%-100%

Power on!

Story starts!

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 39 : Special Arc : Naruto Story part 1 : My Story

.

Naruto pov

.

Sejak dulu aku selalu memikirkan sesuatu yang sangat ingin aku tahu, Apa itu keluarga? Bagaimana rasanya memiliki keluarga? Seperti apa wajah orang tuaku? Ke mana saja mereka?

Setiap kali aku bertanya, semua mengatakan bahwa mereka tengah menjalankan misi, aku berpikir... Seperti apa misi yang di jalankan mereka? Kenapa lama sekali? Kenapa mereka tidak kembali?

Apa mereka...

.

.

.

Melupakanku?

.

.

.

Flashback Naruto 4 Years Old.

.

Aku memulai kehidupanku saat umurku 4 tahun dimana aku masih di asuh oleh Ero-jiji dan juga Tsunade-baa-san. Walau aku di asuh, aku hanya memiliki waktu sebentar bersama mereka karena mereka sibuk melakukan tugas mereka.

Sementara Tearju-nee dan Rosswaisse-nee pergi untuk sekolah. Sementara diriku... Aku sendirian di rumah dengan Asia yang masih berumur 3 tahun. Walaupun terdapat beberapa maid, mereka tidak pernah mengajakku berbicara ataupun memperdulikanku. Tapi aku hanya diam saja karena bagiku itu tidak penting.

Aku hanya mementingkan, kapan keluargaku kembali? Seperti apa wajah mereka? Namun semua itu tidak pernah terjadi.

Karena tidak ada yang mengajariku, atau menemaniku, buku adalah teman pertamaku yang mengajariku hal-hal yang tidak aku ketahui. Mulai dari huruf, angka, sejarah, semua aku baca untuk mengisi waktuku dari ke sendirian.

Aku juga sempat membaca bahwa otak seorang bocah memang tidak cocok untuk menangkap, mengingat atau mengetahui sesuatu yang sangat berat untuk usia bocah 4 tahun, namun otak anak kecil terkadang sangat mudah mengingat inti-inti dari pengetahuan yang di baca walau tidak semua ilmu yang di baca masuk ke otak.

Aku menghabiskan waktuku selama 2 tahun dengan membaca hingga sesuatu menarik perhatianku yaitu Naga atau Dragon. Aku melihat banyak orang yang sangat dekat dengan naga, mereka tampak akrab seperti sahabat.

Sejujurnya aku juga ingin, tapi aku terlalu takut jika saja Naga yang ingin aku dekati menyerangku dan membunuhku.

"Ohayo, Naruto." Aku yang mendengar sebuah suara menoleh dan aku melihat orang yang mengasuhku yang menyatakan dirinya adalah kakekku, dia bernama Jiraiya-jiji

Aku hanya mengangguk pelan sebagai balasan sapaannya. "Ne, Apa yang kau lihat?" tanya Jiraiya-jiji sambil mendekatiku, aku kembali menatap keluar sambil menunjuk beberapa orang yang tengah bercanda ria bersama naga mereka.

"Kenapa mereka bisa seperti itu?" begitulah pertanyaanku waktu itu, aku dulu sangat polos dan sangat ingin tahu sekali akan sesuatu yang membuatku tertarik mengapa? Bagaimana bisa? Begitulah pertanyaan yang selalu terngiang di kepalaku.

"Ah, mereka bisa seperti itu karena Mereka partner." Aku mengedipkan mataku beberapa kali, partner... Apa itu? Begitulah pikiranku.

"Part... ner...," gumamku sambil menatap Jiraiya-jiji, aku memasang wajah sangat ingin tahu agar Jiraiya-jiji mau menjelaskannya padaku.

"Bagaimana menjelaskannya ya...," ucap Jiraiya-jiji sambil mengelus dagunya. "Partner itu bisa di katakan adalah sebuah pasangan atau teman, dimana mereka akan selalu bersama dan saling membantu satu sama lain."

Aku mengedipkan mataku beberapa kali kembali, Aku yang dulu polos selalu memikirkan satu pandang yang menurut aku benar. Seorang manusia berteman dengan seekor Naga yang merupakan seekor hewan besar dan buas, apa mereka tidak takut? Dan Bagaimana bisa?

Puk!

