0%-100%
Power on!
Story starts!
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 46 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Lightning and Blaze
.
Hyotogaku
Tenggara
Sabtu, 15 Desember 2090
10.00 AM
.
Di waktu yang sama, tepatnya Arah Tenggara, tampak sebuah habitat yang tampak lebab di sertai kumpulan kabut yang cukup tebal serta beberapa Kristal warna-warni di beberapa tempat.
Ya… habitat tersebut adalah Habitat para Naga berelement Petir, kenapa Habitat mereka seperti itu? Karena Kabut merupakan Objek bagi mereka untuk menampung element petir dan menciptakan petir.
Sementara Kristal Warna-warni merupakan Objek ke dua untuk menangkal petir mereka. Para Naga Petir yang tertidur seketika terbangun ketika mendengar suara langkah kaki besar yang mampu membuat tanah bergetar.
Ya mereka melihat sosok pemimpinnya mereka berjalan bersama Sosok Manusia yang Tak lain adalah Uzumaki Naruto di sampingnya.
Naruto yang melihat habitat Naga berelement Petir menggumam pelan, Mata birunya menatap ke arah sang raja Naga petir yang berjalan tanpa bicara sedikit pun.
Wujud Raitokaryuuga memiliki tubuh panjang seperti ular dengan tubuh berwarna biru, Surai panjang berwarna Cokelat dengan bola Kristal kecil di surainya.
"Etto.. Jadi… Raitokaryuuga… Apa yang akan kau ajarkan padaku?" tanya Naruto memulai pembicaraan. ["Kau masih memiliki tombak itu bukan?"] bukan menjawab, Raja Naga Petir dengan nama Raitokaryuuga bertanya balik membuat Naruto mengayunkan tangannya Hingga mengeluarkan sebuah tombak biru yang tak lain adalah Thudreton.
["Kheh! Tombak yang pernah melukaiku… ternyata kau masih memilikinya,"] dengus Raitokaryuuga. "Huh? Melukai? Maaf… tombak ini adalah penyelamat saat di England, kau sebaiknya tidak mengucapkan sesuatu yang tidak benar," balas Naruto.
Ya... 3 Tahun lalu, Naruto pergi ke England untuk mengirim Persenjataan dan saat itu cuacanya sangat tidak menentu Karena waktu itu badai tiba-tiba muncul yang membuat mereka harus menaiki Pesawat.
Saat pengiriman selesai, terjadi hujan petir Dan saat itulah muncul Raitokaryuuga di dekat kapal mereka yang mengamuk liar.
Naruto yang memang sudah memiliki keberanian dan kenekatan yang besar melawan Raitokaryuuga dengan melukai dada Raitokaryuuga dan menyerap petirnya.
OSetelah menyerapnya Naruto memecah belah Petir di tombaknya ke seluruh di Negara England Hingga membuat listrik di Kota tersebut padam beberapa Hari.
["Mengingatnya membuatku sedikit kesal, karena sosok bocah melukaiku dan menyerap petirku seenaknya dan menyebarnya ke seluruh England,"] gumam Raitokaryuuga terdengar kesal.
"Dari pada masyarakat terluka karenamu? Kau pasti kehilangan Julukanmu bukan?" balas Naruto membuat Raitokaryuuga mendengus pelan.
Tap!
Langkah mereka terhenti ketika di depan mereka tampak sebuah tempat yang sangat luas dan sepi dan di tempat tersebut tampak rata hanya berisikan tanah.
"Jadi Kita Akan berlatih di sini?" tanya Naruto sambil melirik Raitokaryuuga.
Siing~
tubuh Raitokaryuuga seketika bercahaya dan menyusut Hingga berubah menjadi sosok perempuan berambut putih dengan taduk Hitam kebiruan, bergaun biru di sertai sebuah pedang di pinggangnya.
Naruto yang melihat perubahan Raitokaryuuga terbengong membuat Perempuan yang merupakan wujud perubahan Raitokaryuuga sedikit risih.
"Ada apa denganmu? Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"A-Ah, tidak…," ujar Naruto tersadar lalu mengalihkan wajahnya, "Hanya saja cukup aneh ketika Raja Naga adalah Perempuan," lanjut Naruto.
"Jiwa Nagaku adalah Raja sementara saat menjadi Manusia kau bisa menyebutku Ratu, tapi terserah… tidak Ada yang memperdulikan Hal itu," balas Sang perempuan. "Maaf tapi aku peduli dengan Hal itu karena akan aneh saat aku memanggil Raja Naga tapi dia adalah perempuan," balas balik Naruto sengit.
"Tampaknya kau semakin menyebalkan Setelah lama tidak bertemu ya?" ucap Sang perempuan sambil melempar tatapan tajam pada Naruto begitu juga sebaliknya.
Cukup lama mereka melempar tatapan tajam Hingga akhirnya mereka memutuskan kembali ketujuan mereka, "Hah~ sudahlah…," gumam Sang Perempuan.
"Sebelum memulainya izinkan aku memperkenalkan diri…"
"Namaku adalah Ri, kau bebas memanggilku dengan sunfix apa pun," ucap perempuan bernama Ri memperkenalkan dirinya. "Ri huh? Jaa~ aku akan memanggilmu Ri-sensei," balas Naruto sambil menepuk tombaknya di pundaknya.
"Aku belum mengklaimmu sebagai muridku."
"Ri-sama?"
"Aku bukan tuanmu."
"Ri-san?"
"Kita sudah kenal sejak lama."
"…"
"…"
'Kau bilang aku boleh menggunakan Sunfix apa pun bukan?! Lalu kenapa saat aku memanggilmu dengan sunfix tadi kau tidak mau?!'' teriak Naruto kesal dalam batin, bahkan Alis Naruto berkedut karena saking kesal.
"Huft~ jaa~ Ri-chan," hela Naruto lalu memanggilnya dengan Sunfix terakhir. "Begitu lebih baik," balas Ri membuat Alis Naruto kembali berkedut.
"Kau… Tsundere huh?" Ri yang mendengar itu mengalihkan wajahnya. "Aku tidak tahu apa maksudmu," jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.
Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya kembali, benar… perempuan di depannya ini Tsundere. Dirinya tidak tahu kenapa perempuan ini Tsundere padanya, dan dirinya sebenarnya juga today ingin tahu kenapa.
"Jadi… latihan seperti apa yang akan kita jalani?" tanya Naruto kembali to the point. "Kau bisa menggunakan element petir bukan?" tanya balik Ri.
"Pertanyaan Konyol, tentu saja bisa," balas Naruto sambil mengaliri tubuhnya dengan listrik berwarna kuning. "Sebelum memulai, aku ingin kau mencoba menghancurkan bebatuan itu dengan kecepatan menggunakan element petir mu," ujar Ri sambil menuncul sebuah berbatuan tak jauh dari mereka.
"Menggunakan kecepatan petir huh?" gumam Naruto sambil mengeluarkan Pedang Hiko lalu memutarnya dan mengambil sebuah posisi kuda-kuda.
Bzit! Twush!
Dengan kecepatan tinggi, Naruto menghilang secepat kilat dan sudah berada di belakang berbatuan yang menjadi sasarannya sambil memutar senjatanya.
Puk!
Brak! Blam!
Begitu Naruto menepuk pundaknya dengan pedangnya, berbatuan itu pun hancur Berantakan membuktikan bahwa Naruto telah menghancurkan berbatuan tersebut dengan cepat.
"Bagaimana?" tanya Naruto, Ri yang mendengar itu menggumam pelan. "Tidak terlalu buruk, tapi kau harus bisa…" gantung Ri.
Bzit!
"Secepat ini." Naruto seketika terkejut ketika Ri sudah di sampingnya dan berbatuan di belakangnya telah hancur berantakan, bahkan lebih hancur dari pada miliknya.
'Ke- Kecepatan macam apa itu… aku bahkan tidak melihatnya melepaskan pedangnya itu,' batin Naruto sedikit berkeringat, 'Pemimpin Para Naga memang hebat,' lanjutkan terkagum.
"Kecepatanmu saat menggunakan Element Petir sudah sangat bagus, tapi masih belum terlalu cepat dan juga Petir yang kau gunakan adalah Petir Area bukan Petir Tunggal," ucap Ri membuat banyak tanda Tanya di kepala Naruto.
"Etto… Apa maksudnya?"
"Petir Area memiliki sebuah daya ledak petir yang menyebar dalam jarak lingkup tertentu, namun jika di gabung untuk kecepatan, Itu masihlah rendah." Naruto mencoba mendengarkan penjelasan Ri. "Kenapa aku bilang rendah? Karena Daya petir yang di kumpulkan pada kaki terbuang secara percuma," lanjut Ri sambil mencabut pedangnya lalu mengalirkannya energi petir.
"Contohnya pedang ini, Jika kau mengumpulkan Energi pada satu Titik, lalu mengeluarkannya dalam jumlah besar itu adalah sesuatu yang merugikan," jelas Ri membuat Naruto paham.
"Souka, mirip seperti Pembangkit Tenaga Listrik!"
"Saat aku melihatmu menggunakan petir untuk kecepatanmu, Petirmu kau keluarkan dalam lingkup Area yang tidak terlalu besar yang membuat kecepatan tidak terlalu rendah, namun tadi itu benar-benar di luar perkiraan, kau pasti memiliki tubuh yang sangat ringan yang membuat kecepatanmu meningkat," ucap Ri menjelaskan lalu memuji Naruto karena di luar perkiraannya.
"Lalu perbedaannya dengan Petir Tunggal?" tanya Naruto penasaran. "Petir Tunggal memiliki daya ledak petir yang sangat kecil karena ledakan petirnya mengarah pada satu arah, dan saat di gabungkan untuk kecepatan… kecepatannya bukanlah sembarangan kecepatan," jawab Ri menjelaskan kembali.
"Kenapa aku berkata demikian, karena Daya petir yang di keluarkan sangat sedikit yang membuat kecepatanmu akan semakin cepat."
