0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school dxd © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
TrySail – High Free Spirits
( Fix music first )
( Layar memperlihatkan gambar matahari terbit lalu di ganti dengan gambar Team Naruto yang melihat ke arah matahari terbit di ganti gambar para Servant yang juga melihat matahari terbit juga lalu di ganti oleh Murid Naruto dan terakhir Naruto )
Shizuka ni moeru sekai hajimari wa kokokara
( Layar di ganti dengan gambar Asia yang berada di atas Gedung DSA sambil melihat matahari )
Yozora ga owari wo tsugeru toki
( Lalu Asia tersenyum begitu merasakan sebuah angin berhembus )
Hitosuji no hikari ga mune ni himeta koe ga
( layar di ganti dengan gambar langit yang cerah terlihat Seseorang dengan naga berwarna hijau melintas di langit )
Tokihanatsu yami wo saite
( penunggang naga tersebut melompat dari matanya dan turun dengan cepat ke bawah )
Kareru yori isso chiriisogu sugata
( Layar di ganti dengan Kelompok Kuroyukihime dan Miyuki yang menatap ke arah Kamera dengan ekspresi serius mereka )
Mayoi aruku sube wo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Sasuke yang menatap kamera dengan ekspresi serius mereka )
Sen no nami ni nomareta kokoro ja
( Layar diganti dengan gambar Whizly yang berlari di pesisir pantai bersama Texas dan Lappland hingga sampai di air pantai lalu Whizly berteriak sambil mengangkat tangan kanannya ke atas )
Kimi sae mamorenai
( Layar di ganti gambar Naruto yang mendarat di atas air lalu melesat dengan cepat menyulus kelompoknya yang lebih dahulu melesat dengan api di kakinya )
Hibike tashika na shoudou nariyamanu you ni
( Layar kembali di ganti dengan gambar peserta Kirigakure yang bersaha mengendalikan naga di dalam air dengan tombak di tangan mereka di selingi ledakan-ledakan air karena perlawanan naga yang mereka usaha kendalikan )
Wasurerarenu kizu wo nokoshite
( layar kembali di ganti dengan peserta lain yang tampak kesusahan lalu berganti dengan Kelompok Naruto di mana Kiba merentangkan tangannya ke depan )
Ima mo kasuka na zanzou kienai mama de
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mendarat di air sambil menyeringai kecil ke arah seekor naga berukuran besar )
Sekai ga matteru asu no ubugoe wo
( Layar di ganti dengan gambar Naruto dari belakang yang memutar tombak di tangannya dan seketika Naga di depannya membuka mulutnya dan menyerang Naruto )
Hibike tashika na shoudou kienai mama de
( layar di ganti dengan ledakan air yang sangat dahsyat lalu kembali di ganti dengan kelompok Naruto yang terbang rendah di atas air sambil menatap matahari terbenam )
Sou mirai to kako ga kousa suru hyakunenme no uta
( Layar kembali di ganti dengan gambar Para Wajah Kelompok White Fox dan yang terakhir di ganti dengan Naruto yang menepuk pundaknya sambil menyeringai kecil )
Fix End Music
( Layar di ganti akan judul Naruto : The Dragon Future )
Chapter 50 : Dragons Champions Arc V : Sea Dragons Champions.
.
Tokyo
Sabtu, 23 Desember 2090
20.00 PM
.
Di malam yang indah dengan hujan salju di kota Tokyo, masyarakat tengah berbondong-bondong menuju supermarket untuk membeli perlengkapan Natal yang akan datang dalam dua hari lagi.
Selain mencari perlengkapan Natal, Masyarakat juga menghibur diri mereka di hari libur mereka bersama Keluarga, kekasih dan teman-teman mereka. Mulai dari makan bersama, minum bersama, karaoke bersama dan lain-lain.
Namun dari banyaknya masyarakat hanya ada beberapa orang yang berdiam diri di kamar sambil melihat kota dari balik jendela yaitu Yuuki Asuna.
Yuuki Asuna salah satu Kelompok Hyotogaku yang mengikuti Dragons Champions telah kembali ke kota semenjak 6 Hari yang lalu bersama para naga yang terpanggil oleh Whellgon. Dirinya lebih dahulu kembali di bandingkan Kelompok Naruto yang masih menetap di sana sampai sekarang.
Tujuh hari yang lalu dia terkejut karena dia mendengar Naruto menyelamatkan Kota Hyotogaku bagian barat dari para orang jahat dan menghidupkan orang-orang yang telah mati dan berujung Naruto memiliki Tiga murid dari Ras Half Wolf.
Mengingat itu Asuna merinding dengan wajah pucat, bukan karena apa yang di perbuat Naruto, tapi penampilan Naruto yang berlumuran darah yang membuatnya merinding.
Dirinya bisa membayangkan bagaimana sadisnya Naruto hingga berlumuran darah seperti itu. Asuna yang mengingat besok adalah hari Lomba di mulai termenung karena sampai hari ini Kelompok Naruto belum kembali.
Dirinya di beritahu olehnya untuk tidak perlu mengkhawatirkannya, tapi tetap saja hatinya tidak bisa tenang, dirinya sendiri bingung kenapa hatinya tidak bisa tenang, dia menyadarinya ketika saat menawarkan akan mengantar Naruto berkeliling kota Hyotogaku.
Hatinya berdetak kencang begitu Naruto menatapnya dengan senyum tipisnya, mengingat itu wajah Asuna memerah sempurna lalu menggelengkan kepalanya sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Ja- Jangan berpikir yang aneh-aneh Asuna. Ti- Tidak mungkin aku memiliki perasaan padanya... Pa-Pasti ini karena aku gugup saja, Y-Ya pasti karena Gugup."
"Heh~ aku baru tahu kau memiliki perasaan terhadap seseorang, Asuna-chan."
Tubuh Asuna langsung menegang dan menoleh ke sumber suara dimana dia bisa melihat Leafa yang duduk di kasurnya sambil meliriknya dengan tatapan yang sulit di jelaskan.
"Ti- Tidak bukan begitu..."
"Apakah dia Naruto-nii-san?" tanya Leafa sambil berdiri dari kasurnya. Wajah Asuna memerah ketika di tanya seperti itu, "Ma-Mana Mungkin! Aku tidak memiliki perasaan terhadapnya!"
"Se-Selain itu... Kenapa kau menatapku seperti kau kehilangan jiwamu, Leafa-chan?" sementara yang di tanya menghela nafasnya lalu menatap keluar jendela bersama Asuna.
"Aku... Hanya tidak tahu harus berbuat apa di lomba nanti ketika bertemu Naruto-nii-san. Aku tidak menyangka bahwa aku dan dia akan menjadi musuh di lomba ini karena Tou-chan dan Kaa-chan." Asuna yang mendengar itu juga termenung, dirinya juga terkejut karena Naruto adalah anak dari Gurunya yaitu Namikaze Kushina.
Dalam hatinya dia juga tidak enak ketika harus melawan anak dari Gurunya sendiri.
"Jika aku tahu bahwa dia adalah kakakku... Mungkin aku tidak akan ikut lomba ini, aku... Tak ingin melukai Naruto-nii," gumam Leafa sambil mengepalkan tangannya, "Selama 17 tahun kami tak bertemu dan hubungan kami renggang karena lomba ini, aku ingin membangun hubungan kembali padanya walau dia sudah memutuskan hubungan keluarga, tapi lomba ini seperti mengekangku... Apa yang harus aku lakukan."
Asuna yang mendengar itu mengelus kepala Leafa dengan lembut sambil tersenyum tipis, "Jangan khawatir, kau pasti bisa. Jika Ruko-chan dan Sara-chan bisa, kenapa kau tidak?"
Leafa yang mendengar itu termenung, memang benar... Sara dan Ruko tidak memiliki masalah hubungan sedikitpun mereka malah tampak akrab walau sepertinya Naruto masih menjaga jarak, jika mereka bisa... Kenapa dirinya tidak.
Dirinya terlalu cepat menyerah, namun berkat Asuna... Dirinya kembali memiliki tekat untuk memperbaiki hubungannya dengan Naruto, suatu saat nanti.
"Arigato, Asuna-chan. Kau memang temanku yang pengertian," ujar Leafa berterima kasih, Asuna hanya mengangguk mendengar itu. "Sama-sama."
"Oh ya... Tadi kau sempat mengatakan tidak memiliki perasaan terhadap Nii-chan, apa itu benar?" Asuna yang di pertanyakan hal itu kembali merona. "S-Sudah aku bilang, aku tidak memiliki perasaan terhadapnya!" jawab Asuna tergagap
Leafa yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menghela nafasnya dengan pelan, "Aku akan memberitahumu sesuatu, Asuna-chan. Sejujurnya... Kirito-san menyukaimu." Asuna yang mendengar itu tidak terkejut sedikit pun karena bagaimana pun dia sudah menyadarinya dari awal
"Jika kau memiliki perasaan terhadap orang lain, aku harap hubunganmu dengan orang tersebut tetap terus berjalan, jangan sampai kau menyakiti hatinya."
"Jika itu Naruto-nii, aku tidak mempermasalahkan hubungan kalian, tapi jika Kirito-san berencana melakukan sesuatu terhadapmu di depan Naruto-nii... Aku sarankan..." Asuna yang mendengar itu ingin protes namun mendengar nada serius Leafa dirinya mengurungkan niatnya.
"Aku sarankan bunuh Kirito-san. Akan sangat berbahaya jika Naruto-nii memiliki kebencian, dan amarah... Kau ingat sendiri bagaimana dia waktu itu kembali bukan?" tanya Leafa membuat wajah Asuna pucat.
"Dia sudah menderita semenjak 17 tahun dan perlahan mendapat kebahagiaannya sendiri, jika kita menyakitinya kembali... Luka terdalamnya akan terbongkar dan entah apa yang akan dia perbuat."
Asuna yang mendengar itu terdiam, apa yang di katakan Leafa ada benarnya, sebaiknya dia meyakinkan dulu perasaannya ini baru memutuskannya apakah benar ini hanya perasaan gugup atau memang...
"Hah~ baiklah-baiklah... Aku paham, jangan khawatir Brocon."
.
Utara Rusia
.
