Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Arthuria, Aiz, Hinata, Rias, Akeno, Gabriel, Tsubaki, Asia, Kuroka, Tohka, Akame, Kurumi, Shiina, Koneko ) Pair Inti sudah Max.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 31 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Double Fight
.
Kamis, 29 November 2090
DSA Weapon Dragon
Naruto Room
06.00 AM
.
Di pagi hari dengan matahari yang mulai terbit, tampak di sebuah kamar terlihat keadaan kamar tampak cukup berantakan dengan alat di sana sini yang aktif bahkan tampak juga di lantai kamar tersebut terlihat pakaian perempuan berserakan di sana sini.
Pakaian perempuan?
Hmmm~ sepertinya ada yang mengganjal... Hnmm~ # layar bergerak ke sana kemari mencari hal ganjal hingga akhirnya menemukan sesuatu yang ganjal.
Sepertinya ada sesuatu yang aneh di sebuah kasur yang di tempati Naruto? Kasur itu tampak sesuatu mengembung di dalam selimut kasur tersebut. Apakah yang sebenarnya terjadi?
Sret!
Selimut yang menutupi seluruh bagian kasur tersebutpun terbuka dan memperlihatkan Asia yang saat ini mencium Naruto dengan liar, sementara Naruto hanya bisa menggerang dalam ciuman yang Asia buat.
Dirinya ingin melepaskan diri dan menghentikan apa yang di lakukan Asia, namun sebuah tali menahan kedua tangannya dan kakinya agar tidak bisa kabur.
Naruto harus berkali-kali menggerang dalam ciuman Asia karena saat ini, Asia berada dalam keadaan telanjang bulat dan menggesek-gesekkan ... Pada ... Milik Naruto.
# Yang pikiran mesum pasti tahu :v
" Emmmmmnnn~ Eghnnnnmm~ " desah keduanya dalam ciuman panas mereka " Eeemmmmhhnnn~ " erang panjang mereka bersama bahkan terlihat kasur tersebut bergetar pelan setelah erangan mereka.
" Fuaahh~ " desah mereka bersamaan sambil melepaskan ciuman mereka karena membutuhkan Oksigen, bahkan terlihat benang saliva menjembatani kedua bibir tersebut begitu kedua bibir itu terlepas dari penyatuan mereka.
Setelah mengambil Oksigen yang cukup Asiapun tersenyum pada kakaknya yang masih mengatur nafasnya Asia yang melihat saliva yang ada di sudut bibir Naruto mendekatinya dan menjilati saliva tersebut seperti kucing.
" Hah.. Hah.. A-Asia-chan... Hah.. Ke-Kenapa?.. Hah.. Hah.. Kenapa kau melakukan ini?.. Hah... Bu-Bukankah kemarin kau sudah menciumku sepuasmu? " tanya Naruto dengan nafas terengah-engah di sertai wajah memerah " Se-Selain itu... " gagap Naruto dengan wajah memerah sempurna.
" Fufufu~ bukankah sudah aku bilang Nii-chan? Mengenai permintaanku? " tanya Asia dengan nada menggoda, Naruto yang mendengar itu merinding.
" Nii-chan Harus menerima Ciumanku kapanpun dan dimanapun, dan Nii-chan harus membawaku bersamamu untuk selamanya "
" Ta-Tapi... Ji-Jika Ero-jii dan Baa-chan tahu.. " gugup Naruto berusaha membuat Asia berhenti walau sia-sia " Jangan khawatir, Baa-chan telah merestuinya kok, selain itu... " gantung Asia sambil mengerakkan tangannya ke balik selimut.
" Ugh! " lenguh Naruto " Gomen untuk celanamu Nii-chan, Dia jadi basah karenaku, dan juga... " gantung Asia kembali sambil mendekatkan wajahnya kembali pada wajah Naruto.
" Sepertinya Naruto JR sudah tegang " lanjut Asia dengan wajah menggoda. Naruto yang mendengar itu semakin panik. Jika ini berlanjut Status perjaka NarutoJRnya akan hilang.
" Tapi jangan khawatir Nii-chan, aku tidak akan melakukannya sekarang kok. Aku akan menantikannya saat Dragons Champions Selesai " ucap Asia sambil bangun membuat selimut yang menutupi mereka terbuka dan memperlihatkan tubuh polosnya " Jadi persiapkan dirimu Nii-chan, aku akan menantikan Hadiahmu " ucap Asia sambil mengenakan pakaiannya kembali dan melepaskan ikatan Tangan dan Kaki Naruto
Naruto yang terbebas langsung menjauh dari Asia dan bersembunyi di balik pintu kamar mandi sambil menatap tajam Asia yang tampak tenang dengan senyum manisnya.
" Kau tidak perlu seperti itu Nii-chan, Aku tidak akan melakukan apapun untuk kali ini karena aku sudah puas " ucap Asia sambil berbalik dan berjalan menuju pintu Kamar Naruto hingga terbuka " Tapi... " gantung Asia sambil menghentikan langkahnya lalu menatap Naruto menggoda.
" Jangan lupa perkataanku tadi ya, Onii~chan " ucap Asia lalu meninggalkan Naruto yang tengah merinding ketakutan
" Entah kenapa dia tampak berbeda dari yang dulu " gumam Naruto sambil merinding lalu menggeleng kepalanya keras untuk menenangkan pikirannya " Moui! Aku harus merapikan kamar ini gara-gara dia kemarin " gerutu Naruto sambil menatap kamarnya yang berantakan.
Twing!
" Naruto-kun " Naruto yang akan memperbaiki kamar seketika tersentak ketika di sampingnya sebuah layar hologram menyala dan menunjukkan wajah seorang Wanita berambut pirang cantik dengan mata berwarna hijau di sertai kaca mata menghiasi wajahnya.
" Ah Tearju-nee " gumam Naruto membuat wajah Cantik Wanita tersebut menatap tajam Naruto " Apa kau bilang Naruto-kun? "
Naruto yang melihat perubahan pada Tearju langsung panik karena dia memanggil Tearju-nee " Ma-Maaf Tearju-chan, a-aku melamun tadi " ucap Naruto dengan nada gugup.
Tak lama setelah itu Wajah Wanita bernama Tearju itupun berubah menjadi tersenyum cantik ke arah Naruto " Oh baguslah " Naruto yang mendengar itu bernafas lega dalam hati.
" Jadi ada Apa Tearju-chan? " tanya Naruto penasaran karena Tearju meneleponnya pagi-pagi sementara Amerika sudah malam. " Fufufu aku bawa kabar baik untukmu Naruto-kun " Jawab Tearju sambil tertawa halus.
Naruto yang mendengar tawa halus Tearju merinding, firasatnya mengatakan sesuatu yang buruk akan mendatanginya. " Ohayo Naru-kun " wajah Naruto seketika berubah pucat ketika melihat sosok Wanita berambut silver memiliki tubuh indah seukuran Tearju tengah berdiri di samping Tearju sambil tersenyum kepada Naruto.
" Ro-Rosswaisse-nee! " kejut Naruto dengan wajah pucat, wajah pucat Naruto semakin bertambah ketika melihat aura kemarahan Wanita bernama Rosswaisse " Apa kau bilang?! "
" Ti-Tidak lupakan saja " jawab Naruto panik " Ingatloh Naru-kun, kau sudah berjanji memanggil Kami dengan Sunfix-Chan bukan?! Jika kau melanggar kau akan menerima akibatnya " Naruto yang mendengar itu mengangguk cepat.
" Oh Ya Naru-kun kami membawakan kabar untukmu bahwa kami Akan berkunjung ke tempatmu saat ini " ucapan Tearju membuat Naruto terdiam dengan wajah pucat di sertai aura hitam di belakangnya.
" Jadi persiapkan dirimu Naruto-kun, Dan juga kami membawakan data yang kau minta " Tearju
" Kyaaaa! Aku tidak sabar ingin memelukmu Naru-kun, setelah sampai di sana aku akan memelukmu dengan erat " Rosswaisse.
" Jaa~ segitu saja yang ingin kami sampaikan, Sampai ketemu di sana Naruto-kun "
Twing!
Layar hologram itupun mati namun tidak menghentikan aura suram Naruto.
" BUNUH SAJA AKU KAMI-SAMA!? "
.
.
08.00 AM
.
Aiz, Asia, Tohka, Kurumi dan Kirin yang memang tinggal di DSA bersama Naruto saat ini tengah berkumpul dengan Sweatdrop di kepala mereka karena saat ini mereka tengah memandang Naruto yang tengah duduk dengan aura suram di atasnya.
" Etto.. Ada apa dengannya? " tanya Kurumi penasaran hingga Naruto mengeluarkan aura suram di sertai gerutuan 'Kusoyaro kami-sama' berulang kali " Entahlah, sejak dia berkata, BUNUH SAJA AKU KAMI-SAMA, dia sudah begini " jawab Asia sambil meniru teriakan Naruto.
" Memang ada apa hingga Naru-kun berkata seperti itu? " tanya Aiz dan mendapat gelengan dari Asia menandakan dia tidak tahu.
Cssh!
Tak lama setelah itu terdengar suara pintu otomatis terbuka dan memperlihatkan Jiraiya dan Tsunade memasuki ruangan dan baru saja masuk mereka juga harus sweatdrop melihat cucu mereka yang tampaknya dalam keadaan suram.
" Ada Apa dengan gaki ini? " tanya Jiraiya menatap yang lainnya meminta jawaban, namun semua mengangkat bahu tanda tidak tahu " Oy Naruto, semangatlah kita dapat kabar menggembirakan dari Amerika " ucap Tsunade.
Namun yang ada Aura Naruto semakin suram " Apa berita tentang Teaeju-nee dan Rosswaisse-nee datang ke sini? " tanya Naruto dengan suara lemas " Oho! Kau sudah tahu gaki " kejut Jiraiya karena Naruto sudah mengetahuinya.
" GHAAAAA! BUNUH SAJA AKU KAMI-SAMA?! AKU TIDAK INGIN NENDERITA LEBIH DARI INI! " teriak Naruto berusaha bunuh diri namun dengan sigap semua langsung menahan Naruto.
.
.
" Jadi... Kenapa kau tampak suram begini hanya karena mereka Naruto? " tanya Jiraiya halus pada Naruto yang saat ini duduk sambil menyembunyikan wajahnya di meja " Aku.. Tidak bisa memberitahukan pada kalian " jawab Naruto lemas.
