0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school DxD © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
TrySail – High Free Spirits
( Fix music first )
( Layar memperlihatkan gambar matahari terbit lalu di ganti dengan gambar Team Naruto yang melihat ke arah matahari terbit di ganti gambar para Servant yang juga melihat matahari terbit juga lalu di ganti oleh Murid Naruto dan terakhir Naruto )
Shizuka ni moeru sekai hajimari wa kokokara
( Layar di ganti dengan gambar Asia yang berada di atas Gedung DSA sambil melihat matahari )
Yozora ga owari wo tsugeru toki
( Lalu Asia tersenyum begitu merasakan sebuah angin berhembus )
Hitosuji no hikari ga mune ni himeta koe ga
( layar di ganti dengan gambar langit yang cerah terlihat Seseorang dengan naga berwarna hijau melintas di langit )
Tokihanatsu yami wo saite
( penunggang naga tersebut melompat dari matanya dan turun dengan cepat ke bawah )
Kareru yori isso chiriisogu sugata
( Layar di ganti dengan Kelompok Kuroyukihime dan Miyuki yang menatap ke arah Kamera dengan ekspresi serius mereka )
Mayoi aruku sube wo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Sasuke yang menatap kamera dengan ekspresi serius mereka )
Sen no nami ni nomareta kokoro ja
( Layar diganti dengan gambar Whizly yang berlari di pesisir pantai bersama Texas dan Lappland hingga sampai di air pantai lalu Whizly berteriak sambil mengangkat tangan kanannya ke atas )
Kimi sae mamorenai
( Layar di ganti gambar Naruto yang mendarat di atas air lalu melesat dengan cepat menyulus kelompoknya yang lebih dahulu melesat dengan api di kakinya )
Hibike tashika na shoudou nariyamanu you ni
( Layar kembali di ganti dengan gambar peserta Kirigakure yang bersaha mengendalikan naga di dalam air dengan tombak di tangan mereka di selingi ledakan-ledakan air karena perlawanan naga yang mereka usaha kendalikan )
Wasurerarenu kizu wo nokoshite
( layar kembali di ganti dengan peserta lain yang tampak kesusahan lalu berganti dengan Kelompok Naruto di mana Kiba merentangkan tangannya ke depan )
Ima mo kasuka na zanzou kienai mama de
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mendarat di air sambil menyeringai kecil ke arah seekor naga berukuran besar )
Sekai ga matteru asu no ubugoe wo
( Layar di ganti dengan gambar Naruto dari belakang yang memutar tombak di tangannya dan seketika Naga di depannya membuka mulutnya dan menyerang Naruto )
Hibike tashika na shoudou kienai mama de
( layar di ganti dengan ledakan air yang sangat dahsyat lalu kembali di ganti dengan kelompok Naruto yang terbang rendah di atas air sambil menatap matahari terbenam )
Sou mirai to kako ga kousa suru hyakunenme no uta
( Layar kembali di ganti dengan gambar Para Wajah Kelompok White Fox dan yang terakhir di ganti dengan Naruto yang menepuk pundaknya sambil menyeringai kecil )
Fix End Music
( Layar di ganti akan judul Naruto : The Dragon Future )
Chapter 52 : Dragons Champions Arc V : Teacher And Student Part 1
.
Pov
"Naruto-nii, bangkitlah jangan menyerah!"
Siapa... Siapa di sana...
Aku yang mendengar itu mengedarkan pandanganku, namun yang aku lihat hanya lah putih secara keseluruhan
"Jangan mati di sini Naruto-nii! Ayo bangkit!"
Aku... Mati...
Aku mencoba menoleh ke bawah untuk melihat tubuhku, namun aku tidak bisa... Kenapa ini... Apa yang terjadi.
Tap!
Aku yang mendengar sebuah suara menoleh ke sumber suara tersebut dan aku melihat seorang perempuan tengah berhadapan dengan seorang pria dengan tubuh mengerikan beserta Jam besar di belakangnya.
Aku yang mengenal sosok perempuan itu ingin memanggilnya namun entah kenapa aku tidak bisa mengeluarkan suaraki, bahkan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.
Mataku melebar ketika perlahan tubuh perempuan yang aku kenal tersebut mulai mengeluarkan darah, darah yang keluar semakin banyak hingga membuat tempat di sekitarku dari putih menjadi merah darah.
Aku mohon... Aku harus menolongnya!
"Tetaplah Hidup, Naruto-nii... Tidak akan aku biarkan kau mati, karena aku... Mencintaimu..."
Swush! Jrash!
.
POV End.
.
DEG!
Naruto yang tertidur langsung tersentak dengan Mata Jikkannya yang langsung aktif dan bersinar terang sesaat, Naruto yang merasakan sesak mengatur nafasnya lalu menyentuh mata kanannya.
'Ta-Tadi itu... Mimpi...,' batin Naruto sambil meneguk ludahnya lalu menoleh sekitarnya di mana dia tertidur di bawah Kotatsu bersama yang lainnya.
Naruto pun bangkit dari posisi berbaringnya lalu melihat ke salah satu tempat di mana terdapat seorang perempuan yang tidur membelakanginya.
'Mimpi macam apa tadi itu... Aku melihat Shiina melawan seorang pria mengerikan hingga akhirnya...' batin Naruto lalu menggelengkan kepalanya, 'Itu hanya mimpi... Itu hanya mimpi bukan... Aku mohon itu hanya mimpi bukan...' batin Naruto kalut.
'Jika benar itu terjadi suatu saat nanti...,' batin Naruto menatap tangannya sendiri lalu mengepalkan tangannya dan menatap jam di mana saat ini masih pukul tiga Pagi.
Dengan perlahan, Naruto pun bangkit dan berjalan keluar tanpa suara menuju sebuah ruang pelatihan seorang diri, Naruto yang mengingat betapa mengerikan pria yang ada di mimpinya menggeram pelan lalu menatap tajam ke depan dan tanpa Naruto sadari, Mata Kirinya berubah menjadi warna merah darah.
'Siapa pria itu... Dan juga apakah itu tadi Clocks Eyes... Kemampuannya hampir sama dengan kemampuan Kurumi-nee... Siapa pria tersebut,' batin Naruto sambil mengeratkan kepalannya.
Tap!
Naruto yang tersadar seketika berhenti karena dari pandangannya, mata Kanannya menunjukkan penglihatan normal sementara Mata kirinya sedikit berbeda, Naruto menyentuh mata kirinya dan melangkahkan kakinya menuju salah satu cermin yang ada di koridor DSA.
Setelah dia berdiri di depan Cermin, Naruto membuka mata kirinya kembali dan sekarang penglihatannya kembali Normal membuat Naruto kebingungan.
'Apa itu tadi... Apakah mata kiriku bermasalah... Tapi aku merasa penglihatanku normal saja.'
Naruto kembali menyentuh mata kirinya dan dirinya sedikit teringat akan kejadian di mana dia menyelamatkan seorang Uchiha yang sekarat, namun orang tersebut menahannya saat akan menolongnya dan saat itu juga mata kirinya mengalami sakit yang luar biasa.
'Apakah karena sakit waktu itu... Dan juga, waktu itu ada hubungannya kebakaran yang dengan Api Amaterasu, apakah karena itu?' batin Naruto bertanya-tanya, 'Jika karena itu aku rasa tidak mungkin.'
'Aku jadi penasaran,' batin Naruto kembali lalu menghembuskan nafasnya secara kasar, "Sudahlah... tidak ada gunanya memikirkan itu, lebih baik sekarang aku mengistirahatkan diriku beberapa jam lagi lalu..."
Perkataan Naruto terhenti ketika melihat seseorang yang mencurigakan di salah satu gedung yang cukup jauh dari tempatnya, walau gelap penglihatan Naruto tetap tajam untuk menyadari sesuatu yang ada di sekitarnya.
'Siapa itu... Petugas? Tidak... Mana ada petugas yang beroperasi di pagi buta,' batin Naruto sambil tetap fokus menatap Orang misterius yang berdiri di salah satu gedung.
Bwush~
Kedua mata Naruto seketika melebar ketika sosok misterius tersebut bergerak dan menciptakan Tombak Api berukuran besar, bahkan terang apinya mencapai tempatnya berada.
'Tombak itu... Itu Tombak yang sama saat waktu itu!' batin Naruto sambil mengepalkan tangan kanannya hingga mengeluarkan jaringan darah yang menyatu dengan lengannya lalu membentuk ujung Tombak.
Twush!
["Jikkan : Elfkin!"]
Blaaar!
Gedung yang di tempati oleh sosok misterius tersebut pun seketika meledak hingga menimbulkan suara yang cukup keras. Naruto yang telah keluar dan melayang di udara menatap intens atap gedung yang terbakar.
'Untungnya aku membalikkan waktu hingga serangan itu kembali padanya... Tapi apakah berhasil?' batin Naruto tidak melepaskan kepalan tangannya sama sekali.
Swush!
Naruto yang merasakan sebuah serangan dari belakang berputar lalu menghentakkan tubuhnya hingga mengeluarkan darah yang membentuk empat ekor yang membentang.
Grep!
Ke empat Ekor Darah Naruto pun melilit masing-masing satu tombak api lalu bergerak menyatu membentuk satu tombak api berukuran sedang.
Twush!
Srush!
Naruto yang melihat sebuah serangan kembali menarik darah miliknya ke lengan miliknya yang terkepal hingga Tombak api yang dia satukan menyatu dengan ujung tombak darah yang dia buat.
Wush! BOOM!
Tak tinggal diam Naruto langsung memukul udara kosong tepat ke arah Serangan yang mengarah padanya hingga serangan mereka berbenturan dan membuat suara ledakan yang keras.
Swush!
Naruto yang terlalu dekat dengan ledakan mendorong dirinya menjauh dengan api di kakinya lalu menyeimbangkan dirinya di udara sambil menatap bekas ledakan akibat adu serangannya.
'Ternyata benar... Itu adalah serangan yang sama seperti waktu itu,' batin Naruto menatap sekitarnya namun dia tidak melihat sosok misterius tersebut, 'Ke mana dia pergi...'
"kalau begitu," lanjut Naruto menghentakkan tangan kirinya di tempat sambil terkepal dan detik berikutnya W.W.S Watch Naruto aktif, ["Shiranami Saza Hankei : Go Kirometoru."]
Twush!
Dari jam Naruto seketika keluar Gelombang Putih yang melebar luas, Naruto yang sudah menembakkan gelombang memejamkan matanya dan berfokus pada pendengarannya.
[Shiranami Saza Hankei] sebuah sistem Radar gelombang riak untuk mengetahui setiap sudut, jarak, kedalaman dan benda apa yang ada setiap terkena riak.
Setiap pantulan riak gelombang memiliki jarak masing-masing, semakin banyak gelombang riak yang ada maka artinya banyak benda yang terdapat di tempat tersebut.
Seperti tetesan air yang terjatuh ke bawah membentuk gelombang yang menyebar luas, gelombang tersebut akan terganggu ketika ada gelombang lainnya.
Tsh! ... Tsh! ... Tsh!
Naruto yang mendengar seluruh suara riak terdengar normal mencoba fokus kembali, jarak radius yang dia dengar baru satu kilometer.
