0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%

[Power on!]

[Loading…]

[Welcome Back, Master!]

[Story starts!]

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Frienship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 47 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Ice and Natural

.

Hyotogaku

Tenggara

Sabtu, 15 Desember 2090 ( Waktu yang sama )

10.00 AM

.

Tap! Blam! Blam!

Kembali kearah tenggara, tampak saat ini Naruto tengah melewati berbatuan bersama Naga yang merupakan raja dari para Naga Es yaitu Hyokutenryuu.

Wujud Hyokutenryuu bewarna putih dengan bulu putih di sertai duri-duri yang terbuat dari es di beberapa tubuhnya, ukurannya bisa sebesar 30 Meter, dengan Sayapnya yang besar sekiranya 15 Meter.

Dirinya ingat saat di jerman saat Hari natal 3 Tahun yang lalu, dia bertemu Hyokutenryuu karena menyebabkan badai Salju, dia muncul begitu saja tepat Tengah malam Hari Natal.

Dirinya yang kebetulan di ajak Ajuka, Dan Falbium untuk mengambil suku cadang langsung terjun mencoba mengalahkannya, namun yang Ada dirinya terdorong karena badai Salju.

Mau Tak mau, Ajuka dan Falbium membantu dengan mengupgrade senjata perlindungan pemerintah untuk menghilang badai es Hyokutenryuu dan melumpuhkannya.

Upaya itu berhasil dengan meninggalkan Dua bongkahan es yang merupakan duri dari tubuhnya, sementara Hyokutenryuu menghilang secara misterius.

Naruto yang mendapatkan Dua Bongkahan duri tubuh Hyokutenryuu langsung menjadikannya material Senjata Hingga lahirlah pecahan dari Jukitetsu yang ke sepuluh, Juhyousen.

Beberapa saat ingin kembali ke Jepang, Hyokutenryuu kembali muncul di hadapannya dan menyerangnya, namun dengan pedang yang terdapat pecahan Hyokutenryuu dirinya berhasil mendorong Hyokutenryuu.

Naruto yang mengingat itu melirik Hyokutenryuu yang merupakan Raja Naga Es di sampingnya, bisa dia lihat Naga itu berjalan dengan tenang, Setiap dia melangkah butiran es Jatuh dari tubuhnya, dirinya yang terbuat dari Es yang berwarna biru bersinar begitu cahaya matahari meneranginya.

["Kenapa kau selalu memandangiku?"] Naruto seketika tersentak lalu menatap kepala Hyokutenryuu yang meliriknya. "Tidak… Tidak Ada apa-apa. Aku hanya mengingat pertemuan Kita di Jerman saja," jawab Naruto sambil menatap ke depan kembali.

"Dulu aku cukup penasaran, kenapa kau muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan badai Salju saat Tengah malam natal?"

Hyokutenryuu tampak terdiam sejenak lalu menatap lurus ke depan lalu menjawab pertanyaan Naruto dengan nada menahan amarah.

["Aku muncul karena salah satu bagian dari Naga Element Es di bunuh oleh Negara itu… Negara eropa adalah Negara yang menentang adanya Naga, Dan mereka menganggap kami berbahaya, sebagai balasannya tentu saja aku muncul untuk menghancurkan Negara itu, namun…"]

"Ah… souka… jadi begitu…" gumam Naruto, mendengar alasan Hyokutenryuu sudah cukup untuknya. Hal itu membuktikan dirinya cukup menyesal karena menghentikan tindakannya.

Karena Dirinya tidak tahu penyebabnya makanya dia menghentikannya, namun ternyata alasan kenapa dia muncul adalah itu.

"Gomen karena menghentikanmu, waktu itu… jika saja aku tahu Mungkin aku sudah membiarkanmu mengamuk di Sana," ujar Naruto meminta maaf.

["Tidak… justru akulah yang harusnya meminta maaf, sebagai Pemimpin dari Ras Naga Es aku terlalu mementingkan Emosiku, memang benar perlakuan Kalian sebagai Manusia keterlaluan, namun Aku sadar bahwa aku tidak boleh mementingkan Emosi dan amarahku pada takdir yang seharusnya mereka terima,"] balas Hyokutenryuu dengan bijak .

Naruto yang mendengar jawaban Hyokutenryuu tersenyum tipis, "Kebijakan see Naga heh?".

Setelah cukup lama berjalan, akhirnya mereka sampai di habitat Ras Naga Element Es. Habitat Ras Naga Es hampir mirip dengan Lingkungan Kutub Utara pada biasanya, terdapat Bongkahan Es, Salju, Kristal Es yang tinggi Dan tajam.

Naruto cukup kagum dengan Habitat Ras Naga Element Es, karena bagaimana pun tempat mereka sangatlah mengangumkan. Matanya menatap sekelilingnya dan terlihat Ada beberapa Jenis Naga berelement Es, matanya seketika menyipit karena dari yang dia tahu Ada sekitar 5 Ras Naga Element Es.

Pertama, Whizblerryuu, Naga paling pertama dari segala Naga Berelement Es, Ras ini pun juga memiliki tiga Kelompok Naga, yaitu Whellderbeast, Vinsgyubeast, Dan Yuhyouderbeast.

Whellderbeast, adalah Naga berukuran besar sekitar 40 meter dengan bentuk tubuh bulat di sertai gading besar layaknya marmot, dengan sayap berukuran 10 meter. Kemampuan Naga ini selain menyemburkan Nafas Es adalah mengendalikan para Naga agar mengikuti keinginannya.

Vinsgyubeast adalah Naga berukuran cukup besar sekitar 45 meter berwarna putih dengan kepala berbentuk seperti kadal namun memiliki surai putih seperti Singa, memiliki tubuh seperti seperti banteng dengan Sayap putih berukuran 18 meter.

Yuhyouderbeast adalah Naga berukuran sedang dengan besarnya 20 meter dengan panjang seperti ular 40 meter, Naga Yuhyouderbeast memiliki tubuh berwarna putih dengan sisik putih keabuan, naga ini tidak memiliki sayap namun dia bisa terbang berkat Dua bola Berbeda warna yang memutarinya.

Kedua, Chervnryuu. Ras Naga Es di urutan ke 2 yang hanya memiliki satu Jenis Ras Naga Element Es, yaitu Dhouvendryuu, Naga yang memiliki kepala seperti badak dengan tanduk berukuran besar di kepalanya, memiliki bentuk tubuh seperti kura-kura namun dengan tempurungnya memiliki duri-duri es. Ukurannya bisa mencapai 30 meter Dan dia adalah Spesies Naga yang tidak bisa terbang.

Ras ke tiga adalah Svnehyozrryuu, Ras Naga yang menjadi Ras Naga Element Es paling normal di ikuti Ras ke empat dan lima, namun Ras ke tiga adalah Ras paling langka karena hampir punah. Ras ke tiga memiliki Dua Kelompok, yaitu Drokuhyuu dan Midhoukuyuu.

Lalu Ras ke empat, Hyunzenchi. Ras Naga Element Es yang berada di China, Dan termasuk Ras langka karena hanya berada di pegunungan dan selalu berpindah-pindah tempat.

Ras Hyunzenchi memiliki 3 Kelompok Naga berdasarkan tempat, Darat, Air dan Udara dingin. Ras di darat memiliki nama Zyuhonyuu, Ras di air memiliki nama Xhenyougun dan Ras di Udara dingin adalah Chyouxenbioyuu.

Lalu Ras ke lima adalah Ras Naga Element Es yang cukup lemah namun memiliki bakat khusus, yaitu Shyokusenryuu, Ras ke lima terdapat banyak Jenis, namun dirinya hanya mengingat Tiga karena sisanya telah punah.

Mufuhyuryuu, Alchihyouryuu dan Kudhaoyuu.

Naruto yang melihat di habitat Raja Naga Element Es cukup sedikit karena hanya terdapat Zyuhonyuu, Midhoukuyuu, Mufuhyuryuu, Alchihyouryuu, Dan Kudhaoyuu melirik Hyokutenryuu yang tampak tenang.

"Apa hanya segini Ras Naga Element Es yang tersisa?" tanya Naruto ingin tahu. ["Sebenarnya Ada banyak, Dan juga Kita baru sampai di luarnya Kita belum masuk ke Dalam,"] ujar Hyokutenryuu sambil mengembungkan Sayapnya.

"Kau Akan terbang?"

["Jika kau ingin ikut naiklah, atau kau ingin menyusulku dengan caraku sendiri?"] tawar Hyokutenryuu membuat Naruto mempertimbangkan tawaran Hyokutenryuu.

"Ah… sebaiknya aku menggunakan caraku sendiri saja… rasanya tidak enak jika aku menaikimu," jawab Naruto sambil memasang kuda-kuda.

Srshh~

Beberapa detik setelahnya, kaki Naruto terbungkus Es membuat Hyokutenryuu meliriknya tertarik, ["Kenapa kau membekukan Kakimu sendiri?"]