Sementara itu di Samudra Pasifik, terdapat sebuah Kapal udara berukuran besar tengah terbang dengan tenang menuju selatan di gelap yang gulita dengan minimnya penerangan.
Di bagian depan kapal, terdapat sosok pemuda berambut putih tengah berdiri dengan tenang menikmati hembusan angin yang menerpanya seorang diri di sana.
"Naruto-sensei... Kenapa kau di sini seorang diri?" pemuda yang tak lain adalah Naruto menoleh dan dia melihat perempuan berambut hitam dengan telinga wolf berbalut Jaket putih mendekatinya.
"Oh, Texas-chan. Maa~ aku hanya mencari udara segar dan aku juga ingin melihat Kota Rusia di malam hari," jawab Naruto sambil menatap ke bawah di mana terlihat kota-kota Rusia yang cukup terang dari langit.
"Ne, Sensei... Apa tidak masalah jika kami ikut ke Konoha?" Naruto yang mendengar itu terkekeh pelan lalu mengelus kepala Texas yang tertutup Jaket, "Kau selalu menanyakan itu 4 hari sebelumnya, bukankah aku sudah bilang tidak masalah kalian ikut denganku. Lagi pula aku akan melatih kembali kalian setelah besok urusanku selesai," jawab Naruto sambil tersenyum tipis.
Texas yang di perlakukan lembut termenung dan ikut menatap kota bersama Naruto di sampingnya, ["Oi! Naruto! Kembalilah! Tekanan Udaranya akan semakin tinggi karena kita akan melewati Uni Soviet, jadi masuklah! Kita akan terbang lebih tinggi!"]
Naruto yang mendengar itu menoleh ke kepala kendali Kapal dan dia tersenyum tipis sambil melangkah ke sumber suara, "Ikuyo Texas-chan, nanti dia akan mengamuk jika kita tidak segera masuk."
Texas yang mendengar itu hanya mengangguk dan mengikuti Naruto di sampingnya, setelah menjadi murid pemuda di sampingnya ini, Texas benar-benar semakin ingin menjadi kuat agar bisa berdiri di sisi gurunya ini.
Selama melatihnya, Naruto sama sekali tidak pernah marah pada dirinya ataupun kakak dan adiknya, dia memperlakukan kami bagaikan anak kecil. Bahkan dia terkejut karena Naruto si Genius dari Konoha ternyata berlatih bersama Naga-Naga Superior, tentu saja Naruto bisa menghancurkan kota dan Grub yang menyerang tempat tinggalnya dengan mudah.
Awalnya kami tidak memiliki Jurus atau Energi sedikit pun karena kami memanglah warga biasa, namun Naruto meminta para Naga Superior memberikan kami kekuatan dengan syarat jika kami menggunakan kekuatan yang di berikan untuk suatu kejahatan, maka Naruto-senseilah yang akan membunuh kalian
Dirinya di berikan kekuatan Air, Angin, Es dan Cahaya, sementara Kakaknya-, Lappland-nee di berikan kekuatan Petir, Api, Metal dan Kegelapan, untuk Adiknya-, yaitu Whizly-chan di berikan kekuatan Angin, Air dan Tanah.
Awalnya tubuh mereka hampir tidak bisa menerima kekuatan sebesar itu, namun entah bagaimana tubuh kami biasa-biasa saja dan bisa menampungnya.
"Apa yang kau pikirkan, Texas-chan?" Texas yang melamun tersentak ketika Naruto menanyakannya sambil melirik dirinya. "Uhm, aku hanya mengingat hal-hal yang Naruto-sensei berikan pada kami," jawab Texas jujur.
"Bahkan Sensei memberikan kami senjata Sensei." Naruto yang mendengar itu mengetik Hologram Jamnya hingga memunculkan Hologram lain di depannya.
"[Beawhearf], pedang ringan yang terbuat dari lapisan Kaca tipis dengan campuran beberapa Energi serta Material Damaskus adalah pedang yang cocok untukmu, apa lagi kau saat ini memiliki kekuatan Cahaya, itu akan membantu meningkatkan kekuatanmu," ucap Naruto sambil menggeser hologram tersebut ke depan Texas.
"Lalu [Dreyubarwifh] pedang tajam dengan sisi pembantu berbentuk 'D' di dekat gagangnya, karena sifat Lapp-chan yang agresif aku rasa pedang itu sangat cocok dengannya, apa lagi dia sangat mudah menguasai pedang itu dengan mudah."
"Sementara untuk Whizly-chan, pedang [Kamehyuzake] adalah pedang panjang dengan desain canggih di gagang dan sarungnya, dengan sarungnya saja sudah cukup melukai orang seperti terkena tebasan pedang dan jika sarungnya di lepas makan ketajamannya meningkat menjadi 6x lipat, sangat cocok untuknya yang bergerak lincah dan menguasai Element angin."
Texas membaca setiap detail kekuatan pedang yang di berikan Senseinya sambil berjalan di lorong kapal, dan dirinya benar-benar kagum karena persenjataan Naruto benar-benar kuat, bahkan dia mencari setiap detail kekurangan, keunggulan pedang dan pengguna agar seimbang.
"Aku memberikan kalian itu karena kalian memang pantas, lagi pula aku memiliki Duplikat dan 3945 senjata di dalam jamku ini," ucap Naruto sambil tersenyum menunjuk jamnya.
Tsh!
Pintu otomatis yang ada di kapal tersebut pun terbuka dan di depan mereka terdapat Lappland dan Whizly yang mendekati mereka, "Ternyata kau di sini, Texas," gumam Lappland sambil melirik Naruto yang tersenyum tipis padanya.
Mengalihkan wajahnya yang merona tipis dia pun bertanya, "A-Apa yang kau lakukan bersama Sensei?" Texas yang mendengar itu menghilangkan hologram di depannya sambil tersenyum.
"Kami hanya berbicara mengenai senjata kita ini, tidak lebih." Lappland yang mendengar itu hanya menggumam pelan sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
"Tampaknya kalian menyukai pakaian yang aku sempat berikan pada kalian ya, Bukankah kalian sedikit terbuka?" tanya Naruto sambil melirik murid-muridnya yang masih memakai pakaian yang dia sempat berikan tujuh hari yang lalu, kemudian mengalihkan pandangannya.
Bagaimana tidak, Lappland saat ini menggunakan Jubah hitam terbuka dengan kaos putih yang hanya menutupi dadanya, sementara perutnya terekspos dengan jelas, bahkan dia hanya menggunakan celana pendek sepaha.
Untuk Texas dan Whizly sudah cukup bagus karena mereka tertutup tapi Lappland lebih agresif dan... Liar.
"Kami lebih leluasa dengan pakaian ini, jika kami menggunakan pakaian lain... Entah kenapa rasanya aneh."
Menghela nafasnya, dirinya pun mengarahkan Jamnya ke depan dan seketika Laser Scan muncul dan menyinari mereka dari atas hingga bawah.
"Aku akan membuatkan kalian pakaian memiliki daya yang kuat dari pakaian lainnya, jika kalian memang menyukainya aku akan membuatkan setel yang sama," ucap Naruto sambil tersenyum.
"Naruto-sensei!" Naruto yang di panggil Whizly menoleh dan dia melihatnya mendekatinya dan menariknya untuk berjongkok agar tubuh mereka sejajar.
"I-Ini untuk keselamatan Naruto-sensei," ucap Whizly sambil memakaikan Naruto sebuah Kalung dengan 3 Kristal berbeda warna, yaitu Abu-abu, Putih dan merah.
"Hoo~... Kau kah yang membuatnya Whizly-chan?" tanya Naruto dengan lembut. "Um, tapi Kristal ini bukan punyaku saja, tapi milik Te-nee dan Lapp-nee," jawabnya sambil tersenyum.
"Ba- Baka! Jangan mengatakannya!"
Naruto yang mendengar itu tertawa kecil lalu mengelus rambut Whizly dengan lembut begitu juga Texas dan Lappland, "Baru tujuh Hari kalian sudah perhatian denganku ya, Hahaha, Arigato na."
Setelah itu, Naruto kembali berdiri lalu mengelus kepala Lappland dan Texas dengan lembut, "Arigato na, Lappland-chan, Texas-chan."
"M- Mou~ hentikan itu, kami ini berbeda dua tahun denganmu, jangan memperlakukanku seperti anak kecil!" ujar Lappland dengan nada ketus namun tidak menyingkirkan tangan Naruto yang mengelus kepalanya.
"Bukankah ini wajar aku lakukan sebagai guru kalian?"
"Tapi rasanya aneh saja karena kita berbeda 2 tahun harus memanggilmu Sensei," protes Lappland dengan jujurnya membuat Texas menghela nafasnya. " Nee-san, kau tidak boleh seperti itu, dia mengajari kita untuk menjadi kuat, mau berapa pun umurnya dia tetap harus di panggil Sensei," nasehat Texas dengan lembut membuat Lappland mengerucutkan bibirnya.
"Iya-Iya aku paham."
Naruto yang melihat betapa sopannya Texas dan menghormatinya termenung lalu tersenyum dan mengelus kembali kepala Texas namun dengan sedikit tenaga kali ini, "Tampaknya aku sudah menemukan wakil yang cocok untukku nanti," bisik Naruto lalu melangkah pergi meninggalkan mereka.
"Sebaiknya kita tidur kali ini, besok pagi-pagi kita sudah tiba di Jepang. Jadi persiapkan diri kalian," ucap Naruto sambil melirik murid-muridnya sesaat.
"Ha'i, Naruto-sensei!/Ha'i~ Oyasumi, Baka-sensei."
.
Kamar Naruto.
.
Psh!
Naruto yang telah sampai di kamarnya, sedikit tersentak ketika melihat Anastasia telah menunggunya dengan mendudukkan dirinya di kasurnya dengan Sweter berwarna putih dengan rok biru selutut.
"Anastasia-chan, ada keperluan apa kau kemari?" tanya Naruto sambil mendekatinya, setelah jarak mereka beberapa senti, Anastasia menarik Naruto hingga saat ini posisi mereka dimana Anastasia di bawah dan Naruto di atasnya.
"Ka- Kau... Kau harus memanjakanku!" Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa?" tanya Naruto dengan lembut.
