Pengumuman pada Reader
Hai, Saya Author Setsutouzuki meminta maaf kepada kalian yang telah mengirimkan nomor kalian untuk Gabung FNI, benar-benar maaf sekali. Saya tidak bisa memasukkan kalian karena Grub telah Full, jadi sesi mengundang saya tutup. Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Terserah kalian ingin mengataiku apa tapi itulah faktanya.
Saya Author dari Naruto :The Dragon Future undur diri salam
Setsutouzuki
.
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Little Romance, Humor, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 35 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : The Spiral Of Wind
.
Senin, 10 Desember 2090
DSA Weapon Dragon, Kamar Naruto
07.00 AM
.
Di pagi hari yang cerah tampak di kamar Naruto, saat ini Naruto tengah mengemas barang-barangnya ke dalam sebuah tas, Kenapa Naruto melakukan itu? Itu karena Naruto akan melakukan latihannya bersama Jiraiya untuk melatih Jutsu bernama Rasengan, selagi Naruto mengemas, Naruto juga merapikan kamarnya yang tampak berantakan karena dirinya juga tidak tahu kapan akan kembali.
Naruto yang telah selesai berkemas mengelap keringat di dahinya sambil menghela nafasnya. " Yosh! Sudah semua " gumam Naruto sambil menatap kamarnya yang sudah rapi.
" Satte~ saatnya membersihkan diri, aku Yakin Ero-jiji sudah menunggu " gumam Naruto sambil berjalan ke arah mandinya.
Beberapa menit berlalu akhirnya Naruto keluar dengan celana hitam panjangnya sambil mengeringkan tubuh atletisnya. Naruto yang memejamkan matanya sambil mengeringkan tubuhnya seketika tersentak ada yang menariknya dan mendorongnya berbaring di kasur.
" A-Asia-chan " kejut Naruto ketika melihat Asia, Naruto yang ingin kabur terhenti ketika Asia menindihnya untuk tidak kabur, Naruto yang di tahan Asia meneguk ludahnya " A-Ada Apa Asia-chan? "
" Aku dengar Nii-chan akan berlatih dengan Tou-san, apa itu benar? " Tanya Asia, Naruto yang mendengar itu mengangguk pelan " Berapa lama? "
" Aku tidak tahu pasti, tapi... Kira-Kira 3 Hari " jawab Naruto, Asia yang mendengar itu terdiam dan tanpa di sangka dengan gerakan cepat Asia mencium Naruto dan mendorong kepalanya agar ciuman semakin dalam
Naruto yang di cium Asia terkejut karena Asia menciumnya secara tiba-tiba, dirinya ingin melepaskan ciuman Asia, Namun Naruto harus terkejut ketika tangan Asia menahan tangannya dengan kuat.
Naruto yang ingin memberontak seketika terhenti, dirinya baru sadar kenapa Asia melakukan ini. Ciuman itupun terlepas dan memperlihatkan benang saliva menjembatani kedua bibir tersebut.
" Asia-chan... " gumam Naruto sambil menatap Asia yang menatapnya sendu " Gomen Nii-chan... Aku... " sendu Asia.
" Tidak apa, lakukanlah sepuasmu. Aku akan menerimanya " ucap Naruto membuat Asia sedikit tersentak.
Cupp~
Dengan senang hati Asia mencium bibir Naruto dengan mesra dan Naruto menerimanya dengan senang hati. Kenapa Asia menciumnya adalah karena Asia pasti akan sangat merindukannya. Biasanya Asia akan menciumnya dimanapun saat dirinya di rumah dan dia sudah terbiasa akan kelakuan Asia.
Ciuman itupun berubah menjadi panas di mana lidah Naruto dan Asia saling membelit satu sama lain. Naruto yang tahu Asia belum puas hanya memejamkan matanya membiarkan Asia mengendalikan permainan hingga dia puas.
" Fuuah~ " ciuman itupun terlepas kembali dan membuat jembatan Saliva kembali. Asia yang terengah-engahpun langsung membaringkan diri di atas tubuh Naruto.
" Kau sudah puas Asia-chan? " tanya Naruto sambil mengelus rambut Asia " Ha'i, Aku sudah puas Nii-chan " jawab Asia sambil tersenyum.
" Bersabarlah Asia-chan. Setelah aku kembali kau boleh melakukannya lagi sepuasmu " ucap Naruto membuat Asia mengangkat kepalanya menatapnya Antusias.
" Janji? " tanya Asia " Aku Janji " jawab Naruto sambil tersenyum, Asia yang melihat itupun ikut tersenyum.
" Baiklah Aku terima Nii-chan " ucap Asia lalu mencium bibir Naruto singkat " Dan juga, kembalilah dengan selamat Nii-chan " pinta Asia, Naruto yang mendengar itu tersenyum
" Tentu Saja "
.
Skip Time
10.00 AM.
.
Tap! Tap!
Setelah berpamitan dengan seluruh kelompoknya, Akhirnya Naruto berangkat bersama Jiraiya sambil berjalan Kaki menuju suatu tempat. Naruto yang berjalan sedikit di belakang Jiraiya hanya diam sambil menyentuh bibirnya dengan wajah memerah.
" Ada Apa Naruto? " tanya Jiraiya membuat Naruto terkejut " A-Ah, tidak ada apa-apa " jawab Naruto sambil mengalihkan wajahnya.
" Enak sekali ya~. Di cium oleh para calon Istri " goda Jiraiya membuat Naruto tersentak " URUSAI NA!? Sebaiknya kau diam Ero-Jiji! " balas Naruto setengah berteriak.
Memang benar, saat berpamitan Naruto harus memberi ciuman pada Calon-Calon Istrinya, jika tidak pasti mereka akan meminta jatah yang lebih parah lagi.
" Selain itu dimana Kita Akan berlatih? Sejak tadi kita berjalan di sekitar Kazo? " tanya Naruto sambil berjalan tenang dan sesekali menghindar karena banyak penunggang Naga berlalu lanang di Kota.
" Naruto selama latihan kau harus bersabar, karena setiap latihan pasti ada hasilnya " ujar Jiraiya membuat Naruto menatap datar dirinya " Kau hanya ingin mengintip bukan? " tanya Naruto membuat Jiraiya tersenyum bangga.
" Hahh~ terserahlah " ucap Naruto sambil menghela nafasnya " Beritahu aku lokasi tujuan, Aku akan ke sana lebih dulu " lanjut Naruto.
" Hm, itu ada di Pegunungan Kesamaru. " jawab Jiraiya membuat Alis Naruto berkedut " BUKANKAH JARAKNYA 10 KM DARI SINI?! LALU KENAPA HARUS JALAN KAKI?! " teriak Naruto membuat Jiraiya tertawa tanpa dosa.
" Kau Harus Tahu Naruto, Setiap latihan pasti ada langkah-langkah untuk menyelesaikan latihan tersebut dan Juga Latihan tidak perlu buru-buru, maka dari itu kita akan melakukannya secara perlahan dan sesuai langkah-langkahnya " ucap Jiraiya menjelaskan namun Naruto malah menatap dirinya datar.
" Kau sudah berjanji melatihku dalam 3 Hari bukan? Lalu di mana Janjimu? Apa itu Janji Palsu? Janji yang mirip dengan orang tuaku? " Jiraiya yang mendengar pertanyaan beruntun Naruto terdiam, apa lagi saat mendengar pertanyaan terakhir Naruto yang menyangkut orang tuanya.
" Naruto.. Apa kau masih membenci mereka? " tanya Jiraiya sambil menghentikan langkahnya " Kebencianku tidak akan pernah hilang jika perasaanku di mainkan. " jawab Naruto dengan datar.
" Akan lebih baik kalau mereka mati "
Plak!
Dengan keras Jiraiya menampar Naruto membuat Masyarakat terkejut, Naruto yang di tampar hanya diam menerima tamparan Jiraiya.
" Apa kau sudah kehilangan akal?! "
" Cuih! Kau pikir siapa yang membuatku begini? " tanya Naruto santai sambil meludah darahnya " Walau kau menghajarku berapa kali perasaan ini tidak akan menghilang " lanjut Naruto. Jiraiya yang mendengar itu diam tanpa membalas ucapan Naruto
" Cih! Terserahlah. Aku tidak peduli jika kau mau melatihku atau tidak, dan jangan pernah membahas mereka lagi. Jika kau ingin melatihku, selesaikan urusanmu dalam 3 Jam atau aku akan membuatmu berbaring di rumah sakit Ero-jiji " decih Naruto lalu membuat sayap dari darahnya dan terbang menuju lokasi yang di beritahu Jiraiya.