"Sudah, kau lihat saja Nanti, sebaiknya kau lebih dulu."

Hyokutenryuu yang tidak mengerti hanya menurut dan terbang lebih dahulu, Naruto yang melihat itu mendorong kaki kanannya Dan…

Twush! Boom!

Salju di bawah Naruto seketika terdorong ke belakang karena Naruto melesat dengan cepat di habitat Ras Naga Element Es mengikuti Hyokutenryuu yang di atasnya.

Hyokutenryuu yang melihat Cara Naruto mengikutinya menyeringai kecil, ["Cukup menarik,"] gumamnya lalu menambah kecepatan terbangnya Hingga berhenti di Dua pegununan Es yang cukup tinggi.

Srash!

Naruto yang melihat Hyokutenryuu berhenti pun juga berhenti Hingga akhirnya mereka saling berhadapan satu sama lain.

["Sekarang aku serahkan padamu, Kiana."] ujar Hyokutenryuu yang mulai bercahaya Dan menyusut menjadi sosok perempuan berambut putih dengan Mata kuning ke orange dengan tatapan tajam, memakai gaun biru di sertai enam pasang sayap dari Kristal.

Naruto yang melihat perubahan Hyokutenryuu sedikit terkejut, karena sosok Raja Naga adalah Perempuan.

"Jadi kau orang yang waktu itu?" ujar perempuan bernama Kiana sambil menatap tajam Naruto.

Naruto yang mendengar ucapan Kiana menaikkan sebelah alisnya "Jika maksudmu adalah saat 3 Tahun yang lalu, itu memang aku," jawab Naruto sambil memasang posisi santai.

"Kau banyak berubah ya… terutama penampilanmu dan rambutmu."

Naruto yang mendengar itu mengelus rambutnya yang awalnya kuning berubah menjadi putih dengan warna Merah di beberapa helai rambutnya.

"Maa~ banyak yang telah terjadi," balas Naruto lalu menatap sekitarnya di Mana tempat yang mereka pijak hanya berisi hamparan Es tanpa Ada siapapun.

"Lalu… kenapa Kita kemari? Memang latihan Apa yang Akan Kita lakukan?"

Kiana yang mendengar itu mengibas rambutnya dengan anggun, Naruto yang melihat itu menyipitkan matanya 'Dia kenapa? Apa dia ingin menarik daya tarikku padanya?"

Deg!

Blam!

Tubuh Naruto menegang begitu merasakan gumpalan Energi besar di bawah Kiana bergerak ke arahnya, tanpa banyak pikir Naruto menghentakkan tangannya ke bawah.

["Hyouto : Shankanzen!"]

PSSHHHH!

BOOM!

Begitu Naruto menyebutkan Jurusnya, Bongkahan Es besar keluar Dan bergerak ke arah Kiana berada, dan beberapa detik setelahnya terjadi benturan Dua Bongkahan Es besar yang menjulang ke langit.

"Serangan tiba-tiba," gumam Naruto lalu melompat mundur sambil mengepalkan tangan kirinya Hingga terbungkus Aura Es berbentuk Kepala Serigala.

Tap! BOOM!

Begitu kaki Naruto memijak tanah, dengan sangat cepat Naruto melesat ke arah Dua Bongkahan Es yang sempat beradu sambil menyiapkan jurus Berikutnya.

["Hyouto : Anvahenkurooar!"] ucap Naruto lalu meninju Bongkahan Esnya.

TWUSH! BOOOM! AUUUU!

Ledakan besar di sertai badai es memanjang pun terjadi hingga menghancurkan Dua Bongkahan Es yang sempat beradu, Bongkahan Es sekalipun hancur oleh badai es yang di sertai teriakan Serigala yang menyakitkan telinga.

"Kekuatan yang mengerikan ya…" Naruto yang mendengar suara Kiana melompat mundur menjaga jarak sambil menyentuh tanah di bawahnya.

Mata birunya menoleh ke langit di Mana Kiana Tengah terbang dengan enam sayap Kristalnya, Naruto yang melihatnya Ada di langit mulai bersuara.

"Apa-apaan ini? Kenapa kau menyerangku?"

"Inilah latihan yang akan Kita jalani!"

"Huh! Dengan saling membunuh yang benar saja," balas Naruto begitu mendengar jawaban Kiana, "Aku sangat tidak suka latihan yang berisikan pertumpahan darah."

Kiana yang mendengar itu menghela nafasnya, tampaknya Naruto salah mengartikan ucapannya, "Maksudku adalah melatih Jurus Es milikmu, kau memiliki bakat yang luar biasa kata Hyoku-san, maka dari itu aku Akan melatihmu dalam Jurus Es," ujar Kiana sambil mengarahkan Tangan kirinya ke arah Naruto.

'Serangan tiba-tiba lagi! Jika sudah begini aku tak punya pilihan lain selain menggunakan jurus yang di ajarkan Anastasia-chan,' batin Naruto sambil memejamkan Mata kirinya.

.

Flashback On

.

"Eh? Sebuah Jurus Rank SS?!" kejut diriku ketika mendengar Anastasia-chan ingin mengajariku Jurus Element Es Rank SS.

"Ufu, benar sekali. Nama Jurus ini adalah Hyouto : Senyuuholltou Kaghuseryuu, Jurus yang membuat tubuhmu terlindungi oleh Aura Es, namun Teknik ini memiliki Waktu yang cukup lama dan juga memiliki sebuah keuntungan dan kerugiannya," jelasnya membuatku termenung.

Jurus yang memang berpangkat tinggi, namun ternyata memiliki 3 Hal yang cukup merepotkan untuknya. "Waktu yang di butuhkan Jutsu ini adalah 45 menit, namun begitu kau mengucapkan jurus ini Tubuhmu sudah bisa mengendalikan Es sesuka hatimu," jelasnya.

"Sebelum 45 menit itu, kulitmu Akan berubah seperti Salju secara perlahan dan begitu 45 menit berlalu, tubuhmu Akan terbungkus Aura Element Es."

"Lalu, Keuntungannya. Keuntungan Jurus ini berada di habitat Es, karena bisa menguasai Es sesuka hati, maka jika jurus in Ada di tempat yang di penuhi Es maka kekuatan Jurus akan menjadi 2x lipat kuatnya."

"Kerugiannya, adalah semakin lama kau menggunakan jurus ini kau Akan menjadi Es secara perlahan, mulai dari Tulang, daging Hingga organmu Akan menjadi Es dan jika kau berubah menjadi Es kau juga Alan rapuh seperti Es."

.

Flashback Off

.

'Tidak… Masih belum!'

Naruto menggelengkan kepalanya sambil menatap Kiana yang mengarahkan Tangan kirinya dengan anggun, 'Masih terlalu dini menggunakannya, Jika memang ini adalah Latihan untuk melatih Jurus Esku maka aku harus menggunakan Jurus Es ciptaanku sendiri!'

Mengayunkan lengan kanannya yang terdapat W.W.S Watch Hingga mengeluarkan sebuah pedang berwarna biru, Kiana yang Ada di langit menyipitkan matanya. Dia memang bisa merasakan Energi yang dingin pada Senjata Naruto, namun sangat lemah.

"Kau yakin menggunakan senjata seperti itu?"

Mendengar nada seolah meremehkannya, Naruto mendengus pelan sambil memasang posisi bertarung, "Jika aku tidak yakin, aku tidak perlu mengeluarkan Senjata ini, bukan?"

Kiana yang mendengar nada yakin tersebut menjentikkan jari kirinya dan bersamaan dengan itu, tatapan Naruto berubah menjadi serius.

Blaar! Blaar!

Serangan Bongkahan Kristal Es dari bawah muncul menerjang Naruto, namun dengan lihai Naruto menghindarinya dengan melompat-lompati Kristal Es tersebut lalu melompat tinggi ke arah Kiana dengan Kristal Es yang menyerangnya dari bawah sebagai pijakkan.

["Hyouto : …"]

Pssh! Pssh!

Kiana yang bersiaga harus terkejut ketika di sekitarnya muncul bongkahan-bongkahan es yang Tak beraturan posisinya, Naruto yang melihat kelengahan tersebut melanjutkan serangannya.

["Kirihenyuu!"]

Shing~ Pyarsh!

Dari Bongkahan es tersebut, muncul Bayangan Naruto yang Melakukan Gerakan yang sama dan detik Berikutnya Bongkahan Es tersebut hancur mengeluarkan sejumlah sosok Naruto yang melesat ke arahnya.

["Hunshintoki!"]

Secara serempak Para Naruto menebaskan Senjata mereka ke arah Kiana. Tak tinggal diam, di sekitar Kiana mulai terbentuk Kristal-kristal Es berukuran panjang membuat Naruto yang asli menyipitkan matanya.

Trank!

Pedang para Naruto pun tertahan oleh Kristal-kristal Milik Kiana, Tak menunggu lama, para Naruto melompat mundur Hingga mendarat kembali di tanah.

"Ck! Kristal yang merepotkan! Kalau begitu!"

