0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%

[Power on!]

[Loading…]

[Welcome Back, Master!]

[Story starts!]

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school dxd © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sci-fi, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

Linked Horizon – Shizou wo Sasageyo

Sfx Frist

( Layar memperlihatkan sebuah Piala dengan bentuk sebuah Cawan di kelilingi Dua Naga panjang di kedua sisinya )

Sfx Second

( Layarpun menjauhi piala dan memperlihatkan judul dari Cerita ini )

Kore ijou no jigoku wa

( Aku ingin percaya bahwa )

( layar berganti dengan Kamera yang mengelilingi sebuah Arena Besar )

nai darou to shinjitakatta

( tak ada yang lebih neraka daripada ini )

( Layar berganti dengan memperlihatkan kegiatan Konoha )

Saredo jinrui saiaku no hi wa itsumo toutotsu ni

( Namun hari terburuk bagi manusia selalu datang dengan tiba-tiba )

( Layarpun memperlihatkan kelompok Sasuke yang berdiri di atas gedung lalu layar menjauh memperlihatkan mereka saat ini berdiri gagah di atas gedung di sertai naga mereka )

Tobira wo tataku oto wa

( Suara yang mengetuk pintu terus menerus berbunyi)

( Layar kembali di ganti dengan Para Servant yang tengah menyiapkan senjata mereka )

taezu hidoku busahou de

( dengan keras dan kasarnya )

( Lalu layar kembali di ganti dengan Arthuria yang sudah bersiap menoleh ke arah Jendela dengan raut khawatir )

Manekarezaru saiyaku no hi wa akumu no you ni

( Api bencana mengerikan yang tak diundang itu bagaikan mimpi buruk )

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang berada di atas gedung DSA tengah berdiri sambil menaruh sebuah pedang di pundaknya lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan Mata Kirinya menjadi Mangenkyou Sharingan dan Kanannya menjadi Jikkan )

Sugishi hi wo uragiru mono

( Mereka yang mengkhianati masa lalu)

( Layar memperlihatkan Kurumi dan Shiina yang saling membelakangi dengan Clocks Eyes Mereka yang aktif )

yatsura wa kuchiku subeki teki da

( adalah musuh yang harus dimusnahkan )

( Layar kembali dengan Asia, Tearju, Rosswaisse dan Aiz yang menghadap ke kamera sambil memasang raut khawatir )

Ano hi donna kao de hitomi de

( Sejak itu dengan wajah dan mata )

( Layar kembali di ganti dengan Kelompok Naruto yang tengah berdiri berjejer bersiap )

oretachi wo mitsumeteita?

( seperti apa mereka mengawasi pergerakan kita? )

( Layar kembali di ganti dengan Seluruh peserta Dragons Champions )

Nani wo sutereba akuma wo mo shinogeru

( Apa yang harus kita buang demi memusnahkan iblis itu? )

( Layar kembali di ganti dengan Arena Besar yang mulai terpecah, lalu di ganti dengan seluruh kelompok yang menyiapkan senjata mereka, lalu kembali dengan Arena yang telah terpecah mulai melayang )

Inochi sae tamashii sae kesshite oshiku nado wa nai

( Tak ada yang perlu disesalkan dalam mempertaruhkan hidup dan jiwa ini )

( Layar kembali di ganti di mana Para Panitia Lomba yang terdiri dari Serafall, Sona, Tsunade, Dan Jiraiya memberi aba-aba, dan seketika itu seluruh peserta mulai terbang )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layarpun berganti dari langit memperlihatkan ratusan peserta lomba mulai terbang dengan latar blur di mana Punggung Naruto )

Subete no gisei wa

( Segala pengorbanan itu )

( Layar memperlihatkan gambaran di mana Naruto saat bayi tengah di peluk oleh Sosok pria berambut kuning dan Merah namun seketika semua itu lenyap terbakar )

ima kono toki no tame ni

( adalah untuk saat-saat sekarang ini )

( Layar kembali di ganti dengan Ledakan Energi besar dimana Naruto tengah berteriak dan kembali di ganti di mana Naruto melawan para Servant, Whellgon, Minato lalu memperlihatkan bayangan Naruto di mana Naruto terbungkus dengan Aura yang besar )

Sasageyo! sasageyo! shinzou wo sasageyo!

( Persembahkan! Persembahkan! Persembahkan jantung ini! )

( Layar kembali di ganti di mana Naruto yang terbang bersama Julis dan naganya tengah berusaha menghindari setiap serangan yang mengarah pada mereka, Setelahnya Naruto melompat dari naga Julis lalu di lepar oleh Kiba yang terbang memutar dan saat Naruto terlempar tampak sosok Naga Chomei siap menyerangnya )

Susumu beki mirai wo

( Mari membuka masa depan )

(setelah Naruto terlempar tampak Naruto mulai berteriak dan seketika ledakan energi terjadi dan memperlihatkan sosok Naruto terbang dengan sayap darahnya dengan tubuhnya terbungkus Aura Hijau dan Merah )

sono te de kirihirake

( yang harus dituju dengan tangan ini )

( Layarpun terhenti ketika Naruto dan Chomei akan saling beradu )

Sfx three

( Layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto dari dulu dan terus berganti dari zaman ke zaman Hingga kepingan memory tersebut terhenti di mana Naruto mengangkat wajah garangnya dengan kedua matanya yang menyala )

.

Chapter 48 : Dragons Champions Arc IV : Slice of Life : Naruto-sensei!

.

Hyotogaku

Minggu, 16 Desember 2090

06.00 AM

.

Di pagi yang cerah di Hyotogaku, tampak di atas Habitat para Naga yang di kumpulkan oleh Whellgon, terdapat sosok pemuda berambut putih tengah mendudukkan dirinya sambil menghadap ke arah Matahari yang telah terbit.

Pemuda berambut putih yang melihat betapa indahnya matahari tersebut terbit tersenyum tipis lalu memejamkan matanya menikmati hembusan angin yang dingin di Kutub Utara.

"Hari ini... Pagi yang sejuk ya..."

.

Di sisi lain tepatnya di rumah kayu berukuran besar, di salah satu kamar, terdapat perempuan berambut kuning tengah tertidur nyenyak di badan naga berwarna hijau kebiruan sambil memeluk leher sang naga.

"Eghhnn~!" Perempuan berambut kuning yang tertidur nyenyak itu pun harus terbangun ketika sinar matahari menyinarinya, mau tak mau dia membuka matanya dan terbangun dari tidurnya.

Perempuan itu pun mengucek matanya dan langsung tersentak karena seseorang yang tidur di sampingnya kemarin malam tidak ada. Bangun dari posisi terduduknya, dia pun melangkah keluar dan menatap sekitar mencari seseorang yang dia cari.

"Oh, Asia-chan. Kau terbangun?" Perempuan yang tak lain adalah Asia menoleh ke sumber suara dan dia melihat sosok pemuda tampan tengah berdiri dengan pedang hitam di tangannya.

"Kiba, di mana Nii-chan?" pemuda bernama Kiba menunjuk ke arah Asia sambil tersenyum. "Tepat di belakangmu," jawab Kiba lalu membalikkan badannya

Grep!

Asia yang baru saja ingin menoleh terhenti ketika merasakan ada yang memeluknya dengan erat, "Merindukanku?". Asia yang mendengar suara tersebut di samping telinganya merona lalu menoleh ke belakang dan dia melihat Naruto yang tersenyum padanya.

"N-Nii-chan...," gumam Asia lalu menyentuh pipi Naruto dan membalikkan badannya sambil memeluk leher Naruto. "Etto... Maaf jika mengganggu, tapi ingat aku ada di sini Lo!" ujar Kiba

Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu menatap Asia yang menatapnya sayu, "Hey, kau dengar perkataannya bukan? Apa kau berniat menciumku di tempat umum ini?"

"Ya... Aku tidak peduli walaupun banyak orang yang melihat kita berciuman." Naruto yang mendengar itu kembali tersenyum, "Tapi aku tidak ingin berciuman loh?"

Pelukan Asia pada leher Naruto semakin mengerat membuat wajah mereka semakin berdekatan, "Aku akan memaksa Nii-chan untuk menciumku jika begitu."

"Sebegitunya kau ingin berciuman denganku?"

"Karena bibirmu ini sudah menjadi candu untukku." Naruto yang mendengar itu menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecil, "Kau bilang akan memaksaku untuk menciumku bukan? Bagaimana caramu melakukannya?"

"Seperti ini~!"

Dengan sekali tarikan kuat, Asia menarik leher Naruto membuat wajah mereka semakin dekat dan bibir mereka pun saling menyatu. Asia pun membuka bibirnya dan mengajak lidah Naruto berdansa, tentu Naruto meresponsnya membuat adegan ciuman semakin panas.

Kiba yang membelakangi mereka terdiam dengan wajah memerah, walau dirinya tak melihat dirinya bisa mendengar suara decakan lidah serta lenguhan Asia saat mereka berciuman dan itu benar-benar memalukan untuknya.

Sementara di Kediaman Minato, keluar Minato dengan piyama tidurnya lalu menguap dengan lebarnya sambil menggaruk rambut kuning jambriknya. Matanya pun terbuka secara perlahan dan setelahnya matanya terbelak ketika melihat Naruto dan Asia saling berciuman.

Dengan panik, Minato kembali masuk ke rumahnya dan mengintip dari Jendela dengan wajah memerah, 'A-A-Apa yang di lakukan oleh Naruto?! Kenapa dia mencium Asia-chan?!'

'A-Apakah... Apakah mereka memiliki hubungan khusus?!' batin Minato, 'Bu-Bukannya hubungan Saudara itu di larang! Na-Naruto... kenapa kau...' spekulasi Minato seketika terhenti ketika menyadari bahwa Naruto bukan lagi Namikaze melainkan Uzumaki dengan begitu dia terbebas dari ikatan Saudara dan bisa memiliki hubungan dengan Naruto.

'A-Ah, aku baru ingat jika Naruto bukan lagi... BUKAN ITU?!' teriak Minato dalam batin, 'Jika Tou-san melihat ini, apa yang akan dia pikirkan!'

Mata Minato semakin melebar ketika lengan kiri Naruto menyentuh dada Asia serta lengan kanannya bergerak ke paha Asia, tentu dengan Tangan Asia yang menuntunnya.

