Pengumuman pada Reader
Hai, Saya Author Setsutouzuki mengundang kalian yang berminat bergabung Grub Fanfiksi Naruto Indonesia, di sana Kita bisa saling berbicara berbagai hal dengan author-author yang cukup terkenal. Namun Di Grub tersebut akan sedikit ribut karena aktifnya Grub, jika kalian berkenan PM saya dan berikan No Hp kalian. Satu hal lagi...
Jika kalian ingin ikut kalian harus mematikan Notifikasi Kalian agar tidak terganggu jika tidak Ingin terganggu maka tidak perlu bergabung, saya tidak memaksa. Itu saja dari saya, salam Author Dragon Future
Setsutouzuki
.
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Kishida Kyoudan & The Akeboshi Rockets – Sore wa Akatsuki no Youni
Fix First
( Layar memperlihatkan Kelompok Naruto tengah mempersiapkan senjata masing-masing dari Irina, Xenovia, Kiba Yuuto, Koneko, Saya, Julis, Claudia, Kirin dan Tohka )
Fix Second
( Layar kembali di ganti dengan setiap Huruf dari judul cerita ini )
Fix Three
( Layar memperlihatkan judul cerita ini )
Tokku ni nanimo nozomu koto nantenai
( Layar memperlihatkan Naruto dari samping yang tengah ada di gedung DSA lalu menoleh ke depan dengan tatapam tajam miliknya )
Mi no hodo wa shitteiru sa
( Layar kembali di ganti dengan Kurumi yang tengah duduk menghadap ke arah Kamera sambil menyeringai dengan mata Zafkien miliknya yang menyala di kegelapan )
Sonna boku desae mo oku no hou ini
( Layar kembali di ganti dengan Aiz yang duduk di sebuah pohon sambil menghadap ke arah Kamera perlahan memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang menerpanya )
Yuzuritakunai ikou teido wa arurashii
( Layar bergerak ke samping di gantikan Oleh Asia yang membelakangi kamera di sebuah rerumputan yang luas dan gelap, Asia mulai membalikkan badannya dengan tangan menyatu di dadanya lalu mengangkatnya ke atas hingga secercah cahaya terbang ke langit )
Mamoru tte angai to muzukashii ne
Dari secercah Cahaya berubah menjadi Cahaya matahari yang menyinari arena pertarungan dan memperlihatkan kelompok Naruto yang berjalan cepat dengan wajah serius )
Akirameru wake janai kedo
( Layar kembali di ganti dengan wajah wasit yang berteriak, lalu di ganti dengan kelompok Naruto yang melesat bersama )
Aoi sora no hate tsunagatta michi no yukue
( Layar kembali di ganti dengan pertempuran Kelompok Naruto melawan Kelompok Suna di mana terjadi pertempuran besar-besaran di Arena tersebut )
Hito to hito wa wakariaenai dakedo iinjanai
( Layar kembali memperlihatkan Naruto yang memukul udara Kosong secara brutal lalu melompat tinggi hingga tubuh Naruto terbungkus Api lalu memukul udara kosong kembali ke arena hingga terjadi ledakan beruntun )
Hiraita tobira wa subete o kaeteyuku
( Layar kembali di ganti dengan Sasuke yang berjalan tenang sambil menundukkan wajah lali mengangkatnya ke arah kamera memperlihatkan Sharingan miliknya )
Sore wa akatsuki no you ini
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang tampak berdiri di tengah arena dengan pakaian compang camping lalu menatap ke depan dengan mata Jikkan miliknya )
Wowowowoo~
( Layar di ganti dengan Tsunade, Shiina dan Shizune yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Zeoticus dan yang lain-lain sambil tersenyum ke arah Kamera ( Seperti Semua orang yang telah di kenal oleh Naruto )
Wowowowoo~
( Layar kembali di ganti dengan Charlotte dan Kurama yang tersenyum ke arah Kamera )
Wowowowoo~
( Layar di ganti oleh Serafall dan Sona yang ikut tersenyum ke arah Kamera )
Fix Gitar
( Layar kembali di ganti dengan memperlihatkan 10 urutan besar di Dragons Champion dengan lengkap )
Fix End
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang awalnya sendiri harus di kejutkan ketika semuanya sudah di sekitarnya, dan harus kabur hingga akhir gambar memperlihatkan Naruto yang di kejar oleh Kurumi, Aiz, Tohka, Asia dan Shiina )
.
Chapter 32 : Dragons Champions Arc III : Slice Of Life : Family Pen Dragon.
.
Sabtu, 1 Desember 2090
DSA Weapon Dragon, Kitchen Naruto Place
07.00 AM
.
Di pagi hari yang cerah, tampak di sebuah Dapur tepat lantai tertinggi di mana Naruto dan yang lain tidur. Saat ini di sebuah dapur, tampak pemeran utama kita yaitu Naruto Uzumaki. Saat ini tengah memasak sambil sesekali melihat layar hologram di depannya yang menampilkan resep.
Aneh? Mungkin iya karena bisa di bilang Naruto jarang memasak. Naruto biasanya menikmati makanan yang di masak oleh Kurumi, Asia, dan Aiz, tak jarang juga dia menikmati Makanan yang di buat Shiina jika dia menginap di sini.
Lalu di mana mereka? Maa~ jika di tanya... Anggap saja mereka meminta hadiah mereka namun tidak menjerumus hal intim. Naruto yang mengingat kejadian kemarin memerah karena malu.
Kemarin malam dirinya benar-benar di makan ( Bukan hal intim inget ) oleh mereka hingga dia kelelahan begitu juga mereka terlelap dengan rasa puas di hati.
Menggelengkan kepalanya keras, Naruto berusaha menghilangkan hak tersebut dan melanjutkan masaknya. Lagi pula dia memasak juga punya tujuan lain yaitu membalas budi mereka karena telah memberi makan perutnya dan juga memberi nutrisi padanya, dan waktunya baginya untuk membalas hal tersebut.
Grep!
" Ohayo Naruto-kun " Naruto yang sedang memasak seketika menegang ketika dia merasakan pelukan dari belakangnya bahkan dia juga tahu siapa yang memeluknya.
" Te-Tearju-nee. O-Ohayo " balas Naruto sambil melirik ke belakang di mana Tampak sosok wanita berambut kuning panjang dengan mata berwarna hijau indah tak lupa kaca mata memperkesan penampilan Wanita tersebut tampak cantik. Dialah Uzumaki Tearju, Kakak sepupu keduanya sesudah Rosswaisse.
" Fufufu~ kau sedang masak apa Naruto-kun? Tidak biasanya? " tanya Tearju sambil menyandarkan kepalanya di pundak Naruto sambil melihat masakan yang di buat Naruto.
" M-Maa~ masih sederha saja " jawab Naruto sambil tersenyum kaku " Ada Karage, Omlet, Beberapa salad, dan Telur gulung. M-Maa~ walau aku tidak tahu rasanya seperti apa " lanjut Naruto sambil memperlihatkan makanan-makanan yang telah dia masak.
Tearju yang ingin tahu rasa makanan Narutopun mengambil satu karage yang telah matang dan memakannya, seketika wajah Tearju merona ketika dia telah menelan karage tersebut " Enak sekali, Aku tidak menyangka masakan Naruto-kun enak sekali " ucap Tearju membuat Naruto tersenyum senang karena masakannya di puji.
" Syukurlah kalau begitu. " gumam Naruto sambil tersenyum senang " Tapi... " gantung Tearju sambil mengelus pipi Naruto dan mengarahkan kepala Naruto ke arahnya.
" Makanan ini lebih nikmat " ucap Tearju sambil mengelus bibir Naruto lalu menciumnya dengan lembut, sementara Naruto hanya terdiam dengan wajah terkejut karena Tearju tiba-tiba menciumnya.
Ciuman itupun terlepas setelah beberapa detik di lakukan, ciuman tanpa nafsu hanya sebuah ciuman singkat karena ingin merasakan sesuatu yang menempel di bibir tersebut.
" Te-Tearju-nee " gagap Naruto dengan wajah memerah " Fufufu~ jaa~ aku mau membangunkan Ross-chan dulu, jaa na " ucap Tearju sambil tertawa halus lalu pergi meninggalkan wajah Naruto yang tampak memerah sambil menyentuh bibirnya.
" Tearju-nee " gumam Naruto " Sepertinya kau senang sekali Nii-chan hingga kau lupa akan masakanmu " tubuh Naruto menegang ketika mendengar nada marah Asia di belakangnya.
Dengan patah-patah dia menoleh ke belakang dan mendapati Asia tengah berdiri dengan wajah marah di sertai aura hitam keluar dari tubuhnya.
" Tidak-tidak kau salah! " ucap Naruto berusaha memberi alasan.
Duk! Bruk!
Dengan sedikit keras Asiapun mendorong dada Naruto hingga bersandar di tembok dan mengunci gerakan Naruto dengan menempatkan kedua tangannya di kedua sisi kepala Naruto.
" Heh~ benarkah? "
" I-Itu benar, ma-maka dari itu t-tenanglah "
" Tidak sebelum kau menciumku "
" Ha-Hah?! Bu-Bukannya kemarin.. "
" Kemarin ya kemarin. Sekarang ya sekarang "
" U-Ugh! " lenguh Naruto pasrah karena tidak bisa membantah adiknya, apa lagi dia melihat adiknya memegang pisau.
# Wew, Pemaksaan.
" Ba-Baiklah " Gumam Naruto sambil mengangkat sedikit dagu Asia lalu mendekatkan wajahnya hingga akhirnya bibir mereka menyatu.
Mereka hanya menempelkan bibir, tidak ada lumatan dan tidak ada nafsu. Naruto yang merasa cukup melepaskan ciumannya dan dia bisa melihat Asia yang tersenyum ke arahnya.
" Baka "
" eh? "
" Apa kau menciumku karena takut pisau ini? Santai saja ini palsu kok " ucap Asia dengan nada menggoda sambil menggoyang-goyangkan Pisau di tangannya yang rupanya hanya sebuah pisau plastik.
" Ka-Kau menipuku?! " kejut Naruto " Maa~ soalnya aku juga ingin melihat reaksi Naruto saat kau mengabaikan istrimu dan membuat istrimu marah. Tapi sepertinya aku salah. Nii-chan adalah orang yang baik, dan setia. Aku senang karena calon suamiku setia terhadap pasangannya " ucap Asia sambil tersenyum.
" Hah? " beo Naruto.
" Maa~ Arigato untuk makanan pembukanya Nii-chan, sungguh manis " ucap Asia sambil berjalan keluar menuju ruang makan. Naruto di tinggal Asia menyentuh kembali bibirnya. Di pagi Hari, bibirnya sudah menyentuh sesuatu yang kenyal dan lembut jangan lupakan rasa manis.
# memang makanan.
.
.
Kamar Naruto
10.00 AM
.
Setelah sarapan di sertai kegiatan biasa. Tepat pada pukul 10.00 pagi. Tampak di kamar Naruto, Naruto saat ini tengah duduk di ruangannya di temani Tearju dan Rosswaisse di sampingnya dan sebuah Hologram besar yang memperlihatkan data pulau Kitrugon.
" Jadi Bagian Kubah yang paling tipis ada tepat di bagian selatan Pulau? " gumam Naruto sambil membaca data pulau Kitrugon " Um, kami berhasil menemukannya tapi saat kami menguji coba masuk alat yang ingin kami gunakan tiba-tiba hancur ketika berhasil memasukinya " jelas Tearju membuat Naruto melirik ke arah Tearju.
" Berarti selain kubah pelindung ada sebuah penghalang lain di dalamnya ya " gumam Naruto menyimpulkan " Maa~ bisa di bilang begitu " Balas Rosswaisse.
" Bukankah sudah aku bilang? Di mana ada Lubang pasti ada kunci? Jika kita menemukan Kuncinya aku yakin penghalang yang ada di pulau tersebut menghilang " ujar Tearju mengingatkan.
" Maa~ untuk Kunci Pulau tersebut aku sudah mendapatkannya, tapi akan sangat berbahaya memberikannya pada kalian " ucap Naruto sambil melirik sebuah Bola terbungkus kain putih.
