0%-100%

Power on!

Story starts!

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 41 : Special Arc : Naruto Story part 3 : I'm So Happy.

.

Naruto Pov

.

Semenjak umurku 14 tahun, aku telahdi jadikan Staf oleh Jiji karena berhasil menciptakan W.W.S Watch yang langsung terkenal di seluruh Dunia, dan juga telah berhasil menciptakan senjata-senjata yang bagus sesuai dengan minat sang pemesan.

Karena hal tersebut aku menyimpan senjata pertamaku yaitu Zenkirro ke dalam W.W.S Watch, cukup lama memindahkannya karena senjata itu di buat dari Pohon Arvindull, Pohon yang sangat susah di hancurkan ataupun di potong dengan senjata apapun.

Kenapa aku bisa berhasil mendapatkan bagian dari pohon tersebut karena naga ... Adalah pemilik pohon tersebut jadi struktur serangannya hampir sama dengan pohon tersebut membuatnya mudah memotong pohon tersebut.

Biasanya mereka memotong pohon tersebut untuk membuat api lalu mempertajam senjata mereka kembali yaitu ekor mereka.

Baiklah... Aku lewatkan hal itu. Setelah menjadi staf aku selalu mendapatkan tugas bersama Hinami-chan untuk memberikan laporan kepada Hokage. Waktu itu aku sendiri yang bertugas karena Hinami melaporkan sesuatu entah dimana aku tidak tahu waktu itu yang jelas, aku membawa kumpulan laporan di tanganku hingga membuatku tidak bisa melihat ke depan.

"Astaga, berat sekali," keluhku sambil berusaha membawa tumpukan laporan di tanganku.

Aku yang tidak bisa melihat menggunakan W.W.S Watchku untuk memberi arahan ke mana aku harus melangkah. Saat akan sampai di depan Kantor Hokage, aku terkejut karena menabrak sesuatu hingga membuatku terjatuh beserta laporan yang menimpaku.

Dugh!

"Ittai!" ringisku ketika sebuah laporan menimpa kepalaku membuatku mengaduh kesakitan.

"kamu tidak apa-apa?" waktu itu aku yang masih mengelus kepalaku menatap seseorang... Tidak lebih tepatnya sekelompok perempuan yang menatapku khawatir.

Aku yang mendengar itu hanya mengangguk lalu merapikan laporan yang berantakkan karena tabrakan tadi, aku yang melihat mereka ikut membantu merapikan laporanku sedikit termenung.

Semenjak kejadian Hayamana-san, aku menutup perasaanku pada perempuan. Namun begitu melihat mereka entah kenapa rasa ingin menjauhi perempuan hilang entah ke mana seolah hatiku berkata untuk tidak boleh membenci mereka.

"Ini, maaf karena menabrakmu tadi," ucap salah satu dari mereka padaku, Aku pun menerima laporan yang mereka rapikan untukku lalu aku menatap wajah mereka satu persatu

Mereka waktu itu adalah Okita Souji, Tamamo no Mae, Tomoe Gozen, Scathach, Jeanne D'Arc, BB, Anastasia Nikolaeva Romanova, Miyamoto Mushasi dan Mash Krylight.

Aku sedikit lupa wajah mereka waktu itu maka dari itu aku tidak ingat pernah bertemu mereka.

"Kalian siapa? Aku belum pernah melihat kalian di sekitar Konoha?" tanyaku waktu itu dengan penasaran, mereka waktu itu bukan menjawab malah bertanya balik.

"Bukankah akan lebih baik jika kau memperkenalkan dirimu terlebih dahulu?" ucap Scathach saat muda waktu itu. Waktu muda dia sungguh menawan dan sangat cantik sekali, tapi siapa sangka saat ini kecantikannya masih terjaga walau penampilannya seharusnya memiliki seorang anak.

Aku yang mendengar itu gelagapan dan langsung memperkenalkan diriku, setelah memperkenalkan diri aku bisa melihat mereka tampak sedikit terkejut.

Dalam hati aku sempat berpikir, kenapa mereka terkejut begitu mendengar namaku? Namun aku acuhkan saja waktu itu karena tidak mau ambil pusing.

Setelah itu mereka pun memperkenalkan diri mereka satu persatu dan responsku hanya membungkukkan badanku, karena bagaimanapun kita harus tetap hormat pada yang tua.

Setelah itu aku membawa laporanku menuju kantor Hokage, pertemuanku dengan mereka seperti itu namun aku tidak tahu bagaimana yang mereka sukai dariku.

Setelah memberi laporan kepada Hokage aku melangkah pergi ke taman Kinuta Karena di sana biasanya tempatku untuk menenangkan diri setelah bertugas.

Selama perjalanan aku selalu mendapat sapaan dari beberapa warga dan juga beberapa orang yang ingin berfoto denganku. Waktu itu aku bingung kenapa mereka seperti itu, padahal aku tidak melakukan apa pun.

Setelah itu aku melanjutkan perjalanku menggunakan Kereta di Ichigaya di sekitar Chiyoda city karena aku tidak memiliki partner naga satu pun, dan saat itu aku merasakan ada yang mengikutiku. Aku ingin sekali melihat siapa yang mengikutiku, namun jika aku melihat mereka, mereka pasti menghilang, akan lebih baik aku diam dulu hingga menemukan celah.

Setelah sampai di Futako-Tamagawa, aku melanjutkan perjalananku melewati pertokoan Tamagawa Takashimaya, Cocokara Fine dan Maruetsu Futakotamagawa.