Jiraiya yang di tinggal Naruto masih diam di tempatnya sambil mengepalkan tangannya. Dirinya sudah menampar Naruto karena Emosinya, tapi Emosi Naruto lebih besar darinya.
Dirinya tahu bahwa Naruto tidak akan pernah bisa memaafkan keluarganya yang meninggalkannya selama 17 tahun. Tapi tidakkah ada sedikit cahaya di hatinya untuk keluarganya.
" Cih! " Decih Jiraiya lalu melangkahkan kakinya kembali, dirinya menulikan pendengarannya ketika mendengar bisik-bisik masyarakat mengenai dirinya ketika menampar Naruto tadi.
.
Pegunungan Kesamaru
11.00 AM
.
Wush! Blam!
Setelah satu jam terbang akhirnya Naruto sampai di pegunungan Kesamaru, sebuah pegunungan yang jaraknya sekitar 13 Km dari Tokyo. Gunung Kesamaru terletak di Tonemachi Neri Numata, Gunma Prefecture 378-0312.
Sampai di lokasi tujuan Naruto mendarat dengan keras hingga membuat sebuah ledakan sedang di gunung tersebut. Darah Naruto yang awalnya menjadi sayap berubah dan langsung membungkus kedua tangan Naruto.
" HUOOORAAAAA! " teriak Naruto meluapkan Emosinya sambil mengayunkan kedua tangannya
Blaaar! Blaaaar! Blaaar!
Ledakan besarpun terjadi di mana Darah Naruto yang membungkus tangan Naruto pecah dengan menyebar dengan luas dan menghancurkan tanah di sekitar Naruto dalam radius 20 meter.
" Ghh! " saat akan mengamuk kembali Gerakan Naruto terhenti karena tubuhnya menolak perintahnya " Tenangkan Dirimu, tidak ada gunanya mengamuk di gunung yang tidak bersalah "
Naruto yang mendengar itu mengendalikan Emosinya agar tenang, setelah tenang Naruto kembali ke posisi santai sambil mengembalikan darahnya ke tubuh.
" Gomenasai, Aku terlalu terbawa suasana " Ucap Naruto meminta maaf " Sudahlah lupakan saja. Aku tahu perasaanmu, tapi sekarang tenangkan dirimu dan fokus pada latihanmu "
" Selagi menunggunya, ada lebih baik kau meningkatkan Jutsu-Jutsu yang di ajari oleh para Calon Istrimu itu " Naruto yang mendengar itu sedikit menimbang, tidak ada salahnya dia melakukannya. Apa lagi dia harus menunggu Jiraiya menemuinya.
" Bukan Ide buruk " jawab Naruto sambil membungkus tangannya kembali dengan jaringan darah dan memulai latihannya.
.
Dead Forest
12.00 PM.
.
Sementara itu di hutan kematian, tampak saat ini para Naga Kitrugon tengah bekerja sama membuat sebuah tempat tinggal dengan cara menumpukkan pohon-pohon besar yang ada di hutan kematian.
Whitegon dalam wujud manusianya yang memiliki Nama Charlotte tersenyum ketika melihat teman-temannya saling bekerja Sama membangun tempat Tinggal seperti Gua tapi dari Pepohonan.
Mata Emas Charlotte seketika beralih pada Sosok Perempuan berambut merah ke kuningan tengah duduk di sebuah batu sambil melamun seperti memikirkan Sesuatu.
Melihat itu, Charlotte mendekati Wanita itu " Ada Apa Yasaka-chan? " Yasaka yang melamun seketika tersentak " Charlotte-chan " gumam Yasaka ketika melihat Charlotte berdiri di depannya.
" Ada apa? Kau tampak melamun? Apa yang kau pikirkan? " tanya Charlotte ulang. Yasaka yang di tanyai menundukkan wajahnya " Dua Hari yang lalu aku dapat pesan dari Whellgon, Dia ingin kita dalam waktu dekat untuk menemuinya, dan dia ingin melihatku datang dengan seorang partner " jawab Yasaka membuat Charlotte sedikit tersentak.
" Whellgon ya... " gumam Charlotte sambil menyentuh dagunya berpikir " Lalu bagaimana? Perintah Whellgon adalah Mutlak, kau tidak mungkin membantahnya " tanya Charlotte.
" Aku tahu. M-Maka dari itu aku memutuskan akan Membuat Kontrak Dengannya " jawab Yasaka sambil mengalihkan pandangannya, Charlotte yang mendengar dan melihat tingkah Yasaka tersenyum.
Karena pada akhirnya Yasaka akan menerimanya " Ara~ Ara~ " goda Charlotte membuat Yasaka gelagapan " J-Jangan salah paham Ya! Aku melakukannya karena tidak ada pilihan lain! " ujar Yasaka hingga tergagap.
" Kau Yakin? Karena jika sudah membuat Kontrak kalian harus selalu bersama hingga salah satu dari kalian mati "
Yasaka yang mendengar itu melenguh pelan " Aku tahu. Tapi... " , " Selain dia tidak ada yang lebih dekat dengan kita bukan? " ucap Charlotte, Yasaka yang mendengar itu diam sambil mengalihkan pandangannya.
Melihat Itu Charlotte sudah bisa menebak jika yang dia ucapkan adalah benar " Maa~ jangan Khawatir, pilihanmu sudah tepat kok. " ucap Charlotte membuat Yasaka meliriknya.
" Karena nanti kau akan membuat Kontrak dengan Naruto-kun. Maka... " jeda Charlotte sambil tersenyum " Jaga Naruto-kun dengan baik ya, Yasaka-chan "
.
.
Mount Kesamaru.
13.00 PM
.
3 Jam berlalu dan Jiraiya akhirnya sampai di tempat yang menjadi lokasi di mana dirinya akan melatih Naruto, Jiraiya yang sudah sampai menatap sekitar untuk mencari keberadaan Naruto, hingga dia menemukan orang yang dia cari saat ini berbaring di bidang miring Gunung dengan terlelap.
Jiraiya pun mendekati Naruto dan alangkah kejutnya dia ketika melihat keadaan Naruto yang berantakan, dirinya yakin bahwa Naruto melatih Jutsu-Jutsunya sebelum dirinya datang.
Jiraiya pun menatap wajah Naruto yang tampak tenang saat ini, melihat wajah Naruto membuatnya teringat akan kejadian tadi pagi.
Dirinya tahu Naruto memiliki berbagai Emosional di dalam dirinya, tapi dirinya hanya tidak bisa tahan melihat Naruto membenci keluarganya bahkan mendoakan keluarganya tidak pernah ada.
Dirinya juga tahu kenapa Naruto seperti ini, karena tugasnya menjadi Kepala DSA Weapon Dragon dan Tugas Tsunade sebagai kepala Sekolah, Naruto hanya sedikit mendapat kasih sayang.
Dari kecil Naruto tidak pernah merengek atau apapun layaknya anak kecil biasanya, dirinya bersikap layaknya orang dewasa di luar, tapi di dalamnya dia sangat rapuh dan mudah kapan saja hancur.
Mengenyahkan hal tersebut untuk saat ini, Jiraiyapun memutuskan untuk membangunkan Naruto dengan menggoyangkan tubuh Naruto pelan.
Naruto yang merasakan tubuhnya di goyang membuka matanya dan dia bisa melihat Jiraiya ada di sampingnya " Bangunlah, sudah saatnya berlatih " ucap Jiraiya membuat Naruto mengerjap pelan lalu mengubah posisi berbaringnya menjadi terduduk
" Naruto.. Mengenai yang tadi... "
" Sudahlah. Lupakan saja. Aku tidak ingin membahas itu sekarang " potong Naruto membuat Jiraiya hanya bisa tersenyum masam " Baiklah " Balas Jiraiya mulai bangkit lalu berdiri menghadap Naruto.
" Jadi apa saja yang harus aku lakukan untuk mempelajari Jutsu tersebut "
" Baiklah kita mulai latihanmu Naruto " ucap Jiraiya sambil mengeluarkan sebuah Tabung Hologram lalu mengeluarkan Tiga Tas berisikan balon-balon karet.
" Balon? " gumam Naruto bingung " Tangkap! " ujar Jiraiya melempar pelan sebuah Balon Karet ke arah Naruto.
Dengan Refleks Naruto menangkap Balon tersebut dengan alis terangkat " Balon Air? " gumam Naruto " Benar, Sebelum menguasai Jutsu Rasengan, kau harus menyelesaikan tahap-tahap ini " ucap Jiraiya menjelaskan.
" Kau harus bisa menghancurkan Balon ini dengan menggunakan Element Angin, Putar Air di dalam Balon Air hingga balon Air pecah " jelas Jiraiya menunjukkan Balon Air di tangannya mulai bergerak dan mulai mencuat dan...
