0%-100%
Power on!
Story starts!
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 42 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Choise.
.
Hyotogaku
Naruto Place
Jum'at, 14 Desember 2090
18.00 PM
.
Setelah sampai di tempat Tertosryugon, Charlotte membantu Naruto untuk berendam di tempat tersebut lalu meninggalkan Naruto yang masih terdiam.
Sejak kejadian tadi, Naruto menangis selama beberapa menit untuk melepaskan segala emosionalnya. Setelah sedikit tenang, Charlotte kembali mengantarkan Naruto ke tempat yang di sarankan oleh Irisviel dan di sinilah mereka saat ini.
Namun Charlotte tidak ikut berendam bersama Naruto karena dirinya tahu, Naruto ingin menyendiri saat ini. Jadi dia memberikan waktu untuk Naruto menyendiri terlebih dahulu.
Naruto yang telah berendam di air panas buatan para naga Testosryugon bisa merasakan tubuhnya secara perlahan pulih kembali. Naruto yang sudah merasa leluasa mulai menggerakkan tubuhnya lalu menyandarkan tubuhnya sambil menatap langit-langit yang di hiasi kristal Es.
"Situasi macam apa yang aku terima ini," gumamnya, "Selama aku hidup aku mendengar bahwa orang tuaku pergi menjalankan misi, tapi kenyataannya mereka meninggal, namun saat ke sini rupanya mereka ada di sini, dan aku tidak menyangka bahwa adikku adalah lawan di Dragon Champions."
"Dan Juga..." Satu hal kembali terlintas di kepala Naruto, jika Leafy adalah adiknya, dan namanya adalah Namikaze Leafy, itu artinya namanya seharusnya adalah Namikaze Naruto bukan?
"Jadi, Clanku adalah Namikaze...," gumam Naruto.
"GHAAAA?! KUSO?! AKU SUDAH TIDAK KUAT LAGI?!"
Para naga Tertosryugon yang di sekitar Naruto seketika panik ketika dirinya berteriak dengan keras.
Situasi yang di jalaninya sangatlah rumit, dirinya benar-benar pusing sekarang. Jika kau sudah memiliki situasi di sisi A, tiba-tiba bertambah Situasi B, saat berhasil menyelesaikan Situasi A muncul Situasi Rumit lain lagi. Jujur itu sangat merepotkan karena hal seperti itu membuat beberapa orang meninggal karena Stres.
"Kau tidak perlu berteriak seperti itu, Naru-kun."
Naruto yang mendengar sebuah suara langsung menoleh dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat Tamamo no Mae Mendatanginya hanya dengan kaos berwarna putih.
Wajah Naruto merona dengan sangat cepat hingga membuat kepala Naruto mengeluarkan asap.
"T- Tama-chan?! K- Kenapa kau di sini?!" tanya Naruto sambil membalikkan badannya agar tak melihat hal vulgar. "Nyaa~ aku kemari hanya ingin mengatakan sesuatu padamu Naru-kun," jawab Tamamo sambil ikut masuk berendam lalu mendekati Naruto yang masih membalikkan badannya.
"T- Tapi, kau bisa mengatakannya nanti bukan?"
Greb
Tubuh Naruto menegang ketika dia merasakan pelukan erat dari belakangnya, bahkan dia merasakan dua gumpalan empuk di punggungnya.
"Tapi aku ingin mengatakannya sekarang, Na~ Ru~ Kun~." Goda Tamamo membuat Naruto semakin menegang. 'Y- Yabai... H-Hontouni Yabai... Jika ini terus berlanjut m-maka... Maka...' panik Naruto dengan wajah memerah.
"Fuu~."
"Hii!" Naruto kembali menegang ketika Tamamo menghembuskan nafasnya ketelinganya. "Fufufu~ kau sungguh menggemaskan Naru-kun," ucap Tamamo lalu bergerak ke depan Naruto sambil menahan tangan Naruto.
"Ch- Chotto!"
"Ne, Naru-kun. Peluklah aku!" pinta Tamamo sambil membimbing ke dua perut Naruto untuk memeluk perutnya. Wajah Naruto semakin memerah ketika tubuhnya sangat dekat dengan Tubuh milik Tamamo, bahkan dia bisa melihat di balik pakaian Tamamo, dia menggunakan dalaman berwarna biru.
"Bagaimana Naru-kun?"
Naruto yang mendengar itu menegang dan menjawab dengan spontan, "U-Um, Ku-Kulitmu sungguh lembut dan sungguh bersih, T-Tama-chan."
Cwuit~ swush~ swush~
"Eh?" beo Naruto. Mata biru Naruto masih memproses apa yang terjadi di depannya, dua telinga rubah, satu ekor rubah?
"E- Eh?! A- Apa ini, ba- bagaimana bisa ini ada di kepalamu?!" tanya Naruto sambil menyentuh kuping rubah Tamamo. "Umnn~ Na- Naru-kuhnn~ J- Jikhnn~ k- kauhnn~ me- menyentuhnyahnn~ i- itu a- akan merahngsanghnn~ t- tubuhkhnn~," ujar Tamamo di selangi sedikit desahan membuat wajah Naruto semakin memerah lalu melepaskan tangannya dari telinga Tamamo.
"Go- Gomenasai?!"
Tamamo yang merasa rangsangan yang tak sengaja di lakukan oleh Naruto telah hilang mengatur nafasnya yang sedikit terengah-engah. Sementara Naruto berusaha mengendalikan dirinya di saat seperti ini, dirinya ingin kabur tapi di tidak bisa karena ekor Tamamo melilit di perutnya, ingin minta tolong yang ada situasi malah semakin rumit.
"Mou~ kau sungguh pintar merangsang perempuan ya, Naru-kun," goda Tamamo sambil melirik Naruto dengan tatapan menggoda. "Ba- Baka! Aku tidak tahu a- akan hal itu, jadi itu tak sengaja!" balas Naruto tergagap.
Tamamo yang melihat ekspresi Naruto terkikih kecil, Naruto yang melihat itu terdiam dengan wajah merona lalu memeluk Tamamo dengan lembut kembali.
"Bagaimana bisa... Kau menjadi Half-Yokai, Tama-chan?"
Tamamo yang mendengar itu menyandarkan tubuhnya pada dada Naruto sambil tangannya menyentuh tangan Naruto.
"Kau pasti mengetahui bahwa dulu terjadi pembantaian Yokai pada tahun 2030, sejak saat itu Kakek buyutku saja yang selamat. Kakek bersembunyi dengan segala cara agar dirinya tidak di buru, beberapa tahun berlalu identitas Kakekku ketahuan dan hampir di bunuh masyarakat, namun Kakek selamat Saat masa pemerintahan Hokage pertama, Senju Hashirama."
Naruto yang mendengar itu sedikit mengingat-ingat berita atau sejarah yang pernah dia baca, "Kalau tidak salah, aku juga pernah membaca sejarah bahwa pada tahun 2031 bahwa Yokai di resmikan oleh Hokage pertama sebagai warga di kota Konoha dan di beri perlindungan ketat darinya," gumam Naruto membuat Tamamo mengangguk.
"Itulah yang di terima Kakekku, Kakekku pun menikah dengan sesosok perempuan ras Manusia, dan lahirlah Ayahku pada tahun 2041. Kehidupan berjalan biasa hingga 2056, namun semua berubah ketika ada pengekang yang berhasil membunuh kakekku saat Zaman pemerintahan Hokage ke dua, Senju Tobirama," ucap Naruto membuat Naruto menyipitkan matanya.
"Pengekang?"
"Um, Aku tidak tahu pasti, tapi waktu itu dia tidak mau mengatakan apa pun dan atas perintah siapa dia melakukannya." Naruto yang mendengar itu kembali menyimak cerita Tamamo, "Ayahku pun hidup seorang diri hingga 2058, akhirnya ayahku menikahi seorang perempuan dari ras Manusia sama seperti Kakek," lanjut Tamamo bercerita.
"Kehidupan mereka berjalan lancar hingga tahun 2066, dan saat itulah aku lahir. Aku menjalani kehidupanku selama 6 tahun bersama orang tuaku, namun kehidupan tersebut harus terhenti karena Insiden kota Konoha tahun 2072... Ayah dan Ibuku meninggal di insiden tersebut...saat itulah aku mendapatkan kekuatan ini dan menjadi Servant." Naruto yang mendengar itu memejamkan matanya.
Membayangkannya membuatnya sungguh tidak tahan, "Gomen... Membuatmu mengingat hal itu," ucap Naruto meminta maaf dan di balas anggukan oleh Tamamo.
Keheningan terjadi beberapa menit di antara mereka hingga Tamamo berucap kembali. "Ne, Naru-kun."
"Um?"
"Apakah kau... Harus membenci keluargamu?" tanya Tamamo membuat Naruto terdiam, "Aku tahu bahwa selama ini mereka tidak pernah menemuimu, tapi... Bukanlah kau seharusnya menanyakan kenapa? Pasti mereka ada alasannya?"
"Kenapa harus menanyakannya? Aku tidak membutuhkannya jika yang aku lihat sudah membuktikan kenapa mereka terus di sini tanpa peduli denganku," balas Naruto. "Lagi pula, kita hentikan pembicaraan ini, aku tidak mau membahasmya," ucap Naruto berniat pergi, namun Tamamo dengan cepat berbalik dan mengunci Naruto Naruto agar tidak bisa kabur.
"Kau harus mendengarkan dulu alasannya! Jika tidak kau akan menyesal!"
