Pengumuman pada Reader

Hai, Saya Author Setsutouzuki mengundang kalian yang berminat bergabung Grub Fanfiksi Naruto Indonesia, di sana Kita bisa saling berbicara berbagai hal dengan author-author yang cukup terkenal. Namun Di Grub tersebut akan sedikit ribut karena aktifnya Grub, jika kalian berkenan PM saya dan berikan No Hp kalian. Satu hal lagi...

Jika kalian ingin ikut kalian harus mematikan Notifikasi Kalian agar tidak terganggu jika tidak Ingin terganggu maka tidak perlu bergabung, saya tidak memaksa. Itu saja dari saya, salam Author Dragon Future

Setsutouzuki

.

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ini

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 33 : Dragons Champions Arc IV : The Mountain Dragons

.

" Lihat Minato-kun, dia sudah menunggumu "

Siapa itu... Dimana ini...

Tak lama setelah itu tampak sosok pria berambut kuning mendatangi Wanita berambut merah dengan sebuah senyuman bahagia.

" Arigato Kushina, telah membuat keluarga pada kehidupan kita "

Siapa Kalian...

" Um, Doushimasite Minato-kun "

Sebenarnya apa ini..

" Kau sudah menyiapkan nama untuknya bukan? "

" Um tentu saja "

.

" Nii-chan! "

Pemuda berambut jambrik Kuning bernama Uzumaki Naruto yang berbaring di kasur langsung tersentak di sertai mata kanannya yang berubah menjadi Jikkan sesaat, mata Naruto mengerjap pelan ketika melihat Adiknya Uzumaki Asia saat ini berada di atasnya sambil memandang khawatir dirinya.

" Asia-chan " gumam Naruto " Ada apa Nii-chan? Wajahmu tampak pucat? Apa kau habis bermimpi buruk? " tanya Asia sambil mengelus pipi Naruto. Sementara Naruto terdiam bingung harus menjawab apa.

' sebenarnya... Tadi itu apa... Siapa mereka ' batin Naruto melamun memikirkan apa yang dia lihat di mimpinya.

" jangan Khawatir Nii-chan, aku akan menghilangkan mimpi burukmu " ucap Asia sambil mengelus bibir Naruto lalu menciumnya dengan mesra, Sementara Naruto yang melamun hanya diam bahkan Naruto tanpa sadar mengikuti alur yang di buat Asia.

Setelah Beberapa menit, ciuman itupun terlepas memperlihatkan benang Saliva yang menjembatani kedua bibir tersebut, Naruto yang belum ngeh seketika tersentak dengan wajah merona " A-Asia-chan?! " kejut Naruto sambil menyentuh bibirnya.

" Mou~ Nii-chan melamun rupanya " ngambek Asia mengembungkan pipinya " sebagai gantinya Nii-chan harus menciumku "

" I-Itu mustahil!? "

" Hmnn~ rasanya tidak ada yang mustahil. " senyum Asia menunjukkan Bahwa dia bisa melakukan apapun, Naruto yang melihat itu berniat bangun dan kabur namun Asia mengunci gerakan, Naruto yang di kunci gerakannya semakin tersentak ketika dua buah melon berukuran sedang menggantung di depannya dan menatapnya menggoda " Jika Nii-chan tidak menciumku, maka aku akan meminta Nii-chan membawaku selamanya " ancam Asia membuat Naruto meneguk ludah dengan berat.

" U-Ugh, Baiklah " pasrah Naruto dan berniat mencium Asia, namun Asia langsung menariknya untuk Duduk lalu menciumnya dengan liar, Naruto yang di ciumpun sedikit terkejut sebelum terlarut dalam ciuman panas tersebut

Lidah Naruto dan Asiapun saling bersilat di selah penyatuan bibir Mereka, Asia yang ingin Naruto mendominasi membiarkan Lidah Naruto memasuki mulutnya dan mengeksploitasi bibirnya.

Kedua lengan Asiapun semakin menekan kepala Naruto untuk memperdalam ciuman tersebut, Asia benar-benar menikmati ciumannya dengan Naruto. Setiap detik, setiap menit dirinya sunguh menikmati ciumannya dengan Naruto bahkan dia ingin sekali agar ciuman mereka tidak terlepas, namun apa daya, mereka harus membutuhkan energi dan Oksigen yang cukup hingga akhirnya ciuman mereka terlepas hingga terdengar suara basah.

Merekapun mengatur nafas mereka yang terengah-engah hingga deru nafas mereka kembali normal lalu saling bertatapan kembali, Asia yang melihat wajah Naruto yang memerah tersenyum.

" Berhati-hatilah di lomba Nanti Nii-chan " ucap Asia sambil menyatukan dahinya ke dahi Naruto, Naruto yang ingat hari ini dia akan lomba terdiam sesaat sebelum tersenyum ke arah Asia " Aku janji akan baik-baik saja setelah kau menutupi tubuhmu itu " ucap Naruto sambil menarik selimutnya lalu menutupi tubuh Asia.

Inilah sifat yang di sukai Asia dari Naruto, Asia yang mendengar itu tersenyum lalu mencium kembali bibir Naruto singkat " Arigato Nii-chan " ucap Asia setelah melepaskan ciumannya lalu tersenyum manis

" Ini sudah sering terjadi, dan sepertinya aku harus terbiasa dengan tingkahmu itu " Ucap Naruto sambil tersenyum tipis " Jika begitu mulailah dari sekarang, karena aku juga pasti akan menjadi Istrimu nanti " ucap Asia sambil menyentuh bibir Naruto sambil tersenyum manis.

Naruto yang mendengar itu sedikit merona, mungkin ini terdengar aneh namun entah kenapa hati Naruto sungguh senang jika Asia menjadi Istrinya.

" W-Well, sebaiknya aku bersiap " ucap Naruto bangkit dari kasurnya lalu berjalan ke kamar mandi, Asia yang mendengar itu terdiam, setelah Naruto tak terlihat Asia membaringkan tubuhnya sambil tersenyum senang.

" Aishiteru Nii-chan " bisik Asia dengan wajah merona.

Semetara Naruto yang di kamar mandi terdiam dengan raut yang susah di perkirakan namun yang pasti sebuah rona tipis terlihat di kedua pipi Naruto.

.

.

Selasa, 04 Desember 2090

Gedung Hokage

09.00 AM

.

Tap! Tap!

Di sebuah Gedung besar kota Tokyo di mana gedung tersebut adalah gedung pemimpin Konoha, tampak di lorong Gedung. Sosok Naruto tengah berjalan santai sambil menatap jam di tangan kirinya.

Mata Naruto yang melihat beberapa orang tengah berdiri di depan pintu ruang Hokagepun menaikkan sebelah alisnya karena Naruto kenal siapa saja mereka.

" Kalian, sedang apa kalian di sini? " orang-orang yang ada di depan Ruang Hokagepun menoleh dan melihat sosok Naruto yang mendekati mereka " Naru-kun " panggil mereka. Ya, mereka adalah para Servant yang pernah bertarung dengan Naruto, bahkan Arthuria juga di sana.

" Aku tanya kalian sedang apa di sini? Bahkan Arthuria-chan juga? " tanya Naruto ulang " Kami datang ke sini untuk memberi laporan untuk bertugas Di tempat Lomba nanti, untuk Arthuria-chan... Sebenarnya dia sudah di tunjuk Hokage untuk menjadi bagian dari kami " Jawab Scathcach lalu merangkul Arthuria yang tersenyum.

Naruto yang mendengar itu terdiam dengan wajah cengo. Di tunjuk Hokage? " EHHHHH!? " kejut Naruto.

" B-Ba-Bagaimana bisa... " gagap Naruto

" Se-Sebetulnya sejak Naru-kun pingsan, Aku sudah di tunjuk Hokage Sama untuk melakukan Tes, d-dan aku lulus dan di tunjuk untuk menjadi bagian dari mereka " jelas Arthuria.

Naruto yang mendengar itu terdiam dengan sudut bibirnya mengeluarkan darah di sertai aura suram, jika Arthuria di tunjuk sebagai pasukan Servant... Berarti kekuatan Arthuria ada di atasnya...

Ckrek!

Tanpa bicara Naruto membuka Pintu Hokage lalu masuk ke dalam meninggalkan para Servant yang kebingungan.

Blaar!

Para Servant langsung berjengit ketika mendengar suara ledakan cukup keras di dalam Ruangan Hokage ketika beberapa menit Naruto masuk. Karena penasaran merekapun memasuki Ruangan Hokage dan harus terkejut ketika Melihat Kantor Hokage tampak berantakan dan mereka bisa melihat Naruto tengah mengatur nafasnya sambil menatap datar Sang Hokage alias Hiruzen yang tampak sedikit sekarat, bahkan jarinya saat ini menulis kata maaf dengan darahnya.

" Err... Ada apa ini Naru-kun? " tanya Miyamoto sambil menatap sekitar yang berantakkan " Huft~ tidak... Tidak ada apa " jawab Naruto sambil mengalihkan pandangannya.

' Apanya yang tidak apa setelah melihat kantor ini hancur berantakan ' batin Semuanya.

" Itte... Sungguh kejamnya dirimu Naruto-kun, padahal aku... "

Ucapan Hiruzen seketika terhenti ketika Naruto mendelik ke arahnya " Lupakan saja " ucap Hiruzen langsung. Tidak berniat mencari masalah dengan Naruto.

" Jadi Naruto-kun sebetulnya ada apa kau kemari? Bukankah kau harus ke tempat Lomba? " tanya Okita sambil menatap Naruto yang menatap Jamnya " Lomba di lakukan Jam 11, jadi aku mampir ke sini untuk meninta restu Ero-jiji-kage ini " jawab Naruto.

" Pedasnya " celetuk Hiruzen sedikit tersakiti karena di bilang Ero " Kau pikir siapa yang menyebarkan hal mesum ke otak Ero-Jiji-hentai itu? " balas Naruto membuat Hiruzen bersiul-siul tak bersalah.

" Hah~ Scathcach-san, bukankah kau bilang ada urusan dengannya. Berbicaralah " ucap Naruto namun di diamkan Scathcach

" Err... Sca.. "

" Scath-chan ".

" Eh? " beo Naruto

" panggil Aku Scath-chan. Baru aku aku akan membalas " ucap Scathcach membuat Naruto membatu " Ah, Kalau Aku Sakura-chan saja " ucap BB sambil tersenyum manis

" Ah, Kalau aku biasa saja. Panggil Miya-chan " ucap Miyamoto

" Aku Okita-chan saja " timpal Okita

" Aku juga Jeanne-chan saja " ucap Jeanne sambil malu-malu.

" Mash-chan " ucap Mash sambil memiringkan kepalanya.

" Anastasia-chan " ucap Anastasia dengan nada manis " Kalau Aku Tama-chan saja sudah cukup kok " ucap Tamamo sambil tersenyum manis

" Hmm~ Toge-chan " gumam Tomoe sambil berpikir namun ucapan Tomoe membuat semua di sana langsung Poker face " APANYA YANG SALAH?! " tanya Tomoe dengan wajah memerah.

" Shh~ jika memanggilmu seperti itu sama saja aku seperti menyebut sayuran Indonesia. Sebaiknya kau tidak perlu mencari nama Khusus untuk di panggil Tomoe-chan sudah terdengar cantik " ucap Naruto membuat wajah Tomoe semakin memerah.

" Beruntungnya dirimu Naruto-kun " celetuk Hiruzen membuat urat kekesalan muncul di kepala Naruto, namun Naruto harus menahannya. Dia tidak mungkin bisa menyerang Jijinya saat ada para Servantnya. Bisa-bisa dia pingsan lagi.

" Jadi Scathcach ini adalah tempat yang harus kalian awasi, Berhati-hatilah dan jangan sampai kalian mengganggu Lomba. Jika ada hal mencurigakan beritahu aku sebelum bertindak. Jika terjadi pertarungan beri tanda yang lainnya " ucap Hiruzen sambil menyerahkan sebuah kertas dan Sebuah Pistol Pada Scathcach.

Scathcachpun mengambil kedua benda tersebut dan membacanya, Naruto yang ingin tahu harus membatalkan niatnya setelah di pikir. Jika dia tahu? Untuk apa? Diakan ikut lomba.

" Lalu Naruto-kun " Naruto yang di panggil menoleh ke arah Hiruzen " Aku tidak bisa banyak membantu di Lomba, tapi berjuanglah di lomba. Tunjukkan bakatmu pada dunia dan menangkanlah Lomba ini " Ucap Hiruzen sambil berdiri mendekati Naruto lalu menyentuh kedua pundak Naruto " Aku bangga punya cucu sepertimu " Naruto yang mendengar itu tersenyum dan memeluk Hiruzen.

Para Servant di tambah Arthuria tersenyum melihat kejadian di samping mereka.

.

Karena urusan mereka telah selesai merekapun keluar dari ruangan Hokage dan berniat pergi ke tempat tujuan masing-masing, Namun saat Naruto akan pergi sebuah Tombak menahan gerakannya dan dia bisa merasakan ada dua orang memeluknya dari belakang.

" Kau pikir kau mau kemana Naru-kun " ucap Dua orang di belakang Naruto yaitu Samura dan Miyamoto dengan nada Seksual di telinga Naruto, Naruto yang mendengar nada itu merinding " T-Tentu saja pergi ke tempat Lomba " jawab Naruto tergagap.

" Apa kau akan pergi sebelum menerima memberi salam pada kami para Istrimu? " tanya Scathcach yang di depan Naruto sambil mengangkat Dagu Naruto " Setidaknya biarkan Kami memberi ciuman keselamatan untukmu " lanjut Scathcach membuat wajah Naruto merona.

" C-Ciuman?! " kejut Naruto

" Tapi sebelum aku, seharusnya Arthuria-chanlah yang menciummu lebih dulu, terlebih dia adalah orang yang pertama akan menikah denganmu " Ucap Scathcach sambil menarik Arthuria yang tampak gugup dengan pipi merona.

Naruto yang berniat lari harus tertahan ketika Sakura dan Miyamoto mengunci kaki dan tangannya agar tidak bisa bergerak, Naruto yang tidak bisa lari merutuki dirinya, jika dia tahu begini mungkin sejak awal dia sudah pergi dari tempat ini.