Plash!
Balon air tersebut hancur membuat air di dalam balon Hancur. Naruto yang melihat itu menggumam pelan lalu mencoba melakukannya tapi yang ada air di dalamnya hanya berputar satu arah. Naruto yang kebingunganpun menatap Jiraiya.
" Kenapa Tidak mau? "
" Ah, Aku lupa, saat memutar Air di dalamnya kau harus putaran Rotasi yang memenuhi Balon dan jangan menggunakan Jutsu Angin di dalamnya, Gunakan Energimu untuk menggerakkan Air " jelas Jiraiya lagi membuat Naruto terdiam, dirinya masih belum mengerti.
Tak ingin bertanya lagi, Naruto mencoba mengalirkan Energinya dan mencoba memutar Air di dalamnya menyesuaikan bentuk balon, namun tetap saja Balon belum mau pecah.
" Ck, Susah sekali " Decak Naruto kesal " kenapa harus ada tahapannya? Kenapa tidak langsung saja Ero-jiji?"
" Jutsu ini adalah Rank S dan tidak mudah untuk menguasainya dan juga... "
" Jutsu ini ciptaan ayahmu " Naruto yang mendengar itu tersentak " Ayahmu mengajarkannya padaku dan sekarang aku mengajarinya padamu, Selain aku dan ayahmu tidak ada siapapun yang bisa menguasai Teknik ini. " jelas Jiraiya.
" Lalu kenapa kau mengajarkan jutsu ini padaku? " tanya Naruto " Karena aku dan ayahmu percaya bahwa kau mampu menguasai Teknik ini " jawab Jiraiya dengan mantap.
Naruto yang mendengar Jawaban Jiraiya hanya diam, dirinya bingung harus bereaksi seperti apa " Jaa~ aku tinggal Dulu, cobalah lakukan dulu. Jika berhasil tunjukkan Hasilnya padaku ya " ucap Jiraiya lalu melangkah meninggalkan Naruto yang terdiam.
" Percaya... Padaku.. " gumam Naruto sambil menatap Balon di tangannya. Mata Narutopun menatap Jiraiya yang sudah menjauh darinya dan setelahnya dengan bersungguh-sungguh Naruto mencoba memecahkan Balon tersebut dengan cara yang di beritahu oleh Jiraiya.
.
DSA Weapon Dragon
14.00
.
Sementara itu Di DSA tepatnya di kamar Teaju, tampak saat ini Tearju dan Rosswaisse tengah berkotak-katik dengan Layar Hologram di depannya dengan gambar sebuah pulau melayang yang di bawa 10 Kapal besar.
" Benar-Benar tidak terduga ya " gumam Rosswaisse " Um, Pelindung pulau mulai melemah, tapi pelindung tetap tidak bisa di hancurkan. " timpal Tearju
Ya, Mereka saat ini mengecek keadaan Pulau Kitrugon, Pulau Kitrugon masih ada di atas America dan Penelitian tetap berlanjut dengan bantuan rekan-rekan Tearju dan Rosswaisse di America.
Dan setelah kepergian Naruto, Mereka mendapat pesan bahwa Pelindung yang melindungi Pulau Kitrugon mulai melemah, mendengar itu Rosswaisse memberi perintah pada anggota DSA America mencoba untuk menghancurkan Pelindung. Tapi tepat tidak bisa di hancurkan.
Rosswaisse yang mengingat itu mendecih pelan " Ne Tear, Berapa lama pelindung tersebut akan semakin melemah? " tanya Rosswaisse " Jangan terburu-buru Ross, Kau ingat bukan peringatan Naruto-kun, Dia sudah menemukan Kuncinya jadi kita tinggal menunggu saja " jawab Tearju membuat Rosswaisse mengembungkan pipinya.
.
Kamar Asia.
.
Sementara itu Di kamar Asia, tampak saat ini Asia tengah berbaring di kasurnya sambil bergerak gelisah, dirinya sesekali mengecap bibirnya lalu bergerak gelisah kembali. ' Nii-chan ' batin Asia
' Mou~ cepatlah kembali '
Dia baru saja pergi selama 4 Jam dan kau sudah tidak tahan, Ckckck. Dasar Incest Lover.
.
Kiba Yuuto
.
Di sisi Lain, salah satu kelompok Naruto yaitu Yuuto Kiba tengah berlatih di ruang kendo yang ada di Akademi seorang diri. Dirinya melatih kemampuan pedangnya agar suatu saat kemampuannya bisa menyamai Naruto
Mengingat itu Kiba benar-benar tidak percaya bahwa Naruto berkembang pesat dengan Teknik-Teknik baru, dirinya_ tidak_ lebih tepatnya mereka, Anggota Whitefox sangat iri karena perkembangan Naruto.
Bahkan Naruto berperan banyak di Kelompok ini, sementara mereka hanya bisa memberikan semaksimal kekuatan mereka yang berujung 50% kegagalan, sementara Naruto mengeluarkan seluruh tenaganya dengan pencapaian 100%.
Kiba benar-benar iri. Di saat mereka terdesak Narutolah yang menyelamatkan mereka dan karena Naruto pula mereka bisa sampai di sini saat ini. Kiba yang mengingat itu menggelengkan kepalanya dan memfokuskan latihannya.
" Tunggulah Danchou, Suatu saat kami pasti bisa mengikutimu, Karena itu... " gumam Kiba sambil mengeratkan genggamannya pada senjata kayu di tangannya " Tolong jangan putuskan jembatan cahayamu, Danchou! "
Lanjut Kiba lalu melesat dengan cepat
.
Omachi, Kediaman Pen Dragon.
.
Sementara itu di kediaman Pen Dragon, tampak saat ini Arthuria tengah berlatih pedang di halaman belakang kediaman Pen Dragon di temani oleh Arthur yang menjadi teman Latihan.
Sementara di Teras belakang Rumah tampak Le Fay saat ini duduk sambil melihat secarik foto di tangannya dengan rona di pipinya.
Trank! Trank!
Kedua pedang dari Keluarga Clan Pen Dragon itupun mulai beradu dengan sangat cepat membuat dentingan yang sangat keras di sertai percikan api.
Trank! Wush! Tap!
Kedua pedang yang saling berbenturan itupun mulai berhenti, Arthuria dan Arthur yang melihat itu mulai menjaga jarak sambil mengatur nafas mereka.
Arthur yang merasa sudah tenang, menyiapkan pedangnya sambil menatap intens Kakaknya yang berdiri tenang di depannya berusaha untuk mencari celah yang bisa dia gunakan untuk mengalahkan kakaknya.
Sret! Wush!
Arthur yang melihat celah langsung memasang posisi lalu melesat ke arah Arthuria dengan cepat, Arthuria yang melihat itu memasang posisi Siaga.
Sring! Trank!
Setelah di dekat Arthuria, Arthur mengayunkan pedangnya dari kanan mencari bagian tubuh kiri Arthuria, namun Dengan cepat Arthuria mematahkan serangan Arthur dari bawah membuat pedang Arthur terangkat ke atas.
Sret! Duak! Bruk! Sring!
Kiba yang ingin memberikan serangan berikutnya terhenti karena kakinya di tendang oleh Arthuria membuatnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Saat akan membalas Arthuria telah lebih dulu mengacungkan senjatanya ke arahnya.
" Sudah selesai " ucap Arthuria membuat Arthur sedikit terkejut karena harus kalah lagi dari kakaknya. Ya, Arthur sudah sering berlatih dengan Kakaknya dan hasilnya dirinya tidak pernah bisa menang melawan Kakaknya.
Arthuria pun menyimpan senjatanya lalu mengulurkan tangannya pada Arthur, Arthur yang melihat itu tersenyum lalu menerima uluran tangan Arthuria dan mulai berdiri
" Kau terlalu Fokus pada satu celah Arthur, lain kali usahakan cari celah lain lalu lakukan serangan dengan cepat, jangan biarkan musuhmu mendapat celah walau itu sedetik " ucap Arthuria memberi nasehat pada Arthur
Arthur yang mendengar nasehat Arthuria tersenyum, setiap dia kalah kakaknya akan memberinya Nasehat dan Strategi untuk ke depannya, dirinya cukup senang mendengar itu. Biar berapa kalipun dia kalah, dirinya bisa mendapat strategi dan cara menggunakan senjata yang benar dari kakaknya yang ahli senjata di keluarga Pen Dragon.