Aku yang masih merasa di ikuti memilih masuk ke gang kecil lalu mengaktifkan mode Bunglonku untuk bersembunyi.

Beberapa detik berselang, aku melihat para perempuan yang datang ke tempat Hokage tadi, aku yang melihat mereka kebingungan. Kenapa mereka di sini? Kenapa mereka mengikutiku?

Aku bisa melihat mereka tampak kecewa ketika kehilangan jejakku, aku melihat raut wajah mereka berpikir, apakah mereka ada misi? Atau mungkin Jiji mengirim mereka untuk mencariku?

Karena penasaran aku pun menghilangkan mode bunglonku dan bertanya pada mereka dengan posisi di belakang mereka agar aku bisa terlihat seperti orang menangkap tukang stalker.

"Kenapa kalian mengikutiku?" tanyaku membuat mereka terkejut, aku yang melihat tatapan terkejut mereka hanya diam tanpa ekspresi.

Setelah aku bertanya, mereka tampak saling bertatapan satu sama lain. Waktu itu aku cukup kesal karena mereka mengacuhkanku, seolah pertanyaanku itu hanya angin lalu.

"Jika tidak ada urusan sebaiknya berhenti mengikutiku," ucapku waktu itu lalu melanjutkan perjalananku. Namun tetap saja mereka mengikutiku dan itu membuatku semakin kesal, karena mereka membuat para warga menoleh ke arah kami dan itu sungguh memalukan.

"Kan aku sudah bilang untuk berhenti mengikutiku!" ucapku sambil menatap mereka tajam, mereka malah menatapku polos waktu itu.

Astaga tingkah mereka benar-benar membuatku pusing, aku yang berniat pergi seketika semakin kesal ketika mereka memanggilku.

"Ano... Uzumaki-kun?"

"Jika kalian bisa bicara... Maka jawablah pertanyaanku tadi?!" ucapku dengan kesal. Pasalnya memanggilku bisa, tapi menjawab pertanyaanku malah di acuhkan, 2 kali.

"Ahahaha, gomen-gomen sepertinya kami kelewatan." Aku mendengus ketika mendengar perkataan Okita waktu itu, jadi mereka sengaja begitulah pikirku.

"Apa mau kalian?" tanyaku waktu itu.

"Apakah benar kau ini Uzumaki Naruto cucu dari Hokage dan Tiga legenda sannin?" aku yang mendengar itu menaikkan alisku, aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

Setelah itu mereka menatapku sangat lekat, jujur itu membuatku risih. "Kami bukan bermaksud apa, hanya saja kami terkejut ketika mendengar berita hari ini dan mencoba memastikannya," ucap Jeanne waktu itu, aku yang mendengar itu semakin bingung.

Berita apa?

"Kau tidak tahu?" tanya Sakura ( BB ) waktu itu, aku hanya mengangkat bahuku sebagai jawaban. "Hari ini, kau telah resmi di juluki oleh seluruh dunia dengan nama The Genius From The Future, kau di juluki seperti itu karena mereka telah mengakui kemampuanmu," lanjut Sakura membuatku terkejut.

Saat umur 14 tahunlah aku mendapatkan julukan itu, sungguh aneh bukan? Pekerjaanku Cuma membuat senjata, kemampuanku masihlah rendah, Kekuatan saja tidak punya, kepintaranku masihlah rendah, tapi kenapa aku mendapatkan julukan seperti itu.

"Maaf tapi jujur, aku tidak membutuhkan julukan seperti itu," ujarku, "Aku tidaklah pintar, bahkan membandingkan jutaan orang pintar di seluruh Dunia aku masih di bawah, aku hannyalah manusia biasa yang di beri akal oleh sang pencipta."

Aku mengatakan itu berdasarkan fakta, aku tidak pintar, bahkan jika di bandingkan 1 : .000 orang, aku adalah orang yang mungkin di urutan paling akhir.

"Kau ini, sungguh merendah sekali. Kau harusnya bangga mendapatkan julukan seperti itu."

Aku yang mendengar itu menggelengkan kepalaku, bangga? Apa yang harus di banggakan? Ketika kau mendapat julukan yang akan di kenal seluruh dunia apa yang harus di banggakan? Tidak ada... Setelah tahun-tahun berlalu pasti julukan itu juga akan hilang.

"Tidak ada yang bisa aku banggakan. Pasti, suatu saat julukan itu akan di telan oleh kegelapan," ucapku lalu melangkah pergi ke tempat tujuanku, namun mereka tetap mengikutiku.

"Kenapa kau tampak seperti merendahkan dirimu?" tanya Anastasia membuat ku berjalan sambil menundukkan kepalaku. "Apa gunanya memberikan julukan padaku itu padaku? Aku tidak jenius, aku hanya manusia biasa. Bahkan julukan itu tidak pantas untuk seseorang yang tidak pernah memiliki partner naga sepertiku," ucapku waktu itu.

Sungguh waktu itu aku berpikir, apa gunanya mendapat julukan seperti itu? Bahkan julukan itu sungguh tidak cocok untukku.

"Sungguh tidak di sangka! Seorang pemuda bernama Uzumaki Naruto, mendapat julukan dari seluruh dunia dengan nama The Genius From The Future, dia mendapat julukan ini karena kemampuannya membuat senjata yang diakui seluruh Dunia membuatnya mendapatkan julukan ini, sungguh tidak di percaya!"

Aku yang mendengar itu tersentak dan terdiam seperti batu waktu itu, aku menatap layar besar yang tepat di sampingku dengan tatapan terkejut.

