0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo
Sfx Frist
( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )
Sfx Second
( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )
Kore ijou no jigoku wa
( Aku ingin percaya bahwa )
( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )
nai darou to shinjitakatta
( tak ada yang lebih neraka daripada ini )
( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )
Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni
( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )
( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )
Tobira wo tataku oto wa
( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)
( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )
taezu hidoku busahou de
( dengan keras dan kasarnya )
( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )
Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni
( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )
Sugishi hi wo uragiru mono
( Mereka yang mengkhianati masa lalu)
( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )
yatsura wa kuchiku subeki teki da
( adalah musuh yang harus dimusnahkan )
( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )
Ano hi donna kao de hitomi de
( Sejak itu dengan wajah dan mata )
( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )
oretachi wo mitsumeteita?
( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )
( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )
Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru
( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )
( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )
Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai
( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )
( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )
Subete no gisei wa
( Segala pengorbanan itu )
( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )
ima kono toki no tame ni
( adalah untuk saat-saat sekarang ini )
( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )
Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!
( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )
( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )
Susumu beki mirai wo
( Mari membuka masa depan )
(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )
sono te de kirihirake
( yang harus dituju dengan tangan ini )
( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )
Sfx three
( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )
.
Chapter 48 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Training with The King Dragon Particle and Metal
.
Hyotogaku
Timur Laut
Sabtu, 15 Desember 2090 ( Waktu yang sama )
10.00 AM
.
Sementara itu, di timur laut. Tampak saat ini Naruto tengah berdiri diam berhadapan dengan Naga berwarna putih kekuningan yang oberbaring dengan tenang sambil menatapnya diam.
Merasa canggung Naruto mengalihkan pandangannya, namun yang ada tempat mereka saat ini sangatlah sepi, tidak ada siapapun selain mereka di sertai lapangan yang luas.
'E-Eh? A-Are? D-Dimana yang lainnya? Kenapa tempat ini sepi sekali?' batin Naruto sambil terus menatap sekitarnya.
Naga Partikel bernama Jinshukiryuu yang melihat Naruto menatap tempat sekitar menghela nafasnya lalu berucap ["Kau mencari apa Naruto-san?"] Naruto yang mendengar itu tersentak lalu tertawa canggung sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Ah, tidak. Aku hanya terkejut karena hanya ada kita berdua saja di sini. Aku pikir ada Ras Naga Element Partikel di sini."
Jinshukiryuu yang mendengar itu hanya diam beberapa saat lalu kembali berbicara, ["Sudah 3 tahun tidak bertemu dan kau memiliki banyak perubahan ya, terutama dari auramu dan juga rambutmu itu."]
Naruto yang mendengar itu menyentuh rambutnya, "Maa~ seperti itulah, mengenai kejadian 3 tahun yang lalu, kalau tidak salah... Kita bertemu Di Jerman ya, kejadian hancurnya beberapa bangunan Jerman tanpa di ketahui penyebabnya."
"aku sempat berpikir kalau itu hanyalah gejala karena bangunannya memang sudah tua, tapi tidak kusangka itu adalah kau."
Jinshukiryuu mengangguk membenarkan ucapan Naruto, ["Tiga tahun yang lalu aku datang ke Jerman untuk melakukan sesuatu, tapi... Siapa sangka aku bertemu seorang bocah yang mengusirku secara paksa "]
"Itu karena kau menyerang markas Jerman dan secara kebetulan aku juga di sana pada awal tahun! Karena tak ingin mati tentu saja aku mengusirmu!" teriak Naruto sambil menunjuk Jinshukiryuu yang mendengus pelan.
["Aku melakukan itu karena Jerman menahan adik-adikku! Tentu saja aku menyerang mereka!"]
"Adik?" kejut Naruto.
Naruto yang merasakan hembusan di sekitarnya menoleh dengan cepat dan betapa terkejutnya dia ketika melihat 4 Naga berwarna putih dengan campuran warna lain yang berbeda di belakangnya.
["Jadi dia orangnya, Nee-sama?"] tanya Naga putih dengan beberapa warna merah di tubuhnya mengelilingi Naruto.
["Ya, dialah orangnya."] jawab Jinshukiryuu, Empat naga di belakang Naruto bergerak ke samping Jinshukiryuu dan mulai bercahaya hingga menjadi empat orang perempuan dengan berbeda rambut.
Naruto yang melihat itu termenung, seekor Naga berubah menjadi perempuan. Sebenarnya dia terkejut lagi karena sudah melihatnya, namun yang membuatnya termenung adalah apakah semua naga seperti itu atau hanya beberapa saja?
Jinshukiryuu pun juga mulai bercahaya dan berubah menjadi perempuan berambut keunguan dengan tatapan yang terlihat serius.
"Kau... wujud dari Jinshukiryuu?" tanya Naruto. "Ya, namaku adalah Kyouko Kirigiri, wujud dari Jinshu-san," jawab perempuan bernama Kyouko yang merupakan wujud dari Jinshukiryuu.
"Alasan kenapa aku menyerang Jerman adalah karena menyelamatkan mereka."
Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya.
"Aku tidak melihat sedikit pun mereka menahan Naga atau pun melakukan percobaan pada Naga. Yang ada mereka hanya melakukan penelitian terhadap sesuatu yang baru mereka temukan."
"Itulah Adik-adikku. Kami Ras Naga Element Partikel bisa merubah tubuh kami menjadi molekul-molekul kecil, dan Adikku di tanah untuk mendapatkan Element berbahaya ini untuk senjata," jelas Kyouko sambil menahan amarahnya.
"Ah jadi begitu," gumam Naruto menepuk wajahnya karena tak menyangka ada kejadian seperti itu, "Aku memang dengar bahwa Eropa sangat membenci Naga, tapi aku tak menyangka akan seperti ini."
"Lalu bagaimana bisa Adik-adikmu ini bebas?"
Perempuan berambut putih dengan armor biru yang mendengar itu menjawab, "Sebenarnya Anda sendirilah yang melakukannya karena tidak sengaja jatuh saat membawa barang."
Naruto yang mendengar itu mencoba mengingat kejadian 3 tahun yang lalu, memang dia pernah seperti itu?
"Karena itulah kami ingin membalas kebaikanmu di sini, dengan melatihmu Element berbahaya ini."
Naruto yang mendengar itu menatap perempuan berambut merah yang tersenyum padanya, "Mendengar kata melatih darimu membuatku merinding apa lagi senyummu yang berbeda dari senyum manis perempuan lainnya."
"A-Apa kau bilang!"
"Tidak bukan apa," balas Naruto lalu menatap serius ke depan, "Jadi hanya kalian yang tersisa dari Ras Naga Element Partikel ya?"
Kyouko yang mendengar itu mengangguk, "Hanya lima di antara kami yang tersisa."
"Sebelum memulai latihan bolehkan aku tahu nama kalian semua? Akan aneh jika aku berteriak Kau secara terus menerus untuk memanggil kalian."
Empat Adik Kyouko tersentak karena lupa memperkenalkan diri, "A-Ah, maafkan kami."
"Namaku Akane, adik Kyouko-nee, salam kenal Uzumaki-kun," ucap perempuan berambut merah dengan datar, Naruto yang melihat ekspresi itu mendengus pelan.
"Namaku Viltaria, adik Akane-nee. Semoga kita bisa akrab Naruto-kun," ucap perempuan berambut putih dengan armor biru melekat di tubuhnya sambil tersenyum manis padanya.
"Kau memiliki keberanian memanggil nama seseorang yang baru kau temui ya?" tanya Naruto penasaran. "Tidak, lebih tepatnya 3 tahun aku telah mengenalmu maka dari itu aku berani memanggil namamu," jawab Viltaria sambil tersenyum.
"Dan selama 3 tahun aku belum pernah melihatmu."
"Berikutnya aku," ucap perempuan berambut kuning menunjuk dirinya, "Namaku Claire, Adik Viltaria-nee-sama. Salam kenal, Uzumaki-kun."
Naruto yang mendengar itu mengangguk, lalu menoleh ke perempuan terakhir dengan rambut hitam tersenyum padanya, "Namaku Yui, adik dari Claire-nee-chan, senang berkenalan denganmu, Uzumaki-kun."
"Senang berkenalan dengan kalian," ujar Naruto lalu mengelus dagunya menatap mereka berlima, "Sebagai kakak, kau cukup pendek ya, Kyouko-san."
Twich!
"A-A-Apa-apaan maksudmu itu hah?! Apakah tinggi badan harus menjadi tolak ukur Kakak dan Adik?!" teriak Kyoukonmarah dan bersiap menghajar Naruto, namun di tahan oleh Viltaria sambil meminta untuk bersabar pada kakaknya tersebut.
"Tidak juga sih. Maaf menyinggungmu, aku hanya ingin mengetesmu." Kyouko yang mendengar itu menggeram, mengetes katanya, dengan mengatakannya pendek?.
"Jadi... Latihan seperti apa yang akan kalian ajarkan padaku?"
Kyouko yang mendengar itu melepaskan lengan Viltaria yang menahannya lalu mencerminkan jarinya.
BOOM!
Mata Naruto seketika terbelak ketika merasakan ledakan angin dahsyat di sampingnya, dengan patah-patah dia melihat apa yang terjadi dan betapa terkejutnya dia ketika melihat di sampingnya telah tercipta sebuah kawah dengan diameter 14 Meter dengan dalamnya 2 meter.
Padahal tadi tempat yang ada di sampingnya tidak ada kawah seperti itu.
"Khuhuhuhu sebaiknya kau bersiap saja, karena latihan yang akan kau terima bisa menghancurkan tubuhmu sendiri," ujar Kyouko sambil menyeringai membuat tubuh Naruto merinding.
Menggelengkan kepalanya pelan lalu menepuk pipinya dengan keras untuk memfokuskan dirinya, dia pun menatap serius ke arah 5 Ras Naga Element Partikel yang akan mengajarkan Element Partikel yang sangat mematikan.
