0%-100%

Power on!

Story starts!

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 43 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : New Friends and Study

.

Hyotogaku

Jum'at, 14 Desember 2090

23.00 PM

.

"Engghh~" lenguh Bradamante membuka matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah langit-langit yang di penuhi Kristal Es dan sensasi hangat menjalar di seluruh tubuhnya.

"Akhirnya bangun juga." Bradamante yang mendengar suaranya Naruto langsung tersadar dan menoleh ke arah Naruto yang duduk Tak Jauh darinya, bahkan beberapa meter dari Naruto terdapat Cao Cap yang duduk dengan tenang.

"Bagaimana rasanya?" pertanyaan Naruto membuat Bradamante tersentak Karena menyadari bahwa dirinya saat in berendam bersama laki-laki, spontan Saja dia memeluk tubuhnya dengan wajah memerah.

"jangan khawatir, pakaianmu masih melekat di tubuhmu. Aku juga tidak mungkin membuka bajumu, tidak Ada gunanya." Bradamante yang mendengar itu menatap Cao Cap yang duduk dengan tenang.

"Cao Cao! Dia Ada di sampingmu?! Kenapa kau tidak menyerangnya?!"

"Misi Kita sudah berakhir Bradamante, Kita gagal. Kita sudah tidak bisa membunuh Uzumaki Naruto," jawab Cao Cao membuat Bradamante terkejut mendengar perkataan Ketuanya.

"A-Apa?! Gagal?! Bagaimana mungkin?!"

"Kita semua berhasil di kalahkan olehnya, bahkan tadi aku hampir kehilangan nyawaku. Namun berterima kasihlah pada Naruto, dia membiarkan kita hidup Dan mengobati Kita di air ini," jelas Cao Cao dengan tenang.

Bradamante yang mendengar itu menatap air di bawahnya, memang benar dirinya boss merasakan energi Dan Luka pass tubuhnya sedikit memudar.

"Yosh, kalau begitu aku mulai saja, jujur Aku hanya perlu berbicara dengan Kalian berdua saja, jika aku mengajak mereka berdua itu akan merepotkan," ucap Naruto sambil menunjuk sisi lain dimana terdapat Siegfried Dan Georg yang masih pingsan Tengah berendam di air yang sama.

"Baiklah, kalau begitu mari Kita mulai!"

.

Other Side

Minato Place

.

Sementara itu di tempat lain, yaitu tempat Minato, Dan yang lain berada. Mereka saat in berada di kediaman Minato yang cukup besar dan terbuat dari kayu.

Selama 17 tahun, Rumah tersebut adalah Rumah yang selalu menjadi tempat tinggal keluarga Minato hingga saat ini. Team Naruto yang berkunjung ke kediaman Minato yang di kenal dengan Julukanmu Kiiroi Senko menjadi canggung Karena berkunjung ke Rumah orang yang sangat kuat.

Sementara para Servant, mereka tampak diam dengan tenang Tampa Ada reaksi sedikitpun, begitu jugs Aiz Dan Kurumi. Menma yang duduk di kursi langsung bangun dan berjalan Ke kamarnya di ikuti Kirito

Asuna yang melihat tingkah mereka berdua memijit keningnya, jujur ini sangat canggung Dan itu membuatnya pusing. Apa lagi dengan mengingat keputusan Naruto yang memutuskan hubungan dari keluarganya, dirinya semakin pusing

"Kenapa… Kenapa dia harus memutuskan hubungan Keluarganya sendiri, aku tahu kami memang salah tapi…" semua yang mendengar gumaman Minato Tak mengeluarkan kata sedikit pun.

"Tenangkan dirimu Minato, biar aku berbicara dengan Naruto mengenai Hal ini," ucap Jiraiya bersiap pergi untuk menemui Naruto. "Jangan lakukan, itu akan semakin memperburuk keadaan," ujar Kurumi membuat Jiraiya menghentikan langkahnya.

"Hah? Kau ingin menghentikanku?" tanya Jiraiya membuat Kurumi meliriknya dengan Zafkiennya. "Mataku ini bisa melihat kejadian ke depan, dan jika kau memaksa Naru-kun untuk kembali, keadaan akan semakin memburuk," jawab Kurumi tegas.

"Naru-kun bukanlah orang seperti itu, dia Pasti memiliki alasan, mataku tidak bisa melihat kejadian ke depan seperti Ada yang menghalangi kekuatanku. Hingga saat itu tiba, Kita akan tunggu kenapa Naru-kun memutuskan hal in secara sepihak."

Semua yang mendengar itu terdiam, Minato yang mendengar perkataan Kurumi menatap Kurumi seolah menemukan secercah cahaya "Be- Benarkah?!"

"Mungkin saja," balas Kurumi singkat, "Seperti saat ini, Naru-kun Pasti memiliki alasan kenapa dia membawa pengguna Exvengius Dan teman-temannya kemari."

"Bicara soal mereka, apa tidak apa Kita membiarkan mereka bersama Danchou?" tanya Julis sambil melirik Para Servant.

"Jangan khawatir, Charlotte-san, Kiyohime-san dan Yasaka-san Ada di sekitar Sana, jadi jangan khawatir," jawab Anastasia membuat Julis menghela nafasnya.

"Jujur, mengingat pertarungan tadi membuatku merinding, Apa lagi saat Danchou membuat gelap Pulau sebesar ini," ucap Kiba merinding ketika mengingat kekuatan kegelapan Naruto yang dia pinjam dari Raja Naga Kegelapan.

"Begitu pun kami, walau kami Servant melawan Naruto-kun saja kami kesusahan. It pun dia belum menggunakan 3000 senjatanya sekaligus di sertai Senjata bernama Jukitetsu itu, bisa kami pastikan bahwa kami akan berbaring di rumah sakit," timpal Scathach sambil mengingat pertarungannya melawan Naruto bersama yang lain.

"Bahkan dia berhasil mengubah Mode Rasengan Dalam sehari, benar-benar luar biasa. Aku bahkan belum bisa seperti itu," gumam Jiraiya mengingat Rasengan Naruto yang di hancurkan Dan di gabung menjadi serangan tinju.

"Huft~ ya sudah. Kalau begitu aku akan pergi ke tempat Naru-kun dulu, aku ingin memastikan Apakah dia baik-baik saja," ucap Kurumi Lalu berjalan keluar dari kediaman Minato, Asia yang mendengar itu langsung bangkit Dan mengejar Kurumi begitupun Aiz yang diam saja langsung berjalan mengikuti Kurumi.

"Ma- Matte! Aku ikut?!"

Para Servant yang melihat mereka pergi saling bertatapan Lalu membungkukkan badan mereka Dan berjalan keluar mengikuti Kurumi, Aiz dan Asia.

"Melihat tingkah mereka aku harap Danchou baik-baik saja," gumam Kiba membuat yang lain bingung, kecuali Claudia. "Ara~ maksudmu Danchou akan di makan oleh mereka?" goda Claudia melirik Koneko Dan Tohka yang tersentak dengan wajah memerah.

Asuna, Sara Dan Leafa yang mendengar itu juga memerah. 'Me- Memakan Naruto-san?!/Nii-chan?!' batin mereka

"Me- Memakan?!"

"Ah~ Mari Kita lupakan Hal itu, ngomong-ngomong Minato-sama, Kushina-sama di Mana?" potong Julis lalu bertanya pada Minato.

"Ah, Kaa-san sedang menenangkan dirinya karena masih syok mengenai tadi," Team Naruto yang mendengar itu mengangguk paham, tentu saja siapa yang tidak syok begitu melihat salah Saturday bagian dari keluargamu memilih secara sepihak untuk keluar.

"Semoga saja, hubungan Keluarganya ini tidak semakin parah," doa Kirin membuat semua di Sana tersenyum tipis.

.

Kamar Kushina-sama

.

Sementara itu di kamar Kushina, tampak Kushina Tengah menangis di pelukan Ruko yang berusaha menenangkan Ibunya, jujur dirinya sedih ketika melihat Ibunya Tengah menangis.

Tapi Apa yang dia bisa lakukan? Walau pun dirinya memaksa Naruto kakaknya itu akan membuat keadaan semakin memburuk. Kakaknya telah memutuskan keluar dari sangkarnya dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

"Kaa-chan," gumam Ruko lirih.

.

.

Naruto Side

.

"Baiklah, kalau begitu aku mulai pembicaraan Kita," gumam Naruto memejamkan matanya sesaat, "Atas dasar apa, Kalian mengikuti permintaan tua bangka itu?" Tanya Naruto dengan serius.

Cao Cao yang mendengar itu memejamkan matanya Dan menjawabnya dengan jujur, "Kami mengikuti permintaan ya karena kami mendengar, kau telah mencuri barang penting di Konoha. Tentu kami terkejut karena orang sepertimu mencuri sesuatu dari Konoha," jawab Cao Cao membuat Naruto memdengus kecil.

Mencuri? Terdengar lucu baginya.

