akan di kenal jiwanya layaknya naga yang kuat dan berani, membawa Pasukan sedikit untuk mengarungi pertempuran. Alberto Pen Dragon, The King Of Battalions Dragons. Aku tidak menyangka dia adalah Kakekmu " gumam Naruto sambil mengelus patung berisi tulisan nama Kakek Arthuria.

" Ha'i, Akupun juga tidak akan menyangka akan hal itu " timpal Arthuria sambil tersenyum tipis. Naruto yang mendengar itu mulai berdoa.

Swush!

Mata Naruto langsung melebar memperlihatkan Mata kanannya yang berubah Jikkan dan dalam satu detik, Naruto telah berpindah di dekat Arthuria dan menggendong Arthuria ala Putri bangsawan.

Wush! Blaaar!

Dengan gerakan cepat Naruto langsung menghindar ke samping dan tak lama setelah itu Sebuah semburan Api menabrak tempat Arthuria berdiri tadi.

Naruto yang berhasil menghindar menghela nafas lega, lalu mata Naruto menatap ke atas di mana tampak Black Army muncul kembali dengan pasukan yang cukup banyak " Black Army lagi kah " gumam Naruto.

Plak!

" Ittai! Apa maksudmu tadi itu?! " kejut Naruto karena di tampar " Tu-Turunn Aku dasar Hentai! " teriak Arthuria dengan wajah memerah.

Swush!

" Tch! " Desis Naruto ketika beberapa kelompok Black Army menyemburkan Api naga mereka ke arahnya [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Enkitsubasa! "] teriak Naruto.

Bhaaatsh! Wush!

Tak lama setelah itu dari punggung Naruto keluar Darah merah yang membentuk sebuah sayap dan mulai melindungi Naruto dan Arthuria.

" untuk Saat ini aku tidak bisa menurunkanmu karena bisa saja mereka mengincarmu saat aku melawan mereka " ucap Naruto membuat Arthuria terkejut " Apa-Apaan itu? Kenapa aku juga terlibat? " tuntut Arthuria.

" Yang mereka incar adalah Aku, apapun yang berhubungan denganku mereka tidak akan segan menjadikannya Sandra agar aku menyerah " Balas Naruto.

Bhatsh! Wush!

Setelah merasa cukup, Naruto mengibaskan sayapnya mematahkan semburan api naga Black Army lalu berlari menjauh dari kelompok Black Army

" He-Hey! Turunkan aku! Aku bisa lari sendiri! " protes Arthuria " Jangan Bodoh, mereka berbanyak " bentak Naruto tanpa berhenti berlari " Yang terpenting kita harus lari! " lanjut Naruto.

Wush! Blaaar!

Naruto yang melihat air terjun kecil langsung melompat terjun bersamaan terjadi ledakan di belakangnya membuat Tubuh Naruto terdorong ke bawah sedikit keras.

Stap! Tap! Tap!

Namun dengan mudah Naruto menguasai tubuhnya hingga dirinya bisa berdiri di atas air lalu berlari kembali dengan cepat di atas aliran Sungai

" Ka-Kau bisa berlari di atas Air " kejut Arthuria terkejut " Ini bukan waktunya terkejut, yang terpenting kita harus pergi ke tempat yang aman untuk melawan mereka, tapi karena ini pemukiman Desa, kita hanya bisa memancing mereka ke tempat yang sepi " ucap Naruto sambil terus berlari.

Sret! Swush! Swush!

Dengan gerakan Lincah Naruto melakukan gerakan menghindar layaknya parkour di atas sungai ketika dia merasakan berbagai serangan Di belakangnya, Sementara Arthuria hanya bisa memejamkan matanya sambil memeluk erat leher Naruto agar tidak jatuh.

" Ck! " decih Naruto sambil sedikit melirik ke belakang " Kalian ingin main kejutan? Akan aku beri kalian kejutan kematian " ucap Naruto sambil memutar tubuhnya sesaat hingga di belakangnya perlahan terbentuk Naruto dari air yang mulai bangkit dan langsung mengadukan kedua lengannya.

Buum! Blaaaar!

Dua Tebing kecil yang ada di sisi Sungai langsung mengeluarkan Dinding tanah di depan Naruto membuat Tiga Black Army di depan terkejut dan menabrak dinding tersebut hingga meledak .

Sementara Black Army yang bagian belakang yang melihat itu dengan mudah menghindari dinding tersebut dan mengejar Naruto yang tampak sudah jauh.

Naruto yang mengetahui itu hanya Mendecak Kesal " Gomen jika aku meminta hal ini, tapi bisakah kau melukai sedikit jarimu dan teteskan ataupun oleskan Darahmu di Jamku " Pinta Naruto sambil terus berlari.

" Hah?! U-Untuk Apa?! " kejut Arthuria " Sudah lakukan saja! " balas Naruto tidak menerima penolakan.

" Ta-Tapi, aku tidak membawa senjata lagi " ucap Arthuri membuat Naruto hanya mendecak kesal " Jika begitu kemarikan Jarimu " perintah Naruto sambil mengambil tangan Arthuria menggunakan Darah yang muncul di punggungnya.

" He-Hey! Cotto! "

Grek!

" Ittai! " lenguh Arthuria kesakitan ketika Naruto menggigit Jari telunjuknya hingga berdarah, namun Gigitan Naruto tidak terasa sakit seperti umumnya.