" hah? kau tidak mempercayai kami? " tanya Rosswaisse dengan suara kesal
" Aku percaya pada kalian. Hanya saja jika Kalian membawa Kunci tersebut aku yakin musuh-musuh tak terduga akan mengambilnya dari kalian. Dan selanjutnya apa aku harus mendengar kematian kalian karena menjaga kunci tersebut? Tidak.. Aku tidak ingin itu terjadi "
Tearju dan Rosswaisse yang mendengar nada serius, sedih dan lirih secara bersamaan keluar dari mulut Naruto di buat terdiam, sebegitu khawatirnyakah Naruto pada mereka.
" Ara~ apa sebegitu khawatirnyakah dirimu pada kami Naru-kun? " goda Rosswaisse membuat wajah Naruto memerah " A-Apa salah aku khawatir terhadap kalian? " balas Naruto sambil mengalihkan pandangannya
" Gomen Naruto-kun, kami tidak akan memaksamu untuk memberi kami kuncinya " ucap Tearju sambil memeluk Naruto dan menyandarkan Kepala Naruto di dadanya " Mendengar kau khawatir mengenai kami.. Membuat kami senang. Jika Naruto-kun benar-benar khawatir pada kami, kami akan melakukan penelitian kami seperti biasa hingga nanti kita bersama bisa meneliti pulau itu "
" Kau benar... Aku sungguh menanti hari itu " Gumam Naruto sambil memejamkan matanya menikmati perlakuan Tearju " Selain itu Naru-kun, kenapa kau mendadak memberi kami tugas untuk meneliti pulau tersebut? " tanya Rosswaisse penasaran.
" Ah, untuk itu aku tidak akan memberitahu kalian sebelum waktunya " ucap Naruto sambil melirik Rosswaisse sesaat lalu berniat menyandarkan kepalanya di kursi kembali tapi Tearju malah menarik kepalanya kembali ke dadanya.
" Heh! Kenapa!? Beritahu kami! " ucap Rosswaisse sambil menarik kepala Naruto menghadapnya dan menarik-narik kedua pipi Naruto.
" Mustahil, aku tidak ingin kalian terluka " ucap Naruto sambil menghentikan tarikan Rosswaisse pada pipinya " Lalu kenapa kau menyuruh kami menelitinya? "
" Kitrugon. "
" Eh?! " kejut Dua Wanita tersebut ketika Naruto menyebutkan jenis Naga yang termasuk daftar legenda para naga yang di cari.
" Berarti... " gumam Tearju " Benar sekali. Maka dari itulah aku menyuruh kalian meneliti pulau tersebut. Walau dari luar saja untuk saat ini " timpal Naruto ketika dia bisa menebak jalan pikirannya Tearju.
" Jadi karena itu kau.. " gumam Rosswaisse menyadari kenapa Naruto tidak memberi mereka kunci masuk dari pulau tersebut " Benar sekali " timpal Naruto sambil tersenyum.
" Seperti yang di harapkan, Ketua dan Wakil DSA America memang memiliki otak yang cepat menangkap sesuatu " gumam Naruto sambil mematikan layar hologram di depannya lalu berdiri.
" Kau mau pergi? " tanya Tearju dan di jawab senyum canggung Naruto " Ma-Maa~ begitulah "
" Siapa? " tanya Rosswaisse dengan aura hitam dan mata merah menyala bak iblis.
Duk!
" Tidak perlu seperti itu juga " gumam Naruto sambil memukul pelan kepala Rosswaisse hingga mengaduh kesakitan." Jaa~ aku pergi dulu " ucap Naruto sambil berjalan ke arah jendela lalu pergi dengan Skeatboard Wind miliknya.
Kenapa Naruto tidak terbang menggunakan Tekniknya? Dia belum mau menunjukkan hal tersebut hingga lomba di mulai.
" siapa menyangka Lelaki yang dulunya kesal karena di goda dan selalu menangis karena selalu di jahili. Saat ini telah menjadi Remaja yang tangguh dan kuat, bahkan dia sudah membuat harem pula " gumam Tearju sambil tersenyum membayangkan Naruto yang dulunya cengeng dan mudah kesal saat ini menjadi Lelaki yang kuat, tangguh, Bertanggung jawab dan memiliki otak yang cerdas.
" Maa~ walaupun begitu, dia masih lemah dalam hal intim " timpal Rosswaisse membuat Tearju tertawa pelan. " Maa~ mungkin kau benar "
.
Daerah Omachi, Nagano
Kediaman Pen Dragon
11.00 AM
.
Swush! Tap!
Setelah terbang selama satu jam dari Kyoto menuju Omachi di Nagano, Naruto akhirnya turun dan mendarat di depan rumah megah layaknya istana.
Naruto yang telah mendarat mengembalikan bentuk Skeatboardnya menjadi bentuk bola lalu memasukkannya kembali ke jam.
Naruto yang melihat sosok perempuan cantik dengan dress putih biru mendatanginya berjalan ke arah sosok tersebut sambil melambaikan tangannya pelan.
Grep!
" Arigato telah datang Naruto-kun " ucap Perempuan itu sambil memeluk Naruto erat membuat Naruto sedikit terkejut karena Perempuan di depannya tiba-tiba memeluknya " O-Oi! Kora, kau seorang putri ba-bagaimana jika ada yang lihat! " ucap Naruto sambil berusaha melepaskan Pelukan perempuan di depannya sambil menatap sekitar memastikan tidak ada yang lihat.
" Un? Oh. Jangan khawatir, Aku sudah memberitahu mereka dan mereka merestui kita " ucap Perempuan tersebut membuat Naruto memasang wajah horor " Apa yang kau lakukan Arthuria-chan! "
Perempuan yang memeluk tubuh Naruto pun berpindah ke sisi Kanan Naruto dan memeluk lengan Naruto erat " Daijoubu, mereka justru senang ketika tahu aku akan menikah denganmu " ucap Arthuria dengan senyum manis yang bahagia.
' Justru aku yang tidak senang ' batin Naruto dengan alis berkedut " Jadi.. Ini maksudmu untuk datang kemarin? " tanya Naruto sambil mengingat kejadian kemarin di mana Arthuria menghubunginya saat berlatih bersama Teamnya.
.
Flashback
.
Wush! Wush!
Di atas Lereng Gunung Kashima-Yarivatake tampak Naruto dan yang lain baru saja akan memulai latihan mereka, namun kegiatan mereka terhenti di atas gunung Kashima-Yarigatake karena Naruto memberi isyarat diam.
Perlahan merekapun turun dan mendarat di atas Gunung sambil menatap Naruto yang berjalan menjauh hingga beberapa meter.
Twing!
Di depan Narutopun muncul sebuah Hologram dengan tulisan yang berisi nomor telepon, Naruto yang melihat nomor tersebut menaikkan alisnya. ' Siapa yang menelponku? ' batin Naruto lalu menekan tanda hijau di hologramnya untuk mengangkat telepon tersebut.
" Moshi-Moshi, Naruto-kun "
Naruto yang mengenal suara di seberang mengangkat sebelah alisnya " Arthuria-chan? " Gumam Naruto.
" Ha'i Ini aku "
" Ada apa kau menelponku? Dan juga dari mana kau dapat nomorku? " tanya Naruto penasaran.
" Etto... Asia-san yang memberikannya padaku "
' Sudah aku duga '
" Selain itu... Aku punya permintaan padamu Naruto-kun?
" Hah? " beo Naruto.
" Besok datanglah ke sini. Aku akan menunggumu Anata "
" E-Eh?! Ma-Matte! "
" Jaa~ itu saja Anata, Jaa Na "
Twing!
Layar Hologram di depan Narutopun menghilang membuat keadaan hening beberapa menit.
Anggota Naruto yang melihat Naruto terdiam saling bertatapan " Danchou ada apa? " tanya Kiba setengah berteriak.
" Huft~ " hela Naruto dengan aura suram di atasnya.
" ada apa?! " panik Kiba ketika melihat aura suram Naruto.
.
Flashback off
.
" Hahh~ aku yakin ini pasti akan lama " hela Naruto pasrah saja. Mau bagaimanapun dia memang harus menjalaninya. Jika tidak kehormatan Arthuria akan hilang, dan jika Arthuria marah dan membuat cerita palsu bisa-bisa dia di bunuh.
" Fufufufu~ " tawa halus Arthuria lalu menyamankan kepalanya di pundak Naruto sambil memeluk lengan Naruto. Dalam Hati Arthuria benar-benar beruntung bisa menikah dengan Naruto walau dari awal hanyalah sebuah kesengajaan.
Dari dulu, dia telah menyukai seseorang dengan julukan The Genius Form The Future, dia mengagumi pemilik julukan tersebut. Karena di mata Arthuria pemilik julukan tersebutlah yang menyelamatkan keluarganya dari perang karena dari yang di dengar, seluruh senjata yang ada di Pen Dragon di buat oleh pemilik julukan tersebut.
Dan Tanpa sengaja dia bertemu dengan sang pemilik julukan, dirinya tidak menyangka akan bertemu dengan sang idola yang sangat dia cintai.
Naruto yang merasakan Pundaknya di elus-elus oleh kepala Arthuria melirik Arthuria dan dia bisa melihat Arthuria mengelus-elus pipinya di pundak Naruto layaknya kucing manja dengan wajah memerah.
Naruto yang melihat itu mengalihkan sedikit wajahnya dengan wajah merona dalam hati Naruto benar-benar tidak mengerti kenapa jika di dekat Arthuria dirinya selalu salah tingkah.
' Kuso... Aku penasaran kenapa jika di dekatnya aku selalu salah tingkah ' batin Naruto sambil merutuki dirinya ' tapi entah kenapa saat di dekatnya aku terasa nyaman ' lanjut Naruto.
' perasaan ini sama seperti dulu? ' batin Naruto sambil menyentuh dadanya dengan tangan kirinya ' Mungkinkah... Aku mencintainya? ' lanjut Naruto sambilmelirik Arthuria yang masih berngelanyut manja padanya.
.
" Yo! Naruto-san. " sapa Arthur ketika Naruto dan Arthuria sudah di depannya " Ah, um " gumam Naruto sebagai balasan.
" Nee-sama, kau boleh saja manja pada calon suamimu tapi ingatlah situasi dan tempat " omel Arthur dan mendapat tatapan kesal dari Arthuria " Urusai, Apa salah aku manja padanya. Lagi pula ini adalah hadiahku dari Naruto-kun " balas Arthuria sambil berngelanyut manja kembali.
Arthur yang tidak begitu mengerti melirik Naruto, sementara Naruto hanya memberi isyarat untuk tidak ikut campur " Maa~ jika begitu ya sudah " pasrah Arthur.
" Jadi apa yang kau lakukan? " tanya Naruto penasaran sambil menatap Arthur yang berdiri di depan gerbang kediaman Pen Dragon " Tentu saja menjemput kalian " jawab Arthur.
" Kami bukan anak kecil " balas Naruto, Arthuria yang mendengar itu tertawa kecil " Maa~ biarlah, pokoknya ikuti aku, aku akan mengantarkanmu mengelilingi kediaman Kami " ucap Arthur masa bodo lalu berjalan duluan di ikuti oleh Naruto dan Arthuria.
Setelah memasuki bagian gerbang dari Kediaman Pen Dragon, Naruto harus di buat terkagum karena kediaman Pen Dragon benar-benar mirip seperti jaman kerajaan. Di mana terdapat halaman yang sangat luas dan indah, taman bunga yang indah dan berbagai hal yang indah seperti di jaman kerajaan.
" Sugoii... " gumam Naruto menatap kagum kediaman Pen Dragon " Bagaimana Naruto-kun? " tanya Arthuria sambil menatap wajah kagum Naruto.
" Ini sungguh luar biasa. Bahkan rumah pemimpin luar negeri tidak pernah seperti ini " kagum Naruto membuat Arthuria tersenyum " Ne, Naruto-kun kau lihat taman bunga itu? " tunjuk Arthuria membuat Naruto menoleh apa yang di tunjuk oleh Arthuria.
" Di malam hari tidak akan ada yang bisa mengganggu kita berdua di sana " bisik Arthuria membuat tubuh Naruto menegang " Dan juga... Sepertinya jika kita melakukannya di sana... "
Blush!
" O-Oi kora! Ja-Jangan mengatakan sesuatu seperti itu! " bentak Naruto sambil tergagap dan jangan lupa wajah Naruto yang memerah " Fufufu~ ternyata benar Naruto-kun itu mesum. " goda Arthuria lagi.