"Seperti Piston huh?"
Ri yang mendengar itu mengangguk, Naruto yang mendengar itu menyentuh dagunya sambil mengangguk paham.
Naruto pun menancapkan pedangnya lalu mengambil posisi Tangan di kepalkan di samping pinggangnya.
'Perkecil Energi Petir huh… Mungkin akan sedikit susah, tapi tidal salah mencobanya,' batin Naruto mengalirkan energi petir ke seluruh tubuh dan kakinya.
"Ingat, perkecil Energi Petir yang kau keluarkan saat mendorong kakimu, Bayangkan sebuah lubang di bawah kakimu dan usahakan kau mengeluarkan Energi seukuran lubang tersebut tanpa memperbesarnya," ujar Ri membuat Naruto menajamkan pandangannya, mencoba memfokuskan seperti yang di jelaskan oleh Ri.
Sret! Bzit! Wush! Blaaar!
Setelah merasa bisa, Naruto mendorong kakinya dan dengan sangat cepat Naruto telah melesat Hingga menabrak berbatuan tinggi Hingga hancur, Ri yang melihat itu menggumam pelan.
Dari pandangannya, dari pertama saat Naruto mendorong kakinya dia memang berhasil, namun saat kaki Berikutnya petir yang di keluarkan berubah, Dan satu hal lagi, Naruto belum bisa mengendalikan kecepatannya Hingga membuatnya menabrak berbatuan karena tidak bisa berhenti.
Brak!
"I-Itte-tte…," lenguh Naruto sambil keluar dari tumpukan berbatuan, 'Sial, kecepatannya melebihi Ekspetasiku… bahkan aku tidak bisa berhenti tadi,' batin Naruto sambil mengelus rahangnya yang sedikit kesakitan.
"Sepertinya kau cukup terkejut ya?"
"Tentu saja! Siapa yang tidak terkejut ketika larimu tiba-tiba seperti sebuah jet yang membuatmu tidak bisa berhenti Hingga akhirnya kau menabrak sebuah penghalang yang keras Hingga akhirnya kau bisa berhenti!" balas Naruto sedikit kesal.
"Baiklah, dengan ini sudah aku putuskan," ucap Ri, "Kita akan melatih kecepatan dengan element petir kita," lanjut Ri memberitahukan tujuan latihan mereka.
"Aturan latihannya adalah, pertama, Coba kau serang aku dengan Tangan kosong serta gunakan kecepatanmu until melukaiku, Setelah berhasil Kita Alan pindah menggunakan senjata," jelas Ri sambil mengangkat tangannya ke langit.
"Tapi selagi kau menyerangku…"
JGLER! BLAAR! BZIT! BOOM!
Seketika di langit Terjadi gemuruh besar di sertai hujan petir yang menyambar di berbagai tempat latihan mereka.
"Petirku ini Akan mengganggu seranganku, jadi berusahalah menghindar secepat Mungkin dan serang aku secepat Mungkin." Naruto yang mendengar itu meneguk ludahnya "A- Apa aku di perbolehkan menggunakan Element Lain saat menyerang?"
"Tidak."
Bzit! Wush! BLAAR!
Dengan refleks cepat, Naruto langsung menghindar karena merasakan Ada petir yang Alan menyambarnya Dan benar saja, sebuah petir menyambar tempat sebelumnya hingga membuat bekas yang membuat Naruto merinding.
"Gunakan element Petirmu saja," lanjut Ri sambil menurunkan petirnya dalam jumlah banyak.
Bzit! Wush!
Secepat Mungkin Naruto mengalirkan Energi petir ke seluruh tubuhnya lalu menghindar dengan cepat. Dirinya membutuhkan waktu untuk menemukan celah agar bisa menyerang Ri.
Sret! Wush!
Naruto yang sedikit melihat celah melesat ke samping lalu berlari dengan cepat ke arah Ri sambil menyiapkan tinjunya.
Bzit! Blar!
Sambil berlarinke arah Ri, Naruto mengayunkan Tangan kirinya lalu melompat ke arah Ri sambil menyiapkan tinjunya. Dan saat Naruto melompat, sebuah Petir menyambar di belakangnya membuat Naruto sedikit bernafas lega Karena lebih cepat dari serangan Ri.
"Terlalu Naif."
Jgleer! Blaar!
Dua petir seketika menyambar posisi Naruto berada namun serangan petir tersebut meleset karena Naruto telah menghilang dari posisinya.
"Gomen, Tapi kau lah yang terlalu naif!" balas Naruto yang ternyata di langit sambil melayangkan sebuah petir dengan Dua Jarinya ke arah Ri.
Sret! Bzit!
Ri yang melihat itu menerima Serangan Naruto lalu mengendalikannya dengan satu Jarinya.
Bzit! Wush! Bzit!
Naruto yang melihat itu langsung menghilang dan muncul di belakang Ri sambil melayangkan serangan yang sama, Hal tersebut terus terjadi hingga beberapa menit.
Sret! Bzit! Blaaar!
Merasa jarak mereka semakin dekat, Naruto mengepalkan tangannya dan melayangkan sebuah tinju ke arah Ri, namun Ri berhasil menahannya dengan lengannya membuat ledakan petir area berukuran sedang.
"Hoho, Kau cukup cerdik juga," puji Ri membuat Naruto menyeringai kecil. "Memangkas jarak, itulah rencanaku dari awal," ujar Naruto.
"Karena petir-petirmu itu, kau berencana menjauhkanku darimu Hingga membuat jarak yang Tak bisa di jangkau, karena itulah aku membuat serangan sambil mendekatimu."
Ri yang mendengar itu cukup kagum karena Naruto dengan cepat membuat rencana yang bahkan Dalam beberapa menit telah berhasil dilaksanakan.
"Fufu~ jaa~ Mari Kita adu kecepatan Kita," tantang Ri membuat Naruto sedikit berkeringat lalu membalasnya dengan seringai kecil. "Sesuai keinginanmu," balas Naruto.
Bzit! Blaaar! Blaaar!
Dan Setelah itu, Ke duanya pun sama-sama menghilang dengan cepat Hingga muncul di tempat lain sambil saling beradu tinju yang membuat ledakan petir lalu menghilang Dan muncul kembali di tempat lain.
Hal tersebut terus terjadi hingga beberapa menit Hingga serangan mereka berhenti dimana Naruto terlempar ke langit karena tangannya lebih dulu di cengkeram lalu di lempar ke langit.
Sret! Bziiit!
Selagi Naruto di langit, Ri mengepalkan kedua tangannya lalu bersiap melesat ke arah Naruto yang di langit, Naruto yang melihat itu pun juga mengepalkan tangannya Hingga memunculkan percikan Petir.
Bzit! Wush!
Dengan kecepatan luar Biasa Ri telah menghilang dari posisinya membuat Naruto secara sembunyi mengaktifkan Jikkannya lalu melayangkan Tinjunya.
Bugh! BLAAAR!
Begitu tinju mereka beradu, Terjadi ledakan besar di langit yang mementalkan mereka ke bawah dengan cepat.
'Gh! Kuat sekali!' batin Naruto mendarat di tanah Hingga berguling beberapa Kali.
'Dia… bisa membaca seranganku, boleh juga,' batin Ri yang mendarat sempurna walau harus terseret beberapa meter.
"Huft~" hela Naruto berusaha berdiri sambil menyentuh lengannya yang masih kesakitan karena beradu tinju tadi.
Walau Ri adalah perempuan dan tubuhnya tampak perempuan ideal, kekuatan lengannya sangat kuat. Naruto mulai berpikir Ada benarnya jangan melihat sampulnya saja.
"Sepertinya Kita harus berpindah tahap, jika dengan tinju aku rasa ini sudah cukup," ujar Ri membuat Naruto langsung berpindah ke pedang Hiko yang masih menancap Dan mencabutnya.
Ri pun juga mencabut pedangnya dan mengarahkannya pada Naruto. Wujud Pedang Ri berbentuk seperti Katana berwarna Hitam dengan sisi tajamnya berwarna putih, bergagang Hitam dengan garis biru menghiasinya.
Naruto pun memutar pedangnya sesaat lalu mengarahkannya pada Ri sambil mengambil posisi kuda-kuda bertarung.
'Kali ini aku harus berhati-hati, Mengingat kecepatannya tadi aku tidak boleh lengah sedikit pun,' batin Naruto mengatur nafasnya.
Sret! Bzit!
Dalam waktu yang bersamaan, Naruto dan Ri menghilang dengan kecepatan petir mereka Hingga…
Trank! Bziiit! Blaaar!
Ketika pedang mereka saling berbenturan, Petir keluar melewati sisi musuh mereka dan membuat ledakan yang cukup besar.
Trank! Bzit!
Trank! Trank!
Dengan cepat Naruto mendorong Senjata Ri lalu menghilang bersama Dan muncul kembali di tempat lain Hingga kembali saling membenturkan Senjata mereka.
Trink! Trank! Sret! Wush!
Saling beradu pedang, Naruto harus terkejut karena Ri sangat cepat mencengkeram tangannya dan melemparnya menjauh darinya.
Sret! Swush! Swush!
Naruto yang terlempar mengendalikan tubuhnya sambil memutar-mutar senjatanya ke seluruh tubuhnya lalu melesat kembali ke arah Ri dengan cepat.
Swush! Sring!
Naruto yang melihat Ri menebaskan pedangnya pada udara kosong langsung memutar tubuhnya karena di pandangannya, Dua gelombang petir yang tipis tepat mengarahnya.
Wush!
Karena tubuhnya fleksibel, Naruto berhasil melewati Dua gelombang tersebut sambil menggenggam erat pedangnya Hingga teraliri petir.
Swush! Trank!
Naruto pun mengayunkan pedangnya ke arah Ri yang langsung di balas dengan pertahanan Ri dengan satu Tangan menggunakan pedangnya.
["Raito : …"] Mata Naruto melebar ketika menyadari sebuah lengan telah di dadanya. 'Sial!' batin Naruto.