Bagaikan mendapat tontonan panas di pagi hari, Minato sampai membatu dengan hidung mengeluarkan darah.

Ciuman Naruto dan Asia pun terlepas memperlihatkan wajah Asia yang memerah sempurna, Naruto yang melihat itu tersenyum lalu membisikkan sesuatu di telinga Asia. Minato yang penasaran apa yang di lakukan Naruto semakin mendekati Jendela.

"Apa yang kau lakukan di sana, Minato-sama?"

"GYAAAAAAA!" seketika Minato berteriak ketika secara tiba-tiba Naruto sudah di depan Jendela rumahnya. Dengan panik Minato keluar dan mencoba berbicara dengan Naruto agar tidak salah paham.

"Na-Naruto! Kau salah paham! Aku berniat mencari udara segar tadi! ta-tapi saat aku baru keluar aku melihatmu berciuman dengan Asia, ja-jadi A-Aku..."

"Menonton kami dengan nafsu?" potong Naruto membuat wajah Minato memerah. "I-Itu mana mungkin?!" bela Minato, namun Naruto menunjuk hidungnya membuat Minato tersentak dan mengelus hidungnya yang mengeluarkan darah.

Ketika menyadari bahwa hidungnya mengeluarkan darahnya, Minato semakin panik, "B-Bukan begitu Naruto, A-Aku..."

"Ha'i-Ha'i, aku paham," potong Naruto lalu berbalik meninggalkan Minato, "Lagi pula itu juga salah kami, jadi tidak perlu di pikirkan."

Minato yang mendengar itu tertunduk lemas dengan nafas lega karena Naruto memaafkannya. Jiraiya yang baru bangun dari tidurnya harus terkejut ketika melihat aura ungu di atas anaknya.

"O-Oi, Minato ada apa?"

Dengan patah-patah, Minato menoleh ke arah Jiraiya lalu mencengkeram baju Jiraiya dan mengguncang tubuh Jiraiya dengan kuat. "TOU-SAN! MAAFKAN ANAKMU YANG MESUM INI?!"

.

"Kau sudah tahu bukan, Asia? Rasanya di lihat berciuman oleh orang lain?" Asia yang mendengar itu memerah wajahnya dan bertingkah gelisah, Naruto yang melihat Asia gelisah hanya tersenyum kecil lalu menyentil jidat Asia dengan keras membuatnya mengaduh kesakitan.

"Ni-Nii-chan, A-Apa maksudnya tadi itu?"

Naruto yang mendengar itu melempar senyum kecilnya, "Anggap saja itu hukumanmu, kau tidak boleh mengulanginya lagi, apa lagi melepaskan nafsumu di tempat umum."

Wajah Asia kembali memerah lalu menundukkan wajahnya untuk menutup kontak mata dengan Naruto, "Go-Gomen, A-Aku hanya tidak tahan saja."

Naruto yang mendengar itu terdiam beberapa menit sebelum mendekatkan bibirnya ke telinga Asia membuatnya merona hingga mengeluarkan asap ketika mendengar bisikan Naruto.

Naruto yang melihat betapa lucunya Asia mengecup bibir Asia sesaat lalu meninggalkan Asia menuju tempat Kiba berada.

"Kau sudah selesai dengan urusanmu Danchou?" Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, Kiba yang melihat sedikit perubahan pada Naruto pun berucap, "Ne, Danchou... Sepertinya kau banyak perubahan ya, setelah sampai di sini."

Naruto yang mendengar itu melirik Kiba, "Perubahan seperti apa?"

"Ya... seperti kau yang mulai agresif dengan perempuan," jawab Kiba sambil melirik Asia yang terdiam dengan wajah memerah hingga mengeluarkan asap. "Begitukah?" tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Kiba.

"Maa~... Setelah memikirkannya berkali-kali sambil latihan kemarin, aku memutuskan menerima cinta mereka dengan tulus, aku tidak ingin mereka yang mencintaiku menderita karena menahan cinta mereka," ujar Naruto lalu melirik ke arah Asia yang di datangi oleh Irina, Xenovia dan Julis yang baru terbangun dari tidur mereka.

"Yang aku bicarakan padahal bukan itu, tapi sisi Agresifmu yang dengan berani berciuman panas walau ada aku di sini!"

Naruto yang mendengar itu mengerjapkan matanya lalu terkekeh pelan ketika baru menyadari pertanyaan Kiba, "Ah, itu. Apakah salah jika Aku sudah mulai Agresif dengan calon istriku sendiri?"

"Bukannya tidak boleh, hanya saja... Biasanya kau berusaha menolaknya dan berusaha kabur agar tidak berciuman dengan mereka."

"Kali ini aku tidak akan menghindar, aku tak ingin calon istriku memendam cinta mereka hingga membuat mereka menderita," jawab Naruto membuat Kiba terdiam mendengar jawaban Naruto.

"Walau pun mereka memintamu untuk sex?"

"Jika itu untuk menambah populasi Clan Uzumaki kenapa tidak?"

Kiba yang mendengar itu membatu, ok perubahan ketuanya benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat, benar-benar berbeda dari ketua yang biasanya.

Jika dia melontarkan pertanyaan itu biasanya dia akan menerima pukulan hingga membuatnya mengaduh kesakitan, "Tapi aku tidak ingin mereka hamil di saat yang tidak tentu, jadi jika pun mereka meminta mungkin aku akan mencari hari yang aman."

Kiba menggenggam bahu Naruto membuat Naruto kebingungan dengan tingkah Kiba. Beberapa detik setelahnya, Kiba langsung mengguncang bahu Naruto sambil berteriak, "Kau benar-benar Danchou yang aku Kenalkan?! Danchou yang aku kenal tidak pernah menginginkan Sex?!"

.

08.00 AM

.

Dua jam berlalu, Kiba pundung di bawah tepi air terjun dengan aura hitam di atasnya, sementara Naruto yang di belakangnya hanya Sweatdrop melihat tingkah rekannya itu, "Oi, Kiba, kau ini kenapa?".

"Danchou benar-benar berubah drastis, jika begini bagaimana caranya aku mengerjai Danchou seperti biasanya." Sweatdrop Naruto semakin bertambah ketika mendengar kejujuran Kiba.

"Huft~ jadi karena itu kau pundung begitu? Dasar aku juga tidak ingin selalu di kerjai Kiba, kau pikir aku akan selalu menerima kejahilanmu itu?" setelah mengatakan itu, Naruto memasuki genangan air yang di ciptakan air terjun yang mereka datangi lalu berdiri di bawah air terjun menerima serbuan Air besar di atasnya.

Naruto pun menyatukan kedua tangannya lalu menutup matanya berkonsentrasi, biasanya orang yang ada di bawah air terjun tidak akan bisa bertahan selama 2-3 menit karena bagian kepala tidak kuat menerima terjangan air terjun yang deras.

Hal itu bisa menyebabkan Gagar otak dan menyebabkan kematian.

Namun untuk Naruto dia sudah mencapai dua menit di bawah air terjun dan tak ada niatan untuk pindah dari sana, merasa khawatir, Kiba pun mencoba mendekat, namun baru saja akan mendekat, Air terjun yang ada di atas Naruto terbelah membuat Naruto tak terkena Air terjun.

Menghela nafasnya, Naruto kembali membuka matanya lalu menatap air terjun yang dia belah dengan senyuman puas, "Yosh! Aku sudah bisa menguasainya walau memakan waktu dua menit."

"Etto... Jadi sejak tadi kau melakukan itu, Danchou?" tanya Kiba sambil menatap air terjun yang terbelah di atas Naruto. "Ya, ini adalah hasil latihanku kemarin bersama, Miyu-chan. Dia mengajarkanku untuk bertahan hidup saat kita akan tenggelam atau pun di terjang air dalam jumlah besar."

"Miyu-chan?" beo Kiba

"Wujud dari Raja Naga Air, Shoutoryuuga. Cewek berambut biru yang sempat datang bersamaku dalam keadaan basah kuyup itu," jelas Naruto membuat Kiba teringat dengan perempuan berambut biru dengan gaun berwarna biru indah yang berada di samping Naruto.

"Ah, dia..."

"Apa yang kalian sedang lakukan?" Naruto dan Kiba yang mendengar itu menoleh ke sumber suara dan mereka melihat Menma dan Kirito berdiri di depan mereka.

"Aku harap kau memiliki mata untuk melihat, Menma-san," jawab Naruto lalu melepaskan tangannya yang menyatu di dada membuat air terjun yang terbelah kembali mengenai dirinya.

"Apa maksudmu itu, hah?!"

"Bukannya kau bisa melihat sendiri aku sedang berlatih? Jika kau bertanya artinya kau tidak bisa melihat, apa lagi kau melempar pertanyaan konyol ketika kau berdiri di depan kami saat ini," balas Naruto santai sambil keluar dari terjangan Air terjun memperlihatkan dirinya yang basah kuyup, rambut putihnya yang Jambrik turun ke bawah membuatnya tampak aneh karena rambutnya tidak menutupi satu mata.

"Kheh! Kau mulai menyombongkan diri setelah berlatih dengan mereka bukan?! Apa kau berpikir dengan berlatih selama sehari saja kau sudah kuat?!" seru Menma sambil menunjuk Naruto, sementara yang di tunjuk hanya diam dengan santainya.

"Lalu? Kau berpikir selama 17 tahun kau di sini bersama mereka, kau berpikir dirimu sudah kuat?" Menma yang mendengar itu menyeringai. "Tentu saja, bahkan aku lebih kuat darimu!" ujarnya membuat Naruto menghela nafasnya.

"Kalau begitu, coba kau serang aku, apakah kau bisa melukaiku dengan kekuatanmu itu atau tidak."

Menma yang mendengar itu menyeringai dan langsung melesat dengan Rasengan besar di tangannya. Surai putih Naruto yang turun seketika terangkat dan melambai ke atas, tubuh kiri Naruto mengeluarkan asap dan detik berikutnya sebagian wajahnya terbakar api.

"Hyaaa!"

BOOM!

Menma pun menghantamkan Rasengan ya hingga terjadi ledakan besar, Menma yang merasa dirinya menang menyeringai namun matanya melebar ketika tidak melihat Naruto beserta Kiba.

"Terlalu bangga sebelum melihat hasil ya?"

