Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina, Koneko ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 29 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Date With Shiro Neko
.
Minggu, 25 November 2090
Kamar Naruto
07.00 AM
.
Di sebuah Kamar di Gedung DSA, tampak sosok pemuda saat ini tengah tertidur di kursi kerjanya dengan kertas berserakan di sana-sini, bahkan Hologramnya di depannya masih menyala memperlihatkan Foto Sebuah Pulau dengan Kubah melindungi pulau tersebut dan Pulau tersebut tengah di angkat oleh 10 Kapal besar.
Twing!
" Naruto-kun "
Naruto yang tertidur langsung mengejang dan perlahan membuka matanya " Hoooaaaammm~ "
" Apa Kau begadang lagi Naruto-kun "
Naruto yang telah terbangun mendengar sebuah suara dari Hologram di depannya mengucek matanya lalu menguap kembali " Hooaam~ Maa seperti itulah " jawab Naruto sambil menyandarkan tubuhnya yang masih terasa lelah.
" Aku tahu Kau penasaran dengan Pulau yang kau minta kami jaga dan teliti ini, tapi kau tidak perlu memaksakan dirimu bukan "
Naruto yang mendengar itu memijit dahinya yang terasa pening " Kubah yang melindungi Pulau itu tidak bisa di hancurkan, Kubah itu seperti sistem Kunci Pintu otomatis, dimana Ada Pintu pasti ada Kunci, dari hasil penelitian selama ini Kami menemukan Fakta Jika Inti Pulau di temukan kita harus memasukkan inti tersebut agar Pulau tersebut menghilangkan kubahnya "
Naruto yang mendengar itu melirik ke arah Sebuah Bola tertutup Kain putih, Naruto menatap diam bola tersebut sebelum menghela nafasnya.
Jika kalian ingin tahu apa yang mereka ingin bicarakan, mereka tengah membicarakan sebuah Pulau yaitu Kitrugon, tempat kelahiran Kurama dan Kelompoknya.
Pulau tersebut saat ini di bawa oleh orang kepercayaan Naruto di atas benua Besar agar tidak membuat perhatian kepada Masyarakat, Pulau Kitrugon telah di angkut begitu Naruto selesai bertanding melawan Shira.
Naruto menemui kapten laut Korea yang mengangkut Pulau tersebut ke atas dan memberitahukan kepada orang terpercayanya untuk memindahkan Pulau tersebut dan menelitinya dan sudah 2 Minggu hal itu berlalu dan baru kemarin malam dia bisa melanjutkan penelitian mengenai Pulau Kitrugon yang selalu membuatnya penasaran.
Dimana Pulau yang tenggelam tersebut merupakan Pulau yang menjadi pertarungan empat naga terkuat Kyuubi, Thirexa, Great Red, Dan Ouorobos. Kenapa Naruto sangat penasaran dengan pulau itu karena...
Madara Uchiha.
Madara Uchiha sosok yang pertama kali menginjakkan kakinya di Pulau Kitrugon dan mengendalikan Kyuubi dan Dua Rival Whitegon dengan Sharingan miliknya namun keingintahuannya terhenti karena di beritahu bahwa ada Kubah yang menghalanginya.
Jika saja Kubah tersebut tidak ada, dia akan ke pulau tersebut dan meneliti dengan Jikkan miliknya untuk mencari kisah naga Kitrugon dan Jejak Madara Uchiha yang masih hidup
.
Flashback
.
Setelah selesai pertandingan Naruto Vs Shira.
.
Tap! Tap!
Dengan langkah tenang Naruto berjalan di belakang Teamnya sambil menatap Teamnya yang bercanda ria di depannya setelah pertarungannya melawan Shira, Naruto yang melihat sosok yang dia tunggu memberhentikan langkahnya sesaat lalu berjalan ke sosok tersebut tanpa di sadari siapapun.
" Bagaimana? " tanya Naruto serius pada sosok yang merupakan Kapten dari pangkalan laut Korea selatan " Kami sudah mengangkatnya ke dasar laut sesuai permintaanmu " jawab Orang tersebut.
" namun kami kesusahan saat mengangkatnya karena ada sebuah Kubah putih yang melindunginya " lanjutnya membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.
" Kubah? " beo Naruto " Anda bisa melihatnya sendiri, lagipula kami tidak bisa menjaga Pulau itu terus karena kami harus menjalankan misi besok " lanjutnya tidak ingin buang-buang waktu.
Swuung!
Tak lama setelah itu muncul Duplikat Naruto dari hologram " Kau bawalah dia, Dia akan menggantikanku " ucap Naruto asli " Aku juga tidak ingin menimbulkan kecurigaan kepada Anggotaku saat ini. " ucap Naruto yang dapat di mengerti oleh Orang tersebut.
.
Perairan antara Korea selatan dan Jepang.
.
Setelah berada di tengah laut Korea dan Jepang, Naruto dari Hologram di buat terkagum ketika melihat pulau di depannya yang merupakan Pulau Kitrugon.
Dia di buat terkagum akan besar Pulau yang ada di depannya, bahkan matanya bisa melihat keindahan pulau tersebut di malam hari dari balik kubah yang menutupi Pulau tersebut.
" Benar-Benar keren " kagum Naruto lalu mengetik Hologramnya dengan cepat hingga memperlihatkan wajah sosok wanita berambut kuning panjang dengan mata hijau indah, tak lupa sebuah kaca mata menghiasi wajah wanita tersebut.
" Ada apa kau memanggilku Naruto-kun? " tanya Wanita tersebut
" Tearju-chan, perintahkan orang-orang di sana untuk datang ke koordinat yang aku kirimkan dengan Pesawat Oergon sebanyak 10 pesawat, beritahu mereka bahwa mereka akan membawa sebuah pulau Legenda ke Amerika " ucap Naruto sambil membalikkan Kameranya membiarkan Wanita bernama Tearju melihat pulau yang dia maksud.
" Woooh! " kagum Tearju " Naruto-kun, mungkinkah... "
" Um, Pastikan tidak ada yang melihatnya jika berhasil di bawa ke Amerika aku serahkan penelitian padamu dan orang terpercayamu Tearju-chan "
" Baiklah! "
Setelah menunggu 2 jam, sebuah Pesawat besar melebihi Ufo sedang bernama Oergon datang dan mulai mengangkat Pulau tersebut ke udara dan membawanya ke Amerika. Sejak hari itulah Penelitian Mengenai Pulau Kitrugon di mulai tanpa di ketahui siapa pun kecuali Naruto dan Tearju.
.
Flashback End
.
Deg!
" UGH! " lenguh Naruto keras sambil memegang kepalanya yang terasa sakit " Naruto-kun kau tidak apa? " Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum menggumam sebagai jawabannya.
" Um, Aku tidak apa " jawab Naruto " Tearju-chan, bisakah aku meminta kau memberitahukan ini kepada semua unit di sana? "
" Tentu saja "
" Perintahkan mereka untuk menemukan celah kecil di Pulau itu, Jika kita menemukan celah kecilnya ada kemungkinan Kubah itu bisa di hancurkan. Jika tidak bisa lakukan saja penelitian seperti biasanya " pinta Naruto atau lebih tepatnya perintah.
" Baiklah, akan saya beritahukan "
Twing!
Suara tersebutpun terputus membuat ruangan Naruto menjadi hening, Naruto yang merasa tak ada urusan lagi mulai merapikan kamarnya lalu bersiap untuk mandi.
.
Tap! Tap!
Setelah membersihkan tubuhnya dan memakai pakaian rapi, dengan tenang Naruto menuruni tangga dekat kamarnya menuju ruang tamu yang ada di Gedung DSA, dan Di ruang tamu tersebut telah berkumpul Asia dan Shiina yang tengah memasak, Tohka dan Kirin yang duduk bersama sambil menonton televisi sementara Kurumi tak terlihat, untuk Aiz saat ini dia tengah mengasah senjatanya agar tetap tajam.