" Arigato Nee-sama atas latihan Sparnya " ucap Arthur berterima kasih, sementara Arthuria hanya mengangguk pelan. Arthur yang melihat Ekspresi kakaknya tampak berbeda menaikkan sebelah alisnya " Ada Apa Nee-sama? "
" Tidak.. Tidak ada apa-apa " jawab Arthuria sambil memunggungi Arthur. Arthur yang melihat tingkah Kakaknya menaikkan sebelah alisnya " Apakah ini ada hubungannya dengan Naruto? " tebak Arthur membuat tubuh Arthuria menegang.
Melihat reaksi tubuh Arthuria, Arthur menyeringai kecil " Hah~ dia baru saja pergi sekitar 4 jam yang lalu, dan Kau sudah khawatir Nee-sama? " goda Arthur
" U-Urusai, Apa salah jika khawatir pada suamiku sendiri " balas Arthuria sambil tergagap " Calon Suami. Dia belum sepenuhnya menjadi suamimu Nee-sama " ucap Arthur membenarkan.
Arthuria yang mendengar itu mengembungkan pipinya kesal, Tidak mau di goda lagi Arthuria memutuskan untuk kembali ke dalam, namun langkah Arthuria terkejut ketika dia di samping Le Fay, dia melihat Le Fay tengah menatap secarik kertas berisikan Foto Naruto dengan latar ledakan di belakangnya.
Arthuria yang melihat itupun menaikkan sebelah alisnya lalu menatap Le Fay yang tengah tersenyum dengan rona di pipinya sambil memandang foto Naruto. Arthuria yang penasaranpun mendekati Le Fay " Ne Le Fay-chan dari mana kau mendapatkan Foto Naruto-kun? " tanya Arthuria penasaran
" ah Aku mendapatkannya dari hasil pengambil Gambar Dragons Champions, Karena kebetulan jadi aku borong semua Foto Naruto-nii " jawab Le Fay dengan senyum senang
" Tapi kenapa? " tanya Arthuria meminta kepastian " Kenapa? Tentu saja karena aku tertarik dengan Naruto-nii " jawab Le Fay sambil menyeringai kecil.
Deg!
Arthuria yang mendengar jawaban Le Faypun terkejut " Ka-Kau! Kau menaruh perasaan padanya?! " tanya Arthuria setengah berteriak " Ara~ apa salah aku menaruh perasaan padanya? " balas Le Fay santai membuat Arthuria menatap Le Fay kesal.
" Tapi akulah yang akan menjadi Istri Naruto-kun?! "
" Fufu~ kau pikiraku akan membiarkannya Onee-sama "
Kedua perempuan berbeda itupun saling melempar tatapan tajam dan mengeluarkan Aura permusuhan. Arthur yang cukup jauh dari mereka hanya bisa menghela nafasnya.
' Entah kenapa tapi kau sungguh beruntung Naruto-san. Banyak perempuan yang menyukai_ tidak lebih tepatnya mencintaimu, bahkan mereka sampai bermusuhan dan berusaha membuatmu menjadi milik mereka sendiri ' batin Arthur sambil membayangkan punggung tegap Naruto.
Sejauh ini Arthur hanya tahu bahwa tidak tertarik perempuan karena telah di hianati oleh seorang wanita Clan Hayamana. Itulah yang dia dengar dari Vali, mendengar itu Arthur bisa menyimpulkan Bahwa Naruto pasti akan sakit hati dan akan membuang perasaannya.
Tapi dugaannya salah, Buktinya saat ini banyak Perempuan yang dekat dengan Naruto bahkan menjadi calon istri Naruto, dirinya yakin Naruto tidak melakukan apapun untuk menarik hati perempuan, terlihat dari sifatnya yang suka membuat penemuan dan latihan.
Bicara Latihan, Arthur teringat bahwa Naruto pergi untuk berlatih bersama salah satu Legenda yang memiliki julukan The Trio Of Legend Dragons Wars, yaitu Uzumaki Jiraiya.
Arthur yang mengingat itu menatap langit dan membayangkan bagaimana kerasnya Naruto berlatih bersama Jiraiya ' Sekarang... Latihan apa yang kau pelajari, Naruto-san ' batin Arthur
.
.
Naruto : The Dragon Future
.
.
Naruto Place
14.55 PM
.
Sementara di tempat Naruto, Naruto saat ini masih berkutat dengan Balon air di tangannya yang tidak mau pecah walau dia sudah memutar Air di dalamnya dengan Energinya.
" Hahh~ " hela Naruto sambil mengatur nafasnya, banyak Energi terbuang hanya karena satu Balon air di tangannya. " Ghaaaa! Bagaimana caranya sih untuk menyelesaikan tahap ini!? " teriak Naruto kesal.
Pluk!
Naruto yang mendengar suara Balon terjatuh menoleh dan dia melihat salah satu Balon air tengah di mainkan oleh kucing liar di mana Balon air tersebut di gerakkan ke kanan dan ke kiri secara terus menerus.
" Oi, Itu bukan mainan untuk_ "
Plash!
" RAAAWWW! " kejut sang kucing ketika Balon air tersebut pecah, lalu berlari menjauh dari sana " _Mu " lanjut Naruto dengan pandangan terkejut.
Naruto yang melihat balon air tadi hancur, mulai mendekati tempat balon tersebut pecah dan menatap intens Kulit Balon air yang sudah hancur menjadi beberapa bagian.
' Apa itu tadi? Bagaimana bisa? Aku tahu Kucing memiliki kuku yang tajam dan bisa memecahkan balon ini, tapi jika begitu kenapa Balon ini tidak pecah dari jika dia bermain dengan kukunya ' batin Naruto sambil berpikir.
' Balon air tadi berputar secara terus menerus ke arah kiri dan kanan yang membuat Air terus berputar dengan arus yang berbeda, dari yang aku ingat Rasengan juga seperti itu, putarannya bukan hanya satu arah, dengan kata lain... ' batin Naruto sambil menatap bola air di tangannya
" Souka... Aku paham "
Narutopun memejamkan matanya dan mulai mengalirkan Energinya untuk berputar dua Arah, melakukan hal itu bukanlah hal sulit bagi Naruto.
Plash!
Balon di tangan Narutopun pecah membuat Naruto tersenyum karena sudah menemukan caranya. Dan itupun berasal dari kucing.
" Yosh! Sudah berhasil! " gumam Naruto lalu mengambil balon air berikutnya dan mencobanya lagi, dirinya ingin mengasah kembali cara tadi agar siapa tahu dia bisa menggunakan Cara ini untuk jutsu lain.
.
16.00 PM
.
Tap! Tap!
Sudah 2 jam berlalu setelah Jiraiya pergi, akhirnya dia datang dengan senyum mesum di wajahnya, bisa di pastikan dia habis melakukan kegiatan mesumnya.
Wush! Plash!
" Ittai! " rintih Jiraiya ketika di lempar balon Air membuat balon itu pecah dan membasahi wajahnya " Kau sudah mendapat 3 Jam di awal dan kau menambahnya 2 Jam. Apa kau belum puas melihat wanita bertelanjang Ero-jiji " ujar Naruto dingin sambil melempar-lempar Balon air yang di tangannya ke udara.
" Urusai, Ini untuk inspirasi novelku dan kau tidak boleh ikut campur gaki. Kau masih di bawah umur "
" Untuk apa aku ikut campur. Lagi pula aku sudah bisa melihatnya setiap hari " Balas Naruto santai, Jiraiya yang mendengar balasan Naruto menggeram iri. Walau dia sudah beristri tapi istrinya akan menghajarnya jika melihat dirinya telanjang, padahal dia dulu tidak seperti itu.
' Oh Kami-sama, kembalikan aku ke Zaman aku muda dulu ' gerutu Jiraiya dalam batin.
Plash!
Jiraiya yang mendengar suara Balon pecah melirik ke arah Naruto yang menatapnya dengan santai " Selesai, Aku sudah berhasil " ucap Naruto membuat Jiraiya sedikit terkejut karena Naruto berhasil dalam 2 Jam.
" Bolehkah aku melihat tahapan berikutnya? Aku ingin mempelajari semuanya secara sekaligus " pinta Naruto membuat Jiraiya sedikit terkejut.
" Jangan Bodoh, Teknik ini tidak bisa di pelajari dalam waktu singkat " ucap Jiraiya membentak Naruto " Kau meragukanku? " balas Naruto santai.
Jiraiya yang melihat Naruto tampak Santai terdiam seribu bahasa. Dia tidak meragukan Naruto, hanya saja mempelajari tahapan Rasengan sekaligus adalah hal gila. Jiraiya menatap Naruto yang tampak santai namun berbeda dengan matanya yang tampak bersungguh-sungguh.