Naruto mendecak kesal karena serangannya gagal, melanjutkan serangannya, Naruto melempar pedang yang Ada di tangan kanannya ke Tangan kirinya lalu melesat bersama ke arah Kiana.

Psh! Psh!

Para Naruto yang melesat ke arah Kiana berubah menjadi butiran Es dan memutari Kiana Hingga menjulang ke langit.

Swush! Grep!

Karena lengah kembali, Kiana harus terkejut ketika kakinya terlilit sesuatu dan menariknya ke bawah.

Pyarsh!

Tubuh Kiana yang tertarik ke bawah seketika berhenti ketika Kristal Es muncul dan membekukan tubuhnya Kecuali kepalanya, Kiana yang tidak bisa bergerak menggeram pelan lalu menatap ke langit di Mana butiran-butiran Salju yang berputar tadi menjadi drill Kristal Es berukuran besar.

Sret! Bwush~

Naruto yang telah di udara mengepalkan tangan kanannya Hingga mengeluarkan aura Biru berbentuk beruang, ["Hyouto : Dengoutsuga!"]

Bugh! Sring! Twush!

Naruto pun meninju Drill Es tersebut hingga berputar dengan cepat dan turun ke arah Kiana berada, Merasa di remehkan Kiana melebarkan matanya dengan tatapan tajam ke arah Drill tersebut.

Pshh! BLAAAM!

Kembali, muncul Beberapa Kristal Es memanjang di atas Kiana lalu berputar dengan cepat Hingga akhirnya saling berbenturan dengan Drill Naruto.

Naruto yang Masih melayang di langit melihat serangannya belum berhasil mendecih pelan sebelum akhirnya menciptakan Sayap dari darahnya lalu terbang setinggi Mungkin sambil memutar pedang birunya di tangan Kiri.

Wush! Pssh!

Setelah menemukan posisi, Naruto mengayunkan lengan kirinya Hingga akhirnya pedangnya berubah menjadi busy panah berukuran besar berwarna biru.

Sret! Pssh!

Naruto pun menarik Tali busurnya Hingga tercipta sebuah Anak panah berukuran sedang dengan panjang 1 meter, Naruto pun memutar tarikan busurnya membuat Ujung panahnya berubah menjadi Drill.

["Hyouto : Shoungekki Attablarta!"]

Twush!

Anak panah itu pun terlepas dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Kiana, merasakan serangan besar Kiana memunculkan Kristal Berbentuk bulat tipis di atas Drill Naruto.

Swush!

Mata Naruto melebar sempurna begitu panahnya tertelan oleh Kristal tipis tersebut, dan keterkejutan Naruto bertambah ketika muncul Kristal Tipis lain di sampingnya.

Twush! Srsh!

"Ugh!"

Naruto melenguh kesakitan ketika ternyata Anak panahnya di kembalikan kepadanya, namun untungnya hanya tergores di pipinya karena sempat menghindar, sementara sang anak panah terbang ke langit hingga…

Blam! Bwushhhh!

Muncul Kumpulan Kabut yang langsung menciptakan badai Es di sekitar mereka. Naruto yang melayang di langit menutupi dirinya dengan jaringan darahnya untuk melindungi dirinya dari badai salju buatannya sendiri.

Beberapa menit berlalu, badai salju pun mereda dengan sendirinya memperlihatkan dua gundukkan salju berbeda ukuran.

Blaaar!

Gundukkan salju berukuran besar seketika hancur memperlihatkan Liana yang kembali terbang dengan beberapa luka lecet yang tidak terlalu parah.

Sh~ Boom!

Sementara gundukkan salju berukuran sedang mengeluarkan sepuluh jaringan darah yang langsung menghancurkan gundukkan salju tersebut hingga keluarlah sosok Naruto dengan beberapa salju di kepalanya.

"Fuuh~ senjata makan tuan ya?"

Menggeram pelan, Naruto benar-benar tidak menyangka dengan jurus milik Perempuan yang merupakan wujud dari Raja Naga Es. Secukup Kristal Es bisa menahan segala serangan, sebuah Kristal Es yang menjadi lubang dimensi, selanjutnya apa lagi?

Penampilan memang bisa menipu, julukannya benar-benar cocok untuknya yang memiliki kekuatan yang luar biasa.

"Apa kau memiliki jurus lain?" Naruto yang mendengar nada tantangan Kiana menatap tajam Kiana, lengannya dengan anggun menantang Naruto untuk menunjukkan kemampuannya.

"Ayo tunjukkan padaku!"

"Gh!"

Naruto yang mendengar itu menggeram pelan lalu berlari ke arah Kiana berada dengan busur es di tangannya. Kiana yang melihat Naruto berlari ke arahnya menunjuk Naruto dengan jari lentiknya.

Tsh! Trank!

Kiana sedikit terkejut ketika Naruto yang berlari bisa menahan serangan berupa jarum es yang sangat kecil yang keluar dari jarinya, merasa tertarik Kiana memperbanyak serangannya dan benar saja Naruto berhasil menahan setiap serangannya dengan memutar busurnya sebagai pelindung.

Srtt~ Twush! Swush!

Selagi memutar busurnya, Naruto menarik tali busurnya hingga memunculkan 2 anak panah lalu melepaskannya hingga membuat dua anak panah tersebut melesat di bawah Kiana, Setelah itu Naruto langsung berlari ke sisi lain membuat Kiana kebingungan dengan tindakan Naruto.

"Apa yang kau pikir tengah lakukan!"

Ctik! Twung! Twush!

Jari lentik Kiana pun berhentikan hingga memunculkan Sembilan Kristal Es tipis yang mengeluarkan Tombak Kristal Es berukuran besar, Naruto yang memiliki Indra tajam menatap ke langsung menatap ke langit melihat serangan Kiana lalu memindahkan posisi busur panahnya ke tangan kanan.

PSH! Blaar!

Busur Es yang berada di tangan Naruto pun berubah menjadi Shuriken Es berukuran besar berwarna biru dengan corak Serigala berwarna hitam. "Inilah yang aku cari!" teriak Naruto sambil melempar Shurikennya hingga akhirnya Naruto terkena serangan Tombak Kiana.

"Huh! Sungguh naif!"

Jrash!

"GHUUH!" geram Kiana ketika tangan kirinya terkena anak panah begitu juga pipinya walau hanya tergores.

'Serangan kejutan!'

Bzit!

Mata orangnya mendelik ke bawah dan dia melihat Naruto tengah menggenggam Shuriken miliknya sambil menatap tajam dirinya di langit.

'Mungkin kau wujud Raja Naga Es, tapi pasti tetap memiliki kelemahan,' batin Naruto menyeringai. Ya… dirinya sengaja melepaskan serangan pertama tepat di bawah Kiana lalu mencari posisi lain untuk melakukan serangan ke dua.

Tujuan serangan pertama adalah pengalih perhatian agar musuh berpikir serangan tersebut hanyalah serangan yang gagal, lalu tambahkan pengalihan dengan gerakan yang aneh agar Musuh melakukan tindakan.

Saat musuh melakukan tindakan, lakukan serangan ke dua yang juga serangan pengalihan agar musuh berpikir serangan tersebut juga gagal dan akhiri tindakan dengan berpura-pura terkena serangan musuh.

Dan di situlah klimaksnya, Serangan pertama dan ke dua yang di arahkan ke titik yang sama akan saling berbenturan hingga akhirnya serangan pertama mengenai musuh.

'Khuhu, mungkin setiap serangan langsung tidak berguna, tapi aku memiliki serangan kombinasi dan kejutan, akan aku gunakan itu untuk membuktikan seberapa kuatnya jurus esku,' batin Naruto menyiapkan Shurikennya.

'Aku paling benci, jika Kekuatanku yang selama ini ku kembangkan di remehkan?!'

Bzit! Twush!

Tubuh Naruto seketika teraliri petir dan menghilang dengan sangat cepat, dan detik berikutnya ratusan Duri Kristal Es tumbuh dan menjulang ke arah Kiana berada.

Grk! Pyarsh!

"Cih, sungguh memalukan!" desis Kiana menghancurkan panah yang menancap di lengan kirinya lalu menghindari kristal es tersebut.

"Begitukah?!" mata Kiana melebar begitu mendengar suara Naruto di belakangnya dengan pedang biru di tangannya, dengan cepat Kiana melirik ke belakang sambil memberi tatapan tajam.

Swush! Trank!

Kembali serangan Naruto tertahan oleh sebuah Kristal berukuran panjang yang muncul secara tiba-tiba, melihat serangannya tertahan melompat mundur lalu menghilang dengan cepat membuat Kiana melirik sekitarnya.

"Sungguh memalukan, sudah aku bilang bahwa kita akan melatih Jurus Es mu, tapi apa yang terjadi? Kau menggunakan Jurus element lain, sungguh memalukan!"

"Kheh! Jangan hanya melihat luarnya saja!"

Grep! Wush! Blaar!