" Gomen, tapi cepatlah kita tidak punya banyak waktu " Ucap Naruto setelah melepaskan gigitannya, Arthuria yang mendengar itu menatap kesal Naruto sebelum melakukan apa yang di perintahkan Naruto.

Sret!

Dengan cepat Arthuria menggosok darahnya pada Jam Naruto hingga Jam Naruto terkena noda darah Arthuria " Sudah " ucap Arthuria membuat Naruto menyeringai lebar " Yosh! Dengan begini kita mula! " teriak Naruto langsung mengambil arus belok kanan menuju sebuah gua di bawah pegunungan kecil.

Beberapa Black Army yang melihat itu mengikuti ke arah mana Naruto pergi dan sebagiannya lagi pergi menuju ujung Gua yang tak jauh dari mereka.

Tap! Tap!

Walaupun gelap, Naruto bisa melihat dengan jelas apa yang ada di Gua dan menghindari bebatuan-bebatuan Curam di dalam Gua.

Sret!

Setelah itu Naruto berhenti ketika merasakan bahwa jalur di depannya telah di kunci beberapa pasukan Black Army, Naruto yang mengetahui itu menatap Ke atas Di mana terdapat Lubang cukup besar untuk ke atas.

" Pegangan yang erat " perintah Naruto lalu melompat Ke atas lubang dan memanjatnya dengan cepat, Beberapa Black Army yang baru sampai langsung menatap ke atas di mana Naruto pergi, tanpa banyak bicara mereka langsung mengejar Naruto dengan memasuki lubang tersebut dengan naga mereka yang ternyata cukup untuk mereka.

Sret!

Wush!

Dengan sekali tarikan keras, Naruto memompa tubuhnya ke atas hingga terbang dengan cepat Ke Udara hingga dia berhasil keluar dan melayang di atas sebuah bukit kecil.

Naruto yang melihat beberapa Black Army yang masih ada dalam lubang mengendalikan Sel darahnya yang membentuk Tentakel di punggungnya ke depannya dan melilitkannya hingga berkali-kali hingga ujung dari lilitan tersebut membentuk sebuah tombak.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Brahmastra Asgoryuu! "] teriak Naruto.

Twush! Blaaaaar!

Seketika tombak tersebutpun melesat dengan cepat layaknya panah, ketika Tombak tersebut menghantam Black Army di dalam Lubang, terjadi ledakan besar hingga setiap Ujung Dari saluran Air di Bawah Gunung tersebut mengeluarkan Api.

Wush! Tap!

Tap! Tap! Tap!

Setelah mendarat, Naruto kembali berlari ketika melihat Beberapa Black Army yang tersisa sekitar 20 orang tengah melayang di udara mulai mengejar dirinya dan Arthuria.

" Ck! Kuso, mereka lebih banyak dari sebelumnya " desis Naruto, Arthuria yang sempat terpukau dengan teknik Naruto mulai menatap Naruto yang tampak lelah.

Arthuria yang melihat Naruto tampak kelelahan hanya bisa di buat terdiam, dia tidak menyangka Naruto akan melindunginya dari orang-orang yang dia tidak kenal, bahkan dia tampak tak peduli dengan dirinya sendiri seolah hanya dirinya yang penting harus di selamatkan

" U-Uzumaki-kun, berhentilah. Setidaknya biarkan aku membantumu untuk melawan mereka " pinta Arthuria " Jika itu sebaiknya tidak sekarang yang terpenting kita harus la.. "

Srash!

" AARRGGH! " perkataan Naruto terhenti ketika sebuah Gelombang Angin berhasil melukai punggungnya, Arthuria yang di gendongan Naruto tentu saja terkejut ketika sebuah serangan berhasil melukai Naruto.

" Uzumaki-kun! "

Blaaar!.

Begitu sebuah serangan melukai Naruto terjadi ledakan di belakang mereka membuat mereka terpental dan mendarat di sebuah tempat yang luas dan kosong.

" G-Ghh! Ku-Kuso! " Geram Naruto sambil berusaha berdiri dari berbaringnya " U-Uzumaki-kun Kau tidak apa? " tanya Arthuria Khawatir dengan wajah memerah, saat ini Arthuria berada di bawah dan Naruto berada di atasnya.

Arthuria yang akan mengarahkan tangannya yang melingkar di pinggang Naruto langsung terkejut ketika Luka Naruto perlahan beregenerasi dan pulih sepenuhnya ' I-Itu.. Bukankah tadi itu Teknik Regenerasi milik Clanku ' batin Arthuria.

Nyut!

" Nghh~ " Naruto yang mendengar lenguhan Arthuria menatap Arthuria yang tampak memejamkan matanya dengan wajah memerah, Naruto yang merasakan tangannya menyentuh sesuatu yang lembut menatap tangannya yang saat ini tengah meremas sebuah melon.

Bzit!

" HUWOOOO! " teriak Naruto langsung menjauh " JA-JA-JANGAN SALAH PAHAM YA! A-AKU.. TIDAK SENGAJA MELAKUKANNYA!? " teriak Naruto dengan wajah memerah.

Arthuria yang bisa duduk memeluk tubuhnya dengan wajah memerah, Arthuria ingin sekali berteriak marah ke arah Naruto namun hal itu harus terhenti ketika 20 Pasukan Black Army mengepung Mereka.

