0%-100%

Power on!

Story starts!

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 40 : Special Arc : Naruto Story part 2 : My Nightmare.

.

Naruto Pov

.

Setelah aku mengatakan itu, aku bisa melihat Aiz-nee memandangku dengan tatapan yang sulit di artikan, bahkan kini aku bisa mendengar gelak tawa dari para Senpai.

"Aku tahu kalau aku ini tidak berguna karena selalu di selamatkan oleh Aiz-senpai, maka dari itu...," gantungku sambil menurunkan pedangku, "Aku! Ingin melatih diriku agar bisa melindungi diriku sendiri!" lanjutku dengan tegas membuat para senpai di sekitarku terdiam.

"Dan orang yang aku pilih untuk melatihku adalah kamu, Aiz-senpai," ucapku dengan jujur, "Aku tidak bisa meminta orang lain melatihku karena aku belum pernah melihat kekuatan mereka, tapi Senpai... Aku sering melihat kemampuan senpai, maka dari itu aku memilihmu Aiz-senpai!" lanjutku dengan tegas membuat suasana di sekitarku hening.

"Hahaha! Jangan bergurau bocah!"

"Kemampuanmu tidak akan cukup walau kau di latih olehnya!"

"Sebaiknya kau menyerah saja!"

Aku yang waktu itu mendengar itu hanya diam, aku hanya diam mendengar ejekan-ejekan yang di lontarkan oleh para Senpai, aku ingin membalasnya tapi aku tahu bukan saatnya... Aku belum memiliki kemampuan ataupun kekuatan... Aku juga tidak ingin membuat Aiz-nee menolakku karena menyerang teman-temannya.

"Sebaiknya kau membatalkan niatmu itu Gaki!" ucap salah satu senpai yang ingin memukulku.

Sret! Greb! Duak!

Aku yang sejujurnya sudah siap menerimanya terkejut karena Aiz-nee menangkap tangan Senpai yang ingin memukul kepalaku dan membantingnya dengan keras.

"Jangan sekali-sekali, ada yang menyerangnya." Aku yang mendengar perkataan Aiz-nee terdiam, apakah Aiz-nee mendukungku? Begitulah pikirku.

"Uzumaki Naruto-kun?"

"A-Ah, Ha'i!" balasku tergagap.

"Sejujurnya aku ingin melatihmu... Tapi kau masih kecil untuk itu... Jadi..."

Aku yang mendengar itu mengepalkan tanganku, aku tahu aku masih berumur 8 tahun... Tapi... Aku tidak ingin sampai besar ingin menjadi lemah...

Aku yang ingat bahwa Aiz-nee ingin melatihku namun karena tubuhku langsung bersujud... Satu hal yang aku pikirkan waktu itu hanya satu...

Aku tidak boleh menghilangkan kesempatan tersebut sedikitpun...

"Aku mohon Aiz-senpai!" ucapku dengan keras sambil bersujud, "Aku tahu kalau tubuh kecilku ini tidak mungkin kuat mengikuti latihan Aiz-senpai, Tapi! Aku ingin kuat agar suatu saat aku bisa melindungi diriku sendiri, Orang yang aku sayangi, Bahkan aku juga ingin membalas kebaikan Senpai dengan melindungi Senpai suatu saat!" lanjutku dengan sangat tegas.

Suasana di sekitarku langsung hening, aku yang merasakan suasana sangat hening mengangkat kepalaku dan aku terkejut karena wajah Aiz-nee sangat dekat denganku.

"A-A-Aiz-senpai!" kejutku sambil menjauhkan sedikit wajahku, aku merasakan pipiku memanas karena hal tadi.

"Jika kau ingin aku melatihmu... Bagaimana kalau kita membuat persetujuan?" aku yang mendengar itu mengerjapkan mataku, persetujuan? Apakah itu semacam taruhan? Itulah pikirku.

"P- Persetujuan seperti apa?" tanyaku. "Jika kau bisa menguasai kemampuanku dan di mana nanti saat hari terakhir kau bisa mengalahkanku, kau akan mendapatkan hadiah dariku, namun jika kau gagal, kau akan menerima hukuman dariku, apa kau siap menerimanya?" jelasnya membuatku berpikir.