Menma seketika melihat ke atas dan di atasnya terdapat Naruto dengan setengah tubuhnya terbakar api tengah terbang dengan separuh sayapnya.

"Sekarang giliranku."

Sret! Twush!

Naruto pun mengangkat satu tangannya ke atas dan seketika tangannya mengeluarkan api yang mendorongnya dengan cepat ke arah Menma sambil melayangkan tendangan berapi.

BLAAR!

Menma yang melihat ke atas membatu dengan mata melebar ketika melihat serangan Naruto, namun serangan tersebut sengaja di meleset kan oleh Naruto dengan mengenai tanah di bawahnya, namun hal itu Mampun membuat kehancuran pada Air terjun yang mereka pijak.

"Seranganmu itu tidak seberapa denganku," ujar Naruto lalu menghilangkan api di sebagian tubuhnya dan berjalan meninggalkan Menma yang membatu, sementara Kirito juga membatu ketika melihat serangan Naruto yang hanya berupa tendangan bisa menghancurkan daerah air terjun yang cukup besar dalam sekejap.

Sementara Kiba, dia bernafas lega karena Naruto melemparkannya bola kuning teleportasi yang membuatnya selamat dari maut.

"Kiba, ada apa tadi? Kami mendengar suara ledakan?" tanya Julis mendekati Kiba bersama yang lain. "Ah, Soal itu..." gantung Kiba sambil melihat ke langit.

Swush! Tap!

Tak berselang lama, muncul Naruto yang terbang dari langit dan mendarat di dekat mereka dengan pakaian lengkapnya.

"Maaf, aku hanya mencoba hasil latihanku tadi."

Semua yang mendengar ucapan Naruto hanya terdiam, ya... Mereka tidak tahu harus merespons seperti apa, jika memang Naruto mencoba hasil latihannya hingga menghancurkan sebuah tempat air terjun... Ya sudah.

["Master~!"]

Naruto yang mendengar ada yang memanggilnya menoleh ke sumber suara dan dia melihat seekor naga terbang ke arahnya dan langsung berubah menjadi sosok perempuan berambut hijau yang langsung memeluknya erat.

"Ohayou! Master!" Naruto yang di peluk oleh perempuan di belakangnya tersenyum tipis lalu mengelus rambutnya dengan lembut. "Ohayou mo Kiyohime," ucap Naruto dengan lembut.

"Apa kalian sudah siap berkeliling Kota Hyotogaku?" tanya Naruto sambil menatap yang lainnya. "Eh? Kami juga ikut?" tanya Julis, Naruto menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Tapi, kita belum membersihkan diri dan sarapan, apa tidak apa menunggu sedikit lebih lama?" Naruto menganggukkan kepalanya menandakan dirinya tak keberatan.

"Tidak masalah, aku akan menunggu."

Para perempuan pun mengangguk lalu menuju tempat mereka membersihkan diri meninggalkan Naruto, Kiba dan Kiyohime yang masih memeluk leher Naruto di belakang.

"Ne, Kiyohime."

"Hm? Ada apa Master?" tanya Kiyohime dengan wajah polos. "Jangan memeluk Naruto-kun seperti itu, Ki-chan!" ujar Wanita berambut putih yang secara tiba-tiba di belakang Kiyohime dan memukul kepala Kiyohime hingga membuat pelukannya terlepas dan menyentuh kepalanya yang kesakitan.

"Ah, Irisviel-sama. Ohayou Gonzaimasu!" sapa Naruto sambil sedikit membungkukkan badannya, begitu juga Kiba. "Itte... Itu sakit, Kaa-sama!"

Irisviel yang mendengar itu menghela nafasnya, "Itu karena kau terlalu manja dengan tuanmu. Ingat Kiyohime, Naruto-kun sudah memiliki banyak pasangan, jangan kau serakah dan menganggap Naruto-kun itu milikmu seorang."

Kiyohime yang mendengar itu cemberut, Naruto yang melihat Kiyohime cemberut mengelus rambut Kiyohime sambil terkekeh, "Tidak usah cemberut begitu," ujar Naruto lalu menatap Irisviel dengan tatapan serius.

"Jadi, ada apa Irisviel-sama mencariku?"

Irisviel pun menatap serius Naruto ketika mengingat tujuannya mencari Naruto, "Kau berniat berkeliling Kota Hyotogaku bukan?"

"Ha'i, itulah tujuanku."

"Berhati-hatilah di bagian barat. Aku mendapat kabar dari Itama-san bahwa daerah tersebut memiliki energi yang sangat kacau."

"Energi yang sangat kacau?" beo Kiba.

"Um, tampaknya terjadi sesuatu di barat. Kau tidak keberatan mengeceknya untukku Naruto-kun?" Naruto yang mendengar itu mendengus pelan lalu menepuk dadanya.

"Serahkan padaku," jawab Naruto, "Tapi jika situasinya sangat buruk."

"Dengan terpaksa aku akan menghancurkan Kota tersebut."

.

Barat Kota Hyotogaku.

.

Tap! Tap! Tap!

Tampak di barat Kota Hyotogaku yang berisikan pohon-pohon Cemara, di sana terlihat sosok pria tengah menarik tiga perempuan dengan berbeda rambut dengan nafas terengah-engah.

Salah satu perempuan di sana menggeram sambil menyentuh matanya yang terus mengeluarkan darah, sementara perempuan kedua menggendong seorang perempuan kecil yang terluka di bagian kepala sambil menatap khawatir ayahnya.

"Tou-san! Berhenti! Kita sudah jauh! Jangan paksakan dirimu!"

Sang Pria pun memutuskan berhenti dengan membentur Pohon lalu jatuh dengan nafas terengah-engah. Kedua perempuan yang melihat itu mendekati sang pria yang merupakan ayah mereka dengan tatapan khawatir.

"Tou-sama! Bertahanlah!"

"Cough! Cough! Su-Sudah cukup... Aku tidak apa-apa...," balas sang Ayah dengan senyum lemah. "APANYA YANG BAIK-BAIK SAJA?! KAU TERLUKA PARAH?!" balas sang Anak berambut putih sambil berteriak

Sang ayah hanya tersenyum mendengar itu, di elusnya kedua rambut anaknya lalu anaknya yang terkecil dalam keadaan pingsan untuk terakhir kalinya.

"Sudahlah... Ayah tidak apa-apa."

"..."

"..."

"Tou-san berharap... Cough!... Suatu saat..."

"Ada yang memberikan kalian sebuah arti dari kata Kebahagiaan."

.

Back To Naruto.

.

Kembali ke tempat Naruto, saat ini dirinya berjalan bersama yang lainnya dengan di pandu oleh Asuna, Ruko dan Sara.

Setelah mencapai Kota Hyotogaku, Asuna pun menjelaskan isi-isi Kota Hyotogaku begitu juga Ruko dan Sara. Mereka mengenalkan tempat-tempat makan Kota Hyotogaku, Bangunan-bangunan kantor, Toko Mall, Tempat perkebunan dengan sistem gedung Kaca berukuran besar, taman Ice Scating serta lapangan latihan.

Naruto yang mendengar penjelasan mereka hanya tersenyum sambil sesekali memasuki tempat-tempat yang ada di Hyotogaku, sesekali mereka mencari Jaket untuk menghangatkan tubuh mereka serta makanan dan minuman hangat.

Para Servant yang juga ikut sesekali menarik Naruto untuk menikmati makanan-makanan di kota Hyotogaku dan tentu saja hal itu berakhir dengan saling melempar tatapan tajam membuat Naruto tertawa canggung.

Ruko yang merekomendasikan minuman terenak di kota Hyotogaku pun membuat Naruto tertarik, namun saat akan membeli minuman, langkah Naruto terhenti ketika melihat seorang Wanita dengan pakaian lusuh serta luka di tubuhnya berjalan terhuyung-huyung di bawah Salju.

Dengan cepat Naruto berlari ke arah Wanita tersebut ketika keseimbangan wanita tersebut sudah mulai tidak tentu. Dengan tepat Waktu, Naruto berhasil menangkap wanita tersebut sebelum jatuh ke tanah.

"Danchou! Ada apa?!" tanya Kiba mendekati Naruto begitu juga yang lain.

Tentu mereka menjadi pusat perhatian, Naruto yang melihat keadaan Wanita tersebut tidak stabil menatap Asuna, Ruko dan Sara. "Kalian! Apa kalian tahu rumah sakit di sekitar sini?!"

Tanpa banyak bicara, Asuna menuntun Naruto beserta Wanita yang dia selamatkan menuju rumah sakit. Para Dokter pun langsung bergerak untuk menyelamatkan sang wanita, sementara Naruto dan yang lain menunggu untuk mendapatkan kabar lebih lanjut.

"Bagaimana bisa Wanita tersebut seperti itu, apa dia semacam tahanan atau..." gumam Okita menggantung perkataannya

Naruto yang mengingat perkataan Irisviel pun menatap Asuna dan bertanya, "Ne, Asuna, apa beberapa hari ini ada sesuatu di kota ini?"

Asuna yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, "Tidak... Aku baru pertama kali melihat ini, biasanya tidak ada yang seperti ini."

Naruto yang mendengar itu terdiam lalu melirik ke arah seorang Dokter yang berjalan melewati mereka.

Grek!

Dengan kasar, Naruto mencengkeram kerah sang Dokter lalu menyudutkannya ke sebuah dinding, tentu kelakuan Naruto membuat yang lain terkejut.

"Naru-kun! Apa yang kau lakukan?!" tanya Kurumi tidak habis pikir dengan tindakan Naruto. "Kau! Beritahu aku mengenai soal Kota bagian barat! Apa yang terjadi di kota tersebut?!" tanya Naruto dengan nada menuntut.

"A-Apa yang Anda bicarakan?"

"Tadi, dari arah barat kami menemukan seorang wanita dengan pakaian lusuh serta tubuh di penuhi luka, ada apa di Kota barat hingga wanita tersebut seperti itu?"

"So-Soal itu... Ini sudah ke 25 kalinya kami mendapatkan pasien seperti itu." Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya dan langsung mencekik dokter di depannya membuat semua langsung memegang Naruto agar tidak bertindak lebih jauh.

"O-Oi! Danchou! Kau berlebihan?!" ujar Xenovia berusaha menarik Naruto. "25 Kau bilang?! Apa yang ada di sana hingga mereka seperti itu?!"