Jika sudah begini susah untuk membuat Naruto untuk menyuruh Naruto berlatih dengan santai " Baiklah, besok kita lanjutkan. Hari ini kita hentikan sampai di sini Dulu, Kita akan menginap di sebuah Hotel dulu, aku tidak ingin kita mati kedinginan di sini " ucap Jiraiya membuat Naruto terdiam sesaat dan menghela nafasnya.
Walaupun dia protes, perkataan Ero-jiji ada benarnya. Lagi pula dia butuh Istirahat karena kehabisan Energi.
Tsh!
" Atsui! ( Panas! ) " ucap Naruto mengaduh kepanasan di pipinya, dan itu di sebabkan oleh Jiraiya yang menempelkan Sebuah Cup Ramen di pipi Naruto " Ini, Hadiah untukmu " ucap Jiraiya membuat Naruto terdiam beberapa saat sebelum menerima Cup Ramen tersebut.
" Satte, Ayo kita pergi ke sana. Tidak perlu buru-buru, makanlah dengan santai saat berjalan " ucap Jiraiya sambil berjalan lebih dulu " Kheh! Kau berniat membunuhku " dengus Naruto sambil mengeluarkan Skeatboard Wind miliknya lalu duduk di Skeatboardnya yang bergerak pelan mengikuti Jiraiya
Jiraiya yang melihat itu karena melirik Naruto sedikit melongo ' Anjay, ada alat seperti itu ya? ' batin Jiraiya dalam hati.
.
Apartemen
18.00 PM
.
Setelah dua jam berjalan akhirnya mereka sampai di Apartemen yang terbilang cukup besar, Naruto yang sudah berjalan kaki setelah menghabiskan ramennya menaikkan sebelah alisnya. Dari sudut pandangannya Hotel di depannya cukup unik.
Memiliki Lantai 4 dengan luas bangunan sekitar 7 Are, dan Hotel tersebut ada Onsennya... Onsen? Mata Naruto langsung melirik Jiraiya yang tersenyum mesum. Melihat sifat Jijinya kambuh Naruto menghela nafasnya dan memasuki Hotel tersebut untuk menemui Repsisonis agar bisa memesan kamar untuk seorang diri.
" Selamat Data_ Uwaah! U-Uzumaki-sama?! " kejut Sang Repsisonis perempuan ketika akan menyambut tamunya, dirinya tidak menyangka bahwa Naruto yang di terkenal Di Konoha akan datang.
" Sstt~ diamlah, jangan keras-keras. Aku tidak ingin penghuni Hotel ini keluar ketika tahu aku datang ke sini " ucap Naruto memberi isyarat, Sang Repsisonispun menutup mulutnya dan mengangguk pelan paham situasi Naruto.
" Ada Apa Uzumaki-sama datang kemari? Apakah Anda berniat memesan kamar? " tanya Sang Repsisonis tersebut dan di jawab anggukan oleh Naruto " Untuk sendiri atau bersama Pria tersebut? " tanya Sang Repsisonis kembali sambil melirik Jiraiya yang masih diam di luar dengan senyum mesum
" Sendiri, aku tidak ingin sekamar dengannya " jawab Naruto membuat sang Repsisonis mengangguk paham dan mulai melakukan Cek In untuk Naruto dan menentukan kapan akan Cek Outnya.
" Ha'i Ini Uzumaki-sama " ucap Sang Repsisonis menyerahkan Kunci kamar pada Naruto dan Naruto menerimanya sambil tersenyum.
" Arigato " ucap Naruto lalu berjalan ke arah lift, namun sebelum itu Naruto mengeluarkan Jaringan darahnya menuju Jiraiya dengan bentuk lengan darah besar dan memukul Jiraiya hingga terpental ke langit.
.
Esok Harinya
Selasa 11 Desember 2090
07.00 AM
.
Ke esokan Harinya Naruto telah berada di tempat latihan kemarin bersama Jiraiya yang ada dalam keadaan babak belur " Kau kenapa? " tanya Naruto polos
" TENTU SAJA HABIS DI HAJAR BAKA?! KARENA PERBUATANMU KEMARIN AKU HARUS MASUK KE SEBUAH ONSEN YANG BERISIKAN BABON SEMUA?! " teriak Jiraiya marah. Saat enak-enaknya dia berpikir mesum, Seenak udelnya Naruto memukulnya dan mementalkannya ke sebuah Onssen yang berisi babon Semua.
Dan dirinya harus di kejar dan di serang habis-habisan oleh Babon tersebut. Naruto yang mendengar teriakan Jiraiya hanya acuh, toh menurut Naruto dia pantas menerimanya.
Jiraiya yang melihat Naruto acuh hanya bisa berdecak kesal, jika dia berteriak lagi dirinya akan buang-buang tenaga saja. " Hah~ sudahlah " hela Jiraiya lalu mengeluarkan Dua buah tas berisikan balon yang berbeda. Di mana tas pertama berisikan bola berwarna putih karet dan satunya lagi Balon angin.
" Baiklah karena kau berniat mempelajari semua tahapannya sekaligus, aku akan menjelaskan tahapan ke dua lebih dulu " ucap Jiraiya membuat Naruto menatapnya serius.
" Tahap kedua adalah kepadatan. Sebelumnya kau sudah bisa membuat putaran di dalam balon dengan energimu, sekarang kau harus bisa memadatkannya dan menghancurkan Balon ini " jelas Jiraiya.
Plaash!
Bola putih di tangan Jiraiyapun hancur dan membuat hempasan angin kecil. Naruto yang melihat itu hanya diam dengan raut wajah serius
" Lalu balon terakhir ini, kau harus memecahkannya dengan menggabungkan dua tahap itu untuk memecahkan Balon ini " Ucap Jiraiya sambil menunjukkan balon lagi satu pada Naruto.
Phaash!
Balon itupun meledak cukup dahsyat di sertai hempasan angin yang cukup kuat, Naruto yang melihat itu hanya diam. " Setelah kau sudah menguasai semuanya, barulah kau menyatukan semua itu untuk membentuk Rasengan, apa kau sudah paham? " lanjut Jiraiya lalu bertanya pada Naruto yang masih diam.
Sret!
Tanpa menjawab, Naruto mengambil ke dua tas tersebut dan berjalan menjauhi Jiraiya " Oi! Kau mau ke mana?! " teriak Jiraiya " Tentu saja berlatih, kau tidak perlu mengawasiku lagi Ero-jiji, aku akan berlatih sendiri sekarang " ucap Naruto sambil menghentikan langkahnya.
" Hah!? Jangan bercanda?! Belajar Rasengan harus di awasi. jika tidak, bisa-bisa tanganmu akan hancur? " ucap Jiraiya membuat Naruto mendengus.
" Apa caraku tadi melihat tahapan tersebut menunjukkan bahwa aku tidak bisa menyelesaikannya? Dan juga bukannya kau percaya padaku? " balas Naruto sambil melirik Jiraiya yang terdiam
Jiraiya yang ingin membalas Ucapan Naruto seketika terdiam seribu bahasa. Dirinya memang percaya bahwa Naruto akan bisa menguasai Jutsu tersebut, tapi melatih itu sendirian tanpa di awasi.
" Jangan Khawatirkan aku, Aku bisa menjaga diriku. Arigato Ero-jiji, telah memberitahuku tahap-tahapnya " ucap Naruto sambil memunculkan sayap dari darahnya " Kau boleh melakukan tugas biasamu, kali ini aku akan melatih jutsu ini sendirian " ucap Naruto lalu terbang dengan cepat ke sebuah tempat yang tidak di ketahui siapapun selain Naruto sendiri.
Jiraiya yang melihat kepergian Naruto kembali terdiam. Lidahnya terasa kelu dan tubuhnya tidak bisa bergerak untuk menghentikan Naruto, seperti Tuhan memberinya perintah untuk diam dan membiarkan Naruto memilih jalannya sendiri.
' Naruto... Aku tahu kau memilih jalanmu sendiri, tapi... ' batin Jiraiya sambil mengepalkan tangannya ' setidaknya berilah aku kesempatan melatihmu untuk menebus dosaku padamu '
.
Other Place
Naruto Side
.
Di sebuah tempat yang luas yang di sekelilingnya terdapat rerumputan yang luas, danau yang cukup besar di sertai gunung-gunung yang mengelilinginya dan juga terdapat beberapa kawah di tempat tersebut.
Kenapa? Karena itu tempat di mana Dulu Naruto sempat melawan Raiser dan Shion. Naruto yang telah sampai di tempat tersebut menatap sekelilingnya lalu memejamkan matanya dan membukanya kembali memperlihatkan matanya yang berubah menjadi Jikkan.
Tik! Deg!
Seketika Waktu di tempat Naruto bergerak lambat, Naruto yang melihat hasil jutsu matanya melirik tas Bola putih di sampingnya lalu mengambil satu bola putih tersebut.
" Memadatkan Energi ya " gumam Naruto sambil menatap lekat Bola putih di tangannya " Ok, mari kita lakukan " gumam Naruto lalu menyentuh mata kanannya
" dengan memperlambat waktu sekitar 0,00001 per detik di lingkupku. Akan aku gunakan seluruh waktu yang ada hingga besok, dan juga aku akan melatih Clocks Eyes ini agar bisa bertahan lama " gumam Naruto lagi sambil menurunkan tangannya dari mata kanannya.
" Satte.. " Gumam Naruto sambil memasang posisi " Ayo kita selesaikan tahapan Jutsu ini " ucap Naruto sambil menyeringai.
.
Rabu, 12 Desember 2090
10.00 AM
.
Wush! Wush!
Di sebuah hutan, tampak 4 Penunggang Naga Saat ini terbang dengan tenang di atas langit, mereka adalah Tomoe Gozen, Miyamoto Musashi, Tamamo Mae dan BB, pasukan Servant Konoha.
" Hah~ Sudah 3 Hari semenjak Naru-kun pergi berlatih dan dia tidak memberi kabar, apa dia baik-baik saja " gumam Tomoe dengan nada khawatir " Jangan Khawatir Tomoe-chan, dia sedang berlatih dengan serius jadi mungkin saja karena itu dia tidak bisa memberi kabar " balas Tamamo memberi alasan yang logis.
" Bhuu~ " gerutu Tomoe sambil mengembungkan pipinya " Tidak perlu menggerutu, kita juga mendapat Misi Dari Hokage jadi kita bisa meluangkan waktu sambil meluangkan waktu sambil menunggu Naru-kun " ucap BB sambil fokus di depan.
Drap!
" Matte! " ucap Tamamo sambil menghentikan naganya di atas Pohon, BB, Miyamoto dan Tomoe yang mendengar Ucapan Tamamo langsung berhenti " Ada apa? " tanya Tomoe pada Tamamo yang memandang ke arah kanan dengan pandangan terkejut.
" N-Naru-kun " gagap Tamamo, Ketiga perempuan yang mendengar itu langsung menoleh ke arah kemana Tamamo melihat, dan betapa terkejutnya mereka.
Mereka melihat Naruto tengah bersandar di sebuah pohon dalam keadaan kacau, Tangan kanannya yang tampak kacau, Mata kanannya yang mengeluarkan darah, Mulutnya yang mengeluarkan darah dan juga tempat yang harusnya indah saat ini hancur berantakan dimana terdapat kawah di mana-mana.
" NARU-KUN! " panik Ke empat Perempuan tersebut.
[" AGROEFENSE! "] teriak BB sambil mengarahkan tangan kanannya ke atas.
Bwush! Twung!
Seketika sebuah Bola putih terbang ke langit dan meledakkan sesuatu yang tak kasap mata.
.
Para Pasukan Servant yang ada di beberapa Tempat seketika Tersentak dan langsung menoleh ke suatu tempat dengan tatapan Serius, dan dengan sangat cepat Seluruh Servant bergerak ke tempat tersebut.
.
Drap!
" NARU-KUN! " teriak Empat Perempuan tersebut setelah mendaratkan naga mereka lalu berlari ke tempat Naruto yang masih diam bersandar di pohon.
Sret!
Dengan cepat Tamamo dan Tomoe mengecek keadaan Naruto, sementara Miyamoto dan BB mengecek keadaan sekitar.
Tomoe yang mengecek bagian mata Naruto, kembali terkejut. Karena mata kanan Naruto yang mengeluarkan darah tampak sedikit pudar, mata yang awalnya biru cerah mulai menjadi biru keputihan.
" Mata Kanannya... Hampir buta " gumam Tomoe " seluruh Organnya bekerja dengan baik hanya saja, tangan kanannya tidak bisa di gerakkan dan dia kekurangan darah, jika di biarkan selama 1 Jam Naru-kun akan... " Gantung Tamamo.
Tiga Perempuan lain yang mengerti kenapa Tamamo menggantung perkataannya pun kembali terkejut. Keheningan melanda tempat tersebut.
Wush! Blaaar!
Tak lama setelah itu datang Scathach yang mendarat dengan keras di dekat mereka, Scathach yang telah mendarat langsung menoleh ke tempat empat rekannya. Namun alangkah terkejutnya dia ketika melihat keadaan Naruto
" G-GH "
Wush! Grek!
" SIAPA?! SIAPA YANG BERANI MEMBUAT NARU-KUN!? SEPERTI INI!? " tanya Scathach sambil mencengkeram kerah BB yang terdiam " Jika aku tahu.. Aku sudah pasti akan membunuhnya Scath-chan " jawab BB dengan nada datar dan dingin.
Scathach yang mendengar itu menggeram marah, saat akan marah kembali mereka seketika di kejutkan oleh Naruto yang bergerak pelan di sertai suara lenguhan.
" NARU-KUN! " panik mereka, waktu mereka tidak banyak
Blar! Blar!
Tak lama setelah itu, Servant lain telah muncul di tempat tersebut, dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat keadaan Naruto.
" NAR-KUN!/NARUTO-SAMA!/NARUTO-SAN! " teriak para Servant langsung mendekati Naruto.
" JEANNE! ANASTASIA! MARTHA! CEPAT SEMBUHKAN NARUTO DENGAN KEMAMPUAN KALIAN!? " teriak Scathach. Tanpa membantah Ketiga orang tersebut langsung mengobati Naruto.
" YANG LAIN CEPAT BUAT TEMPAT AMAN DI SEKITAR SINI!? KITA TIDAK BISA MEMBIARKAN NARU-KUN TERUS SEPERTI INI! DAN NOBU, MODRED! PERGILAH KE TEMPAT ITU! HANYA KALIAN YANG TERCEPAT KE TEMPAT ITU, AMBIL BENDA ITU SEKARANG! " perintah Scathach kembali.
" OK!/WAKATTA! " balas Mereka cepat lalu menghilang dengan sangat cepat.
Blam!
Blaaaaar!
Dengan sekali hentak Dari Miyamoto dari bawah tahan terbentuk sebuah Rumah besar dari tanah di depan mereka, tapa basa-basi para Servant langsung membawa Naruto ke dalam dan melanjutkan pengobatan Naruto.
Mash dan Okita yang melihat darah Naruto mulai membersihkan darah Naruto dan tubuh Naruto, Miyamoto, Tomoe dan perempuan berambut kuning dengan pakaian merah menjaga luar rumah karena siapa tahu ada yang menyerang, Scathach, BB, Tamamo dan Arthuria yang menemani tiga perempuan yang mengobati Narutopun hanya bisa menggeram lirih, berharap Naruto baik-baik saja.
" Bertahanlah Naru-kun " Gumam Jeanne menggenggam tangan kanan Naruto yang tampak tak bisa bergerak atau bisa di bilang patah lalu melakukan beberapa gerakan hingga terdengar suara keras membuat enam perempuan di sana memejamkan mata mereka karena tidak tahan " Gomen Naru-kun "
" Minta maafnya nanti saja! Yang penting cepat obati Naru-kun! "
.
Nobunaga And Modred Side
.
Blam!
Di sebuah pegunungan yang memiliki gua besar tampak di depan Gua Nobu dan Modred telah mendarat dengan keras di tempat tersebut.
Nobu yang telah mendarat langsung berlari ke dalam Gua tersebut di ikuti Modred.
.
10.40 AM
.
Sudah 40 menit berlalu dan Nobu serta Modred belum kembali, Scathach yang meihat waktu semakin menipis semakin panik, begitu juga dengan Jeanne, Anastasia, Martha dan yang lain.
" Kuso! Apa kenapa mereka lama seka... "
Blam!
Belum selesai berucap dari atas rumah tanah tersebut seketika hancur dan memperlihatkan Nobunaga dan Modred yang dalam keadaan kacau " Gomen.. Hah.. Kami mendapat sedikit masalah hah.. Hah.. saat di sana " ucap Nobunaga sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.
" yang lebih penting, Ini! Cepat buat dia meminumnya! " ucap Modred Sambil menyerahkan sebuah botol kecil berisikan Cairan Merah.
Sret!
Puk! Gluk!
Tampa banyak bicara, Okita langsung menegakkan tubuh Naruto sementara Scathach membuka botol tersebut dan memaksa Naruto untuk meminumnya
" Ayo habiskan Naru-kun! Ini untuk keselamatanmu! " ucap Scathach memberi Naruto semangat walaupun dia tahu ucapannya tak akan di dengar oleh Naruto.
Glek!
Sing! Blaaaar!
Ketika terjadi gerakan tegukkan di Naruto, seketika sebuah cahaya muncul dan membuat ledakan Energi yang cukup besar yang membuat rumah dari tanah tersebut hancur.
Miyamoto, Tomoe dan Perempuan berambut Kuning yang menjaga di luar Rumah tersebut terkejut ketika rumah yang mereka jaga hancur. Keterkejutan mereka semakin bertambah ketika di tengah pusat ledakan tersebut, tampak sebuah Api berukuran besar tengah membara.
Wush!
Api itupun seketika terbelah menjadi sepasang Sayap Api besar dengan sang pemilik sayap yang tengah berdiri tegak di antara para Servant di depannya. Miyamoto yang melihat siapa orang tersebut benar-benar terkejut.
" NARU-KUN! "
Para Servant yang mengobati Naruto, yang memejamkan matanya karena ledakan tadi langsung membuka mata mereka dan menatap orang yang berdiri di depan mereka, dan rupanya orang tersebut adalah Naruto.
Penampilan Naruto saat ini sangatlah berbeda karena Sayap apinya dan juga kobaran Api yang ada di tubuh Naruto seolah api tersebut membakar tubuh Naruto, namun tampaknya Naruto tidak merasakan panas dari api tersebut.
" NARU-KUN!/NARUTO-SAMA! "
Bruk! Bwush!
Setelahnya Naruto jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya, api yang membara di tubuh Naruto juga menghilang sendirinya " Hah.. Hah.. Hah.. A-Are.. " gumam Naruto sambil mengatur nafasnya.
" Bu-Bukankah... Aku.. Sudah.. "
Wush! Greb! Bruk!
Perkataan Naruto seketika terhenti ketika para Calonnya langsung menyerbunya dan memeluknya erat, Naruto yang masih belum ngeh semakin terkejut ketika dirinya di peluk oleh para Calon istrinya.
" Ka-Kalian! S-Sedang apa kalighhh! " ucapan Naruto kembali terhenti karena rasa sakit di mata kanannya, karena dia tidak bisa menggerakkan tangannya jadi dia memejamkan mata kanannya untuk menahan sakit di matanya.
" Kalian, sedang apa kalian di sini? " tanya Naruto sekali lagi " Justru kami yang harusnya mengatakan itu baka! Apa yang kau lakukan di sini?! Dan Kenapa kau sampai terluka berat?! " balas Arthuria setengah berteriak marah pada Naruto.
Naruto yang mendengar itu terdiam sambil berusaha mengingat kenapa dia bisa terluka " Aku berlatih jutsu baru dengan waktu terasa 2 Bulan namun Waktu sesungguhnya adalah sehari, aku berlatih dengan sangat keras hingga aku lupa beristirahat dan makan. Dan sampai batasnya, tubuhku sudah tidak kuat lagi "
" ku pikir aku bisa bertahan, tapi sepertinya tidak. Aku pikir aku akan mati, tapi sepertinya aku masih hidup "
Plak!
Mata Naruto seketika terbelak ketika dia merasakan sakit di pipinya, ya dirinya telah di tampar oleh Arthuria, para Servant yang lain terdiam karena aksi Arthuria.
" Baka.. Kenapa kau melakukannya sampai segitunya "
Naruto yang di tanya seperti itu terdiam, Kenapa? Dirinya belum bisa menemukan jawaban untuk hal itu. Dirinya memang Fokus untuk menguasai Jutsu tersebut, namun dirinya tidak tahu apa yang mempengaruhinya untuk cepat-cepat menguasai Jutsu tersebut.
" Aku..tidak tahu " jawab Naruto lemah " Aku sendiri tidak tahu apa yang mendorongku untuk menguasai jutsu tersebut "
Para Servant yang mendengar itu terdiam, merekapun kembali memeluk Naruto " Sudahlah... Yang penting kau selamat " ucap Arthuria tersenyum senang karena Naruto baik-baik saja.
Tidak ada hal yang lebih baik selain orang yang kau cintai selamat, dari pada kau menaruh amarah pada orang yang hampir mati kini selamat, lebih baik bersyukur dari pada menaruh amarah.
Naruto yang mendengar itu terdiam lalu tersenyum tipis, ya dirinya juga bersyukur baik-baik saja. Naruto yang melihat ada orang lain selain para Calonnya pun menoleh " Nobu-san, Modred dan.. "
" Namaku Martha, Salam kenal Naruto-san "
" Watashi Nero Claudius, Sepupu Dari Arthuria-chan, Yoroshiku ne Naruto-san "
Naruto yang mendengar nama Nero menaikkan sebelah alisnya " Claudius.. " gumam Naruto.
Krukk~
Seketika keheningan melanda tempat tersebut para Calon Servantpun melepaskan pelukan mereka dan menatap Naruto yang tengah memerah wajahnya.
Para Servant yang melihat itupun tertawa kecil ketika melihat wajah Naruto yang menahan malu kecuali Modred yang hanya Diam lalu menghilang dengan sangat cepat di sana hingga tidak ada yang sadar.
" Ara Ara, sepertinya ada yang kelaparan ne " goda Miyamoto " U-Urusai! Lagi pula aku memang tidak sempat makan sejak latihan kemarin! " balas Naruto setengah berteriak.
" Jadi bagaimana hasil latihannya? "
Naruto yang di tanya seperti itu mengangkat sedikit telapak tangannya dan...
Swuush~
Seketika tercipta Rasengan sempurna di tangan Naruto, para Servant yang melihat itu di buat terkagum. " Khe-Hehehe, Akhirnya aku berhasil " senang Naruto lalu menghilangkan teknik di tangannya.
Blam!
Tak lama setelah itu datang Modred Kembai dan tas belanjaan di tangannya " Ini! Isi perutmu itu dulu! " ucap Modred sambil melempar tas belanjaan tersebut ke arah Naruto, dengan Reflek BB menangkap tas tersebut, dirinya berinisiatif karena Naruto belum pulih.
" A-Ah, Um "
.
Skip Time
Setelah menghabiskan belanjaan yang di berikan oleh Modred, Narutopun menghela nafasnya sambil mengelus perutnya " Arigato untuk makanannya " gumam Naruto. Modred yang mendengar itu hanya mendengus.
" Ah, benar juga " gumam Naruto " Sebelumnya, apa yang kalian berikan padaku? Rasanya seperti ada sebuah kekuatan yang panas memasuki tubuhku? " tanya Naruto.
" Itu adalah Minyak Ashblenden, Minyak dari keringat Haryuuhex, Anmokoryuu. "
" Nani?! " kejut Naruto " Anmokoryuu masih ada?! " tanya Naruto dengan nada menuntut
" Begitulah, Naga Legenda Yang memiliki Setengah darah Naga dan Burung Phenex, dan Naga yang pernah bertarung melawan Naga Bahamut, dialah Anmokoryuu " jawab Nobunaga membuat Narutp benar-benar tidak percaya.
Anmokoryuu, Naga yang memiliki wujud naga bertubuh besar sekitar 300 Meter, memiliki Kaki burung, tangan Naga, Berleher pendek dengan Kepala Burung Phenex, Bersayap 3 pasang dari Api dan memiliki ekor api seperti burung.
Naga Anmokoryuu adalah Naga yang pernah bertarung melawan Naga Bahamut, sosok Naga penghancur yang mengamuk di bumi saat pemerintahan Hokage Ke Dua, Tobirama Senju.
Pertarungan itu terjadi selama 3 Bulan karena kuatnya Bahamut dan Regenerasinya Anmokoryuu. Setiap mereka saling menyerang hasilnya seimbang hingga akhirnya Anmokoryuu menjadi Api dan memasuki tubuh Bahamut dan meledak di dalamnya. Itulah yang dia baca di buku sejarah.
" Asal Kau tahu saja! Saat kami berusaha mengambil keringatnya kami harus melawannya terlebih dahulu! Untung saja dia fokus melawanku Jadi Nobu bisa mengambil keringatnya secara sembunyi-sembunyi! " oceh Modred sambil menunjuk Naruto dengan pedangnya.
" Souka? Tadi saat meminumnya, aku merasakan seperti ada daging dan darah yang memasuki tenggorokanku " balas Naruto sambil menyentuh lehernya.
Deg!
Para Servant yang mendengar itu langsung terkejut " Modred, Apa kau sempat melukainya? " tanya Jeanne sedikit tegas membuat Modred sedikit terkejut " Ma-Maa~ begitulah " Jawab Modred.
" Jika begitu maka.. " jeda Okita menarik katananya lalu mendekati Naruto, Naruto yang melihat tindakan Okita langsung memasang posisi " Jangan khawatir, Aku hanya ingin memastikan saja " ucap Okita sambil menggenggam tangan kanan Naruto.
Slash!
Dengan sangat cepat Okita membuat luka Gores di tangan Naruto, luka gores yang di buat oleh Okitapu tidak mengeluarkan cairan merah sedikitpun melainkan Luka tersebut malah beregenerasi sendirinya.
" Jadi benar " gumam Okita " sepertinya saat Modred melawan Anmokoryuu secara tak sengaja beberapa daging Dan Darah Anmokoryuu masuk ke dalam minyaknya dan secara tak sengaja kembali masuk botol yang di bawa oleh Nobu-chan. " ucap Okita menjelaskan.
" dan karena memakan daging Anmokoryuu dan juga darahnya yang mungkin langsung di hancurkan oleh lemak yang membuat asupan daging menyebar ke seluruh tubuh Naruto " lanjut Okita
" dengan Kata lain... " gantung Scathach " tubuh Naruto sudah seperti Clan Phenex, setiap apapun yang melukainya, dia tidak akan pernah berdarah " jelas Okita membuat semua yang ada di sana terkejut
" Namun itu baru Spekulasiku saja, Karena bisa saja Efek dari memakan daging Anmokoryuu tidaklah besar. Dengan kata lain kau hanya memiliki 1% kekuatan Anmokoryuu. Kekuatan Regenerasi Anmokoryuu sangatlah besar di banding Clan Phenex dia tidak akan mati dan terluka sekalipun, sementara Clan Phenex memiliki batas Regenerasi. Kemungkinan besar Kau memiliki Regenerasi Seperti Anmokoryuu dan Clan Phenex tapi Regenerasimu hanya bisa beberapa kali saja " lanjut Okita menjelaskan
" Beberapa kali? Jadi Regenerasi Naru-kun tidak bisa selamanya? " tanya Jeanne " Tidak. Itu karena kekuatannya 1%, tapi beruntung kemungkinan Regenerasi Naruto bisa 100 kali " jawab Okita membuat para Servant bernafas lega.
Naruto yang sejak tadi terdiam mulai menatap tangannya ' aku memiliki kekuatan Regenerasi seperti Clan Phenex ' batin Naruto " Naru-kun! " Naruto yang di panggil mengalihkan pandangannya.
Tsh!
Naruto sedikit tersentak ketika Arthuria menyentil pelan Hidungnya " Jangan memaksakan diri Ne, walau kau bisa beregenerasi, kau harus tetap menjaga kesehatanmu " nasehat Arthuria.
Naruto yang mendengar Nasehat Arthuria tersenyum, maa~ dirinya tentu tidak akan memaksakan dirinya kembali, lagi pula dia memiliki kekuatan Regenerasi yang langka jadi dia harus menjaganya.
" Selain itu.. " Jeda Arthuria, saat menjedanya Para Calon istri Naruto langsung mengelilingi Naruto, Naruto yang menyadari Situasi ini berkeringat dingin " Karena perbuatanmu kau harus memenuhi permintaan kami Na~ru-kun "
Naruto yang mendengar itu tertawa gugup ' Sepertinya ini akan lama, oh Kami-sama apa ini dosaku atau hadiah darimu ' batin Naruto
.
.
Skip Time
DSA Weapon Dragon
Kamar Naruto
19.00 PM
.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan para Calon Istrinya, Narutopun kembali ke DSA dengan di antarkan oleh Tomoe. Naruto memutuskan mendarat di Teras kamarnya.
Namun siapa sangka di kamarnya telah ada Asia, tanpa banyak bicara Asia langsung memeluk Naruto untuk melepaskan kerinduannya, selesai memeluk Naruto, Asia cukup terkejut karena Naruto kembali dengan mata kanannya di lilit perban.
Asia yang melihat itu tentu khawatir, namun Naruto menenangkannya dan mengatakan matanya baik-baik saja, matanya butuh istirahat yang cukup. Mendengar itu Asia langsung tenang dan mengajak Naruto ke dalam, dan apa yang selanjutnya terjadi? Seperti biasa.
Asia mulai mencium Naruto untuk melepaskan kerinduannya pada Naruto, dirinya sudah menahan hasratnya 3 hari dan saatnya melepaskannya, Dari pada dia menahannya bisa-bisa dia gila.
Menanyakan hasil latihannya bisa nanti setelah dia melepaskan hasratnya untuk sekarang dia ingin melepaskan Hasratnya hingga puas. Sementara Naruto hanya mengikuti saja, lagi pula dia sudah berjanji pada Asia akan memberinya kesempatan untuk menciumnya sepuasnya.
" Ummnn~ hmmmnn~ " lenguh keduanya dalam ciuman panas tersebut, ciuman itu melonggar sesaat memperlihatkan kedua lidah yang saling membelit dan beputar lalu menyatu kembali.
" Fuah~ " ciuman itupun terlepas karena habisnya pasokan Udara, Asia yang melihat wajah kakaknya memerah tersenyum manis sambil mengelus bibir Naruto yang basah.
" Nii-chan " gumam Asia dengan nada menggoda, sementara Naruto hanya diam dengan wajah memerah sambil mengatur nafasnya.
" Ehem! "
Kedua sejoli itupun seketika tersentak dan langsung menoleh ke sumber suara, di teras kamar Naruto, tampak Sosok Wanita berambut Kuning dan memiliki mata emas, Naruto yang kenal sosok tersebut terkejut karena datang ke kediamannya.
" Siapa? " tanya Asia " Okaa-san " jawab Naruto sambil mendekati Wanita tersebut, Asia yang mendengar jawaban Naruto terkejut. Okaa-san?
" lama tak bertemu Okaa-san, bagaimana kabarmu? " ucap Naruto sambil memeluk Wanita yang tak lain adalah Charlotte, Charlotte yang di peluk Naruto membalas pelukan Naruto " aku baik-baik saja, selain itu maaf mengganggu kalian berdua ya " jawab Charlotte di sertai godaan yang membuat wajah Naruto memerah.
" O-Okaa-san! "
" Fufufu~ maa~ tidak perlu malu. Itu hal biasa untuk pasangan " ucap Charlotte sambil tertawa Halus " Oh Ya, Ne Naru-kun aku membawa kabar baik untukmu "
Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, kabar baik?
" Keinginanmu selama ini, akan terwujud... "
.
.
.
.
.
" Kurama siap menjadi partnermu "
.
.
.
TBC
.
Selanjutnya di Naruto: The Dragon Future
.
" Yo! Kurama! Lama tidak berjumpa "
[" Urusai Na Gaki! Jangan buat aku Marah! "]
" Mulai sekarang mohon kerja Samanya Kurama "
[" Naruto, selagi ada waktu maukah kau ikut Ke Kutub Utara? "]
.
Selanjutnya Di Chapter 36 : Dragons Champions Arc IV : Slice Of Life : Contract With The Nine Legend Dragon Bijuu Beast, Kyuubi.
.
Note : Yo! Minna-sama. Aku kembali! #sambil Guling-Guling ke depan lalu berdiri tegak.
Bagaimana cerita kali ini? Baguskah? Semoga bagus. Saya sengaja memotong adegan latihan Naruto karena Rasengan Naruto akan sangat spesial.
Baiklah kita mulai membahas Chapter Kali ini. Mungkin banyak yang berpikir bahwa Aku akan menggunakan Alur seperti di Naruto untuk berlatih Rasengan, tapi sayang, aku tidak menggunakan Alur tersebut.
Kenapa? Karena Rasengan Naruto sangat Special, Saking Specialnya Rasengan Jiraiya dan Minato tidak sebanding dengan punya Naruto nanti.
Lalu waktu pelatihan Naruto? 3 Hari? Bagi kalian cepat pasti. Tapi seperti kejadian yang di atas, Naruto menggunakan Jikkan untuk memperlama latihannya dan hasilnya Naruto sekarat.
Namun untung Naruto kembali selamat berkat para istrinya yang melewati tempat itu. Naruto memiliki kekuatan Regenerasi? Tidak selamanya kok. Pokoknya kekuatan ini tidak akan ada selamanya, sementara Wujud Api tadi? Aku sudah menyiapkan hal tersebut. Aku tidak ingin menspoilernya.
Dan untuk Chapter berikut? Sepertinya sudah banyak yang menunggunya ya? Gomen kalian harus menunggu lebih lama lagi karena aku akan melanjutkan AoG, Assassination Classroom dan Sun Flower. Jadi tunggulah sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.
Baiklah itu saja dari saya. Saya Setsutouzuki undur diri.. Jaa~
Please Review