Aku yang dulu tidak mengerti keuntungan dan kerugian mengangguk dengan semangat waktu itu, dan sialnya aku tidak menyangka bahwa yang waktu itu dia katakan adalah...

.

.

"Hahh~ aku tidak ingin membicarakannya" gumam Naruto sambil menutup wajahnya yang memerah, Team Naruto yang mendengar cerita Naruto merona termasuk Aiz yang sudah memerah wajahnya.

" Kau berani juga ya? Dasar Shotacon" cibir Kurumi. Aiz yang mendengar itu mengembungkan pipinya menahan kesal dengan wajah memerah.

.

.

Keesokan harinya, aku pun datang ke tempat yang sudah di janjikan oleh Aiz-nee, aku menunggu dengan semangat membara di dalam hatiku.

Swush! Trak!

Aku yang merasakan hawa nafsu besar di belakangku langsung reflek menunduk dan menjaga jarak, aku cukup terkejut dengan hal itu namun aku harus terkejut kembali bahwa yang menyerangku adalah Aiz-nee.

"Tidak buruk di hari pertama," ucapnya membuatku mengerjapkan mataku, apa tadi itu adalah latihanku?

"Baiklah, sebelum aku mengajarkan kemampuanku, aku ingin kau melatih lenganmu dan tubuhmu dengan senjata-senjata yang ada," ucapnya membuatku mengerjapkan mataku. "Etto... Senjatanya apa saja?" tanyaku dengan polos.

"Hm, Kau akan melatih tangan dan tubuhmu dengan pedang, tombak, Rantai, dan senjata lainnya kecuali senjata api," jelasnya membuatku mengerti. Aku tidak boleh banyak protes di sini, aku harus fokus melatih kemampuanku, itulah pikirku.

Aku pun menjalani latihanku selama 2 tahun dengan di latih oleh Aiz-nee, selama 2 tahun itu bagaikan neraka bagiku karena latihan yang di berikan oleh Aiz-nee sangat berat untukku. Tapi aku tidak mengeluh karena jika Aiz-nee bisa, aku juga harus bisa melakukannya.

Selama 2 tahun juga, aku juga sudah bertunangan dengan Hyuuga Hinata sesuai perjanjian dan bertemu teman baru juga yaitu Rias Gremory, walau singkat kami sering bercanda bersama dan sering bermain bersama

"Tunjukkan semangatmu saat memintaku untuk mengajarimu! Uzumaki Naruto!"

Aku yang mendengar itu mengeratkan genggamanku pada pedangku lalu melesat ke arah Aiz-nee kembali.

Aku selalu melancarkan serangan pada Aiz-nee dengan sekuat tenaga, sementara Aiz-nee menangkis dan memberikan serangan balasan yang tak kenal umur.

Serangannya sangat keras dan bertenaga, hal itu sempat membuat nyaliku menciut, namun aku tetap kukuh dengan pilihanku dan melanjutkan latihanku kembali.

Selama latihan aku tidak pernah berhasil mengalahkan Aiz-nee, bahkan satu pun seranganku tidak pernah ada yang mengenainya.

Setiap aku latihan, aku selalu pingsan setelahnya dan Aiz-nee selalu memangku kepalaku dan menungguku hingga sadar, waktu itu aku sungguh malu karena merepotkan Aiz-nee.

Karena itu, aku melihat-lihat video Kenjutsu dan juga melihat latihan-latihan yang di lakukan oleh Aiz-nee.

Waktu itu setelah pulang dari melihat latihan Aiz-nee, aku di panggil oleh Ajuka dan Falbium. Aku waktu itu bingung kenapa mereka memanggilku, tapi aku tak menyangka setelah aku sampai di depan mereka.

Mereka memberiku sebuah senjata berupa tombak. Saat itulah aku memiliki senjata ke dua dengan Afkali. Aku memberinya nama tersebut berdasarkan nama Ajuka dan Falbium.

Aku bertanya waktu itu, kenapa mereka memberiku senjata tersebut. Dan jawaban mereka...