"Aku siap kapan pun."
Kyouko yang melihat keseriusan Naruto melirik ke arah Akane dan Yui. Akane yang menyadari itu menghela nafasnya lalu berjalan ke arah Naruto bersama Yui.
Naruto yang melihat mereka berdua mendekatinya menaikkan alisnya lalu menatap Kyouko yang berdiri diam bersama Viltaria dan Claire.
"Apa latihan ini di selingi pertarungan?"
"Untuk saat ini tidak, karena kau belum menguasai Element Partikel kami akan mengajarkan dasarnya terlebih dahulu," jawab Yui lalu mengangkat tangan kanannya dan perlahan tercipta sebuah bola energi berwarna Hitam seperti debu di tangan Yui.
"Element Partikel adalah Kombinasi Element Cahaya, Api, Tanah, Angin dan Petir. Menggabungkan 5 Element adalah tingkat yang sangat sulit di banding Kekkei Genkai, atau pun Kekkei Touta, karena menggabungkan 5 Element ini bisa menghancurkan tubuhmu sendiri," jelas Yui.
"Element Partikel Kyouko-nee adalah gabungan dari Element Cahaya, Angin, Tanah, Petir, Api serta Sage Mode, dengan adanya Sage Mode, Nee-sama dapat menggabungkan Element Partikelnya dengan Element lain sesukanya."
"Sementara Aku, Element Partikelku adalah Kombinasi dengan Element Kegelapan, sementara Akane-nee memiliki Element Partikel dengan Kombinasi Element Lava," jelas Yui sambil melirik Akane yang juga mengeluarkan Bola Energi berwarna merah.
"Dengan kata lain, masing-masing dari kalian memiliki Kombinasi Element yang berbeda? Baiklah aku paham hal itu, namun bagaimana caranya menggabungkan 5 Element tersebut? apakah Aku harus memecahkan setiap molekul dari 5 Element tersebut?" ujar Naruto langsung to the point, lalu bertanya mengenai cara menggabungkan 5 Element agar tercipta Element Partikel.
"Seperti itulah, Uzumaki-kun," jawab Kyouko membuat Naruto terbengong. "Tapi bagaimana caranya memecah belah setiap molekul Element secara bersamaan?" tanya Naruto kembali.
"Kunci dari mengendalikan Element Partikel adalah Emosi, setiap Element memiliki Emosi mereka. Cahaya memiliki Emosi Kebahagiaan, Angin memiliki Emosi ketenangan, Tanah memiliki Emosi keseriusan, Petir memiliki Emosi Kekecewaan serta Api memiliki Emosi kemarahan," jelas Kyouko mengenai kunci mengendalikan Element Partikel.
"Jika kau menggabungkan 5 Element serta kelima Emosinya maka kau akan mendapatkan Emosi baru yaitu kehampaan, Partikel adalah Emosi kehampaan dimana tidak ada apapun di setiap Elementnya, hanya ada kehampaan karena Element Partikel tidak bisa di rasakan."
Naruto yang mendengar itu terdiam lalu melirik lubang di sampingnya, "Memang benar... saat kau menjentikkan jarimu tiba-tiba tercipta lubang ini, bahkan aku tak bisa merasakan sedikit pun energimu mendekatiku, belum lagi kemunculan Adik-adikmu secara tiba-tiba di belakangku."
"Lalu jika kau bilang menggabungkan ke lima Element serta emosi akan melahirkan kehampaan, bagaimana cara kalian merasakan sesuatu di sekitar kalian?"
"Pertanyaan yang rumit ne, Bisa di bilang masing-masing dari kami memiliki kelebihan dari 5 Emosi tersebut," jawab Viltaria pada akhirnya ikut berbicara.
"Dengan kata lain, Akane memiliki kelebihan Emosi Amarah, Yui memiliki kelebihan pada Emosi kekecewaan, Claire memiliki kelebihan pada Emosi keseriusan, Viltaria memiliki kelebihan Emosi pada Kebahagiaan, serta Kyouko memiliki kelebihan Emosi Keseriusan," ucap Naruto menyimpulkan membuat kelima Ras naga Partikel tersebut terkejut.
"Aku terkejut kau bisa mengetahuinya secepat itu," puji Akane dan hanya di dengus pelan oleh Naruto. "Itu bukanlah hal sulit untukku," balas Naruto lalu menatap serius ke depan.
"Jaa~ jika kau berkata demikian, kenapa kau tidak mencobanya?"
Naruto yang mendengar itu mengambil posisi lalu menyatukan kedua tangannya, 'Kalau tidak salah, Jinto memiliki gabungan Element Tanah, Api dan Angin. Jika aku mengabungkan 2 Element lagi mungkin aku bisa mempercepat latihan ini,' batin Naruto lalu membuka kedua tangannya hingga terlihat sebuah bola Energi putih tercipta walau berukuran kecil.
Akane dan Yui yang melihat itu menyipitkan mata mereka, "Hoho, Kau berniat menggabungkan Jinto dengan Cahaya dan Petir huh?" gumam Kyouko menatap tertarik Naruto.
Naruto yang fokus seketika tersentak ketika merasakan keganjalan pada Energi yang dia kumpulkan, bahkan dia belum sempat menggabungkan Dua Element lainnya.
'Ga-Gawat!' batin Naruto langsung mengaktifkan Jikkannya.
Boom!
Energi di tangan Naruto pun meledak dan membuat Naruto menghilang sepenuhnya, Akane yang melihat Naruto menghilang sepenuhnya menghela nafasnya.
"Dasar bodoh, menggabungkan Jinto dengan dua Element sisa adalah hal susah, jika aku jadinya aku tidak akan mengambil resiko menjadi bom bunuh diri."
"Tidak juga, Akane-nee. Aku rasa Uzumaki-kun belum bisa menggunakan Jurus Jinto dengan sempurna, maka dari itu kestabilan Energinya menjadi kacau," ucap Yui lalu melirik tempat Naruto berdiri tadi.
Semua yang melamun seketika tersentak ketika partikel-partikel kecil mulai bergabung dan menciptakan sosok Naruto kembali dengan bola energi putih di tangannya.
Setelah kembali, dengan cepat Naruto melempar bola putih di kedua tangannya sejauh mungkin dan membuat bola putih tersebut meledakkan Energinya.
"Hah... Hah... Hah..."
Kyouko yang melihat kejadian tadi menaikkan sebelah alisnya, "Ara? Bukankah tadi itu kau berhasil merubah dirimu menjadi partikel?"
Naruto yang mendengar itu menatap Kyouko dengan mata kanan mengeluarkan darah, Kyouko yang melihat itu menyipitkan matanya.
"Bukan ya? Doujutsu pembalik waktu?"
Naruto yang mendengar itu jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya, dirinya kembali menggunakan Teknik Jikkan sebelum nyawanya terkena ancaman. Sudah dua kali dia menggunakan teknik tersebut dan itu menguras Energinya.
Mengembalikan Waktu sebelum kematian bukanlah hal mudah, apa lagi dia harus mengingat rotasi waktu saat hidup dan setelah mati, jika salah sedikit saja nyawanya akan kembali terancam.
"Kau tidak apa, Uzumaki-kun?" tanya Yui sambil mendekati Naruto dan memeriksa tubuh Naruto. "Ya... Aku baik-baik saja, aku hanya kelelahan karena memundurkan waktu kematiannya tadi," jawab Naruto lalu berdiri kembali dengan bantuan Yui lalu menyentuh mata kanannya.
"Jangan pernah menggabungkan Jinto dengan Cahaya dan Petir, jika kau melakukannya maka hal sama akan terjadi kembali, kau mengerti, Uzumaki-kun?" Naruto yang mendengar penuturan Akane hanya mengangguk, dirinya berpikir karena konsep Element yang sama makanya dia ingin mencobanya.
"Jangan memaksakan dirimu, Uzumaki-kun. Kau masih memiliki waktu untuk berlatih menguasai Element Partikel," nasehat Kyouko lalu membalikkan badannya meninggalkan Naruto bersama Akane dan Yui.
"Viltaria, Claire, Ayo pergi. Kita biarkan dia berlatih di dasar terlebih dahulu."
Viltaria dan Claire yang mendengar itu hanya menurut dan meninggalkan Naruto yang berlatih bersama Akane dan Yui.
Naruto yang melihat kepergian mereka menatap tangannya kembali 'Aku hanya bisa menggabungkan Dua Element dalam waktu yang berbeda maupun secara bersamaan, jika Tiga mungkin akan sedikit susah untuk menahan gejolak Energinya.'
'Aku bisa menggabungkan 12 Element karena berkat senjataku bukan kekuatanku sendiri, jika aku menggunakan [Bloods Conecting] sama saja ini bukan hasil latihan kerja kerasku sendiri,' batin Naruto lalu menyatukan tangannya kembali.
'Mau tidak mau aku harus menggunakan kekuatanku hingga batas akhir!' lanjutnya lalu membuka tangannya dan tercipta Bola Api yang bersatu dengan Bola Angin yang membuat Bola Api di tangan Naruto semakin membara.
'Gabungkan Element ke tiga.'
Setelah kedua Element stabil, Naruto mengalirkan Energi Element Tanah hingga membuat Bola Energi di tangan Naruto berubah warna menjadi merah kecokelatan.
Deg!
"Ugh!" lenguh Naruto ketika merasakan gejolak Energi di tangannya siap meledak kembali, 'Ti-Tidak! Tidak boleh! Aku harus berusaha menstabilkannya!'.
'Rasakan Energi yang tak bisa bercampur lalu stabilkan Energi agar selaras, fokus... fokus...' batin Naruto memejamkan matanya mencoba merasakan Energi di tangannya yang tidak selaras lalu berusaha mengatur kombinasi Energinya agar selaras dengan begitu, Energi di tangannya akan stabil.
Swush~ Swuiiiiing~
Energi di tangan Naruto pun berubah menjadi putih dengan kata lain, Naruto telah berhasil menguasai Jinto tanpa kesengajaan karena niatnya berlatih Element Partikel.