" Siapa juga yang mesum!? "
Arthur yang mendengar pertengkaran kecil di belakangnya melirik ke belakang dan dia bisa melihat Naruto yang tengah salah tingkah karena di goda kakaknya akan hal-hal yang bisa mereka lakukan setelah nikah, bisa di bilang Intim, Mesum dan berbau cinta
Untuk pertama kalinya dia melihat tingkah Naruto seperti itu. Melihat itu Arthur dapat menyimpulkan bahwa Naruto merasa tabu untuk hal tersebut. Mengetahui itu Arthur mendengus pelan ' Picisan '
.
Tap! Tap!
Setelah melewati halaman, akhirnya Arthur, Naruto dan Arthuria masuk ke Kediaman Pen Dragon. Naruto yang sudah masuk menatap ke depan dengan tatapan kagum di mana ruangan benar-benar terlihat rapi dan mewah seperti rumah kerajaan.
' Sugoii.. Bahkan di dalamnya juga ' batin Naruto menatap kagum arsitektur bagian dalam Kediaman Pen Dragon " Onee-sama~ " Naruto yang mendengar suara perempuan menoleh dan dia melihat sesosok perempuan kecil tengah terbang dengan sapu terbang turun dari tangga datang ke arah mereka.
' Are? ' beo Naruto dengan wajah polos ketika melihat itu.
" Le Fay-chan, Ada apa? " tanya Arthur mewakili " Aku ada urusan dengan Onee-sama, Nii-sama. Jadi jangan ikut cam... "
Perkataan Le Fay seketika terhenti ketika melihat sosok Naruto yang terdiam bak batu dengan wajah polos dan Kakaknya yang berngelanyut manja di samping Naruto.
" Kamu... " gumam Le Fay sambil terbang mendekati Naruto dan menatap lekat Naruto. Naruto yang membatu seketika tersentak ketika Dia melihat wajah Le Fay sangat dekat dengannya, Naruto yang melihat wajah imut Le Fay merona tipis " Mungkinkah!? " kejut Le Fay.
" Apakah kau calon Suami Onee-sama?! " tanya Le Fay dengan mata membinar " E-Eh? M-Maa~ begitulah " jawab Naruto salah tingkah sambil menggaruk belakang kepalanya.
" Sugoii! Aku tidak percaya kau akan menikah dengan The Genius From The Future Onee-sama " ucap Le Fay dengan nada girang di sertai mata membinar ' Dia Tahu Julukanku? ' batin Naruto sedikit terkejut
" Untuk sekarang tenanglah dan bersikaplah sopan Le Fay-chan. Dan juga berhentilah melayang, Naruto-san jadi bingung karena baru pertama kali melihat ini " omel Arthur sambil melirik Naruto yang tampak penasaran bagaimana Cara Le Fay terbang.
" Ah benar juga. Hihihi, Gomenasai " ucap Le Fay turun dari sapu terbangnya dan berdiri di depan Naruto dengan senyum imutnya " Namaku Le Fay Pen Dragon. Adik dari Nii-sama dan Onee-sama. Salam Kenal Naruto-nii " Lanjut Le Fay memperkenalkan dirinya.
" Eh? Kau tahu namaku juga? " kejut Naruto karena Le Fay mengetahui namanya juga " Tentu saja. Aku selalu mencari info dan data mengenaimu, karena aku ingin mengikuti jejakmu Naruto-nii! " ucap Le Fay dengan wajah penuh semangat.
" Eh? " beo Naruto tidak mengerti " Le Fay selalu mencari info mengenaimu melalui internet, Berita dunia, kabar-kabar dari mulut masyarakat yang pernah melihatmu. Bisa di bilang dia penggemarmu, bahkan dia berusaha bergabung DSA tapi karena umurnya dia tidak bisa di terima " ucap Arthur menjelaskan.
" Ah... Pantas waktu itu salah satu Officerku mengatakan ada seorang anak kecil memaksa minta bergabung DSA " gumam Naruto mengingat kejadian yang absurd yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
" Oh Ya Naruto-kun, untuk kekuatan Le Fay, dia tidak seperti kita yang menggunakan Kekuatan Energi, Pikiran dan lain-lain. Kekuatan Le Fay berasal dari aliran Magic atau bisa di bilang ilmu sihir " jelas Arthuria.
" Aliran Magic? " gumam Naruto sambil mengelus dagunya " Kalau Tidak salah Aliran Magic terakhir terjadi setelah perangnya Dua Naga Emas. Yu-Long dan Argo. Aku pernah membaca beberapa Penunggang Naga Aliran Magic terdapat di bagian naga Argo. Namun karena kuatnya Yu-long, Naga Argo saja yang selamat sementara pengikutnya tidak ada yang selamat " lanjut Naruto.
" Tidak juga. Nenek kami selamat dari pertarungan tersebut, Hokage pertama yaitu Hashirama yang mengetahui bahwa Nenek Kami adalah orang yang selamat dari perang Dua Naga Emas menjaga nenek kami hingga lahirlah ibu kami, keturunan dari Aliran Magic.
Setelahnya Ibu kami menikah dengan Salah satu Anak keturunan dari Pen Dragon, Clan yang memiliki Naga Argo. Karena sumpah Pengikut Argo akan selalu mengikuti tuan mereka apapun yang terjadi. Tapi siapa sangka, seorang tuan akan menikahi seorang yang harusnya mengikutinya layaknya pelayan... "
" Berhenti Arthur " potong Naruto " Dari yang kau ceritakan aku sudah menangkap sebagian besar inti ceritanya. Kau tidak perlu menceritakan hal tabu dari keluarga ini " lanjut Naruto dengan wajah serius.
Arthur yang mendengar itu melirik Naruto sesaat sebelum menghela nafasnya " Gomenasai " gumam Naruto.
Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya, dirinya tidak menyangka kejadian terbentuknya Keluarga Pen Dragon akan seperti.
Dari Buku yang dia baca cerita Pertarungan para Naga...
Perang Naga Yang Membuat Dunia hampir hancur, adalah The Great Battle Four God Dragons, Pertarungan yang di buat oleh Empat Naga Dewa. Thirexa, Great Red, Ouorobos Dragons dan Kyubi no Kitrugon. Sebelum terjadinya pertarungan ini, Awalnya Pertarungan terjadi dari sembilan Naga Terkuat dan Pertarungan itu di beri nama The Nine Magatama. Pertarungan Yang di lakukan Oleh Ichi-Kyubi hingga menyisakan Kyubi. Pertarungan berlanjut karena kuatnya Energi membuat Tiga Naga Lain tertarik dan membuat mereka berkumpul dan membuat terjadinya Pertarungan
Lalu perang Naga Kedua setelah 10 tahun selesainya Perang empat Naga Dewa, pertarungan Naga kembali terjadi oleh dua Naga Surgawi dan di beri nama The Great Battle Two Heaven Dragons. Pertarungan terhenti karena habisnya dua Energi Dua Naga Surgawi dan membuat mereka menjadi energi kecil dan di pisah oleh Tuhan agar suatu saat jika mereka pulih pertarungan tidak terjadi dalam beberapa waktu.
Pertarungan Naga kembali berlanjut di mana Kyubi melawan Naga milik Hokage Pertama, Hashirama Senju. Dan Naga tersebut bernama Komugon dan Pertarungan Itu Di beri Nama The Great Dragons War One. Pertarungan berakhir dengan di lepaskannya Kyubi dari Madara dan Mengusir Kyubi sejauh mungkin dari Konoha.
Pertarungan Naga berikutnya terjadi antara Yu-Long dan Argo. Seperti yang di bilang tadi. Yu-long sosok Naga Emas Berasal dari Titik tengah mata angin bertarung dengan Naga Bintang emas Argo. Pertarungan tersebut tentu di menangkan Yu-long karena Yu-long adalah Naga terkuat dari Lima arah Mata Angin. Sementara Argo adalah Naga di tingkat bawah dari Naga Lima Mata Angin.
Lalu...
" Naruto-kun " Naruto yang di panggil tersentak dan melirik Arthuria yang menatap khawatir dirinya. " Kau tidak apa? " tanya Arthuria, Naruto yang mendengar itu tersenyum dan mengelus pelan kepala Arthuria.
" Aku tidak apa... Aku hanya kepikiran akan buku yang aku baca saja " jawab Naruto sambil tersenyum, Arthuria yang di elus kepalanya merona.
" Ne-Ne Naruto-nii! " panggil Le Fay membuat Naruto menoleh ke arah Le Fay " Bagaimana jika kita berkeliling Naruto-nii! " ajak Le Fay.
" Eh? Tapi... "
" Pergilah, Lagi pula ini kesempatannya untuk dekat denganmu " ucap Arthuria memberi kesempatan pada adiknya " Eh? Benarkah? " tanya Naruto dan Le Fay kompak.
" Yatta! Ikuyo Naruto-nii! " ajak Le Fay sambil menarik Naruto " Co-Cotto, Le Fay-chan! " ucap Naruto berusaha mengikuti tarikan Le Fay.
Arthuria yang melihat kepergian Naruto dan Le Fay hanya tersenyum, sementara Arthur hanya diam Lalu melirik Arthuria " Nee-sama, kenapa ka... "
" Hentikan sifat Sisconmu Arthur, Naruto-kun tidaklah seperti itu " potong Arthuria sambil menatap Arthur kesal " setidaknya biarkan aku bicara Nee-sama! Aku-Aku.. Aku tidak bisa membiarkan dia bersama... "
Grek!
" kau selalu membuatku kesal ya Arthur " ucap Arthuria sambil mencengkeram leher Arthur " Lepaskan! Lepaskan! Aku harus mengawasi Adikku! " teriak Arthur bagaikan anak kecil. Sifat Siscon Arthur kambuh.
.
Naruto And Le Fay
.
" Co-Cotto, Le Fay-chan, kita mau kemana? " tanya Naruto sambil terus berlari kecil karena di tarik Le Fay " Naruto-nii ikut saja, nanti Naruto-nii juga akan menikmatinya " ucap Le Fay sambil terus menarik Naruto.
" Ya, tapi ke mana.. " tanya Naruto sambil menatap ke depan di mana terdapat sebuah pintu cukup besar di depannya.
Brak!
Dengan Keras Le Fay mendorong pintu di depannya hingga terbuka lebar dan memperlihatkan sesuatu yang membuat mata Naruto melebar melihat sesuatu di depannya.
" A-Apa-Apaan tempat ini.. " gumam Naruto " I-Ini sungguh luar biasa " lanjut Naruto. Kenapa Naruto berkata demikian karena saat ini di depan Naruto terdapat sebuah Halaman yang sangat luas dengan rumput hijau yang indah, beberapa pohon rindang, sebuah danau berukuran sedang dengan airnya berwarna biru cerah.
" Te-Tempat macam apa ini? " gumam Naruto sambil menatap sekelilingnya yang tidak ada siapapun selain mereka berdua .
" Hehehe, bagaimana menurutmu Naruto-nii? " tanya Le Fay Sambil menatap Naruto yang masih menatap sekitarnya " Maa~ ini memang keren lalu kenapa kau mengajakku ke sini? " Jawab Naruto lalu bertanya kembali pada Le Fay
" Hihi, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Naruto-nii " jawab Le Fay sambil berjalan lebih dulu menyusuri daerah yang mereka kunjungi di ikuti oleh Naruto di belakangnya.
" bagaimana pendapatmu tentang Onee-sama? " tanya Le Fay membuat Naruto sedikit terkejut karena Le Fay menanyakan hal seperti itu " me-memang kenapa? " tanya Naruto dengan suara tergagap.
" Aku hanya ingin memastikan apakah Calon Suami Onee-sama cocok atau tidak, Jika tidak... " jeda Le Fay sambil menatap Naruto dengan senyum tipis, Naruto yang melihat senyum itu mendapatkan firasat buruk.
" Um, Arthuria-chan itu... " gumam Naruto sambil berpikir " Dia Cantik, Manja, Baik, Berani, tangguh dan penuh perhatian. Aku memang tidak lama bertemu dengannya, tapi entah kenapa ketika berada di dekatnya terasa sangat nyaman sekali. Dan aku... Ingin selalu merasakan kenyamanan itu " jawab Naruto jujur.