" setidaknya beritahu kami baka! Siapa tahu kami bisa mengatasinya " ucap Tohka sedikit pedas " Itu tidak mungkin... Jika mereka sudah di sini dan melihatku, aku sudah pasti akan mati berulang kali " balas Naruto membuat semua di sana Sweatdrop.
' mati berulang kali ' batin semuanya bingung dengan perkataan Naruto.
" Aku yakin mereka sebentar lagi datang... Sebaiknya aku pergi menjauh dari sini agar aku selamat dari mereka " gumam Naruto sambil berdiri dan berniat berjalan ke arah pintu.
Cssh!
Belum sampai pintu, Pintu tersebut telah terbuka memperlihatkan Dua Wanita yang membuat tubuh Naruto terasa kaku gemetaran karena dua Wanita yang dia ingin jauhi telah di depannya.
" KYAAAA! NARUTO-KUN!/NARU-KUN! " Teriak Dua Wanita yang rupanya Tearju dan Rosswaisse yang telah datang langsung berteriak girang dan melompat ke arah Naruto yang membeku dan memeluk Naruto erat hingga terapit empat semangka karena tinggi Naruto setara Empat Semangka mereka.
Semua di sana Sweatdrop, akhirnya mereka paham maksud Naruto, mati berulang kali dalam surga duniawi yang biasanya di sukai oleh para Pria.
" Eh?! Jadi yang datang dari Amerika itu, Tear-nee-sama dan Ross-nee-sama " kejut Asia ketika melihat kakak-kakaknya kembali dari amerika " Etto... Siapa mereka? " tanya Kirin ingin tahu
" Uzumaki Rosswaisse dan Uzumaki Tearju, Anak pertama dan kedua Kami. Bisa di bilang kakak kandung dari Asia " jawab Tsunade membuat semua di sana kecuali Asia dan Jiraiya terkejut.
" kau punya kakak rupanya Asia-chan? " tanya Kirin dan di jawab senyum canggung Asia " Ma-Maa~ "
" Kyaa! Kau sudah dewasa rupanya Naruto-kun, bahkan kau juga sudah tinggi dan tampan! " ucap Tearju sambil menatap Naruto yang terdiam seperti patung " Kyaa! Tubuhnya juga sudah berisi dan berotot! Kyaaa! Aku jadi tidak sabar! " teriak girang Rosswaisse.
Jiraiya yang melihat tingkah kedua anaknya hanya melongo tidak percaya, kedua anaknya seolah tidak peduli sekitarnya, bahkan Dalam Hati Jiraiya merasa iri pada Naruto karena di apit oleh aset kesukaan para lelaki.
Dia tahu itu hal salah namun jika dia memisahkan mereka yang ada kedua anaknya tak segan-segan menghajarnya bahkan mematahkan tangannya. Tiba-tiba Tubuh Jiraiya merinding ketika mengingat itu ' Anak dan Ibu sama saja ' batin Jiraiya ketika dia mengingat dia menyentuh sebentar dada Tsunade dia sudah di pukul kalau Naruto menyentuh dadanya tanpa sengaja saja dia ( Tsunade ) seolah tidak peduli.
' Dasar bocah kampret ' sumpah serapah Jiraiya pada Naruto
" Ne Tearju, kita lupa memberikan Naruto Hadiah " ucap Rosswaisse membuat Tearju tersadar lalu tersenyum " Benar juga " ucap Tearju lalu melepaskan pelukannya begitu juga dengan Rosswaisse lalu menyejajarkan wajah mereka pada ke dua pipi Naruto, sementara Naruto berusaha mengatur nafasnya karena kekurangan oksigen karena terapit empat semangka
" Tadaima Naru-kun/Naruto-kun " ucap Mereka sambil tersenyum manis.
Cup!
Secara kompak merekapun mencium pipi Naruto bersamaan membuat semua di sana terkejut kecuali Tsunade yang hanya tersenyum saja.
" Kyaaaa! Tear-nee! Ross-nee! Apa yang kalian lakukan!? " teriak Asia dengan wajah memerah.
" Hm? Asiakah? Kau sudah besar ya " gumam Rosswaisse melepaskan ciumannya pada pipi Naruto " bukankah kau sudah lihat? Kami memberikan hadiah kami pada Naru-kun atas kedatangan kami " lanjut Rosswaisse lalu mencium pipi Naruto kembali.
" Gh! Hentikan Tear-nee! Ross-nee! "
" O-Oi, Ts-Tsuma. A-Apa tidak apa di-dibiarkan se-seperti ini? " tanya Jiraiya tergagap karena masih sedikit Syok " Hm? Bukankah bagus anak-anakmu mencintai seseorang? " tanya balik Tsunade.
" Tidak-Tidak! Bukan seperti itu! " balas Jiraiya " Keturunan Uzumaki tinggal sedikit, jika begini bukankah bagus untuk meningkatkan popularitas Clan Uzumaki kembali? Anak-anakmu Clan Uzumaki dan jika dia menikah dengan Clan lain, sama Saja Popularitas Clan Uzumaki menipis, karena itu aku akan merestui hubungan anak-anakku dengan Naruto. " jelas Tsunade sambil menatap Naruto yang berusaha di tarik keluar dari pelukan Tearju dan Rosswaisse
Tubuh Naruto seketika menegang mendengar itu, sementara Tearju dan Rosswaisse menyeringai secara sembunyi ketika mendengar itu, Asia yang melihat itu walau tipis menatap tajam kakaknya dengan alis berkedut kesal karena sepertinya bukan hanya dia saja yang akan memiliki Naruto.
" Sudah cukup! " teriak Asia sambil menarik Naruto keras hingga lepas dari pelukan Tearju dan Rosswaisse, namun kali ini Naruto berpindah ke pelukan erat Asia " Tidak! Tidak akan aku biarkan Tear-nee dan Ross-nee memiliki Naruto-kun! " teriak Asia sambil memeluk Naruto erat bahkan kepala Naruto kembali terapit oleh buah melon.
" Heh~ kenapa? " tanya Tearju dengan wajah pura-pura sedih " Karena Naruto-kun telah memiliki kami! " balas Asia sambil menarik Tohka, Aiz dan Kurumi ke dekatnya " bukan hanya mereka, ada dua perempuan lagi di luar sana yang telah memiliki Naruto-kun! " lanjutnya.
" Ha-Hah! A-Aku tidak termasuk!? " elak Tohka dengan wajah memerah.
' Bukan Dua, tepatnya empat ' batin Naruto mengkoreksi
" Ara~ Naruto-kun sudah membuat harem ternyata " goda Tearju membuat wajah Naruto memerah " Bu-Bukan aku! Mereka yang memaksaku! " balas Naruto.
" Fufufu~ jangan kira kami akan menyerah Asia, kami pasti akan masuk dalam Harem Naru-kun nanti, karena kami... " jeda Rosswaisse sambil mendekati Naruto yang ada di pelukan Asia " Mencintaimu Naru-kun " lanjutnya.
Cup!
Semua mata di sana seketika melebar kecuali Tsunade dan Tearju dimana Mereka sungguh terkejut karena Rosswaisse dengan berani mencium bibir Naruto.
Ciuman itupun terlepas karena hanya ciuman singkat, setelah mencium Naruto, Rosswaisse menjauhi Naruto sambil menjilati bibirnya " sampai ketemu lagi nanti Naru-kun, kami akan pergi mengurus barang kami dulu, Jaa~ na " ucap Rosswaisse lalu pergi dengan Tearju di samping.
Setelah mereka tidak melihat Tearju dan Rosswaisse semuapun menoleh kearah Naruto yang terdiam dengan wajah memerah " Mou! Nii-chan! " teriak kesal Asia sambil mengguncang tubuh Naruto dengan keras.
" Kuroyaro Gaki! Apa yang telah kau lakukan terhadap anakku! "
" Itu bukan salahku! "
.
.
Setelah tenangnya pertengkaran Kecil Jiraiya dan Naruto di mana Jiraiya di hajar Tsunade hingga pingsan dan di seret keluar oleh Tsunade. Sementara Naruto saat ini di tatap tajam empat perempuan di sekitarnya meminta kepastian kenapa Tearju dan Rosswaisse bisa menyukai Naruto.
" Jadi Nii-chan bisa kau jelaskan? " tanya Asia dengan senyum angkernya" Sudah Aku bilang itu bukan salahku! Lagi pula Asia-chan! Kau tahu sendiri bukan jika Kakak-kakakmu itu memang senang menggodaku! " bela Naruto
Asia yang mendengar itu berpikir sesaat memang dari dulu Kakak-Kakaknya sangat senang menggoda Naruto tapi kenapa godaan mereka berubah menjadi suka itulah yang dia tidak ketahui
" Aku tahu. Tapi bagaimana bisa mereka suka padamu? " tanya Asia kembali " Mana Aku tahu! Aku saja terkejut! "
Asia yang mendengar itu berjongkok di depan Naruto sambil mengelus bibir Naruto, Naruto yang tahu lagat Asia langsung menahan pundak Asia " Ma-Matte! Apa kau berniat menciumku lagi?! "
" Kau harus memuaskanku dengan ciumanmu Nii-chan " ucap Asia seolah tak ingin di bantah " Karena bibir ini hanya untukku " Lanjutnya lalu mendekatkan wajahnya.
Twing!
" Naruto-san "
Kegiatan Asia langsung terhenti bahkan Tohka, Aiz dan Kurumi yang ingin menahan Asia ikut berhenti. Untuk Naruto dia sendiri bernafas lega karena ada yang menyelamatkannya.
' Tch! ' kesal Asia sambil menjauhkan wajahnya. Dan sang penghubung seketika memerah wajahnya ketika tak sengaja hampir melihat Naruto ciuman terlebih dia sedikit terkejut bahwa Naruto dan anak dari Jiraiya saling menyukai.
" Go-Gomen Naruto-san mengganggu kegiatanmu " ucap sang penghubung tergagap " Tidak apa Falbium " balas Naruto sambil tersenyum
' Aku justru beruntung kau menghubungiku... Karena kau menyelamatkanku ' batin Naruto " Apa permintaanku yang kemarin telah selesai? " tanya Naruto dan di jawab Anggukan oleh Falbium.
" Persiapkan di Room Distorsy, aku akan melakukan latihanku sekarang " ucap Naruto sambil bangkit dan di jawab anggukan mengerti oleh Falbium lalu memutuskan hubungannya dengan Naruto.
