0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school DxD © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
TrySail – High Free Spirits
( Fix music first )
( Layar memperlihatkan gambar matahari terbit lalu di ganti dengan gambar Team Naruto yang melihat ke arah matahari terbit di ganti gambar para Servant yang juga melihat matahari terbit juga lalu di ganti oleh Murid Naruto dan terakhir Naruto )
Shizuka ni moeru sekai hajimari wa kokokara
( Layar di ganti dengan gambar Asia yang berada di atas Gedung DSA sambil melihat matahari )
Yozora ga owari wo tsugeru toki
( Lalu Asia tersenyum begitu merasakan sebuah angin berhembus )
Hitosuji no hikari ga mune ni himeta koe ga
( layar di ganti dengan gambar langit yang cerah terlihat Seseorang dengan naga berwarna hijau melintas di langit )
Tokihanatsu yami wo saite
( penunggang naga tersebut melompat dari matanya dan turun dengan cepat ke bawah )
Kareru yori isso chiriisogu sugata
( Layar di ganti dengan Kelompok Kuroyukihime dan Miyuki yang menatap ke arah Kamera dengan ekspresi serius mereka )
Mayoi aruku sube wo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Sasuke yang menatap kamera dengan ekspresi serius mereka )
Sen no nami ni nomareta kokoro ja
( Layar diganti dengan gambar Whizly yang berlari di pesisir pantai bersama Texas dan Lappland hingga sampai di air pantai lalu Whizly berteriak sambil mengangkat tangan kanannya ke atas )
Kimi sae mamorenai
( Layar di ganti gambar Naruto yang mendarat di atas air lalu melesat dengan cepat menyulus kelompoknya yang lebih dahulu melesat dengan api di kakinya )
Hibike tashika na shoudou nariyamanu you ni
( Layar kembali di ganti dengan gambar peserta Kirigakure yang bersaha mengendalikan naga di dalam air dengan tombak di tangan mereka di selingi ledakan-ledakan air karena perlawanan naga yang mereka usaha kendalikan )
Wasurerarenu kizu wo nokoshite
( layar kembali di ganti dengan peserta lain yang tampak kesusahan lalu berganti dengan Kelompok Naruto di mana Kiba merentangkan tangannya ke depan )
Ima mo kasuka na zanzou kienai mama de
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mendarat di air sambil menyeringai kecil ke arah seekor naga berukuran besar )
Sekai ga matteru asu no ubugoe wo
( Layar di ganti dengan gambar Naruto dari belakang yang memutar tombak di tangannya dan seketika Naga di depannya membuka mulutnya dan menyerang Naruto )
Hibike tashika na shoudou kienai mama de
( layar di ganti dengan ledakan air yang sangat dahsyat lalu kembali di ganti dengan kelompok Naruto yang terbang rendah di atas air sambil menatap matahari terbenam )
Sou mirai to kako ga kousa suru hyakunenme no uta
( Layar kembali di ganti dengan gambar Para Wajah Kelompok White Fox dan yang terakhir di ganti dengan Naruto yang menepuk pundaknya sambil menyeringai kecil )
Fix End Music
( Layar di ganti akan judul Naruto : The Dragon Future )
Chapter 53 : Dragons Champions Arc V : Slice of Life : Teacher And Student Part 2.
.
Flashback
.
Hyotogaku.
.
Trank! Trink! Trank!
Di lapangan berukuran besar, terdapat sosok pemuda berambut putih tengah menahan tiga perempuan yang menyerangnya dari segala sisi dengan senjata tajam di tangan mereka.
Benturan senjata terdengar jelas disertai percikan api menandakan gesekan senjata tersebut sangat keras.
Trank! Tap!
Pemuda berambut putih yang menahan tiga benda senjata tajam dengan sebuah pedang besar mendorong senjatanya membuat pemegang tiga senjata yang menyerangnya melompat mundur menjaga jarak darinya.
"Ayo, Texas-chan, Lappland-chan, Whizly-chan, lakukan lagi!"
Perempuan berambut hitam yang mendengar itu mengembungkan pipinya, "Naruto-sensei, apakah kami harus menjalankan latihan seperti ini?"
"Tentu saja, Texas-chan. Seperti yang kau lihat tadi, serangan kalian masih belum ada yang mengenaiku, dan juga gerakan kalian mudah di baca," jawab pemuda berambut putih yang tak lain adalah Naruto.
"Kami baru saja berlatih denganmu selama 4 hari, tentu saja kami belum bisa mengalahkanmu Baka-sensei!" balas perempuan berambut putih abu-abu kesal, "Kami juga belum terbiasa dengan senjata dan juga kekuatan yang kau berikan, bahkan kami baru menyelesaikan cara mengeluarkan jurus."
Naruto yang mendengar itu tersentak di sertai Aura hitam, Baka-sensei? Apakah dia salah mengajari murid-muridnya?