'Yosh, berhasil. Sekarang Element Cahaya, lalu Petir,' batin Naruto lalu mengeluarkan dua lengan darah untuk membantunya mempercepat latihannya membentuk Element Partikel.
Akane dan Yui yang melihat Naruto mengeluarkan dua lengan dari darah terkejut karena orang di depan mereka ternyata bisa menguasai Element Darah dengan mudah.
'Baiklah, inilah tingkat kesulitannya. Mengalirkan Energi pada Lengan darahku belum pernah aku coba sama sekali, jika terjadi kesalahan maka pasti Energi di tanganku akan meledak kembali,' batin Naruto memikirkan situasi yang akan terjadi.
Dia tidak bisa mengambil resiko dan menggunakan kekuatan Jikkan kembali, setelah berpikir matang Naruto memutuskan menghilangkan Energi di tangannya dan berpikir untuk melatih mengalirkan Energi Element ke tangan darahnya.
"Kenapa kau menghilangkannya? Padahal tadi itu sudah bagus?" tanya Yui penasaran. Menghela nafasnya Naruto pun menatap Yui yang masih menatapnya penasaran, "Aku tak bisa mengambil Resiko kehilangan Nyawa lagi, untuk meminimalisir kejadian tersebut aku ingin menggunakan tangan tambahan untuk menstabilkannya," jawab Naruto lalu menunjuk dua tangan darahnya.
"Namun aku belum pernah mengeluarkan Energi dari tangan darahku ini, maka dari itu aku ingin melatih ini terlebih dahulu sebelum melanjutkan latihanku."
Akane yang bosan menguap lalu berjalan ke arah Batu dan duduk di sana, "Sebaiknya kau cepat karena aku bosan menunggu hingga kau bisa menguasainya."
Naruto yang mendengar itu menahan kekesalannya, bukan salahnya yang tidak bisa menguasai Element Partikel, karena Element Partikel adalah Element baru, dirinya juga yakin 100% tidak ada orang yang bisa menguasainya dalam sehari.
"Ya-Ya, bersabarlah!" setelah mengatakan itu, Naruto memejamkan matanya sambil merentangkan kedua lengan darahnya.
'Fokus... anggap saja lengan darah ini adalah lenganku sendiri, lalu alirkan Energi pada lengan darah untuk menciptakan Jurus,' batin Naruto sambil fokus mengalirkan Energi pada lengan darahnya.
['Rasengan!'] teriak Naruto dalam batin dan dari lengan darahnya tercipta dua buah Rasengan, Naruto yang melihat ternyata dirinya bisa mengalirkan Energi pada lengan darahnya pun menghilangkan Rasengannya dan menghela nafasnya.
Melemaskan pergelangan tangannya lalu mengambil nafas dalam-dalam, Naruto pun menyatukan kedua tangannya kembali dan membukanya hingga tercipta Jurus Jinto di tangannya kembali.
'Yosh! Aku sudah bisa menstabilkannya, sekarang tinggal menggabungkan Dua Element sisa,' batin Naruto lalu mengarahkan kedua lengan darahnya pada Bola Energi Jinto di kedua tangan aslinya.
Naruto yang baru mengalirkan Energi Cahaya dan Petir pada Jinto harus tersentak ketika Gejolak Energinya semakin menggila, bahkan untuk Fokus menstabilkan Energinya sudah cukup susah untuknya.
Belum lagi Energi Cahaya dan Petir yang siap meledak di lengan darahnya karena tidak terkendali, Yui yang melihat itu mendekati Naruto.
"Uzumaki-kun, serahkan Bola Energi itu padaku," ujar Yui sambil mengarahkan lengannya pada Bola Energi di tangan Naruto, Naruto yang mendengar itu pun mengarahkan Bola Energi di tangannya ke tangan Yui dan Yui langsung menyerapnya hingga tak tersisa.
Bruk!
"Hah... Hah... Hah..."
Setelah menyerap Bola Energi Naruto, Yui pun mendudukkan dirinya di samping Naruto sambil menyentuh dada Naruto, "Aku kembalikan padamu, Uzumaki-kun."
Energi Biru seketika keluar dari tangan Yui dan perlahan, Kondisi Naruto kembali normal membuat Naruto kebingungan karena pasalnya dia merasa kelelahan tadi.
"Hehe, itu juga salah satu kemampuanku. Aku bisa mengambil dan mengalirkan Energi yang aku terima, maka dari itu aku mengambil Energimu lalu menstabilkannya dan mengembalikannya padamu," ucap Yui mengenai jurusnya.
Naruto yang mendengar itu menundukkan kepalanya, dirinya gagal lagi.
"Hey, jangan bersedih begitu, kau masih memiliki banyak waktu," ujar Yui berusaha menyemangati Naruto. "Biarkan saja Yui, dia itu kuat bukan? Bahkan dia bisa mengalahkan Irisviel-sama, tidak mungkin latihan seperti ini membuatnya menyerah begitu mudah," ucap Akane sambil menatap Naruto bosan.
BOOOOM!
Seketika mereka tersentak ketika dari arah Barat dan Timur terjadi Ledakan Energi besar hingga menjulang ke langit.
Arah barat terdapat dua Ledakan Energi Kegelapan yang menjulang ke langit begitu juga di arah Timur namun dengan Energi Cahaya.
Energi itu pun menghilang di gantikan suara ledakan dahsyat berkali-kali menandakan di arah tersebut terjadi latihan sengit yang mungkin di selingi pertarungan.
"Sialan! Dasar si Zeref-sama! Apa dia tidak bisa mengendalikan energinya itu," gerutu Akane yang bangkit dari terjatuh karena terkejut akan ledakan Energi seseorang bernama Zeref.
"Huft~ bahkan Celestial-sama juga tampaknya sedang semangat," gumam Yui sambil menghela nafasnya.
BOOM!
Kembali, mereka harus terkejut ketika arah Utara, Timur serta Selatan terjadi ledakan Energi seperti sebelumnya lalu menghilang di gantikan dengan suara ledakan keras berkali-kali.
"Bahkan mereka juga? Ya ampun, tampaknya latihan mereka benar-benar serius."
Naruto yang mendengar itu termenung, dirinya yang lain tengah berusaha berlatih untuk diri mereka yang asli, sementara dirinya duduk diam karena kecewa tidak bisa mengendalikan Element Partikel.
"Tidak seperti di sini yang tampak santai hanya karena kecewa tidak bisa berhasil mengendalikan Element Partikel."
Twich!
"Baru dua kali latihan saja sudah duduk lemas dan kecewa, latihan yang membosankan," gumam Akane sambil menyeringai kecil ketika melihat Naruto menahan kekesalannya.
"Etto... Akane-nee-chan," gumam Yui sedikit menjaga jarak dari Naruto.
"Apa? Bukankah benar? Mereka berlatih serius untuk menjadi kuat, namun di sini? Orangnya hanya terduduk lemah sambil menundukkan kepalanya kecewa karena baru gagal dua kali, wahahaha!"
Naruto yang mendengar itu mulai berdiri dan mengepalkan tangannya sesaat karena dalam waktu singkat tercipta Bola Energi Putih yang menghilang tak kasap mata.
.
Sementara itu di sisi, Kyouko, Viltaria dan Claire. Mereka saat ini berjalan menuju tempat latihan Naruto dengan dua ikan besar di belakang mereka, Kyouko yang paling depan menghela nafasnya sambil merenggangkan pergelangan tangannya.
"Dasar, si Miyu-chan. Karena latihan mereka kita harus menerima dua ikan ini dari langit," gerutu Kyouko dengan wajah datarnya. "Ahahaha, bukankah bagus? Ikan-ikan ini bisa kita gunakan untuk makan siang nanti bersama Naruto-kun," ujar Viltaria sambil tersenyum.
"Kau tampaknya menyukai Uzumaki-kun, ya... Viltaria?" tanya Kyouko dan di balas kekehan oleh Viltaria.
Deg!
Sret! BOOM!
Kyouko seketika tersentak dan langsung merentangkan tangannya ke depan dan beberapa detik setelahnya terjadi ledakan Angin dahsyat di sekitar mereka di sertai terbentuknya kawah memanjang di belakang mereka, bahkan Ikan yang di bawa Viltaria serta Claire menghilang menjadi debu.
"Tadi itu..." gumam Kyouko lalu berlari ke tempat latihan Naruto di ikuti Viltaria dan Claire di belakangnya. Tak berselang lama, setelah mereka sampai Kyouko harus terkejut ketika Naruto menatap tajam Akane dengan tubuh mengeluarkan Aura putih.
Sementara Akane, tampak Akane tengah menjaga jarak dari Naruto karena lengan kirinya telah berubah menjadi debu. Sementara Yui sedikit ketakutan Karena Aura Naruto, bahkan dia tidak bisa bergerak dari tempatnya berdiri.
"Are? Di mana perkataanmu itu tadi? Aku ingin mendengarnya lebih jelas?" tanya Naruto sambil menunjuk Akane, "Aku ingin mendengar lebih jelas ejekanmu itu."
Sret! BOOM!
Jari Naruto seketika di genggam oleh Kyouko dan langsung mengeluarkan Auranya yang menyeimbangi Aura Naruto. Viltaria yang melihat kesempatan menarik Akane ke tempat aman agar tidak terkena serangan Naruto kembali.
"Hentikan Uzumaki-kun!" bentak Kyouko dengan suara beratnya, Naruto yang di hentikan menatap Kosong Kyouko selama beberapa menit hingga tatapan Naruto kembali semula.
'Energinya tadi, itu memang Energi Partikel. Namun Energinya lebih kuat, bahkan aku bisa merasakan Energi itu bukan hanya 5 Element namun 11 Element,' batin Kyouko menatap Intens Naruto yang kebingungan lalu menatap tubuhnya yang mengeluarkan Aura Putih.
"A-Are? A-Apa yang terjadi?"