" Kau mau berlatih lagi Naru-kun? " tanya Aiz dan di jawab anggukan oleh Naruto " Maa~ aku ingin melatih daya bertarungku kembali karena bisa saja suatu saat aku melawan orang yang kuat " jawab Naruto sambil tersenyum meyakinkan.
" Dasar kau ini, padahal kau sudah kuat dan aku rasa tidak akan ada orang yang bisa membunuhmu Naru-kun " hela Aiz melihat sifat Naruto yang suka berlatih. Kurumi yang mendengar ucapan Aiz terdiam, bayangan di mana Naruto mati tiba-tiba terngiang di kepalanya membuat Tubuh Kurumi bergetar menahan Emosi.
Naruto yang melihat itu mendekati Kurumi dan menatap Intens Kurumi yang tampak menahan sebuah kekesalan dan Amarah yang besar.
Duk!
Dengan pelan Naruto memukul kepala Kurumi hingga mengaduh kesakitan " Ada Apa Kurumi-nee? Sepertinya kau kesal dan marah sekali? " tanya Naruto dengan nada khawatir.
Kurumi yang mendengar itu terdiam, jika dia memberitahu Naruto dia yakin Naruto akan langsung mencari ayahnya dan bertarung namun jika ia diam sama saja dia membuat kematian Naruto. Tapi masih ada 2 bulan lagi, masih ada kemungkinan untuk menolong Naruto agar selamat
" Kurumi-nee " panggil Naruto sekali lagi dengan nada khawatir " Tidak... Tidak ada apa Kok Naru-kun " jawab Kurumi lalu tersenyum kepada Naruto.
Naruto yang melihat senyum Kurumi merasa bersalah " Gomen jika aku tidak memberimu hadiah Kurumi-nee " ucap Naruto membuat Mata Kurumi berkedip berapa kali " Eh? " beo Kurumi.
" Sebagai Gantinya ini hadiah untukmu Kurumi-nee " ucap Naruto sambil mengangkat wajah Kurumi lalu mendekatkan wajahnya.
Cup!
Dengan berani Naruto mencium bibir Kurumi singkat lalu menjauhkan wajahnya dengan pipi merona, bahkan semua yang di sana ikut merona ketika melihat keberanian Naruto mencium Kurumi.
" Etto.. Anggap saja itu hadiahku darimu " ucap Naruto malu-malu sambil menggaruk pipi " Jaa~ kalau begitu aku berangkat dulu " ucap Naruto sambil berjalan cepat keluar sebelum di tangkap oleh Asia maupun Aiz.
Asia yang melihat Naruto mencium Kurumi mengerucutkan Bibirnya, begitupun Aiz. Sementara Tohka diam dengan wajah memerah, Kirin yang ada di samping kakak sepupunya tersebut yang melihat wajahnya memerah menceletuk " Kau juga ingin Tohka-nee? "
" Ha-Hah!? Mana mungkin!? "
.
.
Room Distorsy
.
Sementara itu di sebuah Ruangan Distorsy tampak Naruto saat ini berdiri sambil menghadap pada sebuah Robot seukuran dirinya, Naruto menatap Intens Robot tersebut lalu melirik ke arah Ruang Penghubung Distorsy.
" Apa semua sudah kau masukkan Falbiun? " tanya Naruto " Hanya beberapa Saja, Kami tidak bisa membiarkan Robot tersebut membawa semua copyan senjatamu, jika dia lepas kendali akan sangat merepotkan " balas Falbium dan di balas gumaman Naruto.
" Senjata apa saja yang kau berikan? "
" Senjata Keduamu hingga Ke 15 "
Naruto yang mendengar itu menyipitkan matanya " Ini akan menguras tenaga karena senjata-senjata itu " ucap Naruto dan mendapat tawa canggung Ajuka.
" Mau bagaimana Lagi? Lagi pula jika alatnya tidak kuat bagaimana mau kuat " Naruto yang mendengar jawaban Logis Ajuka menggumam kembali.
" Baiklah Buatkan Ruangan Tanpa Batas di Kode 1450, Akan aku kalahkan Robot ini dan meningkatkan kekuatanku " Ucap Naruto sambil meregangkan badannya.
" Siap! " balas Ajuka dan Falbium.
[ Process Activity Distorsy To Kode 1450, in Progress ]
Twuung~
Perlahan Ruang Distorsy seketika berubah menjadi sebuah tempat yang luas layaknya pulau kecil di sertai Gunung berapi dan Lautan luas.
[ Progress Complete ]
[ Welcome To Srefiscyand ]
Naruto yang mendengar itu mulai mengepalkan kedua tangannya sambil memasang posisi bertarung.
Twung! Crak!
Robot Di depan Narutopun langsung aktif dan mengeluarkan Senjata berupa Dua Stik dari Kayu di kedua tangannya " Satte... Kita mulai tiruanku " gumam Naruto sambil menyeringai.
Bshhh! Wush!
.
.
.
.
.
Other Place
.
Di sebuah tempat di dekat Dermaga, tampak sosok Pemuda berambut Silver saat ini tengah tiduran dengan tenang dengan Pria dengan wajah sedikit mengerikan tengah membaca Koran dan Pria berambut hitam dengan poni kuning di atasnya tengah memancing.
" Huft~ " hela Pria yang membaca koran dengan wajah sedikit lemas " Ada Apa Kokabiel? " tanya Pria yang memancing pada Pria bernama Kokabiel yang rupanya membaca Koran.
" Kau pasti tahu Azazel " balas Kokabiel sambil bertopang Dagu " Apa masalah Astersik Battle? Oh Ayolah, bukankah pertarungan di sana sudah mulai seru? Bahkan RM-C dan A-RD sudah kembali di sana setelah perbaikan mereka " ucap Pria bernama Azazel.
" Huh! Bagiku mereka tidak asyik. Akan lebih bagus lagi jika ada Naruto-san lagi " balas Kokabiel " Jangan bermimpi, Naruto tidak akan bisa mengikutinya karena masih terikat dengan Lomba yang harus di jalani. Terlebih dia membutuhkan waktu istirahat setelah melawan Penunggang Salah satu Naga Legenda yang biasa di Panggil Hachi. " balas balik Azazel berceramah.
" Maa~ tapi aku harap bisa melihat pertarungannya " gumam Kokabiel sambil tersenyum tipis " Mulut kalian ini berisik ya. Kalian sepertinya senang sekali membicarakan Naruto. Apa kalian menaruh perasaan padanya? " ucap Pemuda berambut Putih sambil membuka matanya
" Seperti biasa mulutmu pedas juga ya Vali, tentu saja itu tidak mungkin " balas Azazel " Kami hanya sangat penasaran dengan Naruto-san saja. Lagi pula kau tidak tertarik dengan kekuatannya? " timpal Kokabiel sambil melirik Vali yang masih berbaring.
Mendengar itu bayangan di mana Naruto mengalahkannya di Astersik Battle terngiang di kepalanya, padahal dia sudah akan menang namun siapa sangka Naruto berhasil membalikkan keadaan dan membuatnya sekarat, padahal dia sudah menyerap kekuatan Naruto namun Kekuatan Naruto justru berlipat ganda.
" Ya, Aku sangat penasaran " balas Vali sambil mendudukkan dirinya " Bahkan setelah melihatnya di Dragons Champions, Aku semakin tertarik untuk melihat seberapa besar kekuatannya " lanjut Vali
" Aku harap kau tidak mengajaknya bertarung Vali "
" Tentu saja tidak! Kau mau aku babak belur lagi!? Lagi pula Senjataku belum sembuh! "
.
.
.
Skip Time
11.00 AM
Naruto Side
.
Blaar! Blaaar!
Sementara itu di tempat latihan Naruto, tampak tempat latihan yang awalnya indah Seketika Berubah menjadi berantakan di mana terjadi kawah di mana mana, kebakaran dan kebanjiran. Bahkan Gunung-Gunung yang tinggi hancur menjadi dua.
Swush! Pyaaaaang!
Lalu di Atas belahan Gunung bebatuan yang tinggi hingga menjulang ke langit Tampak Naruto telah memberikan tendangan cepat pada Robot di depannya hingga menghancurkan Senjata berbentuk Sabit di tangannya.
Wush! Sret!
Setelah itu Naruto mengendalikan dirinya sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah. Penampilan Naruto yang awalnya menggunakan Kaos Hitam, Jubah Selutut berwarna putih dan celana Panjang Orange saat ini berubah menjadi baju rusak seperti di koyak oleh monster kecuali Celana Naruto yang tampak tak hancur namun bagian bawahnya sedikit hancur.
Robot yang Naruto lawanpun begitu, beberapa bagian tubuhnya sudah penyok dan hampir tak berbentuk namun masih bisa bertarung.
Tapi karena senjata terakhir telah Hancur Robot tersebutpun menyiapkan pertarungan tangan Kosong, Naruto yang melihat itu mengaktifkan kembali Kekuatan barunya hingga memunculkan Angin panas di sertai percikan Petir Kuning.
Wush!
Duak! Duak!
Dengan gerakan sangat cepat Naruto telah berada di depan sang Robot dan memberikan tendangan berputar dua kali di sertai pukulan tangan kanannya pada sang robot hingga oleng.
Buagh! Buagh! Buagh!
Tak memberi kesempatan Dengan gerakan cepat kedua Tangan Naruto memukul kepala sang robot hingga oleng ke belakang.
Swush! Buagh! Buagh
Tak memberi kesempatan Naruto memukul dada sang Robot hingga melengkung lalu memukul Dagu sang Robot hingga melayang sedikit..
Wush! Duak! Duak! Duak!
Wush! Blaaar!
Bagai serangan membabi buta, Naruto melayangkan tendangan pada bahu Sang Robot Lalu menendang-nendang Dada Sang Robot berkali kali hingga terpental ke sisi Bebatuan.
Wush! Buagh! Buagh! Duak! Duak!
Kembali, Naruto dengan cepat memukul Sang Robot hingga masuk ke dalam bebatuan dan menendangnya berkali-kali dengan cepat hingga keluar dari bebatuan tersebut.
Swush! Duak! Buagh! Wush! Blaaaar! BOOOOOM!
Sebagai serangan terakhir Naruto menendang kepala Sang Robot hingga hancur lalu mengepalkan tangan kanannya dengan kuat hingga memunculkan Retakan merah lalu memukul Dada Sang Robot Dengan keras hingga terpental ke sebuah gunung berapi dan meledak di sana.
Swush! Bhaaaast!