"Menyesal? Untuk apa aku menyesal?! Aku lebih suka jika mereka tidak pernah ada?!"
"Begitukah? Lalu kenapa kau menangis?!"
Naruto yang mendengar itu terdiam. "Ayo jawab?! Kenapa? Kenapa kau menangis? Kenapa kau marah saat ada yang menghina orang tuamu? Ayo jawab kenapa Naru-kun?!"
Naruto benar-benar terpojokkan hingga tidak bisa membalas perkataan Tamamo, "Kau sebenarnya masih menyayangi mereka bukan? Maka dari itu kau harus mendengarkan alasan kenapa mereka selama ini di sini?"
"Selama ini, mereka tinggal di sini karena ingin melindungimu," ujar Tamamo, "Mereka melindungimu karena ayahmu, Namikaze Minato adalah orang yang memiliki banyak musuh, mereka tak segan-segan melakukan apa pun agar keturunan Clan Namikaze lenyap."
"Saat kelahiranmu, ada sebuah penyerangan yang menyerang tempat kamu lahir, kamu berhasil di selamatkan oleh Jiraiya-san. Namun Ayah dan Ibumu terkena serangan terakhir membuat semua beranggapan bahwa mereka meninggal."
"Namun semua itu salah, mereka masih hidup karena Namikaze-sama menggunakan Jutsu Teleportasi, dia bilang bahwa dia berpindah tempat dengan menggunakan Clocks Eyes." Naruto yang mendengar itu tersentak dalam hati.
"Karena terlalu menggunakan banyak energi, Namikaze-sama memutuskan untuk di sini bersama istrinya hingga tidak sengaja mereka bertemu dengan Whellgon. Istri Namikaze-sama sebenarnya sungguh khawatir terhadapmu, tapi Namikaze-sama memberitahu untuk jangan khawatir dan tunggu hingga waktu yang tepat untuk bertemu denganmu," jelas Tamamo sambil melonggarkan kunciannya karena Naruto sudah tidak melawan.
"Namikaze-sama juga bilang, bahwa dia sempat mengunjungimu saat kau pingsan akibat lomba Dragons Champions. Mereka sebenarnya ingin sekali bersamamu dan memelukmu, namun karena situasi yang menganggap mereka sudah mati, mereka tidak bisa karena mereka takut, kau secara tak sengaja memberitahu dunia bahwa musuh yang paling di takuti masih hidup," ucap Tamamo sambil sedikit menundukkan kepalanya. "Jiraiya-sama juga bilang dia sudah menemukan mereka karena nama Namikaze Leafy, dia pun mencari lokasinya dan dia menemukan anaknya dan menantunya."
"Dia juga sebenarnya ingin mengatakannya, namun dia tidak ingin karena kau masih tidak menyukai orang tuamu."
"Itulah alasan kenapa mereka selama ini di sini," jelas Tamamo mengakhiri pembicaraan karena hanya itulah yang dia ketahui dari Minato, "Kami tahu kau masih tidak bisa menerima mereka, tapi kau harus tahu, selama 17 tahun mereka berusaha melindungimu dari beberapa musuh yang tidak kau ketahui."
Naruto yang mendengar itu terdiam beberapa saat, dirinya teringat kejadian saat ada yang menyerangnya malam hari. Serangan yang di lakukan hampir setara ["Setsutouzuki : Ketsuzueki : Brahmasthra Asogoryuu."] miliknya.
Apakah itu yang di maksud melindungi? Bahkan dia hampir kehilangan nyawa berkali-kali, apakah itu bisa di bilang melindungi?
"Gomen, tapi hal itu tidak akan mengubah pendirianku," ucap Naruto, Tamamo yang mendengar itu menatap Naruto menunggu kelanjutan apa yang akan di katakan oleh Naruto, dirinya tahu Naruto pasti ada alasan lain kenapa berkata demikian.
"Sejak dulu, aku hampir kehilangan nyawaku, aku hampir di bunuh naga, tulang lengan kananku di ganti tulang robot, hampir di bunuh pasukan Black Army, Hampir mati di Fuji, Hampir mati di bunuh seseorang, apakah itu yang di maksud melindungiku?"
"Bagiku itu semua omong kosong, jika benar begitu mereka harusnya datang dan menyelamatkan nyawaku, tapi yang ada aku menerima dampak buruk dari pada kematian," ucap Naruto sambil menatap genangan air di bawahnya.
"Kami tidak melarang seperti apa pilihanmu, tapi kami hanya ingin memberitahumu hal itu saja," ucap Tamamo sambil memejamkan matanya.
Puk!
"Arigato karena telah mengkhawatirkanku, Tama-chan," ucap Naruto sambil mengelus kepala Tamamo dengan lembut. Tamamo yang di elus kepalanya mengulas senyum senang karena kepalanya di elus oleh Naruto.
Blush~
Wajah Naruto seketika memerah ketika matanya secara tak sengaja menangkap di bawahnya tampak dada Tamamo terlihat jelas tengah menggunakan dalaman biru.
Naruto memejamkan matanya erat sambil mengangkat tangannya dari kepala Tamao, "T-Tama-chan, ke- kenapa kau menggunakan kaos setipis itu?" tanya Naruto tergagap.
Tamamo yang mendengar itu melihat ke arah dadanya yang memang terlihat karena kaosnya yang tipis hingga memperlihatkan dalamannya. Tamamo yang memiliki ide menyeringai dalam hati.
Grep! Nyut~
Tangan Tamamo pun mengambil ke dua tangan Naruto dan mengarahkannya ke dadanya membuat Naruto melebarkan matanya dengan wajah memerah.
"Fufu~ bagaimana rasanya, Naru-kun?" goda Tamamo membuat Naruto mengap-mengap karena tidak bisa merespons apa yang di lakukan oleh Tamamo.
"Hmnn~ rasanya kurang jika tidak secara langsung," gumam Tamamo lalu memasukkan tangan Naruto ke dalamnya membuat otak Naruto langsung on.
"Ghaa! Ta-Tama-chan apa yang kau lakukan?!" tanya Naruto sambil berusaha menarik tangannya, tapi Tamamo menahannya.
"Ne~ Naru-kun, bisakah kau membantuku menghilangkan hasrat seksualku ini?" pinta Tamamo membuat setetes darah keluar dari hidung Naruto. "Ha- Hah?!"
"Onegai, Lepaskan aku dari hasratku ini!" pinta Tamamo dengan tatapan sayu. Narutp yang melihat tatapan seperti itu meneguk ludahnya.
Dirinya memang sering membantu melepaskan hasrat Asia, tapi itu dengan Asia yang mendominasi. Tapi jika dia yang mendominasi... Rasanya sungguh memalukan.
"H- Hanya melepaskannya saja bukan?"
Tamamo mengangguk sebagai jawaban, Naruto yang melihat itu mengambil nafas dalam-dalam, lalu menatap dalam Tamamo.
"Ka- Kalau begitu, cium aku dulummphn!" perkataan Naruto terpotong begitu Tamamo benar-benar menciumnya, Narutp yang di cium oleh Tamamo mulai meremas dada Tamamo dengan sedikit kaku.
Ini memang bukan yang pertama kalinya dia melakukannya, walaupun begitu waktu itu dia masih kecil dan tidak tahu apa-apa, dan sekarang dirinya sudah dewasa dan tahu hal tabu seperti itu, tentu saja dirinya menjadi kaku untuk melakukan hal tabu.
"Umhnnn~ nghmnn~" lenguh keduanya dalam ciuman panas tersebut, Naruto yang merasakan tonjolan di tangannya mulai memelintir tonjolan tersebut membuat tubuh Tamamo bergerak karena rangsangan Naruto.
"Fuahh~ Nyhaann~ N-Nahnruu~ tohloahhn~ tolong hisap!" pinta Tamamo melepaskan ciumannya lalu menekan kepala Naruto ke dadanya.
Wajah Naruto semakin memerah ketika merasakan kelembutan dada Tamamo, namun Naruto langsung mengenyahkannya dan mulai menghisap dada Tamamo, dirinya harus cepat menyelesaikan ini karena sungguh, INI BENAR-BENAR MEMALUKAN!.
Naruto yang baru menghisap dada Tamamo, sedikit tersentak karena merasakan cairan di mulutnya. Naruto melirik Tamamo yang tersenyum menggoda sambil mengelus rambutnya.
"Kau sejak kecil belum mendapatkan ASI bukan? Anggap saja ini sebagai penggantinya walau aku bukan ibumu," ucap Tamamo, membuat Naruto sedikit termenung lalu menghisapnya dengan lembut kembali.
"Ahhhnn~ Y-Yahnnn~ t- terushhh~ hisap terusnn~ Naruhhnn~," lenguh Tamamo sambil mendongakkan kepalanya sambil meremas rambut Naruto untuk melampiaskan kenikmatannya.
Tubuh Tamamo yang bergerak-gerak membuat Naruto JR terbangun dari tidurnya, Naruto yang mengetahui itu menahan tubuh Tamamo agar tidak bergerak lagi dengan sebelah tangannya yang menganggur.
Setelah menghisap dada Tamamo, Naruto mulai menjilati leher Tamamo untuk memberi rangsangan kembali "Nyaahnn~ J- Janghann~ dihnn Shnaaa~," lenguh Tamamo sambil menahan Naruto agar tidak menjilati lehernya. Jika seperti itu bisa-bisa ada bercak di lehernya dan akan membuat curiga yang lain.
"Apakah kau ingin aku berhenti?"
