Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina, Koneko ) Pair Inti sudah Max.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni

Fix First

( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )

Fix Second

( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )

Fix Three

( Layar memperlihatkan judul cerita ini )

Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai

( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )

Mi no hodo wa shitteiru sa

( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )

Sonna boku desae mo oku no hou ini

( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )

Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii

( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )

Mamoru tte angai to muzukashii ne

Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )

Akirameru wake janai kedo

( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )

Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue

( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )

Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai

( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )

Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku

( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )

Sore wa akatsuki no you ini

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )

Wowowowoo~

( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )

Wowowowoo~

( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )

Wowowowoo~

( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )

Wowowowoo~

( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )

Fix Gitar

( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )

Fix End

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )

.

Chapter 30 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Sparing With Team and Princess of Knight

.

Rabu, 28 November 2090

Omachi

09.00 AM

.

Di Daerah Omachi tepatnya Bagian timur terlihat beberapa orang saat ini tengah berdiri dengan ekspresi masih mengantuk di wajah mereka dan salah satu dari mereka yang tidak mengantuk sama sekali menatap kesal orang-orang di depannya.

" Ayo yang semangat Minna! Matahari sudah bangun dan kalian masih mengantuk " gerutu orang berciri-ciri memiliki rambut pirang, bermata biru, memiliki tiga goresan seperti kucing di pipinya " Kali ini kita akan melatih kecepatan dan kelincahan kita! "

" G-Gomen Danchou.. " ucap Sosok pemuda berambut pirang berwajah tampan saat ini berusaha menegakkan tubuhnya " Ka-Kami mengantuk sekali " timpal perempuan berambut biru yang berusaha menjaga kesadarannya walaupun beberapa kali hampir jatuh

" Kami tidak menyangka... Huaaamm~ bahwa membuat alat itu menghabiskan waktu sampai jam 1 pagi.. " timpal perempuan berambut biru bertubuh kecil sambil menguap lalu mengucek matanya.

" Tenanglah Nii-chan, mereka sudah membantumu sejak dua hari yang lalu dari pagi hingga dini hari, jadi wajar saja jika mereka mengantuk " ucap Perempuan berambut Kuning panjang dengan mata hijau yang indah.

" itu benar Naru-kun setidaknya beri mereka waktu untuk tidur sekitar 20 menit lagi " timpal wanita berambut kuning dengan wajah yang cukup polos namun kuat dari dalam. Pemuda bernama lengkap Uzumaki Naruto yang mendengar saran dari dua perempuan di sampingnya melirik kedua perempuan di sampingnya lalu menghela nafasnya.

" Baiklah istirahat 20 menit " ucap Naruto membuat semua langsung terjatuh dan tertidur di lapangan tersebut " Hah~ jika tahu begini sebaiknya aku tidur dulu " gerutu Naruto sambil mendudukan dirinya di bawah pohon di ikuti dua perempuan di sampingnya yang tak lain adalah Aiz dan Asia.

" Heh? Kau masih mengantuk Nii-chan? " tanya Asia sambil menatap kakaknya yang tengah memegang kepalanya " Maa~ begitulah " gumam Naruto lemah.

" Ne, Nii-chan bisa kau tatap aku " ucap Asia sambil mendekatkan wajahnya.

Sret! Cup!

Dengan gerakan yang tak terduga, Naruto yang baru saja menolehkan wajahnya di buat terkejut karena Asia dengan berani menciumnya bahkan saat bibirnya setengah terbuka membuat Asia mudah memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya.

" Hnnnggg~ Ummmnnnn~ " lenguh Asia dan Naruto dalam ciuman mereka bahkan dengan liar Asia merengkuh kepala Naruto untuk memperdalam ciuman mereka bahkan tangan Naruto tetap diam tidak bergerak untuk memisahkan ciuman Yang Asia lakukan.

Slurp~

Naruto yang merasakan telinganya saat ini tengah di hisap dan di jilati melirik ke belakang dan mendapati Aiz yang saat ini menggodanya sambil menjilati lidahnya " Mou~ aku juga mau Naru-kun " Manja Aiz membuat tubuh Naruto menegang

" Enmmm~ He-Hentikan! " ucap Naruto langsung melepaskan dirinya dari dua perempuan yang mencium dan menggodanya, dirinya yang berhasil menjauh menatap tajam dua perempuan yang menatapnya menggoda. " Kau pikir apa yang kau lakukan?! "

" Kenapa Nii-chan? Bukankah tadi kau menikmatinya? " goda Asia membuat wajah Naruto memerah " Jangan mengatakan itu baka! Lagi pula untuk apa semua itu tadi hah?! Bagaimana jika ada yang melihatnya?! " ucap Naruto dengan nada kesal.

" Aku melihatnya " celetuk Kiba yang entah kapan sudah bangun dengan alat perekam di tangannya.

Buagh!

" Mati saja kau! " teriak Naruto melempar Kiba dengan sebuah patung hingga pingsan dan tertidur kembali alat perekamnya juga hancur karena tertimpa patung.

" Kami melakukannya agar kau tidak mengantuk Naru-kun, aku dengar jika seseorang sedang dalam keadaan panas, mereka akan semakin bertenaga " ucap Aiz dengan wajah menggoda.

" Jangan membayangkan yang tidak mungkin akan aku lakukan Baka-Nee! " teriak Naruto kesal, dirinya sungguh tidak percaya apa sebegitu mereka mencintainya, bahkan adik sepupunya juga mencintainya.

.

.

20 Minutes Later~

.

" Baiklah! Kalian semua dengarkan instruksiku! " ucap Naruto dengan nada tegas, sementara anggota yang telah bangun dari tidur mereka saat ini tengah berdiri bersama naga mereka di samping mereka.

" Kita akan berlatih di sekitar sini dalam radius 10 Km, kita akan terbang dari sini menuju Pegunungan Kashima-Yarigatake dan berputar balik dan terbang menuju pegunungan Notori. Karena dari situ kita akan melatih daya terbang, ruang lingkungan dan medan agar bisa terbang cepat menuju Fuji " jelas Naruto sambil memperlihatkan map ( Jika kalian ingin tahu di mana, lihat google map dan cari saja tempat yang tertera di atas )

" Etto.. Danchou, setahuku daerah sekitar sini yang ada hanyalah hutan, sungai, bebatuan dan pegunungan apa kita akan melewati medan itu juga? " tanya Xenovia penasaran.

" Un, tentu saja " jawab Naruto " Jika tidak lomba tidak akan seru " lanjut Naruto sambil melipat tangannya di dada.

" Lalu... Danchou sendiri bagaimana? " tanya Saya ingin tahu karena jika mereka lomba terbang lalu Danchou mereka bagaimana " Oh, Aku? Aku akan ikut dengan kalian " jawab Naruto sambil tersenyum.

Bhaats!

Seketika dari punggung Naruto tercipta 2 pasang sayap dari darah yang membentak lebar layaknya sayap naga semua yang melihat Naruto bisa menguasai darahnya membentuk sayap terkagum " Lagi pula aku ingin mengendalikan sayap darahku untuk terbang bebas, karena selama ini yang bisa aku lakukan hanyalah melompat ke udara saja " lanjut Naruto sambil menggerak-gerakkan sayapnya.

Swush~

Secara perlahan Narutopun terbang dengan sendirinya hingga kakinya tidak menyentuh tanah sekitar 10 cm dari permukaan tanah, semua kembali di buat kagum akan kekuatan Naruto namun Naruto harus meringis pelan karena belum terlalu bisa mengendalikan sayap darahnya.

Tap!

Baru lima menit terbang Naruto mendaratkan kakinya lagi sambil menatap sayap darah miliknya " ada apa Dachou? " tanya Kiba penasaran.

" Ya~ aku baru bisa mengendalikannya lima menit jadi aku masih bisa merasakan sakitnya saat serkulasi darahku aku jaga agar tetap membentuk sayap, kalian tahu sendiri bukan aku harus memiliki banyak darah agar bisa mengendalikan Element Darahku " jawab Naruto sambil menggerak-gerakkan sedikit sayapnya untuk melatih ketahanan dia menggunakan Setsutouzoki dalam bentuk sayap.

" Ne Danchou, aku punya saran sedikit sih mengenai sayapmu itu, bagaimana jika kau membuat sayap mekanik untuk menggantikan sayap darahmu itu? " saran Claudia dan langsung di jawab gelengan oleh Naruto.

" Tidak, aku tidak akan melakukannya " jawab Naruto tegas membuat semua bingung karena bagi mereka itu adalah yang terbaik " Nii-chan masih trauma akan benda-benda yang menyatu dengan tubuhnya jadi dia menolaknya " jelas Asia mengerti kenapa kakaknya menolak saran Claudia.

" Selain itu aku juga ingin mengendalikan kekuatanku agar menjadi lebih kuat, aku tidak mungkin diam dengan kekuatan sebatas ini saja " ucap Naruto sambil menatap tangannya lalu mengepalkan tangannya.