"A-Aku tidak tahan saja dari 5 Hari yang lalu k-kau memanjakan yang lainnya, se-sementara aku tidak karena aku sempat sakit." Naruto yang mendengar itu mulai paham, seringai tipis muncul di bibirnya lalu membisikkan sesuatu di telinga Anastasia
"Kamu iri ya?" mengatakan itu dengan nada jahil lalu menghembuskan nafasnya ke telinga Anastasia membuatnya tertawa dalam hati ketika tubuh Anastasia tersentak, bahkan wajahnya semakin memerah.
"Ji-Jika iya Ke-Kenapa? La-lagi pula aku calon istrimu juga!"
"Jadi? Kau ingin aku melakukan apa? Aku tidak mungkin melakukan itu padamu sampai kita menikah." Mendengar itu Anastasia mengeluarkan Cokelat batangan lalu menahannya dengan mulutnya.
"Karena sebentar lagi natal, aku ingin kau memuaskanku dengan ciumanku itu." Naruto yang mendengar itu menempelkan keningnya sambil menatap Aquamarine tersebut dengan serius.
"Kau yakin hanya itu?"
Pyarsh!
Sebuah duri Es tercipta dan menekan tombol Kunci pada Pintu otomatis di Kamar Naruto menandakan kamar tersebut telah di kunci dan tidak ada yang bisa masuk.
"Hmm entahlah... semenjak kau memanjakanku saat melawan Kiana-san, entah kenapa... Ciumanmu itu sungguh memabukkan."
Jawaban jujur Anastasia membuat wajah Naruto merona lalu berdehem pelan sambil menatap Anastasia dengan serius.
"Jaa... Aku mulai." Setelah mengatakan itu, Naruto mencium Anastasia dengan lembut dan di balas mesra oleh Anastasia, cokelat yang di emut oleh Anastasia menjadi bahan rebutan oleh dua benda lunak yang saling berdecakan di dalam ciuman tersebut.
Dengan lembut Naruto menarik punggung Anastasia yang berbaring dan menariknya ke posisi yang benar untuk berbaring di kasur, lengan Anastasia yang menahan baju Naruto bergerak menyentuh pipi Naruto menahannya untuk memperlama ciuman tersebut.
Beberapa menit berlalu, ciuman tersebut terlepas memperlihatkan benang Saliva yang menjembatani kedua bibir tersebut, sambil mengatur nafasnya, Naruto menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka sementara Anastasia menarik salah satu lengan Naruto ke arah dadanya.
"Tolong, Naru-kun." Naruto yang mendengar itu semakin memerah wajahnya lalu menarik selimutnya dengan keras hingga mereka tertutup selimut sepenuhnya, "Aku sudah berjanji tidak akan sampai melakukan intim, tapi kau memintaku lebih huh?"
Anastasia yang mendengar itu hanya tersenyum, "Jika tidak, tolong... Bantu menghilangkan gejolakku ini."
Naruto yang mendengar itu terdiam sebelum teringat sesuatu yang pernah dia lakukan terhadap satu orang, "Souka... Jaa~ aku akan membantu."
"Tapi jangan salahkan aku jika nanti kita di marah olehnya."
.
.
Di sisi Kamar lain.
.
Di sisi Kamar lain, tepatnya di sebelah kamar Naruto. Tomoe tengah berbaring dengan Headset di telinganya sambil memainkan Game di tangannya di sertai wajah merona, kamar yang mereka miliki tidak memiliki kedap suara jadi Tomoe bisa mendengar suara di kamar Naruto.
'D-Dasar Anastasia baka, apa dia lupa kalau kamar di sini tidak kedap suara.'
.
.
Minggu, 24 Desember 2090
Kamisu, Prefecture Ibaraki
10.00 AM
.
Hari-H telah tiba, dan hari ini adalah Hari yang di tunggu-tunggu oleh Masyarakat karena saat ini Dragons Champions Lomba yang ke lima akan di mulai, bertepatan di Kota Kamisu daerah Ibaraki, tepatnya selatan Jepang para penonton telah berkumpul di tempat duduk yang telah tersedia yang mengarah ke laut dengan arena sebesar 21 Km dari Kitahama sampai Hasaki ES ( Elementry School )
Di tengah Arena, tampak para Juri telah berkumpul mulai dari Sona Sitri, Serafall Sitri, Namikaze Tsunade dengan wakilnya Shizune, Para Kage, beberapa Juri yang terdiri dari masing-masing pemerintahan Lima Kota, serta Daimyo.
Di sisi Tsunade, saat ini Tsunade tengah duduk dengan kantung mata berwarna hitam, dirinya sudah mendapat kabar dari Jiraiya bahwa Naruto telah bertemu keluarganya dan memutuskan ikatan keluarga menjadi Clan Uzumaki.
Tentu itu membuatnya Shock dan tidak bisa tidur dengan tenang karena dirinya bingung harus mengatakan apa pada Naruto setelah mengetahui semua ini. Sementara Shizune menatap khawatir Tsunade yang terduduk lemas.
Sona yang sudah lama tidak melihat Naruto dan yang lainnya menatap ke tempat peserta dan di sana hanya terdapat team sepuluh besar kecuali Team Naruto yang tampaknya terlambat lagi.
Sona yang melihat kebiasaan team Naruto seperti itu menghela nafasnya, "Sepertinya, Uzumaki-kun kembali ingin membuat kejutan."
"Begitukah? Berarti tidak ada salahnya memulainya ya?" tanya Serafall sambil melirik Tsunade yang terduduk lemas, "Tsunade-sama?"
Tsunade yang di panggil tersentak dan menoleh ke arah Serafall yang menatapnya khawatir, "Ada apa Tsunade-sama? Kau tampak kelelahan?"
"A-Ah... aku tidak apa-apa, lanjutkan saja."
"Ta-Tapi..."
"Lakukan saja." Serafall yang mendengar Hokage menimpali ucapan Tsunade hanya menurut dan menatap MC untuk memulai pertandingan.
"Ba..."
"CHOTTO MATTE!"
Semua yang mengenal suara teriakan yang memotong perkataan MC menoleh ke langit dan mereka terkejut ketika seseorang datang ke Arena sambil terjun bebas dari langit
Blam!
Setelah mendarat, orang tersebut meninju lantai di bawahnya hingga terdengar bunyi keras lalu di susul dengan teamnya yang mendarat di belakangnya.
"A-Are? Si-Siapa kau?"
Orang tersebut berdiri lalu menghela nafasnya, "Maaf membuat kalian menunggu, Aku Uzumaki Naruto, maaf kalian harus melihat penampilanku yang berbeda," ujar orang tersebut yang tak lain adalah Naruto.
"UWWOOOOOOHH!"
"NARUTO-SAN SUDAH TIBA!
"KALAHKAN MEREKA UZUMAKI NARUTO!"
"KAMI MENDUKUNG MU!"
"Uwaahh~ mereka sangat mendukungmu, kau semakin terkenal saja Danchou," gumam Kiba Yuuto sambil melirik Naruto yang hanya mendengus pelan.
"Selain itu Danchou, bagaimana keadaan punggungmu?" Naruto yang mendengar itu melirik Kiba yang menggaruk belakang kepalanya, "Gomen, Aku sempat melihatnya saat terbang tadi."
Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya sambil mengingat kejadian yang terjadi sebelum mereka kemari.
.
Flashback.
.
Sementara itu di tempat Naruto. Saat ini dirinya tertidur dengan Anastasia di sampingnya yang memeluk lehernya, kamar tersebut tampak berantakan dengan pakaian Anastasia serta baju Naruto yang berserakan.
Perlahan Naruto membuka matanya dan dia melihat langit-langit kapal dari Besi, menguap sesaat, Naruto pun melirik ke sampingnya dan dia melihat Anastasia yang tertidur nyenyak.
Menyingkirkan lengan Anastasia dari lehernya, Naruto pun bangkit lalu meregangkan badannya, "Grr~ kemarin benar-benar gila...," gumam Naruto sambil melirik leher Anastasia yang berisi Kissmark.
"Sifat Agresifnya membuatku harus menahan sakit di punggungku, siapa menyangka dia melampiaskannya sambil mencakarku," lanjutnya sambil menutupi tubuh Anastasia lalu berdiri dan berjalan ke arah cermin sambil melihat punggungnya yang terdapat luka gores dan beberapa bercak darah.
"Bagaikan Kucing yang sedang marah."
Meregangkan tubuhnya yang pegal Naruto masuk ke ruang mandi yang ada di kapal untuk membersihkan dirinya dan tanpa Naruto sadari, Anastasia sudah terbangun dengan wajah memerah sambil mengemut jarinya.
'Kemarin itu... Ahhh~ benar-benar luar biasa~!'
Mengingat kegiatan mereka semalam, Anastasia tersenyum dengan sedikit liur keluar dari bibirnya, tampak seperti ekspresi ketagihan.
Beberapa menit berlalu, keluar Naruto dengan celana panjangnya serta handuk yang bergelantungan di lehernya, wajah Anastasia semakin memerah ketika melihat tubuh kekar Naruto.
Dengan pelan Anastasia bangun dari kasurnya lalu berjalan ke belakang Naruto yang bercermin tanpa suara, sementara Naruto dirinya tengah memandang dirinya sendiri tepatnya pada matanya sendiri.
Di sentuhnya mata kanannya yang perlahan berubah menjadi Jikkan lalu kembali ke matanya yang semula, menghembuskan nafasnya Naruto yang ingin menggunakan pakaiannya terhenti ketika Anastasia memeluknya dari belakang.
"Ohayo, Anata~" Naruto yang mendengar itu melirik ke belakang dan dia melihat Anastasia yang memeluknya dengan tubuh polosnya.
"Ah, Anastasia-chan. Kau sudah bangun? Apakah aku membangunkanmu?" mendengar respons Naruto, Anastasia mengembungkan pipinya lalu mencubit perut Naruto membuatnya mengaduh.
"Apa itu cara responsmu terhadap Calon Istrimu nanti?" terkekeh sesaat, Naruto membalikkan tubuhnya sambil menutupi tubuh Polos Anastasia dengan handuk yang dia kenakan.
"Aku akan memanggilmu Tsuma saatnya tiba nanti, dan juga bersihkan dulu dirimu, jika yang lain melihatnya..."
Chup!