Sang Dokter yang di cekik berusaha melonggarkan cekikikan Naruto sambil menjawab, "Gr-Grub Kuroinu! Me-Mereka adalah sekelompok orang-orang yang... Menguasai Kota Barat... U-untuk sex!"

Mendengar itu mata Naruto dan yang lain membulat seketika, "Apa kau bilang?! Dengan kata lain kita tersebut menjadi tempat para Wanita di jadikan boneka Sex?!"

Sang Dokter pun mengangguk mendengar jawaban Naruto. Di lepaskan cekikan tersebut, Naruto pun berjalan cepat keluar rumah sakit membuat yang lain bingung harus berbuat apa.

"Asuna. Kau tahu mengenai hal ini?" tanya Kiba dan di jawab gelengan oleh Asuna. "Kami tidak mengetahui mengenai hal ini, kami saja terkejut ketika mendengar berita ini," jawab Asuna.

Kurumi yang tidak mau Naruto bertindak jauh pun menyusul Naruto begitu juga, Kiyohime, Aiz dan Asia, dan para Servant. Kelompok Naruto serta Asuna, Ruko dan Sara bingung harus apa, tapi mereka harus di sini untuk mendengar keadaan sang Wanita.

"Kirin! Saya! Pergilah ikuti mereka. Biar kami yang mengurus wanita ini." Kirin dan Saya pun mengangguk lalu mengejar Naruto dan yang lain.

Kiba yang merasakan sakit pada kepalanya mengelus dahinya sambil menghela nafas, "Aku harap Danchou tidak melakukan sesuatu yang berlebihan."

.

Swush!

Di sisi Naruto, Naruto telah terbang dengan sangat cepat menuju arah barat, namun Naruto seketika tersentak ketika saat akan memasuki hutan menuju Kota bagian barat, dia melihat tiga perempuan tengah berkumpul di sebuah tumpukan Es yang berisi bercak darah.

Wush! Blam!

Ketiga perempuan yang mendengar suara keras menoleh dan mereka melihat Naruto berdiri di dekat mereka dengan tatapan tenang.

Perempuan berambut putih yang melihat kedatangan Naruto menggeram hingga memperlihatkan gigi tajamnya, lengannya dia rentangkan untuk melindungi dua perempuan di belakangnya.

Naruto yang melihat mereka dalam keadaan yang sama seperti Wanita yang sempat dia selamatkan terdiam hingga pandangannya terfokus pada telinga dan ekor serigala yang ada pada mereka.

"Kalian... Half-Wolf?!" kejut Naruto, 'Aku pikir Ras Half-Wolf telah tiada sejak tahun 2060. Ternyata masih ada Half-wolf yang tersisa?'

Naruto pun mencoba mendekati mereka, namun setiap dia mendekat mereka melangkah mundur menjaga jarak darinya, Naruto menyadari hal tersebut. Dirinya yakin mereka pasti berpikir bahwa dirinya adalah salah satu dari Grub yang membuat mereka seperti ini.

Naruto pun terpaksa menciptakan pohon-pohon di belakang mereka hingga terpojok, setelah memekikkan mereka, Naruto kembali mendekati mereka sambil mengulurkan tangannya.

"Hey, tenanglah ok? Aku bukan bagian dari mereka... Aku datang untuk menolong kalian," ucap Naruto selembut mungkin sambil menunjukkan senyum bersahabat.

Grek!

Namun, bujukan Naruto di tolak oleh sang perempuan berambut putih yang menangkap tangan Naruto lalu menggigitnya dengan keras membuat Naruto melenguh kesakitan.

Sang perempuan langsung menendang Naruto membuatnya terdorong kebelakang.

"Oi! Kalian! Tunggu!" Mendapat kesempatan, mereka pun berlari menjauh meninggalkan Naruto yang terdiam sambil menyentuh tangannya yang mengeluarkan darah.

"Itte... Gigitannya keras sekali," gumam Naruto sambil menatap tangannya yang mengeluarkan darah, "Bahkan gigitannya bisa membuat tanganku seperti ini."

Tak lama setelah itu, Para Servant, Kiyohime, Kurumi, Aiz, Asia, Kirin serta Saya muncul di belakang Naruto dengan Naga mereka kecuali Kiyohime yang memang dalam wujud Naga serta Kurumi, Aiz dan Asia yang menumpang di Kiyohime, Saya dan Kirin.

Naruto yang menyadari kedatangan mereka melirik mereka, "Kalian..."

"Apa yang kau lakukan Nii-chan? Apa kau berniat menyerang kota seorang diri?!" tanya Asia mendekati Naruto sambil menyentuh kedua bahu Naruto.

"Ya, memang itu yang akan aku lakukan."

"Jangan bodoh Naru-kun, melawan kota seorang diri..."

"Kalian meragukanku?" tanya Naruto dan di jawab gelengan oleh Scathach. "Tidak, kami tidak meragukanmu," jawab Scathach.

"Hanya saja kami khawatir kau menggunakan kekuatan yang terlalu besar hingga membuatmu hilang kendali," timpal Jeanne membuat Naruto termenung lalu menghela nafasnya.

"Gomen... Aku memang terbawa emosi, aku hanya tidak bisa menerima mereka yang di jadikan budak nafsu," ujar Naruto lalu mengepalkan tangannya yang mengeluarkan darah, "Namun, usaha kalian akan sia-sia, aku akan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri, hari ini salju yang putih akan menjadi salju merah yang akan menyerupai lautan darah."

"Jadi jangan hentikan aku untuk membunuh mereka."

Semua yang mendengar nada serius Naruto terdiam, apa lagi matanya yang telah berubah menjadi Rimbyuryuu. Perkataan Naruto bukanlah main-main, dia benar-benar akan membunuh mereka dengan tangannya sendiri.

"Naru-kun. Izinkan aku bertanya?" Naruto yang mendengar itu melirik Kurumi, "Jika kami di jadikan budak sex, apa yang akan kau lakukan?"

Deg!

Tekanan Energi Naruto seketika meningkat membuat tanah yang dia pijak retak, "Huh? Jangan main-main, mereka yang melakukan itu pada kalian sudah aku pastikan akan mati dengan keadaan mengenaskan."

Kurumi yang mendengar itu tersenyum lalu mengangkat tangannya, " Jaa~ aku mengizinkanmu melakukan sesuka hatimu." Semua yang mendengar itu terkejut ketika Kurumi mengikut sertakan dirinya untuk membantu Naruto.

"Kurumi-nee! Kenapa?"

Kurumi yang mendengar itu menjawab, "Kalian tidak sadar? Naruto telah membuka hatinya, dia sekarang telah menerima kita semua."

"Bahkan, sekarang dialah yang protektif pada kita saat ini, dan juga... dia menjunjung tinggi martabat seorang perempuan," lanjut Kurumi membuat Naruto menghela nafasnya. "Jangan memancingku seperti itu lagi, Kurumi-nee," pinta Naruto membuat Kurumi terkekeh.

"Gomen-gomen."

Semua yang mendengar itu terdiam, mereka bingung harus mendukung Naruto dan Kurumi untuk membunuh mereka, atau menghentikan mereka.

Kiyohime yang melihat objek lain di sekitar mereka, mendekati objek tersebut dengan wajah berubah serius, "Master... Apa yang ada di sini?"

Naruto yang mendengar itu pun mendekati gundukan Es yang berwarna merah tersebut lalu menyingkirkan es tersebut dan semua seketika terkejut ketika melihat sebuah jasad pria Half-Wolf dalam keadaan terluka parah.

"Jadi ini ayah mereka." Naruto pun kembali menutupi jasad tersebut lalu memanjatkan Doa agar jiwa pria tersebut bisa tenang di surga.

"Jadi... Itu perbuatan mereka?" Naruto yang mendengar itu menoleh ke arah Arthuria yang menahan amarah begitu juga yang lainnya. "Ya, seperti itulah," jawab Naruto lalu menyatukan kedua tangannya hingga tercipta duplikat dirinya.

"Kau pergilah ke Toko baju dan Carikan baju untuk mereka bertiga, pastikan juga kau menyiapkan jaket untuk mereka." Duplikat Naruto yang mendengar itu pun mengangguk lalu terbang menuju kota Hyotogaku yang lain untuk mencari apa yang di minta oleh dirinya yang asli.

"Mereka?" tanya Kiyohime penasaran. "Tadi, aku melihat tiga perempuan yang aku yakini adalah anak dari pria ini, tampaknya mereka berhasil selamat. Namun saat aku mendekatinya, mereka tampaknya tidak menyukai keberadaanku," jawab Naruto sambil menatap tangannya yang telah sembuh karena Regenerasi akibat cairan yang sempat dia minum dulu.

"Lalu di mana mereka sekarang?"

Naruto pun mengeluarkan api di kakinya lalu terbang dengan cepat dan di ikuti oleh yang lainnya, meninggalkan pria yang telah meninggal dan terkubur di tumpukan salju.

.

"Hah... Hah... Hah..."

Di tempat lain, tiga perempuan yang berhasil menjauh dari Naruto saat ini beristirahat di dalam gua sambil menyembunyikan keberadaan mereka jika Naruto mencari mereka.

Perempuan berambut putih menyentuh matanya yang terikat kain sambil sesekali menggeram pelan, sementara perempuan berambut hitam memeluk adiknya yang ketakutan.

"Manusia... Benar-benar tidak bisa di percaya."

"Benarkah?"

Blam!

Ketiga perempuan tersebut seketika tekejut gua yang mereka tempat hancur dan memperlihatkan sosok Naruto yang berdiri di dekat mereka.

Perempuan berambut putih yang melihat itu langsung menggigit Naruto kembali, namun Naruto sama sekali tidak bergerak seolah membiarkan perempuan tersebut melampiaskan amarahnya padanya.

"Sudah puas melampiaskan amarahmu?" tanya Naruto dengan lembut membuat perempuan yang menggigit lengan Naruto terkejut karena Naruto sama sekali tidak melawan, "Ayo... Lampiaskan amarahmu, aku akan menerimanya."

Perempuan tersebut menggeram dan bersiap menguatkan gigitannya, namun niatnya terhenti ketika muncul beberapa orang beserta Naga mereka di dekat Naruto.

