Pengumuman pada Reader

Hai, Saya Author Setsutouzuki mengundang kalian yang berminat bergabung Grub Fanfiksi Naruto Indonesia, di sana Kita bisa saling berbicara berbagai hal dengan author-author yang cukup terkenal. Namun Di Grub tersebut akan sedikit ribut karena aktifnya Grub, jika kalian berkenan PM saya dan berikan No Hp kalian. Satu hal lagi...

Jika kalian ingin ikut kalian harus mematikan Notifikasi Kalian agar tidak terganggu jika tidak Ingin terganggu maka tidak perlu bergabung, saya tidak memaksa. Itu saja dari saya, salam Author Dragon Future

Setsutouzuki

.

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 34 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Traning With My Wife Servant

.

Jum'at, 6 November 2090

Hospital Konoha

09.00 AM

.

Tampak di sebuah ranjang rumah sakit Konoha, terdapat sosok pemuda berambut kuning saat ini tengah berbaring dengan alat Infus di beberapa bagian tubuhnya. Pemuda tersebut tampak tidur tenang tanpa terganggu oleh sinar matahari uang memasuki kamarnya dari Refleksi Jendela.

Namun secara perlahan pemuda itu membuka matanya dan mengerjapkan matanya untuk mengambil kesadarannya kembali. ' Di mana... Ini ' batinnya.

" Yokatta kau sudah sadar Naruto-san " pemuda yang bernama Lengkap Uzumaki Naruto yang mendengar suarapun menoleh dan dia bisa melihat Akame tengah duduk di sampingnya sambil mengupas sebuah apel.

" Dimana ini? " tanya Naruto sambil mendudukkan dirinya. " Tentu saja Rumah sakit Konoha, kau terluka cukup parah dan mengalami kelelahan hingga kau harus di rawat di sini dan kau pingsan selama 2 hari " jawab Akame tanpa menoleh Naruto.

Naruto yang dapat mendengar Terdapat nada penekanan bahwa Akame kesal hanya bisa diam, dirinya menatap tangan kanannya lalu mengepalkannya.

' separah itukah... ' batin Naruto, lalu Naruto mencoba menatap sekitarnya dan dia seketika terkejut mendapati Asia tertidur di sampingnya dalam keadaan satu ranjang. Bahkan dia dari tadi tidak menyadari bahwa ada Asia di sampingnya.

" Dia terus menjagamu selama 2 hari. Bahkan dia sering telat makan karena menjagamu " Naruto yang mendengar itu menatap Akame yang mulai bangun dan berjalan keluar ruangannya " Kau mau ke mana? " tanya Naruto.

" Aku mau pergi sebentar " jawab Akame tanpa menatap Naruto, Naruto yang di tinggal di ruangan tersebut bersama Asia yang masih tertidurpun di buat bingung karena dirinya tidak tahu harus apa.

Pandangan Naruto teralih ke arah Asia yang tidur dengan nyenyaknya. Naruto yang dapat melihat tubuh Asia tampak beda dari dua hari yang lalu hanya bisa tersenyum lirih, karena dirinya dia menyakiti adiknya.

" Gomenasai Asia-chan. Aku benar-benar kakak yang tidak berguna " gumam Naruto sambil mengelus rambut Asia dengan sangat lembut, namun hal itu membuat Asia membuka matanya, Naruto yang melihat itu semakin bersalah.

" Go-Gomenasai Asia-chan " ucap Naruto, Namun Asia Cuma diam sambil mengubah posisinya menjadi terduduk, Naruto yang melihat adiknya terbangun menundukkan wajahnya karena merasa bersalah kembali " Gomen membuatmu terbangun Asia-chan, aku benar-benar kakak yang bodoh. Aku benar-benar minta maaf karena diriku kau harus merawatku hingga kau telat makan " sesal Naruto.

" Jika kau marah padaku. Aku siap Asia-chan, Jika kau membenciku aku siap. Tapi tolong ja... "

Cup!

Perkataan Naruto seketika terhenti ketika Asia langsung memeluknya dan mencium bibirnya membuat perkataannya terhenti. Ciuman itupun terlepas dan Naruto dapat melihat Asia tengah menatapnya dengan berliang air mata di sertai senyum senang.

" mana mungkin aku melakukannya, Baka-Nii-chan "

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat sebelum tersenyum kecil lalu memeluk Asia dengan erat " Okaerinasi Asia-chan " Bisik Naruto. Asia yang memeluk Naruto semakin mengeratkan pelukannya sambil tersenyum senang " Tadaima "

.

Skip Time

12.00 PM

.

Tepat saat siang hari, Narutopun melakukan pemeriksaan untuk terakhir kalinya dan sudah di perbolehkan kembali pulang. Naruto yang baru saja selesai mengenakan pakaiannya seketika tersentak ketika suara langkah kaki yang cukup ribut terdengar di luar.

Brak!

" NARU-KUN! " teriak para Servant tiba-tiba mendobrak pintu ruangan Naruto dan secara serempak mereka melompat ke arah Naruto hingga terjatuh dan memeluknya dengan erat.

" Yokatta, kau baik-baik saja " ucap Arthuria berliang air mata, Naruto yang di peluk oleh para Servant gelagapan " O-Oi, Kalian tenanglah, Satu-satu " ucap Naruto sambil menenangkan mereka.

" Kalian tidak perlu sekhawatir itu. Aku baik-baik saja kok " ucap Naruto sambil memperlihatkan keadaannya " Hountoni? " tanya mereka serempak membuat Naruto sedikit Sweatdrop.

" Tentu saja " ucap Naruto meyakinkan.

" Danchou " Naruto yang mendengar suara kelompoknya pun menoleh dan dia melihat seluruh kelompoknya beserta Tearju, Rosswaisse, Aiz dan Kurumi.

" Oh, Mihmmpg! " ucapan Naruto seketika terhenti begitu Tearju memeluknya dan membenamkan kepalanya di dadanya " Yokatta?! Kau tidak apa-apa! " ucap Teaju membuat semua perempuan di sana merona karena Cemburu.

" APA YANG KAU LAKUKAN TEAR-NEE! "

" LEPASKAN NARU-KUN, TEAR! "

" OI! KAU LEPASKAN NARUTO-KUN!

" LEPASKAN NARUTO-KUN DARI DADA MAUTMU!

Tap!

" Hahh~ " hela Naruto sambil berjalan pelan di jalan bersama teamnya, Para Servant, Aiz, Kurumi, Tearju dan Rosswaisse. Kenapa mereka sudah di jalan?

Karena mereka di usir karena mengganggu pasien lain, Naruto yang mengingat kejadian yang tak berselang beberapa jam itupun menghela nafasnya kembali " Lain kali tidak perlu seperti itu jika kalian khawatir akan keadaanku " ucap Naruto

" Sumimasen " ucap mereka kompak kecuali Kelompok Naruto yang tertawa canggung. Setelah cukup lama berjalan Naruto seketika terhenti sambil mencium badannya, Kiba yang melihat itu berinisiatif bertanya.

" Ada apa Danchou? " tanya Kiba " Onssen " gumam Naruto pelan

" Eh? " beo semuanya " Aku ingin pergi ke Onssen, jadi kalian semua kem... "

Perkataan Naruto terhenti Ketika Scathach tiba-tiba memeluk tangannya " Ara! Aku tahu tempat yang bagus Naru-kun! Ayo ikut aku " ucap Scathach sambil menarik Naruto pergi ke suatu tempat. Para Servant, Asia, Tohka, Koneko, Kurumi, Aiz, Tearju dan Rosswaisse yang melihat itupun langsung menatap tajam Scathcach dan mulai mengejar mereka.

Para Kelompok Naruto yang melihat itupun saling bertatapan kecuali Koneko dan Tohka yang sudah pergi mengikuti Naruto " Etto... Jadi sekarang bagaimana? " tanya Kiba meminta pendapat

" Sebaiknya kita pulang saja. Walau kita ikut ke sana kita akan mengganggu mereka " jawab Julis sambil mengalihkan wajahnya yang merona tipis. Kiba yang melihat teman-temannya juga merona menaikkan sebelah alisnya ' Ada Apa sih? ' batin Kiba

.

Skip Time

Onssen

13.00 PM

Warning : Adegan Lime

Ane peringatkan yang di bawah umur sebaiknya percepat saja. Inget Dosa.

.

Sementara itu di sebuah Onsen yang cukup besar tampak sosok Naruto saat ini berendam di air hangat sambil menyandarkan tubuhnya di bebatuan menikmati Air hangat yang menjalar ke tubuhnya.

" Hahh~ ini baru namanya kenyamanan " gumam Naruto sambil menghela nafas lega.

Tuk! Byur!

Naruto yang mendengar suara ada seseorang yang masukpun membuka matanya dan menatap siapa yang masuk, namun dirinya tidak bisa melihatnya karena tebalnya asap dari air hangat di Onssen.