["Arguvizha!"]
Twush! Blaaar!
"Arrrghh! Ghhh!" Erang Naruto ketika tubuhnya terpental karena tembakan listrik bertenaga tinggi.
Rasa sakitnya sungguh luar Biasa, dirinya bisa merasakan sengatan seperti di gigit sesuatu di organnya.
'Si-Sial! Rasa sakit ini… sungguh menyakitkan!' Teriak Naruto dalam batin sambil berusaha bangun kembali.
"Gh!" geram pelan Naruto sambil menghilang kembali dengan cepat ketika Hujan Petir kembali terjadi.
Sret! Tap!
Bzit! Wush!
Naruto yang berhasil menghindar mengendalikan tubuhnya yang msih sedikit kejang-kejang dengan mengalirkan tubuhnya dengan Petir lalu melesat kembali ke arah Ri yang tampak santai.
Jgleer! Jgleer!
Bhats! Bhats!
Hujan petir pun melayang ke arah Naruto dalam jumlah Banyak, namun Naruto berhasil menangkisnya dengan pedangnya.
Sret! Bzit! Sring!
Setelah menangkis semuanya Naruto pun memutar pedangnya sesaat lalu mengangkatnya Ke arah langit sesaat lalu menebaskannya ke arah Ri yang masih beberapa meter darinya.
Jgleer! Blaaar!
Sebuah petir berukuran besar seketika turun dan menghantam Ri, namun Ri telah menyerap Petir Naruto dengan ujung pedangnya membuat Naruto berhenti di sertai rasa kejut yang besar..
["Raito : …"]
Gantung Ri sambil memutar senjatanya lalu menancapkan pedangnya ke tanah.
["Kumahoshin!"]
Bzit! Bzit!
Keterkejutan Naruto semakin bertambah ketika dari bawah sesuatu yang sangat cepat menghantamnya berkali-kali hingga akhirnya Naruto terjatuh dengan rasa sakit yang luar Biasa kembali.
'G- Gh! Kuso! Serangannya di luar dugaan Dan sangat cepat sekali,' batin Naruto kejang-kejang di tanah, 'P- Pantas saja Aku harus melatih kecepatan karena serangan cepat harus di hindari dengan cepat,' batin Naruto sambil berusaha berdiri kembali.
Ri yang melihat Naruto bangkit kembali menggumam pelan, tekad pemuda di depannya ini sungguh besar. Padahal dia hanyalah Kagebunoe yang seharusnya serangannya sudah mampu menghancurkannya, tapi dia masih Ada Dan bangkit kembali.
"G- Gh! M- Mari Kita lanjutkan latihan Kita," pinta Naruto sambil mengambil posisi bertarung. Ri yang mendengar itu menyiapkan pedangnya.
Wush! Trank!
.
Jepang
DSA Weapon Dragon
.
Sementara itu di Jepang tepatnya di DSA, bagian Kamar Naruto. Tampak saat ini Tearju dan Rosswaisse tengah membaca data-data yang pernah di lakukan Naruto dengan ekspresi sedikit murung karena Naruto tidak Ada di kamarnya.
Padahal mereka ingin menggoda Naruto seperti biasanya namun tampaknya keinginan mereka pupus Karena tidak Ada Naruto.
Sebagai gantinya mereka mengecek isi kamar Naruto selama mereka pergi bertugas di Amerika. Dan alhasil mereka cukup terkejut Naruto memiliki berbagai buku sejarah Naga, Jenis dan lain-lainnya.
Bahkan mereka juga terkejut di kamar Naruto terdapat banyak Desain gambar senjata-senjata yang dia ciptakan termasuk W.W.S Watchnya. Bahkan Foto serta Surat kabar kejadian akan benda ciptaannya yang hancur serta di publiskan di berbagai Negara Ada di kamar Naruto.
"Semenjak Kita meninggalkannya, dirinya benar-benar berubah ya," ucap Rosswaisse sedikit tersenyum, walau Tak bisa menggoda Naruto. Hal itu tergantikan dengan Informasi bagaimana keadaan Naruto Setelah mereka tinggalkan.
"Um, Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kerja kerasnya demi semua ini," timpal Tearju sambil memeluk sebuah buku yang rupanya foto Album.
Foto Album tersebut sebenarnya tidak Ada di kamar Naruto, Karena Grayfialah yang menyimpannya untuk kenangan perusahaannya DSA.
Di album tersebut, tampak banyak kegiatan DSA yang di Bantu oleh Naruto, bahkan beberapa Foto saat mereka bercanda, Naruto yang tertidur karena kelelahan dan ekspresi serious Naruto saat bekerja bersama Falbium dan Ajuka Ada di album tersebut.
Swuuuush!
Tearju dan Rosswaisse seketika menoleh keluar ketika sebuah kapal besar muncul dekat Teras Kamar Naruto memperlihatkan sosok perempuan berambut Merah di ikat twin dengan pakaian Komandan melekat di tubuhnya.
"Ka- Kau?! A- Apa yang sedang kau lakukan di sini?" Kejut Rosswaisse langsung mendekati perempuan tersebut begitu juga Tearju.
"Aku datang atas permintaanmu Jiraiya-sama. Cepat Naik, Kita harus pergi!" jawabnya membuat Rosswaisse dan Tearju kebingungan.
"Ke Mana?"
"Ke Utara, aku di perintahkan mengantar Kalian untuk bertemu Naruto-sama," jawabnya membuat Tearju dan Rosswaisse saling bertatapan lalu tanpa banyak bicara mereka menaiki kapal besar tersebut lalu terbang ke arah Utara dengan kecepatan sedang.
.
Other Side.
Division Dragons Intelligent
.
Sementara itu di Devisi Naga Intel, tampak saat ini mereka mulai rapat dengan di pimpin oleh Kakashi, dengan topik pembahasan adalah Naruto.
Tampak di Tengah meja mereka terdapat gambar Naruto serta beberapa keterangan Naruto yang mereka miliki.
Karena Setelah Dragons Champions Selesai, Naruto akan di angkat sebagai pemimpin Devisi Intel. Tapi sebelum itu Ada baiknya mereka berdiskusi Apakah langsung menaikkan Naruto sebagai pemimpin atau harus menjalankan Test terlebih dahulu.
"Jadi bagaimana menurut Kalian?" tanya Kakashi sambil membaca data Naruto, "Di sini tertulis, dia memiliki bakat dalam mengetahui seluruh Senjata, memiliki kecerdasan hampir sebanding dengan Clan Nara, Memiliki Ilmu Naga dan beberapa Ilmu lainnya dan memiliki kepercayaan dari seluruh Dunia… bagaimana menurut Kalian? Apakah Kita Harus Melakukan Test padanya?"
"Setelah membaca datanya aku berpikir Mungkin sebaiknya dia memang langsung di jadikan pemimpin," jawab Asuma sambil focus membaca data Naruto. "Alasannya?" tanya Kakashi tertarik.
"Sejak melihat bagaimana dia membuat Senjata untuk persiapan Kudeta Kota aku sudah tahu seberapa pintar dan hebatnya Anak itu, kau tahu? Membuat Senjata untuk melindungi Kota adalah sesuatu yang susah, sementara dia tampak mudah. Orang pintar pun akan butuh waktu lama untuk membuat Senjata yang bisa melindungi Kota, sementara dirinya, Dia di atas kata pintar."
"Aku setuju dengan Asuma, Apa lagi mendapat kepercayaan seluruh Dunia. Itu bukanlah sesuatu yang dengan mudah kau dapatkan," timpal Kurenai.
"Aku menolak!" ujar Anko dengan keras. "Berikan aku alasannya?" pinta Kakashi.
"Menaikkan orang sebagai pemimpin tanpa Melakukan Test? Apa Kalian Gila?!"
"Mungkin," celetuk Kotetsu.
"Orang-Orang yang berusaha keras agar bisa terpilih menjadi pemimpin Kalian apakan? Apakah Kalian tidak menghargai kerja keras mereka? Jika mereka mendengar Naruto langsung menjadi pemimpin tanpa Melakukan Test orang-orang Akan mencap Devisi Intel adalah orang-orang yang pemilih!"
Kakashi yang mendengar itu berpikir, memang benar orang-orang akan beranggapan seperti itu, namun jika itu adalah Naruto? Dirinya tidak yakin masyarakat akan beranggapan begitu. Apa lagi mereka sudah tahu Kekuatan Naruto di Dragons Champions, bahkan seluruh Dunia memberinya sebuah julukan.
"Bagaimana yang lainnya?"
"Aku tidak mempermasalahkannya, jika mau di lakukan Test silahkan saja," ujar Asuma, "Lagi Pula aku bisa menebak bagaimana reaksi masyarakat."
"Aku juga tidak mempermasalahkannya," balas Shikaku dengan santai, "Kita juga harus bisa mengukur sampai sejauh Mana kekuatan Naruto."
Kakashi yang mendengar itu menghela nafasnya, pekerjaannya akan menambah.
"Bagaimana denganmu Gai?"
"Hm? Aku di Pihak Netral seperti yang lainnya, aku tidak keberatan apa yang akan Kalian berikan Padanya karena semenjak melihat kekuatannya saat melawan Anak Taijutsu Suna itu membuatku sudah tahu apa yang harus aku pilih," jawabnya.
"Oke… Rapat Kali ini Kita akhiri dengan keputusan, Naruto akan menjalankan Test saat Alan menjadi pemimpin Devisi ini."
.
Back To Hyotogaku
Tenggara.
.
Trank!
Bruk!
Sebuah benturan Senjata kembali terjadi namun Kali ini benturan tersebut hanya sesaat karena salah satu Senjata terlempar bersamaan ambruknya seseorang.
Ya, dialah Naruto. Dirinya Ambruk dengan Luka di tubuhnya karena Ri terlalu cepat dan Kuat.