Tamamo langsung mengunci Naruto dengan ke dua kakinya, "Ku-Kumohon jangan, a- aku hanya tidak mau ara bercak di leherku yang akan membuat curiga yang lainnya," jelas Tamamo sambil mengalihkan pandangannya malu.
"O-Oh...," gumam Naruto yang tidak kepikiran sampai sana.
Terjadi keheningan beberapa saat di antara mereka sebelum melanjutkannya dalam ciuman yang panas dan liar. Tamamo yang mengalungkan lengannya di leher Naruto mengubah posisinya tanpa melepaskan ciumannya di mana dia menyandarkan dirinya di berbatuan sementara Naruto seperti mengunci Tamamo.
Naruto yang tidak ingin menghabiskan waktu lama, terpaksa melakukan serangan akhir yang dia ketahui walau sebenarnya dia tidak ingin melakukannya.
Salah satu lengan Naruto bergerak ke ekor milik Tamamo dan mengelusnya membuat Tamamo sedikit terbelak karena kelemahannya berada di ekornya.
"A- Ahnnn~ Na- Naruuhh~!" desah Tamamo ketika merasakan kejutan listrik di tubuhnya. Karena lepasnya ciuman mereka, Naruto melakukan serangan ke dua yaitu mengemut telinga rubah Tamamo membuat tubuh Tamamo semakin menggeliat.
"N- Naruuhh~ a- aku haaanhhnn~!"
"Lepaskan saja, Tama-chan," bisik Naruto lalu menghembuskan nafasnya ke telinga Tamamo dan mencubit tonjolan pada dada Tamamo membuat Tamamo mendesah dengan sedikit keras.
"AAHHHHHNN~!"
Tamamo yang mencapai puncak pun menegang tubuhnya sebelum akhirnya tubuhnya sedikit bergetar dan menjadi lemas. Naruto yang telah selesai menyandarkan tubuhnya di samping Tamamo dengan wajah memerah di sertai asap mengepul di kepalanya.
'B- Benar-benar gila... Benar-benar gila!' batin Naruto dengan mata berputar-putar serasa ingin berputar.
Cup!
Naruto yang masih menenangkan dirinya sedikit tersentak ketika Tamamo menariknya dan menciumnya kembali, namun kali ini ciuman tersebut tidak ada nafsu melainkan lembut dan manis.
Ciuman tersebut pun terlepas memperlihatkan Tamamo yang menatap Naruto dengan senyum sayunya, "Arigato, A-na-ta~ ," bisik Tamamo lalu menyandarkan tubuhnya di samping Naruto. Sementara Naruto terdiam sesaat lalu mengalihkan pandangannya dengan rona di pipinya.
.
Sementara itu di tempat lain, tampak para servant lain tengah menunggu dengan bermacam aura di atas mereka. Kelompok Naruto yang melihat itu sweatdrop, 'memang apa yang di lakukan oleh ketua mereka?' batin kelompok Naruto.
Sebelumnya setelah kepergian Naruto dan Charlotte, para servant tengah berbincang dengan Ayah Naruto, hingga akhirnya para Servant berdiskusi dan perginya Tamamo ke tempat Naruto.
Beberapa menit berlalu, Charlotte kembali sendirian membuat Para Servant kebingungan di mana Naruto dan Tamamo, Charlotte hanya menjawab
"Kau boleh kembali, Naruto Okaa-san, biar aku urus Naru-kun."
Dan saat itulah aura muncul di atas mereka.
Di sisi lain, Leafa tengah merenung karena tidak percaya bahwa kakak kandungnya adalah Naruto itu sendiri. Dirinya merasa bersalah karena menyerang kakaknya dalam lomba, bahkan dia pernah menampar kakaknya saat menyelamatkan nyawanya.
Leafa menggeleng pelan sebelum cemberut karena saat dia menampar Naruto, Naruto juga bersalah karena seenaknya melemparnya saat menyelamatkannya.
"Ada apa Leafa-san?" tanya Kirin sambil mendekati Leafy bersama Asuna, Asia, Saya, Julis, Claudia, Tohka, Xenovia, Koneko, Irina dan Kiba. Leafa yang melihat mereka datang hanya merenung membuat Asuna berdecak sedikit kesal.
"Ayolah Leafa, kau harusnya senang karena memiliki kakak seperti Naruto-san. Ya... Walau kadang-kadang sifatnya cukup menjengkelkan," ucap Asuna memberi semangat pada Leafa di sertai sindirian pada Naruto.
"Aku... Hanya masih belum menyangka jika kakak tertua kami selama ini adalah Naruto-san, Asuna-chan."
"Maka dari itu, saatnya kau membiasakan dirimu bersama Naruto-san agar terjalin hubungan adik dan kakak," saran Asuna, membuat Leafa melirik ke arah Asuna.
"Membuat hubungan dengan orang yang pernah aku tampar karena menyelamatkan nyawaku karena aku pikir orang asing namun ternyata selama ini adalah kakakku?" tanya Leafa membuat Asuna mengerjapkan matanya.
"Eh?"
"Kau harusnya tahu! Aku tidak mungkin bisa membuat hubungan kakak dan adik setelah menamparnya karena aku pikir dia orang asing!" teriak Leafa sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
'Ah... Dia hanya belum bisa memaafkan dirinya sendiri,' batin semua.
Kurumi yang memang mengaktifkan Zafkien secara permanen tertawa halus dengan senyum di wajahnya, sementara Aiz hanya diam sambil sesekali mengajak bermain anak-anak naga di sana.
"Anoo... Permisi!" Kurumi dan Aiz yang merasa merekalah yang di cari melirik ke belakang di mana terlihat, Minato mendekati mereka bersama Sara dan Ruko.
"Kamu... Kamu dari Clan Tokisaki, bukan?" tanya Minato kaku. "Ha'i, ada apa Namikaze-sama?" tanya Kurumi sambil menghadap ke arah Minato.
Minato yang melihat mata Kurumi sedikit tersentak sebelum bergumam, "Jadi 'dia' masih ada?" Kurumi yang tahu arah pembicaraan Minato hanya diam sebagai jawaban.
"Aku kira hanya, kaulah yang tersisa di Clan Tokisaki, ternyata dia masih hidup...," gumam Minato. "Namikaze-sama, apa kau ada hubungan dengannya?" tanya Kurumi menatap tajam Minato.
"Tidak, dia adalah musuhku dulu," jawab Minato memejamkan matanya sesaat lalu membuka matanya kembali memperlihatkan Clocks Eyes miliknya.
Kurumi yang melihat Clocks Eyes itu menyipitkan matanya.
"Dari empat Clan yang memegang Clocks Eyes, Yang tersisa Tou-chan, Aku, Ruko-chan, Sara-chan, Naruto, Kamu dan Shiina Mashiro ya?" tanya Minato sambil melirik ke arah Jiraiya yang mengangguk.
"Sepertinya 2 bulan ke depan sebelum gerhana matahari terjadi aku harus bertindak...," gumam Minato sambil mengelus dagunya. Kurumi yang mendengar itu sedikit tersentak, dirinya cukup terkejut karena ayah Naruto mengetahui rencana ayahnya.
"Kami Kembali~!" semua seketika mengalihkan pandangannya dan terlihat Naruto berjalan dengan rona di pipinya bersama Tamamo yang memeluk lengan Naruto sambil menyandarkan kepalanya di bahu Naruto dengan rona di wajahnya di sertai love-love di sekitarnya.
Bzit!
Para Servant terbelak di sertai wajah memerah. Otak mereka secara langsung menangkap sesuatu ketika melihat ekspresi Tamamo.
"Bagaimana Naruto-kun? Sudah merasa baikkan?" tanya Charlotte membuat wajah Naruto semakin memerah karena mengingat hal tadi. "U-Um...," gumam Naruto sambil mengalihkan pandangannya.
"Etto... Permisi sebentar," ucap Mash menyela Naruto dan Tamamo lalu menarik Tamamo menjauh. Tamamo yang di tarik melambaikan tangannya ke arah Naruto tanpa menghilangkan ekspresi senyum serta love-lovenya.
"Ah, Danchou bagaimana keadaanmu?" tanya Kiba mewakili anggota lainnya beserta, Kiyohime, Asuna dan Leafa. Belum sempat menjawab Asia telah menabrakkan dirinya ke arah Naruto dan memeluk erat Naruto.
"Danchou, wajahmu memerah? Ada apa?" celetuk Irina membuat Naruto mengalihkan pandangannya.
"Bu- Bukan apa-apa!"
Asia, Kiyohime, Tohka dan Koneko yang melihat tingkah Naruto menyipitkan mata mereka layaknya menatap curiga Naruto.
Grep! Nyit! Nyit!
""Ne~, bisa kau jelaskan Master/Naruto-kun/Nii-chan?"" tanya Kiyohime, Koneko, Tohka dan Asia mengelilingi Naruto sambil mencubit kedua pipi Naruto.
"Uzumaki Naruto-kun?" Naruto yang di panggil menoleh dan melihat irisviel datang mendekatinya. "Ah, Irisviel-sama. Ada apa?" tanya Naruto.
"Setelah berdiskusi dengan yang lain. Mereka mengizinkanku untuk mengajarkanmu mengendalikan naga," jawab Irisviel membuat Naruto sedikit tersentak. Ada beberapa kata yang membuatnya sedikit terkejut, pertama 'Berdiskusi dengan yang lain' dan 'Cepatnya persetujuan'
"Aku akan mengajarimu, tapi ada syaratnya," lanjut Irisviel membuat Naruto mendengarkan dengan serius. "Kau harus mengalahkanku dan Whellgon dalam pertarungan."