Mata Kiana kembali terbelak ketika sesuatu mengikat kakinya dan menariknya ke bawah dengan cepat hingga membuatnya membentur salju.

"Ghh!" lenguh Kiana sambil menatap tajam apa yang menariknya, dan dia bisa melihat sebuah tali dari Es mengikat kakinya, 'Tali dari es!'

Bzit!

Mata Kiana semakin terbelak ketika melihat serangan petir ke arahnya, dengan cepat Kiana menciptakan Dinding Kristal Es untuk menahannya.

Dum! PYAAARSH!

Begitu petir tersebut menahan serangan petir tersebut, Terjadi ledakan Es besar hingga membuat gunung Kristal Es akibat ledakan tersebut.

'A-Apa?!' batin Kiana menatap sekitarnya dimana dia saat ini terkurung di dalam gunung Kristal Es, 'Element Petir Es?!'

Sementara itu di luar, Naruto mengatur nafasnya dengan tangan kiri mengarah ke depan dengan posisi 2 jari menunjuk tempat Kiana berada.

'Huft~ Jurus Petir yang di gabungkan jurus Es memang sangat menyulitkan,' batin Naruto menghembuskan nafasnya, 'Mengubah molekul Petir dan Es lalu menggabungkannya menjadi satu memang sangat merepotkan, apa lagi dua Element ini adalah dasar dari Api dan Air.'

'Selama latihan aku berusaha menyatukan dua Element ini hingga harus menerima luka fisik karena Dua element ini bertolak belakang, namun kerja kerasku terbayar… akhirnya aku berhasil menggabungkannya, dan aku yakin tidak ada yang bisa meniru hal ini karena Dua Element yang bertolak belakang.'

Krk! Phaash!

Gunung Kristal Es tersebut pun hancur mengeluarkan Kiana yang terbang lalu menginjakkan kakinya ke tanah sambil melempar tatapan tajam ke arahnya.

"Sungguh mengejutkan, kau berhasil menguasai Element Es yang sangat langka. Sepertinya aku terlalu meremehkanmu," ucap Kiana membuat Naruto mendengus pelan.

"Kheh! Di mana wajah menantangnya tadi huh? Kau bilang ingin melatih jurus Esku bukan? Tapi kenapa kau seperti meremehkanku dan menantangku bertarung?!"

Kiana yang mendengar itu membalasnya dengan mengeluarkan Dua Tombak Kristal Es membuat Naruto menggeram pelan karena sepertinya Kiana tidak mudah untuk di ajak bicara.

"Cara melatih sebuah jurus dengan cepat adalah bertarung, tapi setiap serangannya sama sekali tidak ada yang berhasil melukaiku sedikitpun, maka dari itu jurusmu tidak ada artinya."

Mendengar itu Naruto menggeram pelan lalu mengepalkan kedua tangannya di samping pinggangnya hingga memunculkan Aura biru berbentuk serigala.

"Jika kau benar-benar ingin bertarung! Maka akan aku terima!"

Sret! Twush! BOOM!

Memompa energi pada Kakinya, dengan cepat hingga dirinya telah di depan Kiana sambil melancarkan serangannya, namun tombak Kiana berhasil menahannya hingga membuat ledakan besar.

Swush! Boom! Boom! BOOM!

Dari balik ledakan keluar Kiana dan Naruto yang kembali beradu serangan hingga terjadi ledakan gelombang berkali-kali hingga di akhiri Gelombang besar yang menghancurkan sekitar 2 Meter tanah di sekitar mereka.

Tombak yang saling beradu dengan tinju yang di lapisi aura itu pun saling mendorong hingga akhirnya kembali saling berbenturan hingga membuat ledakan gelombang kembali.

Bugh! AUUUU! BOOOM!

Naruto yang tak melihat celah langsung membuat celah dengan menyatukan dua tinjunya hingga terjadi ledakan badai Es dengan teriakan Serigala yang memekakkan telinga.

Kiana yang terkena Badai Es tersebut menyilangkan tombaknya dan memunculkan Enam Kristal Es panjang berputar di depannya untuk menahan badai Es Naruto.

Sing! Wush!

Naruto yang masih memberikan serangan harus terkejut ketika di sekitarnya muncul 100 Kristal tipis yang mengeluarkan Duplikat Kiana yang langsung menyerbunya secara serentak.

Tanpa peduli, dengan berani Naruto menghabisi duplikat Kiana yang menyerangnya secara brutal dengan tangan berlapis Aura hingga hancur berantakan menjadi Es kembali.

Wush! PSH! Trank!

Naruto yang masih menghajar duplikat Kiana tersentak ketika merasakan 4 Serangan dari belakangnya, dengan sangat cepat Naruto memunculkan 2 Pedang dari Es lalu menangkis serangan di belakangnya.

Sementara Kiana Asli hanya menonton bagaimana Naruto dengan liar menghabisi Duplikatnya dari tangan kosong, menjadi pedang es, tombak Es dan berbagai senjata lainnya.

Trank! Trank!

Naruto yang merasa semakin banyak menyerangnya semakin menggila melakukan serangan membuat Para Duplikat Kiana hanya bisa bertahan walau pada akhirnya mereka hancur berkeping-keping karena serangan liar Naruto.

Jrash! Duak! Trank!

Naruto yang melihat sepuluh Kiana berderet langsung menusuk mereka dengan tombak es hingga tembus lalu menendang tombaknya untuk menjauhkan mereka darinya.

Dan kembali dengan beringas dia melakukan Counter Attack yang menggila membuat Duplikat Kiana semakin berkurang.

["Serangan Brutal dan akurasinya dalam melakukan serangan dan membuat senjata dari Elementnya sangat luar biasa, walau di serang secara bersama-sama dia bisa melakukan serangan tanpa halangan sedikit pun."]

Kiana yang mendengar itu mendesak pelan, "Mungkin kau bisa berkata begitu, tapi belum dengan ini semua," ujar Kiana menjentikkan jarinya ke arah Naruto.

Sing!

Setelah mengalahkan semua Duplikat Kiana, Naruto harus terkejut ketika di langit muncul Ratusan Tombak Kristal Es berukuran Fantasis membuat tubuh Naruto bergetar karena pertama kalinya dia melihat Tombak Es berukuran besar.

Twush!

Mata Naruto melebar begitu ratusan Tombak tersebut langsung bergerak turun ke arahnya, tanpa banyak pikir Naruto mengumpulkan Energi di tangannya Hingga berbentuk Naga biru lalu mengalirkan Energi petir ke tubuhnya.

["Hyouri : Gangourga!"] teriak Naruto lalu menghilang dengan cepat.

BOOM! BOOM! BOOM!

Detik berikutnya terjadi Ledakan besar pada Ratusan Tombak Kristal Es di langit hingga hancur menjadi beberapa bagian.

["Hyosenbyugaa!"]

Twush!

Blam!

["Continue..."]

Setelah menghancurkan Tombak-tombak di langit, Naruto turun dengan cepat ke tanah sambil mengadu dua tinjunya hingga Aura di tangannya terhisap dadanya.

[" HYOURI : ROUGENHOUYUURA!"]

BOOM!

Ledakan Petir di sertai ledakan Gelombang biru pun terjadi di habitat Ras naga Element Es begitu Naruto berteriak dengan keras dengan Ekspresi mengerikan miliknya.

Ratusan Tombak Kristal Es di langit pun hancur berkeping-keping begitu aura biru menghantamnya.

Dua jurus yang memiliki sebuah Kombinasi, Hyouri : Gangourga Hyosenbyuuga dan Hyouri : Rougenhouyuura.

Hyouri : Gangourga Hyosenbyuuga, sebuah serangan yang memacu kecepatan dan pukulan yang kuat, satu pukulannya sudah seperti Kristal Es yang sangat padat, bahkan mesin gergaji pun akan memakan waktu lama untuk memotongnya.

Hyouri : Gangourga Hyosenbyuuga, di jalankan dengan melakukan serangan kecepatan dan brutal hingga ratusan serangan lalu di lanjutkan dengan Jurus Hyouri : Rougenhouyuura.

Hyouri : Rougenhouyuura adalah serangan lanjutan dari Hyouri : Gangourga Hyosenbyuuga dengan memfokuskan satu titik untuk melakukan serangan Akhir, serangan Akhir dari jurus ini adalah mengumpulkan Energi di seluruh tubuh lalu mengeluarkannya dalam jumlah besar dengan teriakan yang kuat, saat berteriak pun Energi akan menyelubungi kepala dengan bentuk naga. Hal tersebut di peruntukkan untuk mencegah hancurnya kepala sang pengguna karena kuatnya ledakan dan energi yang di keluarkan dalam jumlah besar.

Setelah ledakan mereda, Angin berhembus menyapu kumpulan asap akibat ledakan dan pada titik terjadinya ledakan, Naruto tengah berdiri sambil mengatur nafasnya sambil berlutut, darah mengucur dari seluruh tubuhnya yang penuh luka membasahi salju di bawahnya.