Le Fay yang mendengar itu berbalik dan menatap wajah Naruto yang tampak tidak memperlihatkan dirinya tidak berbohong, Le Fay yang melihat itu tersenyum tipis.
" Lalu mengenai semua itu bagian mananya yang kau suka dari Onee-sama? " tanya Le Fay, Naruto yang mendengar itu menggaruk pipinya yang merona " Sifat beraninya " jawab Naruto.
" Naruto-nii, satu pertanyaan lagi... Apa kau menduakan Onee-sama? " tanya Le Fay membuat Naruto sedikit tersentak.
" Sudah Aku duga "
Deg!
Tubuh Naruto seketika tersentak ketika merasakan serangan besar-besaran ke arahnya
Swush! BOOOOOOOOOOOOM!
Seketika tempat yang di pijak Naruto terjadi ledakan besar hingga membuat hempasan angin keras yang membuat tempat yang seharusnya indah menjadi hancur berantakan.
DUM! SWUSH!
Seketika Ledakan besar yang terjadi di tempat Naruto menghilang memperlihatkan Naruto yang berlutut sambil menyentuh tanah di bawahnya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya yang terkepal di sampingnya.
Dan di atas Naruto tampak Ribuan pedang tengah berputar cepat menyapu ledakan di sekitar Naruto. Naruto yang berhasil menahan serangan besar seperti tadi menghela nafas lega.
' Serangan tadi bukan hanya berasal dari satu orang, tapi banyak ' batin Naruto sambil menghilangkan Ribuan pedang di atasnya.
" Sepertinya kau sangat tidak cocok untuk Putriku Uzumaki Naruto-san "
Naruto yang mendengar suara pria dengan nada datar menoleh dan dia melihat sosok Pria tengah berdiri dengan beberapa orang di sampingnya. Mata Naruto melebar ketika melihat siapa saja yang berdiri di depannya.
" Mereka... " gumam Naruto.
" Kau telah menduakan Putriku dengan Wanita lain. Maka kau harus mati Uzumaki Naruto " ucap Sosok Pria di tengah beberapa orang di sisinya.
" kau... " gumam Naruto sambil menatap pria di tengah tersebut " Apakah kau Ayah dari Arthuria-chan? " tanya Naruto namun Pria tersebut hanya diam.
" Apa yang membuatmu berpikir seperti itu!? " tanya Naruto setengah berteriak " Dari mana kau mendapatkan bukti bahwa aku menduakan Arthuria-chan!? "
Namun Ayah Arthuria hanya diam sebagai jawaban membuat Naruto menggeram tidak suka
" Aku tidak tahu kenapa kau menyuruh The Servant God Army untuk membunuhku karena alasan menduakan putrimu tanpa adanya bukti, tapi jika kau ingin membunuhku " ucap Naruto dengan nada serius.
" Aku tak punya pilihan lain selain melawan dari pada diam saat nyawaku terancam " lanjut Naruto " Padahal Aku datang secara baik. Tapi sepertinya Anda tidak menyukainya.. Mau bagaimana lagi "
Twiing!
Seketika Jam Tangan Naruto mulai menyala dan memperlihatkan Angka dari 1 terus Naik dengan cepat hingga mencapai puluhan, Ratusan_ tidak... Bahkan sampai Ribuan " Aku harus mengeluarkan seluruh senjataku untuk melawan mereka "
Tink!
Brak! Brak! Brak!
Angka di Jam Narutopun berhenti tepat di Angka 3945 dan mulai bercahaya dengan terang. Dan tak lama setelah itu Dari tanah Keluar berbagai senjata mau dari Pisau, Bom, Pedang, Perisai, Gun dan seluruh senjata yang pernah dia buat keluar semua di berbagai tempat.
Ayah Arthuria bersama beberapa Servant teman Arthuria melompat mundur menjaga jarak hingga akhirnya Mereka berhenti ketika ribuan senjata Naruto berhenti keluar.
" Ini pertama kalinya aku mengeluarkan seluruh senjataku dan aku akan menggunakan mereka untuk melawan Pasukan Servant yang paling di takuti.. Walau aku tahu kemungkinannya 20% untuk menang, Aku tidak akan menyerah " ucap Naruto sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan Jikkannya yang telah aktif.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Sret! Sring!
Setelah mengatakan itu Naruto menarik Sebuah Tombak berwarna Hijau panjang dengan Mata Pisau seperti sebuah pedang besar. Setelah menariknya Naruto mengangkat tangan kirinya yang bergetar pelan seperti mengangkat beban berat.
Braak!
Swuush!
Ribuan Senjata yang keluar dari tanah di sekitar Narutopun secara perlahan terbang dan menghilang dengan cepat ke langit menyisakan Naruto dengan tombak Hijau miliknya.
" Kalian... Habisi dia " ucap Ayah Arthuria memberi perintah.
Sret! Wush!
Perempuan berambut ungu kehitaman dengan mata merah darah beserta senjata Tombak merah di tangannya langsung melesat ke arah Naruto dengan cepat ketika mendengar perintah Ayah Arthuria.
Sementara Naruto yang melihat perempuan tersebut melesat ke arahnya memutar-mutar tobaknya sambil bergumam [" Bukienji Daiku Sanjuu Roku : ... "] gantung Naruto.
Tak! DUUUUM!
[" Argenia "] lanjut Naruto menghentakkan tombaknya ke tanah hingga membuat Hempasan Angin yang mementalkan serangan Perempuan di depannya.
" Scathach, Servant Garis depan yang menghabiskan pemberontak dengan Tombak Darahnya sendirian, padahal mereka memiliki senjata Divine yang bisa menyerap seluruh Energimu, tapi siapa sangka kau adalah Anti Divine. " ucap Naruto dengan wajah menganalisis pada wajah Scatcach yang tampak tenang dengan wajah datarnya.
' Untuk mengatasinya Hanya Argenia saja yang bisa. Sebagai Anti Divine dia pasti penyerang jarak dekat dan jauh. Dan Argenia adalah Tipe bertahan jarak menengah, dengan element angin. ' batin Naruto sambil fokus menatap Scatcach yang tampak berdiri tenang sambil sesekali memutar senjata tombaknya.
Wush!
Naruto yang melihat Scatcach menghilang langsung menendang Tombaknya dan memutar Tombaknya sesaat lalu mengayunkan tombaknya secara Diagonal ke bawah.
Trank!
Tombak Narutopun berhasil menahan serangan Scatcach yang rupanya berusaha menyerangnya dari depan. Scatcach yang melihat serangannya berhasil di tahan menyipitkan Matanya. Naruto yang berhasil menyeringai kecil, jika saja bukan karena Jikkan mungkin dia sudah mati.
Sret! Wush! Blaaar!
Naruto yang merasakan serangan dari atas mendorong tombak Scatcach melompat mundur dan benar saja. Sosok perempuan berambut kuning dengan tombak berisi bendera telah mengayunkan senjatanya hingga mengenai tanah di bawahnya dan membuat kawah kembali di bawahnya.
" Jeane D'Arc atau biasa di panggil Ruler. Orang dari Divisi Servant yang biasa berdiri di garis tengah. Tombak sekaligus benderamu Adalah senjata utamamu. Walau begitu senjatamu adalah senjata terkuat dari pada Tombak-tombak yang ada setelah Tombak milik Scathach " ucap Naruto menyebutkan identitas perempuan tersebut.
Wush! Tap!
Trank! Trank! Trank!
Naruto yang baru mendarat dengan lincah menahan Dua Perempuan bersenjata Tombak yang menyerangnya dengan liar dan Menyerangnya dengan kerja sama yang bagus.
Naruto yang bertarung menggunakan Satu Tombak berusaha sekuat menahan serangan Scathach dan Jeanne yang semakin lama semakin cepat, bahkan mata Jikkan Naruto secara perlahan tidak bisa memprediksi serangan yang mengarah padanya hingga dirinya sedikit-sedikit terkena serangan dua pengguna Tombak tersebut.
Swush!
Wush! Blaaaar!
Naruto yang merasakan sebuah Panah melesat ke arahnya dengan cepat melebarkan mata kanannya dan beberapa detik setelahnya Dua Pedang besar turun dengan cepat memblok serangan tersebut dengan menahannya ke tanah.
[" Bukienji Daiku Gojuu Hachi : Alphador! "] teriak Naruto keras.
DUUUM! BLAAAAAR!
Jeanne dan Scathach yang baru saja akan menyerang Naruto seketika sedikit terhempas ketika Dua Pedang yang memblokir serangan panah tersebut mengeluarkan Hempasan Angin kuat hingga membuat kawah kembali di bawah Naruto.
Sring! Sret! Sing!
Naruto yang telah membuat jarak melepaskan Tombak hijaunya hingga kembali ke langit lalu menarik dua Pedang besar dengan Panjang 130 Cm lebar 10 cm memiliki Corak putih hitam pada pedang kiri dan Putih merah pada pedang kanan.
" Penyerang jarak Jauh maupun dekat Tomoe Gozen. Salah satu bagian terpenting dari The Servant. Kemampuannya setara Salah satu Servant yang bisa bertarung melawan ribuan pemberontak yaitu Miyamoto Mushashi.
Salah satu Servant penyerang akhir dengan Kekuatan Bersaker bernama Ashura. Menggunakan Ashura sebagai penyerang akhir dengan menghabisi mereka dengan Enam Pedang miliknya. Aku tidak menyangka harus melawan Servant terkuat di sini. " Gumam Naruto sambil melirik Jeanne dan Scatcach yang masih berdiri di depannya.
Tomoe Gozen tidak terlihat karena kemungkinan besar menyerang dengan panahnya, Miyamoto Mushashi tidak terlihat dan dia Yakin akan menyerang pada saat akhir.
Dan yang tersisa adalah 5 orang lagi.
Wush! Deg!
Swush! Trank!
Tubuh Naruto seketika menegang ketika merasakan Killing Intens Di belakangnya membuat Naruto langsung berputar dan menahan sebuah serangan dari sosok perempuan berambut ungu dengan pedang berukuran kecil di tangannya.
" BB atau biasa di panggil Kiana. Salah seorang Servant paling di takuti karena tidak ada yang bisa mengalahkanmu, bahkan dari kabar yang aku dengar jika kau lepas kendali, Teman-temanmu kewalahan untuk menahanmu " gumam Naruto menganalisa perempuan di depannya.
" Fufu~ itu memang benar. " ucap BB sambil tertawa halus " Tapi kau cukup mengesankan juga karena bisa berbicara padahal lawanmu ini bukanlah orang sembarangan " lanjut BB.
Wush! Wush! Twush!
Sring! Sring! Sring!
Setelah mengatakan itu Naruto bisa merasakan bahwa Jeanne dan Scathach secara bersama menyerangnya begitu juga Tomoe Gozen yang menembakkan beberapa panah ke arahnya. Secara bersamaan juga dari langit dengan cepat turun Lima Senjata berbeda-beda dengan cepat ke arah Naruto.
Bhaatsh! Grep! Trank! Trank! Trank!
Selagi memiliki ruang dengan cepat Naruto mengeluarkan sebagian besar darahnya dari punggung hingga membentuk tentakel darah dan menangkap senjatanya yang turun dari langit dan langsung beradu sengit Dengan Jeanne, Scathach, BB dan Tomoe Gozen yang terus memanah dari jauh.
Trink! Trank! Trank! Wush!
Naruto yang mendapat ruang sempit dengan cepat mendorong senjata Scatcach dan Pedang BB lalu melompat jarak dari Mereka.
" Tidak akan aku biarkan! " ucap Jeanne melompat mengikuti Naruto sambil mengayunkan senjatanya, Naruto yang melihat itu menyilangkan Lima Senjatanya dengan tentakel darahnya berharap bisa melindunginya.
Trank! DUUM!
Namun sayang Lima Senjata Naruto tidak bisa menahan senjata Jeanne membuatnya harus terpental ke langit dengan cepat.
Sring! Jleb!
" ARRGH! " teriak Naruto ketika merasakan sebuah senjata menusuk kakinya hingga tembus, dan benar saja, Scathcach telah di bawahnya dengan menusukkan tombaknya pada kakinya tanpa belas kasih.
Sret! Wush! Blaaaar!
