0%-100%
Power on!
Story starts!
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 43 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Jukitetsu Kurobyuken vs Exvengius.
.
Hyotogaku
Jum'at, 14 Desember 2090
20.00 PM
.
Kutub utara dengan nama tempat Hyotogaku, adalah tempat yang ada di utara bumi tepat pada poros atasnya, Hyotogaku tidak pernah terjadi malam karena Matahari hampir selalu terbit di kota tersebut.
Kota Hyotogaku di kenal dengan kota yang selalu tertutup salju ataupun Es, di salah satu tempat yang sangat besar dengam di penuhi bongkahan Es. Terlihat di salah satu bongkahan Es terdapat empat orang tengah berdiri sambil menatap salah satu tempat yang telah mereka lubangi.
"Apa kau yakin melubanginya? Jika secara tak sengaja di sana ada kehidupan kau harus bertanggung jawab loh?" ucap Perempuan berambut kuning membuat pemuda berambut hitam mendengus mendengarnya.
"Kota Hyotogaku jauh dari sini, kemungkinan saja tidak ada kehidupan di sana."
Krak! Krak! Pyarsh!
Tempat yang mereka lubangi seketika tertutup oleh Es yang tiba-tiba tumbuh dan juga di depan mereka mulai tumbuh Pilar-Pilar Es di beberapa tempat membuat mereka kebingungan.
"Apa yang terjadi? Apakah ini kejadian alam? Atau ada Penghuni di tempat ini?" gumam Pemuda berambut hitam kecokelatan dengan kaca mata melekat di wajahnya.
"Kemungkinan saja itu adalah hantu salju, hahaha!" canda pemuda berambut putih.
Bzit!
Seketika semua tersentak ketika di salah satu bongkahan es yang sangat jauh dengan bongkahan es yang membentuk sebuah gua. Keluar percikan petir yang melebar luas sesaat, mereka yang melihat itu bersiaga.
"Petir apa itu tadi? Aku belum pernah melihat petir bisa melebar seperti itu?" gumam Perempuan berambut kuning.
Bzit! Bzit!
Semua seketika melebarkan mata mereka ketika sesuatu dengan kecepatan luar biasa melesat ke arah mereka dengan menggunakan pilar Es yang ada di depan mereka.
["Envengius : Pyahizenkki!"]
Blaaaar!
Pada tempat empat orang tersebutpun terjadi ledakan gelombang ketika pemuda berambut hitam dengan tombaknya memunculkan pelindung dari cahaya. Dan di balik pelindung tersebut terdapat Naruto dengan tinju berlapis api hitam di tangannya.
"Huora!" teriak pemuda tersebut sambil mengayunkan tombaknya.
Buagh!
Naruto pun terkena pukulan tombak tersebut hingga terpental ke bawah dengan cepat, Namun Naruto berhasil mengendalikan tubuhnya hingga mendarat sempurna walau harus terseret beberapa meter ke belakang.
Sret! Tap!
Pyaaaaaaarsh!
Setelah berhenti, Naruto menyentuh kedua tangannya ke tanah dan seketika bongkahan Es dalam bentuk runcing terbentuk dalam area luas di belakang Naruto lalu melesat dengan cepat ke arah empat orang di depannya.
Wush! Boom!
Ke empat orang tersebut pun menghindar dengan melompat bersama membuat serangan Naruto hanya menabrak bongkahan Es yang lainnya.
Tap!
Sring! Blaaaar!
Ke empat orang yang telah menghindar itu pun menatap tajam ke arah depan dan kembali sebuah gelombang dengan api hitam keluar dari tanah menghancurkan bongkahan Es di depan mereka.
Sring! Blaaaar!
Pemuda berambut hitam yang melihat itu kembali mengayunkan tombaknya hingga memunculkan gelombang cahaya dan membelah gelombang api hitam di depannya dan membuat ledakan sedang hingga membuat asap yang cukup tebal.
"Api hitam Amaterasu, hanya Mikoto Ame yang punya kekuatan ini dan dia berada Di konoha, dan hanya satu orang saja yang bisa meminjam kekuatan ini. Bukan kah begitu, Uzumaki Naruto?"
Tap! Tap!
Dari balik asap terdengar langkah kaki yang mendekati mereka dan memperlihatkan Naruto yang menatap datar mereka.
"Jadi kalian yang menyerang tadi?"
"..."
"..."
"..."
Keheningan tercipta seketika. Pemuda berambut hitam yang melihat Naruto mengeluarkan secarik kertas lalu menatap Naruto dan kertas di tangannya bergantian.
"Siapa kau?"
Twich!
Urat kekesalan seketika muncul di kepala Naruto ketika pemuda di depannya menanyakan siapa dirinya, padahal dia tadi menyebutkan namanya.
"Bukankah kau tadi menyebutkan namaku hah?" balas Naruto seraya menatap tajam musuhnya. "Hah?! Yang benar saja? Uzumaki Naruto itu punya rambut kuning! Bukan putih seperti kau?!" balas pemuda berambut putih membuat kekesalan Naruto bertambah.
["Setsutouzuki : Ketsuzueki : ...,"] gantung Naruto sambil mengarahkan tangan kirinya ke arah pemuda rambut putih di depannya.
Deg! Twush! Blaaar!
Tiba-tiba tubuh pemuda tersebut tersentak dan langsung terpental cukup jauh hingga berakhir menabrak bongkahan es hingga hancur berkeping-keping.
"Cough!" batuknya hingga mengeluarkan darah segar.
"Siegfried!"
["Hyoto : Kankkureikuzenko!"] ucap Naruto lalu menjentikkan jarinya.
Pyaaaarsh!
Dari bawah seketika muncul duri-duri Es yang langsung mengunci Pemuda bernama Siegfried.
Wush! Blaaar!
Naruto yang mengetahui sosok perempuan berambut kuning dengan tombak di tangannya berusaha menyerangnya dari belakang hanya diam di posisi hingga tombak tersebut membenturnya dan membuat ledakan gelombang yang cukup kuat, namun hal tersebut tak membuat Naruto bergeser sedikit pun dari posisinya.
"Kau pikir serangan seperti itu akan berhasil melukaiku?" tanya Naruto sambil melirik tajam perempuan di belakangnya. Perempuan tersebut yang melihat itu langsung melompat ke belakang menjaga jarak.
Deg!
Namun perempuan tersebut harus tersentak dengan tubuh bergetar, karena tubuhnya saat ini berhenti di udara tanpa bisa bergerak sedikit pun.
"Aku benci melukai wanita jadi diamlah di sana," ucap Naruto lalu menjentikkan jarinya dan seketika Perempuan tersebut terpental dan terkubur di pegunungan bersalju.
"Dengan begini, hanya tinggal kalian saja," gumam Naruto menatap tajam ke arah pemuda berambut hitam yang menatapnya dengan seringai di mulutnya.
"Georg, kau pergi ke tempat Siegfried. Biar aku mengurusnya," ucapnya sementara pemuda berambut cokelat kehitaman hanya mengangguk mengerti.
Naruto yang bisa mendengar itu memasang posisi bertarung Taijutsu sementara pemuda di depannya memutar tombaknya lalu bersiap bertarung dengannya.
"Sebelum kita bertarung izinkan aku memperkenalkan diri," ujarnya semenara Naruto hanya diam tak membalas. "Namaku adalah Cao Cao dan aku datang atas permintaan seseorang," lanjutnya.
Wush! BOOOM!
.
.
Inside Whellgon Place
.
BOOOM!
Semua yang mendengar suara ledakan besar menatap ke arah sumber suara sesaat lalu menatap ke satu arah kembali yang di mana hal tersebut seperti tampak menarik bagi mereka.
Karena saat ini...
Pedang Jukitetsu milik Naruto tengah di alirkan oleh 12 raja Naga termasuk Whellgon dengan cara menyemburkan element mereka ke masing-masing pedang.
Kiba yang melihat itu melirik ke samping dengan ekspresi khawatir. "Danchou, kau yakin dia bisa menahannya hingga tepat waktu?"
Semua melirik ke arah orang yang di tanya yang tidak lain adalah Uzumaki Naruto yang tengah bersandar dengan santainya sambil memejamkan matanya.
"Tentu saja, apa kau meragukanku Kiba?"
Kiba yang di tanya seperti itu gelagapan. "T- Tentu saja aku percaya, tapi... Begitu mendengar ledakan di luar tadi...," gantung Kiba membuat Naruto terkekeh.
"Jangan khawatir, Diriku yang lain bukanlah orang yang akan kalah dengan cepat hingga tugasnya selesai."
"Naru-kun, kenapa kau tidak membiarkan kami bertarung?" tanya Jeanne membuat Naruto mengeluarkan sebuah tabung lalu melemparnya ke arah Jeanne.
"Bacalah itu, itu adalah data Exvengius yang aku ketahui, karena itulah kenapa aku tidak ingin kalian bertarung."
.
Back To Naruto vs Cao Cao.
.
Kembali ke tempat Naruto melawan Cao Cao, tampak saat Naruto tengah menahan tombak Cao Cao dengan tangan kiri sementara Cao Cao berusaha mendorong tombaknya agar bisa melukai Naruto.