Anastasia memotong ucapan Naruto dengan menciumnya dengan mesra sesaat, setelah ciuman mereka terlepas Anastasia tertawa halus lalu membisikkan sesuatu di telinga Naruto membuat tubuh Naruto tersentak.
Setelah itu, Anastasia berlari ke kamar mandi ruangan tersebut meninggalkan Naruto seorang diri yang menghela nafasnya, "Dasar," gumam Naruto kecil lalu mengenakan pakaiannya.
Tsh!
Naruto yang baru keluar dari kamarnya sedikit tersentak ketika dua Wanita serta satu perempuan kecil berdiri di depannya, Naruto yang mengenal mereka melirik sekitar yang tampak sepi lalu menatap tiga Subjek di depannya dengan serius.
"Yasaka-san, Kaa-san, Kiyo-chan, ada apa kalian datang ke kamarku?"
"Kami berdua ingin meminta Bola Teleportasi milikmu itu, kami berdua akan kembali ke Hutan kematian dengan Nola tersebut," jawab Yasaka membuat Naruto menaikkan alisnya.
"Kenapa?"
"Naruto-kun, kami mustahil keluar dari kapal ini dengan wujud kami ini, apa lagi kami pasti akan di curigai. Jika semua mengetahui bahwa Kyuubi ada di sini akan bahaya," jelas Charlotte membuat Naruto terdiam sambil memikirkan apa yang di katakan oleh Kaa-sannya ini.
Memang benar bahwa dirinya mengatakan pada mereka bahwa mereka-, yaitu Charlotte, Yasaka, dan Kiyohime adalah kenalannya dan meminta mereka untuk memberikan tempat agar bisa ikut kembali ke Konoha bersama.
Kiyohime ikut ke Konoha karena dia ingin mengikuti Tuannya, dan sudah sebagai tugas Partner Naga untuk tetap di samping majikannya, begitu juga Yasaka dan Charlotte.
Namun mereka memiliki keistimewaan untuk menjaga jarak dari Master mereka agar tidak menyebabkan bencana. Irisviel atau Whellgon juga telah mengizinkan Kiyohime untuk mengikuti Naruto sementara untuk mantan Ayah dan Ibunya menetap di sana karena mereka belum bisa kembali saat ini, ada sesuatu yang ingin mereka lakukan kata mereka.
"Huft~" menghela nafasnya, Naruto mengeluarkan Bola Kuning Teleportasi miliknya lalu memberikannya kepada Yasaka.
"Berhati-hatilah saat menggunakannya, Perpindahannya sangat keras bahkan bisa membuatmu muntah setelah keluar, cara kerja alat tersebut dengan memikirkan tempat yang ingin kau tuju, jika sudah kau tinggal meremas bola tersebut maka kau akan berpindah ke sana," jelas Naruto dan di balas dengusan pelan oleh Yasaka.
"Iya-Iya aku akan ingat itu."
"Ne, Naruto-kun...," panggil Charlotte sambil memberi isyarat Naruto untuk mendekat, dia pun mendekati Charlotte dan setelahnya ia mendapat sebuah pelukan dari Charlotte dan kecupan di keningnya.
"Berhati-hatilah saat lomba," ucap Charlotte membuat Naruto tersenyum lalu mengangguk dengan semangat. "Baik, Kaa-san!" ucap Naruto, berikutnya Yasaka dan Charlotte pun terhisap lubang bola kuning Naruto menyisakan Naruto dan Kiyohime di lorong Kapal.
"Ohayo, Master~!" ucap Kiyohime dengan senyumnya, Naruto membalas senyum Kiyohime sambil mengelus rambut berwarna hijau tersebut
"Ohayo mo Ki-chan."
"Ne, Master. Apakah kau akan menggunakanku nanti?" Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu berjalan bersama menuju tempat kendali Kapal yang mereka tumpangi.
"Aku rasa tidak, aku tidak ingin mereka melihatku menunggangimu nanti," jawab Naruto membuat Kiyohime menaikkan sebelah alisnya. "Kenapa? Padahal kita sudah menjalin Kontrak?" tanya Kiyohime kembali.
"Maa~ bisa di bilang sudah ciri khasku di lomba tidak menggunakan Naga walau lomba ini khusus untuk penunggang Naga, jika aku menunggangimu aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi," jawab Naruto sambil pose berpikir, "Selain itu, aku tidak ingin terlihat mencolok dengan seekor Naga yang memiliki wujud kawaii sepertimu."
Pipi Kiyohime memerah lalu mengalihkan wajahnya sambil menutupi wajahnya dengan kipasnya, "Mou~ Master bisa saja."
Tsh!
Tak jauh dari mereka, pintu otomatis terbuka dan memperlihatkan Texas, Whizly dan Lappland yang sudah bersiap, mereka yang melihat Naruto melambaikan tangan mereka kecuali Lappland yang memasukkan lengannya ke dalam jubah hitamnya.
"Ohayo, Naruto-sensei, Kiyohime-sama."
"Oh, kalian sudah bangun. Ohayo," sapa Naruto, sementara Kiyohime hanya mengangguk pelan sebagai tanda membalas sapaan mereka.
"Jadi Sensei... Kau sudah siap?" tanya Lappland sambil berjalan bersama menuju ruang kendali pesawat, Naruto yang mendengar pertanyaan tersebut terkekeh lalu menyentil kening Lappland hingga mengaduh kesakitan.
"S-Sensei! Apa maksudnya tadi itu?!" tanya Lappland merasa tidak terima bahwa dirinya harus menerima sentilan kejutan itu. "Itu hukuman karena kau meremehkan Gurumu sendiri dengan pertanyaan konyol," jawab Naruto sambil tersenyum
Lappland yang mendengar itu cemberut sambil mengalihkan pandangannya, "Aku kan Cuma bertanya...," gumamnya pelan.
"Jika memang itu pertanyaanmu...," gantung Naruto sambil menghentikan langkahnya lalu melirik Lappland dengan seringainya, "Di kelompokku tidak ada kata 'Tidak siap', karena kami selalu siap kapan pun."
.
Flashback Off
.
Ya, di punggungnya terdapat luka cakar yang di akibatkan oleh Anastasia kemarin, mengingat itu dirinya melirik ke salah satu tempat penonton di mana dia bisa melihat Anastasia di interogasi dengan tatapan tajam teman-temannya.
meregangkan badannya sesaat, Naruto pun melirik Kiba lalu menjawabnya dengan sebuah kode, "Hanya kucing putih yang minta di manja tetapi malah mencakar ketika di manja."
"D-Danchou! Kumohon hentikan! Walau dengan kode itu aku langsung mengerti!"
"Dari pada membahas itu..."
"Huft~ bukankah ini sangat dingin untuk melakukan lomba?" tanya Tohka yang menggigil, karena Salju sudah turun dan telah menutupi kota dengan benda putih.
Sementara yang lain hanya menatap bingung mereka karena tidak tahu apa yang di bahas oleh mereka. Sang MC yang terdiam penampilan Naruto yang berbeda seketika tersadar lalu menepuk pipinya dengan keras untuk menyadarkan dirinya kembali.
"Yosh! Ohayou Minna-sama!"
"UWWOOOOOOOHHHHH!"
Di kursi penonton lain, Asia telah duduk bersama Kurumi, Aiz, Texas, Lappland, Whizly, Tearju dan Rosswaisse setelah pesawat mereka tumpangi menurunkan mereka.
Texas dan Whizly yang pertama kalinya betapa banyaknya penonton dan meriahnya lomba tersenyum senang dengan mata membinar, sementara Lappland duduk tenang sambil menatap satu persatu penonton yang menyebutkan nama gurunya.
'Sensei, ternyata terkenal sekali, berjuanglah Naruto-sensei,' batin Lappland dengan rona tipis di sertai senyum tipisnya
"Selamat datang di perlombaan luar biasa Dragons Champions Sesi ke Lima yaituuu, The Sea Dragons!"
"Perlombaan kali ini adalah kalian akan berlomba di laut yang luas dengan radius mencapai 26 Km, kalian akan berlomba sesuai jalur yang telah kami tentukan dengan ring yang seperti kalian lihat di laut!"
Para peserta yang mendengar itu menoleh ke laut dan benar, di sana terlihat beberapa Ring yang sedikit berjauhan dan bahkan ada posisi mereka yang ada di udara.
"kami juga sudah memberi tanda di setiap Ring agar kalian mengetahui Ring mana yang harus kalian lalui, lalu kalian juga sudah kami sediakan senjata tambahan untuk lomba ini!"
Tsh! Tsh! Tsh!
Beberapa detik setelahnya, dari bawah tempat peserta keluar sebuah tombak dengan kristal biru dan di tangkap oleh setiap peserta.
"Etto... Ini...," gumam Lee sambil melirik Kiba yang berdiri di sampingnya. "Kenapa kau melirikku? Kau kira aku panitia?" tanya Kiba Inuzuka risih dengan tatapan Lee.
"Tongkat tersebut akan membantu kalian mengendalikan air untuk menyerang lawan kalian, kalian sebenarnya di perbolehkan menggunakan serangan menggunakan jurus kalian, tapi setelah di diskusikan, hal tersebut kami larang dan kami menyiapkan senjata ini."
"Dengan kata lain...," gantung Claudia sambil melirik teman-temannya lalu melirik Naruto yang memutar-mutar tongkat di tangannya dengan santai.
"Selain menggunakan Tongkat ini untuk mengendalikan air dan mengacaukan peserta lain, pasti Tongkat ini memiliki fungsi lain, terlebih lagi radius 26 Km adalah Radius yang sangat luas dan itu mencangkup Erdinoix Kirigaku," ujar Naruto menghentikan memutar tongkatnya lalu menepuknya di pundak.
"Berarti...," gumam Kirin mengerti perkataan Naruto
"Cih, kenapa tidak di biarkan saja."
Semua menoleh ke arah kelompok Phenex dimana dia menatap kesal sang MC, "Bukankah ini perlombaan? Jika kami tidak menghalangi mereka bagaimana bisa kami menang?"
"Huft~ dengar, Lomba ini bukan hanya ada di atas air tapi ada di dalam Air, Kalian akan masuk ke dalam air karena di dalam Air kami menyiapkan Ring untuk jalur lomba."
"Jika kalian berencana saling menyerang di dalam air aku tidak mempermasalahkannya, karena di dalam sana terdapat Leviathan yang siap memakan kalian kapan saja," lanjutnya sambil menyeringai.