TSH!
Deg!
Naruto yang mendengar suara riak yang berisik dan terjadinya banyak gelombang riak melebarkan matanya.
"Apa yang kau lakukan di sini, Naruto?" Naruto yang melebarkan matanya, sedikit tersentak ketika di depannya terdapat seseorang yang terbang dengan naganya dan menatap aneh dirinya.
"Kakashi-sensei... Sedang apa kau di sini?" tanya Naruto kembali membuat Kakashi Sweatdrop.
"Justru akulah yang pantas bertanya seperti itu. Kenapa kau melayang di sini dan membuat keributan di pagi-pagi buta?" Naruto yang mendengar itu mengingat kembali memang benar hal tadi telah membuat keributan di pagi-pagi buta.
"Tapi aku yakin keributan yang kau buat bukan karena keinginanmu bukan?" tertarik, itulah yang Naruto rasakan saat ini pada pria di depannya ini, bukan dalam artian cinta, namun dalam artian topik masalah mereka.
Naruto yang teringat akan sosok misterius yang dia cari langsung terbang dengan cepat ke posisi yang dia cari, namun tidak ada siapa pun di sana.
"Ada apa Naruto?"
'Cih, dia melarikan diri huh,' batin Naruto mendecih lalu menonaktifkan Jikkannya. Tak berselang lama, muncul petugas pemadam dengan kendaraan khusus di udara untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di salah satu gedung.
Naruto juga menjelaskan kronologi yang terjadi pada Kakashi, mendengar penjelasan Naruto, Kakashi tidak percaya ada orang yang melakukan penyerangan itu pun di pagi buta, dan lagi yang membuatnya tidak percaya kenapa orang seperti Naruto bangun pagi buta begini.
"Naruto, ini Pagi buta, bagaimana bisa kau bangun sepagi ini dan kau bertarung dengan orang misterius?" tanya Kakashi, Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat.
"Maa~ aku mendapat mimpi buruk yang membuatku terbangun, dan saat aku mencoba menenangkan diri aku tak sengaja melihatnya dan dia sepertinya mengetahui keberadaanku dan melakukan serangan," jawab Naruto, "Sementara Kakashi-sensei?"
"Tentu saja aku terbangun karena perbuatanmu."
"Souka, kalau begitu maaf. Jaa~ aku pamit undur diri, aku yakin yang lain juga terbangun karena hal tadi," ujar Naruto lalu menghentakkan kakinya hingga mengeluarkan api.
"Jaa~ sampai bertemu lagi, Sensei."
Wush!
Setelah mengatakan itu, Naruto kembali menuju DSA meninggalkan Kakashi yang mengambil kendali mengawasi para pemadam memadamkan api dan menyiapkan laporan mengenai kronologi ini.
Swush! Tap!
Naruto yang telah sampai dengan memasuki jendela di mana dia pergi tadi harus terkejut ketika Kurumi tengah berdiri di lorong DSA seorang diri.
"Kurumi-nee..."
"Ada apa Naru-kun? Apakah terjadi sesuatu?" tanya Kurumi serius, Naruto melihat ekspresi serius Kurumi mengangguk untuk menjawab pertanyaan Kurumi.
"Untungnya aku terbangun ketika mendengar ledakan pertama dan membuat ruang kedap suara agar yang lainnya tidak terbangun, jika mereka terbangun kau akan di interogasi sampai pagi tahu."
"Ma-Mau bagaimana lagi! Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu ketika nyawaku terancam!" balas Naruto dengan tubuh merinding ketika membayangkan dirinya di tanya secara terus menerus dan itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Jadi, bagaimana?" tanya Kurumi. "Dia berhasil melarikan diri, aku juga tidak tahu siapa dia karena dia berada di posisi minim cahaya," jawab Naruto.
"..." Kurumi yang mendengar itu terdiam, Naruto yang melihat Kurumi terdiam menaikkan sebelah alisnya. "Kurumi-nee, ada apa? Kau melamun?" tanya Naruto sambil mendekati Kurumi.
Grep!
Naruto yang akan mengecek keadaan Kurumi tersentak ketika Kurumi tiba-tiba memeluknya dengan erat, "Ku-Kurumi-nee, kau kenapa?"
"Uhm... Aku hanya bersyukur kau tidak apa-apa," jawab Kurumi sambil menenggelamkan wajahnya di dada Naruto.
Naruto yang mendengar jawaban Kurumi, tersenyum tipis, wanita ini hanya mengkhawatirkan dirinya rupanya. Naruto pun membalas pelukan Kurumi dengan lembut, lalu berbisik ke telinga Kurumi.
"Jangan khawatirkan aku, semuanya baik-baik saja."
Kurumi yang mendengar itu tidak menjawab, dirinya terdiam karena dirinya memikirkan sosok misterius yang menyerang Naruto dan dia tahu siapa orang tersebut.
'Tou-sama... Sekarang apa lagi yang kau rencanakan.'
.
.
Selasa, 26 Desember 2090
09.00 AM
.
.
Pagi yang cerah setelah hari Natal. Para Servant yang menginap di kediaman Naruto telah bangun dari tidur mereka dan langsung pamit pulang untuk membersihkan tubuh mereka dan menjalankan tugas mereka.
Tentunya mereka langsung berpamitan dengan Naruto dengan melakukan kebiasaan mereka. Begitu juga anggota miliknya, mereka telah bangun dan berpamitan karena mereka memiliki kegiatan masing-masing dan Naruto tak mempermasalahkannya.
Dirinya memberi waktu anggotanya untuk melakukan apa pun hingga tahun baru datang, hari ini dan seterusnya dirinya membiarkan anggotanya bersenang-senang.
"Enggh~" Texas yang tertidur di bawah Kotatsu seketika melenguh dan perlahan membuka matanya di sertai telinganya bergerak-gerak, dengan malas dirinya melirik jam.
"Hnn~ masih 9 Pagi ya..."
"..."
"..."
"..."
"JAM 9!" kejut Texas langsung terbangun dan saking buru-burunya, kakinya membentur Kotatsu dan itu membuatnya meringis kesakitan, bahkan Lappland dan Whizly yang tidur di sampingnya langsung terbangun begitu mendengar teriakan Texas.
"A-Ada apa Nee-chan!" tanya Whizly terbangun dari tidurnya dengan wajah masih ngelantur.
"T-Tidak bukan apa-apa, Go-Gomen membangunkan kalian!" jawab Texas meminta maaf lalu bangun dari bawah Kotatsu dan menoleh sekitarnya di mana tidak ada siapapun selain mereka bertiga.
"Whizly-chan, Nee-sama, aku permisi!" ujar Texas langsung berlari meninggalkan Whizly dan Lappland.
"Nee-chan kenapa?" gumam Whizly sambil mengucek matanya. Sementara Lappland yang terbangun menguap sesaat lalu kembali tidur dengan masuk semakin dalam ke bawah Kotatsu.
.
.
Trank! Trink! Trank!
Sementara itu di tempat lain, terdapat Naruto yang saat ini tengah berlatih senjatanya dengan ratusan robot di sekitarnya, tentunya dengan di awasi oleh orang-orang terpilihnya di antaranya Grayfia, Falbium dan Ajuka, serta Fing yang ikut membantu mengawasi latihan Naruto.
Naruto yang saling beradu senjata dengan satu robot langsung melompat tinggi begitu merasakan serangan dari berbagai arah.
Tap! Duak!
Begitu menginjakkan kakinya ke tanah kembali, Naruto menendang salah satu robot dengan keras hingga terpental dan menabrak robot yang lainnya.
Tak sampai di sana Naruto memutar kedua senjata berupa pedang di tangannya lalu melemparnya secara bersamaan hingga menancap di dua robot.
Sret! Twush!
Dari kedua tangan Naruto keluar jaraingan Darah yang langsung melesat ke arah gagang senjata yang menancap di dua robot di depannya dan membalut gagang pedang tersebut seperti lem.
Sret! Wush!
Blam! Blam!
Dengan tenaga yang kuat, Naruto mengayunkan darah miliknya membuat kedua robot tersebut ikut tertarik dan membuat kedua robot tersebut membentur robot-robot lainnya.
"Seperti biasa, Naruto-sama melakukan serangan tanpa pikir panjang," gumam Grayfia menghela nafasnya, dirinya tak terkejut lagi jika Naruto dengan sangat liar melakukan serangan brutal seperti saat ini.
Padahal dia hanya bertarung dengan robot, tapi dia seperti bertarung dengan lawan yang pantas bunuh, ia bahkan tak segan-segan melakukan serangan.
"Jadi... Berapa robot yang telah dia hancurkan?" tanya Falbium kepada Ajuka. "Jika dari awal... Bisa di hitung sekitar dua ratus ribu Robot telah dia hancurkan," jawab Ajuka membuat Fing yang ada di sana terkejut bukan main.
"Du-Dua Ratus Ribu? Se-Sebanyak itukah, Ajuka-san?" tanya Fing kembali. "Ya, itu di mulai dari umurnya 8 Tahun," jawab Ajuka.
"Berapa banyak biaya yang kita keluarkan untuk ini?"
"Sudah bukan sedikit lagi, bisa kau bayangkan kau membuat robot dengan susah payah dengan biaya mahal dan dalam sekejap menjadi rongsokan?" Fing yang mendengar itu tertawa kaku, dirinya bisa membayangkan itu.
"Andai saja Naruto-sama tidak menghancurkannya biaya yang kita keluarkan pasti sedikit," ujar Falbium.
Brak!
Mereka seketika terkejut ketika salah satu robot membentur kaca pengawas mereka, dan karena asik berbicara mereka tak sadar jika seluruh robot yang menjadi musuh latihan Naruto telah di kalahkan semua.
Sring! Grep!
Dengan sekali ayunan tangan, Dua pedang yang menancap di dua robot yang sudah tak berbentuk seketika terlepas dan kembali ke tangannya.
"Huft~ keluarkan lagi!"
"Sudah Cukup Naruto-sama! Berapa banyak biaya lagi yang ingin kau buat kami keluarkan!"
.
.
.
Tsh!
"Permisi! Naruto-sensei!" ujar Texas memasuki kamar Naruto, namun tak ada siapa pun di kamar tersebut, 'Tidak ada, Naruto-sensei ke mana?' batin Texas.
'Ah, benar juga. Naruto-sensei katanya memiliki urusan, tapi apa?' batin Texas sambil melihat-lihat Kamar Naruto, 'Jika di lihat-lihat kamar Naruto-sensei lumayan luas juga, bahkan banyak peralatan canggih di sini.'
Texas yang penasaran dengan alat-alat Naruto melihat-lihat alat-alat tersebut tanpa menyentuhnya walau dirinya ingin. Tapi diri tidak berani karena bisa saja benda itu aktif tanpa sengaja, setelah melihat-lihat alat Naruto, Texas mengalihkan pandangannya ke kumpulan lemari buku dengan berbagai buku tersusun di lemari tersebut
'Banyaknya, apa Naruto-sensei membaca semua ini?' batin Naruto melihat-lihat seluruh buku tersebut dan di setiap halaman buku-buku tersebut terselip catatan kecil, 'Ternyata benar... Kau luar biasa Sensei, bisa membaca buku sebanyak ini.'