"Kami yang dari dulu sudah tahu tentangmu pun menerima perintah Danzo karena yang kami tahu, Danzo adalah pemilik Organisasi bawah tanah Konoha Dan Setiap Organisasi Pasti berhubungan dengan Hokage," jelas Bradamante membuat Naruto langsung menangkap maksud perkataan perempuan di depannya.

"Jadi begitu, Kalian Pasti berpikir ini permintaan dari Hokage bukan?" tebak Naruto dan di jawab anggukan oleh Cao Cao Dan Bradamante. "Begitu mendengar permintaan Danzo yang kami pikir adalah permintaan Hokage-sama pun setuju dan mencarimu untuk di bunuh, dan Cao Cao lah yang paling semangat untuk Melakukan itu," ujar Bradamante sambil melirik Cao Cao yang bergerak gelisah.

" Ma-Maaf saja, Apa aku salah tertarik melawan orang yang sangat kuat?" Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya. "Tentu saja salah, bahkan kau tidak memperkirakan kekuatan musuhmu, dari mendengar Kalian sudah tahu tentangku, aku yakin Kalian Pasti juga menonton pertandinganku bukan?" ucap Naruto.

"Tapi ketahuilah, aku belum mengeluarkan seluruh tenagaku untuk semua itu, jadi jangan terlalu bernafsu untuk bertarung atau kau akan menerima sesuatu yang buruk," lanjut Naruto, 'Jika kau terlalu bernafsu pada musuh yang kuat, kau akan sama menjadi seperti di Vacum,' lanjutnya dalam batin.

"Lalu, mengenai barang yang dia bilang aku curi? Sejujurnya dia lah yang mencuri barang dari Konoha, Aku adalah cucu dari Sandaime Hokage, Buat apa aku mencuri barang?" jelas Naruto dengan logis. "A- Apa Kau bilang?!" tanya Bradamante tidak percaya apa yang dia dengar.

"Memang benda seperti Apa yang dia curi?"

Naruto yang mendengar pertanyaan Cao Cao melirik Cao Cao lalu mengeluarkan sebuah bola biru yang bersinar redup. Cao Cao Dan Bradamante yang melihat benda di tangan Naruto menatap tertarik dengan bola biru tersebut

"Ini adalah The Saphire, bola biru yang pernah di ciptakan oleh para Ilmuwan Konoha. Dari yang aku tahu, benda ini memiliki energi yang kuat bahkan bisa meratakan Konoha hingga sebagian Kota Sunagaku Dan Iwagaku menjadi debu."

Cao Cao Dan Bradamante yang mendengar itu langsung terkejut di sertai wajah pucat, siapa yang tidak terkejut? Ledakannya bisa meratakan setengah Pulau Jepang, bukanlah itu termasuk luar biasa mengerikan.

"Namun Energi Bola ini sudah meredup, jadi ledakannya tidak akan terlalu besar," jelas Naruto lagi membuat Cao Cao dan Bradamante bernafas Lega.

"Aku tidak tahu kenapa tua bangka itu sangat menginginkan benda ini, Apa dia berniat bunuh diri? Itulah yang selalu aku pikirkan," ucap Naruto sambil menggenggam erat benda biru di tangannya, 'Aku tidak tahu kenapa benda yang memiliki energi melimpah ini telah redup semenjak Bulan November sebelum bertemu Kurumi, aku juga belum menemukan jawaban bagaimana bisa Doujutsu Clocks Eyes Dapat aku miliki.'

"Dengan kata lain, benda di tanganmu kau jaga agar tidak di salah gunakan oleh Tua Bangka itu dan make dari itu dia meminta kami mengambilnya tanpa harus kehilangan nyawanya?" tebak Cao Cao membuat Naruto mengindikkan bahunya.

"Mungkin saja," jawab Naruto sekenanya, "Soalnya dia memang selalu menerjunkan Anak buahnya untuk membunuhku, namun semua itu sia-sia," lanjut Naruto sedikit menyombongkan diri membuat Cao Cao sedikit memudar matanya.

"Kau mungkin hanya beruntung karena kekuatan pinjaman yang kau miliki!"

"Hoho, sungguh salah. Aku bertarung dengan kepintaran, kekuatan hanyalah pendukung, itulah yang aku lakukan!" balas Naruto dengan bangga, "Tidak seperti Kalian yang bertarung dengan kekuatan saja, namun kepintaran di rata-rata."

Bradamante yang mendengar itu memerah wajahnya karena dirinya merasa di bilang cukup pintar Dan bodoh, sementara Cao Cao hanya diam dengan tenang dengan Alis sedikit berkedut.

"Di hadapanku saat ini Ada pengguna Exvengius Dan juga Seseorang yang mirip dengan Para Servant, aku pikir Kalian akan mengasah kepintaran dari pada kekuatan, namun sepertinya tidak. Karena di Mana pun kekuatan Pasti yang utama bukan?" ledek Naruto dengan senyuman seolah berhasil mengalah monster.

"Cao Cao, kau pengguna Exvengius, semua orang tahu kekuatan Exvengius namun kau salah menggunakan kekuatannya, kau terlalu fokus pada kekuatan tanpa Ada rencana atau pun Kepintaran. Ratana, itu adalah Jutsu mengerikan dari Exvengius yang hanya bisa di gunakan beberapa Kali, jika kau sedikit meleset maka kau membuang tenagamu, kau sama saja seperti orang yang bernafsu untuk membunuh tanpa Ada rencana sedikitpun," ujar Naruto membuat hati Cao Cao seperti tertusuk pisau kasap Mata.

"Bradamante, kau adalah Genkasentsu, bukan? Itu artinya kekuatanmu persis dengan para Servant Konoha, namun kekuatanmu masih di bawah mereka karena kau belum mengasah kemampuanmu. Aku awalnya cukup terkejut kau bisa melindungiku Cao Cao tapi untuk memberikan serangan, kau masih kurang."

"Lalu Siegfried bukan? Hanya Siegfried, Seseorang yang berhasil mengalahkan Naga Fafnir bukan? Dia mengalahkan Fafnir dan mendapatkan pedang bernama Balmug, bukan hanya itu, dia juga memiliki 5 pedang yang kuat yang bahkan bisa mengalahkan Excalibur sekalipun, namun Ke enam pedangnya tidak pernah dia asah dengan bagus membuatnya sangat lemah," lanjut Naruto sambil melirik Siegfried yang masih Dalam keadaan pingsan bersama Georg.

"Lalu Georg bukan? Aku tidak begitu mengetahui kekuatannya, namun bisa aku bilang dia adalah perisai Dan Kunci utama Kalian, well~ walaupun begitu tolong ajarkan dia untuk bertarung, karena tidak selama ya dia harus di lindungi," ucap Naruto sambil memejamkan matanya.

"Matte… kenapa pada Georg sikapmu lain?!" tanya Bradamante merasa keberatan karena hanya Georg saja yang di perlakukan Baik.

"Bukankah lebih Baik membantu yang kurang dari pada membantu yang lebih Baik?" jawab Naruto membuat Kesal Bradamante. Naruto yang melihat Bradamante tampak kesal tersenyum mengejek lalu menghela nafasnya.

"jujur, aku sangat benci melihat Seseorang yang baru memiliki kekuatan yang kuat termakan Hawa Nafsu yang membuat akal sehatnya hilang, akan lebih Baik jika orang seperti mereka tidak mendapat kekuatan sama sekali," gerutu Naruto di selingi sindiran.

"Huh! Bukankah kau juga?! Kau memiliki Hawa Nafsu untuk menggunakannya kekuatan Orang Dan menggunakannya semaumu?!"

"Tapi Apa aku tampak seperti orang yang kehilangan nafsunya?" pertanyaan singkat Naruto membuat Bradamante terdiam, Naruto yang melihat reaksi Bradamante menghela nafasnya, "Mengecewakan sekali."

"A- Apa kau bilang?!"

"Aku awalnya terkejut karena kau bisa mengetahui bahwa yang Kalian lawan adalah Hologram, namun kau menyadari ya sangat lama. Hah~ mungkin aku harus menarik kata-kata Hologramku saat memujimu," ucap Naruto membuat wajah Bradamante memerah karena kesal.

"Kalian harusnya mengecek musuh Kalian, bukannya menyerang tanpa rencana," ledek Naruto membuat Bradamante benar-benar ingin marah.

"Sudah cukup Bradamante, walaupun kau menyerangnya itu tidak akan gunanya. Bicaralah dengannya dengan tenang Dan pintar, jika kau berbicara dengan otot, maka Hal itu tidak berguna untuknya," ujar Cao Cao sambil melirik Naruto yang juga meliriknya.

Bradamante yang mendengar itu mengembungkan pipinya, lalu mengalihkan pandangannya, "Baiklah, aku akan lanjutkan. Setelah misi Kalian gagal, apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Naruto serius.