"Uwaah~ untuk pertama kalinya aku melihatnya menyeringai," gumam Kiba, "Dan itulah sebabnya kita di berikan Tongkat ini "
"Dan jangan khawatir, jika kalian tercebur ke dalam air kalian tidak akan merasakan kedinginan, kami sudah memasukkan penghangat sepanjang Arena agar kalian tetap nyaman, tentu saja kami tidak bisa membiarkan kalian mati kedinginan."
"Saa! Aturan dari Lomba ini adalah! Pertama! Di larang menggunakan Doujutsu untuk mempengaruhi sang naga lawan, ke dua di larang menggunakan Jurus Element untuk melukai penunggang lain, ke tiga kalian di larang mencelakai peserta lain saat memasuki Ring di dalam air, jika ada maka kalian akan di diskualifikasi, Ke empat kalian di larang untuk melukai Leviathan dengan senjata tajam, terkecuali kalian menghantam mereka tanpa melukai mereka!"
"Bukankah itu sama saja melukai ya?" tanya Julis Sweatdrop ketika mendengar aturan-aturan yang terdengar aneh.
"Tampaknya ini perlombaan yang merepotkan," gumam Shikamaru sambil menghela nafasnya. "Kau selalu saja begitu, bersemangatlah!" bentak perempuan di ikat pony tail.
"Huft~ baiklah kalian bersiaplah, aku akan mengambil posisi belakang," kelompok Naruto yang mendengar itu menatap Naruto bingung, "Karena ini seperti Lomba balapan, maka aku akan menggunakan ini," lanjut Naruto sambil mengambil posisi berlari dan dari kaki Naruto keluar api dalam jumlah besar.
"Itu...," gumam Kirito, Asuna yang melihat api yang keluar dari kaki Naruto tersenyum tipis.
"YOSH! KALAU BEGITU MARI KITA MULAI LOMBANYA!"
"UWOOOOOHHH!"
"Ready!"
Semua peserta yang mendengar itu bersiap, memacu Naga Mereka.
"STAAART!"
.
.
Naruto : The Dragon Champions ~
.
.
Twush!
Begitu lomba di mulai, Naruto melesat dengan cepat terlebih dahulu di susul kelompoknya lalu kelompok lainnya dengan kecepatan mereka masing-masing.
"Ok, mari kita lihat kemampuan tongkat ini," gumam Naruto lalu menambah kekuatan api di kakinya hingga kecepatannya semakin bertambah.
Wush! Ting!
Begitu Naruto memasuki salah satu ring, Ring selanjutnya menyala menunjukkan mereka harus memasuki Ring tersebut. Naruto yang melihat itu memutar-mutar tongkat di tangannya lalu memutar badannya ke arah belakang sambil mengayunkan tongkat di tangannya ke atas.
Bwush!
"Arghhh!" teriak salah satu penunggang yang terpental ke langit karena di bawahnya terjadi hempasan air, Naruto yang melihat itu melirik senjata di tangannya lalu kembali menatap ke depan sambil menambah kecepatannya.
Sasuke yang ada di belakang kelompok Naruto mengayunkan tongkat di tangan nya dari bawah ke atas hingga terjadi hempasan Air yang mengarah pada Claudia, namun Tohka dengan cepat mengayunkan tongkat di tangannya ke atas hingga terbentuk dinding air yang menahan serangan Sasuke.
"Tongkat ini tidak memiliki daya serangan tinggi tapi menengah, tapi itu tidak penting!" ujar Naruto dapat di dengar teamnya, "Karena kita di depan usahakan saling melindungi, aku akan memimpin!" ujar Naruto memberikan rencana lalu melaju kecepatan di ikuti yang lainnya.
Wush! Wush! Wush!
Dengan cepat Kelompok Naruto memasuki jalur lomba yang di perintahkan melalui ring di susul dengan kelompok lainnya yang tengah saling menyerang di belakang.
Sasuke yang tidak di untungkan karena tidak di perbolehkan menggunakan jurus mereka hanya mendecih sambil berusaha menyusul kelompok Naruto yang sedikit jauh dari mereka.
"UWWOOOOHH! Kelompok Whitefox memimpin lomba saat ini! Apa yang terjadi! Bagaimana bisa mereka sangat cepat sekali!"
Naruto yang melihat sebuah Ring di samping Ring yang lain namun dengan sisi berbeda berpikir lalu melirik kelompoknya, "Bersiap tukikan tajam, Saya! Bantu aku setelah kita melewati tukikan tajam ini."
Setelah memasuki Ring berikutnya dan menuju Ring yang harus menukik tajam, Naruto menghentikan Api di kakinya lalu memutar tubuhnya menyesuaikan dirinya dengan Ring berikutnya, Saya yang melihat itu langsung bergerak di samping Naruto.
Swush! Blaaash!
Setelah berhasil, Naruto mengembalikan api di kakinya membuatnya melesat dengan cepat lalu mengayunkan tongkatnya ke depan ke arah kelompok Sasuke bersama Saya hingga muncul dua hempasan air yang mementalkan Sasuke dan Issei keluar dari ring.
"Teknik yang keren Danchou!" puji Kiba mendahului Naruto bersama yang lain meninggalkan Naruto di belakang bersama Saya.
"Saya-chan, bersiaplah untuk satu serangan lagi!" ujar Naruto dan di balas anggukan mengerti olehnya.
Sasuke yang terpental ke luar arena bersama Issei menggeram marah lalu memasuki Ring yang sebelumnya mereka lewati dan menyusul yang lainnya.
"Gaara! Tetaplah di sisiku, kami akan melindungimu!" ujar Kankuro sambil mengayun-ayunkan tongkat di tangannya berusaha menangkis air yang menyerang Gaara.
Sementara Gaara hanya terbang dengan tenang sambil melirik kelompok Naruto yang lebih dahulu dan di kejar oleh kelompok Sasuke.
"Chouji! Bantu aku!" teriak Shikamaru lalu mengayunkan tongkat di tangannya ke arah Naruto bersama Chouji hingga terjadi hempasan Air besar ke arah Naruto dan Saya.
Sret! Bhaaats!
Naruto yang menyadari itu mengayunkan tongkatnya hingga membentuk dinding air berlapis membuat kedua air tersebut saling berbenturan.
"Ini dia! Ini dia! Saatnya melewati jalur Erdinoix Kirigaku!"
Kiba yang melihat Ring menunjukkan mereka harus terbang ke atas memacu Naga ya terbang ke langit begitu juga yang lain, setelah mencapai ketinggian 5 Meter, mereka berhenti dan terbang di udara.
Karena saat ini, Ring berikutnya... Adalah di dalam air.
"Oh kau pasti bercanda... Bagaimana caranya kita masuk ke dalam air," ucap Julis mengumpat kesal.
Naruto yang berhasil menahan serangan Shikamaru dan Chouji harus tersentak ketika muncul 10 Tombak Air ke arahnya, namun dengan sigap Saya membuat pusaran dinding air dengan memutar-mutar tongkatnya.
Naruto yang melihat itu membalasnya dengan memutar tomgkatnya ke kiri dan ke kanan hingga terbentuk Roda Air lalu mengayunkan tongkatnya ke arah mereka hingga membuat dua Roda Air tersebut melesat ke arah Kelompok Sasuke.
Hinata yang melihat itu membuat Roda Air yang serupa namun memiliki ukuran besar lalu mengadu kedua roda air tersebut hingga membuat cipratan air
Setelah memberikan serangan tersebut, Naruto dan Saya akhirnya sampai pada kelompoknya yang masih terdiam di udara lalu menoleh ke bawah di mana Ring berikutnya berada.
"Ini lomba yang tidak masuk akal Danchou, bagaimana caranya kita melewatinya?"
Naruto yang mendengar itu memutar-mutar tombaknya kesekitarnya lalu melesat ke bawah dengan cepat dan seketika air di bawah Naruto melesat ke arah Naruto membentuk kubah dan membuat Naruto bisa masuk ke dalam air tanpa takut kehilangan udara.
"Souka! Aku paham!" ujar Tohka langsung menyusul Naruto di ikuti yang lainnya.
Bwush!
Begitu mereka memasuki Air, mereka tersentak ketika Naruto telah berenang tanpa kubah airnya dan dia berenang dengan santainya sambil menatap mereka.
Tohka dengan cepat bergerak ke arah Naruto membuat Naruto masuk ke kubah Air Tohka, "Apa yang kau lakukan baka?"
"Itu tadi hanya pancinganku Baka! Tempelkan Tongkat ini ke Naga kalian dan ingat kalian juga harus menyentuh tongkat ini, benda ini ternyata membantu kita bernafas dalam air," balas Naruto membuat Tohka terkejut karena tongkat di tangan mereka memiliki sesuatu yang lain.
Tohka pun mengikuti apa yang di katakan Naruto dan begitu kubah airnya menghilang, Tohka mencoba bernafas di dalam air dan itu berhasil begitu juga dengan naganya, semua yang melihat apa yang mereka dua perbuat mencoba mengikutinya dan mereka juga berhasil bernafas di .
"Sugoii, aku terkejut kau mengetahui hal ini Danchou." Naruto hanya mendengus pelan hingga keluar beberapa gelembung dari bibirnya.
"Sudah aku katakan, tongkat ini pasti memiliki fungsi lain," ucap Naruto lalu menatap ke atas di mana kelompok-kelompok lain masih saling menyerang.
"Sebaiknya kita cepat sebelum Leviathan datang, dan dengar gunakan konsentrasi kalian untuk mengendalikan air di sekitar kalian agar mendorong kalian."
Setelah mengatakan itu, Naruto langsung melesat dengan cepat seperti ikan meninggalkan Teamnya yang terbengong karena kecepatan Naruto berenang.
"O-Oi! Tunggu kami Baka! Kami baru pertama kali melakukan ini!"
.
Sementara di atas, semua peserta tampak saling menjatuhkan dengan tongkat di tangan mereka membuat mereka melupakan tujuan dari Lomba ini, terkecuali kelompok Kirigaku yang melesat tanpa memperdulikan mereka yang saling menjatuhkan begitu juga kelompok Takigaku, Iwagaku, Sunagaku, dan Kumogaku.