Arthuria yang tampak gugup mulai mengendalikan dirinya, dirinya secara perlahan merapatkan tubuhnya dengan Naruto sambil menyentuh kedua pipi Naruto untuk menghadapkan wajah tampan Naruto ke arahnya

" Semoga kau selamat Naru-kun " ucap Arthuria pelan lalu mencium bibir Naruto dengan lembut tanpa ada nafsu. Ciuman itupun terlepas beberapa detik setelahnya lalu di gantikan Oleh Scathcach yang mencium Naruto tanpa aba-aba.

Ciuman itupun terlepas lalu di gantikan oleh Jeanne dan terus seperti itu hingga akhirnya Miyamotolah yang terakhir. Naruto yang di cium secara bergilir harus memerah wajahnya bahkan matanya berputar-putar karena panasnya wajahnya.

" Semoga kau selamat di lomba Nanti Naru-kun " ucap para Servant sambil tersenyum manis. Naruto yang mendengar itu berusaha mengendalikan dirinya lalu pergi tanpa sepatah katapun.

Para Servant yang melihat Tingkah Naruto hanya bisa terkikih geli, sementara Naruto dia tampak merutuki dirinya sambil menyentuh bibirnya.

Bibirnya saat ini telah di cium sebanyak 11 kali. Naruto yang mengingat kejadian tersebut kembali merona ' Kuso ' umpat Naruto.

.

Gunung Shirouma

10.50 AM

.

Gunung Shirouma, sebuah Gunung yang terletak di Yamazaki, Asashi, Shimoniikawa District, Toyama Prefecture 938-0162. Gunung yang terdapat beberapa Gunung kecil dan bebatuan itupun saat ini telah di penuhi para Peserta Dragons Champions di sertai Empat Layar yang terbang di sekitar Mereka.

Kelompok Naruto yang ada di Puncak Shirouma saat ini melakukan persiapan mereka di mana mereka mengecek kesehatan Naga mereka, apakah ada yang luka atau Sakit serta mengecek armor Naga mereka apakah baik-baik saja.

Sementara di Fuji, tampak di sekeliling Fuji tepatnya Di langit sebuah Arena Besar mulai terpecah menjadi beberapa Bagian dan mulai melebar hingga Fujiyoshida, Gotenba, Fujikawaguchiko, Minobu, Hayakawa, Numazu Dan Fujinomiya.

Di salah satu tempat Penonton yang melebar ke Gotenba, tampak Asia saat ini duduk bersama Aiz, Akame, Tearju dan Rosswaisse tengah mengobrol bersama untuk menghilangkan kebosanan mereka. Asia juga mengenalkan Akame yang merupakan Teman Naruto, Asia merahasiakan Identitas Akame yang merupakan Black Army agar tidak membuat masalah semakin runyam.

Sementara di sisi lain tempat duduk Asia, tampak Kurumi saat ini duduk bersama Shina, Charlotte dan Yasaka. Lalu di tengah Gunung Fuji, Tampak sebuah Meja melayang di sertai sebuah Bola Kristal sedikit besar seukuran Bola Sepak. Bisa di asumsikan tujuan Dari Lomba adalah mengambil bola tersebut.

.

Back To Shirouma

.

Kembali ke Shirouma, di tempat kelompok Whitefox. Tampak Naruto saat ini tengah mengusap tangannya sambil menghela nafasnya agar hangat, dirinya tidak bawa baju hangat karena itu sungguh merepotkan jadi tidak ada pilihan lain selain menunggu lomba di mulai.

" Huft~ akhirnya sudah di mulai ".

Bwush!

" Danchou jika kau kedinginan Katakan saja " Naruto yang merasakan hangat di sampingnya melirik suara di sampingnya hingga dia melihat Kiba bersama Naganya yang membuka mulutnya di mana naganya tengah menahan api yang dia keluarkan di mulutnya.

" Arigato Kiba " ucap Naruto sambil merapatkan dirinya ke api agar hangat. " Ne Danchou? " panggil Kiba membuat Naruto melirik Kiba.

" Kau yakin mengenai Rute yang kau pilih? Firasatku mengatakan mereka akan tetap menyerang kita " jawab Kiba membuat Naruto melirik satu persatu musuh mereka hingga mata Naruto tertuju pada kelompok Takigaku dan terkunci pada sosok Fuu dengan Naganya Choumei.

Choumei salah satu Naga berjenis Lectrenic yang mirip dengan Naga milik Shino, namun Jenis Choumei bukanlah jenis Uji Coba. Choume memiliki besar sekitar 200 Meter, panjang 20 Meter, memiliki tujuh pasang sayap berbentuk capung, berkepala seperti Kumbang Tanduk, berleher sedikit panjang pada naga lainnya, Naga Choumei hanya 2 lengan seperti belalang sembah

" -Chou "

" Danchou! "

Naruto yang di panggil tersentak dan menatap Kiba yang menatap khawatir dirinya " Ada Apa Danchou? " tanya Kiba.

" Tidak. Hanya saja aku tengah memikirkan sebuah rencana jika itu terjadi " ucap Naruto sambil mengeluarkan Bola biru di tangannya dan juga Cerutunya.

Narutopun mengambil sedikit api naga Kiba untuk menghidupkan Cerutunya san menghisapnya dan menghembuskan nafasnya hingga mengeluarkan asap.

" Danchou... Kau seorang perokok? "

" Tentu saja tidak. Cerutu ini tidak menggunakan bahan tembakau, Cerutu ini aku buat menggunakan pemanis seperti permen yang di panaskan " jawab Naruto " Tapi... Bagaimana bisa dia membuat asap tebal? " tanya Kiba.

" Prinsip Kimia " jawab Singkat Naruto membuat Kiba Sweatdrop.

Twing!

" Yosh! Ohayo Minna! "

" UWOOOOOOOOOH! "

Para Peserta yang mengetahui Lomba akan di mulai mulai menatap serius Empat layar Besar di sekitar mereka.

" Ghhh! Bisakah cepat di mulai! Kami kedinginan! " protes Issei

" Hoho, sepertinya kalian sudah tidak sabar. Baiklah kita langsung saja menuju Ruler dari Pertandingan! "

" Pertandingan kali ini di mulai dari Sini, Gunung Shirouma menuju Gunung Fuji secepat mungkin untuk merebut bola ini "

Tink!

Tak lama setelah itu layar berubah memperlihatkan sebuah Bola yang melayang dengan meja di bawahnya dan di bawahnya lagi terdapat Fuji.

" Arena yang Harus Lewati adalah arena yang kami lingkari, jika melewati maka kalian otomatis gagal "

Layar kembali berganti di mana Layar memperlihatkan titik lingkaran yang melingkupi Nagano, Yamanashi, Gunma, Saku, Saitama, Tokyo, Kanagawa, dan Toyama.

Naruto yang melihat itu menghembuskan nafasnya " Sesuai Dugaanku " gumam Naruto

" Peraturan Lomba, kalian boleh menyerang musuh kalian dan merebut bola tersebut namun tidak sampai membunuh, Lomba Ini akan berakhir ketika team yang mengambil Bola dan membawanya selama satu jam. Jika team Membawa Bola di bawah 30 menit di rebut oleh musuh maka dia harus memulai dari 0, jika team yang membawa Bola di atas 30 menit maka Waktunya akan tetap dan dia harus merebut bola tersebut kembali "

Seluruh Team yang mendengar itupun mulai berisik karena kemungkinan menang sangatlah kecil terkecuali team yang masuk 10 besar mereka tampak tenang di tempat mereka.

" Huft~ aku rasa ini tidaklah terlalu sulit " gumam Naruto " Naruto-san " Naruto yang di panggil menokeh dan dia melihat kelompok Kuroyukihime dan Kelompok Shiba Miyuki ada di sampingnya.

" Aku harap kita berlomba dengan adil tanpa ada niat saling membunuh " ucapan Kuroyukihime membuat Naruto terdiam sesaat sebelum terkekeh dan menghembuskan nafasnya.

" Tentu " jawab Naruto " Lalu bagaimana dengan kalian? Gomen aku tidak sempat menjenguk kalian setelah lomba waktu itu. Aku dengar kalian sempat terluka parah " lanjut Naruto.

" Kami baik-baik saja. Arigato karena mengkhawatirkan kami " ucap Miyuki sambil tersenyum, Naruto yang mendengar itu ikut tersenyum.

" Danchou " Naruto yang di panggil menoleh dan dia melihat Julis mengulurkan tangannya ke arahnya " Ikuyo, perlombaan akan di mulai " Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu menerima uluran tangan Julis dan naik ke atas Naga Julis.

Sementara di sisi Kelompok Sasuke yang jaraknya cukup jauh dari kelompok Naruto saat ini juga mulai bersiap selain Sasuke dan Issei yang menatap Naruto dengan nafsu membunuh

" Sebaiknya kau tahan Sasuke, sebentar lagi lomba akan di mulai jadi kau bebas menyerangnya kapanpun " ucap Shikamaru membuat Sasuke mendelik ke arahnya namun Shikamaru Cuma acuh.

" Kuroka, Gabriel, Rias, Tsubaki, Hinata! Kalian fokus pada Pirang itu?! Sisanya ikut aku untuk mencapai Fuji! " perintah Sasuke sementara yang lain hanya bisa mengangguk kecuali Kuroka yang merasa tidak enak.

" Baiklah dengan begini Lomba Ke Empat Dragons Champions, The Mountain Dragon..."

Semua peserta yang mendengar itu bersiap-siap, Naruto yang mendengar aba-aba menghisap Cerutunya hingga cerutunya mati.

" MULAI! "

Wush!

Secara serempak Seluruh peserta langsung terbang ke langit begitu juga dengan Naruto, Naruto yang melihat mereka mulai terbang menyatukan kedua tangannya.

" Kita mulai " ucap Naruto lalu mengembungkan pipinya " Shhaaaaaaa " setelahnya Naruto membuka mulutnya dan menghembuskan nafasnya hingga dari mulutnya mengeluarkan asap tebal.

Para peserta yang melihat itu tersentak, apa lagi Naruto mengeluarkan Asap tebal di dekat kumpulan Awan.

" Kalian kejar dia!? " perintah Sasuke langsung memacu naganya. Para Kelompok Sasuke yang di tunjukpun melesat ke tempat Naruto dan memasuki Asap yang di buat Naruto

.

Sementara pada kelompok Naruto, saat ini mereka terbang di atas Gunung daerah Shirouman menuju Gunung Nashima-Yaritake. Setelah membuat asap Naruto memberi kode agar merendahkan terbang dan terus terbang menuju daerah Omachi lalu menuju Gunung Notori dan terakhir adalah Fuji.

" Apa kau yakin kita harus terbang serendah ini? " tanya Julis " Un, Tentu saja " jawab Naruto.

Deg!

Tubuh Naruto langsung menegang dan dengan sangat cepat Naruto melompat ke belakang sambil mengarahkan tangan kirinya ke depan.

BOOOM!

Seketika di depan Naruto terjadi ledakan cukup besar, Saya yang melihat Naruto akan jatuh langsung memberi Naruto pijakan dengan Naganya.

" Julis! Claudia! Aku serahkan menuju Fuji dengan Kalian! " perintah Naruto sambil mengeluarkan Shinigami Mashnya " Lalu Tohka, Xenovia, Irina dan Koneko! Aku serahkan Memancing pada kalian. Di sini biar aku, Kiba, Saya dan Kirin yang mengatasi mereka " ucap Naruto mengubah Shinigami Mash miliknya dari Palu ke Tombak.

Wush!

Dari balik Asap seketika Keluar sosok Tsubaki dengan Senjata Tombak di tangannya siap menyerang Naru, Naruto yang melihat itu langsung melesat Ke arah Tsubaki.

Trank!

Shinigami Mash Naruto yang dalam bentuk Tombakpun berbenturan dengan Akrugure Ice Tombak milik Tsubaki.

Sret! Twush! Trink! Blaaaar!

Naruto yang akan jatuh langsung memunculkan Skeatboard Turbo Windnya dan mengeluarkan tenaga Kuat mendorong wajah Naga Tsubaki dan bersamaan Naruto mendorong Tombaknya Hingga Tsubaki menabrak Gunung di bawahnya.

Wush! Wush!

Kelompok Naruto yang telah melihat Naruto mengulur Waktu langsung berpencar. Naruto yang terbang mundur menatap tempat Tsubaki menabrak dengan datar lalu menatap tajam ke samping ketika Sebuah Api biru mengarah padanya.

Wush!

Dengan mudah Naruto Melompati Api biru tersebut lalu mendarat kembali di Skeatboard miliknya

Wush!

Naruto yang merasakan serangan datang dari atas langsung menatap tajam ke atas dan di atasnya dia bisa melihat Rias tengah melesat ke arahnya dengan Pedang Destruction Explosionnya yang tengah mengeluarkan Aura merah di sertai percikan petir merah.

Twush! Bllaaar!

Naruto yang melihat sebuah Laser menghantam Rias hingga membuat sebuah ledakan melirik ke belakang dan dia bisa melihat Saya melesat ke arah Rias dengan senjata Laras panjang di kedua pundak naganya.

Wush! Brak! Trank!

Naruto merasakan Dua serangan dari dua sisinya langsung tersentak ketika Kiba dan Kirin secara serempak tiba-tiba menindih naga Hinata dan Kuroka dan menahan senjata mereka.

Twush!

Naruto yang terbang mundur seketika tersentak ketika sebuah Tobak Cahaya besar dengan cepat ke arahnya, Naruto yang melihat itu mengubah senjatanya menjadi Sabit.

Sriiiing! BLAAR!

Narutopun membelah Tombak tersebut menjadi Dua hingga membuat ledakan besar di sekitar Naruto.

.

" Nii-chan " gumam Asia hampir berteriak

" Wootto! Kelompok Sasuke saat ini telah memberikan serangan pada ketua Whitefox! Apakah dia baik-baik saja!? "

.

Wush!

Dari balik asap ledakan tampak Empat Naruto secara serempak keluar sambil mengepalkan tangan mereka, Kirin, Saya dan Kiba yang melihat itu langsung mendorong senjata mereka lalu terbang sejauh mungkin.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Detroito Gojuu parsento ... "] Jeda Empat Naruto tersebut .

Wush!

[" Youkka Anryuuburstoo! "] lanjut Empat Naruto sambil memukul sebuah Bola Cahaya yang tiba-tiba muncul bersama Gabriel.