Naruto yang mendengar itu terkejut, melawan Raja Naga? Mungkin bagi orang biasa itu adalah undangan kuburan untuk mereka, tapi beda lagi untuk Naruto.
"Tidak! Kau tidak boleh melakukannya!" teriak Kushina membuat Naruto menatapnya tidak senang. "Memang kau siapa? Aku yang menentukan pilihanku, kenapa kau mengaturku?" tanya Naruto membuat Kushina bungkam.
Mungkin dia ibunya, tapi apakah benar?
"Apa kau yakin?"
"Kenapa? Kau tidak takut bukan?" Naruto yang mendengar itu melirik ke samping memperlihatkan Kirito dan Menma yang menatap remeh dirinya.
"Naruto-kun..."
"Aku terima, bahkan sekarang pun aku sudah siap," potong Naruto lalu menatap Irisviel dengan serius. "Kau yakin?" tanya Irisviel sambil berjalan mundur.
Naruto pun memberi kode untuk menjauh, Asia yang melihat itu ingin di sisi Naruto namun Tohka menahannya dan mengajaknya pergi.
"Matte...," ucap Asia sambil melepaskan tangan Tohka lalu berlari ke arah Naruto dan menarik kepala Naruto ke arahnya.
Cup!
Mata Naruto mengerjap sesaat karena dengan berani Asia mencium bibirnya di saat seperti ini, Kiyohime yang melihat itu cemberut begitu juga Tohka dan Koneko.
"Berhati-hatilah, Nii-chan," bisik Asia lalu melangkah pergi.
"Master!" Naruto yang mendengar suara Kiyohime tersentak lalu menghadap ke arah Kiyohime yang mendekatinya, "Dengar, jangan sampai kau terluka parah ya, jika kau terluka parah aku tidak akan memaafkanmu Master, dan kau akan menerima akibatnya nanti!" peringat Kiyohime sambil tersenyum menggoda membuat wajah Naruto merona.
Cup!
Kiyohime pun menarik kepala Naruto dan mencium pipi Naruto sesaat lalu pergi meninggalkan Naruto yang terdiam.
"Naruto-san?" Naruto kembali tersentak lalu menepuk kedua pipinya untuk memfokuskan dirinya.
Naruto yang merasa mereka sudah menjauh memasang posisi bertarung Taijutsu. "Ya!" teriak Naruto membuat semua tersentak.
"Aku siap Kapan pun!"
Swush!
Naruto yang melihat tiba-tiba muncul puluhan Irisviel melesat ke arahnya, melayangkan pukulannya.
Blaar!
.
.
~ Naruto : The Dragom Future ~
.
.
Blaar!
"A-Apa yang terjadi?!" tanya Minato mendekati Menma dan Kirito yang masih di posisi.
"Um? Hanya menonton kakak yang payah melawan raja naga," balas Menma membuat Minato terkejut.
"Ada apa ini? Di mana Naru-kun?" tanya Arthuria mewakili yang servant lainnya. "Dia ada di sana, Arthuria-san. Danchou tengah melawan Irisviel karena itu Syarat agar Danchou bisa di ajarkan caranya mengendalikan Naga," jawab Julis membuat para Servant terdiam sesaat lalu menatap tempat Naruto yang bertarung.
Minato yang ingin pergi seketika tertahan oleh Singgasana Tohka yang memberi kode agar tidak mengganggu pertarungan Naruto melawan Irisviel.
"Tenanglah, Minato-sama. Percayalah pada Naru-kun bahwa dia pasti akan baik-baik saja," ucap Kurumi memberitahu agar Minato diam dengan tenang menonton pertarungan Naruto melawan Whellgon.
"Heh~ jadi sudah di mulai?" gumam Yasaka yang ada di tempat lain sambil menonton bersama Charlotte. "Sepertinya begitu," timpal Charlotte sambil menatap tempat Naruto dengan tatapan yang sulit di artikan
Buagh! Buagh! Buagh!
Dari balik ledakkan keluar Naruto yang kembali melayangkan pukulan ke wajah salah satu dari puluhan Irisviel hingga hancur menjadi bongkahan es lalu melakukan serangan secara acak pada Irisviel yang lain hingga hancur menjadi bongkahan es.
Swush! Sring!
Naruto yang masih memberi serangan langsung memiringkan kepalanya dan dia merasakan goresan di ke dua pipinya.
Sret! Swush! Crash! Crash!
Naruto yang berhasil menghindar mengeluarkan sebuah tombak Afkali lalu mengayunkan tombaknya ke arah puluhan Irisviel hingga terpotong lalu hancur menjadi kepihan es.
Afkali memiliki bentul tombak dengan tongkat berwarna Cokelat di sertai bagian ujungnya terdapat senjata seperti Trisula namun bagian dua sisinya berbentuk kapak kecil.
Sret! Wush! Trank! Trank!
Naruto yang merasakan sinyal bahaya melompat ke udara lalu memutar tombaknya ke sekitarnya hingga terdengan suara benturan senjata tak kasap mata pada senjata Naruto.
Tap! Wush!
Begitu mendarat di tanah, Naruto melempar tombak Afkali ke arah Puluhan Irisviel, namun Tombak Naruto hanya melewati puluhan Irisviel di depannya.
Sret! Pyaaaarsh!
Lima Irisviel di depan Naruto pun mengarahkan tangan mereka ke arah Naruto hingga tercipta bongkahan Es yang melesat ke arah Naruto.
Sret! Wush! Wush! Wush!
Naruto yang melihat itu mengaktifkan Jikkan miliknya lalu menghindari setiap bongkahan Es lalu menaiki salah satu bongkahan Es dan melompat ke udara.
Naruto pun memutar tubuhnya ke udara lalu mengarahkan tangannya ke bawah dengan gaya menyentil.
Tsh! Boom!
Begitu jari Naruto menyentil udara kosong, Bongkahan Es di bawahnya langsung hancur dam terpental hingga mengenai beberapa Irisviel hingga akhirnya menghilang.
"Sugoii...," gumam Sara tidak percaya. Ini memang bukan yang pertama kalinya dia melihatnya, tapi sungguh dia benar-benar tidak percaya bahwa kakaknya bisa melakukan hal seperti itu.
Tap!
Naruto pun mendarat dengan sempurna lalu menatap Irisviel yang dia yakini adalah yang Asli tengah menatapnya takjub. "Luar biasa, Uzumaki Naruto-kun. Kekuatanmu memang luar biasa," puji Irisviel membuat Naruto tersenyum tipis.
"Aku rasa aku tidak berhak menerima pujian tersebut karena Anda belum mengeluarkan sepenuhnya kekuatan Anda bukan, Irisviel-sama?"
Irisviel yang mendengar itu terkikih kecil sebelum maju bersama beberapa dirinya yang sekiranya berjumlah sepuluh.
Naruto yang melihat itu melirik tombaknya yang menancap di belakang Irisviel lalu melirik daerah sekitarnya sebelum menatap Irisviel kembali.
["Bukienji Daiku Ni : Afkali : ..."] gantung Naruto.
Psth!
Irisviel seketika tersentak ketika dia mendengar suara seperti benang di samping telinganya.
Wush! Grep! Ctk!
Tombak di belakang Irisviel pun kembali dengan cepat ke arah Naruto membuat Irisviel sedikit menunduk agar tidak terkena tombak Naruto. Tombak Afkali pun berhasil kembali ke sang pemilik dan begitu tombak tersebut berada di tangannya, beberapa bagian dari Afkali lepas memperlihatkan beberapa bagian yang terlepas tersambung dengan rantai.
["Henka Oulibium!"] lanjut Naruto sambil memutar tobaknya di sekitarnya sesaat lalu mengayunkan tombaknya hingga ujung tombak yang terlepas melesat ke arah Irisviel.
Swush! Pyarsh!
Irisviel yang melihat itu menyentuh tanah di bawahnya hingga berubah dinding Es yang membuat Senjata Naruto menancap di dinding Es tersebut.
Krak!
'Tebal sekali!' batin Naruto ketika melihat retakan kecil tercipta di dinding Irisviel.
Swush! Swush!
Naruto yang merasakan serangan dari dua sisinya pun melompat sambil menarik ujung tombaknya ke arahnya.
Pyaaaarsh!
Seketika tempat yang dia pijak tadi terjadi ledakan karena dua bola cahaya biru dari dua sisi berbenturan hingga membentuk bongkahan Es yang meninggi hingga membekukan salah satu Kaki Naruto.
'Kuso! Ini hampir mirip kejadian saat aku melawan Asuna!' batin Naruto.
Pyarsh!
["GROOOAAAAR!"]
Kembali dari dinding Es yang ada di depan Irisviel, seketika hancur dan mengeluarkan Tiga Naga Es yang melesat ke arah Naruto.
Naruto yang melihat itu mendecih lalu memutar-mutar ujung tombaknya, lalu mengarahkan ujung tombaknya ke bawah dengan ratai meliuk-liuk di atasnya.
["Afkali : Wakuprensho Hinghensu!"] teriak Naruto lalu memukul ujung tombaknya ke bawah.
Twush! Blaaar!
Begitu ujung Tombak Naruto menghantam tanah seketika pusaran angin terjadi membuat Seluruh jurus Irisviel hancur, bahkan bongkahan Es yang mengunci kaki Naruto ikut hancur.