Kelompok Kirigaku yang memang sudah menjadi makanan keseharian mereka dengan air tanpa banyak bicara langsung masuk ke dalam air tanpa hambatan sedikitpun.
Di susul dengan Kelompok Takigaku yang memutar-mutar tongkat mereka untuk membentuk kubah air begitu juga kelompok lainnya menyusul Naruto yang telah jauh dari jalur lomba.
MC yang melihat itu menghela nafasnya lalu menatap layar di mana Naruto beserta Teamnya telah lebih dahulu dan berdiam memasuki jalur Erdinoix Kirigaku.
"YEAHH! KELOMPOK WHITEFOX TELAH LEBIH DAHULU DAN DI SUSUL OLEH TEAM KIRIGAKU, TAKIGAKU, IWAGAKU, SUNAGAKU, DAN KUMOGAKU DI BELAKANGNYA! APAKAH PERLOMBAAN INI AKAN DI MENANGKAN OLEH KELOMPOK WHITEFOX!"
Mendengar teriakan menggelegar MC membuat Asuna menoleh ke layar dan melihat Naruto telah jauh dari mereka, "Asuna! Kita acuhkan mereka! Kita susul mereka!" teriak Leafa langsung menyapu bersih jalur mereka lalu melesat bersama Asuna menyusul Naruto meninggalkan anggotanya yang lain yang saling menjatuhkan dan berusaha bertahan dari serangan peserta lain.
"Kuso! Dasar orang-orang menyebalkan!" umpat Kirito berusaha bertahan bersama Teamnya yang lain.
BWUSH!
Semua peserta seketika tersapu keluar jalur lomba menyisakan Kelompok Black Lotus yang melesat menyusul Asuna begitu juga kelompok Blue Lotus di belakangnya.
"Kuso!" umpat Sasuke memacu naganya keluar dari air lalu melesat menyusul kelompok Blue Lotus, Hinata yang melihat itu juga memacu naganya untuk keluar air lalu menyusul Sasuke.
.
Wush! Ting!
Di sisi kelompok Naruto, Naruto dan teamnya bergerak cepat di laut dengan radius dari arena sekitar 4 Km dan mereka sudah memasuki Erdinoix Kirigaku.
Naruto melirik ke bawah dan dia bisa melihat laut yang gelap karena di bawah mereka saat ini adalah Palung Mariana, Naruto melirik ke belakang dan Naruto melihat beberapa kelompok berusaha mengejarnya, bahkan dia melihat sesuatu bergerak cepat di belakang mereka.
Naruto yang melihat itu memacu kecepatannya begitu juga yang lainnya, Naruto yang melihat jalur berikutnya adalah ke dalam menukik ke bawah dengan cepat
Bwush!
Namun sayang, Naruto dan yang lain harus terpental karena Sesuatu menerobos mereka dengan cepat.
"I-Itu..."
"Itu Sanbi!"
Naruto yang mendengar itu langsung memacu kecepatannya menyusul Sanbi yang lebih dahulu darinya. Begitu sudah melewati Ring yang masuk ke dalam, mereka harus menukik ke atas kembali menuju permukaan.
Sanbi yang menyadari bahwa Naruto di belakangnya melakukan putaran cepat di air membuat di belakangnya terjadi pusaran air, Naruto yang melihat ikut berputar menyesuaikan dirinya dengan pusaran air Sanbi.
Swush! BHAATSH!
Seketika terjadi ledakan air di kaki Naruto yang mendorongnya dengan cepat ke arah Sanbi dan mendorong mereka keluar air.
Swush! Swush!
Naruto yang mendorong Sanbi keluar air langsung menghindari serangan Ekor Sanbi lalu mensejajarkan dirinya dengan kepala Sanbi membuatnya bisa bertatapan dengan Yagura sang penunggang Sanbi.
"Yo! Chibi!"
"Siapa yang kau panggil Chibi!" teriak Yagura mengayunkan tongkat di tangannya ke arah Naruto namun Naruto berhasil menahan tongkat tersebut.
Bwush! Blam!
Naruto yang melihat tiga Sayap Sanbi bersiap menghantamnya mengeluarkan Api di kakinya membuatnya terbang lebih tinggi menghindari sayap Sanbi.
"Hahaha, aku memanggilmu Chibi karena kau pendek," ujar Naruto mengejek Yagura membuat Yagura menggeram marah lalu memacu naganya menyusul Naruto yang lebih dahulu terbang ke atas.
Bwush! Bwush!
Dari dalam air, keluar Kelompok Naruto serta Kelompok Kirigaku di belakang mereka lalu mengejar Naruto dan Yagura yang telah lebih dahulu dari mereka.
"Puahh! Akhirnya keluar juga!" ucap Irina menghela nafasnya lalu memacu naganya mengejar Naruto dan Yagura bersama yang lain.
"Ayo cepat, kita harus mengejar mereka!" perintah Julis kepada teman-temannya.
Blaar!
Swush!
Dari dalam air seketika keluar sesuatu yang sangat cepat menyapu kelompok Kirigaku dan Naruto hingga membuat mereka terjatuh ke bawah.
"Si-Sialan!"
"Hehe, maaf ya tapi aku akan memenangkan lomba ini!" ujar perempuan penungang Nanabi sambil memacu naganya menyusul Naruto dan Yagura.
"UWWOOOHH! SELURUH KELOMPOK KIRIGAKU DAN WHITEFOX TERJATUH DAN MENYISAKAN UZUMAKI NARUTO DAN YAGURA! APAKAH MEREKA BISA MEMBUAT KELOMPOK MEREKA MENANG DENGAN SATU ORANG!?"
Naruto yang mendengar itu melirik ke bawah dan dia melihat Salah satu penungang yang menganggapnya teman mengejarnya beserta Yagura dengan cepat.
"Fuu..." gumam Naruto.
Swush!
"Uwaa!" pekik Yagura hampir kehilangan kontrol untuk mengendalikan Sanbi, sementara Naruto terdorong ke belakang karena hempasan Angin Naga Fuu membuatnya harus mengejar Yagura dan Fuu yang memimpin.
Kiba yang telah mendarat di air menatap ke udara dimana Naruto berusaha mengejar Yagura serta Fuu yang memimpin, menghela nafasnya dirinya menatap teman-temannya yang menundukkan kepala mereka karena tidak bisa membantu Ketua mereka.
"Maa~ maa~ sudahlah jangan bersedih, kita doakan Danchou bisa menang," ucap Kiba mencoba memberi semangat.
Blaar! Blaar! Blaar!
Dari dalam air terjadi ledakan berkali-kali dan mengeluarkan Asuna beserta Leafa di susul oleh Penunggang Yonbi, Gobi lalu Penunggang Hachi dan Nibi, berikutnya kelompok Suna dan penunggang Rokubi, dan yang terakhir Uchiha Sasuke beserta Hinata.
"Gaara! Kami serahkan padamu!"
Mendengar itu, penunggang Ichibi, Gaara langsung memacu naganya dengan kecepatan Angin melewati kelompok di depannya.
"Kokuo, Ikuyo!"
"Son! Ayo kita perlihatkan kemampuan Iwagakure!"
Twush!
Kedua penunggang Naga dari sembilan legendaris naga itu pun seketika melaju dengan cepat membuat kelompok lainnya terdorong karena kecepatan mereka.
"Bakayaro! Konoyaro! Kalian kira aku juga tidak ada jurus pamungkas? WIIIIII!" teriak Bee lalu mengendalikan delapan pasang sayang Hachi menjadi tentakel lalu menggunakan Ringnya untuk menarik mereka dengan cepat.
"ayo! Matatabi! Kita juga tidak boleh kalah!" Ujar NII Yugito lalu memacu naganya untuk berlari di udara dengan cepat.
"Sugoii! Jadi ini kekuatan dari para penunggang sembilan Naga Legendaris," gumam Leafa sambil mengendalikan naganya agar dirinya tak terjatuh. "Kita tak punya waktu untuk kagum, Ayo Leafa!" ujar Asuna lalu memacu naganya bersama Leafa mengejar Mereka yang lebih dahulu.
"Oi! Yamata! Kita ketinggalan jauh!" teriak Sasuke pada naganya.
["Berisik! Sayapku belum kering, jadi diamlah sampai sayapku kering!"]
Mendengar itu Sasuke menggeram pelan lalu melirik Hinata yang terbang pelan di depannya lalu memacu naganya mendahuluinya tanpa di beri perintah.
Naruto yang berada di urutan ke tiga menambah kekuatan apinya untuk mengejar Yagura dan Fuu yang memimpin di depannya dan di belakangnya di ikut oleh, Gaara penunggang Shukaku, Han penunggan Kokuo, Hiroshi penunggang Sun Goku, Bee penunggang Gyuki, Yugito penunggang Matatabi, Asuna, Leafa dan Hinata.
Di kursi penonton, Lappland menggigit bawah bibirnya ketika melihat gurunya tampak terdesak dan berusaha mengejar Dua penunggang Naga Legendaris.
Dirinya gelisah karena lawan Senseinya bukanlah orang-orang biasa, apa lagi gurunya mengikuti lomba tanpa partner naga, dia bisa saja kelelahan karena memaksakan dirinya.
Puk!
Dirinya yang merasakan sentuhan pada bahunya melirik ke samping dan dia melihat Texas yang tersenyum tipis ke arahnya, " Jangan khawatir, Sensei pasti menang."
Swush! Swush! Swush!
Sementara di langit, Para peserta dengan cepat berusaha menyalip lawan mereka dengan saling mendesak bahkan berusaha saling menjatuhkan dengan saling membenturkan tubuh mereka.
Para Naga Legendaris yang saling bertabrakan melempar tatapan tajam dan menggunakan kaki dan tangan mereka untuk menjauhkan mereka atau pun menjauhkan mereka.
Asuna yang melihat mereka saling bertarung langsung memacu Naganya ke bawah bersama Leafa begitu telah melewati Ring di langit membuat mereka melewati para penunggang Naga lalu masuk ke dalam ring berikutnya membuat mereka berada di depan para penunggang Naga Legendaris.
"Wooaah! Kelompok Kirito yang di pimpin oleh Yuuki Asuna beserta Namikaze Leafa berhasil melewati para penunggang sembilan Naga Legendaris!"