"Justru aku yang harusnya menanyakan itu, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Kyouko sambil menatap Yui meminta penjelasan.
"Ha-Ha'i! Aku akan menjelaskannya, tadi Akane-nee memanas-manasi Uzumaki-kun karena latihan di arah lain memanas, karena Kesal, secara tak sadar Uzumaki-kun berhasil menyatukan lima Element sekaligus dalam sekejap dan menyerang Akane-nee," jawab Yui membuat Kyouko paham bagaimana bisa tatapan Naruto menjadi kosong lalu menoleh ke arah Akane yang tengah memulihkan dirinya.
"Sebaiknya kau jangan lakukan lagi, Akane."
"Ha'i, maafkan aku Nee-sama. Aku tidak menyangka dia bisa melakukannya secepat itu," ucap Akane menyesal, setelah lengannya pulih Akane pun berdiri dan menatap tajam Naruto yang tampak kebingungan.
"A-Apa-apaan ini? Aura apa ini?" gumam Naruto masih kebingungan. "Itu adalah Aura Element Partikel, selamat kau telah berhasil, Uzumaki-kun," jawab Kyouko sambil tersenyum tipis.
"A-Apa?!"
Deg!
"UGH!"
Semua yang melihat Naruto tiba-tiba menggerang kesakitan kebingungan, namun hal itu terhenti ketika Aura di tubuh Naruto menghilang dan tatapan Naruto berubah menjadi kosong.
"Na-Naruto-kun?" tanya Viltaria mencoba memanggil Naruto. "Kalian semua bersiaplah! Ini akan menjadi latihan Uzumaki-kun yang selanjutnya! Saat ini dia belum bisa mengontrol Emosinya dan membuatnya tak terkendali!" ujar Kyouko sambil mengambil posisi bertarung tangan kosong.
"Kesadarannya akan berubah setiap waktu, maka dari itu kita harus menyegel Element Partikelnya agar tenang, selagi menyegelnya kesadaran untuk bertarungnya ada maka ini akan sangat sulit, jadi bersiap untuk bertarung!"
Akane yang mendengar itu menciptakan pedang dengan aura putih kemerahan serta Perisai dari Lava, Viltaria menciptakan Dua pedang berwarna putih, Claire merentangkan tangannya hingga di kedua tangannya muncul tombak dengan percikan petir dan Yui menciptakan Pedang berwarna hitam lalu mengambil posisi bertarung.
"To... To-long..."
"Bersabarlah Uzumaki-kun, selagi kami membantumu, kau juga harus bisa mengontrol Emosimu," ucap Kyouko sambil mengepalkan tangannya.
Deg!
Sret! Swush!
Dengan gerakan tiba-tiba, Naruto mengarahkan lengannya ke arah Kyouko membuat Ekspresi Kyouko langsung berubah menjadi serius.
TRANK!
Dengan refleks cepat Akane langsung berdiri di depan Kyouko dan menahan serangan tak kasap mata Naruto hingga terdengar suara benturan keras. Bahkan Akane harus terseret beberapa Sentimeter karena kuatnya serangan Naruto.
"Yui! Viltaria!"
"Ha'i!" balas mereka serentak lalu berlari ke arah Naruto.
Sret! TRANK!
Viltaria dan Yui yang menyerang Naruto tersentak karena dari punggung Naruto mereka merasakan terdapat sebuah Aura tak kasap mata berbentuk dua ekor menahan serangan mereka.
Trink!
Dengan sekali hempas, Viltaria dan Yui terpental beberapa meter lalu kembali berlari ke arah Naruto yang berdiri diam.
Sret! Wush! Trank! Trank!
Blaar!
Viltaria dan Yui yang melihat Naruto membuat gerakan pun mengalirkan Energi Partikel mereka lalu mengayunkan senjata mereka hingga membentur dua ekor aura partikel Naruto.
Dengan sekuat tenaga Viltaria dan Yui mencoba melukai Naruto namun dengan lincah Naruto menghindari setiap serangan mereka dan memberikan serangan balasan yang cepat membuat mereka hanya bisa bertahan.
Trank! Jrash!
Naruto yang menahan serangan Viltaria dan Yui seketika di kejutkan dengan kemunculan Claire yang secara tiba-tiba di depannya dan melempar tombaknya hingga menembus bahunya.
Twush! BOOM!
Naruto yang terkena lemparan tombak Claire pun harus terpental dan menabrak sebuah berbatuan hingga hancur berantakkan menjadi debu.
"Viltaria! Bantu aku!" teriak Claire berlari ke arah Naruto sambil mengarahkan tangannya ke tempat Naruto.
"Ha'i!" balas Viltaria ikut berlari di belakang Claire lalu menghantamkan kedua pedangnya ke tanah hingga tanah di bawah mereka naik secara tak beraturan di berbagai tempat.
Swush! Greb!
Tombak Claire seketika kembali ke tuannya dan di tangkap oleh Claire, lalu melompat ke udara dan dirinya harus terkejut karena dia bisa melihat sebuah serangan Aura Partikel ke arahnya.
Twush! BOOM!
Tak mau menjadi debu, dengan cepat Claire melempar tombaknya membuat tombaknya bertabrakan dengan serangan Naruto.
Sret!
"Bagaimana?" tanya Yui yang baru saja tiba, Claire yang terpental mendecih pelan. "Belum, refleksnya benar-benar sangat tepat sasaran, bahkan aku hampir menjadi debu karena serangannya yang secara tiba-tiba.
Boom! Boom! Boom!
Claire dan Yui seketika tersentak ketika tanah-tanah yang naik karena perbuatan Viltaria meledak dan menjadi debu, mau tak mau secara refleks mereka melompat mundur menjaga jarak.
Srush! Trank!
"Takkanku biarkan semudah itu!" teriak Akane muncul di depan Claire menahan sebuah serangan tak kasap mata begitu juga Viltaria yang muncul di depan Yui.
Swush!
Sret! DUAK! BOOM!
Secara tiba-tiba, Naruto melompat ke arah mereka dengan tinju berlapis Aura, namun dari belakang muncul Kyouko yang langsung meninju Naruto dengan keras hingga membuatnya membentur tanah dan meledak dengan dahsyat karena lengannya yang masih berlapis Aura.
"Berhati-hatilah, setiap menit kekuatannya selalu meningkat!" peringat Kyouko lalu kembali memasang posisi bertarung, 'Kekuatan yang luar biasa... Kekuatannya selalu meningkat setiap menit, ini harus di selesaikan dengan cepat.'
Swush! Grep!
Kyouko yang melihat sesuatu melesat ke arahnya menangkap sesuatu yang tak kasap mata tersebut lalu menariknya ke arahnya sambil menyiapkan tinju berlapis partikel-partikel Cahaya.
Wush!
Bugh! BLAAAR!
Dari balik asap benturan, keluar Naruto yang di tarik oleh Kyouko dengan tangan terkepal di sertai Partikel-partikel Es yang membentuk jarum-jarum di tangan Naruto, Kyouko yang menyadari itu langsung beradu tinju dengan Naruto dan alhasil, lengan Kanan Naruto hancur tak tersisa.
"GH!"
"GHHAAAAAA!"
Mundur beberapa langkah, Naruto menyentuh tangan kanannya yang mengeluarkan darah, Kyouko yang berhasil menghilangkan satu lengan Naruto langsung memberi kode.
"Yui! Claire!"
Jrash! Jrash!
Yui dan Claire yang mendengar kode tersebut pun langsung menebas lengan kiri Naruto serta menusuk dada Naruto hingga tembus.
"GHRAAAAAAA!"
"Nee-sama! Bukannya ini berlebihan?!" tanya Viltaria ketika melihat Yui serta Claire memutuskan lengan kiri Naruto serta menusuk dada Naruto hingga menggerang kesakitan.
"Mungkin iya, tapi ini belum berakhir."
Viltaria yang mendengar itu menatap Naruto yang menggerang kesakitan sambil menggerakkan kepalanya ke sana-kemari
"To-Tolong! Ini menyakitkan!"
"DIAM! BUNUH MEREKA! BUNUH MEREKA!"
"GHRAAA! Jangan bercanda! Ini bukanlah keinginanku! Ghaaaaaa!"
'Emosinya semakin tak terkendali,' batin Viltaria khawatir karena Naruto tidak bisa mengontrol Emosinya yang bercampur aduk.
"Sepertinya ini akan merepotkan... Apa lagi lengannya mulai membentuk kembali secara perlahan," gumam Akane ketika melihat partikel-partikel kecil mulai membentuk tangan Naruto kembali.
"Ini kesempatan kita," ucap Kyouko sambil menyatukan tangannya dan beberapa detik setelahnya tubuhnya mulai bercahaya dan berubah menjadi Jinshukiryuu lalu melesat ke arah Naruto.
Swush! Swush!
Di putarinya Naruto beberapa kali hingga Jinshukiryuu memutari Naruto semakin cepat, namun pasti tubuh Naruto perlahan terangkat ke udara bersama Jinshukiryuu yang semakin cepat memutarinya.
Akane, Viltaria, Claire dan Yui yang melihat itu ikut berubah dan membantu Kyouko memutari Naruto. Perlahan Pembentukan lengan Naruto terhenti dan hancur berkeping-keping kembali.
Sret! Deg!
Setelah merasa cukup, mereka langsung berhadapan Naruto secara bersama dan saat itu juga Mata Naruto melotot sempurna hingga tak terlihat pupil sedikit pun.
"GHRAAAAAAA!"
Deg!
Hentakan gelombang tercipta begitu Naruto berteriak dengan keras, Akane, Yui, Viltaria dan Claire bahkan harus mundur beberapa meter karena kuatnya hentakkan gelombang Naruto.
["Kuat sekali...,"] gumam Akane lalu kembali fokus dengan tujuan mereka.
Di sekitar Naruto seketika tercipta pola bintang dengan Naruto di tengahnya, pola bintang tersebut mulai bercahaya dan mengeluarkan Kekkai berbeda warna yang langsung mengunci Naruto di dalamnya.