Otomatis, perempuan tersebut pun melepaskan gigitannya dan menjaga jarak dari Naruto. "Ka-Kalian...," gumamnya tergagap sambil merentangkan tangannya berusaha melindungi adik-adiknya.

"Jangan khawatir, kami bukan pasukan Kuroinu, kami dari Konoha... Aku datang untuk menyelamatkan kalian."

"BAGAIMANA BISA AKU MEMPERCAYAI KALIAN?!" Naruto dan yang lain mendengar dia berteriak secara tiba-tiba tersentak. perempuan yang berteriak tersebut melenguh kesakitan karena luka di matanya.

"Nee-san! Jangan paksakan dirimu!"

Naruto yang mendengar itu mulai mendekat, "Kenapa kau tidak bisa mempercayai kami?"

"Karena kalian... Manusia adalah makhluk yang menjijikkan! Begitu kalian kuat kalian menggunakan kekuatan kalian seenaknya! Karena kalian tempat kami harus menjadi sarang yang menjijikkan?!"

"Lalu? Orang-orang di belakangku ini adalah perempuan, apa kalian berpikir aku adalah pasukan Kuroinu? Jika iya aku sudah menyetubuhi mereka seperti [Mereka] yang ada di tempatmu."

Semua yang mendengar kata vulgar Naruto merona, Perempuan berambut putih yang mendengar itu melirik perempuan-perempuan di belakang Naruto dan memang benar, dirinya tidak pernah melihat mereka begitu juga lelaki di depannya saat ini.

"Nee-san..." Perempuan berambut putih yang mendengar tetap mantap garang Naruto sambil menjaga jarak darinya.

Naruto yang sudah tidak tahan kembali menghela nafasnya, "Kalian boleh membenciku, tapi aku datang bukan untuk melakukan hal yang sama seperti mereka."

Mendengar itu sang perempuan menatap nyalang Naruto, namun hal itu terhenti ketika dia merasakan sakit pada matanya, dengan sekali gerak Naruto menangkap lengan sang perempuan membuatnya terkejut karena kecepatan Naruto.

"Sekarang kalian ikut denganku. Kita pergi ke tempat yang lebih aman dahulu."

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Di dalam sebuah rumah pohon berukuran besar, tiga perempuan yang selamat dari kota Barat Hyotogaku saat ini tengah di obati oleh Jeanne, Anastasia serta Asia. Sementara yang lain berkumpul sambil menatap ketiga perempuan tersebut dengan intens.

Naruto yang selalu di tatap oleh ketiga perempuan tersebut menghela nafasnya, "Kalian tidak perlu menatapku seperti itu, aku sudah bilang bahwa kami bukanlah dari Kuroinu, jika iya sudah pasti aku membawa kalian ke sana."

Tetap ketiga perempuan tersebut tetap saja menatap tajam Naruto. Risih dengan hal tersebut Naruto kembali menghela nafasnya lalu mendekati mereka, "Jadi... Hanya kalian yang selamat dari Kota ya?"

Perempuan berambut hitam yang melihat kakaknya tak mau bicara pun angkat bicara,"Ha'i, Namun..." Naruto mengangkat tangannya sebagai tanda untuk berhenti.

"Ya... Aku tahu itu."

"Bisakah salah satu dari kalian menceritakan bagaimana bisa ada kelompok itu di tempat kalian."

"Mereka datang dengan dalih ingin membantu kami, namun yang terjadi..." Mendengar cerita singkat tersebut Naruto melirik Kurumi yang tampak diam dengan Zafkien yang menyala.

"Dia tidak berbohong."

"Souka, baiklah aku mengerti," gumam Naruto, "Lalu... Bolehkah aku tahu nama kalian?"

"Ha'i, Nama saya Texas, sementara dia adalah Lappland-nee dan dia adalah Whizly-chan," ucap perempuan berambut hitam memperkenalkan dirinya, lalu perempuan berambut putih di kirinya dan perempuan berambut putih serta beberapa helai rambutnya berwarna hitam di sampingnya.

"Texas! Jangan menyebutkan namamu saat bertemu orang asing!"

"T-Tapi, Nee-san..."

"Mereka manusia! Dan mereka tidak bisa di percaya! Kau ingat cerita kakek moyang kita bukan?! Manusia itu menjijikkan!"

Naruto yang mendengar itu termenung lalu mengucapkan sesuatu yang membuat Lappland terdiam, "Jika begitu, bagaimana bisa kalian hidup bersama manusia di Kota Hyotogaku bagian barat?"

Mengepalkan tangannya Lappland menatap garang Naruto seolah siap menghajar Naruto. Tentu Naruto mengetahui tatapan Lappland mengeluarkan pedangnya lalu memberikannya pada Lappland.

"Jika kau tidak mempercayaiku, bunuh aku dengan pedang ini."

Semua yang mendengar ucapan Naruto langsung terkejut, Texas yang ada di samping Naruto menahan Naruto untuk tidak melakukan hal gegabah.

"Ma-Matte! Anda tidak perlu melakukan itu!"

Lappland yang mendengar itu terdiam sambil menatap lengan Naruto yang memberikan pedangnya padanya. Anastasia yang ada di samping Lappland menatap tajam Lappland, jika dia memang menerima pedang tersebut dan membunuh Naruto, maka perempuan yang dia selamatkan tidak tahu di untung.

Tap!

Lengan Lappland yang akan menerima pedang tersebut, terhenti ketika Whizly sudah ada di sampingnya menahan lengannya untuk menerima pedang tersebut.

"Jangan lakukan itu, Onee-chan," pinta Whizly, "Mereka bukanlah manusia seperti yang ada di tempat kita, mereka menyelamatkan kita, Mengobati kita, tolong buka matamu, Onee-chan."

Naruto yang mendengar perkataan perempuan kecil tersebut tersenyum, tampaknya perempuan tersebut memiliki mata yang bagus untuk melihat situasi.

"Lihatlah, di antara mereka ada yang hampir mirip dengan kita, tapi dia adalah Half-Kitsune yang terakhir," tunjuk Whizly ke arah Tamamo membuat semua yang ada di sana terkejut karena perempuan kecil tersebut memiliki Indra yang sangat bagus.

"Dari mana kau mengetahuinya?" tanya Naruto dengan lembut. Whizly yang mendengar itu menatap polos Naruto dan menjawabnya "Kami para Half-Wolf yang berusia 14 tahun memiliki kemampuan untuk mengetahui Ras-Ras yang ada di sekitar kami, maka dari itu aku mengetahuinya."

"Whizly!" bentak Lappland.

Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu menarik pedangnya dan mengembalikannya ke jam tangan miliknya. Texas yang melihat itu tersentak lalu menatap lekat Naruto, "Ano... Apakah anda..."

"Uzumaki... Naruto?"

Lappland yang mendengar itu menoleh ke arah Texas lalu menatap Naruto yang tersenyum lebar, "Maa~ seperti itulah."

"U-Uzumaki Naruto... Kau si Genius Konoha itu?!" tanya Lappland menatap Naruto serius. Tentu Naruto mendengus pelan sambil menyeringai kecil ke arah Lappland, "Bukankah sudah aku bilang sebelumnya jika kami dari Konoha?"

Lappland yang mendengar itu langsung menggenggam kedua tangan Naruto dengan erat lalu membenturkan kepalanya ke perut Naruto membuat yang di seruduk sedikit mengaduh dengan tindakan aneh tersebut.

"Kumohon... Aku mohon, Uzumaki Naruto... Tolong... Tolong selamatkan tempat kami..." Naruto yang mendengar itu terdiam mendengar permintaan lirih Lappland.

Ekspresi Naruto seketika berubah menjadi serius dan menjawab permintaan Lappland, "Ya... Karena itulah aku di sini."

Naruto pun melirik ke arah pintu dan dia melihat Duplikat dirinya telah tiba dengan kantong belanjaan di tangannya, "Setelah kalian pulih, aku ingin kalian menggunakan pakaian yang aku belikan untuk kalian setelah itu, antar kami ke tempat mereka berada."

.

.

Kota Barat Hyotogaku

.

Swush! Blam!

Tak jauh dari kota Hyotogaku bagian barat, Naruto telah sampai dengan yang lainnya beserta Lappland, Texas dan Whizly.

Pakaian yang di kenakan oleh Lappland salah baju kaos berwarna hitam dengan jubah hitam selutut, sementara Texas menggunakan Kaos berwarna merah dengan jaket berwarna hitam dengan garis putih serta Jaket tebal berwarna putih.

Sementara Whizly menggunakan Kaos berwarna putih dengan celana pendek berwarna hitam serta jubah hitam menutupi seluruh tubuhnya.

"Gomen... Aku tidak tahu kenapa Duplikatku mencarikan pakaian seperti itu untuk kalian," ujar Naruto merasa bersalah, Texas yang mendengar itu menggelengkan kepalanya. "Tidak... Kami berterima kasih untuk semua ini," ucap Texas dengan lembut.

Naruto yang bisa melihat kota yang tampak kacau terdiam dengan wajah datarnya, Lappland yang melihat kota di depannya menggeram pelan.

"Jadi ini kotanya?"

"Ha'i" jawab Texas, mendengar itu Naruto melangkah ke arah Kota dengan tenang dan berucap. "Jangan ada yang mengikutiku. Biar aku yang melakukannya sendiri," ujarnya.

.

Empat penjaga yang ada di luar kota saat ini tengah bersetubuh dengan wanita-wanita yang di jadikan budak sex oleh mereka, wanita-wanita tersebut tampak pasrah menerima nasib mereka karena tidak bisa memberikan perlawanan.

Kegiatan mereka seketika terganggu ketika melihat seseorang berjalan tenang ke arah mereka, salah satu pria yang masih asik melakukan kegiatannya melirik temannya.

"Siapa dia? Apa dia salah satu dari kita?"

Bzit! Bwush! Twush!

Tubuh orang tersebut pun seketika teraliri petir dan secara tiba-tiba kakinya mengeluarkan api berkekuatan tinggi yang mendorongnya dengan sangat cepat membuat ke empat pria tersebut tersentak

Grek! BOOOM!

Dinding Kota Hyotogaku bagian barat seketika mengalami retak yang sangat besar ketika orang tersebut telah mencengkeram kepala mereka dan membenturkannya ke arah dinding hingga membuat dinding yang terbuat dari Es tersebut ter-cat oleh darah.

"Gh-h."