"Ne-Nee-sama, kau membuat Naruto-sensei tertekan!" bentak perempuan berambut putih di sertai hitam. Perempuan tersebut melenguh karena dia menyakiti hati orang yang dengan senang hati mengajarinya dan memberinya kekuatan.
"Ha-hahaha, sudahlah Whizly-chan... Lagi pula dia benar, aku belum terbiasa menjadi guru karena aku tidak memiliki Profesi menjadi Guru... Jadi mau bagaimana lagi," ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Ti-Tidak, itu tidak benar Naruto-sensei! An-Anda memiliki bakat itu, bahkan Anda berhasil melatih kami mengeluarkan jurus kami!" balas Perempuan berambut putih serta hitam membela Naruto agar tidak kecewa.
"Lappland-nee, minta maaflah," ujar Texas sambil menyiku perempuan berambut abu-abu membuatnya meringis kesakitan dan menatap Naruto dengan tatapan tidak enak.
"Go-Gomen karena memanggilmu Baka-sensei," ujar Lappland sambil mengalihkan wajahnya. Naruto yang melihat tingkah Tsundere terkekeh, "Maa~ sudahlah, setiap orang pasti memiliki kelemahannya."
"Kalau begitu, Kita kembali melatih cara mengeluarkan jurus," ucap Naruto memutar king di tangannya lalu menancapkan ya di tanah, "Latihan kali ini aku akan mengajarkan menggunakan jurus untuk menambah kecepatan kalian."
"Huh?"
Tuk Tuk Tap! Bwush!
Naruto pun mengetuk ujung sepatunya lalu menghentakkan satu kakinya hingga kedua kakinya mengeluarkan Api yang berputar di sekitarnya.
Sret! Twush!
Setelah itu, Naruto pun melesat dengan cepat tanpa melakukan gerakan berlari karena api di kakinya mendorong dirinya untuk bergerak.
Sret! Twush!
Berikutnya, Naruto menukik tajam ke udara dan melayang di udara sambil tersenyum ketika murid-muridnya menatapnya dengan wajah melongo.
Swush! Tap!
Naruto pun kembali turun dan mendarat di tempatnya semula, "Aku akan mengajarkan kalian itu. Setiap Element yang mempengaruhi kecepatan ada 3 Yaitu Api, Angin dan Petir, dan kalian memiliki masing-masing Element tersebut."
"Alirkan energi kalian ke kaki, dan bayangkan Element yang mempengaruhi kecepatan, setelah itu tahan energi tersebut lalu dorong paksa Energi tersebut untuk mendorong kalian," lanjut Naruto, "Contohnya seperti ini."
Blam! Twush!
Kembali Naruto menghentakkan kakinya lalu seketika api keluar dari kakinya dan berikutnya Naruto dengan cepat terbang ke udara.
Wush! Tap!
"Souka... Prinsip pelontar," gumam Texas sambil mengelus dagunya. "Maa~ kurang lebih begitu, tapi usahakan tidak terlalu berlebihan, jika begitu...," gantung Naruto sambil membalikkan badannya.
"Maa~ setidaknya cobalah dulu," lanjut Naruto sambil mengacungkan jempolnya.
'Jika berlebihan apa yang terjadi?' batin Texas, Lappland dan Whizly penasaran. Mereka pun mengambil posisi masing-masing dan mengalirkan energi di kaki mereka, sementara Naruto menonton sambil menutup mulutnya dengan wajah tertunduk.
Twush! Byuuur!
.
Texas, Lappland dan Whizly bersimpuh di tanah dengan tubuh dalam keadaan basah kuyup sambil menatap tajam Naruto yang tertawa sambil memukul-mukul pohon di dekatnya.
"Jadi ini maksudmu Sensei?" tanya Lappland dengan nada kesal. "Haha, kalian padahal sudah mengetahui bahwa ini akan seperti pelontar maka dari itu aku peringatkan kalian," balas Naruto sambil menahan tawanya.
"Dan juga, Haha sungguh lucu sekali, aku bisa melihat ekspresi lucu kalian saat melesat dengan cepat dan byuur! Hahaha!" Lappland yang mendengar itu menggeram kesal, Guru mereka menjahili mereka, apakah ini karmanya?
"Ini salahmu, Nee-sama."
"Jika kau tidak mengatakan hal kasar mungkin ini tidak akan terjadi."
"Kenapa aku?!" tanya Lappland ketika adik-adiknya menyalahkannya. "Hahaha, maa~ maa~ tidak perlu bertengkar, Gomen aku ingin sedikit bercanda," balas Naruto lalu menyentil udara kosong tepat mengarah pada Texas, Lappland dan Whizly.
Bwush!
Hembusan angin keras pun terjadi membuat Mereka yang basah kuyup langsung kering namun rambut mereka menjadi berantakan karena kerasnya angin.