Naruto yang akan jatuh langsung memunculkan Sayap darahnya dan mendarat dengan sempurna di tanah sambil mengatur nafasnya dan menyentuh tangan kanannya yang mengeluarkan Asap panas.
Twiing!
Seketika Tempat Naruto kembali berubah menjadi sebuah Ruangan Besi kembali dengan kata lain dia telah kembali ke ruangan Distorsy. Ruangan Distorsy bisa membuat Objek Ruangan Tak Terbatas layaknya Ruang Ilusi yang sangat luas.
Salah satunya contohnya Srefiscyand.
" Hahh~ " hela Naruto hingga mengeluarkan Asap panas, perlahan Asap di tangan Kanan Naruto menghilang bersamaan dengan darah berbentuk sayap di punggungnya.
" Akhirnya selesai juga " gumam Naruto bernafas lega " Boleh Juga. Kau sudah bisa mencapai 100% dalam satu hari "
" Tapi Resiko yang harus aku ambil hampir membuatku buta sebelah " balas Naruto sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan mata kanannya yang tertutup di sertai darah mengalir dari mata kanannya.
" Memang benar sih. "
Naruto yang mendengar itu mulai bangkit dan berniat pergi Namun Langkahnya terhenti ketika Tearju tiba-tiba di belakangnya dan memeluknya dengan erat.
" Tadi itu luar biasa Naruto-kun " puji Tearju sambil mengelus kepala Naruto yang terbenam di dadanya " T-Theahrjuh-chhanh... Khu tha bhsa bhrnhphas " gumam Naruto sambil berusaha melepaskan pelukan Tearju namun Tubuh Naruto seketika terasa lemas, namun untungnya Tearju menahan tubuhnya.
" Jangan melawan Naru-kun, kau harus beristirahat dulu " ucap Rosswaisse sambil mendekati Naruto dan Tearju yang duduk di lantai.
" Ta-Tapi... "
" kami tahu kau tidak menyukai sifat kami " Naruto yang mendengar itu sedikit tersentak " Tapi, apa salah kami menghabiskan waktu terhadap orang yang kami cintai? Kami tahu kami sering menggodamu, Menjahilimu, tapi bagi kami itu adalah kenangan terindah bagi kami " Naruto yang mendengar itu terdiam.
Memang benar Tearju dan Rosswaisse sejak kecil sering menggodanya bahkan tak segan-segan dalam hal vulgar karena itulah Naruto tidak menyukai sifat mereka itu. Umur Dirinya dan Tearju dan Rosswaisse terlampau jauh, dirinya waktu itu 7 tahun mereka sudah 18 tahun. dari kenangan yang di lalui, banyak hal menyenangkan yang dulu ia lalui bersama Tearju dan Rosswaisse.
Naruto telah menganggap Tearju dan Rosswaisse seperti kakaknya sendiri. Namun mereka berdua harus pergi Ke America untuk Sekolah mereka. Setelah kepergian Mereka, dalam hati Naruto merasa bahagia tidak ada yang mengganggunya namun dalam hati lebih terdalam Naruto merasa kesepian.
Flashback
.
" Mou~ Tearju-nee, Rosswaisse-nee. Jangan menggodaku terus "
" Heh~ kenapa padahal kau sungguh imut "
" Mou~ aku bukan anak kecil lagi "
" apanya besar kalau umur Naru-kun, 6 tahun "
" Mou~ pokoknya aku sudah besar "
.
" Tearju-nee bisa bantu aku menyiram bunga "
" Tentu, apapun permintaan Naruto-kun "
" Agh! Mou~ Tearju-nee! "
" Khahaha! Gomen Naruto-kun "
.
" Mou~ Rosswaisse-nee kembalikan makananku! "
" tidak sebelum Kau mau memanggil Kami Tearju-chan dan Rosswaisse-chan "
" Heeh~ Kenapa? Bukannya bagus dengan Tearju-nee dan Rosswaisse-chan "
" tidak. Pokoknya harus kalau tidak kami tidak akan memberimu makanan ini dan kami akan terus menggodamu "
" Mou~ "
.
Flashback End
Naruto yang mengingat itu memejamkan matanya, Naruto paham sekarang, Sifat Tearju dan Rosswaisse muncul karena kerinduan mereka. Naruto bisa mengerti betapa sabarnya mereka ingin bertemu dirinya.
Naruto yang bisa merasakan bahwa Rosswaisse juga memeluknya dari belakang menyamankan posisinya " Gomen Tearju-nee, Rosswaisse-nee. Aku benar-benar bodoh "
" Aku pikir kalian hanya jahil dan suka menggodaku, tapi aku sadar bahwa kalian ingin melampiaskan kerinduan kalian dengan menjahiliku dan menggodaku. Aku ingat setiap kalian pulang sekolah kalian pasti langsung mencariku dan menggodaku. "
" waktu kalian ke America jujur aku senang, tapi dari hatiku yang terdalam aku merasa kesepian karena tidak ada kalian, hanya Asia-chan saja yang menemaniku. Dan sekarang aku sadar betapa pentingnya kalian dalam mewarnai hidupku. Gomenasai Tearju-nee, Rosswaisse-nee "
Tearju dan Rosswaisse yang mendengar itu tersenyum tipis.
" Ha'i... Maafkan kami juga Naruto-kun/Naru-kun "
" Selain itu... "
" ya ampun Naruto-kun kau berdarah? " kejut Tearju ketika mengangkat kepala Naruto dan melihat jejak darah di bajunya " A-Ah, Gomen Tearju-nee, aku jadi mengotori bajumu " sesal Naruto.
" Jangan bicara yang tidak-tidak, lukamu lebih penting dari pada baju ini " bentak pelan Tearju sambil menempelkan telapak tangan kirinya di mata Kanan Naruto sementara Rosswaissei memasukkan tangannya ke balik baju Naruto dan menyentuh dada Naruto.
" Ro-Rosswaisse-nee " gumam Naruto dengan wajah merona ketika Rosswaissei menyentuh dadanya " Diamlah, Aku juga akan mengobati lukamu " ucap Rosswaisse sambil mencium pipi Naruto singkat membuat sang pemilik wajah merona.
Sementara Dua Wanita yang mengobati Naruto hanya terkekeh ketika melihat wajah Naruto.
.
Dead Forest
.
Sementara itu di dalam Hutan Kematian, tampak Whitegon saat ini dengan tenang mengistirahatkan dirinya di dalam Hutan dalam wujud naganya tanpa ada masalah apapun yang mengganggu tidurnya.
Sementara Di samping Whitegon, tampak Kurama saat ini tengah tidur dalam keadaan gelisah, dirinya sama sekali tidak bisa tidur.
Whitegon yang menyadari itu membuka matanya dan menatap Kurama yang gelisah[" Ada Apa Kurama-kun? "] tanya Whitegon.
[" Entahlah, Dari tadi Dia tidak mau tenang "] jawab Kurama[" Aw! "]
Swush~
Perlahan Tubuh Kurama bercahaya dan mulai menyusut berubah menjadi sosok Wanita berambut Orange kekuningan, bermata Ruby, Dan memakai gaun berwarna merah darah.
[" Ada apa Yasaka "] tanya Whitegon sambil menatap wanita bernama Yasaka yang tak lain adalah Kyubi no Kurama " Entah kenapa aku merasa gelisah. Seolah akan terjadi sesuatu pada bocah itu " gumam Yasaka dapat di dengar Whitegon.
[" Hah!? Kau khawatir dengan Gaki itu?! "] Yasaka yang mendengar suara Kurama di kepalanya memejamkan matanya " Aku juga tidak tahu bagaimana bisa! Setiap aku ingin melupakannya, hatiku seolah tidak bisa... " balas Yasaka berusaha mengendalikan dirinya.
Whitegon yang melihat dan mendengar ucapan Yasaka terdiam sebelum tersenyum [" Jika begitu kenapa kau tidak mencarinya? "] usul Whitegon. Yasaka yang mendengar itu terdiam [" Jika Kau terus menahannya kau akan mati gelisah lo "] lanjutnya.
Yasaka yang mendengar itu berpikir sesaat lalu pergi meninggalkan Whitegon menyeringai senang [' sepertinya kau sudah tertarik dengan Naruto-kun, Yasaka "]
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Naruto Side
14.00 PM
.
Tap! Tap!
Di waktu siang hari, tampak Naruto saat ini berjalan dengan sesekali tersenyum pada masyarakat yang mengawalnya bahkan tak ayal banyak orang ingin berfoto dengannya dan meminta tanda tangannya.
Dia tidak menyangka akan seterkenal ini setelah mengikuti Dragons Champions. Naruto yang tersenyum ke arah Masyarakat seketika mengalihkan pandangannya karena saat ini terdapat sosok Vali yang berdiri di depannya.
.
.
" Jadi ada apa? " tanya Naruto sambil bertopang dagu menatap Vali di depannya. Saat ini mereka tengah berada di dalam Kedai Ramen Ichiraku, sebuah kedai Ramen terkenal di Konoha. Vali yang mendengar pertanyaan Naruto menatap Naruto intens.
" Aku punya pertanyaan untukmu " Naruto yang mendengar itu tetap diam mendengarkan " Sebenarnya Seperti apa kekuatanmu? " Naruto yang mendengar pertanyaan Vali mengangkat sebelah alis matanya.
" Kenapa? "
" Aku hanya penasaran bagaimana bisa kau berkembang secepat itu " jawab Vali cepat membuat Naruto terdiam " Jika aku bilang karena aku terus berlatih, apa kau akan percaya? " tanya balik Naruto.
" Itu tergantung. Tapi aku rasa tidak ada orang bisa sangat cepat mengendalikan kekuatan sebesar itu " balas Vali tajam membuat Naruto menyeringai kecil " Hmm~ jika aku bilang aku bisa mengendalikan Waktu kau akan percaya? "
Pernyataan tersebut membuat Vali sedikit tersentak, mengendalikan Waktu? Itu terdengar mustahil. Namun melihat wajah Naruto seolah tidak bercanda membuat Jantung Vali berdetak dengan kencang.
" A-Apa maksudmu? "
" Tidak... Lupakan saja "
" Jelaskan padaku! "
" Jangan bertingkah seperti bayi baka! "
Tak lama setelah itu pesanan merekapun datang membuat kegiatan mereka terhenti sesaat, setelah sang pelayan pergi Valipun menatap tajam Naruto.
" Apa maksud perkataanmu tadi? "
" Bukan Hal penting " jawab Naruto sambil tersenyum misterius " Sebaiknya kita makan dulu lalu membicarakan ini la... "
Deg!