Naruto yang mendengar itu menoleh ke belakang di mana Asuna dan Leafa tengah berusaha mengejarnya, melihat itu Naruto sedikit tersenyum lalu menatap tongkat di tangannya .
SWUSH!
Naruto seketika tersentak ketika Roda Air melewati dirinya beserta Yagura dan Fuu lalu menukik ke bawah melewati ring-ring yang menuju bawah dengan cepat.
"UWWOOOHH! APA YANG TERJADI! HYUUGA HINATA BERHASIL MENYALIP PESERTA DI DEPANNYA DENGAN SANGAT MUDAH!"
Naruto yang mendengar itu menoleh bagian paling belakang dan dia melihat Hinata langsung menukik cepat ke bawah hingga dirinya memasuki Ring yang belum di lewati Roda Air tadi.
Naruto yang melihat itu termenung sesaat lalu menyeringai lebar, "Jadi begitu?" gumam Naruto lalu menggigit Tongkat di tangannya.
"Bhaiklah... Mharhi khithamhulhai!"
Bhatsh! Twush!
Dari punggung Naruto seketika tercipta Empat pasang sayang Darah yang langsung mengepakkan dirinya mendorong Naruto lebih cepat melewati Yagura dan Fuu.
Fuu yang melihat itu langsung memacu Naganya mengejar Naruto meninggalkan Yagura serta Asuna dan Leafa di belakang.
Sret! Twush!
Begitu melewati Ring sebelum ring menukik ke bawah, Naruto mengangkat tangan kirinya ke atas hingga mengeluarkan Api dalam jumlah besar yang langsung mendorongnya dengan cepat ke bawah di susul Fuu yang berada di sampingnya.
Swush! Swush! Swush!
Hinata yang melihat bahwa ring berikutnya berubah menjadi net besar menuju arena langsung menarik naganya hingga mereka terbang di atas permukaan air lalu memacu naganya sekuat tenaga menuju garis finish di susul Naruto dan Fuu di belakangnya.
"Ohey! Naruto-san! Biarkan aku memang kali ini! Kau sudah cukup banyak menang!" Naruto yang mendengar itu melirik Fuu yang membujuknya dengan mata memohon.
"Kau gila! Ini lomba! Dan tidak ada orang yang meminta lawan mereka untuk menyerah!" balas Naruto lalu terbang memutar ke sisi Hinata.
Hinata melirik ke samping di mana Naruto dengan tatapan serius berusaha menyalipnya, tatapan serius Naruto membuat Hinata terdiam seperti batu apa lagi ketika menatap mata biru indah yang tampak dingin tersebut.
Bwush! Bwush!
Hinata, Naruto dan Fuu seketika tersentak ketika Yagura, Bee, Yugito, Gaara, Kokuo, Han, Asuna, dan Leafa telah di samping mereka dan posisi mereka saling sejajar untuk berusaha mencapai garis Finish.
"UWOOH! INI LAH DETIK-DETIK TERAKHIR MENUJU GARIS FINISH! SIAPAKAH YANG AKAN MENANG?!"
"Aku Bee penunggang Hachi pasti menang WIIII!" teriak Bee lalu mengendalikan tentakel Hachi menuju garis Finish.
"TAK AKAN AKU BIARKAN!" teriak Yagura mengayunkan tongkat di tangannya hingga memunculkan Duri Air yang memanjang ke arah Finish.
"Ikuzo! Kokuo!" ujar Han dan seketika Han beserta Naganya melesat dengan sangat cepat mendahului Tentakel Hachi dan duri air Yagura.
"Asuna! Pegang tanganku!" teriak Leafa menangkap tangan Asuna lalu melempar Asuna dengan sekuat tenaga membuat Asuna melesat ke garis Finish bersama Han di sampingnya.
Hinata yang melihat itu membuat Roda Air lalu melesatkannya ke arah Garis Finish membuat semua penonton bersorak dengan keras dan gelisah siapakah yang akan menang.
"HIKKE!" teriak Naruto mengayunkan tongkatnya ke depan.
BWUSH!
Seketika dari belakang keluar Leviathan berukuran besar yang terbang ke langit membuat semuanya terkejut karena kemunculan Leviathan secara mendadak, mau tak mau semua bergerak ke samping untuk tidak tertindih tubuh Leviathan, untungnya Leafa langsung menangkap tubuh Asuna membuatnya tidak tercebur ke dalam air.
Bwush!
Naruto yang mendapat situasi bagus, menambah kecepatan miliknya meninggalkan yang lainnya yang masih terkejut dengan kemunculan Leviathan dan hingga akhirnya...
"PERTANDINGAN SELESAI! LOMBA SEA DRAGON! DI SELESAIKAN DENGAN KEMENANGAN! UZUMAKI NARUTO DARI WHITEFOX!"
"UWWWWWOOOOOOOOOOOOHHH!"
Naruto yang mendengar itu langsung menginjakkan kakinya ke tanah, lalu kembali dengan cepat ke arah laut ketika melihat Leviathan kembali keluar dari laut dan meraung dengan liarnya.
Naruto yang melihat Leviathan tampak tidak tenang melirik yang lainnya yang sudah mencapai garis finish, melihat itu Naruto memutar-mutar tongkatnya di tangannya lalu mengarahkan tangan kirinya ke arah Leviathan yang mengamuk sendirinya
"Oi, Mizukage! Apakah naga kota kalian selalu seperti itu?" tanya Raikage dan di balas gelengan oleh Mizukage. "Dia biasanya tenang jika tidak ada yang menganggu, tapi bagaimana bisa...," gumamnya tidak tahu apa yang terjadi.
["GROAAAAAAAR!"] teriak Leviathan merasa terganggu dengan kehadiran Naruto dan apa yang di lakukan oleh Naruto.
Naruto yang melihat Leviathan tidak tenang dan ada peserta lain yang akan menuju garis Finish memejamkan matanya lalu mengeluarkan Aura tekanan tingginya membuat Leviathan semakin menjadi lalu membuka mulutnya bersiap memakan Naruto.
"Naruto!/Sensei!"
BLLAR!
Ledakan air seketika terjadi membuat semua penonton terdiam karena kejadian tak terduga terjadi di lomba, keterkejutan mereka semakin besar ketika Naruto masih berdiri tenang dengan air membasahi tubuhnya dan Leviathan telah kembali ke dalam air dengan tenang.
"D-Dia... Dia jadi tenang...," gumam Mizukage tidak percaya.
Naruto yang merasa urusannya sudah selesai langsung kembali dengan cepat hingga dirinya membenturkan dirinya ke dinding kursi penonton membuat dinding tersebut penyok dan membuat yang lain terkejut dengan tindakan Naruto.
"Da-Danchou!" teriak kelompok Naruto langsung berlari ke arah Naruto yang tampak menyandarkan dirinya sambil menundukkan kepalanya.
"Da-Danchou... Apa yang kau lakukan?" tanya Kiba bingung dengan tindakan Naruto barusan yang menabrakkan dirinya. "Gomen... Aku... Aku memaksanya tadi hingga pikiranku jadi kacau...," ujar Naruto sambil mengangkat sedikit wajahnya di mana matanya telah berubah menjadi putih lalu kembali lagi menjadi biru saphire.
"Ka-Kau menggunakan 'itu'?"
"Hanya untuk menenangkannya, emosinya tidak stabil dan susah untuk di tenangkan seperti ada yang mengganggunya...," ujar Naruto lalu di bantu berdiri oleh Kiba.
"Untuk saat ini Danchou istirahat dulu, sebentar lagi kita akan mendengar pengumuman."
.
Setelah cukup lama untuk istirahat, akhirnya semua telah berkumpul di mana Kelompok Whitefox masih memimpin lalu di sampingnya kelompok Uchiha Sasuke, Kelompok Asuna, Kelompok Takigaku, Kelompok Iwagaku, Kelompok Sunagaku, Kelompok Kumogaku, Kelompok Kirgaku, lalu kelompok Blue Lotus dan yang terakhir Black Lotus.
MC menatap para peserta 10 besar terutama Naruto yang tampak berdiri tenang tanpa ekspresi sedikit pun. Menghela nafasnya dirinya pun mulai berbicara, "Etto... Aku ucapkan selamat bagi para peserta yang memenangkan Lomba kali ini dan kami benar-benar minta maaf karena kami tidak menduga bahwa Leviathan secara tiba-tiba muncul dan mengamuk di sini."
"BUKANKAH ITU SUDAH JELAS?!"
Semua menoleh ke arah Sasuke yang secara tiba-tiba berteriak, "Tadi Si Kuning ini mengayunkan tongkatnya dan saat itu juga Leviathan muncul, Bukankah sudah jelas bahwa dia memanfaatkan Leviathan dengan mengendalikannya?!"l
Protesan Sasuke tentu menjadi bisik-bisikkan warga membuat Arena ricuh, Lappland yang tak terima gurunya di tuduh berdiri dan bersiap melesat ke arah pemuda Raven tersebut, namun Texas dan Whizly menahan Lappland agar tidak mempermalukan guru mereka.
"Tenanglah Nee-san! Sensei pasti bisa mengatasinya!"
"Oi! Uchiha! Bukti apa yang membuatmu menuduh Danchou huh?!" tanya Tohka menatap tajam Sasuke yang mendengus. "Lalu bagaimana bisa Leviathan tadi menjadi tenang kembali? Padahal selama ini dia tidak bisa menjinakkan Naga sedikitpun! Dan lagi, pertandingan ini mengatakan bahwa di larang menggunakan kekuatan masing-masing bukan, tapi dia menggunakannya! Bukankah itu sudah melanggar aturan?!"
Keadaan Arena semakin ricuh ketika mendengar protesan Sasuke, sang MC yang mendengar itu bingung harus merespons apa karena perkataan Sasuke tak semuanya salah.
"Itu karena kami memberinya hak istimewa!" semua menoleh ke arah Serafall yang duduk dengan tenang sambil menatap tajam Sasuke yang menggeram tidak suka.
"Huh?! Hak istimewa?!"
"Uzumaki Naruto memiliki hak istimewa karena hanya dialah yang tidak memiliki partner naga, dan dia boleh menggunakan kekuatannya untuk memenangkan lomba ini, lalu protesanmu yang mengatakan bahwa Uzumaki-kun mengendalikan Leviathan, lalu bagaimana caranya dia melakukannya? Sejak tadi tidak ada tanda-tanda kemunculan Leviathan?" ujar Sona membela Naruto lalu melempar pertanyaan kepada Sasuke kembali.