Setiap dia melayangkan serangan petir, petirnya selalu di hisap Dan di jadikannya serangannya, bahkan kecepatannya sangat tinggi membuatnya kewalahan Hingga membuat celah besar.
Ri yang melihat Naruto Ambruk mengayunkan senjatanya sambil mengatur nafasnya, Naruto telah Ambruk berkali-kali, namun dia masih bisa berdiri dan memintanya melanjutkan latihannya.
"Sudah cukup Baka! Tubuhmu akan menghilang jika seperti ini terus!" bentak Ri. "Ugh! Ma- Masih belum, A- Aku… Masih bisa…" saat akan bangkit kembali, tubuh Naruto kehilangan keseimbangannya, namun untungnya Muncul Irina di sampingnya menahan tubuhnya agar tidak Jatuh.
"Sudah Cukup Danchou, Kita istirahat sebentar," ucap Irina sambil mengajak Naruto Ke suatu tempat untuk istirahat.
Ri yang melihat itu mendecak kesal, sementara Raitokaryuuga yang Ada di dalam tubuh Ri Sweatdrop ketika mendengar decakan Ri.
.
.
Saat ini, mereka berada di sebuah hutan sebelum memasuki Habitat Naga berelement Petir dimana Irina mengobati Luka Naruto dengan Jurus Medis yang dia pelajari dari Asia.
Naruto sempat sedikit terkejut karena Irina bisa menguasai Jurus medis, padahal setahuku Irina bukanlah orang yang pintar dalam Medis, dia lebih ke Periang, Berenergik, dan Rakus jika masalah Makanan seperti Tohka.
"Aku tidak menyangka kau bisa menggunakan Jurus Medis." Irina tersenyum mendengar itu, "Selama bergabung dengan Danchou, aku sering melihat Danchou memaksakan Diri Dan selalu membuat kami Khawatir, Selain itu Yang selalu mengobatimu adalah Asia-chan," cerita Irina.
"Di Sana aku berpikir, Jika tidak Ada Asia saat di butuhkan… Siapa yang akan mengobati Danchou, karena itulah aku berinisiatif untuk mempelajari Jurus Medis agar aku bisa mengobati Danchou seperti saat ini," lanjutnya sambil tersenyum.
Naruto tersenyum mendengar inisiatif Irina dalam mempelajari Jurus Medis, lengannya bergerak ke kepala Irina dan mengelusnya dengan lembut.
"Arigato, Irina-chan!" Irina yang mendengar itu merona tipis, "M-Mou~ sudahlah Danchou, itu memalukan," ujar Irina sambil menurunkan lengan Naruto lalu melanjutkan pengobatannya.
"Haha, harusnya kau senang. Ini pertama kalinya aku memujimu, selama ini aku belum pernah memuji Anggotaku sendiri," ucap Naruto sambil tersenyum. Irina yang mendengar itu menggumam pelan, perkataan Naruto Ada benarnya.
Naruto sangat jarang bahkan hampir tak pernah memuji mereka, harusnya dirinya senang di puji Naruto, namun itu memalukan baginya.
Luka-luka Naruto pun pulih kembali membuat Naruto semakin tersenyum saat ini dirinya bisa kembali berlatih. "Danchou, bolehkah aku bertanya?"
"Hm? Tentu," jawab Naruto. "Kenapa kau bersih keras Hingga seperti itu?" tanya Irina membuat Naruto termenung.
"Kau sudah memiliki berbagai kekuatan, bahkan kau yang saat ini sudah kuat. Aku rahu walau itu kekuatan pinjaman, tapi…" gantung Irina, "Bukankah latihan harus di jalani secara bertahap? Jika kau tidak bisa Hari ini Masih Ada di lain Hari, tapi Danchou… kenapa?"
Puk!
Irina harus tersentak karena Naruto menepuk kepalanya dan tersenyum padanya, "Itu mustahil," jawab Naruto.
"Kau sudah dengar bukan? Aku selalu Melakukan Hal nekat karena itulah Sifatmu. Aku tidak akan pernah bisa bersantai dengan mudahnya walau aku menerima kekuatan besar, Ada waktunya aku harus menguasainya dengan cepat tanpa mengulur waktu."
"Kalian yang sudah bisa menguasai kekuatan Kalian tidak masalah jika latihan Kalian di lakukan bertahap, tapi untukku adalah Hal lain, aku harus menguasainya secepat mungkin karena aku tidak ingin tertinggal lagi," Lanjut Naruto dengan pandangan serius.
Irina yang mendengar itu tersenyum lirih, memang benar Naruto sudah tetinggal jauh untuk menguasai jurus-jurus karena baru-baru ini kekuatannya telah bangkit, dan karena itu juga dia sering lupa bahwa orang-orang di sekitarnya khawatir.
Sret! Bruk!
"O- Oy! Apa yang kau lakukan Irina?!" kejut Naruto ketika Irina tiba-tiba mendorongnya dan menindihnya. Irina mengunci lengan Naruto Dan mendekatkan wajahnya, Naruto yang melihat itu semakin panik.
"Bisakah kau memikirkan kami, Danchou…" Naruto yang mendengar itu berhenti panik, matanya melebar ketika melihat Ekspresi Irina yang saat ini menangis di atasnya.
"Kau selalu memaksakan dirimu, berkorban untuk semuanya, bahkan Melakukan Hal nekat seorang diri hingga membuat kami khawatir," ujar Irina dengan lirih, "Selama ini, ketika melihatmu di Rumah Sakit… aku sungguh tidak kuat… aku sungguh tidak kuat…"
"Kau terluka karena kami tidak becus Melakukan sesuatu Hingga akhirnya kau turun tangan… kami merasa tidak berguna kau tahu…"
Naruto yang mendengar itu hanya diam. "Melihatmu yang sudah kuat membuatku merasa diriku ini tidak berguna, bahkan aku tidak bisa melindungimu, Aku sungguh tidak berguna..."
"Irina…"
"Aku sungguh tidak berguna…"
"Irina!"
"Aku hanyalah sampah yang membuatmu selalu tertidur di ranjang rumahmmmpph~"
Perkataan Irina terhenti karena dengan cepat Naruto mengunci bibir Irina dengan menciumnya. Irina benar-benar terkejut karena Naruto tiba-tiba mencium bibirnya bahkan Naruto sendiri terkejut, dirinya tidak tahu apa yang merasukinya namun Ada sebuah dorongan yang menyuruhnya untuk Melakukan itu.
Beberapa detik, Naruto pun melepaskan ciuman ya dan bangkit sambil memegang lengan Irina yang di pangkuannya.
"Berhenti menyalahkan dirimu! Semua itu bukanlah salahmu?!" bentak Naruto dengan nada lembut, "Aku terluka karena kesalahanku sendiri, aku tidak mempermasalahkan Kalian salah karena tidak bisa melindungiku, tidak!"
"Aku justru sangat senang karena Anggotaku selamat, aku rela mengorbankan nyawaku untuk Kalian adalah karena Kalian adalah keluargaku yang terpenting! Aku tidak ingin kehilangan keluargaku kembali!"
Lengan Naruto memegang kepala Irina lalu tersenyum pada Irina. "Kau bukanlah sampah, kau adalah Anggotaku yang Periang, aku malah sangat bersyukur karena kau ada. Karena adanya dirimu, aku bisa tahu perasaan orang di sekitarku, Arigato… Irina-chan."
Irina yang mendengar itu menangis, menitikkan air mata. Naruto yang melihat Irina menangis menghapus air mata Irina dan entah kenapa Naruto mendekati wajahnya Dan mencium Irina kembali. IrinaIrina yang di cium memejamkan matanya Dan membalas Ciuman Naruto dengan lembut.
.
Ri yang menunggu sejak tadi menghentak-hentakkan kakinya sambil sesekali berdecak, Raitokaryuuga yang Ada di tubuh Ri hanya diam dengan tenang di sertai Sweatdrop di kepalanya.
.
"Jadi… latihan Kali ini adalah melatih kecepatan dengan gabungan Element Petir?" tanya Irina yang menyandarkan kepalanya di bahu Naruto. "Um, Aku cukup kesulitan mengendalikan kecepatanku untuk melebihi kecepatannya, namun dia lebih cepat dari dugaanku," balas Naruto sambil menatap tangannya lalu mengepalkan tangannya.
"Hihi, itu bukanlah Danchou yang aku kenal," ucap Irina sambil terkikih, "Danchou yang aku kenal pasti bisa melampui apa pun itu, karena aku yakin Danchou pasti memiliki rencana yang hebat, bahkan Kay bisa mengalahkan Cao Cao dengan sangat cepat Hingga dia Tak bisa membalasnya."
Naruto yang mendengar itu tersentak, Otak Naruto seketika bekerja sangat cepat mengingat kejadian saat melawan Cao Cao dan Jurus-jurus Petir yang belum dia keluarkan.
Beberapa detik setelahnya, Seringai tercipta di bibir Naruto, rencanannya telah terbentuk. "Dapat…"
Puk!
"Uhm!" lenguh pelan Irina ketika Naruto menepuk kepalanya kembali dan mengelus rambutnya. "Arigato Irina-chan, dengan begini aku sudah siap untuk latihanku," ucap Naruto berterima kasih.
"M-Mou~," rengek Irina sambil melepaskan Tangan Naruto dari kepalanya lalu menggenggamnya sedikit erat, "Ne, Danchou…"
"P- Pastikan kau bertanggung jawab ya," ujar Irina dengan wajah memerah membuat wajah Naruto ikut memerah. Dirinya lupa, dirinya sudah Melakukan sesuatu yang tercela pada Irina, walau itu hanya ciuman namun tetap saja dia mencuri harga diri Irina sebagai perempuan.
"A- Ah, T- Tentu…" balas Naruto sambil mengalihkan wajahnya, 'Ku- Kuso, apa yang telah kau perbuat padaku, Kami-sama…'
.
.