Tubuh Vali dan Naruto seketika tersentak ketika merasakan sesuatu datang ke arah mereka dengan cepat.
Blaaar!
Tak lama setelah itu, terjadi ledakan sedang di depan Gedung Ramen Ichiraku, sementara Naruto dan Vali saat ini masih duduk tenang walau jendela di samping mereka hancur.
" Kau tidak apa gaki? " Naruto yang mendengar suara Wanita melirik dan dia melihat sosok Wanita berambut merah berdiri di depan tempat jendela mereka hancur.
" Aku baik-baik saja " balas Naruto sambil mengambil Sumpit lalu membukanya " Anda sendiri? " tanya Naruto sambil mengambil mangkuk ramen yang ada di depannya lalu berdiri dan memakannya sambil berdiri.
Vali yang dari tadi terdiam mulai ikut berdiri " Serangan seperti ini tidak akan bisa membunuhku " ucap Wanita tersebut dengan nada sedikit sombong di dalamnya membuat Naruto yang mengunyah Mie Ramennya menggumam.
" Souka.. " respon Naruto singkat lalu menelan Mie di mulutnya sambil menatap tajam ke depan " Jadi Ada Apa kau menyerangku dan Vali. Uchiha Sasuke, Hyoudo Issei " ucap Naruto pada Dua Orang tak jauh darinya.
Para Warga yang melihat kejadian itu mulai berkerumun dan berbisik-bisik membuat Wanita Berambut merah di samping Naruto menggeram.
" Sungguh Menarik, Ojou-san. Kau bisa menahan Dragon Shot penunggang Naga Surgawi Draig dengan satu tangan " puji Sasuke dengan wajah datar " Aku tidak butuh Pujianmu Uchiha Busuk " balas Wanita tersebut seolah tidak peduli.
" Tenanglah Ojuo-chan, biar aku yang berbicara. " ucap Naruto sambil menahan mulut Wanita tersebut dengan sumpitnya, Wanita berambut merah yang mendengar dan merasakan tindakan Naruto menatap kesal Naruto, seenaknya saja dia menahan bibirnya dengan sumpit.
" baiklah " balas Wanita tersebut terkesan ketus " Terima kasih atas pengertiannya " ucap Naruto
" Bukankah kalian sudah tahu aturan Dragons Champions? Di larang bertarung saat di area umum kecuali saat pertandingan berlangsung " lanjut Naruto sambil memakan ramennya dengan tenang.
Sementara Masyarakat termasuk Vali dan Wanita berambut merah hanya bisa cengo karena Naruto makan sambil berdiri dengan tenang walau ada masalah di depannya.
" Apa Kau tahu tentang bertarungnya dua naga Surgawi? " tanya Sasuke dengan nada datarnya, Naruto yang memakan ramennya tetap tenang " Tentu " jawab Naruto.
" Apa kau pikir aku bisa menahan hasrat bertarungnya Dua Naga Surgawi " balas Sasuke membuat Naruto yang memejamkan matanya menikmati ramennya melirik ke arah Vali " Lalu apa hubungannya dengan sang penunggang? Bukankah urusan itu hanya di miliki Naga Surgawi saja? " tanya lagi Naruto lalu menyeruput kuah ramen di mangkuknya.
" Maa~ Aku rasa ada alasan khususnya " balas Sasuke sambil menyeringai " Kau... Kau akan mati penunggang Albion!? " teriak Issei dengan sarung tangan naga miliknya di tangan kanannya sambil melesat ke arah Vali.
Wush! Pyang! Blaar!
Semua mata seketika terbelak ketika Tiba-tiba Naruto telah menyerang Issei dengan menghajar Wajah Issei dengan mangkung Ramen di tangannya hingga pecah lalu membanting kepala Issei ke tanah dengan keras.
Sret! Wush! Blaaaaar!
Tangan Naruto yang mencengkeram Pipi Isseipun berputar lalu melempar Issei dengan keras hingga menabrak Dinding Resto di belakang Sasuke
" mulutmu itu berisik sekali bocah mesum " ucap Naruto sambil berdiri kembali " Aku jadi ingin menghajarmu dan juga Uchiha itu " lanjut Naruto dengan nada intimidasi.
" Kau yang bilang bahwa tidak boleh bertarung di Area Umum bukan? " pancing Sasuke dengan seringai di bibirnya. Naruto yang melihat itu memasang wajah datar sambil mengangkat tangan kirinya ke atas.
Sret!
" Hentikan " ucap Vali sambil menahan Naruto " Biar aku yang melakukannya " lanjut Vali.
Twung!
Seketika Waktu di tempat mereka berhenti bahkan Para Masyarakat telah menghilang dari tempatnya dan juga Latar seluruh tempat seketika berubah menjadi ungu " Menkyudochiryuu kah? " gumam Sasuke.
" Sebuah jutsu yang di gunakan untuk membuat dimensi pertarungan tanpa batas. Dengan begini kita bisa bertarung tanpa takut menghancurkan sesuatu "
Naruto yang mendengar itu tersenyum namun mata Naruto menyipit ketika Wanita berambut merah masih di samping mereka.
Buagh!
" Jika begitu kenapa dia masih ada baka! " ucap Naruto sambil memberikan sebuah pukulan pelan pada wajah Vali hingga mengaduh kesakitan " Aku tidak akan membantu kalian. Apa lagi Disini akan terjadi pertarungan antara penunggang generasi Draig dan Albion bisa-bisa mereka lepas kendali " ucap Wanita berambut merah.
[' Yasaka, Kau yakin dengan ini? Kenapa kau menolong gaki itu? ']
' Aku tidak tahu... Hanya saja aku tidak bisa menahan diriku untuk menyelamatkannya '
" Ngomomg-ngomong siapa kau? Kau bahkan mengetahui nama dari Naga Vali dan Bocah mesum berisik itu? " tanya Naruto penasaran " Yasaka... Panggil Aku Yasaka " ucap Wanita bernama Yasaka
" Dan Aku utusan dari Charllote-chan "
Naruto yang mendengar itu sedikit tersentak, Ibu Angkatnya?. Beberapa detik setelahnya Naruto menyeringai " Khuhu... Ini akan menarik " desis Naruto.
" Etto.. Naruto-san " Gumam Vali sambil menarik pedangnya.
Sret! Wung!
Sret!
Tanpa bicara Naruto mengambil Pedang Vali dan meremasnya dengan kuat hingga tiba-tiba senjata Vali bercahaya putih sesaat lalu memberikannya pada Vali kembali.
" Sudah sempurna kembali " ucap Naruto sambil memasang kuda-kuda. Vali yang merasakan kekuatan pedangnya berlipat dari biasanya sedikit gemetar karena kekuatan pedangnya melebihi dari yang awal.
Mata Vali yang menatap pedangpun berpindah menatap Naruto yang memasang kuda-kuda kaki Kaki kiri di luruskan ke depan, Kaki kanan di tekuk di sampingnya, Kedua tangan di kepalkan di samping pinggang dan merendahkan tubuhnya seperti berjongkok.
" Sshh~ huuft~ " hela Naruto hingga perlahan Angin panas mulai mengelilingi Naruto [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Furukauringu Niijuu Parsento "]
Bzit! Bzit!
Tak lama setelah itu Tubuh Naruto perlahan mulai di kelilingi percikan petir, Sasuke, Issei, Vali dan Yasaka yang baru pertama kali melihat teknik apa yang akan di gunakan Naruto sedikit terkejut
" Vali dan Yasaka-san aku serahkan Bocah mesum itu pada kalian, dan aku... " gantung Naruto sambil mengangkat wajahnya menatap tajam Sasuke.
Sret! Twush! Bwuush~
Mata Sasuke seketika melebar dan berubah menjadi Mangenkyou Sharingan, bahkan dengan cepat Sasuke telah terbungkus Aura berwarna ungu
Buagh! Blaaaar!
Sasuke yang melihat Naruto melayangkan pukulan kosongpun menyeringai, namun begitu pukulan Naruto terkena Aura ungu Sasuke, Sasuke seketika terpental dan menghancurkan Resto di belakangnya.
" Akan mengurus Uchiha Busuk ini " lanjut Naruto dengan suara dingin, bahkan pandangan Naruto telah berubah dari yang biasanya.
" Teme... "
Duak! Swush! Blaaaar!
Belum selesai Issei berucap Naruto telah menendang Kepala Issei hingga terpental dan menabrak Bangunan besar sekitar 10 meter dari tempatnya.
Sriiing! Swush! Tap!
Naruto yang merasakan serangan dari tempat Sasuke langsung menghindar dan benar saja dari balik asap hancurnya Resto keluar sebuah pedang berwarna ungu mengarah pada Naruto, namun Naruto dengan santai menghindar dan menyentuh sisi senjata tersebut.
Tsh! Twush! Blaaaar!
Setelah menyentuhnya, Naruto memasang posisi menyentil lalu menyentil Senjata tersebut hingga terayun ke samping dan menghancurkan bangunan sebelahnya.
Wush! Buagh! Blaaaar!
Naruto yang merasakan serangan kembali langsung mengarahkan tendangan berputar dengan kaki kanan dan benar saja sebuah tangan ungu besar telah mengarahkan pukulan padanya namun untungnya dia berhasil menahannya dengan tendangannya hingga membuat hempasan angin.
Swuush~
Karena hempasan angin buatan Naruto tampak saat ini Sasuke berdiri dengan tenang dengan sosok Astral berwarna ungu melindunginya.
Naruto yang melihat itu tak mengalihkan pandangannya dari Sasuke yang menatap datar dirinya dengan seringai di bibirnya.
.
" G-Ghh... " gumam Issei sambil berdiri kembali.
Tap! Tap! Tap!
Mata Issei seketika terbelak ketika mendengar suara langkah lari ke arahnya hingga dia bisa melihat Vali melesat ke arahnya dengan cepat dengan pedang putih di tangan kanannya.
Sring! Trank!
Issei yang tak mau kalah memunculkan pedang Dari Sarung tangannya dan menahan Pedang Vali " Sungguh memalukan melihat generasi Seikeiryuu menjadi budak dari Clan Uchiha, bukan Begitu Bocah Mesum " ucap Vali sambil tersenyum mengejek Issei. Issei yang mendengar itu menggeram.
Swush! Trank! Tink! Trank!