" Cih! Aku tidak menyangka mereka akan menurunkan sebuah Buronan untuk membunuhku, Freed Selzan, Missining Rank S, The Bandit Crazy " gumam Naruto sambil menatap ke salah satu orang yang dia tahu identitasnya.

" Wah-Wah, aku tersanjung kau mengetahui akan diriku Bocah. " ucap seseorang bernama Freed Selzan sambil menyeringai ke arah Naruto " Dan Aku tidak menyangka akan bertemu heiress Clan Pen Dragon " lanjutnya.

" Ka-Kau... Salah satu keturunan Clan Selzan yang membunuh keluargaku saat perang dunia 3 " gumam Arthuria tampak ketakutan.

" Khahahah! Aku tidak menyangka kau mengetahuinya juga, dan beruntung sekali, aku bisa membunuh 2 Target yang sungguh menarik " ucap Freed sambil menyeringai.

Bwuush!

Seketika Sebuah Api Merah terang mengelilingi Naruto dan Arthuria membuat Naga-Naga Black Army panik, Freed Yang melihat api tersebut ikut terkejut begitu juga Arthuria

' I-Ini ' kejut Arthuria.

[" Setsutouzuki : Pen Tenchou : Blood Arthur "] bisik Naruto.

Bwuuuuush!

Seketika Tubuh Naruto terbungkus Api merah yang perlahan membentuk beberapa Armor di tubuh Naruto " Heh! Kekuatan yang tidak terlalu buruk " dengus Naruto

" Kau hanya akan berdiam diri atau melawan, Arthuria-san " Suara Naruto membuat tubuh Arthuria tersentak lalu membelakangi Naruto dengan Aura Kuning yang mulai membara.

Dan perlahan Tubuh Arthuria mulai terbalut Armor berwarna Biru layaknya pasukan zaman kerajaan

" Hoho, Ternyata Clan Pen Dragon berniat mengorbankan Nyawanya " ejek Freed.

Jrash!

" COUGH! " batuk Freed mengeluarkan Darah ketika Bahunya tertusuk pedang Kasap mata.

" lawanmu bukanlah dia " Mata Freed seketika melebar ketika Mendengar Suara Naruto yang tiba-tiba sudah di belakangnya " Tapi Aku " lanjut Naruto.

Wush! Duak!

Dengan gerakan cepat Naruto langsung menendang bagian intim laki-laki Freed hingga menggerang kesakitan, Naruto yang berhasil memberikan serangan langsung mengayunkan pukulan mengenakan lengan kirinya dari sisi kanan belakang Freed hingga terjungkal ke samping.

Wush! Duak!

Setelah menjungkalkan Freed dengan gerakan cepat Naruto berputar sambil menendang wajah Freed hingga terpental sebelum berhenti menabrak beberapa pohon di belakangnya.

Wush! Crash! Crash!

Naruto yang merasakan ada serangan dari atasnya hanya diam di tempatnya karena sebelum dua Black Army menyerangqnya dari atas, mereka telah terjatuh dengan kepala Naga mereka terpenggal dan juga lengan kanan Black Army telah menghilang atau terputus

" Apa kau hanya akan diam memandangi musuhmu Uzumaki-kun? " tanya Arthuria yang berdiri di belakang Naruto sambil membelakanginya " Tidak. Aku hanya merasa bosan saja karena harus melawan mereka " balas Naruto sambil melirik ke sekitarnya di mana terdapat 10 Black Army tersisa.

Bwush!

Sret! Wush!

Naruto dan Arthuria yang melihat Black Army di depan mereka dengan naga mereka menyemburkan nafas api naga ke arah mereka langsung melakukan gerakan Menghindar di mana Naruto membuat sayap dengan Darahnya dan mengajak Arthuria terbang ke atas untuk menghindari semburan Api tersebut.

Wush! Wush! Wush!

Naruto yang melihat beberapa Naga black army menyemburkan api mereka ke arah mereka di udara langsung melempar lempar Arthuria di udara untuk menghindari semburan api tersebut.

" Khe! Kalian sepertinya orang-orang amatiran ya " dengus Naruto sambil menangkap Arthuria lalu melemparnya ke atas lebih tinggi Lalu menyilangkan kedua tangannya di depan.

[" Pen Technique: Noble-Phastams! "] ucap Naruto

Jrash! Jrarsh! Jrash!

Seketika seluruh kepala Naga Black Army terputus membuat Black Army terkejut melihat keadaan naga mereka.

Wush! Grep!

Plak!

Arthuria yang terjatuh langsung di tangkap kembali oleh Naruto, namun baru di tangkap, Naruto langsung menerima Tamparan dari Arthuria.

" Ka-Kau! Apa maksudmu tadi itu hah! " protes Arthuria " Maaf saja, aku melakukan itu untuk menyelamatkanmu dari semburan api tadi " balas Naruto tanpa marah sedikitpun karena tamparan Arthuria.

Jraash!

" ARRGHH! " teriak Naruto ketika sayap kirinya terputus oleh pedang cahaya yang sangat panjang, Sementara Arthuria yang melihat itu melebarkan matanya terkejut.

" Uzumaki-kun! " pekik Arthuria berusaha mengobati sayap Naruto namun Naruto lebih dulu melemparnya menjauh membuat Arthuria terkejut dengan tindakan Naruto.