["Sekarang tekan!"]
Secara serempak mereka kembali memutari Naruto dengan cepat dan pasti, Kekkai yang mengurung Naruto semakin mengecil, namun karena teriakan Naruto prosesnya sedikit terhambat karena kuatnya dorongan Naruto.
["Cih! Energinya terlalu kuat!"]
["Jangan mengeluh! Fokus!"]
"GHRAAAAAAA!"
Kekkai yang mengurung Naruto sedikit demi sedikit kembali menggembang membuat Jinshukiryuu sedikit menggeram tidak suka karena kekuatan Partikel Naruto terlalu kuat.
["Jangan bercanda..."]
"JANGAN BERCANDA KAMI AKAN MEMBIARKAN HAL ITU TERJADI!"
Secara tiba-tiba, Jinshukiryuu kembali menjadi Kyouko dan menghentakkan kedua tangannya seperti mengatup sesuatu.
Boom! Siiing~
Dan detik itu juga, Kekkai tersebut mengecil sepenuhnya dan mulai bercahaya. Setelah cahaya meredup tampak Naruto yang jatuh secara perlahan dengan lengan kanan dan kirinya kembali lalu membentur tanah dengan keras karena tak sadarkan diri.
Akane, Viltaria, Claire dan Yui yang melihat itu mengalihkan pandangan mereka kepada Kyouko yang melayang sambil mengatur nafasnya.
'Benar-benar merepotkan,' batin Kyouko lalu memejamkan matanya, saat akan jatuh ke tanah karena tak sadarkan diri, Yui dengan cepat menangkap tubuh Kyouko lalu turun bersama Akane, Claire dan Viltaria.
.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
.
Di waktu yang sama
Arah Barat Laut.
.
Tap! Blam!
Sementara itu di arah Barat laut, tampak Naruto saat ini berjalan bersama Raja Naga Metal dengan nama Kinzenkoryuu.
Kinzenkoryuu memiliki ukuran 40 meter dengan tubuh atasnya memiliki berbagai bentuk aneh karena terbuat dari metal sementara badan bawahnya memiliki warna cokelat namun memiliki tekstur yang keras.
Memiliki sayap berukuran 20 meter dengan tekstur Metal yang lentur pada kulit sayapnya, mungkin banyak yang berpikir bahwa metal adalah benda berat jadi sangat mustahil bisa menghasilkan angin untuk menerbangkannya, namun Kinzenkoryuu berbeda, Dia dapat mengubah Molekul Metal ke satu titik membuat Metal pada tubuhnya menjadi ringan.
Naruto yang sejak tadi menatap ke depan, melirik Kinzenkoryuu yang berjalan tenang hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah Habitat Ras naga Metal di mana Habitat tersebut hanya terdiri tanah lembab, di sertai beberapa danau dan di penuhi berbagai metal.
Mata biru Naruto melirik sekitar dan terlihat beberapa naga yang hampir mirip dengan Kinzenkoryuu, mereka tampak jinak dan saling bercanda menghiraukan raja mereka yang telah datang.
["Bagaimana menurutmu?"]
Naruto yang di tanya melirik kembali Kinzenkoryuu, "Kenapa kau menanyakan pertanyaan konyol?"
["Ya, aku kan Cuma bertanya. Pasalnya aku yang membuat habitat ini, aku awalnya sedikit risih karena terlalu banyaknya Metal, tapi pendapatmu bagaimana?"] jawab Kinzenkoryuu lalu bertanya kembali.
"Hah~ sungguh... Kau adalah Raja Naga yang cukup aneh, mendengar pertanyaannya tadi aku teringat kejadian saat pertama kali kita pbertemu di Belanda."
["Ja-Jangan ingatkan aku baka! Waktu itu aku hanya mencoba membuat seni dengan metalku!"] Naruto yang mendengar itu menaikkan alisnya, "Naga macam apa yang suka seni?"
["Grr! Pokoknya waktu itu aku sedang ingin membuat seni karena aku merasa bosan,"] balas Kinzenkoryuu, ["Cih! Tidak ada gunanya bertanya padamu, sebaiknya aku hilangkan beberapa saja."]
'Lalu kenapa kau bertanya padaku?' batin Naruto Sweatdrop lalu menghela nafasnya kembali.
Tiga tahun yang lalu, dirinya bertemu dengan Kinzenkoryuu saat akan kembali dari Jerman, dirinya terkejut ketika sosok naga dengan santainya duduk membuat duplikat Baling-baling yang ada di peternakan Belanda.
Mau tak mau dia mengusirnya dan entah kenapa dia menurut dan pulang dengan aura ungu di belakangnya. Mengingat itu Naruto kembali menghela nafasnya, "Sungguh naga yang aneh."
["Aku dengar itu!"] protes Kinzenkoryuu lalu memejamkan matanya, perlahan Metal-metal yang menumpuk menjadi kecil membuat Habitat Ras Naga metal tampak enak di mata.
Naruto yang melihat Habitat Ras Naga sudah enak untuk di lihat melipat tangannya di dada dan menganggukkan kepalanya seperti orang yang kagum dengan keindahan Alam.
"Tidak buruk juga."
Setelah mengatakan itu dia mencoba mendekati Kinzenkoryuu yang telah melanjutkan jalannya.
"Jadi latihan apa yang akan kau berikan padaku?"
["..."]
"Hey, apa kau marah hanya karena itu?"
["..."]
Naruto yang melihat tingkah Naga di sampingnya ini kembali menghela nafasnya yang entah sudah berapa kali.
"Dasar Naga Tsundere."
["JANGAN MEMANGGILKU TSUNDERE!"]
Setelah mengejek naga di sampingnya Naruto langsung menutup telinganya dan benar saja, naga di sampingnya berteriak kesal karena di panggil Tsundere.
"Ah, akhirnya kau menjawabnya," gumam Naruto sambil tersenyum jahil, "Jadi bisakah kita langsung to The Point?"
Kinzenkoryuu yang mendengar itu menggeram pelan lalu melanjutkan jalannya, ["Apa kau sudah bisa mengendalikan Metal?"].
Naruto yang mendengar itu menggeleng pelan, "Itu adalah tingkatan selanjut dari Element Tanah, jadi aku belum bisa menguasainya."
Kinzenkoryuu yang mendengar itu pun berhenti, ["Kalau begitu kita latihan untuk mengendalikan Molekul Metal,"] ucapnya lalu perlahan menyusut dan berubah menjadi perempuan berambut hitam dengan Gaun hitam di sertai lengan kirinya yang sedikit besar karena terbungkus lengan Robot.
"Jadi seperti ini wujudmu?"
"Aku bukanlah wujud melainkan Jiwa dari Kinzen-san. Kali ini aku yang akan mengambil alih dan melatihmu mengendalikan Metal, jadi bersiaplah!" ujarnya lalu menunjuk Naruto dengan jari robotnya.
"Bukankah tidak sopan jika kau memperkenalkan dirinya terlebih dahulu?" tanya Naruto sambil menyingkirkan Jari telunjuk perempuan di depannya.
"Ah... Maafkan diriku, namaku Zui, jiwa dari Kinzenkoryuu."
Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk pelan, "Jadi kita memulainya dari mana?"
Zui yang mendengar itu mengayunkan lengan kirinya hingga dari tanah keluar metal berukuran sedang di hadapan mereka.
"Sekarang alirkan energimu ke Metal tersebut dan rasakan inti dari metal tersebut, Metal adalah tingkat selanjutnya dari Element Tanah, molekul Tanah sangatlah padat dan selalu berkumpul, aku ingin kau merasakan molekul-molekul tersebut lalu merubah susunan molekulnya dengan energimu."
Naruto yang mendengar itu terdiam, merubah molekul Metal dengan Energi?
"Bukankah mustahil? Aku bahkan belum tahu cara merasakan molekul-molekul dari setiap Element."
"Kenapa kau tidak mencobanya saja dulu?" Alis Naruto berkedut ketika mendengar itu, mau tak mau Naruto harus mencobanya tanpa tahu cara merasakan molekul-molekul Metal.
Di sentuhnya metal di depannya lalu mengalirkan Energinya pada metal di depannya dan mencoba berkonsentrasi untuk merasakan molekul-molekul yang ada di Metal.
'Jika Metal adalah Tingkatan selanjutnya dari Element Tanah, strukturnya pasti sama namun ada zat tambahan pada strukturnya yang membuatnya menjadi keras, akan lebih baik aku menambahkan sedikit darahku untuk mempermudahnya,' batin Naruto lalu mengalirkan darahnya dari celah kecil di telapak tangannya dan langsung menyatu dengan metal di depannya.
Deg!
Tubuh Naruto langsung menegang, 'Molekul Metal ini... Berbeda dari Metal yang lainnya,' batin Naruto lalu melepaskan tangannya dari Metal di tangannya.
"Apa kau sudah merasakannya?" Naruto yang mendengar itu mengangguk. "Metal ini berbeda dari metal biasanya... Apa kau serius ingin aku menggerakkan Molekul Metal ini? Jika hanya menggunakan Energi aku tidak bisa, aku membutuhkan kekuatan tambahan," ujar Naruto.
"Tidak boleh, kau harus menggunakan Energimu untuk merubahnya, jika kau menggunakan kekuatan lain itu sama saja kau gagal dalam latihan ini."
"Hah~." Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya lalu memotong metal di depannya dengan cepat menjadi potongan kecil.
Naruto pun mengambil potongan Metal yang kecil lalu berjalan meninggalkan Zui, "Aku ingin mencari metode lebih mudah sendiri, jangan ganggu aku."
Zui yang mendengar itu hanya mengangkat bahunya.
Setelah menemukan tempat untuk menyendiri, Naruto mendudukkan dirinya lalu menatap potongan Metal di tangannya.