Aku memejamkan mataku ketika merasakan tepukan di kepalaku yang di lakukan oleh Jiraiya-jiji-san. "Itu sudah takdir mereka, Naruto. Para Naga harus bisa berteman dengan Naga begitu juga dengan Manusia, walaupun terdapat beberapa Naga yang tidak ingin berteman dengan Manusia, namun mereka tidak pernah menyakiti Manusia asalkan mereka tidak menyakiti mereka juga."

Aku yang mendengar itu terdiam sambil berpikir mengenai ucapan Jiraiya-jiji-san, beberapa detik setelahnya aku tersenyum, entah kenapa aku tersenyum waktu itu, aku seperti merasakan rasa senang menjalar di hatiku.

"Jika kau ingin seperti itu juga, kau harus menunggu saat umurmu 10 tahun Naruto, namun kau harus melewati masa sekolah dulu agar bisa berteman dengan para Naga."

Aku yang mendengar itu langsung cemberut "Bhuu~ Padahal aku ingin sekali dan memperlihatkannya kepada Tou-san dan Kaa-san," gumamku waktu itu.

"Ne, Jiji. Mengenai orang tuaku..."

"..."

"Kira-kira... Tou-chan, Kaa-chan dimana ya?"

"Gomen Naruto, Aku harus pergi ne, sebaiknya kau tunggulah mereka ya."

Aku terdiam ketika mendengar perkataan jiji. Perasaan yang awalnya senang tergantikan rasa sedih, aku sedih karena aku tidak bisa memperlihatkan kepada orang tuaku bahwa aku memiliki partner naga dan aku sangat sedih, karena kedua orang tuaku belum kembali.

Saat umurku tujuh tahun, Rosswaisse-nee dan Tearju-nee menemaniku dan mengajakku bermain dan mengenal dunia luar. Di karenakan mereka tidak memiliki kesibukan, mereka selalu menghabiskan waktu mereka bersamaku dan juga mereka sering menjahiliku.

Sejujurnya sangat risih saat mereka menjahiliku, namun entah kenapa ada rasa senang di dalam hatiku, aku berpikir kembali, apakah seperti ini rasanya memiliki keluarga?

Tuk!

"Kau sedang apa Naruto-kun, kenapa kau melamun?" Aku seketika tersentak dan mengedipkan mataku beberapa kali, waktu itu aku sedang belajar dengan Tearju-nee dan Rosswaisse-nee. Aku yabg di tanya hanya menggelengkan kepalaku, namun aku malah di goda oleh mereka.

"Katakan pada kami, apa yang sedang kau lamunkan? Atau kami akan menciummu!"

Aku yang mendengar itu tentu saja merona, walau aku masih kecil aku sudah mengetahui apa itu ciuman, jangan salahkan aku. Itu karena Jiji dan Baa-chan yang melakukannya tepat di depan mataku.

"Mou~, Teaeju-nee, Rosswaisse-nee. jangan menggodaku terus," ucapku sambil mengalihkan wajahku. "Heh~ kenapa? Padahal kau sungguh imut." Ujar Rosswaisse-nee.

"Mou~ aku bukan anak kecil lagi," ucapku tidak terima, walau umurku 6 tahun aku tidak terlalu suka di panggil anak kecil. "Heh? Berarti kau orang besar dong?" goda Tearju-nee membuat wajahku sedikit merona.

Aku ingin mengatakan bukan seperti itu waktu itu, kenapa aku tidak ingin di panggil anak kecil karena aku ingin bersikap layaknya orang dewasa.

"Apanya besar kalau umur Naru-kun, 6 Tahun." Aku yang mendengar itu waktu itu mengalihkan pandanganku, bersikap layaknya orang dewasa. "Mou~ pokoknya aku sudah besar," ucapku lalu melanjutkan belajarku dengan rasa malu.

.

Waktu pun terus berlalu dan aku tetap tidak pernah mendapat kabar dari orang tuaku, Tepat saat aku hampir menginjak umurku 7 tahun, aku berhasil masuk Akademi Dragon Konoha dan ingin memberitahukannya nanti kepada kalian, namun saat umurku 7 tahun.

Aku tetap tidak mendapatkan kabar dari kalian, hal itu membuatku sedih. Aku ingin memberitahu kalian bahwa aku berhasil masuk akademi, aku ingin melihat senyum kalian, menghabiskan waktu bersama kalian.