"Jangan melakukan sesuatu yang mengejutkan Sensei!" teriak Lappland kesal karena hal tadi. "Jadi, Naruto-sensei... Apakah kita akan berlatih ini dulu atau kembali melanjutkan latihan pertarungan?" tanya Texas sambil merapikan rambutnya.
"Kita akan melatih ini dulu, dan aku ingin masing-masing dari kalian menciptakan dua Duplikat diri kalian untuk menambah latihan kalian."
"Ha'i!" balas mereka lalu membuat dua Duplikat diri mereka. "Jika masing-masing dari kalian tidak cocok menggunakan Element api untuk kecepatan kalian, gantilah Elementnya untuk mencocokkan diri kalian," ucap Naruto.
Bzit!
Tubuh Naruto seketika teraliri petir dan beberapa detik berikutnya Naruto menghilang dengan Sambaran petir yang menyebar luas.
"I-Itu Element petir?" tanya Lappland dengan mata membinar. "Benar sekali," jawab Naruto yang sudah di belakang Lappland membuatnya terkejut karena tidak merasakan kehadiran Naruto di belakangnya.
Swush~ Twush!
Di sekitar Naruto pun terjadi pusaran angin dan berikutnya Naruto terbang ke udara dengan cepat dan kembali mendarat di tempatnya yang semula.
"Dan itu adalah Element Angin," gumam Whizly membuat Naruto tersenyum. "Sepertinya kalian sudah menemukan Element yang ingin kalian pelajari?"
"Ya! Aku akan mempelajari yang Element Petir!"
"Aku mau mencoba yang Angin, Naruto-sensei."
"Kalau Texas-chan?" tanya Naruto melirik Texas beserta Duplikatnya yang belum bersuara dan saling melempar lirikkan.
"Kami akan mencoba mempelajari yang Api, Sensei." Naruto yang mendengar itu pun mengangguk dan menciptakan dua Duplikat dirinya agar dirinya bisa mengajarkan mereka tanpa harus bergerak ke sana-kemari ketika mengawasi latihan mereka.
Naruto yang asli pun berjalan ke arah Texas dan mengajak Texas agar sedikit jauh dari tempat Whizly berlatih begitu juga Duplikat Naruto yang mengajarkan Lappland, mereka mencari tempat lain agar tidak mengganggu latihan Whizly.
"Baiklah, untuk Dasar latihan ini aku akan mengajarkan kalian untuk menstabilkan kekuatannya terlebih dahulu," ujar Naruto sambil mengeluarkan Element api di kakinya.
"Pertama, Alirkan energi kalian ke kaki dan ubahlah menjadi Element Api, setelah itu tahan energi kalian, jangan biarkan energi tersebut keluar."
Texas beserta Duplikatnya pun mencoba mengikuti instruksi Naruto, mereka memang berhasil mengeluarkan Element api di kaki mereka namun tubuh Mereka harus sedikit terangkat membuktikan mereka belum bisa menahan energi di kaki mereka.
"Ulangi lagi," ujar Naruto dan di turuti oleh Texas dan Duplikatnya. Beberapa kali mereka gagal bahkan Energi yang mereka tahan terkadang meledak karena energinya tidak stabil.
Beberapa Jam berlalu dan Texas masih belum mampu menguasai Teknik yang di ajarkan oleh Naruto hingga membuatnya kelelahan, dan akhirnya Naruto memutuskan untuk membiarkannya beristirahat dan mengumpulkan energinya kembali.
'Selagi menunggunya istirahat sebaiknya aku melatih kembali apa yang di ajarkan oleh Kai-san,' batin Naruto sambil menghentakkan kakinya hingga mengeluarkan api lalu terbang ke arah danau dengan cepat.
Swush! Twush!
Naruto yang telah di bawah danau langsung memperbesar api di kaki kirinya dan mengarahkannya ke bawah membuatnya menukik ke atas lalu mengarahkan kaki kanannya ke samping dan memperbesar sedikit apinya membuatnya berputar di udara dengan cepat.
Sret! Bwush!
Setelah berputar di udara dengan ketinggian tertentu, Naruto pun mengangkat kaki kanannya di udara lebih lebih tinggi dari kepalanya hingga api yang di kakinya dari api membara menjadi pusaran api.
Twush! BOOM!
Naruto pun mengayunkan kakinya ke bawah dengan cepat dan seketika pusaran api di kaki Naruto turun ke arah Danau dan meledak menjadi Tornado api berukuran besar membuat gelombang besar di danau.
Dua Duplikat Naruto yang melihat itu menghentakkan tangan mereka ke tanah hingga menciptakan dinding berlapis berukuran besar menutupi seluruh danau membuat gelombang air membentur dinding tersebut.
Texas yang berbaring menatap kagum apa yang di lakukan oleh Naruto, sejak tadi dia sudah memperhatikan bagaimana Naruto menggunakan Element api di kakinya dan di matanya Naruto sangat mudah sekali mengendalikannya.