"Kalian salah karena mengikuti perintah dari tua bangka itu!" ucap Naruto mengepalkan tangan kanan dengan kuat hingga memunculkan percikan petir di sertai uap panas.
Buagh! Blaaaar!
Naruto pun melayangkan pukulannya pada pipi Cao Cao hingga membuat terpental cukup jauh dari posisinya.
Sret! Jrash!
Cao Cao yang terpental mengendalikan tubuhnya lalu menancapkan tombaknya ke bawah hingga dirinya berhasil berhenti terseret ke belakang.
Sring! Wush!
Cao Cao yang melihat Naruto melesat ke arahnya langsung menundukkan sedikit tubuhnya hingga di belakangnya tercipta lima tombak cahaya yang langsung melesat ke arah Naruto
Sret! Blaaar!
Naruto yang melesat langsung menghilang dengan cepat hingga membuat bongkahan es di bawah Naruto hancur berantakkan.
'Nani!' batin Cao Cao lalu melirik sekitarnya di mana di beberapa tempat terjadi ledakan yang sama yang bisa dia Asumsikan itu adalah tempat Naruto berpijak dan menghilang kembali.
Wush! BOOOM!
Cao Cao yang akan menoleh ke Atas seketika tersentak karena di depannya dengan jarak yang sangat tipis ternyata Naruto melesat dari atas dan memberikannya tendangan tumit belakang kakinya, namun dia beruntung serangannya meleset sedikit hingga harus mengenai tempatnya berpijak saja hingga hancur.
Wush! Tap!
Cao Cao yang tidak ingin terkena serangan dahsyat Naruto langsung menjaga jarak dan menatap tajam Naruto yang mulai berdiri kembali.
"Sungguh kekuatan yang luar biasa, apakah itu hasil pinjaman kekuatan selama ini?" puji Cao Cao sambil menepuk tombaknya di pundak.
"Apa aku tampak meminjamnya?" pertanyaan tersebut membuat Cao Cao terkekeh, jika dia lihat secara teliti, semua serangan tadi adalah kemampuan sesungguhnya Naruto.
Orang macam apa yang memiliki kekuatan dengan Stabilitas, Power, dan Daya penghancur seperti itu? Jika ada pasti dia adalah monster.
"Hahaha, benar juga. Tapi aku yakin kau belum mengeluarkan seluruh kemampuanmu bukan?"
Naruto yang mendengar itu mengangkat tangan kanannya ["Setsutouzuki : ketsuzueki : Senpuryuugi Sodai : ...,"] gantung Naruto dan perlahan darah keluar dari tangan Naruto dan menciptakan sebuah pedang berukuran panjang dan sangat tipis namun dari darah.
["Oktoryuu!"] lanjut Naruto lalu mengayunkan senjatanya.
"Hoho, pedang dari Darah huh?" dengus Cao Cao lalu bersiap melawan Naruto, "Tapi... Apa kau yakin pedang itu bisa mengalahkan Exvengius milikku?".
"Senjata hanyalah pendukung, namun Skill adalah yang utama," ucap Naruto lalu mengangkat tangan kirinya sedikit.
Deg!
Tubuh Cao Cao seketika menegang dan dirinya tidak bisa menggerakkan tubuhnya membuat Cao Cao menggeram di tempat.
Bzit!
Dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat mata telanjang, tiba-tiba Naruto telah di depan Cao Cao bersiap memberikan serangan pada kepala Cao Cao dengan pedang di tangannya.
Swush! Tran!
Begitu Naruto mengayunkan pedangnya, sebuah tombak Cahaya tiba-tiba muncul dan menahan serangan Naruto, membuat Naruto sedikit tersentak karena tidak menyadari kemunculannya.
Cao Cao yang mendapat kesempatan Membuat dua bola Cahaya di depan perut Naruto membuat Naruto tersentak kembali.
["Vingiusxenka!"]
Twush! Blaaaaaaarr!
Bola Cahaya itu pun mengenai perut Naruto dan mementalkan Naruto cukup Jauh dan beberapa detik setelahnya terjadi ledakan besar di sertai cahaya terang di tempat Naruto.
.
Back To Inside
.
Blaaaaarrr!
Semua yang mendengar ledakan dahsyat berkali-kali, menatap ke arah Naruto yang tampak diam dengan tenang sambil menatap ke suara ledakan.
"Kekuatannya jauh beda dari yang aku tahu huh?" gumam Naruto memejamkan matanya sesaat. "Haruskah kami membantu Naruto?" tanya Jiraiya dan di balas gelengan oleh Naruto.
"Sudah aku bilang, biar aku yang mengatasinya. Kalian harusnya tahu resikonya setelah aku membagi datanya!"
"Tapi..."
"Kalian hanya perlu percaya padaku saja, karena kepercayaan kalian..."
.
Back To Fight
.
"Adalah kekuatan untukku."
Sring! Bwush!
Ledakan cahaya di tempat Naruto pun terbelah memperlihatkan Naruto yang dalam keadaan baik-baik saja tanpa terluka sedikit pun.
Cao Cao yang sudah bisa menggerakkan tubuhnya merenggangkan tubuhnya lalu menatap perempuan berambut kuning yang merupakan teamnya yang telah keluar dari kuburan Salju
"Arigato Na!"
"Sudahlah! Dia akan datang lagi, jadi sebaiknya kau serius?!"
Cao Cao yang mendengar itu mendengus lalu menatap Naruto yang mulai menyentuh pedangnya dengan ke dua tangannya di depan wajahnya.
Back Sound – Kakuzu
Sret! Sring! Blaaar!
Setelah Naruto menggenggam erat pedangnya dengan ke dua tangannya, Naruto menghilang dengan sangat cepat hingga menimbulkan Ledakan besar yang membuat tanah yang di penuhi Es hancur dalam skala besar melesat ke arah Cao Cao dan perempuan berambut kuning di sertai bongkahan Es yang tumbuh dalam skala besar.
"Kuat sekali!"
Cao Cao yang melihat itu langsung menciptakan bola cahaya di tangannya dan melemparnya ke arah Timnya hingga mengenai temannya sendiri.
Wush!
Beberapa detik setelahnya, temannya tiba-tiba melayang di udara dan melesat ke tempat yang aman.
Setelah memindahka temannya, dirinya menyipitkan matanya dan matanya seketika melebar ketika melihat bayangan Naruto yang sangat tipis sebelum menghilang kembali.
"Cih! Boleh juga!" ucap Cao Cao sambil memunculkan sebuah bola Cahaya kembali di tangannya, ["Exvengius : Balinayakana Ratana!"].
Wush! BOOM!
Melihat jarak serangan Naruto semakin mendekat, Cao Cao melempar bola cahaya di tangannya dan ketika Bola tersebut mengenai Bongkahan Es Naruto, semua serangan Naruto lenyap seketika bahkan pedang Oktoryuu di tangan Naruto lenyap.
Karena hilangnya pedang dan serangannya, Naruto tampak di mata Cao Cao membuatnya menyeringai senang.
"Ketemu!" teriak Cao Cao lalu melesat ke arah Naruto dengan kecepatan Cahaya.
Buagh! Wush!
Cao Cao pun memukul Dada Naruto dan membuatnya terpental ke langit dengan cepat.
"Masih belum!" teriak Cao Cao membuat bola Cahaya di tangannya lalu menghilang dan muncul di dekat Tubuh Naruto yang terpental ke udara, ["Exvengius : Itsutei Ratana!"].
Wush! Buagh! Blaaar!
Cao Cao pun menghantamkan Bola Cahayanya pada punggung Naruto dan hal tersebut membuat Naruto terpental ke bawah dengan sangat cepat hingga menabrak jurang dari bongkahan Es hingga hancur dan hampir menyebabkan longsor Es.
"Dengan begini berakhir sudah," dengus Cao Cao bangga.
Wush!
Mata Cao Cao seketika melebar ketika pada tempat Naruto keluar sesuatu berwarna merah yang melesat ke arahnya, dan dia yakin serangan itu bukan sembarangan serangan.
Swush! Grep! Wush!
Sesuatu yang merah itu pun seketika terbagi menjadi beberapa bagian membuat Cao Cao tersentak. Sesuatu berwarna merah yang terbagi di kaki Cao Cao mulai melilit kakinya dan menariknya ke bawah dengan sangat cepat.
BOOM!
Cao Cao pun menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat kawah berukuran sedang karena hanya dirinya menabrak tanah di bawahnya.
"Cough!" batuk Cao Cao hingga mengeluarkan darah, "T- Teme...," geram Cao Cao.
Wush! Bzit!
Cao Cao seketika tertarik kembali dan setelahnya muncul Naruto dengan kepalan tinjunya, Cao Cao yang menyadari itu tersenyum meremehkan "JANGAN BERCANDA!" teriak Cao Cao melayangkan tinjunya yang di lapisi energi Cahaya.
Bugh! BOOM!
Pukulan mereka pun saling berbenturan hingga membuat ledakan energi yang memisahkan mereka karena kuatnya ledakan energi.
Sreet!
Naruto dan Cao Cao pun menyeimbangkan tubuh mereka lalu sama-sama berdiri sambil melempar tatapan tajam.