' Bagi kami kau saat ini sudah seperti monster Danchou ' batin seluruhnya menatap Sweatdrop Naruto karena menurut Naruto kekuatan yang melimpah dan mengerikan dari penglihatan mereka ( anggota Naruto ) sudah sangat mengerikan.

.

Wush! Wush!

Selagi Menunggu Naruto melatih sayap darahnya, anggota Naruto duduk di bawah pohon di sertai Naga mereka sambil menatap Naruto yang berusaha mengendalikan terbang dan sayap darahnya karena dia membutuhkan konsentrasi yang tinggi saat terbang agar sayap darahnya terjaga.

" Sepertinya Danchou berusaha keras ne " gumam Kiba " Kau benar, walau dia memiliki banyak tugas dia tetap berusaha untuk melatih kekuatannya " timpal Xenovia.

" Aku penasaran jika Danchou sudah menguasai seluruh kekuatannya apa yang bisa dia lakukan ya " gumam Julis sambil membayangkan Naruto bisa mengendalikan seluruh kekuatan mengerikan.

Tiba-tiba saja semua merinding ketakutan ' jika itu terjadi aku tidak akan macam-macam dengan Danchou ' batin semuanya.

" Ck! Kuso! " umpat Naruto sambil mendaratkan kakinya kembali " Menjadi seperti burung menyusahkan sekali, apa lagi Naga " lanjut Naruto sambil menghilangkan sayap darahnya untuk istirahat sementara

" Aku harus mencari metode agar aku cepat bisa mengendalikannya " gumam Naruto sambil menyentuh dagunya memikirkan caranya agar bisa mengendalikan sayap darahnya.

" Oh! " kejut Naruto dengan lampu menyala di atas kepalanya.

Bhatsh!

Seketika Sayap darah Naruto kembali muncul dengan posisi terbentang, sementara Naruto mengambil ancang-ancang terbang.

Swush!

Dengan kecepatan luar biasa Naruto berhasil terbang ke udara meninggalkan ledakan angin keras di tempat mereka berlatih membuat semua yang ada di sana terkejut dengan kecepatan terbang Naruto.

" WUUUUHUUU! " teriak Naruto sambil meliuk-liuk di udara, setelah meliuk-liuk Naruto langsung menukik dengan cepat menuju aliran Sungai dan terbang di atas sungai sekitar 10 cm di atas sungai.

Sret! Swush!

Dengan kecepatan terbangnya Naruto berhasil membelah air Sungai membuat semua menganga akan kecepatan terbang Naruto, sementara Naruto tertawa senang karena bisa mengendalikan sayapnya.

Kenapa dia bisa mengendalikan sayapnya dengan cepat karena dia mendapat ide dari Jet Turbo miliknya yang di terbangkan dengan pikiran. Setelah di pikir Metode itu hampir sama karena menggunakan Konsentrasi yang bagus untuk mengendalikannya.

Swush! Sret! Dum!

Setelah cukup melintasi Sungai, Narutopun menukik ke udara kembali lalu terbang dengan cepat ke tempat kelompoknya hingga mendarat sempurna dengan efek ledakan angin pelan begitu Naruto mendaratnya.

" Selamat Danchou kau berhasil mengendalikannya " ucap Kiba sambil berteriak dari tempat duduknya, Naruto yang mendengar itu tersenyum " Yosh! Waktunya latihan minna! " ucap Naruto memberi perintah.

.

Mountain Kashima-Yarigatake

.

Setelah terbang sekitar 15 menit Naruto beserta yang lain sampai di atas pegunungan Kashima-Yarigatake yang di kenal akan pemandangannya yang indah di sertai memiliki berbatuan yang banyak dan curam Naruto yang melihat mereka telah sampai menatap kelompoknya.

" Baiklah kita mulai latihan kita di sini " ucap Naruto membuat seluruh anggota Naruto bersiap " Baiklah, Sekarang kita mulai! " teriak Naruto langsung menukik ke bawah di ikuti yang lainnya lalu berputar balik terbang menuju Notori.

Swush! Swush!

Dengan gerakan lincah Naruto melewati berbatuan curam di depannya walaupun berbatuan curam itu sempit sekalipun, begitupun Anggota Naruto terbang dengan lincah melewati berbatuan curam di depan mereka.

Sret! Swush!

Dengan gerakan indah Naruto melewati berbatuan curam seperti dinding di depannya dengan melakukan gerakan melompat dan mendarat di belakang berbatuan curam tersebut lalu terbang kembali dengan cepat menuju Notori.

" Wow! Ne Danchou, bukankah kita terbang terlalu pendek? Jika seperti ini kita akan melukai naga kita? " tanya Kiba tampak sedikit kesusahan menghindari berbatuan curam yang ada di bawah naga mereka sekitar 5-20 cm.

" Tidak, ini adalah yang terbaik untuk Lomba nanti, kita harus terbang sekitar 5-20 cm di atas berbatuan curam ini jika tidak ingin ketahuan oleh misuh " jawab Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.

Sret! Swush!

Setelah melewati berbatuan curam, Naruto dan yang lain kembali menukik ke bawah mengikuti lereng gunung lalu Kashima-Yarigatake dengan terbang dalam kemiringan sekitar 50 derajat.

" Tapi kenapa kita harus terbang sependek ini? Dan juga Bukankah ini sama saja membuat kita menjadi lambat untuk ke gunung fuji? " tanya Julis merasa janggal, jikapun mereka mengikuti jalur yang mereka jadikan latihan kali ini, pasti peserta lain akan ada di depannya dan menghadang mereka.

" Jika kita terbang di udara, sama saja pertandingan ini membuat bahaya. Lomba ini mencari kecepatan dan pertahanan dari penunggang naga, karena mencari kecepatan pasti ada rintangannya yaitu bertarung sambil melewati rintangan yang ada di jalur. Maka dari itu kita akan melewati pertarungan tanpa di sadari siapapun " jelas Naruto sambil mengepakkan sayapnya untuk semakin cepat terbang begitupun anggota Naruto yang lain.

Swush! Swush! Swush!

Setelah melewati lereng gunung, Naruto dan yang lain mulai memasuki Daerah desa di sekitar Nagano membuat Naruto dan yang lain menerbangkan sedikit naga mereka ke atas karena mereka akan melewati daerah persawahan

" Selain itu Arena pertarungan ini sangatlah luas karena melibatkan daerah Toyama, Nagano dan Yamanashi jadi jalur lomba tidak hanya jalur ini saja melainkan jalurnya ada di tiga daerah itu asalkan mereka berlomba di tiga daerah itu dan mengikuti syarat terbang ini bukanlah masalah " jelas Naruto kembali.

" Jadi... Kenapa Danchou memilih tempat ini? " tanya Kirin penasaran " Karena jika kita melewati daerah ini, lawan tidak akan bisa melakukan serangan apapun kepada kita karena ini daerah pedesaan " jawab Naruto membuat semua tersentak karena baru menyadarinya.

" Jadi begitu, untuk menghindari terjadinya pertarungan menuju gunung fuji, panitia memilih jalur yang hampir semuanya adalah Desa, untuk menilai apakah para peserta bisa mengendalikan emosional mereka untuk menyerang dan fokus dalam lomba " gumam Julis paham, sementara Naruto yang mendengar pendapat Julis sedikit tersenyum

" Maa~ mungkin saja begitu " gumam Naruto " Tapi dalam pertarungan nanti aku ingin sekali menghindari pertarungan agar cepat sampai Gunung Fuji karena berdasarkan lomba mengelilingi jepang waktu itu, kelompok Takigaku sangatlah cepat " lanjutnya sambil mengingat seseorang yang baginya cukup bahaya di lomba berikutnya.

Bhatsh! Swush!

" Gh! " geram pelan Naruto lalu membuat Dua Pasang Sayap kembali dan mengepakkannya dengan cepat hingga Naruto melaju dengan cepat di atas pedesaan yang ada di Nagano hingga membuat ledakan angin. Sementara kelompok Naruto yang melihat ketua mereka tampak tak bisa menahan diri menghela nafas mereka

.

.

.

1 Hours Later~

.

Asia dan Aiz yang menunggu di Omachi saat ini di buat menunggu dengan bosan karena sudah 1 jam lebih berlalu Naruto dan Yang lain berlatih dan belum kembali juga. dalam hati mereka, mereka bersumpah jika Naruto membuat menunggu lebih lama lagi mereka akan menyerang Naruto saat itu juga karena semenjak pagi tadi mereka berciuman dan melakukan kegiatan panas mereka benar-benar ketagihan untuk melakukannya lagi.

Swush! Bruk! Bruk!

Mata Aiz dan Asia seketika melirik ketika sesuatu jatuh dengan cepat dan mendarat tak jauh dari mereka hingga berguling berkali-kali dan berhenti tepat di depan Asia dan Aiz. Asia dan Aiz yang melihat siapa yang jatuh tersebut tersentak karena saat ini Naruto berbaring terlentang dengan nafas terengah-engah.