Wush! Blaar! Blar! Blar!

Arthuria yang di lempar menatap tempat Naruto yang masih melayang dan setelah itu puluhan Black Army melancarkan serangan brutal ke arah Naruto hingga terjadi ledakan beruntun.

Wush! Sret!

Arhthuria yang akan menabrak tanah langsung menguasai tubuhnya hingga berdiri sempurna di Tanah " Uzumaki-kun! " pekik Arthuria menatap panik tempat Naruto di mana masih di serang secara brutal

" Khahahaha, Sungguh di sayangkan sekali " Arthuria yang mendengar suara Freed menatap tajam Freed yang memegang sebuah pedang Cahaya dan sebuah Pistol.

" Itu... Halfbur " gumam Arthuria ketika melihat senjata Freed " Sungguh sangat di sayangkan bahwa dia tidak bisa melindungi Pen Dragon! " ucap Freed langsung berlari ke arah Arthuria.

Wush! Trank!

Freed yang menebaskan pedangnya harus terkejut ketika Arthuria berhasil menahan serangannya dengan pedang Kasap mata. Arthuria yang melihat Freed lengah meningkatkan Auranya hingga terbentuk kawah kecil.

Trank! Dor! Sraash!

Setelahnya Arthuria mengibaskan pedangnya mementalkan senjata Freed dan langsung menunduk begitu Freed menembakkan pistolnya ke arahnya. Arthuria yang melihat celah besar mengibaskan pedangnya kembali hingga membuat luka di dada Freed namun tidak terlalu dalam.

" Cih! Jadi begitu... Itu sama seperti milik si pirang tadi " decih Freed, Arthuria yang mendengar itu hanya menatap tajam Freed. Dirinya juga sempat terkejut Naruto bisa menguasai teknik pedangnya yaitu Noble Phastams. Namun dia harus serius karena saat ini lawannya adalah salah satu clan yang pernah membantai keluarganya.

Wush! Trank! Trank!

Freed dan Arthuria yang dari tadi terdiam langsung saling melesat dan beradu senjata dengan sengit.

Arthuria yang melihat Freed mengibaskan pedangnya secara Horisontal menundukkan Tubuhnya dan mengepalkan tangan kirinya hingga bersinar kuning.

Twung! Blaaar!

Seketika Cahaya kuning tersebut meledak di sekitar Arthuria, Freed yang menyadari hal tersebut untungnya menghindar sebelum ledakan terjadi

Dor! Dor!

Ctank! Ctank!

Dengan lincah Arthuria membelah setiap peluru Freed lalu berlari ke arah Freed. Freed yang melihat itu menggenggam erat pedangnya hingga bercahaya.

" Haaaa! " teriak Freed sambil mengibaskan pedangnya. Arthuria yang menyadari itu mengepalkan tangan kirinya hingga bercahaya kembali.

Wush! Blaaaank!

Mata Freed seketika melebar ketika matanya melihat serangannya berhasil di tahan dengan sebuah perisai cahaya yang ada di tangan kirinya [" Pen Tehnique : Rulers! "] teriak Arthuria sambil mengibaskan senjatanya balik.

Jraash!

" Aarrghh! " teriak Freed ketika tangan kirinya terputus karena tebasan Kasap mata Arthuria " G-Ghh! Sialan! " geram Freed membuat banyak lingkaran cahaya dan menembakkan berbagai pedang cahaya ke arah Arthuria.

Trank! Trank! Trank!

Dengan mudah Arthuria menangkis setiap serangan Freed yang mengarah padanya, Namun setelah beberapa serangan yang dia tangkis, dia harus terkejut ketika di bawahnya muncul sesuatu berwarna hitam menghisapnya secara perlahan.

" Ghahaha! Dengan begini matilah seperti para leluhurmu! " tawa Freed layaknya orang gila " Gh! Ka-Kau.. Kau pengguna Dua Element yang berlawanan " desis Arthuria tidak percaya

" Khuhu, Sekarang matilah dengan tenang " ucap Freed sambil mengarahkan tangan tersisanya ke arah Arthuria, Arthuria yang melihat itu menatap tempat Naruto dan di sana tampak tak ada Naruto yang ada hanyalah sisa-sisa baju Naruto yang terbakar

' Apakah... Ini akhir hidupku ' batin Arthuria sambil memejamkan matanya.

Wush! Blaaaaaaar!

Seketika Di tempat Arthuria terjadi ledakan Angin yang kuat hingga membuat Freed terpental cukup jauh, Arthuria yang merasakan ledakan Angin menyilangkan tangannya.

" Apa kau datang hanya untuk mati? " Arthuria yang mengenal suara itu melebarkan matanya " Uzumaki-kun?! " kejut Arthuria ketika melihat Naruto berdiri di depannya sambil bertelanjang dada.

Mata Arthuria teralih menatap ke bawahnya di mana Lubang hitam tersebut telah menghilang ' Sudah hilang ' batin Arthuria.

" Ck, Sungguh merepotkan melawan kalian, tapi terima kasih atas uji cobanya " ucap Naruto sambil mendengus.

Bugh! Bugh!

Tak lama setelah itu dari langit, jatuh 10 mayat Black Army dengan keadaan mengenaskan membuat Arthuria harus menelan ludahnya dan menahan rasa muntahnya ketika melihat mayat Black Army yang mengenaskan.