" Etto... Hallo " sapa Naruto namun tidak ada jawaban

Greb!

" Eh? " beo Naruto ketika merasakan ada yang menangkap kakinya " Ghaa! " teriak Naruto ketika ada yang menariknya hingga tubuhnya tenggelam di Onssen Walau tubuhnya tidak terlalu tenggelam.

" Pfft! Gha! Siapa itu! " tanya Naruto setengah berteriak setelah dia menyemburkan air di mulutnya. Namun tidak ada jawaban sama sekali.

Naruto yang tidak dapat jawaban mencoba mendudukkan dirinya dan menatap sekitarnya dan dia tidak melihat siapapun " Sebenarnya siapa yang menarikku sih " gumam Naruto ingin menyandarkan tubuhnya kembali namun tertahan ketika dia merasakan sesuatu di belakangnya.

" Naru~kun~ "

" Ghaaaa! " teriak Naruto berusaha lari namun seketika seseorang memeluknya dengan erat hingga membuat Naruto tidak bisa lari

" Kau mau lari ke mana Naru-kun "

" S-Scath-chan.. Ke-Ke-Kenapa kau di sini?! " tanya Naruto dengan tergagap di sertai wajah memerah, Scathach yang di belakang Narutopun tersenyum sambil mengeratkan pelukannya membuat dua semangka milik Scathach semakin menekan punggung Naruto

" Fufufu~ itu karena ini adalah Onssen Campuran " jawab Scathach sambil berbisik di telinga Naruto " E-EHHHH?! " kejut Naruto.

" Naru-kun~ " goda Scathach lalu menjilati telinga Naruto membuat Naruto gelagapan " O-Oi, He-Hentikan. " gagap Naruto sambil berusaha melepaskan pelukan Scathach.

" Fufu~ ini adalah hukuman karena membuatku khawatir Baka-Naru " bisik Scath lalu mengarahkan wajah Naruto ke arahnya dan mencium bibir Naruto dengan lembut.

" sudah aku duga kau membawanya kemari Scathach " Scathach yang mendengar itupun melepaskan ciumannya dan menatap ke depan begitu juga Naruto.

Wajah Naruto seketika semakin memerah bahkan hingga mengeluarkan asap karena saat ini terlihat para Servant, Kurumi, Aiz, Tearju, Asia, Rosswaisse, Koneko dan Tohka tengah berdiri di depannya dengan handuk melilit di tubuh mereka.

" Ara ara~ sepertinya hukumanmu bertambah Naru-kun " ucap Scathach lalu kembali menjilati telinga Naruto " Shhh! Co-Cotto! A-Apa yang kalian rencanakahmmmnn~ " perkataan Naruto seketika Terhenti ketika Asia dengan berani mencium bibirnya dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Naruto

" Hmmnn~ ummmnnn~ " desah Asia dalam ciumannya dengan Naruto, sementara Naruto mendesah tertahan di dalam bibir Asia karena Rangsangan Scathach.

Slap~

Tubuh Naruto seketika menegang ketika telinga satunya lagi di rangsang dengan cara di jilati dan pelaku itu adalah Kurumi yang menjilati telinga Naruto seperti kucing. Tubuh Naruto seketika Menegang kembali ketika kedua pipinya di jilati juga. Dan kali ini di lakukan oleh Tearju dan Rosswaisse.

" Hmmnnn~ " erang Naruto ketika ada yang menjilati lehernya, kali ini di lakukan oleh BB dan Anastasia. Mata Naruto seketika melebar ketika kedua tangannya saat ini menyentuh sesuatu yang kenyal dan Naruto yakin itu adalah dada dari dua perempuan yang saat ini bersamanya tanpa kesengajaan. Dan benar saja. Kedua tangan Naruto saat ini tengah di kendalikan oleh Mash dan Okita untuk meremas dada mereka.

" HMMMMNHH! " erang Naruto dalam ciuman panasnya bersama Asia karena saat ini dia merasakan beberapa Tangan tengah mengelus bagian bawahnya yang tertutup handuk.

" Fufufu~ Bagaimana Naru-kun " tanya Miyamoto yang mengelus bagian intim Naruto bersama Tomoe dan Aiz.

" Fuahh~ Shh~ Ya-Yamethmmmp " Naruto yang baru saja selesai berciuman dan ingin protes seketika terhenti karena Arthuria menciumnya. Bahkan dia tak sempat menghirup udara.

Naruto yang dari awal tidak bisa menahan rangsangan secara perlahan bagian bawahnya mulai bangun, Miyamoto, Tomoe dan Aiz yang melihat bagian Intim Naruto merona.

" uwoohh~ besar sekali " gumam Miyamoto sambil menaik turunkan tangannya di area intim Naruto bersama Aiz.

Naruto yang kehabisan Oksigenpun perlahan mulai melemah, bahkan dirinya merasakan penglihatannya mulai samar hingga akhirnya Kegelapan merengut Naruto.

.

.

Lime End

.

.

Kantor DSA Weapon Dragons

Kamar Naruto

15.00 PM

.

" Engghh~ " lenguh Naruto membuka matanya perlahan dan hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit kamarnya. Naruto yang menyadari dirinya di kamar langsung terbangun dan melihat keadaan tubuhnya yang sudah berpakaian kembali.

" Kau sudah sadar Nii-chan " Naruto yang mendengar suara Asia langsung bangkit dari kasurnya dan menjaga jarak dari Asia yang rupanya duduk di samping tempat tidurnya beserta para Servant, Koneko, Tohka, Aiz, Kurumi, Tearju dan Rosswaisse yang berdiri di belakang Asia dengan senyum di sertai rona di pipi mereka.

" Jangan Khawatir Nii-chan, kami tidak akan menyerangmu lagi kok " Ucap Asia sambil tersenyum manis membuat Naruto menyipitkan matanya " Apa kalian sudah melakukan sesuatu pada tubuhku? " tanya Naruto memastikan.

" Fufufu~ tentu saja tidak iya kan? Minna? " tanya Asia sambil tertawa halus sambil menyentuh kedua pipinya, begitu juga yang lain sambil tertawa halus bersama

Naruto yang melihat tingkah mereka merinding ' Pasti terjadi sesuatu... Pasti terjadi sesuatu ' batin Naruto " Ne Nii-chan, Koneko-chan bilang ingin menyampaikan sesuatu padamu begitu juga dengan para Servant " Naruto yang mendengar itu melirik Koneko seolah memberi isyarat untuk langsung berbicara.

" Lomba Berikutnya yaitu The Sea Dragons. Akan di adakan tepat sebelum Natal tepatnya tanggal 23 di Yokusuka, pertarungan diadakan di laut dengan menggunakan Alat yang di siapkan oleh Panitia, tujuan Lomba di katakan untuk membuat sebuah atraksi yang menarik " jelas Koneko, Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk paham walau dia tidak tahu jelas apa tujuan lengkapnya setidaknya dia bisa menangkap apa yang di katakan Koneko.

" Jaa~ kimida ( Kalian )? " tanya Naruto sambil melirik para pasukan Servant " Ne Naru-kun sejujurnya ada yang ingin kami bicarakan denganmu mengenai Kekuatanmu " Ucap Miyamoto membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

" Memang ada apa? " tanya Naruto " Kekuatanmu itu. Apa kau baru bisa melapisi dirimu dengan darahmu saja? " tanya Mash penasaran

" Ah? Kekuatan ini? " tanya Naruto sambil mengeluarkan beberapa jaringan darah dari pori kulitnya hingga melambai-lambai di belakang Naruto " Sejujurnya Aku sudah bisa mengubahnya menjadi apapun, bahkan aku sudah bisa melapisi seluruh tubuhku, membuat senjata dengan darahku, menggabungkannya dengan Element Api, Meningkatkan kekuatanku, dan dapat memasuki mode Copyan kekuatan dewa " jawab Naruto.

" Sejujurnya ada berapa kekuatan Setsutouzuki? "

" Hm? Sejujurnya banyak. [Setsutouzuki] jurus yang berasal dari darah Uzumaki asli, [Setsutouzuki : Ketsuzueki :] jurus ini menggunakan Darah sebagai penambah kekuatan Jurus, biasanya Jurus ini juga bisa di gunakan untuk membuat senjata melalui darah, namun setiap senjata harus memiliki nama yang sudah di tetapkan oleh pendiri Clan Uzumaki, [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Kami no Engei] jurus ini adalah Teknik yang bisa menyamai Kekuatan Dewa yang ingin di samai, walau kekuatannya hanya bisa di tiru sebesar 20% " jelas Naruto panjang lebar.