"Kau hanya memiliki satu senjata kayu itu bukan? Karena khawatir dengan Anda, jadi kami membuatkan ini untuk Anda, Naruto-san. Kami harap Anda menerimanya."

Aku yang mendengar itu termenung. Aku dulu berpikir, situasi macam apa ini... Orang asing memberiku hadiah dan peduli akan diriku, sementara orang tuaku... Tidak sama sekali... Tidak ada hadiah terindah yang pernah aku dapatkan.

Keesokannya aku melakukan latihanku kembali dengan seorang diri karena Aiz-nee memiliki kesibukan. Namun baru saja aku ingin pergi untuk berlatih, aku kembali di panggil oleh Grayfia.

Dalam hati aku berpikir, sekarang apa lagi?

Setelah sampai di depannya aku di tuntun menuju sebuah ruangan, aku dulu bingung kenapa aku di bawa ke sebuah ruangan besar. Namun aku cukup terkejut ketika melihat perubahan pada ruangan yang aku tempati bersama Grayfia.

Ruangan itu adalah salah satu tempat dimana aku melatih kemampuanku.

Distorsy Room Space.

Aku pun menanyakan ruangan macam apa ini dan Grayfia menjelaskan detail tempat ini, setelah mendengar cerita Grayfia, aku cukup terkejut karena Ajuka dan Falbium juga yang membuat tempat ini.

Dan saat itu, aku berpikir menggunakan ruangan tersebut untuk melatih kemampuanku hingga Aiz-nee kembali.

Akupun melatih kemampuanku setiap hari di ruangan tersebut, bahkan di saat hari libur, aku melatih kemampuanku di Distorsy Room Space dengan robot petarung yang di uji coba, dan robot itu adalah ciptaan salah satu Karyawan milik Ajuka.

Aku yang menggunakan tombak mengatur nafasku yang terengah-engah, robot di depanku yang menggunakan dua pedang kembali bersiap menyerangku.

Mau tak mau aku harus siap menahan dan membalas serangannya walau aku sudah cukup kelelahan.

Wush! Trank!

Aku yang bisa melihat serangannya mengayunkan tombakku hingga senjatanya tertahan lalu mengayunkan senjataku kembali ke arah dua tangan robot di depanku.

Trank! Trank! Trank!

Aku yang melihat seranganku di tahan mendecih dan mau tak mau aku harus terus memberi serangan pada robot di depanku ini.

Trank!

Aku yang melihat celah menghantam tombakku pada celah tersebut hingga senjata kami sama-sama terpental.

Greb! Swush! Swush! Sring!

Aku yang melihat dua pedang robot tersebut akan jatuh langsung mengambil satu pedang tersebut lalu memutarnya dan melakukan posisi serangan penghabisan.

Bahkan sebelum melakukan serangan aku bisa melihat wajahku pada sisi pedang di tangan sang robot. Dan setelahnya aku menebaskan senjata di tanganku pada kepala robot di depanku hingga putus.

Brugh!

Tubuh Robot yang aku lawanpun terjatuh karena sudah tidak berfungsi kembali, aku yang melihat latihanku berhasil menghancurkan robot tersebut.

Selesai dengan latihanku, aku membaringkan diriku sambil mengatur nafasku. Waktu itu adalah latihan yang sangat berat, jika aku memiliki kekuatan... Aku tidak akan merasa lelah waktu itu, itulah pikirku.

Hari terakhir di mana aku berlatih bersama Aiz-nee pun datang, dan aku berhasil mengalahkannya dan mendapatkan hadiah darinya, dan aku juga memberikannya hadiah karena Aiz-nee akan pergi selama 8 tahun.

Setelah kepergian Aiz-nee aku terus melatih kemampuanku agar kemampuanku semakin meningkat, aku tidak mau menghilangkan pelajaran yang di berikan oleh Aiz-nee.