" Naru-kun!/Nii-chan! " panik Aiz dan Asia langsung mendekati Naruto dan membaringkan Naruto di antara mereka " A-Apa yang terjadi Nii-chan? Ke-Kenapa kau tampak sangat kelelahan?" tanya Asia khawatir sambil mengecek seluruh tubuh Naruto

" Sepertinya Danchou sudah mencapai batasnya " Asia dan Aiz yang mendengar itu menolehkan kepala mereka ke arah Kiba dan Anggota lainnya yang baru saja tiba " Apa yang terjadi? " tanya Asia to the point.

" Dia memaksakan dirinya untuk terbang cepat dengan Empat pasang sayap dari darahnya, kami berusaha mengejarnya tapi kecepatannya di luar kemampuan naga kami " jawab Tohka sambil turun dari naganya.

" Mou~ Baka-nii-chan jangan terlalu memaksakan dirimu walau pun itu latihan " bentak Asia sambil menyatukan kedua tangannya hingga tiba-tiba sebuah pohon muncul di belakang Asia dan setelah pohon itu tubuh tinggi, Ranting-ranting pohon tersebut bergerak melilit tubuh Naruto dan seketika dedaunan hijau dari pohon tersebut berubah-ubah warna layaknya pelangi.

" sebenarnya apa yang membuat Naru-kun memaksakan diri tadi? " tanya Aiz menatap kelompok Naruto yang duduk di dekat mereka " Danchou sempat membicarakan tentang masalah yang terjadi di Dragons Races mengenai kelompok Takigaku yang waktu itu berada di posisi pertama, setelah itu Danchou membuat dua pasang sayap kembali dan melesat meninggalkan kami " jelas Julis membuat Asia paham kenapa Kakaknya memaksakan dirinya.

" Mouu~ Baka Nii-chan, kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengejar kelompok itu bukan? Lagi pula tujuan awalmu hanyalah untuk mengalahkan Uchiha, jikapun kelompok Takigaku di urutan pertama dan kau di urutan ke dua, hal itu bukanlah masalah yang terpenting kau mengalahkan si Uchiha " nasehat Asia sambil menatap kesal kakaknya yang saat ini hanya dia mendengar ceramahan Asia.

Jika di pikir kembali hal itu ada benarnya juga, sejak awal dia memang berencana untuk mengalahkan sang Uchiha dengan taruhan kelompok mereka, dan semenjak lomba berlangsung dia memang berhasil mengalahkan sang Uchiha walaupun bukan di posisi pertama dan itu membuat Naruto senang, namun sebuah ambisi tiba-tiba muncul dalam dirinya karena ingin mengalahkan Uchiha dan menempati posisi pertama agar bisa mempermalukan Uchiha Sasuke.

Namun Ambisinya terlalu besar untuk mengalahkan Uchiha Sasuke hingga melupakan bahwa dia bisa saja mengalahkan Uchiha Sasuke walaupun dia harus berada di atasnya Kelompok Sasuke.

Srak~

Setelah 15 menit berlalu, ranting-ranting pohon di belakang Asiapun melonggarkan lilitan Mereka pada Naruto membuat Naruto dapat menggerakkan tubuhnya kembali.

Ctak!

" Ittai.. " ringis pelan Asia ketika dahinya di sentil oleh Naruto yang saat ini berlutut di depannya " Aku tidak tahu harus berapa banyak aku berterima kasih padamu Asia-chan, kau selalu membimbingku ke jalan yang benar, Arigato na. Kau benar-benar adikku yang terbaik " ucap Naruto sambil tersenyum lima jari.

Asia yang melihat senyum Naruto termenung sesaat sebelum membalasnya dengan senyum manisnya " Tentu saja Nii-chan " balas Asia dan tanpa ragu Asia memeluk leher Naruto dan mendekatkan wajahnya ke telinga Naruto " Tapi.. Kau harus membayarnya dengan menciumku nanti Nii-chan.. Kau harus membiarkanku menciummu hingga puas " bisik Asia dengan nada menggoda membuat wajah tampan Naruto berkeringat dingin.

" Etto.. Tapi kita tidak mungkin melakukannya di sini " balas Naruto berbisik " Daijoubu, aku akan menunggunya nanti malam O~nii~chan " balas Asia dengan nada menggoda membuat tubuh Naruto merinding.

Sementara Anggota Naruto dan Aiz yang melihat interaksi Naruto dan Asia sedikit malu karena mereka tidak menyangka akan melihat adegan romantis kecuali Aiz, Kirin, Tohka, dan Koneko. Dalam hati mereka merasa cemburu karena Asia menggoda Naruto dengan sangat berani di depan umum tanpa keraguan sedikitpun.

" Tapi... Sepertinya tidak buruk menciummu sebentar Onii-chan " lanjut Asia menjauhkan sedikit wajahnya lalu mendekatkan wajahnya membuat Naruto dan yang lain melebarkan matanya karena dengan berani Asia mencium Naruto kembali dengan mesra dan liar.

Tohka yang melihat itu memanas, entah kenapa dia tidak bisa melihat Naruto terus di cium oleh orang lain walaupun dia bukanlah orang penting bagi Naruto walaupun penting dalam kelompoknya saja, tapi entah kenapa hatinya merasa tidak terima saja jika Naruto terus saja di cium.

" Cukup! Bukankah kau sudah sering menciumnya, sebaiknya hentikan " bentak Tohka sambil menarik Naruto dari ciuman Asia dan memeluk Naruto erat hingga kepala Naruto terapit oleh dua melon Tohka.

Asia yang melihat tingkah Tohka menyeringai tipis, walau dia melihat sebentar dirinya tahu bahwa Tohka menaruh perhatian pada Naruto, hanya saja Tohka terlalu Tsundere untuk menunjukkan jika dia memiliki perasaan terhadap Naruto.

" Heh~ memangnya kenapa? Bukankah kau tidak menyukai Nii-chan? " goda Asia membuat wajah Tohka memerah dan langsung menjauhkan Naruto darinya hingga Naruto berpindah kepelukan Koneko " T-Tentu saja! M-Mana mungkin aku memiliki perasaan terhadapnya " balas Tohka sambil tergagap.

" Heh~ " goda Asia membuat Wajah Tohka semakin memerah, Naruto yang melihat pertengkaran kecil di depannya memasang wajah lelah, Koneko yang menyadari itu menekan pipi Naruto dengan telunjuknya membuat Naruto menoleh ke arah Koneko yang di belakangnya.

" Danchou, Izinkan aku menciummu " pinta Koneko dengan polos membuat Tohka mendelik ke arah Koneko " Jangan bercanda Lolicon Neko!? "

Kiba yang melihat Naruto tampak lelah dengan tingkah anggotanya mendekati Naruto dan berbisik ke arah Naruto " rasanya nikmat bukan Danchou? Di cintai oleh mereka? " bisik Kiba membuat urat kekesalan di dahi Naruto.

Buagh!

" Urusai! "

.

.

DSA Weapon Dragon

13.00 PM

.

Tring! Twing! Twing! Twung!

Sementara di Kantor DSA, tampak seluruh pekerja saat ini berkumpul dengan perkumpulan di pimpin oleh Jiraiya saat ini di mana Jiraiya menjelaskan akan Desain yang di buat Naruto dalam sehari penuh.

Semua pekerja DSA menatap Kagum akan Desain di rancang Naruto bahkan Detail dan Data yang di buat Naruto sangatlah sempurna di mata mereka

" Sugoii... Aku tidak menyangka Naruto-san membuat rancangan Yang sangat luar biasa " gumam salah satu pekerja DSA " Jika di banding dengan ciptaan yang dulu di buat oleh Naruto-san, Ini sungguh-sungguh luar biasa " timpal pekerja yang lain.

" Tapi... Desain ini memiliki waktu yang lama untuk di pasang, terlebih pembuat masalahnya ada di bawah tanah, Jika kita memasangnya bukankah mereka akan mengetahuinya? " tanya salah satu pekerja mengutarakan kejanggalannya.

" Masalah itu serahkan padaku " jawab Jiraiya dengan suara tegas membuat semua menolehnya di mana mata Jiraiya saat ini memperlihatkan mata bernama Clock Eyes yang berwarna Cokelat terang " Aku akan mengaturnya agar mereka tidak menyadarinya " lanjut Jiraiya.

" Tidak akan ada yang bisa melawan mata legenda milik Clan Namikaze ini "

.

.

" Sudah waktunya mata legenda ini aktif kembali "

.

.

.

Back to Naruto Side.

.

Sret! Bwush!

Kembali dengan Naruto, saat ini Naruto tengah berada di tengah hutan sambil melakukan gerakan memukul udara kosong hingga membuat hempasan angin yang begitu kuat hingga membuat dedaunan beterbangan.