" Sejujurnya aku ingin menjelaskan semuanya, tapi apa tujuan kalian menanyakannya? " tanya Naruto menatap para Servant meminta penjelasan " Sejujurnya selama kami lihat kau menggunakan Kekuatan Itu kau tidak bisa selalu mengontrolnya bukan? Bahkan kau memaksakan kekuatanmu hingga kau pingsan seperti waktu itu " jawab BB membuat Naruto menggaruk tengkuknya.

" Maa~ itu memang benar, Aku hanya bisa menggunakan Setsutouzuki hanya sebanyak 20 Lebih, tapi itu tergantung kekuatan yang di gunakan. Kekuatan Setsutouzuki yang paling menguras Energi adalah [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Brahmastra Asogoryuu], [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Blood Arthur], [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Detroito] dan juga [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Bukienji] " jelas Naruto.

" Brahmastra Asogoryuu masih bisa aku tahan hingga aku menggunakannya sebanyak 5 kali. lalu Blood Arthur, aku hanya bisa menggunakannya sekali tapi aku hanya bisa bertahan selama 10 Menit. lalu Detroito, aku sudah bisa mengendalikannya ke seluruh tubuhku dan baru sampai tingkat 100% saja. Dan yang terakhir Bukienji, aku hanya bisa mengeluarkan Dua Senjata dari teknik ini, karena Teknik ini membutuhkan banyak darah dan konsentrasi untuk menjaganya " lanjut Naruto menjelaskan berapa lama dia bisa menggunakan semua teknik yang menguras tenaga.

" Ne Naruto-kun, sejujurnya ini persetujuan kami semua, tapi maukah kau menerima permintaan kami? "

" Um? Permintaan apa? "

" Berlatihlah bersama kami "

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat, otaknya masih berusaha mencerna perkataan Yang terlontar tadi.

" Hah? "

.

Other Place

Jum'at, 7 Desember 2090

08.00 AM

.

Di sebuah tempat yang luas Tampak saat ini Naruto berdiri sambil menghadap Para Servant, Otak Naruto yang sudah menangkap maksud dari para Servant sangat mengerti bahwa mereka ingin melatihnya tapi...

" Jadi kalian ingin melatihku? " tanya Naruto dan di balas anggukan serius oleh mereka. Keheningan kembali melanda, hanya hembusan angin saja yang terdengar.

" Aku pulang saja " ucap Naruto berjalan menjauh " Cotto Matte! Kenapa langsung pulang!? " teriak Miyamoto sambil menahan Naruto agar tidak pergi.

" Aku tak yakin bisa menang melawan kalian, bisa-bisa aku pingsan lagi " jawab Naruto " Maka jalan terbaik adalah pulang " lanjut Naruto berusaha pergi namun gerakan Naruto tertahan kembali.

" Siapa juga yang menyuruhmu melawan Kami! " teriak Miyamoto menarik Naruto untuk kembali.

.

" Melatih Jutsu? " beo Naruto ketika mendengar perkataan Para Servant di depannya " Benar sekali. Kami akan melatihmu menggunakan Jutsu Setsutouzuki milikmu itu agar semakin kuat dan juga kami akan memberikan sebuah metode untuk meningkatkan kekuatan Setsutouzuki milikmu " jelas BB membuat Naruto terdiam sambil berpikir.

" Kedengarannya menarik " balas Naruto

" Baiklah pertama kami ingin kau melatih kemampuan [Setsutouzuki : Ketsuzueki] milikmu yang membungkus tanganmu kau atur kembi darahmu untuk membentuk sebuah senjata yang bisa di Kombinasikan melalui pukulan, Jika Musuh melihat sebuah senjata itu membuat mereka fokus terhadap senjata tersebut tapi jika kau menyelipkannya melalui pukulan itu akan memberikan serangan telak pada musuh " ucap BB membuat Naruto terdiam sesaat.

" Sejujurnya aku sudah menerapkan tahap itu tapi aku hanya bisa membuat Tombak Asogoryuu saja, aku belum bisa melakukannya dengan element lain selain Api dan Angin. Itu karena Dua Element ini mendominasi [Setsutouzuki : Ketsuzueki] " ucap Naruto sambil membungkus tangannya dengan Darah dan di bagian atas tangan Naruto tampak Darah Naruto mulai membentuk tombak berukuran kecil.

" Biar aku tunjukkan " ucap Naruto sambil memasang posisi memukul ke udara " Huoora! " teriak Naruto melayangkan pukulannya ke udara.

Bugh! Bwush!

Sesuatu dari apipun melesat dengan cepat ke udara hingga menghilang di telan langit, Para Pasukan Servant yang melihat itu menggumam bersama. " Apa kau pernah menggabungkan Element lain seperti Air, Tanah atau Petir? " tanya Tomoe memberi saran

" Darah sudah termasuk Element Air, Tanah termasuk bagian dimana Aku bisa mengatur Sel-sel Darah untuk membentuk senjata, Kalau Petir aku sudah bisa menggabungkannya dengan Detroito. Element yang paling Efektif untuk Setsutouzuki hanyalah Api, Angin dan Es. Tapi aku belum terbiasa menggunakan Element Es jadi sangat susah membuat serangan dengan kombinasi Element Es " jawab Naruto membuat para Servant di sana bertatapan.

" Tapi saat lomba waktu itu kau bisa menggunakan Element Es untuk menghancurkan ombak pasir dari Shukaku bukan? " tanya Miyamoto penasaran " Oh itu. " respons Naruto lalu mengeluarkan sebuah tabung kecil dan memperlihatkannya pada para Servant

" Ini adalah alat ciptaanku yang berguna untuk menyimpan sebuah Jutsu, Alat ini hanya bisa di gunakan sekali dan salah satu serangan yang aku gunakan pada Ombak Pasir tersebut adalah contohnya, namun aku menggabungkannya dengan beberapa Teknik Setsutouzuki. Tapi efeknya sangatlah parah, aku tidak bisa memberitahu detailnya tapi yang pasti alat ini hanya bisa di gunakan sekali dan dalam keadaan terdesak saja " ucap Naruto lalu menyimpan tabung mini tersebut kembali.

Para Servant yang mendengar penjelasan Naruto terdiam bersama lalu saling bertatapan dan tersenyum bersama.

" Anastasia-chan bisa membantumu, Dia pengguna Element Es " ujar Tomoe sambil menepuk pelan pundak Anastasia " Tapi, Aku belum bisa mengendalikan Element Es. Aku terbiasa menggunakan Jamku dan Senjataku untuk mengeluarkan Element Es, bisakah kita memulai dari awal Anastasia-sensei " ucap Naruto membuat wajah Anastasia merona.

" M-Mou! Jangan panggil Aku Sensei! Panggil aku seperti biasa saja! " ucap Anastasia menahan malu dengan wajah memerah.

" UZUMAKI.. NARUTOOOO! "

Naruto yang mendengar sebuah teriakan memanggilnya seketika tersentak ketika melihat seseorang dengan Armor melesat cepat ke arahnya.

Naruto yang melihat itu langsung menyilangkan Tangannya dan dengan cepat Darah keluar dari Punggung Naruto dan membuat pelindung di depan Naruto.

Traash!

Semua yang di sana seketika tersentak ketika darah Yang melindungi Naruto menjadi Es dan berhasil menahan pedang orang yang berarmor di depannya di mana Pedang orang tersebut tidak bisa menghancurkan Es tersebut.

" Hahhh~ " hela Naruto dengan pandangan terkejut, dia bahkan terkejut bahwa dia langsung berhasil mengubah darahnya menjadi Es tanpa kesengajaan karena dirinya terfokus pertahanan Darah Angin, tapi siapa sangka darahnya langsung menjadi Es.

" Cotto! Mordred! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyerang Naru-kun? " Ucap Jeanne sambil menarik orang bernama Modred mundur bersama Miyaoto " Lepaskan! Biarkan aku menghajarnya karena membuat Arthuria-senpai menangis!? " teriak Mordred berusaha melepaskan kuncian Jeanne dan Miyamoto.

Shh~

" Hahh~ " hela Naruto perlahan memanaskan darahnya hingga Darah yang menjadi Es meleleh kembali menjadi darah lalu kembali ke punggung Naruto.

" Apa-Apaan ini... Kenapa Pasukan Servant Mordred ada di sini dan tiba-tiba menyerangku? " tanya Naruto meminta penjelasan " Itu karena Kau membuat Arthuria-senpai menangis!? Aku akan menghajar siapapun yang membuat Arthuria-senpai menangis!? " balas Modred sambil melepaskan Helm Armornya menatap Naruto garang.

" Ehh? Membuat Arthuria-chan menangis? " beo Naruto bingung. Memang salah dia apa hingga membuat Arthuria menangis " Maa~ Maa~ Modred jangan marah begitu. Aku sudah baikkan kok, aku hanya menangis karena khawatir akan keadaannya tapi seperti yang kau lihat aku sudah baik kok " ucap Arthuria berusaha menenangkan Modred.