Namun kalian menghancurkannya layaknya sebuah cermin yang tidak di butuhkan dan membuangnya hingga cermin itu usam dan hancur dengan sendirinya.

Namun dia muncul dan memberiku cahaya, dia adalah adikku walau bukan dari kandungan yang sama, dia adalah Asia-chan. Waktu itu dia berumur 6 tahun, dia mendekatiku yang waktu itu melamun karena memikirkan kalian (Orang Tuanya) kembali.

Dia duduk di sampingku dan menarik bajuku hingga membuatku sadar dari lamunanku. "Onii-chan, Ada apa?" dia bertanya sambil menatapku khawatir, aku hanya menggelengkan kepalaku untuk menutupi kesedihanku.

"Aku tidak apa kok, Asia-chan," ucapku lalu mengelus kepalanya dengan lembut. Namun dia cemberut begitu aku berkata begitu.

Dia langsung bergerak ke pangkuanku lalu menatap ke depan sambil meletakkan kembali tanganku di atas kepalanya.

"Aku tahu kalau Onii-chan berbohong." Aku yang mendengar perkataan Asia waktu itu terkejut, aku terkejut karena Asia tahu perasaanku waktu itu.

"O-Onii-chan, pasti memikirkan Obaa-san dan Ojii-san bukan? Onii-chan ingin ada yang menemani Onii-chan, mengajak Onii-chan bermain, Ingin bercerita bersama Ojii-san dan Obaa-san."

Aku yang mendengar itu terdiam, dalam hati aku berpikir. Bagaimana bisa? Bagaimana Bisa Asia-chan mengetahui isi hatiku?

"Onii-chan jangan melamun hanya karena itu. Onii-chan bisa melakukan itu dengan Asia, Tear-nee, Ross-nee, Kaa-chan dan Tou-chan juga." Aku yang merasakan kedua pipiku di sentuh oleh tangan yang lembut memejamkan mataku menikmati sensasi lembut yang menempel di kedua pipiku.

"Karena kita ini keluarga, Onii-chan bisa melakukan itu bersama kami." Aku yang mendengar itu waktu itu terkejut. Keluarga... Kah? Aku merenung ketika mendengar penuturan Asia.

"Jangan khawatir Naru-kun, karena kami selalu bersamamu," aku yang di peluk oleh Rosswaisse sedikit terkejut lalu termenung kembali memikirkan perkataan Asia.

Setelah aku pikir, perkataan Asia ada benarnya. Kita adalah keluarga, walau tanpa Ayah dan ibuku, aku setidaknya sudah merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga.

Dari sana, aku bertekad untuk melupakan kalian dan memutuskan untuk Waktu yang menentukan kapan kalian datang, karena aku sudah memiliki keluarga yang mau mengurusku, bukan keluarga yang meninggalkanku semenjak aku lahir.

.

Beberapa bulan setelah memutuskan hal tersebut, aku mulai memfokuskan diriku dalam pendidikan di sekolah. Walau setiap hari alu melihat orang-orang seumuranku di jemput dengan senyum hangat keluarga mereka, aku hanya menatap datar hal tersebut.

Mereka di sambut seperti itu karena mereka berhasil mendekati bayi naga dengan mudah, sementara aku... Aku hampir mati karena di serang oleh induk Naga dari bayi naga tersebut.

Aku di selamatkan oleh Kakak kelas yang mendapat julukan Ratu Pedang, yaitu Aiz Wallenstein. Dia berhasil melumpuhkan induk Naga dengan pedangnya dengan mudah, sementara aku... Aku terdiam ketakutan karena trauma hampir di bunuh oleh Naga.

Berkali-kali... Berkali-kali setiap test menyentuh Naga ataupun menjinakkan Naga, hanya aku saja yang selalu terkena masalah yaitu di serang oleh Naga. Dan setiap kali kejadian itu terjadi, Aiz-nee menyelamatkanku hingga murid-murid di akademi mencapku sebagai orang lemah yang mencari perhatian dari Ratu Pedang.

Hal itu membuatku ingin menangis, kenapa? Karena aku lemah. Aku bahkan tidak bisa mendekati naga ataupun menjinakkan naga yang telah di siapkan walau sudah di ajarkan cara Basicnya.