Ri yang masih menunggu mulai menggerutu sendiri sambil bertopang dagu, sudah cukup lama semenjak Naruto dan perempuan yang entah siapa karena dia tidak kenal pergi meninggalkannya karena perempuan itu pasti mengobati Naruto.
Tap!
Ri yang mendengar langkah kaki menoleh dan dia melihat Naruto telah datang dengan ekspresi serius di wajahnya. "Kau lama sekali!" Ujar Ri setengah kesal.
"Haha, Maaf… aku harus mempersiapkan segalanya agar bisa menyelesaikan latihan ini," balas Naruto sambil menyentuh tanah di bawahnya.
BZIT! BLAAR!
Tanah di bawah Naruto pun retak Dan merambat ke sekitar Ri. Setelah itu Naruto pun mengambil posisi menyerang dengan tatapan serious yang membuat Ri teringat di mana saat pertama Kali bertemu Naruto.
"Kalau begitu…"
Bzit! Blaaar!
"Aku mulai!" teriak Naruto melesat dengan cepat Hingga menyebabkan ledakan area.
'Dia kembali menggunakannya petir area?' batin Ri menyipitkan matanya. "Percuma, dengan kecepatan itu…"
Tsh!
Mata Ri seketika melebar ketika sebuah Luka gores muncul di pipinya, dirinya tentu terkejut karena serangan Naruto sangat cepat dan Tak terlihat.
"Kau mengatakan aku boleh menyerangmu dengan Element Petir bukan?" ucap Naruto yang telah di depan Ri sambil menebaskan senjatanya, namun dengan cepat Ri mengatasi keterkejutannya dan menahan senjata Naruto.
Trank! Bzit! Trank! Bzit! Trank!
Setelah Senjata mereka berbenturan, dengan kecepatan petir Naruto muncul di belakang Ri dan menebaskan senjatanya namun kembali bisa di tahan dan Naruto kembali menghilang Dan muncul kembali di posisi yang Lin memberikan serangan yang sama him berhasil di tahan secara berulang-ulang oleh Ri.
Wush! Bugh! Greb! Swush!
Keterkejutan Ri semakin besar ketika tiba-tiba muncul Naruto lain menendang kakinya Hingga kehilangan keseimbangannya dan Naruto yang serangannya dia tahan menggenggam tangannya dan melemparnya ke udara
Sret! Blam! Blaaar!
Naruto yang menendang Kaki Ri pun memutar tubuhnya layaknya Break Dance lalu menepuk tanah di bawahnya dengan keras Hingga di belakangnya keluar 3 tiang tanah yang melesat ke arah Ri.
"Ck! Bukankah sudah aku bilang hanya boleh menggunakan jurus petir?!" teriak Ri bersiap menghancurkan 3 Tiang tanah yang mengarah padanya.
Sring! Sring! Blaar!
3 Tiang tanah yang mengarah pada Ri pun terbelah dan hancur menjadi beberapa bagian, Ri yang belum menghancurkan serangan Naruto terkejut karena Naruto sendirilah yang menghancurkan serangannya sendiri.
Bugh! Duak!
Mara Ri menyipit ketika belahan tiang tanah yang di belah di pukul Dan di tendang oleh Naruto Hingga belahan-belahan tersebut di sekitarnya.
"Aku Mulai Ri-sensei!" teriak Naruto yang seketika seluruh tubuhnya teraliri api yang perlahan berubah menjadi petir merah, Ri yang melihat Naruto memanipulasi Element api menjadi Petir tentu terkejut karena…
Bzit! Wish! Trank!
Dengan sangat cepat Naruto melesat ke arah Ri sambil menebaskan pedangnya, tentu Ri bisa menahannya namun dirinya harus terpental dan berpijak Pada Belahan tanah yang di tendang Naruto.
Bzit! Trank! Trank!
Ri yang merasakan Naruto menyerangnya langsung menghindar dengan cepat membuat Serangan Naruto meleset, namun Naruto dengan cepat mengejar Ri membuat pertarungan di udara Tak terelakkan.
Bzit! Trank! Bzit! Duak!
Ri yang menahan serangan Naruto harus terkejut karena muncul Naruto Ke Dua di belakangnya dengan Tangan terlapisi api yang langsung berubah menjadi petir merah dan menamparnya dengan keras Hingga membuatnya melesat ke bawah dengan cepat.
Blaaar!
Ri yang masih bisa bertahan mendarat dengan keras di tanah dengan kakinya, namun Hal itu membuat tanah di bawahnya terbentuk kawah membuktikan kuatnya pukulan Naruto.
"Haha! Sudah aku duga Hal ini!" ucap Naruto yang telah mendarat bersama Duplikatnya yang kembali ke bentuk hologram.
"Kau mengatakan Kita Alan melatih kecepatan bukan? Aku melakukannya sesuai perintah, tapi aku sadar kenapa kau memintaku selalu menyerangmu dengan Element Petir," ujar Naruto sambil menunjuk Ri, "Karena Kau bisa memanipulasi Petir sesuka Hatimu!"
"Aku sadar kenapa kau tampak santai menerima Serangan petirku karena kau bisa menyerap Petir, Tubuhmu sudah seperti Baterai yang menghasilkan Energi Listrik itu sendiri, namun lain lagi untukku," ujar Naruto sambil menunjuk dirinya, "Tubuhku ini samalah seperti Manusia biasa, tentu saja serangan yang aku terima sangatlah tidak Adil."
"Maka dari itu…"
Blam! Blaaar!
Setelah Naruto menepuk tanah di bawahnya Empat Meriam besar muncul dari tanah mengarah pada Ri, "Jika kau Melakukan sesuatu yang tidak Adil, maka aku akan ikut dengan menggabungkan Setiap element dengan Petirku!"
"Jaa~ Apa kau sudah siap?"
Ri yang mendengar itu terdiam, sebuah seringai seketika muncul di bibir manisnya, "F-Fufufu~"
"Kau sepertinya terlalu meremehkanku ya?"
Sch!
Sebuah Luka kecil seketika muncul di pipi Naruto membuatnya terkejut karena Luka yang muncul di pipinya muncul karena 'Tadi itu… Mini Raito!' Batin Naruto terkejut karena Ri memanipulasi petir menjadi petir kecil yang Tak terlihat.
BZZIIIT!
Naruto seketika terkejut ketika Sebuah serangan Petir Tak terduga mengenainya Hingga membuat Luka di seluruh tubuhnya.
"Kau harusnya sadar dengan siapa yang kau lawan, ketahuilah kekuatanmu kita sangatlah berbeda!"
Jrash! Jrash!
Tubuh Naruto semakin banyak menerima Luka ketika Ri menebas pedangnya ke arahnya, namun Naruto Tak berteriak sedikitpun karena saat ini, Irina Tengah melihatnya dan dia Tak ingin membuatnya Khawatir.
"Ya… Mungkin kau benar…" gantung Naruto lalu menyentuh tanah di bawahnya, "Tapi!"
Bwush! BZIIIT!
Seketika Petir yang mengalir di seluruh tubuh Naruto berubah menjadi Api dan kembali menjadi petir Kuning yang memancar liar.
"Kau tidak bisa memanipulasi petir ke element lain, sementara aku bisa melakukannya!" ujar Naruto sambil menyeringai ["Setsutouzuki : Raito : Kiiroibunma!"] teriak Naruto.
Bzit! Twush!
Empat Meriam yang di belakang Naruto seketika mengumpulkan Energi Petir dalam jumlah sedikit dan setelahnya Meriam tersebut menembakkan Energi Kuning ke arah Ri.
Trank! BOOM!
Ri yang melihat itu langsung menahannya dengan senjatanya, namun serangan tersebut membuat ledakan sangat Dahsyat yang membuat Ri terpental bahkan Naruto juga ikut terpental karena kuatnya ledakan.
Swush! Jleb!
Naruto yang terpental mengendalikan tubuhnya lalu menancapkan pedangnya agar tidak terpental terlalu jauh.
Ri yang memang masih memiliki Stamina yang besar tentu hal mudah untuk berhenti dari terpentalnya.
Bzit!
Petir biru seketika melapisi pedang Ri, Naruto yang melihat itu menyimpan pedangnya di punggung lalu mengepalkan kedua tangannya di samping pinggangnya.
Ri pun menjilati pedangnya lalu menyeringai ke arah Naruto, "Jadi kau menganggap kekuatan Kita itu setara?"
"Jika kau berkata begitu…" jedanya sambil menyiapkan pedangnya, "Tunjukkan padaku, Uzumaki Naruto!"
BZIIIT!
"HUUOOOAAAAAA!" Teriak Naruto dengan lantang dan seketika Petir yang menyelubungi Naruto semakin menjadi dan Dalam sekejap Naruto menghilang.
BOOM!
Tanah yang di pijak Naruto seketika meledak memanjang ke belakang membuat Mata Ri melebar sempurna, 'Itu… Petir Tunggal!'
Wush! Duak!
Mata Ri semakin melebar karena Naruto sangat cepat Hingga membuatnya tidak sadar membentu pertahanan membuat Naruto berhasil menendangnya.
Wush! Wush! Greb! Duak!
Naruto pun kembali melancarkan tinjunya ke arah Ri dengan cepat namun berhasil di hindari semua. Tak kehabisan Akal, Naruto menangkap Lengan Ri lalu melemparnya lalu bergerak ke bawah Ri dan menendangnya ke langit.
Greb!
["Raito : …"] gantung Naruto sambil menggenggam pedang di punggungnya.
Bzit!
Jrash!
Ri yang terpental ke langit harus kembali terkejut ketika kecepatan Naruto semakin cepat dan bebepa detik setelahnya beberapa luka muncul di tubuhnya membuatnya memuntahkan darah yang tidak terlalu banyak.
["Raikiiroryuu!"] teriak Naruto yang tiba-tiba sudah di atas Ri sambil mengayunkan senjatanya ke bawah
Sring! BZIIT! BOOM!
Dan dari Langit seketika turun sebuah Petir yang menghantam Ri dengan cepat ke bawah membuatnya membentur tanah Hingga terbentuk kawah yang cukup besar.