"Hah~, mungkin kami akan kembali Ke Konoha Dan mengatakan padanya kalau kami gagal," jawab Cao Cao membuat Naruto menggeleng dengan pelan.

"Sebaiknya jangan, aku tahu tua bangka itu dan dia tidak suka kegagalan. Jika kalian kembali dengan tangan kosong, aku yakin nyawa Kalian Dalam bahaya."

Cao Cao yang mendengar itu melirik Naruto dengan tatapan 'Lalu kami Harus bagaimana?'

Naruto yang mengerti tatapan Cao Cao pun mengangkat tangan kanannya yang masih terdapat W.W.S Watch miliknya Dan mengeluarkan empat bola the Saphire, Cao Cao Dan Bradamante yang melihat itu tentu terkejut.

"E- Empat The Saphire?!" kejut Cao Cao. "Hm? Bukan, ini adalah Duplikat The Saphire, namanya Asthexzun," jelas Naruto membuat Cao Cao Dan Bradamante terdiam dengan tanda Tanya di kepala mereka.

"Ast… Apa?" Naruto yang melihat kebingungan mereka menghela nafasnya. "Asthexzun, yang artinya seperti matahari, jika Kalian tidak bisa mengatakannya? Ambilah kata 'As the sun', maka kau akan mendapatkannya," jelas Naruto membuat Cao Cao Dan Bradamante mengangguk paham.

"Kenapa aku memberinya mama seperti itu? Itu karena benda in akan meledakan energi panas seperti matahari," lanjut Naruto menjelaskan membuat Cao Cao Dan Bradamante membatu lalu pucat Basi seketika.

"A- Apa yang akan kau lakukan dengan benda itu?" tanya Bradamante takut-takut. "Jangan khawatir, aku memberikan Kalian benda ini untuk berjaga-jaga jika tua bangka itu berniat membunuh Kalian," jawab Naruto lalu menyerahkan Empat Asthexzun kepada Cao Cao dengan lembut.

"Berhati-hatilah, benda itu sangat sensitif Dan mudah meledak," ucap Naruto membuat Bradamante khawatir. "Jika begitu kenapa kau memberikannya pada kami?!" tanya Bradamante membuat Naruto tertawa.

"Hahaha, maaf. Aku bercanda, benda itu akan meledak jika kau menjatuhkannya hingga mengenai sebuah objek keras, Dan jika terjadi sedikit Tekanan yang sangat menekan bola tersebut, Bola itu pun juga akan meledak," ujar Naruto menjelaskan.

Bradamante yang mendengar itu bernafas Lega, jika dia membawa sesuatu sensitif yang bisa meledak, bisa- bisa dirinya meninggal.

"Lalu kami Harus apa dengan benda ini?" tanya Cao Cao bingung, Naruto yang mendengar itu menyeringai membuat Bradamante meneguk ludahnya. Dirinya bisa merasakan bahwa Seringai itu bukan main-main.

"Aku memiliki rencana untuk Kalian."

.

.

Skip Time

.

Tap! Tap!

Di waktu malam dengan sinar matahari di karenakan tidak pernah terjadinya malam di Kutub Utara, Naruto berjalan dengan tenang untuk kembali Ke tempat yang lain berada.

Sebelumnya dia telah meminta teamnya untuk memberi Koordinat, jadi dirinya tidak akan tersesat. "Apa tidak Apa membiarkan ya di sini Naruto-kun?" Naruto yang mendengar suaranya menoleh ke number suara di Mana terdapat Yasaka, Charlotte Dan Kiyohime yang duduk di ranting pohon.

"Kalian? Sedang apa Kalian di sini?" tanya Naruto bingung karena tiga perwujudan Naga yang membuat kontrak dengannya di sini. KE tiga perwujudan Naga itu pun turun dari ranting pohon Dan mendarat di depan Naruto.

"Apa tidak boleh seorang ibu khawatir terhadap anaknya? Apa lagi saat dia Tengah bersama musuhnya yang kuat?" tanya Charlotte dengan wajah khawatir, Naruto yang melihat kekhawatiran Charlotte tertawa kecil lalu memeluk ibu angkatnya itu.

"Jangan khawatir, aku baik-baik saja kok," ucap Naruto, Yasaka yang melihat itu mendengus pelan. "Huh! Memang ada Ibunya Naga sementara anaknya Manusia?" dengus Yasaka.

"Jika kau keberatan, aku tidal masalah memelukmu Yasaka-san?" ujar Naruto membuat wajah Yasaka memerah. "H- Hah?! S- Siapa juga yang i- ingin di peluk olehmu?!" balas Yasaka hingga tergagap.

"Hoho, begitukah? Lalu kenapa kau di sini? Apa kau juga khawatir denganku?" goda Naruto membuat Yasaka mengembungkan pipinya menahan kesal.

Naruto yang melihat tingkah Yasaka terkekeh, "Kau mirip sekali dengan Kurama, sama-sama Tsundere," ucap Naruto.

Greb!

Naruto yang merasakan pelukan erat menoleh siapa yang memeluknya, Dan ternyata yang memeluknya adalah Kiyohime, tinggi Kiyohime sedadanya membuatnya harus sedikit menunduk agar bisa bertatapan dengan Kiyohime.

Namun sekarang Kiyohime menyembunyikannya wajahnya di dadanya sambil memeluknya dengan erat, Naruto yang merasakan tingkah Aneh Kiyohime meminta penjelasan dari Yasaka dan Charlotte kenapa tingkah Kiyohime seperti ini?

"Dia seperti itu semenjak kau membawa mereka, sebagai Partner tentu saja dia sangat khawatir. Apa lagi dia baru saja menemukan partnernya setelah sekian tahun berlalu, bukankah Iri-chan pernah mengatakannya?" jelas Charlotte membuat Naruto paham.

"Souka… aku membuatmu khawatir ya? Gomen, tapi bukankah kau sendiri yang bilang akan percaya padaku?" ucap Naruto membuat Kiyohime mengangkat kepalanya menatap Naruto dengan tatapan lirih.

"Tapi…"

"Jangan khawatir begitu," ucap Naruto sambil mengelus kepala Kiyohime, "Aku… tidak akan meninggalkan dirimu, ataupun Yasaka-san dan Kaa-san."

Kiyohime yang di elus kepalanya menikmati elusan Naruto yang terasa nyaman baginya, Charlotte yang melihat Kiyohime sudah tenang tersenyum.

"Bagaimana keadaannya, Naruto-san?" Naruto yang mendengar suara Irisviel menoleh ke number suara dan dia bisa melihat Irisviel berjalan mendekatinya dengan wajah tenangnya.

"Keadaannya Baik, aku bisa menjaminnya. Lagi Pula aku sudah memberi mereka alat yang bisa meledak kapan saja kalau menerima sesuatu yang sensitif jadi jangan khawatir," jawab Naruto membuat Irisviel menghela nafas Lega.

"Syukurlah kalau begitu."

"Irisviel-sama, Ada keperluan apa kau menemui Naruto? Aku yakin bukan hanya menanyakan itu bukan?" tanya Yasaka membuat Irisviel meliriknya.

"Begitulah, aku memiliki kabar untukmu Naruto-san," jawab Irisviel lalu menatap Naruto kembali, "Mulai besok, jadwal Latihanmu akan sedikit berubah, Dalam Artian… yang melatihmu nanti bukan hanya aku, 12 Raja Naga juga akan ikut melatihmu."

Naruto yang mendengar itu tentu terkejut, 12 Raja Naga yang terdiri dari Raja Naga Tanah, Raja Naga Air, Raja Naga Angin, Raja Naga Petir, Raja Naga Api, Raja Naga Es, Raja Naga Pohon, Raja Naga Partikel, Raja Naga Kegelapan, Raja Naga Cahaya, Raja Naga Lava Dan Raja Naga Metal, akan melatihnya.

"Kenapa?" tanya Irisviel ketika melihat wajah pucat Naruto. "Bu-Bukannya berlebihan?" Tanya Naruto tergagap.

"memang, tapi ini permintaan mereka, Apakah kau keberatan?"

"Justru aku yang harusnya mengatakan itu, jujur aku memiliki hubungan buruk dengan mereka 3 tahun yang lalu karena menyerang mereka untuk mengambil Sampel mereka lalu kabur begitu saja, rasanya canggung jika aku bertemu mereka bahkan di latih oleh mereka," jawab Naruto lalu menjelaskan kenapa dirinya keberatan.

"Jangan khawatir, mereka tidak akan Membahas Hal itu. Mereka menganggap kejadian itu seperti angin lalu," balas Irisviel membuat Naruto menghela nafas pasrah. Dirinya juga tidak mungkin menolak, jika dia menolak itu akan membuat 12 Raja Naga akan memandangnya buruk.

"Hah~ mau bagaimana lagi," hela Naruto membuat Irisviel tersenyum tipis. "Kalau begitu aku pamit, aku akan kembali dan berkumpul bersama yang lain, bagaimana dengan Kalian?" tanya Irisviel pass Tiga perwujudan Naga di samping Naruto.