Naruto pun memejamkan matanya dan mengalirkan Energinya pada metal di tangannya, alis Naruto menaut ketika dia sudah bisa merasakan Molekul Metal di tangannya tanpa bantuan darah.
'Aku bisa merasakannya tanpa bantuan darah dengan ukuran seperti ini, ternyata ukuran juga mempengaruhi untuk merasakan Molekul benda ya,' batin Naruto lalu memfokuskan dirinya.
'Molekul Metal lebih tebal di banding tanah, dengan kata lain untuk merubah bentuk metal maka susunan Molekulnya harus di ubah, namun mengubahnya menggunakan Energi sangatlah mustahil terkecuali molekul-molekulnya di paksa untuk menyerap energi.'
'Paksa Energi untuk menyatu dengan Molekul Metal, satukan Molekul dengan Energi lalu ubah susunan Molekulnya.'
Grek!
Naruto yang merasakan pergerakkan pada metal di tangannya membukanya dan menyeringai ketika melihat sedikit perubahan pada metal di tangannya lalu mengalihkan pandangannya pada beberapa metal Di sekitarnya.
"Yosh!" gumamnya lalu menyatukan kedua tangannya.
.
.
Skip Time
Real Naruto Side
.
Sementara itu pada Naruto yang asli, terlihat Naruto yang asli saat ini berdiri tegak di berbatuan yang tinggi sambil menatap tajam beberapa Naga yang menunduk padanya, Naruto mengalihkan pandangannya begitu melihat beberapa naga datang ke arahnya lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah-arah naga tersebut.
Naga naga tersebutpun langsung terbang merendah dan bergabung dengan naga yang lainnya, Whellgon yang melihat itu tersenyum karena Naruto sudah meningkat pesat.
Charlotte yang juga melihat itu bersama Yasaka ikut tersenyum, sementara Yasaka hanya menatap Naruto diam.
["Ini baru hasil latihanku, belum lagi ketika nanti dia menerima hasil latihan bersama yang lainnya, aku tak bisa membayangkan akan sekuat apa dia."]
Charlotte yang mendengar itu menganggukkan kepalanya setuju, dirinya senang melihat Naruto berkembang dengan pesat. Jiraiya yang juga menyaksikan latihan Naruto terdiam bersama Minato dan Kushina.
Dalam beberapa Jam, Naruto sudah langsung bisa mengendalikan para Naga, dengan berlatih tanpa melukai para Naga dan melakukan mereka seperti teman, Naruto mendapatkan kekuatan baru dan juga Doujutsu Ras Raja Naga.
Kekuatan tersebut di beri nama [Toukuryushei] dan Doujutsu Raja Naga, [Rimbyuryuu]
[Toukuryushei] sebuah kekuatan yang membuat sang pengguna memiliki kekuatan Raja Naga sekitar 20%, walau pun memiliki kekuatan dalam jumlah tersebut, kekuatannya bukanlah main-main.
Kekuatannya bahkan lebih tinggi di banding kekuatan para Naga Surgawi yang bergabung dengan Partner mereka, dengan kekuatan Tersebut Naruto dapat mengendalikan para Naga tanpa perlu menggunakan Doujutsu [Rimbyuryuu], sebuah Doujutsu pengendali Naga dengan sekali melihat mata mereka.
[Rimbyuryuu] memiliki mata berwarna putih keemasan dengan Tanda pupil vertikal, dengan mata tersebut mereka yang memiliki Doujutsu ini juga dapat melihat kekuatan dari Naga-naga lainnya.
"Lihat Kushina... Anak kita telah meningkat dengan pesat," bisik Minato tersenyum karena anaknya meningkat dengan pesat, namun berbeda dengan Kushina yang masih sedih karena Naruto memutuskan Ikatan mereka.
Memang benar kelakuan mereka selama 17 tahun tidak bisa di maafkan, namun setelah mendengar penjelasan kenapa mereka menghilang selama 17 tahun, apakah memutuskan ikatan adalah pilihan yang benar.
Naruto yang sudah menjinakkan para naga menghela nafasnya lalu menatap Whellgon dengan Doujutsu [Rimbyuryuu] yang telah dia aktifkan.
.
.
Barat Laut.
.
Kembali ke barat laut, tampak Zui saat ini berdiri sambil mengarahkan tangan robotnya ke sebuah berbatuan sambil menutup sebelah matanya seperti membidik sesuatu.
Swuiiing~ Twush! Boom!
Lengan robot di tangannya pun mengeluarkan Cahaya dan menembakkan sesuatu yang melesat dengan cepat dan menghancurkan berbatuan didepannya tanpa sisa, Zui yang melihat itu tersenyum senang lalu menghela nafasnya.
Swush! Trank!
Zui yang merasakan sebuah serangan mengayunkan lengan robotnya dan detik berikutnya, lengan Robot tersebut terpotong membuat Zui sedikit terkejut karena serangan tersebut langsung berhasil memotong lengan robotnya.
"Hohoho! Aku menyukai ini! Rupanya mengendalikan Metal semudah mengendalikan Element air dan tanah secara bersamaan."
Zui yang mendengar itu menoleh ke sumber suara dan terlihat sosok Naruto dengan Cairan Metal di sekelilingnya serta senjata dari metal berbentuk bulan Sabit mengelilingi tubuhnya.
"Kau sudah bisa mengendalikannya hanya dalam beberapa Jam?"
"Ya, aku berhasil melakukannya dengan Konsepku sendiri," jawab Naruto sambil mengendalikan cairan metal di sekitarnya.
"Begitukah? Mungkin memang benar kau bisa merubahnya, tapi apa kau bisa mengembalikannya?" balas Zui penasaran, "Ubah molekulnya menjadi pada dan keras!"
Ctik!
Dengan sekali menjentikkan jarinya, Cairan-cairan metal di sekitarnya berubah menjadi puluhan Shuriken padat, "Sesuai permintaan anda, Zui-sensei."
Zui yang melihat itu menyipitkan matanya, ternyata pemuda di depannya ini benar-benar sudah menguasainya.
"Baiklah, untuk sekarang bagaimana jika mengetesnya dalam pertarungan?" tanya Zui sambil mengembalikan lengan robotnya yang telah terpotong tadi.
Naruto yang mendengar itu kembali mengubah puluhan Shuriken di sekitarnya menjadi cairan metal begitu juga Bulan Sabit di tubuhnya lalu menyatukan mereka dan menjadikan mereka senjata berupa sembilan ekor berduri layaknya Scorpion.
"Boleh juga," balas Naruto sambil mengambil posisi bertarung, Zui yang melihat itu juga ikut memasang kuda-kuda.
Naruto yang merasa dia mendapat kesempatan pertama pun mengendalikan dua ekor metalnya lalu melesatkannya ke arah Zui.
Sret! Gren! Swush!
Zui yang melihat serangan sederhana itu pun menangkap kedua ekor metal tersebut lalu menariknya ke arahnya membuat Naruto tertarik ke arahnya.
Swush! Sring! Srriiiiiing!
Naruto yang tertarik pun merubah tujuh Ekor metalnya menjadi tujuh Gergaji yang melingkari dirinya lalu memutar tubuhnya membuatnya seperti roda pemotong yang bergerak ke arahnya.
Zui yang melihat itu langsung mengarahkan lengan kirinya ke arah Naruto dan seketika dari bawah tercipta dinding metal yang langsung menahan serangan Naruto.
Duum! Blam!
Mata Zui seketika melebar ketika Dinding metalnya terbelah dua secara tiba-tiba padahal Naruto hanya menghentakkan tangannya pada dinding metalnya.
Srush! Sring!
BOOOM!
Naruto yang melihat celah merubah tiga roda pemotongnya kembali menjadi ekor metal dan melesatkannya ke arah Zui, namun dengan cepat kembali, Naruto langsung melompat mundur menjaga jarak karena dari bawah keluar duri-duri metal yang hampir menusuknya.
Naruto yang melihat itu menghela nafasnya lalu menatap lima Ekor Metalnya yang terputus, mengalihkan kembali pandangannya, Naruto bisa melihat duri-duri tersebut kembali ke tanah dan memperlihatkan Zui yang menatapnya tajam.
'Dia bisa menciptakan Metal sesuai keinginannya, akan merepotkan ketika serangan seperti itu muncul tiba-tiba.'
Naruto yang sudah membuat rencana menempelkan dua Ekor metalnya pada dua batang Metalndan seketika Dua Batang metal tersebut terhisap dan Lima Ekor Metal Naruto kembali tumbuh namun kali ini sembilan Ekor Metal Naruto lebih besar di banding sebelumnya.
Zui yang melihat itu cukup kagum karena Naruto dengan cepat sudah bisa menguasai Element metal, bahkan dia menyerap metal tanpa ada hambatan sedikitpun.
Swush!
Mata hitam Zui seketika menyipit ketika Naruto melesatkan 3 Ekor Metalnya ke arahnya, setelah melihat gerakan Naruto sebelumnya, menarik ekornya sama saja akan membuat Naruto melancarkan serangan baru.
Karena sudah bisa menebaknya Zui memutuskan melancarkan serangan berupa duri-duri metal yang keluar dari tanah. Karena hal tersebut pun serangan Naruto serta Zui saling berbenturan.
Sret! Twush!
Zui yang melihat kesempatan langsung bergerak ke samping sambil mengarahkan lengan robotnya ke arah Naruto dan menembakkan sesuatu ke arahnya.
Naruto yang menyadari itu langsung mengunakan 3 Ekornya yang berbenturan dengan Metal Zui untuk menariknya ke atas hingga membuat serangan Zui meleset.
Sret! Twush!
Naruto yang melayang di udara langsung melayangkan 3 Ekor metalnya kembali ke arah Zui yang berlari ke samping.
'Sekarang!' batin Zui lalu menangkap tiga Ekor Metal Naruto sambil mengunci 3 Ekor Naruto lain menggunakan duri-duri metalnya.
"Gh!" geram Naruto karena tidak bisa menggerakkan 3 Ekor metalnya yang dia gunakan pertama kali menyerang
Zui yang melihat itu bersiap melayangkan serangannya pada Naruto tetapi...