" Tapi aku tidak terima akan itu! Dia bahkan menjadi suamimu?! Dia bahkan tampak tak pan... "

Duk!

" Urusaina! Setidaknya ketahui posisimu Modred!? " ucap seseorang berpakaian tentara sambil menekan kepala Modred untuk menunduk " Nobunaga! " teriak pelan Okita.

" Yo! Okita, Lama tidak berjumpa ne, sepertinya kau baik-baik saja " balas Nobunaga sambil tetap berusaha menahan kepala Mordred agar tetap menunduk " Nobunaga? Oda Nobunaga? " gumam Naruto menatap Nobunaga yang tersenyum ke arahnya.

" Yo! Naruto-sama! Gomen atas perilaku orang ini, Maklumi dia. Dia memang sedikit Tomboy " ucap Nobunaga " SIAPA YANG KAU SEBUT TOMBOY!? " teriak Modrer merasa tidak terima.

" Namaku Oda Nobunaga, pasukan balik bayang Hokage-sama bagian Utara, Yoroshiku ne " ucap Nobunaga " sementara si Tomboy ini dia adalah penjaga Bagian Tengah " lanjutnya

" Err... " gumam Naruto bingung harus merespon seperti apa ' Pasukan Servantnya bertambah lagi... Situasi macam apa ini ' batin Naruto.

" Aku dengar dari Okita kau akan berlatih. Apa itu benar? " tanya Nobunaga " Maa~ itu memang benar dan kami baru saja mau mulai " jawab Naruto sambil menggaruk tengkuknya.

" tapi tiba-tiba aku di serang olehnya " lanjut Naruto sambil melirik Modred yang masih di paksa menunduk " Souka? Hontouni gomenasai na. Dia memang selalu begini jika mendengar dan Melihat Senpainya menangis. " ucap Nobunaga sambil membungkukkan badannya.

" Ikuzo baka! Nero dan yang lainnya sudah menunggu! " paksa Nobunaga sambil menarik Modred yang memberontak " Lepaskan! Biarkan aku menghajar kuning itu?! " berontak Modred membuat Naruto sedikit Sweatdrop.

' Kuning? Jika di lihat bukan hanya aku saja yang kuning di sini ' batin Naruto sambil melirik Jeanne dan, Arthuria lalu melirik Modred yang sudah jauh ' Bahkan rambutnya juga Kuning '

.

Kediaman Akame

10.00 AM

.

Sementara itu di Kediaman Akame, tampak saat ini Dia tengah berbaring di Sofa bersama Katerea yang duduk bawah Sofa sambil sesekali memakan Camilan yang di sediakan di Kediaman Akame.

Akame yang berbaring di Sofa sambil membaca majalah seketika menutup majalahnya dan menghela nafas kesal " MOU! MENYEBALKAN! " teriak pelan Akame " Rasanya membosankan sekali jika terus seperti ini, tidak ada hal menarik " gerutu Akame.

" Jaa~ bagaimana jika kau Pergi ke tempat Uzumaki Naruto saja? " Ucap Katerea membuat Akame terbangun dari berbaringnya " Hah? Muridayo! ( mana Mungkin! ), dia saat ini pergi berlatih, dan juga mana mungkin aku mengganggu dia berlatih " balas Akame sambil mengalihkan wajahnya.

" Tapi, dengan begitu kau bisa melihat lekuk tubuh Uzumaki Naruto bukan? " celetuk Katerea membuat wajah Akame memerah " B-BAKA! SIAPA JUGA YANG MAU MELIHAT TUBUHNYA?! " teriak Akame sambil memukul-mukul punggung Katarea pelan.

" Ne Akame, ada yang ingin aku tanyakan padamu, Ini mengenai Kurumi-san " Akame yang mendengar itu berhenti memukul Katarea dan menatap tajam Katarea " Ada apa dengannya? "

" Tidakkah kau merasa aneh? Dia mengetahui rencana Black Army dengan lengkap, dia bahkan meminta info pada kita akan rahasia pembunuhan Clan Uchiha secara tersembunyi dan Rencana Danzo " ucap Katarea " Bahkan setelah mengetahuinya, dia seperti tidak melakukan Tindakan untuk mencegahnya "

Akame yang mendengar itu terdiam, jika di pikirkan memang benar, ada sesuatu yang aneh denganq Kurumi

.

Kurumi Side

.

Sementara itu pada Kurumi, tampak Kurumi saat ini tengah berada di sebuah Gang yang gelap dengan nafas terengah-engah. Mata Zafkien Kurumi bergetar dengan pelan membuat geraman keluar dari bibir Kurumi.

" Kuso... " umpat Kurumi.

Flashback Kurumi introgasi Itachi

.

" Bisa kau jelaskan kenapa Danzo memerintahkanmu untuk membunuh beberapa Clan Uchiha? " tanya Kurumi sambil menatap Tajam Itachi " Dia... Dia ingin mengambil mata Uchiha yang aku bunuh untuk di lengan kanannya agar dia bisa menggunakan Izanagi dan membunuh Naruto " jawab Itachi membuat Kurumi menyipitkan matanya.

" Dan Juga untuk berjaga, Danzo melakukan kerja sama dengan Orochimaru, dan juga dia bilang bahwa akan bekerja sama dengan beberapa Orang "

" Beberapa Orang " gumam Kurumi mencoba mencerna perkataan Itachi " Mungkinkah... " gumam kecil Kurumi.

" apa itu untuk melakukan Kudeta Kota Konoha? " tanya Kurumi dan di balas Anggukan pelan Itachi " lalu kenapa kau tidak menentang hal ini dan melaporkannya ke Hokage langsung? " tanya Kurumi lagi namun tidak ada jawaban dari Itachi.

' Rahasiakah? ' Batin Kurumi " Lalu kenapa saat aku mengatakan Uchiha Madara, kau tampak sangat marah? Apa hubungannya? " tanya Kurumi namun Itachi tetap diam.

" Jadi benar dia masih hidup? Lalu apa tujuannya? " tanya Kurumi " Salah satu tujuan Uchiha Madara adalah urusanku dan dia, ini mengenai keluarga Uchiha. Lalu tujuan lain Uchiha Madara adalah membuat kedamaian "

" Hah?! Jangan bercanda! Monster sepertinya ingin membuat Kedamaian?! Jangan bercanda!? " balas Kurumi kesal karena dirinya seperti mendengar lelucon " Sebenarnya hubunganmu dengan Danzo, Orochimaru dan Uchiha Madara itu apa? "

Kwak! Kwak!

Mata Kurumi seketika melebar ketika Itachi tiba-tiba berubah menjadi gagak, padahal dirinya sudah menghentikan waktu sekitar Begitu juga Itachi agar tidak bisa bergerak. Namun siapa sangka bahwa Itachi berhasil kabur.

" Gomen Kurumi, Aku tidak bisa memberitahumu detailnya, tapi suatu saat. Kau pasti akan tahu "

Kurumi yang melihat gagak yang terbang di atasnya menjadi bulu gagak menggeram

.

Flashback End

.

Kurumi yang mengingat itu menggeram, Zafkiennya tak henti-henti memberikan gambaran Masa Depan dan semua gambaran itu adalah gambaran yang membuatnya sangat takut.

Takut akan kehilangan seseorang yang dia cintai.

Yap. Dialah Uzumaki Naruto.

Dia tahu Naruto sangatlah kuat bahkan dia bisa saja mengubah gambaran yang di tunjukkan oleh Zafkien, namun orang yang akan di lawan Naruto sangatlah banyak dan Kuat. Bahkan ayahnya bisa saja bekerja sama dari salah satu yang akan di lawan Naruto dan membunuh Naruto. Bahkan dia belum memiliki informasi lengkap dari Itachi dan juga informasi yang diberitahu Itachi cukup berbelit-belit

" Tidak.. Tidak! Tidak! Tidak! " teriak Kurumi mengamuk di gang tersebut.

" Oy, Ojou-chan " Kurumi yang akan mengamuk kembali seketika terhenti lalu melirik ke belakangnya ketika melihat sebuah gank dengan jumlah 30 orang mendekat ke arahnya.

" Ada Apa Ojou-chan, Apa kau sedang marah? "

" Jika kau marah bagaimana jika bermain sebentar dengan kami? "

" Itu benar. Kami yakin kau pasti akan senang "

" hahahaha! "

Jraaaaaash!

Seketika tawa yang menggema di gank tersebut berubah menjadi sunyi di mana Gang tersebut berubah menjadi lautan darah dalam sekejap. Kurumi yang terlumiri darah meludah sambil menatap darah di bawah.

" Bermain dengan kalian? Senang? Jangan bercanda " ucap Kurumi dingin " aku tidak ada waktu untuk senang, jadi jangan menambah amarahku dasar kalian para tikus tidak berguna " lanjutnya lalu melangkah keluar dari gang tersebut. Bahkan darah yang melumurinya perlahan menghilang seperti darah tersebut memasuki tubuh Kurumi.