Texas yang melihat salah satu buku yang cukup tebal mengambil buku tersebut dan membaca judul buku di tangannya, "Naga-Naga yang ada di seluruh Dunia," gumam Texas.
Karena tertarik, Texas mendudukkan dirinya di salah satu Kursi di kamar Naruto dan membaca buku tersebut, dirinya juga menemukan beberapa coretan serta catatan kecil di setiap lembar buku tersebut dan dirinya yakin ini adalah perbuatan Naruto.
Walau begitu, setiap catatan kecil tersebut sangat berguna untuknya jika dirinya masih belum paham dan mengerti tentang profil-profil serta sejarah Naga yang tertulis di buku.
Tsh!
Texas yang mendengar suara pintu terbuka, bangkit dari duduknya dan di depan pintu terlihat Naruto dalam keadaan kotor, "Oh, Texas-chan. Sedang apa kau di sini?" tanya Naruto.
"A-Ah! Ma-Maafkan aku Naruto-sensei, aku tadi mencariku tapi kau tidak ada, dan juga aku tidak melihat yang lainnya... D-Dan s-secara tak sengaja aku tertarik dengan buku-buku Sensei jadi..."
"Ah, Souka. Asia-chan, dan Shiina-chan pergi untuk bertemu Tsunade-baa-chan, sementara Kurumi-nee pergi karena urusan pribadi begitu juga Aiz-nee. Sementara Kirin dan Tohka pergi ke Koshigaya, katanya mereka ingin bertemu seseorang, jadi tinggal kita saja di sini," jawab Naruto menjelaskan situasi kenapa tempat mereka sepi.
"Jadi bagaimana? Apa kau tertarik dengan buku yang kau baca?" tanya Naruto penasaran dengan reaksi Texas ketika membaca bukunya. "Sungguh luar biasa Sensei, kau bahkan mencatat dengan detailnya. Apa dulu Sensei sangat tertarik dengan Naga?" jawab Texas antusias.
"Ya, begitulah. Itu dulu, aku dulu tidak memiliki Partner naga padahal aku sudah mencari tahu dan di ajarkan cara menjinakkannya, tapi tetap saja tidak bisa. Jadi aku lebih memilih mempelajari mereka dan mencari kelemahan serta keunggulan mereka lebih banyak lagi."
"Kau ingin melihat-lihat yang lainnya? Aku ada buku tentang sejarah-sejarah di tahun-tahun sebelumnya dan yang lainnya, aku tidak keberatan meminjamkannya padamu?" tanya Naruto namun Texas menggeleng pelan kepalanya.
"Untuk kali ini, aku hanya akan meminjam ini Sensei," jawab Texas, "Tapi aku akan mengambilnya nanti."
"Nanti?" beo Naruto
"Se-Sensei, bukankah kau sudah janji?" Naruto yang mendengar itu mengerjapkan matanya beberapa kali hingga teringat bahwa dia sudah berjanji untuk menemani Texas jalan-jalan.
"Ah, Gomen. Aku baru ingat," ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya, "Kalau begitu aku bersiap dulu, sebaiknya kau juga bersiap."
"Ha'i, kalau begitu aku permisi dulu, Sensei!" ujar Texas lalu berlari menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Melihat Texas yang sangat senang Naruto tersenyum tipis lalu bersiap untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.
.
.
Naruto yang sudah selesai membersihkan tubuhnya saat ini menunggu di depan kamarnya dengan kaos putih di sertai jaket hitam tebal, Syal merah pemberian Hinata di lehernya, dengan celana panjang berwarna hitam beserta sepatu hitam tebal.
Tsh!
"Gomen membuatmu menunggu Sensei!"
Naruto yang mendengar suara Texas menoleh dan terlihatlah Texas dengan kaos berwarna hitam dengan Jaket putihnya, celana putih sepaha dengan Stoking hitam, serta sepatu kets hitam.
Naruto yang melihat penampilan Texas melamun, pasalnya hari ini sangat dingin apa lagi ada salju di luar, dan muridnya ini berpakaian seperti itu. Apakah tidak kedinginan?
"Kau... Apa kau serius berpakaian seperti itu? Hari ini sangat dingin loh?" tanya Naruto, namun Texas menatapnya kebingungan.
"Sensei, apa kau lupa jika kami tinggal di Hyotogaku di mana tempat tersebut selalu ada salju?" pertanyaan Texas sukses membuat Naruto terdiam karena dia lupa bahwa mereka berasal dari Hyotogaku, tentu saja dingin seperti ini bukan masalah bagi mereka.
"Hah~ Gomen, entah kenapa hari aku selalu melupakan sesuatu, pikiranku entah pergi ke mana."
Texas menggelengkan kepalanya ketika Naruto meminta maaf karena hal sepele, baginya hal itu tidak masalah jika Naruto melupakan bahwa mereka dari Hyotogaku.
"Jadi, Kita akan mulai dari mana Sensei?" tanya Texas, Naruto yang mendengar itu berjalan lebih dahulu dan di ikuti Texas di sampingnya.
"Untuk saat ini, kita akan berkeliling di sekitar Taito, Bunkyo, Toshima, Shinjuku, Shibuya dan Shinagawa. Ada tempat-tempat yang bagus di daerah yang aku sebutkan dan aku ingin kau melihatnya," jawab Naruto sambil menyebutkan nama-nama tempat yang akan mereka kelilingi.
"Enam tempat ya?" tanya Texas, Naruto pun mengeluarkan Map hologram miliknya dan menunjukkan tempat-tempat yang dia sebutkan, "U-Uwaa... Bu-Bukannya ini terlalu lebar Sensei? Apakah kita akan berjalan kaki untuk mencapai semua tempat ini?"
"Tidak, untuk sementara kita akan ke Taito dengan kereta lalu berjalan kaki, sisanya kita akan menggunakan kendaraanku." Texas yang mendengar itu mengerjapkan matanya sambil berpikir.
"Apakah Pesawat lagi?"
Naruto yang mendengar itu menggelengkan kepalanya, "Kita akan menggunakan kendaraan khusus di darat. Ah, ngomong-ngomong kau ingin mengendarai kendaraan seperti apa? Motor atau Mobil?"
"Heh! Kau bisa mengendarai mobil Sensei?!" kejut Texas. "Tentu saja, karena aku tidak memiliki partner Naga dulu aku melatih diriku untuk menguasai kendaraan, jika tidak aku pasti jalan kaki hingga sekarang, dan aku tidak mau kakiku patah," balas Naruto dengan sedikit candaan.
"Jadi kau memilih yang mana?"
Texas pun menimbang-nimbang kendaraan apa yang akan mereka tumpangi, dirinya belum terbiasa dengan kendaraan mobil karena dia mudah mabuk kendaraan, jadi tidak ada pilihan lain selain menaiki motor. Tapi jika begitu itu artinya...
Blush!
Wajah Texas seketika merona dan langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat membuat Naruto yang di sampingnya kebingungan.
"Ki-Kita lihat saja nanti, Sensei. A-Aku masih bingung," jawab Texas tergagap. Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk dan mereka pun terus berjalan menuju Taito.
.
.
Taito
11.30 AM
.
Taito, atau bisa di sebut dengan Metropolitannya Tokyo. Sebuah Kota yang luas dengan wisatanya yang sangat indah dan terkenal di antaranya Tokyo Skytree, Sensoji, Kuil Meiji, Shinjuku Gyoen, Ueno Park, Yoyogi Park, Rainbow Bridge, Museum National Tokyo, dan lain-lainnya.
Naruto dan Texas yang pergi ke Taito pun memutuskan untuk menaiki kereta dan turun di Okachimachi, setelah sampai mereka pun memulai jalan-jalan mereka di Kota Taito.
Texas yang sampai di Taito menatap kagum gedung-gedung di sekitarnya serta beberapa bangunan yang kelihatan kuno namun tetap kokoh dan terjaga. Naruto yang melihat Texas sangat antusias tersenyum sambil menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa dingin di tubuhnya.
"Texas-chan, karena kita sudah sampai bagaimana kalau kita ke salah satu Kuil di sini?" ajak Naruto. "A-Aku kan hanya mengikutimu Sensei, jadi tidak perlu seperti itu!" ujar Texas sambil mengembungkan pipinya.
Tersenyum tipis, Naruto mengelus kepala Texas yang tertutup tudung jaketnya, "Aku melakukan itu karena siapa tahu kau ingin berkunjung di tempat lain terlebih dahulu, tapi kita harus ke Kuil untuk berdoa dulu, Ayo."
Texas yang di elus kepalanya hanya diam lalu mengikuti Naruto menuju Kuil di Taito yaitu Sensoji.
Sensoji adalah Kuil yang di bangun pada tahun 645, dia adalah Kuil tertua di Tokyo. Kuil Sensoji di gunakan untuk berdoa kepada Dewi Kannon, Dewi pengampunan.
Tap! Tap!
Naruto yang sudah sampai di depan Kuil Sensoji berhenti sesaat ketika ramainya masyarakat berkunjung ke Kuil tertua di Tokyo ini, menghembuskan nafasnya Naruto melirik Texas yang menatap antusias Kuil-kuil di Sensoji.
"Ayo, Texas-chan, Mari kita berdoa sebelum melakukan perjalanan," ajak Naruto sambil menggenggam tangan Texas membuat Texas sedikit terkejut dengan tindakan Naruto.
"Ch-Chotto Matte, Sensei! A-Aku bisa jalan sendiri!"
"Jangan seperti itu, lagi pula ini pertama kalinya kau kemari bukan, jika kau tersesat akan merepotkan," balas Naruto tetap menarik Texas namun kali ini dia menyamakan langkahnya dengan Texas.
"Tapi..."
"Sudahlah aku tidak menerima penolakan," potong Naruto membuat Texas hanya bisa menurut dan mengikuti Naruto.
"E-Eh! Bu-Bukankah itu Uzumaki Naruto!"
"Ka-Kau benar! Itu dia!"
"Uzumaki-sama!"
Naruto yang di sapa masyarakat hanya tersenyum dan membalas sapaan mereka dengan melambaikan tangannya pelan. Tidak seperti jaman dulu di mana jika ada orang terkenal masyarakat akan berbondong-bondong untuk berfoto atau pun menyentuhnya sedikit saja.
Tapi tidak di tahun ini, ada sebuah hukum yang melarang hal tersebut karena mengganggu privasi orang, jika memang ingin mereka harus memintanya satu persatu dengan sopan jika orang tersebut tidak keberatan.
Beberapa Masyarakat mendekati Naruto dan meminta tanda tangan Naruto serta meminta untuk berfoto, tentu Naruto menerimanya dengan tulus.
Sementara Texas yang melihat gurunya sangat terkenal hanya tersenyum tipis, dirinya sendiri tidak menyangka bahwa orang yang akan menjadi gurunya adalah Uzumaki Naruto.
Dari sudut pandangnya, Naruto sudah sangat terkenal di seluruh Dunia bahkan tempatnya, dia sering mendengar bahwa Naruto terkenal karena kepintaran dan ahli dalam senjata dan itupun diakui oleh Dunia.