["GROOOAAAAAAAR!"]
Zui seketika berhenti lalu menoleh ke sumber teriakan dengan serius, begitu juga Naruto yang berhenti bergerak.
"Tampaknya Whellgon memanggil kita."
"Apa maksudmu?"
"itu pertanda jam Latihan telah selesai."
.
.
.
Arah Tengah
.
Sementara itu di arah Tengah, tampak saat ini Whellgon telah berkumpul bersama Raja Naga Petir, Tanah, Pohon, Lava dan Es. Serta para anggota Naruto, Servant, Jiraiya, Minato, Kushina, Charlotte serta Yasaka.
Jiraiya yang tadi melihat wujud dari Raja Naga pohon adalah Utama, saudara dari kakek istrinya terkejut dan bertanya-tanya bagaimana bisa dia masih hidup dan bagaimana bisa dia menjadi Raja Naga Pohon, namun Itama tak menjawab selain tersenyum dan mengatakan itu adalah Rahasia Kami-sama.
Whellgon pun mengalihkan pandangan ke arah barat, dia melihat Naruto lain datang dengan seorang pria berambut hitam, mereka tampak saling adu mulut dan melempar tatapan tajam.
Lalu dari arah lain, dia melihat Lima perempuan tengah menuntun Naruto yang tampak tak sadarkan diri, bisa dia pastikan latihan yang di jalani Naruto itu sangat berat.
Lalu mengalihkan pandangan ke timur, dia melihat Naruto datang dengan santainya bersama Wanita berambut kuning tanpa adanya masalah apapun bersama Naruto yang tampak basah kuyup di tuntun dengan Perempuan berambut biru di sampingnya.
Lalu dari arah utara, dari langit turun Naruto serta perempuan berambut putih dengan hembusan angin di sekitar mereka, berikutnya dari arah selatan muncul Naruto serta Pria berambut merah di sampingnya dari kobaran api ketiadaan.
Swush! Blam!
Lalu dari arah Barat laut, tampak Naruto serta Zui tengah sama-sama melompat tinggi untuk mencapai tujuan mereka hingga akhirnya mereka mendarat bersama tanpa adanya pemenang.
Whellgon yang melihat semua sudah berkumpul menatap satu persatu Naruto yang ada dan dia dapat merasakan bahwa mereka telah meningkat dengan pesat, terbukti dari kekuatan yang mengalir di tubuh mereka terutama Naruto yang berlatih bersama Kyouko.
["Tampaknya kalian telah meningkat pesat, terutama padanya."]
Kyouko yang melihat Naruto yang mereka tuntun di tatap oleh Whellgon menundukkan kepalanya, "Itu memang benar, Whellgon-sama. Tapi saking kuatnya kami terpaksa menyegel kekuatan Partikelnya."
["Souka? Maa~ baguslah kalau seperti itu, kau sudah memilih pilihan yang tepat Kyouko-chan, akan berbahaya ketika kekuatan tersebut menjadi tak terkendali.] Kyouko yang mendengar itu hanya mengangguk pelan.
"Memang apa yang kalian ajarkan?" tanya Naruto bersama pria berambut merah di sampingnya. "Element Partikel, Element yang sangat mematikan," jawab Kyouko
"Hanya dengan aura kami saja sudah cukup untuk meleburkan sesuatu," lanjutnya membuat Naruto yang berdiri bersama Himeko merinding.
"Kekuatan kalian itu... Benar-benar berbahaya." Whellgon yang merasa sudah cukup untuk berbincangnya pun menoleh ke langit.
["Naruto, mereka sudah tiba!"]
Swush! Tap!
Dari atas turun Naruto asli yang mendarat sempurna lalu menatap bunshinnya dengan tatapan yang sedikit berbeda dari sebelumnya.
Para Bunshin kecuali Naruto yang pingsan berlatih bersama Kyouko menyipitkan mata mereka ketika merasakan perbedaan pada diri mereka yang asli.
"Bos, perasaanku saja atau auramu memang berbeda dari sebelumnya?" tanya Naruto yang basah kuyup. "Aku tetap seperti sebelumnya, hanya saja Aura inilah yang merubahku," jawabnya sambil menatap tubuhnya sendiri lalu menatap para bunshinnya.
"Bagaimana dengan kalian?"
"Kami tidak yakin ini akan cukup untukmu, tapi kami yakin dengan hasil latihan kami sudah lebih dari cukup untuk meningkatkan kemampuanmu," jawab Naruto yang datang bersama Zui sambil memperlihatkan sembilan Ekor Metal di belakangnya.
"Cih! Kenapa kau tidak bisa memberi kami waktu tambahan Whellgon-sama? Padahal aku sudah ingin menghajarnya tadi," ujar Pria berambut hitam sambil menunjuk Naruto di sampingnya.
"bisakah kau diam dan tak memancingku untuk menghajarmu kembali?" balas Naruto di sampingnya. "Hey! Kalian sebaiknya tenangkan diri kalian, kita sedang di hadapan Bos sekarang, jika mau mungkin dia sudah melenyapkan kalian sekarang," ujar Naruto bersama perempuan berambut kuning di sampingnya.
"Urusai! Bukannya kalian juga begitu huh?! Aku bisa merasakannya tadi!"
Whellgon yang melihat itu menghela nafasnya, hanya beberapa dari mereka yang tampak tenang sambil sesekali tertawa kecil melihat tingkah mereka.
["Naruto, aku memberimu saran untuk menghilangkan Bunshinnya satu persatu, akan sangat berbahaya ketika kekuatan yang mereka pelajari secara serempak memasuki tubuhmu."]
Naruto yang mendengar itu mengangguk pelan lalu menyatukan kedua tangannya sambil memejamkan matanya
Boff!
.
.
Kediaman Namikaze
.
.
Sementara itu di kediaman Namikaze, tampak saat ini Asuna beserta Leafa tengah duduk dengan dua wanita yang datang entah dari mana, mereka mengaku diri mereka adalah Uzumaki Tearju dan Uzumaki Rosswaisse.
Dengan kata lain, mereka adalah kakak dari Naruto.
Selagi asik berbincang, di arah tangga tampak Kirito dan Menma yang menatap lekat mereka, tepatnya pada dua benda yang menggantung pada Dua Wanita itu.
"Ne, Kirito. Bagaimana rasanya jika kau memiliki mereka?"
"Jika itu terjadi aku tidak membutuhkan bantal kembali."
Sementara Tearju dan Rosswaisse hanya bersikap tenang walau sebenarnya mereka tahu bahwa perempuan di depan mereka adalah musuh Naruto di turnanment serta Adik sepupu mereka yang menghilang selama 17 tahun.
Leafa yang merasa keadaan canggung ingin membuka topik namun dirinya bingung harus di mulai dari mana, begitu juga Asuna, dirinya benar-benar di buat bingung dengan kedatangan mereka.
Berdehem pelan, Asuna pun memutuskan kembali bertanya siapa mereka sebenarnya, "Etto... Sebenarnya kalian ini siapa? Bagaimana cara kalian kemari?"
"Bukankah tidak baik jika anda memperkenalkan diri terlebih dahulu?"
Mendengar itu Asuna termenung sejenak lalu menghela nafasnya, "Huft~ maafkan saya. Nama Saya Yuuki Asuna, sementara di samping saya ini adalah Namikaze Leafa."
Tearju dan Rosswaisse yang mendengar marga Leafa terkejut, Namikaze?
"Tu-Tunggu! Namikaze? Siapa ayahmu?!" tanya Rosswaisse menuntut. "Ayah kami adalah Namikaze Minato, ada apa Onee-san?" jawab Menma yang ada di belakang mereka.
Tearju dan Rosswaisse terkejut mendengar itu, itu adalah nama Ayah Naruto, dengan kata Lain Orang tua Naruto masih hidup dan perempuan di depan mereka ini adalah Adik Naruto.
"Sekarang Naruto-kun ada di sini bukan? Bagaimana situasinya saat dia bertemu mereka?" tanya Tearju ingin tahu situasi saat Naruto bertemu keluarganya. Dirinya tahu bahwa Naruto sangat tidak menyukai orang tuanya yang tak kembali-kembali selama 17 tahun, dirinya berharap Naruto tak membunuh mereka karena meninggalkannya selama 17 tahun.
Leafa yang mendengar itu tak menjawab, dirinya bingung... Jika dia memberitahukan bahwa Naruto memutuskan ikatan dari keluarga mereka dan menjadi Penerus Clan Uzumaki, apakah mereka akan marah? Atau bersikap biasa saja?
"Naruto-san telah memutuskan hubungan keluarga dan menjadi penerus Uzumaki," jawab Asuna membuat Tearju dan Rosswaisse terkejut begitu juga Leafa karena Asuna menjawabnya.
"A-Asuna-chan!"
"Tidak ada gunanya berbohong, Leafa-chan. Mereka tetap akan mengetahuinya ketika Naruto-san kembali," ujar Asuna
"Me-Memutuskan Ikatan Keluarga?" tanya Tearju mencoba mencerna apa maksud dari kata tersebut, "Naruto-san memutuskan ikatan keluarga Namikaze dan berpindah menjadi Uzumaki dengan kata lain, Naruto tidak mau bersama Keluarga Namikaze lagi," jawab Asuna membuat Rosswaisse menggeram pelan ketika mendengar keputusan Naruto.
"Kenapa kalian tidak menghentikannya! Minato-jii-san dan Kushina-baa-san pasti punya alasan bukan?!"
"Tidak ada gunanya menyalahkan mereka, Ross-nee."
Semua seketika mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu tamu dan terlihat Naruto berdiri di ambang pintu dengan mata birunya yang sedikit bersinar.