"Kh-Khau!"

JRASH!

Ke empat Pria tersebut seketika mati menggenaskan ketika kepala mereka di hancurkan dengan sekali remas membuat tubuh mereka jatuh tanpa kepala. Lengan orang yang berlumuran darah tersebut pun turun ke arah empat mayat di bawahnya hingga membuat mayat tersebut bergetar.

Krak! Krak!

Perlahan, tubuh-tubuh tersebut bergerak tak beraturan di sertai suara tulang patah, tubuh mayat tersebut juga perlahan mengecil setiap detiknya hingga berubah menjadi bola berukuran kecil.

BHATSH!

Bola daging kecil tersebut pun hancur seketika dan memuncratkan darah yang sangat banyak membuat empat wanita yang di selamatkan ketakutan ketika melihat adegan yang sangat mengerikan.

Grek! Sret! Blam! BOOM!

Lengan berlumuran darah tersebut pun kembali terkepal lalu meninju Dinding Es di depannya hingga terdengar suara keras di susul runtuhnya Dinding Es di depannya.

"Si-Siapa anda?" tanya Wanita yang di selamatkan orang tersebut sambil berusaha berdiri.

"Naruto... Uzumaki Naruto dari Konoha."

Begitu sosok yang tak lain Naruto memasuki Kota, pemandangan yang menyakitkan matanya terlihat di mana sekumpulan pria tengah menyetubuhi para Wanita secara bergilir.

Namun kegiatan mereka terhenti karena mereka menatap dirinya saat ini, lengannya yang berlumuran darah terkepal hingga mengeluarkan uap panas.

"Hey! Sia..."

Buagh!

Perkataan salah satu pria seketika terhenti ketika Naruto sudah di depannya dan melayangkan sebuah pukulan hingga masuk ke mulut sang pria dan detik berikutnya kepala Pria tersebut hancur hingga memuncratkan darah yang membasahi wajah Naruto.

Para pria yang melihat itu tentu langsung menyerbu Naruto karena mereka kedatangan penyusup. Naruto yang di serbu menyeringai lebar dan detik berikutnya Naruto menghilang dari pandangan mereka.

Duak! Buagh! Buagh!

Salah satu pria yang terkejut Naruto menghilang melebarkan matanya ketika Naruto tiba-tiba muncul dan menendangnya dengan kuat hingga memuntahkan darah serta membuatnya terpental hingga menabrak yang lainnya hingga berakhir berbenturan dengan gedung.

Tak sampai di sana, Naruto memukul para pria di sekitarnya dengan sangat kuat hingga menembus dada, kepala, perut mereka dan berakhir mereka terpental menambak teman-temannya dan meledak layaknya bom waktu.

Swush! Sring! Jrash! Jrash!

Gerakan Naruto semakin membabi buta ketika setelah mengeluarkan sebuah pedang Midrocemon miliknya dan menebaskan senjata tersebut ke seluruh anggota tubuh orang-orang di sekitarnya hingga menjadi potongan kecil-kecil.

Para Pria di sekitar Naruto mengeluarkan senjata mereka dan bersiap menyerang Naruto, namun sayangnya Senjata Naruto berubah menjadi Redurora dan langsung memakan puluhan orang dari mereka lalu membawanya ke atas.

Blam! Grek! JRASH!

Dengan tenaga yang kuat Redu dan Rora saling membenturkan orang-orang yang mereka makan lalu mengatupkan gigi mereka hingga memuncratkan darah dari langit.

Di luar Kota, tampak Lappland, Texas memandang ngeri perbuatan Naruto yang menyerang kota seorang diri, sementara Whizly hanya diam karena saat ini matanya serta telinganya telah di tutup agar tidak melihat sesuatu yang mengerikan.

Para kelompok Kuroinu yang melihat perbuatan Naruto merinding ketakutan, hanya satu orang telah berhasil membunuh banyak anggota mereka.

Darah yang jatuh dari atas melumuri tubuh Naruto membuat Naruto berwarna merah sepenuhnya, Redurora pun melonggar dan dari langit jatuh potongan organ tubuh anggota mereka yang telah mati karena dua naga robot orang yang mereka lawan.

"Maju..."

Para pria yang mendengar itu menyiapkan senjata mereka dengan wajah bermandikan keringat, Para Pria yang berada di belakang langsung bergerak mengambil senapan serbu dan bersiap menembak Naruto dari atas.

"Jika tidak...," gantung Naruto lalu mengangkat wajahnya memperlihatkan ekspresinya yang mengerikan dengan wajahnya yang berlumuran darah, "Maka aku yang akan maju."

Jrash! JGLEEER!

Detik berikutnya salah satu Pria yang ingin kabur tersentak karena Naruto sudah di depannya dengan sebuah tombak biru dan menusuk tubuhnya hingga tembus dan selanjutnya Sebuah kilat menghantam pria tersebut hingga membuatnya menjadi abu.

JGLEEER! JGLEEER! JDAAR!

Karena terlalu terkejut mereka tidak sadar akan serangan Naruto hingga membuat mereka berakhir menjadi abu, beberapa orang yang melihat Naruto lengah langsung menyerbu Naruto dalam jumlah banyak dari belakang.

Naruto yang menyadari itu mengalirkan petir dalam jumlah besar di ujung tombaknya lalu menghunuskan kebelakang sambil bergesekan dengan tanah.

BOOOM!

Gedung bagian timur dari Kota Hyotogaku barat seketika Hancur berantakan begitu serangan Naruto terhubung dan menembakkan Petir berkekuatan tinggi layaknya laser yang langsung menghancurkan segalanya.

Naruto yang melihat hasil perbuatannya terdiam karena terlalu banyak memberikan kekuatan dirinya lupa akan adanya perempuan-perempuan di kota ini, Naruto pun memanjatkan doa membuat orang-orang di sekitar Naruto menggunakan kesempatan tersebut untuk membunuh Naruto.

Twush! Tank! Tank!

Naruto yang merasakan serangan dari atas memutar tombaknya menahan hujan peluru yang di layangkan ke arahnya, sambil memutar tombaknya menahan hujan peluru, Naruto melakukan beberapa gerakan lalu melempar tombaknya yang berputar ke arah orang-orang yang di atas gedung.

Jrash! Jrash! Jrash!

Bagaikan bumerang, Tombak tersebut berhasil memutuskan kepala mereka yang berada di atas gedung hingga kembali ke tangan Naruto dan berubah menjadi sebuah bola dengan tali yang terikat pada bola tersebut.

Naruto mengayun-ayunkan bola di tangannya dengan santai sampai dia melirik ke arah seorang pria bertubuh besar menyerangnya.

Buak! Duak! Duak!

Dengan gerakan cepat Naruto mengayunkan bola di tangannya hingga membentur dagu pria bertubuh besar tersebut lalu mengayunkan seperti sebuah pecut hingga melukai bahu pria tersebut.

Pluk! Blam!

Bola tersebut pun mengenai dada sang pria dan berikutnya tubuh Pria tersebut hancur menjadi beberapa bagian membuat semua di sana semakin ngeri dengan perbuatan Naruto.

Mengayun-ayunkan bola di tangannya, pandangan Naruto teralih ke arah tiga pria besar yang berlari ke arahnya dengan pedang besar di tangan mereka.

Sret! Grep! Wush!

Naruto yang melihat itu mengayunkan bolanya, namun bolanya berhasil di tangkap dan menarik dirinya ke arah mereka, kedua Pria berbadan besar yang melihat itu menghunuskan pedang mereka ke arah Naruto.

BOOM!

Seperempat kota seketika Hancur lebur dalam dua detik menyisakan Naruto yang berdiri di sebuah Kawah yang cukup dalam seorang diri dengan tumpukan debu di bawahnya.

Kelompok Kuroinu yang selamat menatap ngeri ke sebuah kawah besar dengan bermandikan keringat, ketakutan seketika merasuki mereka ketika melihat Naruto melayang ke atas dan berdiri di depan mereka dengan ekspresi dingin.

"Hoh~ jadi kau orang yang di katakan anak buahnya yang telah menyerang tempat kami ini?"

Pandangan Naruto teralih ke seorang pria bertubuh tegap dengan pedang di punggungnya menatap dirinya dengan tatapan meremehkan, Pria tersebut mendengus pelan ke arah Naruto lalu menatap anak buahnya.

"Mengatasi satu anak saja kalian tidak bisa?"

"Ma-Maafkan kami bos... T-Tapi... D-Dia... Dia adalah monster!"

"Jadi kau ketua mereka?" tanya Naruto penuh penekanan. "Ya, apa ada masalah Gaki?" balas sang Pria.

"Apa tujuanmu melakukan ini?"

"Tujuan? Khuhu! Kami ingin melakukan Revolusi besar-besaran terhadap dunia ini, di mulai dari tempat ini, kami akan membuat Dunia di mana para wanita hanya akan melayani pria, termasuk jika kau memiliki istri, maka mereka harus memuaskan nafsu kami."

Mendengar itu tanah yang di pijak Naruto retak, gedung-gedung di sekitar Naruto seketika mengalami retak besar dan hancur secara perlahan.

"Tampaknya kota ini memang harus di musnahkan beserta isinya."

"Kheh! Kau pikir aku akan membiarkannya?"

Brak! Brak!

Tanah di bawah pria tersebut pun hancur dan mengeluarkan ma berbagai mahkluk mulai dari Org, Goblin, dan berbagai Mahkluk menjijikkan lainnya, Naruto yang melihat itu terdiam sebelum mengucapkan sesuatu yang membuat sang pria menyeringai.

"Kau... Memiliki Energi Mouryuu."

"Ghahaha! Itu memang benar, aku mendapatkannya dari Moryuu-sama secara langsung, dengan begini... Dunia akan menerima Revolusi besar-besaran dari kami beserta Moryuu-sama!"

.

Semua yang menunggu di luar kota, terdiam ketika tidak mendengar suara ledakan sedikit pun, mereka saling memandang satu sama lain untuk menunggu langkah selanjutnya, bergerak menuju kota, atau menunggu sedikit lagi hingga mereka bergerak menuju kota.

Bzit!

Lappland yang menatap kota seketika tersentak ketika muncul pecahan Hologram dan berubah menjadi sosok Naruto yang menatap serius ke kota.