Mata birunya menatap tajam ke depan tepat ke arah Kiana berada, geraman pelan keluar dari mulutnya karena serangannya tadi harusnya berhasil menghancurkan pertahanan Kiana, Namun ternyata Kiana melapisi dirinya dengan 3 Lapis Kristal Es yang melindunginya walau tersisa 1 Lapis Pelindung lagi.

sementara Hyokutenryuu bergetar di dalam tubuh Kiana karena luar biasanya jurus Naruto. Selama dia menjadi Raja Naga dia memang memiliki banyak Jutsu Es yang mematikan, namun Jurus yang di keluarkan Naruto membuatnya merinding, pasalnya dia melakukan Dua Jutsu secara sekaligus dan itu pun Jurus Kombinasi dan Kombinasi Element.

Sebagai Raja Es dia sebenarnya bisa melakukan Kombinasi Element, namun dengan Element yang berbeda dengan milik Naruto.

"Serangan yang lemah," ucap Kiana menghilangkan pelindungnya lalu menatap Naruto tajam, "Bahkan serangan sekuat itu tak bisa melukaiku? Apa kau bercanda Naruto-san?"

Hyokutenryuu yang mendengar itu terdiam di tubuh Kiana, sebenarnya dia ingin protes namun ada sesuatu yang menghalanginya.

Ctik!

Sekali Jentik, Di sekitar Naruto muncul puluhan Naga Es dengan pandangan intimidasi padanya membuatnya menggeram pelan sambil menggeluarkan senjata berbentuk Sabit berwarna biru.

Kembali menjentikkan jarinya, para Naga Es pun melesat ke arah Naruto untuk memakan Naruto, namun bukannya menghindar Naruto malah melesat ke arah Kiana kembali dengan pandangan marah.

"Huuooooaaaaa!"

BOOM!

Ledakan besar kembali terjadi begitu Naruto dengan liar menghancurkan puluhan Naga Es Kiana walau pada akhirnya kembali tumbuh dan menyerangnya.

Naruto yang melihat setiap serangannya malah membuatnya terdesak menggeram pelan sambil melirik Kiana yang selalu menjaga jarak.

["Hyoto : Shinigami…"] gantung Naruto mengambi berputar seperti pemotong daging, ["Hannendell!"].

BLAAR!

Begitu Naruto menghentakkan Sabitnya ke tanah bersalju, Keluar Puluhan Pedang besar yang langsung menghancurkan Naga Es Kiana secara sekaligus, bahkan Sabit Naruto juga mengalami retak karena melakukan hal tadi.

"Sungguh memalukan…"

Naruto yang mendengar itu mulai muak.

"Kau bicara seenaknya karena kau selalu berlindung, jika berani kemari dan serang aku secara langGHH!"

Protesan Naruto harus terhenti ketika dia merasakan sakit pada tubuhnya dan hampir kehilangan kesadarannya, namun seseorang menahan tubuhnya untuk tidak jatuh ke tanah.

"Sudah cukup, Naru-kun."

Kesadaran Naruto seketika kembali ketika mendengar suara lembut yang sangat dia kenal, "M-Miya-chan… Anastasia-chan…"

"Anda tidak keberatan jika kami membawa Naru-kun untuk beristirahat bukan?" tanya Anastasia dengan ekspresi yang tak ingin di tolak.

Belum menjawab pertanyaan tersebut, Naruto telah di bawa ke sebuah tempat untuk beristirahat meninggalkan Kiana seorang diri di sana.

.

.

"Itte-tte…" lenguh Naruto ketika merasakan sakit begitu Anastasia menyentuh kulitnya yang terluka.

"Jangan cengeng begitu, kau sudah besar jadi bertahanlah," cibir Anastasia lalu mengalirkan Energinya untuk mengobati Naruto. Miyamoto yang berada di samping Naruto melukai jari jempolnya dengan kedua katanya lalu meminum darahnya sendiri.

Grep! Cup!

Setelah cukup banyak, Miyamoto menyentuh pipi Naruto lalu mencium Naruto, bukan dalam artian Nafsu namun memberikan darahnya pada Naruto.

Dari yang dia dengar, Naruto sangat mudah bereaksi dengan darah, jika benar maka dia dengan senang hati memberikan Naruto darahnya dan dia dengan senang hati membagi kemampuannya pada Naruto.

Ya, selain mudah berinteraksi pada darah, Naruto juga dapat meniru kemampuan seseorang dengan menyatukan darahnya pada darah orang lain, bahkan dia bisa menjadikan darah Orang lain menjadi darahnya sendiri.

Sementara Anastasia, dirinya menatap luka-luka di tubuh Naruto dengan perasaan sedih, ya… dirinya sedih karena sempat memberitahu Naruto bahwa Element Es dapat digabungkan dengan Element lain yang membuat Naruto nekat melakukannya, padahal dirinya sudah memperingatkannya.

Beberapa hari berlalu dan Naruto berhasil melakukannya, itu membuatnya senang dan bernafas lega. Dirinya pun melatih jurus-jurus Element Es pada Naruto, dan dirinya tak menduga Jurusnya di kombinasikan oleh Naruto.

Itu adalah pencapaian yang luar biasa.

Bahkan tadi dia sempat melihat jurus milik Naruto sebelum dia menerima luka di sekujur tubuhnya ini, dia tidak menduga dengan jurus tersebut, karena dia tidak mengajari Jurus tersebut.

"Fuaah~"

"K-Kenapa Kau menciumku?! D-D-Dan juga apa yang kau masukkan ke mulutku?!"

Wajah Miyamoto dan Naruto merah sempurna begitu ciuman mereka terlepas. Miyamoto yang mendengar pertanyaan Naruto menyentuh bibirnya "I-Itu adalah Darahku, a-aku memberikan darahku padamu agar lukamu cepat pulih."

sama-sama mengalihkan pandangan mereka, mata birunya tak sengaja melihat Anastasia yang melamun dengan ekspresi sedih.

Dirinya tahu kenapa Anastasia berekspresi seperti itu, menggerakkan tangannya untuk mengelus pipi Anastasia namun Anastasia menggenggam tangannya berusaha menahannya untuk tidak bergerak lebih dulu.

Walau luka di tubuhnya perlahan menghilang setelah meminum darah Miyamoto Musashi, begitu juga dengan pengobatan yang di berikan olehnya, tubuh Naruto masih lelah dan butuh istirahat.

"Ini bukan salahmu, Anastasia-chan… ini salahku sendiri yang terlalu memaksakan diri."

Mendengar itu air mata Anastasia jatuh, mungkin bagi Naruto ini bukan salahnya, tapi tetap saja ini salahnya karena dia tidak bisa menjadi guru dan calon istri yang bagus untuk Naruto.

"Tapi! …"

"Apakah aku pernah mengeluh dengan latihanmu?" Anastasia terdiam mendengar itu, selama Naruto berlatih dengannya dia tidak pernah melihat atau pun mendengar Naruto mengeluh, justru dia tetap mengikuti dengan tenang layaknya murid biasa.

"Aku melakukannya karena kenekatanku sendiri, jadi ini salahku. Jangan menyalahkan dirimu, Anastasia-chan… karena kau bukanlah penyebab ku seperti tadi," ujar Naruto yang akhirnya berhasil mengelus pipi Anastasia untuk menghilangkan air matanya.

Anastasia memejamkan matanya, menikmati elusan lembut Naruto pada pipinya, elusan yang penuh perasaan itu menenangkan hatinya.

Naruto yang melihat Anastasia sudah tenang merubah posisinya dari berbaring menjadi duduk dengan di bantu Miyamoto. Menghirup nafas sedalam mungkin lalu menghembuskannya, matanya yang biru menatap langit yang tertutupi oleh Kristal Es berukuran besar yang di buat oleh Whellgon.

Dirinya baru saja menyadari, pemimpin 2 Raja Naga ada dua Element yang mirip yaitu Es, Whellgon dan Hyokutenryuu. Jika dia bisa mengalahkan Whellgon, kenapa dia tidak bisa mengalahkan Kiana yang merupakan wujud dari Hyokutenryuu.

Alasan kenapa dia tidak bisa mengalahkan Kiana adalah karena dirinya Emosi dan membuat tidak fokus dengan serangannya sendiri, selain itu Kiana selalu menjaga jarak dan menghindari serangannya secara langsung.

Selagi memikirkan kesalahannya sendiri, Naruto tersentak ketika Miyamoto dan Anastasia menyandarkan kepala mereka di pundaknya, pipinya seketika terasa panas, dan lehernya terasa geli karena beberapa helai rambut mereka mengenai lehernya.

"Kau tadi tampak emosi sekali ya… Naru-kun?"

Naruto yang mendengar itu tersentak karena Miyamoto mengetahui bahwa dirinya Emosi, "Jangan terpancing dengan tantangannya Naru-kun, lawanlah dengan tenang seperti dirimu yang biasanya, lagi pula ini untuk melatih Element Esmu bukan?"