"Aku juga akan Ke Sana bersama Yasaka, bagaimana denganmu, Ki-chan?" jawab Charlotte lalu bertanya pada Kiyohime yang memeluk lengan Naruto.

"Aku… ingin bersama Master!" jawab Kiyohime dengan pipi merona, Irisviel yang mendengar itu mengangguk pelan lalu memunculkan Sayapnya Dan terbang Ke arah di Mana tempat 12 Raja Naga berada.

"Kalau begitu kami pergi dulu, Oyasuminasai," ucap Charlotte dengan lembut lalu terbang di susul dengan Yasaka. Naruto yang melihat mereka telah pergi pun menatap Kiyohime yang jugs menatapnya.

"Jadi…"

Naruto yang melihat Kiyohime canggung terkekeh lalu mengelus kembali kepala Kiyohime dengan lembut, "Ayo, kita berkumpul bersama yang lainnya," ajak Naruto lalu berjalan menuju tempat yang lain berada di ikuti Kiyohime di sampingnya.

"Ne… Master," panggil Kiyohime. "Hm?" jawab Naruto dengan singkat.

"Apa… Master baik-baik saja?" tanya Kiyohime membuat Naruto menghela nafasnya. "Kenapa kau bertanya lagi?" tanya Naruto penasaran.

"Soalnya… saat melihat pertarungan Master, aku melihat Master di selimuti energi hitam yang kuat, siapa pun tahu… energi gelap adalah malapetaka, Apa Master tidak merasakan sesuatu yang aneh pada tubuh Master?" jawab Kiyohime lalu bertanya kembali.

Naruto yang mendengar itu Berhenti melangkah lalu menghembuskan nafasnya, "Sejujurnya dulu aku sempat tidal terkendali karena kekuatan Kegelapan yang ada di senjataku, namun semua berhasil menghentikanku dan menyadarkanku, jujur… waktu itu aku sangat takut, takut menggunakan kekuatan itu lagi Dan takut akan melukai yang lainnya… namun Ada sesuatu yang membuatku bertekad untuk mengendalikannya," jelas Naruto sambil menatap langit dengan senyum tipis

"Sesuatu?" Tanya Kiyohime

"Aku berpikir, jika aku lemah kapan aku bisa melindungiku Apa yang aku cintai? Kapan aku bisa melindungiku Apa yang aku miliki? Kapan aku bisa menjadi kuat? Semua itu berputar di kepalaku, maka dari itu… aku melatih diriku untuk tahan energi kegelapan agar aku bisa menjadi kuat," jawab Naruto sambil tersenyum.

Sret! Greb!

"Are?" beo Naruto ketika sesuatu mengikat tubuhnya.

Wish!

"Waaaaa!" teriak Naruto ketika dirinya di tarik dengan sangat kuat.

Greb! Nyut!

Naruto yang merasakan sesuatu yang sangat lembut tersentak Dan matanya seketika melebar karena saat ini kepalanya bersandar di sebuah gunung kembar yang di balut pakaian putih.

"Akhirnya~ akhirnya aku berhasil menangkap Naru-kun~." Naruto seketika memerah kepalanya di tekan dengan Cara di peluk membuat kepalanya semakin terbenam di Dua gunung lembut tersebut.

"A-Anastasia-chan!" ucap Naruto sambil memaksa kepalanya untuk keluar dari gumpalan yang mengundang Nafsu kaum Hawa.

Setelah terbebas, Naruto pun menatap Anastasia, Mata Naruto sedikit melebar karena Anastasia saat ini menatap dirinya sayu dengan wajah merona.

"A- Anastasia-chan?" panggil Naruto tergagap, 'Ga- Gawat, Ada apa ini? Kenapa dia menjadi seperti ini?' lanjut Naruto Dalam batin.

"Ha`i Naru-kun~?" balas Anastasia dengan nada seksual membuat Naruto berkeringat dingin sambil meneguk ludahnya. "Ma- Maaf jika aku bertanya begini. Ka-Kamu… kenapa? Ba-Bagaimana bisa kamu seperti inhmmph~"

Pertanyaan Naruto terhenti karena Anastasia menarik kerahnya Dan menciumnya dengan liar seperti di kuasai Hawa Nafsu yang besar, Naruto yang tidak bisa bergerak hanya bisa mengikuti alur yang di buat Anastasia hingga puas.

"Hmmphnnn~ Umhnnn~ Auhmnn~," lenguh mereka berdua sambil saling bersilat lidah.

"Fuahh~" lenguh Naruto ketika ciuman mereka terlepas, Naruto mengatur nafasnya yang terengah-engah, 'A-Apaan itu tadi?! Ciumannya berbeda dari biasanya?!' teriak Naruto Dalam batin.

"Mou~ mau berapa lama lagi kau membuat kami seperti ini Naru-kun?" Tanya Anastasia membuat Naruto yang mengatur nafasnya kebingungan.

"Ha- Hah?!

"Aku sudah Tak tahan lagi, Naru-kun~," ucap Anastasia sambil menarik dagu Naruto lalu membisikkan sesuatu yang membuat Jantung Naruto berdetak cepat di sertai rasa panik.

"Mari, Kita membuat keturunan?"

"Hehh?!" teriak Naruto 'Membuat keturunan?! Jangan bercanda?! Aku masih belum mau membuat keturunan?!' lanjut Naruto Dalam batin.

'Sial?! Aku harus melarikan diri Dan meminta bantuan yang lain?!' batin Naruto sambil bergerak gelisah berusaha melepaskan diri dari bayangan Hitam yang melilit di tubuhnya.

"Ara~… jadi kau di sini Ana-chan~" Naruto yang mendengar suara Scathach membinar lalu menoleh sumber suara namun harapan Naruto lenyap karena saat ini.

Para Servant, Kiyohime, Asia, Kurumi, Dan Aiz yang memiliki tatapan yang persis dengan Anastasia. 'Tidakkk!' Batin Naruto semakin bergerak gelisah.

'A-Aku harus bisa menyelamatkan dirimu saat ini!' batin Naruto semakin panik ketika melihat mereka mulai mengelilinginya. "Mou~ Ana-chan, kau merebut Naru-kun seenaknya saja, dasar jahat~!" ucap Scathach sambil memeluknya kepala Naruto hingga terbenam di Dua gunungnya.

"Jarinya nii-chan~" gumam Asia menggenggam jari Naruto Dan menatapnya dengan tatapan sayu. "A-Asia-chan! A-Apa yang terjadi Ugh!" pertanyaan Naruto terhenti karena dirinya harus melenguh ketika jari-jarinya merasakan sesuatu yang lembab Dan hangat.

Bahkan dirinya bisa merasakan benda lunak yang bergerak di jarinya membuat wajah Naruto semakin memerah. "Fufu~ Mari Kita mulai, Naru-kun~," ucap Musashi sambil menggerakkan tangannya ke arena intim Naruto.

Brak!

Tanah di bawah mereka pun seketika berdiri membentuk Rumah, Naruto yang melihat itu bergetar, dirinya ingin mints tolong namun sayang…

Bum!

Tanah tersebut telah menyatu menjadi sebuah Rumah yang mengurung Naruto serta yang lain di dalamnya.

.

Twelve King Dragon Place

.

Wush! Tap!

Sementara itu di tempat 12 Raja Naga, mereka Tengah tidur di tempat mereka masing-masing dengan danau di Tengah posisi mereka. Lebih jelasnya, posisi mereka memutari sebuah danau. Naga Merah yang merasakan Ada yang datang terbangun lalu melirik siapa yang datang Dan dia bisa melihat Irisviel datang bersama Yasaka dan Charlotte

"Sepertinya Kalian masih memulihkan tenaga kalian, Ya?" tanya Charlotte membuat Naga Merah memejamkan matanya kembali. ["Begitulah, Energi yang di serap senjatanya cukup banyak jadi kami Harus memulihkan a untuk melatihnya besok,"] jawab Naga Merah.

"Apa Anda yakin dengan Hal ini, Katoueryuuga?" tanya Yasaka sambil melipat tangannya di dada. ["Bukankah kau partnernya? Kalian harusnya senang Partner kalian di latih oleh kami, Yasaka,"] jawab Naga Merah bernama Katoueryuuga.

"Maafkan atas tingkahnya, Katoueryuuga-sama. Sifat Tsunderenya itu memang menyusahkan," ucap Charlotte meminta maaf membuat Alis Yasaka berkedut.

["Kami melatihnya karena keinginan kami sendiri, kami bisa melihat sebuah potensi terhadap dirinya yang bisa mengubah Dunia in,"] ujar Naga biru ikut berbicara.

"Shoutoryuuga, maaf jika kami membangunkan Anda," ucap Charlotte meminta maaf Kepada Naga Biru bernama Shoutoryuuga.