Hingga tanpa sengaja, aku menemukan seseorang yang menjadi guru ke duaku, dialah Tokisaki Kurumi-nee.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

Aku bertemu Kurumi-nee saat aku melatih gaya berpedangku, aku yang melihat tersenyum ke arahku menaikkan sebelah mataku sambil menatap sekitar. Waktu itu aku tidak tahu bahwa dia tersenyum ke arahku karena siapa tahu dia tersenyum ke arah orang lain.

"Ara~ Namaku adalah Tokisaki Kurumi, Yoroshiku ne, Uzumaki-kun," ucapnya saat pertama kali bertemu denganku, aku mengerjapkan mataku beberapa kali waktu itu.

Karena bagaimana bisa dia mengetahui namaku? Padahal aku belum mengenalnya?

"Etto... Bagaimana Anda bisa mengetahui namaku?" tanyaku dengan sopan waktu itu, namun dia hanya tersenyum padaku membuatku tersenyum kaku waktu itu.

Soalnya setiap kali aku bertanya Kurumi-nee selalu tersenyum dan itu membuatku pusing, namun saat aku akan latihan, Kurumi-nee menahanku dan mengatakan bahwa dia tertarik dengan kemampuanku, namun dia bilang masih ada yang kurang.

Aku dulu bingung di mananya aku kurang, dan Kurumi-nee menjawabnya dengan mengatakan.

"Kekurangan yang ada pada dirimu adalah Ketegasan, Pintar, Berani, Dan Siap mengambil risiko, itu terlihat jelas di matamu," ucapnya waktu itu.

Mendengar itu membuatku termenung, memang benar selama ini aku selalu mengikuti sesuatu yang menurutku bagus untuk melatih diriku, namun apa yang di katakan Kurumi-nee benar.

Aku belum tegas dalam hal apapun, kepintaranku masih di bawah rata-rata, keberanianku bagaikan mental tikus, dan juga aku tidak terlalu berani mengambil risiko.

Aku pun menatap Kurumi-nee, dan kembali dia tersenyum lagi seperti menyimpan sebuah rahasia, jujur saat melihat senyumnya aku penasaran, kenapa dia selalu tersenyum.

.

"Tapi, sepertinya aku sudah sadar kenapa dia selalu tersenyum waktu itu," ucap Naruto sambil melirik Kurumi yang menatapnya lalu tersenyum ke arahnya membuat Naruto menghela nafasnya.

"Kau tidak ada perubahan sama sekali, Kurumi-nee. Senyummu itu masih saja membuatku pusing," ucap Naruto membuat Kurumi tertawa halus.

.

Setiap kali aku latihan, Kurumi-nee selalu muncul dan mengatakan sesuatu... Aku tidak begitu mengingatnya tapi yang pasti, Kurumi-nee selalu mengatakan kekuranganku dan memberiku nasehat agar kekuranganku berhasil di tutup.

Dua tahun kembali berlalu dan kejadian tersebut selali terjadi dan karena itu aku bisa sampai Dragon Champion, namun Kurumi-nee juga harus pergi dalam waktu membuatku sedikit kecewa.

Karena merasa bosan dengan latihan, aku menghibur diriku dengan pergi ke pabrik Jiji, aku yang melihat mesin-mesin canggih tentu saja tertarik. Bahkan tanpa izin aku memasuki Pabrik dan melihat proses pabrik tersebut.

Dan saat itulah aku menemukan teman... Tidak, lebih tepatnya rekan kerjaku yang paling setia membantuku dan Pabrik Jiji.

Dia bernama Noihara Himari, salah satu rekan kerja yang paling setia di DSA

Saat pertama kali bertemu, dia menyapaku dan menyuruhku untuk tidak sembarangan masuk pabrik DSA, tapi dengan bersih keras, aku tetap memaksa agar diriku bisa melihat proses pembuatan senjata di pabrik tersebut.

Dengan berat hati, dia membiarkanku masuk dan mengajakku berkeliling. Saat berkeliling aku hampir mati karena alat-alat yang di ciptakan di sana tiba-tiba lepas kendali, untungnya aku selalu selamat karenanya.

Namun tetap saja, aku tetap kena omel, padahal itu bukan salahku, namun walaupun begitu ketika mengingat bagaimana pabrik DSA membuat senjata sesuatu mendorong hatiku agar aku juga membuat senjata di pabrik itu.