Aku hanya bagus dalam Akademik bukannya Praktek. Namun aku mendapatkan sebuah informasi yang membuatku bertekad kembali untuk memperbaiki kelemahanku.

Aku mendengar, bahwa Aiz-nee juga pernah mengalami hal sama denganku. Dia bahkan tidak memiliki Partner Naga di usianya. Dan dia menutupinya dengan kekuatan pedang miliknya.

Dari sana aku berpikir, apa aku juga bisa seperti itu? Menutupi kekuranganku dengan kekuatan berpedang seperti Aiz-nee. Namun aku tidak bisa memiliki pedang di usiaku seperti ini, tapi tidak jika aku membuatnya sendiri.

Dari yang aku dengar, hutan dekat Akademi Dragon terdapat sebuah Pohon yang memiliki Tekstur Lentur, dan Ringan, namun memiliki daya yang keras, bahkan pedang tajam sekalipun tidak bisa menghancurkannya.

Mungkin dengan mencari pohon tersebut aku bisa membuat senjata kayu untuk melatih kemampuanku. Begitulah pikirku.

Keesokannya aku berencana mencari pohon tersebut seorang diri, namun aku tertahan pergi karena ada yang mampir ke kediaman kami.

Mereka adalah Clan Hyuuga, Hiashi-ojii-san dan juga Hyuuga Hinata, Laven-chan. Aku niatnya pergi karena menurutku, aku tidak ada perlunya dengan mereka, namun Baa-chan berhasil menangkapku dan menyeretku untuk bertemu mereka.

Awalnya aku bertemu mereka gugup setengah mati, terutama saat aku bertatapan dengan Hiashi-ojii-san. Tatapan tajamnya seolah ingin membunuhku, begitulah pikirku.

"Ada Apa, Naruto-kun? Kenapa kau tampak ketakutan?" aku yang mendengar nada datar Hiashi-ojii-san waktu itu merinding ketakutan, nadanya seolah siap membunuhku.

.

"Ne, Master bolehkah aku membunuhnya?" tanya Kiyohime menyela cerita Naruto dengan ekspresi siap mengamuk, namun Naruto dengan cepat menahannya dengan sweatdrop di kepalanya.

"Tidak! Tidak! Tenangkan dirimu ok? Itu sudah lama berlalu dan juga itu memang kebiasaannya," ucap Naruto

.

Kembali ke cerita, aku yang ketakutan karena nada bicara Hiashi-ojii-san waktu itu seketika tenang begitu pandanganku yang ketakutan terhadap Hiashi-ojii-san terganti ke arah Laven-chan yang mendekatiku.

"A-Anoo... A-Apa benar k-kamu Uzumaki N-Naruto-kunh."

Saat dia memanggilku namaku lidahnya tergigit karena gugup juga, aku yang waktu itu masih kecil dan memiliki rasa khawatir yang tinggi secara spontan langsung khawatir, padahal hanya lidah tergigit saja.

"O-Oi, kau tidak apa?" tanyaku khawatir, namun dia tersenyum padaku sambil menjulurkan lidahnya ke arahku. "A-Aku tidak apa kok." Ujarnya membuatku bernafas lega.

"A-Anoo ne... Na-Namaku H-Hyuuga Hinata, Yoroshiku ne Naru-kun."

Hyuuga Hinata, teman pertamaku sejak aku kecil dan juga...

"Jadi ada urusan apa Anda kemari, Hiashi-dono?" Aku dan Hinata atau yang aku panggil Laven-chan, menoleh ke arah Baa-chan yang bertanya kepada Hiashi-ojii-san.

"Begini, sejujurnya aku telah memikirkan ini sejak dulu, untuk memperkuat hubungan Clan kita yaitu Nami_ bukan maksudku Uzumaki dan Hyuuga, aku berencana melakukan pertunangan dengan Uzumaki Naruto beserta Putriku Hyuuga Hinata.

Aku yang mendengar kata pertunangan mengerjapkan mataku perlahan, aku berpikir apakah itu semacam latihan? Janji atau apa?

Karena penasaran aku mencarinya di sebuah buku dan aku menemukan bahwa pertunangan atau bertunangan adalah di mana terdapat seorang lelaki dan wanita saling mengikat perasaan mereka atau cinta mereka agar bisa menikah.

Menikah? Satu kata itu membuatku penasaran. Aku pun mencari artinya dan aku mendapatkan, bahwa Pernikahan adah sebuah tahap setelah pertunangan di mana mereka akan menjadi suami istri dan akan memiliki keluarga atau anak.

Dalam hati aku berpikir, membuat anak? Caranya? Karena penasaran, aku pun ingin mencarinya untuk mengetahui cara membuat anak, waktu itu otakku masih polos dan untungnya Baa-chan menahanku agar tidak mencarinya lebih dalam lagi .

Dan saat itu... Aku sangat penasaran dengan bagaimana caranya membuat anak?

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

Keesokan harinya, aku pun memutuskan untuk mencari Pohon yang ingin aku cari kemarin, karena Kemarin aku tidak bisa pergi karena kedatangan mereka.

Pertunanganku akan di laksanakan dalam seminggu, itulah yang aku dengar. Aku yang masih polos hanya iya-iya saja.

Aku yang berniat pergi tertahan karena Asia menahan lenganku. "Onii-chan, bermainlah dengan Asia?" pintanya padaku, namun aku tidak bisa. Aku harus cepat-cepat mendapatkan batang atau Ranting pohon yang ingin aku cari kemarin.

Dengan berat hati, aku mengelus kepala Asia lalu pergi meninggalkan Asia dengan cepat. Gomen Asia, tunggulah... Aku akan cepat kembali.

.

Setelah berlari cukup lama, akhirnya aku sampai di hutan dekat Akademi Dragon... Awalnya aku cukup ketakutan untuk masuk ke dalam. Namun aku memberanikan diriku masuk karena aku sudah membulatkan tekatku.

Setelah memasuki hutan, aku mengecek keadaan sekitar karena siapa tahu, ada naga liar di tempat seperti ini.

Krek!

Aku yang mendengar suara ranting patah langsung bersiaga dengan perasaan takut, dengan langkah perlahan aku bergerak ke sebuah pohon lalu mengintip sekitarku.

Dan saat aku mengintip, aku melebarkan mataku karena pohon yang aku cari saat ini di jaga oleh salah satu Naga berjenis Api yaitu Mizutsyugon. Sosok naga yang berukuran cukup besar dan menyerang dengan cara mengayunkan ekornya yang sangat tajam karena di lapisi Api.

Aku yang melihat naga tersebut tentu saja ketakutan, aku ingin lari secepat mungkin. Namun jika aku lari, suara langkah kakiku akan terdengar dan dia akan mengejarku.

Aku berpikir... Aku berpikir bagaimana caranya pergi dari sana.

"GROOAAAAR!"

Aku yang mendengar naga tersebut berteriak, ketakutan setengah mati. Aku berharap agar Naga tersebut tidak datang ke arahku.

Srash! Blaar!

Aku yang mendengar sesuatu yang terpotong menegang, tubuhku langsung tersentak begitu mendengar sesuatu jatuh dengan keras, dan aku hampir mengeluarkan suara yang bisa saja memancing naga tersebut.

Aku yang mendengar langkah kaki Naga Mizutsyugon, memberanikan mengintip untuk memastikan apakah dia sudah pergi atau belum.

Aku yang mau mengintip Naga Mizutsyugon seketika teralih ketika sebuah Ranting Pohon yang aku cari telah terpotong dan tergeletak di tanah.

"Grrr~."

Aku yang mendengar suara geraman Naga langsung mengalihkan pandanganku kembali dan ternyata Naga Mizutsyugon masih di dekat pohon tersebut.

Saat itu aku berpikir, cara untuk selamat dengan membawa Ranting pohon berukuran sedang yang tergeletak di tanah.

Aku yang melihat sebuah batu, termenung dan mulai berpikir. Aku memiliki rencana untuk mengalihkan Naga Mizutsyugon, ada satu keuntungan dan satu berita buruk saat aku melakukan rencana tersebut.

Keuntungannya aku berhasil mengalihkan naga tersebut dan berhasil membawa lari ranting pohon yang aku cari, berita buruknya waktuku sedikit dan aku yakin Naga tersebut bisa mendengar lariku dan mengejarku.

Aku yang waktu itu masih belum mengerti hal bagus dan buruk langsung saja melempar batu tersebut untuk mengalihkan Naga tersebut...

Dan hal itu berhasil terbukti Naga tersebut berlari ke arah batu yang aku lempar. Tanpa pikir panjang aku berlari ke arah ranting Pohon yang aku cari dan menariknya karena tubuhku masih kecil dan ranting tersebut cukup besar untuk orang seusiaku.

"Grooaaaaarr!"

Aku yang mendengar teriakkan Naga tersebut semakin panik dan ketakutan, aku mempercepat lariku dengan susah payah sambil membawa ranting pohon yang ada di tanganku.

Dug! Bruk!

Aku yang panik tanpa sengaja menabrak batu membuatku terjatuh ke tanah, dan itu sangat sakit. Aku yang masih kesakitan di tanah semakin takut ketika melihat Naga lain di dekatku.

Naga tersebut adalah Naga Alvrasgon, Naga yang memiliki ciri-ciri seperti Hyena namun tubuhnya terdapat duri-duri lancip yang memancarkan petir.

Aku yang melihat Naga tersebut menggeram ke arahku semakin ketakutan, apa lagi aku mendengar suara langkah kaki Naga yang mengejarku. Tanpa sengaja, entah karena Refleks aku berguling ke samping membuat Naga Mizutsyugon yang mengejarku melewatiku hingga naga Mizutsyugon bertatapan dengan naga Alvrasgon.

"Grrrr!"

Aku yang melihat mereka saling menggeram langsung bersembunyi di semak-semak sambil merangkak karena tubuhku masih sakit.

"GROAAAAAR!"

Jrash! Jrash!

Mataku seketika melebar ketika dua kepala Naga yang akan bertarung seketika terpenggal.

Tap!

Aku yang mendengar suara langkah kaki memberanikan diri untuk mengintip siapa yang memenggal Naga tersebut. Dan Aku cukup terkejut, bahwa yang memenggal Dua Naga tersebut adalah Aiz Wallenstein.

"Keluarlah... Uzumaki Naruto-kun." Aku yang mendengar namaku di panggil sedikit menegang, aku cukup terkejut karena Aiz-nee mengetahui keberadaanku.

Dengan sedikit kesusahan aku berusaha berdiri karena masih merasakan sakit di tubuhku, aku hanya menundukkan kepalaku ketika dia menatapku dengan wajah tanpa ekspresi.

"Apa kau baik-baik saja?" aku yang mendengar itu hanya mengangguk pelan, aku sudah sering mendengar perkataan itu. " Sedang apa kau di sini? Ini bukan tempat yang cocok untuk umur sepertimu?" Aku yang mendengar itu melirik ranting pohon yang ada di dekat Aiz-nee, aku melangkahkan kakiku menuju ranting tersebut dan mengambilnya tanpa berbicara sedikit pun pada Aiz-nee.

Setelah itu aku menuju ekor Mizutsyugon lalu menggunakan ekornya untuk membuat sebuah pedang kayu, aku yang mendengar suara langkah kaki menjauh melirik ke belakang di mana Aiz-nee pergi tanpa sepatah kata.

Aku yang melihatnya pergi hanya diam dan melanjutkan kegiatanku, aku tidak ingin merepotkannya dengan memintanya untuk menjagaku, lagi pula posisiku waktu itu sudah dekat dengan perbatasan hutan.

Sejak saat itu lahirlah senjata pertamaku yaitu Zenkirro. Aku yang telah memiliki pedang kayu memutuskan mencari seseorang yang bisa mengajariku ilmu pedang, dan aku tahu satu orang yang cocok agar dia mau melatihku ilmu pedangnya.

Keesokan harinya, aku pergi ke kelas Aiz-nee untuk bertemu dengannya, banyak Para Senpai yang menatapku aneh karena Aku membawa Pedang Zenkirro di tanganku.

Setelah sampai di kelas Aiz-nee, aku sedikit terkejut karena aku akan langsung berpapasan dengan Aiz-nee. "Kau...," gumamnya.

Waktu itu, aku pun membungkukkan badanku dan mengucapkan terima kasih padanya karena selalu menyelamatkanku. "Arigato! Karena selalu menyelamatkan nyawaku, Aiz-senpai!"

Aku bisa mendengar bisik-bisikkan dari para Senpai karena secara berani dan secara langsung memanggil nama Aiz-nee.

"Aku datang ke sini ingin berterima kasih kepada Senpai yang selalu menyelamatkan nyawaku, dan aku memiliki sebuah permintaan kepada Senpai!" ucapku lalu menegakkan tubuhku sambil menunjukkan pedang Zenkirro milikku padanya.

"Tolong! Jadikan aku muridmu dan tolong! Ajarkan aku Seni Bermain Pedang!"

Saat itulah, Kemampuan senjataku mulai di bentuk...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

.

"Tunjukkan semangatmu saat kau memintaku untuk mengajarimu! Uzumaki Naruto!"

"Ara~ Namaku adalah Tokisaki Kurumi, yoroshiku ne, Uzumaki-kun,"

"Ugh! Kuso?! Gagal lagi!"

"Jadilah pacarku Naruto-kun."

"G-Ghh... GHAAAAAA!"

Selanjutnya di Chapter 40 : Special Art : NarutO Story : part 2 : My Nightmare.

.

Note : Yosh! Kembali up dengan cerita masa lalu Naruto.

Bagaimana menurut kalian? Menarikkah? Atau tidak?

Hmm~ entahlah yang memberikan pendapat kalian. Btw... Anak sundel ( the ereaser kw ) bisa jaga cara bicara gak sih? Kalau gak bisa buat bilang saja. Lu iri kan banyak fanfic terkenal baru satu chap jelek bacotnya sudah luar biasa.

Lu kira bikin Fanfic dalam sekejap mata itu gampang? Buktikan bocah, lu bikin Fanfic saja kagak pernah. Lu bilang Fanfic ini sampah? Apa ada Fanfic Sampah bisa membuat 400 orang lebih Fav dan Follow?

Bilang kagak bisa lanjut? Ini kok bisa lanjut? Kalau ngomong pakai otak Anak sundel. Kalau gak suka jangan di baca. Kurang jelas?

KALAU GAK SUKA JANGAN DI BACA!

KALAU GAK SUKA JANGAN DI BACA!

Kok masih di baca? Salty? Bacot doang? Iri? Kamu kebanyakan makan garam sama micin begitu dah isinya.

Jangan bilang munafic ke orang lain kalau lu sendiri Munafic The Ereaser Kw. Flame kagak jelas, fic gak jelas lu bilang bagus, fic bagus di bilang Jelek. Mata lu buta kali gak bisa membedakan bagus sama jelek.

Kenapa? Ya karena matamu kagak ada vitaminnya soalnya micin doang makanmu.

.

Huft~ sorry. Saya hanya melampiaskan emosi pada the Ereaser Kw si anak sundel atau anak haram yang entah bagaimana bisa lahir dengan bahasa yang tidak bagus. Aku yakin itu bocah gak lulus sekolah. Nyogok paling. Bahasa indo saja gak jelas, cara ngetik juga kelihatan seperti orang yang kesel baru ceritanya bagus.

Btw, seperti itulah kisah masa lalu Naruto saat dari umur 4 tahun sampai 8 tahun. Aku tidak bisa menjelaskan keseluruhan kesehariannya karena mustahil manusia bisa mengingat masa lalunya secara keseluruhan bukan? Maka dari itu saya ambil point pentingnya.

Kemungkinan Kisah Masa lalu Naruto akan sampai Part empat. Itu baru kemungkinan, tapi yang pasti Part 3 atau 4 udah pasti akhir dari Masa Lalu Naruto dan berlanjut ke pertarungan Naruto melawan Whellgon.

Setelahnya... Ya begitu deh. Sorry hampir Spoiler. Kan gak asyik nanti :v.

Lalu, Pohon apa yang di cari Naruto? Itu akan muncul di Chapter depan, saya sengaja tidak memberitahukan namanya di sini karena itu sudah di atur memang namanya akan keluar di chapter depan.

Tapi, untuk Chapter depan sepertinya akan sedikit lama karena Upnya AoG. Kebetulan dapat Data yang cukup yang bisa membuatku melanjutkan AoG, dari pada data tersebut hilang sebaiknya aku langsung menuangkannya saja.

Oh ya! Kami para author mengadakan Up Fanfic serentak untuk mengembalikan masa jaya Fanfiction agar Ramai kembali, bagi yang ingin berpatisipasi, Ayo! Semangat membuat cerita kalian dan up secara besar-besaran agar Masa jaya Fanfiction kembali ramai!

Jaa~ itu saja Dariku. Sampai bertemu di waktu ke depan.

4kagiSetsu Out.