Blaaaaaar!

Di atas Gunung Nashima-Yaritakepun seketika terjadi ledakan besar hingga membuat asap tebal.

.

" Wouuuhu! Tampaknya Uzumaki Naruto telah berhasil memberikan serangan balasan pada kelompok Uchiha! "

" UWOOOOOHHHH! "

.

Sementara Naruto, Kiba, Saya dan Kirin telah terbang menjauh dari lokasi " Huft~ untung saja kami melihat tandamu " gumam Kiba bernafas lega. Jika mereka menahan lebih lama dirinya yakin dia dan yang lain akan menerima sebuah ledakan yang akan membuat mereka berada di rumah sakit.

" Ini belum semuanya Kiba " ucap Naruto sambil melirik ke belakang di mana saat ini muncul beberapa peserta lain yang berusaha menyerang mereka.

" Kheh! " dengus Naruto sambil menggenggam erat senjatanya lalu melirik anggotanya yang tersisa " Kalian pergilah duluan mereka biar aku urus " ucap Naruto.

" Kau serius Danchou?! " tanya Kiba setengah berteriak " Pergilah! Lagi pula sasaran mereka adalah Aku " jawab Naruto lalu mengendalikan Skeatboardnya lalu terbang turun menuju lereng gunung dengan cepat.

Wush!

Kiba, Saya dan Kirin yang mendengar itu langsung memacu naga mereka meninggalkan Naruto yang saat ini tengah di kejar beberapa kelompok yang menyerangnya.

" Baiklah kita lihat seberapa hebat kalian selama ini " gumam Naruto sambil menghisap cerutunya.

Wush! Wush! Blaar! Blaar!

Naruto yang melihat berbagai serangan ke arahnya langsung melakukan menghindar dengan menuver gerakan ular meliuk-liuk ke sana kemari untuk menghindari bermacam serangan dari semburan Api, peluru angin, sambaran petir, lemparan bongkahan batu, Kristal es dan lain-lain.

Swush! Blaar! Wush!

Naruto yang melihat tiba-tiba bongkahan batu berbentuk dinding tiba-tiba muncul langsung mendorong Skeatboardnya ke samping lalu melompati dinding tersebut dan mendarat kembali di Skeatboardnya dan melaju dengan cepat dan saat Naruto mendarat di Skeatboardnya sebuah ledakan terjadi pada Dinding tersebut.

" Kheh! Menghalangiku dengan dinding tidak akan menghalangiku " desis Naruto lalu melaju dengan cepat.

Wush!

Naruto yang telah sampai kaki gunung langsung melesat mengikuti Jalan raya yang sepi karena jalan di tutup selama lomba berjalan.

Sret! Trank! Trank!

Naruto yang telah sampai jalan langsung melompat dan seketika Skeatboard Naruto langsung berubah menjadi motor dan setelah mendarat Naruto langsung melaju sangat cepat meninggalkan para kelompok yang mengejarnya.

Jalan yang di lalui Naruto adalah Jalan Hakuba menuju Otto Line.

" mari kita lihat apa kalian bisa mengejarku " gumam Naruto memacu kendaraannya semakin cepat.

Wush! Wush! Bllaaaar!

Naruto yang berbelok seketika terkejut ketika Dua Tombak Destruction melewatinya dan meledak di sungai kecil di sampingnya. Naruto yang mengetahui serangan itu milik siapa melirik Spionnya dan dia bisa melihat Rias, Tsubaki, Kuroka dan Gabriel tengah mengejarnya dari belakang.

" Ck! Merepotkan saja " decih Naruto lalu menendang bagian depan Motornya hingga lepas.

Tash! Trank! Trank!

Setelah bagian depan motor Naruto lepas, Bagian-bagian dari Motor tersebutpun ikut terbelah dan langsung menyatu dengan Naruto

Crriitt~

Setelah menyatu Narutopun memutar tubuhnya dan tetap melaju namun dalam keadaan mundur karena dua Roda yang ada di kakinya masih berputar membuat Naruto seperti menaiki sepatu roda.

[" Arhyoku! "] ucap Tsubaki mengayunkan tombaknya hingga sebuah Duri Es tercipta di jalan dan melesat ke arah Naruto dengan cepat.

Trank! Sriiiiiiing! Sraaaaaaash!

Naruto yang melihat itu menyatukan kedua tangannya hingga kedua ban di tangan Naruto menyatu dan mengeluarkan Duri yang cukup banyak lalu berputar dengan cepat menghancurkan Duri Es di depannya.

Sret! Wush!

Naruto yang melihat Kuroka tiba-tiba muncul dari balik es dan menyerangnya dengan pisaunya langsung memiringkan tubuhnya.

Sring! Trank!

BWUUUUSH!

Roda di kedua tangan Narutopun seketika berhenti Berputar dan langsung terbelah menjadi Dua hingga mengeluarkan corong kecil dan di punggung Naruto mengeluarkan Empat Corong besar lalu mengeluarkan semburan Api besar yang melingkupi tubuh Naruto.

Kuroka yang bisa menyadari kapan ada bahaya bernafas lega karena dirinya dengan cepat menghindar sebelum Api tersebut keluar.

Wush!

Karena Api tersebut, Narutopun semakin melaju dengan cepat membuat Kuroka mendecih karena bagaimanapun dia harus membuat Naruto terluka jika tidak adiknya dalam bahaya.

Bwush!

Api yang melingkupi Narutopun menghilang dan memperlihatkan Naruto yang masih melaju dengan kecepatannya, Naruto yang masih melaju menyipitkan matanya ketika Sosok Naga Air tercipta di belakang kelompok Uchiha dan melesat ke arahnya dengan cepat.

Sring!

Naruto yang merasakan ada sebuah serangan dari samping langsung membungkukkan tubuhnya ke belakang dan dia bisa melihat sosok Hinata beserta Naganya tengah menyerangnya dari samping

Naruto yang menyadari Hinata dalam bahaya langsung menangkap Tangan Hinata dengan tangan kiri lalu memegang perut Naganya dengan Tangan Kanannya.

Wush! Blaaaarr!

Dengan tepat Naruto berhasil melempar Hinata ke samping sebelum Hinata terkena Naga Air yang saat ini menghantamnya.

Tsubaki dan Gabriel yang menyadari tadi ada naga air di belakang mereka menatap tajam sang pembuat Naga air yang mulai menyalip mereka yang sepertinya memiliki tujuan yang sama

[" lancrusion! "] teriak Rias yang melihat sebuah kesempatan membuat tombak dengan Energinya lalu melemparnya ke arah Naga Air yang menghantam Naruto dan terus mendorong Naruto entah sampai kapan.

Bziiiit! Twush! BLAAAAR!

Begitu Tombak Rias mengenai sang naga Air, ledakan besar di sertai percikan petir merah terjadi membuat Rias sedikit tersenyum

Deg!

" Ghhh! " lenguh Rias ketika merasakan sakit di kepalanya hingga membuat Rias berhenti terbang dengan Naganya karena sakit di kepalanya " A-Apa-Apaan rasa sakit ini... " lenguh Rias

Sementara pada Naruto tampak saat ini Naruto masih tetap melaju karena saat ini di depan Naruto tercipta ratusan pedang dengan Percikan merah yang menahan naga Air tadi.

Trank! Bwush! Twuuush!

Naruto yang menyilangkan kedua tangannya seketika menyeringai dan bersamaan dengan itu di tengah Roda dua roda yang saling menyatupun keluar sebuah corong kecil dan menyemburkan Api dan saat semburan api keluar Dua ban Narutopun berputar hingga bergesekkan dan seketika Semburan Api yang keluar Dari Corong semakin besar dan Api semakin besar bahkan berhasil mendorong Naga Air yang terus mendorongnya karena Ratusan pedangnya yang berputar cepat hingga membuat angin yang keras

Deg!

Mata Kanan Naruto seketika berubah menjadi Jikkan hingga membuat Naruto tersentak lalu menoleh ke atas dan dia melihat Kirito turun dari Naganya dan bersiap menebasnya dengan kedua tangannya.

Sring! Deg!

Naruto yang melihat itu melebarkan mata Jikkannya tanpa di ketahui Kirito dan seketika tubuh Kirito berhenti dan melayang di Atas Naruto, Kiritopun harus terkejut ketika dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.

Bhaaatsh! Srash!

Dari punggung Naruto keluar jaringan-jaringan Darah Naruto yang melambai liar lalu menyatu hingga membentuk sebuah Meriam besar di punggung Naruto yang mengarah pada Kirito.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Alburahekki Grimper Absolutto "] gumam Naruto.

Bzziiiiit! Twuuuuung!

Meriam di punggung Narutopun seketika mengumpulkan Energi petir dan seketika sebuah laser merah tertembak mengenai Kirito hingga terpental ke langit cukup jauh.

Bwush! Sret! Sring! Traaaank!

Naruto yang telah selesai dengan Kirito langsung merentangkan tangannya hingga Api yang dari tadi di ciptakan menghilang lalu menyilangkan tangannya lebih ke depan hingga ratusan pedang yang berputar di depan Naruto terbagi menjadi Dua bagian di sisi Naruto lalu berputar secara Diagonal dan setelah itu terjadi sebuah benturan senjata Di mana sosok Zabuza yang berniat menyerang Naruto saat ini tertahan karena Ratusan pedang Naruto.

Deg!

Tubuh Naruto kembali menegang ketika merasakan sebuah serangan akan datang dari belakang, dengan cepat Naruto melirik kebelakang dan dia melihat Kushimaru menyerangnya dari belakang sambil menyiapkan Nuibari miliknya.

Swush!

Dengan gerakan lambat Narutu menundukkan tubuhnya sambil melebarkan kaki kirinya dan kaki kanannya dia tekuk agar tubuhnya menjadi miring.

Setelah Nuibari melewati sisi kirinya Naruto berputar ke bawah Nuibari dan saat itu pula Bagian Motor yang menyatu di tubuh Naruto secara perlahan mulai menyatu dan kembali menjadi motor.

Naruto yang menghadap kembali ke arah Zabuza dan belakang Kushimaru mengepalkan tangannya dengan erat dan saat itu juga Tangan Naruto terbungkus jaringan Darahnya. Jaringan Darah Naruto yang telah membungkus tangan Naruto kembali membentuk sebuah tombak di atas tangan Naruto dan perlahan mengeluarkan Api kecil yang perlahan semakin besar.

" GHHH! " gumam Naruto sambil memukul Udara kosong di depannya

BOOOOOOOM!

Sebuah ledakan api memanjangpun kembali terjadi dan ledakan tersebut mendorong motor Naruto yang bergerak mundur dengan cepat bagaikan gaya pendorong yang mendorong motor Naruto untuk terus melaju.

Sret! Pyaaaaaaarssh!

Setelahnya Naruto merentangkan tangannya sesaat lalu mengayunkan lengannya ke atas dalam posisi menyilang dan setelahnya sebuah Dinding Es berukuran besar tercipta dan mulai mengeluarkan duri-duri yang runcing. Para peserta yang mengejar Naruto langsung mendarat Darurat sebelum tertusuk dinding Es di depan mereka

Sret! Criit! Brum! Bruuuuuuum!

Merasa sudah cukup Naruto merelakskan tangannya lalu menggenggam kedua Stir motornya kembali dan langsung mengerem dengan Gigi depan hingga bagian belakang Naruto berputar kembali ke belakang dan kembali melaju dengan cepat di jalan.

.

Para Penonton yang melihat itu semakin bersorak ketika melihat aksi Naruto yang menegangkan. Bahkan salah satu penonton yang menonton sambil makan tidak sadar bahwa dua teman di sampingnya beberapa kali mencuri makannya.

Tsunade yang melihat aksi Naruto bernafas lega bahwa Naruto baik-baik saja karena dari tadi dia telah di desak oleh berbagai kelompok.

Jiraiya yang menontonpun di buat terbengong karena Naruto berhasil bertahan walaupun telah terdesak dan yang lebih mengejutkannya Naruto hanya memberi sebuah pukulan Kosong pada udara Kosong berhasil membuat ledakan api yang besar dan sangat memanjang seperti tadi.

Serafall yang menonton di buat merona karena aksi keren Naruto di matanya, sementara Sona terdiam dengan rona tipis di pipinya. Dirinya sedikit terkagum dengan Naruto yang berhasil bertahan walaupun telah di desak berbagai kelompok termasuk teman kecilnya Tsubaki.

.

Bruuuuun~

Naruto yang telah semakin menjauh dari kelompok yang menyerangnya pun mulai melakukan Komunikasi dengan alatnya untuk mengetahui keberadaan teamnya.

" Julis, Claudia beri aku laporan! Begitu juga yang lain! " perintah Naruto.

" Danchou! Kami berada di jalur yang di perintahkan tepatnya kami ada Di Komagame begitu juga yang lain Tohka, Xenovia, Koneko dan Irina juga sudah berhasil menipu beberapa orang di Omachi, dan saat ini kami berusaha mengejar kelompok Takigaku "

Komagame atau Ina. Sebuah Kota yang di beri nama Town Hall. Pusat Kota Konoha Ke dua yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Luas Kota Ini sangatlah kecil tidak sebesar yang lainnya. Kebanyakan Kota ini berisikan tempat-tempat Comersial di Konoha.

" berapa jarak mereka " tanya Naruto sambil memacu motornya semakin cepat.

Wush! Blaaaar!

Naruto yang melihat jalan di depannya tiba-tiba terjadi karena sebuah serangan api langsung berbelok menghindari ledakan tersebut lalu berbelok kembali hingga sisi badan Motor hampir menyentuh Aspal dan melaju kembali dengan cepat.

" Tadi itu " gumam Naruto sambil melirik ke arah Spion dan dia bisa melihat Raiser tengah mengejarnya bahkan bukan hanya Raiser, Zabuza, Kirito, Kelompok Sasuke yang kembali mengejarnya dan Berbagai team masih mengejarnya.

Naruto yang melihat itu menatap kejalan dan seketika Mata Naruto menangkap sebuah kota kecil bernama Omachi City, Naruto yang melihat itu menyeringai.

Ukuran Kota Omachi cukuplah luas, Bisa terlihat karena Luas Kota Omachi di mulai dari Shiojiri Nagano hingga pegunungan Kogumayama yang berada sekitar 7 Km dari Shiojiri.

Bruuuum! Blaaar!