Tapi baginya itu adalah hal mustahil jika di selesaikan dalam satu hari. Texas seketika tersentak ketika mengingat bagaimana saat Naruto menukik di udara, dirinya yakin bahwa Naruto menstabilkan energinya sesaat lalu mengeluarkan paksa Energinya hingga terjadi dorongan besar.
Latihan ini bertujuan untuk melatih kecepatannya bukan? Abaikan dengan menstabilkan energi di kakinya, asal dia bisa menguasai pergerakannya saat melesat menggunakan Element api mungkin dia bisa menemukan cara agar mengendalikan energi yang dibutuhkan.
Texas pun kembali bangkit dan dia melihat Lappland, dan Whizly yang masih fokus berlatih, merasa dirinya kalah bahkan oleh adiknya sendiri, Texas pun kembali lalu mencoba mengalirkan energi di kakinya.
Bwush~
Api pun keluar dari kaki Texas dan membuatnya sedikit terangkat ke udara, Texas mencoba mengendalikan tubuhnya saat melayang di udara hingga stabil lalu menghadap ke arah dinding yang menutupi Danau.
Sret! Twush!
Dengan kecepatan sedang, Texas melesat ke arah dinding tersebut namun Texas langsung panik karena tidak tahu cara berhenti, tanpa pikir panjang, Texas mengarahkan satu kakinya ke bawah membuatnya terbang ke atas melewati dinding.
Greb!
Texas terkejut ketika Naruto menangkapnya dan menatapnya dengan ekspresi tajam seolah dirinya tertangkap karena berbuat salah.
"Apa yang kau lakukan?"
Texas yang di tanya bukannya menjawab dirinya ingin melepaskan tangan Naruto yang menahannya namun Naruto memperkuat pegangannya membuat Texas tidak bisa melepaskan pegangannya.
"Aku tanya sekali lagi, apa yang kau lakukan?"
"Naruto-sensei bilang, anda ingin mengajarkanku tentang teknik kecepatan menggunakan Element api bukan?" tanya balik Texas, "Di Awal aku melihat, selain bergerak cepat, Sensei juga bisa menggunakannya untuk terbang di udara, jadi aku berpikir... Latihan ini bertujuan agar aku mampu menguasai kedua hal tersebut."
"Tetapi aku belum bisa menstabilkan kekuatannya, jadi aku ingin mencoba seberapa batasku dengan melakukannya secara langsung tanpa menstabilkan kekuatannya agar aku nanti setelah merasakan dan memperkirakan energi yang aku butuhkan, aku bisa menstabilkannya."
Naruto yang mendengar itu hanya diam karena dirinya tidak menyangka Texas akan melakukan hal nekat dari cara puncak lalu ke dasar, namun dirinya suka hal itu karena Texas mencoba menemukan caranya sendiri, Texas memiliki potensial yang bagus.
"Kalau begitu, aku akan menambah porsi latihanmu," ujar Naruto membawa turun Texas hingga mereka sama-sama melayang di atas danau. "E-Eh?! Ta-Tapi..." Texas yang ingin protes terhenti karena wajah serius gurunya.
"Sekarang, coba serang aku tapi kau harus stabil melayang di atas air," ucap Naruto sambil mengarahkan tangannya ke arah pedang King yang tertancap.
Wush! Grep! Trank!
Pedang King yang tertancap pun tertarik ke arah Naruto dan sampai ke tangan sang pemilik pedang dan berikutnya pedang tersebut di bagi menjadi dua bagian.
"E-Eh?! Menyerang sambil mempertahankan posisi ini?!"
"Ini Hukuman untukmu, jika gagal kau akan masuk ke dalam danau, dan kau tahu berikutnya?"
Texas yang mendengar itu menyipitkan matanya, "Tentu saja aku akan basah kuyup."
"Hahaha, maa~ itu memang benar, aku berharap kau tidak marah-marah padaku nanti." Texas semakin bingung dengan perkataan Naruto, apa ada maksud lainnya?
"Ayo Texas-chan! Keluarkan senjatamu dan serang aku!" Texas yang mendengar itu tersentak dan langsung mengeluarkan Saber Swords miliknya.
Sambil menstabilkan energinya untuk melayang di atas danau, Texas mencoba mencari celah untuk melakukan serangan pertama, namun karena terlalu lama, Naruto lah yang membuka serangan pertama membuatnya menahan serangan Naruto sambil mengayunkan senjatanya.
Namun saat mengayunkan senjatanya, Texas hampir kehilangan keseimbangannya membuatnya membatalkan serangan dan kembali menahan serangan yang di layangkan oleh Naruto.
Trink! Duak! Wush!
Texas yang menahan pedang Naruto harus tersentak ketika Naruto tak segan-segan memberikan tendangan di bagian pinggangnya membuatnya terpental ke samping.
Dengan cepat Texas kembali mengatur tubuhnya untuk melayang di atas danau sambil menyentuh pinggangnya yang terasa sakit.