Scathcachpun mengayunkan Tombaknya ke bawah membuat Naruto harus terpental ke bawah dan menabrak tanah di bawah dengan keras hingga membuat kawah berukuran sedang.
Tap! Bwush!
Baru saja mendarat Scathcach telah di hadapkan Naruto dengan tangan kanan terkepal dengan angin panas mengelilinginya, Scathcach yang melihat itu hanya memasang wajah datarnya.
BAANG! BLAAAAR!
Mata Naruto seketika tersentak ketika sebuah Perisai menghalangi pukulannya dan mementalkan Naruto beberapa meter, namun untungnya Naruto berhasil mengendalikan dirinya dengan sayap darahnya, sementara lima senjata Naruto tampak telah hancur karena menahan tombak Jeanne begitu juga Dua pedangnya yang hancur karena membentur tanah.
Naruto yang tahu siapa pemiliknya menyipitkan matanya " Mash Krylight, salah satu Servant Pelindung atau Tameng dari seluruh Servant. Pelindung besar itu tidak bisa dihancurkan dengan serangan apapun bahkan Jurus Terkuat sekalipun, namun dari berita yang aku baca, hanya Scathcach saja yang pernah menjebol pertahananmu " ucap Naruto pada Perempuan berambut pink yang berdiri melindungi Scathach.
" Berarti tersisa 3 orang lagi " gumam Naruto [" Bukienji Daiku Senkyuujuu Hachi :... "] jeda Naruto sambil merentangkan kedua tangannya.
Wush! BLAAAR! Trank!
[" Libra! "] teriak Naruto dengan lantang
Dan setelahnya Dari Empat Sisi Naruto turun Empat Pedang seperti Katana dengan percikan petir melapisi Empat Katana tersebut, dan saat turunnya empat katana tersebut Sebuah Pedang berhasil tertahan dari belakang Naruto.
" Servant penyerang, Tamamo no mae. Penyerang dengan Jurus yang bisa di buat sesuka hati. Jika Scatcach, Miyamoto Mushashi dan Tomoe Gozen tidak bisa menjalankan tugas dalam waktu tertentu. Maka kaulah yang menyerang dengan sekali jurus agar tugas cepat selesai " ucap Naruto sambil melirik Tamamo yang akan menusuknya dengan sebuah Tombak ungu.
" Jika aku ingat ada satu Servant yang bisa mengendalikan roh dan Es di sini bukan, kalau tidak salah dia bernama Anastasia Nikolaeva Romanova " gumam Naruto sambil menggenggam erat dua pedang di sisinya dan mulai mengubah sayap darahnya Menjadi Dua lengan dan menggenggam dua pedang di belakang dan depannya.
" Dan Aku yakin dia saat ini bersama Tomoe dan berusaha mengendalikanku. Tapi itu tidak akan aku biarkan! " ucap Naruto sambil menarik empat senjatanya dan mendorong senjata Tamano.
Wush! Wush!
Scathcach, BB dan Jeanne yang melihat itu secara bersama langsung menyerang Naruto, Naruto yang menyadari itu meningkatkan Jikkan miliknya hingga mengeluarkan Asap.
Trank! Trink! Trank! Trank!
Dengan lincah Naruto menangkis seluruh serangan sambil mengerakkan dua lengan darahnya yang memegang Dua Pedang Libra miliknya.
Swush! Bhatsh! Grep!
Scathcah dan BB yang melihat celah di dada Naruto langsung menghunuskan senjata mereka ke arah Dada Naruto namun sebuah Tangan Darah muncul kembali dan menahan serangan Scathcach dan BB.
Bhatsh! Greb!
Tamamo dan Jeanne yang akan menyerang dari belakangpun juga harus terhenti ketika Dua tangan muncul dan menahan senjata mereka. Naruto yang berhasil menghentikan mereka menyilangkan empat senjatanya di atas kepalanya hingga membuat sebuah percikan petir berwarna kuning.
Sring! BZIIIIIIIIIIT!
Setelah itu Naruto mengibaskan empat pedangnya dan secara bersamaan dari langit Turun Petir kuning berukuran besar menyambar Naruto dan yang lain membuat ledakan petir besar yang menyebar luas.
.
Tomoe Gozen dan sosok perempuan berambut putih bernama Anastasia yang saat ini berada di jarak 2 Km harus terkejut ketika melihat sebuah ledakan petir di tempat pertarungan. Tomoe Gozen yang merasakan bahaya dari atas langsung tersentak.
Wush! BOOOOOOOM!
Dan benar saja sebuah Pedang merah besar dengan cepat turun dan menghantam tempat mereka, namun untung Tomoe dan Anastasia berhasil menghindar sebelum pedang tersebut menghantam tempat mereka.
Twung! BLAAAR!
Setelah mereka menghindar dengan selamat terjadi ledakan suara yang memekakkan telinga dan di susul ledakan besar yang memperlihatkan Naruto terpental dan menabrak beberapa pohon sebelum berhenti beberapa meter di tempat Tomoe dan Anastasia.
" U-Ugh! Ku-Kuso! " umpat Naruto berusaha berdiri sambil menggunakan empat pedangnya.
Wush!
Tomoe yang melihat Naruto langsung menyimpan busurnya dan menarik katananya dan melesat ke arah Naruto, Naruto yang menyadari itu Melebarkan mata Jikkannya.
Deg! Brak!
Tubuh Tomoe seketika menjadi kaku dan Gravitasinya menjadi berat, Naruto yang melihat Tomoe langsung melepaskan Libra Miliknya dan menggenggam Pedang merah di sampingnya dan menariknya.
Wush! Sret! DUUUUM!
Naruto yang baru saja menggenggam senjatanya seketika harus terkejut karena Jeanne tiba-tiba telah di depannya dan mengayunkan tombak benderanya ke arahnya, namun Naruto berhasil menahan serangan tersebut. Namun hal yang harus di bayar Naruto harus terpental ke langit.
Pyaaaaaarrsh!
Naruto yang merasakan sebuah Bongkahan Es di bawahnya seketika tersentak ketika berapa Bongkahan Es berhasil menahan kakinya, Naruto yang tidak bisa lari mengertakkan giginya.
Grek!
[' Setsutouzuki : Ketsuzueki : Delaware Detroito Nanajuu Parsento Rasperobursto! '] batin Naruto mengepalkan tangan kanannya hingga mengeluarkan angin panas lalu memukul udara kosong di depannya.
Buagh! BOOOOOOOM!
Setelah Naruto memukul udara Kosong, Dua Buah senjata besar tiba-tiba menghantam Naruto dan mementalkannya ke bawah hingga menabrak tanah dengan keras, sementara akibat pukulan Naruto, terjadi ledakan memanjang di sertai sebuah kawah berukuran besar.
Tap! Tap! Tap!
Tak lama setelah itu seluruh Pasukan Servant telah berkumpul begitu juga Miyamoto Mushashi yang berada di depan sesosok monster besar dengan enam senjata. Dua senjatanya saat ini menekan Naruto di dalam tanah.
" Kau lama sekali " ucap Scathcah dengan nada datar " Maaf saja, lawan kita bukanlah orang sembarangan, jadi aku harus menemukan Timing tepat untuk melakukan ini " balas Miyamoto.
Wush! Jleb!
Para Servant yang merasakan ada Dua senjata turun dengan cepat menatap ke langit namun saat mereka menoleh ke atas, dua pedang telah menancap di sisi Dua senjata Monster Miyamoto.
Twiiing!
Para Servant seketika tersentak ketika Dua Cahaya menyilaukan mereka membuat Monster Milik Miyamoto tak bisa melihat apapun dan tanpa sengaja, senjata yang menekan Naruto menjadi terangkat.
Cahaya yang terang itupun perlahan memudar membuat Para Servant bisa melihat kembali dan saat penglihatan mereka kembali, mereka telah melihat Naruto tengah berdiri sedikit membungkuk dengan pedang merah besar di tangan kirinya sebagai penumpu tubuhnya dan tentakel darahnya yang memegang Dua pedang yang membuat cahaya tadi.
" Ck! Pengalihan ya " decak Miyamoto sambil menarik dua Katananya, Servant yang lainpun juga bersiap untuk menyerang Naruto.
' Kuso... Mereka sudah berkumpul, Pasukan Servant memang luar biasa, bahkan senjata dahuluku yang sebagian besar memiliki kekuatan langka tidak bisa mengimbangi mereka, para Servant memang hebat ' batin Naruto sambil mengeluarkan satu pil dan memakannya.
' Tapi salah satu Servant dari tadi tidak memunculkan Dirinya... Dimana dia.. ' batin Naruto
Dirinya harus memulihkan kembali dirinya begitu juga Jikkannya. Jikkannya telah melampui batas maksimal karena harus membuatnya bisa membaca pergerakan para Servant, namun sepertinya hal itu tak berpengaruh sama sekali.
Swush!
Mata Naruto sedikit melebar ketika bunga sakura tiba-tiba muncul dan mengelilingi tubuhnya, Mata Naruto semakin melebar ketika merasakan nafsu membunuh di belakangnya.
Trank! Wush!
Namun dengan cepat Naruto menangkis pedang tersebut lalu melompat menjauh dari sana dan menatap tajam siapa yang menyerangnya.
" Okita Souji, Servant yang menyerang secara diam-diam ketika musuh lengah, Bunga Sakuramu adalah pengalihan dari Musuh layaknya ilusi, tapi Ilusi itu tidak akan mempan padaku yang memiliki insting cukup tinggi " ucap Naruto sambil menatap tajam perempuan berambut pink yang di kelilingi bunga Sakura
" Sepertinya ini akan memakan waktuku cukup lama " gumam Naruto yang perlahan stamina dan ketahanan tubuhnya telah kembali " bagaimanapun tak akan aku biarkan kalian membunuhku " lanjut Naruto sambil menyimpan Dua pedangnya di punggungnya lalu menyiapkan pedang merah besar miliknya.
Bwush!
Pedang merah besar Narutopun seketika terlahap api dan berubah menjadi Pedang Kesatria berwarna merah darah " Kita mulai lagi " ucap Naruto membuka telapak tangan kanannya hingga perlahan sebuah api melahap tangan kanan Naruto.
Sret! Twus!
Narutopun memindahkan pedang di tangan kirinya ke tangan kanan dan langsung menghilang dengan sangat cepat membuat para Servant sedikit tersentak kecuali Scathcach dan BB.
Twush! BOOOOM!
Scathcach yang menyipitkan matanya seketika menghilang dari tempatnya dan di susul sebuah ledakan besar di belakang para Servant sekitar 1 Km dari mereka berdiri.
" Dia di sana " gumam BB langsung pergi ke tempat ledakan di susul yang lain.
Trrkkk!
Scathcach yang bisa melihat pergerakan Naruto bernafas lega dalam hati karena timingnya tepat untuk menahan Serangan Naruto yang di layangkan ke arahnya, Namun hal yang harus dia terima dia harus terseret jauh dan menerima ledakan Api Naruto ketika senjata mereka beradu, walau sebenarnya ledakan tersebut tidak menimbulkan sakit pada tubuhnya.
Trank! Tink! Trank! Trank!
Scathach yang merasa bisa memberi perlawanan langsung mendorong tombak miliknya dan menghunuskan tombaknya dengan sangat cepat, namun sayang Naruto berhasil menahan serangannya dengan cepat dan tepat.
Bhatsh! Sring! Trank!
Selagi beradu dengan Scathcach Naruto membuat Dua tangan dari darahnya melalui punggung dan mengendalikan kedua tangannya untuk menahan serangan belakang yang di lancarkan BB dan Tamamo.
Trank!
Sret! Twung! DUUUUUM!
Setelah menahan serangan dua orang di belakangnya Naruto mengangkat tangan kirinya ke atas hingga memunculkan Ratusan pedang yang berputar cepat dan menangkis sebuah senjata besar yang di yakini berasal dari Miyamoto
Pyaaaarsh!
Trank! Sring!
Naruto yang merasakan Serangan Bongkahan Es dari dua Sisi, langsung mendorong tombak Scathcach lalu menebaskan pedang merahnya pedang merahnya secara horisontal ke arah kanan Bwuush!
Semburan Apipun terjadi di dua sisi Naruto membuat BB, Tamamo dan Scathcach sedikit menjauh dari Naruto karena panasnya api yang di buat Naruto. sementara Bongkahan Es yang mengarah padanya tengah meleleh di lahap api.