Jadi dirinya tidak terkejut lagi ketika banyak masyarakat yang mengagumi Naruto. Texas yang sedikit melamun tersadar ketika Naruto kembali mendekatinya, beberapa masyarakat tadi juga sudah pergi menuju kegiatan mereka masing-masing.
"Gomen, Texas-chan, membuatmu harus menunggu." Texas menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Tidak apa, Sensei. Sudah sewajarnya kau melakukan itu agar tidak membuat masyarakat memandangmu buruk bukan?"
Naruto tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Texas, dirinya bisa melihat Texas memiliki sebuah sudut pandang yang sangat teliti kepada seseorang, dan itu adalah hal yang dia suka dari Texas karena itu adalah Talentanya.
"Ayo, sebelum waktunya mencapai malam aku harus menepati janjiku untuk menemanimu bukan?" ajak Naruto sambil menggenggam tangan Texas kembali dan mengajaknya menuju ke dalam Kuil Sensoji.
Setelah sampai di dalam Kuil, Naruto dan Texas pun memanjatkan Doa masing-masing pada Dewi Kannon, karena beliau adalah Dewi pengampunan, mereka berharap apa pun kesalahan mereka di maafkan oleh yang kuasa.
Beberapa menit berlalu, mereka pun keluar dari Kuil, dan tentu saja pemandangan begitu keluar dari Kuil yang pertama terlihat adalah salah satu tempat Wisata yang sangat terkenal di Konoha.
[Skytree Tower.]
Sebuah menara tinggi di Konoha untuk melihat Kota dengan ketinggian tertentu, Menara Skytree tidak di kelilingi oleh gedung-gedung tinggi melainkan taman yang sangat luas, hal itu di karenakan pemerintah ingin masyarakat agar bisa melihat keindahan kota bukannya badan gedung yang isinya hanyalah kaca.
Naruto yang sudah menentukan tempat selanjutnya pun menarik Texas menuju Skytree Tower, "Kali ini, kita akan menuju menara itu, setelah sampai puncak kau pasti akan kagum."
Texas hanya menurut dan mengikuti Naruto, setelah mencapai Skytree Naruto pun membayar Karcis masuk seharga 2060 Yen untuk mereka berdua dengan totalnya 4120 Yen.
Texas cukup terkejut ketika mengetahui harga karcis masuk Skytree Tower dan dia kembali merasa tidak enak karena gurunya lah yang harus membayarnya.
"Sudahlah jangan di pikirkan, lagi pula ini pertama kalinya kau kemari bukan? Jadi menurutku tidak masalah mengeluarkan uang untuk muridku, lagi pula 2060 Yen itu sedikit untukku ketika perhari bisa mendapat 145.709 Yen atau lebih di DSA," ujar Naruto ketika melihat raut wajah Texas yang tidak enak.
"Gomen me Sensei, merepotkanmu kembali," ucap Texas meminta maaf, Naruto hanya mengangguk pelan lalu mengajak Texas untuk memasuki Skytree Tower.
"Di sekitar sini terdapat Akuarium Sumida dan Tokyo Solamochi, apakah kau ingin berkunjung di salah satu tempat itu?" tanya Naruto membuat Texas mengerjapkan matanya.
"Tokyo... Solamochi?"
"Ah, benar juga kau belum mengetahuinya ya, kalau begitu izinkan aku untuk menjelaskannya," balas Naruto lalu berdehem sesaat.
"Tokyo Solamochi adalah Toko-toko atau Restaurant yang ada di sekitar Skytree Tower ini, jumlah mereka dulu sekitar 300 bangunan namun saat ini sudah menjadi 1600 Bangunan."
"Lalu, Akuarium Sumida, tepatnya di bawah Skytree ini. Awalnya dulu Tokyo Solamochi dan Akuarium Sumida di gabung di bawah Skytree Tower, begitulah yang aku baca dulu, tapi karena untuk keamanan, Tokyo Solamochi di pindahkan ke atas sementara Akuarium Sumida di biarkan di bawah namun dengan lebar Akuarium yang di tambah."
"Biaya masuknya cukup persis dengan naik ke puncak Skytree, 2000 Yen. Apa kau ingin ke sana?" Texas langsung menggelengkan kepalanya, dirinya tidak mau gurunya mengeluarkan uang kembali untuk dirinya.
"Ti-Tidak, u-untuk kali ini cukup ini saja, se-selain itu kita juga akan pergi ke tempat lain bukan?" balas Texas memberikan alasan.
"Souka, Kalau begitu ayo kita naik sekarang, kita akan melihat Kota dari ketinggian 500 meter," ajak Naruto sambil memasuki Lift bersama Texas lalu menuju puncak Skytree Tower.
.
"UWAAAAH! SUGOIII!" teriak Texas ketika sampai di puncak Skytree Tower, mereka bisa melihat Kota Konoha yang maju serta beberapa penunggang Naga terbang melewati gedung-gedung, mereka juga melihat Masyarakat yang berlalu lalang bersama naga mereka.
Melihat Texas yang sangat senang membuat Naruto tersenyum tipis dan ikut melihat-lihat Kota Konoha dari Skytree Tower.
"Uwah! Lihat itu Naruto-kun!"
"Kau benar! Naruto-kun datang ke Skytree!"
"Kyaaa! Naruto-kun! Jadilah kekasihku!"
Tubuh Naruto seketika merinding begitu mendengar teriakan yang terakhir, 'Jangan bercanda, Calon Istriku saat ini sudah banyak dan aku tidak ada niat untuk menambahnya lagi!'
"Sensei!" Naruto yang di panggil menoleh dan dia melihat Texas berlari pelan ke arahnya, "Tempat ini Luar biasa sekali Sensei! Ayo kau juga harus melihatnya!" ajak Texas menarik tangan Naruto.
"Apakah itu pacarnya?"
"Manisnya, coba saja dia itu pacarku."
"Bukankah dia itu Half-Wolf?"
"Uwoh! Kau benar! Mereka ras yang sangat langka! Aku tidak menyangka Naruto-sama ternyata punya pacar Half-Wolf!"
Naruto yang mendengar bisik-bisikan tersebut hanya diam namun tidak dengan alisnya yang berkedut karena kesal, 'Pacar? Texas-chan? Jangan bercanda! Dia sudah memanggilku Sensei tadi dan bukannya kalian bisa mendengarnya!'
Sementara Texas wajahnya sudah memerah sempurna karena di bilang kekasih gurunya, 'Baka! Tenangkan dirimu! Hubungan kalian tidak seperti itu! Hubungan kalian adalah guru dan murid, bukan kekasih!'.
.
Tap! Tap!
Satu jam berlalu, Naruto dan Texas pun keluar dari Skytree dengan ekspresi puas. "Bagaimana Texas-chan?" tanya Naruto sambil melirik Texas yang menatap senang beberapa foto di tangannya.
"Ha'i! Ini sungguh luar biasa Sensei!"
Naruto yang melihat Texas sangat senang tersenyum, untungnya ada Fotografer di sana jadi mereka bisa mengambil beberapa foto bersama.
"Kalau begitu, kita ke tempat selanjutnya, yaitu Ueno Park, Ayo Texas-chan," ajak Naruto dan di ikuti Texas di sampingnya.
"Sensei, bukannya di musim salju seperti ini taman terlihat biasa saja?" tanya Texas namun Naruto terkekeh ketika mendengar itu. "Maa~ itu untuk Taman biasa, tapi Taman Ueno ini sangatlah Special di antara yang lainnya," jawab Naruto membuat Texas mengerjapkan matanya.
"Ueno Park di kenal dengan Empat Musimnya, Ueno Summer, Ueno Spring, Ueno Autumn, dan Ueno Winter. Mungkin kau berpikir itu adalah hal wajar tapi yang membuatnya Special adalah pepohonan ya dan acara yang biasanya di lakukan di Ueno Park ini," jelas Naruto.
"Jaa~ Aku akan menjelaskan dari Ueno Summer, terjadi pada tanggal 17 Juli, tepat di Kolam Shinobazu di selatan taman ini, ada Festival Musim panas dengan Nama Ueno Summer Matsuri. Di sana pada pukul 19.00 Malam, kita bisa melihat ratusan lentera mengambang di kolam. Acara Festival ini di mulai dari tanggal 17 Juli hingga 24 Juli, jika ada waktu aku akan mengajakmu dan yang lainnya untuk melihatnya."
"Baiklah, kita lanjut ke Ueno Spring! Inilah yang membuat Ueno Park terkenal!" ujar Naruto sambil mengacungkan jarinya, "Ueno Spring atau Ueno Spring Sakura adalah Hari di mana Taman ini bermekaran bunga Sakura yang sangat indah, bahkan karena itu tempat ini terkenal dengan acara Festival Hamami."
"Hanami?" beo Texas. "Festival Hanami, sebuah Festival di mana kita bersama keluarga, kerabat, teman, pacar atau pun yang lainnya, akan menikmati makan bersama di bawah pohon Sakura," jawab Naruto menjelaskan tentang Festival Hanami.
"Kalau tidak salah dulu terdapat sepuluh ribu pohon biasa dan seribu dua ratus pohon Sakura di tempat ini, namun sekarang pohon Sakura di perbanyak hingga menjadi dua ribu empat ratus pohon Sakura dan Delapan ribu berbagai pohon lainnya," lanjut Naruto sambil mengelus dagunya sambil mengingat-ngingat.
"Kalau Autumn?" tanya Texas antusias untuk mendengar penjelasan Naruto. Melihat gurunya seperti ini, dia merasa Naruto seperti pembimbing wisata dan itu sangat lucu untuknya ketika membayangkan Naruto berpakaian ala pemandu wisata.
"...? Kau kenapa? Apakah ada yang lucu?" tanya Naruto ketika melihat bibir Texas yang bergetar seperti menahan sesuatu. "Ti-Tidak... L-Lanjutkan saja, Se-Sensei," jawab Texas sambil menahan tawanya agar tidak menjadi dosa karena menertawakan gurunya.
Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat lalu mengangkat bahunya tidak peduli, "Jika Autumn yang Special hanyalah di pohon-pohon yang lainnya kecuali Pohon Sakura, itu karena daun-daun mereka akan berubah warna menjadi kekuningan dan itu membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bahkan Ueno Autumn bisa di bilang musim ke duanya Ueno Spring karena hampir mirip namun daunnya saja yang berbeda."
"Berikutnya yang terakhir!" ujar Naruto mengacungkan kembali jarinya, "Ueno Winter!"
"Ueno Winter terkenal karena lentera serta Bunga-bunga musim dingin yang bermekaran, kata orang-orang, kita akan merasa tersihir di tempat menakjubkan loh."
Texas yang mendengar itu tersenyum, "Aku jadi tidak sabar."
Texas yang melihat Naruto tiba-tiba berhenti, membuatnya ikut berhenti dan melihat Naruto yang menatap diam ke bawah, karena penasaran dia pun juga menoleh ke arah apa yang di lihat Naruto.
Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat serigala putih kehijauan tengah meringkuk di dalam kardus sendirian dengan beberapa luka di tubuhnya.
"Itu... Anak serigala? Kenapa bisa di sini?" tanya Texas entah kepada siapa. Naruto yang melihat serigala tersebut menderita mendekatinya, seolah merasakan ancaman Serigala tersebut semakin masuk ke dalam dan menggeram ke arah Naruto.