Naruto yang mendengar itu mendecih pelan, "Aku emosi karena hasil latihanku bersama Calon Istriku di anggap lemah, dan aku tidak suka hal itu," balas Naruto.

"Itte!"

Detik berikutnya Naruto menjerit kesakitan ketika Anastasia mencubit pinggangnya, mengalihkan pandangannya pada sang pelaku, dia melihat Anastasia tengah menundukkan kepalanya hingga ekspresinya tak terlihat.

"Kenapa kau mencubitku?"

Anastasia yang di tanya semakin menundukkan wajahnya, Naruto yang melihat itu mendekatkan wajahnya untuk menatap Anastasia, namun Anastasia mengalihkan pandangannya.

Semakin dirinya mendekat, semakin pula Anastasia mengalihkan pandangannya dari Naruto, Miyamoto yang melihat tingkah Anastasia menghela nafasnya.

Dirinya pun mendekati Naruto dan membisikkan sesuatu pada Naruto hingga wajah Naruto memerah sempurna,"T-T-Ta-Ta... a a-aku!"

Miyamoto yang melihat Naruto gelagapan menjilati bibirnya membuat Naruto tampak pucat sesaat, Anastasia yang tidak merasakan Naruto melakukan apa pun ingin mengintip.

Grep!

Namun dirinya harus terkejut ketika Naruto memeluknya secara tiba-tiba, wajahnya memerah sempurna, bahkan dia bisa merasakan deru nafas Naruto di lehernya.

Lengan yang kuat tersebut semakin mempererat pelukannya seolah mendekap tubuh Anastasia hanya untuknya seorang yang boleh memeluknya.

Sementara Naruto, wajahnya lebih memerah hingga mengeluarkan uap karena pertama kalinya dia memeluk perempuan seperti saat ini, entah ke mana sifatnya yang dulu menganggap perempuan itu selalu sama saja.

"Na-Naru-kun! Ke-Kenapa kau…"

"G-Gomen, ta-tapi kau yang memaksaku me-melakukan ini," jawab Naruto tergagap lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Anastasia, "Ke-Kenapa kau selalu mengalihkan perhatianku dariku?"

Chup!

"Uhmmnn~" Anastasia harus melenguh ketika Naruto mengemut daun telinganya membuatnya merasakan rangsangan yang sangat menggelikan untuknya.

"Ha-Habisnyannmm~ N-Nahhnn~ Na-Naru-khunnmm~…"

Mendengar Anastasia menjawab sambil mendesah membuat otak Naruto mengalami Kongslet, Miyamoto yang melihat itu hanya terkekeh.

Anastasia yang tidak tahan rangsangan Naruto melepaskan pelukan Naruto dan….

.

.

~Naruto : The Dragon Future~

.

.

Kiana yang masih menunggu seketika mengalihkan pandangannya ketika mendengar langkah kaki mendekatinya, dan dia bisa melihat Naruto berdiri di depannya dengan pandangan serius di sertai rona pipi di wajahnya.

Melihat ekspresi aneh Naruto membuat Kiana sedikit kebingungan, apa yang terjadi hingga ekspresinya seperti itu? Itulah yang di pikirannya.

Namun mengenyahkan hal tersebut, Kiana menatap Naruto dengan tatapan menantang begitu juga Naruto yang langsung mengambil posisi rendah sambil menyentuh tanah salju di bawahnya.

"Kau siap?"

"Ya… aku selalu siap," jawab Naruto dengan tenang. Kiana yang melihat ketenangan Naruto melirik Anastasia yang menonton cukup jauh bersama Miyamoto, dia bahkan bisa merasakan Energi yang hampir persis dengan Naruto di tubuh Anastasia.

"Jadi begitu… kau berlatih dengannya rupanya ya…" Naruto yang mendengar itu menyipitkan matanya, "Pantas saja serangannya selama ini sangat lemah, karena kau di ajarkan oleh orang lemah juga."

Naruto yang mendengar itu terdiam, bahkan matanya yang menyipit menajam mengeluarkan killing Intens yang kuat. Hyokutenryuu yang melihat dari tubuh Kiana panik karena dia benar-benar salah melatih Naruto.

"Aku memang baru menguasai Element Es, tapi jika kau menghina Calon istriku…"

BWUUUSH!

Api biru seketika muncul dari tanah yang terbuat dari Salju dan menyelubungi setengah tubuh Naruto hingga membentuk serigala setengah badan.

Anastasia, Miyamoto, Kiana dan Hyokutenryuu yang melihat itu tentu terkejut karena Naruto mengkombinasikan Element Es dengan Element Api.

"Aku tidak akan memaafkanmu!"

Bhaatsh! Swush!

Enam buah Sayap seketika membentang di belakang Naruto menyebarkan Aura yang kuat serta ledakan angin yang besar, Bahkan Kiana harus terseret 1 meter walau sudah menyilangkan tangannya.

'K-Kekuatannya berbeda dari yang sebelumnya.'

"Benar juga… bukankah kau juga sangat lemah? Bahkan kau selalu menghindari seranganku dan selalu menjaga jarak?"

Mendengar itu Kiana melempar tatapan tajam pada Naruto, "Khuhu, ada apa dengan ekspresimu? Apa kau marah, Nenek tua?"

Twich!

Perempatan seketika muncul di kening Kiana, Naruto yang melihat Ekspresi marah Kiana menyeringai.

Blam!

"Beraninya kau memanggilku nenek tua huh?! Apa kau telah menyesal untuk hidup?!" teriak Kiana sambil menghantamkan tombaknya ke tanah.

"Menyesal? Khuhu…"

Naruto tertawa mengerikan ketika di tanya seperti itu, Lengannya yang terbungkus api biru terangkat hingga api itu semakin membara begitu juga Wajah Serigala yang membungkus setengah wajahnya, bahkan seringainya tampak mengerikan.

"Aku tidak pernah menyesali apa yang telah aku pilih," lanjut Naruto, "Saa~ mari kita mulai latihannya!"

Sret! Twush! BOOM!

Mengambil posisi masing-masing, mereka pun langsung melesat secara bersamaan hingga mereka saling baku hantam serangan hingga membuat ledakan angin yang dahsyat.

Boom! Boom! Duak!

Pukulan, tebasan, tendangan di lakukan oleh Kiana dan Naruto untuk menjatuhkan lawan mereka, namun yang mengungguli pertarungan adalah Naruto yang memiliki serangan brutal, bahkan Kiana harus terkena tendangan Naruto karena menahan tinju Naruto dengan dua tombaknya.

Sret! Wush! Boom! Jrash!

Kiana yang terkena tendangan Naruto harus terguling beberapa kali hingga akhirnya berhenti sambil menghindar ke samping karena Naruto datang dari langit dan menghantamkan lengannya yang terbungkus Api biru yang membentuk cakar besar.

Mendapat celah Kiana langsung melempar tombaknya hingga mengenai lengan kanan Naruto hingga membawa Naruto menjauh darinya.

Grep! Jrash! Twush! BOOM!

Tanpa merasakan sakit sedikit pun, Naruto mencabut tombak Kiana dari lengan kanannya lalu menginjakkan kakinya dengan keras sambil melebarkan sayapnya hingga terjadi hempasan angin yang kuat di sertai tanah di bawah Naruto membentuk kawah.

Luka di tangan kanan Naruto bahkan tidak sempat mengeluarkan darah karena lukanya langsung menutup dengan cepat, Naruto semakin menyeringai lalu memutar tombak Kiana yang dia masih genggam dan menghilang dengan cepat.

Sret! BOOM! BOOM!

Kiana yang melihat Naruto menghilang melebarkan kedua matanya dengan tatapan tajam dan dalam satu detik, Enam Kristal Es muncul di depannya dan di sampingnya menahan tinju Naruto dan Juga tendangan Naruto.

"Masih terlalu lamban!"

Jrash! Duak! BLAAAR!

Dari belakang muncul Tombak Kristal yang langsung menusuk bahu Naruto membuat Naruto tersentak, belum sempat memberi perlawanan, Kiana menendang Naruto hingga terpental kembali hingga akhirnya membentur gunung Es.

Swush! BOOM!

Baru saja akan bangkit, kepala Naruto harus tertanam ke tanah ketika Kiana jatuh di atasnya sambil menekan kepalanya.

"Di mana perkataannya tadi itu huh?! Apa hanya ini saja kemampuanmu?!"

Hyokutenryuu yang melihat latihan ini berubah menjadi Medan pertarungan ingin sekali mengambil alih tubuh Kiana, namun…

Grep!

Lengan Naruto langsung mencengkeram lengan Kiana yang menekan kepalanya dan entah bagaimana Naruto mematahkan kaki kirinya sendiri hingga mengeluarkan Darah dalam jumlah besar hingga membentuk tubuh Naruto yang melayangkan tinju api birunya.

Buagh! BOOM!