Naruto yang melihat persimpangan menuju Kota langsung berbelok dan melaju dengan cepat. Namun baru saja beberapa meter setelah dia berbelok sebuah serangan berhasil mementalkan motor Naruto hingga Naruto sedikit terkejut.

Sret! Tap! Wush!

Tidak memiliki waktu untuk mengatur kendaraannya, Naruto mengubahnya menjadi bola biru lalu memutuskan berlari dengan cepat dengan tambahan kekuatan Detroito miliknya.

Wush! Blaar! Wush! Blaar!

Naruto yang sudah dapat merasakan beberapa serangan ke arahnya langsung menghindar dengan gerakan parkour miliknya sambil tetap berlari ke arah Desa Omachi.

Sret! Bwuuush!

Naruto yang akan sampai Kota langsung melompat Tinggi lalu menghembuskan nafasnya hingga terbentuk asap tebal lagi. Para kelompok yang mengejar Naruto seketika berganti arah karena kumpulan Asap itu.

" gh! Lagi " desis Kirito merasa tidak senang.

Wush! Blaaaaaaaaar!

Seketika semua tersentak ketika sesuatu dari balik asap itu keluar dengan cepat dan itu tidak satu, melainkan Ratusan.

BOOOOOOOM!

Seketika di langit terjadi ledakan Api besar yang memanjang ke udara membuat beberapa peserta yang fokus ke Fuji menoleh ke sumber ledakan.

" Apa-Apaan itu " gumam Asuna

" Itu teknik Danchou " gumam Kiba, mata Kiba seketika menyipit ketika ada sesuatu yang bergelantungan di paha Naganya.

.

Wush!

Sementara di tempat Naruto, tampak Naruto keluar dari kumpulan Asap sambil berlari cepat menuju suatu tempat karena saat ini Naruto tidaklah berlari menuju Gunung Fuji.

" Gh! Uzumaki Naruto! "

Bwush!

Seketika ledakan di udara lenyap memperlihatkan Zabuza yang terbungkus Kekkai Air bersama Naganya, Zabuza yang masih tidak terima akan kekalahannya dengan Naruto mengejar Naruto dengan cepat.

Sementara di ledakan yang lain, tampak beberapa peserta yang terkena mulai jatuh tak sadarkan diri kecuali Kelompok Sasuke yang selamat karena Kekkai Gabriel dan Tsubaki begitu juga Kirito yang jauh dari lingkup ledakan.

Peserta yang selamatpun kembali mengejar Naruto dan berniat menghadang Naruto walaupun itu sedetik sekalipun karena bagi mereka Naruto lawan yang sudah membuat harga diri mereka hancur dan mereka akan membalas dengan cara apapun untuk membuat Team Naruto kalah.

Sret! Wush!

Naruto yang berlari ke arah Utara langsung berbelok kanan dan berlari semakin cepat di jalur Bis bernama Kita Omachi.

Zabuza yang ada di belakang Narutopun langsung turun dari sang Naga dan mengejar Naruto. Naruto yang menyadari itupun melirik ke samping karena melihat persimpangan di sampingnya

Sret! Wush!

Dengan Tajam Naruto berbelok kanan menuju Selatan kembali membuat Zabuza menggeram, melihat tak bisa mengejar Naruto, Zabuza memutuskan menaiki Naganya dan kembali mengejar Naruto.

Sret! Wush! Wush!

Para Peserta yang mengejar Naruto harus di buat Pusing karena Naruto terus berlari melewati jalan-jalan di Kota Omachi, bahkan Naruto tak segan melewati gang sempit untuk mengelabui mereka.

Bahkan Warga yang ada Di Kota di buat bersorak karena Kota mereka bisa melihat siaran langsung. Para Peserta yang berniat menyerang Narutopun harus membatalkan niat mereka dan mengubah tujuan mereka untuk menangkap Naruto karena bagi mereka mustahil menyerang Warga yang ada di rumah yang tidak memiliki Dosa.

" Kheh! Kemarilah-kemarilah " ejek Naruto.

Wush!

Naruto yang berlari seketika terhenti ketika Dua Naga Boneka tiba-tiba muncul di depannya, Naruto yang melihat itu tersenyum kecil " Bahkan dari Sunagaku juga ikut " gumam Naruto sambil meliril sang pengendali Naga Boneka yang terbang tak jauh darinya.

" Boleh juga, tapi aku tak memiliki waktu untuk melayanimu " Ucap Naruto lalu menghembuskan asap kembali membuat sang penunggang Naga yang mengendalikan Boneka mendecih.

" Kuso! "

.

" Dachou! " kejut Kiba ketika melihat Naruto bergelantungan di paha Naganya, bahkan yang lain seketika tersentak karena tidak menyadari keberadaan Danchou mereka.

" Kheh! Lambat sekali responmu! " dengus Naruto lalu naik ke atas Naga Kiba " Ba-Bagaimana bisa? " kejut Kiba tidak percaya.

" Nanti saja aku jelaskan yang terpenting kita harus mengejar mereka dengan cepat, jarak 1 Km cukuplah jauh. Selagi mereka terpancing dengan Hologram diriku kita memiliki waktu fokus menuju Fuji. Aku yakin mereka tadi hanyalah umpan untuk menghalangiku sementara yang lain fokus menuju Fuji. Jika mereka tahu itu Hologram aku yakin mereka akan mengejar kita kembali. Maka dari itu kita sekarang fokus menuju Fuji " ucap Naruto memberi komando.

" Ok!/Ha'i! " balas Kelompok Naruto lalu memacu naga mereka.

.

Tempat Penonton

.

" Apa Nii-chan baik saja " gumam Asia khawatir " Jangan khawatir, Naruto-kun itu kuat, bukankah kau sudah melihat bagaimana Naruto-kun berjuang tadi " ucap Tearju pada adiknya, Asia yang mendengar perkataan kakaknya merenung sebelum merengut tetap khawatir.

" Bagaimanapun aku tetap khawatir karena Nii-chan memiliki banyak lawan yang ingin mencelakai Nii-chan "

" Jangan Khawatir, Sebanyak apapun lawannya Naru-kun pasti selamat " ucap Rosswaisse sambil mengelus pelan kepala Asia.

Aiz yang dari tadi menonton tetap terdiam dengan wajah serius dan di balik wajah serius tersebut terdapat rasa khawatir yang besar ' Naru-kun '

Sementara Kurumi, Kurumi terdiam di tempat duduknya dengan pikiran kalut, dirinya masih memikirkan tentang Ayahnya yang memiliki rencana buruk untuk Naruto, dan dia tidak bisa berhenti khawatir karena bisa saja Ayahnya menyerang di saat seperti ini.

Charlotte yang menonton pertandingan menatap layar yang memperlihatkan kelompok lain dalam keadaan bosan, sementara Yasaka yang ada di samping Charlotte saat ini tertidur nyenyak di pundak Charlotte.

Shiina yang melihat Kurumi tampak murung menyentuh pundak Kurumi hingga Kurumi tersentak dan meliriknya " Jangan Khawatir " ucap Shiina menenangkan Kurumi. Kurumi yang mendengar itupun menghela nafasnya dan berusaha mengatur Emosionalnya ( kekhawatiran ).

Para Servant yang ikut menonton namun di beberapa Titik batas Arena tampak ikut khawatir, bagaimana tidak Naruto selalu saja di kejar oleh peserta lain yang menyerangnya. Arthuria yang juga menonton hanya bisa berdoa di dalam hati agar Naruto baik-baik saja.

.

Sementara Naruto yang ada di atas Naga Kiba yang menutupnya perlahan membukanya hingga memperlihatkan Jikkannya yang berputar dengan cepat.

" Kita Mulai! "

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Mountain Notori

Gunung Notori, sebuah Gunung yang tinggi dan memiliki curam yang dalam, Gunung ini berada di Titik Tashiro Aoi Ward, Shizuoka, Shizuoka Prefecture 458-0505

Gunung Notori adalah sebuah Gunung yang memiliki berbatuan yang cukup banyak di beberapa titiknya dan jika berbatuan itu jatuh bisa di pastikan apa yang di bawahnya akan hancur berantakan.

Naruto dan yang lain yang telah melewati Kota Komagame, mulai terbang menuju puncak Notori yang berada 200 meter di depan Mereka. Mata Naruto yang bisa melihat Kelompok Takigaku di depan mereka menyatukan ke dua tangannya.

Jikkan Naruto semakin cepat berputar hingga mulai bersinar.

Deg!

Tubuh Naruto kembali menegang dan dengan cepat Naruto melirik ke belakang

BOOOOM!

.

" Uwwotto! Apa yang terjadi! Sebuah ledakan terjadi dan mengenai Kelompok Whitefox?! "

Para Penonton yang mendengar itu langsung terfokus ke layar dengan rasa terkejut, Dan yang paling terkejut adalah Asia, Kurumi dan Yasaka hingga terbangun dari tidurnya.

Swush!

Setelah ledakan mereda, Asap yang di tumbulkan pun menghilang memperlihatkan Kelompok Naruto yang. Terbang di tempat dengan ribuan pedang berputar cepat di belakang mereka.

Mata Naruto menyipit ketika melihat siapa yang menyerang dirinya dan Kelompoknya " Roshi, penunggang salah satu The Nine Legend Bijuu Dragons Beast yaitu Son Goku dan Cucu dari Tsuchikage, Kurotsuchi " gumam Naruto.

" Mereka dari Kelompok Iwagaku " gumam Kiba sambil memasang posisi siaga karena bagaimanapun mereka saat ini ada di atas gunung dan lawan mereka adalah Salah satu penunggang Naga The Nine Legend Bijuu Dragons Beast

" Kheh! Kau cukup pintar untuk mengelabui mereka rupanya, Uzumaki Naruto " ucap Roshi

" Eh? Jika Uzumaki Naruto ada di kelompoknya... Lalu siapa yang ada Di Omachi.. "

.

Omachi.

.

Wush! Wush! Tap!

Naruto yang ada Di Omachipun seketika terhenti di sebuah danau sambil berdiri di atas Airnya " Aaaa~a sepertinya aku sudah di kepung ya " gumam Naruto sambil melirik sekitarnya di mana dirinya sudah di kepung.

.

Back To Notori

.

" Dan Kau sangat bodoh karena datang ke sini tanpa persiapan matang " balas Naruto sambil menyeringai.

Wush! Swush!

Di belakang Roshipun seketika muncul 3 Bola Lava dan melesat ke arah kelompok Naruto dengan cepat, Naruto yang melihat itu langsung melompat sambil memberikan tendangan berputar.

Duak! Blaaar!

Tendangan Narutopun menendang satu Bola Lava Roshi hingga terpental dan menabrak 2 Bola lava lainnya hingga membuat ledakan besar.

" Minna! Cepat pergi Ke Fuji! Biar ini aku yang urus! " perintah Naruto sambil mendarat di bebatuan yang ada di Gunung tanpa melepaskan Kedua tangannya yang menyatu

" Tapi... "

" Pergilah! " potong Naruto tidak minta di bantah.

Para Kelompok Narutopun langsung pergi menuju Fuji kecuali Koneko yang terbang di samping Naruto.

" Kau juga Koneko "

" Tidak. Aku akan membantu Danchou "

" Tapi aku bisa mengatasinya... "

" Aku tidak mungkin meninggalkan orang yang akan menjadi Calon suamiku terluka "

Naruto yang mendengar itu terdiam dengan wajah merona

" Gh! " gumam Naruto tidak bisa membalas perkataan Koneko. " Baiklah. Tapi ikuti perintahku " ucap Naruto sambil naik ke atas Naga Koneko

" Kheh! Sepertinya penglihatanmu telah kabur Ya Uzumaki Naruto " ejek Roshi " Heh! Jangan melihat dari luarnya saja baka " balas Naruto.

" Kheh! Sebaiknya kita cepat selesaikan ini! " ucap Kurotsuchi sambil mengayunkan tangannya ke atas " Koneko! Terbang dan putari Gunung ini! " perintah Naruto.

Wush! Krak! Krak!

Naga Koneko pun mulai terbang dan setelahnya duri-duri dari batu terbentuk di bawah Naga Koneko dan untungnya mereka telah terbang dan bergerak memutari Notori.

" Jangan kira kalian bisa lari! " teriak Roshi mengejar Naruto dan Koneko bersama dengan Kurotsuchi.

Bwush! Wush!

Naruto yang menghadap ke belakang di Naga Koneko menyiapkan dirinya ketika lima Bola lava serta Tiga Bola berduri tercipta di Sekitar Roshi dan Kurotsuchi dan di lesatkan ke arah mereka.

" Koneko! Terus terbang memutari Kota ini, aku akan memberi tanda padamu nanti " ucap Naruto mengeluarkan jaringan darahnya di kaki dan membungkus Kakinya dengan darahnya.

Swush! Duak! Duak! Blaaar!

Setelahnya Naruto melompat dan menendang salah Dua Bola lava Roshi secara bergantian hingga kedua Bola tersebut terpental kembali dan saling berbenturan.

Tap! Tap! Sraaash!

Naruto yang terjatuhpun mendarat di bebatuan pegunungan lalu melompat turun ke bebatuan lalu berselancar di lereng gunung di ikuti Roshi di belakangnya sementara Kurotsuchi mengejar Koneko.

" Ada Apa Uzumaki Naruto! Apa kau sudah bodoh menyuruh rekanmu untuk meninggalkanmu! " teriak Roshi sambil menyatukan kedua tangannya.

Blaar!

Di depan Naruto seketika muncul sebuah dinding berukuran Tinggi yang di munculkan Roshi untuk menghalangi Naruto. Naruto yang melihat itu melompat dan melakukan tendangan berputar dengan kakinya yang terbungkus jaringan darahnya.

Blaaaaar!

Tendangan Narutopun berhasil menghancurkan dinding di depannya, Namun Naruto harus berguling ke bawah berkali membuat Roshi menyeringai.

Sret!

Roshi yang melihat Naruto masih berguling mengarahkan tangannya yang terlapisi lava ke arah Naruto.

.

Koneko Vs Kurotsuchi

.

" Ada Apa Chibi! Jangan hanya menghindar! " teriak Kurotsuchi yang melayangkan serangan bertubi-tubi ke arah Koneko, sementara Koneko memacu Naganya sambil melakukan gerakan menghindar serangan Kurotsuchi yang terus di layangkan ke arahnya.