Hanya karena itu? Hanya karena itu dia mendapatkan julukan seperti itu?

"kau dengar? Dunia telah mengakui kemampuanmu dan sepakat memberikanmu julukan seperti itu. Mau tidak mau kau harus menerimanya."

Aku yang mendengar itu melirik mereka sesaat sebelum menghela nafasku dan pergi dari sana. Waktu itu benar-benar membuatku tidak memiliki pilihan selain menerima julukan tersebut.

Padahal aku tidak ingin memiliki julukan ataupun di kenal seluruh dunia, aku hanya ingin hidup seperti biasa tapi tidakku sangka waktu itu akan seperti itu.

Setelah lama berjalan akhirnya aku sampai di Kunita park, taman yang luas yang menjadi tempat kesukaanku setelah menyelesaikan tugasku di DSA. Taman yang cukup luas itu sungguh jarang di kunjungi setiap orang dan itu merupakan salah satu alasan kenapa aku menyukai tempat tersebut.

Aku yang merasakan masih di ikuti melirik mereka sesaat "Berhentilah mengikutiku, sebaiknya kalian diam di sini atau kalian akan menggangguku nanti," ucapku waktu itu lalu melangkah ke sebuah lapangan yang ada di Kunita Park.

Aku yang merasakan mereka diam di tempat langsung saja mengeluarkan Zenkirro dari Jamku lalu melempar sebuah koin ke arah kotak kecil di sudut lapangan.

Aku yang melihat koin tersebut telah masuk kotak memasang posisi bertarung dengan Zenkirro di tanganku. Alasan lain kenapa aku suka tempat itu karena...

Aku membuat lapangan tersebut sebagai tempat latihanku dengan meminta bantuan dari Ajuka dan Falbium untuk membuat robot latihan dan tentu aku sudah mendapat persetujuan dari pemilik taman.

Jika di ingat, waktu itu aku meminta izin pada pemilik taman sangat mudah, padahal aku baru bilang bahwa aku ingin meminjam taman itu untuk latihan, dan sang pemilik mengatakan silahkan, padahal seharusnya kami menjalankan sesuatu yang di sebut dengan kontrak, tapi waktu itu sama sekali kami tidak melakukan Kontrak.

Dalam hati aku berpikir, apa karena julukan ini dia memberiku izin dengan santainya?

Memfokuskan pada latihan aku bersiap ketika robot-robot Latihan ciptaan Falbium dan Ajuka keluar dari tanah dan mengeluarkan senjata mereka.

Aku yang melihat itu langsung melesat ke arah robot-robot di hadapanku dan menyerang mereka satu persatu. Selama aku membuat senjata aku selalu latihan dan melatih kemampuanku yang dulu di latih.

Jika boleh jujur, aku sempat lupa siapa yang mengajariku karena stres akibat W.W.S Watch, aku hanya ingat aku pernah di ajarkan seseorang dan aku berpikir untuk melatih kemampuan yang di ajarkan kembali.

Selama latihan aku hanya menggunakan Zenkirro dan Afkali untuk mengalahkan robot-robot latihan yang membantu latihanku.

Setelah 1 Jam berlatih, aku berhenti sambil mengatur nafasku yang terengah-engah. Robot yang membantu latihanku juga telah kembali ke dalam tanah menandakan latihanku sudah selesai.

Aku yang baru saja ingin mencari minum seketika terkejut ketika sesuatu yang sangat dingin menyentuh pipiku. Aku pun menoleh siapa yang melakukannya dan aku melihat mereka yaitu para servant yang berdiri di sampingku sambil tersenyum ke arahku.

"Ini, kau pasti lelah bukan?" tawar Anastasia waktu itu, aku termenung beberapa saat lalu menerima minuman itu dan meminumnya.

"Tadi itu luar biasa, siapa yang mengajarimu?"

Setelah menghabiskan minuman yang di berikan kepadaku, aku menggelengkan kepalaku "Aku tidak ingat, tapi yang aku ingat dia pernah mengajarkanku ini dan aku ingin meningkatkan apa yang dia ajarkan padaku," jawabku.

"Ne,Bolehkah aku melihatnya?" aku yang melihat Tomoe sangat tertarik akan W.W.S Watch hanya menganggukkan kepalaku dan membiarkannya melihat W.W.S Watch.

"Uwoohh~ Sugoii!" aku yang mendengar itu tidak bereaksi, hanya mendapat respons seperti itu tidak ada apa-apanya bagiku.

"Ne~ Ne~ dimana kau membelinya?" Aku yang mendengar itu melirik Tomoe, beli? "Aku tidak membelinya, bahkan tidak ada satu pun yang menjualnya," ujarku sambil menarik tanganku kembali.

"Karena aku merakitnya sendiri," lanjutku membuat mereka sedikit terkejut. Jujur waktu itu aku sungguh bingung, apa salah jika aku membuatnya? Semua orang pasti pernah menciptakan sesuatu bukan?

"Mu-Mustahil..." waktu itu mereka tidak percaya tapi aku tidak ambil pusing, mau mereka percaya atau tidak, itu terserah mereka.

"Aku tidak memaksa kalian percaya atau tidak, itu terserah kalian," ujarku sambil memasukkan senjataku kembali ke W.W.S Watch waktu itu.

"Matte! Ta- Tadi itu apa?"

"Inilah kekuatan senjataku," ucapku singkat.

Aku pun melangkahkan kakiku untuk kembali ke DSA, namun aku tetap merasakan mereka tengah mengikutiku. Aku sungguh kesal waktu itu, mereka selalu mengikutiku.