"Aghh!" teriak Ri merasakan Sakit pads tubuhnya, Ini kedua kalinya dia merasakan Sakit Setelah 3 tahun berlalu, "K- Kuso…"
Bzit! BOOM!
Ri harus memejamkan matanya ketika terjadi ledakan di samping kepalanya Dan terlihat sebuah pedang menancap di samping kepalanya Dan memperlihatkan Naruto yang di atasnya dengan penampilan berbeda.
Sebagian tubuh Naruto tepatnya bagian Kiri, tampak dari wajah Naruto Hingga keseluruhan tubuh bagian kirinya tampak Armor Petirnya tampak belum sempurna dan di wajah Kiri Naruto tampak seperti armor Iblis yang belum sepenuhnya Jadi.
"Inilah perbedaannya Kita, Kau mungkin Rajanya Petir, Tapi Kau lemah karena tidal bisa memanipulasi petir, sementara aku memang bukan Rajanya Petir Tapi aku adalah orang yang mampu memanipulasi petir ke bentuk apa pun, ," ujar Naruto dengan tatapan serius.
"Selamat kau berhasil, Anak muda," ujar Ri dengan suara berat membuat Naruto tersentak dan menjauh menjaga jarak. "Suara itu… Raitokaryuuga," gumam Naruto.
"Hahaha! Jangan khawatir, Aku tidak akan membantunya untuk mengalahkanmu, karena latihannya sudah selesai sampai di sini," ujar Ri yang di rasuki oleh Raitokaryuuga.
"Hah?!"
"Ya, Kau telah berhasil mengendalikan kecepatan Petirmu dengan baik, bahkan kau berhasil membuat Luka seperti ini padanya," ucapnya lalu mengangkat tangannya ke langit.
Jgleer!
Sebuah petir pun menyambar tubuh Ri dan seketika luka-luka yang di terimanya sembuh. "Maafkan Ri-chan atas kesombongannya tadi, dia terlalu bangga akan kekuatannya Hingga dia lupa untuk menjaga kekuatannya untuk latihan," ucap Raitokaryuuga membungkukkan badannya.
"Semenjak 3 Tahun yang lalu karena dirimu, Ri-chan sangat iri karena merasa kalah dengan Manusia dan karena itulah semenjak bertemu dirimu dis menjadi Tsundere," jelas Ri.
"Ba- Baka! Sudah aku bilang untuk tidak mengatakkan itu padanya?!" teriak Ri di Dalam pikiran karena Tubuhnya di ambil alih oleh Raitokaryuuga. "Huh, aku sudah menduganya sejak awal," dengus Naruto sambil menghilangkan Petir di tubuh kirinya.
Luka yang di terima Naruto juga memulih sendirinya karena Cairan Naga Phenex yang dia sempat minum.
"Danchou!"
Greb!
Naruto yang baru may berbicara harus terkejut ketika Irina berlari ke arahnya dan memeluknya dengan erat. "Syukurlah… Syukurlah kau baik-baik saja," lirih Irina.
Naruto yang mendengar nada lirih Irina tersenyum lalu mengelus rambut Irina, "Jadi, Latihannya sudah selesai Apakah Kita Alan mempelajari yang lain kembali?"
"Untuk Hari ini Kita cukup sampai di sini, Kita Alan melanjutkannya besok."
"Hm, Baiklah!"
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Di waktu yang sama.
Arah Selatan.
.
Sementara di arah Selatan, tampak saat ini Naruto berjalan di tempat yang sangat panas bersama Raja Naga Lava, Youhizenryuu.
Wujud Youhizenryuu berwarna merah memiliki beberapa duri di punggungnya memiliki tanduk dari Lava begitu juga dengan Sayapnya. Ukurannya sekitar 20 m Jadi bisa di pastikan Ukuran Naruto hanyalah seperti seekor semut.
"Huft~ panas sekali," hela Naruto sambil menyeka keringatnya. ["Sudah 3 Tahun berlalu semenjak pertemuan Kita di Singapura, apa kau merasa bernostalgia?"] tanya Youhizenryuu.
"Ya… Saat membantu EOS aku tidal menyangka ada Naga mengamuk keluar Dan menyerang kami, untung saja Ada beberapa Alat yang bisa menahan Naga itu waktu itu," jawab Naruto dengan Alis sedikit berkedut.
3 Tahun lalu, Naruto di undang oleh salah satu lembaga Penelitian kebumian yang Ada di Singapura untuk membawakan alat yang mereka pesan untuk meneliti dalaman Bumi. Nama lembaga itu adalah Earth Observatory of Singapore yang berada di naungan Nanyang Technological University.
Saat Melakukan Penelitian dalaman Bumi yang kebetulan bahwa Penelitian mereka di Dalam bumi terdapat Lava, muncul Naga Lava yang mengamuk ke arah Mereka, Naruto berhasil menahannya dengan sebuah alat pembeku yang bisa membekukan Lava, dan dengan alat itu Naruto membekukkan Naga tersebut lalu menyelamatkan para Penelitian selagi Ada waktu karena alat tersebut tidak bekerja permanent.
"Ck! Rasa panas ini membuatku tidak tahan!" Desis Naruto lalu menyatukan kedua tangannya.
Krek! Psshh!
Seketika Tubuh Naruto terselubungi Kristal-kristal Es yang membuat tubuh Naruto merasa dingin kembali, Youhizenryuu yang melihat itu hanya diam Hingga akhirnya mereka sampaindi sebuah tempat luas di bawah kaki Gunung Lava.
Sing~
Tubuh Youhizenryuu seketika bercahaya Dan menyusut Hingga berubah menjadi sosok Wanita bertubuh seksi dengan pedang besar di punggungnya.
"Jadi kau adalah wujud dari Youhizen?" Tanya Naruto dan di balas senyuman mempesona sang Wanita. "Ha'i, Namaku adalah Himeko, Jiwa dari Youhizen-kun," jawabnya memperkenalkan dirinya.
"Himeko ya? Jaa Himeko-sensei, Latihan Apa yang akan Kita jalani?" tanya Naruto penasaran.
Wush! Wush!
Tap!
Sebelum menjawab, Himeko melompat turun begitu juga Naruto Hingga mereka akhirnya mendarat di sebuah tanah dengan retakan yang mengeluarkan lava.
"Kau bisa menggunakan Element Lava?"
Naruto yang mendengar itu mengangguk Kaku, "Y- Ya Sedikit, Tapi aku tidak tahu teknik ini termasuk kategori Lava atau tidak," jawab Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Perlihatkan padaku!"
Tanpa banyak kata, Naruto mengepalkan ke dua tangannya di samping pinggangnya lalu mengambil nafas dalam-dalam.
Pshh~
Seketika Es yang menyelubungi Naruto meleleh dan mengeluarkan Uap panas, bahkan tubuh Naruto tampak memerah secara perlahan.
"Hm, adakah Element Lava lain yang bisa kau gunakan?"
"Ada saja, Tapi itu kekuatan pinjaman Orang Lain," balas Naruto. Himeko yang mendengar itu menunjuk tumpukan berbatuan yang mengeluarkan lava, Naruto yang melihat apa yang di tunjuk Himeko menatapnya bingung.
"Coba kau hancurkan Batu tersebut dengan tinjumu itu, Jika tanganmu Tak terluka maka Jurusmu adalah Kategori Element Lava." Naruto yang mendengar itu mengangguk pelan lalu bersiap melesat ke arah berbatuan yang di tunjuk.
Sret! Blaaar!
Tanah yang di bawah Naruto pun retak Dan begitu Naruto melesat tempat yang di pijak Naruto hancur mengeluarkan lava cukup banyak.
Naruto yang sudah dekat pun menyiapkan tinjunya Dan…
Boom!
Berbatuan tersebut pun hancur begitu terkena pukulan Naruto, namun Naruto harus merasakan rasa Sakit juga ketika tangannya yang dia gunakan untuk memukul menjadi Hitam karena panasnya lava.
"Hm… ternyata seperti itu," gumam Himeko, Tangan Naruto yang menghitam seketika kembali semula karena api Phenexnya, Setelah sembuh Naruto mendekati Himeko yang berpikir.
"Jadi bagaimana?"
Greb!
Himeko yang di Tanya hanya terdiam sambil menggenggam pedangnya, Naruto yang merasakan firasat buruk langsung menjauh Tak lupa membuat pijakan Es agar sepatunya Tak meleleh.
Wush!
Blam! Blaaar!
Sebuah gelombang Api Merah seketika melesat ke arah Naruto membuat Naruto meninju tanah di bawahnya Hingga kedua tangannya terbungkus berbatuan yang berisikan Lava lalu menahan gelombang tersebut dengan menyilangkan tangannya Hingga membuat berbatuan yang menyatu tadi hancur kembali.
"Jadi Element Lava yang Ada pada dirimu adalah di bagian Otot ya," gumam Himeko sambil mengacungkan pedangnya, "Begitu melihatmu menghancurkan berbatuan tadi Seluruh tubuhmu memerah menandakan daging atau Ototmu memanas, jika itu Element Api aku yakin Api akan keluar dari tubuhmu Tapi ini lain."
Naruto yang mendengar itu menatap tangannya, Element Lavanya berada di otot dengan kata lain latihan Kali ini adalah…
"Jadi untuk latihan yang akan Kita Ambil adalah melatih otot-ototmu itu agar semakin panas dan kuat!" ujar Himeko lalu mengambil posisi kuda-kuda bertarung, "Kau sudah siap?"
Naruto yang mendengar itu mengepalkan ke Dua tangannya di samping pinggangnya Hingga tubuh Naruto perlahan memerah menandakan Ototnya telah memanas.
"Kemarilah, Naruto-kun!"
Sret! Pyaarsh!
Dengan dorongan kuat, Naruto pun melesat ke arah Himeko sambil mengayunkan tinjunya, Himeko yang melihat itu pun mengarahkan sisi pedangnya ke depan untuk menahan tinju Naruto.