Dengan sekali gerakan Issei menjauhkan Pedang Vali dan berniat menusuk jantung Vali namun berhasil di tahan Oleh Vali. Dan hal tersebut terus terjadi berulang-ulang membuat Vali Geram.
Wush! Tink! Trank! Buagh!
Blaaaar!
Melihat ayunan pedang Issei yang memberi celah besar langsung menangkis pedang Issei lalu mendorongnya dengan keras hingga membuat Issei sedikit terjungkal dan hal itu di manfaatkan oleh Vali dengan memberikan sebuah pukulan dengan tangan berlapis aura putih pada pipi Issei hingga terpental dan membuat gedung besar di tabrak Issei bergetar.
Twush!
Sring! Blaar!
Vali yang melihat sebuah bola Hijau ke arahnya langsung menebas bola tersebut menjadi dua dan membuat hancur dua bangunan berbeda di belakang Vali.
Swush! Tap! Tap!
Vali yang melihat Yasaka bergerak dengan cepat ke arah gedung di mana Issei berada sedikit melongo karena dengan lincah Yasaka melompati Dua selah gedung dengan cara melompat Zigzag hingga dia melayang di atas gedung yang Issei tempati
Sret! Swing! Swing!
Dengan gerakan layaknya menari, Yasaka mencakar udara kosong di depan gedung tersebut sebelum jatuh ke tanah dengan selamat dan hal itu membuat Vali semakin melongo.
Tink! Blaaaaaar!
Mata Vali seketika melebar ketika gedung di depannya tiba-tiba hancur menjadi beberapa potongan dan jatuh ke tanah menimpa Issei.
Twing! Blaaaar!
Reruntuhan yang menahan Isseipun meledak dan memperlihatkan Issei yang mulai berdiri dengan matanya yang mulai menyala.
Deg!
Vali yang melihat itu tersentak dan secara perlahan Matanya mulai bercahaya walau sedikit redup " Tahan Bocah Albion. Jangan terpancing dengan matanya " ucap Yasaka membuat Vali sedikit tersadar.
" O-Oh, Gomen "
" Jika kau terpancing kau akan masuk dalam Genjutsu bocah itu, aku sarankan kau perhatikan gerakannya saja jangan tatap matanya " ucap Yasaka lalu membuka telapak tangannya hingga memunculkan sebuah pedang api.
Vali yang mendengar itu terdiam sesaat lalu melakukan apa yang di perintahkan Yasaka, dia memandang Sasuke dari tangan hingga kaki tidak dengan kepalanya.
" Bocah Albion, kau serang saat dia lengah, aku akan menguras tenaga bocah mesum itu dulu " ucap Yasaka langsung berlari dengan cepat ke arah Issei.
Sring! Trink! Trank!
Issei yang melihat Yasaka ke arahnya langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher Yasaka, namun berhasil di tahan oleh Yasaka dengan mudah dan mementalkan kembali Pedang Issei hingga terjungkal.
Duak! Blaaaaaaaar!
Dengan sekali tendang Issei terpental jauh hingga menabrak Tiga Gedung besar hingga bergetar dengan keras bahkan hampir Roboh. Vali yang melihat itu menelan ludahnya. ' Mengerikan '
.
Naruto Vs Sasuke.
.
Swush! Swush!
Sementara pada Naruto, Naruto dengan lincah menghindari setiap tebasan Pedang Ungu Sasuke yang menghancurkan apa saja yang di tebas.
Swush! Tap! Wush!
Dengan gerakan indah Naruto melompati tebasan pedang Sasuke lalu berdiri di atas senjata Sasuke, setelahnya dengan cepat Naruto melesat ke arah Sasuke sambil mengepalkan tangan kanannya.
Wush! Buagh! Blaaaar!
Setelah di depan Sasuke di sertai sosok Astralnya Narutopun melayangkan pukulannya pada sosok Astral Sasuke hingga membuat suara ledakan yang keras namun tidak menghancurkan Sosok Astral Sasuke.
" Kheh! Serangan seperti itu tak ak..."
Sret! Twush! Blaaar! Blaar! Blaaar!
Belum selesai berucap Sasuke di sertai Sosok Astralnya seketika terpental jauh dan menghancurkan 5 Gedung besar dalam sekejap [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Delaware Detroito Rokujuuparsento Resperobursto "] gumam Naruto ketika dia telah menggunakan jutsunya.
Tap!
Sret! Grep! Wush!
Setelah itu Narutopun mendaratkan kakinya ke tanah lalu mengeluarkan senjata berupa bola bercahaya biru berisi tali lalu melesat ke tempat Sasuke dengan cepat.
" U-Ugh! " lenguh Sasuke berusaha bangkit dan tanpa dia sadari Sosok Astral yang melindunginya telah hilang " Pu-Pukulan macam apa itu " geram Sasuke.
Sret! Tuk! Wush!
Mata Sasuke seketika terbelak ketika sebuah bola biru tiba-tiba melesat ke arahnya dengan cepat dan menempel didadanya lalu menariknya dengan cepat ke balik asap.
Swush! Buagh! Buagh! Duak!
Mata Sasuke seketika melotot ketika Pipinya terkena pukulan dari Naruto yang tiba-tiba sudah di depannya, tanpa memberi kesempatan Naruto memukul dada Sasuke hingga melengkung lalu memberikan tendangan pada Sasuke hingga melayang ke udara.
Swush! Tuk! Sret! Duak!
Tak membiarkan Sasuke memberi serangan balasan Naruto menempelkan Bola birunya Pada kepala Sasuke lalu menarik dirinya ke atas dan memberikan tendangan lutut pada dahi Sasuke hingga berputar di udara.
Swush! Buagh! Buagh! Buagh!
Dengan gerakan seperti memainkan Yoyo Naruto mengayunkan bola birunya secara Vertikal ke kepala Sasuke hingga berputar balik lalu memukul kaki Sasuke hingga berputar balik dan begitu seterusnya.
Sret! Duak! Buagh! Blaaaar!
Setelahnya Naruto menendang wajah Sasuke hingga berputar ke samping lalu menyatukan kedua tangannya lalu memukul tepat pada kepala Sasuke hingga terpental ke bawah di sertai bola birunya yang menempel di punggung Sasuke dan setelah menabrak tanah Bola biru itupun meledak lalu kembali ke tangan Naruto dengan cepat.
Wush! Tap!
Dengan indah Naruto mendarat dengan sempurna sambil menatap tempat ledakan Sasuke berada.
Swush! Swush! Swush!
Mata Naruto yang melihat berbagai panah Ungu melesat ke arahnya dengan mudah menghindari setiap panah yang mengarahnya dengan mementalkannya ke udara.
Swush! Sret! Wush!
Naruto yang melihat panah terakhir langsung melompati panah tersebut lalu menjadikan panah tersebut pijakan kembali untuk melayang di atas bersama ratusan panah ungu yang di lesatkan dari tempat Sasuke.
Tak! Tak!
Buagh! Duak! Buagh!
Dengan terampil Naruto memutar panah-panas ungu di sekitarnya mengarah pada tempat ledakan Sasuke berada lalu memukulnya dan menendang panah tersebut hingga kembali ke tempat Sasuke dengan cepat.
Wush!
Dari balik asap keluar Sasuke yang berlari menghindari tempat tersebut namun betapa terkejutnya Sasuke ketika salah satu panah ungunya mengarah padanya di sertai Naruto di atas panah tersebut.
Sret! Swush! Blaaaar!
Naruto yang telah di dekat Sasukepun langsung mengarahkan sebuah pukulan pada wajah Sasuke namun berhasil di hindari oleh Sasuke dengan memiringkan kepalanya. Namun yang ada dia Justru terpental jauh dan menghancurkan Enam Bangunan kembali.
Sret! Tap!
Kaki Narutopun menginjakkan kakinya ke tanah kembali, Naruto yang merasa Sasuke tidak memberi serangan yang bagus menghembuskan nafasnya hingga mengeluarkan asap.
Wush! Blaaaar!
Mata Naruto seketika menyipit ketika sesuatu dari langit dengan cepat turun dan menghantam tempat Sasuke berada. Naruto yang mengetahui apa itu melirik ke langit hingga terlihat sosok Vali dan Yasaka yang melayang di langit.
" Sepertinya Bocah mesum yang berisik itu melebihi perkiraanku " gumam Naruto sambil menghilangkan senjata di tangannya.
Tap! Tap!
" Bagaimana Naruto-san? " tanya Vali yang mendarat di dekat Naruto bersama Yasaka " Maa~ seperti yang kau lihat sendiri " jawab Naruto.
[" Kato : Goukkyaku! "]
Bwuuush!
Tap!
Naruto, Vali dan Yasaka yanh melihat sebuah Bola Api mengarah pada mereka langsung menyipitkan mata mereka, Naruto yang merasakan panasnya api tersebut mulai mendekati mereka langsung menghentakkan tangannya ke tanah.
Bhaaatsh! Blaaar!
Seketika dari punggung Naruto keluar darah dalam jumlah besar lalu membentuk sebuah sayap dan melindungi Naruto dan yang lainnya dari Bola Api tersebut.
Bhiiiiiitsh!
Setelah terjadi ledakan karena menahan Bola Api berukuran besar, Seluruh darah Naruto langsung meruncing dan melesat dengan cepat ke arah asalnya bola api tersebut hingga bercabang berkali lipat setiap bercabang.
Wush! Wush!
Mata Naruto seketika menyipit ketika sosok Sasuke terbang dengan tinggi di sertai Sosok Astral melindunginya dan di sampingnya tampak Issei yang saat ini telah dalam Armor berwarna merah.
" Itu... " gumam Naruto " Brenkoryuutei " gumam Naruto sambil menarik seluruh darahnya kembali ke tubuhnya.
Deg!
Tubuh Vali seketika menegang ketika Melihat Issei dalam bentuk Armor, Tubuhnya tiba-tiba mengejang dengan energi yang mulai bergejola.
Naruto dan Yasaka yang menyadari itu melirik ke arah Vali " Sepertinya dia sudah tidak tahan " Naruto yang mendengar itu melirik ke arah Sasuke.
" Dua Penunggang Naga Surgawi memang menarik. Mereka yang terikat dengan Naga tersebut harus bertarung hingga titik darah penghabisan, apapun yang terjadi. Walaupun mereka secara tak sengaja bertemu mereka harus saling bertarung seperti naga mereka yang juga suatu saat akan bertemu dan bertarung kembali " Naruto yang mendengar itu dapat kesimpulan.