"Kalian... Maaf aku tidak bisa menyelamatkan mereka," ucap Naruto hologram membuat semua di sana terkejut. "A-Apa maksudmu?! Kau berjanji akan menyelamatkan mereka bukan?!" tanya Lappland menuntut jawaban.

"Memang... Namun sesuatu yang lebih buruk membuatku tidak bisa melakukannya."

Aiz yang mendengar itu mendekati Naruto hologram lalu bertanya, "Apakah sesuatu yang buruk itu Naru-kun?". Naruto yang mendengar itu melirik Aiz, "Ketua Kuroinu memiliki seperempat kekuatan Mouryuu, dan dia bisa menciptakan mahkluk-mahkluk dari Dark Supranatural," jawab Naruto Hologram.

"Mouryuu?! Bagaimana bisa?!" kejut Kiyohime. "Mungkin saja mereka sempat menemukan Mouryuu dan Naga itu mengirimkan energinya ke pria itu," ucap Naruto

"Tidak ada cara lain selain menghancurkan seluruh Kota beserta seluruh isinya."

"Apa kau bilang?! Tapi mereka..."

"Tidak ada gunanya!" balas Naruto dengan tegas, "Kau pikir apa yang akan terjadi jika mereka masih hidup? Mereka akan menjadi gila dan mencoba bunuh diri, kau pikir aku akan tenang dengan hal itu?"

Lappland yang mendengar itu mengepalkan tangannya, "Aku siap menerima hukuman berat ketika akhirat menjemputmu karena membunuh mereka, namun aku... Akan menyelamatkan jiwa mereka dari penderitaan dan aku akan menerima menyerap penderitaan mereka," ujar Naruto membuat semua terdiam dengan keputusan Naruto.

"Maaf membuat keputusan seenaknya tanpa persetujuan kalian. Tapi ini adalah pilihan yang terbaik," lanjutnya lalu menghilang menjadi hologram yang rusak.

Semua yang ada di luar kota menatap kota dengan pandangan yang sulit di artikan, keputusan Naruto mungkin memang benar tapi... Menerima penderitaan mereka, dengan kata lain dia siap menerima dosa mereka yang akan menjadi dosanya dan bersiap di hukum di neraka karena Dosa tersebut.

Itu adalah keputusan yang benar-benar tidak bisa di terima.

.

Back To Naruto

.

Naruto yang sudah menerima kembali kabar dari Naruto Hologramnya menatap tajam seluruh mahkluk di depannya, bagaimana caranya Naruto menerima kabar dari Duplikat Hologramnya, itu karena Hologramnya telah di modifikasi agar saat kembali, Data Hologram akan di kirim ke otak dan kita bisa menerima data yang di kirim oleh Duplikat Hologramnya.

Naruto pun mengangkat tangan kanannya sejajar dengan wajahnya hingga tercipta bola berwarna biru berukuran kecil. Sang Pria yang melihat itu menyeringai lalu menyerbu Naruto dalam jumlah besar secara sekaligus.

"Sudah cukup."

Setelah mengucapkan itu, Naruto pun mengepalkan tangannya yang berisikan bola berwarna biru lalu menghantamkannya ke tanah.

PYAAAARH!

Satu Kota Hyotogaku Barat seketika hancur berantakan karena Sebuah Bongkahan Es seukuran Gunung muncul dari tanah yang membekukan semua Kelompok Kuroinu beserta para perempuan yang menjadi boneka sex mereka.

Semua yang bergerak ke arah Kota seketika terhenti karena mereka terlambat untuk menghentikan Naruto, dia... Sudah menghancurkan Kota Hyotogaku bagian barat menjadi bongkahan Gunung Es dengan satu jurus.

"Dengan begini, tenanglah di alam sana." Setelah mengatakan itu, Naruto kembali mengalirkan Energinya dalam jumlah besar.

"Sayonara~," lanjut Naruto.

BLAAR!

Bagian bawah Kota Hyotogaku barat seketika Hancur dan menenggelamkan Kota beserta Isinya, semua yang melihat tindakan Naruto melebarkan mata mereka dan berlari mendekati Naruto.

Naruto yang melihat Kota telah tenggelam beserta isinya mengepalkan tangannya.

BHAASH!

Dari bawah terjadi cipratan Air dalam jumlah besar ke langit menandakan terjadi ledakan besar di bawah. Naruto pun menutup lubang besar di depannya dengan Element Es lalu menghela nafasnya.

Semua yang sudah sampai di tempat Naruto terdiam ketika melihat tempat yang harusnya banyak bangunan menjadi kosong tak tersisa apapun selain salju berwarna merah.

Mereka yang terlambat hanya bisa diam karena Naruto benar-benar telah membunuh mereka semua.

Tap!

Tersentak, itulah yang mereka lakukan ketika Naruto menyatukan kedua tangannya.

"HUOOOOAAAAAAAA!"

TWUSH!

Tekanan energi Naruto seketika meningkat dengan sangat cepat membuat semua menyilangkan tangan mereka ketika hempasan angin energi Naruto menerpa mereka.

PYARSH! PYARSH! PYARSH!

Dari bawah, keluar bangunan-bangunan dari Es serta Kayu yang membentuk sebuah Kota membuat semuanya melebarkan mata karena bagaimana bisa Kota yang telah hancur kembali terbangun.

"A-Apa yang terjadi?!" tanya Lappland kebingungan. "I-Ini perbuatan Naruto-kun?" tanya Asia entah kepada siapa.

Semua seketika tersentak begitu melihat serpihan-serpihan kecil yang membentuk orang. Lappland, Whizly dan Texas yang melihat itu melebarkan mata mereka ketika melihat orang tersebut.

"Dia... Dia warga Hyotogaku."

Kurumi melebarkan matanya dan menatap Naruto yang mengeluarkan energi tinggi yang cukup jauh darinya, "Jangan bilang... Jangan bilang dia mengembalikan waktu kehidupan sebelum pasukan Kuroinu datang?"

"HUUOOOAAAAA!" teriak Naruto sambil mendongakkan kepalanya ke langit.

Beberapa menit setelahnya, energi Naruto mereda membuat semuanya menurunkan tangan mereka menatap Naruto yang tampak berdiri tenang.

"Naru-kun?!" teriak Kurumi berlari ke arah Naruto lebih dulu lalu bergerak ke depan Naruto dan melihat keadaan Naruto. Begitu melihat keadaan Naruto, Kurumi tersentak karena melihat Naruto yang tampak baik-baik saja, bahkan mata kanannya sama sekali tak mengeluarkan darah padahal matanya telah menjadi Jikkan.

"Ma-Matamu... Ba-Bagaimana bisa... Ka-Kau tadi memundurkan waktu untuk menghidupkan warga-warga di sini bukan?" tanya Kurumi tergagap, dirinya masih mengingat jelas bahwa Naruto hanya mampu membalikkan waktu dalam waktu satu jam dan itu hampir membutakan matanya.

Namun ini, dia mengembalikan waktu yang ada semenjak 2 tahun lalu dalam beberapa menit, bahkan matanya tampak baik-baik saja. Tentu dirinya terkejut karena seharusnya jika seperti itu, Naruto telah buta sekarang.

Naruto yang di tanya Kurumi tersenyum lalu menyibak rambut kirinya membuat Kurumi tersentak dengan mata kiri Naruto.

"Ma-Mata itu..."

"Ya... Ini adalah mata Rimbyuryuu dan Sage Modeku yang aku pelajari dari Itama-Jii-san," jawab Naruto, mata Kiri Naruto saat ini berwarna putih ke emasan dengan pola Yin.

"Dengan adanya ini, aku memiliki kekuatan Alam dalam jumlah besar, maka dari itu aku tidak mengalami kesakitan sedikitpun, terlebih aku menyerap energi mereka lalu memuntahkannya kembali untuk membentuk tubuh mereka maka dari itu aku mengeluarkan Energi yang sedikit hanya demi memundurkan waktu," jelas Naruto.

"Lalu bagaimana dengan mereka?"

"Aku menyerap energi mereka tapi aku merubah energi mereka menjadi Es untuk bangunan-bangunan di sini, dengan begitu... Mereka tidak akan ada lagi." Setelah mengatakan itu, Naruto menonaktifkan Jikkan serta mata barunya lalu menghela nafasnya sambil menyentuh kepalanya.

"Nii-chan?! Kau tidak apa?!"

"Ya... Aku tidak apa-apa," jawab Naruto sambil membalikkan badannya, namun keseimbangan Naruto terganggu membuatnya hampir jatuh, namun untungnya Kurumi menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

"Walau kau menggunakan Sage Mode tadi, kau tetap saja kelelahan begitu Sage modemu menghilang." Mendengar bisikan itu Naruto terkekeh, ya gejala yang dia terima setelah menggunakan Sage Mode adalah apa yang dia alami saat ini.

"Apanya yang tidak apa?! Kau tampak kelelahan tahu?!" bentak Arthuria, Naruto yang mendengar dirinya di bentak hanya terkekeh kaku lalu menatap sekitarnya di mana dia melihat seluruh Warga Kota Hyotogaku berkumpul.

Naruto yang melihat Wanita yang sempat dia selamatkan di luar gerbang menyipitkan matanya ketika melihatnya datang bersama Lappland, Texas dan Whizly di belakangnya.

"Anda... Yang di luar gerbang tadi ya."

"Ha'i, saya sudah mendengar dari Lappland-san bahwa kau lah yang melakukan ini bukan?" mendengar itu Naruto menganggukkan kepalanya.

"Bagaimana caranya? Hampir semua Warga di sini meninggal karena perbuatan kelompok Kuroinu, dan juga di mana mereka?"

"Tenanglah, aku akan menjelaskannya sekarang," ujar Naruto lalu mengambil nafas dalam-dalam, "Aku mengembalikan waktu tempat ini ke waktu 2 tahun yang lalu sebelum kedatangan mereka, jika kalian berpikir akan menerima kejadian yang sama jangan khawatir, aku telah membuat mereka tidak akan terlahir di 2 tahun ini."

"Lalu bagaimana bisa kalian hidup kembali, itu karena saat mengembalikan waktu, aku langsung mengambil energi kehidupan kalian lalu menghidupkan kalian kembali."

"Menghidupkan kembali?" tanya Lappland terkejut. "Lappland?!" Lappland yang mengenal suara tersebut menoleh dan betapa terkejutnya dia ketika melihat ayah mereka yang melewati kerumunan ke arahnya.