" 'Slap' dan Juga terima kasih atas darah kalian " ucap Naruto sambil menjilati darah di tangannya.

Bhaaats!

Seketika dipunggung Naruto terbentuk Sembilan Ekor dari darah yang melambai-lambai " Dengan begini, persediaan darahku telah terpenuhi " lanjutnya sambil menyeringai.

Freed yang telah terbangun menatap tajam Naruto yang saat ini tampak berbeda, Arthuria yang melihat sifat keji Naruto langsung berlari ke arah Naruto.

Jrash!

Tak lama setelah itu Arthuria langsung menusuk bagian perut Naruto hingga tembus membuat Naruto menggerang kesakitan.

" Kau! Siapapun itu keluar dari Tubuh Uzumaki-kun sekarang " perintah Arthuria " K-Khee.. Kau... " geram Naruto dengan suara berat.

" Keluar sebelum aku musnahkan kau dengannya! " ancam Arthuria " Huh! .. kau pikir aku takut? " balas Naruto dengan suara berat

Bwuush!

Seketika pedang kasap mata Arthuria bersinar membuat Naruto menggerang dengan kerasnya.

Freed yang melihat kesempatan Langsung lari menyelamatkan diri membuat Arthuria menggeram marah, namun saat ini yang lebih penting adalah menyadarkan Naruto yang hilang kendali.

Pen Tenchou : Blood Arthur adalah sebuah Teknik yang menggunakan Energi besar hingga Energi mendidih dan menghasilkan Uap merah dari darah keturunan Pen Dragon.

Teknik Ini bisa saja di gunakan seseorang dari luar Clan namun mereka tidak boleh bersentuhan dengan darah lain ataupun meminumnya ataupun menjilatinya sedikitpun.

Jika terjadi maka mereka akan di rasuki oleh roh-roh Pen Dragons yang meninggal karena dengan begitu mereka bisa hidup kembali ketika titik didih darah mencapai sempurna.

Arthuria sangatlah berbeda dari Pen Dragons lain di mana Aura miliknya adalah Kuning, banyak yang menganggap Arthuria dulu hanyalah anak yang tidak sah dari Clan Pen Dragons, namun hal itu tidak benar karena di dalamnya terdapat sesuatu yang membuat auranya berbeda dengan Pen Dragon lain.

Arthuria yang bisa merasakan Roh yang merasuk Naruto masih ada mulai menempelkan Perisainya di depan Naruto dan Arthuria menaikkan pedangnya hingga ke dada Naruto membuat Naruto memuntahkan darah cukup banyak.

' Gomen Uzumaki-kun ' batin Arthuria sambil memejamkan matanya.

Triiiink!

Seketika Cahaya pada pedang Arthuria semakin terang hingga membuat Naruto memejamkan matanya sambil berteriak kesakitan.

" GRAAAAAARGGHH! "

.

.

.

.

" Engg~ "

" Kau sudah sadar? "

Di sebuah rumah yang cukup tua, tampak sosok perempuan saat ini tengah duduk di samping sosok Pria dengan balutan perban dari dada hingga perutnya.

Pemuda yang berbaring itupun membuka matanya dan mengerjapkan matanya berkali-kali sebelum melirik ke arah perempuan di sampingnya " A-Arthuria-san " gumam Pemuda tersebut.

" Ha'i, Aku di sini Uzumaki-kun, sekarang sudah aman " ucap perempuan yang tak lain Arthuria sambil membantu Pemuda yang tak lain adalah Naruto duduk dari berbaringnya.

" Apa yang terjadi? " tanya Naruto sambil menyentuh kepalanya yang masih terasa sakit " Kau di rasuki oleh leluhurku hingga lepas kendali, namun aku berhasil menghentikannya pada waktunya " jawab Arthuria.

" Dengan Cara menusukku? "

" Um, Pedangku Yaitu Noble Xebur adalah Pedang Suci yang bisa menyucikan hal-hal ternoda dengan cara menusuk mereka. Kau ternoda karena menggunakan Teknik yang hanya bisa di gunakan Clanku dan juga Kau menjilati darah yang ternoda, maka dari itu Teknik ini membuatmu lepas kendali membuat Roh yang belum tenang memudahkan mereka merasukimu karena mereka juga masih ternoda " jelas Arthuria panjang lebar.

" Souka.. Pantas saja ketika aku melawan mereka... " gumam Naruto menghentikan kalimatnya, Naruto yang tidak bisa mengingatnya mengusap wajahnya. " Lalu bagaimana dengannya? " tanya Naruto

" dia berhasil lari, tapi Lengan Kirinya telah terpotong sepenuhnya membuatnya memiliki Satu tangan " Jawab Arthuria membuat Naruto menghela nafasnya.

" Begitu ya " gumam Naruto

Keheninganpun melanda pada Mereka berdua, Naruto yang merasa suasana Canggung menggaruk pipinya yang tak gatal berusaha mencari topik.

" Anoo... Arthuria-san.. "

Plak!

" Ittai! A-Apa maksudmu akan tamparan tadi?! " tanya Naruto terkejut ketika Arthuria menampar pipinya lagi " Aku menamparmu karena kau itu Baka! " balas Arthuria membuat Naruto kesal.