" Rupanya Ini kekuatanmu? Cukup lemah!? Sama seperti Ketuamu yang hanya Bisa menghindar seperti pecundang!? "

Deg!

Tubuh Koneko langsung menegang " Pecundang katamu? " Tanya Koneko dengan nada dingin.

Sret! Wush!

Konekopun seketika berbalik dan melesat ke arah Kurotsuchi dengan cepat, Kurotsuchi yang melihat itu melebarkan matanya karena tidak memiliki Waktu menghindar.

Wush!

" Jangan pernah kau merendahkan Naruto-kun! " teriak Koneko melompat dari Naganya menuju ke arah Kurotsuchi dengan tangan kanannya yang terkepal hingga mengeluarkan Aura Biru.

Buagh! Twush!

Pukulan Konekopun menghantam Wajah Kurotsuchi dan mementalkan Kurotsuchi ke bawah dengan cepat.

.

Sret! Wush! Blaaaaar!

Tangan Roshi yang sebentar lagi mencapai Naruto seketika terhenti ketika Kurotsuchi yang terpental tiba-tiba menghantam Roshi hingga membuat ledakan sedang.

Sret! Wush!

Naruto yang berguling seketika berhenti lalu melompat tinggi sambil berputar di udara.

Srit!

Roshi yang akan bangkit seketika terkejut ketika jaringan Darah tipis berada di sekitarnya.

Tap! Wush!

Naruto yang telah mendarat di Sungai di bawah Notori langsung menyeringai dan memunculkan Dua Tangan dari darahnya, dam saat itu juga Roshi dan Kurotsuchi tertarik ke arah Naruto dengan cepat.

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki :... "] gantung Naruto

Wush!

Buagh!

[" Futahengoryuu! "] lanjut Naruto sambil mengendalikan kedua tangan darahnya memukul Roshi dan Kurotsuchi hingga terpental kembali.

Bllllarrrr!

Roshi dan Kurotsuchipun kembali menabrak Naga Mereka dan akhirnya tak sadarkan diri di sana. Naruto yang melihat itu menghembuskan nafasnya dengan tubuh bergetar.

" Ugh, dingin sekali " gumam Naruto

Wush! Tap!

" Ikuzo Naruto-kun " Naruto yang melihat Koneko mendarat di sampingnya dan memanggil namanya menaikkan sebelah alisnya " Apa? "

" Ti-Tidak. Bukan apa-apa " balas Koneko sambil mengalihkan wajahnya ketika menyadari dia memanggil ketuanya dengan namanya.

Naruto yang mendengar itu hanya Acuh lalu naik ke atas Naga Koneko " Ikuzo Koneko! Kita harus mengejar yang lain! "

Koneko dan Narutopun akhirnya terbang kembali dan menyusul Teamnya yang mengejar Team Takigaku.

.

Omachi

.

Sementara di Omachi, Naruto lain saat ini dengan santai berdiri sambil menatap para kelompok yang mengepungnya, Naruto yang menyadari dirinya tidak bisa kabur hanya diam dengan senyum di wajahnya.

" Kau tidak bisa lari lagi Uzumaki Naruto! " ucap Zabuza sambil menyiapkan Pedangnya, Naruto yang melihat itu menggenggam Shinigami Mash di punggungnya.

Pyaaaaarsh!

Jleb!

Namun belum Naruto mencabut senjatanya, Sebuah Es mengunci Naruto dan dari atas datang Kuroka yang langsung menancapkan senjatanya di atas kepala Naruto membuat semua di sana terkejut.

" Kau pikir ini bisa membunuhku? " semua di sana kembali terkejut karena Naruto yang telah tertusuk di kepala masih bisa berbicara, bahkan Kuroka ikut terkejut karena Naruto tidak mati

" Sayang sekali tapi aku bukanlah asli " ucap Naruto sambil melirik Kuroka dan menyeringai.

Bziiit!

Seketika Naruto pecah menjadi Hologram membuat semua di sana melebarkan mata mereka.

" dia... "

" Palsu " geram Zabuza.

.

.

Gunung Fuji.

.

Gunung Fuji, siapa yang tidak kenal dengan Gunung Fuji. Salah satu Gunung yang indah yang berada Di Jepang. Gunung yang memiliki salju yang tidak pernah meleleh membuat Gunung tersebut memiliki ciri khas tersendiri yang membuat daya tarik pariwisata untuk berkunjung ke Gunung tersebut.

" Uwoootto! Coba lihat! Akhirnya Para Peserta telah datang?! Di dahului oleh Takigaku dan Di susul Oleh 9 Besar yang lainnya! "

Di atas Kota Fujioka, terlihat kelompok Takigaku yang terdiri Dari Fuu dan sembilan Teamnya saat ini terbang dengan cepat di susul 1 km di belakangnya ada Kelompok Whitefox, dan tak jauh dari Whitefox, tampak Kelompok 10 besar yaitu Iwagaku, Kumogaku, Kirigaku, Kirito, Uchiha, Sunagaku, Black Lotus dan Blue Lotus.

Kiba yang melihat semua 10 besar berkumpul mendecih kesal karena dia tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai pengganti Naruto.

" Sial, Mereka juga ada di sini, Bagaimana Ini Kiba? " tanya Julis meminta pendapat, Kiba yang akan menjawab seketika terhenti ketika sebuah suara memasuki telinga mereka.

" Terus Maju! "

" Danchou! " kejut semua lalu menoleh ke belakang di mana Koneko dan Naruto melesat dengan cepat karena Naruto menggunakan Apinya untuk mendorong mereka dengan cepat.

" Semua Cepatlah Aku akan Menunggu Kalian Di Fuji! " teriak Naruto sambil menghilangkan Apinya dari Dua Tangan Darahnya lalu menghadap ke arah Gunung Fuji.

" Koneko! Bersiaplah berpindah tempat " ucap Naruto lalu membusungkan Dadanya.

Bwush!

Setelahnya Narutopun menghembuskan Asap secara memanjang. Koneko dan Narutopun memasuki Asap tersebut membuat yang lain kebingungan.

Bwush!

Di samping Kelompok Takigaku, seketika terjadi ledakan asap dan mengeluarkan Koneko dan Naruto. Para paserta dan Penonton harus di buat terkejut kembali karena Naruto Dan Koneko tiba-tiba telah berpindah jarak.

Wush! Tap! Swush!

Naruto yang sudah di atas Lereng gunung Fuji langsung turun lalu berlari dengan cepat ke Puncak Fuji. Fuu yang melihat itu memacu naganya untuk semakin terbangnya.

Sret! Wush!

Naruto yang telah sampai Puncak Langsung melompat berusaha menggapai meja terbang yang berisikan Bola yang menjadi penentu kemenangan.

Bwush! Blaaaaar!

Saat akan mencapai Meja tersebut, sebuah serangan mengenai Naruto membuat Naruto terpental dan jatuh ke bawah kawah Gunung Fuji.

" Danchou! " pekik Koneko berusaha terbang ke tempat Naruto.

" Gh! " lenguh Naruto sambil melirik Issei yang menyeringai.

Wush!

Mata Naruto seketika tersentak ketika Fuu berhasil mendapatkan Bola dan membuat Waktu berjalan.

" Ini Dia! Lomba The Mountain Dragon Akhirnya di mulai dari Kelompok Takigaku! "

" Cih! " decih Naruto mengeluarkan Senjata Shuriken Berwarna Biru berisikan Rantai lalu memutar kedua senjatanya lalu melemparnya ke ujung kawah Gunung.

Jleb! Wush!

Shuriken itupun menancap di luar Kawah Gunung membuat Naruto langsung memutar rantai di tangannya lalu menariknya hingga Naruto kembali ke atas dengan cepat.

Wush! Grep!

Naruto yang telah keluar dari Gunung Fuji langsung menangkap Kaki naga Koneko yang kebetulan melintas, Koneko yang melihat Danchounya selamat bernafas lega " Danchou! Kau tidak apa? "

" Aku tidak apa! Yang terpenting sekarang kita harus mengejarnya! " ucap Naruto lalu memutar Rantainya dan melemparnya ke salah satu peserta.

Sret! Grep!

Rantai yang berputar itupun langsung melilit peserta dan naga tersebut dan membuatnya terjatuh karena tidak bisa terbang.

Wush! Tap! Wush! Sring!

Naruto yang berhasil menangkap salah satu peserta langsung melesat ke arah Peserta tersebut hingga mendarat di sana lalu melompat kembali sambil berputar dan menarik Rantainya hingga peserta tersebut beserta naganya harus ikut tertarik.

Wush! Bugh! Blaaar!

Rantai yang melilit di peserta tersebutpun terlepas membuat Peserta dan Naganya terpental dan menabrak Issei yang mengejar Fuu hingga terjatuh di Kaki Gunung Fuji.

Wush! Bruk!

Naruto yang terjatuh seketika tersentak ketika dia di tabrak salah satu peserta itupun tepat di Mulut naganya.

Sring! Sring!

Naruto yang bertatapan secara langsung, dengan reflek menghindari setiap serangan peserta tersebut lalu bergerak ke bawah naga tersebut dan melemparnya ke arah Fuu.

Wush! Blaaar!

Fuu yang bisa melihat itu langsung menghindar membuat serangan Naruto meleset.

Wush! Tap!

Naruto yang terjatuh langsung mendarat dengan sempurna di Naga Kiba yang melintas di bawahnya dan langsung mengejar Fuu.

Wush! Wush!

Kirin dan Saya yang mengejar di belakang Fuu harus di buat kebingungan karena Fuu sangat cepat bahkan mereka sempat berkali-kali salah arah karena kecepatan Naga Fuu.

" Berikan padaku! " teriak Sasuke yang muncul dari samping berniat mengambil Bola di tangan Fuu.

Swush! Jraash! Wush! Blaaar!

Namun Naruto langsung menghalangi dengan menusuk salah satu kepala Yamata lalu mendorongnya dengan Kakinya hingga naga Tersebut terjatuh ke bawah beserta penunggangnya.

Tap!

Saya yang melihat Danchounya langsung merentangkan tangannya dan langsung di balas Naruto yang membuat Naruto langsung berpindah ke naga Saya.

Wush! Groar! Blaar!

Wush! Wush

.

Kursi penonton.

.

" Uwah~ naga itu cepat juga rupanya ya " gumam Tearju sambil membenarkan letak kaca matanya " Tentu saja, Salah satu dari Naga The Nine Legend Bijuu Dragons Beast yang memiliki kecepatan terbang yang paling cepat adalah Naga tersebut. Terbukti karena sayapnya yang mirip kayak Capung itu " timpal Rosswaisse.

Asia yang melihat kakaknya berusaha mengambil bola tersebut hanya bisa berharap bahwa Naruto baik-baik saja dan berhasil memenangkan pertandingan ini.

Sementara Di tempat Kurumi, beserta Yasaka, Charlotte dan Shiina. Tampak mereka menonton dengan tenang selain Yasaka yang menggerutu sejak tadi.

" Baka! Jika ingin menangkapnya kenapa kau tidak mengingatkannya dengan alat di tanganmu baka " gerutu Yasaka, Charlotte yang melihat tingkah Yasaka hanya tersenyum tipis. Tanpa Yasaka sadari dia memperlihatkan kepeduliannya kepada Naruto. Walaupun dia menggerutu.

.

Back To Champions.

.

Sret! Twush!

Leafy yang mengejar Fuu dari sisi lain membidik Panahnya lalu melepaskannya ke arah Fuu. Fuu yang menyadari itu melempar Bola tersebut ke arah Rekannya yang melewatinya dan parahnya Panah Leafy tidak mengenai sasaran karena Fuu langsung memacu naganya semakin cepat.

Sret! Wush! Pyang!

Naruto yang melihat itu langsung melempar shurikennya ke salah satu Gedung dan menarik dirinya hingga memasuki Gedung tersebut lalu berlari kencang mengikuti Naga Team Fuu dari dalam gedung.

' Tidak ada orang... Jangan bilang ini hanya tiruannya saja ' batin Naruto sambil terus berlari lalu menyilangkan tangannya menembus dingding di depannya.

" Jika begitu " gumam Naruto.

Pyang!

Setelah mencapai Ujung Narutopun menabrak Kaca di depannya membuatnya terbang di Gedung tersebut " Houraaaa! " teriak Naruto melayangkan pukulan tangan Kosong ke arah Team Fuu.

Blaaar! BOOOM!

Team Fuu yang membawa Bolapun seketika terpental dan menabrak gedung di sebelahnya, Naruto yang melihat Bola tersebut terjatuh memutar Shuriken di tangan kirinya lalu melemparnya ke arab Bola tersebut.

Sret! Wush!

Shuriken itupun berhasil menangkap Bola tersebut dengan melilit bola tersebut. Naruto yang melihat itupun menarik rantainya hingga bola tersebut tertarik ke arahnya dan sekarang Narutolah yang memegang bola.

Tap! Wush!

Dengan timing yang tepat Claudia Muncul di bawah Naruto dan membawa Naruto pergi karena saat ini para peserta mulai mengejar mereka.

" Timing yang tepat Claudia! " ucap Naruto sambil mengeluarkan jaringan darah dan membungkus bola tersebut dengan darahnya lalu meletakkannya di pinggangnya

" Baiklah! Sudah saatnya minna! Kita tunjukan kerja sama kita " ucap Naruto melalui Incam lalu melompat turun dari naga Claudia.

" Ha'i Danchou! " balas Semuanya lalu menyebar dengan cepat.

Wush! Tap! Trank! Trank! Bwush!

Naruto yang telah mendarat langsung membungkus Dirinya dengan King di bagian lengan dan kakinya lalu terbang dengan cepat menggunakan Apinya.

" Gh! Siapapun yang dekat dengan Brengsek itu kepung dia! " teriak Sasuke sambil mengendalikan Yamata Orochi untuk bangkit lalu terbang kembali mengejar Naruto.

" Dalam perjalanan! " balas Shikamaru mengejar Naruto bersama Neji dan Chouji " Chouji! " perintah Shikamaru dan langsung di mengerti Chouji.

Sret! Bom! Wush!

Choujipun melompat dari naganya lalu membesarkan lengannya dan memanjangkannya lalu mengayunkan lengannya ke arah Naruto yang terbang rendah di jalan Kota.

Sret! BLAAAAR!