Mau tidak mau aku juga melakukan hal sama yaitu mengikuti seorang bapak-bapak ke mana pun dia pergi hingga membuatnya terganggu.

Karena penasaran dia pun menoleh ke arahku dan menatapku serta para servant dengan tatapan aneh.

"Are? Kenapa kalian mengikutiku?" tanyanya.

"Acuhkan saja, anggap saja aku ini tidak ada," ucapku sambil terus mengikuti pria itu.

Kejadian itu berlangsung beberapa jam hingga akhirnya aku bebas dari mereka berkat mode bunglonku.

Tahun-tahun berlalu, kehidupanku yang dulu pahit berubah menjadi manis... aku bertemu dengan orang-orang yang mau berteman walaupun aku ini dulu tidak memiliki kekuatan atau pun partner.

Mereka tidak memandang status, mereka mementingkan pertemanan, mereka yang selalu membantuku dalam kesusahan, mereka bahkan hampir mengorbankan diri mereka untukku.

Sungguh... mereka itu gila, namun aku tetap menyukai mereka, aku sungguh bahagia bisa berteman_ tidak, lebih tepatnya berkeluarga dengan mereka.

.

Flashback Off

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

"Begitulahceritaku hingga saat ini," ucap Naruto menyelesaikan ceritanya, "Setelah menceritakannya, aku malah tidak ingat kenapa Anastasia-chan, Sakura-chan, Tama-chan, Scath-chan, Jeanne-chan, Tomoe-chan, Miya-chan, Okita-chan dan Mash-chan, menyukaiku."

"Aneh sekali...," gumam Naruto sambil menerawang ke langit yang berisikan kristal-kristal Es.

"NARUTOO-KUN!"

Boom!

Tempat yang Naruto duduki pun seketika terjadi ledakan sedang membuat mereka yang ada di sana terkejut dan setelah kumpulan asap yang timbul karena ledakan tadi tampak Naruto yang tertindih oleh para servant di atasnya

"Kalian?!" kejut Asia.

["Bagaimana bisa kalian kemari?!"] kejut Kurama karena para Servant tiba-tiba saja muncul.

"Hm?" gumam Para Servant sambil menatap sekitar dengan polos.

"..."

"..."

["..."]

["..."]

Sring!

"Uwoo! Chotto! Chotto Matte ne!" teriak Kiba langsung menengahi keadaan, pasalnya saat ini para Servant siap bertarung melawan Kyuubi, " Tenangkan diri kalian, Kyuubi tidak seperti yang kalian kira, dia tidak berbahaya," ucap Kiba memberitahu agar tidak salah paham.

"Jangan bercanda, dia adalah hewan legenda yang di penuhi kebencian, bagaimana bisa kalian bilang dia tidak berbahaya?!" balas Mash tidak percaya.

"Karena dia adalah Partner Danchou," jawab Kiba mulus membuat Para Servant melongo. "Hah?!" kejut para Servant.

"Itte-tte-tte, sakit sekali," lenguh Naruto sambil mengelus punggungnya yang sakit, lalu menatap sekitar, "Eh? Are?! Bagaimana bisa kalian di sini?!" kejut Naruto sambil menunjuk para Servant yang ada di sekitarnya.

"Ah! Naru-kun!" teriak para Servant lalu memeluk Naruto bersamaan membuat Naruto gelagapan. "O-Oi, lo-longgarkan sedikit! A-Aku tidak bisa bernafas!" pinta Naruto.

Semua yang melihat kejadian itu hanya diam, kecuali kelompok Naruto yang tampak tertawa kecil melihat bagaimana Naruto dengan susah payah untuk mendapatkan udara.

"Naru-kun, kau tidak apa bukan? Kau tidak terluka bukan?" tanya Arthuria sambil menyentuh kedua pipi Naruto dengan tatapan khawatir.

"Aku baik-baik saja, terlebih bagaimana bisa kalian di sini? Aku pikir kalian ada misi? Dan juga bagaimana bisa kalian tahu aku di sini?" jawab Naruto lalu bertanya balik sambil menatap para Servant.

"Kami memang menjalankan misi dan berniat kembali ke konoha, namun kami merasakan energimu meningkat pesat jadi kami buru-buru ke sini," jawab BB membuat Naruto sweatdrop.

'Memang kalian pesawat jet?' batin Naruto.

"Uzumaki-kun, siapa mereka?" tanya Irisviel dengan lembut. Naruto yang mendengar itu menundukkan kepalanya sesaat lalu tersenyum kaku.

"Gomen, Irisviel-sama. Mereka adalah para Servant yang tadi aku ceritakan, maaf karena membuat mereka masuk secara sembarangan," ucap Naruto meminta maaf.

"Souka," gumam Irisviel singkat, "Daijoubu, jika mereka adalah kenalanmu, aku tidak mempermasalahkannya," lanjutnya.

"Naruto-kun, tempat apa ini? Dan kenapa kau di sini?" tanya Scathach, membuat Naruto sweatdrop. "Hah~ kalian ke sini tanpa tahu tempat? aku jadi ragu jika kalian memiliki julukan Servant," cibir Naruto membuat para servant mengembungkan pipinya.

"Maaf saja ya, kami buru-buru kemari jadi kami tidak tahu," balas Anastasia sambil cemberut. Naruto yang melihat wajah cemberut Anastasia tertawa pelan lalu menatap langit-langit yang telah di hancurkan oleh Kurama dan Whitegon

["Sebelum itu jawab pertanyaanku! Kenapa kalian seenaknya saja kemari?! Apa kalian..."]