"Sungguh luar biasa, tidak aku sangka kau bisa menggunakan jurus kembali setelah terkena [Exvengius : Itsutei Ratana] kau benar-benar orang yang menarik, Uzumaki Naruto."
Naruto yang mendengar itu hanya diam lalu membuat Dua pedang dari darah dan bersiap melawan Cao Cao.
"Setelah terkena Jurusku, seharusnya kau sudah tidak bisa menggunakan kekuatanmu, tapi tidak aku sangka kau masih bisa menggunakannya," gumam Cao Cao menyeringai dan memasang kuda-kuda bertarung "Kau benar-benar membuatku tertarik, Uzumaki Naruto!" Teriak Cao Cao dengan tubuhnya yang perlahan mengeluarkan aura kuning dan melesat dengan cepat ke arah Naruto.
Wush! Blaaar!
Naruto yang melihat itu ikut melesat dengan cepat hingga beberapa detik setelahnya terjadi ledakan pada satu titik hingga membuat sebuah kawah berukuran besar di mana di tengahnya Naruto menahan tombak Cao Cao dengan ke dua pedangnya.
Sret! Duak!
Dengan gerakan cepat Naruto mendorong tombak Cao Cao lalu menendang Cao Cao dengan kuat hingga terseret ke belakang.
Tap! Tap!
Naruto pun kembali melesat ke arah Cao Cao sambil menyiapkan dua pedang darahnya dan menghilang dengan kecepatan petirnya.
Sring! Trank! Sring! Sring!
Cao Cao yang merasakan akan ada serangan langsung mengayunkan senjatanya hingga terdengar suara benturan, lalu menghindari karena merasakan serangan kembali yang mengarah pada kepalanya.
Swush! Trank!
Cao Cao pun mengayunkan senjatanya kembali dan dirinya akhirnya bisa melihat Naruto yang menatap dirinya dengan ekspresi yang susah di jelaskan.
Swush! Trank! Greb! Swush!
Naruto yang merasakan kuda-kuda Cao Cao sedikit melemah langsung memberikan serangan kejutan lalu memegang kerah Cao Cao dan melemparnya dengan sekuat tenaga.
Swush! Sret!
Cao Cao yang terlempar pun mengendalikan tubuhnya sambil memutar tombaknya di kaki lalu melempar tombaknya ke arah Naruto.
Sring! Wush!
Naruto yang melihat itu menghindarinya dengan mudah lalu melesat ke arah Cao Cao dengan cepat.
Sret! Duak! Buagh!
Melihat Naruto terfokus padanya, Cao Cao mengayunkan tangannya ke belakang membuat tombaknya kembali dan menghantam belakang kepala Naruto dengan sangat keras, melihat kesempatan Cao Cao memukul wajah Naruto hingga membuatnya terpelanting ke belakang.
Sret! Swush!
Namun tidak di sangka Naruto mengunci kepala Cao Cao dengan kakinya lalu menjukir balikkan Cao Cao hingga dirinya di atas Cao Cao.
Bzit! Buagh! Blaaaar!
Naruto pun menyiapkan tangan kanannya hingga terlapisi petir lalu menampar kepala Cao Cao hingga membuat Cao Cao terpental dari tempatnya.
Sret! Bum!
Cao Cao yang terpental langsung mengendalikan tubuhnya lalu mengalirkan energi pada kakinya hingga membuat dirinya terhenti dari aksi terpentalnya.
Bzit! Duak! Sing! Swush!
Belum melakukan apa pun, Cao Cao harus terkejut karena muncul Naruto di bawahnya dan menendangnya ke udara dengan sangat keras.
Beberapa detik setelah Cao Cao terpental Muncul Dua Cloningan dari Hologram di setiap sisi Naruto lalu melesat ke arah Cao Cao denn kecepatan mereka masing-masing.
Wush! Sring! Duak! Wush!
Cao Cao yang terpental di udara langsung mengayunkan tombaknya ke arah Kiri dan seketika tombaknya membentur sebuah tendangan dari Naruto membuatnya terpental ke sisi yang lain.
Wush! Duak!
Dari sisi lain muncul Naruto lain dengan palunya yang langsung di hantamkan pada Cao Cao hingga kembali ke sisi satu lagi.
Wush! Buagh! BOOM!
Namun kembali muncul Naruto dari sisi tengah yang langsung memberikan pukulan pada Cao Cao hingga terpental ke bawah dengan cepat hingga berakhir menabrak tanah dengan keras hingga membentuk kawah berukuran sedang.
Bzit! Swush!
Dua Naruto yang memberikan serangan dengan Palu dan tendangan pun melesat dengan cepat ke tempat Cao Cao sambil berputar dan bersiap memberikan serangan Combo pada Cao Cao yang masih tertanam di tanah.
["Exvengius : Hikkazenkki!"]
Swung! Blaam!
Seketika muncul pelindung dari cahaya dan berhasil menahan serangan Naruto sebelum mengenai dirinya.
Sring! Booom!
Pelindung Cahaya Cao Cao pun mulai bersinar dan meledak dengan sangat dahsyat membuat Naruto yang tadi ingin melesat ke tempat Cao Cao terpental dari tempatnya karena angin yang di akibatkan oleh ledakan tadi.
Bwush!
Cao Cao yang terkubur di tanah keluar dari sisi lain dalam keadaan kacau. Cao Cao yang merasakan sakit pada sisi wajahnya memegang sisi wajahnya sambil menatap Naruto yang mendarat dengan sempurna lalu memberikannya tatapan yang tidak berubah sama sekali.
Cao Cao yang melihat itu mulai menggeram, sejak pertama bertemu Naruto tidak mengubah ekspresinya, berbicara pun dia sangat jarang, seolah-olah dirinya tidak di anggap
"Tatapan macam apa itu... Kenapa kau selalu menatapku seperti itu! Di mana tatapanmu yang selama ini kau gunakan saat lomba, Di Mana suaramu yang selalu bisa menjatuhkan lawanmu?!"
Naruto yang mendengar itu tidak mengubah ekspresinya membuat Cao Cao menggeram pada Naruto.
"BICARALAH PADAKU!" teriak Cao Cao lalu melesat dengan cepat ke arah Naruto.
Trank! Booom!
"Jadi begitu, kau menganggapku tidak berguna ya, Hah?! Sama seperti kau menganggap musuh-musuhmu bahwa mereka di bawahmu dan Kau di atas mereka?!" teriak Cao Cao marah, dirinya seolah di remehkan oleh Naruto.
Belum pernah yang ada meremehkan dirinya selama ini, semenjak Exvengius di tangannya semua tunduk padanya bahkan tak segan-segan meminta pertolongannya untuk membunuh siapa pun yang mengekang.
Namun saat ini, di depannya terdapat seseorang yang tidak tunduk padanya bahkan bisa menyaingi kekuatannya, seolah-olah kekuatannya yang saat ini tidak berguna untuk mengalahkan seseorang di depannya, bahkan membuatnya tunduk padanya sangat susah.
"Untuk apa aku membalas ucapanmu? Aku rasa itu tidak berguna," ujar Naruto membuat amarah Cao Cao semakin besar. Tanpa basa basi dia mendorong tombaknya hingga mementalkan ke dua senjata Naruto.
"HAAA!" teriak Cao Cao mengayunkan tombaknya.
Swush! Sret!
Ujung Tombak Cao Cao seketika memanjang dan bersiap menusuk kepala Naruto, namun dengan mudah Naruto menghindar dan bersiap dengan pertarungan tangan kosongnya.
Wush! Bugh! Bugh! Sret! Sret! Bugh!
Naruto yang melihat celah langsung memberikan serangan pada titik yang dia incar namun Cao Cao langsung membalas serangan Naruto membuat tinju mereka saling beradu.
Cao Cao yang melihat batang tombaknya di samping kepala Naruto mengayunkan tombaknya, namun Naruto menundukkan kepalanya dan memberikan serangan kembali pada Cao Cao.
Sret! Duk! Buagh!
Naruto yang melihat kuda-kuda Cao Cao melemah langsung menendang kaki Cao Cao membuat pertahan Cao Cao terbuka dan membuat Naruto mendapat kesempatan memukul dagu Cao Cao.
Buagh! Buagh!
Tanpa memberi waktu, Naruto langsung memukul wajah Cao Cao berkali layaknya atlet Tinju, lalu menarik tangan kanannya dengan tangan terkepal dengan sangat kuat
Sing!
Tepat di depan Naruto seketika muncul Beberapa Lingkaran merah dan setelahnya Naruto melesatkan tinjunya hingga menembus lingkaran merah di depannya.
BLAAAAR!
Beberapa detik setelahnya terjadi ledakan yang mementalkan Cao Cao cukup jauh hingga menabrak bongkahan Es hingga tertanam di dalamnya.
"Cao Cao!" teriak Georg dan Bradamante
Naruto yang melihat itu mengubah posisinya menjadi santai lalu melirik ke arah Georg yang berdiri di samping Siegfried yang masih terkunci dalam keadaan pingsan, lalu perempuan berambut kuning yang melayang di udara karena jurus Cao Cao
Swush! Sring!
Naruto yang merasakan sesuatu memiringkan kepalanya dan rupanya Tombak Cao Cao kembali memendek seperti semula menandakan sang pemilik masih hidup.
"Jangan pikir aku ini lemah! Uzumaki Naruto?!"