Sring! Tap! Wush!
Naruto yang berhasil menghancurkan jurus Irisviel menaril senjatanya kembali hingga menyatu menjadi Tombak kembali lalu mendarat dengan sempurna di tanah, namun Naruto kembali terbelak ketika Irisviel tiba-tiba muncul dengan Pedang api biru di tangannya.
BOOOM!
Semua melebarkan mata mereka ketika di tempat Naruto terjadi ledakan api biru yang cukup besar. Kushina yang melihat itu panik dan berusaha ke tempat Naruto, namun Kiba menahan Kushina agar tidak pergi ke sana.
"Lepaskan! Aku harus ke tempat putraku!"
"Jangan ke sana, Kushina-sama. Danchou tidaklah lemah!" ucap Kiba tegas membuat Kushina terdiam.
"Karena kami tahu, Danchou sangatlah kuat."
Swush!
["Bukienji Daiku Juu : Amakutsheryuu!"] kumpulan Api biru yang ada di tempat Naruto pun lenyap memperlihatkan Naruto menahan pedang api biru Irisviel dengan pedang Api Hitam.
"Itu!" kejut Minato "Bukankah itu Amaterasu?!"
"Apa itu Tou-chan?" tanya Menma penasaran. "Itu adalah api yang tidak bisa padam selama 7 Hari 7 malam. Itu memang bukan kekuatan Naruto melainkan pinjaman dari Mikoto Ame, namun Naruto bisa menguasai teknik tersebut karena Penemuan rekannya," jelas Jiraiya sambil tersenyum.
"Sungguh tidak di sangka, bahkan kau memiliki kekuatan Amaterasu yang termasuk kekuatan dari 'Dia'. Benar-benar mengagumkan," puji Irisviel membuat Naruto mencerna perkataan Irisviel.
'Dia'? Siapakah yang di maksud oleh Irisviel.
"Tapi sayang, kekuatannya masih jauh dari api biruku!" ucap Irisviel sambil mendorong pedang Naruto lalu memutar tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya.
Wush! Sring! Blaaar!
Naruto yang melihat itu membungkukkan tubuhnya lalu mengayunkan senjatanya ke atas hingga membuat ledakan kembali di tempat mereka.
Swush! Trank! Trank! Trank!
Dari balik ledakkan keluar Naruto dan Irisviel yang melompat ke udara sambil beradu senjata di langit. Naruto yang merasa serangan senjata Irisviel lebih kuat mendecih tidak suka karena perbedaan kekuatannya sangat jauh.
Swush! Trank!
Naruto tersentak ketika Irisviel membenturkan senjatanya dirinya yang di atas Irisviel seketika berubah posisi di bawah Irisviel.
["Hyoto : Kangeryui!"] ucap Irisviel, Apo biru di pedang Irisviel pun mulai membara membuat Insting Naruto berteriak untuk menghindari jurus tersebut, namun mereka di udara apa yang bisa dia perbuat.
'Ck! Gomen jika aku melakukan ini, Irisviel-sama!' batin Naruto mengepalkan tangannya hingga jaringan darah membungkus tangannya dan perlahan membentuk tombak darah.
["Setsutouzuki : Ketsuzueki : Brahmastra Asogoryuu!"] teriak Naruto melayangkan pukulannya pada udara kosong yang mengarah kepada Irisviel.
Pyarsh! Boom! Blaaaaar!
Secara bersamaan Jutsu Irisviel berhasil menghantam Naruto dengan memunculkan Bongkahan Es yang memanjang ke bawah mendorong Naruto dengan cepat ke tanah begitu juga Jutsu Naruto yang menghantam Irisviel hingga terpental keluar dari habitatnya.
"Naruto-kun!"
"Naruto!"
"Nii-chan!"
"Irisviel-sama!"
Semua yang melihat kejadian tadi benar-benar kembali terkejut, keduanya berhasil memberikan serangan namun mereka tidak tahu serangan mana yang berhasil memberikan luka agar pertandingan ini berhenti.
"Cough! Cough! Boleh juga..."
Semua tersentak ketika melihat Naruto masih bisa bertahan walau mulutnya telah mengeluarkan darah segar, keadaan Naruto saat ini tengah tertindih bongkahan Es milik Irisviel, tidak ada yang tahu keadaan Tubuh Naruto, namun yang pasti luka yang di terima Naruto cukup fatal.
Puk!
["Setsutouzuki : Detroito Delaeware!"] teriak Naruto sambil menyentuh bongkahan Es yang menindihnya.
PYAAARSH!
Bongkahan Es yang menindihnya pun hancur berkeping-keping membuatnya bisa berdiri kembali memperlihatkan tubuhnya yang mengeluarkan darah di mana-mana.
"Sepertinya... Aku harus mengeluarkan seluruh tenagaku yang belum pernah... Aku keluarkan," gumam Naruto sambil mengeluarkan Midrocemon lalu tersenyum tipis ke arah langit.
Wush!
["GROAAAAR!"]
Dari langit tampak sesuatu dengan cepat turun dan berubah menjadi Whellgon yang mengaum dengan keras.
Sret! Wush! Boom! Blaaar!
Naruto yang melihat itu langsung melompat mundur membuat Whellgon menghantam tempat kosong saja, namun tidak di sangka, muncul balok Es dari bawah yang langsung mendorong Naruto ke belakang dengan cepat sebelum akhirnya menghantam dinding Es dengan sangat keras hingga retak.
"Cough!" batuk Naruto hingga mengeluarkan sedikit darah, belum sampai sana Dua Balok Es seketika muncul dari tanah dan menghantam tubuhnya kembali.
"Ugh! Sampai segitunya?" lenguh Yasaka, sementara Charlotte hanya diam menonton dengan tenang.
Pyarsh! Pyarsh!
Dua Balok Es itupun terbelah dan berputar-putar seperti memainkan rubik membuat Semua terkejut karena Irisviel tak segan-segan memberikan serangan.
["Sudah berakhir anak muda, kau mungkin berhasil melukai Iri-chan, tapi kau tidak akan bisa melukaiku!"] ucap Whellgon dengan suara berat.
Twung! Srush!
Seketika Waktu terhenti sesaat sebelum waktu yang di sekitar Naruto berjalan mundur hingga dua balok Es berhasil menghantamnya.
["Redurora!"]
Pyaarsh!
Dari dua sisi Balok keluar Dua Redurora yang melesat ke arah Whellgon yang melilit leher Whellgon dan sayapnya.
"Benarkah... Begitu?"
Tap! Tap!
Dari atas balok Es terlihat Naruto berjalan dengan santai dengan King di tangan kanannya serta Shinigami Mash di tangan Kirinya.
"Danchou!" panggil Seluruh anggota Naruto kecuali Tohka dan Koneko yang tersenyum karena Naruto masih bertahan.
"Maaf Whellgon-sama, mungkin kau raja Naga tapi kau tidak akan bisa mengendalikan mereka, karena mereka tidak memiliki jiwa melainkan senjata," ucap Naruto melempar Shinigami Mashnya ke atas lalu membenturkan Kingnya hingga menyatu di lengan dan kakinya.
"Saa~ Sekarang giliranku!" ucap Naruto menangkap Shinigami Mashnya yang menjadi palu lalu melesat ke arah Whellgon dengan sangat cepat.
[" Shenki Mash : Aurokuryugan!"] teriak Naruto sambil mengayunkan palunya.
["Kitchyugourugan!"]
Blaaaaar!
'Nani!' batin Naruto ketika palunya yang akan menghantam kepala Whellgon terhenti karena gelombang yang memekakkan telinga.
["Kheh! Kau pikir aku akan membiarkannya?!"]
Naruto yang mendengar itu menyeringai.
Sring!
Tubuh Redurora seketika bergerak dan menarik Whellgon membuat konsentrasi Whellgon terganggu. Naruto yang berhasil menghilangkan gelombang Whellgon menekan pelatuk di salah satu jarinya hingga di dua sisi Shinigami Mash keluar corong yang mengeluarkan Gas dan mendorong Shinigami semakin cepat.
Buagh!
Kepala Whellgon pun berhasil terhantam palu Naruto membuat Whellgon oleng sesaat.
'Kuso! Itu tidak bisa menjatuhkannya?!' batin Naruto.
Sring! Pyarsh!
Naruto kembali terkejut ketika sebuah Tombak Es tiba-tiba muncul dan mengunci Naruto agar tidak bisa bergerak ke mana pun.
'Ku- Kuso! Aku tidak bisa bergerak?!' batin Naruto.
Srssh~
"A-ARRGHHH!" teriak Naruto ketika merasakan beberapa bagian tubuhnya tengah tertusuk tombak-tombak Es yang mengunci gerakannya tengah berusaha menembus tubuhnya dengan membagi diri.
"Naruto-kun!" panik Kushina.
["Lumayan juga Anak muda, tapi itu masih belum seberapa!"] teriak Whellgon membuka mulutnya hingga terkumpul bola energi berwarna biru di mulutnya.
'Sial! Tidak akan sempat!' batin Naruto, 'Tidak! Aku tidak boleh menyerah di sini! Aku belum mengeluarkan Jokerku, aku rasa inilah saatnya!'
["Hyokaru : Shinchiyuuga!"] teriak Whellgon lalu menembakkan bola energi biru di mulutnya ke arah Naruto.
Twush! Pyaaaaaarsh!
Bola Energi itu pun berhasil menghantam Naruto dan mendorong Naruto sangat jauh hingga akhirnya di susul ledakan Es besar yang mengunci Naruto di tengahnya.