"Hentikan Yasaka-chan, Kurama," Kurama yang mendengar itu mendelik ke arah Whellgon begitu juga sebaliknya.

"Tenanglah, aku telah memberinya izin, aku tidak mempermasalahkannya."

["Tapi...,"] gantung kurama sambil menggeram, ["Cih, Terserah saja."]

Naruto yang melihat hal tadi di mana Kurama dan Irisviel tengah berdebat akan kemunculan para Servant terdiam, dirinya bisa mendengar Nada Kurama seperti khawatir, dirinya bisa menangkap maksud Kurama tadi.

Dia hanya tidak ingin rumahnya di serang kembali.

"Naru-kun, kau belum menjawab pertanyaanku!" Naruto yang melamun langsung tersadar ketika Scathach mengembungkan pipinya di depannya.

Naruto yang melihat pipi Anastasia yang di kembungkan, termenung sebelum tersenyum dan menekan ke dua pipi Scathach.

"Ini adalah Hyotogaku, aku ke sini karena permintaan dari Partnerku dan Okaa-san, untuk bertemu dengan raja para naga yaitu Whellgon, dan secara tak sengaja... Aku bertemu mereka," jawab Naruto akan pertanyaan Scathach tadi lalu menjawab dengan enggan di saat terakhir.

Para Servant yang mendengar itu menoleh ke arah Jiraiya, Minato, Kushina, Menma, Sara dan Ruko. mereka tersentak ketika siapa yang mereka lihat.

"Etto... Hallo, terima kasih karena sudah menjaga Anakku selama ini...," salam Minato dengan canggung.

"Mereka...," gumam BB. "Kiroii Senko dan Red Habanero, mereka masih hidup?!" kejut Scathach tidak percaya.

"Si-Siapa?" beo Arthuria

Dari kabar yang mereka tahu, dua orang di depan yang merupakan orang tua Naruto telah meninggal, namun saat ini mereka berdiri di sini, tepat di depan Naruto dan yang lain.

Bagaimana bisa mereka masih hidup? Itulah yang ada di pikiran mereka saat ini. Mereka kembali tersentak lalu melirik Naruto yang tampak tidak suka melihat orang tuanya.

Otak para Servant kecuali Arthuria berusaha menangkap, kenapa dan mengapa semua ini terjadi, situasi saat ini sungguh canggung, tidak ada rasa bahagia di sini.

"Aku tahu kalian juga pasti menyembunyikan rahasia kematian orang tuaku dulu bukan?"

Para servant kecuali Arthuria menegang. "Tidak perlu tegang begitu, aku sudah dengar semuanya," lanjut Naruto, "Dan seperti yang kalian lihat, mereka masih hidup."

"Dan selama 17 tahun, mereka tinggal di sini. Sungguh luar biasa bukan?" Minato, dan Kushina yang mendengar itu menundukkan kepala mereka.

Situasi di sana semakin canggung, Sara yang dari tadi diam tampak ingin melakukan sesuatu, namun tubuhnya seolah menolak perintahnya

["Naruto-kun!"] panggilWhitegon lewat batin membuat Naruto meliriknya ["Mumpung mereka di sini bagaimana jika kau tanya saja langsung mereka?"] usul Whitegon membuat Naruto terdiam sesaat.

Whitegon ingin sekali menghilangkan sifat canggung saat ini, dan usul yang dia dapat dari Charlotte adalah hal tersebut.

"Hm, Mustahil. Walaupun aku memaksa mereka, mereka mungkin tidak akan menjawabnya," jawab Naruto langsung. ["Jika belum di coba mana tahu,"]balas Whitegon.

["Kau juga ingin tahu bukan?"]

Naruto yang mendengar itu menggumam, jika di tanya seperti itu jujur dia juga ingin tahu. ["Jika kau ingin tahu maka tanyalah mereka!"].

Naruto tampak berpikir, apakah dia harus menanyakannya kembali.

"Ne, aku ingin bertanya pada kalian?" tanya Naruto membuat para Servant sedikit tersentak kecuali Arthuria, "Jangan khawatir, aku tidak akan menanyakan kenapa kalian menyembunyikan rahasia keluargaku dariku."

"M- Menanyakan apa?" tanya Mash tergagap.

"Bagaimana kalian bisa memiliki perasaan terhadapku? Yang aku ingat kita hanya bertemu di kantor Hokage dan berbincang sebentar saja di Kinuta Park?" tanya Naruto.

["Jika kalian menceritakannya kalian akan mendapatkan jatah dari Naruto-kun,"] celetuk Whitegon membuat Naruto termenung sesaat.

"Wait, What?!"

"Dengan senang hati kami akan menceritakannya Naruto-kun!" jawab Para Servant serentak membuat Naruto melenguh sambil menatap tajam Whitegon yang mengalihkan pandangannya.

"Apa maksudnya ini Okaa-san?!"

["Kau harus berani membuat umpan agar umpan tersebut di makan."]

"Tqpi umpan itu adalah aku tahu?!"

"Hm, jika di ingat-ingat..."

"Langsung ke intinya saja," ujar Naruto membuat para Servant cemberut, "Itu akan mempersingkat cerita kalian."

"Kami menyukaimu... Semenjak di Kinuta park itu," jawab Tomoe malu-malu. Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, 'Bukankah saat itu aku latihan?'

"Etto... Jika aku ingat, bukankah waktu itu aku latihan?"

"Itulah yang membuat kami menyukaimu!" jawab para Servant membuat Naruto semakin kebingungan.

"Hah? Heh?"