" Ohayo " sapa Naruto lalu duduk di kursi ruang makan " Ohayo Nii-chan " balas Asia dengan senyum cerahnya
" Ohayo " Balas Tohka tanpa mengalihkan pandangannya
" O-Ohayo Danchou " balas Kirin sambil tergagap.
" Ohayo Naruto-nii " balas Shiina sambil tetap memasak
" Ohayo " balas Aiz sambil mengasah senjatanya.
" Ne Kurumi-nee ada di mana? " tanya Naruto yang tidak melihat Kurumi " Dia bilang ada urusan penting, saat menanyakan urusan penting seperti apa dia tidak memberitahukannya pada kami " jawab Asia.
Naruto yang mendengar itu hanya menggumam, tentu dia juga penasaran hingga urusan seperti apa yang membuat Kurumi pergi sepagi ini.
" Naruto-nii berpakaian rapi ingin ke mana? " tanya Shiina sambil membawakan sarapan untuk Naruto.
" Oh, Aku hanya ingin berkeliling saja untuk minggu yang tenang ini, aku bosan karena sejak kemarin aku sudah di sibukkan dengan Laporan dari DSA di Amerika " jawab Naruto lalu meneguk air di gelas yang di bawakan Shiina.
" Memang Laporan apa yang di bawakan oleh Tearju-nee? " tanya Asia, Naruto yang mendengar pertanyaan Asia terdiam sebelum mengalihkan pandangannya " Rahasia "
" Eh!? Kau juga Nii-chan?! " kejut Asia tidak percaya jika kakaknya juga merahasiakan sesuatu.
.
Kurumi Side
.
Sementara untuk Kurumi, saat ini Kurumi tengah duduk di sebuah Batu sambil menghadap kepada Sosok Pemuda berambut Raven yang saat ini tidak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya terikat banyak tangan yang muncul dari ketiadaan.
" Apa maumu Kurumi? " Kurumi yang di tanya memutar-mutar senjatanya lalu menatap tajam Pemuda di depannya " Aku hanya ingin bertanya lagi padamu mengenai pembantaian Clan Uchiha secara sembunyi-sembunyi dan Juga Mengenai Rencana Danzo karena kau juga terlibat di dalamnya " jawab Kurumi lalu menodongkan senjatanya kepada mata Itachi.
" Jikapun kau menipuku jangan salahkan aku kau akan hidup tanpa Sharingan, ingat Itachi akulah yang mengatur waktu saat ini bukan kau " lanjut Kurumi dengan ancaman bukan main.
Itachi yang mendengar itu terdiam " Sebenarnya apa tujuanmu membunuh Clanmu sendiri secara sembunyi-sembunyi? " tanya Kurumi langsung to the point.
" itu Karena Danzo memintaku untuk melakukannya agar dia bisa mengambil mata Sharingan Clanku dan menggunakannya sebagai Izanagi " jawab Itachi dengan suara datar " Aku yakin bukan hanya itu " Ucap Kurumi dengan suara dingin.
" Apa ini berhubungan dengan Uchiha Madara? " tanya Kurumi membuat tubuh Itachi menegang dan menatap tajam Kurumi dengan Sharingan yang telah aktif.
Cklek!
" Jangan memancingku Itachi, ingatlah kau ada di dalam Waktu milikku saat ini " ancam Kurumi sambil menarik pelatuk senjatanya, bahkan suara pelatuknya bukan hanya satu melainkan seratus senjata api telah di tarik pelatuknya dan bersiap menembak Itachi dari berbagai arah.
Itachi yang mendengar itu menggeram kecil sebelum mematikan Sharingannya " Bagus, Uchiha. Sekarang jawab pertanyaanku " ucap Kurumi dengan seringai mengerikan.
.
Naruto Side
10.00 AM
.
Sementara di sisi Naruto, Naruto saat ini berjalan dengan santai di Kota Tokyo sambil melihat sekelilingnya untuk mencari hiburan, langkah laki Naruto terhenti ketika sosok orang yang pernah dia lawan saat ini berdiri di depannya.
Naruto yang terdiam beberapa detik melanjutkan langkahnya melewati orang tersebut, Namun langkahnya terhenti ketika pemuda tersebut meneriakkan namanya.
" TUNGGU UZUMAKI NARUTO! "
" Ada apa? Aku rasa kita tidak memiliki urusan penting, Kirigaya Kazuto, atau aku harus panggil Kirito Kazuto " balas Naruto sambil melirik orang tersebut yang tak lain adalah Kirito.
" Gh, Kau! Ayo kita bertanding ulang! " tantang Kirito membuat perhatian Masyarakat tertuju pada mereka " Maaf saja, tapi aku tidak ingin melawanmu, aku sedang tidak ingin bertarung dengan siapapun " jawab Naruto terkesan acuh.
" Ghh! Temee... " geram Kirito melesat ke arah Naruto dengan tangan terkepal.
Sret! Duak! Set!
Dengan gerakan cepat Naruto menendang Dagu Kirito hingga kepalanya mengadah ke atas lalu mengarahkan sebuah sentilan pada leher Kirito " Dengarkan aku Brengsek, aku sedang tidak ingin bertarung jadi jangan pancing aku untuk bertarung. " ucap Naruto dengan suara dingin.
Buagh!
" jika kau ingin bertarung sebaiknya kau sparing dengan Anggotamu saja " ucap Naruto setelah memberikan sebuah pukulan pada perut Kirito hingga Kirito terseret beberapa meter memegangi perutnya yang kesakitan.
Merasa urusannya sudah selesai Naruto pergi meninggalkan Kirito yang meringis kesakitan, bahkan Masyarakatpun ikut mengabaikan Kirito karena bagi mereka yang menantang orang penting seperti Naruto tidak perlu di tolong ketika mereka terluka.
Tap! Tap!
Naruto yang awalnya kurang mood semakin Bad Mood ketika dia di ajak tanding oleh Kirito, dia yang sudah tidak ingin bertarung karena bosan di ajak bertarung, tentu saja dia kesal apa lagi dia di paksa untuk bertarung.
' Ck, Kuso! ' umpat Naruto sambil menendang sebuah batu hingga bergelinding ke seseorang berambut putih bertubuh kecil, Naruto yang melihat sosok tersebut menaikkan sebelah alisnya karena mengenal ciri-ciri orang tersebut.
" Danchou? " dan benar saja perkiraannya, dia adalah Koneko Toujou, salah satu anggotanya yang imut walau memiliki wajah datar " Yo! Koneko-chan " sapa Naruto sambil mendekati Koneko.
" Kau sedang apa di sini Koneko-chan, dan juga kenapa kau memakai telinga kucing, ekor kucing dan pakaian miko? " tanya Naruto sambil menatap lekat Koneko yang tampak imut seperti kucing.
" Aku bekerja sampingan di sebuah Kuil, Danchou sendiri mau ke mana? " jawab Koneko lalu bertanya balik pada ketuanya " Aku? Aku hanya jalan-jalan saja, lagi pula ini hari minggu jadi aku menghabiskan waktu luangku untuk bersantai " jawab Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Kruuk~
Naruto yang mendengar suara perutnya merona menahan malu, Koneko yang mendengar suara perut ketuanya tersenyum tipis " Apa kau belum sarapan Danchou? " tanya Koneko.
" Yaa~ sebenarnya sudah, tapi entah kenapa terasa kurang " jawab Naruto sambil tersenyum malu.
Grep!
" Eh? " kejut Naruto ketika tangannya di genggam oleh Koneko " Ikuti aku Danchou, aku akan mengantarkan Danchou ke tempat makanan kesukaanku " ajak Koneko sambil menarik tangan Naruto, sementara Naruto yang di tarik hanya menurut saja.
Sambil berjalan bersama Koneko, Naruto menatap Koneko dengan rona tipis di pipinya dia tidak menyangka bahwa anggotanya cukup imut dan cantik jika berpenampilan seperti sekarang ini.