Sret! Deg!
Naruto yang melihat Jeanne tiba-tiba di depannya langsung berusaha menghindar namun tubuhnya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan membuat Naruto sedikit terkejut.
" HYAAA! " teriak Jeanne mengayunkan tombaknya.
Buagh! Twush
Perut Narutopun terkena pukulan Jeanne membuat Naruto terpental ke udara, Naruto yang masih bisa menahan sakit serangan Jeanne mengendalikan dirinya di udara sambil melebarkan mata kanannya hingga Jikkannya berputar dengan cepat.
BOOOOOOOM!
Di tempat Jeanne, Scathcach, BB, Tamamo, dan Anastasia seketika terjadi ledak besar hingga membuat hingga membuat tanah berguncang keras.
Naruto yang melayang menyipitkan matanya ketika Tombak Scathcach yang di lempar kearahnya dan Naruto membalikkan serangan tersebut saat ini tertahan oleh Perisai milik Mash Krylight.
Pyaang!
Naruto yang mendengar suara ratusan pedangnya patah menoleh ke atas dan dia melihat dua senjata besar milik Monster Miyamoto tengah mengarah padanya.
Wush! Tap! Wush!
Namun dengan lincah Naruto menghindari serangan tersebut dan melompat kembali menggunakan senjata tersebut sebagai pijakannya.
Sret! Grek! Bugh! BWUUUUUSH!
Setelah melayang dengan tinggi Naruto mengepalkan tangan kanannya yang sudah tidak memegang pedang lalu memukul udara kosong di depannya tepat mengarah ke pada Pasukan Servant dan seketika Sebuah semburan Api keluar dari tinju Naruto dan perlahan semakin membesar dan membesar.
Sring! Bwuuush!
Enam senjata milik Monster Miyamotopun seketika berbaris di depan Para Servant dan melindungi mereka dari semburan Api Naruto.
Tomoe Gozen yang sebenarnya bersama Miyamotopun menyiapkan Busurnya dan panahnya namun baru saja dia akan mulai memanah, Naruto telah menghilang dari penglihatannya.
" Dia menghilang " gumam Tomoe lalu memejamkan matanya .
Deg! Wush!
Tubuh Tomoe seketika menegang, tanpa bicara Tomoe langsung turun dan menyiapkan katana miliknya. Okita yang melihat itu menyiapkan katananya juga.
Wush!
Semburan Api Narutopun berhenti beberapa menit setelahnya, Scathcach yang memiliki indra tajam memberi tanda Anastasia untuk membuat Bongkahan Es di depan mereka.
Wush! Pyaarsh!
Dan benar saja Naruto yang akan melayangkan pukulan Harus terkejut karena Pukulannya berhasil di tahan oleh Bongkahan Es Anastasia.
Bwush! Blaar!
Wush!
Mata Naruto yang bisa melihat gambaran bahwa Tomoe akan menyerangnya meningkatkan Energi di tangannya hingga meledakkan Es yang mengunci tangannya lalu melompat menjauh dari tempat tersebut.
Wush!
Baru sajamenjauh Dari serpihan Es keluar Tomoe sambil menyiapkan Katananya yang mengeluarkan Aura Merah dan Okita Souji yang juga menyiapkan katananya, Naruto yang melihat itu menyiapkan tiga pedangnya
Sring! Pyaaang!
Mata Naruto seketika Terbelak ketika Tiga Pedangnya yang berusaha menahan Senjata Tomoe hancur berkeping-keping.
Sring! Jleb!
" UGHH! " lenguh Naruto ketika Tiga Pedang kecil tiba-tiba menusuknya membuatnya memuntahkan sedikit darah.
Wush! Duak! BOOOM!
Mata Naruto semakin melebar ketika melihat Monster Miyamoto mengarahkan pukulan kepadanya hingga dirinya terpental ke bawah, namun Naruto berhasil menguasai dirinya hingga berhasil selamat dan hanya membuat tempat pijakannya saja yang hancur.
" Gh! " Gumam Naruto sambil menahan mulutnya untuk mengeluarkan darah [' Bukienji Daiku Go : Mento! '] teriak Naruto dalam batin sambil mengangkat tangan kanannya.
Wush! Grep! Twush!
Tak lama setelah itu sebuah Tombak berwarna Ungu terang turun dengan cepat dan telah berada di tangan Naruto dan secara bersamaan Seluruh Servant melesat bersama berusaha menyerang Naruto.
Sret!
Naruto yang melihat itu memutar senjatanya lalu mengayunkannya ke samping kanannya sambil membuat tanda segel budha di dadanya.
BOOOOOOOOOOM!
Seketika di tempat Naruto terjadi Ledakan Gelombang Ungu besar hingga membuat Sebuah Kawah berukuran besar kembali, tempat yang tadinya indah saat ini benar-benar kacau.
" Hah... Hah... " hela Naruto sambil mengatur Nafasnya ' Ku-Kuso... ' umpat Naruto.
' Bertarung melawan Servant sama saja bunuh diri... Mereka adalah pasukan Khusus Konoha yang menjaga segala penjuru Konoha... Kekuatan mereka setara para Kage, tidak mungkin aku bisa menang ' batin Naruto sambil berusaha bertahan berdiri.
Jrash!
" GHAA! " Teriak Naruto ketika Scathcach tiba-tiba di depannya dan telah menusukkan tombaknya di bahu kanannya hingga tembus.
Sret! Duak! Wush! Buagh! Blaaaar!
Setelah di tusuk Scathcach Tubuh Naruto harus menerima pukulan Tombak Jeanne membuat Tubuh Naruto terpental dan lepas dari tusukan Scathcach. Namun baru saja terpental Naruto harus menerima sebuah serangan dari Monster Miyamoto hingga dirinya tertanam di tanah.
" Fyuuh~ dengan begini tugas kita selesai " gumam Mash sambil bernafas lega " Dari seluruh orang yang pernah kita lawan, hanya dialah yang mampu membuat kita seperti ini. Bahkan hampir membuat kita mengeluarkan seluruh kekuatan kita " ucap Anastasia.
Grek!
Miyamoto yang merasakan pedang Monsternya bergerak tersentak " Tidak! Ini belum selesai " ucap Miyamoto membuat para Servant sedikit tersentak.
Greek!
Dua Pedang besar yang menindih Narutopun perlahan terangkat memperlihatkan sebuah tangan berwarna hijau tengah berusaha mengangkat pedang Monster milik Miyamoto hingga akhirnya terlihat Naruto yang mulai berdiri dengan sosok astral setengah berwarna Hijau di bagian Kiri dan Merah Di bagian kanan yang melindungi Naruto.
Wush! Buagh!
Lengan Hijau itupun mendorong pedang monster Miyamoto lalu memukulnya hingga membuat pedang tersebut menjauh dari Naruto. Para Servant yang melihat perubahan Naruto menyipitkan mata mereka.
" Mash-chan, Lindungi Anastasia! " perintah Scathcach dan langsung di lakukan Oleh Mash " Apa-Apaan kekuatannya itu... Kekuatannya meningkat pesat " gumam Tomoe tidak percaya.
Bwush!
Sosok Astral yang melindungi Narutopun perlahan menghilang namun Aura dari Monster tersebut masih membungkus tubuh Naruto.
Sret!
Perlahan Narutopun mengangkat wajahnya memperlihatkan ekspresi Wajahnya yang berubah menjadi dingin dengan Mata Kanan Jikkan miliknya bersinar biru terang begitu juga Mata Kirinya yang bersinar merah terang karena saat ini Mata Kiri Naruto berubah menjadi Merah darah dengan Pupil berbentuk bunga Sakura.
" Semua Bersiap! " perintah Scathcach membuat semua bersiap dan waspada.
Swush! BOOOOOOOOM!
Dari langit enam Senjata yang berbeda yaitu Dua Pedang, Dua Tombak dan Satu Scythe dan Satu Kapak turun dengan cepat dan menghantam dua sisi tempat para Servant Berdiri dan membuat Enam Ledakan berbeda yang besar membuat sebuah kawah kembali di tempat tersebut.
Enam ledakan tersebut terdiri dari ledakan Api, Petir, Rapal Gelombang, Angin, Es dan Ledakan Cahaya
Wush! Tap!
Dari ledakan Api dan Petir, keluar para Servant dalam keadaan sedikit terluka, setelah menjauh cukup Jauh para Servant menatap tajam Tempat Enam Ledakan yang membuat mereka seperti ini.
" Apa-Apaan itu tadi " gumam Miyamoto.
Wush! Sret! Trank! DUUUUUM!
Scathcach yang akan membalas harus terkejut ketika Naruto tiba-tiba di depannya dan mengayunkan Tombak di tangan kanan ke arahnya, dan untungnya Scathcach dengan cepat berhasil menahannya, namun hal yang harus dia bayar adalah Dirinya terpental jauh hingga menabrak Tebing sejauh 3 Km.
" Scath-chan! " pekik Anastasia.
" Kau boleh juga! " ucap BB melesat ke arah Naruto dengan Dua Pedang kecil di tangannya, di Ikuti Okita di belakangnya.
Sret! Trank! Trink! Trank!
Mata BB dan Okita seketika menyipit ketika dia melancarkan serangan Sebuah Tangan dari darah memegang kapak dan Tombak berhasil menahan senjata mereka dan di Counter dengan dua serangan pedang dengan Dua tangan darah juga. Namun BB dan Okita berhasil menahan setiap Counter Attack Naruto.
Trink! Sret! BOOOOOM!
BB yang melihat celah langsung mendorong senjata Naruto dan membuat Lingkaran Ungu di depan Naruto hingga memuntahkan Laser ungu yang mementalkan Naruto cukup jauh dan saat Naruto terpental Tanah di bawah seketika Hancur dan naik menjadi bongkahan-bongkahan Batu.
Sret! Thash!
Setelah terpental cukup jauh Naruto mementalkan Laser yang mengenainya dengan mudah sambil menghembuskan nafasnya.
Bzit! Bziit!
Perlahan Tubuh Naruto mengeluarkan Angin panas dan juga Percikan petir, Tomoe yang memiliki indra tajam memberi perintah " Tamamo-chan! Serang dia! " perintah Tomoe dan langsung di turuti Tamamo dengan menembakkan Bola Energi berwarna Ungu bertubi-tubi.
Sret! Twush!
Thash! Thash!
Dengan sekuat Tenaga Naruto mendorong kakinya hingga dirinya melesat dengan cepat lalu melompati setiap Bongkahan Batu yang ada sambil menangkis setiap Bola Energi Ungu yang ke arahnya.
" GRAAAAAA! " Teriak Naruto dengan wajah seketika berubah menjadi Monster di mana Sebagian wajah Naruto berubah di mana Bagian Kiri Naruto berubah menjadi Wajah Api Hijau dengan Mata merah menyala sementara Wajah Kanan berubah menjadi Api merah dengan Mata biru menyala.
Sring! BOOOOM!
Naruto yang akan telah menangkis seluruh Bola Energi Tamamo langsung mengayunkan Kapak milik hingga menghantam Tanah dan membuat Ledakan Rapal Gelombang besar yang terus membesar ke arah para para Servant
" Tak akan aku biarkan! " teriak Miyamoto mengendalikan Monsternya untuk mengayunkan Dua senjatanya ke arah Rapal Gelombang di depannya.
Sring! BOOM!
Rapal Gelombang milik Narutopun terbelah dan berubah menjadi Ledakan Api besar di sertai hempasan Angin keras membuat para Servant harus menyilangkan tangan mereka untuk menahan gelombang Angin yang keras.
Deg!
" Dia Datang lagi! " peringat Tomoe sambil melompat Tinggi dan Menarik tali busurnya dan menembakkan banyak panah ke arah ledakan Api di depannya.
Twush! Sret!
Semua Servant seketika terkejut secara tiba-tiba Naruto sudah di depan Miyamoto dengan Sebuah Pedang terlahap Api di tangannya siap di ayunkan ke arah Miyamoto.
Sring! Trank!
Namun serangan Naruto seketika Tertahan karena Scathcach telah di depan Miyamoto menahan serangan Naruto dengan Tombaknya. Scathcach juga tampak berubah terlihat dengan Aura Ungu mengelilinginya begitu juga Tombak merahnya yang di kelilingi Aura Merah.