"Danchou... Apa kau masih belum menyadarinya?" cibir Kiba, walau dirinya hanya mendengar itu, dirinya bisa menangkap inti dari perkataan mereka.

"Kami hanya mendengar itu saja sudah tahu kenapa mereka menyukaimu," timpal Xenovia membuat Naruto semakin kebingungan.

Swush!

["Cukup, menjauhlah dari master!"] ucap Kiyohime melingkar di sekitar Naruto sambil mengepakkan sayapnya membuat Para Servant sedikit menjauh dari Naruto.

["Tidak ada yang boleh mencintai Master selain aku! hanya akulah yang berhak mencintai Master!"] ucap Kiyohime sambil melingkarkan kepalanya di leher Naruto.

"Tidak boleh?! Tidak akan aku biarkan!" ucap Asia tegas lalu berusaha memeluk Naruto, karena tubuh Kiyohime dirinya cukup kesusahan memeluk Naruto.

"Sepertinya... Banyak yang menyukai Naruto, ya?" tanya Minato. "Bukan hanya menyukai, tapi mereka mencintainya. Kau seharusnya melihat perkembangannya, Minato," jawab Jiraiya.

"Kiyohime... Bisa kau lepaskan aku, Sesak!" pinta Naruto berusaha melepaskan dirinya.

Deg!

"Ugh!" lenguh Naruto membuat Kiyohime terkejut dan melonggarkan tubuhnya ["Master, kau tidak apa?"]

"I-Iya, aku tidak apa. Punggungku hanya terasa sakit akibat di tindih mereka tadi," jawab Naruto sambil tersenyum kaku. Para servant yang mendengar itu tertawa canggung

"Jika Anda tidak keberatan... Kami memiliki kolam air panas yang di ciptakan oleh Testoryugon, jika Anda berendam di sana penyakit tersebut pasti bisa hilang," ajak Irisviel dengan halus.

Naruto yang mendengar itu terdiam sambil berpikir, Tertosryugon adalah naga bertipe element api dengan ukuran 19 Meter, Naga yang mirip seperti Komodo atau makhluk purba yang ada di pulau Indonesia yaitu pulau Komodo ada di sini? Itu cukup mengejutkannya.

"Anakku, Apakah... Kau tidak ingin di sini lebih lama lagi?" tanya Kushina lirih. Dirinya benar-benar ingin memeluk anaknya, menghabiskan waktu bersama anaknya dan meminta maaf kepada anaknya.

Selama 17 tahun dirinya di sini bersama suami dan anak-anaknya. Dirinya benar-benar menjadi Ibu yang gagal, dirinya bisa melahirkan anak-anak lain, memberi nutrisi kepada mereka dan membesarkan mereka, kecuali satu anaknya.

Naruto melirik Kushina yang menatap lirih dirinya, jujur dirinya benar-benar muak melihat wajah itu, dirinya serasa ingin pergi dari sini secepatnya.

Tapi dirinya sudah bertemu dengan raja para naga, dan itu adalah keinginan terbesarnya. Sangat susah pergi ke tempat ini tanpa di ketahui oleh siapa pun, jika pun dia kembali dan suatu saat ingin menemuinya kembali akan sangat susah menerima izin dari Hokage untuk pergi keluar Konoha.

"Ya... Aku akan lebih lama lagi di sini," jawab Naruto sambil menundukkan kepalanya, "Aku lebih lama di sini bukan karena kalian, tapi aku punya urusan dengan Irisviel-sama," lanjut Naruto sambil menatap ke arah Irisviel yang menatapnya lekat.

"Siapa dia Naru-kun?" tanya Para servant serentak sambil menatap tajam Naruto. "Kalian jangan salah paham ok? Aku datang kemari bukan karena selingkuh, tapi ingin meminta sesuatu padanya bukan cinta ataupun harta, aku hanya ingin meminta ilmu padanya," jawab Naruto membuat Menma mendengus kasar.

"Meminta ilmu dari Raja para naga? Huh! Sepertinya kau adalah orang terbodoh yang pernah ada!" caci Menma membuat para Servant mendelik ke arah Menma. "jangan khawatir, Aku tidak masalah mau di bilang apa olehnya. Lagi pula aku tidak menganggapnya adikku, atau pun salah satu dari keluargaku," ucap Naruto sambil berusaha bangun.

Kiyohime yang memang masih mengelilingi tubuhnya di sekitar Naruto langsung membantu Naruto untuk berdiri.

"Meminta ilmu dariku?" tanya Irisviel memastikan. "Ya... Aku sudah banyak mengetahui info tentang Anda, Irisviel-sama. Anda memiliki kekuatan untuk mengendalikan para naga liar agar menuruti perintah Anda, Kemampuan Element Ice mu, dan yang lainnya. Karena bertemu dengan Anda aku tidak ingin melewatkan kesempatanku untuk belajar darimu," jawab Naruto.

"Aku ingin Anda mengajariku untuk mengendalikan para Naga!" pinta Naruto membuat semua di sana terkejut, mengendalikan para naga? Buat apa?.

"Aku tidak berniat buruk pada para Naga, jika Naga-naga bisa aku jinakkan kemungkinan besar populasi para naga atau manusia yang meninggal karena naga liar akan berkurang, pastinya aku juga ingin melindungi yang lain dan diriku sendiri, tapi jika tidak aku tidak memiliki cara lain selain membunuh naga-naga liar tersebut," jelas Naruto agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Irisviel yang mendengar itu menatap mata Naruto yang tampak serius. "Jika Anda meragukanku, Anda bisa membunuh saya di sini, aku tidak memiliki niat buruk pada naga manapun, jika mereka menyerangku tentu aku tidak memiliki pilihan lain selain melawan mereka, tergantung apakah mereka naga yang bahaya atau tidak," ujar Naruto membuat Irsviel termenung.