"TOU-CHAN?!" teriak Lappland lalu berlari ke arah ayahnya dan memeluknya dengan erat begitu juga Texas, dan Whizly

"Maaf mengenai permintaanku ini, bisakah kalian semua menutup mata kalian?" pinta Naruto, semua yang mendengar itu menurut, sementara ayah Texas, Lappland dan Whizly yang sudah memejamkan mata mereka untuk melampiaskan kebahagian mereka.

"Jeanne... Aku tahu kau bisa menghilangkan ingatan bukan, aku mohon bantuanmu, tapi tolong jangan hilangkan ingatan ayah Lappland-chan beserta anaknya. Cukup mereka saja yang tahu ini."

Mendengar itu Jeanne hanya menurut lalu membuat cahaya dan melemparnya ke langit, detik berikutnya sinar terang menyinari mereka sesaat dan redup kembali.

Setelahnya mereka membuka mata mereka kembali lalu saling berpandangan seperti orang kebingungan dan kembali berlalu lalang seperti masyarakat biasa selain Ayah Lappland dan anak-anaknya.

"Maaf mengganggu kalian, Lappland-chan, Texas-chan, Whizly-chan." Mereka yang di panggil menoleh ke arah Naruto begitu juga dengan ayah Lappland-chan.

"Anda..."

"Bisa ikut dengan kami? Akan lebih baik kita berbicara di tempat yang sepi."

.

Setelah mencari tempat sepi, Naruto pun menjelaskan keadaan saat ini kepada ayah Lappland. Tentu hanya dia seorang yang boleh tahu keadaannya karena tepat hari ini adalah kematian ayah mereka dan saat ini dia hidup kembali, sebagai orang yang mengetahui kejadian lengkap tentu Naruto membiarkan dia memiliki ingatan tersebut.

Namun dengan syarat, tidak boleh menyebarkannya agar tidak merubah waktu yang telah di ciptakan oleh Naruto.

"Souka... Baiklah, saya paham dan akan melaksanakannya sebagai hutang Budi saya karena anda telah menghidupkan saya kembali," ucap sang ayah sambil membungkukkan badannya.

"Jujur saja, sebenarnya aku tidak ingin menghidupkan semua orang kembali, tapi setelah melihat ekspresi anak-anak anda... Saya merubah pikiran saya," ucap Naruto sambil melirik ke arah Lappland, Texas dan Whizly yang ada di samping ayah mereka.

"Saya benar-benar berterima kasih atas kebaikan anda, Naruto-sama. Terima kasih karena telah menghidupkanku kembali, dan membuatku bisa bersama anak-anakku lagi!" balas Sang Ayah sambil membungkukkan badannya di ikuti anak-anaknya.

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum, lalu melirik ke arah Lappland, "Apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Naruto sambil menyeringai jahil membuat Lappland cemberut.

"Ma-Maaf karena menggigitmu... Dan maaf... Karena menyebut manusia itu menjijikkan."

Semua yang mendengar itu tersenyum kecuali ayahnya yang mengerjapkan matanya, "Apa anak saya sempat mengucapkan itu?"

"Um? Ahahaha ya, dia sempat mengatakannya tapi tidak perlu di permasalahkan, aku memakluminya karena dia emosi waktu itu," balas Naruto bersikap santai.

"Benar juga... Aku sempat memikirkan ini semenjak aku melihat talenta Whizly-chan."

"Lappland, Texas dan Whizly...," jeda Naruto dengan nada serius membuat yang di panggil menatap Naruto menunggu apa yang akan di katakan oleh Naruto, "Maukah kalian menjadi muridku?"

Semua yang mendengar itu terkejut, begitu juga tiga orang yang ingin Naruto jadikan Murid, mereka sebagai murid dari si Genius dari Konoha.

"A-Apa yang anda bicarakan? Mu-Murid? Kami sebagai murid anda?" tanya Texas tidak percaya.

"Ya. Aku bukan menunjuk kalian tanpa alasan, kalian memiliki talenta yang sangat bagus dan aku ingin mengembangkan talenta kalian tersebut, dan juga Ayah kalian, akan aku tunjuk sebagai Staf DSA tempatku bekerja."

Sang ayahlah yang saat ini terkejut, "A-Apa Anda bercanda Naruto-sama? Anda menunjuk saya tapi kita baru bertemu?"

"Itu bukan masalah, dengan begitu kau bisa bertemu anakmu dan membuat senjata untuk Kota Hyotogaku, jujur kota ini kurang perlindungan dengan kau bergabung DSA kau bisa menjaga tempat yang kalian anggap rumah ini," jawab Naruto sambil tersenyum.

Sang Ayah yang mendengar itu termenung, memang benar perkataan Naruto, kota ini memang kurang perlindungan, namun jika dia di tunjuk oleh Naruto menjadi staff DSA tempat di mana pembuatan senjata Konoha tersebut bagaimana pandangan yang lainnya.

Namun hal itu dia kesampingkan ketika mengingat kebaikan Naruto yang menghidupkannya kembali, dirinya rela kehilangan wajahnya di mata orang lain, asal dia bisa membalas kebaikan orang yang telah menghidupkannya dia rela melakukan apapun.

Mengembalikan satu nyawa orang hidup bukanlah mudah, bagi orang biasa.

"Baiklah.. saya menerimanya Naruto-sama."

Mendengar itu Naruto tersenyum lalu menatap Lappland, Texas dan Whizly yang terdiam, "Lalu kalian? Apakah kalian mau menjadi muridku? Jika tidak aku tidak mempermasalahkannya dan kalian juga bisa ikut ayah kalian ke Konoha bersama kami."

Texas yang sejak tadi diam mengepalkan tangannya lalu berjalan ke depan dengan wajah serius, "Saya siap menjadi murid Anda, Naruto-san."

"Te-Texas..."

"Saya ingin menjadi kuat untuk melindungi orang-orang yang aku cintai, begitu melihat Nee-san terluka dan Whizly-chan yang masih kecil tidak bisa melindungi dirinya, saya ingin menjadi kuat dan mencoba melindungi mereka, aku tidak ingin mereka terluka, maka dari itu. Tolong ajari Aku menjadi kuat, Naruto-san!"

Mendengar itu Naruto tersenyum lalu mengelus rambut hitam Texas dengan lembut, "Ya! Aku pasti akan membuatmu menjadi kuat!"

"Aku juga ingin menjadi muridku, Naruto-san!" Naruto yang mendengar itu menoleh ke arah Whizly yang berdiri di samping Texas dengan serius. "Aku... Aku juga ingin menjadi kuat! Aku ingin menjadi kuat agar bisa melindungi Onee-chan dan Tou-chan, maka dari itu tolong buat aku menjadi kuat, Naruto-san!"

Senyum Naruto semakin lebar lalu menatap Lappland yang tampak ragu-ragu, sang ayah yang melihat tingkah anak pertamanya itu tersenyum lalu mengelus rambut anaknya tersebut.

"tidak perlu ragu, apa kah kau tidak mau di lihat memalukan sama adik-adikmu?"

"Ugh...," lenguh Lappland, ketika membayangkan itu entah kenapa hatinya tersakiti.

"Ghaaaa! Baiklah! Aku ingin menjadi muridmu! Jadi tolong buat aku menjadi kuat agar aku bisa melindungi mereka!" teriak Lappland dengan rona merah di wajahnya. Dirinya benar-benar malu saat mengatakan itu, apa lagi pada orang yang sempat dia anggap buruk.

"YOSH!" teriak Naruto sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi, "dengan begini kalian! Saat ini adalah murid-muridku! Aku berjanji akan membuat kalian kuat dan bisa melindungi apa yang kalian cintai! Aku Uzumaki Naruto bersumpah untuk itu!"

Para Servant, Kirin, Saya, Kurumi, Asia, dan Aiz yang mendengar itu tersenyum, karena saat ini Naruto telah memiliki tiga murid.

"Jadi bersiaplah untuk menjadi kuat, apa kalian bersedia?!"

" KAMI SIAP! NARUTO-SENSEI!"

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Seperti biasa mereka sedikit terlambat."

"Yosh! Mari kita buat ini semakin menarik!

"Julis! Pelengkapnya!"

"Bagaimana?"

Selanjutnya, Chapter 50 : Dragons Champions Arc V : Sea Dragons Champions

.

Note : Yo! Saya kembali Update nih.

Whohoho, pada akhirnya Naruto telah menjadi Guru dan muridnya adalah Lappland, Texas dan Whizly. Lappland dan Texas adalah karakter dari Game Arknights, entah kenapa saya menyukai dua karakter berbeda divisi ini namun mereka sangat akrab yang membuatku memasukkan mereka dan menjadikan mereka kakak-adik.

Lalu Whizly adalah karakter OC buatan saya, berikutnya... Kuroinu? Bagi yang udah terbiasa pasti tahu siapa mereka, selanjutnya adalah Ayah Lappland yang langsung di tunjuk oleh Naruto sebagai Staff DSA, ya saya memang sengaja membuat seperti itu, jika kalian mengikuti alurnya hingga Arc XI maka kalian akan paham dan ya... Memang banyak kata vulgar atau memang sedikit ada kata Vulgar di Chapter ini.

Lalu Chapter depan, Chapter depan adalah di mana Lomba akan berlanjut. Lalu kekuatan Naruto yang mengembalikan waktu serta Kehidupan orang, Itu berkat Jikkan serta Mata kirinya yang merupakan mata Rimbyuryuu yang bergabung dengan sebuah Sage Mode berpola Yin.

Dengan mata itu, Naruto memiliki kekuatan Alam yang sangat besar yang bahkan Mampun menyerap energi orang-orang yang sudah mati lalu memuntahkannya kembali dan menghidupkan mereka kembali.

Hukum Waktu yang Naruto lakukan adalah Hukum Waktu yang sangat sulit, karena merubah waktu yang berlalu dan mencoba mensejajarkan waktu yang lama dan sekarang adalah bukan sesuatu yang mudah, seperti halnya mengembalikan Tohka yang mengamuk saat itu, matanya hampir saja buta namun untungnya dia berhasil.

Ok itu saja dari saya, sampai bertemu di Chapter depan di Naruto : The Survivor, Jaa~ na.

4kagiSetsu Out