" Gh! Ini masih belum terlalu kuat " geram Naruto sambil mengepalkan tangannya erat ' Waktu itu aku menyentil batu kerikil hingga mengeluarkan uap panas, jika bisa aku ingin mencobanya lagi tapi dalam pukulan seperti ini ' batin Naruto pengepalkan tangannya dengan erat hingga tanpa sadar Terlihat retakan berwarna merah di tangan Naruto dan mengeluarkan Uap panas yang membuat Naruto tersentak.

' Ini... ' batin Naruto " Itu adalah Detroito, pukulan terkuat dan menakutkan dari Teknik Setsutouzuki : Ketsuzueki, pukulan dari darah yang menguap akan semangat membara " Naruto yang mendengar sebuah suara memasuki kepalanya tersentak kembali.

' Kau... ' batin Naruto " Ya ini Aku. "

' Apa yang menakutkan dari teknik ini? Jika di lihat pukulan ini hanya akan membuat ledakan angin panas walau aku akui jika angin panas cukuplah berbahaya untuk tubuh? ' tanya Naruto penasaran.

" Karena kekuatan ini bisa meningkatkan Kekuatannya secara berturut, bahkan jika sampai kekuatan Maksimum teknik ini bisa mengguncang bumi.. Tidak.. Bisa di bila membuat retakan besar untuk Bumi menuju kehancuran " Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya bahkan wajahnya seketika berkeringat dingin karena ketakutan.

' S-Separah itukah? ' batin Naruto " Ya... "

Naruto yang mendengar itu melemaskan tangannya hingga retakan merah di tangannya menghilang begitu juga uap panas di kepalan tangannya tadi ' Huft~ jika seperti itu aku tidak akan melatih kemampuan itu ' batin Naruto menghela nafasnya.

" Tapi jika tanpa sadar kau mengamuk dan menggunakannya sama saja bahaya " Naruto yang mendengar itu tersentak ' Jadi maksudmu aku harus menguasainya? Apa kau gila?! '

" Ya, Kekuatan Detroito bisa di perkecil oleh pengguna dengan mengatur seberapa besar kekuatan yang ingin di gunakan "

' Maksudmu? '

" Dengan kata lain, kau harus berkonsentrasi untuk membuat Energi panas secukupnya. cara menggunakan teknik ini sama seperti kau mengendalikan darah yang selalu kau munculkan di seluruh anggota tubuhmu "

' Begitu ya... ' batin Naruto mengepalkan tangannya kembali hingga retakan merah muncul di tangannya begitu juga memunculkan uap panas kembali di tangannya ' Berapa batas maksimumnya? '

" Batas paling mengerikan adalah 1.000.000% tapi untuk penggunaan maksimum batas normal adalah 100%, jadi aku sarankan kau mengendalikan kekuatanmu dari 1% Hingga 10%. "

Naruto yang mendengar itu sedikit menurunkan Energinya membuat retakan merah di tangannya menghilang namun tidak dengan uap panasnya " Dan Aku beritahu kau satu hal lagi. Teknik ini adalah Teknik tingkat atas milik Uzumaki yang terlarang karena jika tidak bisa mengendalikannya organ tubuh yang di gunakan untuk Detroito akan hancur "

' Anggota tubuh apa saja yang bisa di gunakan? '

" Oi, Kau tidak berusaha melatih semuanya sekaligus bukan?! "

' Heh! Kenapa tidak? Kau bilang aku harus mengendalikannya bukan? '

" tapi Teknik ini hanya harus di gunakan dalam keadaan darurat hidup ataupun mati "

' Jangan Khawatir, Akan aku pastikan Aku bisa mengendalikan teknik ini di seluruh tubuhku sampai 20% hingga perlombaan berikutnya di mulai '

" ... "

Naruto yang tidak mendengar suara balasan menaikkan sebelah alisnya namun itu hanya berlangsung beberapa detik karena suara tersebut kembali muncul

" Kaki, tangan, Badan, dan Jari. Itu adalah empat organ tubuh yang bisa di gunakan untuk teknik ini "

" Yosh! " gumam Naruto mulai semangat tak lupa dia menjaga kestabilan Energinya, hal pertama yang harus dia lakukan adalah mengukur Energi dari 1%-5%.

" Naruto-kun " Naruto yang mengenal suara yang memanggil namanya menghentikan latihannya dan menoleh kesumber suara hingga dia melihat sosok perempuan berambut pirang bermata hijau indah berdiri di dekatnya dengan karangan bunga di keranjang yang ada di tangannya.

" Arthuria-chan "

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Arthuria Pen Dragon, sosok perempuan berambut cantik yang merupakan sosok pengantin Naruto kedepannya walau sebenarnya karena aturan saat ini berdiri di depan Naruto dengan penampilan yang sangat cantik membuat Naruto terpaku bahkan tidak berkedip sekalipun.

" Mou~ jangan memandangiku terus anata " Rajuk Arthuria sambil bersembunyi di balik pohon membuat Naruto tersentak dan langsung panik dengan wajah merona " A-Ah gomen, a-aku hanya tidak menyangka akan bertemu denganmu lagi " ucap Naruto.

Setelah mengatakan itu, Naruto menggaruk pipinya yang tidak gatal, entah kenapa setiap dirinya bertemu Arthuria dirinya benar-benar canggung, bahkan otak pintarnya mendadak kongslet seketika

" Kau.. Kau sedang apa di sini Naruto-kun? " tanya Arthuria perlahan keluar dari balik pohon dan mendekati Naruto yang tampak canggung " Etto, tentu saja berlatih memang kenapa? " jawab Naruto lalu balik bertanya.

" Sendirian? "

" Tidak juga, aku bersama kelompokku sedang berlatih di sini. Hanya saja saat ini kelompokku ku suruh berlatih terbang dari Pengunungan Kashima-Yarigatake sampai Notori untuk melatih mereka agar mengingat rute daerah tersebut " jelas Naruto membuat Arthuria mengerti.

Sret!

Wush! Boom!

Naruto yang merasakan sebuah serangan di belakangnya tanpa sadar mengayunkan tangannya ke belakang dan seketika terjadi hempasan angin panas membuat sang penyerang terseret beberapa meter.

Naruto yang melihat sang penyerang tersentak karena rupanya sang penyerang adalah Arthur, Adik dari Arthuria " U-Ugh! " lenguh Arthur sambil menjatuhkan pedangnya lalu jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.

" Oi, Kau tidak apa?! " tanya Naruto langsung mendekati Arthur bersama Arthuria " A-Ahaha, jangan khawatir... Aku baik-baik saja kok, tadi itu hanya angin panas saja jadi aku baik-baik saja " balas Arthur sambil berusaha berdiri kembali.

" Mou~ sebenarnya apa yang kau pikirkan baka " omel Arthuria membuat Arthur terkekeh " Aku... Hanya ingin mengetes Naruto-san saja. Dan siapa sangka Naruto-san memiliki kekuatan seperti tadi... Benar-benar mengejutkanku " jawab Arthur sambil melirik tangan Naruto yang masih mengeluarkan angin panas.

" kau tidak apa bukan? Maaf tadi aku terlalu berlebihan, karena ada yang menyerangku jadi aku kelepasan mengeluarkan teknik tadi itu " ucap Naruto meminta maaf " Kau tidak perlu minta maaf Naruto-kun, itu karma untuknya " ucap Arthuria sambil menatap Arthur kesal sementara Arthur yang di pandang seperti itu tertawa pelan.

" Huft~ lalu kalian sedang apa di sini? " tanya balik Naruto " Aku hanya mengantarkan Nee-sama mengambil bunga untuk membuat karangan bunga, terlebih itu untukmu " jawab Arthur membuat Arthuria salah tingkah.

" Jangan mengatakannya Baka! " bentak Arthuria melempar sebuah batu besar ke kepala Arthur hingga membuat Arthur Pingsan. Naruto yang melihat itu terdiam ' Deja vu ' batin Naruto.

" Benarkah kau membuatnya untukku? " tanya Naruto sambil melirik Arthuria yang tampak malu-malu di sampingnya " Ja-Jangan salah paham ya! Bu-Bunga ini aku ambil untuk.. Un-Untuk.. Ah, adikku! " jawab Arthuria salah tingkah.

Naruto yang sebenarnya mengetahui kalau Arthuria berbohong dari nada bicaranya hanya acuh saja, toh bukan urusannya.

" Souka... Jaa~ aku akan mencari tempat lain untuk berlatih jadi sam... " perkataan Naruto terhenti ketika Tiba-tiba saat dirinya akan pergi Arthuria menahannya agar tidak pergi " Ada apa? " tanya Naruto penasaran.

" J-Jangan pergi dulu baka. Se-Setidaknya temani calon i-istrimu ini " pinta Arthuria membuat Naruto terdiam sebelum ikut salah tingkah, dalam hatinya dia merutuki dirinya sendiri karena selalu salah tingkah di depan Arthuria.

" M-Maa~ tidak masalah " jawab Naruto sambil mengulurkan tangannya, Arthuria yang melihat Naruto mengulurkan tangannya merona, ini pertama kalinya baginya untuk menyentuh tangan seorang pria yang sangat dia idamkan.