"Aku akan memikirkannya terlebih dahulu." Naruto yang mendengar itu mengangguk mengerti, dirinya hanya tinggal menunggu waktu saja.

"Gh!" Naruto yang baru saja ingin melangkah hampir kembali terjatuh namun Kiyohime dengan sigap menahan tubuh Naruto.

"Kiyo-chan, biar aku saja yang membantu anakku," ucap Whitegon yang telah berubah menjadi Charlotte. "A- Anakmu?" gagap Kushina.

"Ya... Dia adalah ibuku, walau bukan ibu kandungku, aku telah menganggapnya sebagai ibuku, apa ada masalah?" tanya Naruto dengan dingin. Kushina yang mendengar itu ingin menangis, anaknya... Anaknya telah tidak menganggapnya sebagai ibunya.

Apakah sebegitu bencinya dia pada dirinya dan ayahnya?

"Charlotte... Aku tidak menyangka kau akan melakukan itu, kau sudah tahu akibatnya nanti bukan?" ucap Irsiviel membuat Charlotte tertawa halus dan tersenyum. "Jangan khawatir, aku tahu kok," balasnya.

"Jujur sejak tadi kita diam di sini aku merasa kedinginan, apa kita bisa pergi ke Tempat yang Anda sarankan Irisviel-sama?" tanya Kurumi sambil mengelus tangannya lalu melirik ke arah Irisviel.

"Tentu saja," jawabnya lalu tubuhnya mulai bercahaya dan berubah menjadi seekor naga Es berukuran besar. Para Servant yang melihat naga di depan mereka sangat besar benar-benar harus terkejut.

["Ikuti Aku,"] ucap Whellgon sambil melebarkan sayapnya.

.

.

Other Place at Whellgon Place

.

Sementara itu di tempat lain, tampak 3 Orang berbeda gender dan warna rambut saat ini tengah diam di sebuah rumah kayu seperti menunggu sesuatu.

Orang pertama bergender laki-laki dengan rambut hitam, orang. Ke Dua bergender perempuan dengan rambut Cokelat dan Orang ketika bergender perempuan dengan rambut kuning.

"Huft~ mereka lama sekali," hela si laki-laki. "Bersabarlah, Kirito-kun. Sebentar lagi mereka pasti datang," ucap perempuan berambut cokelat pada si laki-laki yang tak lain adalah Kirito.

"Pasti terjadi sesuatu, kalau tidak Kaa-chan dan Irisviel-sama tidak akan pergi selama ini," gumam Perempuan berambut kuning. "Ah, Itu mereka!" seru Perempuan berambut cokelat.

Wush! Bum!

Tiga orang itu pun mendekati kerumunan yang mereka tunggu namun langkah mereka terhenti ketika siapa yang mereka lihat.

Tap!

["Gomen membuat kalian menunggu, Asuna, Kirito, Leafy."]

Tiga orang yang merupakan Asuna, Leafy dan Kirito tidak membalas ucapan tersebut karena mereka saat ini terkejut karena Uzumaki Naruto, yang merupakan lawan mereka di Konoha datang ke tempat mereka bersama anggotanya, beberapa orang yang tidak mereka kenal dan Kyuubi?!

"Na- Naruto-san..."

"K-Kyuubi?!"

Naruto yang turun dari tubuh Kiyohime di bantu Charlotte, tersentak ketika melihat Kirito, Asuna dan Leafy di sini, begitu juga yang lainnya.

"Kalian... Kenapa kalian di sini?" tanya Naruto menatap Asuna, Kirito dan Leafy bergantian. "Ke- Kenapa? Justru kami yang harusnya bertanya seperti itu?" balas Asuna tergagap.

Leafy yang terkejut karena kedatangan Naruto semakin terkejut ketika melihat Minato turun di bantu oleh Jiraiya dan Menma, karena tubuhnya masih di obati jadi dia tidak leluasa dalam bergerak.

"Tou-chan!" pekik Leafy sambil berlari ke arah Minato. Naruto yang mendengar itu tersentak, Tou-chan?

Naruto melirik ke arah Leafy yang memeluk Minato, Naruto yang melihat itu tentu saja terkejut. 'Jadi... Selama ini dia adalah adikku?' batin Naruto.

"Tou-chan, kau kenapa?" tanya Leafy sambil menatap khawatir sang ayah. "Tou-chan tidak apa, Tou-chan hanya sempat berkelahi dengan kakakmu ini," jawab Minato sambil menoleh ke arah Naruto.

Leafy yang mendengar itu terkejut, Uzumaki Naruto? Kakaknya? "Na-Naruto-san... Kakakku...," gumam Leafy sambil menatap tak percaya ke arah Naruto.

"Bukankah Kaa-san pernah menceritakannya padamu, bahwa kau memiliki seorang kakak di kota Konoha."

Leafy yang mendengar itu tentu saja syok, dirinya benar-benar tidak ingat akan hal itu.

"H-Hahaha, situasi macam apa ini," gumam Naruto sambil tertawa kaku. "Selama 17 tahun aku tidak bertemu keluargaku, sekarang aku tidak menyangka bahwa adikku adalah lawan di Dragons Champions. Sungguh ironi bukan? Imouto," lanjut Naruto sambil menundukkan kepalanya.