' 2 Bulan... 2 Bulan lagi... ' batin Kurumi sambil menggigit bawah bibirnya ' Aku harus menemukan cara agar Naru-kun selamat, walau dengan bantuannya... Kekuatanku, Dia dan Naru-kun tidak akan cukup ' batin Kurumi

' Tou-sama... Sebenarnya apa istimewanya mata Naru-kun hingga kau ingin mengambilnya ' batin Kurumi sambil menggigit jempolnya.

.

Other side

.

Sementara itu di sebuah tempat tampak sosok Pria berambut Hitam panjang di ikat Pony Tail saat ini duduk sambil menikmati sebuah minuman di tangannya " Fuuahh~ tinggal sebentar lagi... Tinggal sebentar lagi " gumam pria tersebut

" Tinggal sebentar lagi.. "

.

.

" Enternal True Clocks Eyes akan menjadi milikku "

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

Two Days Later...

Minggu, 9 Desember 2090

Naruto place

.

Dua hari berlalu, Naruto sudah mulai bisa mengendalikan Element Es walau tidak bisa terlalu sering menggunakannya, selama pelatihan Naruto belajar dasar-dasar Element Es yang di ajarkan oleh Anastasia. Dirinya juga sudah mulai mencoba menggabungkan serangan Tinju dengan Element Es, walau Efeknya tidak terlalu besar di banding Element Apinya.

Seperti sekarang Naruto mulai berlatih menciptakan Es tanpa adanya bantuan Air dan Angin. Naruto terus mencoba membuat bongkahan Es di sekitarnya walau bongkahan Esnya tidak besar dan juga tidak terlalu kecil.

" Haahh~ " hela Naruto lalu mengayunkan tangannya ke segala arah hingga muncul kembali Bongkahan-bongkahan Es di sekitar Naruto

Sret!

Setelahnya Naruto mengarahkan tangan kanannya ke depan lalu berusaha mengepalkan tangannya hingga lengannya gemetar.

Grep!

Krak! Pyaaarsh!

Tangan Narutopun terkepal sepenuhnya dan tak lama setelah itu Bongkahan Es di sekitar Naruto hancur dan berubah menjadi debu Es " Sshh~ hahh~ " hela Naruto hingga menghembuskan asap dingin menandakan tubuhnya kedinginan.

" Selamat Naru-kun, kau sudah bisa mengendalikan Element Es " Naruto yang mendengar itu melirik ke arah Anastasia yang berjalan mendekatinya bersama yang lainnya " Um, Arigato Anastasia-sensei. Berkatmu aku akhirnya bisa meningkatkan kekuatanku lagi " ucap Naruto sambil menatap tangannya, dia bisa merasakan energi besar mengalir di tubuhnya.

" Umm~ itu bukan berkatku kok. Itu berkatmu yang melatihnya sendiri, aku hanya memberi konsepnya saja " ucap Anastasia menggeleng pelan lalu tersenyum, Anastasia cukup terkejut akan perkembangan Naruto dalam dua hari, awalnya dia hanya menjelaskan konsep element Es dan tidak mengajarinya caranya menggunakan Element Es.

Tapi Naruto berhasil dalam dua hari dengan pencapaian 49%, itu sudah cukup membuktikan bahwa Naruto berkembang dengan cepat dan sudah bisa menggunakan Element Es.

" Apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikanmu, aku akan melakukan apapun untuk membalasnya " ucap Naruto tanpa berpikir. Semua yang ada di sana terdiam lalu secara serempak mendelik ke arah Anastasia yang tersenyum misterius.

" Apapun ya? " gumam Anastasia, Naruto yang mendengar itu seketika terdiam dengan wajah pucat ' Kuso! Kenapa aku secara spontan mengatakannya! ' batin Naruto berteriak dalam hati.

" Fufufu~ Jaa~ aku ingin Naru-kun... " ucap Anastasia sambil melepas jaket birunya hingga menyisakan gaun putihnya lalu mengimpit Naruto ke sebuah pohon di belakang Naruto " Aku ingin Naru-kun menerima ciumanku " ucap Anastasia dengan nada menggoda sambil menggerakkan tangan lentiknya dari dada Naruto ke bibir Naruto.

Naruto yang di goda Anastasia meneguk ludahnya, bagaimana tidak? Anastasia memiliki wajah yang cukup polos namun menggoda, tubuh yang cukup tinggi dan langsing, memiliki mata yang indah, berambut putih panjang yang membuat kesannya semakin cantik.

" Ha-Hanya cium saja kan? " tanya Naruto memastikan, dirinya sudah berjanji dan dia akan selalu menepatinya. Jika tidak bisa-bisa dia mati di tangan para Servant. Naruto sendiri bertanya-tanya dari mana asal kekuatan mereka yang umurnya beda 4 tahun darinya bisa menjadi pasukan balik bayang Hokage.

" cepatlah Naru-kun " manja Anastasia, Naruto yang melihat sifat Anastasia semakin gugup " U-um, b-baiklah " jawab Naruto lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Anastasia yang tingginya sedagunya membuatnya harus menundukkan sedikit kepalanya.

Cup~

Akhirnya kedua bibir itupun saling menyatu dan mulai saling melumat di mulai oleh Anastasia. Kedua lengan Anastasiapun bergerak ke leher Naruto lalu menekan kepala Naruto untuk memperdalam ciuman mereka, sementara Naruto memeluk pinggang Anastasia karena Anastasia berusaha menjatuhkan dirinya agar dirinya berada di atasnya nanti, tapi dia sudah mengetahui akan hal itu.

Lidah Anastasia mulai memasuki mulut Naruto dan mengajak lidah Naruto berdansa sambil mengabsen gigi Naruto, mata Anastasia ya g terpejam karena menikmati ciumannyapun terbuka dan dia melirik ke arah teman-temannya yang menggeram dengan wajah memerah karena cemburu

Anastasia yang merasa cukup pun melepaskan ciumannya hingga terlihat jembatan saliva menjembatani kedua bibir tersebut. Anastasia yang merasakan sedikit salivanya di sudut bibir menjilati bibirnya membuat bibirnya semakin menggoda, sementara Naruto yang telah berciuman dengan Anastasia harus mengatur nafasnya dengan nafas terengah-engah dengan wajah memerah, dirinya benar-benar malu sekarang.

" Arigato Naru-kun " bisik Anastasia sambil tersenyum manis lalu menjauh dari Naruto.

Jleb!

Baru saja tenang Naruto harus terkejut ketika para Calonnya kecuali Anastasia telah di depannya dengan tatapan intimidasi " C-Cotto! Apa yang kalian inginkan?! " panik Naruto ketika melihat tatapan membunuh mereka.

" Anata... " gumam pelan Arthuria lalu menatap tajam Naruto " Padahal Kami ini Istrimu, kenapa hanya Anastasia saja yang kau cium? " lanjut Arthuria membuat Naruto meneguk ludah.

" E-etto.. Itu karena dia yang meminta " jawab Naruto gugup " Bagaimana jika kami memintanya juga? Apa kau akan melakukannya juga? " tanya Scathach tajam, Naruto yang mendengar itu meneguk ludahnya, jika dia menolak dia bisa di pastikan akan di hajar habis.

" Hahh~ " menghela nafasnya Naruto mulai menatap para servant " Tentu " jawab Naruto

" Kalau begitu perlakukan kami seperti Anastasia sekarang! " ucap para Servant tegas membuat tubuh Naruto menegang sesaat. Naruto yang mendengar itupun menghela nafas pasrah lalu melakukan apa yang dia lakukan pada Anastasia.

Dan Pelatihan harus terhenti selama 2 Jam untuk memenuhi permintaan calon istrinya. Setelah semua Permintaan Calon Istri di penuhi, Naruto berjongkok menghadap ke arah Pohon sambil menghela nafasnya di sertai wajah memerah dengan asap keluar dari telinganya.

' Oh Kami-sama... Ini hukuman atau berkah darimu hingga membuatku melakukan ini ' batin Naruto entah harus bersyukur atau harus menyumpah serapahi yang ada di atas.

Tanpa Naruto sadari, Para Servant tengah tertawa bersama dengan rona di wajah mereka. " Ehem! Jaa~ mari kita mulai ke latihan berikutnya, Naru-kun " dehem Scathach lalu berucap cukup tegas. Naruto yang mendengar itu berdiri lalu menghadap ke arah Para Servant " Latihan berikutnya? " beo Naruto.