Wush! Trank!
Texas yang masih menahan rasa sakitnya kembali tersentak ketika Naruto melesat ke arahnya sambil melakukan serangan berputar ke arahnya membuatnya memposisikan senjatanya di sampingnya hingga senjatanya membentur senjata Naruto.
Wush! Sring!
Melihat serangannya di tahan, Naruto melakukan gerakan berbalik untuk menyerang sisi yang lain, namun Texas langsung menghindar dan memutar pedang di tangan kanannya dan menghunuskannya ke arah Naruto.
Wush! Duak!
Namun Naruto berhasil menghindari serangan Texas dan membenturkan kepalanya ke lengan Texas membuat lengan Texas terangkat ke atas dan kehilangan keseimbangan.
'Gh! Sampai serangan seperti itu tidak berhasil?' batin Texas, dirinya kembali teringat ketika bagaimana cara Naruto menukik tajam di udara dan sepintas dirinya mendapatkan sebuah ide.
["Kato : Granto!"] ucap Texas memperbesar energi di kaki kirinya dan melayangkan tendangan ke arah Naruto selagi dirinya kehilangan keseimbangan.
Duak! Boom!
Tendangan Texas pun mengenai dagu Naruto dan membuatnya terpental beberapa meter, Texas yang berhasil memberikan tendangan pada dagu Naruto langsung melakukan gerakan salto ke belakang dan melesat ke arah Naruto kembali demgan satu energi di kaki kiri dan melayangkan tendangan kaki kanan ke arah Naruto.
Wush! Duak! Boom!
Naruto yang telah berhenti dari terpental ya menyilangkan kedua tangannya dan begitu tendangan Texas mengenai kuncian Naruto, terjadi ledakan besar di belakang Naruto.
Menyeringai kecil, Naruto memunculkan dua lengan darah di belakangnya membuat Texas terkejut dan menjaga jarak darinya, berhasil membuat Texas mundur Naruto menghilangkan lengan darahnya dan berdiri tegak dengan seringai kecilnya.
Sret! Boom! Boom!
Texas yang melihat Naruto mengayunkan satu tangannya ke atas menyipitkan matanya dan berikutnya dirinya harus terkejut ketika dari bawah muncul pilar-pilar tanah di beberapa tempat membuatnya harus menghindar dan mencari tempat yang aman, namun pilar-pilar tanah tersebut semakin banyak membuatnya harus terus bergerak di atas danau.
Texas yang melihat Naruto di udara tengah mengepalkan tangan kanannya dengan lingkaran merah di dekat kepalan tangannya langsung melompat ke salah satu pilar tanah dan menggunakannya sebagai pijakan dan berikutnya dirinya melepaskan energinya dalam jumlah besar membuatnya melesat ke arah Naruto dengan cepat.
["Setsutouzuki : Keitzusueki : Kato :..."]
Texas yang mendengar itu langsung mengarahkan pedang di tangan kiri ke depan dan pedang kanannya ke belakang lalu melakukan gerakan berputar hingga tercipta roda api berukuran besar.
["Grunmaryuza!"]
["Bragura!"] teriak Texas sambil menghentikan putarannya lalu mengayunkan kedua senjatanya membuat roda api yang dia ciptakan melesat ke arah Tinju api berukuran besar yang di buat oleh Naruto.
Wush! Wush! BOOM!
Kedua serangan itu pun saling berbenturan membuat kumpulan asap tebal di udara. . Naruto yang melihat itu tersenyum dan memasang posisi santai di udara.
Wush! Grep!
Tanpa ekspresi terkejut, Naruto memiringkan kepalanya dan menangkap sebuah kaki dari balik asap dan memperlihatkan Texas yang tengah mengatur nafasnya, di liriknya sebelah kaki Texas yang tersisa dan dia melihat Texas telah stabil menggunakan energi pada kakinya, walau tadi dirinya yakin bahwa Texas belum bisa mengimbangi kekuatannya.
Dengan kata lain, Texas berhasil menstabilkan energi di kakinya namun saat menggunakan kakinya untuk menyerang dirinya belum bisa mengimbangi kekuatan kakinya.
"Kerja bagus, Texas-chan. Sudah cukup," ucap Naruto membuat Texas kebingungan, "Kau sudah berhasil melakukannya, omedetto."
"E-Eh?!" kejut Texas kebingungan.
Naruto pun menarik kaki Texas lalu menggendongnya ala bridal style dan membawanya turun, Texas yang di gendong secara tiba-tiba terdiam dengan wajah memerah dirinya ingin protes tapi entah kenapa dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.
Tap!
Begitu menginjakkan kaki ke tanah, Narutopun menurunkan Texas dan seketika Texas menjaga jarak dari Naruto membuat Naruto kebingungan.
"A-A-Apa yang baru saja kau lakukan, Sensei?!"