" Dengan kata lain kau memang sengaja membiarkan Bocah mesum tersebut menemui Vali agar membunuh Vali dan menunjukkan bahwa dialah yang lebih kuat. Dengan kematiannya Vali kau akan mengambil alih Naga Albion. Itu tujuanmu bukan? " tanya Naruto dengan suara dingin.
Yasaka yang mendengar itu tersentak " Jangan Bodoh Uchiha Busuk! Kau mau membuat keseimbangan para Naga hilang! " teriak Yasaka dengan raut amarah.
" Dia tidak akan mengerti Yasaka-san " ucap Naruto " otak Bocah sepertinya tidak akan mengerti. Yang dia mengerti hanyalah kekuatan dan kekuatan agar bisa melebihi Kakaknya Itachi " Sasuke yang mendengar itu sedikit tersentak.
" Vali... " panggil Naruto " Gunakan Brenkohoryuu mu, Kita akan mengamuk selagi ada waktu " ucap Naruto dengan Angin Panas mulai mengelilinginya bahkan Percikan petir di tubuh Naruto semakin gencar.
" Matte! Kau gila... "
" Yasaka-san, jika kau utusan Whitegon kau pasti lebih kuat bukan " potong Naruto " Jika melewati batas. Tolong hentikan dengan wujudmu " ucap Naruto mulai berdiri
Blaaaar! Blaaaar!
Tempat yang di pijak Naruto dan Valipun retak dan langsung membuat sebuah kawah berukuran besar, perlahan tubuh Valipun tertutup Armor putih berbentuk naga sementara tubuh Naruto mulai memunculkan retakan merah di sertai Angin panas, Asap panas dan Percikan Petir berwarna kuning.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Furukauringu Gett Parsento "] gumam Naruto sambil berjongkok.
Bhats!
Sementara Vali mengembangkan Sebuah Sayap Mekanik di punggungnya " Kita Mulai Uchiha! " teriak Naruto.
Twush! Blaaaar!
Secara bersamaan Naruto dan Valipun melesat ke langit membuat Sasuke melebarkan matanya karena Naruto sangat cepat bahkan dia tidak bisa melihat pergerakan Naruto.
Twush! Blaaaar!
Vali yang melesat dengan cepat ke arah Issei langsung saling beradu dan terpental jauh dari tempat Sasuke hingga menghancurkan Dua bangunan tinggi di belakang Sasuke.
" Sosok ini adalah Susano'o bukan? "
Mata Sasuke seketika terbelak " Sosok yang hanya bisa di keluarkan dengan menggunakan Mangenkyou Sharingan "
Baru Saja Sasuke menoleh ke belakang dia tidak melihat siapapun " Mangenkyou Sharingan, sebuah mata yang aktif ketika membunuh Seorang Uchiha yang merupakan satu clan "
" Sangat di sayangkan... Tuhan melahirkan kalian para Clan yang nafsu akan kekuatan " mata Sasuke semakin liar melihat sekelilingnya namun dia tidak melihat Naruto sedikitpun
" Mengenai tujuanmu untuk mengambil alih Albion "
Deg!
" Kau pikir Aku akan membiarkannya Uchiha! "
Buagh!
" Tak akan Aku biarkan kau melakukan sesukanya Uchiha! "
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Exocrimson... "] gantung Naruto setelah memukul Susano'o Sasuke dengan tangan merah besar di tangan kanannya [" Delaware Detroito... "] gantung Naruto kembali.
Bhhhsss~
Deg!
Tangan Narutopun mulai mengeluarkan Asap dan Angin panas membuat Sasuke tersentak dan ingin melakukan perlawanan namun Tubuhnya tiba-tiba membantu tidak bisa bergerak.
[" Gett Parsento Kureiryuu Resparoburstoo! "] lanjut Naruto sambil mendorong Pukulannya.
Twush! BLAAAAAAAAAAAAR!
Begitu pukulan Naruto mementalkan Susano'o Sasuke Bangunan yang di lewati Sasuke seketika Hancur berantakan karena kerasnya hempasan angin yang di buat tinju Naruto
" Ghaaa! " teriak Naruto sambil menyentuh tangannya yang membengkak " Gaki! " teriak Yasaka langsung berlari untuk menyelamatkan Naruto.
Grep!
Lari Yasaka seketika terhenti ketika dia melihat dua sosok menyelamatkan Naruto dan mendarat di depannya " Yare-Yare, ini sungguh mengerikan " gumam Pria berambut hitam dengan poni kuning di atasnya.
" Aku tidak bisa membayangkan jika kita yang terkena "
" Kalian... Siapa kalian " tanya Yasaka dengan aura intimidasi Dua pria itupun menoleh ke arah Yasaka " Oh, Kami teman dari orang Ini dan juga Vali. Karena Vali mengaktifkan ini kami tahu pasti Vali melawan penunggang Naga Draig " ucap Pria yang tak lain adalah Azazel dan Kokabiel yang menggendong Naruto.
" Mengenai itu kalian terlambat, mereka sudah bertarung dalam bentuk Armor mereka. " ucap Yasaka membuat Kokabiel dan Azazel melebarkan matanya.
" Kita harus menghentikannya sebelum terjadi sesuatu yang parah " ucap Azazel dan di jawab anggukan oleh Kokabiel " Kalian pergilah, aku akan mengurus Gaki ini dulu " ucap Yasaka mengambil alih Naruto. Sementara Kokabiel dan Azazel pergi ke tempat Vali.
" Oi! Gaki kau tidak apa?! " tanya Yasaka dengan nada khawatir " Kh-Khu, Aku baik-baik saja " jawab Naruto sambil berusaha duduk.
" Apanya yang baik-baik saja! Tangan kananmu membengkak seperti habis terbakar! " bentak Yasaka " Hehe, ini bukan masalah " balas Naruto sambil mengaktifkan Jikkan miliknya dan Perlahan tangan Naruto yang membengkak memudar kembali seperti semula.
" Selain itu, sebaiknya kau bantu mereka. Tinggalkan aku di sini " ucap Naruto " Hah! Jangan bercanda! " tolak Yasaka tidak mau.
" Kau harus! Karena kau utusannya Kaa-san bukan?! Berarti kau lebih kuat darinya?! Dan juga kau pasti tahu cara menghentikan mereka. Pergilah aku akan baik-baik saja, lagi pula aku saat ini tengah menyembuhkan diriku! " ucap Naruto membuat Yasaka terdiam.
" Pergilah aku akan baik-baik saja! " ucap Naruto lagi sekali membuat Yasaka sedikit tersentak sebelum menyusul Kokabiel dan Azazel [' Ada Apa Yasaka, Kau tampaknya tidak senang ']
Yasaka yang mendengar itu hanya diam. Dirinya juga ingin tahu entah kenapa saat Naruto menyuruhnya pergi, hatinya terasa teriris. Mengigit bibir bawahnya Yasaka semakin mempercepat larinya ke tempat Vali dan Issei bertarung.
" Huft~ " hela Naruto " kau memaksakan dirimu, bukankah kau sadar bahwa matamu saat dalam keadaan sakit? "
" Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja " balas Naruto dengan suara tenang.
.
Azazel dan Kokabiel.
.
Semetara itu pada Kokabiel dan Azazel dengan cepat mereka berlari di atas gedung-gedung sambil melompati gedung yang lain hingga berhenti ketika melihat Issei dalam Armor saat ini bertarung dengan Vali yang juga dalam Armor.
Wush! Wush!
Dengan cepat kedua orang yang bertarung sengit itupun saling menjauh lalu terbang ke langit dengan cepat.
Swush! Bwuush!
Kokabiel dan Azazel yang baru saja akan menghentikan pertarungan harus terkejut ketika sesuatu dari api melesat cepat ke udara.
[" Hentikan semua iniiiii! " ] perlahan Api itupun berubah menjadi Naga Kyubi membut Azazel dan Kokabiek tersentak.
Grek! Blaaaar!
Kedua Tangan Kyubipun mencengkram Vali dan Issei bersamaan lalu membanting mereka berdua ketika dia mendarat di tanah.
[" Hentikan pertarungan Kalian Dasar Penunggang Bodoh! "] teriak Kyubi dengan keras, Vali yang melihat Kyubi seketika mengejang dan perlahan Armornya mulai terkikis.
Kyubi yang melihat itu melepaskan cengkeramannya pada Vali lalu menatap Issei yang masih memberontak dengan mata merahnya.
[" Menjauh kau dariku, Dasar Serangga mesum! "] teriak Kyubi sambil melempar Issei sangat jauh.
Blaaar! Blaar! Blaar!
Tubuh Isseipun langsung menabrak 10 Bangunan besar lalu tercebur sebuah aliran sungai dan hal itu membuat Roboh 10 Bangunan tersebut menjadi puing-puing bangunan
Setelah melempar Issei, Kyubipun melirik ke belakang di mana Kokabiel dan Azazel berusaha membantu Vali. Dan tak lama setelah itu datang Naruto sambil memegang tangannya yang mungkin masih terasa sakit.
Bhaatsh! Wush!
Kesembilan Sayap Kyubipun mengembang dan langsung meninggalkan Ketiga Orang yang menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda.
" Bagaimana Bisa Kyubi ada di sini.. " gumam Kokabiel " Entahlah, seharusnya Teknik ini hanya bisa di masuki oleh orang yang di kenal oleh sang pengguna, sebenarnya siapa dia " timpal Azazel.
Sementara Naruto yang melihat Kyubi ada di Sini sedikit terdiam karena otaknya saat ini berputar memikirkan bagaimana Bisa masuk ke sini, dan di mana Yasaka?
" Oi Vali kau tidak apa? " tanya Azazel sambil mengelus punggung Vali " I-Iya... Awalnya aku tidak bisa mengendalikan diriku karena tanggung jawab yang aku ambil, tapi... Entah kenapa begitu menatap mata Kyubi... Aku langsung tenang " jawab Vali dengan nada sedikit gelisah.
Semua yang mendengar itu saling melirik, ya.. Sudah pasti karena Kyubi berada di atas tingkatan dari Dua Naga Surgawi, sudah pasti dia gelisah.
" Tenangkan dirimu Vali, untuk saat ini kembalikan dulu seperti semula " ucap Naruto membuat Vali meliriknya sebelum mengangguk paham.
Twuung~
Seketika Waktu yang berhentipun kembali berjalan bahkan Bangunan yang seharusnya hancur tampak masih sempurna, Orang-Orang yang berlalu-lalang pun juga telah kembali.