" Ne Naru-kun, Apakah ada sala satu Teknik Setsutouzuki yang memiliki konsep senjata tersebut di gabung dengan Jaringan darahmu untuk meningkatkan kekuatan senjata tersebut? " tanya BB membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

" Etto... Aku rasa penjelasan itu cukup rumit. Tapi aku bisa menangkap pointnya " ucap Naruto sambil menggaruk tengkuknya " nama Jutsu itu adalah [Setsutouzuki : Ketsuzueki : Hyuzekizuki]. Teknik ini berfungsi menambahkan kekuatan senjata yang akan di lapisi jaringan darah dari jutsu ini. Tapi jutsu ini butuh konsentrasi tinggi untuk menjaga kekuatan jutsu ini " jelas Naruto.

" Etto... Artinya " gumam Jeanne bingung, Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya lalu mengeluarkan salah satu senjatanya yaitu Alphador.

" Senjata itu... " gumam Tomoe ketika melihat senjata yang Naruto keluarkan. Alphador yang ada di tangan Naruto adalah Corak putih dan Merah. Setelahnya Naruto menggenggam erat senjata di tangannya hingga mengeluarkan Aura merah.

Setelahnya Naruto mengeluarkan Jaringan darah miliknya lalu membungkus Senjata tersebut dengan darahnya.

Deg!

Tubuh Naruto seketika menegang sambil menyentuh lengan kanannya yang menggenggam Alphador tiba-tiba mengembung, Para Servant yang melihat itu tentu saja panik namun Naruto menghentikan mereka untuk tidak mendekatinya " Jangan mendekat! Ini bukan masalah besar " ucap Naruto

" Seperti yang kalian lihat, Kenapa teknik ini sangat susah karena Teknik ini mengharuskanku menyamai struktur dari benda yang ingin aku gabungkan dengan Jutsu ini " jelas Naruto sambil melirik tangannya yang mengembung.

" Menyamai Struktur? "

" Senjata yang aku buat memiliki sel darah di dalamnya dari orang-orang yang memesan senjata ini. Bisa di bilang aku membuat ulang senjata yang di pesan oleh pelangganku, salah satunya adalah senjata ini. " jelas Naruto " Setiap darah pasti memiliki perbedaan dan itulah yang membuat lenganku seperti ini. Darah Uzumaki sangatlah Sensitif dengan Darah lainnya, jika darahku tidak bisa menyamai sel darah yang lain maka darahku akan langsung tidak beraturan dan jika tidak bisa menyamainya maka lenganku ini akan hancur "

" Tapi aku bisa menahannya karena 40% aku telah berhasil mencoba menyamai strukturnya. Jika Hanya darah aku 80% bisa mengendalikan darah mereka begitu aku menyentuh darah mereka, tapi sel-sel darah yang ada di senjata ini berbeda. Sel darah telah menyatu dengan material membuatku harus menyamai struktur dari material tersebut " lanjut Naruto.

Para Servant yang mendengar itu terdiam dengan wajah polos, mereka mencoba mencerna penjelasan Naruto. Naruto yang melihat itu langsung menancapkan senjatanya dan...

Boom!

Ledakan terjadi di bawah Naruto dan hanya membuat sebuah kawah berukuran sedang. Narutopun langsung jatuh berlutut dengan lengan kanan melepuh. Para Servant yang melihat itu langsung mendekati Naruto dengan wajah panik.

" Baka! Apanya yang baik-baik saja?! Tanganmu melepuh tahu!? " bentak Scathach, Jeanne dan Anastasiapun dengan cepat bergerak ke tangan Naruto dan mulai mengobati tangan Naruto

" Jika kalian tidak mengerti biarkan aku menjelaskan lagi. Darah memiliki Struktur mereka sendiri yang biasanya di sebut dengan Sel darah. Sel Darah Uzumaki adalah Sel yang sensitif dengan sel darah lainnya, untuk melakukan ini sel darah Uzumaki harus bisa mengikuti Struktur Sel-Sel darah yang lainnya.

Bisa di bilang Jika kau memiliki Sel darah A tidak mungkin harus menginfus darah B, pasti harus darah yang sama. Ambil saja prinsip dimana jika kalian kehabisan darah A dan saat ingin melakukan Infus Darah A habis, maka yang harus di lakukan adalah menginfus darah O. Jika sudah menginfus darah O, pasti darah memiliki perbedaan dan saat itulah prinsip jutsu ini bekerja. Darah O akan menyesuaikan diri dengan Darah A agar Darah O menjadi Darah A " jelas Naruto.

" Souka, Jadi begitu " gumam Scathach paham

" Hal yang paling susah adalah mengikuti struktur Material yang telah bercampur darah, setiap Struktur Material berbeda-beda begitu juga darah yang bercampur dengan material, sel darah yang menyatu dengan Material dan jutsu ini mengharuskan kita untuk mengikuti struktur atau Sel-sel yang ada di material dari bagian terbesar maupun terkecil " lanjut Naruto menjelaskan.

" maka dari itu kenapa tanganku mengembang tadi, itu di karena darahku masih belum bisa mengikuti Struktur dari setiap senjata " ucap Naruto lalu menatap tangannya yang telah pulih kembali " Arigato, Jeanne-chan, Anastasia-chan " lanjut Naruto berterima kasih pada Jeanne dan Anastasia.

" Melatih jutsu ini mungkin akan mengalami kendala, Jadi kita harus bagaimana? " tanya Mash meminta pendapat " Aku juga bingung, seandainya saja Kontak Darah Naruto dan setiap senjatanya memiliki batas tertentu, Naruto pasti bisa melakukan jutsu ini " jawab Miyamoto berpikir bagaimana cara terbaiknya.

" Ne Naru-kun, apakah ada cara lain ya... "

" ITU DIA?! " teriak Naruto membuat para Servant kebingungan " Eh? Apanya? " tanya Jeanne kebingungan.

" Hehe, Aku menemukan Metode yang bisa mempermudahkanku melakukan Jutsu ini " jawab Naruto sambil tersenyum. Para Servant yang mendengar itu saling bertatapan bingung.

.

Naruto yang baru mengetahui ada satu metode untuk mempermudah Metode latihan inipun mulai melukai salah satu jarinya lalu mengoleskannya pada senjatanya lalu jamnya. Setelahnya darah yang teroles pada jam dan senjata itupun meresap.

Merasa sudah Naruto mencoba kembali mengeluarkan jaringan darahnya lalu membungkus senjatanya dengan jaringan darahnya. Setelahnya senyuman muncul di bibir Naruto karena jaringan darahnya meresap ke dalam senjata.

" Yosh! " gumam Naruto.

Bwuuuuuush!

Seketika api yang sangat panas mulai muncul dari pedang tersebut dan mulai memanjang beberapa senti meter. Naruto yang melihat hasilnya tersenyum [" Setsutouzuki : Ketsuzueki : Hyuzekizuki : .. "] gantung Naruto sambil mengambil posisi mengayunkan senjatanya [" Alhyutenso Katozenzueki! "] lanjut Naruto mengayunkan senjatanya.

Swuush! Blllaaaar!

Sebuah Gelombang Api langsung keluar dari ayunan senjata Naruto. Gelombang itupun melesat dengan cepat Ke arah Bongkahan Es yang cukup jauh di depannya dan menghantamnya membuat Bongkahan Es tersebut hancur.

Swush! Swush!

Blaar! Blaar!

Narutopun kembali mengayunkan senjatanya dan kali ini api yang membara di pedangnya memanjang dan berubah menjadi pecut Api yang sangat panjang, Setelah merubahnya Naruto mengayunkan senjatanya bagaikan pecut hingga tercipta ledakan ketika ujung pecut mengenai tanah.

Sret! Swush! Tap!

Setelah melakukan hal tersebut Naruto melompat menjauh lalu mengatur jaringan darahnya yang menjadi api berubah menjadi Darah kembali dan mulai melambai-lambai di sekitar Alphador.

" Huft~ " hela Naruto lalu memasang posisi kembali sambil mengembalikan darahnya ke tubuhnya " Akhirnya masalah Jutsu ini selesai juga " lanjut Naruto sambil mengembalikan senjatanya juga.

" Selamat Naru-kun, akhirnya kau berhasil " ucap Tamano sambil memeluk Naruto dari belakang membuat Naruto sedikit terkejut " Tama-chan " gumam Naruto lalu melirik para Servant yang juga mendekatinya.

" Sungguh tidak di sangka kau berhasil menyelesaikan masalah ini dalam waktu beberapa jam saja. " puji Okita tersanjung akan kepintaran Naruto " lalu, bagaimana bisa kau melakukannya Naru-kun? " tanya Jeanne mewakili semuanya.

" Aku teringat karena aku memiliki sebuah cara agar aku bisa menggunakan Jutsu. Awalnya aku tidak bisa melakukan Jutsu satupun maka dari itu aku membuat sistem Blood Conecting. Sistem layaknya pengirim sinyal dan penerima Sinyal, dulu aku memprogram sistem ini dengan cara senjata yang ingin aku kuasai harus terdapat sempel darah dari pemesan senjata tersebut.