' Kuso, entah kenapa dia tampak berbeda dari biasanya ' batin Naruto menggerutu dalam hatinya, sementara Koneko saat ini berjalan dengan wajah datar walau saat ini pipinya benar-benar merona karena hari ini dia menggenggam tangan ketuanya yang dia cintai.
.
Setelah cukup lama berjalan, Naruto dan Koneko berhenti di sebuah toko yang membuat Naruto menyipitkan matanya, karena saat ini mereka berdiri di depan sebuah toko roti yang terkenal akan rasanya dan tekstur rotinya, dan juga dia tahu bahwa toko roti di depannya ini menjual makanan yang manis-manis.
" Etto.. Koneko-chan.. " perkataan Naruto terhenti ketika Koneko memberi isyarat diam dan tetap di tempat sementara Koneko masuk ke dalam toko tersebut. Naruto hanya diam dan menurut saja, entah kenapa saat dia ingin menggerakkan tubuhnya, tubuhnya seolah kaku menerima perintahnya.
Tak butuh lima menit, Koneko keluar dengan sekantung Roti di pelukannya, Naruto yang akan mengeluarkan suara kembali harus tertahan ketika Koneko memasukkan sebuah roti ke mulutnya.
Naruto yang di masukan roti menatap Koneko yang menatapnya, seolah mengerti arti tatapan tersebut Naruto mengunyah roti tersebut hingga habis dan menelannya " Bagaimana? " tanya Koneko meminta pendapat.
" I-Ini Enak sekali Koneko-chan, ha-hanya saja memakan yang manis-manis di pagi hari bisa-bisa diabetes nanti " nasehat Naruto " Jangan khawatir, Diabetes tidak akan terjadi jika kau memakan roti dari toko ini " jawab Koneko membuat Naruto sweatdrop.
" Bagaimana mungkin? "
" Itu karena Roti ini mengandung gula hanya sekitar 2,5%. Roti ini lebih banyak mengandung tepung, telur dan mentega sebanyak 30%, untuk kenapa rasannya sangat manis karena Gula di cairkan dan langsung di campur ke adonan, maka dari itu kenapa Roti di tempat ini manis " jelas Koneko dengan mata membinar.
' Entah kenapa dia mengingatkanku akan seseorang yang rakus ' batin Naruto sambil sweatdrop.
.
Other Side
.
" Hachii! " bersin Tohka lalu menggosok hidungnya
.
" S-Souka... " gumam Naruto sambil mengambil satu roti di kantung Koneko lalu memakannya dengan tenang, Koneko yang telah menghabiskan dua roti kembali menarik lengan Naruto untuk mengikutinya, sementara Naruto hanya menuruti tarikan Koneko.
Masyarakat yang melihat Naruto dan Koneko memandang iri dan cemburu mereka karena mereka tampak serasi walau mereka makan sambil jalan, sementara Naruto dan Koneko hanya acuh saja.
Setelah menghabiskan roti yang di beli Koneko, saat ini Koneko mengajak Naruto ke sebuah rumah makan yang ada di Tokyo, Naruto menatap diam Rumah makan di depannya sebelum di ajak masuk oleh Koneko.
" Selamat datang! " Naruto yang melihat pelayan menyambutnya menyipitkan matanya, Pemuda berambut kuning, berwajah cantik, tubuh tegap dan senyum yang biasa membuat dirinya marah " Kiba " gumam Naruto.
" Selamat datang Wahai pangeran dan permaisuri, bisakah saya mela.. "
Grek!
" Sebaiknya tidak perlu bercanda di sini Barbie " Ucap Naruto dengan nada marah dengan aura kemarahan di belakangnya. Bahkan Naruto tak segan mencengkeram kepala Kiba
.
" Souka... Jadi kau kerja sampingan di Rumah makan ini " gumam Naruto ketika mendengar cerita Kiba, Sementara Koneko telah makan dengan tenang " Ha'i, lagi pula aku juga membutuh biaya untuk kehidupan sehari-hariku " timpal Kiba.
Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum menghela nafasnya " Jika kau bercerita padaku mengenai ini pasti aku akan membantumu Kiba " gumam Naruto membuat Kiba terkekeh.
" Itu tidak perlu Danchou, lagi pula aku lebih senang berusaha sendiri seperti yang Danchou lakukan hingga sekarang " balas Kiba sambil tersenyum " Ngomong-Ngomong Kiba... " gantung Naruto sambil menatap sweatdrop ke depan di mana Koneko saat ini makan sebuah Es berukuran besar.
" Apa dia selalu makan sebanyak itu di sini? " tanya Naruto membuat Kiba terkekeh " Hampir sering Danchou, bahkan dia bisa saja menghabiskan 3 mangkuk es krim sebesar itu " Naruto yang mendengar itu memandang honor Koneko.
' Perut macam apa yang ada di tubuhnya ' batin Naruto " Etto.. Koneko-chan.. Apa kau tidak takut.. " gantung Naruto tidak enak menyinggung perasaan wanita jika dia berkata gendut.
" Makan Es Krim ini tidak akan membuatku gendut Danchou, karena Es Krim ini di buat dari susu yang di campurkan dengan rasa buah yang membuat Es Krim ini menghasilkan Protein dan Vitamin " jelas Koneko " Matte! Memang ada Es Krim seperti itu?! " kejut Naruto tidak mengetahui hal seperti itu.
" Hahaha, jika masalah makanan Koneko adalah Ratunya Danchou, dia sudah memakan banyak makanan di seluruh tempat yang dia kunjungi, kami menyebutkan The Queen of Food " ucap Kiba membuat Naruto terdiam sesaat sebelum menghela nafasnya " Begitu ya.. " gumam Naruto pasrah.
" Ngomong-Ngomong Kiba, apa ada... "
" Tentu saja, kami sudah menyiapkan untukmu Danchou " belum selesai berucap Kiba telah memotongnya membuat Naruto mendengus sesaat " Lain kali biarkan aku selesai bicara dulu dasar Barbie "
.
Tring~
" Silahkan datang kembali! " ucap Kiba sambil melambaikan tangannya pada Koneko dan Naruto yang telah pergi meninggalkan rumah makan yang dia tempati untuk bekerja.
" Hahh~ Kenyang sekali " gumam Naruto sambil mengelus perutnya
Sret!
Naruto yang merasakan tarikan pada bajunya menoleh dan mendapati Koneko yang menatapnya " Ada Apa Koneko-chan? Jika kau mengajakku makan lagi aku sudah kenyang " tanya Naruto penasaran.
Koneko menggelengkan kepalanya menandakan bahwa mereka tidak akan makan lagi " Danchou ikutlah denganku " ajak Koneko sambil menarik Naruto ke sebuah tempat.
Tak lama setelah itu mereka akhirnya sampai di sebuah Kuil bernama Kuil Nekomata ( ilustrasi ) Naruto yang baru pertama kali mengunjungi Kuil Nekomata di buat terkagum, apa lagi penjaga kuil Nekomata adalah Half-neko, setengah manusia kucing.
" ah! Koneko-nee! " pekik Anak-anak yang berkunjung melihat kedatangan Koneko, Koneko yang di sambut berlari kecil ke arah Anak-anak tersebut lalu memeluknya, Naruto yang melihat Koneko cukup terkenal di kuil ini hanya tersenyum.
" Uzumaki-sama " Naruto yang mendengar namanya di panggil menoleh ke sumber suara hingga dia melihat sosok perempuan berambut hitam, bertelinga kucing putih, memiliki mata ungu yang indah, bertubuh ideal tengah berdiri tak jauh darinya dengan pakaian miko melekat di tubuhnya.
" Himari-chan?! " kejut Naruto ketika melihat siapa yang dia lihat " Lama tidak bertemu Uzumaki-sama, bagaimana kabarmu? " tanya perempuan bernama Himari.