Blaam!
Tinju Naruto pun tertahan oleh Sisi pedang Himeko, Naruto terkejut karena pukulannya sudah dia gabung dengan Detroito namun Hal itu Tak membuat Himeko terseret sedikitpun.
Sring!
Wush!
Himeko yang bisa menahan tinju Naruto pun mendorong pedangnya membuat Naruto sedikit terseret lalu melesat kembali ke arah Himeko dengan melancarkan serangan yang sama. Namun Setiap serangannya berhasil di tahan dengan mudah oleh Himeko.
"Ototmu tidak akan kuat jika kau hanya menggunakan itu!" Ujar Himeko sambil terus menahan tinju Naruto.
Wush! Tap!
"Gunakan tubuhmu yang lain untuk menyerang! Dan usahakan panaskan tubuhmu Hingga Titik terakhir!" lanjut Himeko sambil mengacungkan pedangnya yang mengeluarkan api.
Naruto yang mendengar itu mengepalkan tangannya dengan kuat Hingga uap panas keluar dari tubuh Naruto.
Wush! Blaaaar!
.
Other Side
.
Sementara itu di sisi lain Hyotogaku tepatnya kediaman Minato, tampak saat ini Asuna Tengah menatap tajam Kirito yang Ada di depannya bersama Menma yang tampak acuh.
Asuna yang melihat sifat mereka seperti ini ketika kemunculan Naruto di sini menghela nafasnya. Dirinya tidak mempermasalahkan sifat Kirito yang memang bermusuhan dengan Naruto. Tapi Menma? Yang secara Tak sadar adalah Adik dari Naruto? Kenapa tampak Tak ingin Akrab dengan kakaknya sedikitpun?
"Menma, kenapa kau seperti itu terhadap Naruto-kun?" tanya Asuna dengan serius. "Huh! Buat Apa aku menjawabnya? Aku sama sekali Tak ingin Akrab dengan kakak busuk sepertinya."
Asuna yang mendengar itu menahan emosinya, pantas saja Naruto memutuskan keluar dari Clannya karena sifat Adiknya sungguh keterlaluan. Dia yang mendapat kasih sayang pasti akan merasa angkuh sementara yang di telantarkan akan di anggap sampah.
Namun Naruto bukanlah Sampah, dia adalah seekor Anak Singa yang di tinggal Induknya dan beradaptasi dengan lingkungan Hingga menjadi Raja Singa yang di akui.
"Ngomong-ngomong Asuna, kenapa kau membelanya? Bukankah Kita ini musuhnya?" tanya Kirito membuat Asuna mendelik ke arahnya.
"Aku bukanlah orang Arogan yang mementingkan Status atau yang lainnya, lagi Pula aku punya hutang pada mereka jadi sudah pantas aku peduli," jawabnya.
Swuush~
Asuna yang mendengar suara menoleh keluar, suaranya seperti suara Mesin besar. Dengan cepat Asuna keluar dan mengeceknya Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat pesawat besar Tengah berada di langi-langit Kediaman Minato.
Swung~
Sebuah cahaya pun muncul dan memunculkan Dua perempuan yang tak lain adalah Tearju dan Rosswaisse. Menma yang melihat kemunculan mereka merona, apa lagi ketika melihat sesuatu yang menggantung.
"Are? Ini dimana?" kejut Rosswaisse sambil menatap sekitarnya. "Wah! Sugoii!" kagum Tearju dengan Mata membinar.
"A-Anoo, K-Kalian siapa?" tanya Asuna dengan sopan. "Hm? Justru akulah yang harusnya bertanya dulu nyonya?" balas Rosswaisse membuat Asuna sweatdrop.
'Se- Sebenarnya siapa sih mereka ini…'.
.
Back to Naruto Training With Himeko
.
Wush! Trank! Trank!
Kembali ke latihan Naruto bersama Himeko, latihan mereka semakin sengit ketika Pedang Api Himeko berhasil di tangan dengan Tangan kosong oleh Naruto walau sebenarnya Naruto mencari bagian sisi samping pedang agar tangannya Tak terluka.
Wush! Trank! Trank!
Naruto yang melihat serangan Himeko semakin gencar Tak mau kalah dengan memukul Setiap sisi pedang Himeko bermaksud menjauhkan Senjata tersebut darinya.
Wush! Swush!
Naruto yang tanpa sengaja membongkar celah besar langsung melompat begitu Himeko menggunakan celah tersebut untuk menyerangnya.
Wush! BLAAAM!
Naruto yang melompat pun memutar tubuhnya sambil mengepalkan kedua tangannya lalu menghantamnya ke tanah Hingga tanah di bawah retak dan membuat beberapa tanah tenggelam di Telan lava.
'Shit! Secara Tak sadar aku membuat latihanku semakin sulit sendiri,' batin Naruto drop karena perbuatannya dia malah membuat latihannya semakin sulit.
Dirinya juga bahkan tidak bisa berjalan di lava.
Tap! Psh~
Himeko yang melihat jarak di buat Naruto melangkahkan kakinya ke lava dan Naruto tidal terkejut lagi ketika melihat Himeko berjalan di atas lava ke arahnya.
"Ck!" decak Naruto lalu meninju tanah di bawahnya Hingga Satu sisinya terangkat ke atas, Naruto pun melompat ke sisi atas tanah tersebut lalu melesat ke arah Himeko dengan kepalan tinjunya.
Sring! Sret! Wush!
Himeko yang melihat itu pun mengayunkan pedangnya namun dengan refleks Naruto menggunakan sisi pedang Himeko lalu melompat ke tanah yang sempat di pijak Himeko lalu melesat kembali ke arah Himeko
Bwush!
Mata Naruto seketika Melebar ketika Api keluar dari tubuh Himeko Dan pedang Merah Himeko terbungkus lava, Naruto yang merasakan sinyal Bahaya berniat mengaktifkan Jikkannya Tapi niatnya terhenti karena Himeko tiba-tiba telah di depannya
Jrash!
Wush! Blaaar!
Tubuh Naruto pun harus menerima Luka dari tebasan Himeko Hingga membuatnya terpental, Tak sampai di situ Himeko menyerang Naruto secara brutal yang membuat Naruto hanya bisa menerima Serangan tersebut, bahkan dirinya hampir di Telan Lava jika saja dia tidak cepat membuat pijakan Es untuk menghindar walau tetap terkena serangan.
Jrash! Duak! Blaaar!
Naruto yang terkena serangan Himeko harus terkejut karena Tak segan-segan Himeko menendang dadanya Hingga terpental ke kaki gunung. Untung saja Dia menabrak tanah bukannya Lava.
"Cough! Cough!" batuk Naruto sambil memuntahkan darah, 'K- Kuso, Serangannya seperti membakar tubuhku,' batin Naruto.
'Selain itu, apakah benar semakin ototku panas maka kekuatanku akan semakin kuat?' batin Naruto sambil berusaha bangun.
'Aku tahu Lava adalah Element yang sulit untuk di hancurkan, Tapi…,'
"Apakah ini kekuatan dari orang yang berhasil mengalahkan Irisviel?" Naruto yang mendengar itu menatap Himeko yang tampak tersenyum meremehkannya.
"Sungguh menggelikan, bahkan aku tidak percaya bahwa orang di depanku saat ini juga pernah melawan kami 12 Raja Naga." Naruto yang mendengar nada ejekan Himeko menggeram pelan.
"Ghhh!" geram Naruto mengambil kuda-kuda lalu melesat ke arah Himeko kembali.
Bugh! BOOM!
Pukulan Naruto kembali tertahan oleh pedang Naruto bahkan Kali ini pukulan Naruto berhasil membuat ledakan di belakang Himeko membuat Himeko bergumam.
"Hm, Masih terlalu lemah."
Pshh~
Mata Naruto semakin melebar ketika melihat tubuh Himeko terbungkus Lava yang di kepalanya membentuk wujud Iblis Naga.
Buagh! Boom!
Keterkejutan Naruto bertambah ketika Himeko memukulnya Hingga kembali terpental ke kaki gunung.
Grek!
"ARRGH!" erang Naruto ketika Himeko mencengkeram Dadanya dengan Tangan Lavanya. "Sudah aku bilang, panaskan Ototmu Hingga Titik terakhir, apa kau tidak dengar!"
"G- Ghh, Mu- Mudah bagimu mengatakannya Ta- Tapi... Arrghh" Erang Naruto berusaha memberontak. "Kau tahu, jika aku kesal aku Tak akam segan-segan membuatmu menghilang dan menyuruh dirimu yang asli membuat Kagebunoe kembali," ujar Himeko sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Naruto.
"Tapi aku tidak Alan melakukannya, jika aku kesal Mungkin aku bisa melenyapkan orang-orang yang kau Cintai."
Deg!
Tubuh Naruto seketika menegang, pikiran di mana Teman-temannya dan orang-orang yang dia Cintai lenyap terbayang di kepalanya.
Dirinya tahu Mungkin ini semacam pancingan namun dirinya adalah Bayangan, jika dia menghilang bisa saja tanpa dia ketahui, Himeko benar-benar melenyapkan orang-orang yang dia Cintai.
BOOM!
Himeko seketika terpental ketika tubuh Naruto meledakkan Energi yang cukup besar, Naruto pun bangkit dan perlahan, Lava di bawah kakinya menyatu dengan tubuhnya Hingga kepalanya terbungkus lava yang membentuk kepala Iblis Naga.
Lengan Naruto yang terbungkus Lava pun bergabung dengan beberapa Batu membuat Lengan Naruto semakin besar, Himeko yang melihat itu menyeringai kecil lalu memasang kuda-kuda bertarung.
"Tunjukkan padaku seberapa panasnya tinjumu itu sekarang!"
Brak! Wush!
Secara bersamaan Naruto dan Himeko sama-sama melesat ke arah lawan mereka Dan mengayunkan serangan mereka.