BOOM!
Dari tempat Cao Cao seketika terjadi ledakan membuat Naruto memasang posisi lalu melompat jauh dari tempatnya berdiri.
Blaar! Pyaarsh! Sssshss!
Dan beberapa detik setelahnya tempat yang Naruto pijak hancur berkeping-keping dam berubah menjadi air karena sesuatu yang sangat panas berada di sekitarnya.
Tap! Swush!
Naruto yang telah mendarat di posisi aman langsung merentangkan ke dua tangannya hingga pedang darahnya kembali lalu menyilangkan ke dua pedangnya di depan wajahnya.
BOOM!
.
Back to Inside
.
BOOM! BOOM!
Semua yang bisa mendengar suara ledakan berkali-kali menatap Naruto yang berdiri santai dengan tatapan kagum, waktu terus berlalu namun pertarungan masih terjadi di luar.
Itu membuktikan bahwa Naruto yang di luar benar-benar berhasil mengulur waktu dan itu pun masih belum di sadari oleh sang musuh.
Minato yang penasaran apa di lawan putranya langsung menghilang dan mengintip apa yang di lawan putranya. Dirinya melebarkan matanya ketika melihat ledakan terjadi di mana-mana dan menghancurkan lingkungan yang di penuhi Es di sekitar habitat Whellgon.
Mata Minato seketika menangkap Pertarungan putranya yang melawan Pemuda berambut hitam dengan sengit di mana pemuda berambut hitam selalu memberikan serangan membabi buta pada Naruto hingga tidak bisa bertahan.
Minato pun memutuskan kembali dan berniat memberi kabar pada Naruto.
Bzit! Tap!
"Naruto, dirimu yang di luar mulai melemah apa yang akan kau lakukan?"
Naruto yang mendengar itu hanya melirik Minato sesaat lalu menatap langit-langit habitat Whellgon.
"Jangan Khawatir, Gelombang dua akan muncul."
.
Back To Fight
.
Bllaaaar!
Naruto yang selalu menerima serangan Cao Cao mulai mengatur nafasnya sementara Cao Cao masih berdiri tegak dengan Aura kuning keluar dari tubuhnya di sertai Tujuh Bola Cahaya di punggungnya.
Bahkan luka-luka yang dia terima sejak tadi mulai menyembuh dengan sendirinya.
Pyarsh! Pyarsh!
Siegfried yang Naruto Kunci selama ini pun mulai terlepas dan langsung menuju tempat Cao Cao dengan cepat. Begitu juga dengan Bradamante Yang di turun secara perlahan dan mendarat di samping Cao Cao.
"Akhirnya aku bebas juga, sungguh pura-pura pingsan itu benar-benar menyakitkan untuk bagian leher," gerutu Siegfried sambil mengelus leher belakangnya.
Naruto yang melihat team Cao Cao mulai berkumpul hanya diam, namun beberapa detik berselang seringai muncul di mulut Naruto.
BOOOM!
Ledakan Dahsyat seketika terjadi di belakang team Cao Cao membuat teman-teman Cao Cao terkejut. Siapa yang tidak terkejut ketika tiba-tiba terjadi ledakan di belakang kalian?
Naruto yang melihat itu melirik ke belakang di mana terdapat sosok robot tengu dengan Dua laras panjang besar di pundaknya.
"Apa-Apaan itu tadi?" gumam Siegfried lalu menatap tajam siapa yang membuat ledakan tadi.
"Itu... Pakaian armornya bukan?" gumam Cao Cao menatap Robot Tengu yang mulai menyimpan dua laras panjang di pundaknya lalu terbang dan mendarat di sisi Naruto.
"Bagaimana?" tanya Naruto tanpa menatap robot tengu di sampingnya. "Tinggal sebentar lagi, 'Dia' memberi pesan terakhir untukmu agar tugasmu berakhir," jawab Robot Tengu membuat Naruto meliriknya.
"Jadilah buas hingga prosesnya selesai."
Naruto yang mendengar itu melebarkan seringainya, "Dengan senang hati!" balasnya lalu meninju dada robot tengu di sampingnya.
Crang!
Robot Tengu di sisi Naruto pun terbelah dan mulai menyatu dengan tubuh Naruto, Cao Cao yang melihat itu mengeluarkan 2 botol berisi cairan merah lalu meminumnya sekaligus.
"Oi! Jika kau meminumnya sekaligus?!"
"Diamlah! Siegfried! Panggil Fafnir Sekarang, kita akan bunuh dia dan membawanya kepada tua bangka itu?!" balas Cao Cao dengan tubuhnya yang mengeluarkan energi besar.
Naruto yang mendengar itu menyipitkan matanya, Fafnir? Siapa yang tidak kenal dengan naga tersebut.
Naga yang rakus akan harta dan kekuatan, bahkan nekat membunuh induknya serta adik-adiknya untuk mendapatkan kekuatan besar. Naga yang benar-benar rakus.
Siegfried yang mendengar nada Cao Cao hanya menuruti perkataan Cao Cao, jika tidak mungkin justru dirinya yang dibunuh.
Sing!
Siegfried pun membuat lingkaran cukup besar berwarna ungu yang perlahan mengeluarkan sosok Naga berwarna kehitaman.
Naga Fafnir memiliki kepala Naga dengan beberapa runcing di setiap kepalanya dan juga lengannya yang menyatu dengan sayapnya yang mencapai 5 meter, dan sar tubuh Fafnir adalah 21 meter.
["Grroooooaaaarr!"] Fafnir pun meraung dengan sangat keras membuat Naga-naga di dalam habitat Whellgon serempak menoleh ke sumber suara.
.
To Inside
.
"Raungan naga apa itu?" gumam Kirin penasaran.
"Fafnir huh?" gumam Naruto bersamaan dengan Charlotte yang muncul bersamaan.
"Fafnir kau Bilang?! Ba-Bagaimana bisa mereka memiliki naga itu?" kejut Jiraiya. "Kau pikir aku mengetahuinya? Tentu saja tidak baka!" balas Naruto sengit.
"Apa kau yakin Naruto-kun? Aku bisa saja membantumu dengan Zafken milikku?" tanya Kurumi. " Untuk yang terakhir kalinya. Kalian tetap di sini saja, Gelombang pertama dan Ke dua sudah bergabung, tidak perlu ada yang di khawatirkan lagi."
["Gaki! Sebentar lagi sudah selesai!"]
Naruto yang mendengar itu mulai bergerak mendekati 12 raja naga yang masih menyemburkan energi mereka dengan senyum di wajahnya.
.
Back To Fight
.
"Mattaku, sepertinya ini akan memakan waktu yang cukup lama, huh?" gumam Naruto lalu menutup wajahnya dengan helm tengunya.
Swung! Swung!
["Exvengius : Kahabatei Ratana!"]
Di depan Cao Cao pun tercipta 3 Duplikar dirinya dari cahaya dan bersiap bertarung dengan Naruto. Sementara yang di lawan diam di tempat dengan tenang sambil mengeluarkan dua bola kecil hingga berubah menjadi Hiko dan Toru.
Wush! Sret! Greb! Boom!
Dua Cao Cao di antara Tiga Duplikatnya pun secara bersamaan melesat ke arah Naruto dengan sangat cepat. Naruto yang melihat itu meletakkan ke duanya di setiap sisinya lalu mengangkat ke dua tangannya menangkap dua tendangan yang di layangkan Duplikat Cao Cao hingga tempatnya berpijak retak.
"Walau mereka memiliki kekuatan yang sama, tapi ini masih belum seberapa untuk mengalahkanku," ucap Naruto membuat dua Cao Cao yang dia tahan serangannya menggeram.
Wush! Trank!
Naruto pun melempar Dua Cao Cao secara bersamaan lalu menarik Hiko dan Toru nya lalu mengunci sebuah tombak dari Cao Cao yang ketiga yang akan mengenai dadanya.
Sret! Sring!
Setelah mengunci senjata Cao Cao, Naruto pun menebas kan senjatanya secara Vertikal membuat Cao Cao ke 3 melompat mundur menghindari serangan Naruto.
Wush! Trank! Trink! Trank!
Setelah membuat jarak dengan Cao Cao ke tiga, dengan lincah Naruto menahan serangan Cao Cao pertama dan ke dua yang menyerangnya secara bersamaan di susul dengan Cao Cao ke tiga membuat Naruto tampak seperti di keroyok oleh sang musuh.
["Shockwave!"]
BOOOM!
Sebuah gelombang kejut pun muncul dan mementalkan tiga Cao Cao cukup jauh dari Naruto yang memasang posisi bertahan, Naruto yang telah menjauhkan tiga Duplikat Cao Cao langsung melompat ke belakang menjaga jarak.
Blaaaar!
Tempat yang Naruto pijak tadi pun seketika hancur karena Fafnir melompat ke arahnya berusaha menindih dirinya dengan tubuhnya.
Sring! Bwush!
Naruto yang telah menjaga jarak membenturkan pedang Hiko miliknya ke tanah lalu memutar tubuhnya di sertai menebaskan pedang Toru miliknya hingga tercipta 3 Pusaran air berukuran besar ke arah Fafnir.