Tinju Naruto pun mengenai Kiana hingga membuat Kiana terpental hingga menabrak gunung es lain. Darah yang membentuk Naruto pun perlahan kembali ke tubuhnya begitu juga kaki kirinya yang sembuh kembali dengan cepat.

"Khuhu, ini baru saja di mulai." Perlahan Naruto mulai bangkit kembali sambil mengambil posisi siap melempar tombak Es Kiana yang masih di tangannya.

Twush!

Naruto yang melihat Kiana melesat ke arahnya melempar tombak Kiana ke langit dan langsung melesat ke arah Kiana meninggalkan Ledakan Es hingga membentuk Gunung Kristal.

BOOM!

Keduanya pun kembali saling membenturkan serangan mereka hingga terjadi ledakan angin yang kuat, Kiana yang melihat celah langsung mengepakkan sayapnya lalu menendang Naruto ke langit

Sret! Twungg~ Twush!

Naruto yang terpental ke langit langsung menangkap tombak Kiana yang dia lempar sebelumnya lalu mengumpulkan Energinya hingga tombak tersebut semakin besar hingga di lapisi api biru lalu melemparnya sekuat tenaga ke arah Kiana.

Swush! Jrash! Duak!

Kiana yang melihat itu tentu dengan mudah menghindarinya, namun Kiana harus terkena serangan Naruto yang ternyata menyerangnya secara langsung begitu dia melewati tombak tersebut, tak mau kalah Kiana menendang Naruto hingga terpental jauh.

"SUDAH CUKUP?!"

TWUSH! BOOM! BLAAR! BLAAR!

Dari bawah muncul Balok Es yang langsung menahan Naruto dari terpentalnya dan Balok Es tersebut pun terbagi menjadi Dua lalu menekan Naruto seperti keripik kentang yang renyah.

Daerah Naga Element Es pun berguncang hingga dari bawah keluar Kristal Es dalam berbagai bentuk dengan ukuran besar melayang di langit.

Twung! BLAAR!

Balok Es yang mengunci Naruto pun seketika Hancur memperlihatkan Naruto yang baik-baik saja sambil menyeringai. Kiana yang melihat itu menggeram lalu merentangkan tangannya hingga di belakangnya muncul ribuan Kristal tipis dengan Tombak Kristal Es yang sangat keras.

Ctik! Twush!

Setelah itu Kiana menjentikkan jarinya ke udara hingga tercipta sebuah bola Energi berwarna biru dengan ukuran yang sangat besar.

Naruto yang melihat itu menyentuh sisa Balok Es di bawahnya, ["Atas nama Alpha yang berkuasa di Udara dingin, tunjukkan taring, kekuatan serta intimidasimu pada lawanmu, hukum balik bagi mereka yang menentang kekuasaanmu dengan kekuatanmu,"] ujar Naruto lalu menatap tajam ke depan hingga Aura Api biru yang menyelubungi setengah tubuhnya membara.

Twush!

["Hyouri : Raittenhyuzi…"] gantung Naruto sambil melebarkan enam sayapnya yang berubah menjadi petir, ratusan Tombak Kristal Es melesat ke arah Naruto layaknya Hujan namun Naruto tampak tenang dengan seringainya.

["Sanketsuhyukentorri!"]

Bzit! Twung! PYAAARSH!

Sayap petir Naruto pun seketika bergerak liar di sekitarnya dan detik berikutnya Hujan Tombak Kristal Es itu pun hancur berkeping-keping disertai ledakan besar.

Dan setelah hancurnya tombak Kiana, Naruto mengambil posisi lengan kanan di belakang dengan terkepal erat, Api biru yang menyelubungi ya perlahan pindah ke tangannya kecuali Api biru yang menyelubungi wajahnya

Bwuuush~

Api biru di tangan Naruto pun semakin membara begitu juga Api biru di sebagian wajah, merasa siap Naruto pun berucap ["Atas darah daging dari Alpha, aku Uzumaki Naruto meminta bantuannya serta taring tajam mu untuk menekuk musuhku,"] ujar Naruto.

Kiana yang menggeram karena serangan hujan tombaknya berhasil di kalahkan, merasa tidak ada pilihan Kiana mengayunkan tangan kanannya hingga bola energi di atasnya melesat ke arah Naruto.

["Hyouka : Ooagkamyuu…"] gantung Naruto melempar tatapan tajam ke arah Bola Energi Kiana.

Sret! Twush!

["GENBYUORAA!"] lanjut Naruto berteriak lantang dengan wajah langsung di selubungi Api berbentuk Serigala.

BOOOOOOM!

Tinju Api Naruto pun menghantam Bola Energi Kiana hingga terjadi Dua arah ledakan Angin hingga Tanah di bawahnya hancur berantakan.

Ledakan Angin yang mengarah ke belakang Naruto pun berubah menjadi ledakan Pusaran Api biru, Kiana yang melihat Naruto bisa menahan serangannya dengan satu tinju berusaha menambahkan Energinya untuk mendorong Naruto, namun Justru bola energinya lah yang terdorong.

"Kau yang meremehkan lawanmu hanya karena Statusmu." Kiana yang mendengar suara Naruto tersentak, "Karena sekarang!" gantung Naruto menyeringai mengerikan.

Bwush!

Menarik tinjunya kembali sambil mengayunkan tangan kirinya, Bola Energi Kiana seketika lenyap membuat Kiana terkejut.

"Kau di kalahkan oleh orang yang di bawahmu untuk kedua kalinya!"

"Hikke! Naru-kun!" teriak Miyamoto dan Anastasia.

"SECOND ATTACK!"

BOOOM!

Setelah Naruto berteriak, Naruto kembali melayangkan Tinjunya hingga terjadi ledakan dahsyat di sertai Badai Api biru, Miyamoto yang melihat dahsyatnya Serangan Naruto memunculkan Ashura di belakangnya lalu melindungi dirinya dan Anastasia dari dahsyatnya ledakan.

["Sudah cukup!"]

Bwussh!

Pusaran Api biru Naruto pun mereda memperlihatkan Naruto yang ada di atas Kiana yang terkena pukulan tepat di perutnya. Sementara Naruto tampak mengatur nafasnya yang memburu sambil menjauhkan dirinya dari Kiana karena dirinya mendengar suara Hyokutenryuu.

["Sungguh luar biasa,"] ujar Kiana yang di rasuki Hyokutenryuu, perlahan Luka di tubuh Kiana beregenerasi hingga sembuh total pada akhirnya.

Kiana pun bangkit dan tersenyum kepada Naruto yang masih terselubungi Aura Api biru berbentuk Serigala, ["Kau bisa menghilangkan Jurusmu Naruto-kun, atau kau akan dalam bahaya,"] ujar Hyokutenryuu membuat Naruto terkejut karena Hyokutenryuu mengetahui efek dari jurusnya ini.

Sret! Swush!

Mengayunkan lengan lentik yang dia kendalikan, Api biru yang menyelubungi Naruto lenyap seketika membuat Naruto terkejut karena Hyokutenryuu dengan mudah menghilangkan jurusnya.

["Kerja bagus, Naruto-kun. Latihanmu telah selesai,"] ujar Hyokutenryuu membuat Naruto terkejut. "Hah?!" kejut Naruto di sertai rasa kebingungan, hanya itu?

["Element Esmu sudah sangat luar biasa, aku takjub kau bisa menggabungkan Element Es dengan Element lainnya, Kerja yang bagus."]

Naruto bingung harus bereaksi seperti apa, senangkah? Gembirakah? Sedihkah? Dia bingung, pasalnya mereka bukannya melakukan latihan namun bertarung, memang Kiana sempat mengatakan cara latihannya adalah bertarung tapi.

["Aku tahu kau tidak bisa bereaksi seperti apa karena apa yang kau lakukan dengan Kiana adalah bukanlah Latihan, namun saat pertarungan tadi sepertinya kami terlambat melatihmu ya,"] ujar Hyokutenryuu sambil menatap ke tempat Anastasia yang berlari ke arah mereka bersama Miyamoto.

["Kau memiliki guru lain selain kami rupanya."]

Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya, jujur… apakah cara mengajar Kiana bisa di sebut dengan kata Guru?.

"Beritahu aku… Hyoku-san…" Hyokutenryuu yang mendengar itu hanya diam, dirinya ingin tahu apa yang ingin di tanyakan oleh Naruto.

"Bisakah kau jelaskan… kenapa Sifat Kiana seperti itu?"

.

.

At Same Time

.

Barat Daya

.

Sementara itu di Barat Daya, tampak Naruto berjalan tenang bersama Naga Kayu berukuran besar di sampingnya menuju habitat berisikan pepohonan yang sangat besar.

Mokusaryuu, memiliki bentuk seperti Naga panjang yang tubuhnya terbuat dari kayu sekiranya 10 meter, memiliki dua pasang sayap besar dan memiliki Surai dari akar-akar lentur.

Dengan tenang Mokusaryuu melewati celah-celah dari Pohon-pohon besar di sekitarnya sementara Naruto berusaha menyusul Mokusaryuu karena sempat melamun.