BOOM! Wush! BOOM!
Serangan mereka pun sama-sama berbenturan Hingga membuat dentuman keras lalu menghilang bersama Dan beradu Senjata kembali di tempat lain, dan itu terjadi beberapa Kali.
"Hyaaaa!"
Sring! BOOM!
"Grrraaaaa!"
Doom! BOOM!
Keduanya terus Melakukan serangan Hingga tanah yang luas yang awalnya berisikan banyak tanah mulai berisi lautan lava.
Wush! Sring! Jrash!
Naruto yang membuka celah membuat Himeko mendapat celah menyerang dengan menebaskan pedangnya besarnya Hingga melukai dada Naruto.
"G-Ghh, Haaaa!"
Wush! Greb! Buagh!
Tak ingin kalah, Naruto mencengkeram lengan Himeko lalu memberikan pukulan yang kuat di perut Himeko Hingga membuat Himeko terbatuk.
Sret! Duak!
Dengan sekali tendang,Himeko berhasil menjauhkan Naruto darinya lalu memegangi perutnya yang kesakitan.
Blup! Bwuuush~
Tak sampai Sana, Naruto meninju Lava di bawahnya dan Lava di bawahnya di serap oleh Tinju Naruto membuat Tinju Naruto semakin Besar.
Himeko yang melihat itu mencengkeram erat senjatanya Hingga dari punggungnya keluar Empat sayap api.
"BURN!"
Lava yang menggumpal di tinju Naruto pun mengecil membuat Tinju Naruto bercahaya Merah di sertai Kobaran api yang membara.
Bwush~
Lava yang memyelubungi Naruto pun juga mengeluarkan Kobaran api membuktikan betapa panasnya Lava yang menyelubungi Naruto.
Sret! Wush!
Dengan kecepatan tinggi, Naruto dan Himeko sama-sama melesat dan melayangkan serangan terkuat mereka.
BOOM!
.
Real Naruto Side
.
Sementara itu di sisi Naruto Asli, Tampak saat in Naruto tengah mengelus empat Naga besar yang sempat dia lawan atas peritah Whellgon. Telinga Naruto yang mendengar suara dentuman keras di berbagai arah menghela nafasnya.
Matanya menoleh ke arah Whellgon yang juga menatapnya, ["GROOAAAARRR!"]
.
Selatan
.
Kembali ke arah selatan, tampak saat ini Naruto dan Himeko sama-sama terdiam Setelah beradu jurus mereka di Mana posisi mereka Naruto dengan Tangan terkepal kedepan dengan pedang merah Himeko di bawahnya.
Dan mengejutkannya lagi, di bawah mereka terdapat kawah besar tanpa Lava sedikitpun. Lava yang menyelubungi mereka juga telah Hilang membuktikan bawah mereka telah mengerahkan semuanya.
Sret! Greb!
Naruto yang akan terjatuh langsung di tangkap oleh Himeko yang sudah bergerak kembali, Sementara Naruto dalam keadaan Pingsan karena memaksakan dirinya.
"Tinju yang sangat kuat, kau sudah berhasil… Naruto-kun."
Pyang!
Pedang Merah Himeko seketika hancur berantakan membuktikan tinju Naruto sudah sangat kuat, karena sebelumnya Setiap tinju Naruto belum berhasil menghancurkan pedangnya.
"Memanaskan Otot Hingga Titik terpanas dengan campuran Emosi. Sepertinya aku berlebihan ya," gumam Himeko lalu membawa tubuh Naruto ke tempat aman.
.
"Enghh~" lenguh Naruto membuka matanya.
"Kau sudah sadar?" Kesadaraan Naruto seketika kembali dan langsung bangkit dengan cepat sambil menatap tajam Himeko yang tersenyum padanya.
"Jangan panik begitu, yang tadi aku Ucapkan itu bohong," ujar Himeko tahu maksud tatapan tajam Naruto, "Melihatmu tidak bisa-bisa membuatku sedikit kesal, maka dari itu aku memanasimu."
Naruto yang mendengar itu tersadar lalu menatap sekitarnya di Mana saat ini mereka Ada di kawasan perhutanan. 'Su- Sudah selesai? Apakah aku berhasil?' batin Naruto kebingungan.
Himeko yang melihat kebingungan Naruto mendekati Naruto lalu memeluk Naruto Hingga wajah Naruto tertanam di Dua gundukkannya. Wajah Naruto memerah karena pelukan tiba-tiba Himeko, melihat wajah Naruto yang memerah membuatnya terkekeh.
"Tidak perlu bingung, kau sudah berhasil, latihan Kita telah selesai sejak tadi," ujar Himeko lalu melepaskan pelukannya. Naruto yang mendengar itu menatap tangannya lalu mengepalkannya dengan kuat.
Yang dirinya ingat Lengannya akan memerah karena Ototnya menjadi panas, namun saat ini Tangannya telah berubah menjadi Lava membuat Naruto terkejut karena Dirinya berhasil.
Bugh!
Naruto pun mencoba meninju tanah di bawahnya dengan keras Dan alhasil, retakan besar muncul Setelah dirinya meninju tanah, bahkan dirinya tahu jika dia meninju tanah tanpa lava retakannya Tak akan sebesar ini.
"Selamat kau telah berhasil Naruto-kun."
Naruto yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, "Masih terlalu dini. Aku tidak bisa menerimanya, aku ingin mengulangnya kembali, Bolehkah Kita mengulangnya Himeko-sensei?"
Himeko yang mendengar itu tersenyum, lalu menyentil kening Naruto. "Latihan Kita cukupkan Hari ini, Kita Akan lanjutkan Besok."
Naruto yang mendengar itu cemberut. Tak ada pilihan lain selain menunggu besok.
.
Tenggara
.
Kembali ke tenggara, Tampak saat ini di sebuah tempat yang berisikan banyak Salju Dan Es, tampak Naruto saat ini Tengah mengatur nafasnya dengan tubuh di penuhi Luka, Dan di sekitarnya tampak puluhan Naga Es siap menerkamnya.
Dan di belakang puluhan Naga tersebut tampak sosok perempuan menyeringai kecil sambil menjentikkan Jarinya.
Wush!
Sret! BOOM!
Puluhan Naga Es itu pun melesat ke arah Naruto begitu juga Naruto yang melesat ke arah puluhan Naga Es tersebut dengan Sabit Blue King di tangannya.
BOOM!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Saa~ Mari Kita mulai latihannya,"
"Aku memang baru menguasai Element Es, Tapi jika kau menghina Calon Istriku…"
"Aku adalah Adik dari pengendali Element Kayu legendaris."
"Huoooaaaaaa!"
.
Selanjutnya Chapter 47 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Ice and Nature
.
Note : Yo! Kembali Update!
Wow, Baru seminggu ini aku Update Naruto Assassination Classroom ternyata ini langsung menyusul, hahaha. Tampaknya saking lamanya aku membuat Kalian menunggu waktu ini aku tidak ingin membuat Kalian lebih lama menunggu.
Ok, sebelum memulai Saya ingin mengklarifikasikan mengenai Chapter sebelumnya, Saya benar-benar minta maaf jika Ada yang merasa tersinggung bagi yang Kristen.
Saya mengubah alur mengenai Yesus Cristus. Saya benar-benar minta maaf, karena beliau akan Saya jadikan sebuah alur untuk melengkapi teka-teki di Chapter ini, Saya akan menceritakan di Chapter yang sangat jauh, jadi mohon maaf karena berbuat seenaknya. Saya tidak bermaksud menghina atau melecehkan Agama Kalian, Saya tidak bermaksud untuk itu.
Baiklah Kita kembali ke topik Chapter Kali ini, Di Chapter Kali ini, Latihannya bersamaan dengan Waktu latihan bersama Raja Naga Tanah, dengan kata Lain, Waktu latihan mereka sama maka dari itu keterangan waktu aku tidak berikan.
Lalu Mengenai Ri? Btw dia bukanlah Republik Indonesia, Ok? Namanya memang Ri. Penampilannya? Well Mungkin beberapa orang sudah tahu karena mereka memang dekat denganku :v.
Lalu Irina? Dan mengenai Sifat berani Naruto yang mencium Naruto? Tidak perlu di Tanya. Kalian tahu Sifatku.
Lalu Mengenai Pair Kiba, Cao Cao dan Arthur? Well Kiba sudah aku persiapkan begitu juga Cao Cao. Bahkan sudah jauh-jauh hari, lalu untuk Arthur? Hmm~ aku Masih mencari kanidatnya :v.
Ri Dan Raitokaryuuga memanglah Raja atau Ratunya petir, karena itulah kekuatan Mereka hanya Fokus ke Petir, sementara Naruto dia bisa mengubah Sifat petir dan menggabungkannya dengan Element lain.
Maka dari itu Ri dapat di kalahkan karena Naruto menggabungkan Elementnya.
Lalu perempuan berambut Merah? Twins? Siapa ya~ Hahaha! Uhuk! Uhuk! Well bisakah kalian menebaknya? Btw Tujuannya menjemput Tearju dan Rosswaisse untuk bertemu dengan Naruto di Hyotogaku Ada loh.
Bahkan Kalian belum tahu kemampuan Dua perempuan itu bukan?
Lalu, Himeko? Siapa yang gak kenal nih? Uwooh~ kalau Masih ragu aku gendik nanti :v. Yap, Himeko adalah salah Karakter dari Honkai Impact 3, Kenapa Bukan Wujud Naga Api? Karena Yang Api akan di Ambil oleh seorang Pria sementara Himeko aku tempatkan di Naga Lava karena saat melihat kekuatannya melawan God Kiana, aku berpikir akan cocok memasukkan Himeko.
Lalu Latihan Berikutnya? Adalah bersama Raja Naga Es dan Pohon, Hoho inilah yang aku tunggu-tunggu. Ok itu saja Dariku, Sampai jumpa di Fanfic Why Do You Like Me? Ya! Jaa ne~
4kagiSetsu Out