" Sebaiknya kita pergi dari sini... Kita bahas ini di Onssen " ucap Naruto sambil berjalan lebih dulu di susul oleh Vali di belakangnya " Hah?! Onssen kenapa? " tanya Kokabiel.
" Karena Kami lelah dan butuh pengobatan Tradisional " balas Naruto " Sudahlah ikut saja! " lanjut Naruto tak suka di bantah. Sementara Azazel dan Kokabiel yang mendengar itu saling berpandangan lalu mengikuti mereka.
Sementara Sasuke dan Issei, saat ini tengah di evakuasi ketika melihat mereka mengambang di atas sungai dan membawa mereka ke rumah sakit.
.
Onssen
15.00 PM
.
" Haahh~ " hela Naruto dan Vali bersamaan. Lelah mereka langsung sirna begitu mereka berendam di Onssen. " Jadi Naruto... Bisa kau jelaskan? " tanya Azazel langsung to the point.
Naruto yang baru saja bisa beristirahat menatap kesal Azazel lalu menghela nafasnya pelan. Dengan jelas Naruto menceritakan setiap kronologi yang dia ingat mulai dari dia bertemu Vali hingga di selamatkan Azazel.
Azazel dan Kokabiel yang mendengar penjelasan mengenai Wanita bernama Yasaka menggumam pelan, siapa Wanita tersebut. " Aku tahu kalian juga pasti penasaran dengan Wanita bernama Yasaka itu bukan? " tebak Naruto membuat Kokabiel dan Azazel tersentak.
" Jangan pedulikan dia... Masalah itu biar aku yang urus " balas Naruto sambil menyamankan posisinya " Tapi... "
" Saat ini aku tidak ingin di bantah. Sekali aku bilang yang urus maka akan aku urus sendiri. " ucap Naruto dengan nada tegas membuat Azazel, Vali dan Kokabiel terdiam " Jika saja kalian ikut campur. Jangan salahkan aku akan menghancurkan kepala kalian " ucap Naruto berubah dingin dengan aura intimidasi.
" Baik-Baik! Te-Tenanglah Naruto ! " panik Azazel, jika sudah begini mau tak mau mereka harus membiarkan Naruto mengurusnya.
.
.
20.00 PM
Dead Forest
.
Di Malam yang gelap di Hutan kematian, tampak Sebuah Api Unggun tengah menyala di Antara Para Naga Kitrugon, Charlotte yang berjaga mengalihkan pandangannya ketika dia mendengar suara langkah kaki hingga dia melihat sosok Naruto mendatanginya.
" Naruto-kun " gumam Charlotte sambil mendekati Naruto " Konbanwa Kaa-san, bagaimana kabarmu " sapa Naruto sambil memeluk erat Charlotte.
" Aku baik-baik saja seperti biasa " jawab Charlotte sambil tersenyum lalu melepaskan pelukan, Naruto yang melihat senyum Ibu angkatnya ikut tersenyum " Ne Kaa-san, dimana Naga yang berwujud Wanita bernama Yasaka? Aku ingin berbicara padanya " tanya Naruto membuat Charlotte lalu melirik ke arah Kurama yang tidur membelakangi Naruto.
" Gomen Naruto-kun, dia sudah pergi sore tadi " jawab Charlotte berbohong, dirinya terpaksa berbohong karena Yasaka sendiri yang meminta dirinya untuk berbohong jika Naruto menanyakan dirinya.
" Ah Begitu ya " gumam Naruto dengan nada sedikit kecewa, mata Narutopun teralih pada Kurama yang tertidur " Oi, Naga Rubah, kau tidak tidur bukan?! " panggil Naruto membuat Telinga Kurama bergerak.
Blam!
[" Apa maksudmu Gaki?! "] tanya Kurama yang berteriak di depan Naruto setelah menghentakkan tangannya di sampingnya Naruto " Tidak bukan apa " jawab Naruto acuh
[" Jangan mengacuhkanku Gaki! "]
" Aku tidak mengacuhkanmu "
[" Kalau begitu katakan apa maksudmu datang kemari?! "]
" ... "
[" Jangan hanya diam saja Gaki?! Cepat katakan apa ma... "]
" Arigato " ucap Naruto memotong Perkataan Kurama. Kurama yang mendengar perkataan Naruto di buat terdiam begitu juga Charlotte " Arigato karena membantu menghentikan pertarungan Vali dan Bocah mesum berisik itu, jika tidak... Mungkin seluruh Konoha akan hancur " ucap Naruto lalu berjalan menjauhi Kurama yang terdiam.
" Dan Kaa-san, Jika Yasaka-san ke sini. Katakan padanya, Aku berterima kasih padanya karena telah membantuku, aku senang sekali " lanjut Naruto lalu berjalan pergi meninggalkan hutan kematian.
Charlotte yang sudah melihat Naruto pergi menatap Kurama yang masih membatu di tempatnya, sebuah senyum terukir di bibir Charlotte ' Sepertinya sebentar lagi kalian akan menerimanya Kurama, Yasaka. Karena saat ini kalian sudah melihat setitik cahaya di depan kalian '
.
Naruto Side
.
Tssh!
Sementara pada Naruto, saat ini dia sudah berada di kamarnya sambil berjalan mengendap-endap tidak ingin membangunkan yang lain karena dia dari pagi belum pulang, jadi... Bagaikan seorang pencuri, Naruto secara diam-diam memasuki kamarnya.
" Kau dari mana saja Nii-chan/Naruto/Naru-kun/Naruto-kun " tubuh Naruto langsung menegang ketika Beberapa Singa telah berdiri di belakangnya dengan aura intimidasi.
" A-Ah, Kalian. Go-Gomen tadi aku... "
" Kau tidak Selingkuh bukan?! " tanya Asia dengan suara angker membuat tubuh Naruto merinding " Tidak-Tidak! Mana mungkin! " balas Naruto panik, jika sudah begini mereka tidak akan tenang.
" Buktikan! " ucap Mereka Kompak membuat Naruto mengedipkan matanya beberapa kali " Ha-Hah? "
" Jika Nii-chan tidak berbohong! Nii-chan harus mengikuti apapun yang kami minta!? " Wajah Naruto seketika pucat " Ha-Hah?! Yang benar saja "
" Mau Atau Tidak " ancam Asia dengan mata menyala membuat nyali Naruto menciut. Satu Rahasia kelemahan Naruto, Dia tidak bisa melawan mode marah Asia " Baiklah " pasrah Naruto.
" Satte... Di mulai dari aku ya " ucap Rosswaisse sambil memeluk Naruto mesra " Matte Ross-chan, kita harus main adil! " bentak Tearju sambil mengembungkan pipinya.
" Heh~ "
" Jaa~ dari aku saja " celetuk Kurumi
" Tidak-Tidak! Kita main batu-gunting kertas "
" A-Aku tidak ikut! "
" Heh~ Jangan mengelak Tohka-chan, sebenarnya kau juga mau bukan? "
" Si-Siapa yang mau "
Naruto yang melihat para perempuan berusaha meminta sesuatu darinya hanya bisa pasrah. Maupun NarutoJRnya kehilangan keperjakaannya dia pasrah saja.
' Setelah hilangnya keperjakaanku. TOLONG BUNUH AKU KAMI-SAMA?! AGAR AKU BISA MEMBUNUHMU!? ' teriak Naruto dalam batin.
Sementara Tuhan yang melihat itu menyatukan kedua tangannya " Semoga di berkati "
# Woy
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya Di Naruto : The Dragon Future
" Jadi apa yang kau lakukan? "
" Apakah Kau Calon Suami Onee-sama?! "
" Aliran Magic? "
" Ah, Cotto Le Fay-chan "
" Berhentilah menstalkerku Arthur-san "
Selanjutnya di Chapter 32 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Family Pen Dragons
Note : Yo! Minna kembali dengan Saya Setsu yang membawakan cerita Dragon Future.
Bagaimana ceritanya? Kurang puaskah? Atau Bagaimana? Ok! Saya sebagai Author meminta maaf pada kalian jika kalian merasa kurang puas. Saya terpaksa karena sekarang para Agama Islam Puasa. Mau tak mau saya harus membuat sedikit adegan-Adegan seperti di atas.
Lalu mengenai pertarungan Naruto Vs Sasuke. Kalian pasti berpikir kenapa Sasuke lemah padahal dia punya Mangenkyou Sharingan dan bagaimana bisa dia memilikinya?.
Baik saya hanya akan menjelaskan kenapa Sasuke lemah. Bagi yang otak dangkal harap di baca. Kenapa Sasuke lemah karena dia tidak pernah berlatih, dia hanya mengandalkan Anak buahnya saja. Bagi penggemar Sasuke yang merasa tidak terima, ya jangan baca Fanfic ini.
Saya hanya gak senang saja jika ada Pembaca yang membaca dari satu sudut, baru seperti ini, wah! Jelek ini cerita, baru gini, nah ini bagus.
Jika kalian ingin cerita ini sesuka kalian silahkan ambil alih saja cerita ini. Jangan kira saya berbanyak buat cerita ini, Cerita ini saya buat sendiri, walaupun saya meminta pendapat pada Grup CG FNI, tapi tetap saja saya yang buat sendiri.
Jika kalian yang merasa tidak puas dan maunya sesuka kalian bahkan tanpa pendapat saya. Silahkan ambil cerita ini, lanjutkan cerita ini. Seberapa bisa kalian melanjutkannya.
Huft~ Gomen bagi teman-teman di Grup yang baca. Saya dalam keadaan Emosi, tapi saya sudah tenang.
Baiklah kita kembali ke pembahasan Fic ini. Pasti ada yang bertanya, Siapa Tearju? Tearju adalah Wanita dari To Love Ru, saya masukkan dia Dan Rosswaisse sebagai kakak Asia agar Konflik Rahasia mengenai Keluarga Naruto sempurna.
Lalu bagaimana bisa mereka memiliki perasaan pada Naruto, di atas sudah terlihat. Lalu kekuatan Naruto? Bagaimana Bisa Naruto menguasainya hingga 100% dalam sehari?.
Tanyakan pada Jikkan Naruto. Lalu jika ada yang bertanya kapan Naruto dan Kurama akan menjadi Partner, seperti yang sering saya bilang, mereka akan menjadi Partner di Arc V.
Baiklah itu saja dari saya, jika kalian ingin bertanya lebih banyak PM saja saya, atau ikut bergabung di WA, Grup CG FNI. Ok, itu saja dari Saya Setsu undur diri Jaa~
Please Review