""Naruto-kun!/Naruto!/Nii-chan!"" teriak Semuanya, Kirito dan Menma yang melihat itu tertawa karena rupanya Naruto tak sebanding dengan Whellgon.
["Sudah berakhir anak muda... Kau sudah kalah,"] ucap Whellgon.
"Begitukah?"
BOOOOM!
Semua seketika terbelak ketika Aura Hijau mulai keluar dari tubuh Naruto, Aura Hijau itu menyembuhkan Luka-luka di tubuh Naruto dengan sempurna membuat Whellgon menyipitkan matanya.
["Aura itu..."]
"Sekarang giliranku...," gumam Naruto.
BOOOOM!
Ledakan Aura kembali terjadi di tempat Naruto di mana Berbagai Aura keluar dari tubuh Naruto Aura Hijau tua, Merah, Kuning, Biru, dan Hijau muda.
"HaaaaAAAAAAA!" teriak Naruto yang secara perlahan semakin keras.
["Setsutouzuki : Raito : Enton Hyuuga!"]
BZZTT! BLAAAR!
Bongkahan Es yang mengunci Naruto pun hancur berkeping-keping membuat Naruto bisa terbebas dan berjalan secara perlahan ke arah Whellgon.
"Sejak dulu aku penasaran untuk apa benda yang aku beli di pasar waktu itu, tapi tidakku sangka akan berguna seperti ini," gumam Naruto melepas W.W.S Watch di tangan kirinya lalu memindahkannya ke lengan kanannya.
"Batu Clan Uzumaki, Blood Avgenryuu. Batu Clan Uzumaki yang bisa memberikan Kekuatan Fuinjutsu bagi pemegang batunya, bukan hanya itu tapi Penyembuhannya yang sangat cepat dan bisa mengendalikan darah sang musuh membuat batu ini mengerikan.
Lalu batu Clan Namikaze, aku tidak begitu tahu Clan ini tapi saat melakukan Tes pada batu ini, Listrik di kamarku padam yang membuatmu berasumsi batu ini memiliki energi petir yang luar biasa," ucap Naruto sambil mengangkat tangannya memperlihatkan empat permata yang menyatu dengan W.W.S Watch.
"I-Itu?!" kejut Jiraiya.
"Batu Clan Senju, Batu yang memiliki Sel Senjutsu dan pengobatan yang sungguh luar biasa yang sebanding dengan Uzumaki, mau berapa pun luka yang di terima akan sembuh semuanya.
Dan batu terakhir adalah Galel, aku tidak begitu mengetahuinya namun dari data yang aku tahu Batu ini memiliki kekuatan Misterius yang sangat kuat, dan sekarang..." gantung Naruto sambil melirik tangan kanannya.
"Saatnya mencoba kekuatannya."
.
Other side
.
Di sisi lain tampak empat orang dengan naga mereka terbang dengan kecepatan tinggi sebelum berhenti di tebing es sambil menatap tempat yang sangat besar dengan perasaan ragu.
"Apa kau yakin di sini?" tanya seseorang dengan kaca mata melekat di wajahnya. " Ya, Tidak salah lagi inilah tempatnya," balas rekannya dengan tombak di pundaknya sambil menyeringai.
.
Back to Naruto vs Whellgon
.
Swush~
Minato dan Jiraiya yang melihat jurus apa yang di keluarkan Naruto melebarkan mata mereka karena jurus yang Naruto keluarkan adalah...
["Rasengan,"] gumam Naruto lalu mengepalkan tangannya.
Bwuuussh!
Tangan Kanan Narutopun terbungkus pusaran Angin berwarna biru membuat Naruto menyeringai lalu melakukan posisi bersiap melesat ke arah Whellgon.
[" Yonki : Sheinzo!"]
Bwush!
Ledakan Aura kembali terjadi pada tubuh Naruto dan Aura-Aura tersebut pun mulai bergabung dengan pusaran di tinju kanan Naruto membuat pusaran aura warna-warni.
"Kheh!"
Swush~
Kembali... Mereka tidak tahu harus terkejut berapa kali karena saat ini di sisi Naruto muncul Sosok Astral berwarna Hijau yang bersiap melempar Naruto.
"Tu- Tunggu! Bukankah itu..."
["Tidak aku sangka, Empat Batu itu ada di tanganmu anak muda,"] gumam Whellgon lalu mengembangkan Empat sayapnya hingga tercipta bola Energi biru, ["Tapi, jangan berharap bahwa aku akan membiarkannya!"] teriak Whellgon lalu kembali mengumpulkan energi bola biru di mulutnya
Sret! Pyaaaaaarsh!
Makhluk Astral itu pun mulai bergerak siap melempar Naruto, Whellgon yang melihat itu memunculkan Bongkahan Es Besar yang melesat ke arah Naruto selagi mengumpulkan energi.
Wush!
Makhluk Astral itu pun melempar Naruto dengan keras membuat Naruto melesat ke arah Whellgon dengan sangat cepat hingga melewati bongkahan Es milik Whellgon.
["Hyoto : Kokkuhyo Gobhuryuu!"] ucap Whellgon menembakkan 5 Bola Energi biru yang telah dia buat ke arah Naruto.
["Setsutouzuki : Ketsuzueki : Senjutsu : ..."] gantung Naruto sambil menyiapkan tinjunya.
Sret! Bzit!
Dalam sekejap secara tiba-tiba Naruto telah di depan Whellgon di sertai percikan petir di tubuhnya, Whellgon yang melihat itu tentu saja tersentak.
['Cepat sekali!']
Bwuush!
["Yoncankurrei Rasen Senkyurrobursto!"] teriak Naruto melayangkan tinjunya ketika Aura di tangannya semakin besar.
Buagh! Twush! Blaaaaaar!
Pukulan Naruto pun berhasil mengenai kepala Whellgon membuat ledakan energi hingga tempat yang di pijak Whellgon tercipta kawah.
["G-Ghhh!"]
"HooooAAAAAAARRRAAA!" teriak Naruto mendorong sekuat tenaga tinjunya.
Bwussh! BOOOOOM! BLAAAAAAAAARR!
Ledakan besar kembali terjadi di mana terjadi ledakan pusaran memanjang hingga di susul ledakan ke dua di mana terjadi ledakan besar namun tercipta sebuah pohon besar yang mengunci Whellgon di tengahnya.
Wush! Bruk!
"ARGH!" teriak Naruto kecil ketika dirinya jatuh tengkurap ke tanah.
["G-Ghh!"] lenguh Whellgon yang perlahan berubah kembali menjadi Irisviel.
Kiyohime yang melihat itu langsung berubah menjadi naga dan ke tempat ibunya. Sementara anggota Naruto pergi ke tempat Naruto yang berusaha membalikkan badannya.
"Si-Sial... Aku tidak menyangka... akan seperti ini," gumam Naruto sambil mengatur nafasnya. Perlahan luka-luka di tubuh Naruto menyembuh dengan sendirinya karena kekuatan batu Clan Senju, dan Uzumaki.
"Danchou, Kau tidak apa?!" Naruto yang mendengar suara anggotanya melirik Anggotanya lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
Grep!
Setelah terduduk, Asia langsung memeluk Naruto dengan erat begitu juga Naruto yang memeluk erat Asia. Naruto yang merasakan tubuh Asia bergetar mengelus punggung Asia berusaha menenangkan Asia.
"Gomen, membuatmu khawatir, Asia-chan," bisik Naruto, pelukan Asia semakin erat dan Asia menggelengkan kepalanya pelan. Ini memang bukan salah kakaknya, dirinya juga tahu seperti apa risiko jika bertarung, di mana saat ada pertarungan pasti akan ada yang mengalami luka.
Bletak!
"Ittai!" ringis Naruto ketika kepalanya di pukul cukup keras. "Sungguh! Kau benar-benar bodoh! Kau sampai memaksakan dirimu sendiri hingga seperti itu, apa kau sudah gila?!" bentak Scathach sebagai pelaku yang memukul kepala Naruto.
"Maa~ aku tahu itu," balas Naruto sambil menatap Asia yang masih memeluk tubuhnya, "Lagi pula aku memiliki kekuatan Regenerasi, dan juga empat batu ini. Aku sudah memikirkan resikonya jadi jangan khawatir, kalian hanya perlu percaya padaku."
Semua yang mendengar itu menghela nafas mereka, memang benar setiap tindakan Naruto selalu terbilang nekat yang hampir_ tidak, lebih tepatnya selalu membuat mereka khawatir.
Dan Semua tindakannya itu hampir membuat nyawanya melayang, namun dia selalu selamat walau harus menerima beberapa luka. Mereka memang harus percaya pada Naruto, bahwa dia pasti akan baik-baik saja.
"Tou-san... Tadi itu..."
"Ya, tidak salah lagi... Tapi bagaimana bisa?" Jiraiya dan Minato terdiam dengan pikiran bercampur aduk.
Naruto yang merasa baikkan karena Batu Clan Senju dan Uzumaki mulai berdiri sambil menggendong Asia ala putri karena dia masih belum mau melepaskan pelukannya.
Kushina yang melihat keadaan putranya baik-baik saja menangis diam di tempat, dirinya ingin berlari ke arah putranya dan memeluknya dengan erat.
Namun... Apakah semua itu bisa terkabulkan? Dirinya bersyukur karena batu permata Clannya ada di tangan Naruto, karena batu itu berhasil menyelamatkan anaknya. Namun...