"E- Eh?! Ja- Jadi, Naruto adalah anakmu Sensei?!" kejut Kirito. Asuna yang mendengar itu tentu ikut terkejut, pasalnya mereka tidak pernah mengetahui hal ini.

"Begitulah Gaki, dan aku adalah kakeknya dan ayah dari Minato. Aku juga tidak menyangka bahwa kalian adalah murid dari anakku," balas Jiraiya sambil menatap Kirito dan Asuna bergantian.

"K- Kakek? A-Ayah?!"

"Naruto-san...," gumam Asuna sambil menatap khawatir Naruto yang masih menundukkan kepalanya. Dirinya benar-benar khawatir melihat tingkah Naruto yang seperti saat ini.

Pasalnya dirinya sudah mendengar cerita tentang kehidupan Naruto tanpa keluarganya, dirinya juga mengingat kata-kata Naruto saat pertarungan bahwa dia tidak pernah mendapat kasih sayang sama sekali.

Dan sekarang dirinya melihat orang tuanya di sini. Tentu itu akan menyakiti perasaan Naruto, 17 tahun diam di tempat seperti ini tanpa memberi kabar kepada anaknya.

"Gomen... Aku ingin menenangkan diriku terlebih dahulu. Kalian tetaplah di sini, aku ingin menyendiri bersama Kaa-san," ucap Naruto lalu melangkah pergi di bantu oleh Charlotte.

Semua kecuali Menma dan Kirito menatap kepergian Naruto dengan ekspresi yang berbeda-beda.

"Danchou...," gumam Koneko. "Untuk saat ini sebaiknya kita biarkan dia sendiri dulu. Hatinya saat ini benar-benar kacau semenjak bertemu keluarganya, jika kita mengganggunya moodnya akan semakin hancur," saran Kiba.

"Namikaze-sama!" Minato yang mendengar itu menoleh dan dirinya melihat Scathach yang menatap tajam dirinya. "Kami ingin mendengar cerita bagaimana bisa kau masih hidup dan bisa berada di tempat seperti ini? Jika tidak kami tidak segan-segan membunuhmu di sini karena menyakiti hati Naruto-kun!" tuntut Scathach.

"Tunggu!" Kushina yang ingin menghentikan tingkah Scathach terhenti ketika Minato mengarahkan tangannya ke arahnya untuk tidak ikut campur.

"Baiklah aku akan menceritakannya, tapi aku juga ingin kalian menceritakan ini pada Naruto, jika aku mengatakan pasti dirinya tidak mau mendengarkan," ujar Minato dengan lembut, Scathach yang mendengar itu mengangguk mengerti.

.

Naruto side

.

Di sisi Naruto, tampak saat ini Naruto tengah berjalan menuju tempat yang di sarankan oleh Irisviel dengan bantuan Charlotte.

Semenjak mereka pergi dari kerumunan, Naruto sama sekali tidak mengatakan apa pun. Charlotte yang membantu Naruto melirik Naruto sesaat untuk memastikan kenapa Naruto diam-diam saja.

"Naruto-kun... Aku tidak tahu bahwa kisahmu seperti itu," ucap Charlotte sekedar basa-basi. "Kau tahu, dari dulu aku juga begitu. Walau ada perbedaan sedikit di mana aku pernah di rawat walau sampai beberapa tahun, tapi aku menjalankan hidupku sendirian, hingga akhirnya aku menemukan keluarga baru."

"Aku tahu kau tidak bisa menerima kenyataan bahwa selama ini orang tuamu ada di sini, kau berhak marah, kau berhak untuk meluapkan segalanya, maka dari itu...," gantung Charlotte sambil menghentikan langkahnya lalu memeluk Naruto dengan erat.

"Kau tidak perlu menahannya lagi..."

Tubuh Naruto bergetar dengan pelan lalu memeluk Charlotte dengan erat. Charlotte mengelus rambut Naruto untuk memberikan ketenangan pada Naruto karena saat ini...

Naruto kembali menitikkan air matanya untuk ke tiga kalinya.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future.

"Jadi Clan Asliku adalah Namikaze...,"

"Tama-chan?! K- Kenapa kau di sini?!"

"Aku akan mengajarimu, tapi aku ada syaratnya..."

"Aku siap kapan pun!"

"Ada serangan?"

.

Selanjutnya di Chapter 42 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Choice

.

Note : Yo saya kembali up nih.

Sesuai janji, Chapter masa lalu Naruto akan mengambil tiga Chapter dan seperti itulah kisah masa lali Naruto.

Dan juga mengenai Chapter kali ini, gomen jika sedikit berbelit-belit. Lalu mengenai munculnya para Servant, mereka bisa mendeteksi kekuatan Naruto karena khawatir mereka pun cepat-cepat pergi ke tempat Naruto.

Lalu 3 Batu permata yang ada di cerita ini yaitu Galel, Batu Clan Namikaze dan Uzumaki akan keluar di Chapter depan. Kegunaan Tiga batu tersebut juga akan muncul di Chapter depan.

Kayaknya penasaran amat sama kegunaan itu batu, sabar Chapter depan sudah keluar. Lalu untuk Latihan Naruto, akan muncul 2 Chapter lagi, karena Chapter depan akan kembali ke Scene Fight dulu, tapi mari kita segarkan pikiran dengan jus Lime dulu :v

Jaa~ itu saja sih yang bisa aku katakan, aku orangnya susah komunikasi soalnya, apapun yang ada di otakku ya itu sana yang aku sampaikan :v

Sampai bertemu di Chapter depan. Jaa Na~

4kagiSetsu