["Bukan masalah, lagi Pula aku juga tertarik dengan Anak ini,"] balas Shoutoryuuga dengan lembut, ["3 Tahun yang lalu, dia melawanku dengan ide Dan kepintarannya yang membuatku terkejut, walau semua serangannya tidak berguna dia berhasil melukaiku sedikit, dengan Cara yang semakin membuatku terkejut,"] cerita Shoutoryuuga.

["Lalu dia kabur Dan mengucapkan terima kasih, jujur waktu itu aku tidak mengerti kenapa dia berterima kasih. Namun setelah bertemu lagi, akhirnya aku sadar kenapa dia berterima kasih."]

"Kenapa?" tanya Yasaka penasaran.

["Dirinya mendapatkan kekuatanmu untuk menjaga Apa yang dia Cintai, bahkan dia tidak pernah menggunakan kekuatanmu sembarangan, dia menggunakannya saat nyawanya terancam, Dan bagiku… itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia layak di latih,"] jawab Shoutoryuuga sambil tersenyum.

["Kau benar, waktu Kita tidak banyak… Kita akan menurunkan ajaran Kita pada Anak itu,"] timpal Katoueryuuga. Charlotte yang mendengar itu menyipitkan matanya, "Kalian… Jangan bilang?!"

"Tenangkan dirimu Charl-chan." Charlotte yang mendengar itu mengepalkan tangannya, "Jika pun aku Mati suatu saat nanti, kau adalah pewaris berikutnya," ujar Irisviel membuat Charlotte semakin terkejut.

"Jangan main-main Iri-chan?! Kau tidak boleh Mati?! Jika kau Mati keseimbangan para Naga akan kacau?! Dan Segel dari Naga 'itu' akan melonggar?!" teriak Charlotte sambil mencengkeram bahu Irisviel.

Irisviel yang bisa melihat kekhawatiran Charlotte tersenyum lalu melepaskan cengkeraman Charlotte dengan lembut lalu memeluknya.

"Tenangkan dirimu, Charl-chan… aku tidak tahu takdir seperti apa yang aku dapat dari Kami-sama, begitu pun denganmu." Charlotte yang mendengar itu menangis Dan memeluk Irisviel dengan erat.

Yasaka yang melihat itu menghela nafasnya lalu merubah wujudnya menjadi Kurama, jika dia tidur Dalam wujud Manusia di tempat yang di penuhi hamparan rumput itu akan sangat menganggunya.

["Apa kau tidak khawatir sedikitpun?"] Kurama yang di tanyai oleh Katoueryuuga melirik sesaat lalu membaringkan tubuhnya. ["Entahlah,"] jawab Kurama lalu memejamkan matanya.

Deg!

Naga Hitam yaitu Kuroingryuu seketiks tersentak ketika merasakan energi gelap sesaat, Dirinya tahu itu dari Naruto namun dirinya malas until bangun karena Energi gelap it hanya sesaat, dia berpikir mungkin besok dirinya bisa menanyakannya.

.

.

~Naruto : The Dragon Future~

.

.

Minato Place

Sabtu, 15 Desember 2090

06.00 AM.

.

Di pagi yang indah di kediaman Minato, tampak Julis telah terbangun dari tidurnya Dan Melakukan beberapa pemanasan di pagi yang indah agar tubuhnya tetap sehat. Namun kegiatannnya Harus terhenti dengan wajah terkejut ketika melihat Naruto berjalan dengan beberapa tanda di tubuhnya sambil membawa para Servant, Asia, Kurumi, Kiyohime dan Aiz dengan Holograms.

"Etto… Danchou…"

"Jangan di tanya… Dan aku masih perjaka," potong Naruto lalu berjalan melewati Julis menuju danau di samping Julis karena kebutulan di dekat kediaman Minato terdapat danau. Namun Danau jika Harus Ke Danau tersebut kau Harus turun dari tebing terdahulu.

"E-Eh?! Apa maksudnya?!" namun sayang Naruto langsung menyeburkan dirinya ke danau, sementara para Hologram meletakkan Para Servant, Kiyohime, Kurumi, Asia, Dan Aiz di bawah lalu menghilang dengan sendirinya.

Kriet~

"Nyaawwhhn~" Julis yang mendengar suara pintu di buka menoleh Dan dia melihat Koneko berjalan keluar sambil menguap layaknya Kucing.

"Ohayou, Koneko-chan!" Sapa Julis, Koneko yang di Sapa mengangguk pelan lalu menatap sekitarnya seperti mencari sesuatu. "Umn? Aku rasa aku mendengar suara Danchou tadi?" tanya Koneko.

"Oh… di terjun ke Sana setelah datang dengan mereka," jawab Julis menunjuk arah Ke Mana Naruto pergi lalu menunjuk para Servant, Asia, Kurumi, Aiz dan Kiyohime yang masih tertidur, "Dan dia bilang dirinya masih perjaka," lanjut Julis membuat kesadaran Koneko langsung bangkit.

"A- Apa?!"

"Ya… mungkin saja mereka menyerang Danchou kemarin… namun sepertinya Danchou berhasil menahan mereka dengan Cara membuat mereka pingsan… mungkin," ujar Julis sambil memperkirakan kejadian kemarin.

Koneko yang mendengar itu menatap para Servant, Kurumi, Asia, Aiz Dan Kiyohime yang tertidur, dirinya bisa melihat mereka tidur dengan lelap namun dirinya juga merasakan di tubuh mereka terdapat energi kegelapan yang sangat kecil.

Dirinya bisa asumsikan Naruto menggunakan energi kegelapan untuk membuat mereka pingsan, tapi saat kapan?

Kriet~

Anggota Naruto yang lain pun keluar bersamaan Dan mereka bisa melihat Julis Dan Koneko tengah berusaha membangunkan Para Servant, Kurumi, Aiz, Asia Dan Kiyohime yang tertidur di rerumputan.

"Huaam~, Julis, Koneko, apa yang sedang Kalian lakukan? Dan kenapa mereka tidur di sini?" tanya Kind penasaran.

"Soal itu…."

"Engghh~" penjelasan Julis terhenti ketika Asia melenguh Dan membuka matanya perlahan, Hal pertama yang Asia lihat adalah wajah Koneko yang sangat dekat dengan ekspresi datarnya.

"Ohayou," Sapa Koneko pelan membuat Asia tersentak dan langsung bangun, untungnya Koneko dengan refleks memundurkan kepalanya agar tidak terbentur.

"E- Eh?! Are?!" gumam Asia sambil menatap sekitarnya seperti orang kebingungan. "Ada apa Asia-chan? Kau tampak kebingungan?" tanya Saya membuat Asia mengerjapkan matanya sesaat lalu menyentuh kepalanya yang terasa sakit.

"Kau tidak Apa?" tanya Kirin khawatir, Asia yang mendengar itu mengangguk pelan. "Apa yang terjadi? Aku pergi mencari Nii-chan bersama yang lain namun saat di Tengah perjalanan… pikiranku langsung kosong, seolah aku terkena bius… sebenarnya apa yang terjadi…," gumam Asia bercerita mengenai apa yang terjadi padanya.

Semuanya pun saling bertatapan bingung Harus merespons seperti apa, Soalnya mereka tidak begitu mengetahui kalau Ada Naga yang bisa membius dan meningkatnya hasrat yang menyerang Naruto.

"Enghh~"beberapa Menit setelahnya yang lain pun mulai terbangun Dan Melakukan Hal yang sama seperti Asia, team Naruto yang melihat itu yakin setelahnya terkena bius sesuatu, mereka melupakan kejadian atau tidak mengingat kejadian yang mereka lakukan.

Swush! Tap!

Team Naruto yang mendengar suara angin menoleh ke number suara Dan mereka bisa melihat Naruto melompat tinggi Dan mendarat beberapa meter di samping mereka.

"Ohayou Danchou-sama!" Sapa Kiba sedikit berteriak membuat Alis Naruto sedikit berkedut. "Panggil aku seperti biasa saja Kiba, atau aku akan memberinya ketakutan dengan energi gelap dari Kuroingryuu!" ancam Naruto membuat Kiba sedikit berkeringat dingin.

"E- Eh?! T- Tapi kau sudah…"

"Belum… masih belum," potong Naruto dengan menekan setiap katanya semakin membuat Kiba berkeringat dingin. "A- Ah? Ha'i Gomenasai," balas Kiba meminta maaf.

Tap! Tap!

Naruto pun berjalan mendekatinya Asia yang masih kebingungan, lalu merendahkan posisinya sambil menyentuh kening Asia. Asia sedikit tersentak ketika Naruto tiba-tiba di sampingnya dan menyentuh keningnya.

Mata Asia sedikit melebar ketika melihat beberapa tanda Merah di leher Naruto Dan wajah Naruto, dirinya yakin itu bukan Luka lebam atau sengatan nyamuk, tapi sesuatu yang lebih spesifik lagi.

"Sepertinya racun Shixehenryuu sudah menghilang ya," gumam Naruto dapat di dengar Asia. "Racun… Shixehenryuu?" tanya Asia.