"Tornado Air? Di tempat seperti ini?" gumam Bradamante. Cao Cao yang asli pun melesat ke arah pusaran tornado air di depannya berusaha menembus Tornado air tersebut agar langsung mencapai Naruto.
Swush!
Tornado air di depan Cao Cao seketika melonggar membuat Cao Cao sedikit tersentak, namun hal tersebut dia acuhkan karena di depannya terdapat Naruto yang masih berdiri di tempatnya.
["Exvengius : Lonkengius!"] teriak Cao Cao menyiapkan tombaknya yang mulai terbungkus cahaya lalu melemparnya ke arah Naruto.
Sring! Pyang!
Naruto yang akan menebaskan Pedang Toru nya untuk menghancurkan jutsu Cao Cao tersentak ketika Armor tangannya yang memegang Toru hancur karena sebuah tombak cahaya menembus tangannya.
Jrash!
Tombak yang di lempar oleh Cao Cao yang asli pun menancap pada dada Naruto hingga tembus di sertai lengannya yang sempat terkena tombak cahaya dari duplikat Cao Cao, namun hal tersebut tak membuat Naruto tumbang sama sekali membuat Cao Cao terkejut.
"Yabai! Kita harus membantunya!" ucap Siegfried menyusul Cao Cao.
Pyaaarsh! Jrash!
Tiga Tornado Air yang berputar dahsyat tadi pun seketika pecah dan membeku membuat Naga Fafnir tertusuk di bagian lengan dan perut sementara Siegfried harus bergelantungan karena kakinya membeku.
Grek! Crang!
Cao Cao yang terkejut harus terkejut kembali karena tidak menyadari dirinya sudah di dekat Naruto membuatnya harus menerima cekikan di lehernya, Naruto yang mencekik Cao Cao dengan satu tangannya memunculkan Dua laras panjang di pundaknya dan bersiap menembak Cao Cao.
"Bradasmante!"
"Aku tahu!" balasnya lalu melesat ke arah Fafnir dan berdiri di atas kepala Fafnir untuk mengendalikan Fafnir.
Swush! Blaaar!
Bradasmante pun mengendalikan Fafnir untuk menghancurkan duri Es yang tercipta akibat pecahnya Tornado air tadi dengan ekor Fafnir membuat Siegfred terbebas dan mengeluarkan sebuah pedang dari ketiadaan.
Wush! Trank! Trank! Trank!
Naruto yang akan menembak Cao Cao tertahan karena merasakan tiga Duplikat Cao Cao menyerangnya bersamaan membuatnya melempar Cao Cao lalu menangkis serangan tiga Cao Cao yang menyerbu dirinya.
Grep!
"kau tidak apa-apa Cao Cao?" tanya Siegfried yang berhasil menangkap Cao Cao
Swush! Sriing!
Naruto yang tidak bisa menghadapi tiga Cao Cao dengan satu tangan pun melompat mundur lalu membuat sebuah bola energi di tangannya.
["Rasengan!"] teriak Naruto lalu menghantamkan Rasengannya ke tanah begitu dirinya mendarat hingga membuat tanah di bawahnya hancur dan terus merambat ke arah tiga Cao Cao.
Tiga Cao Cao yang melihat itu mempertahankan posisi mereka agar tidak kehilangan keseimbangan mereka.
Naruto yang berhasil menghancurkan tanah di bawahnya melompat sesaat lalu menghentakkan tangan kirinya ke atas hingga bongkahan-bongkahan Tanah yang dia hancurkan melayang.
Buagh! Buagh! Buagh!
Setelah melakukan itu, Naruto pun menendang salah satu bongkahan tanah di depannya hingga melesat ke arah Duplikat Cao Cao lalu memukul bongkahan batu lain dengan cepat.
Swush! Blaaar!
Sebelum menghantam Duplikat Cao Cao, muncul Fafnir yang menjadi tameng membuat Naruto terkejut karena melupakan adanya Fafnir.
Sring! Trank!
Naruto yang merasakan serangan menarik pedang Hiko miliknya lalu menahan sebuah pedang yang di pegang oleh Siegfried, Naruto yang menahan serangan Siegfried langsung mendorong senjata Siegfried.
Duak! Sring! Blaaaar!
Namun Siegfried langsung menendang Naruto membuatnya berguling beberapa kali, Siegfried yang melihat kesempatan berlari ke arah Naruto, Namum Naruto telah menebaskan pedangnya hingga membuat gelombang angin yang kuat hingga mementalkan Siegfried hingga menabrak bongkahan es dengan keras.
"Ugh! Teme!" geram Siegfried menebaskan pedangnya hingga memunculkan tiga Gelombang biru yang melesat ke arah Naruto yang bergerak mundur dengan cepat.
Sret! Bzit! Twush!
Naruto yang telah mencapai jarak tertentu pun menempelkan kakinya pada salah satu bongkahan Es lalu melesat dengan cepat kembali ke arah Siegfried dengan kecepatan petirnya melewati gelombang yang di buat Siegfried.
Sret! Sring! Bwush!
Lengan Naruto pun memutar senjata Hiko ditangannya hingga menyatu dengan armor di lengan kanannya. Naruto pun mengepalkan tangannya dan seketika pusaran api tercipta di tangan Naruto.
Siegfried yang melihat itu memunculkan pedang yang berbeda dan bersiap menahan serangan Naruto.
Wush! Bugh! BOOOOM!
Namun sebuah kekkai muncul di depan Siegfried membuat pukulan Naruto hanya menghantam kekkai, namun efek yang harus di terima adalah ledakan pusaran api yang memanjang dalam skala besar.
Naruto yang menyadari pukulannya mengenai kekkai menyipitkan matanya karena Kekkai di depannya sangatlah kuat dan tebal.
"Baka! Tadi itu bukan serangan biasa?! Jika kau menahannya kita semua akan mati?!" bentak Georg yang membuat kekkai.
Bhatsh! Wush! Tap!
Naruto pun mengepakkan sayapnya untuk mundur lalu mendarat beberapa meter dari Kekkai yang masih berdiri kokoh.
Jrash!
Baru beberapa detik menjaga jarak, Naruto tersentak karena merasakan tiga tusukkan hingga menembus armornya. Naruto yang masih bisa bergerak melirik ke belakang dan dirinya bisa melihat Tiga Cao Cao yang menusuknya dengan mata melebar.
Srash! Wush~
Tiga Duplikat Cao Cao seketika menerima luka yang sama seperti Naruto dan akhirnya mereka memudar menjadi partikel kecil.
Naruto yang berhasil menghilangkan tiga Duplikat Cao Cao menggenggam seluruh tombak Cahaya yang menancap di dadanya lalu mencabutnya hingga tubuhnya mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Duak! Blaaar!
Baru saja berhasil mencabut tombak di tubuhnya, Naruto harus menerima sebuah tendangan dari Cao Cao yang tiba-tiba muncul hingga membuatnya terpental dan berakhir menabrak berbatuan hingga hancur.
["Bouclier De Atlante!"]
Wush! Jrash! BOOOM!
Dari langit turun Bradamante dengan sangat cepat dan menusukkan tombaknya tepat ke dada Naruto hingga membuat ledakan kuat di sertai kawah berukuran besar di bawahnya.
Jrash!
Cao Cao yang telah datang ke tubuh Naruto kembali menusuk Dada Naruto dengan tombaknya lalu mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"hah~ jujur... Hah~ Dari semua orang yang pernah kita lawan... Hanya orang ini saja yang membuat kita seperti ini," gumam Cao Cao sambil tersengal-sengal.
"Kau benar, mungkin kita berhasil namun dampak yang dia berikan juga cukup parah untuk kita," timpal Siegfried yang telah berdiri di samping Cao Cao bersama Georg.
"Bukankah ini aneh?"
Cao Cao, Siegfried dan Georg yang mendengar gumaman Bradamante melirik teman mereka yang tampak menatap Naruto yang telah mereka bunuh dengan sorot ketakutan.
"Kita telah menusuk dada dia bukan? Bahkan Cao Cao lah memberinya jurus Itsutei Ratana... Bukankah aneh? Bagaimana bisa dia masih bisa mengeluarkan jurus dan tidak tumbang setelah dadanya juga tertusuk tombak Exvengiusn?" jelas Bradamante membuat Cao Cao, Siegfried dan Georg tersentak.
"Hahahaha! Sepertinya aku tidak bisa mengamuk ya..."
Team Cao Cao melebarkan mata mereka begitu mendengar Naruto yang telah mereka bunuh masih bisa berbicara.
"Pengamatan yang tidak buruk Ojou-chan, kau orang pertama yang menyadari kemampuanku ini," puji Naruto yang perlahan terbelah-belah karena Naruto yang selama ini mereka lawan hanyalah Duplikat Hologramnya.
Cao Cao dan teamnya melebarkan mata mereka karena orang yang mereka lawan sejak tadi, hanyalah sebuah hologram?! Hologram?!
Sebuah digital yang tembus pandang dan sangat sulit di sentuh tergantung Sytem yang di jalankan.
"Ka-Kau..." geram Cao Cao sementara Naruto membalasnya dengan seringai di bibirnya. "jika kau ingin melawan diriku yang asli, bersiaplah... Karena sebentar lagi... diriku yang asli akan siap melawan kalian...," ucap Naruto Hologram.