" Hah?! Kenapa?! "

" Kau melukai dirimu sendiri hanya untuk melindungiku, Apa kau Bodoh? Aku bisa menjaga diriku sendiri tahu! "

" Hah?! Jika tidak ada aku kau pasti sudah mati?! "

" justru yang hampir mati itu kau " bentak Arthuria dengan suara tegas membuat Naruto terdiam " Te-Terlebih... " Naruto yang melihat Arthuria mulai malu-malu merasakan firasat buruk.

" Ka-Kau.. Kau harus bertanggung jawab! " Ucapan Arthuria membuat Naruto terdiam sesaat, Otaknya masih memproses perkataan Arthuria.

Wush!

" Hah?! " kejut Naruto sambil menjauhi Arthuria " A-Apa maksudmu aku harus bertanggung jawab?! " tuntut Naruto.

" I-Itu... Itu karena kau sudah menyentuhku sebanyak tiga kali " jawab Arthuria " Hah?! Sejak kapan?! "

" Pe-Pertama Kau menggigit Jariku hingga berdarah, Ke-Kedua Kau menyentuh dadaku ketiga Kau m-meremas dadaku " jawab Arthuria sambil memeluk tubuhnya.

" Co-Cotto Matte! Yang pertama itu untuk keselamatan tapi yang dua lagi itu tidaklah sengaja! " bela Naruto " T-Terlebih, Ke-Kenapa aku harus bertanggung jawab karena menyentuhmu sebanyak 3 Kali!? "

" Itu.. Karena peraturan keluarga kami " jawab Arthuria " Bagi Kami para Wanita yang belum memiliki pasangan akan di jodohkan dengan Pria yang bagi orang tua kami pantas maka dari itu mereka membuat larangan tidak boleh bersentuhan sebanyak 3 kali dengan orang luar, jika begitu mereka akan di anggap kotor dan di usir " jelas Arthuria membuat Naruto memasang wajah Honor.

" Ya-Yang benar saja! Se-Semua tadi itu tidak kesengajaan, Kenapa Aku harus bertanggung jawab!? " bela Naruto " Tapi kau tetap saja melakukannya, kau tadi bahkan hampir menjilati leherku! " balas Arthuria dengan wajah memerah hampir menangis.

Naruto yang melihat itu terdiam " Kau tahu, Karena hal ini aku sudah ternoda, jika kau tidak bertanggung jawab maka... " lirih Arthuria membuat Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal.

Dia bingung harus berbuat apa. Jika dia Menolak kehormatan Arthuria akan hilang, dan Jika dia menerima apa yang akan dia lakukan setelahnya tidak mungkin dia langsung menemui mertua dan bilang akan bertanggung jawab. Bisa-bisa dia di penggal.

" Ck! Baiklah aku akan bertanggung jawab " gumam Naruto dapat di dengar Arthuria " Tapi dengan Syarat tidak boleh ada yang mengetahui ini. Dan Juga Aku tidak ingin kau memaksaku menikah. Menikah membutuhkan waktu di mana kedua pasangan harus memantapkan hati mereka yang telah menyatu, tapi kita barulah saling bertemu jadi kita masih belum memiliki perasaan satu sama lain. Aku tidak ingin pernikahan di lakukan tanpa adanya cinta. Maka dari itu sebelum kita bertemu mertuamu, aku ingin kita mengenal satu sama lain lebih dulu " jelas Naruto dengan wajah serius.

Arthuria yang mendengar itu terpaku. Arthuria tidak menyangka bahwa orang yang saat ini duduk di depannya memperhatikan perasaannya. Dirinya hampir menangis karena dia akan menikahi orang yang baru dia temui dan Kenal tapi Naruto memperhatikan perasaannya, dia tidak menyangka bahwa Naruto sangatlah baik.

" Be-Benarkah kau akan bertanggung jawab? " tanya Arthuria, Naruto yang mendengar itu mengalihkan wajahnya yang merona tipis sambil mengangguk pelan.

Wush! Grep!

" Arigato... Arigato Uzumaki-kun " ucap Arthuria sambil memeluk Naruto erat " I-Ittai! S-Sakit Arthuria-san " ucap Naruto membuat Arthuria tersadar.

" O-Oh! Go-Gomen " maaf Arthuria dengan wajah memerah " U-Um " balas Naruto tak kalah merah

" Ne.. Uzuma.. "

" Panggil saja Naruto, aku sudah bilang untuk saling mengenal bukan " potong Naruto membuat Arthuria tersenyum tipis " Ha'i Naruto-kun " balas Arthuria sambil tersenyum manis membuat Naruto membalas senyum Arthuria dengan senyum tipisnya.

" ngomong-ngomong apa kau tinggal di sini? " tanya Naruto dan mendapat gelengan dari Arthuria " Ini adalah tempat bagi Keluargaku yang ingin menginap saat berkunjung ke kuburan leluhurku, karena jarak dari rumah ke sini memakan hampir 4 jam, jadi kami membuat tempat beristirahat di sini " jawab Arthuria

" Souka... Lalu dengan apa kau ke sini? " tanya Naruto penasaran.

" Nee-sama kau di dalam "

Naruto dan Arthuria yang mendengar suara orang diluar langsung tersentak " Nee-sama " beo Naruto " Ah, Cotto matte " balas Arthuria berlari pelan ke pintu masuk dan membukanya.

" Arthur sedang apa kau di sini " ucap Arthuria " Tentu saja mengecek keadaanmu Nee-sama, apa lagi aku merasakan tekanan Energimu " Balas Sosok bernama Arthur Pen Dragon.

" Ah, Kau ini. Kau terlalu Khawatir, aku bisa jaga diri kok " balas Arthuria " Ayo masuk, kebetulan Nee-sama ada tamu " ajak Arthuria mulai masuk ke dalam di susul Arthur yang tampak bingung ' Tamu? '

Setelah masuk, Arthur harus terkejut siapa tamu yang di maksud Nee-samanya " Ka-Kau... " gagap Arthur.

" Heh! Sepertinya dugaanku benar " dengus Naruto.

" U-Uzumaki Naruto " gagap Arthur " Lama tidak berjumpa Arthur-san, aku tidak menyangka bahwa kau adalah adik dari Arthuria-chan " sapa Naruto.

Arthur terdiam sesaat ketika melihat perban yang terbalut di tubuh Naruto dan juga sejak kapan dia kenal dengan Kakaknya.

" Nee-sama, Bagaimana kau kenal dengannya dan juga bagaimana bisa hal itu terjadi? " tanya Arthur beruntun.

" So-Soal itu.. " gumam Arthuria bingung harus menjelaskan dari mana tidak mungkin dia mengatakan dari Naruto mengintipnya hingga akhir bukan.

" Aku baru saja mengenalnya karena kami sempat bertemu di sini tanpa sengaja, dan juga Luka ini adalah Luka saat pertandingan waktu itu " jelas Naruto sambil berdiri

" Pertandingan? " Tanya Arthuria " Kau tidak mengetahuinya? " tanya Naruto.

" Nee-sama baru saja kembali dari Amerika jadi dia tidak mengetahui hal itu " Jelas Arthur membuat Naruto mengangguk paham " Nee-sama, apa kau pernah dengar seseorang yang di juluki The Genius From The Future? " tanya Arthur sekarang kepada kakaknya

" Eh? Maksudmu Orang yang sering menjadi berita hangat seluruh Dunia saat ini? " tebak Arthuria " Kau tahu siapa dia? " tanya Arthur lagi dan di balas Gelengan oleh Arthuria.

" Dia saat ini berdiri di depanmu "

.

.

" Eh? "

.

" EEHHH?! " kejut Arthuria menatap Naruto yang tampak tenang. " Ka-Kau.. Ti-Tidak mungkin " Gagap Arthuria tidak percaya.

" Apa dia tidak mengetahuinya selama ini? " tanya Naruto sambil melirik Arthur " Dia hanya mengetahui julukanmu tidak dengan namamu, dan yah~ kau tahu Nee-sama sebenarnya dia.. "

Buagh!

" Ah! Bukan apa-apa kok jangan terlalu di pikirkan " ucap Arthuria dengan wajah memerah sementara Arthur saat ini tengah pingsan karena di dorong kakaknya hingga membentur dinding.

Naruto yang melihat itu hanya sweatdrop, Arthuria yang melakukan hal di luar nalar untuk perempuan membalikkan badannya sambil menepuk-nepuk pipinya yang terasa panas.

' aahhh! Bagaimana ini! Di-Dia pasti menganggapku aneh, Da-Dan Juga... ' batin Arthuria dengan wajah memerah padam

Boft!

Naruto seketika tersentak ketika kepala Arthuria meledak kecil hingga mengeluarkan asap dan akan jatuh karena kehilangan kesadarannya, namun dengan sigap Naruto menangkapnya dan kembali Sweatdrop ketika melihat Arthuria pingsan dengan mata berputar-putar.

' Apa dia sakit? ' batin Naruto sambil menyentuh kening Arthuria.

Bzit!

Seketika Arthuria mendapat kesadarannya dan hal yang dia lihat pertama adalah wajah Khawatir Naruto " Oy, Kau tidak apa? " tanya Naruto khawatir.

" Be-Benarkah.. Benarkah kau si Jenius dari masa depan itu? " tanya Arthuria lemah membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya " Ya, itu memang aku. Memang kenapa? " tanya Naruto

" Tidak " jawab Arthuria mulai tersenyum dan mendekatkan tubuhnya ke arah Naruto menyembunyikan wajahnya di dada Naruto " Aku... Hanya senang saja "

Naruto yang mendengar itu menggaruk pipinya yang tidak gatal, dia bingung. Tadi dia tampak malu, lalu pingsan dan saat ini senang. What The Hell, dia semakin bingung akan tingkah perempuan yang ada di dekatnya saat ini.

.

18.00 PM

.

" Jaa~ Aku pamit dulu Arthuria-chan, Arthur-san " ucap Naruto sambil membungkukkan badannya pada Dua orang di depannya saat ini. Naruto saat ini telah berada di depan gerbang kediaman Pen Dragon yang berukuran besar.

Naruto mengikuti mereka hingga ke kediaman mereka untuk berjaga siapa tahi Arthuria akan di serang kembali.

" Naruto-san, Sebaiknya istirahatlah yang cukup dan jangan berkeliaran lagi. Ingat kau masih terluka " nasehat Arthur membuat Naruto mendengus " Paling kau hanya ingin menantangku lagi " Arthur yang mendengar itu terkekeh.

" Maa~ itu salah satunya " timpal Arthur " Kalau begitu aku duluan Nee-sama " ucap Arthur sambil meninggalkan Naruto dan Arthuria.

" Etto... Aku bingung harus berkata apa " gumam Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal " Ne Arthuria, Go.. "

Cup!

Tubuh Naruto seketika menegang ketika Arthuria dengan berani mencium bibirnya di depan gerbang kediaman Pen Dragon, Naruto yang di cium merona. Setelah beberapa menit berciuman Arthuria melepaskan Ciumannya dan tersenyum manis ke arah Naruto.

" Kau tidak perlu meminta maaf Naruto-kun, sebagai permintaan maafku akan lukamu ini, Ciuman tadi adalah Permintaan maafku padamu " ucap Arthuria membuat Naruto canggung " Ta-Tapi... "

" Kau sendiri yang bilang bukan? Kita harus saling mengenal, dan juga bukan masalah jika aku mencium calon suamiku bukan " bisik Arthuria dengan pipi merona membuat Naruto menegang dengan wajah memerah pula.

" A-Ah! Sebaiknya aku pergi sekarang lagi pula aku juga butuh Istirahat, Jaa Nee~ " Ucap Naruto cepat dan langsung pergi meninggalkan Arthuria yang tersenyum melihat kepergiannya.

" Aku tahu kau di sana Arthur " ucap Arthuria sambil melirik ke belakang di mana Arthur mengintip dari balik pintu " Kenapa Kau menciumnya Nee-sama, Aku tahu kau menyukainya sejak dia mendapatkan julukannya itu, tapi ingatlah kau seorang Putri " ucap Arthur membuat Arthuria terkekeh.

" Aku tahu siapa aku Arthur, Lagi pula apa salah aku mencium orang yang sangat aku sukai? "

" Maa~ Tidak sih. Hanya saja kalian baru bertemu bukan? Dan Juga aku tidak yakin pertemuan kalian tidak sengaja, sebenarnya seperti apa sih? "

" Itu Rahasia " jawab Arthuria sambil melewati Arthur " Apa sebenarnya hubunganmu dengannya tadi Nee-sama "

" Rahasia "

" Ta.. "

" Rahasia~ "

Arthur yang akan bertanya kembali di potong Oleh Arthuria yang saat ini bersemi semi senang. Arthur yang melihat tingkah kakaknya berubah hanya bisa bertanya, ada apa? Diapun melirik ke arah Kamera dan berkata " Hey! What Happend?! "

.

.

.

.

.

TBC

.

Selanjutnya Di Naruto : The Dragon Future

.

" Yo! Koneko-chan "

" Danchou ikutlah denganku "

" Wah! Kau sungguh cantik jika seperti itu Koneko-chan "

" Kenapa harus di kuil? "

" C-Cotto! Apa yang ingin kau lakukan?! "

.

Selanjutnya di Chapter 29 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Date With Shiro Neko.

.

Note : Yahoo! Update juga pada akhirnya nih bagi yang menunggu. Bagaimana Cerita kali ini? Menarik gak?.

Kali ini Chapter Dragons Future akan membahas Slice Of Life sebelum masuk ke Arc IV dan Juga di Setiap Chapter Slice Of Life saya akan berusaha membuat Adegan Romance Naruto dengan para Pairnya.

Lalu Kabar baik bagi pencinta Arthuria dan Koneko, Mereka akan saya masukkan ke dalam Pair karena kalian pasti tahu bagaimana mereka.

Lalu Untuk [" Pen Tenchou : Blood Arthur "] adalah Teknik Inspirasi dari Shiki Fujjin, Edo Tensei dan Gedo Rinne Tensei. Seperti yang di jelaskan di atas Teknik ini di Khususkan untuk Clan Pen Dragon, dan jika penggunanya buka Clan Pen Dragon maka Darah Pengguna akan ternoda dan membuatnya hilang kendali karena Darah mereka harus Suci. Jika mereka lepas kendali, Arwah Yang belum tenang dari Clan Pen Dragons Akan merasuki mereka dan berusaha mengambil alih tubuhnya untuk hidup kembali.

Di Arc Slice of Life ini hanya akan ada sedikit pertarungan, kebanyakan akan menceritakan kehidupan sehari-hari dan Romance.

Lalu jika kalian bertanya kenapa Naruto baik pada Ruko/Naruko dan Sara itu karena Naruto belum mengetahui bahwa mereka adalah adiknya jadi Naruto hanya menganggap mereka hanya satu Clan. Lalu kenapa Naruto hampir tidak bisa membenci keluarganya? Hmm~ bagaimana ya bilangnya.. Kalian pasti tahu sendiri bukan Bahwa Keluarga adalah bagian terpenting dalam hidup kita.

Mereka yang melahirkan kita dan juga membesarkan kita, walau mereka tidak membesarkan kita, dan kita membenci mereka, kita tidak akan pernah bisa membencinya selamanya. Itu adalah pengalaman yang saya pelajari.

Di Chapter Berikutnya Naruto akan Date dengan Si Shiro Neko, dan waktunya Lolicon tiba.

Blaaaar!

" FBI! "

" Anda Di Cyduk! "

Err~ Sepertinya aku salah bicara. Kalau begitu saya pamit undur Diri, Saya harus menjelaskan sesuatu dengan para FBI sableng ini. Jaa~

.

Please Review