" Aku baik-baik saja. Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini " jawab Naruto Lalu menatap lekat Himari dari atas sampai bawah, Himari yang mendengar itu hanya tertawa halus menanggapinya " Begitu juga denganku Uzumaki-sama, Kau bahkan berteman dengan Koneko-chan dan menjadikannya anggotamu "
" Kau mengenal Koneko-chan? " tanya Naruto penasaran " Um, kami sudah saling kenal selama 3 tahun " jawab Himari membuat Naruto melirik ke arah Koneko yang bercanda dengan anak-anak.
" Uzumaki-sama... "
" Tolong panggil aku Naruto, Himari-chan. Kau yang dulu merupakan Anggotaku di DSA yang paling setia tidak perlu memanggilku seperti itu lagi, lagi pula urusan antara bos dan anak buah sudah hilang selama 2 tahun ini " potong Naruto sambil tersenyum ke arah Himari yang terdiam lalu tertawa halus.
" Ha'i, Naruto-kun " jawab Himari " Jaa~ maukah kau mengantarkanku berkeliling, jujur saja ini pertama kalinya aku datang ke sini? " pinta Naruto " Dengan senang hati Naruto-kun " jawab Himari lalu mengajak Naruto berkeliling.
Koneko yang melihat Naruto tengah berkeliling bersama Himari hanya menatap cemburu mereka, namun melihat interaksi mereka yang tampak seperti sahabat membuat Koneko hanya diam membiarkan mereka menghabiskan waktu berdua beberapa saat.
.
" Setelah keluar Dari DSA, kau bekerja di sini? " tanya Naruto " Ha'i, Naruto-kun tahu sendiri sifatku bukan " jawab Himari membuat Naruto terkekeh.
" Tentu saja. Kau yang memiliki sifat setia dan mengabdi akan sesuatu yang kau percaya pasti akan bekerja di sini karena kau setia dan mengabdi pada Kuil dan Clanmu " timpal Naruto " Bahkan kau juga setia padaku walau aku mengatakan untuk tidak perlu seperti itu dulu " lanjutnya membuat Himari tertawa halus
" ngomong-ngomong Naruto-kun, apakah semua sehat-sehat saja? " tanya Himari penasaran " Tentu saja, semua sehat. Dan kau tahu semenjak kepergianmu, Grayfia tidak bisa berhenti menangis, bahkan dia sempat mengurung dirinya di kamarnya " jawab Naruto sambil terkekeh mengingat tingkah Grayfia yang biasanya berwajah datar menangis.
" Fufufu~ lain kali bolehkah aku mampir Naruto-kun? "
" Tentu saja, pintu DSA terbuka untukmu Himari-chan, lagi pula kau adalah anggota terpentingku " jawab Naruto sambil tersenyum " Penting seperti apa? " tanya Himari dengan nada menggoda bahkan Himari tak segan menggoda Naruto sambil memeluk lengan Naruto.
Naruto yang di peluk tangannya hingga terapit dua melon merona " Y-Ya~ bagaimana mengatakannya ya... " gugup Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dengan tangannya yang bebas.
Himari yang melihat wajah Naruto tampak malu di sertai gugup tertawa halus lalu melepaskan pelukannya membuat Naruto bernafas lega di dalam hati.
" Ngomong-ngomong Himari-chan, apa kau tahu kenapa Koneko-chan bekerja di sini? Maksudku.. " tanya Naruto sedikit bingung merangkai kata " Kenapa harus di Kuil? " lanjut Naruto
" Apa kau tahu cerita mengenai keluarga Koneko-chan yang di bunuh oleh Kakaknya sendiri? " tanya Himari dengan nada lirih, Naruto yang sebenarnya sudah mengetahuinya dari Kiba mengangguk pelan.
Keluarga Koneko di bunuh oleh kakaknya sendiri yaitu Kuroka Toujou tanpa di ketahui alasannya namun Naruto yakin itu berhubungan dengan Clan Uchiha.
" Sebelum Keluarganya di bunuh, Koneko sempat melarikan diri, namun dia terluka cukup parah, hingga akhirnya dia datang ke kuil ini, ketua Kami menyembuhkan Koneko dengan syarat Koneko harus mengabdi dan setia pada Kuil ini dan Koneko menerimanya. Maka dari itulah dia bekerja di sini " jelas Himari, Naruto yang mendengar itu menatap ke tempat Koneko yang tengah melayani tamu pengunjung Kuil dengan senyum di wajahnya
" Walaupun kebahagiaannya direngut dia tetap tersenyum untuk menutupi kesedihannya " ucap Naruto sambil tersenyum tipis " Himari-chan bolehkah aku meminta sesuatu padamu? " tanya Naruto dengan nada serius.
" Tentu, memang kau mau meminta apa? " tanya Himari penasaran " Ini akan menjadi rahasia, hanya kau saja yang boleh tahu mengenai ini, dan aku ingin kau melakukan sesuatu untukku " ucap Naruto dengan nada serius.
Himari yang mendengar itu menjilati jarinya lalu bibirnya dan tak lama setelah itu sebuah seringai keluar dari mulut Himari " Sepertinya menarik "
.
Tap! Tap!
Koneko yang telah selesai mengurusi anak-anak dan mendapat waktu istirahat saat ini berjalan menyusuri Kuil untuk mencari Naruto dan tak butuh 10 menit, Koneko mendapati Naruto saat ini tengah berbincang dengan Himari.
" Danchou " Panggil Koneko membuat Naruto dan Himari menoleh ke arah Koneko " Ah, Koneko-chan kau sudah istirahat? " tanya Himari dan di balas Anggukan oleh Koneko
" Wah! Kau sungguh cantik jika seperti itu Koneko-chan " puji Naruto membuat Wajah Koneko merona dan menatap Naruto terkejut " Soalnya kau semakin cantik dengan karangan bunga di atas kepalamu itu " lanjut Naruto sambil menunjuk karangan bunga di atas kepala Koneko.
Koneko yang di puji semakin merona, Himari yang melihat Koneko tampak malu-malu tertawa halus " Kalau begitu aku pergi dulu Koneko-chan, Naruto-kun. Ada yang harus aku kerjakan " ucap Himari langsung melangkah pergi.
" Danchou " Naruto yang tadinya melihat kepergian Himari mulai menatap Koneko yang menatapnya intens " sebenarnya apa hubunganmu dengan Noihara-senpai? " tanya Koneko penasaran.
" Dia dulu adalah Anggota dari DSA, dia sudah keluar semenjak 2 tahun yang lalu karena dia mengabdi dan Setia pada Kuil ini, dan kami hanya membicarakan hal-hal mengenai DSA saja " jawab Naruto sambil melempar sebuah batu kecil ke atas lalu menangkapnya dan melemparnya kembali ke atas
" Tidak ada hal lain? " tanya Koneko membuat Naruto melirik ke arahnya " Kau cemburu? " tanya Naruto membuat Wajah Koneko memerah.
" Ma-Mana mungkin " balas Koneko sambil mengalihkan pandangannya, Naruto yang melihat tingkah Koneko terkekeh kecil " Ne~ Koneko-chan, setelah ini kau ada jadwal? " tanya Naruto membuat Koneko meliriknya.
" Tidak ada, Dan juga Jadwalku di kuil sudah selesai " jawab Koneko membuat Naruto berpikir sesaat lalu melirik ke arah Koneko " Jaa~ Kau mau ikut denganku? Aku bosan jika harus berkeliling sendiri di hari minggu ini " ajak Naruto membuat Koneko terdiam seperti batu.
Blush~
" E-Eh? " Kejut Koneko tergagap dengan wajah memerah ketika mengerti arti kata Naruto ' A-Apa D-Danchou mengajakku kencan ' batin Koneko dengan jantung berdetak kencang.
" Bagaimana? " tanya Naruto sambil menunggu jawaban, Koneko yang mendengar itu memantapkan hatinya lalu menatap Naruto dengan senyum di wajahnya " Un " Naruto yang mengerti arti wajah itu ikut tersenyum.