Trink! Sring! BOOOOOM!
Scathcach yang menahan serangan Naruto langsung mendorong Senjata Naruto dan memaksa Miyamoto berlutut membuatnya terpaksa menghilangkan Monster karena Naruto menebaskan Dua Pedang miliknya menggunakan Dua Tangan darahnya hingga membuat sebuah ledakan Api Petir di belakang Scathach dan Miyamoto
Sret! Duak! Twush! Jrash! BLAAAAAAAAR!
Melihat celah besar secara bersamaan Jeanne, Tamamo dan BB langsung menyerang Naruto tepat bagian dada, Begitu juga Scathcach yang dengan cepat sampai menebus perut Naruto dan membuat Naruto terpental hingga akhirnya berhenti karena menabrak sebuah tebing Air Terjun Hingga hancur.
" Apa-apaan dia itu... Kekuatannya berbeda dari sebelumnya " umpat Miyamoto sambil berusaha berdiri kembali " Bahkan, Tidak kami sangka dia membuatmu mengeluarkan sebagian kekuatanmu Scath " timpal Tamamo.
" Itu karena serangan tadi cukup mengerikan jika saja aku tidak meningkatkan kekuatanku saat itu mungkin aku sudah sekarat " gumam Scathcach dengan suara yang berbeda.
Wush! Wush! Wush!
" Dia datang lagi! " ucap Tomoe sambil menarik busurnya kembali karena dia melihat 6 pedang berbeda warna turun dengan cepat.
Twush!
Sebelum enam pedang tersebut menyentuh tanah enam pedang tersebut langsung menghilang membuat para Servant bersiaga kecuali BB dan Scathcach yang langsung melesat dengan cepat.
Trank! BOOOM!
Tepat 500 meter di depan para Servant, terjadi ledakan Angin yang kuat di karenakan Naruto, Scathcach dan BB tengah beradu senjata.
Dimana BB berusaha menyerang dada Naruto namun Naruto berhasil menahannya dengan tiga pedang di bagian kanannya dan menahan Tombak Scathcach di atasnya dengan Tiga Pedang miliknya
Sret! Duak!
Jeanne yang melihat kesempatan langsung melesat ke arah Naruto dan memberikan pukulan pada dada Naruto hingga Naruto terpental.
Wush!
Tamamo, Okita dan Miyamoto yang tak mau kalah ikut melesat ke arah Naruto sambil menyiapkan senjata mereka.
Wush! Trank! Trink! Trank!
Setelah berhenti dari terpentalnya Naruto langsung beradu senjata dengan sengit dengan melawan Miyamoto, Okitadan Tamamo. Setiap serangan berhasil di atasi masing-masing orang membuat pertarungan selalu di iringi dentingan Senjata beradu.
Sret! Duak!
Melihat celah dengan keras Tamamo dan Miyamoto mengarahkan tendangan pada dada Naruto hingga Naruto terjungkal ke belakang.
Sret! Duak!
Tomoe yang mendapat kesempatan langsung mendekat ke arah Naruto dan bersiap menebas Naruto dengan katana, namun Naruto telah menendang bahunya membuat sedikit terjungkal.
Sret! Wush! Duak!
Baru saja berhenti dari terjungkalnya Mash tiba-tiba muncul dan memukul Naruto ke langit hingga melayang di Udara.
Sret! Buagh! BOOOOM!
Tak berhenti di sana Miyamoto kembali memunculkan Monsternya dan memukul Naruto ke bawah hingga tertanam di tanah cukup Dalam.
Blar! DUUUM!
Dua lengan Monster Miyamoto yang tersisapun mengambil Bongkahan Batu besar dan menghantamkannya ke tempat Naruto hingga Naruto tertindih Batu.
Wush! BOOOOOOOOOOOOM!
Namun baru saja melakukan itu, Seratus senjata turun dengan cepat ke tempat Naruto Dan membuat Ledakan Besar secara beruntun. Para Servant yang sudah menyadari itu bernafas lega karena telah menjaga jarak lebih dulu.
" Tamamo bantu aku! " ucap Tomoe menembakkan banyak panah ke balik ledakan di bantu Tamamo yang menembakkan banyak Bola Energi .
Wush! Thash! Thash!
Dari balik ledakan keluar Naruto yang Berlari dengan cepat sambil menangkis setiap serangan Tamamo dan Tomoe dengan tombak di kedua tangannya.
Pyarsh!
Naruto yang terus melesat seketika terhenti ketika Sebuah Es menahan gerakannya, Naruto yang melihat itu menatap ke depan kembali di Mana Jeanne kembali melesat ke arahnya.
DUUM!
Naruto yang melihat Jeanne mengayunkan tombaknya ke arahnya menahannya dengan dua Tombaknya namun hal yang harus di terima Naruto, Naruto harus terpental ke langit dan melayang di udara.
Swush! Blar! Blaar! Blar! Twush! BOOOOM!
Selagi melayang di Udara Tamamo dan Tomoe menembakkan Panah dan Bola Energi mereka ke arah Naruto hingga terjadi ledakan bertubi-tubi di langit. Scathcach yang melihat itupun melempar Tombaknya ke arah Naruto hingga membuat ledakan semakin besar.
Wush! Tap!
Dari ledakan itupun tampak Naruto jatuh dengan luka parah di beberapa bagian tubuhnya, namun saat akan menyentuh Tanah Naruto mendarat dengan sempurna dan berdiri dengan tegak tanpa merasakan kesakitan sama sekali
" Grr.. GRHAAAAAAAA! " teriak Naruto dengan suara beratnya sambil membusungkan dadanya.
Wuuuuuush!
Bagaikan Trompet yang memberi perintah, Ribuan Senjata Naruto yang masih ada Di langit jatuh secara bersamaan di belakang Naruto membuat para Servant sedikit tersentak.
Wush! Tring! Tank! Tung!
Dua Robot Tengu dengan beda ukuran yang jatuh dari langitpun seketika pecah menjadi beberapa bagian begitu juga King yang pecah menjadi beberapa bagian dan melesat dengan cepat ke tempat Naruto
Grep!
Kedua lengan Narutopun langsung menangkap Senjat Kami-Uzoki yang jatuh di kedua sisinya lalu mengoleskan darahnya pada sisi senjata tersebut dan melakukan beberapa gerakan sebelum mengambil posisi tangan kanan terkepal erat di belakangnya, Kaki kiri di arahkan ke depan, Kaki kanan di tekuk hingga tubuh Naruto tampak seperti berlutut.
[" Wahai kekuatan dari Naga yang terjatuh, perlihatkan Dunia Akan Kekuatanmu, menjulanglah ke langit agar dunia bisa melihat cahayamu! "] teriak Naruto
Bwush! Sret! Trank! Trank!
Tangan Kanan Naruto yang terkepalpun mengeluarkan cahaya biru dan mulai memanjang di belakang Naruto dan saat itu juga Lengan Naruto terbungkus darah Merah hingga ukuran tangan Naruto cukup besar laku di lapisi King dan Beberapa bagian dari Robot Tengu.
Bssshh! Bziit! Bwuush!
Setelahnya Tangan Naruto terbungkus Api di sertai Asap panas dan percikan petir yang bergerak liar " Ini... Akan menjadi serangan terakhirku " geram Naruto dengan Tubuhnya yang mulai berubah di mana Sebagian Kirinya menjadi Api hijau dan kanannya menjadi Api merah
" Kalian semua bersiaplah " ucap Scathcach meningkatkan Energinya hingga di kelilingi aura begitu juga para Servant yang lain.
[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Kami No Enjin : ... "] gantung Naruto.
Pyaaaaarrsh!
Seketika dari depan para Servant muncul duri-duri Es yang melesat cepat ke arah Naruto.
Sret! Wush!
Dengan sekali dorongan Naruto dengan cepat melesat ke arah para Servant sambil melompati Es di bawahnya.
Pyaarsh!
Dari belakang tampak Ribuan pedang Naruto menyusul dan melesat di belakang Naruto bagaikan hujan senjata [" Exocrimper Kunggo Detroito Gett Parsento... "] setelah itu Ribuan Senjata Naruto mulai berwarna hingga di belakang Naruto tampak sebuah cahaya warna-warni berukuran besar
" Mash, Jeanne " perintah Scathcach, Mash dan Jeanne yang mendengar itupun berdiri di Depan, Mash paling depan dan Jeanne di belakang Mash.
[" Balmung Sanmi Rasperoburstoo! "] teriak Naruto dengan lantang sambil melayangkan pukulan di tangannya.
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!
.
.
.
.
.
" E-Enggh.. "
" Naruto-kun! Naruto-kun! "
" Eghh... " lenguh Naruto sambil mengerjapkan matanya karena saat ini pandangannya melihat sebuah langit rumah bernuansa mewah.
Pandangan Naruto teralih ke samping dan dan dia bisa melihat Arthuria tengah duduk di sisinya dengan mata berkaca-kaca " Arthu... ria-chan " gumam Naruto lemah.
Greb!
" Yokatta!... Hiks.. Yokatta kau akhirnya sadar juga " ucap Arthuria sambil memeluk Naruto dan menangis sejadi-jadinya, Naruto yang di peluk sedikit terkejut karena tiba-tiba di peluk, apalagi tubuhnya masih merasakan sakit.
" A-Apa yang terjadi... Dimana aku? " tanya Naruto " Kau ada di kamar Arthuria, Naru-kun " Naruto yang mendengar suara lembut menoleh dan melihat seorang Wanita berwajah cantik dengan rambut pirang mendekatinya.
" Maaf jika Suamiku berlebihan ya " sesal Wanita tersebut, Naruto yang mendengar itu mengerti arti bahwa Wanita di depannya adalah Ibu dari Arthuria, namun... Berlebihan?
" A-Apa maksud Anda? " tanya Naruto sambil berusaha duduk, Arthuria yang dari tadi masih memeluk Naruto langsung tersadar dan membantu Naruto berdiri.
" Begini Naruto-kun " Gumam Arthuria membuat Naruto melirik " Sebenarnya Tou-sama ingin mengetesmu apakah kau cocok denganku, maka dari itu dia memanggil teman-temanku untuk mengetesmu " jelas Arthuria membuat Naruto terdiam.
" Aku sudah mengatakan pada Tou-sama untuk tidak melakukannya begitu juga teman-temanku, tapi.. Mereka tetap keras kepala, Sungguh Naruto-kun, aku menyuruhmu datang ke sini bukan untuk ini hiks.. Hiks percayalah "
Naruto yang mendengar itu terdiam, berarti sejak tadi dia hanya di test. Naruto yang mengetahui itu menghembuskan nafasnya dan berusaha menenangkan Arthuria namun saat akan menggerakkan kedua tangannya, Naruto merasakan sakit yang luar biasa.
" Ghhh! " gumam Naruto menahan sakit di kedua tangannya.
" Jangan memaksakan dirimu Naru-kun, Kau sudah terluka cukup parah bahkan membuatmu harus pingsan selama 2 hari " Naruto yang mendengar itu tersentak " Du-Dua Hari!? " kejut Naruto.
" Selama itu kah? " gumam Naruto dengan wajah pucat " Kuso! " umpat Naruto mengubah Matanya menjadi Jikkan dan menatap Tubuhnya, dirinya harus mengobati tubuhnya agar sembuh.
Deg!
" GGGHH! " geram Naruto menahan sakit di mata kanannya.
Sret!
Mata Naruto seketika tersentak ketika Ada Dua Uluran tangan di sisi kanan dan Kirinya dan mulai mengeluarkan Cahaya kuning dan Hijau, Naruto yang melihat itu menatap pemilik tangan dan dia bisa melihat Sosok Jeanne dan Anastasialah pemilik tangan tersebut.
" Jangan memaksakan dirimu Naruto-san, kau seharusnya beristirahat " nasehat Jeanne membuat Naruto terdiam, Namun yang pasti Naruto merasakan tubuhnya kembali pulih dan juga sakit di seluruh tubuhnya telah hilang begitu juga di matanya.
Mata Naruto seketika teralih kembali ketika melihat Mash, Tomoe, Miyamoto, BB, Tamamo, Okita dan Scathcach muncul dan berdiri di samping Arthuria " Kalian, Kenapa kalian di sini? " tanya Naruto sambil menonaktifkan Jikkannya.