Dengan penjelasan lain. Senjata yang di pesan aku buat menggunakan material beserta Sempel darah mereka, Saat pembuatan aku juga menggabungkannya dengan Sempel Darahku, untuk membuat sistem ini berjalan aku menggunakan darahkku dan mengoleskannya pada jam dan di situ Darahku akan di Scan untuk menyalurkan kekuatan dari sempel darah sang pemesan ke darah milikku agar memiliki kekuatan sang pemilik. Namun batas waktu yang bisa aku kuasai waktu itu hanyalah 1 jam. " jelas Naruto secara rinci.

" Begitu mendengar Kontak dari Jeanne aku kepikiran akan sistem ini. Dengan begini masalah Jutsu ini selesai " lanjut Naruto sambil tersenyum senang.

Blush~

Wajah para Servant seketika merona ketika melihat senyum Naruto, tubuh mereka bergerak gelisah bak cacing ' Ya Tuhan... ' batin mereka dalam hati " Yosh! Dengan begini latihanku sudah selesai bukan? " tanya Naruto membuat para Servant tersadar.

" Belum Naru-kun " jawab Arthuria sambil berkecak pinggang " Um? Memang ada lagi? " tanya Naruto bingung. Pasalnya sudah tidak ada teknik lagi yang mesti di latih, justru dia lebih senang mengembangkannya secara sembunyi-sembunyi.

" Untuk mengetes kami sudah mengundang satu orang yang akan Spar denganmu " jelas Miyamoto membuat Naruto terdiam " Eh? " beo Naruto

" Uzumaki Naruto! "

Naruto yang mendengar itu langsung tersentak dan langsung menoleh ke belakang dengan cepat dengan Jikkan yang langsung aktif.

Blaaaaar!

Sebuah ledakan dengan Asap berisikan percikan petir merah seketika terjadi di tempat Naruto berpijak, begitu asap menghilang tampak Naruto saat ini menahan pedang Modred dengan Kami-Uzoki.

Naruto yang melihat siapa yang akan menjadi latihan sparnya menyipitkan matanya " Kau " gumam Naruto " Akhirnya tiba juga, akan aku hajar atas perbuatanmu Uzumaki Naruto! " teriak Modred sambil mendorong senjatanya membuat Naruto terjungkal kebelakang.

Swush! Greb! Duak!

Modred yang akan melakukan serangan seketika terkejut ketika sebuah tangan darah tiba-tiba muncul menahan tangannya membuatnya tidak fokus dan menerima tendangan Naruto membuatnya terpental ke langit.

Sret! Bzit! Swush!

Naruto yang terjungkal mengendalikan tubuhnya lalu mengalirkan tubuhnya Dengan Detroito dan memfokuskan tenaga pada kaki lalu melesat ke udara dimana Modred berada.

Sret! Trank! Boom!

Modred yang melihat Naruto ke arahnya langsung mengayunkan senjatanya ke Arah Naruto dan Naruto membalas serangan Modred dengan senjata di tangan kanannya hingga salin berbenturan membuat ledakan angin di udara.

Trank! Tank! Duak!

Naruto yang melihat celah mendorong senjata Modred lalu menendang kaki Modred hingga berputar lalu memutar posisi senjata di tangan kanannya hingga mengeluarkan Aura biru yang memanjang lalu menghantamkannya ke arah Modrer hingga terpental ke bawah.

Blam! Sret! Wush!

Modred yang terpental langsung mengendalikan tubuhnya hingga dia mendarat dengan sempurna dan saat mendarat Modred mengangkat pedangnya ke atas hingga mengeluarkan Aura Merah besar yang memanjang dan mengayunkannya ke arah Naruto.

Sret! Blam! Blaaaar!

Naruto yang tidak sempat menghindarpun menyilangkan kedua senjatanya membuat aura itu menghantam senjata Naruto namun Naruto harus tetap terdorong ke bawah dan menabrak tanah beserta aura tersebut membuat ledakan di tempat Naruto.

Pyaaarsh!

Baru saja 10 detik setelah Naruto menghantam Tanah di sertai serangan Modred sebuah duri-duri Es tiba-tiba melesat ke arahnya dengan cepat dari tanah dan terus merambat ke arah Modred.

" Kheh! " Decih Modred langsung menghindar ke samping.

Wush! Trank! Blaaaar!

Modred yang menghindar ke samping seketika terkejut ketika Naruto melesat ke arahnya dan memukulnya dengan Aura senjatanya hingga terpental dan menabrak pohon-pohon di belakangnya.

" Kheh! Serangan seperti itu tak akan melukaiku! " teriak Modred mengaliri petir merah di tubuhnya dan melesat dengan cepat ke arah Naruto.

Naruto yang melihat itu mengaliri dirinya dengan Dua petir berwarna Biru dan Kuning lalu melesat dengan cepat ke arah Modred.

Trank! Wush! Trank!

Senjata merekapun saling berbenturan lalu menghilang bersama dan kembali saling membenturkan senjata di tempat lain, hal tersebut terjadi berulang kali.

Naruto yang sudah lelah mengeluarkan jaringan darahnya dan menyatukannya dengan Kami-Uzoki miliknya membuat Kami-Uzoki menjadi pecut

Swush! Grep!

Naruto yang melihat Modred akan melesat ke arahnya langsung mengayunkan darahnya hingga melilit di tangan Modred lalu menarik Modred ke arahnya.

Swush! Blaaaaar!

Modred yang melihat dirinya di tarik mengalirkan Energinya ke pedang yang ada di tangan satunya lagi di mana tangannya tidak tertarik darah Naruto lalu mengayunkan senjatanya begitu dekat dengan Naruto membuat ledakan besar di tempat Naruto.

Begitu ledakan mereda, tampak sisi Kiri Naruto terdapat lengan yang terbungkus Bongakahan Es yang menahan pedang Modred sementara serangan Naruto berhasil di tangkis oleh Modred dengan satu tangan yang mencengkeram pergelangan Naruto

' Guh! Dia kuat.. Tidak salah dia salah satu Servant ' batin Naruto sambil berusaha menahan pedang Modred dan sakit di tangannya " Kau boleh juga, tapi kali ini... "

" Sudah Cukup! "

Duak!

Secara tiba-tiba Nobunaga muncul dan memukul kepala Modred hingga terjatuh, Naruto yang merasa keadaan aman menjaga jarak sambil menghilangkan es di tangannya dan menarik kembali jaringan darahnya yang menyatu dengan senjatanya.

" Kau ini! Begitu mendengar ini kau langsung semangat hah! Padahal aku sudah aku beritahu biarkan yang lain mengurusnya " bentak Nobunaga sambil mengangkat sedikit tubuh Modred yang pingsan.

" Nobu-san? " gumam Naruto membuat Nobunaga menoleh ke arahnya " Oh, Naruto-sama. Gomen atas tindakannya, aku tahu kau lelah habis latihan dengan mereka, tapi dia sangat tidak tahan jika menyangkut bertarung " ucap Nobunaga meminta maaf.

" Mou~ padahal tinggal sedikit lagi. Kau selalu mengganggu Nobu " gerutu Okita datang bersama yang lain " kalian juga. Kalian sudah tahu Naruto-sama pasti kelelahan karena berlatih dengan kalian. Kenapa pula kalian memaksanya Spar dengan orang di atasnya. Bagaimana jika dia pingsan lagi " omel Nobunaga membuat para servant yang melatih Naruto tertawa pelan tak berdosa.

" Maa~ sudahlah, tidak perlu di perpanjang. Aku tidak mempermasalahkannya " ucap Naruto menenangkan semuanya hingga membuat mereka menatapnya " Dan Juga dari dulu aku ingin menanyakan ini pada kalian. Sejujurnya dari mana kalian mendapatkan kekuatan kalian ini? Dan juga bagaimana bisa kalian mendapat gelar Servant? dan kapan kalian menjadi pasukan balik bayang Hokage? " tanya Naruto.

Pasukan Servant yang mendengar itu saling bertatapan kecuali Modred yang pingsan " Bisa di bilang, ini kekuatan kami dari kecil " jawab Nobunaga membuat Naruto mendengarkan dengan baik " Kekuatan kami di beri nama Genkasentsu. Kekuatan yang melebihi Kekkei Genkai maupun Touta. Kekuatan ini di bilang sangat istimewa dan tidak banyak yang memiliki kekuatan seperti ini. " lanjut Scathach sambil ikut menjelaskan.

" Kira-kira kekuatan ini sudah muncul sejak umur kami 6 tahun. Hokage mengetahui hal ini sejak terjadi Insiden penyerangan Konoha, kalau tidak salah... " gumam Miyamoto sambil berusaha mengingat " Insiden Konoha terjadi pada 20 Mei 2072. Jika seperti itu... Berarti umur kalian sekarang 24 tahun bukan? " ujar Naruto sambil menatap para Servant.