"Huh? Tentu saja membantumu untuk kembali, kau itu kelelahan, jika kau paksakan kau akan tercebur ke danau."
"Ta-Tapi..."
"Jika kau tidak menyukainya, aku tidak akan melakukannya lagi."
"Bu-Bukannya begitu!" ucap Texas sambil mengalihkan pandangannya, "Ha-Hanya saja... Tolong... Jangan secara tiba-tiba begitu."
"Hah~ baiklah, akan aku coba, tapi aku tidak bisa janji jika keadaan tertentu," ucap Naruto mengarahkan tangannya ke samping dan dual King miliknya bergerak ke tangannya kembali.
Naruto pun menyatukan dual King hingga menjadi King kembali lalu mengeluarkan tabung kecil dan menyerahkannya kepada Texas.
"Makanlah itu, dengan begitu Staminamu akan Kembali," ucap Naruto, Texas pun menerima tabung kecil tersebut dan di tabung tersebut terdapat banyak pil.
"Aku sarankan cukup satu pil saja, jika berlebihan tubuhmu tidak akan kuat."
"A-Aku tahu!" balas Texas mengeluarkan satu pil dan memakannya, dalam sekejap Texas dapat merasakan energinya kembali terisi. Texas pun mengembalikan tabung kecil tersebut kepada Naruto, namun Naruto menahannya sambil tersenyum tipis.
"Ambillah, kau akan membutuhkannya suatu saat nanti," ucap Naruto membuat Texas merasa tidak enak menerima pemberian Naruto kembali.
"Tapi..."
"Anggap saja itu adalah hadiah untukmu."
Texas yang mendengar itu terdiam, dan terpaksa menerimanya, dirinya juga tidak ingin membuat Naruto memaksanya untuk menerimanya, itu membuatnya semakin tidak enak.
"Sekarang cobalah lakukan apa yang aku perintahkan di awal!" perintah Naruto. "Ha'i!" balas Texas lalu melakukan kuda-kuda dan mengalirkan energi di kakinya.
Bwush~
Kobaran api pun keluar di kaki Texas dan berputar di sekitar Texas, Naruto yang tak melihat Texas terbang sedikit pun tersenyum karena dia sudah bisa menstabilkan energi yang di butuhkan.
"A-Aku berhasil...," gumam Texas tersenyum senang. "Itu adalah karena kau sudah membiasakan dirimu berapa banyak energi yang kau butuhkan untuk menstabilkan dirimu di titik awal," balas Naruto sambil menghunuskan Kingnya ke arah dinding yang mengelilingi Danau.
Blaar!
Dinding tersebut pun hancur dan memperlihatkan danau yang di penuhi pilar-pilar tanah, jari Naruto pun menunjuk sebuah pillar yang tampak terdapat bekas terbakar.
"Itu adalah pillar yang kau gunakan pijakkan tadi, bagi orang biasa tanpa menstabilkan energi di kakinya akan terjatuh kembali dan kau berhasil menstabilkan energi di kakimu, dan kau juga langsung menyelesaikan tahap ke dua, kerja bagus Texas-chan."
Texas yang mendengar itu merona, dirinya jadi malu karena di puji oleh Naruto, padahal itu tidak seberapa.
Blam! Blam!
Naruto dan Texas yang mendengar suara ribut, menoleh ke sumber suara dan mereka melihat sosok naga berkepala empat tengah mengamuk ke arah mereka.
"Albraguryuu, kenapa naga itu mengamuk?" gumam Naruto, sementara Texas mengerjapkan matanya dengan wajah kebingungan.
"Albragu... Apa?"
Albraguryuu, seekor Naga berukuran 10 meter dengan panjang 16 Meter, memiliki bentuk tubuh seperti ular berkepala empat dengan masing-masing leher memiliki panjang 3 meter, memiliki kepala gabungan Ular Cobra dan Naga.
["Grooaaaaaaar!"]
"Tidak, lupakan saja," balas Naruto sambil menyiapkan Kingnya, baru saja akan mencoba menenangkan Naga tersebut, Naruto mendapatkan sebuah ide lalu melirik Texas, "Texas-chan, ikut denganku untuk mengalahkan naga Ini, anggap saja ini sebagai latihanmu."
"E-Eh?! Ta-Tapi... Ba-Bagaimana jika Whellgon-sama marah?"
"Jangan khawatir, aku akan mengurus hal itu," balas Naruto sambil menyeringai kecil, "Terlebih sepertinya dia sudah membunuh beberapa Naga yang tak bersalah."
Puk! Bwush!
"Yosh! Ikuzo Texas-chan!" ucap Naruto sambil meletakkan King di pundaknya lalu menarik gagang lain yang merupakan Shinigami Mash yang langsung di ubah menjadi Shinigami Yari dan seketika tubuh Naruto mengeluarkan api biru yang membentuk armor.
"O-Osh!"
Wush!
["GROOOAAAAAARRR!"]