Dengan Refleks yang sempurna Naruto menghindari Tangan Chouji yang akan mengenainya membuat Tangan Chouji hanya menghantam jalan.

Sret! Trank!

Naruto yang berhasil menghindarpun berhenti terbang lalu memutar tubuhnya menghadap lengan Chouji sambil menyatukan kedua lengannya hingga King yang menyatu dengan Naruto melebar dan mengeluarkan berbagai Corong yang berisikan Api.

[" Inversted! "] ucap Naruto

BWUUUSH!

Dari alat Narutopun mengeluarkan Api berukuran besar yang langsung membakar lengan Chouji. " GHAAA! " teriak Chouji mengangkat tangannya membuat Neji yang melesat dari tangan Chouji ingin memberi serangan kejutan harus terkejut ketika Chouji mementalkannya ke atas.

Sret! Tsh!

Blaaar!

Merasakan sebuah serangan Naruto menyatukan alatnya kembali lalu melesat menjauh dengan memundurkan tubuhnya dan benar saja sebuah serangan sangat cepat menghantam tempatnya tadi.

Naruto yang berhasil menghindar menambah tenaga api di tangannya hingga terbang Naruto meninggi hingga ke atas gedung lalu mendarat di salah satu gedung lalu berlari di atas gedung dan melompati gedung yang dia pijak ke Gedung lain.

" Danchou! " Naruto yang mendengar suara Kiba pun menoleh dan tersenyum " Kiba! " teriak Naruto melempar Bola di pinggangnya ke arah Kiba dan di tangkap Oleh Kiba.

" Lakukan yang terbaik! " ucap Naruto lalu terjun dari atas Gedung kaca, sementara Kiba langsung terbang ke arah lain.

Sret! Twush!

Naruto yang terjun di Gedung kaca mengalihkan pandangannya ketika Asuna, Leafy, Yagura, Han, Dan Nii Yugito ke arahnya, Naruto yang melihat itu menyeringai lalu terbang dengan cepat berlawanan arah dari Kiba.

" Jangan harap bisa lari! " teriak Yagura mengayunkan tongkatnya ke atas.

Blaaaaar!

Dari saluran Air di bawah jalan, keluar Air dalam jumlah banyak dan siap menerkam Naruto.

Sret! Twush!

Naruto yang menyadari itu dengan cepat berbelok membuat terkaman Naga Air tersebut gagal mengenainya.

Sret! Tap! Tap!

Twush!

Setelah menghindari serangan Yagura, Naruto dapat merasakan rudal Tikus Yugito mengikutinya dari belakang, Naruto yang menyadari itu langsung menghentikan terbangnya dan berjalan di gedung kaca hingga sudut gedung lalu melesat dengan cepat kembali membuat serangan Yugito hanya menghantam sudut gedung

Wush! Tap! Twush!

Naruto yang melesat ke gedung lainpun langsung menangkap sudut gedung membuat Naruto terayun lalu terbang kembali dengan cepat dan berbelok kembali untuk mengalihkan waktu para Kelompok yang mengejarnya.

Blaaar!

Naruto seketika tersentak ketika sebuah ledakan besar terjadi di belakangnya, Naruto yang penasaran apa yang menyebabkan ledakanpun melirik apa yan membuat ledakan tersebut.

Wush!

Mata Naruto langsung melebar ketika Dua Lengan pasir berukuran besar ke arahnya " Jadi Sabaku no Gaara dan Shukaku juga ikut menyerangku ya " gumam Naruto.

Wush! Wush! Wush!

Naruto dengan mudah menghindari setiap lengan Pasir yang mengarah padanya dengan menggunakan gaya bebasnya di udara.

Tap! Wush! Blaaar!

Naruto yang mendarat di jalan kembali melompat mundur sambil mengepalkan tangannya dan tak lama setelah itu lengan pasir muncul dari atas dan menghantam tempatnya mendarat tadi.

Swush! Wush! Wush!

Naruto yang melihat lengan pasir di depannya membelah dan mengeluarkan banyak lengan pasir kembali langsung melompati lengan-lengan pasir tersebut sebagai pijakannya hingga Naruto melayang tinggi di udara

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Detroito Gojuu Parsento... "] jeda Naruto.

Swush!

Seketika Di depan Naruto muncul sebuah lingkaran Merah berukuran besar dan bersamaan dengan itu Lengan Pasir berukuran besar ke arahnya.

[" Hakkuenryuu... "] jeda Naruto Naruto kembali sambil memukul Udara Kosong dengan telapak tangannya.

Bwuuuush! Blaaaaaaar!

Dari lingkaran merah itupun keluar Hempasan Angin yang langsung menghancurkan lengan pasir di depannya dan terus merambat ke Gedung yang di hancurkan oleh lengan pasir tadi.

[" Jikkitsu Nihienkuryuu! "] lanjut Naruto membungkus lengannya dengan darahnya lalu menarik tangannya kembali membiarkan Lengan Copyan dari darah yang masih mengarah ke depan dengan telapak tangan ( Anggap seperti Gips Lengan atau anggap lengan Naruto yang telapak tangannya mengarah ke depan seperti terbungkus Semen lalu Naruto menarik tangannya sementara semen tadi tetap berbentuk lengan Naruto dengan telapak tangan ke depan ) dan setelah itu Naruto mengepalkan tangannya dan memukul udara Kosong di sertai Jaringan darahnya yang membentuk lengannya dengan telapak tangan ke depan hingga hancur.

Swush! Bwush! BOOOOOM!

Jaringan darah yang hancur itupun melesat mengikuti hembusan Angin yang pertama dan mulai berputar hingga menyatu menjadi bentuk Bor dan berputar cepat hingga menimbulkan percikan Api dan Boom! Terjadi sebuah ledakan besar di gedung yang di hancurkan oleh lengan pasir tadi dan terus merambat ke dua Gedung di sisi kanan dan kirinya.

Wush! Tap!

Naruto yang akan menabrak gedung di belakangnyapun mengendalikan tubuhnya dan menempel di gedung tersebut sambil menatap tempat ledakan dengan Jikkannya yang aktif

" Seperti dugaan, Naga Legenda dengan pertahanan yang kuat memang luar biasa " gumam Naruto sambil menyeringai " Yosha! Sekarang giliranku! " ucap Naruto sambil mengaliri Detroito di seluruh tubuhnya lalu melesat dengan cepat membuat kaca di gedung tersebut hancur semua.

Swush!

Seketika Ombak Pasir muncul dan menghancurkan gedung-gedung di sekitar. Naruto yang melihat itu mengepalkan lengan kanannya hingga mengeluarkan Aura biru di sertai percikan Petir Kuning sambil melebarkan Jikkannya.

[" Setsutouzuki : Clarezeki : Ketsuzueki... "] gantung Naruto sambil bersiap memukul [" Hansuhyogu Detroito Yukirensuuto! "] teriak Naruto lalu melayangkan pukulannya pada Ombak pasir di depannya.

Pyaaarsh! Bziiit! BOOM!

Seketika Ombak Pasir di depannyapun berubah menjadi Es ketika menerima pukulan Naruto dan tak lama setelah itu Sebuah percikan petir muncul dan menghancurkan Es tersebut di sertai Pasir yang membeku.

" Jangan remehkan aku " desis Naruto

Wush! Grep!

Secara tiba-tiba muncul Naga Shukaku yang akan menggigit Naruto, namun Naruto berhasil menangkap Bibir Shukaku dengan lengan kanannya walau dirinya harus terdorong kebelakang.

" Naga sepertimu belum seberapa dengannya! " teriak Naruto lalu mengayunkan lengan kirinye ke leher Shukaku.

Bsh!

Namun ketika Lengan Kiri Naruto mencapai leher Shukaku, lengan Kiri Naruto terhisap oleh pasirnya [" Khahaha! Tidak berguna! Dengan begini matilah di mulutku! "] teriak Shukaku.

" Baka " gumam Naruto lalu menatap tajam mata Shukaku dengan Jikkannya, Shukaku yang melihat Mata Naruto melebarkan matanya [" Ma-mata itu... "]

" Kheh! Sepertinya aku harus membuatmu melupakan apa yang kau lihat ne " Desis Naruto [" Apa yang... "]

[" Setsutouzuki : Ketsuzueki : ..."] gantung Naruto [" Sabanzuko henkurro "] lanjut Naruto

Bwush! Blaaaar!

Tubuh Shukaku seketika mengembung seperti balon dan meledakkan Pasir kemana-Mana menyisakan kepalanya saja " Kau tidak akan mati hanya dengan ini bukan. Tapi dari yang aku baca, kau akan tertidur selama 7 Hari dan ingatanmu akan tidak menentu di hari di mana Kau menerima ini " ucap Naruto.

" Maka dari itu. Oyasuminasai " ucap Naruto melepaskan kepala Shukaku hingga jatuh ke tanah. Pandangan Naruto teralih ke arah atas dan dia Bisa Melihat Sabaku No Gaara melayang tak jauh darinya dengan pasirnya.

" Aku peringatkan saja, jika kau bertarung denganku kau akan habis " ucap Naruto sambil menjaga terbangnya dengan King di kakinya " Jika kau memang berniat melawanku, Aku akan melayanimu " lanjut Naruto.

Gaara yang mendengar itu hanya diam sambil menatap Naruto datar " Tidak apa. Lagi pula aku tidak ingin melawanmu sekarang " Naruto yang mendengar itu tersentak.

" Tapi lawanmu bukanlah aku "

Deg! Sret! Duak! Blaaaar!

Naruto yang merasakan sebuah serangan langsung berputar dan memberikan tendangan berputar dan seketika salah satu gedung dan di jalan terjadi ledakan dan memperlihatkan Han yang menabrak Gedung dan Naruto yang menabrak jalan

Tap! Sret!

Naruto yang baru saja bangkit dari berbaringnya dengan cepat menunduk ketika Bee secara tiba-tiba muncul dan berniat mengarahkan Lariat ke arahnya.

[ Shockwave! ]

BOOOOM!

Di tempat Narutopun terjadi ledakan Shockwave yang membuat gedung di sekitar Naruto hancur berantakan.

.

Kiba Place

.

Kiba yang terbang dengan cepat langsung pergi ke titik pertemuan di mana dia akan memberikan Bola tersebut pada Julis, Bahkan para Peserta yang melewati Kiba tidak menyadari bahwa Kibalah yang membawa Bola.

" Kiba! " kode Julis yang ada di depan Kiba" Tangkap! " perintah Kiba sambil melempar Bola tersebut dan di tangkap oleh Julis yang langsung terbang ke arah lain.

.

Naruto Place

.

Kembali ke tempat Naruto, tampak Naruto saat ini masih berdiri tegak di antara puing-puing bangunan sambil menepuk pakaiannya, mata Naruto teralih ke layar yang bisa dia lihat dan dia melihat kelompoknya telah memegang Bola tersebut selama 15 Menit.

[" Gatsuga! "]

Naruto yang mendengar suara serangan langsung melirik sang penyerang yang menyerangnya dari atas layaknya Bor.

Wush! Bwush!

Dengan santai Naruto menghindari serangan tersebut sambil melompat ke belakang, lalu menerbangkan dirinya dengan King miliknya hingga Naruto berada di atas gedung sambil menyilangkan tangannya.

BOOOOM!

Naruto yang berada di atas gedungpun langsung menerima sebuah Bola Api berukuran besar yang muncul di depannya ketika dia sudah berada di atas gedung. Namun ledakan tak berlangsung lama karena ledakan perlahan menghilang dan masuk ke alat di tangan dan Kaki Naruto.

Mata Naruto teralih ke depan di mana Uchiha Sasuke bersama Naganya menatapnya datar " Hoho, Ada ayam yang menyasar di atas sebuah gedung " ejek Naruto.

Bzit! Wush! Swush!

Naruto yang melihat Sasuke mengeluarkan petir di tangannya langsung melesat ke samping hingga memasuki gedung di sampingnya di ikuti Sasuke yang ikut memasuki gedung.

Wush! Brak! Brak! Brak! Sret! Pyang! Blaaar!

Naruto yang berlari cepatpun harus terkejut karena lari Sasuke sangat cepat bahkan Sasuke tak segan-segan menerobos pondasi Bangunan hingga hancur. Naruto yang melihat Sasuke melesat ke arahnya langsung melompat berguling lalu menabrak kaca di depannya hingga hancur membuat Naruto terjatuh ke bawah dengan bebas.

" Uzumaki Naruto! " teriak Zabuza muncul dari bawah bersiap mengayunkan perangnya ke arah Naruto, Naruto yang mendengar suara Zabuza langsung tersentak dan langsung membalikkan badannya sambil menangkap pedang Zabuza membuat mereka saling bertatapan dengan tajam.

" Uz... "

" Jangan berteriak di depanku! " teriak Naruto sambil membuat lengan darah berukuran besar di punggungnya.

Buagh!

Blaaaar!

Zabuzapun menerima serangan Naruto membuat Zabuza terpental ke bawah dan menarbrak jalan di bawahnya hingga hancur.

Trank! Tank!

Naruto yang terjatuhpun memunculkan Skeatboard Angin miliknya membuatnya melayang di udara, dan beberapa detik setelahnya berbagai Kelompok mulai mengepung Naruto.

Naruto yang melihat ini sudah kelewatan mengeram marah, Mata Naruto melirik ke arah layar yang bisa dia lihat dan waktu yang di pegang oleh mereka saat ini 25 Menit.

" Dimana bolanya "

" Aku tidak melihatnya "

" Mungkinkah dia menyembunyikannya "

Naruto yang mendengar percakapan dari beberapa orang yang mengepungnya mulai mengambil posisi bertarung, bagaimanapun dia harus mengulur waktu.

" jika kalian ingin tahu di mana bolanya maka kalahkan aku dulu " tantang Naruto.

Blaaar! Bziit!

Naruto yang melihat Sasuke melesat sari gedung yang membuatnya terjatuh langsung memundurkan tubuhnya sambil mengepalkan kedua tangannya.

Buagh! Blaar!

Wush! Wush!

Setelahnya Narutopun memukul punggung Sasuke hingga membuat Sasuke terpental ke bawah dan menabrak jalan dengan keras. Para peserta yang melihat itupun langsung menyerang Naruto secara bersamaan.

Buagh! Wush! Blar! Tsh! Blar! Duak!