"Danchou, mengenai permata tadi?"
Naruto yang mendengar itu mengeluarkan jaringan darahnya hingga membentuk tangan lalu menggantikan posisi lengan aslinya yang menggendong Asia.
Naruto pun mengeluarkan empat permata itu dan menunjukkan ke semuanya. "Ini adalah empat permata yang sempat aku beli di toko senjata bersama rekanku Kiba, waktu itu batu-batu ini tampak bereaksi padaku dan membuat tertarik dan membelinya," cerita Naruto.
"Karena penasaran, aku langsung mencoba melakukan penelitian pada batu-batu ini selama beberapa bulan ini, dan hasilnya cukup memuaskanku," lanjut Naruto lalu menyimpan batu pertama tersebut kembali.
"Aku baru-baru ini mendapatkan data lengkap kekuatan batu Clan Uzumaki, namun tiga batu sisanya masih belum aku dapat karena Clan Senju adalah Tsunade-baa-chan, dia sangat sibuk membuatku tidak sempat menanyakannya. Batu Galel belum di ketahui keberadaannya dan kekuatannya. Sementara Batu Clan Namikaze, informasinya terkunci karena merahasiakan identitas Clan dariku," jelas Naruto sambil melirik Jiraiya dan Para Servant yang tampak canggung di lirik tajam oleh Naruto.
"Tadi itu... Sungguh luar biasa, Uzumaki Naruto-kun." Naruto yang mendengar itu menoleh ke sumber suara dan terlihat Irisviel tengah berjalan dengan di bantu Kiyohime di sampingnya.
"Jadi... Bagaimana?" tanya Naruto membuat Irisviel tersenyum tipis. "Tentu saja aku akan menepati janjiku, mulai besok aku akan mengajarkanmu cara mengendalikan naga," jawab Irisviel membuat Naruto tersenyum senang karena akhirnya dia akan bisa mengendalikan para Naga tanpa ada kendala.
"Sebelum itu, izinkan aku minta maaf pada dirimu, Uzumaki Naruto-san," ucap Irisviel lalu membungkukkan sedikit badannya membuat Naruto sedikit tersentak.
"Ch-Chotto matte! Kenapa Anda meminta maaf?"
"Karena diriku, kau menerima luka seperti itu. Aku dan Whellgon sepakat untuk melakukan ini karena aku ingin kau melihat, betapa khawatirnya orang tuamu saat melihatmu terluka," jawab Irisviel membuat Naruto terdiam.
"Mungkin kau sudah dengar alasan kenapa orang tuamu, dan kami tahu dalam hatimu kau masih belum bisa memaafkan orang tuamu, tapi setidaknya lihatlah betapa mereka khawatir dengan dirimu."
Naruto yang mendengar itu melirik Kushina dan Minato yang menatap khawatir dirinya. Naruto yang melihat itu menundukkan sedikit wajahnya lalu menatap Irisviel dengan pandangan serius.
"Aku berterima kasih karena Anda mengkhawatirkanku, Irisviel-sama. Tapi aku sudah menetapkan hatiku sekarang..."
Semua yang mendengar itu terdiam, ada sesuatu yang mengganjal yang mereka rasakan ketika mendengar perkataan Naruto.
Naruto pun mengeluarkan permata Uzumaki yang ada di jamnya lalu menggenggam permata itu dengan erat.
Bwush~
Api mulai keluar dari tangan Naruto yang menggenggam permata Uzumaki hingga sebagian tubuhnya ikut termakan api.
"Jika kalian berniat melindungiku, aku sungguh berterima kasih, namun sudah saatnya mengucapkan selamat tinggal. Ini adalah pilihanku, jadi... Sayonara..."
Semua yang mendengar itu tersentak terutama Kushina dan Minato. "Matte! Mungkinkah?!"
Twung!
Seketika muncul lingkaran merah di bawah Naruto di sertai aksara-aksara di lingkaran tersebut. Minato yang berniat mendekati Naruto terhenti karena sesuatu kasap mata menghalangnya.
"Atas nama Uzumaki Naruto dari keturunan Namikaze Minato dengan ini menyatakan bahwa aku keluar dari Clan Namikaze dan akan menjadi Clan Uzumaki seutuhnya," ucap Naruto melafalkan mantra.
"Na- Naruto! Kumohon hentikan!" pinta Minato. Namun Naruto menghiraukan hal tersebut dan melanjutkan mantranya.
"Dengan Batu Avgenryuu di tanganku, aku bersumpah bahwa aku akan selamanya menjadi Clan Uzumaki, dan mengembalikan Clan Uzumaki dengan senyuman di wajah mereka," lanjut Naruto.
Jrash!
Dengan cukup Kuat, Naruto menusuk dadanya sendiri dan menanam batu Avgenryuu di dekat jantungnya.
Deg!
"GHAAAAAAA!" teriak Naruto ketika merasakan sesuatu yang sangat panas menyengat jantungnya.
Sing! Twush! Boom!
Lingkaran merah Di bawah Naruto pun bercahaya dan menyinari tempat Naruto hingga membuat semua menutup mata mereka karena silaunya cahaya dan terjadi ledakan sedang di tempat Naruto membuat mereka sedikit terseret ke belakang karena cukup kuatnya angin.
"Uhuk! Uhuk! Apa- Apaan ini, ini sungguh berbeda dari yang aku baca di gulungan kuno!"
Semua yang mendengar suara gerutu Naruto, belum bereaksi sama sekali hingga beberapa detik setelah asap menghilang, mata mereka terbelak ketika melihat penampilan Naruto mulai berubah.
Rambut acak-acak yang awalnya kuning mulai berubah menjadi putih dengan beberapa helai berwarna merah, tubuh yang agak tinggi dari biasanya, pakaian putih di sertai jubah merah, dan celana biru panjang.
Para Servant, Asia, Kurumi, Aiz, Tohka dan Koneko merona ketika melihat tampilan Naruto yang semakin luar biasa di mata mereka.
"Etto... Kenapa kalian menatapku seperti itu?"
"D- Danchou... Pe- Penampilanmu," gumam Kiba, Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya lalu menatap salah satu bongkahan Es dalam diam.
"Oh, jadi begitu."
"OH JADI BEGITU SAJA?! APA KAU TIDAK TERKEJUT?"
Naruto yang mendengar Julis berteriak kesal memejamkan matanya sambil menutup ke dua telinganya. "Buat apa? Aku sudah tahu bahwa penampilanku akan berubah ketika aku memutuskan menjadi Clan Uzumaki dan memasukkan batu tersebut ke jantungku. Jadi untuk apa terkejut?" balas Naruto.
"G- Gh!"
Kushina yang melihat putranya menjadi Clan Uzumaki seutuhnya jatuh berlutut sambil menangis diam. Dengan begini artinya putranya memutuskan hubungan dirinya dan keluarganya, dengan kata lain.
"Mulai sekarang... Aku bukanlah anakmu, Kushina-sama, Minato-sama. Aku adalah Uzumaki Naruto, aku harap kalian mengingat itu," ucap Naruto menatap Minato dan Kushina bergantian sesaat.
"Ni- Nii-chan...," gumam Asia menatap lirih Naruto.
"Ini adalah pilihanku Asia-chan, aku harap kau mau menerimanya," ucap Naruto membuat Asia terdiam sesaat lalu mengangguk pelan.
"Begitu juga kalian... Aku harap kalian mau menerima pilihanku ini. Mungkin terdengar Egois, tapi ini adalah pilihanku, " lanjut Naruto sambil menatap para Servant yang mengangguk pelan.
Minato dan Kushina yang mendengar Naruto memanggil nama mereka menangis dalam diam, mereka sudah terlambat dan ini, adalah hukuman bagi mereka.
"Teme! Berani-beraninya kau membuatnya menangis!" teriak Menma melesat ke arah Naruto dengan tombak di tangannya.
Sret! Ctik!
Naruto yang mendengar teriakan Menma menjentikkan Jarinya.
Deg!
Tubuh Menma seketika berhenti di udara beberapa meter di depan Naruto. "Kau sungguh berisik sekali, Menma-san," ucap Naruto lalu menjentikkan jarinya ke depan.
Twush! Blaaar!
Tubuh Menma seketika terpental dengan sangat cepat hingga berakhir tubuh Menma menabrak dinding Es yang sangat tebal hingga hancur berkeping-keping.
"Ngomong-ngomong, Irisviel-sama. Izinkan aku bertanya sesuatu padamu, sejak tadi aku merasakan hal mengganjal di perkataanmu sebelum kita bertarung?"
Irisviel yang mengerti perkataan Naruto hanya diam, dirinya ingin melihat kecerdasan anak di depannya ini.
"Setelah berdiskusi dengan yang lain, mereka, cepatnya persetujuan. Apakah ada naga lain yang menjadi para wakil di sini? Irisviel-sama? Aku kira di tempat ini hanya ada Anda yang yaitu The King Of Beast Dragon, tapi setelah mendengar perkataan tadi otakku langsung berpikir, apakah ada beberapa Naga yang ada di tingkatmu dan tengah di tempat ini? Jika boleh tahu siapakah mereka?"
Irisviel yang mendengar pertanyaan Naruto tersenyum karena sepertinya Anak di depannya cukup tanggap dan mengetahui hal-hal yang mengganjal.
"Sepertinya julukan yang kau dapat di Konoha sungguh cocok untukmu, Naruto-san," ucap Irisviel, "Ikutlah denganku, biar aku perkenalkan kalian pada mereka."