"Naga yang memiliki bentuk seperti ular, Dan memiliki racun untuk meningkatnya Hasrat atau Nafsu orang atau Naga yang mereka gigit," jawab Naruto menjelaskan, "Mattaku, aku tidak menyangka akan Ada Naga itu di sini, Dan mengigit kalian."

Asia yang mendengar itu mencerna perkataan Naruto Dan beberapa detik berselang, wajah Asia langsung memerah karena berhasil menangkap arti perkataan Naruto.

Dengan kata lain, Luka Merah di leher Dan Wajah Naruto adalah hasil perbuatan mereka karena Nafsu mereka meningkat.

"Kau tadi bilang apa Naruto-kun? Kami terkena racun Naga?!" tanya Scathach yang sempat mendengar perkataan Naruto, para Servant yang telah terbangun mulai mengelilinginya Naruto begitu juga Kurumi, Aiz Dan Kiyohime.

"Ya, namun bukan racun mematikan, hanya racun yang meningkatnya Nafsu sex Kalian saja," jawab Naruto, "Dan tanda-tanda ini adalah hasil perbuatan Kalian, untung saja belum sampai 'Saling menyatu' karena aku menghentikan Kalian dengan membuat Kalian pingsan dengan energi kegelapan."

"Hehh~ Naru-kun tidak asik," gerutu BB pelan sambil memanyunkan bibirnya.

"Gomen Naru-kun, penyebabnya karena diriku. Aku dan yang lain ingin bertemu denganmu kemarin dengan aku yang memimpin jalan, namun siapa sangka kami terkena racun seperti itu," ucap Kurumi meminta maaf.

"Tidak apa, l-lagi Pula aku berhasil mencegah tingkah Kalian Sebelum 'Saling menyatu'," balas Naruto dengan wajah sedikit merona.

Wush! Tap!

Naruto yang merasakan Cao Cao datang pun mengangkat sedikit kepalanya dan benar Sana, Cao Cao datang bersama Teman-temannya di kawal dengan Dua Hologramnya.

Semua yang melihat Cao Cao langsung bangkit dan waspada, Naruto yang mengetahui semuanya masih belum mempercayai Cao Cao menghela nafasnya lalu berdiri kembali.

"Aku pikir kau seorang diri di sini ternyata Ada mereka juga di sini," gumam Cao Cao dapat di ndengar Naruto. "Maa~ banyak Hal yang terjadi," jawab Naruto sekenanya.

Bradamante yang melihat para Servant Konoha berkumpul terdiam, Musashi yang merasa di perhatikan melirik Bradamante. Merasa di lirik, Bradamante sedikit mengalihkan pandangannya agar menghindari kontak Mata.

"Apakah kau akan kembali sekarang?" tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Cao Cao. "Aku juga tidak bisa lama-lama di sini, apa lagi setelah melihat kewaspadaan mereka," jawab Cao Cao sambil menunjuk orang-orang di sekitar Naruto.

"Hahaha, benar juga," tawa Naruto lalu berjalan mendekati Cao Cao dan mengarahkan kepalan tangannya pads Cao Cao, "Ingat untuk apa yang aku katakan kemarin," ucap Naruto membuat orang di sekitar Naruto bingung.

"Ya, akan aku ingat," balas Cao Cao sambil tersenyum tipis.

.

Cao Cao pun berjalan keluar bersamaan Teamnya dengan di kawal Dua Hologram Naruto hingga bisa keluar dari tempat Whellgon.

Naruto yang sudah tidak melihat Cao Cao Dan teamnya pun berbalik, namun betapa terkejutnya dia di hadang oleh semuanya seolah meminta penjelasan.

"Jadi, Naru-kun. Sebenarnya apa maksudnya dari 'ingat yang aku katakan kemarin'? Apa kau merencanakan sesuatu dengannya?" tanya Arthuria meminta penjelasan, Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya lalu menggaruk tengkuknya yang tidal gatal.

"Bisa di bilang rencana untuk si Tua Bangka," jawab Naruto. "Rencana apa?" Tanya Arthuria kembali.

"kalian tidak perlu mengetahuinya," jawaban Naruto membuat Arthuria mengembungkan pipinya menahan kesal karena tidak di beritahu.

Kriet~

"Ohayou Minna!" Sapa Asuna yang keluar dari kediaman Minato, semua yang mendengar sapaan Asuna pun membalasnya bersama Kecuali Naruto yang hanya diam saja.

"Ayo semua, Kita Ke Dalam dan Sarapan bersama, Aku Dan Sara sudah menyiapkannya untuk Kalian," ajak Asuna dengan sopan.

Semua yang mendengar itu pun melangkah masuk ke kediaman Minato kecuali Naruto dan Kiyohime yang masih berdiri di luar, Asia dan Asuna yang menyadari itu pun mendekati Naruto yang masih diam di tempat.

"Nii-chan…"

"Kalian sarapanlah tanpaku, aku akan mencari Sarapan lain bersama Kiyohime," potong Naruto, Kiyohime yang mendengar itu pun membinar. Baginya ini adalah waktu yang tepat untuk berduaan dengan masternya.

Asia yang bisa melihat itu dari wajah Kiyohime terdiam dengan Alis berkedut. Tidak mau Hal itu terjadi, Asia langsung memeluk lengan Naruto Dan menatap tajam Kiyohime.

"Kalau begitu aku ikut!" ucap Asia tegas membuat Kiyohime menatap Asia tajam. "Heh~ bukankah sebaiknya kau…"

Perkataan Naruto terhenti ketika Kiyohime ikut memeluk lengannya lagi satu. "Menjauhlah dari Master!" Asia yang mendengar itu semakin mengeratkan pelukannya, "Kaulah yang harusnya menjauhi Nii-chan!"

Naruto yang mendengar perdebatan Asia Dan Kiyohime hanya bisa diam dengan alis berkedut, dirinya ingin memarahi mereka tapi Mana mungkin dia lakukan.

Swush! Tap!

Perdebatan Asia Dan Kiyohime terhenti ketika Melihat Charlotte datang bersama Yasaka di sampingnya, Naruto yang melihat kedatangan mereka menghela nafasnya.

Dirinya bisa menebak kenapa mereka di sini, tapi… haruskah secepat ini?

"Ohayou, Naruto-kun. Apakah kau sudah siap?" tanya Charlotte. "Belum, Aku bahkan belum Sarapan sedikit pun," balas Naruto sambil berkecak pinggang.

Kriet~

"Naruto-kun!" panggil Tohka keluar dari kediaman Minato sambil membawa Makanan ke arah Naruto. "O- Oi, K- Kau! Jangan berlari sambil makan!" bentak Naruto.

"Ghmph!" seketika Naruto Harus terkejut ketika Tohka menyumpal mulutnya dengan Makanan yang dia bawa, "Sebaiknya kau Sarapan dulu baka! Kau sudah melewati masa-masa sulit kemarin bukan?" ucap Tohka dengan suara kecil.

Naruto yang mendengar itu merona tipis lalu mengunyah Makanan yang di masukkan ke mulutnya, Asia Dan Kiyohime yang melihat itu cemberut, mereka merasa Tohka mendahului mereka.

Tohka pun terus menyuapi Naruto hingga Makanan yang di bawanya habis, merasa sudah Naruto puen air yang di bawa Tohka hingga habis lalu menepuk pelan kepala Tohka, Asia Dan Kiyohime.

"Kalian tetaplah di sini Dan tunggu yang lain, aku akan bertemu dengan 12 Raja Naga Dan Irisviel-sama terlebih dahulu," ucap Naruto lalu membuat sayap dari darah Dan terbang Ke tempat 12 Raja Naga bersama Charlotte Dan Yasaka.

.

12 Dragon King Place

.

Swush! Tap!

Beberapa Menit terbang, Naruto, Yasaka Dan Charlotte pun sampai di tempat 12 Raja Naga. Naruto yang telah sampai pun menatap 12 tempat Raja Naga yang kosong.

["Jadi kau sudah datang, Uzumaki Naruto?"] Naruto yang mendengar suara Whellgon menoleh ke number suara.

Bwush!

Naruto seketika Harus terkejut ketika Danau di Tengah tempat 12 Raja Naga keluar Whellgon dan menatap ke arah Naruto dengan Mata merahnya.

Bwush! Swush! Krtektek!

Di tempat 12 Raja Naga pun terjadi sesuatu seperti tempat Raja Naga Api muncul Kobaran Api yang besar, Air di bawah Whellgon yang keluar Dalam bentuk ular lalu berputar di tempat Raja Naga Air, tempat Raja Naga Pohon mulai tumbuh Kayu-Kayu yang menyatu, Tempat Raja Naga Metal mulai tumbuh Metal, Tempat Raja Naga Tanah yang mulai berlubang, Langit-langit di atas Tempat Raja Naga Petir mulai muncul Kilat dan seterusnya berdasarkan element mereka.

Wussh!