Dan sungguh, aku sangat terkagum... Sangat-sangat kagum. Maka dari itulah aku mencoba membuat W.W.S Watch, Aku yang telah di ajari oleh Kurumi-nee untuk berani mengambil risiko, berniat menciptakan sesuatu di umurku saat 12 tahun.

Aku yang di beritahu jika ingin membuat sesuatu, aku harus membuat sebuah konsep terlebih dahulu. Aku dulu berpikir, senjata seperti apa yang bagus? Aku sudah melihat senjata-senjata dari tahun ke tahun, tapi tidak ada yang bagus.

Hingga saat itu aku menemukan sebuah senjata yang bagus, itulah W.W.S Watch generasi pertama. Aku yang dulu masih belum tahu apa-apa sangat senang karena berhasil menciptakan senjata.

Namun rasa senang itu harus hilang di ganti rasa sakit.

.

"Kenapa? Master," tanya Kiyohime ingin tahu. Naruto yang melihat keingintahuan Kiyohime melirik yang lain, dirinya bisa melihat semua tampak penasaran kecuali Asia yang tampak menunduk lirih.

"Sejujurnya aku tidak ingin memperlihatkannya, tapi sepertinya sudah saatnya kalian tahu," ucap Naruto sambil mengotak-atik Layar Hologram Jamnya.

"Apakah ada sesuatu di tangan kiri Danchou?" tebak Kiba. "Mungkin saja, soalnya selama kita ke tempat Danchou kita tidak pernah melihat Danchou melepaskan jam itu," timpal Julis.

"Mu-Mungkin kah...," gantung Claudia.

Cklek!

"Seperti dugaanmu, Claudia," ucap Naruto melepaskan W.W.S Watch di tangannya dan memperlihatkan pergelangan tangan kirinya di mana terdapat kulit-kulit yang menghitam, "Ini adalah dampak dari W.W.S Watch generasi pertama dan ke dua," lanjut Naruto membuat semua yang ada di sana terkejut kecuali Asia

"Nii-chan..."

"Jangan khawatir, Asia-chan. Suatu saat nanti mereka juga pasti akan mengetahuinya, dan aku pikir... Sekarang adalah waktu yang tepat," balas Naruto sambil tersenyum tipis ke arah Asia.

"Master... Tanganmu kenapa?" tanya Kiyohime khawatir. "Um, ini luka bekas dari W.W.S Watch generasi pertama dan ke dua. Aku yang dulu tidak mengerti sistem mesin membuat alat tersebut berdasarkan buku-buku di DSA yang lalu aku gabungkan," jawab Naruto menjelaskan.

"Namun siapa sangka, jaringan W.W.S Watch generasi pertama menusuk lenganku dan mencoba menyatu dengan tulangku, namun untungnya aku berhasil di selamatkan dengan cepat sebelum aku kehabisan darah," cerita Naruto

"Ughh... Me-Membayangkannya saja membuatku merinding Danchou," ucap Kiba dengan wajah pucat.

"Naruto-nii, kenapa kau melakukan hal bodoh? Kau tahu dirimu masih kecil waktu itu bukan? Kenapa kau memaksakan dirimu?" tanya Sara sedikit tegas.

"Kau pikir aku pintar waktu itu?" tanya Naruto membuat Sara terdiam. "WAKTU ITU AKU MASIH BELAJAR SENDIRI?! TIDAK ADA SIAPAPUN YANG MENGAJARIKU?! BAHKAN TIDAK ADA YANG PERNAH MENGAJARIKU YANG MANA BENAR DAN SALAH?!" teriak Naruto meluapkan emosinya.

"Teme! Dia hanya bertanya padamu?! Bisakah kau membalasnya dengan halus?!" teriak Menma marah membuat emosi Naruto semakin besar.

Grek!