BOOOOM!
Ledakan energi hitam seketika meledak ke langit di sertai angin kencang membuat team Cao Cao terseret ke belakang. Cao Cao yang terseret mengendalikan tubuhnya dengan mengalirkan energi cahaya pada tubuhnya dan kakinya agar tubuhnya berhenti terseret.
"Cih! Kalian tidak apa-apa?" tanya Cao Cao pada teman-temannya, namun Cao Cao harus terkejut ketika melihat teman-temannya berlutut dengan sorot mata ketakutan.
Cao Cao yang melihat itu menatap energi hitam yang meledak ke udara perlahan menghilang, bisa dirinya asumsikan karena energi tersebut teman-temannya tampak ketakutan, namun dirinya tidak karena tubuhnya teraliri energi Cahaya.
Kenapa bisa demikian? Apapun yang berwarna hitam, hampir selalu membawa petaka.
Tap! Tap! Tap!
Dari tempat Gua di mana pertama kalinya keluar Naruto sebelum bertarung, tampak seseorang berjalan dengan sebuah pedang di sertai Aura hitam yang membungkus pedangnya.
Sret! Sring! BOOOM!
Orang tersebut pun memutar pedangnya sesaat lalu mengayunkannya ke bawah hingga meledakkan energi hitam yang langsung menyebar luas.
Cao Cao yang melihat itu mendecih lalu memompa energi cahayanya ke tangan, ["Exvengius : Khotsukkihenki!"] ucap Cao Cao lalu mengayunkan tangannya ke depan hingga tercipta dinding cahaya.
Blaar!
Energi hitam yang menyebar luas tadi pun terhenti karena dinding cahaya yang di ciptakan oleh Cao Cao, namun walaupun begitu setelah berbenturan ledakan terjadi membuat Cao Cao kembali terseret karena ledakan tersebut.
"G-Ghhh, Terkutuklah Kau Uzumaki Naruto!"
Sing!
Orang yang membawa pedang di selimuti aura hitam itu pun membuka matanya memperlihatkan jikkan yang berputar dengan pelan.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Bzitt!
Orang yang tak lain adalah Uzumaki Naruto yang asli seketika ter aliri petir dan sudah berpidah posisi ditubuh dirinya yang hologram tanpa kedipan mata.
Cao Cao yang melihat tentu langsung bersiaga, secara tak langsung sejak pertarungan tadi dirinya sudah mengeluarkan setidaknya 50% kekuatannya dan di depannya, terdapat Uzumaki Naruto yang belum mengeluarkan kekuatannya sedikit pun.
Naruto yang melihat kesiagaan Cao Cao menyeringai, dirinya merasa seperti di tatap layaknya monster yang siap mengamuk dan itu membuat Naruto tertawa dalam hati.
"Teme... Jadi selama ini kau menipu kami?!" Naruto yang mendengar itu terkekeh lalu menatap Cao Cao dengan tatapan mengelikan.
"Heh~ jadi ini pemegang Exvengius? Sungguh di sayangkan sekali, aku pikir dia lebih kuat dan jenius dariku ternyata tidak." Cao Cao yang mendengar itu menahan amarahnya dirinya ingin sekali menyerangnya dan menusuk jantungnya, tapi tidak semudah itu.
"Bagaimana mungkin sebuah hologram yang termasuk digital yang tembus pandang bisa seperti tadi? Kau melakukan apa padanya?" Naruto yang mendengar itu menimbang-nimbang, apakah dia harus menjelaskannya atau tidak.
"Well sejujurnya aku mengubah sistem digital Hologram sedikit dengan DNA milikku dan Menggabungkannya dengan sistem layar sentuh. Cukup sulit untuk menggabungkannya karena sistem selalu rusak beberapa menit membuat duplikatku selalu tembus, namun aku mendapatkan beberapa cara agar duplikatku yang dari hologram tidak tembus agar mirip seperti manusia biasa," jelas Naruto membuat Cao Cao menyipitkan matanya.
"Lalu kenapa saat jika dia di hajar selalu tembus? Itu karena Pemikirannya sama seperti manusia biasa, dia bisa mengubah dirinya menjadi tembus dan tidak tembus jika dia inginkan bahkan dia bisa melakukan peniruan kejadian agar tampak nyata," jelas Naruto sambil menatap darah dari Naruto hologram yang juga rupanya dari hologram.
"G-Ghh..."
"Maa~ jika kau berpikir aku ini tidak berguna silahkan saja, tapi biar aku beritahu sesuatu padamu jika kau ingin melawanku lagi entah kapan itu," ucap Naruto sambil menunjuk dirinya sendiri, "Aku bukanlah orang yang bertarung dengan otot dan kekuatan, tapi aku bertarung menggunakan kepintaran yang ada di otakku."
Sret! Twush! Blaaaar!
Cao Cao yang sudah tidak tahan langsung saja berlari ke arah Naruto dengan sangat cepat dan bersiap menusuk dada Naruto, Namun Naruto menangkap tombaknya membuat ledakan angin di tempat Naruto.
"Jangan terlalu Emosi, aku belum menyiapkan diriku loh?"
Duak! BOOM!
Naruto pun menendang Cao Cao dengan sangat keras membuat Cao Cao terpental hingga menabrak bongkahan es hingga hancur.
"Fafnir!
Blar!
Naruto yang merasakan naga Fafnir di belakangnya siap menyerangnya hanya diam di posisi sambil memutar pedangnya sesaat lalu mengayunkannya ke bawah dengan pelan.
Deg! BUUM!
Fafnir yang akan mencakar Naruto seketika berhenti dan jatuh ke tanah dengan sangat keras hingga membuat kawah.
"Heh~ jadi ini Sang Naga yang haus kekuatan, Fafnir? Tidak aku sangka naga ini akan di miliki oleh kalian," gumam Naruto sambil melirik Fafnir.
Wush! Sret! Greb!
Mata Naruto kembali melirik ke tempat Cao Cao di mana dia bisa melihat bola cahaya melesat ke arahnya dengan cepat, Naruto yang melihat itu membuat tangan dari energi kegelapan dan menangkap bola cahaya tersebut dengan mudah.
"Ratana milikmu tidak akan berguna, Cao Cao!"
Wush! Sring! Trank!
Naruto yang melihat Cao Cao melesat ke arahnya langsung mengayunkan senjatanya hingga berbenturan, Naruto yang melihat perbedaan pada Cao Cao menyeringai.
"Belum apa-apa kau sudah menggunakan mode terkuat? Bodoh Sekali Cao Cao," ejek Naruto karena saat ini tampak Cao Cao tengah mengenakan Armor dari cahaya di sertai 6 bola cahaya di punggungnya dan tombak yang menahan senjata Naruto juga berubah di mana di ujung tombak terdapat ratusan bola cahaya kecil mengelilinginya.
"[Exvengius : Balexvenagius] jurus akhir dari Exvengius, dengan separuh kekuatanmu itu aku yakin kau Cuma bisa bertahan 30 menit saja," ujar Naruto membuat Cao Cao menggeram.
"menghilangkan Itsutsei Ratana sudah selesai, dengan begini aku bisa mengeluarkan kekuatan dari senjataku ini," gumam Naruto dengan aura hitam yang mulai membungkus sebagian tubuhnya.
Aura hitam itu membentuk sosok seperti sebagian iblis membuat Naruto tampak di rasuki setan pada setengah tubuhnya.
.
.
Para Servant, Team Naruto, Asuna, Leafa, Kirito , Aiz, Kurumi, Dan Keluarga Namikaze yang mengintip pertarungan Naruto dan Cao Cao menatap khawatir pada Naruto yang di selimuti aura gelap.
Pasalnya siapapun tahu, energi gelap adalah sesuatu yang buruk dan bisa saja membuat Naruto lepas kendali seperti saat pertarungan melawan Bee dimana dia menyatu dengan 12 pedang sekaligus.
Sementara itu di tempat 12 raja Naga termasuk Whellgon saat ini tengah beristirahat setelah cukup lama mengalirkan energi mereka pada senjata Naruto.
Sang naga Hitam yang merasakan energinya di gunakan menatap ke arah sumber energi lalu berkata, ["Menggunakan kekuatanku dalam jumlah 10% yang benar saja, aku susah-susah mengalirkan energiku dan dia langsung menggunakannya sebanyak itu?!"]
"Itu hanya 10% tidak perlu pelit seperti itu Kuroingryuu, aku saja menggunakan seluruh kekuatanku untuk membantunya tidak masalah," balas Charlotte berkomentar.
["Begitu pun aku, aku tidak masalah berapa banyak dia akan menggunakan kekuatanku suatu saat nanti,"] timpal Naga biru membuat Kuroingryuu mendecih kecil.
["Jujur aku ingin melihat dia bertarung namun kita harus mengisi energi kita dulu, sayang sekali ya,"] ucap Naga merah merasa sedih karena tidak bisa melihat pertarungan Naruto.
"Jangan khawatir, kita bisa menontonnya bersama di sini," ujar Charlotte sambil menyentuh sebuah danau besar di depannya hingga berubah memperlihatkan Naruto yang menahan serangan Cao Cao.
.
Back To Naruto vs Cao Cao
.