"Daijoubu, aku tidak akan melukaimu seperti mereka yang melukaimu, aku akan memberikanmu tempat baru dan memberikamu kehangatan dari pada mati kedinginan dengan luka seperti ini," ujar Naruto walau dirinya tahu bahwa Serigala kecil tersebut tidak akan mengerti bahasanya.
Naruto pun mendekatkan tangannya ke arah serigala kecil tersebut dan seperti yang dia duga, Serigala tersebut menggigitnya membuat Naruto menggeram pelan menahan rasa sakit gigitan Serigala tersebut.
"Naruto-sensei!" panik Texas namun Naruto menahannya untuk tenang. "Jangan berisik, kau akan membuatnya semakin ketakutan dan waspada," ucap Naruto dengan nada pelan lalu mencoba mengarahkan tangannya lagi satu untuk mengelusnya.
Karena serigala tersebut masih menggigitnya, Naruto mendapat ruang untuk mengelus Serigala tersebut dengan lembut. Merasakan perlakuan lembut Naruto, Serigala tersebut menatap Naruto begitu juga sebaliknya.
"Lepaskan kekesalanmu, tidak perlu di tahan, biarkan aku yang menerimanya, jika kau masih kesal kau boleh menggigitku atau merobek kulitku sekalipun, asal kau tenang itu sudah cukup untukku," ucap Naruto dengan nada lembut.
Serigala tersebut terdiam begitu Naruto menatapnya dengan tatapan lembut walau dia sudah menggigit tangannya hingga mengeluarkan darah, bahkan dia memperlakukannya dengan manusiawi.
Melepaskan gigitannya, Serigala kecil tersebut menjilati tangan Naruto yang mengeluarkan darah seolah ingin meminta maaf dan menyembuhkan luka yang dia buat.
Texas yang melihat itu terkejut karena Serigala tersebut dengan cepat merubah sikapnya, Naruto yang dijilati tangannya terkekeh kecil lalu membawa Serigala kecil tersebut ke pelukannya.
"Kau pasti kedinginan bukan? Serigala seusiaku masih belum cocok untuk di tempat seperti ini," ucap Naruto pada Serigala kecil di pelukannya.
Texas yang penasaran siapa yang menelantarkan Serigala kecil tersebut mencoba mencari sesuatu, biasanya hewan-hewan yang di telantarkan pasti memiliki alasannya jika tidak ada maka orang yang membuangnya adalah manusia yang tidak memiliki perikemanusiaan.
"Ah, Sensei! Ada secarik kertas di kardusnya," ujar Texas sambil menunjukkan kertas yang dia dapat lalu membacanya bersama Naruto.
"Bagi siapapun yang menemukan serigala ini, Aku benar-benar minta maaf karena aku harus membuangnya. Alasan kenapa aku membuangnya karena saya sudah tidak bisa memeliharanya lagi... Sudah cukup... Sudah cukup saya kehilangan orang-orang yang saya cintai karenanya... Tapi dia terlalu kecil untuk menerima hukuman mati... Maka dari itu, saya lebih memilihi untuk membuangnya karena saya yakin... Pasti ada yang bisa memeliharanya lebih baik dari saya. Saya kembali meminta maaf karena harus melakukan ini."
"Begitulah... Isinya, Sensei...," gantung Texas ketika melihat Naruto yang terdiam, "Aku bingung bagaimana Serigala Kecil seperti ini bisa merebut nyawa orang?" tanya Texas sambil membaca kertas di tangannya kembali.
"Bukan dia, tapi keluarganya," jawab Naruto membuat Texas mengerjapkan matanya pelan. "Maksud Sensei... Keluarga Serigala ini?" tanya Texas lagi.
"Begitulah, Aku memiliki Dua Spekulasi. Pertama, Orang ini memelihara satu keluarga, namun orang yang dia cintai tidak menyukainya membuatnya berniat membunuh keluarga Serigala ini tapi yang dia dapat adalah kematiannya sendiri. Lalu kedua, Orang yang dia cintai membunuh salah satu keluarga Serigala hingga membuat mereka terancam dan tidak memiliki pilihan lain selain melawan, namun pada akhirnya mereka sama-sama mati dan menyisakan Serigala ini," jawab Naruto menjelaskan dua Spekulasi miliknya.
"Jika di pikirkan, menurutku Spekulasi kedua adalah yang cocok," lanjut Naruto lalu berdiri dari bersimpuhnya.
"Jadi, Apa yang akan kau lakukan padanya Sensei?" tanya Texas ikut berdiri. "Maa~ karena dia kecil dan lucu, jadi sebaiknya aku memeliharanya, lagi pula jika dia di pelihara oleh orang yang tidak-tidak, aku sebagai orang pertama yang menemukannya merasa bersalah karena tidak menyelamatkannya," jawab Naruto sambil memeluk Serigala kecil di tangannya dan Serigala kecil itu tampak nyaman dengan pelukan Naruto.
"Jika begitu berarti kau harus ke tempat kantor hewan liar untuk membuat data kau memeliharanya."
"Maa~ kau benar, selain itu aku juga penasaran dengan jenis Serigala ini. Pasalnya dia cukup berbeda dengan Serigala lainnya," timpal Naruto.
"Kau..." Naruto yang mendengar suara seseorang menoleh dan seketika raut wajah Naruto berubah tidak suka, seorang pemuda berdiri di depannya dengan sekelompok orang di belakangnya
"Cih, Padahal aku berharap tidak pernah melihat wajahmu, tapi sepertinya harapanku tidak akan pernah terwujud," gerutu Naruto, "Apa maumu, Diodora?"
.
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
.
"Apa maumu, Diodora?" tanya Naruto sambil berdiri di depan Texas, sementara Texas hanya diam mendengarkan. Dari gerak-gerik Naruto dia bisa menyimpulkan bahwa orang di depan Naruto bukanlah orang baik.
"Aku tidak memiliki urusan denganmu Lemah! Kami hanya numpang lewat dan kebetulan saja aku bertemu denganmu!"
"Lemah huh?" tanya Naruto menyeringai kecil, "Kira-kira siapa ya, yang wajahnya harus hancur dalam kurang waktu satu menit?" tanya Naruto kembali sambil mengangkat tangan kirinya lalu mengepalkan ya dengan kuat hingga terdengar suara yang membuat beberapa orang di belakang Diodora meneguk ludah mereka.
"Kheh! Kau beruntung hanya karena alatmu! Sebenarnya kau itu tidak memiliki kekuatan, kau hanyalah orang lemah yang meminjam kekuatan orang!" balas Diodora, "Aku juga berani jamin bahwa kekuatanmu yang kau bangkitkan itu juga bohong, kau hanya ingin pamer bukan dasar orang lemah?!"
Texas yang mendengar itu memanas, dirinya ingin sekali merobek mulutnya dengan Saber Swords miliknya. Merendahkan gurunya sama dengan mencari kematian baginya, meminjam kekuatan orang? Dirinya memang tidak bisa menyangkal karena saat menonton pertandingan Naruto dia sudah menceritakannya, tapi membangkitkan kekuatannya di katakan bohong, dirinya sangat tidak terima.
Apakah pencapaian Gurunya tidak bisa di terima? Yang benar saja, orang lemah apakah harus selalu menjadi lemah? Jika memang harus dirinya akan mencari orang yang berkata demikian dan membuatnya merasakan bagaimana menjadi lemah untuk selamanya.
Menghembuskan nafasnya, Naruto mencoba bersabar untuk tidak meladeni Diodora, "Ayo, Texas-chan, kita pergi," ajak Naruto meninggalkan Diodora.
"Berhenti kau Uzumaki Naruto!" namun Naruto tidak menghentikan langkahnya membuat Diodora menggeram marah lalu melesat ke arah Naruto.
Sret! Duak!
Naruto yang merasakan serangan di belakangnya langsung memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan kepada wajah Diodora hingga membuat Diodora terpental kembali.
"Diodora-sama!"
Texas yang melihat kejadian tadi menggeram marah, bukan hanya berniat melukai gurunya tapi dia juga melakukannya dari belakang saat lengah, dirinya tidak bisa menerima jika gurunya harus di serang dari belakang saat lengah.
"Bisakah kau berhenti, Aku sedang tidak ingin melukai siapa pun saat ini," pinta Naruto dengan nada tenang.
"Diodora-sama, kami mohon hentikan! Yang anda lawan bukanlah orang sembarangan?!" peringat salah satu anak buah Diodora namun Diodora mencekik orang tersebut tanda dirinya tidak terima.
"Berisik! Kalian semua pengecut! Kalian bahkan tidak berani melawan orang sepertinya?!"
Duak!
Kembali Diodora harus terpental ketika dengan sangat cepat Naruto sudah di depannya dan menendang lehernya dengan sangat kuat.
"Cough! Cough!" batuk anggota Diodora yang sempat di cekik lalu menoleh siapa yang menyelamatkannya, "U-Uzumaki-sama."
"Kau tidak apa?" orang tersebut mengangguk kaku lalu berdiri kembali di bantu teman-temannya.
"Aku bingung bagaimana bisa kalian berteman dengan orang sepertinya," gumam Naruto dapat di dengar oleh mereka.
"Maaf atas tingkahnya, kami juga tidak begitu mengerti kenapa dia begitu membenci anda Uzumaki-sama, padahal dia bersikap sopan biasanya tapi saat bersama anda..."
"Aku tahu, kami memiliki hubungan buruk saat pertandingan itu," balas Naruto sambil mengingat bagaimana mereka sangat tidak akrab.
Srush! Trank!
Naruto yang melamun tersadar ketika secara tiba-tiba Texas berdiri di depannya dan menangkis 3 Buah rantai berwarna ungu dengan Saber Swordsnya.
"Kau tidak apa, Sensei?" Naruto yang mendengar itu mengangguk, lalu memandang ke arah Diodora yang menatap geram dirinya dengan 3 Salib di belakangnya.
"Apa itu, Senjatanya kah?" gumam Naruto menatap bingung 3 Salib di belakang Diodora.
"Cih! Ternyata benar kau hanyalah orang lemah Uzumaki Naruto! Bahkan kau harus di lindungi oleh muridmu dan itu pun seorang perempuan, kau memang sampah!" teriak Diodora.
Deg!
Saat itu juga Texas merasakan pikirannya sudah kosong, dia sudah tidak tahan lagi.
Dia tidak tahan... Tidak bisa lagi...
Dirinya benar-benar tidak terima.
Sret! Wush!
Diodora yang melihat Texas berlari ke arahnya mengangkat kedua tangannya dan dari 3 Salib di belakangnya muncul puluhan rantai berduri dengan ujungnya berbentuk sebuah tombak, Diodora pun mengayunkan tangannya ke arah Texas membuat puluhan rantai tersebut mengarah pada Texas.
Trank! Trank! Trank!
Dengan gerakan lincah, Texas menangkis serangan Diodora dengan Saber Swords miliknya dan sampai di jarak tertentu, Texas menghentikan larinya dengan menghentakkan kaki kirinya dengan keras.
Brgh! PYAAARSH!
Tanah di bawah Diodora pun retak dan mengeluarkan sebuah Kristal Es yang langsung menusuk Bahu kanan Diodora membuatnya terkejut dan memuntahkan darah.
Duak! Brak!
Tak sampai di sana, Texas melompat setinggi mungkin lalu menendang kepala Diodora dengan keras hingga membuatnya terlepas dari tusukan Kristal Es di bawahnya dan langsung menginjak lengan Diodora lagi satu hingga terdengar suara yang sangat keras.
"ARGGH!" tak membiarkan Diodora berteriak, Texas menjambak rambut Diodora dan mengarahkan Saber Swordsnya ke mulut Diodora, bahkan ujung pedangnya sudah menyentuh lidah Diodora.
"Kau... Berani-beraninya kau menghina, Naruto-sensei." Diodora yang tidak bisa melakukan apapun bergetar ketakutan bahkan ketika melihat ekspresi dingin Texas dengan aura intimidasi yang sangat menakutkan untuknya.
"Naruto-sensei bukanlah sampah, dia adalah orang terhebat di dunia, walau dia tidak memiliki kekuatan tapi Dunia mengakui kepintarannya, kau yang berada di bawah Naruto-sensei tidak pantas berkata demikian."
Diodora yang mendengar itu memberontak namun Jambakkan Texas semakin kuat dan Saber Swordsnya sudah melukai lidah Diodora, Kaki yang menginjak lengan Diodora semakin diperkuat membuat rasa sakit Diodora bertambah.
"Hentikan Texas-chan!" Texas yang mendengar itu sedikit tersentak, ia pun menoleh ke belakang di mana Naruto menatap dirinya dengan ekspresi khawatir, "Sudah cukup, lepaskan dia... Dia sudah menerima luka yang cukup untuk perbuatannya."
"Tapi aku merasa ini belum cukup untuknya Sensei!" balas Texas, "Orang ini... Dia dengan beraninya merendahkanmu, sebagai muridmu aku tidak terima! Anda yang sudah berjuang hingga saat ini... Tidak di terima oleh mereka, yang benar saja! Aku tidak bisa memaafkan hal itu!"
Puk!
Texas yang merasakan tepukan di kepalanya terdiam, "Dan aku tidak mempermasalahkan itu," ujar Naruto dengan nada lembut.
"Aku tidak peduli hingga seperti apa aku di rendahkan, karena itulah yang membuatku berjuang hingga sekarang. Tapi jika menyangkut bagian dari orang-orang terdekatku itu lain lagi, aku akan marah, akan aku hajar siapa pun itu walau pun itu pemerintah atau pun dewa, karena..."
"Lalu kenapa kau menahanku Sensei! Aku juga tidak masalah di hina seperti apa pun, tapi jika itu Anda aku sangat tidak terima, kau tadi berkata jika kau di hina kau tidak mempermasalahkannya, tapi jika orang terdekatmu kau akan marah, aku juga demikian! Lalu kenapa kau menahanku untuk melukai Pria brengsek ini?!" balas Texas sambil memperkuat injakannya membuat Diodora menggeram kesakitan, jika dia berteriak lidahnya akan semakin terluka jadi dia hanya bisa menahan teriakannya.
"CEPAT TARIK UCAPANMU PADA NARUTO-SENSEI?!" teriak Texas membuat Diodora tidak memiliki pilihan lain.
"Mha-Mhaafhkhan a-akhhgh, Akhghu mghenkarikh kha-tha-khatghku," ujar Diodora susah payah karena ujung pedang Saber Swords yang masih menempel di lidahnya.
Texas pun berdiri dari atas tubuh Diodora dan menghilangkan Saber Swordsnya hingga menyisakan gagangnya saja.
Teman-teman Diodora pun membantu Diodora lalu pergi dari sana membawa Diodora ke rumah sakit untuk di obati meninggalkan Naruto dan Texas yang terdiam.
"Kau sudah tenang?" tanya Naruto dengan lembut sambil mendekati Texas. "Sedikit, aku masih merasa kurang untuk memberinya hukuman karena menghina Anda, jika Lappland-nee di sini aku yakin kejadiannya lebih parah dariku," jawab Texas sambil mengatur emosinya.
Sementara Naruto terdiam sambil membayangkan Lappland yang marah dan tanpa pandang bulu membunuh Diodora, 'Untunglah jika begitu karena Lappland tidak ada di sini, jika dia di sini dan mendengar itu aku bisa-bisa di tahan karena melakukan pembunuhan,' batin Naruto
"Huft~ Sudahlah, kita lupakan apa yang terjadi dan melanjutkan perjalanan kita," ujar Naruto sambil meletakkan Serigala Kecilnya di dalam Jaket dengan kepala di luar sementara badannya di dalam.
Naruto dan Texas pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Ueno Park dengan berjalan kaki, hingga mencapai setengah perjalanan, Texas menghentikan langkahnya dengan telinganya bergerak-gerak seperti mendengar sesuatu.
Texas pun menoleh ke sumber suara dan dia melihat sebuah stadium berukuran cukup besar tak jauh dari mereka, Naruto yang tidak melihat Texas di sampingnya pun menoleh ke belakang dan dia melihat Texas tengah melihat stadium yang merupakan Asterik Battle di mana dia sempat bertarung di sana dulu.
"Sensei, aku mendengar banyak suara di sana, memangnya ada apa di sana?" tanya Texas dengan wajah penasaran, Naruto pun mendekati Texas sambil tersenyum kecil.
"Kau ingin tahu? Kalau begitu ayo kita ke sana," ajak Naruto dan di ikuti Texas di belakangnya.
Setelah memasuki Stadium tersebut, terlihatlah para penonton yang sangat banyak tengah menyoraki sebuah pertarungan di tengah Arena, Texas yang baru pertama kali memasuki Asterik Battle menatap kagum di dalam Stadium sementara Naruto melihat ke arah Arena di mana terdapat RM-C dan AR-D tengah bertarung dengan orang-orang yang tidak dia kenal.
"Heh~ jadi mereka masih di sini?" gumam Naruto sambil menonton dengan antusias. "Sensei, tempat apa ini?" tanya Texas sambil ikut menonton pertarungan di Arena.
"Tempat ini adalah Asterik Battle, tempat pertarungan. Dulu aku juga sempat bertarung di sini ketika tidak memiliki kegiatan, dan aku juga sempat melawan dua Robot itu," jawab Naruto lalu menunjuk RM-C dan AR-D yang tengah melakukan serangan ke pada Musuh mereka.
"Sensei juga pernah bertarung dengan mereka?"
"ya, begitulah. Karena itulah aku memiliki Shinigami Mash."
Blaar!
Mereka yang mendengar ledakan pun menoleh dan terlihat musuh RM-C dan AR-D telah di kalahkan dengan cepat. Naruto yang melihat itu menyeringai kecil, "Sudah aku duga tidak ada orang biasa yang bisa mengalahkan mereka."
"Pemenangnya! AR-D dan RM-C!"
"UWOOOOOHHHH!"
AR-D yang ingin kembali seketika terhenti ketika dia secara tak sengaja melihat seseorang yang tak asing baginya.
"Oi! Kau! Rambut putih!" panggil AR-D sambil menunjuk Naruto dengan palunya. Naruto yang di panggil menatap AR-D dengan wajah tenangnya.
"Apa kita pernah bertemu? Wajahmu tak asing?"
"Hm... Bagaimana bilangnya ya, kita hanya bertemu satu kali dan aku kembali ucapkan terima kasih atas palumu."
AR-D yang mendengar itu terdiam sesaat hingga tersentak lalu berteriak dengan keras, "KAU?! UZUMAKI NARUTO?!"
Naruto yang mendengar itu mengangkat sebelah tangannya sambil tersenyum, "Lama tidak berjumpa, AR-D, RM-C."
"Ya! Kau benar!" balas AR-D, "Eh! Tunggu! Bukan itu!" lanjut AR-D sambil menghentakkan palunya.
"Uzumaki Naruto! Aku menantangmu bertarung!"
Keadaan Arena pun langsung ramai ketika AR-D menantang Naruto. Sementara yang di tantang hanya menguap ketika di tantang, "Aku menolak."
"Cepat sekali!" kejut AR-D ketika mendengar jawaban Naruto. "Aku sibuk dengan muridku jadi aku tidak memiliki waktu untuk bertarung denganmu!" balas Naruto sambil menunjuk Texas di sampingnya.
"Tunggu, Murid?" tanya AR-D sambil menatap Texas di samping Naruto, "Bukannya dia terlihat lemah?"
Twich!
Texas yang mendengar itu menahan kekesalannya, apa yang membuatnya terlihat lemah?
"Oi, jaga bicaramu, Dia itu kuat," balas Naruto merasa tidak terima jika muridnya di rendahkan. "Sudah cukup AR-D, percuma," ujar RM-C Dengan datar.
"Tidak ada gunanya kau menantang orang sepertinya lagi, dia itu banci," lanjutnya. "Seperti biasa, cara bicaramu pedas juga ya?" balas Naruto dengan alis berkedut.
"Jika kau laki, maka terimalah tantangan kami, kau peringat satu arena ini bukan? Kau menghilang karena perlombaanmu jadi anggap saja ini sebagai hiburan untuk mereka yang merindukan pertarunganmu di sini."
Naruto yang mendengar itu terdiam, sebenarnya dia tidak begitu peduli dengan pertarungan atau pun orang-orang yang menontonnya, tapi mengingat perkataan Texas agar reputasinya tidak memburuk mau tidak mau dia harus menerima tantangan mereka.
Namun saat ini dia tidak memiliki rekan untuk melakukan 2 VS 2, jadi dia harus mengajak Texas untuk menerima tantangan tersebut. Selain itu dia juga ingin membuktikan kekuatan muridnya dan melihat hasil latihan mereka.
"Texas-chan, kau ingin ikut aku melawan mereka?"
"Dengan senang hati aku ikut, Sensei," jawab Texas dengan aura hitam, "Lagi pula aku masih kesal dengan orang tadi dan perkataannya tadi memancing emosiku kembali, jadi aku ingin melampiaskan kekesalanku padanya."
"Jadi itu alasanmu?" tanya Naruto sambil Sweatdrop.
Naruto pun menggendong Texas ala Putri lalu melompat turun ke arena, AR-D yang melihat Naruto turun langsung berteriak senang.
"Yeah! Inilah yang aku tunggu! Sudah lama sekali aku ingin bertarung lagi denganmu!" teriak AR-D, "Terima kasih, RM-C! Kau memang yang terbaik!"
"Urusai, aku juga memiliki urusan karena perbuatannya tempo lalu, dan sekarang aku akan membalas perbuatannya," balas RM-C sambil menghentakkan kedua tangannya hingga memunculkan Dual Gun berukuran besar.
Naruto pun membuka Jaket miliknya begitu juga Syalnya menyisakan Kaos putih serta celananya, Naruto yang mengingat dirinya membawa Serigala kecil pun menciptakan satu Hologram dirinya dan membawanya ke tempat penonton.
Sementara Texas dia sudah membuka Jaket putih nya menyisakan Kaos hitam lengan panjang serta bagian bawahnya sambil meregangkan tubuhnya.
Sret! Bwush! Tink!
Lengan Naruto pun mengibas bagian tubuhnya dan seketika muncul Armor dari api biru dan saat Naruto mengibas tangannya bersamaan Naruto telah mengeluarkan Shinigami Mash miliknya dan meletakkannya di pundak.
"Huft~ kau pasti ingat dengan senjata ini bukan, AR-D?" tanya Naruto sambil menyeringai kecil. "Tentu saja! Itu adalah senjataku yang kau ubah, walau begitu Senjataku kali ini lebih kuat di banding sebelumnya, aku pasti akan membalas perbuatanmu waktu itu!" balas AR-D sambil menunjuk Naruto dengan palunya yang tetap seperti dulu.
Naruto yang mendengar itu menyeringai, jika dia berkata demikian, ia akan mengcopy senjatanya itu kembali, "Texas-chan, kau urus RM-C, biar aku urus AR-D."
"Ha'i, Sensei!" balas Texas sambil mengeluarkan Saber Swords miliknya.
"Uwooohh! Sungguh tidak di sangka, Uzumaki Naruto kembali ke Arena Asterik Battle dengan muridnya dan menerima tantangan dari AR-D!"
"WOOOOOOOOHHHH!"
"Datanglah!" teriak AR-D menantang Naruto, yang di tantang mendengar itu menyeringai.
"Kalau begitu! Pertandingan Berikutnya AR-D dan RM-C, melawan Uzumaki Naruto dan Muridnya!"
"Di mulai!"
Twush! Blaaam!
Semua yang di Arena seketika harus terkejut karena secara tiba-tiba Naruto sudah di depan AR-D dan menghantamkan Shinigami Mash miliknya, namun karena Barrier otomatis AR-D, serangan Naruto menjadi tertahan.
Sret! Twush!
Walau pun serangan Naruto tertahan oleh Barrier AR-D, tetap saja dia harus terlempar ke belakang beberapa meter membuat AR-D tidak percaya.
"Heh~ Barrier Generasi 24, huh?" gumam Naruto sambil meletakkan palunya kembali di pundak, "Awal pertarungan kita kau memiliki Barrier Generasi ke 18, dan sekarang sudah mencapai 24. Itu berarti pembuatmu meningkatkan secara drastis Barriermu dalam waktu sekitar... 3 Bulan ya?"
"Itu berarti setiap Barriermu di ciptakan sekitar... Masing-masing 15 hari ya?" gumam Naruto kembali, "Tidak terlalu buruk."
AR-D yang mendengar perkataan Naruto mendengus pelan lalu kembali memasang posisi bertarung, "Dan seperti biasa kau selalu pintar dalam menganalisis lawan."
Twush! Tink! Tink!
Naruto yang merasakan serangan dari samping hanya diam di tempat karena Texas muncul di sampingnya dan menangkis sebuah serangan berupa tembakan bola energi dengan Saber Swords miliknya.
"Hoo~ tidak buruk juga," gumam RM-C yang menodongkan dual Gunnya ke arah Naruto. "Lawanmu adalah aku, jangan sekalipun kau mengacuhkanku," ujar Texas sambil memasang kuda-kuda bertarungnya.
"Aku tidak memiliki urusan denganmu, Inu."
Texas yang mendengar itu menggeram kesal lalu berlari dengan cepat ke arah RM-C, "Sungguh memalukan," gumam RM-C mengumpulkan energi lalu melakukan tembakan beruntun ke arah Texas.
Trank! Trank! Trank!
Sambil berlari dengan sangat cepat Texas menangkis seluruh tembakan RM-C membuat RM-C melebarkan matanya karena perempuan di depannya bisa menangkis serangan beruntun dengan mudah.
Swush! Sring!
Texas yang melihat celah melempar salah satu Saber Swordsnya hingga melewati RM-C lalu melompat sambil menyiapkan tendangan berputar di atas RM-C.
"Aku... Bukanlah Inu!" teriak Texas.
Twush!
"Namaku, Texas!" lanjut Texas sambil mengeluarkan Api dari kakinya mendorong tendangannya ke bawah dengan cepat.
Swush! BOOM!
RM-C yang melihat itu langsung menghindar dan begitu tendangan Texas menghantam Arena, terjadi ledakan besar yang membuat para penonton terkejut.
Brk! Twush! Srash! Srash!
RM-C yang masih terkejut dengan kemampuan Texas kembali terkejut ketika dari bawah muncul beberapa Saber Sword yang melukainya dan membuatnya kembali menjaga jarak.
Naruto yang melihat Texas berhasil melukai RM-C dan menggunakan kemampuan Api di kaki sepertinya tersenyum, "Tidak buruk juga, Texas! Ternyata kau sudah bisa melakukannya."
"Arigato, Sensei, tapi... Aku masih belum bisa mengendalikan kecepatan dan kekuatannya," balas Texas sambil menarik kakinya yang tertanam.
"Maa~ itu sudah cukup!" ucap Naruto memutar Shinigami Mashnya hingga berubah menjadi Shinigami Yari yang mengeluarkan api dan langsung mendorongnya ke udara membuat AR-D memasang posisi siaga.
Sret! Twush!
Naruto yang telah di udara kembali mengeluarkan api dari kakinya mendorongnya ke arah AR-D sambil mengayunkan Shinigami Yarinya.
Trank!
Naruto yang melihat serangannya di tahan oleh AR-D dengan palunya menyeringai, lalu melompat mundur beberapa meter lalu kembali melesat ke arah AR-D dengan Shinigami Yari berlapis api.
Swush! Trank!
AR-D yang melihat itu mengayunkan palunya dari arah samping dan di balas dengan Naruto yang juga mengayunkan Shinigami Yarinya hingga dua senjata tersebut berbenturan dengan keras hingga membuat senjata mereka terdorong ke belakang.
Crek! Siiing~
Naruto yang melihat dari punggung AR-D mengeluarkan Enam Lempengan yang mengeluarkan suara nyaring tersentak dan langsung melompat mundur lalu melompat ke udara sambil memutar senjatanya.
Twung! Twush! Blaaar!
Begitu terjadi ledakan gelombang, Naruto langsung melempar senjatanya hingga terjadi ledakan besar beserta kumpulan asap tebal di Arena.
Wush! Twush! Twush!
Di pertarungan lain, RM-C bergerak memutari Arena sambil menembak kan peluru dengan Dual Gun miliknya, namun Texas berhasil menahan dan menghindari setiap tembakan RM-C dengan mengikuti gerakannya.
Texas menggunakan Element Esnya untuk bergerak dengan cepat di tanah layaknya Scating Es , jika Element Api dirinya masih belum bisa seperti Naruto yang bisa bergerak dengan bebas, dirinya hanya bisa menggunakan Element Es untuk membuatnya bergerak cepat agar bisa mengikuti gerakan RM-C.
Trink! Trink! Sring! PYAARSH!
Texas yang melihat jeda tembakan RM-C mengayunkan senjatanya ke arah RM-C akan lewat dan dari bawah keluar duri-duri Es yang bergerak cepat ke arah target.
RM-C yang menyadari itu pun mengambil haluan lain dengan bergerak ke arah Texas sbil mengumpulkan Energi besar di Dual Gun nya.
Twush! PSH! BOOM!
RM-C pun menembakkan Energinya ke arah duri-duri Es yang menghalangi pandangannya dan saat itu juga dari balik duri Es keluar Tombak api yang membuat dua serangan tersebut berbenturan dan menciptakan ledakan.
RM-C yang dekat dengan ledakan harus terpental beberapa meter dan baru saja berhenti terpental, Dirinya di kejutkan dengan kemunculan dua Texas di sisi kiri dan kanannya dan berhasil memutuskan kedua lengannya dalam sekali tebas.
Twush! Duak!
Dari balik ledakan kembali muncul Dua Texas yang melesat dengan api di kaki mereka dan menendangnya dengan sangat keras hingga terpental membentur dinding.
Semua yang menonton langsung bersorak ketika melihat aksi Texas yang menakjubkan, empat Texas itu pun menghilang secara bersamaan dan di balik duri Es terlihat Texas yang menatap datar ke arah RM-C sambil menghembuskan nafasnya.
Swush!
Di sisi Naruto dan AR-D mereka keluar dari balik ledakan yang mereka buat dan membuat jarak yang cukup jauh, Naruto yang melihat Texas berhasil melukai RM-C tersenyum puas, apa lagi dia melihat tayangan ulang.
"Tidak buruk Texas-chan, aku harap di latihan berikutnya lakukan itu padaku," gumam Naruto lalu menoleh ke arah AR-D yang tampak menahan kekesalan.
"RM-C! Kau baik-baik saja?!" tanya AR-D sambil berteriak.
Blam! Duak!
Texas yang melihat sesuatu bergerak cepat ke arahnya menyilangkan kedua pedangnya namun sayang, sebuah tendangan berhasil menembus pertahanannya dan membuatnya terpental ke arah Naruto.
"Texas-chan!" teriak Naruto langsung menangkap Texas ke pelukannya dengan satu tangan berhasil menyelamatkan Texas, Naruto menoleh ke arah sang pelaku yang tak lain adalah RM-C yang telah berdiri tegak dengan 8 Pasang sayap mekanik.
"Jangan mengalihkan pandanganmu!" teriak AR-D mengayunkan palunya secara Vertikal.
Sret! Trank! Boom!
Tanpa melihat, Naruto memutar Shinigami Yarinya lalu mengarahkannya ke atas menahan palu AR-D dengan menggunakan satu tangan hingga membuat hempasan angin serta tempat berpijak Naruto mengalami retak.
"Mu-Mustahil!" kejut AR-D melihat Naruto masih bisa menahan serangannya dengan satu tangan.
Sret! Trink! Duak! Blaar!
Dengan gerakan cepat, Naruto mengubah cara memegang senjatanya lalu mendorong palu AR-D dan memberikan tendangan berlapis api pada dada AR-D hingga membuatnya terpental dan menabrak dinding Arena.
"Ugh," lenguh Texas sambil menyentuh sikunya yang terasa sakit. "Kau tidak apa Texas-chan?" Texas yang mendengar itu mengangguk.
"Gomen, Sensei hingga membuatmu menyelamatkanku."
"Jangan terlalu di pikirkan, kau muridku tentu saja aku harus menyelamatkanmu," jawab Naruto sambil melepaskan Texas yang sudah berdiri kembali.
"Kau sudah semakin kuat ya, bahkan Barrier AR-D tidak mampu menahan tendanganmu tadi," puji RM-C dapat di dengar oleh Naruto.
"Terima kasih atas pujiannya, tapi aku tidak mau mendengar itu sebelum akhir pertandingan kita," balas Naruto sambil menoleh ke arah AR-D yang keluar dari dinding arena.
Blam!
"Sialan! Apa kau tahu itu sakit huh?!" Naruto yang mendengar teriakan kesal AR-D mendengus. "Memang ada lawan yang menahan diri?" tanya Naruto membuat AR-D menggeram lalu memegang erat palunya dan melesat dengan cepat ke arah Naruto.
"Texas, ambil ini, gunakan itu dengan cara meremasnya, dengan begitu kau akan memiliki kecepatan kilat, walau kau tidak memiliki Element petir alat itu akan meminjamkanmu kekuatan," ujar Naruto cepat sambil melempar tabung kecil ke arah Texas lalu melesat dengan kecepatan kilat ke arah AR-D.