"KAU TAHU APA TENTANG KEHIDUPANKU?! APA YANG KAU TAHU TENTANG DIRIKU SELAMA HIDUPKU?!" teriak Naruto sambil mencekik Menma. "AKU MENJALANI KEHIDUPANKU SEORANG DIRI?! WALAU ADA BANYAK ORANG YANG PEDULI DENGANKU AKU TETAP SAJA MERASA KOSONG?! JADI TUTUP MULUTMU SEOLAH KAU TAHU SEGALANYA?!"

"KAU BANGGA KARENA MENDAPAT KASIH SAYANG DARI KELUARGAMU BUKAN?! KAU BANGGA KAN?! JIKA BEGITU AMBIL SAJA KELUARGA SAMPAH INI?!" teriak Naruto sambil melempar Menma hingga berguling ke arah Kushina.

"Danchou!/Nii-chan!" seluruh Anggota Naruto langsung menghampiri Naruto dan berusaha membuat Naruto tenang. Saat ini emosinya tak terkendali, jika semakin di biarkan akan bahaya.

"Uhuk! Uhuk!" Menma yang berusaha bangun langsung di peluk oleh Kushina membuat emosi Naruto semakin tak terkendali.

"Master, tenanglah," ucap Kiyohime yang langsung berubah menjadi naga dan melingkarkan tubuhnya di sekitar Naruto.

["Tenangkan dirimu, Master,"] ucap Kiyohime membuat Naruto mengendalikan emosinya lalu duduk dengan tenang kembali.

Cklek! Csh!

Naruto yang telah menenangkan dirinya langsung memasang W.W.S Watchnya kembali lalu terdiam sesaat.

"Apakah... Hanya itu ceritamu, Anakku? Aku yakin bukan hanya itu bukan?" tanya Minato dengan halus, dirinya juga ingin mendengar cerita Naruto tanpa dirinya dan Istrinya.

Mereka ingin tahu kekosongan yang telah mereka beri pada Naruto, jika mereka sudah tahu, mereka sangat ingin mengisi kekosongan itu kembali. Agar kekeluargaan mereka kembali dengan rasa bahagia.

Naruto yang mendengar perkataan Minato menatap W.W.S Watchnya.

.

Saat aku melakukan uji coba pada W.W.S Watch, seperti yang aku bilang. Jaringan pada W.W.S Watch menjadi tak terkendali dan hampir menyatu dengan tulangku, jika itu terjadi alat tersebut akan menyatu selamanya dengan tanganku, dan kemungkinan terburuknya aku akan kehilangan tanganku.

Seminggu setelah kejadian tersebut, aku kembali nekat membuat W.W.S Watch generasi ke dua. Walaupun banyak yang menegurku bahkan menamparku, aku tidak memedulikan hal tersebut.

Satu bulan tak terasa, W.W.S Watch generasi ke dua jadi, aku yang melihat senjata generasi ke dua yang aku ciptakan hanya diam. Tidak ada rasa senang sama sekali, mengingat kejadian W.W.S Watch generasi pertama membuatku berpikir, jangan hanya melihat luarnya, tapi lihatlah dalamnya.

Aku pun menguji coba W.W.S Watch generasi ke dua di sebuah lapangan luas, awalnya tidak terjadi apa-apa, namun 10 menit kemudian alat tersebut meledak di tangan kiriku.

Untungnya tanganku tidak hilang hanya meninggalkan bekas luka pada tangan kiriku. Hal itu membuatku frustrasi, aku semakin nekat dan nekat untuk membuat alat setiap kali aku sembuh.

Bahkan aku tak pernah memedulikan kesehatanku waktu itu. Satu setengah bulan berlalu. Aku berhasil menciptakan W.W.S Watch generasi ke tiga tanpa kendala.

Himari-chan yang melihatku seperti itu merawatku dengan senang hati, padahal waktu itu aku bilang tidak membutuhkannya, namun dia bersih keras dan juga terkadang dia membantuku saat aku ketiduran karena lelah

Aku juga meminta Falbium untuk membuatkan alat lengan uji coba agar tidak terjadi apa-apa kembali padaku. Dan hasilnya sangat memuaskan, W.W.S Watch Generasi Ke tiga berhasil dengan sempurna.