" Maa~ begitulah " jawab Tomoe " Jika begitu bukankah seharusnya aku memanggil kalian Nee-san? " tanya Naruto

" Tidak boleh Naru-kun. Sebagai pasangan kau tidak boleh membedakan berdasarkan status Usia " peringat Anastasia membuat Naruto terdiam sesaat lalu menghela nafasnya " Baiklah " ujar Naruto

" Insiden Konoha adalah sebuah Insiden di mana Kota Konoha di serang oleh negara yang tidak di ketahui. Negara itu Membuat Konoha Hancur 50% dan Negara tersebut mundur karena pemimpin mati dan beberapa pasukan mati mengenaskan. Di katakan itu adalah Insiden terseram yang membuat Konoha tidak pernah di serang hingga sekarang " gumam Naruto mengingat sejarah tersebut karena dia pernah membacanya di catatan sejarah

Para Servant yang mendengar itu terdiam dengan wajah tertunduk, Arthuria yang melihat tingkah teman-temannya hanya bisa terdiam dengan senyum lirih. Naruto yang menyadari perubahan sikap Para Servant terdiam sesaat lalu menghela nafasnya.

" Hah~ sudahlah. Lagi pula kejadian itu bukan salah kalian " Tubuh para Servant tersentak " Lagi pula Kota waktu itu di serang. Jika kalian tidak melakukannya mungkin Konoha telah hancur dan kalian juga akan mati dari dulu. Jadi kalian tidak perlu merasa bersalah, biarlah yang berlalu tetap berlalu " lanjut Naruto sambil tersenyum kepada para Servant.

" Kau... "

" Membenci kalian? Dengan alasan apa? Aku tidak akan pernah membenci orang tanpa ada alasannya " potong Naruto dengan mantap membuat para Servant mengangkat wajahnya sambil tersenyum " Naru-kun/Naruto-sama " gumam mereka

Arthuria yang senang melihat perilaku calon Suaminya berlari ke arah Naruto dan memeluknya erat, Naruto yang di peluk oleh Arthuria sedikit terkejut lalu mengelus rambut Arthuria pelan sambil tersenyum tipis ' Apa kau juga Arthuria-chan ' batin Naruto.

" Satte.. Kita hentikan sampai di sini saja pembahasan ini. Setidaknya sisanya aku sudah menebak bagaimana kelanjutannya " ucap Naruto membuat semua menatapnya " Jaa~ Ikuyo.. Kita kembali " ajak Naruto sambil tersenyum.

.

Skip Time

DSA Weapon Dragon, Kamar Naruto

18.00 PM

.

Setelah kembali dari latihannya Naruto langsung menuju kamarnya dan melakukan ritualnya untuk menghilangkan kotoran di tubuhnya. Naruto yang di siram Shower di atasnya diam dalam keadaan berdiri membiarkan tubuhnya terus di siram air.

" Insiden Konoha... Di lakukan oleh negara yang tak di ketahui dan berhasil membuat Konoha hancur 50%... Namun insiden terhenti di mana negara yang menyerang mundur karena pemimpin mereka dan beberapa pasukan mati di tangan Anak berusia 6 tahun... " gumam Naruto.

Bayangan para Servant saat umur 6 tahun memasuki dan terlitas di otaknya di mana para Servant kecil membunuh mereka dalam keadaan tidak sadar " Setelah itu Hokage mengadobsi mereka dan melatih mereka hingga akhirnya menjadi pasukan balik bayang Hokage " lanjut Naruto.

" dan di katakan insiden ini terjadi karena tujuan mereka menyerang dua orang dari Konoha " gumam Naruto lagi " Namikaze Minato dan Namikaze Kushina " gumam Naruto.

Setelah menyebutkan nama tersebut Naruto terdiam kembali Bayangan-Bayangan saat dirinya kecil terlintas di kepalanya dimana dia juga pernah membunuh saat kecil tanpa sadar.

Naruto yang mengingat itu menghela nafasnya lalu mematikan Showernya lalu mengeringkan dirinya sambil memakai pakaiannya kembali.

Pst!

" Yo! Naruto! " sapa Jiraiya sambil memasuki kamar Naruto, Naruto yang baru saja keluar dengan pakaian lengkap menatap Jiraiya dengan raut kebingungan " Ada Apa Ero-Jiji? " tanya Naruto.

" Guh! Kejam sekali, setidaknya hilangkan Embel Ero itu " gerutu Jiraiya " Tapi bagiku kau tetaplah Ero " balas Naruto santai membuat Jiraiya menghela nafasnya.

" Sudahlah lupakan saja. Jadi bagaimana latihanmu? Aku dengar kau di latih oleh Para Servant Hokage? " Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat " Apa Asia-chan yang memberitahu? " tanya Naruto dan di balas Anggukan oleh Jiraiya.

" Hahh~ " hela Naruto " Sudah selesai. Aku tinggal mengembangkannya saja " lanjut Naruto Sambil berjalan menjauh dari Jiraiya.

" Berarti Besok kau bebas bukan? "

" Maa~ begitulah "

" Kalau begitu, besok ikut denganku untuk Latihan? "

" Hah?! " kejut Naruto langsung berbalik menatap Jiraiya.

" Aku akan mengajarkan sebuah Jutsu yang pasti sangat cocok denganmu dan aku yakin kau pasti bisa mengembangkan Jutsu ini " ujar Jiraiya sambil mengarahkan tangannya ke depan dengan telapak tangan ke atas.

Tsh~ Twush~ swuuush~

Seketika Di tangan Jiraiya terbentuk sebuah Bola Spiral berwarna biru yang berputar dengan cepat di sertai hembusan Angin, Naruto yang melihat itu terpaku akan Jutsu Jiraiya.

" Nama Jutsu ini Rasengan " ucap Jiraiya dengan bangga " Ini adalah Jutsu Ciptaanku Sendiri " lanjutnya.

" Rase... ngan " gagap Naruto.

Bwush~

Bola Spiral itupun menghilang dari tangan Jiraiya dengan sendirinya " Jadi... Bagaimana Uzumaki Naruto... Apa kau tertarik? "

Naruto yang mendengar itu menatap telapak tangannya " Aku tidak tahu apa aku siap atau Tidak. Tapi... " gumam Naruto sambil mengepalkan tangannya " Tidak ada salahnya mencoba " jawab Naruto penuh tekad membuat Jiraiya tersenyum puas.

" Yosh, Dengan begini. Besok! "

.

.

" Pelatihan Rasengan Akan di laksanakan "

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya Di Naruto : The Dragon Future

" Jadi Apa saja yang aku harus lakukan Untuk mempelajari Jutsu tersebut "

" Bolehkah aku melihat tahapan berikutnya? Aku ingin mempelajarinya semua secara sekaligus "

" Souka... Aku paham "

" Khe-Hehehe, Akhirnya aku berhasil "

.

Selanjutnya Chapter 35 : Dragons Champions Arc IV : Slice Of Life : The Spiral Wind

.

Note : Yo! Minna akhirnya bisa Up nih.

Gomen jika terlalu lama Up, saya memiliki banyak pekerjaan jadi harap di maklumi jika kalian berpikir Cuma Alasan ya silahkan gantikan saya, saya tahu pasti ada yang berpikiran kayak begitu.

Huft~ sudahlah kita lanjutkan membahas Chap Kali ini. Seperti Cerita Di atas, Di Chapter ini sudah di jelaskan mengenai Kekuatan Setsutouzuki, Dan juga penjelasan-Penjelasan yang ane usahakan buat agar kalian memahaminya.

Cukup banyak Misteri dari Setsutouzuki tapi saya belum menunjukkan semua. Lalu kenapa hanya MCnya saja yang terlihat tambah kuat sementara yang lain terlihat lemah, dan juga kenapa hanya Latihan MC saja di buatkan.

Tenang oke? Saya sudah menyiapkan Cerita ini dengan Matang jadi ane sudah siapkan semuanya. Lalu Oc baru yaitu Oda Nobunaga, Modred dan Nero? Mereka adalah Karakter Fate semua. Mereka tidak ada hubungan dengan Holy Grail atau Apapun. Penjelasan kenapa mereka di beri julukan Servant karena mereka adalah orang-orang yang melindungi Konoha dengan kekuatan yang luar biasa.

Kalian pasti bertanya kenapa banyak Oc dari anime lain? Seperti yang saya katakan, Kerangka sudah ada.

Lalu Chapter Depan... Rasengan... Ini nih Chapter yang pasti kalian tunggu dan juga beberapa Chapter menegangkan di Arc IV. Jujur ini baru awal loh, belum sampai tengah Cerita ini.

Maa~ kita Cukupkan sampai di sini saja Kali ini. Semoga kalian puas dengan Cerita kali ini. Saya Author Setsutouzuki undur diri

Please Review