"Tidak ada gunanya menyalahkan mereka, karena keputusan itu aku sendiri yang menentukan," ucap Naruto dengan serius, Tearju yang melihat perbedaan pada Naruto bergetar pelan, dirinya juga bisa merasakan perubahan energi pada tubuh Naruto
'A-Aura macam apa ini? Kuat sekali? A-Apa yang membuat Kekuatan Naruto berubah dalam sehari?' batin Tearju sambil meremas bajunya
Anggota Naruto, serta para Servant yang baru memasuki kediaman Minato sedikit terkejut karena ada dua Tamu, Anggota Naruto yang mengenal mereka terutama Tohka, Asia, Kirin, Kurumi dan Aiz terkejut karena Tearju dan Rosswaisse ada di sini, sementara Para Servant menatap bingung dua wanita di depan mereka.
"Ada apa kalian kemari, Tear-nee, Ross-nee?" tanya Asia mewakili yang lainnya, Para Servant yang mendengar cara Asia memanggil mereka hanya diam karena dengan itu mereka sudah bisa menebak bahwa mereka adalah kakak Asia.
"Aku yang memanggil mereka Asia." Asia yang mendengar itu menoleh dan dia melihat Jiraiya yang tersenyum tipis lalu menatap kedua anak, "Yo! Bagaimana kabar kalian?"
"Tou-san, dimana Minato-jii-san dan Kushina-baa-san?! Mereka di sini bukan?!" tanya Rosswaisse.
Leafa yang mendengar cara Rosswaisse memanggil Jiraiya terkejut, ternyata kedua wanita di depannya saat ini adalah anak dari kakeknya, dengan kata lain mereka adalah kakak sepupunya.
Yang di bicarakan oleh Rosswaisse pun menampakkan diri mereka membuat Rosswaisse langsung berlari ke arah mereka dan memeluk mereka erat.
Minato dan Kushina sedikit terkejut ketika mereka secara tiba-tiba di peluk oleh seseorang, Minato yang kebingungan pun menatap Jiraiya dan meminta penjelasan siapa perempuan yang memeluknya sekarang ini.
"Dia adalah Rosswaisse, Minato. Kau pernah menggendongnya saat umur 4 tahun." Minato yang mendengar itu pun terkejut begitu juga Kushina.
"Ro-Rosswaisse? Benar ini kau?" tanya Minato tergagap lalu membalas pelukan Rosswaisse begitu juga Kushina, "Aku tidak percaya putri yang dulu selalu di manja sudah sebesar ini sekarang!" gumam Minato tak berhenti tersenyum.
"Ehem, bukan hanya dia saja, Minato-jii-san."
Minato yang mendengar interupsi lain menoleh dan dia melihat Tearju yang tersenyum padanya, "Ini aku, Tear, Minato-jii-san, Kushina-baa-san."
Minato dan Kushina yang melihat satu Putri Kakek mereka kembali, langsung memeluk mereka bersama menyalurkan rasa kebahagiaan serta rindu mereka dalam satu pelukan.
Naruto yang melihat itu hanya diam, Asia yang menyadari sikap Naruto menggenggam lengan Naruto lalu menyandarkan kepalanya di pundak Naruto, "Apakah kau ingin seperti itu, Nii-chan?"
Asia yang merasakan Naruto membalas genggamannya memejamkan matanya, dirinya tahu jawaban Naruto. Sementara Anggota Naruto serta para Servant yang melihat tindakan Asia tersenyum tipis karena Asia telah lebih dulu menenangkan Naruto.
Mereka juga sadar akan perubahan sikap Naruto ketika melihat Tearju dan Rosswaisse memeluk mereka, mereka berniat menenangkan Naruto namun Asia telah lebih dahulu mengambil tindakan.
Mungkin inilah yang di namakan Ikatan.
Sementara Ruko, dan Sara yang ada di samping Naruto menundukkan kepala mereka sedih karena kalah cepat dari Asia, padahal mereka adalah adik kandung Naruto namun mereka sama tidak mengambil tindakan untuk menjadi sandaran kesedihan Naruto.
"Jadi, Naruto-san. Bagaimana latihannya tadi?" tanya Asuna ingin tahu hasil latihan Naruto. "Cukup melelahkan, bahkan aku harus menerima kekuatan yang mengerikan dari mereka," jawab Naruto memejamkan matanya.
"Lalu, Apakah kau akan menjalankan latihan kembali besok?"
"Tidak, aku akan beristirahat besok, lagi pula aku ingin melihat Kota Hyotogaku lebih dahulu untuk meregangkan tubuhku," jawab Naruto sambil membuka matanya kembali lalu melirik ke belakang di mana Irisviel baru saja memasuki kediaman Minato.
"Lagi pula, Irisviel-sama memintaku untuk beristirahat."
"Souka...," gumam Asuna sambil memainkan rambutnya, "Kalau tidak keberatan, aku akan memandumu ke Kota."
"Benarkah? Kalau begitu, mohon bantuannya untuk besok," balas Naruto sambil tersenyum, Asuna yang melihat senyuman Naruto merona. "U-Um," gumam Asuna sambil menundukkan kepalanya.
"Oi! Asuna! Besok kita ada latihan! Sebaiknya kau membatalkan Niatmu!" protes Kirito membuat Asuna mengepalkan tangannya. "Berisik! Sebaiknya kau latihan saja sendiri! Aku bisa berlatih lain waktu bersama Kushina-sensei!" balas Asuna.
Ruko dan Sara yang mendengar Asuna menawarkan diri untuk memandu Naruto menuju Kota Hyotogaku pun tidak mau kalah, mereka ingin menggunakan situasi tersebut untuk menyatukan hubungan mereka kembali, mereka ingin Naruto tetap menjadi kakak kandung mereka dan mereka juga ingin Naruto tidak membenci mereka.
"Ka-Kami juga akan memandumu, Naruto-nii! Izinkan kami untuk memandumu juga!" ujar Ruko tergagap namun penuh semangat. Naruto yang mendengar itu melirik Ruko beberapa detik lalu menepuk pelan kepala Ruko dan mengelus rambut Ruko dengan lembut.
"Ha'i-Ha'i, kau boleh memandumu. Jadi mohon bantuannya besok, Ruko-chan."
Ruko yang mendengar itu langsung tersenyum senang dan memeluk Naruto dengan erat, "Arigato, Naruto-nii-chan!"
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengelus rambut Sara membuat yang di elus, "Mohon bantuannya untuk besok, Aka Imouto," ucap Naruto membuat Sara termenung, Sara yang di panggil Imouto menangis diam lalu menundukkan kepalanya untuk menutupi ekspresinya, dirinya senang karena Naruto tak membenci mereka.
.
Kediaman Naruto
.
Malam telah tiba dan Naruto memutuskan membuat kediaman sementara dari Element Kayu yang cukup untuk mereka semua. Di sisi kamar Naruto, tampak saat ini Naruto tengah duduk bersandar pada tubuh Naga Kiyohime dan Asia yang memeluknya dengan erat dari depan.
Asia yang memeluk Naruto mengelus rambut Naruto dengan lembut, sementara Kiyohime hanya diam menyaksikan mereka, dirinya Tahu Masternya tengah bersedih dan dirinya belum pantas menenangkan kesedihan tuannya tersebut maka kali ini dia membiarkan Asia untuk menenangkan tuannya tersebut.
"Ssttt~ tenanglah Nii-chan, kami selalu di sini bersamamu."
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Oi! Kalian! Tunggu!
"Kalian... Half-wolf!"
"Kalian boleh membenciku, tapi aku datang bukan untuk melakukan hal yang sama seperti mereka."
"Aku tahu kalian masih belum mempercayaiku, aku tidak mempermasalahkannya."
"Apakah kalian ingin menjadi kuat?"
Berikutnya Chapter 49 : Dragons Champions Arc IV : Slice of life : Naruto-sensei!
Note : Yo! Saya kembali Update nih.
Bagaimana cerita kali ini? Hmmm~ sedikit ribet ya? Wahaha, gomenasai kalau begitu. Ya~ seperti yang kalian lihat, saya memutuskan untuk mempercepat Latihan Naruto karena saya sudah merevisi Alur Naruto : The Dragon Future dari Chapter 51 hingga akhir, makanya saya mempersingkat ya.
Seperti yang kalian baca di atas, Raja Naga Kegelapan adalah Zeref, salah satu karakter yang saya ambil dari Fairy Tail karena hanya dialah yang cocok. Lalu Naga Cahaya saya ambil karakter bernama Celestial Ralgris, karakter dari anime Saijaku Muhai no Bahamut.
Lalu 3 Naga sisa yaitu Api, Angin dan Air? Mereka akan muncul namanya seiring Chapter berjalan. Lalu Kyouko wujud dari Naga Partikel? Yap dialah yang paling cocok memiliki wujud dari Raja Naga Partikel karena wajah seriusnya, selain itu sangat jarang ada yang mengambil karakter dari Dangaropa.
Latihan Energi Partikel juga aku persingkat karena kekuatannya yang memang mengerikan begitu juga Metal. Saya memiliki alasan mengubah alurnya karena Chapter depan saya memutuskan Naruto akan memiliki murid.
Saya sudah memikirkan matang-matang alurnya dan hanya Chapter depanlah yang cocok, maka dari itu saya merevisi keseluruhan Rangkap Alur Naruto yang aku buat hingga tamat.
Lalu hubungan Naruto serta keluarganya, akan perlahan merenggang kecuali untuk Ruko dan Sara karena memang hanya merekalah yang sempat saling bertemu dan Naruto tahu bahwa mereka terpaksa menyembunyikan fakta bahwa ayah dan ibunya tidak ada.
Yosh! Itu saja dariku, mungkin ke depan nanti saya akan mengupdate Naruto : The Survivor serta Membuat Fic Baru untuk Event, dan jangan berharap kalau itu adalah Target Lock.
Sama sekali bukan Fanfic itu.
Baiklah itu saja dari saya 4kagiSetsu. Salam hangat dari saya semoga kita semua sehat selalu, Saya 4kagiSetsu undur diri, Jaa~ na.
4kagiSetsu Out