Namun walau mereka menang jumlah, Naruto berhasil mengalahkan mereka satu persatu dengan memukul udara kosong, menyentil udara Kosong, menendang leher sang penunggang, melempar Sang Naga beserta penumpangnya dan berbagai serangan telah Naruto lakukan

Sret! Wush! Blaaaaar!

Naruto yang akan melakukan serangan kembali harus terhenti ketika sebuab Rantai mengikatnya dan menariknya ke bawah hingga Naruto harus membentur jalan di bawahnya.

Pyang! Wush!

Rantai yang mengikat Narutopun hancur dan memperlihatkan Naruto yang keluar dengan tangan terkepal dengan lingkaran merah di tangannya.

Bwush!

Seluruh peserta yang terbang seketika tersentak ketika di sekitar mereka terdapat lingkaran merah dalam jumlah banyak dan besar.

" Ini! " kejut Zabuza

" HUOOORA! " Teriak Naruto sambil memukul udara Kosong ke arah para peserta yang masih terbang.

BOOOOM!

Ledakan beruntunpun terjadi di udara membuat para penonton bersorak. Naruto yang melihat itu berhenti di tempat sambil mengatur nafasnya dirinya cukup kelelahan mengatasi mereka.

" Sudah 35 Menit " gumam Naruto.

[" Lariatta! "]

Buagh!

Semua penonton seketika terkejut ketika melihat Bee tiba-tiba muncul dan menghantam Leher Naruto dengan Lariatta.

" GHAAA! " Teriak Naruto merasakan sakit di lehernya.

Wush!

Tubuh Narutopun terpental ke langit cukup jauh bahkan terpentalnya Naruto membuat Naruto mencapai Bangunan Tradisional Jepang yang ada di Fuji.

Koneko yang sempat melihat itu langsung panik " Danchou! " pekik Koneko langsung terbang ke tempat Naruto.

Blaaaar!

Tubuh Narutopun menghantam salah satu bangunan Tradisional jepang hingga hancur. Para penonton yang melihat itu langsung khawatir, terutama Asia. Asia yang melihat itu tentu saja panik bahkan Asia nekat pergi ke tempat Naruto, namun Aiz dan Kurumi langsung menahan Asia.

" Lepaskan! Lepaskan! " teriak Asia " Jangan bodoh! Perlombaan masih berjalan! " teriak Kurumi membentak Asia.

Sementara Naruto, saat ini Naruto terbaring di atas bangunan dengan darah terus keluar dari lehernya, tubuh Naruto bahkan tidak bergerak sedikitpun saat ini.

Issei yang memang mengikuti tubuh Naruto mulai menyeringai sambil menyiapkan tekniknya untuk melukai Naruto.

" Sayonara Uzumaki... "

Paaash! Jraash

" Graah! " teriak Issei ketika tangannya tertusuk sebuah darah yang memanjang dari leher Naruto.

Swush~ bshhh~

Perlahan darah yang keluar dari leher Naruto kembali masuk ke dalam leher Naruto dan perlahan luka di leher Naruto menyembuh dengan sendirinya.

Shhs~

Darah yang memanjang dari leher Narutopun berpindah ke dada Naruto dan secara perlahan tubuh Naruto bangkit dengan darah di punggungnya yang mendorong Naruto untuk bangkit.

Psh!

Sret! Buagh!

Tubuh Isseipun seketika tertarik ke arah Naruto dan seketika Wajah Issei harus menerima sebuah pukulan dari Naruto dan membuatnya terpental dan menarbrak dua bangunan Tradisonal di dekat Fuji.

" Hahh~ " hela Naruto sambil mengangkat wajahnya yang tadi tertunduk lalu jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya " Ku-Kuso... " umpat Naruto ' Menggunakan Jikkan untuk mengobati organ Leher benar-benar menguras tenaga karena aku harus menjaga kesadaranku. Gh! Jurus itu benar-benar bahaya ' Batin Naruto.

" Uwoootto! Apa yang terjadi! Uzumaki Naruto kembali bangkit setelah menerima Serangan Lariatta dari Bee! "

Semua penonton kembali bersorak ketika mendengar pengumuman dari MC, Asia yang mendengar itu seketika tenang dengan senyum di wajahnya.

" Danchou " gumam Kirin.

Wush! Duak!

" Kyaaa! " pekik Kirin ketika ada seseorang yang menendang tangannya yang memegang bola hingga terlepas, mata Kirin menatap siapa sang pelaku dan sang pelaku adalah Fuu yang langsung terbang menjauh.

" Uwoootto! Apa yang terjadi padahal tinggal 3 Menit lagi untuk membuat Whitefox menang tapi, Kelompok Takigaku berhasil mengambil Bola "

Naruto dan yang lain langsung tersentak mendengar itu " Gomen Danchou! Tiba-tiba dia muncul dan menendang tanganku dan mengambil bolanya "

" Souka.. " gumam Naruto berusaha bangkit namun tubuhnya sudah tak kuat.

Grep!

Saat akan jatuh kembali Naruto dapat merasakan ada yang menangkapnya, Naruto yang merasakan itu menatap siapa yang menangkapnya dan dia bisa melihat Koneko di sampingnya.

" Koneko " gumam Naruto.

Bwush!

" Gh! " desis Naruto memeluk Koneko lalu membungkus tubuh dirinya dengan Kubah darahnya

" baka... Apa yang kau lakukan di sini " ucap Naruto sambil membentak Pelan Koneko " Tentu saja datang menyelamatkan Danchou! Kau terluka parah maka aku datang mengobatimu! " balas Koneko tegas.

" Tapi... "

" Ayo! Kita lakukan pengobatannya " ucap Koneko " Pengobatannya? Jangan bilang... " gantung Naruto

" Mustahil di saat seperti ini "

" Hanya ini satu-satunya cara Naruto-kun! " ucap Koneko sambil memanggil Nama Naruto " Kita tidak punya banyak waktu, Yang lainnya akan mengatasi yang di luar "

Naruto yang mendengar nada serius Koneko menatap Koneko yang menatapnya serius. Koneko benar mereka tidak punya banyak waktu.

" Baiklah. Lakukanlah Koneko " ucap Naruto sambil memejamkan matanya, Koneko yang mendengar Naruto menerima sarannya menyeringai dalam hati, dia tidak akan melupakan Moment ini.

Cup!

.

Bwuuush~

Sring! Blaaaar!

Sementara di luar kubah darah Naruto, tampak Draig saat ini masih menyemburkan apinya ke arah Kubah Naruto tanpa henti, Namun Semburan Api Draig seketika terbelah ketika Tohka datang dari langit sambil menebaskan Pedangnya.

" Sudah cukup kadal merah! " ucap Tohka sambil mengacungkan Sandalphonnya ke arah Draig " Lawanmu adalah aku! Walau kau Salah satu Naga Surgawi aku tak akan segan-segan " ucap Tohka membuat Draig mendengus.

[" Kheh! Dari pandanganku, kau lebih lemah dari pirang itu "] remeh Draig sambil mengembungkan pipinya, Tohka yang melihat itu mengeratkan Genggamannya hingga Sandalphonnya mengeluarkan Aura Kuning.

Bwuush!

Sring! Bwuush!

Draigpun kembali menyemburkan Api berukuran besar ke arah Tohka, Tohka yang melihat itupun langsung menebas Sandalphon miliknya hingga membuat Api terbelah.

.

Sementara itu di Kota Fujioka, tampak Kirin saat ini mengejar Fuu bersama Julis dan Kiba di sampingnya, Kiba yang melihat mereka tidak punya waktu menyiapkan Black Smithnya " Kirin-san! Julis-san! Aku mohon kerja samanya! " ucap Kiba mengeratkan Genggamannya hingga pedangnya mengeluarkan Aura emas.

[" Black Smith : Arsensif Brust Smith! "] ucap Kiba.

Pyarsh! Pyarsh!

Gedung di sekitar Fuupun seketika hancur dan mengeluarlan Ribuan pedang yang terus memanjang bersiap menusuk naga Fuu.

Wush!

Namun Fuu langsung mengendalikan Naga miliknya untuk terbang lebih tinggi. Kirin yang melihat itu menyiapkan katananya lalu turun dari naganya dan melompati setiap pedang Kiba agar bisa mencapai naga Fuu.

Sring! Sring!

Selagi melompat Kirinpun memotong pedang yang di munculkan Kiba dan potonga pedang Kibapun seketika melayang di belakang Kirin dan terarah ke arah Naga Fuu.

" Hiyaaa! " teriak Kirin menebaskan katananya dan seketika seluruh potongan pedang Kiba melesat ke arah Fuu dan Naganya.

Swush!

Namun Fuu kembali bisa menghindari serangan Kirin, Kirin yang akan terjatuh langsung di tangkap oleh Claudia, Kirin yang di selamatkan Claudia tersenyum.

Bwush!

Berbagai serangan di arahkan kepada Fuu dan Naganya, namun seluruh serangan selalu berhasil di hindari.

Yagura yang melihat itu mendecih kesal " Oi! Isoubu! Bagaimana caranya menghentikannya!? " tanya Yagura pada naganya [" Mustahil, Hanya Si Naga Rubah itu yang bisa menghentikannya "] ucap Isobu.

" Cih! Dia cepat sekali " desis Rias yang juga berusaha mengejar Fuu bersama Hinata, Tsubaki dan Kuroka.

" Bahkan Bongkahan Esku tidak bisa menghentikannya "

.

Naruto Place

.

Sementara di tempat Naruto, tampak Tohka saat ini masih berusaha menahan semburan Api Draig. Tohka yang merasa tidak bisa bertahan lama hanya bisa menggeram sambil terus berusaha menahan, setidaknya dia harus bersabar.

' Masih... Belumkah ' batin Tohka

Wush! Sret! Grep

Tohka seketika harus terkejut ketika sebuah Bola hijau mengarah padanya, Tohka yang menerima serangan itupun memejamkan matanya, namun beberapa detik berselang Tohka tak merasakan sakit. Tohkapun membuka matanya dan betapa terkejutnya Tohka ketika sebuah Jaringa darah berbentuk tangan menangkap Bola Hijau tersebut, bahkan Draig tiba-tiba berhenti menyemburkan api karena sekarang Draig dalam keadaan kejang-kejang.

" Gomen membuatmu menunggu lama Tohka-chan " Tohka yang mendengar suara Naruto menoleh dan dia melihat Naruto mendekatinya sambil menggendong Koneko yang wajahnya memerah padam dalam keadaan pingsan.

" Danchou " gumam Tohka. Narutopun menyerahkan Koneko pada Tohka lalu berjalan ke depan Tohka dengan santai " Pergilah ke tempat aman dan jaga Koneko-chan. Bocah mesum dan Kadal Merah ini biar aku urus " ucap Naruto sambil meregangkan badannya.

" Tapi... "

" Jangan Khawatir. Aku sudah baik-baik saja sekarang " Ucap Naruto dengan nada serius tanpa menatap Tohka. Tohka yang mendengar itupun terdiam beberapa Saat sebelum mengangguk paham dan membawa Koneko pergi dengan naganya di ikuti Naga Koneko di belakangnya meninggalkan Naruto yang berhadapan dengan Draig.

Naruto yang menyadari Tohka telah menjauhpun mulai membuka suara " Satte... " gantung Naruto. Secara perlahan Tubuh Draig di paksa tertidur di tanah dengan keras dan tak lama setelahnya datang Issei dalam keadaan melayang lalu menghantam tanah dengan kerasnya.

" Bagaimana kalau kita mulai, Team Uchiha " lanjut Naruto.

Wush! Blaaaaaar!

Lengan Darah Naruto yang masih menggenggam Bola Hijau di atas Naruto langsung terayun dan menghantam sebuah pukulan yang di layangkan Oleh Sakura Haruno membuat kedua serangan tersebut berbenturan dan menyebabkan ledakan besar.

Bziiiit! Jgleeer!

Naruto yang dapat merasakan akan adanya serangan petirpun mengangkat lengan kirinya ke atas dengan dua jaro terancung ke atas dan tak lama setelah itu Petir turun dengan cepat ke arah Naruto, Namun Naruto berhasil menangkis petir tersebut dengan jarinya.

Bhaatsh! Blaaaaaar!

Seketika dari punggung Naruto muncul Empat Lengan dari darah dan menahan empat serangan berupa Dua Bor dam Dua Manusia dari lukisan yang melayangkam serangan dari sampingnya, namun untungnya Naruto berhasil menahan serangan tersebut.

[" Shinte... "]

Naruto yang menyadari Tehknik Ino langsung melirik tajam Ino dan seketika Tubuh Ino menegang dan di paksa turun dengan cepat beserta naganya.

Sret! Wush! Bugh! Blaaaar!

Draig dan Issei yang di paksa tidur di tanahpun seketika terangkat dan terpental ke arah Ino dan Naganya membuat mereka saling bertabrakan dan terpental hingga jatuh di sebuah Kolam berukuran besar.

Sret! Grep! Bwuuush!

Jari Naruto yang masih menangkal petir di atasnyapun seketika mengepal begitu Serangan Petir telah berhenti [" Setsutouzuki : Kagutsuchi : Nanainzen tet Shinigami! "] ucap Naruto dengan lantang.

Bzit! Jgleer! Bwuush!

Seketika dari tangan Naruto yang terkepalpun mengeluarkan Petir berukuran besar lalu di susul sebuah ledakan api besar yang melingkupi Naruto dan serangan tersebut berhasil mementalkan Kiba Inuzuka beserta Naga Anjingnya Akamaru.

Deg!

Tubuh Naruto seketika menegang ketika merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakan " Kagaemane No Hinjuryuu kah? " gumam Naruto lalu melirik ke arah Shikamaru yang berada di belakangnya bersama Tenten, Shino, Shikamaru, Chouji, Neji, Lee, Sai dan Akeno.

" Kali ini kau tidak akan bisa memberi perla... "

Deg!

Bruk!

Seketika Kelompok Sasuke yang tersisa menegang dan jatuh mencium tanah secara paksa.

" tidak bisa memberi perlawanan? Jangan bercanda " ucap Naruto sambil menurunkan lengan kirinya yang sejak tadi terangkat.

" Justru Kali ini kalianlah yang tidak akan bisa memberi perlawanan " ucap Naruto dengan nada datar.

Wush! Burk! Sring! Grep!