" Baiklah, karena My Queenku ini tahu banyak tentang makanan, bagaimana selagi kita jalan-jalan kita mencari Kuliner masakan My Queen? " ajak Naruto layaknya seorang raja membuat wajah Koneko semakin memerah hingga mengeluarkan asap.
' D-Danchou~ Ka-Kau hampir merusakku Huhu~ ' batin Koneko benar-benar bahagia bahkan dia hampir saja menangis karena baginya Godaan Naruto sangatlah membuat hatinya berdetak kencang.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
14.00 PM
.
2 Jam berlalu Naruto dan Koneko berkeliling-keliling Konoha sambil sesekali mereka mampir ke tempat Kuliner rekomendasi dari Koneko dan Naruto tidak menyangka semua makanan yang di Rekomendasi Koneko sangatlah enak, dirinya merasa bisa makan sepuasnya jika seperti itu.
" Fuaah~ Segarnya... " gumam Naruto ketika telah menegak habis minuman yang pesan " Bagaimana Danchou? " tanya Koneko.
" Aku menyerah Koneko-chan, Kau memang cocok di panggil The Queen of Food " Ucap Naruto sambil tersenyum ke arah Koneko yang ikut tersenyum.
" Jadi Danchou, Kita mau ke mana sekarang? " tanya Koneko, Naruto yang di tanya berpikir sesaat " Sejujurnya aku ingin mampir ke Astersik Battle dan ingin menonton di sana, apa kau mau ikut? " ajak Naruto.
" Kau tidak ada niat bertarung bukan Danchou? " tanya Koneko menatap Naruto penuh selidik, jika Ketuanya bertarung apa yang harus dia lakukan, jika ketuanya mengeluarkan seluruh kemampuannya dan Pingsan kembali, jadi kapan mereka bisa melakukan latihan nanti.
" Aku tidak ada niat bertarung Koneko-chan, Kemarin aku sudah bertarung dengan Black Army dan hampir lepas kendali lagi, jadi aku hanya ingin menangkan pikiranku saja, lagi pula jika kita ke sana kita bisa mendapat pengalaman yang bagus dari para petarung Astersik " jawab Naruto
" Tidak kau tidak boleh ke sana " tegas Koneko membuat Naruto menatapnya aneh " Heh~ Kenapa? " tanya Naruto karena penasaran karena tiba-tiba Koneko melarangnya.
" Pokoknya tidak boleh " jawab Koneko semakin tegas membuat Naruto menghela nafas pasrah " Jaa~ harus ke mana? " tanya Naruto meminta usul.
" Bagaimana kalau... "
" Naruto-san? "
Naruto yang di panggil menoleh dan dia bisa melihat terdapat tiga sosok manusia di antaranya satu pria dan Dua wanita, Naruto yang mendengar siapa yang memanggil tersenyum.
" Suuno-san, Yomi-san, Ame-san lama tidak berjumpa " balas Naruto dengan senyum bersahabat " Danchou... Mereka siapa? " tanya Koneko meminta jawaban.
" Ah, Mereka adalah Anak dari Mikoto Izagi dan Mikoto Izumi, Kau pasti kenal dengan mereka bukan? " jelas Naruto membuat Koneko terkejut " Ma-Maksudmu Double Gods itu? " tanya Koneko tidak percaya.
" Un, mereka adalah Mikoto Suuno, Mikoto Yomi dan Mikoto Ame mereka juga di kenal dengan Triangle Gods " jelas Naruto mengenai tiga orang di sampingnya " Su-Sugoii " kagum Koneko
" Ne Naruto-san, kau bukan Lolicon kan? " canda Suuno, perawakan Suuno, dia memiliki wajah yang tegas, bermata ungu, tinggi sekitar 180 cm, Memiliki tubuh kekar dan memiliki rambut raven ke bawah berwarna biru.
Twich!
" Mana Mungkin Baka " balas Naruto membantah " Jangan mengatakan itu Suuno-kun, Kau tidak ingin merasakan amukan Naru-kun bukan? Nasehat Yomi, perawakan Yomi, Memiliki Rambut Putih bergelombang, Bermata emas, tinggi 180 cm, memiliki tubuh ideal dan Melonnya yang berukuran D Cup.
" Hahahah, santai saja Nee-sama. Mana mungkin aku serius di depannya " ucap Suuno sambil tertawa gugup " Jadi bagaimana kabarmu Naru-kun? " tanya Amw, Perawakan Ame, memiliki rambut hitam lurus, bermata merah, memiliki wajah cantik aduhai, memiliki tubuh ideal dengan tinggi 182 cm, dan memiliki ukuran melon F Cup.
" Seperti biasa Ame-san, aku selalu di sibukkan dengan pekerjaan di DSA " jawab Naruto sambil tersenyum " Lalu kalian sendiri? " tanya Naruto.
" Kau juga bisa melihat sendiri. " jawab Ame sambil tersenyum " Ne Naruto-san apa kalian sedang berkencan? " goda Suuno membuat wajah Koneko memerah sementara Naruto hanya memasang wajah acuh saja.
" Bisa di bilang ya dan tidak " jawab Naruto membuat Suuno tertawa kecil lalu menyenggol-nyenggol Naruto " Ingat Naruto-san, jangan jadi Lolicon "
" Mana Mungkin bakayaro! "
" Ne Naru-kun " panggil Yomi membuat Naruto menoleh ke arahnya " Kami ucapkan selamat padamu dan juga kelompokmu karena berhasil lolos hingga sekarang di lomba Dragons Champions " ucap Yomi memberi ucapan selamat.
" kau tahu, kau sungguh hebat di sana, siapa sangka bahwa kau yang hanya membuat senjata bisa sekuat itu " timpal Suuno membuat Naruto hanya memasang wajah santai.
" Maa~ sebenarnya tujuanku ikut lomba ini adalah sesuatu yang penting maka dari itu aku harus mengeluarkan seluruh tenagaku agar bisa menang " balas Naruto sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
Selagi Naruto berbicara dengan Suuno dan Yomi, Ame mendekati Koneko dan duduk di samping Koneko " Siapa namamu Ojou-chan? " tanya Ame tak lupa dengan senyumannya.
" K-Koneko... Toujou Koneko "
Ame yang mendengar nama Koneko terdiam bahkan senyum di wajah cantiknya menghilang " Kau... " gantung Ame
" Kehilangan orang tuamu ya? "
Koneko yang mendengar itu tersentak, Naruto, Yomi dan Suuno yang mendengar juga langsung menoleh ke Arah Ame ' Sial! ' batin Naruto.
" Sungguh kasihan sekali... Mereka... Di bunuh dengan sangat keji oleh.. "
Bletak!
Perkataan Ame seketika terhenti ketika Yomi memukul kepalanya, Naruto yang melihat tubuh Koneko bergetar berniat menenangkan Koneko namun Koneko telab lebih dulu lari dari sana.
" Naruto-san kejar dia, tolong jelaskan padanya bahwa Ame-nee tidak sengaja melakukannya " perintah Suuno membuat Naruto mengangguk paham lalu berlari mengejar Koneko
" A-Are... Di-Dimana Koneko-chan? " tanya Ame sambil melihat ke sekelilingnya.
.
.
.
16.00 PM
.
2 Jam berlalu, Naruto masih mencari keberadaan Koneko, dia kehilangan jejak Koneko saat akan mengejarnya, bahkan dia hampir sudah mengelilingi seluruh kota Konoha untuk mencari Koneko namun dia sama sekali tidak bisa menemukannya.
Tap!
" Hah.. Hah.. Kuso... Hah.. " umpat Naruto dengan nafas terengah-engah, bahkan tubuhnya tak kuat berlari kembali untuk mencari jejak Koneko ' Si-Sial aku harus segera mencari Koneko-chan dan menjelaskan kesalahpahaman ini ' batin Naruto sambil mengatur nafasnya.
Sambil mengatur nafasnya, Naruto menatap sekitarnya berharap dia menemukan Koneko di dekatnya. Dan saat menoleh ke Kanan tepat sebuah taman berukuran sedang, dia melihat sosok perempuan saat ini duduk menyendiri sambil menjambak rambut putihnya.
Naruto yang kenal siapa sosok tersebut langsung berlari ke arah sosok itu dan akhirnya orang yang dia cari bisa dia temukan.
" Koneko-chan! " panggil Naruto sambil mengatur nafasnya kembali " Tidak.. " Naruto yang mendengar Koneko menggumam dengan nada lirih menatap Koneko yang menjambak rambutnya.
" Hentikan.. Kumohon hentikan! " ucap Koneko semakin erat menjambak rambutnya " Oi! Koneko-chan tenangkan dirimu! " teriak Naruto berusaha menyadarkan Koneko namun Koneko seolah tak mendengar teriakannya.
" Kau memang lemah Shirotan "
.
" Lari Koneko-chan! "
.
" Dasar lemah! "
.
" Kami menyayangimu Koneko-chan "
Jraaaash!
" HAAAAAAAA! " teriak Koneko dengan nada melengking keras.
Plak!
Mata Koneko seketika terbelak ketika dia merasakan tamparan di pipinya, mata emasnya menatap siapa yang menamparnya " D-Danchou.. " gumam Koneko.
" Berhenti memikirkan itu Koneko-chan, Itu semua bukan salahmu, Kau waktu itu masih kecil jadi wajar saja jika kau tidak bisa melindungi mereka! " ucap Naruto sambil mengguncang bahu Koneko
" Ta-Tapi... "
" Sadarlah kau waktu itu masih kecil dan kau tidak mungkin bisa melindungi orang tuamu sekaligus yang ada kau akan mati. Orang Tuamu menyayangimu dan melindungimu agar kau tetap hidup dan menikmati hidupmu yang masih panjang. Mereka meninggal bahagia karena masih sempat menyelamatkan putri kesayangan mereka. Jika kau menyalahkan dirimu sendiri orang tuamu pasti tidak akan senang dengan semua ini! " ucap Naruto panjang lebar membuat Koneko terdiam. Tanpa sadar air matanya kembali lolos ketika mendengar perkataan Naruto.
Grep!
" Berhenti menyalahkan dirimu Koneko-chan karena itu semua bukanlah salahmu " ucap Naruto sambil memeluk Koneko dan Koneko yang di pelukpun menangis sejadi-jadinya di pelukan Naruto.
.
.
.
Other Side
.
Di sebuah tempat yang tinggi tampak sosok perempuan berambut hitam dengan telinga kucing di kepalanya saat ini tengah menatap matahari terbenam dengan tatapan kosong sambil memeluk sebuah kalung perak, mata yang penuh kekosongan itupun seketika berubah menjadi tajam ketika dia mendengar suara langkah kaki.
" apa maumu ke sini? " tanya perempuan itu sambil melirik tajam orang yang mendatanginya " Aku tahu kau tidak akan berpengaruh dengan Sharingan ini jadi aku perintahkan untukmu agar tidak melawan atau adikmu akan menerima akibatnya " ucap orang tersebut membuat Perempuan itu menggeram.
" Apa maumu!? "
" Di pertandingan nanti pastikan kau membunuh Naruto dengan kemampuanmu, jika tidak Adikmu akan aku bunuh, ingatlah keluargamu masih memiliki hutang dengan keluarga Uchiha " perintahnya membuat Perempuan itu menggeram tidak suka.
" Maa~ aku suka dengan wajah marahmu itu, itu mengingatkanku akan kejadian waktu itu di mana kau membantai mereka dengan wajah penuh amarah " lanjutnya membuat perempuan itu mengepalkan tangannya dengan keras hingga mengeluarkan darah.
Sosok Pria itupun pergi meninggalkan perempuan tersebut yang mulai menjatuhkan tubuhnya sambil menatap lirih Kalung di tangannya.
" Shirotan... Gomen ne " lirihnya sambil memeluk kalung tersebut dan menangis di atas gedung tersebut.
.
.
Koneko and Naruto Side
.
Setelah cukup tenang, Narutopun bercerita kepada Koneko bahwa Ame memiliki kemampuan membaca masa lalu dengan melihat orang tersebut, dan setelah itu Ame akan memberikan sebuah solusi ataupun Nasehat kepada orang tersebut.
Koneko yang mengetahui itupun hanya bisa merutuki kebodohannya karena terlalu memikirkan kejadian masa lalu, namun hal itu biarlah berlalu karena saat ini Koneko tengah senang karena duduk bersama Naruto apa lagi Naruto memeluk dari belakang dan dia menyamankan posisinya layaknya anak kucing yang senang di peluk.
" Etto.. Koneko-chan, bolehkah aku melepaskan pelukanku saat ini? " tanya Naruto, namun Koneko menahan tangan Naruto dan menarik tangan Naruto untuk mempererat pelukannya " Tidak mau... Hanya pelukan Danchou sajalah yang bisa membuatku mengekspresikan diriku saat ini " jawab Koneko sambil mengangkat kepalanya dan menatap Naruto dengan senyum manis dan Kawaiinya
Blush~
Wajah Narutopun merona karena senyuman Koneko, namun untuk menutupi rasa malunya Naruto mengalihkan wajahnya ' Ku-Kuso.. Dia terlalu Kawaii ' batin Naruto.
" Hehehe.. Pelukan Danchou terasa hangat dan nyaman " tawa Koneko sambil menikmati pelukan Naruto " Tadi nangis sekarang malah tertawa " goda Naruto membuat Koneko mengerucutkan bibirnya.
" Mou~ Jangan mengingatkanku Danchou, itu memalukan " rajuk Koneko membuat Naruto terkekeh " Ugh! " lenguh Naruto ketika akan menggerakkan kakinya.
" Danchou Kau kenapa? " tanya Koneko khawatir ketika mendengar Naruto melenguh kesakitan " A-Ah, bukan apa-apa, hanya saja kakiku sakit karena berlari selama dua jam mengejarmu tadi " jawab Naruto sambil tersenyum meyakinkan bahwa dia baik-baik saja.
Namun Koneko menatap tajam dirinya dengan mulut cemberut, Konekopun melepaskan pelukan Naruto dan membalikkan badannya menghadap ke arah Naruto.
" Etto.. Koneko-chan " Panggil Naruto, namun Koneko tidak membalas panggilan Naruto, dua tangan lembut milik Shiro Neko itupun menyentuh kedua pipi Naruto dan mulai mendekatkan wajahnya
" C-Cotto! Apa yang ingin kau lakukan?! ".
Cup!
Mata Narutopun melebar ketika Koneko dengan berani mencium bibirnya dengan mesra dan liar, bahkan dengan berani Koneko memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya dan mengajak lidahnya berdansa.
Dua lengan yang ada di pipi Narutopun berpindah ke leher Naruto dan menarik kepala Naruto untuk memperdalam ciuman mereka. Naruto yang di cium masih terkejut dan berusaha melepaskan ciuman Koneko namun yang ada tangannya justru memegang pinggang Koneko membuat Koneko semakin semangat mencium Naruto.
" Hmmhnnn~ Ummnnn~ " lenguh Naruto dan Koneko dalam ciuman mesra mereka
" Slurrpp~ Fuahh~... Hmmnn~ " menghisap seluruh saliva yang mereka keluarkan saat ciuman Koneko melepaskan sesaat Ciuman mereka lalu mencium Naruto kembali dengan mesra, sementara Naruto hanya pasrah saja karena tenaga Koneko lebih kuat, apa lagi bisa-bisa Koneko mematahkan lehernya nanti.
" Fuahhh~ " desah Naruto dan Koneko melepaskan Ciuman mereka yang berlangsung 20 menit, Dengan terburu-buru Naruto dan Koneko menghirup oksigen kembali karena mereka berciuman hampir kehabisan Oksigen.
Koneko yang melihat saliva di samping bibir Narutopun menjilati Saliva itu hingga habis lalu menatap Naruto dengan senyum menggodanya " Sekarang kau bisa menggerakkan kakimu lagi Danchou " ucap Koneko membuat Naruto mencoba menggerakkan kakinya.
" A-Are.. Kakiku sudah pulih " kejut Naruto lalu menatap Koneko yang tersenyum ke arahnya " Aku memiliki teknik penyembuhan apapun namun teknik ini harus di lakukan dengan cara mencium orang yang akan di obati khususnya laki-laki, kalau untuk perempuan Teknik ini di lakukan dengan cara berpelukan saja " jelas Koneko.
Tak!
Dengan pelan Naruto menjitak kepala Koneko membuat Koneko meringis pelan " Baka, jangan pernah gunakan teknik itu lagi " peringat Naruto dengan rona di pipinya, Koneko yang mendengar itu tertawa pelan lalu memeluk Naruto kembali.
" Ha'i Danchou "
.
.
Skip time
20.00 PM
.
Dimalam yang sunyi, Narutopun melanjutkan pekerjaannya dengan membaca data terbaru kiriman Tearju mengenai Pulau Kitrugon, Naruto yang telah membaca data keseluruhan kiriman dari Tearju menghela nafasnya karena belum mendapatkan sesuatu.
" Konbanwa Naru-kun " Naruto yang mendengar namanya di panggil menoleh ke sumber suara dan mendapat Kurumi mendatangi dengan senyum manisnya " Kurumi-nee? Kau dari mana saja? Kau hampir seharian tidak terlihat? " tanya Naruto beruntun membuat Kurumi terkekeh.
" Hanya mencari info saja. Dan aku mendapatkan sebuah informasi yang akan membuatmu tertarik Naru-kun " jawab Kurumi membuat Naruto menyipitkan matanya " Katakan padaku " pinta Naruto
.
" Kau serius?! " tanya Naruto dengan ekspresi terkejut " Tidak bisa di percaya... " geram Naruto sambil mengepalkan tangannya.
Sret! Brak!
Twung! Twung!
Dengan keras Naruto memencet sebuah Tombol hingga suara alarm berbunyi dan perlahan gedung DSA pun bergetar.
Twush! Trank! Trank!
Gedung DSA yang awalnya memiliki empat Gedung pencakar seketika menyatu menjadi Markas Besar dengan ukuran yang semakin luas. Bahkan para warga yang sempat melihat itu di buat terkejut.
Twing!
" Wow! Wow! Ada Apa Naruto-san!? Kenapa kau mengaktifkan penggabungan gedung?! " tanya Falbium terkejut bahkan para pekerja ikut di buat terkejut " Hentikan perkerjaan biasa kalian sekarang " perintah Naruto dengan nada tak ingin di bantah.
" LAKUKAN PROTOKOL 27 SEKARANG!? " lanjut Naruto sambil berteriak membuat seluruh pekerja terkejut mendengar perintah Naruto.
.
Drap! Drap!
Jiraiya yang terbangun karena Gedung DSA bergabungpun langsung berjalan cepat untuk menemui Naruto dan selama dia mencari Naruto dia bisa melihat seluruh pekerja saat ini tengah berlarian dan bekerja lebih keras dari biasanya
Brak!
" Naruto ada apa ini sebenarnya!? " tanya Jiraiya menuntut ketika sampai kamar Naruto, dan untuk Naruto sendiri saat ini tangannya tak henti bergerak di depan Hologram di mana tangannya tengah mendesain sesuatu yang sangat besar.
Grep!
" Naruto! " panggil Jiraiya sekali lagi sambil menyentuh bahu Naruto.
" Lepaskan! " ucap Naruto melepaskan tangan Jiraiya dan kembali mendesain rancangannya, seluruh kelompok Naruto yang berkumpul secara paksapun di buat terdiam akan tingkah Danchou mereka yang tampak aneh
Asia, Shiina dan Aiz yang melihat tingkah Narutopun ikut khawatir sementara Kurumi tampak tenang saja " Sebenarnya ada apa ini? " tanya Jiraiya menatap semuanya.
" Naru-kun bilang pada semuanya untuk mengerjakan Protokol 27, sebenarnya apa arti Protkol 27? " Jawab Kurumi lalu bertanya balik.
" Protokol 27 artinya adalah Emergancy City, karena Dari perkataanmu tadi aku menyuruh mereka melakukan itu, aku akan melindungi kota ini apapun caranya " jawab Naruto lalu menatap kesal desainnya " KUSO! " kesal Naruto lalu memukul mejanya keras.
Tak mau membuang waktu, Narutopun mendesain Ulang Apa yang dia buat tadi dengan cepat, sementara para kelompok Naruto yang di panggil saling menatap karena bingung harus berbuat apa.
" Jika aku tahu ini dari awal mungkin aku akan mengusulkan Jiji untuk tidak menjalankan Lomba " desis Naruto dengan perasaan marah dan kesal.
" N-Nii-chan.. " "Jangan sekarang Asia! Aku tidak ingin di gangg.. "
Plak!
Mata Narutopun melebar ketika dengan paksa Asia membalik tubuhnya dan menampar pipinya, semua yang melihat itu terdiam bahkan Jiraiya sekalipun karena tidak menyangka putrinya akan melakukan hal itu.
" Tenangkan dirimu Nii-chan! Jika kau tidak tenang justru kau akan menghancurkan segalanya! Kami bisa melihat betapa Marah, Khawatir, Kesal, Benci dan Panikmu tapi tenanglah untuk sesaat dan berbagilah pada kami! Jika kau tidak berbagi untuk apa kami semua di sini! " bentak Asia membuat Naruto terdiam
" ingatlah Nii-chan! Saat kau emosi dalam membuat Alat yang ada alat tersebut hampir membawa kematian untukmu, maka dari itu tenangkan dulu dirimu dan kumohon katakan pada kami kenapa kau emosi seperti ini dan mengaktifkan protokol 27? " ucap Asia dengan nada berubah lembut, Asia juga mulai menyentuh kedua pipi Naruto dan memaksanya untuk menatapnya.
Naruto yang mendengar perkataan Asiapun merenung dan tak lama setelah itu Naruto menjatuhkan dirinya ke kursinya " Sejujurnya... "
.
.
Setelah mendengar cerita Naruto, seluruh yang ada di DSA mengeraskan rahang mereka, bahkan terlihat jika semua tampak memasang wajah marah ketika mendengar cerita Naruto yang di beritahukan oleh Kurumi
" Kakek tua itu... " geram Jiraiya sambil mengepalkan tangannya, Jiraiyapun menatap seluruh Pekerja DSA yang siap menerima perintah.
" BAIKLAH! KALIAN SEMUA DENGARKAN PERINTAHKU INI! " teriak Jiraiya dengan nada tegas " MULAI SEKARANG KITA AKAN MELAKUKAN PROTOKOL 27 DAN 12. KALIAN HANYA AKAN MENDAPAT ISTIRAHAT SELAMA 6 JAM SELAMA BEKERJA KARENA KITA AKAN MEMBANGUN SEBUAH ALAT UNTUL MELINDUNGI KOTA INI. APA KALIAN SIAP!? ".
" SIAP! "
" Jangan khawatir Nii-chan, kami semua akan menolongmu " ucap Asia lalu memeluk Naruto yang tampak masih mengendalikan rasa emosinya. Kurumi yang melihat itu menatap diam dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
.
22.00 PM
.
Di sebuah tempat yang gelap dengan minim cahaya, tampak sosok Pria saat ini tengah berdiri sambil melipat tangannya di depan dada.
Tap! Tap!
Sosok pria yang mendengar suara langkah kakipun menoleh dan mendapati sosok perempuan dengan mata kanan berwarna merah dan kiri emas tengah menatap dirinya.
" Kau lama sekali Kurumi " ucap orang tersebut pada sosok yang rupanya Kurumi " Kenapa Kau memaksaku untuk melakukan Ini, Tou-sama " tanya Kurumi setenang mungkin.
" Kau pasti mengerti kenapa " jawabnya membuat Kurumi menggeram pelan " Tapi kenapa harus Naru-kun?! " tanya Kurumi menuntut.
" Kau pasti tahu jika Clocks Eyes miliknya sangat istimewa bukan, maka dari itu aku ingin memilikinya dan menjadikannya milikku karena jika aku memilikinya aku akan Abadi " ucap sosok tersebut sambil membuka matanya memperlihatkan Clocks Eyes berwarna Merah darah dengan aura kegelapan di matanya.
" Dan Ingatlah Kurumi, pastikan mata itu baik-baik saja, karena tepat pada Gerhana matahari terjadi... " jeda Sosok tersebut sambil menyeringai " Aku akan mengambil mata itu " Kurumi yang mendengar itu mengaktifkan Zafkiennya.
" Jangan paksa Aku untuk membunuhmu Kurumi!? " teriak sosok tersebut dengan aura ungu pekat mengelilinginya " Dan jangan lupa bahwa aku bisa saja mencabut mata anakku sendiri agar bisa menjadi abadi " ancamnya membuat Kurumi hanya bisa mengeram.
Sosok itupun perlahan di telan kegelapan meninggalkan Kurumi sendirian yang saat ini tengah menahan rasa emosional miliknya yang bisa lepas kapan saja.
" Gh! Apa yang bisa kulakukan untuk menyelamatkan Naru-kun, memang waktu gerhana matahari lagi 2 Bulan tapi apa yang bisa aku lakukan untuk menghentikan Tou-sama " geram Kurumi sambil berpikir hingga tersentak " Dia... " gumam Kurumi lalu pergi di telan sebuah lubang hitam miliknya.
.
.
Other Side
.
Di sebuah Gedung yang cukup tinggi terlihat sosok pria saat ini menatap sebuah Gedung DSA dengan seringai mengerikan miliknya, Pria itupun menghentakkan tangannya kesamping hingga memunculkan sebuah tombak berukuran besar dan panjang
" Sebelum mengambil mata itu, izinkan aku untuk melihat perkembangannya " ucapnya dengan seringai mengerikan.
.
Naruto Side
.
Deg! Sring!
Sementara Naruto yang saat ini tertidur lelap seketika menegang dan memuka kedua matanya lebar-lebar, bahkan Jikkannya langsung aktif dengan sendirinya.
.
Back To Other Side
.
Swush!
Pria itupun melempar Tombak tersebut dengan keras hingga melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gedung DSA.
.
Back To Naruto Side
.
Sret!
Dengan gerakan cepat Naruto bangkit dan berputar di arah jendela dan saat berputar terbentuk sebuah tombak api miliknya " HUUOOORAAAA! " teriak Naruto melempar tombaknya dengan keras.
BOOOOOOM!
Seketika terjadi ledakan api memanjang di udara beberapa meter dari gedung DSA. Sosok misterius yang merupakan ayah dari Kurumipun menyeringai saat melihat Naruto berhasil menghentikan tombak cepat miliknya.
" Tidak terlalu buruk... Aku jadi ingin sekali mengambil mata itu, tapi jadwal ritual menghalangiku " gumam pria tersebut lalu menyeringai " Jangan mati dengan mudah Uzumaki Naruto, hiduplah terus hingga aku datang mengambil matamu " ucapnya lalu berjalan pergi.
Naruto yang berhasil mengatasi sesuatu yang bahaya tadipun memasang posisi santai sambil menatap ke sebuah gedung yang dia yakini dari sanalah tombak tersebut di lempar namun orang yang melemparnya telah hilang dari pandangannya.
" Tch! " desis Naruto menonaktifkan Jikkan miliknya ' Entah kenapa semenjak aku mengaktifkan Jikkan dan Kemampuanku, banyak sekali yang ingin melawanku bahkan tak segan membunuhku. Sebenarnya apa istimewa dari Jikkan ini... ' batin Naruto sambil menyentuh mata kanannya
' Dan juga apa bagusnya dengan membunuhku ' batin Naruto sambil mengepalkan tangan kirinya
.
.
.
.
.
TBC
Selanjunya di Naruto : The Dragons Future
" Kau pikir apa yang kau lakukan?! "
" Kali ini kita akan melatih kecepatan dan kelincahan kita! "
" Jangan mengatakannya Baka "
" Urusai! Itu karena kau yang memulainya! "
[" Kuroenko : Rengyukuroenri! "]
.
Selanjutnya Chapter 30 : Dragons Champions Arc III : Slice of Life : Sparing with Team and Princess of Knight
.
Note : Yo! Kembali update nih, bagaimana menurut kalian cerita kali ini? Serukah? Baguskah? Atau jelekkah?.
Gomen ne jika Romancenya tidak terasa, maklum tidak pernah merasakan namanya cinta.
Baiklah kita mulai pembahasannya. Pasti ada beberapa yang penasaran dan bingung akan alurnya, baiklah saya jelaskan dari awal. Baiklah di mulai dari Himari Noihara, Himari merupakan Salah satu Anggota dari DSA sejak Naruto berumur 15 tahun. Himari keluar karena setia pada Kuil Neko namun Himari tetap setia pada Naruto, Chapter depan Akan di ceritakan kisah Himari dan Naruto bertemu hingga akrab.
Lalu Rencana? Di sini Konflik mulai terlihat dimana terjadi Konflik yang akan di buat oleh Uchiha, Ayah Kurumi dan Danzo. Dan satu titik yang menjadi sasaran mereka yaitu Naruto, lalu Konflik apa yang membuat Naruto dan Jiraiya mengerahkan seluruh anggota DSA untuk membuat senjata? Itu akan terungkap di Arc X.
Lalu Izagi, Izumi, Suuno, Yomi dan Ame? Mereka merupakan karakter dari Susano'o, Tsukiyomi dan Amaterasu, dan saya mengubah nama mereka karena ini bukan tema DxD, jadi Dewa tidak ada sangkut pautnya kecuali Clan mereka yang bernama Mikoto.
Seperti yang saya katakan akan ada yang lebih kuat dari pada Naruto nanti, bukan hanya Naruto saja yang akan selalu Overpower, jika hanya Naruto saja nanti terlalu mainstream.
Lalu saya ingin mengatakan sesuatu pada seseorang entah dia akan baca atau tidak, saya baca di Review NACTLM, ada seseorang menyuruh saya berhenti membuat fic dan mengatakan fic saya jelek sama kayak muka saya.
Pertama, kalau mau flame silahkan saja, tapi memang lo bisa buat fic? Kedua, Wajahlo memang tampan? Sempurna dari seluruh orang? Ketiga, kalau lu nyuruh saya berhenti silahkan lanjutkan seluruh cerita saya. Saya akan membaca cerita buatan Anda, saya jadi bisa santai.
Entah kenapa orang Flame semua uneg-unegnya di keluarkan bilang cerita ini bagus, oh cerita ini jelek, bodoh yang buat. Emang yang Flamer bisa Buat Cerita?! Yakin banyak yang suka sama baca cerita kalian?!.
Di cetak saja belum tentu laku. Kalau kalian Flamer memang bisa buat cerita lebih bagus dari cerita manapun. Buktikan pada saya dan semua jika kalian memang hebat jangan hanya bisa flame saja.
Huft~ Sorry lepas kendali, saya hanya gak suka saja menganggap mereka lebih sempurna dari siapapun. Emang wajah saya pas-pasan tapi apa mereka yakin bakal selalu tampan?.
Baiklah itu saja dari saya, saya Undur di saat ini, Saya Setsutouzoki undur diri, Jaa~
Please Review