Secara bersamaan, Naruto dan Texas pun berlari ke arah Naga Albraguryuu yang meraung ke arah mereka.
Tap! Tap! Sring! Bzit!
Naruto yang berlari paling depan melempar Shinigami Yari ke arah Albraguryuu dan setelahnya tubuhnya terbungkus petir dan menghilang dengan cepat.
Bzit! Buagh! Blaaar!
Beberapa detik setelahnya, Naruto muncul di depan Naga Albraguryuu dan menghantamkan tinjunya di salah satu kepala Albraguryuu membuatnya terpental dan menghancurkan beberapa hutan.
Grep! Swush! Sring!
"Texas-chan!" teriak Naruto setelah menangkap senjatanya dan melemparnya ke bawah. Texas yang melihat itu pun mengumpulkan energi di kakinya dan melesat dengan cepat ke arah Shinigami Yari Naruto.
Duak! Jrash! Boom!
Texas pun menendang Shinigami Yari Naruto membuatnya berganti arah ke arah Albraguryuu yang baru saja bangkit dan menancap di salah satu lehernya di sertai ledakan besar yang berhasil memutuskan satu kepala Albraguryuu.
["GROOOAAAAAARRR!"]
WUSH! BUAK!
Albraguryuu berteriak dengan kerasnya dan mengayunkan ekornya secara membabi buta membuat Texas harus terkena hantaman ekor Albraguryuu dan membuatnya terpental ke udara.
Grep!
"Hikke! Texas-chan!" teriak Naruto menangkap Texas lalu melemparnya kembali ke arah Albraguryuu.
Swush! Twush!
Texas yang melihat salah satu kepala Albraguryuu menghembuskan api ke arahnya melebarkan matanya karena tidak bisa menghindari semburan tersebut.
Blam! Grep!
"HUOOORAAAA!" teriak Naruto menangkap ekor Albraguryuu lalu mengayunkannya dan melempar ekornya ke udara.
Twush! Jrash! Jrash!
Texas yang melihat Naruto membantunya bergerak turun membuatnya berhasil menghindari semburan api yang mengarah padanya dan mendarat di ekor Albraguryuu yang di lempar oleh Naruto dan langsung melukai bagian ekor Albraguryuu dengan pedangnya.
Jrash! Jrash! Jrash!
Tanpa segan-segan, Texas bergerak menuju ujung kepala Albraguryuu sambil melukai seluruh tubuhnya dengan Saber Swords miliknya.
["GROOOOAAAR!"]
SWUSH! Twush! Duak!
Albraguryuu kembali berteriak dan salah satu kepala Albraguryuu bergerak ke arah Texas berada, namun dari arah lain muncul Naruto yang memberikan tendangan kepada kepala naga tersebut dan membuatnya kembali terpental.
Bwush!
"Kyaa!" teriak kecil Texas karena terpental dari tubuh Albraguryuu karena saat Naruto menendangnya tubuhnya kembali bergerak tak beraturan.
Tap! Tap! Tap! Sring! Bzit!
Naruto yang melihat Texas terpental berlari sambil mengambil Shinigami Yari miliknya kembali dan langsung menghilang dengan cepat.
Greb! Bzit!
Naruto pun muncul di dekat Texas dan kembali menghilang bersama Texas hingga mereka muncul di tempat yang aman sedikit jauh dari Naga Albraguryuu.
"Kau tidak apa?" tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Texas. Naruto pun memutar Shinigami Yari miliknya lalu membenturkannya ke tanah hingga menjadi Shinigami Mash.
"Texas-chan, kumpulkan energi sebanyak mungkin lalu hantamkan ke tanah, buat dia tidak bisa bergerak!" ujar Naruto lalu berlari dengan cepat ke arah Albraguryuu.
"Ha-Ha'i!" balas Texas tergagap lalu mengumpulkan energi di tangannya sebanyak mungkin.
Tap! Tap! Tap!
Naruto yang berlari ke arah Albraguryuu menciptakan 2 duplikat dirinya, salah satu dari dua Duplikat tersebut langsung menghilang dengan cepat dan muncul di bawah Albraguryuu.
Duak!
Albraguryuu yang berusaha bangkit seketika terpental ke udara, Texas yang melihat itu langsung menghantamkan energinya ke tanah dan seketika tanah di bawahnya membeku dan bergerak ke arah Albraguryuu yang terpental ke udara
Pyaaarsh!
Ekor Albraguryuu yang masih menyentuh tanah seketika membeku dan mengalir ke seluruh tubuhnya menyisakan kepalanya saja.
["GROOOAAAAR!"]
Tap! Tap! Swush!
Duplikat Naruto yang berlari bersamanya menciptakan dua tombak api dan melemparnya ke arah kepala Albraguryuu.
Jrash! Jrash!
Dua kepala Albraguryuu pun terkena tombak Naruto menyisakan satu kepala lagi. "Yosh! Terima ini!" teriak Naruto melempar palunya hingga berputar ke arah sisa kepala Albraguryuu.