Aku tersenyum senang karena aku berhasil menciptakan alat dengan usahaku sendiri. Namun tiga hari setelahnya, rasa senang tersebut sirna karena hancurnya W.W.S Watch Generasi ke tiga

W.W.S Generasi ke tiga aku letakkan di sebuah kotak kaca dengan sistem perlindungan yang aku minta pada anggota DSA. Namun W.W.S Watch yang aku ciptakan hancur.

Aku semakin frustrasi bahkan karena hancurnya alat tersebut aku tidak tidur-tidur untuk menciptakan kembali alat itu. Saat hampir jadinya W.W.S Watch generasi ke empat, aku menemukan sebuah alat yang membuat W.W.S Watch semakin berguna dari pada generasi-generasi sebelumnya.

Yaitu Kengu. Alat berupa chip yang berisi data-data persenjataan di dalamnya

Seperti kata orang, setiap generasi pasti ada kemajuan. Aku yang menemukan alat itu langsung mencatat dan mencoba membuat duplikatnya agar siapa tahu aku bisa membuat W.W.S Watch generasi berikutnya.

Aku yang berhasil menciptakan kembali W.W.S Watch generasi ke empat hanya diam tanpa ada rasa bahagia kembali, karena rasa frustrasiku, aku tidak bisa tersenyum, yang aku butuh kan hanyalah tidur waktu itu.

Dan benar saja, keesokannya alat tersebut kembali hancur, bahkan aku tidak tahu siapa gerangan yang menghancurkannya.

"Ugh! Kuso?! Gagal lagi?!" umpatku waktu itu sambil terjatuh karena masih lelah.

Aku pun mengistirahatkan diriku kembali selama 2 bulan, selama 2 bulan aku hanya membaca buku dan mencari tahu tentang alat-alat terbaik di dunia dan mencari konsep alat-alat tersebut.

Dan akhirnya aku kembali membuat senjata W.W.S Watch, dan hasilnya sungguh memuaskan hatiku. W.W.S Watch Generasi ke Lima berhasil dengan sempurna, Generasi ke 5 tidak jauh beda dengan Generasi empat, hanya saja alat di dalamnya berubah. Alat di dalam generasi 4 adalah Chip bernama Kengu

Sementara di Generasi 5 terdapat tabung kecil dengan kotak-kotak micro berisikan sesuatu yang sangat kecil yang jika di remas akan memunculkan senjata.

Setelah terciptanya W.W.S Watch, Aku membantu usaha Jiji dengan membuat senjata, saat itu aku tidak tahu apa-apa namun setelah seminggu aku bekerja, secara tak sengaja aku menemukan sesuatu yang Special yang terjadi pada W.W.S Watch.

.

"Dan itu adalah, Blood Conecting? Benar?" ucap Kurumi membuat Naruto mengangguk.

.

Waktu itu, aku tengah mempertajam senjata dan kebetulan aku mempertajam senjata yang di lumuri darah, aku yang dulu jijik langsung cepat-cepat mengusap senjata tersebut dengan kain lap, namun siapa sangka ada beberapa tetes darah yang mengenai layarku.

Aku yang waktu itu akan mempertajam senjata tersebut terkejut karena jamku tiba-tiba bersuara "Blood Conecting, Active." Dan aku semakin terkejut ketika tanganku tiba-tiba mengeluarkan api.

Aku tentu terkejut karena tiba-tiba aku bisa memiliki kekuatan, awalnya aku ingin berteriak karena senang, namun Hinami mengatakan itu adalah salah satu justu Clannya yang dia berikan padaku

Waktu itu aku ingin sekali memarahinya, tapi setelah di pikir kembali aku menemukan sebuah cara dengan jutsu tersebut agar aku semakin kuat, walau kekuatannya bukan asli darimu, tapi ini cukup untuk melindungi diriku begitulah pikirku.

Hari-hari berlalu, aku melakukan kegiatan sekolahku seperti biasa bersama Asia, walau masih ada yang membully diriku, aku hanya diam saja tak membalas mereka.