Seketika Seluruh kelompok Uchiha Sasuke kecuali Sasuke, Kuroka, Gabriel, Hinata, Rias dan Tsubaki. Secara perlahan terangkat dan secara paksa mereka harus saling bertabrakan dan tak lama setelah itu sebuah rantai melilit dengan kuat membuat mereka tidak bisa lari.

Mata Naruto melirik ke arah layar yang memperlihatkan waktu yang di butuhkan Oleh team Takigaku untuk menang adalah 15 menit sementara teamnya membutuhkan 3 Menit.

" Hikke! Saya-san! " teriak Naruto sambil melompat lalu menarik Rantainya sambil berputar membuat Kelompok Uchiha terayun

Blaaaaaaar!

Team Sasuke yang terayunpun langsung membentur Berbagai Bangunan Tradisional di sekitar Gunung Fuji.

.

Saya Place

.

Sementara di tempat Saya, tampak Saya saat ini berada di sebuah Gedung Besar bersama Xxenovia dan Irina. Karena saat ini, Saya, Xenovia dan Irina tengah menggunakan Alat besar yang menyatu dengan Naga Saya.

Nama Alat Itu Xenvengun sebuah alat Meriam Yang di kendalikan oleh Tiga Orang di mana Pengendali pertama mengendalikan Dua Meriam utama bernama Ambust di mana Meriam Memiliki panjang Sekitar 6 Meter dengan besar sekitar 5 Diameter.

Pengendali Kedua Mengendalikan Meriam Tembak bertubi-tubi bernama Venstain, ukuran meriam Tersebut hanyalah 1 meter namun dapat menembakkan Peluru secara bertubi-tubi sekitar 2 Peluru dalam 2 Detik.

Lalu pengendali Ke Tiga, Pengendali ke tiga mengendalikan Alat bernama Brusgodden, sebuah Alat yang lebih besar daro kedia Alat Tadi di mana sekitar tiga pengendali terdapat Alat besar yang terdiri dari 26 Rudal dan di sekitar mereka saat ini ada 5 Alat Brusgodden. Dengan Kata Lain terdapat 130 Rudal.

Saya yang mendengar perintah dari Ketuanya tersenyum senang " Ikuyo, Xenovia-san, Irina-san! " teriak Saya sambil menekan Tombol Di tangannya di ikuti Xenovia yang mengendalikan Brusgodden dan Irina yang mengendalikan Vestain..

Swuuuush~ DUUM! BRRRRRT! TWUSH!

Meriam Utama yang di kendalikan Saya pun langsung mengumpulkan Energi dalam Jumlah besar hingga membentuk Bola Energi berukuran besar dan menembakkannya ke arah Naga Fuu yang berjarak 5 Km. Di ikuti Peluru beruntun yang di tembakkan oleh Irina dan 30 Rudal yang melesat dengan cepat Ke arah Fuu.

Tsh! Tsh! Twush

Rudal yang telah mencapai jarak 1,5 Km pun seketika terbelah dan dari belahan Rudal keluar ratusan Rudal berukuran Kecil dan melesat ke arah Naga Fuu dengan cepat.

Blaaar! Blaar! Blaar! Blaar! BOOOM!

Fuu yang tidak bisa menyadari Rudal tersebutpun harus terkejut ketika dirinya dan Naganya menerima serangan secara bertubi-tubi dan mendorong mereka ke arah Gunung Fuji.

" Sisanya kami serahkan padamu Danchou " ucap Saya.

.

Naruto Side

.

Blaar! Blaar!

Naruto yang masih mengayunkan Team Sasukepun mengalihkan pandangannya ketika melihat Fuu beserta Choumei terpental ke tempat mereka.

" Gh! " dengus Naruto lalu menyeringai.

Sriing! Wush! Blaaaaarr!

Naruto yang mengayunkan Team Sasukepun memutar rantainya lalu mengayunkannya ke bawah membuat Team Sasuke terayun ke bawah dan membentur Kolam besar yang ada di tempat tersebut.

Sring!

Setelah membanting Kelompok Sasuke, Narutopun menarik rantainya lalu mendarat di atas salah satu bangunan Tradisional Jepang dan bersiap ke tempat Fuu.

Namun Harus terhenti ketika Sasuke berdiri di depannya dengan pandangan dingin, Naruto yang melihat itu mendecih.

Trank! Trank! Trank!

Tanpa banyak Bicara Naruto kembali membungkus lengan dan Kakinya dengan King lalu memasang posisi bertarung. Sasuke yang berhadapan Dengan Naruto langsung menyiapkan Kusanagi miliknya hingga terlapisi petir..

" Gomenasai Duck, Tapi aku tak punya banyak waktu, tapi jika kau ingin, maka akan aku layani! " ucap Naruto memgetatkan kuda-kudanya lalu melesat dengan cepat ke arah Sasuke, begitu juga Sasuke.

Swush! Trank! Trank! Wush! Trank!

Sasuke yang telah berada di depan Narutopun mengayunkan Katanya ke arah Naruto, Namun dengan cepat Naruto menahannya dengan lengan kiri yang terbungkus King, lalu mengarahkan sebuah pukulan ke wajah Sasuke, dan serangan Naruto berhasil di hindari oleh Sasuke. Naruto dan Sasukepun saling memberikan serangan mereka di atas bangunan namun setiap serangan mereka bisa di tahan oleh lawan mereka.

Wush! Sret!

Naruto yang melihat Choumei dan Fuu semakin mendekat langsung melonpat ke atas sambil mengangkat kaki kirinya tinggi-tinggi dan seketika Petir menyelubungi Naruto Dan bergerak ke arah Kaki Naruto.

Swush! BOOOOOOM!

" GHHH! " teriak Naruto sambil mengayunkan kaki kirinya ke bawah dengan keras. Sasuke yang melihat itu dengan Refleks melompat ke belakang dan benar saja bangunan yang mereka gunakan Untuk Duel tadipun hancur berantakan dan terus merambat ke beberapa bangunan di sekitarnya.

Wush! Blaaaaar!

Sasuke yang tidak bisa melihat karena asap hancurnya bangunan di sekitarnya seketika tersentak ketika Sebuah ledakan Angin menghempasnya menuju Gunung Fuji.

Sret! Wush! Blaaaaar!

Naruto yang melayang seketika tersentak ketika sebuah Rantai mengikat kakinya dan membantingnya ke sebuah Kolam yang sudah tidak ada Air.

Naruto yang terbanting kembali bangkit dan menatap siapa yang membantingnya dan dia bisa melihat Tenten yang memegang rantai. Naruto yang melihat lawan berikutnya hanya menggeram sambil mengepalkan tangan kanannya hingga mengeluarkan Uap panas di sertai petir kuning.

" SUDAH CUKUP! " teriak Naruto sambil memukul udara Kosong di depannya.

BOOOOOM!

Ledakan Angin besar kembali terjadi di tempat Naruto dan menghempaskan seluruh Team Sasuke. Naruto yang telah memukul udara kosong kembali berteriak.

" APA-APAAN INI! KENAPA SELALU SAJA ADA YANG MENGHALANGI! "

" Oy! Danchou! Kita tidak punya banyak waktu! "

Naruto yang mendengar itu langsung tersentak dan menatap layar di mana Team Takigaku tersisa 5 menit lagi. Mata Naruto langsung menatap Fuu dan Choumei yang mulai bisa mengendalikan terbang mereka.

Naruto yang melihat itu mendecih ' kuso! Apa yang harus aku lakukan ' batin Naruto berpikir bagaimana caranya dia bisa mencapai Fuu yang jaraknya 2 Km dalam kurang waktu 5 menit.

' Ah! Benar juga! ' batin Naruto mengeluarkan sebuah Alat seperti King namun berwarna Biru ' Senjata ini memang membutuhkan Energi yang tak habis berupa air. Tapi dengan adanya King, Alat ini dapat bekerja dengan baik ' batin Naruto membenturkan Senjata biru tersebut hingga menyatu di bagian kirinya, sementara King yang tadi menyatu di tangan kiri berpindah kembali ke tangan Kanan Naruto dan kaki Naruto.

[" Hyohengi : Absoluto Hyoginzero! "] teriak Naruto mengayunkan tangan kirinya.

Pyrash! Pyrash!

Seketika di sekitar Kolam terbentuk bongkahan es berukuran besar, semua yang penasaran dengan tindakan Narutopun semakin penasaran.

" HYAAAAA! " Teriak Naruto sambil mengayunkan tangannya kebelakang.

Bwuuuuuuush! Shhh~

Semburan api besarpun terjadi di tangan kanan Naruto dan perlahan membuat Es meleleh dan membuat air. Air yang ada di kaki Narutopun kembali masuk ke alat di kaki kiri Naruto dan Es yang meleleh kembali tumbuh membuat Air menjadi tak habis-habis.

" HUUOOOOOORAAAAAAA! " teriak Naruto dengan lantang.

Bzit! Bwuuuush!

Dari kedua Kaki Narutopun keluar percikan petir biru dan merah dan seketika dari kaki Naruto keluar semburan Api biru dan Merah.

" HIKIMASU! " teriak Naruto mendorong kaki kanannya.

DUM!

Dengan kecepatan luar biasa, Naruto terbang ke langit menuju Fuu dan Choumei berada dan tanpa Naruto sadari tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah seperti saat melawan Servant.

Bhaatsh! Wush!

Dari punggung Narutopun kembali muncul sepasang sayap darah dan mendorong Naruto terbang untuk semakin cepat.

" Inilah kekuatan Clan Uzumaki yang sebenarnya! " teriak Naruto sambil mengepalkan tangan kanannya.

Wush! Buagh! BOOOOOOOM!

Choumei yang tidak bisa melihat Narutopun harus menerima pukulan Naruto hingga membuat ledakan angin berukuran besar dan mementalkan Fuu beserta Choumei hingga melepaskan Bola yang menjadi tujuan Lomba. Naruto yang melihat bola itupun langsung mengambil bola tersebut.

Deg!

Tubuh Naruto langsung menegang dan secara perlahan aura yang melindungi tubuh Naruto lenyap begitu juga sayap darah dan seluruh Alat Naruto secara tiba-tiba lepas.

Semua penonton yang melihat itupun seketika tersentak begitu juga Asia. Naruto yang merasa kesadarannya secara perlahan memudar mendecih dalam hati ' K-Kuso... '

.

.

.

" Lihat Minato-kun, dia sudah menunggumu "

Siapa itu... Dimana ini...

Tak lama setelah itu tampak sosok pria berambut kuning mendatangi Wanita berambut merah dengan sebuah senyuman bahagia.

" Arigato Kushina, telah membuat keluarga pada kehidupan kita "

Siapa Kalian...

" Um, Doushimasite Minato-kun "

Sebenarnya apa ini..

" Kau sudah menyiapkan nama untuknya bukan? "

" Um tentu saja "

.

.

.

" Danchou "

" Danchou! "

" Enggh~ " lenguh Naruto sambil membuka matanya, hal pertama yang Naruto lihat adalah sebuah tempat penonton peserta. " syukurlah kau baik-baik saja Danchou " Naruto yang mendengar ucapan Kibapun menegakkan tubuhnya dan menatap sekitar.

" A-Apa yang terjadi "

" Kita menang Danchou. Dan semua itu berkat Danchou " ucap Kiba. Naruto yang mendengar itu terdiam sambil menyandarkan kepalanya di punggung Kiba " Souka... "

Kiba yang mendengar gumaman Naruto melirik Naruto sesaat, dirinya bisa melihat Naruto masih kelelahan bahkan Respon Naruto tadi tampak tak bersemangat Kiba yang menyadari itu hanya diam saja membiarkan ketuanya beristirahat.

Sementara Naruto, dirinya yang menyadarkan kepalanya di punggung Kiba saat ini melamun karena Sesuatu ' Sebetulnya... Siapa mereka ' batin Naruto sebelum memejamkan matanya kembali karena kelelahan.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Selanjutnya Di Naruto : The Dragon Future

" Syukurlah kau baik-baik saja Danchou "

" Jadi kalian ingin melatihku? "

" Aku tak yakin bisa menang melawan kalian, bisa-bisa aku pingsan lagi "

" Rase...ngan? "

Berikutnya di Chapter 34 : Dragons Champions Arc IV : Slice Of Life : Traning With My Wife Servant.

Note : Yo! Akhirnya bisa Up juga! ^.^

Maaf karena lama Upnya. Membuat Chapter ini benar-benar susah. Jika kalian membacanya pasti berpikir kenapa rumit. Ya~ ini adalah Chapter pertama terumit di Dragon Champions Ini jika Di Filmkan pasti terasa gampang masalahnya kata susah di bayangkan T.T

Ok kita hentikan pembicaraannya. Sekarang kita bahas Fanfic kali ini. Kali i i Fanfic Dragon Future telah mencapai Arc IV yang paling di tunggu-tunggu. Yang menunggu Arc IV mana suaranya! Siapa yang sudah gak sabar ini Naruto belajar Rasengan, Ketemu Orang tuanya dan akhirnya Yang paling membuat semua menunggu cerita ini adalah Dimana Naruto dan Kurama yang akan menjadi Partner!

Wowowowowo! Ok! Ok! Jangan kegirangan di rumah ok :v. Slow saja.

Ok! Kali ini kita membahas pertandingan Di Lomba ini. Mungkin tiak banyak Char yang bisa saya keluarkan kalian bisa lihat sendiri jika menempatkan seluruh Char di adegan seperti di atas sangatlah susah. Maka dari itu saya memilih beberapa karakter saja.

Lalu Shukaku? Mati? Tentu tidak. Dia hanya pingsan. Titik lemah Shukaku ada di kepalanya, Naruto menjaga Pasir yang membentuk kepala Shukaku agar tidak mati. Walau badannya hancur kehidupannya masih ada.

Lalu pertarungan? Pasti kurang greget ya :-(. Maa~ maaf saja jika jelek. Jika kalian merasa kurang puas silahkan saja ambil alih ini Cerita. Aku ikhlas. Tapi apa kalian yakin bisa membuat Fanfic ini berjalan lancar? Jika iya PM saya.

Ok, mungkin untuk sekarang itu saja dari Saya. Jika kalian ingin berbicara banyam denganku silahkan ikuti pemberitahuan di atas. Aku akan melayani kalian.

Jaa~ Setsutouzuki. Sampai bertemu di Chapter Depan.

Please Review