Dengan kaku Arthuria menerima uluran tangan Naruto lalu berjalan bersama dalam Keadaan canggung.

.

Whitefox side

.

Sementara itu pada tempat kelompok Naruto, tampak mereka saat ini berisirahat di bawah pohon dengan keringat di wajah mereka, untuk para naga mereka, saat ini mereka berkumpul di sebuah sungai kecil sambil meminum air dengan rakus, bahkan ikan kecil yang ada di sungai sweatdrop melihatnya.

" Hahh~ kejamnya! " kesal Kiba sambil membaringkan tubuhnya " Dasar Danchou menyuruh kami berlatih mengingat rute yang kita lewati 2x bolak balik, dan juga kenapa Danchou tidak ikut " gerutu Kiba.

" Danchou sudah mengingat semua rute di jepang jadi wajar saja Danchou tidak ikut, selain itu Tujuan ini melatih kita agar tidak terpisah dari jalur yang di tentukan Danchou " bela Julis, Kiba yang mendengar itu mendecih pelan, jika tujuannya seperti itu ya baginya tidak masalah sih.

" Jadi... Dimana Danchou Asia-chan? " tanya Kirin yang duduk di samping Asia " Maa~ dia bilang dia melatih kekuatannya cukup jauh dari sini, dan seharusnya dia sudah kembali sih sekarang " jawab Asia sambil menoleh ke samping, tepat ke arah daerah di mana Naruto berlatih namun mereka tidak bisa melihatnya karena tertutup hutan.

Srak!

Baru saja di bicarakan Naruto muncul bersama Arthuria di sampingnya dan hal itu membuat Mata Asia, Aiz, Tohka, dan Koneko langsung berkilat tajam apa lagi mereka melihat Naruto tampak bergandengan tangan dengan Arthuria

" Jadi mereka anggota kelompokmu Naruto-kun? " tanya Arthuria menatap satu persatu kelompoknya " Maa~ begitulah, kecuali dua orang itu, mereka adalah... "

" Nii-chan " Perkataan Naruto terhenti ketika sang Adik menatap nyalang kakaknya dengan aura hitam pekak di belakangnya begitu juga Aiz, Koneko dan Tohka " Siapa perempuan itu? " tanya Asia dengan nada berat membuat Naruto merinding seketika.

" Etto... Bagaimana cara menjelaskannya ya... " gumam Naruto bingung harus menjelaskannya dari mana " Ah, Namaku Arthuria Pen Dragon, Calon Istri Naruhmmmph! " Naruto yang mendengar Arthuria mengatakan sesuatu yang terlarang langsung membekap mulut.

Arthuria yang di bekap mulutnya menatap Naruto seolah kenapa dia menutup mulutnya " Jangan mengatakannya baka! " bentak pelan Naruto. Bahkan wajah Naruto saat ini panik karena dia merasakan empat aura hitam semakin meningkat ketika mendengar ucapan Arthuria.

" Nii-chan/Naru-kun/Naruto-kun/Danchou.. " Naruto yang mendengar suaranya di panggil oleh empat orang berbeda merinding ketakutan.

" Ma-Maa~ tenanglah aku bisa jelaskan kok "

Namun sayang empat wanita yang terbawa rasa cemburu tidak mendengarkan karena mereka saat ini tengah bersiap memberi Naruto hukuman, Naruto yang melihat itu langsung berlari menjauh " Jangan lari! " teriak empat wanita tersebut mengejar Naruto

Arthuria yang di tinggal menatap bingung kejadian tersebut, sementara kelompok Naruto yang melihat kejadian tersebut berdoa dalam hati agar ketua mereka selamat.

.

.

Setelah beberapa menit, Naruto kembali dengan beberapa luka di tubuhnya di ikuti empat wanita sebagai pelaku pembuat luka-luka tersebut, Arthuria yang melihat keadaan calon suaminya khawatir namun Naruto mengatakan dirinya baik-baik saja dan juga dirinya telah menjelaskan kejadian bagaimana dirinya menjadi calon suami untuk Arthuria.

Asia, Aiz, Koneko dan Tohka yang sudah mendengar penjelasan Naruto menatap tajam Naruto lalu mengalihkan pandangan mereka jika bertatapan muka bisa di bilang mode cewek ngambek membuat Naruto menghela nafasnya ' Mungkin nanti aku akan meminta maaf pada mereka ' batin Naruto.

" Jadi Danchou... Bisa jelaskan bagaimana bisa kau menjadi Calon suaminya? " tanya Kiba penasaran, Namun Naruto hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan tersebut " Ah kejamnya, kami semua juga ingin tahu Danchou " rajuk Kiba membuat Alis Naruto berkedut kesal.

" Bisakah kau hentikan itu " pinta Naruto membuat Kiba tertawa renyah " Jadi Danchou kenapa kau membawanya ke sini? Mau pamer? " tanya Julis sedikit pedas membuat Naruto menghela nafasnya kembali.

" aku mengajaknya ke sini agar ada yang menemaninya, dia baru kembali dari Amerika jadi dia belum memiliki teman di sini. Dan satu hal yang terpikir olehku adalah membawanya kemari " jelas Naruto membuat semua di sana paham.

Setelahnya Narutopun memperkenalkan seluruh anggotanya dan juga adik serta senpainya yaitu Aiz kepada Arthuria dan di balas senyum hangat oleh mereka kecuali empat perempuan yang menyerang Naruto tadi.

Arthuria yang merasa belum di terima oleh Empat Wanita tersebut memasang wajah kaku, Naruto yang juga menyadarinya menepuk pelan pundak Arthuria membuat Arthuria menoleh ke arahnya dan Naruto memasang wajah seolah tenang saja biarkan dirinya yang mengurus empat perempuan tersebut.

" Jadi Danchou... Apa yang harus kami lakukan sekarang? Kami sudah melakukan apa yang kau perintahkan? " tanya Xenovia karena bosan tidak ada kegiatan lain. Naruto yang mendengar itu berpikir jika dia berlatih terbang kembali mereka sama saja meninggalkan Arthuria, selain itu semua belum mengetahui kemampuan Arthuria.

Naruto yang tahu harus melakukan apa menyeringai kecil " Jaa~ bagaimana kalau kita Sparing saja? " usul Naruto membuat di sana saling berpandangan " Kali ini kalian akan sparing bersama Arthuria-chan melawanku dan Juga Asia dan Aiz-nee akan ikut Sparing melawanku " jelas Naruto membuat Asia, Aiz dan Arthuria terkejut

" Ma-Matte Nii-chan kenapa aku harus ikut? " tanya Asia meminta penjelasan " Dan Juga kenapa aku harus ikut Naruto-kun? " tanya Arthuria meminta penjelasan juga.

" Kenapa aku juga Naru-kun? " tanya Aiz ikut meminta penjelasan membuat Naruto menyeringai kecil.

" sudah lakukan saja, jika tidak mau kalian tidak akan aku biarkan pulang sampai besok " ucap Naruto dengan nada tegas membuat semua di sana saling berpandangan.

Sret! Swush!

Melihat Anggotanya saling berpandangan langsung melompat mundur dan mengepalkan tangannya hingga mengeluarkan uap panas " Jaa~ Sparing di mulai dari sekarang! " ucap Naruto langsung memukul udara Kosong hingga membuat hempasan angin panas ke arah anggotanya.

Sring! Bwush!

Dengan gerakan cepat Arthuria menebaskan pedang kasap mata yang entah sejak kapan di tangannya hingga hempasan panas tersebut terbelah melewati Anggota Naruto.

Tap!

Naruto yang tadi melayang mendarat dengan sempurna dan menghembuskan nafasnya pelan, Arthuria yang melihat Naruto tidak main-main menyiapkan senjatanya begitupun Anggota Naruto, Asia yang untuk pertama kalinya Sparing dengan Naruto menatap takut sang Kakak yang tidak main-main.

" Asia-chan Sparing ini berguna jika suatu saat salah satu anggotaku tidak bisa mengikuti pertarungan jika hal itu terjadi maka kau harus menggantikannya Asia-chan " jelas Naruto berusaha meyakinkan adiknya " Tidak.. Aku tidak mau melawanmu Nii-chan! " pinta Asia.

" kau harus. Seandainya saja aku hilang kendali dan tak sengaja ingin membunuhmu, kau juga harus melawanku Asia " ucap Naruto meyakinkan Asia, Asia yang mendengar itu terdiam, melihat Asia terdiam Narutopun melirik ke arah Aiz

" Dan untuk Aiz-nee, aku menyuruhmu ikut karena kau akan bertanggung jawab untuk melindungi mereka nanti seandainya aku hilang kendali, jadi mohon bantuanmu Aiz-nee "

Aiz yang mendengar itu terdiam lalu menyiapkan senjatanya tanda dia siap menerima tanggung jawab, Naruto yang melihat itu tersenyum " Satu hal lagi, kalian harus bekerja sama mengalahkanku, Arthuria-chan akan bekerja sama dengan kalian begitu juga sebaliknya, dan bagi yang berhasil mengalahkanku " ucap Naruto sambil menyeringai

" Kalian akan mendapatkan hadiah apapun dariku "

Lima wanita di sana seketika tersentak dengan wajah merona " A-Apapun? " tanya Asia memastikan " Tentu saja " jawab Naruto.

Seketika lima wanita di sana terdiam dengan sesuatu tiba-tiba memasuki otak mereka.

Pikiran Asia.

.

" Nii-chan, izinkan aku ikut bersamamu " pinta Asia kepada sang kakak yang saat ini berdiri di depannya sambil bertelanjang dada.

" Tentu saja, Tsuma " balas Naruto sambil tersenyum lalu mencium bibir Asia dan mendorong Asia pelan hingga berbaring Di kasur, Asia yang menerima perlakuan seperti itu mendesah pelan menikmati perlakuan Naruto.

.

Pikiran Aiz

.

" Naru-kun, kita mau melakukan apa di sini? " tanya Aiz yang saat ini bersama Naruto di dalam hutan yang sepi " Ini adalah hadiah untukmu, Aiz-nee " jawab Naruto mengapit Aiz ke sebuah pohon lalu menciumnya dengan mesra.

.

Pikiran Arthuria

.

" Okaerinasai Anata " sapa Arthuria menyambut Naruto yang baru kembali dari kerja " Tadaima Tsuma " balas Naruto sambil mendekati Arthuria.

" Anata mau mandi dulu? Atau makan dulu? " tanya Arthuria " Hmm~ bagaimana ya.. " gantung Naruto sambil memeluk mesra Arthuria " Aku inginnya kamu Tsuma " lanjutnya lalu mencium bibir Arthuria dengan mesra.

.

Pikiran Tohka

.

" Ahh~ ahnnn Naru.. " desah Tohka ketika Naruto menjilati tubuhnya di tuangi cokelat dan tubuhnya terikat agar tidak bisa melawan " Kau sungguh manis, Tohka-chan " bisik Naruto lalu menjilati tubuh Tohka kembali

.

Pikiran Koneko

.

" Danchou " gumam Koneko saat ini duduk berpangkuan dengan Paha Naruto sebagai tempat duduk dan dia duduk berhadapan pada Naruto yang tersenyum ke arahnya " Ini hadiahmu Koneko-chan " bisik Naruto lalu mencium bibir Koneko dengan liar.

.

Bluush!

Seketika lima wanita di sana meledak dengan wajah merona merah sepenuhnya hingga mengeluarkan asap. Naruto dan yang lain yang melihat itu tersentak dengan wajah terkejut.

" Kalau begitu... " gumam Asia menyentuh tanah di bawahnya.

" Akan aku kalahkan kau Nii-chan! " ucap Asia tiba-tiba semangat.

Srash! Srash!

Seketika dari tanah keluar banyak akar pohon yang bergerak liar ke arah Naruto dengan cepat, Naruto yang melihat itu meningkatkan kekuatannya hingga tubuhnya mengeluarkan uap panas, dan juga Di Jam milik Naruto tampak Jam Naruto memperlihatkan angka 5% [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Detroito gopersento "] gumam Naruto.

Swush!

Dengan sangat cepat Naruto langsung mengelak ke samping untuk menghindari akar-akar yang di buat Asia.

Sret!

Naruto yang menghindar ke samping seketika terkejut karena Arthuria tiba-tiba telah di sampingnya dengan pedangnya menggenggam sesuatu dengan erat. " Aku akan mengalahkanmu Naruto-kun! " ucap Arthuria menebaskan senjatanya ke arah Naruto

Sring! Swush! Swush!

Dengan gerakan lincah Naruto menghindari tebasan Arthuria yang mengarah padanya lalu melompat jauh untuk menjaga jarak dari Arthuria.

Wush! Sring! Blaar!

Naruto yang merasakan bahaya dari belakangnya, langsung mengelak ke samping dengan cepat dan benar saja Tohka menyerangnya dari belakang dengan sandalphon miliknya namun untungnya dia berhasil menghindarinya

Wush! Sret! Duak! Bugh! Blaaar!

Naruto yang telah berpindah ke samping Tohka langsung berputar dan menendang bahu Tohka hingga terpental dan menabrak Arthuria yang melesat ke arahnya hingga sama-sama terpental menabrak beberapa pohon.

Sret! Wush!

Naruto yang merasakan gerakan tanah di bawahnya langsung berlari menjauh dan benar saja beberapa akar mulai keluar dan berusaha menangkapnya.

Sret! Wush! Blaaaar!

Naruto yang telah menjauh langsung melompat dan memukul udara kosong membuat hempasan angin panas yang menghancurkan akar-akar pohon Asia.

" Ugh! " ringis pelan Asia ketika merasakan panasnya angin buatan Naruto.

Wush!

Aiz dan Koneko yang melihat celah untuk menyerang Naruto langsung berlari ke arah Naruto bersamaan sambil menyiapkan serangan mereka.

" Akulah yang akan mendapatkan Hadiah dari Naru-kun!/Danchou! " teriak Aiz dan Koneko bersamaan

Wush! Swush! Swush!

Naruto yang melihat Aiz dan Koneko menyerangnya dengan mudah menghindari setiap serangan Aiz dan Koneko bahkan tak jarang dia menangkis serangan mereka dengan sangat cepat.

Sret! Tsh! Blaaar!

Setelah membuka kuda-kuda Aiz dan Koneko lebar-lebar Naruto mengarahkan jarinya dalam posisi menyentil di dahi mereka lalu menyentil mereka hingga mereka terpental cukup jauh.

Wush! Blaaar!

[" Pen Dragon Ryuujin! " ] Naruto yang mendengar Suara Arthuria menyerangnya dengan sebuah sebuah tebasan Vertikal langsung menghindar ke belakang membuat serangan Arthuria hanya mengenai tanah namun memberikan efek ledakan yang besar.

Naruto yang Melihat serangan Arthuria merinding jika dia terkena mungkin dia akan mati .

" Minggir kau! Aku yang akan mendapatkan hadiah dari Naruto! " ucap Tohka mendorong Arthuria lalu melesat ke arah Naruto, Arthuria yang melihat itu tentu saja tidak mau kalah.

[" Halvanheven! "] teriak Tohka menebaskan Sandalphonnya secara Horisontal pada udara kosong, Naruto yang melihat itu langsung menunduk.

Braak!

Puluhan pohon di belakang Narutopun terbelah menjadi dua membuat Naruto menatap tajam Tohka yang tampaknya tidak main-main dalam menyerangnya.

Swush! Duak!

Sret! Bugh!

Dengan gerakan lincah Naruto memutar kakinya lalu mengarahkan tendangan pada perut Tohka namun berhasil di tahan Tohka dengan tangannya, namun tak di sangka Naruto mengangkat tubuhnya dan melemparnya ke arah Arthuria yang menyiapkan sebuah serangan hingga mereka bertabrakan kembali

Sret! Swush! Blaaar!

Naruto yang merasakan sebuah serangan besar seketika langsung salto ke belakang dan seketika di mana tempat dia berdiri tadi terjadi sebuah ledakan sedang, Naruto yang berhasil menghindar memasang posisi siaga karena saat ini di depannya terdapat sebuah monster pohon berukuran besar dengan pedang di kedua tangannya

Sret! Swush!

Naruto yang mengetahui teknik siapa yang bisa membuat monster pohon tersebut menghembuskan nafasnya lalu mengencangkan kuda-kudanya dan langsung melesat dengan cepat ke arah monster tersebut.

Sret! Swush! Blaaar!

Naruto yang melihat monster tersebut menebaskan salah satu senjatanya langsung berputar ke samping lalu melompat dengan tinggi hingga mencapai kepala monster setinggi 100 meter di depannya.

' Kita lihat bagaimana jika kita menggunakan kekuatan 5% ' batin Naruto mengepalkan tangan kanannya hingga mengeluarkan uap, sementara pada W.W.S milik Naruto seketika menyala dan menunjukkan angka 5% membuat Naruto menyeringai pelan.

" HUUAAAA! " teriak Naruto mengarahkan pukulannya pada monster di depannya.

Booom!

Namun sang monster berhasil menahan serangan Naruto dengan senjata sisanya namun hal itu tidak menghentikan bahwa teknik Naruto mengeluarkan hempasan angin panas.

Swush! Buagh!

Naruto yang terkejut karena serangannya tidak mempan harus di kejutkan kembali ketika monster tersebut memukulnya dari bawah hingga membuat dirinya terpental ke atas.

Brak! Sret!

Namun Naruto langsung mematahkan pohon berbentuk pedang yang mementalkannya dan memposisikannya di depannya .

Tsh! Jraaarrk!

Dengan sekali sentilan Pohon berbentuk pedang tersebutpun melesat ke arah sang Monster pohon dan menghancurkan monster tersebut menjadi dua.

Swush! Buagh!

Naruto yang tidak menyadari bahwa Koneko tiba-tiba di belakangnya harus terkejut ketika Koneko memukulnya hingga jatuh ke bawah dengan cepat.

Naruto yang menyadari Arthuria, Tohka dan Aiz siap menyerangnya bersama langsung menggunakan pohon di sekitarnya lalu melompat ke atas kembali dan melempar Koneko ke bawah tepat ke arah Aiz, Tohka dan Arthuria.

Bruk! Bugh!

Karena terkejut Naruto tidak jadi kena sasaran mereka, mereka harus saling bertabrakan karena tidak fokus dengan apa yang ada di depan mereka.

Tap! Wush! Wush!

Baru saja Naruto mendarat, Naruto kembali menghindar akar-akar pohon yang akan menangkapnya, Naruto yang melihat itu melirik Asia yang tampak berkeringat ' Sepertinya dia bersungguh-sungguh sekali ' batin Naruto.

Sret! Swush!

Dengan sekali gerakan Naruto menghindari akar Asia lalu berlari ke arah Asia. Asia yang menyadari itu menajamkan matanya [" Argrostein! "] ucap Asia

Swush! Blar! Blar!

Naruto yang melihat ratusan tombak cahaya tercipta dan melesat ke arahnya dengan cepat langsung berhenti dan melompat ke belakang menghindari ratusan tombak tersebut.

Swush! Tak!

Trank!

Sambil melompat ke belakang Naruto menangkap satu Tombak Cahaya Asia, lalu mengayunkan tombak di tangannya ke belakangnya hingga tombaknya beradu dengan senjata milik Aiz.

Swush! Trank! Trank!

Sret! Dug!

Aiz yang melihat serangannya di tahan langsung menebaskan kembali senjatanya namun Naruto selalu berhasil menahan senjatanya lebih cepat sebelum dia menebas senjatanya

Naruto yang masih menahan senjata Aiz mengetahui bahwa Koneko berusaha memukulnya langsung mendorong senjata Aiz lalu menahan pukulan Koneko dan melemparnya pelan ke udara.

Sret! Tsh! Blaaar!

Setelahnya Naruto memposisikan jari menyentil di depan dua perempuan tersebut lalu menyentil udara kosong hingga terpental menabrak beberapa pohon

" Menyingkirlah! Aku yang akan mendapatkan hadiah dari Naruto! "

" Enak saja! Akulah yang akan mendapatkannya!? "

Naruto yang melihat mereka, Arthuria dan Tohka masih belum akur menghela nafasnya lalu meningkatkan kekuatannya lalu menghilang lebih cepat dari awal membuat Tohka dan Arthuria terkejut.

Swush! Blaaaar!

Seketika dari atas sesuatu dengan cepat turun dan membentur tanah di belakang Arthuria dan Tohka membuat mereka berdua terhempas namun sebuah tangan menarik kaki mereka dan melempar mereka ke arah Aiz dan Koneko hingga mereka saling berbenturan.

Sementara sang pelempar saat ini berdiri tegak dengan angin panas mengelilinginya dia yang tak lain adalah Naruto " Ayolah aku ini sendiriloh? Bukankah kalian ingin mendapatkan hadiah dariku? Jika kalian ingin mengalahkanku kalian harus bekerja sama. " ucap Naruto.

" Bagaimana kami bisa bekerja sama jika kami bekerja sama dengan dia! " ucap Tohka sambil menatap tajam Arthuria yang berusaha berdiri bersama Aiz.

" Kaliannya saja yang tidak memiliki kerja sama, jika kalian ingin mengalahkanku setidaknya saling memahamilah untuk mengalahkanku " ucap Naruto sambil memasang posisi.

" Jadi bagaimana sekarang? " tanya Koneko meminta usulan " Aku tidak peduli yang terpenting aku akan mengalahkannya dan mendapatkan hadiahnya! " balas Tohka bersiap.

" Kau bodoh? Lawan kita adalah Nii-chan " omel Asia " status bukanlah hal penting tapi kelemahannya " balas Arthuria.

" Oh ya? Memang kau tahu kelemahannya? " tanya Tohka sedikit sinis " Kelemahan Naruto-kun adalah merespon serangan cepat, jika kita menyerangnya bersama dalam arah berbeda dengan menggunakan serangan cepat dan kejutan. Aku yakin kita menang " balas Arthuria menggenggam erat senjatanya hingga berubah menjadi cahaya begitu juga pakaiannya yang telah berubah karena memasuki mode Clan Pen Dragon.

" Aiz-san, kau ikut denganku, kita buat serangan pengalihan, lalu Koneko-san serang dari titik buta usahakan pukul bagian perutnya, lalu Tohka-san kau usahakan lumpuhkan Naruto-kun dan Asia-san yang akan menangkap Naruto-kun "

Aiz, Tohka, Koneko dan Asia yang mendengar itu saling berpandangan " Tch! Aku benci mengatakannya tapi dari kami tak ada yang pintar membuat Strategi " ucap Tohka sambil mendecih pelan.

" Jadi kami akan mengikuti idemu " timpal Koneko sambil bersiap begitu juga Asia " Selain itu jika kita kalah kita akan kehilangan hadiah kita " lanjut Koneko

Seketika mereka berlima terdiam lalu saling melirik tajam ' Aku harus lebih dulu dari pada mereka ' batin mereka kompak

" Kalau begitu kita mulai! " ucap Arthuria melesat dengan cepat ke arah Naruto bersama Aiz, Naruto yang melihat itu menyiap tombak cahaya yang ada di tangan kirinya dan meningkatkan kekuatannya hingga mengeluarkan angin panas bahkan percikan petir kuning mulai muncul di tubuh Naruto.

Sret! Twush! Wush!

Dengan sekaligerakan Naruto telah menghilang dari tempatnya di susul oleh Aiz dan Arthuria yang juga menghilang dengan cepat.

Wush! Trannk! Trank! Wush! Trank!

Setelah menghilang beberapa detik terlihat Naruto Saat ini berusaha menahan serangan Cepat Arthuria dan Aiz yang menyerangnya dari berbagai arah dengan cepat, namun hal tersebut berhasil di tangani oleh Naruto.

Sret! Duk! Swush! Tsh!

Blaaaar!

Naruto yang melihat celah langsung melayangkan tendangan dari samping, namun Aiz berhasil menahan tendangan tersebut agar tidak melukainya namun dirinya harus terseret ke samping hingga berbenturan dengan Arthuria, Naruto yang melihat itu tak menyia-nyiakan kesempatan, dengan segera Naruto menyentil udara kosong di depannya hingga terjadi ledakan angin panas yang mementalkan Arthuria dan Aiz.

Sret! Bwwuuuuush!

Arthuria yang terpental tak kehilangan langsung mengangkat pedang cahayanya dan seketika pedang Arthuria memanjang ke udara " Hyaaaa! " teriak Arthuria mengayunkan pedangnya ke bawah.

Naruto yang melihat tebasan itu akan mengenainya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan [" Kuroenko : Rengyukuroenri! "] ucap Naruto.

Twung! Blaaaaaar!

Seketika sebuah Perisai hitam tercipta di atas Naruto dan menahan senjata Arthuria hingga membuat ledakan angin yang keras.

Wush! Buagh!

Naruto yang fokus bertahan seketika terkejut ketika di depannya tiba-tiba muncul Koneko dan memukulnya ke udara hingga terpental ke udara.

Naruto yang terpental ke udara seketika harus kembali terkejut ketika ratusan tombak mulai muncul dan turun dengan cepat layaknya hujan ke arahnya, Naruto yang melihat itu berniat membuat pelindung kembali, namun seketika Naruto harus terkejut ketika Tohka menangkap kakinya dan melemparnya ke bawah.

Blaar!

Narutopun membentur tanah dengan keras hingga membentuk kawah berukuran sedang. Naruto yang merasakan sakit di punggungnya menggeram pelan lali menatap tajam ratusan tombak yang sudah dekat dengannya.

Sret! Tsh! Blaaar!

Dengan sekali sentilan, Ratusan Tombak itupun terpental jauh-jauh darinya, Naruto yang berhasil menangkal serangan tersebut kembali berdiri namun seketika tubuh Naruto terhenti karena Asia menahan tubuh Naruto dengan akar-akarnya kecuali Tangan kanan Naruto karena Naruto menahannya dengan darahnya yang berbentuk ekor di punggungnya

" Ini Adalah serangan terakhir kami! Walau dengan satu Tangan Kau tidak akan bisa menangkalnya! " ucap Tohka yang melayang mengangkat pedangnya hingga mengeluarkan aura ungu.

Twush! Twush!

Naruto yang melihat Dua Cahaya menjulang kelangit melirik pemilik dua cahaya tersebut di mana dia bisa melihat Aiz dan Arthuria juga sudah menyiapkan teknik mereka.

' Sepertinya tak ada pilihan lain ' batin Naruto mengepalkan tangannya dengan kuat hingga retakan merah mulai muncul, setelahnya muncul angin panas mengelilingi tangan kanan Naruto di sertai Percikan petir Kuning.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Detroito Gojuuparsento... "] jeda Naruto sambil mengangkat wajahnya pelan hingga terlihat mata kanan Naruto yang berubah menjadi Jikkan.

Sring! Sring! Sring!

Tiga serangan secara bersamaan langsung turun ke arah Naruto dengan cepat, Namun Naruto yang melihat itu menyeringai.

[" Resperobrusto! "] teriak Naruto dengan lantang lalu mengarahkan pukulannya pada tiga serangan di depannya.

BLAAAAAAAAAAR!

Ledakan Angin panaspun kembali terjadi begitu pukulan Naruto membentur Tiga Serangan dari Aiz, Tohka dan Arthuria hingga membuat sebuah kawah kecil di tempat Naruto dan Sebuah Kawah besar di tempat Arthuria, Aiz, Koneko, Tohka dan Asia.

Naruto yang melihat efek jika dia menggunakan kekuatan 50% mendengus pelan lalu melemaskan tangannya kembali, baru saja dia melemaskan tangannya Naruto harus meringis pelan ketika lengannya tiba-tiba terasa sakit.

" Itu adalah efek dari penggunaan 50% kekuatan Detroito, jika sampai 100%, tanganmu akan membengkak menjadi warna ungu " Naruto yang mendengar itu mendengus pelan lalu menatap tangannya dengan Jikkan miliknya.

Selagi menyembuhkan tangannya, Naruto melirik ke arah lima wanita yang berusaha berdiri kembali dan bersiap melawannya kembali, Naruto yang melihat kegigihan dan kekompakan mereka tersenyum.

" Ha'i, cukup sampai di sini latihannya " ucap Naruto membuat lima Wanita tersebut terkejut akan perkataan Naruto " Tapi... "

" Skornya seri, jadi kalian mendapatkan masing-masing hadiah dariku " potong Naruto ketika Tohka akan protes " Selain itu latihan ini sebenarnya memiliki tujuan lain " lanjut Naruto sambil tersenyum pada lima wanita di depannya.

" Aku ingin kalian akur bersama, bekerja sama, dan kompak dalam satu tujuan. Melihat kalian seperti ini, membuatku sungguh senang " ucap Naruto sambil tersenyum senang.

Blush!

Wajah lima Wanita itupun merona ketika melihat senyum Naruto, perlahan merekapun ambruk bersama dalam posisi melingkar, Naruto yang sempat melihat mereka ambruk sweatdrop seketika.

" Hah.. Hah.. Aku tidak menyangka... Hah.. Hah.. Bahwa kita akan seri " gerutu Tohka merasa tidak terima " Tapi... Bukankah dengan begini bagus? Kita sama sama mendapatkan hadiah dari Naru-kun? " balas Aiz berpikir lurus.

" Ano... Gomen ne Minna " Ucap Arthuria meminta maaf " Kenapa Arthuria-senpai? " tanya Koneko

" soalnya karena aku kalian bertengkar dengan Naruto-kun, dan juga mengacaukan kerja sama kalian " sesal Arthuria, namun Empat Wanita yang mendengar itu tersenyum.

" tidak apa, aku senang jika seperti ini " jawab Asia sambil tersenyum " Semakin banyak yang mencintai Naru-kun semakin bagus " timpal Aiz.

" Dan kau.. Sudah lulus " timpal Tohka sambil mengalihkan wajahnya " Tapi besok aku akan mengambil hadiahku lebih dulu! " lanjutnya membuat empat wanita di sana tidak terima.

" Tidak Aku duluan! " protes Asia.

" Aku duluan " ucap Aiz tak mau kalah

" Aku akan bersama Danchou seharian " ucap Koneko tak mau kalah.

" Tak akan aku biarkan! " ucap Arthuria juga tak mau mengalah

Naruto yang melihat mereka bertengkar kecil tersenyum senang karena mereka telah akur, pandangan Naruto seketika teralih ketika Sisa Kelompoknya yaitu, Julis, Claudia, Kiba, Xenovia, Irina, Kirin dan Saya datang ke arahnya.

" Bagaimana Danchou? " tanya Claudia dan mendapat senyum dari Naruto " Maa~ bisa di bilang begitu " balas Naruto sambil menatap lima wanita yang masih berkelahi kecil kembali.

" Apa yang akan kau lakukan Danchou? Sudah ada 6 Perempuan yang sudah mencintaimu dengan tulus, Apa kau akan menerimanya? " tanya Kiba membuat Naruto terdiam.

" Entahlah... " jawab Naruto membuat Kiba menghela nafasnya " Tapi... Sepertinya setelah Dragons Champions Ini selesai, Aku akan menjawab pernyataan mereka " lanjut Naruto membuat semua kecuali lima wanita yang masih bertengkar terkejut karena ketua mereka sepertinya sudah siap menerima cinta kembali.

" Danchou... " gumam Kiba tidak bisa untuk tidak tersenyum senang.

" Naru-kun/Nii-chan/Danchou/Naruto-kun/Naruto " Naruto yang mendengar namanya di panggil dengan suara berat menegang dan menatap takut lima wanita yang menatapnya tajam " Kau harus menerima akibatnya! " ucap mereka kompak dengan seringai di mulut mereka membuat Naruto panik ketakutan.

" Ma-Matte! A-Apa salahku?! "

" Urusai! Ini karena kau yang memulainya! " balas mereka lalu berlari ke arah Naruto, Naruto yang merasakan tanda bahaya langsung berlari dengan cepat kabur dari lima wanita yang saat ini marah padanya.

" Selamat menikmati hukumanmu Danchou! " teriak Kiba membuat Naruto kesal karena tidak di tolong " SIALAN KAU BARBIE!? TERKUTUK JUGALAH YANG NAMANYA CINTA!? " teriak Naruto sambil terus berlari.

.

.

Kurumi Place

.

Sementara itu pada tempat Kurumi, saat ini Kurumi tengah berdiri di depan sosok perempuan berambut kuning dengan wajah polos, namun memiliki kekuatan yang hampir setara Kurumi.

" Ada apa kau menemuiku dan mengajakku kemari? " tanya perempuan tersebut karena saat ini mereka ada di sebuah pulau yang sepi dan tak di kenal, Kurumi yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menatap perempuan di depannya dengan serius " Shiina.. Aku butuh bantuanmu "

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

" Apa-Apaan ini "

" kau harus memuaskanku dengan ciumanmu Nii-chan "

" Kita harus menghentikannya sebelum terjadi sesuatu yang parah "

" Aku akan mengalahkan dasar mesum! "

" Majulah kau! "

" Tak akan aku biarkan kau melakukan sesukanya, Uchiha Sasuke! "

Berikutnya Chapter 31 : Dragons Champions Arc III : Slice of Life : Double Fight

Note : Yo! Bagaimana cerita kali ini? Puaskah? Hahaha aku harap kalian puas.

Baiklah di sini Naruto telah menguasai sedikit Teknik inspirasi saya yaitu One For All, Detroito. Teknik ini benar-benar menginspirasi saya bahkan teknik ini juga yang memberi saya semangat untuk melanjutkan cerita saya agar bisa sampai Chapter di mana Naruto akan melawan Sasuke nanti di final.

Lalu sayap darah milik Naruto? Ini merupakan satu kunci milik saya agar cerita Arc IV dan V berjalan berjalan lancar. Lalu Para Kitrugon, Kurama dan Whitegon kenapa tidak terlihat? Chapter depan mereka nongol kok, dan bagi yang gak sabar Naruto akan membuat Kontrak dengan Kurama harap bersabar, karena beberapa chapter, mungkin 10/12 Chapter hal itu terjadi.

Etto.. Apa lagi ya...

Lalu tujuan Kurumi bertemu Shiina masihlah rahasia, akan terbongkar pada saat konflik dengan ayah Kurumi. Lalu Jikkan Jiraiya? Bagaimana bisa? Hmm itu juga akan menjadi misteri, jawabannya akan terlihat saat Naruto bertemu orang tuanya.

Lalu untuk Sara dan Ruko? Apa mereka akan muncul kembali? Jawabannya ya. Lalu mengenai Desain buatan Naruto juga akan saya rahasiakan, masih banyak hal yang menjadi rahasia di fic saya. Semakin banyak maka semakin bagus pula cerita ini # sambil Menyeringai.

Lalu Akane? Kenapa tak terlihat? Dua chapter lagi dia akan muncul dan untuk yang lainnya akan mendapatkan bagian mereka sekitar 3-4 chapter lagi lalu masuk ke Arc IV.

Satte~ itu saja dari saya, aku harap kalian puas dengan fic saya kali ini. Kalau begitu saya Setsu, undur diri. Jaa Na~

Please Review