Hingga suatu saat aku bertemu seseorang yang mengenalkanku cinta untuk pertama kalinya, dialah Hayamana Shion. Dia berdiri di depanku di sertai senyum manisnya, awalnya aku tidak tahu kenapa dia tersenyum kepadaku.

Namun dengan santainya dia berkata, "Jadilah pacarku Naruto-kun," ucapnya dengan lancar. Tentu saja hal tersebut membuat suasana sekolah semakin ricuh.

Seseorang yang terkenal di sekolah menyatakan cintanya padaku, tentu itu sesuatu yang sangat gila. "Etto... Apa kau gila Hayamana-san? Aku tidak cocok untuk orang sepertimu," ucapku menolak dengan halus.

"Iiih~ kamu itu ya, kamu harusnya bersyukur karena ada orang yang mencintaimu," ucapnya dengan raut wajah cemberut. Jujur dari dulu aku bingung dengan tingkah perempuan, Asia juga sering seperti ini.

"Tapi..."

Aku yang ingin menyelesaikan alasanku harus terhenti karena dia tiba menarikku dengan senyum di wajahnya. Hari-hari berlalu Hayamana-san selalu menghabiskan waktunya bersamaku dan mengenalkan padaku apa itu cinta hingga benih-benih cinta tubuh di hatiku.

Namun semua itu harus sirna... Sirna karena aku melihatnya tengah memadu kasih pada pria lain. Aku yang melihat itu keluar tanpa sepatah kata, alu sungguh benci... Benci dengan sesuatu yang awalnya manis berubah menjadi sangat pahit.

"G-Ghh... GHHAAAAA?!" dan pada malam itu aku berteriak meluapkan amarahku pada langit malam yang gelap.

Tahun 2078... Tahun terburuk sepanjang hidupku dan sebuah mimpi burukku selama aku hidup...

Aku yang telah menutupi hatiku akan cinta hanya fokus pada pembuatan senjataku selama bertahun-tahun hingga aku menjadi staf di DSA.

.

Keadaan hening ketika tiba-tiba Naruto menghentikan ceritanya, Dia tampak menoleh ke arah langit sambil tersenyum.

"Souka... Jadi begitu...," gumam Naruto.

"Ada apa Danchou?" tanya Kirin.

"Sejak aku umur 14 tahun aku sudah menjadi Staf DSA dan sering memberi laporan ke Kantor Hokage, dan secara kebetulan aku bertemu mereka," ucap Naruto sambil menepuk jidatnya, "Astaga, aku baru mengingatnya...," lanjutnya sambil tertawa pelan.

"Bertemu dengan siapa?" tanya Irina penasaran.

"Pasukan Servant yang saat ini menjadi calon istriku nanti..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future.

"Astaga, berat sekali,"

"Kamu tidak apa-apa?"

"Are? Kenapa kalian mengikutiku?"

"Uwoooh! Sugoii!"

"Inilah kemampuan senjataku,"

.

Selanjutnya Chapter 41 : Special Arc : Naruto Story Part 3 : I'm So Happy

.

Note : Yo! Kembali up ini sesuai janji saya.

Saya mengetiknya cukup cepat kali ini karena banyak waktu kosong jadi aku menyempatkan diriku untuk mengetiknya.

Bagaimana seru kah? Aku harap kalian suka dengan cerita ini.

Seperti yang di atas, saya sudah menceritakan pelatihan Aiz pada Naruto dan juga Pertemuannya terhadap Kurumi.

Dan juga saya membuatkan cerita mengenai Generasi-generasi W.W.S Watch, memang generasinya ada sampai 5 jika kalian sering membacanya pasti inget. Ya kalau gak coba saja cari :v. Tapi jujur saya sudah janji akan menceritakan pembuatannya.

Dan dampak dari W.W.S Watch? Bagaimana menurut kalian? Sangat parah ya dampaknya? Hoho saya sudah merencanakannya dari awal karena pasti, mesin jika ada kesalahan teknis terkadang berdampak sangat buruk.

Di Chapter kali ini tidak banyak yang bisa di bahas dan semoga kalian menikmatinya. Nantikan Chapter berikutnya ya :D.

Jaa na~

4kagiSetsu