.
Tap! Tap!
Naruto dan yang lain pun berjalan menuju suatu tempat mengikuti irisviel yang berjalan di depan mereka dengan Kiyohime di sampingnya.
"Ne Naru-kun." Naruto yang di panggil menoleh dan sedikit tersentak ketika melihat Arthuria telah di sampingnya dengan wajah cemberut.
"A-Ada apa?"
"Setelah kembali, kami meminta jatah kami sama seperti Tama-chan," jawab Arthuria membuat wajah Naruto memerah, Asia, Tohka, Dan Koneko yang mendengar itu menyipitkan mata mereka.
"Ha- Hah?!"
"Jika tidak kami terpaksa harus memperkosamu," ucap Anastasia yang ada di sisi lain Naruto membuat Naruto terkejut dengan wajah memerah.
"H- Hah?! Bukannya itu berlebihan?!"
"Apa yang tadi kau lakukan Nii-chan?!"
"Kami ingin dengar?!"
Naruto semakin panik ketika dirinya di peluk oleh Asia dari belakang dan di gerayangi oleh para calon istrinya.
Kiyohime yang mendengar keributan di belakang berusaha menahan rasa cemburunya karena yang terpenting saat ini adalah mengantarkan Ibunya bertemu dengan mereka.
["Apa yang terjadi dengan dirimu, Irisviel-sama?"]
Semua yang mendengar suara lain menghentikan langkah mereka sesaat. Naruto yang merasakan bahwa dirinya berhenti di gerayangi melangkah ke depan hingga berhenti di samping Irisviel dengan pandangan terkejut.
"Me- Mereka...," gumam Naruto hingga tergagap. "Uzumaki Naruto, izinkan aku memperkenalkan mereka, Masing-masing raja setiap Element Naga, yang memberi energi pada bumi agar keseimbangan Dunia dan Naga terjaga. Mereka adalah Twelve King Dragons," ucap Irisviel.
Naruto memandang terkejut di depannya dengan sebuah keringat dingin mengalir di dahinya karena saat ini, di depannya terdapat 12 Raja Naga yang memegang satu element.
12 Naga itu menatap ke arah Naruto dengan mata menyipit. ["Kau... Sepertinya tidak asing,"] gumam Naga berwarna biru.
["Jadi dia yang kau maksud Irisviel-sama? Maa~ tentu saja kau sampai seperti itu, karena kekuatan pada gaki itu sungguh luar biasa,"] ucap Naga merah sambil menatap Naruto dengan tatapan tertarik.
"Naruto-san?" panggil Irisviel karena Naruto tampak terdiam.
"H- Hahahaha... Kau pasti bercanda... Bagaimana mungkin aku bertemu mereka di sini?" ucap Naruto bermonolog membuat semua yang ada di sana menatap bingung Naruto.
Wush! Boom!
Naruto yang melihat Naga hitam terbang dan mendarat ke arahnya hanya diam di posisi. Sang Naga hitam menatap nyalang Naruto dengan mata merah miliknya sementara Naruto terdiam dengan tatapan serius ke arah mata sang Naga.
["Lama tidak berjumpa... Gaki,"] sapa sang Naga hitam dengan seringai di mulutnya. "Kira-kira tiga Tahun yang lalu bukan, Kuroingryuu?" balas Naruto sambil tersenyum kaku.
Semua yang melihat interaksi Naruto dan Naga Hitam di depannya semakin kebingungan, pasalnya mereka saling menyapa seperti sudah pernah bertemu.
"Apa kau pernah bertemu dengannya, Naruto-san?" tanya Irisviel penasaran. "Ya, Bukan hanya dia tapi yang lainnya juga. Saat aku berumur 15 tahun aku terinspirasi membuat 12 Senjata dengan masing-masing 1 Element, namun saat membuatnya kekuatan Elementnya kurang. Hingga akhirnya aku bertemu mereka di tempat terpisah setiap 2 Bulan. Aku bertemu mereka di England, Rusia, Jerman, Belanda, America, China, Singapura, Indonesia, Spanyol, Mesir, Italia dan Di kaki gunung Fuji," jelas Naruto membuat 11 naga tersisa tersentak.
["mungkikah... Kau anak itu?"] kejut sang naga berwarna putih. Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk pelan.
["Sudah 3 tahun semenjak kejadian itu, kau sudah besar rupanya Gaki, bahkan kau memiliki kekuatan yang luar biasa,"] puji sang naga Ungu.
["Kheh! Menyerang kami dan melukai kami lalu pergi tanpa jejak. Sebenarnya apa rencanamu?"] dengus sang naga hitam di depan Naruto.
"Pertanyaan bagus, sejujurnya bisa melihat kalian di sini adalah keberuntungan untukku, karena aku membutuhkan bantuan kalian."
Blaar!
Setelah mengucapkan itu, sebuah Bola Cahaya tiba-tiba muncul dan menghancurkan langit-langit Kristal Es di atas mereka.
Semua yang melihat serangan mendadak tersebut tidak sempat menghindar, Naruto yang membelakangi serangan dari atas melirik bola Cahaya tersebut dengan Jikkan yang telah aktif.
Deg!
Bola cahaya itu pun berhenti beberapa meter di atas mereka membuat semua bernafas lega kecuali Naga putih dan Naruto yang menatap tajam bola cahaya tersebut.
"Ada serangan kah?"
["Energi cahaya ini... Longinus? Bukan... Pecahanan Excalibur juga?!"]
"Energi ini hanya berasal dari satu senjata... True Exvengius. Jika senjata itu di sini maka akan sangat gawat," gumam Naruto lalu melirik sekitarnya, "Walau para Servant di sini, aku tidak bisa memperkirakan berapa jumlah musuh kita dan akan sekuat apa mereka, maka pilihan lainnya aku akan maju seorang diri dan kalian lindungi tempat ini."
Semua yang mendengar keputusan Naruto kembali terkejut kecuali 12 Raja Naga. Kembali bertarung? Tentu itu adalah hal nekat karena setelah bertarung dengan luka yang cukup parah, kembali bertarung?!
"Jangan bodoh Naruto! Biar aku dan Minato saja yang mengatasinya!" bentak Jiraiya namun Naruto mengacuhkannya.
"Urusai na... Jika kau maju dengan Minato-sama maka kau akan sekarat Ero-Jiji, lagi pula kau tidak tahu kelemahan senjata dan musuh kita bukan," balas Naruto membuat Jiraiya bungkam.
"Sebelum aku pergi, aku ingin meminta pertolongan kalian, 12 Raja naga dengan setiap element kalian!" pinta Naruto dengan serius.
["Kheh! Meminta pertolongan kami?!"] dengus Naga Hitam merasa tidak suka. "ya, di luar sana sepertinya ada musuh yang kuat dan aku membutuhkan kekuatan kalian kembali terutama kau Kuroingryuu," balas Naruto sambil mengeluarkan sesuatu.
Swush!
"Aku ingin kalian, mengalirkan Energi kalian kepada Pedang terkuatku ini!" pinta Naruto dengan tegas sambil mengayunkan tangannya hingga muncullah Jukitetsu yang telah mati karena kekuatannya telah hilang.
"Jika kalian menolak tempat ini akan berbahaya, jadi apa pilihan kalian?"
.
.
"Membantuku?"
.
.
"Atau membiarkan tempat surga Naga hancur berantakkan?"
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Jadi kalian yang menyerang tempat ini?"
"Namamu adalah Cao Cao, dan aku datang atas permintaan seseorang,"
"Kalian salah karena mengikuti perintah tua bangka itu!"
"Dengan serangan ini maka selesai sudah!"
Selanjutnya Di Chapter 43 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Jukitetsu Kurogyuken Vs Exvengius
.
Note : Yo! Kembali up nih ceritanya.
Bagaimana menurut kalian? Aku harap puas ya. Btw... Si Ereaser kw kenapa ya? Selalu bacot? Padahal seluruh cerita sudah tertera bahwa tidak suka jangan di baca, kok malah di baca? Ahh~ aku tahu kok, kamu sebenarnya suka tapi malu mengungkapkannya? Hahaha Bocah tsunder kayak lu mana mau mengakuinya, kan lu orangnya gak punya otak. Ada cerita SasuHina bacotnya luar biasa, ini adalah tempat berkreasi kawan, bukan tempat RL.
Btw, bagaimana Semi Limenya? :v. Maaf saja jika tidak hot karena aku masih melakukan pemanasan kembali, siapa tahu bisa balik ke Fic Lemon :v.
Lalu pertarungan Naruto vs Whellgon. Hanya itu yang bisa saya persembahkan aku harap kalian puas dan juga mengenai empat permata, aku hanya baru bisa menjelaskan batu Clan Uzumaki sementara 3 Batu Clan lainnya masih sedikit menyembunyikan misteri. Untuk Galel, seperti yang kalian ketahui di Movie, hampir seperti itulah kekuatannya nanti tapi ada tambahan kekuatan yang akan muncul sesuai alur.
Sumpah, saya cepat" mengerjakan ini karena hari ini adalah hari special bagi kita semua. Saya sebagai pencipta Fic dan seluruh Anggota Dragon Future mengucapkan Selamat tahun baru 2019!
Semoga fic ini selalu lancar dan tidak hiatus di pertengahan dan semoga kalian yang selalu senantiasa menunggu dan membaca cerita saya di beri panjang umur dan sehat selalu.
Saya 4kagiSetsu, Undur diri, jaa naa~
4kagiSetsu Out