Sret! Swush!
AR-D yang mendapatkan tanda Naruto menghentikan dirinya dan saat itu juga dari dua sisi muncul Dua Naruto dengan Shinigami Yari, "Dan, Berhati-hatilah dengan sayapnya itu!"
Sring! TRANK!
Ke dua Naruto itu pun mengayunkan senjata mereka bersamaan dan AR-D menahan serangan Naruto dengan Palu serta Shield yang muncul dari tangan kirinya.
"Hoho, kau memiliki Shield di tangan kiri huh? Tidak buruk," ucap Naruto sambil menyeringai kecil. "GH! HARI INI KAMI PASTI AKAN MENGALAHKANMU!" balas AR-D mendorong Shield serta palunya lalu kembali melakukan baku hantam senjata dengan dua Naruto sebagai lawannya.
Texas yang melihat Naruto telah kembali bertarung menatap tabung di tangannya sambil memutar Saber Sword di tangan kirinya.
Twush! Bzit!
RM-C yang melihat Texas menghilang dan muncul di tempat lain dengan tubuh teraliri petir mendecih pelan, "Kau bisa menghindarinya huh."
Texas yang merasakan kekuatan besar pada dirinya melihat seluruh tubuhnya yang teraliri petir, seperti perkataan Naruto, alat yang dia berikan bekerja.
Ia juga bisa mengatur seberapa cepat dirinya berlari dan menghilang, berbeda dengan kecepatannya saat menggunakan api.
"Dengan ini pasti bisa," gumam Texas lali menatap tajam lempengan yang melayang di sekitar RM-C, 'Seperti perkataan Sensei, ternyata itu adalah Guns Control, apa lagi jumlahnya ada 16.'
'Tapi, dengan kecepatan ini...,' batin Texas sambil melihat ke arah pedang Sabernya yang tertancap di belakang RM-C, 'Aku pasti bisa!' batin Texas lalu melesat dengan kecepatan sedang ke arah RM-C.
Trank! Trank! Trank!
Naruto beserta duplikatnya yang bertarung dengan AR-D melompat secara bersamaan menjaga jarak membuat AR-D memasang posisi siaga.
"Oi! Diriku, sebaiknya kita lakukan itu!"
"Oh, Boleh saja."
AR-D yang mendengar percakapan singkat dua Naruto tersebut semakin bersiaga firasatnya mengatakan hal buruk akan menimpanya.
Tuk! Tuk! Bwush!
Ke dua Naruto pun secara bersamaan mengetuk ujung sepatu mereka hingga dari kaki mereka mengeluarkan api berukuran sedang dan Senjata mereka dari Shinigami Yari berubah menjadi Shinigami Sickle.
Swush!
Secara bersamaan, Naruto dan Duplikatnya pun menghilang dan kembali berada di sisi kiri dan kanan AR-D sambil melakukan gerakan mengayunkan senjatanya.
"TRIK YANG SAMA TIDAK AKAN BERPENGA..."
DUAK! BOOM!
Belum selesai bicara, tanpa di duga Kedua Naruto melakukan gerakan memutar dan memberikan tendangan pada dagu AR-D dengan kaki berlapis api.
'Na-Nani!' kejut AR-D karena berpikir Naruto akan melakukan serangan yang sama. "Kau pikir kami akan melakukan serangan yang sama?" tanya Naruto sambil menyeringai.
"Sayang sekali tidak!"
Sret! Duak!
Kembali, ke dua Naruto memutar tubuh mereka lalu menendang AR-D ke atas hingga membuatnya terbang ke udara.
Tap! Twush!
Setelah menendang AR-D ke udara, Naruto pun secara bersamaan melesat ke udara sambil berputar dengan cepat layaknya pemotong
Sret! Trank!
AR-D yang melayang di udara dan melihat Naruto ke arahnya pun mengaktifkan Barriernya dan menyiapkan Shield dan Palunya.
["Setsutouzuki : Ketzusueki : Kato :..."] teriak dua Naruto menghentikan putarannya dan mengepalkan tangan mereka.
["Bhaunma!"]
Bugh! Boom! Pyash!
Begitu pukulan dua Naruto mengenai Barrier, terjadi ledakan besar yang berhasil menghancurkan Barrier AR-D.
Srash! Grep!
Sebelum AR-D terlempar lebih tinggi, Naruto dengan cepat memutuskan dua lengan AR-D lalu menangkap kaki AR-D dan melemparnya ke bawah.
"Kami serahkan padamu Diriku!" teriak Dua Naruto membuat AR-D terkejut dan melihat ke bawah dan ternyata terdapat Naruto lain tengah memegang dua tali yang menancap di lantai.
"Osh! Serahkan padaku!" teriak Naruto memecut tali yang dia pegang dan saat ujung pecutan mengenai lantai, retakan besar pun terjadi.
Texas yang berlari ke arah RM-C sedikit terganggu dengan retakan yang di buat oleh Naruto, namun Texas berhasil menguasai dirinya dan tetap berlari ke arah RM-C.
Siing~ Twush! Twush!
Lempengan-lempengan di sekitar RM-C pun mengumpulkan energi dan memuntahkan energi yang di kumpulkan ke arah Texas.
Texas yang melihat itu menyiapkan Saber Swordsnya dan menangkis setiap serangan yang mengarah padanya membuat RM-C menggeram dan menambah serangannya.
Sring! Blar!
Texas yang sudah semakin dekat mengayunkan Saber Swordsnya ke atas dan seketika dari bawah muncul ratusan pedang cahaya yang mengarah pada RM-C.
Bzit! Duak!
Belum sempat menghindar, Texas telah di belakang RM-C dan menendang RM-C hingga terpental ke arah AR-D yang jatuh dari atas.
Blaar!
"Yosh! IKUZO!" teriak Naruto yang memegang dua tali sambil terbang dan menarik talinya. Tanah yang terhubung dengan tali Naruto pun terangkat ke atas dan setelah itu, Naruto mengayunkan tanah yang dia bawa ke arah AR-D dan RM-C berada.
Blaaar!
Belum sempat tanah tersebut menghantam mereka, Tanah tersebut telah hancur membuat Naruto menyeringai.
Twush! Duak! Twush! Boom!
Naruto yang melihat sesuatu ke arahnya menendang objek yang mengarah padanya membuat objek tersebut kembali ke tempatnya hingga membuat ledakan sedang.
Naruto yang masih melayang pun lalu turun ke arah Texas berada bersama dua dirinya yang lain, Naruto yang memegang Shinigami Sickle pun mengibaskan tangan kirinya dan seketika dirinya yang lain pun menghilang menjadi hologram rusak.
"Sepertinya ini semakin menarik." Texas yang mendengar itu melirik Naruto dengan wajah kebingungan.
"Kau benar-benar kembali membuat kami harus melakukan Gabungan ya, Uzumaki Naruto!" Naruto yang mendengar itu menyeringai.
Blam!
Tak lama setelah itu, muncul Sosok AR-D dengan ukuran lebih besar dari sebelumnya dengan Sayap mekanik berukuran besar di punggungnya, 4 Laras tipis di pundaknya, Palu yang lebih besar dari sebelumnya.
Texas yang melihat itu melebarkan matanya, Robot yang tadinya seukuran mereka sekarang sudah membesar, bahkan dengan bentuk yang berbeda dari sebelumnya, bahkan lengannya telah kembali padahal dia sudah memutuskannya sebelumnya.
Naruto yang tak melihat RM-C menganalisis AR-D yang berbeda dari yang dulu, melihat bagian-bagian RM-C dirinya yakin dia saat ini berada di dalam tubuh AR-D.
"Naruhodo, Gabungan kalian saat ini berbeda dari yang dulu huh?"
"DENGAN INI KAMI PASTI AKAN MENGALAHKANMU!" teriak AR-D sambil mengacungkan palunya ke arah Naruto dan Texas.
"Gomen, tapi aku tidak sendiri, sekarang aku bersama muridku, kamilah yang akan mengalahkanmu!" balas Naruto sambil memunculkan dua dirinya yang sebelumnya kembali "Texas, Kau ingat latihan saat itu bukan?"
"Latihan yang mana, Sensei?"
"Albraguryuu."
Texas yang mendengar itu tersentak lalu tersenyum tipis dan memasang kuda-kuda bertarung, "Kau yakin Naruto-sensei? Dia berbeda loh?"
"Kheh! Aku tidak peduli dengan itu," balas Naruto menyeringai, "Ikuzo! Texas-chan!"
"Osh!"
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Waktu itu kami memang tidak berguna."
"Dari mana saja kalian?"
"Aku baru sadar, jika aku memiliki Empat Partner."
"H-Hoy! Ch-Chotto!"
.
Next Chapter 53 : Dragons Champions Arc V : Teacher and Student Part 2.
.
Note : Yo! Saya kembali!
Hmm~ kira-kira sudah berapa lama ya? Hmmm~ Satu bulan mungkin. Well~ jika kalian menganggap saya berotak dangkal karena kehabisan ide ya silahkan aja sih, tapi jika kalian menganggap satu bulan saya tidak up karena otak dangkal saya ya kalian harus baca-baca lagi, bahkan ada yang sampai 3 Tahun gak update-update, ini masih mending.
Ehem~ maa~ kita lewatkan itu untuk saat ini dan membahas Chapter kali ini, di Chapter ini saya benar-benar harus mencari setiap Detail tempat yang saya sebutkan terutama Taito. Mulai dari luas, tempat wisata yang ada di sana dan memperhitungkan latarnya.
Seperti note paling atas, daerah Jepang yang saya ambil adalah asli, dan saya merubahnya sedikit agar bisa menyatu dengan Latar masa depan.
Wisata-wisata yang saya sebutkan akan di bahas beberapa Chapter ke depan, dan Murid-murid Naruto akan mendapatkan Chapter ya masing-masing untuk memperlihatkan hasil latihan dan kekuatan mereka sebagai balasan saya mempersingkat latihan mereka di chapter sebelumnya.
Saya juga merencanakan memunculkan kembali karakter-karakter yang jarang-jarang muncul jadi jangan kira membuat dialog adalah hal mudah.
Dan di Chapter kali ini, saya membuatkan adegan Team Fight antara Texas dan Naruto, kalian pasti penasaran kekuatan Texas yang menguasai Api, Angin, Es dan Cahaya dan latihan seperti apa yang di ajarkan oleh Naruto.
Ok untuk pembahasan Chapter kali ini sampai di sini saja, btw aku tidak peduli jika di bilang mental bocah, karena di Flame bahkan di bilang anak kecil karena selalu mengeluh tentang Ereaser KW. Well~ jika kalian belum tahu seberapa buruknya orang ini ya bodo amat sih, jika kalian punya cerita dan di flame oleh orang idiot ini kalian pasti tahu ciri khasnya. Bukan ceritanya di Flame tapi pembuatnya.
Hahh~ maa~ bodo amatlah, untuk Chapter depan saya tidak tahu kapan bisa Up karena urusan pribadi saya, dan juga saya akan melanjutkan Magical Battle dan AoG mungkin setelah itu baru saya ketik DF kembali.
Jaa~ itu saja dari saya, 4kagiSetsu out, Jaa~ na!
4kagiSetsu Out.