"Saa~ izinkan aku menunjukkan kekuatan Jukitetsu Kurogyuken padamu," ucap Naruto dengan seringai di mulutnya.
Boom! Blaar! Blaar! Blaar!
Dengan kecepatan yang sama, Naruto dan Cao Cao pun sama-sama menghilang dan saling beradu di berbagai tempat dengan cepat hingga setiap mereka saling membenturkan senjata mereka terjadi ledakan energi besar hingga membuat kawah.
Trank! Swush! Blaar!
Naruto yang melihat titik lemah Cao Cao langsung membenturkan senjatanya dengan kuat hingga membuat Cao Cao terpental dan menabrak tebing es hingga tertanam di dalamnya.
Twush! Blar!
Beberapa detik setelahnya dari tempat Cao Cao keluar lima bola cahaya ke arah Naruto. Namun Naruto dengan mudah menghindarinya lalu berlari ke tempat Cao Cao dengan cepat
Sring! BOOM!
Semua yang menonton pertarungan Naruto harus terkejut karena secara tiba-tiba Naruto terkena serangan yang tidak bisa mereka lihat.
Sriing! BOOM!
Dari balik ledakan dimana tempat Naruto berada, keluar sebuah gelombang hitam yang menembus tempat Cao Cao berada dan detik berikutnya terjadi ledakan lebih dahsyat dari sebelumnya.
Swush! Sret!
Dari balik ledakan keluar sosok Cao Cao yang menerima luka kecil melompat ke udara lalu mengarahkan tangannya ke tempat Naruto hingga terlihat tombak cahayanya kembali ke tangannya dengan cepat.
["Kurogyuken : Tauroyuupholoshe!"]
Twush! Sring!
Sebuah panah hitam seketika melesat dengan cepat ke arah Cao Cao, namun secara Reflek Cao Cao memiringkan kepalanya walau pipinya harus sedikit tergores.
"Ghh!" desis Cao Cao sambil menatap Tempat Naruto yang di penuhi asap perlahan menghilang memperlihatkan Naruto yang berdiri tenang di tempatnya.
Bwush! Jrash!
Cao Cao yang ingin menyerang Naruto tersentak ketika mendengar suara gemuruh keras di belakangnya di susul dengan bahu kirinya tertusuk pedang hitam.
'Nani!' batin Cao Cao.
Jrash! Jrash! Swung! Trink!
Cao Cao yang melihat ratusan pedang hitam tiba-tiba jatuh ke bawah kembali menerima beberapa tusukkan di lengan kiri dan perutnya. Tak mau terkena lebih banyak, Cao Cao membuat kekkai dari cahaya untuk melindunginya dari hujan pedang hitam yang tiba-tiba muncul.
'U-Ugh! Kuso! Bagaimana bisa dia membuat jurus seperti ini,' batin Cao Cao sambil menggenggam pedang hitam yang tertusuk di bahu kirinya.
Greb!
Deg!
Baru saja dia menggenggam pedang hitam tersebut, Cao Cao merasakan sakit yang sangat luar biasa membuatnya menahan dirinya untuk tidak memuntahkan sesuatu yang ingin keluar dari mulutnya.
Dengan susah payah dia menarik pedang-pedang hitam yang menusuk tubuhnya bahkan mulutnya semakin tidak tahan untuk memuntahkan sesuatu yang sejak tadi dia tahan.
Sret!
"GUOGH!" setelah menarik pedang terakhir, Cao Cao akhirnya memuntahkan apa yang dia tahan dan itu adalah darahnya. Naruto yang bisa melihat darah keluar dari mulut Cao Cao hanya diam, dirinya menatap ke arah langit yang gelap karena banyaknya awan hitam lalu menatap ratusan pedang yang menancap di tanah.
Sret! Greb!
Naruto yang memiliki ide pun memindahkan pedangnya yang di tangan kanan ke tangan kiri, lalu mengepalkan tangan kanannya dengan kuat
Swung~
Kekkai cahaya Cao Cao pun menghilang memperlihatkan Cao Cao yang melayang di udara dengan nafas terengah-engah, matanya menatap Naruto yang mengepalkan tangannya kuat-kuat seperti siap memberikannya sebuah serangan.
Sret! Buagh! BOOM!
Naruto yang melihat kekkai Cao Cao hilang langsung melayangkan tinjunya ke tanah hingga tanah di bawahnya hancur berantakkan. Cao Cao yang melihat itu menyipitkan matanya dan bersiaga jika saja ada serangan mendadak.
.
.
"Apa yang dilakukan oleh Danchou?" tanya Kiba entah kepada siapa. Kurumi yang melihat posisi pedang-pedang Hitam Naruto yang menancap di tanah menatap ke arah langit yang mendung di sertai petir ungu yang bergerak liar di langit.
"Dia ingin melakukan sebuah jurus," jawab Kurumi membuatnya menjadi pusat perhatian. "Maksud Kurumi-san?" tanya Kirin penasaran.
"Kalian akan mengetahuinya nanti, akan sangat sulit menjelaskan jurus seperti apa yang akan di lakukan oleh Naruto."
.
.
Bzit! Jgler! Jgler!
Setelah itu dari tangan Naruto keluar percikan petir hitam dan mengangkat tangannya ke atas dan saat itu juga suara gemuruh langit terdengar membuat Cao Cao sedikit terkejut.
"Ba-Badai?!" kejut Cao Cao.
[" kuroraito : Entonyuuchi Hakuryuuzen!"] ucap Naruto lalu mengayunkan tangannya ke bawah.
Jgleer!
"GHAAAAAAA!" teriak Cao Cao ketika menerima petir dari Naruto secara langsung dan itu pun petir alami.
Bzit!
Petir yang menembus tubuh Cao Cao pun terbagi dan berkumpul pada ratusan pedang hitam yang menancap di tanah.
Tap! Tap! Tap!
Naruto yang telah memberi serangan kejutan memindahkan kembali pedangnya ke tangan kanan lalu berjalan ke depan dengan tenang lalu menginjak salah satu pedang hitamnya.
["Continue,"] gumam Naruto
Cao Cao yang tidak kuat jatuh ke bawah dengan cepat, Naruto yang melihat itu langsung menghilang dengan sangat cepat.
Jrash! Jrash! Jrash!
Cao Cao yang akan jatub ke tanah seketika tertahan dan menerima serangan membabi buta yang bahkan tak bisa di lihat oleh mata.
Armor cahaya yang melekat pada Cao Cao juga mulai terkikis sedikit-sedikit membuatnya menerima luka dalam pada serangan tersebut.
Bzit! Sring!
Beberapa detik setelahnya tampak Naruto yang membelakangi Cao Cao lalu menebas pedangnya dengan tangan kiri ke bawah.
Jrash!
Tubuh Cao Cao seketika memuncratkan darah cukup banyak karena dirinya sudah menerima luka dalam karena armornya sudah tidak ada pada tubuhnya.
Duak! Boom!
Tak membiarkan Cao Cao menyentuh tanah, Naruto pun menendang Cao Cao hingga dirinya terpental dan menabrak bongkahan salju hingga tertanam di dalamnya.
"Huft~" hela Naruto dengan tubuh mengeluarkan percikan petir.
"Setelah menerima serangan seperti itu kau tidak akan mati semudah itu bukan, Cao Cao,"
Brugh!
Dari tumpukkan salju, keluar Cao Cao dengan luka parahnya sambil menatap Naruto dengan tatapan seolah tidak ingin kalah.
Naruto yang melihat itu menghela nafasnya lalu menatap Cao Cao dengan tatapan mengasihani, "Bukankah sudah cukup? Atau kau mau lebih dari ini?" tanya Naruto memasang wajah mengerikam dengan setengah wajahnya yang terbungkus aura hitamnya.
"Ini... Cough! Cough! Masih belum selesai...," ucap Cao Cao sambil menyatukan kedua tangannya. Naruto yang mendengar itu melirik ke arah Sinar matahari yang berada di barat lalu menatap ke arah Cao Cao kembali yang mulai di sinari oleh Matahari.
"Jadi begitu, kau menunggu energi matahari agar bersinar kepadamu karena tempat ini di bawah jadi sinar matahari tidak akan masuk, boleh juga Cao Cao," puji Naruto.
"HUOOORAAAAA!" teriak Cao Cao lalu membuka telapak tangannya hingga tercipta sebuah bola cahaya yang semakin lama semakin besar.
Naruto yang merasakan panasnya energi tersebut sedikit menjauh lalu nemasang posisi siaga ketika tempat yang pijak dari salju mulai meleleh dan menurunkannya ke bawah.
"Itu..."
"Kekuatannya hampir sama seperti matahari, Bagaimana ini?" tanya Jiraiya khawatir, dirinya ingin menyelamatkan Naruto dan membantunya tapi dirinya tidak bisa keluar begitu saja.
"Tou-chan, Aku akan menyelamatkan Naruto dan membantunya, kau jagalah tempat in...".
["Atas nama Uzumaki Naruto, aku memohon padamu Kurogyuken, tunjukkan pada dunia akan kekuatan kegelapan, tunjukkan kegelapanmu yang bahkan tidak bisa di tembus oleh cahaya apa pun, tunjukkan pada mereka, artinya kehampaan."]