Semua kejadian itu pun seketika sirna di gantikan kemunculan 12 Raja Naga. Naruto yang melihat 12 Raja Naga dan Whellgon telah berkumpul terkagum, Cara kemunculan mereka benar-benar memukaunya.

["Yo! Anak muda! Apa kau sudah siap belajar dengan kami?"] tanya Raja Naga Tanah Dan di jawab anggukan oleh Naruto. "Aku selalu siap, tapi Sebelum memulainya, izinkan aku untuk bertanya pada kalian, bolehkah?" Jawab Naruto lalu bertanya balik.

["Tentu, Apa yang ingin kau tanyakan?"] tanya Raja Naga Partikel. "Aku akan di latih oleh Kalian bukan? Apakah tidak terlalu berat melatih Satu orang dengan gurunya 13 Raja Naga?"

["Memang benar, tapi dengan menggunakan Cloning yaitu Kagebunoe mu, kau bisa mendapatkan pengetahuan dari Cloningmu jika sudah hilang, contohnya… Cloningmu aku ajarkan Cara memanipulasi angin otomatis pengetahuan yang aku ajarkan akan di milikinya dam setelah Cloningmu hilang pengetahuannya tadi akan masuk ke diri yang Asli,"] jawab Naga Angin lalu memberi usul pada Naruto.

"Dengan kata lain… Aku akan berlatih dengan Kalian dalam keadaan terpisah bukan?" tebak Naruto. ["Benar sekali,"] jawab Naga Petir.

Naruto yang mendengar itu menyentuh dagunya berpikir, ["Jika kau bertanya kenapa seperti itu karena Habitat Naga di sini terpisah, Dan kau Pasti tahu… Cara mengendalikan Naga tidaklah sama karena banyaknya spesies mereka,"] ujar Naga Lava membuat Naruto paham.

"Huft~ baiklah akan aku lakukan," ucap Naruto lalu menyatukan ke dua tangannya, ["Kagebunoe!"]

Boft! Boft!

Di sekitar Naruto seketika muncul 12 kumpulan asap yang memperlihatkan Duplikat Naruto, Naruto Asli yang melihat berhasil tersenyum.

'Walau aku tidak pernah menggunakan jurus ini, tapi membuat 12 Duplikat diriku sudah cukup bagus,' batin Naruto, "Yosh! Masing-masing dari Kalian ikutikah 12 Raja Naga, aku akan mengikuti Whellgon," perintah Naruto pada dirinya yang lain.

12 Duplikat Naruto pun masing-masing mengikuti Satu Raja Naga lalu pergi ke habitat element mereka menyisakan Naruto bersama Whellgon, Charlotte dan Yasaka.

"Jadi… Apa kita akan berlatih di sini atau dimana?" tanya Naruto penasaran. ["Sebelum itu, ikutlah denganku… Ada yang kau Harus pelajari terlebih dahulu,"] ajak Whellgon lalu mengepakkan Empat Sayapnya menuju suatu tempat.

"Pergilah Naruto-kun, kami akan menyusul bersama yang lain."

Naruto yang mendengar itu pun memunculkan Sayap dari darahnya lalu terbang menyusul Whellgon, meninggalkan Charlotte dan Yasaka

.

Other Place

.

Swush! Buumm!

Beberapa Menit berselang akhirnya Whellgon dan Naruto pun sampai di tempat tujuan. Tempat tujuan mereka adalah di tebing Es paling tinggi di tempat Whellgon.

["Lihatlah di Sana,"] perintah Whellgon sambil memandang habitat para Naga yang Ada di tempat besarnya. Naruto yang mendengar itu pun juga menatap apa yang di lihat Whellgon.

["Ini adalah habitat yang aku buat untuk mereka, mereka yang tidak ada tempat tinggal aku panggil kemari Dan aku beri mereka tempat tinggal, begitu juga dengan naga-naga yang sudah hampir hilang populasinya, aku memanggil mereka dan aku beri mereka tempat tinggal,"] ucap Whellgon, Naruto yang mendengar itu hanya diam Dan mendengarkan apa yang akan di Ucapkan oleh Whellgon.

["Naruto, kau Pasti sudah mengetahui seluruh jenis Naga bukan?"] tanya Whellgon, Naruto yang mendengar itu mengangguk. "Saking banyaknya itu membuatku pusing, belum lagi pembagian dari Satu jenisnya, itu benar-benar membuat kepalaku sakit," jawab Naruto membuat Whellgon terkekeh.

["Beberapa Populasi Naga tinggal sedikit, maka dari itu aku memanggil mereka semua ke tempat ini untuk memilah mereka. Bagi kumpulan Naga yang tinggal sedikit aku akan memerintahkan mereka untuk di sini dan jika Ada Populasi Naga yang banyak maka aku akan mengirim mereka keluar,"] ucap Whellgon kembali bercerita.

["Namun Dunia tetaplah mengerikan, tidak ada kata tidak mengerikan di Dunia ini. Beberapa Manusia membunuh Naga-naga untuk kepentingan mereka sendiri, bahkan mereka Tak segan-segan menggunakan Cara kasar!"] Naruto yang bisa melihat kemarahan Whellgon hanya diam.

Dirinya tidak bisa menyangkal Hal itu.

["Naruto… kau bukan orang seperti itu bukan?"]

Naruto yang di tanyai seperti itu menghela nafasnya. "Jujur, aku memang sempat membunuh beberapa Naga dengan senjataku, tapi itu untuk melindungi diriku, bukankah aku sudah menceritakannya? Maka dari itu aku ingin berlatih mengendalikan para Naga tanpa harus membunuh mereka," jawab Naruto dengan tenang namun tegas.

Whellgon yang mendengar itu melirik Naruto lalu menatap ke depan dengan tatapan tajam.

["GROOOAAAAR!"] Naruto seketika terkejut ketika Whellgon berteriak dengan keras, dirinya tidak tahu apa tujuan dari Whellgon namun firasatnya tidak enak saat dia berteriak.

Boom!

Naruto yang melihat ledakan di depan tersentak dan dia bisa melihat Naga seperti T-Rex berlari dengan cepat Ke arah Mereka. ["Karena aku belum mempercayaimu, kau harus bisa menghentikan Althubigon itu sebelum memangsa Anak-anak Ohuzuryuu di bawah,"] ucap Whellgon membuat Naruto terkejut Dan langsung menatap ke bawah di Mana terdapat Anak-Anak Naga Ohuzuryuu.

Naga Ohuzuryuu adalah spesies Naga yang bercampur dengan Unta, mereka memiliki element angin dan habitat mereka kebanyakan di Kota Sunagaku. Ukuran mereka hanya 2 meter bisa di bilang setinggi Manusia biasa Dan mereka tidak bisa terbang

Lalu, Althubigon. Mereka adalah adalah spesies Naga yang bercampur dengan makhluk purba, bisa di bilang Saturday spesies dengan Naga Shino yang bercampur dengan serangga. Ukuran Naga ini sekitar 9 Meter, dia memiliki element Lava Dan berada di Kota Iwagaku.

"K- Kau Gila! Hentikan Althubigon itu sekarang?!"

["Maaf, bukan aku yang Harus menghentikannya tapi dirimu,"] Naruto yang mendengar itu mendecih dan tanpa banyak bicara langsung melompat ke bawah.

"Kau yakin dengan Hal ini?" tanya Yasaka ketika Naruto sudah tidak ada. ["Tentu saja, aku ingin melihat apakah dia sama seperti Manusia yang membunuh para Naga dengan sembarangan atau tidak,"] jawab Whellgon

Tap! Bzit! Swush!

Kaki Naruto pun menyentuh tebing di bawahnya lalu mengalirkan tubuhnya dengan petir Dan menghilang dengan cepat dari Sana.

["Setsutouzuki : Doto : Louchihakuzen!"]

Wush! Boom!

Dengan kecepatannya, Naruto pun menghantam tanah dengan sangat keras hingga membuat tempat anak-anak Ohuzuryuu Naik ke atas.

Sret!

Bugh! Blaaar!

Setelah membuat tempat anak-anak Ohuzuryuu di atas, Naruto mengepalkan tangannya lalu memukul udara kosong hingga membuat ledakan angin yang mendorong Naga Althubigon terseret ke belakang.

Sret! Bzit!

Naruto yang berhasil mendorong Althubigon mengaliri tubuhnya dengan petir lalu melesat ke arah Naga tersebut dengan cepat.

Sret! Bugh! Blaaar!

Setelah di dekatnya Naruto kembali memukul udara kosong Dan kembali membuat ledakan angin yang mendorong Althubigon ke belakang kembali.

Sret! Wush! Bugh! Blaaar!

Berhasil membuat Althubigon menjauh, Naruto pun melompat ke belakang Dan memukul tanah di bawahnya hingga bergetar membentuk Senjata meriam dari tanah.

Blaar! Blaar!

Tanah di sekitar Naruto pun menyatu Dan membentuk 5 meriam dengan 3 Laras yang saling mengelilingi tempat anak-anak Ohuzuryuu.

Merasa kurang pelindung Naruto membuat Dua Cloning yang masing-masing memegang Midrocemon, Naruto yang melihat Althubigon kembali bangkit bersiaga.

'Aku hanya perlu menghentikannya bukan? Kalau begitu aku akan memberikannya ini!' batin Naruto lalu memukul udara kosong berkali-kali.

Boom! Boom! Boom!

Lima meriam dari tanah itu pun menembakkan Bola dari tanah ke arah Althubigon secara berturut-turut. Merasa sudah Naruto Asli melompat lalu menepuk tanah di bawahnya dengan keras ["Ketsuzueki : Byuga!"]

Swush! Blaar!

Naga Althubigon yang melihat bola-bola meriam tanah yang di layangkan Naruto langsung mengibaskan ekornya hingga menghancurkan bola-bola tanah tersebut.

"Hikke! Redurora!" teriak Dua Cloning Naruto mengayunkan senjata mereka hingga berubah menjadi Redurora.

Blaar! Boom! Greek!

Dari bawah seketika muncul Tangan dari darah yang mengunci gerakan Althubigon Dan kembali di kunci oleh Dua Redurora yang menggigit beberapa bagian tubuh Althubigon.

[" Weapon Watch : Iron Maiden!"] teriak Naruto dengan keras.

Srush~ Trank!

Seketika di sekitar Althubigon muncul kepingan Hologram yang langsung membentuk sebuah penjara dengan Duri di sekitarnya, Naruto yang berhasil menghentikan Naga tersebut menghela nafasnya.

Bhatsh! Wush!

Merasa sudah selesai, Naruto memunculkan Sayap dari darahnya lalu terbang menuju tempat Whellgon, Yasaka dan Charlotte.

Wush! Tap!

"Apa maksudnya tadi Whellgon?! Kau hampir membunuh anak Naga yang tidak bersalah?!" tanya Naruto ketika sudah sampai, Charlotte yang melihat Naruto emosi mendekati Naruto untuk meredakan emosi Naruto.

"Jangan emosi seperti itu Naruto, Tenangkan dirimu. Kau sedang berlatih sekarang," ucap Charlotte. "Tapi…"

["Aku hanya ingin mengetesmu saja, karena aku masih belum percaya pada Manusia sedikitpun, terkecuali Minato dan yang lainnya… mereka sudah lama di sini Dan mereka tidak sedikitpun menyakit Naga-naga di sini. Itu lah yang membuatku percaya pada mereka,"] jelas Whellgon membuat Naruto memdecih.

"Jika kau ingin mengujiku, jangan korbankan Anak Naga yang tidak bersalah!" balas Naruto sambil menunjuk Whellgon pertanda masih kesal. ["Di Dunia ini selalu Ada namanya Korban, di Mana Ada Korban Pasti Ada yang menyerang dan untuk mengatasi ya Harus Ada yang mencegahnya… kau harusnya tahu itu."]

"Tsk!" decih Naruto, "Tapi jangan gunakan mereka lagi, aku tidak suka itu," lanjut Naruto masih kesal.

["Aku tidak janji, tapi Aku akan Coba Cari metode lain,"] balas Whellgon, ["Bicara soal Cara lain, apa kau tahu kalau untuk menjinakkan para Naga memiliki Cara berbeda?"]

"Benarkah? Yang di ajarkan oleh guruku hanyalah mengarahkan tangan Kalian pada Naga di hadapan Kita Dan tatap Mata sang Naga dengan lembut agar mereka jinak terhadap Kita," balas Naruto sambil mengingat metode saat dia Sekolah.

["Kheh! Metode seperti itu Justru akan membuat Naga-naga merasa terancam, tapi aku cukup terkejut kalau metode itu berhasil pada beberapa orang, mungkin karena Aura mereka."]

"Memang itu mempengaruhi?" tanya Naruto yang baru mengetahuinya. "Tentu saja baka, Kami para Naga memilih partner berdasarkan Sifat, Aura, dan kemampuan Partner kami, kemungkinannya dulu 3 dasar itu belum kau miliki yang membuat kau tidak memiliki partner Naga," jawab Yasaka membuat Naruto menggumam pelan.

"Tapi sekarang kau sudah memiliki 3 dasar itu, Naruto-kun. Make dari itu kami menjadi partnermu, aku memilihmu berdasarkan Sifatmu, dan Auramu, sementara Yasaka memilihmu karena kemampuanmu, dan Ki-chan memilihmu berdasarkan ke tiganya, jadi kau tidal perlu bersedih lagi karena tidak memiliki partner," timpal Charlotte membuat Naruto termenung.

"Hah~ tapi ini mungkin kelewatan karena biasanya orang-orang Harus memiliki satu partner Naga, tapi aku memiliki 3 Partner Naga, keinginan lamaku mungkin terkabul, namun ini terlalu," gumam Naruto sambil tersenyum tipis. Charlotte yang mendengar itu ikut tersenyum.

["Master!"] Naruto yang mendengar suara Kiyohime menoleh dan dia melihat Kiyohime datang bersama yang lainnya, bahkan Minato, Kushina, Jiraiya, Asuna, Leafa, Ruko Dan Sara juga ikut ke tempatnya.

Wush! Blam!

Setelah sampai, Asia langsung berlari Ke arah Naruto dan memeluk Naruto dengan erat, Naruto yang di peluk bingung Harus bagaimana, karena mereka baru datang Dan langsung memeluknya.

"Kau tidak apa Nii-chan? Kami tadi mendengar suara teriakan yang sangat keras?" Naruto yang mendengar itu akhirnya paham lalu melirik Whellgon yang Ada di belakangnya. "Oh, tadi itu Whellgon. Jangan khawatir, tadi itu hanyalah test untukku," jawab Naruto.

"Test?" tanya Irina penasaran. Naruto pun memberi kode untuk melihat ke bawah, melihat kode itu pun melihat ke bawah Dan mereka bisa melihat Naga Althubigon yang di kunci oleh Dua Redurora, Iron Maiden dan Tangan dari darah.

"Test macam apa ini?" tanya Xenovia. "Aku Harus menghentikannya agar tidak membunuh Anak-anak Ohuzuryuu, karena ukurannya yang besar aku terpaksa Harus menggunakan itu," jawab Naruto.

"Hah~ untunglah kalau begitu, aku pikir terjadi sesuatu denganmu," ucap Scathach bersyukur karena Naruto baik-baik saja.

"Irisviel-sama! Bukankah tadi itu berlebihan?!" tanya Kushina dengan raut wajah Khawatir. ["Ini adalah test untuknya, bukankah Kalian juga melewati test seperti ini, jadi tenangkan dirimu,"] balas Whellgon membuat Kushina menundukkan kepalanya.

Naruto yang melihat Kushina menundukkan kepalanya menghela nafasnya. "Jangan khawatir, Kushina-sama. Aku pasti bisa melewati test dari Whellgon, terima kasih sudah mengkhawatirkanku," ucap Naruto lalu menatap yang lainnya, "Kalian sebaiknya menonton saja, aku tidak ingin Ada yang mengganggu latihanku."

Setelah mengatakan itu, Naruto menatap Whellgon dengan tatapan serius, Whellgon yang melihat tatapan serious Naruto menyeringai.

["Baiklah, Mari Kita lanjutkan latihan Kita,"] ucap Whellgon.

["GROOOOAAAAARRR!"]

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Latihan seperti apa yang akan Kita lakukan?"

["Berdirilah di Lantai Lotus itu!"]

"Ini permintaanmu, Danzo,"

"Tsk! Sungguh merepotkan!"

.

Selanjutnya di Chapter 45 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Earth

.

Note : Yo! Kembali up nih.

Maaf lama, ini karena data cerita in sempat hilang saat di pertengahan. Mau gak mau aku Harus mengetiknya kembali, terserah kalian mau mengatakan aku munafik tapi satu hal yang perlu Kalian Ingat.

Jika Kalian mengetik sesuatu Dan itu pun sudah panjang Dan jauh Dan tiba-tiba hilang. Kalian Pasti Harus mengetik ulang, Kalian juga Pasti akan mengeluarkan alasan yang sama jadi sadarlah terlebih dahulu baru berucap.

Lalu untuk cerita Kali ini, cukup banyak perbincangannya, awalnya sebagai bayaran karena lama up ingin tambahin lime dikit, tapi setelah di pikir semi lime Aja :v

Kemungkinan Up cerita berikutnya akan lebih lama lagi karena Saya juga lagi mencari metode bagus Dalam mengendalikan Naga, Maa~ walau sudah dapat beberapa tapi tetap kurang.

Lalu Iron Maiden? Haha, aku mengambil Satu jurus tersebut dari anime bagus Tahun ini, jujur bentuk dari Iron Maiden membuatku sangat tertarik.

Saa~ itu saja dariku, maaf jika lama Upnya sampai Ketemu di Fic Why Do You Like Me?. Jaa~ na~!

4kagiSetsu out