"Dia tidak melakukannya, Uchiha." Sebelum Sasuke menjawab, Yagura telah memotongnya terlebih dahulu, Aku melihatnya dia tidak melakukan apa pun selain berusaha mengejar kami, kau harusnya bersyukur karena salah satu teammu membuatmu di posisi ke dua."
Hinata yang mendengar itu hanya diam sambil melirik Naruto yang juga meliriknya, melihat Naruto meliriknya, Hinata mengalihkan pandangannya membuat Naruto sweatdrop.
"Karena kurangnya Informasi, kami tidak bisa menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar, kami akan melakukan penyelidikan mengenai hal ini dan untuk Lomba berikutnya akan di lakukan pada 10 Januari, jadi sampai jumpa di lomba berikutnya."
.
.
Setelah bubarnya semua orang, Naruto yang melihat Tsunade masih duduk di tempatnya langsung melompat ke tempat tersebut hingga akhirnya dirinya berdiri di depan Tsunade.
"Yo, Baa-chan."
Tsunade yang mendengar suara Naruto melirik ke depan dan dia melihat Naruto yang menatapnya dengan wajah datar.
"Naruto...," gumam Tsunade, "Sejak kapan kau..."
"Sejak tadi, bahkan lomba telah selesai," jawab Naruto membuat Tsunade menatap sekitarnya yang sudah sepi menyisakan dirinya, Shizune, Naruto beserta kelompoknya dan tiga orang yang tidak dia kenal.
"Aku tahu Baa-chan tengah depresi karena keputusanku ini bukan?" tebak Naruto membuat Tsunade mengangkat kepalanya menatap Naruto yang masih berwajah datar, "Aku sudah mendengar semuanya, Baa-chan dan inilah keputusan yang aku buat."
Tsunade yang mendengar itu menundukkan kepalanya kembali, "Gomen... Karena merahasiakannya darimu..."
Greb!
Tsunade yang di peluk oleh Naruto tersentak, padahal dirinya siap untuk di benci oleh Naruto karena merahasiakan bahwa keluarganya sebenarnya telah mati tapi kenyataannya mereka masih hidup.
"Aku tidak marah, Baa-chan. Aku tidak mungkin marah pada Baa-chan yang telah merawatku hingga sekarang ini," ujar Naruto melepaskan pelukannya lalu tersenyum kepada Tsunade yang menangis diam.
"Maka dari itu, jangan bersedih lagi. Aku tidak akan memutuskan ikatan kita, aku hanya memutuskan ikatanku bersama Minato-sama dan Kushina-sama."
Mendengar Naruto memanggil nama ayah dan ibunya entah kenapa dirinya sekarang bersalah karena membuat Kushina dan Minato harus menerima bahwa anaknya memutuskan ikatannya dari mereka.
Merasa urusannya sudah selesai, Naruto membalikkan badannya lalu melirik sesaat Tsunade, "Jaga dia baik-baik, Shizune-nee."
Wush!
Shizune yang mendengar itu mendekati Tsunade yang menundukkan kepalanya lalu membantu Tsunade menuju tempatnya untuk beristirahat karena kelelahan.
Tap!
"Sensei!" Naruto yang baru saja menginjakkan kakinya setelah melompat ke tempat teamnya harus langsung menerima tubrukkan pelan dan pelukan erat dari Whizly.
Asia yang melihat itu bergetar karena dirinyalah yang sebenarnya ingin melakukan hal tersebut, namun karena ada Whizly dirinya membatalkan niatnya.
"Selamat atas kemenangannya, Naruto-sensei," ucap Texas sambil tersenyum, Naruto yang di beri selamat mengelus kepala Texas dengan lembut. "Arigato, Texas-chan," balas Naruto sambil tersenyum membuat pipi Texas merona tipis.
"Sensei... Kenapa..." Naruto yang mendengar Lappland menggantung perkataannya menatap Lappland yang tampak menahan emosinya, "Kenapa! Kenapa kau membiarkannya menuduhmu seperti itu?! Dia menuduhmu tanpa bukti dan dia... Dia berusaha menjatuhkan harga dirimu! Kenapa kau tidak melawannya?!"
Naruto yang mendengar itu menghela nafasnya, lalu mendekati Lappland dan memukul pelan kepala tersebut. "Aku diam karena, aku... Sudah bersumpah untuk menghajarnya nanti di Final Tournament Dragons Champions," jawab Naruto membuat Lappland tersentak.
"Selain itu, aku diam karena aku juga tidak begitu peduli, karena jika dia menjatuhkan harga diriku di sini, masih ada Negara lain yang tidak menganggapmu begitu."
"Sebagai muridmu... Aku tidak bisa menerima dia menuduhmu seperti tadi, mendengarnya... Mendengarnya saja sudah membuatku ingin membunuhnya," ucap Lappland menyampaikan isi hatinya membuat Naruto semakin tersenyum lalu menyentil hidung Lappland dengan pelan.
"Dan sebagai Guru kalian, aku senang karena memiliki murid seperti kalian," ujar Naruto membuat Texas, Whizly tersenyum senang sementara Lappland ikut tersenyum namun mengalihkan pandangannya.
"Ne, Danchou..." Naruto yang kembali di panggil menoleh ke arah Kirin yang menatap khawatir dirinya, "Leviathan tadi... Bukankah dia mengamuk tanpa alasan?"
Naruto yang mendengar itu terdiam begitu juga yang lainnya membuat suasana hening, Naruto melirik ke arah Kurumi yang menghela nafasnya.
"Aku sudah mengeceknya tapi tidak ada orang atau benda yang membuatnya seperti itu," ujar Kurumi membuat Naruto membatu sesaat lalu menatap ke arah lain.
"Saat aku mengaktifkan Doujutsuku... Aku... melihat sesuatu." Semua yang mendengar ucapan Naruto menatap serius Naruto untuk mendengar lanjutan Naruto. "Aku melihat..."
Deg!
"GHH!" geram Naruto sambil menyentuh mata kanannya membuat semua langsung memasang wajah khawatir pada Naruto. "N-Nii-chan kau tidak apa?!" tanya Asia berusaha mengecek apa yang terjadi pada mata kanan Naruto.
"Sun... Moon... Crazy... Mind... Burst..." Kurumi yang mendengar itu begitu juga Ais melebarkan mata mereka. "Naru-kun... Mungkinkah...," gantung Ais.
"Ya... Pengguna jurus langka..."
.
.
"[Mind Burst]."
.
.
Other Place
.
Di suatu tempat dengan laut yang luas, seorang pria berdiri dengan santai lalu tersenyum lebar membuat ekspresinya menjadi mengerikan.
"Apa yang membuatmu kemari? Bahkan memaksaku untuk mengendalikan Leviathan?"
"Maaf, Aku hanya ingin mengecek kemampuan anak itu saja," jawab seorang pria yang muncul dari kegelapan sambil menatap tenang Pria di depannya. "Khahahaha~ sungguh tidak di percaya kau memaksaku untuk melakukan ini hanya untuk anak kecil," tawa Pria yang berdiri di atas air.
"Karena dia memiliki Clock Eyes Jikkan, dan aku membutuhkannya untuk menjadi abadi dan mengacaukan Dunia busuk ini."
Pria yang berdiri di atas air semakin menyeringai lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Pria di belakangnya, "Dan kau ingin aku bergabung denganmu bukan?"
"Jika kau mengerti maka negosiasi kita semakin mudah."
Sang Pria menyeringai lalu menempelkan jempolnya di kening dan jari telunjuknya menunjuk ke atas, "Aku Gold Hyakashi dengan senang menerima undanganmu..."
"Tokisaki Riga."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Marry Christmast Naruto-sensei!"
"A-Aku membuatkanmu ini bu-bukan karena aku peduli padamu ya!"
"Se-Sensei! A-Apakah kau memiliki waktu besok?"
"Hoy-hoy! A-Aku tidak bisa bergerak!"
Selanjutnya, Chapter 51 : Dragons Champions Arc V : Christmast Day!
Note : Yo! Saya 4kagiSetsu kembali Update.
Gomen karena saya mengupdate cerita ini lebih dahulu, karena banyak kegiatan dan hanya ini saja yang paling cepat saya dapatkan idenya jadi saya dahulukan ini, tapi jangan khawatir, Naruto : The Survival sudah di pertengahan pengetikan dan lagi setengah word maka cerita akan siap Up.
Lalu Cerita berikutnya saya akan melanjutkan AoG dan Magical Battle.
Baiklah kita sampingkan hal tersebut lalu membahas Chapter kali ini, di Chapter ini saya mempersingkat latihan Naruto di Hyotogaku dan selama seminggu, Naruto telah menjadi kuat begitu juga murid-muridnya.
Naruto juga meminta bantuan 12 Raja Naga untuk memberikan mereka kekuatan dan seperti yang di atas, Kekuatan mereka sekitar Empat Element kecuali Whizly yang memiliki 3 Element.
Mungkin kalian bertanya, kenapa bukan Konohamaru yang jadi murid Naruto, ahh~ tidak... Aku ingin yang sedikit berbeda.
Murid Naruto akan ada Lima orang dan lagi dua orang akan muncul seiring berjalannya waktu, lalu mengenai Lomba. Gomen sedikit kacau.
Saya bahkan meremake alur lomba hingga berkali-kali tapi susah banget hingga akhirnya saya hanya bisa sampai itu saja.
Lalu Nama Gold Hyakashi adalah OC buatan saya, dengan kekuatannya Mind Burst. Mengenai karakter ini akan muncul mengikuti Alur dan nama Ayah Kurumi telah muncul dengan Nama Tokisaki Riga.
Nama Riga saya terinspirasi dari Anime Kekkai Sensen, sang Dewa yang memberikan Mata Kagami no Gigan pada Leonardo.
Lalu adegan tadi? Sudah aku bilang Lemon masih lama muncul nya, paling saya hanya menunjukkan Kiss dan semi-lime aja.
Baiklah itu saja dari saya, sampai ketemu di Chapter berikutnya, Saya 4kagiSetsu undur diri, Jaa~
4kagiSetsu Out