Bwwuusshh!
Dari tempat Naruto, keluar energi kegelapan yang menjulang ke langit hingga akhirnya menyebar luas menyebarkan kegelapan membuat orang-orang di kota Hyotogaku kebingungan dan panik.
"J-Jadi gelap?"
"aku tidak bisa melihat apa pun?!"
"Ini..." gumam Kurumi dengan Zafkiennya.
.
["menyebarkan kegelapan ke seluruh pulau Hyotogaku, apa dia sudah gila?!"] kejut Kuroingryuu. ["Menutupi cahaya dengan kegelapan, pintar juga dia,"] puji Naga putih, Charlotte dan Irisviel yang ikut menonton pertarungan hanya diam sambil fokus menatap ke danau di mana memperlihatkan Naruto yang sedikit menundukkan kepalanya.
["Kurogyuken : Auvenpholoshe!"]
Deg!
Cao Cao yang tidak bisa melihat apa-apa walau sudah ada bola cahaya di atasnya menatap sekitarnya dengan tatapan siaga.
"Dengan serangan ini, maka selesai sudah!" Cao Cao yang mendengar suara Naruto mundur beberapa langkah sambil menatap sumber suara dimana Naruto berada.
Cao Cao yang mendengar ini akan menjadi serangan terakhir menggeram dalam hati, dengan Bola Cahaya yang tidak cukup besar ini bahkan tidak bisa menyinari tempat gelap ini bisa di pastikan dirinya kalah telak.
"G-Ghhh.. Aku mohon, Exvengius... Keluarkan... Keluarkan seluruh kekuatanmu!" teriak Cao Cao.
Sriiiiiiing~
Bola Cahaya di tangan Cao Cao pun semakin membesar dan berhasil menyinari tempat yang di selimuti kegelapan walaupun masih redup.
Naruto yang di bawah bisa melihat bola cahaya Cao Cao melompat ke belakang lalu mengambil posisi mengepalkan tangannya di sertai pedang hitamnya hingga akhirnya tangan Naruto di selimuti aura gelap yang berputar seperti tornado.
"Jadi itu serangan terakhirmu? Boleh juga, mari kita selesaikan ini, Cao Cao!" ucap Naruto sambil menyeringai.
Bzit! Shhh~ Twush!
["Kuwiawase Uzumaki Sensho : Setsutouzuki : Delaeware : ..."]
Tubuh Naruto pun seketika teraliri petir hitam di sertai kedua kakinya yang mengeluarkan asap panas, dan beberapa detik setelahnya Naruto menghilang dari tempatnya.
["Exvengius : Caovenxebur!"] teriak Cao Cao sambil mengarahkan bola cahayanya ke bawah.
["Detroito Kurobyuusei Rasebhutopholose!"] teriak Naruto sambil mengayunkan tinjunya.
Twing! BOOOOOOOOM!
Secercah cahaya kecil seketika menyinari tempat yang sangat gelap hingga akhirnya di terangi oleh sebuah ledakan Dahsyat yang menyebar luas dengan cepat.
"Kuat sekali!" umpat Kiba.
"Semua Berlindung!" perintah Minato.
Booom!
Hembusan angin langsung menghempas tempat Whellgon membuat beberapa Naga di sana panik dan berusaha mengendalikan diri mereka agar tidak terpental.
"Master... Kuat sekai," gumam Kiyohime sambil bertahan dari hempasan angin.
"ini lebih gila dari pada saat melawan kita, Jika Naru-kun mengeluarkan seluruh kekuatannya dengan senjata ini, kita pasti sudah berbaring di rumah sakit," gumam Scathach tidak percaya.
Ledakan pun mulai mereda dan di ikuti Kegelapan yang mulai menyusut kembali ke satu titik, semua yang merasa sudah aman kembali mengintip dan mereka harus terkejut ketika apa yang mereka lihat.
Daerah sekiranya 5 Km telah hancur menyisakan Air di sertai tanah sekiranya 200 meter di mana terdapat Naruto yang masih berdiri tegak sementara Cao Cao telah terbaring dengan luka serius di tubuhnya.
"Su-Sudah selesai..." gumam Irina
Kiyohime yang mendengar itu langsung berubah menjadi naga dan pergi ke tempat Naruto untuk menjemput Masternya.
"Ah! Kiyo-chan, Aku ikut!" ucap Asia sambil pergi bersama Kiba dan yang lainnya.
Sementara itu, di tempat Naruto. Naruto berdiri tegak sambil menatap Cao Cao yang terbaring dengan luka serius di bawahnya. Aura hitam yang menyelimuti sebagian tubuhnya pun mulai menyusut dan kembali ke dalam Kurobyuuken.
"Huft~" hela Naruto sambil menyimpan senjata di tangannya kembali lalu menatap daerah sekitarnya dengan tatapan santai.
"Tidak aku sangka... Dampaknya akan sampai seperti ini," gumam Naruto lalu menatap kelompoknya yang datang ke arahnya.
"Bangunlah Cao Cao, aku tahu kau masih bertahan," ucap Naruto lalu melirik Cao Cao yang perlahan membuka matanya dan menatap dirinya dengan tatapan menahan sakit.
"Ke- Kenapa... Kenapa kau... membiarkanku hidup?" tanya Cao Cao lemah, Naruto yang mendengar itu menggumam lalu duduk di samping Cao Cao.
"Kenapa? Bagaimana mengatakannya ya," gumam Naruto sambil menatap langit di atasnya, "Kau berniat membunuhku karena tua bangka itu bukan? Dia pasti menyuruhmu untuk membunuhku karena dia ingin sesuatu yang aku ambil darinya?"
"Jadi aku berpikir, kau itu seperti sebuah umpan yang jika berhasil mendapatkan sesuatu kau tidak akan mendapatkan apa pun, jadi aku membiarkanmu hidup karena kau masih memiliki masa depan yang pantas di banding harus menurutinya," jelas Naruto sambil tersenyum.
Cao Cao yang mendengar itu terdiam lalu menatap langit bersama Naruto, dia memang menuruti perkataan Tua bangka itu tanpa berpikir panjang. Dirinya memang sudah mendengar cerita tentang Naruto namun dia tidak menyangka cerita yang dia dengan sedikit melenceng.
Dia orang pintar yang memiliki strategi di luar dugaan, dan serangan yang kuat dan mematikan. Dirinya berpikir bahwa dirinya dengan Exvengius adalah yang terkuat namun melihat kekuatan Naruto, dirinya mengakui bahwa Naruto lebih kuat darinya.
"Jujur pertarungan tadi seharusnya kau menang, aku ini lemah, aku hanya menggunakan kekuatan orang lain, sementara kau menggunakan kekuatanmu sendiri. Andai saja aku tadi menggunakan kekuatan dalam diriku, mungkin aku sudah kalah," ucap Naruto sambil tersenyum kaku.
"Kekuatan hanyalah pendukung... Tapi kepintaran adalah yang utama darimu... Bukan begitu?" Naruto yang mendengar itu sedikit termenung lalu tersenyum sambil menatap kelompoknya yang hampir sampai ke tempat mereka.
"Maa~ bisa di bilang begitu," balas Naruto lalu berdiri dan membantu Cao Cao berdiri, "Sekarang ikutlah denganku, ada yang masih perlu kita bicarakan, mengenai teman-temanmu, mereka sudah aku pindahkan ke tempat yang aman," ucap Naruto membuat Cao Cao meliriknya sesaat lalu tersenyum.
"Arigato, Naruto."
Naruto yang mendengar itu tersenyum, "Sama-sama, Teman baru."
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Bagaimana rasanya?"
"Aku memiliki rencana untuk kalian,"
"Kalian seharusnya mengecek lawan kalian, bukannya menyerangnya tanpa rencana,"
"O-Oi! Kalian... Hentikan!"
Selanjutnya di Chapter 44 : Dragons Champions Arc IV : Slice Of Life : New Friends and Study
.
Note : Yo kembali up nih cerita.
Kira-kira lebih dari 2 minggu ya, haha saya juga butuh bersantai apa lagi setelah up 8 hari langsung, tentu aku butuh liburan.
Btw, ada satu fakta menggelikan nih, ini tentang ereaser kw. Kalian tahu? Sejujurnya dia itu Salty, sebenarnya dia suka cerita kita tapi dia bacot karena tidak mampu buat, kayak di salah satu ceritaku, dia bahkan tanya berapa kali up. Bukankah dia tampak seperti ingin aku terus up?
Hahaha, kan aku sudah bilang kalai gak suka jangan di baca, dan dia masih baca loh, ghahaha, orang yang tidak pernah juju lebih buruk dari debu.
Lalu bagaimana pertarungan tadi? Aku harap kalian menyukainya, aku sudah membuatnya semampuku. Maaf saja jika ceritanya sedikit berbelit-belit pertamanya, karena membuat cerita itu tidak mudah.
Fanfic ini penuh adegan Fight dan untuk berikutnya akan kembali ke perbincangan dan latihan Naruto akan di mulai.
Lalu, ke depan nanti saya akan mempublish cerita Baru lagi, aku harap kalian menyukainya nanti.
Jaa~ itu saja dariku, sampai bertemu di cerita lain, Jaa~ na~
4kagiSetsu out