" Etto... Bagaimana mengatakannya " gumam Miyamoto sambil mengaruk pipinya canggung " kami minta maaf Naruto-san, Sungguh kami menyesal melakukan ini, karena ini kami membuatmu menyita waktumu untuk Lombamu besok " ucap Okita sambil menyatukan tangannya dan meminta maaf pada Naruto.
" Kami dengar kau akan menikah dengan teman kami dan Ayah Arthuria-chan pun meminta bantuan kami dengan mengetesmu " ucap Tomoe sedikit canggung " Karena dari dulu kami tertarik denganmu dan juga akan kekuatanmu yang sering kami lihat saat lomba membuat kami setuju mengetesmu " lanjut Scathcach sedikit malu-malu.
" Apa yang ada di pikiran kalian? Aku ini masih belum seberapa dengan kalian. Kalian adalah pasukan balik bayang Hokage yang terpilih, kalian pikir aku bisa menang!? " ucap Naruto dengan nada kesal.
" terlebih aku tahu kalian belum mengeluarkan seluruh kekuatan kalian, aku yang mengeluarkan seluruh kekuatanku saja tidak bisa melukai kalian sedikitpun!? "
Para Servant yang mendengar itu hanya bisa tersenyum canggung sekaligus bersalah, canggung karena membuat Salah satu Cucu dari Hokage harus bertarung melawan mereka yang sudah berpengalaman dan Menyesal karena membuat Naruto terluka parah, padahal dia tidak salah apa-apa.
" Maka dari itu Tolong Maafkan Kami Naruto-san jika tidak... " gantung Mash membuat Naruto menaikkan alisnya " Kami siap menyerahkan tubuh kami padamu " Naruto yang mendengar itu terbengong sesaat begitu juga Arthuria.
" H-Hah?! " kejut Naruto dengan wajah merona " A-Apa-Apaan itu!? Kalian ini pasukan Hokage bukan?! Kenapa kalian mau mengatakan hal itu?! "
" I-Ini perintah Hokage dan juga telah harus di setujui hingga kami tidak bisa membantah... Ji-Jika kami membuatmu terluka parah kami harus menikah denganmu bersamaan dengan Arthuria, Ji-Jika tidak dan k-kau mau memaafkan kami.. K-Kami siap menyerahkan tu-tubuh kami " jelas Miyamoto dengan tergagap karena terlalu memalukan.
" JANGAN BERCANDA JIJI!? "
.
Hokage Room
.
" Hachii! " bersin sang Hokage dengan tubuh merinding " Entah kenapa aku merasakan kantorku akan di sembur oleh Naruto " gumamnya.
.
Back to Naruto Side
.
" A-Apa-Apaan itu!? Ke-Kenapa kalian tidak memberitahuku?! " tanya Arthuria menuntut " Go-Gomen Arthuria-chan, sebenarnya kami ingin memberitahumu ta-tapi... " sesal Scathcach lalu menggantung dengan wajah merona.
Twich!
" Jangan katakan kalian sebenarnya dari dulu menaruh perasaan terhadap Naruto-kun?! " tebak Arthuria membuat mereka terdiam sesaat lalu menjulurkan lidah mereka " TERNYATA BENAR?! "
" Ha-Habisnya Naruto-san itu... " gumam Tomoe dengan wajah merona.
" Tidak! Kalian tidak Boleh! Naruto hanya boleh menikah denganku! " ucap Arthuria sambil memeluk erat Naruto erat. Naruto yang mendengar fakta di depannya terdiam bagaikan batu.
Jika dia memberi maaf kepada para Servant, Mereka tidak akan menyerahkan tubuh mereka tapi mereka harus menikah, Jika dia tidak memaafkan mereka, mereka akan menyerahkan tubuh mereka.
Dua pilihan neraka.
" Fufufu~ sepertinya kau kesulitan ne Naru-kun " Naruto yang mendengar itu melirik ibu Arthuria " Jangan Khawatir, pernikahan kalian masih lama, pernikahan kalian akan di langsungkan seminggu setelah selesainya lomba Dragons Champions "
Naruto yang mendengar itu semakin suram.
" T-Tsuma... A-Aku kembali " ucap Ayah Arthuria memasuki kamar sambil menarik tali berisikan Jaring yang di isi seluruh senjata Naruto bahkan yang telah hancur kembali semula.
Bruk!
Sang Ayah Arthuriapun jatuh ke lantai dengan nafas terengah-engah, Naruto yang melihat seluruh senjatanya mengangkat tangan kirinya ke arah seluruh senjatanya hingga bercahaya dan berubah menjadi bola cahaya berukuran kecil.
Wush!
Seluruh cahaya itupun masuk ke Jam Naruto dan Jam Naruto mulai menghitung jumlah senjata yang masuk kembali.
" Kau sudah kembali A-na-ta " gumam ibu Arthuria dengan nada manis namun beda dengan auranya " Go-Gomen Tsuma. A-Aku mohon jangan siksa aku lagi " panik Ayah Arthuria membuat Naruto Sweatdrop.
Di mana sifat datar dan angkuh dari Ayah Arthuria dua hari yang lalu.
" Jangan meminta maaf padaku, minta maaf kepada Naruto karena ide gilamu itu " ucap Ibu Arthuria dengan nada dingin, Ayah Arthuria yang mendengar itu merinding panik. Dengan sekuat tenaga Ayah Arthuria merangkak ke arah Naruto yang menatap sweatdrop dirinya.
" Uzumaki Naruto... Maafkan Aku... Aku telah berlebihan... " sesal Ayah Arthuria. Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya " Sudahlah... Aku maafkan " ucap Naruto membuat Ayah Arthuria bernafas lega.
Tidak ada gunanya menaruh dendam pada sesuatu yang terlewatkan, sebenarnya dia ingin membuat Syarat agar para Servant di depannya tidak menikahinya, tapi dia memiliki beberapa kesimpulan hal itu tidak bisa di lakukan. Pertama Ayah Arthuria telah membuat Kontrak dengan Hokage dan pasti ada imbalan untuk Kontrak tersebut, Kedua Kontrak Tidak bisa di batalkan karena Pasti Hokage menyimpan Kontrak tersebut di suatu tempat Rahasia, Ke tiga Kontrak tersebut telah di sebarkan kepada orang tua para Servant.
" Huft~ " hela Naruto sambil mengusap wajahnya dengan aura suram di atasnya.
" Naruto-nii " panggil Le Fay memunculkan diri dari balik pintu " Um? " tanya Naruto.
" Kau kedatangan tamu " ucap Le Fay membukakan pintu dan memperlihatkan beberapa orang di sana dengan aura hitam di belakang mereka. Naruto yang merasakan itu merinding dan menatap takut siapa yang datang.
" Kau dari mana saja Nii-san " tanya Asia dengan nada manis namun Auranya tidak
" A-Asia! Mi-Minna! " panik Narut ketika melihat Asia, Kurumi, Aiz, Koneko, Tohka, Tearju dan Rosswaisse mendekatinya dengan Aura hitam di belakang mereka, sementara para kelompoknya hanya diam saja di belakang.
" Selama dua hari kau menghilang ternyata kau di sini Naru-kun " ucap Kurumi dengan senyum manis " A-Ano... Aku bisa jelaskan " ucap Naruto berusaha menjelaskan.
" Apa yang perlu di jelaskan? Bahwa kau akan menikahi mereka setelah selesai Lomba? "
Jleb!
Tubuh Naruto seketika membatu, dirinya kehabisan kata " Seberapa banyak kau akan mencari wanita untuk menjadi Haremmu Naruto-kun? " tanya Tearju dengan nada manisnya juga.
" Bukan aku yang mencarinya!? Mereka yang mengincarku!? " panik Naruto.
" Apa salah kami menikahi orang yang telah menarik hati kami? " tanya Scathcach " Sudah 3 tahun kami menahan perasaan ini tahu, rasanya... Sungguh menyakitkan " lanjutnya.
" Itu berarti sejak aku berumur 14 tahun!? Apa yang membuat kalian tertarik denganku!? Bahkan aku tak sempat bertemu dengan kalian?! " tanya Naruto.
" Hehe... Saat itu " gumam Okita sambil menyentuh pipinya merona, perlahan para Servantpun melakukan hal yang sama. Membuat Naruto Sweatdrop.
" Bagaimana Naruto-san? " Naruto yang mendengar suara Arthur menoleh " Bagaimana rasanya menikahi para Servant? " tanya Arthur dengan wajah mengesalkan seperti kiba membuat Naruto memunculkan Urat kekesalan di dahinya.
Buagh!
" Urusai! " kesal Naruto sambil memukul wajah Arthur hingga pingsan ' Kuso... Keluarga Apa ini.. Ada yang galak, manja, misterius, bikin kesal dan keras kepala.. Inikah Keluarga Pen Dragon ' batin Naruto.
Mata Naruto mengalihkan pandangannya di mana para Servant saat ini saling bertatapan tajam dengan Asia, Kurumi, Tohka, Aiz, Koneko, Tearju dan Rosswaisse. Naruto yang melihat itu menghela nafasnya, calonnya semakin banyak saja.
' Kami-sama apa salahku hingga di beri banyak perempuan... Apa ini hadiahmu karena aku dihianati waktu itu.. ' batin Naruto sambil mengusap wajahnya
" Gomen Ne Naruto-kun, membuatmu seperti ini " sesal Arthuria yang duduk di sampingnya dari tadi " Kau tidak perlu meminta maaf, itu bukan salahmu " ucap Naruto.
" tapi.. "
" Jangan khawatir, masalah mereka aku akan mengurusnya, walau terdengar mustahil menolak untuk menikahi mereka aku akan mengatasinya " ucap Naruto sambil tersenyum meyakinkan.
Arthuria yang melihat itu termenung lalu tersenyum " Ne Naruto-kun untuk besok berjuanglah " Naruto yang mendengar itu melebarkan senyumnya " Ha'i "
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
" Huft~ akhirnya sudah di mulai "
" Kuso! Dingin sekali "
" Tak akan aku biarkan kau menghalangiku! "
" Inilah Kekuatan dari Clan Uzumaki! "
Selanjutnya Chapter 33 : Dragons Champions Arc IV : The Mountain Dragons
.
Note : Yosh! Akhirnya Up juga nih! Bagaimana kabar kalian? Lancar puasa? Atau ada yang Bolong ini Puasanya?
Ok aku harap semua lancar puasa ya. Dan bagi yang agama Budha selamat hari raya Waisak ya. Semoga kegiatan kalian berjalan lancar.
Ok kita mulai pembahasan Chapter kali ini. Ok Chapte kali ini perubahannya sangatlah banyak, kenapa? Karena setelah melihat kerangka dari cerita ini dan saran dari Teman-teman saya, Saya mengubah beberapa bagian dari Kerangka dengan memasukan para Cewek cantik dari Fate.
Ada alasan Khusus saya memasukkan Mereka dan itu tak akan saya beritahukan saat ini. Pokoknya Para Servant berperan penting di Cerita ini.
Lalu para keluarga Pen Dragon? Kelihatannya terlalu jauh dari pembahasan Pen Dragon ya, hahaha, saya benar-benar minta maaf. Selama pengetikan dan saran teman-teman akhirnya alur saya ubah.
Lalu Kekuatan Naruto? Yang terjadi di atas adalah kekuatan Maksimal Naruto walau sebenarnya Naruto tidak menggunakan Detroito secara maksimum karena baru 100%, tapi kenapa dibilang maksimum? Itu karena Naruto menggabungkan kekuatannya dengan ribuan senjatanya.
Mungkin nama jutsu saya terlalu panjang tapi itulah ciri khas dari saya. Lalu Pair? Saya sudah memikirkan ini dari awal dan saya akan melakukan Reka ulang. Itu sudah keputusan.
Lalu mata Kiri Naruto? Itu adalah Mangenkyou Sharingan milik Naruto dari pemberian Shisui, memang berbeda tapi itulah faktanya.
Ok sekian dari saya maaf karena tidak bisa banyak bicara dengan kalian. Bagi yang umat islam selamat menunaikan Ibada Puasa kalian. Saya harap kalian bisa puasa penuh. Baiklah saya Setsu undur diri. Jaa~ na~
Please Review
Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan
