0%-100%
Power on!
Story starts!
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 45 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Earth
.
Hyotogaku
Westplace
Sabtu, 15 Desember 2090
10.00 AM
.
Habitat Whellgon, di bagi menjadi Dua Belas Bagian dengan masing-masing tempat terdapat Habitat yang di pegang oleh 12 Raja Naga.
Bagian Barat di pegang Oleh Raja Naga tanah yaitu [Doukuryuuga], dan Juga Naga Kegelapan yaitu [Kuroingryuu]. Berikutnya arah Barat laut di pegang oleh Raja Naga Metal yaitu [Kinzenkoryuu], Lalu Utara di pegang Oleh Raja Naga Angin yaitu [Fuutoiryuuga], sementara Timur Laut di pegang oleh Raja Naga Partikel yaitu [Jinkushiryuu].
Lalu Timur di Pegang oleh Raja Naga Air [Shoutoryuuga] serta Raja Naga Cahaya [Hikashuryuu]. Tenggara di pegang Oleh Raja Naga Petir yaitu [Raitokaryuuga] Dan Raja Naga Es yaitu [Hyokutenryuu], Selatan di pegang oleh Raja Naga Api yaitu [Katoeryuuga] dan Raja Naga Lava yaitu [Youhizenryuu], Barat Daya di pegang oleh Raja Naga Pohon yaitu [Mokusaryuu].
Dan di Tengah di Pegang pegang Oleh Irisviel yaitu Whellgon. Sekarang Kita mengarah ke arah Barat, tepatnya habitat Raja Naga Doukuryuuga. Habitat yang di pegang olehnya identik dengan berbatuan, berpasir dan tempat yang terbilang cukup gersang.
Bum! Bum!
Para Naga yang tinggal di habitat seperti itu seketika terbangun ketika mendengar suara langkah kaki yang cukup keras yang bahkan mampu membuat tanah di bawah mereka bergetar.
Dan yang menyebabkan Hal itu adalah Raja mereka yaitu Doukuryuuga berjalan menuju sebuah tempat bersama seseorang yang tak lain adalah Kagebunoe Naruto.
["Sudah 3 Tahun semenjak kejadian itu, kau semakin kuat Dan pintar ya, Naruto-kun,"] ucap Doukuryuuga dengan nada bersahabat, Naruto yang mendengar itu mengangguk pelan.
"Y-Ya… kalau tidak salah, pertemuan Kita di Mesir bukan?" balas Naruto dengan Kaku. ["Hahaha! Benar sekali, dan tidak perlu Canggung seperti itu, aku tidak mempermasalahkan kejadian waktu itu, justru au berterima kasih padamu karena waktu itu kau mengambil bagian dari tubuhku yang membuatku tidak terkendali,"] ujar Doukuryuuga sambil tersenyum.
"Jika di ingat, pertemuan Kita Di Mesir karena kau mengamuk tepat di dekat 3 Piramida Mesir, aku yang ingin kembali setelah mengantar Senjata pesanan Raja Mesir cukup terkejut karena kau mengamuk di Sana," balas Naruto sambil mengingat kejadian 3 Tahun lalu.
Saat Umur 15 Tahun, Naruto telah berkeliling Dunia bersama Jiraiya mengantar Setiap pesanan Senjata yang Ada di suluruh Dunia, kenapa Naruto yang di Ajak, karena pembuatnya adalah Dia, dan Cara, Konsep, Sistem mesin, semua yang data pesanan Senjata tersebut, Naruto yang memegang semuanya.
Jadi wajar, jika terjadi sesuatu yang tidak-tidak, Naruto bisa memperdulikan, Dan jika yang lain memegang sama saja Senjata akan di kembalikan Dan di perbaiki jadinya Dua Kali kerja.
Setelahnya bertemu Raja Mesir Dan menandatangani penerimaan Barang, Naruto berniat kembali seorang diri karena Jiraiya masih memiliki urusan bisnis dengan Raja Mesir. Namun sat kembali dia melihat Naga besar mengamuk di 3 Piramida Mesir.
Senjata berat belum di kerahkan Dan Warga telah berlari ketakutan menjauhi lokasi. Naruto yang memang selalu membawa perlengkapan dengan nekat menahan Sang Naga tersebut.
["Ya… untung saja aku tidak menghancurkan salah satu tempat kebanggan Mesir, mungkin jika itu hancur, aku sangat tidak cocok menjadi Raja Naga Tanah,"] balas Doukuryuuga dengan nada bersalah.
"Sebuah Naga Parasit yaitu Xhivenginryuu yang memiliki gigitan pengendali bagi siapa saja yang dia gigit, aku tidak menyangka Naga Parasit itu Ada di mesir, untung saja Naga itu telah di amankan jadi tidak Ada yang perlu di khawatirkan," ucap Naruto sambil membaca data Naga yang menyebabkan Doukuryuuga Mengamuk.
"Dia menggigitmu Dan mengendalikan Sistem saraf yang menyatu ke Otakmu lalu mengendalikan tubuhmu, Naga ini memiliki potensi buruk jadi Naga ini di amankan di penjara bawah tanah Konoha dan Amerika."
["Ya, aku berterima kasih untuk itu,"] ucap Doukuryuuga sambil tersenyum. "Jadi, latihan apa yang Akan kau ajarkan?" tanya Naruto sambil menatap Doukuryuuga.
["Sebelum memulainya, Ada baiknya Kita ke dasar. Tanah merupakan salah satu Unsur Element terkuat, kebanyakan memandang Element Tanah sangatlah lemah… tapi Tanah tidaklah seperti itu,"] ucap Doukuryuuga, Naruto yang mendengar perkataan Doukuryuuga termenung, memang benar kebanyakan orang lebih memandang Element Tanah sangat lemah jika di gunakan serangan karena Element Tanah…
["Element Tanah merupakan Unsur dari kesuburan, tidak Ada tanah tidak Ada tempat untuk hidup, tidak Ada Tanah tidak ada tempat untuk berpijak, Tidak Ada tanah maka tidak Ada Dunia. Tanah juga melambangkan perlindungan, bahkan element lain harus berlevel tinggi untuk menghancurkan tanah,"] jelas Doukuryuuga.
"Perlindungan dan Kesuburan ya… aku tidak bisa menyangkal itu karena aku juga setuju," gumam Naruto, "Jadi… kau ingin aku berlatih Dua Hal tersebut?".
["Seperti yang di harapkan dari orang yang menyelamatkanku. Itu benar… aku ingin kau berlatih Dua Hal tersebut, kau bisa Element Tanah bukan?"]
Naruto mengangguk. ["Kalau begitu Kita mulai latihannya,"] ucap Doukuryuuga sambil menghentikan langkahnya, Naruto yang melihatnya berhenti ikut berhenti Dan di depannya saat ini terdapat sebuah tempat berbentuk Lotus dengan di kelopak lotusnya terdapat tanam-tanaman yang subur sementara di Tengah Lotus terdapat danau yang berwarna biru cerah.
"Ini…"
["Ini adalah salah satu tempat yang di tumbuhi oleh tanaman, kau bisa menyebutnya Laguna karena hanya tempat in saja yang di penuhi tanaman,"] ucap Doukuryuuga sambil menatap sekitarnya yang di penuhi tanah-tanah Dan bebatuan.
Doukuryuuga pun kembali berjalan dan Naruto mengikutinya, Hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah Lantai berbentuk Lotus berukuran sangat besar.
["Berdirilah di lantai lotus itu."]
Naruto yang mendengar itu hanya menurut dan berdiri di Tengah Lotus, "Jadi, latihan seperti apa yang akan Kita jalani?" tanya Naruto.
["Aku ingin kau menyatu dengan tanah."]
Keheningan seketika tercipta ketika Doukuryuuga mengatakan itu "H-Hah?! Kau ingin aku mati?!" tanya Naruto dengan wajah terkejut.
["B-Bukan begitu?! Ma-Maksudku Yang menyatu dengan tanah adalah fisikmu?!"] jelas Doukuryuuga Hingga tergagap karena Naruto salah mengira bahwa menyatu dengan tanah sama seperti dirinya terkubur di Dalam tanah.
["Fisikmu masihlah lembek, jika Fisikmu Kuat seperti tanah tubuhmu akan kuat menerima serangan apa pun,"] ucap Doukuryuuga membuat Naruto mengerjapkan matanya pelan.
"Eh? Jadi Kita tidak latihan mengendalikan Naga?" tanya Naruto baru menyadari kalau latihan yang di jalaninya berbeda. ["Tidak, urusan mengendalikan di ajarkan Oleh Whellgon. Sementara Kita akan melakukan latihan Fisik, aku tidak tahu apa yang akan di ajarkan yang lainnya, tapi yang pasti itu adalah hadiah untukmu,"] jawab Doukuryuuga membuat Naruto menghela nafas kecewa.
Tapi mau bagaimana lagi, jika dirinya yang Asli menerimanya ya sudahlah~.
["Eh? M-Matte Koumi-chan, ja-jangan seenaknya begitu!"] Naruto yang mendengar itu mengangkat sebelah alisnya, 'Koumi-chan? Siapa?' batin Naruto.
Siing~
Tubuh Doukuryuuga seketika berbahaya dan menyusut menjadi kecil Dan berubah menjadi sosok wanita berambut putih, berwajah Manis dengan Mata berwarna Cokelat Dan memakai pakaian kimono berwarna Cokelat.
Naruto sempat terpaku ketika melihat perubahan Doukuryuuga, perempuan yang melihat Naruto terpaku melihat perusahaannya terkekeh pelan.
"Ada apa, Naruto-kun?" Naruto pun tersadar dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ti- Tidak… bukan Apa-apa…" balas Naruto sambil mengalihkan pandangannya.
"Fufu~ namaku Koumi, aku adalah Jiwa dari Dou-san, Salam Kenal. Uzumaki Naruto-kun," ucap perempuan bernama Koumi sambil membungkukkan badannya dengan sopan.
"O- Oh, Salam Kenal," balas Naruto ikut membungkukkan badannya. "Kali ini akulah yang akan melatihmu, jika Dou-san akan Mustahil karena ukurannya," ucap Koumi membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.
"Jangan bilang metode yang akan Kita lakukan adalah bertarung?" Koumi yang mendengar itu terkekeh pelan lalu mengangguk membenarkan jawaban Naruto.
"Jangan khawatirkan aku, walaupun aku perempuan Jiwa Dou-san Ada di tubuhku Dan tubuhku ini kuat sekali," ujar Koumi sambil mengarahkan tangan kanannya pada Naruto.
"Jika tidak percaya, cobalah pukul tanganku."
"E-Eh?!" kejut Naruto. "Ayo lakukan saja, tidak apa kok. Jika tanganku kesakitan itu bukan masalah," ucap Koumi membuat Naruto tampak ragu untuk melakukannya.
Sret! Bugh!
Setelah berpikir matang, Naruto pun melayangkan tinjunya pada lengan Koumi Dan seketika tubuh Naruto bergetar dan jatuh berlutut sambil memegang tangannya yang memerah.
'Itte-tte-tte, a- apaan itu… lengannya kuat sekali seperti Batu yang sangat keras.' batin Naruto.
"Benar bukan?" Tanya Koumi sambil tersenyum, "Setelah kau berhasil melewati latihan Ini, kau akan mendapatkan Fisik yang kuat, bahkan jurus Rank SS sekali pun tidak akan melukaimu."
Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya, itu terlalu kuat. Jurus Rank SS saja memiliki Kekuatan yang hampir bisa meratakan seperempat Kota Konoha dan itu masih bisa di tahan oleh fisik yang di miliki oleh Koumi.
BOOM! JGLEEEER!
Naruto seketika tersentak dan menatap ke sumber ledakan di Mana di sebelah tempat habitat Naga Tanah terdapat Dua energi gelap yang menjulang tinggi, dan di sebelah tenggara tampak Petir turun dengan cepat berkali-kali di berbagai tempat seperti menyambar sesuatu.
"Sepertinya Yai-san dan Ri-chan sudah serius ya," gumam Koumi dapat di dengar oleh Naruto, "Kalau begitu Kita juga harus memulai latihan Kita."
"Tsh! Jadi… Apakah Ada aturan di latihan Kali ini?" tanya Naruto sambil melemaskan tangannya masih merasa nyeri, walau Tangan kanannya berisikan tulang robot, tetap saja dia bisa merasakan sakit layaknya tulang Manusia biasa.
"Ah benar juga, kau tidak boleh menggunakan jurus lain selain element Tanah untuk melindungi dirimu, tidakboleh menggunakan element Tanah untuk menyerang, gunakan Fisikmu untuk menyerang, dan kau tidak boleh keluar dari lantai lotus itu," jawab Koumi membuat Naruto berpikir Apakah dirinya bisa.
Melakukan serangan tanpa keluar sedikitpun dari lantai lotus yang berukuran 3 meter, terdengar Mustahil. Apa lagi harus menggunakan fisik.
Karena kekuatan Fisiknya di perkuat oleh Jutsu Detroito, jika dia tidak menggunakan itu Fisiknya sangatlah lemah. Mungkin Dalam 3 menit dirinya sudah tepar.
"Etto… bolehkah aku menggunakan jurus memperkuat tenaga dan ototku?" tanya Naruto membuat Koumi menaikkan sebelah alisnya. "Jurus seperti apa itu?" tanya Koumi.
Naruto yang mendengar itu pun memasang kuda-kuda Dan mengambil nafas dalam-dalam.
Swush~
Perlahan dari Tangan Naruto keluar jaringan darah yang mulai menyatu' membungkukkan lengan Naruto dan mengeluarkan uap panas yang cukup banyak
["Setsutouzuki : Keteuzueki : Detroito!"] ucap Naruto lalu memasang posisi santai, "Hoho, jurus yang menganggumkan. Baiklah kau boleh menggunakannya, tapi aku peringatkan…" puji Koumi Dan menjeda ucapannya.
Sriing~
Kimono Koumi pun seketika berbahaya Dan berubah menjadi Baju Armor cokelat, "Jutsu Rank SS sekalipun tidak akan mempan untukku," lanjut Koumi sambil memasang posisi bertarung taijutsu begitu juga Naruto.
"Kalau begitu, Mulai!"
Wush!
Buagh!
.
Jepang.
Bawah Kota Konoha.
.
Sementara itu di bawah Kota Konoha, tampak sosok Pria Tengah duduk di kursinya dengan tenang sambil memejamkan matanya, beberapa detik setelahnya dia membuka matanya Dan dia melihat Empat orang datang ke arahnya sambil menyeret Seseorang yang menjadi incarannya.
"Kami sudah membawakan apa yang kau minta, Danzo!" ucap Seseorang sambil melempar orang yang dia seret ke arah Pria bernama Danzo.
"Tidak salah aku meminta bantuanmu, Cao Cao," gumamnya sambil menyeringai, Empat orang yang Tak lain adalah Cao Cao, Bradamante, Siegfried dan Georg hanya diam.
"Lalu apa Kalian membawa permintaanku?"
Cao Cao yang mendengar itu mengambil sesuatu di kantongnya lalu menunjukkannya pada Danzo. "Ini permintaanmu, Danzo," ucap Cao Cao menunjukkan The Saphire di tangannya.
"Tapi sebelum kami memberikannya, bisakah kau beritahu kami apa yang akan kau lakukan pada benda ini dan Uzumaki Naruto?" tanya Bradamante sambil menatap Naruto yang Dalam keadaan sekarat.
"Hm, pertanyaan yang bagus," gumam Danzo lalu berdiri dan berjalan ke arah Naruto. "Dia adalah dinding penghalang untuk kejahatan, dan aku akan menghancurkan dinding tersebut sekarang juga," lanjut Danzo sambil mengeluarkan Katana lalu menusuknya ke dada Naruto.
Cao Cao dan yang lain hanya diam melihat itu, mereka tidak bereaksi sedikitpun, Danzo yang senang karena Naruto mati mengarahkan tangannya pada Cao Cao.
"Sekarang… berikan padaku?" pinta Danzou.
"Dengan senang hati," ucap Cao Cao lalu melempar The Saphire ke arah Danzo.
Greb! BOOOM!
Begitu Danzo menangkap The Saphire, terjadi ledakan besar yang memenuhi ruang bawah tanah, namun untungnya sebuah Kekkai menahan ledakan agar tidak meluas. Jika it terjadi Bangunan di atas akan hancur dan turun ke bawah layaknya longsor.
.
Other Place
.
"Sepertinya sesuai rencana, Naruto ya, Cao Cao?" gumam Seseorang. "Begitulah, tapi rencananya cukup merepotkan juga," balas Seseorang yang Tak lain adalah Cao Cao.
Cao Cao Dan Teman-temannya saat ini terbang ke arah Barat, jika mereka di sini it artinya…
"Mengirim Kagebunoe untuk memberikan The Saphire untuk menjalankan rencana benar-benar ide Gila, untungnya saja tidak Ada yang tahu," gumam Bradamante mengingat perkataan Naruto mengenai rencana yang dia berikan.
.
Flashback on
.
"Dengar, aku ingin kalian mengirim Kagebunoe Kalian until memberikan The Saphire dan mayatku tentu mayatku ini adalah Hologram. Dengan Ada bukti Kalian berhasil, Danzo akan melupakan segalanya," ucap Naruto mengenai rencananya.
"beritahu Kagebunoe kalian until memasang Kekkai terlebih dahulu, usahakan Kekkai Yang kuat Dan berlapis 2, setelahnya beritahu mereka untuk menyeret mayat Hologramku agar tampak Kalian berhasil mengalahkanku."
"Jika berhasil terpancing usahakan dia menusuk mayatku, mayat Hologramku akan aku berikan data Asam agar melelehkan tanah di bawah mayatku Dan menguncinya, setelahnya salah Satu dari Kalian lempar The Saphire ke arahnya dan Boom! The Saphire akan meledak di tangannya."
"Lalu kenapa aku meminta memasang Kekkai? Akan gawat jika Kota Runtuh karena hanya ingin membunuh Satu orang."
"Sementara Kalian pergilah sejauh mungkin, aku sarankan Kalian pergi ke arah Barat, tepatnya Benua Eropa, Sweden. Di Sana Kalian akan Aman."
.
Flashback Off
.
"Sungguh, kenapa kita mengikuti perkataannya? Jika saja aku sadar waktu itu aku pasti akan membunuhnya," gumam Siegfried dengan perasaan kesal.
"Tidak Ada gunanya, kekuatannya di atas Kita. Selain itu kau harusnya berterima kasihlah padanya karena menyelamatkan nyawamu," balas Cao Cao membuat Siegfried mendecih.
"Sekarang pioritas utama Kita adalah bersembunyi, setelah Dragons Champions mencapai turnament baru Kita kembali ke Konoha," lanjut Cao Cao Dan di jawab anggukan yang lainnya.
"Baiklah!"
.
.
Konoha
Hyuuga Hinata Side
.
Sementara itu di Kota Konoha, tampak sosok perempuan berambut indigo saat ini Tengah berjalan dengan tenang sambil memeluk sebuah tas berisikan Kain dan benang Merah.
Sosok itu adalah Hyuuga Hinata, dia baru saja membeli Kain di sebuah toko Dan berniat kembali ke kediamannya.
'Sebentar lagi musim dingin dan Natal akan Tiba, sebaiknya aku membuat sesuatu yang menghangatkan tubuh untuk musim dingin,' batin Hinata. Mata Hinata secara Tak sengaja melihat jari manisnya yang terdapat cincin pertunangannya dengan Naruto.
Bayangkan Naruto seketika muncul di kepala Hinata membuat pipi Hinata merona tipis lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat, 'Ke- Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya!' batin Hinata.
"A- Aku tidak peduli dengannya… mau dia kedinginan aku tidak peduli," gumam Hinata, namun ingatan di mana Naruto peduli padanya dan memberikannya hadiah terlintas di kepalanya.
"U-Uhmmnn…" gumam Hinata sambil menatap benang Merah yang dia beli.
"Gh-Ghh… mungkin Syal sudah cukup untuknya."
.
Akame Side.
.
Sementara itu di posisi Akame, saat ini dia Tengah berbaring seperti mayat hidup karena tidak memiliki kegiatan sedikitpun, dia berniat bertemu Naruto namun dia tidak ada begitu juga Teamnya. Bahkan di radar miniature yang di buatkan oleh Naruto keberadaannya Naruto sama sekali tidak Ada.
"Hah~ bagaimana ini… ini sangat membosankan," hela Akame lalu memeluk bantalnya, "Kau di mana sih, Baka-Kiiroi."
Brak!
"Akame-chan!" teriak Kataerea tiba-tiba mendobrak pintu kediaman Akame. "Jika berkunjung ketuk pintu! Bukan di dobrak!" teriak Akame kesal Kareena seenaknya masuk, bahkan terbilang tidak sopan.
"Dari pada kau diam tidak jelas, sebaiknya kau menerima pekerjaan ini!" ucap Kataerea sambil memberikan secarik kertas pada Akame.
Akame yang mendengar itu menerima kertas itu dan membacanya, seketika wajah Akame memerah padam Hingga mengeluarkan asap, "Bagaimana? Itu pekerjaan yang cocok untukmu, bahkan kau bisa saja menggoda Naruto-san nanti," goda Kataerea membuat Akame meremas kertas di tangannya.
"SUDAH AKU BILANG JANGAN SANGKUT PAUTKAN DENGAN NARUTO-KUN!?"
.
.
Back To Hyotogaku
Naruto vs Koumi
.
Wush! Bugh! Swush! Sret!
Kembali ke Hyotogaku, tepatnya di habitat Element Tanah, tampak saat ini Naruto Dan Koumi saling beradu taijutsu dengan cepat.
Pukulam, tendangan, semua di layangkan oleh mereka berdua, namun Narutolah yang paling terdesak karena tidak boleh keluar dari lantai dengan bentuk lotus di bawahnya.
Dia bahkan tidak bisa menyerang melainkan hanya bisa bertahan, jika pun dia melayangkan serangan, semua berhasil di tahan oleh Koumi.
Blam! Bugh!
Secara bersamaan, Naruto dan Koumi melayangkan tinjunya mereka Hingga saling beradu, lalu membenturkan lengan atas mereka berusaha menyingkirkan lengan musuh mereka.
Swush! Blam!
Seolah memiliki pemikiran, Naruto dan Koumi memutar tubuh mereka sambil mengayunkan tinju lengan Kiri mereka, namun kembali… serangan mereka sama-sama berhasil di tahan.
"Hoho, boleh juga," puji Koumi. Naruto yang mendengar itu hanya diam sambil mengatur nafasnya, berkataan Doukuryuuga benar. Fisiknya masihlah lembek, Koumi bahkan tidak lelah sedikitpun setelah sekian lama Melakukan Taijutsu.
Padahal menggerakkan tubuh secara berlebihan dapat mempengaruhi fisik termasuk organ tubuh terutama Paru-paru. Saat Melakukan kegiatan yang mengharuskan tubuh bergerak cepat, Jantung akan berdetak lebih cepat dan pernafasan juga akan bekerja cepat.
Jika berlebihan, Sistem pernafasan akan berhenti dan menyebabkan kematian. Dirinya bahkan hampir mencapai batasnya, namun Koumi masih belum sampai batasnya.
"Ini masih belum berakhir lo, Kita lanjutkan!" ucap Koumi lalu memutar tubuhnya sambil mengarahkan tendangan pada wajah Naruto.
Swush!
Tanpa ketahuan, Naruto mengaktifkan Jikkannya untuk memperlambat waktu membuatnya bisa menghindari tendangan Koumi.
Tak! Blaaar!
Mendapat kesempatan, Naruto menghentakkan kedua tangannya di depan wajah Dan dari bawah muncul dinding tanah yang membuat Koumi melompat mundur untuk menjaga jarak jika terjadi serangan.
Sret! Blam! Blar! Blar!
Setelahnya membuat dinding, Naruto pun menggeser kaki kirinya kebelakang sambil mengarahkan pukulan Tangan kosong ke atas, lalu Melakukan Hal yang sama di arah yang lain.
Dan di luar lotus seketika muncul tiang-tiang tanah dari berbagai arah membuat Koumi bersiaga karena serangan yang di lakukan Naruto cukup aneh.
Sret! Greb! Wush!
Tidak membiarkan Naruto membuat serangan, Koumi mengepalkan tangannya dengan kuat lalu melesat ke arah dinding Naruto dengan cepat.
Wush! Blaaar!
Koumi yang tidak melihat Ada halangan pun mengarahkan pukulannya pada dinding Tanah Naruto Hingga hancur sebagian, Dan di Sana tidak Ada Naruto sama sekali.
Wush! Blaaar! Blaaar!
Seketika, Dua tiang tanah yang di buat Naruto bergerak Dan menghantam Koumi Hingga membuat Koumi sedikit terlempar karena tidak sempat membuat pertahanan.
Wush! Wush!
Koumi yang melihat tiang-tiang lain ke arahnya langsung Melakukan Teknik menghindar, dirinya bisa saja menghancurkan serangan Naruto, namun dirinya lebih memilih menghindar karena dirinya ingin mengetahui bagaimana Cara Naruto menyerangnya Dan Ada di Mana dia sekarang? Jika dia menemukannya dirinya bisa langsung menyerang Naruto dan mengalahkan Naruto dengan cepat tanpa harus membuang-buang energi.
Sret! Bhaths! Wush!
Namun semakin lama, serangan Naruto semakin cepat membuat Koumi memunculkan Sayapnya lalu terbang ke langit. Dan dari langit dia bisa melihat Naruto tengah Melakukan gerakkan break dance yang cepat Hingga gerakkannya berhenti dengan Dua kaki menyatu.
Blam! Blam! Blam!
Sret! Wush!
Tiang-tiang tanah yang bergerak secara liar seketika menyatu di bawah Koumi dan berikutnya Naruto menendang udara kosong ke arah aras membuat tiang-tiang tanahnya naik ke arah Koumi yang melayang di udara.
"Hoho, boleh juga!" puji Koumi sambil menyeringai kecil.
Deg!
BOOOM!
Sebelum tiang-tiang tanah Naruto menyentuh Koumi, Seketika terjadi ledakan besar yang menyapu bersih serangan Naruto.
Sret! Blam!
Naruto yang melihat serangannya di sapu bersih Melakukan salto lalu memukul tanah di bawahnya Hingga memunculkan Meriam tanah di sisi Kiri Dan kanannya dengan tiga Laras panjang.
Tap!
Koumi yang telah menghilangkan Jutsu Naruto pun memutuskan mendarat Dan menatap Naruto dengan tatapan tertarik, walau sudah kelelahan, Naruto masih mampun bertahan.
Sementara Naruto, dirinya mengatur nafasnya yang memburu karena tadi, dia memaksa Jantung dan pernafasannya, jika dia memaksa kembali bisa di pastikan dirinya akan menghilang Dan latihan Ini akan selesai.
"Lumayan juga, Naruto-kun. Walau pernafasanmu sudah mencapai batasnya, tadi kau masih bisa memberikan serangan, luar biasa."
Naruto yang mendengar itu tidak berekspresi sedikitpun karena baginya pujian itu bisa di dapatkan oleh siapapun, namun dirinya menghargai Hal tersebut.
"A-Aritgato, hah… Koumi-san.. hah…"
"Tapi kau sedikit melanggar aturanku, aku sudah bilang tidak boleh menyerang dengan element Tanah selain Fisikmu," ucap Koumi sedikit kecewa, "Namun aku maafkan karena aku tahu kau berusaha membuat jarak denganku, aku minta maaf jika tadi berlebihan."
Naruto hanya mengangguk mendengar itu, mereka sama-sama salah jadi impas.
"Naruto-kun!" Naruto yang mendengar Ada yang memanggilnya menoleh dan dia melihat Seseorang yang dia Kenal menatapnya dengan raut wajah Khawatir.
"M-Mash-chan…"
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Karena kedatangan Mash dan Naruto yang mencapai batasnya, Koumi memutuskan beristirahat Dan membiarkan Naruto berbicara dengan Mash namun tetap di lantai lotus di bawah Naruto.
Naruto yang mendapat Istirahat harus diam dengan perasaan campur aduk karena Mash saat ini mengecek keadaan tubuhnya. Walaupun sudah memperkuat diri dengan Jutsu Detroito, tubuhnya masih bisa menerima rasa sakit walau sedikit.
"Tubuhmu menerima Luka, padahal sudah menggunakan Jutsu fisik, tubuhnya benar-benar keras," gumam Mash mengelus lengan Naruto lalu menatap Koumi yang Tengah berkumpul bersama Naga lain dengan senyum cerah.
"Sh, dia sama sepertimu. Aku yang bahkan sudah menggunakan Jutsu tinggi untuk mengalahkan perisaimu pun tidak mampu," desis Naruto ketika Mash menyentuh lengannya yang terdapat Luka.
"Tidak… jika tidak Ada Jeanne aku pasti kalah," ucap Mash namun Naruto menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan merendah. Shieldmu dan daya tubuhmu itu kuat, walau tanpa perlindungan Jeanne kau berhasil menahan seranganku, bahkan kau terpilih sebagai salah satu the Servant, itu membuktikan kau sangat kuat," ucap Naruto sambil menatap Mash intens.
Mash yang di tatap intens merona, walau pun bukan Naruto Asli dia tetaplah Naruto. "I-Ini pertama kalinya kau memujiku, Na-Naruto-kun," gumam Mash sambil mengalihkan pandangannya.
"O-Ou.. benar juga," gumam Naruto kaku sambil mengalihkan pandangannya, terjadi keheningan di antara mereka karena bingung harus mencari topik.
Mash yang menyadari bahwa mereka saat ini berdua seketika mendapatkan ide, Naruto yang canggung tidak menyadari bahwa Mash saat ini Tengah menyeringai kecil.
"Na-Naruto-kun…"
Naruto yang di panggil sedikit tersentak lalu menatap Mash yang Tengah tersenyum ke arahnya, "Apa Kita bisa jalan-jalan sebentar? Ada yang ingin aku bicarakan?"
.
"Koumi-san!"
Koumi yang asik bersama para Naga seketika teralih ketika Naruto memanggilnya, "Bolehkah aku pergi berkeliling sebentar bersama Mash-chan?"
"Ya, boleh saja. Jika sudah kembali Kita akan melanjutkan latihan Kita," jawab Koumi, Naruto pun mengangguk lalu berdiri dari duduknya.
Swush~
Tiba-tiba sebuah hembusan angin menerpa Naruto dan Mash. Naruto yang menundukkan kepalanya sambi memejamkan matanya membukanya secara perlahan dan di bawahnya, tepat pada salah satu Kelopak Bunga Lantai Lotus.
Tampak sebuah gambar Seseorang yang melayangkan tendangan tinggi ke atas. Naruto yang melihat itu terdiam, dirinya bingung kenapa Ada gambar seperti itu dan apa maksud dari gambar tersebut.
"Naruto-kun?"
Naruto yang melamun tersadar lalu mengikuti tarikan Mash yang mengajaknya jalan-jalan.
.
Mash yang menarik Naruto pun memutuskan mengajak Naruto keluar dari habitat Naga Tanah, selain panas tempat itu juga terbuka. Mash memutuskan mengajak Naruto ke daerah hutan sebelum memasuki habitat tanah.
"Ne, Kita mau ke Mana?" tanya Naruto bingung, mereka memang baru beberapa Hari di sini jadi Mustahil untuk mengetahui seluruh daerah ini. Lain jika di Kota, mereka tinggal mengingat nama tempat Dan arah, boom sampai.
Namun lain jika tempatnya Alam liar, ke Kiri ke Mana, ke kanan Ke Mana, boom! Tersesat.
"Kita akan berbicara di sini kok, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan calon suamiku saja," ucap Mash membalikkan badannya sambil memperlihatkan senyum manisnya, "lagi Pula ini pertama kalinya Kita menghabiskan waktu bersama."
"A-Ah benar juga," gumam Naruto menggaruk pipinya canggung. "Hihihi~ tidak perlu Canggung begitu," kekeh Mash lalu mendekatkan tubuhnya pads tubuh Naruto, tentu reflek Naruto memundurkan tubuhnya, namun sebuah Batu menahan tubuhnya agar tidak bisa mundur.
Otomatis dada Naruto bersentuhan dengan dada Mash membuat wajah Naruto memerah sempurna, lengan Mash yang menggenggam Tangan Naruto bergerak ke arah dada Naruto dan mengelusnya dengan lembut.
"Ma-Mash-chan?!"
"Tubuh ini… sudah melalui banyak cobaan ya?" gumam Mash, "Sejak kecil tubuh ini sudah menerima banyak cobaan Hingga membuatnya bisa hancur kapan saja, namun kamu melatih tubuhmu agar kuat menerima semua itu."
"tapi tetap saja, Setiap tubuh yang kuat pasti menerima luka, tidak Ada tubuh yang tidak menerima Luka sedikit pun," lanjut Mash mengingat Naruto yang sudah menggunakan seluruh kekuatannya baik serangan mau pun pertahanan untuk mengalahkan musuh yang menggunakan Jutsu tingkat tinggi, Dan dia selalu bisa bertahan walau harus berujung di rumah sakit.
"Se-Sebenarnya apa yang ingin Kita bahas?" tanya Naruto hingga tergagap. "Kita ingin Membahas tentangmu, Anata," balas Mash sambil menatap Naruto lekat.
"Kau terlalu percaya satu Jutsu untuk mengimbanginya, walau dia Raja Naga Tanah dia pasti punya kelemahan, kau adalah si jenius dari Masa depan, kau pasti memiliki ide Dan itu tidak Cuma satu, pasti kau memiliki banyak ide," ucap Mash.
"Tapi aku harus apa? Aku hanya bisa menyerangnya dengan Fisik dan element Tanah, bahkan aku tidak boleh keluar dari lotus itu," balas Naruto.
Naruto seketika tersentak ketika mengingat gambar yang Ada di kelopak lotus yang dia lihat. Seketika kembali, ingatan di Mana dia menyelamatkan Doukuryuuga di Mesir melintas itu adalah salah satu gerakannya saat menyerang Doukuryuuga.
'Tidak… latihan Ini untuk meningkatkan fisikku, jika aku menggunakan jurus sama saja latihanku ini tidak Ada gunanya,' batin Naruto.
'Selain itu tidak boleh keluar lotus, itu adalah aturan yang sulit.'
"Naruto-kun?" panggil Mash karena Naruto hanya diam, Karena otak Naruto tengah berkutat dan memikirkan Cara agar bisa mengalahkan Koumi.
["Aku ingin kau menyatu dengan tanah."]
Deg!
Naruto kembali tersentak ketika mengingat perkataan Doukuryuuga Dan dia juga ingat Ada satu jurus lagi yang belum dia Pakai, dirinya teringat saat latihan bersama calon istrinya tepatnya yaitu Anastasia. Dirinya membuat darahnya menjadi pelindung es yang sangat tebal.
Jika dia bisa mengubah darah menjadi Es, dirinya harusnya bisa mengubah Struktur Darah Dan dagingnya menjadi Tanah yang sangat kuat.
"Itu dia, aku sudah dapat ide," gumam Naruto membuat Mash tersenyum karena seperti inilah Naruto yang dia Kenal. "Syukurlah kalau begitu," ucap Mash sambil menurunkan tangannya dari dada Naruto.
"Arigato, Mash-chan! Kau benar-benar yang terbaik," ucap Naruto sambil memeluk Mash Dan mengangkatnya sedikit agar sejajar dengannya.
"M-Mou! Turunkan aku Baka-Naru!"
"Hehe, jika tidak Ada kau, mungkin aku tidak akan memikirkan Cara ini, Dan berkat kau yang mengingatkanku, aku mendapatkannya, Arigato na!" ucap Naruto sambil tersenyum senang.
Mash yang melihat Naruto tersenyum merona, lengannya yang memegang pundaknya Naruto berpindah ke pipi Naruto lalu mendekatkan wajahnya.
Cup!
Dengan berani, Mash mencium Naruto membuat Naruto tersentak, Mash melepaskan ciuman singkatnya lalu mengelus bibir Naruto yang lembab
"kalau Hanya terima kasih, Itu sangat kurang bagiku, Anata," bisik Mash, "Aku mau yang lebih."
Cup!
Kembali Mash mencium bibir Naruto namun Kali ini yang lebih Dalam Dan liar. Mau Tak mau, Naruto terpaksa mengikuti alur yang di buat Mash.
Mash telah membantunya Dan mungkin ini adalah Hadiah yang dia inginkan, jadi tidak Ada salahnya memberikannya hadiah seperti ini.
Jika pun kurang dia bisa meminta kembali pada dirinya yang Asli.
Setelahnya beberapa menit, mereka pun melepaskan ciuman panas mereka. Wajah mereka telah memerah sempurna di sertai nafas menderu karena terlalu asik berciuman.
Naruto yang masih memeluk Mash melepaskan pelukannya lalu menjaga jaraknya sambil mengelus bibirnya yang lembab karena ciuman tadi.
"Go- Gomen, a-aku terlalu terbawa suasana," ucap Naruto sambil membalikkan badannya, dirinya mulai malu sekarang. Dulu dia menutup hatinya untuk perempuan, namun sekarang dia telah mencium seorang perempuan.
Tekadnya untuk menutup hatinya telah hancur.
Greb!
"Umn~, justru aku menyukainya, Arigato atas hadiahnya Anata," ucap Mash sambil memeluk lengan Naruto lalu menatap Naruto dengan senyum manisnya.
Tidak mau tergoda, Naruto mengalihkan sedikit wajahnya membuat Mash terkekeh karena Naruto tampak lucu di matanya dengan sifat canggungnya.
"Mari kembali, dia pasti menunggumu."
.
Koumi yang menunggu Naruto saat ini tertidur lelap di salah satu tubuh Naga karena Naruto cukup lama pergi bersama Mash, Dan itu membuatnya lelah dan memutuskan untuk tidur sambil menunggu Naruto kembali.
Tap!
Koumi yang mendengar hentakkan kaki membuka matanya Dan dia melihat Naruto telah berdiri di lantai lotus dengan tatapan serius.
"Ou, kau sudah kembali," gumam Koumi lalu bangkit dari tidurnya Dan menatap sekitar mencari keberadaan Mash.
"Apa kau sudah selesai dengan kencanmu?" Tanya Koumi ketika menemukan Mash yang Tengah duduk di bayangan yang di buat tebing untuk menghindari panas.
Naruto yang mendengar itu Tak menjawab melainkan memasang posisi bertarung, walau Tak menjawab namun pipi Naruto yang merona sudah menjadi jawabannya.
Koumi yang melihat raut wajah serius Naruto menaikkan sebelah alisnya, dirinya bisa melihat ini Akan berbeda dari sebelumnya.
Sret! Bwush!
Naruto yang memasang posisi bertarung menghentakkan kedua lengannya di sampingnya pinggang dan hembusan angin pun terjadi.
Pasir-pasir yang menutup bagian kelopak Lotus tersapu memperlihatkan delapan kelopak Lotus dengan gambar Seseorang dengan Gaya bertarung yang berbeda-beda.
"Maaf karena tadi aku belum serius, tapi sekarang aku akan lebih serius, karena aku telah mendapat dukungan dari orang yang aku Cintai," ucap Naruto sambil menyeringai kecil.
Koumi yang mendengar itu memasang posisi bertarung dengan serius, melihat raut wajah Naruto mengingatkannya pada saat 3 Tahun lalu, dan itu membuat Koumi semangat.
"Hoho, kalau begitu tunjukkan padaku," balas Koumi ikut menyeringai.
Sret! Blam! Wush!
Naruto yang mendengar itu mengayunkan tinju Tangan kirinya ke atas Hingga lantai berbentuk lotus di bawahnya terangkat lalu mengayunkan ke Dua tangannya membuat lantai lotus di bawahnya bergerak ke arah Koumi.
Koumi yang melihat itu tentu terkejut karena Naruto melesat ke arahnya dengan lantai lotus di bawahnya, dia tidak terpikirkan tentang itu.
Sret! Blam!
Memiliki rencana menghentikan Naruto, Koumi sedikit menghentakkan kakinya membuat sebuah blokiran untuk lantai Lotus yang di bawah oleh Naruto.
Blam! Wush! Boom!
Lantai lotus yang di bawah Naruto pun terkena blokiran Koumi membuat lantai lotus oleng ke depan membuat Jarak Naruto dan Koumi semakin dekat. Secara bersamaan, Koumi dan Naruto pun melayangkan tinjunya mereka Hingga berbenturan dan membuat ledakan angin yang kuat.
'Fisiknya, berubah!' kejut Koumi karena dia bisa merasakan Fisik Naruto yang sangat berbeda dari sebelumnya. "Kheh! Ini masih belum seberapa, Koumi-san!" ucap Naruto yang oleng kebelakang bersama Lantai lotus karena ledakan udara akibat adu Tinju mereka.
Blam! Wush!
Begitu lantai lotus menyentuh tanah kembali, Naruto mengendalikan ya dengan cepat untuk membuat Jarak lalu memutari Koumi yang berdiri di tempat.
"Bukankan sudah aku bilang untuk tidak menggunakan Jutsu element Tanah untuk menyerang?"
"Memang!" balas Naruto lalu melesat kembali ke arah Koumi lalu menghentakkan tangannya ke bawah membuat lantai lotusnya terbang ke langit.
Duak! Blam! Bugh!
Dengan cepat, Naruto menendang lantai lotusnya ke arah Koumi membuat Koumi menghindar dan ikut berdiri di lantai lotus di bawahnya lalu menahan pukulan Naruto yang di layangkan dari udara.
"Tapi tidak Ada larangan untuk menggerakkan lantai lotus dengan element Tanah!" lanjut Naruto menyeringai kecil.
Sret! Greb! Wush!
Dengan gerakan cepat, Naruto mengunci lengan Koumi lalu melempar Koumi keluar dari lantai Lotus.
"Dan tidak Ada, Larangan menggunakan Lantai lotus untuk menyerang!"
Blam! Duak!
Dari sisi kanan, muncul tiang tanah yang mendorong lantai lotus Hingga berdiri dan berikutnya, Naruto pun menendang lantai lotus dengan sekuat tenaga membuat lantai tersebut bergelinding ke arah Koumi.
Sret! Duak! Blam!
Koumi yang melihat itu pun menendang sisi Lantai lotus yang bergelinding Hingga membuat Lantai lotus kembali menjadi datar, namun alahkan terkejutnya Koumi ketika melihat Naruto tiba-tiba melesat dengan sangat cepat dengan kepalan tangannya.
Buagh!
Dengan refleks cepat, Koumi menyilangkan kedua tangannya menahan pukulan kuat Naruto, namun dirinya harus tersentak kembali karena kuatnya pukulan Naruto.
"Boleh juga, Naruto!" ucap Koumi dengan suara Doukuryuuga.
Sret! Blam! Blaaar!
Koumi yang tersentak mengendalikan tubuhnya lalu menghentakkan tangannya ke tanah Hingga dari bawah belakangnya, muncul Tujuh Naga Tanah yang berukuran besar melesat ke arah Naruto.
Sret! Blam! Blam!
Naruto yang telah berdiri di lantai lotus kembali, menyilangkan ke Dua tangannya sesaat lalu melayangkan pukulan Dan tendangan pada Naga-naga yang di buat Koumi Hingga hancur.
Sret! Blaaar!
Setelah menghancurkan Jutsu Koumi, Naruto mengayunkan Tangan kanannya secara diagonal ke atas Hingga muncul dinding tanah yang melengkung menahan pukulan Koumi.
Wush! Blam! Blam! Blam!
Koumi yang Tak menyerah melesat ke sisi lain namun, serangannya selalu berhasil di tahan oleh Naruto dengan sempurna.
"Ini membuatku nostalgia, bukan begitu, Doukuryuuga?"
Doukuryuuga yang mendengar itu menyeringai di Dalam tubuh Koumi. Gerakan Naruto saat menahan serangannya adalah gerakan yang sama saat menyelamatkannya Dan menahan seluruh serangannya saat Tak terkendali.
"Kheh! Kau benar, tapi Apa kau bisa menahan ini dengan Cara yang sama seperti 3 Tahun yang lalu!" balas Doukuryuuga dengan tubuh Koumi sambil mengayunkan Tangan kanannya ke atas.
Blaaar!
Dari Dua sisi, muncul balok Tanah berukuran sangat besar dari tubuh Naruto membuat Naruto sedikit terkejut karena serangan Koumi Kali ini bukan main-main.
Bugh!
Koumi pun mengadu tinjunya Dan Dua balok Tanah berukuran besar itu pun melesat bersama siap bertabrakan dengan Naruto di tengahnya.
Sret! Blaaar!
Tidak mau gepeng, Naruto pun menahan kedua balok Tanah tersebut dengan tangannya, namun saking kuat dorongannya Naruto tidak bisa menahannya lebih lama.
"Naruto-kun!" teriak Mash khawatir.
'Gh! Ku-Kuat sekali,' batin Naruto berusaha menahan serangan Koumi.
Blar! Blaaar!
Naruto semakin terkejut ketika depan Dan belakangnya juga muncul Dua balok besar yang sama, Naruto yang melihat itu menggeram pelan karena Koumi Dan Doukuryuuga benar-benar serius.
Dirinya bahkan berpikir, ini sudah lewat dari latihan namanya.
'Ku-Kuso! Walau aku sudah membuat darahku menjadi Tanah yang keras, kekuatannya tidak mencukupi,' batin Naruto sambil menahan sakit pada tangannya.
"Sudah cukup, Do-san! Ini berlebihan?!"
"Diamlah Koumi-chan, walau dia sudah menebalkan fisiknya dia belum menyatu' dengan tanah sama sekali, jika Kita paksa mungkin dia bisa!" balas Doukuryuuga melalui pikirannya.
'G-Gh! Berpikirlah Uzumaki Naruto! Berpikirlah! Gunakan otak cerdasmu untuk situasi ini' teriak Naruto dalam batin.
Darah mulai keluar dari telapak Tangan Naruto Dan seketika muncul Dua Lingkaran cokelat berukuran besar membuat Doukuryuuga tersentak.
"GHHAAAAAAAAA!"
BLAAAR!
Teriakkan Naruto mereda ketika Dua balok Tanah yang dia tahan telah menyatu sepenuhnya.
Mash yang menonton terdiam seperti Batu, matanya melotot tidak percaya, mungkin itu memang hanyalah kembaran atau Duplikat, tapi saat di depan Mata, itu tampak seperti nyata dan itu membuat emosionalnya meluap.
Jika orang biasa mungkin akan bisa- melupakannya, namun lain lagi jika itu adalah orang yang kau Cintai.
"Dasar bodoh! Jika begini Kita harus memulai dari awal!" bentak Koumi.
Sring!
Doukuryuuga yang ingin membalas seketika terpotong ketika Dua Lingkaran Cokelat muncul Dalam bentuk menyilang Balok Tanah Doukuryuuga.
"Naru-kun!" gumam Mash senang karena Naruto baik-baik saja.
Krak! Blaaaar!
Empat Balok Tanah itu pun mengalami retakan dengan cepat Dan hancur berkeping-keping Hingga mengeluarkan sinar yang terang. Doukuryuuga yang tidak bisa melihat karena silaunya sinar ledakan tersebut menyilangkan tangannya sementara Mash menutup dirinya dengan Shieldnya.
"Hah… Hah… Hah… bukan kah tadi itu berlebihan?"
Doukuryuuga Dan Koumi yang mendengar suara lain menurunkan Tangan mereka Dan betapa terkejutnya mereka ketika melihat apa yang berdiri di depan mereka.
Di depan mereka, saat ini tampak sosok monster layaknya Iblis setengah Naga dengan sayap yang cukup besar, memiliki Ekor seperti kadal, berkaki Naga dan bertangan Iblis, bentuknya terbuat dari tanah, Dan warnanya Cokelat terang.
Mata yang Merah menyala itu menatap tajam Koumi yang di kendalikan Doukuryuuga. Doukuryuuga yang melihat perubahan Naruto menyeringai kecil lalu memasang posisi santai.
Mash yang merasa cahaya terang tersebut telah redub menurunkan Shieldnya Dan dirinya juga harus terkejut ketika melihat sosok yang berdiri di depan Koumi.
"Hoho, sepertinya latihan ini berhasil dengan sempurna," ucap Doukuryuuga dengan nada senang, "Akhirnya kau berhasil menyatu dengan tanah, Uzumaki Naruto."
Sosok yang Tak lain adalah Naruto menatap dirinya dan alangkah kejutnya dia ketika melihat perubahan yang sangat drastis pada dirinya.
"Selamat, kau telah berhasil menggunakan Jutsu level SSS element tanah," ucap Doukuryuuga sambil bertepuk Tangan, "Tidak aku sangka, kau bisa menggunakan Jutsu [Abkuma no Partha]."
"[Abkuma… no Partha]?" tanya Naruto karena ini baru pertama kalinya dia mendengar jurus itu.
"Huft~," hela Koumi ketika kesadarannya di kembalikan oleh Doukuryuuga, "Abkuma no Partha adalah salah Satu jurus tingkat negatif dari Element Tanah, namun tampaknya kau mengaktifkannya di energi positif," jelas Koumi.
"Abkuma no Partha memiliki efek yang bisa membuat orang Tak terkendali, bahkan jika salah menggunakan kekuatannya, tanah… tidak… bahkan seluruh bagian bumi akan hancur mau kerak bumi, Mantel bumi Hingga inti Bumi bisa dia hancurkan dengan mudah."
Naruto yang mendengar itu menatap tangannya, Jurus yang melekat di tubuhnya sangatlah bahaya.
"karakteristik Abkuma no Partha adalah bentuk yang sekarang ini kau miliki, namun until memberikan posisi Negatif Dan Positif adalah warna dari tanah yang menyatu di tubuh Kalian, Energi Negatif cendurung lebih gelap sementara Energi Positif cenderung terang," lanjut Koumi sambil mendekati Naruto.
Deg!
Tubuh Naruto seketika menegang, tubuhnya memanas, dadanya sangat sakit seperti ada yang meremas jantungnya dan pernafasannya juga tidak teratur membuatnya susah bernafas.
Sret! Blar!
Dengan cepat Koumi memukul dada Naruto, namun Naruto tidak terpental sedikitpun melainkan tanah yang melekat di tubuhnyalah yang hancur membuat Naruto kembali seperti semula.
"Hah… Cough! Cough!"
"Naru-kun!" teriak Mash lalu melesat ke tempat Naruto.
Naruto yang terbebas langsung terjatuh Dan terbatuk, sakit di dadanya telah menghilang dan pernafasannya telah kembali normal.
"Maaf, aku Melakukan itu tadi. Aku bisa saja memintamu untuk menonaktifkannya, tapi tadi aku merasakan energi yang tidak stabil," ucap Koumi meminta maaf, 'Anak ini memiliki kekuatan yang hebat, aku bisa merasakan energiku bergabung dengan energinya saat berubah menjadi Abkuma no Partha, tapi karena baru menggunakannya energinya jadi tidak stabil, tapi walau begitu dia masih bisa bertahan tanpa hilang kendali, sungguh luar biasa,' batin Koumi sambil menatap Naruto lekat.
'yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa Energiku bercambur dengan energinya? Seharusnya dia harus mengaktifkan senjatanya itu untuk mendapatkan energiku.'
Koumi Seketika tersentak ketika mengingat Dua Lingkaran Besar Cokelat sebelum Naruto terapit Dua balok.
"Hah… hah.. A-Apa maksudmu dengan Energi yang t- hah… Tidak stabil? B-bukankah.. kau sendiri yang bilang aku di energi positif?" tanya Naruto sambil mengatur nafasnya.
"Energi Tidak Stabil itu karena Energimu Dan Energiku beradu, aku cukup terkejut kau mendapatkan Energiku padahal kau tidak menggunakan pedang itu," jawab Koumi membuat Naruto terkejut karena Dia memiliki Energi Koumi tanpa mengaktifkan Jukitetsu.
"Jika kau tanya bagaimana bisa, itu karena kau menyerap energiku sebelum terapit oleh jurusku." Naruto yang mendengar itu kembali tersentak karena mengingat sebelum terapit darah yang telah membekas di Dua balok Tanah tersebut menyatu dengan pori-pori tanah lalu meresap energi yang Ada di Dua balok tanah tersebut
"Kau tidak apa, Naru-kun?!" tanya Mash langsung mengecek keadaan Naruto.
"U-Um.. aku baik-baik saja," jawab Naruto sambil tersenyum. "Ba-Barusan itu apa? Kenapa kau bisa berubah seperti tadi?" Tanya Mash khawatir.
"Se-Sebaiknya Kita tidak di sini. Koumi-san, bisa Kita pindah tempat lain?"
.
"S-Souka… jadi begitu," gumam Mash ketika mendengar penjelasan Koumi. Mereka saat ini telah berkumpul di bawah pohon Tak jauh dari habitat Element Tanah.
Koumi menjelaskan pada Mash tentang Abkuma no Partha dan bagaimana bisa Naruto menjadi seperti itu, Mash benar-benar tidak percaya bahwa Naruto akan menguasai teknik tingkat atasnyang Ada di Energi Negatif dam mengubahnya menjadi positif.
Namun walau begitu, perasaan khawatir tetap di hatinya walau Perubahan Naruto Ada di Energi Positif, jika Amarah menguasai sama saja Energi positif itu akan berpindah ke Negatif.
Sementara Naruto, dia memikirkan bagaimana bisa dia mengaktifkan Abkuma no Partha. Sebelum terjepit dia hanya berpikir untuk menahan Dua balok tersebut dengan sekuat tenaga dan memperkuat tubuhnya agar bisa bertahan dari apitan Dua balok tanah tersebut.
Namun siapa sangka, dirinya sudah Ada di Mode Abkuma no Partha, memikirkannya membuatnya semakin pusing. Naruto hanya bisa menyimpulkan beberapa Hal bagaimana bisa dia menjadi Abkuma no Partha.
Jika Abkuma no Partha adalah Jutsu Energi Negatif, maka dia sempat marah Dan meluapkan Energinya pada tubuh, bersamaan dengan itu, dia secara Tak sengaja menyerap Energi Koumi yang membuat Energinya bercampur Dan Boom! Dirinya sudah menjadi Abkuma no Partha tanpa kehendaknya.
Artinya perusahaannya adalah ketidaksengajaan. Namun Koumi mengatakan bahwa latihan telah selesai, dengan kata lain Tujuan Latihan ini adalah membuatnya menguasai Abkuma no Partha, tapi Naruto tidak yakin mengenai itu.
Karena tidak Yakin, dia memutuskan bertanya. "Koumi-san, Apakah tujuan Latihan tadi memang untuk mengaktifkan Abkuma no Partha?" tanya Naruto.
"Sejujurnya, tidak. Latihan tadi seharusnya membuatmu menguasai Jutsu bernama Aclubink Dougi. Jutsu ini adalah memperkuat fisik Dan tubuh Hingga sepertiku, namun kau menguasai Jutsu di atas Aclubink Dougi. Jadi aku rasa kau tidak perlu memerlukan Aclubink Dougi karena Fisik Akbuma no Partha sangat kuat," jawab Koumi membuat Naruto terdiam.
Jika memang kuat bagaimana bisa dia dengan Satu tinju bisa menghilangkan Abkuma no Parthanya?
"Jika memang kuat, bagaimana kau bisa menghilangkan ya dengan sekali pukulan?"
"Karena akulah yang menguasainya pertama Kali, maka dari itu aku mengetahui titik lemah Abkuma no Partha," jawab Koumi dengan nada serious membuat Naruto Dan Mash terdiam.
"Menguasainya pertama Kali… perkataan itu membuatku berpikir sesuatu, bahwa dulu… kau juga Manusia sepertiku bukan?" tanya Naruto membuat suasana hening.
Koumi yang mendengar pertanyaan Naruto terdiam lalu menghela nafasnya. "Benar sekali," jawab Koumi.
"Aku adalah penerus Raja Element Tanah sebelumnya, Adugryuuha. Mungkin kau tidak asing dengan nama itu." Naruto yang mendengar itu menegang, "Matte! Maksudmu Naga yang di tunggangi oleh Yesus Kristus!" kejut Naruto.
"Benar sekali."
Naruto yang mendengar itu benar-benar harus terkejut luar biasa. Adugryuuha, Naga Superior berukuran besar yang mengajak Yesus Kristus yang merupakan Tuhan dari Agama Kristen untuk menciptakan Dunia. Bersama 2 Naga Superior lainnya.
Naruto benar-benar tidak tahu harus berkata apa, Di depannya saat ini terdapat keturunan dari Dewa Naga yang menciptakan Dunia. Dirinya meresa berdosa sekarang.
"jangan menyalahkan dirimu karena baru melawanku, Naruto-kun. Aku tidak mempermasalahkannya." Naruto yang deendengar itu mengangguk Kaku, walau demikian tetap Ada rasa tidak enak di hatinya
"Jadi… latihan apa yang akan Kita jalani?" tanya Naruto sambil menyandarkan tubuhnya pada pohon di belakangnya. "Latihan Kita cukupkan sampai sini, latihan Kita lanjutkan besok," jawab Koumi ikut menyandarkan tubuhnya.
"Besok, Kita akan melatih Abkuma no Partha mu, Kita akan melatih Cara mengaktifkan jurus dan menonaktifkan jurus tersebut, lalu melihat sebeara lama bertahan menggunakan jurus tersebut dan mengendalikan efek dari jurus tersebut."
Naruto yang mendengar itu mengangguk paham, dirinya yang merasakan Ada yang menyandarkan di bahunya menoleh dan dia melihat Mash yang menyandarkan kepalanya di bahunya dengan raut wajah Khawatir.
"Ada apa, Mash-chan?"
"Aku… Hanya khawatir mengenai besok, Apakah kau akan baik-baik saja," jawab Mash sambil menatap Mata Naruto, "Aku tahu kau hanyalah Duplikat Naru-kun, tapi jika kau Tak terkendali Dan kau menghilang, itu akan mempengaruhi dirimu yang Asli… maka dari itu…".
Naruto yang mendengar kekhawatiran Mash tersenyum, sebelumnya tidak Ada yang peduli dengan dirinya selain orang-orang terdekatnya. Dirinya sering di Bully, di rendahkan bahkan tidak Ada yang mau dekat dengannya.
Namun saat ini, semua itu telah berubah.
"Ya~ mungkin, Bos akan suka jika aku Melakukan ini," gumam Naruto sambil mengangkat dagu Mash lalu menciumnya dengan lembut, tentu Hal itu membuat Mash terkejut karena Naruto melakukannya secara spontan, Dan dia belum siap.
Sementara Koumi, wajahnya memerah sempurna karena melihat sesuatu yang sungguh memalukan untuknya, sementara Doukuryuuga yang ada di Dalam Jiwa Koumi bersiul.
["Fiuu~ bukankah itu tampak 'panas'?"]
"Di- Diamlah!"
.
.
Real Naruto Place
.
Sementara di tempat Naruto Asli, dia saat in berlatih dengan Whellgon di Mana Latihannya adalah menghentikan tiga Naga Althubigon dengan sekuat tenaga.
Whellgon yang menonton di atas Cuma diam menyaksikan cara-cara Naruto menghentikan Althubigon, Charlotte yang menonton memasang raut khawatir karena Naruto tampak terdesak karena tidak bisa menghentikan Tiga Althubigon yang menyerang secara sekaligus.
Sementara Yasaka, dia menatap Naruto diam dengan raut wajah yang susah di jelaskan. Dirinya bisa melihat Naruto berusaha sekuat tenaga agar tidak melukai para Althubigon, karena itulah aturan latihan Whellgon.
Di sisi Naruto, Naruto yang telah terkepung mengatur nafasnya yang tersengal-sengal sambil memutar tombak putih di tangannya.
"Tsk! Sungguh merepotkan!" decih Naruto.
Blar!
Tiga Naga Althubigon kembali melesat ke arah Naruto untuk melancarkan serangan Berikutnya. Naruto yang melihat itu memperkuat seluruh indranya lalu memutar tombaknya sambil mengarahkan tangan kirinya ke salah Satu Naga Althubigon.
Sring! Twuing!
.
Blaaaar!
Di sisi lain, tepatnya Arah Tenggara, tampak saat ini Naruto berdiri dengan Luka di sekujur tubuhnya di sertai aliran petir berwarna kuning, Dan di hadapanku tampak sosok perempuan Tengah menyeringai dengan pedang teraliri petir biru.
Perempuan itu menyiapkan senjatanya membuat Naruto bersiaga akan Hal itu, "Tunjukkan padaku, Uzumaki Naruto!"
Bzit!
Naruto yang mendengar itu mengepalkan Dua tangannya di sampingnya pinggangnya Hingga terjadi ledakan petir Dan dengan sangat cepat Naruto melesat ke arah perempuan di depannya dengan kepalan Tangan yang terlapisi petir.
BOOM!
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Kita akan melatih kecepatan dengan element petir Kita,"
"Kemarilah, Naruto-kun!"
"Ototmu tidak akan kuat jika kau hanya menggunakan itu!"
"Tunjukkan padaku seberapa panasnya tinjumu itu sekarang!"
Selanjutnya, Chapter 46 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : The Traning With The King Dragon Lightning and Blaze!
.
Note : Yo! Kembali up Nih.
Kira" sebulan lebih ya? Well, maaf karena lama. Aku juga harus mengupdate cerita yang lain jadi… well… seperti itulah.
Bagaimana menurut Kalian cerita Kali ini? Menarikkah? Aku harap iya, dan juga Latihan yang di jalankan oleh Naruto bersama Raja Naga Tanah adalah memperkuat fisik.
Dan boom! Naruto berhasil menguasai teknik Rank SSS bernama Abkuma no Partha. Refrensi Abkuma no Partha aku dapat dari Game Devil May Cry ( maaf jika salah tulis )
Yaitu perubahan dari Dante saat jadi Iblis, Absorbing the Spartha, kalau tidak salah namanya. Melihat perubahan itu membuatku tertarik jadi aku mengambil sedikit Refrensi tersebut lalu aku gabung dengan Naga, lahirlah Abkuma no Partha.
Aktifnya Abkuma no Partha aku ambil di Sebuah manga bernama Mato… aku lupa lengkapnya dan di Sana memperlihatkan perubahan budak yang di sebut Slave.
Saat berubah tersebut aku memikirkan Hal ini, jadi aku memutuskan menambahkan kekuatan seperti ini pada Naruto. Mengingat di kedepan lawan Naruto bukanlah lawan sembarangan.
Lalu, Latihan bersama para Raja Naga. Hal ini tidak akan aku skip karena Ada Hal penting yang Harus di ketahui Dan beberapa adegan yang memang sudah di siapakan.
Btw, Saya sedikit mengubah kisah Dunia nyata seperti tadi, Yesus Kristus yang bersama Raja Naga Tanah terdahulu.
Sebenarnya kisah itu tidak Ada bukan? Jadi aku sedikit mengubahnya. Jika Ada umat Kristen yang membaca ini, Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena Melakukan ini.
Saya tidak bermaksud menghina atau melelehkan agama lain, Saya Melakukan ini hanya untuk fiksi, Dan Saya tidak mengambil keuntungan dari Hal ini.
Lalu, Adegan Naruto Dan Mash? Pasti ada yang bilang kurang, bukan? Kok gak langsung, Auu~ Aja.
Hoho, aku lebih senang menjaga kesucian mereka Hingga pernikahan. Jika aku buat sekarang, cerita ini tidak akan karuan nanti.
Yosh, itu saja dariku. Untuk kedepan, saya akan mengupdate AoG. Cukup banyak yang tertarik dengan Satu fic ini tampaknya.
Jadi dari pada membuat Kalian menunggu lama. Jadi aku putuskan untuk mengetik secepat yang Aku bisa.
Well, itu saja dari Saya. Saya 4kagiSetsu Undur Diri, Jaa~
.
4kagiSetsu Out