Dirinya melamun karena terkagum dengan pohon-pohon besar di sekitarnya, bahkan untuk satu batang pohonnya sudah cukup untuk membuat kapal layar berukuran besar.

Menatap sang Raja Naga Alam, dirinya teringat saat kejadian di Spanyol 3 tahun yang lalu. Waktu itu terjadi pembakaran Hutan besar-besaran yang di lakukan Oleh Spanyol untuk memperbanyak sumber daya, namun Muncul Mokusaryuu yang langsung menghadang mereka dan menyerang mereka yang membakar hutan.

Naruto yang mendapat permintaan untuk menghentikan Hal tersebut pun datang dengan 10 Kapal tempur dari DSA Amerika yang langsung memadamkan pembakaran hutan, sementara Naruto menangkap para pembakar hutan Serta menahan serangan Dari Mokusaryuu.

Dirinya juga meminta untuk tidak boleh ada yang saling membunuh atau melukai, namun Mokusaryuu tidak bisa menerima hal tersebut. Karena kedekatan Naruto dengan seluruh Negara, Apa lagi para pemimpin Negara, Presiden Spanyol meminta bantuan negara terdekat untuk membantu melakukan Reboisasi.

Reboisasi pun di lakukan dan akhirnya Mokusaryuu memutuskan untuk pergi karena bisa tenang kembali, mengingat itu Naruto menghela nafasnya.

Saat masa Reboisasi di Spanyol adalah hal melelahkan baginya karena saat datang ke Spanyol dirinya baru saja beristirahat setelah melawan Raja Naga tanah di Mesir.

["Kita Sudah sampai."] Naruto yang melamun tersentak lalu menoleh ke arah Mokusaryuu yang berputar pada sebuah Lantai dari kayu dengan model Hexagram.

"Apa ini?"

BOOM! BOOM!

Belum menjawab pertanyaan Naruto, Mokusaryuu dan Naruto mengalihkan pandangan mereka ketika mendengar suara ledakan di berbagai arah.

["sepertinya hampir semua memutuskan latihan untuk bertarung, tapi untuk kita… Kita tidak akan membuang tenaga hanya untuk menghancurkan,"] ujar Mokusaryuu lalu menatap Naruto kembali.

["ini adalah Hexagram Sage Mode, setiap sisi Hexagram adalah lambang dari Sage Mode yang ada di seluruh dunia,"] ujar Mokusaryuu membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya. "Sage Mode? Maksudmu energi alam?" Mokusaryuu mengangguk lalu menjelaskan kembali

["[Frog Sage Mode], [Dragon Sage Mode], [Wolf Sage Mode], [Snake Sage Mode], [Lio Sage Mode] dan yang terakhir adalah [Senju Sage Mode], itu adalah Enam Sage mode yang ada di seluruh Dunia."] Naruto yang mendengar Sage Mode yang terakhir terkejut, karena Akan Senju memiliki Sage Mode.

Krak~krak~

Perlahan Mokusaryuu menyusut dan mulai membentuk sosok laki-laki setinggi dirinya dengan setengah rambut berwarna Cokelat dan putih, Naruto yang merasa tak asing dengan wajahnya menyipitkan matanya.

"Aku adalah adik dari pengendali kayu legendaris," ujarnya lalu tersenyum lembut pada Naruto, "Senang bertemu denganmu, Naruto-kun."

"Kau… Itama-Jii-san?!" kejut Naruto, ya dia kenal orang di depannya ini. Itama Senju, Adik ke tiga dari Hashirama Senju. Dirinya sempat mendengar cerita Tsunade mengenai kisah Hashirama dan sempat melihat foto keluarga Senju dan di sana terdapat Itama yang tersenyum seperti kakaknya.

Namun sayang… Itama harus meninggal karena perang dua Clan. Namun sekarang… dia berdiri di depannya… menjadi wujud sosok Raja Naga Alam… apa maksudnya ini.

"Itami-jii-san? Kau mengetahuiku?"

"Tentu saja! Kau adalah adik Hashirama-jiji bukan? Aku adalah cucu dari cucu Hashirama-jiji!" jelas Naruto membuat Itama kebingungan.

"Ghaaaa! Maksudku begini…"

.

"Souka… jadi begitu," gumam Itama tersenyum, "Aku tidak menyangka selama aku mati ternyata waktu telah banyak membawa perubahan."

Naruto yang mendengar itu menatap diam Itama dengan pandangan lirih, tentu banyak waktu yang berubah semenjak kematiannya, bahkan yang membuatnya paling penasaran adalah bagaimana bisa Itama menjadi Raja Naga Alam?

"Ngomong-ngomong… Itama-Jii-san… bagaimana bisa… Jii-san menjadi Raja Naga Alam?" tanya Naruto membuat Utami menatap langit sambil menghela nafasnya.

"Itu cerita yang sangat panjang, bahkan sangat panjang menurutku." Naruto yang mendengar itu hanya diam, mata birunya kemudian beralih pada Hexagram.

"Jaa~ bagaimana jika Jii-san menceritakannya sambil berlatih?" Itami yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. "Tidak baik bercerita sambil berlatih, tapi…"

"jika kau berhasil mengendalikan Sage Mode, maka aku akan menceritakannya padamu." Naruto yang mendengar itu tersenyum, "tentu… aku terima!"

.

.

.

Same Time

Timur Laut.

.

Sementara di timur laut, terlihat saat ini Naruto tengah berdiri diam di sebuah tempat yang sepi bersama Naga berwarna putih ke Kuningan yang menatapnya diam.

'E- Eh?! A- Are? D- Dimana yang lain? K-kenapa tempat ini sepi sekali?!'

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Hanya lima di antara kami saja yang tersisa."

"Ubah molekulnya menjadi padat dan keras!"

"Dengan aura kami saja, itu sudah cukup untuk meleburkan sesuatu,"

"Kekuatan kalian ini… benar-benar berbahaya."

Selanjutnya Chapter 48 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Particle and Metal.

Note : Yo! Kembali lagi dengan saya 4kagiSetsu.

Udah 1 bulan lebih ya gak up? Haha gomen-gomen, melihat My Rival telah kembali membuatku semangat hingga batas akhir.

Bahkan setelah Chapter ini Up, saya memutuskan beristirahat sementara. Aku lelah ya, bukan memutuskan Hiatus. Aku juga tidak akan memutuskan Hiatus hingga Cerita ini tamat.

Btw, ada yang bilang cerita ini ampas? Well? Aku sih gak peduli, yang bilang juga orang bodoh/Orang haram/pengecut. Karena bersembunyi di balik nama Guest yang tidak jelas?

Haha, sungguh menggelikan ternyata ada orang-orang yang ingin menghilangkan seseorang di atas mereka. Tapi aku tidak perduli sih, kalau mau menggulikan posisi yang silahkan aja, aku biasa aja kok.

Asal kalian bisa aja bertahan lama.

Ok kita kembali ke topik Chapter kali ini. Di Chapter ini saya hanya membuat Adegan Fight Antara Naruto melawan Hyokutenryuu yang merupakan Raja dari Naga Element Es, dengan wujud yang saya ambil dari Kiana dari Honkai Impact 3.

Kalian yang mengetahui Karakter ini pasti berpikir memang ada desainnya? Sebenarnya ada Versi God Kiana yang memiliki Kekuatan Ice dan saya mengambil model tersebut.

Lalu Kombinasi Element Es dan Element lainnya, memang benar ini sangat tidak mungkin, tapi hey! Ingatlah kita ada di Fanfiksi :v.

Lalu sifat Naruto yang telah berubah pada perempuan? Berterima kasihlah pada Asia yang sangat Agresif terhadapnya, walau pun dia ingin bersikap acuh namun tetap saja… perlawanan Sexual selalu menangkalnya :v.

Bukan dalam artian Sexual Sex atau apa pun, Cuma dalam halnya Ciuman. Lagi pula cerita ini belum ada lemon ya, paling Lime ter-Skip.

Ok, kembali ke topik. Lalu Latihan Naruto bersama Raja Naga Alam yaitu Itama Senju, di sini saya membuat perbedaan untuk mereka karena, Mokusaryuu adalah Naga yang mencintai alam. Jadi dari pada menghancurkan Alam akan lebih baik melakukan latihan Lain dan itu adalah Sage Mode.

Saya menggunakan Model Hexagram untuk menjadi pusat dari latihan Sage Mode, dan juga terdapat 6 Sage Mode yang telah di jelaskan di atas. Kira-kira Sage Mode apa yang akan Naruto miliki ya? Mhfufufu~

Lalu latihan berikutnya, adalah Naga yang paling Overpower di banding naga Lainnya, latihan seperti apa kah yang akan mereka jalani? Hoho di tunggu saja ya, lagi pula saya tidak memutuskan Hiatus. Hanya orang-orang yang Flame di balik Guest yang Hiatus.

Saa~ sampai bertemu lain waktu, Ore wa! 4kagiSetsu, Wakare o tsugeta