Bwush! Duak!
Albraguryuu yang melihat itu menyemburkan api ke arah palu tersebut, namun tak menghentikan pergerakannya membuat palu tersebut menghantam kepalanya.
Grep!
Dari atas muncul Naruto yang menangkap palunya kembali dan bersiap mengayunkannya, "Terima kasih telah memanaskannya, dengan begini...," gantung Naruto hingga di atasnya muncul dua duplikatnya dengan kaki di atas kepalanya dengan semburan api yang berputar.
"Selesai sudah, beristirahatlah dengan tenang."
Duak! Twush! Blam! BOOM!
Kedua duplikat itunpun mengayunkan kaki mereka hingga membentur palu Naruto dan palu Naruto menghantam kepala Albraguryuu kembali hingga di susul ledakan membentuk tornado api.
Texas yang melihat itu menyilangkan tangannya untuk menahan hempasan angin akibat ledakan tornado api yang di buat Naruto, namun karena terlalu banyak mengeluarkan energi tubuh Texas menjadi lemas dan harus terseret ke belakang.
Swush~ Bruk!
Beberapa detik berikutnya, tornado api tersebut pun reda menyisakan kumpulan asap yang tebal, Texas yang merasakan hempasan angin sudah berhenti menurunkan tangannya dan terduduk di tanah sambil menghembuskan nafasnya.
Tap!
Tak lama setelah itu, muncul Naruto yang mendarat di dekat Texas lalu meletakkan Shinigami Mash miliknya di pundak dan menghembuskan nafasnya.
"Huft~ bagaimana Texas-chan?" tanya Naruto sambil melirik Texas yang masih mengatur nafasnya. "A-Apanya... Yang bagaimana... Sensei?" tanya Texas tidak mengerti.
"Aku sudah bilang ini sebagai latihan bukan? Bagaimana? Apakah kau merasakan peningkatan saat menggunakan energimu?"
"Gomen... Hah... Hah... Aku... Masih merasa seperti sebelumnya."
"Souka? Padahal tadi aku lihat kau sudah berkembang, dari kau membuat luka di tubuhnya dan melepaskan energimu itu," balas Naruto sambil menatap ke tempat Albraguryuu yang menyisakan kawah saja.
"Tapi... Kaulah yang paling banyak mengambil peran, Sensei. Maaf karena tidak bisa berbuat banyak," ucap Texas merasa bersalah karena membiarkan Naruto mengambil peran lebih banyak.
"Sudahlah, aku tidak mempermasalahkannya, lagi pula ini latihan pertamamu dalam bekerja sama bukan?"
.
Flashback Off
.
"Ikuzo! Texas-chan!" teriak Naruto berlari lebih dahulu di susul dengan Texas di belakangnya.
"Osh!"
.
.
~ Naruto : The Dragon Future ~
.
.
Wush! Sring! Bzit!
Naruto yang berlari paling depan Shinigami Mashnya yang telah berubah menjadi Shinigami no Yari lalu menghilang dengan kecepatan petirnya hingga detik berikutnya dia telah sampai di depan AR-D.
["Target lock!"]
Bugh!
Naruto yang telah di depan AR-D melayangkan tinjunya, namun muncul Armor otomatis AR-D yang langsung menahan tinju Naruto.
'Keras... Tapi...,' batin Naruto sambil menyeringai. Seketika tangan Naruto muncul retakan merah yang menyebar luas ke seluruh tangannya hingga memunculkan uap panas lalu menghilang.
Srt! Twush!
Tinju Naruto seketika semakin kuat dan berhasil membuat retak pelindung tersebut serta membuat AR-D terdorong ke belakang.
"Bahkan dengan Shield terkuat kami dia bisa mendorongku dan membuatnya retak!" kejut AR-D sambil menatap Naruto yang melompat mundur lalu menangkap Shinigami no Yari miliknya.
"Texas-chan!" teriak Naruto melempar Shinigami no Yarinya ke arah Texas. AR-D yang mengingat bukan hanya Naruto yang di lawan tersentak dan melihat ke arah Texas.
Texas yang sudah dekat AR-D mengalirkan api di kakinya lalu melompat dan menendang Shinigami no Yari Naruto ke arah AR-D dan memberinya tenaga dorongan tambahan dengan apinya.
Pyarsh! Jrash!
BOOM!
Senjata Naruto pun menembus Shield AR-D dan mengenai meriam bagian kiri AR-D dan setelahnya terjadi ledakan besar di dalam Shield tersebut.
Tap!
Naruto yang telah mendarat dari lompat tingginya tersentak ketika merasakan getaran energi di dalam Shield tersebut.
"Texas-chan! Menghindar?!"
Swush!
Texas yang melihat bayangan hitam dari balik ledakan menyilangkan senjatanya dan betul saja sebuah palu mengenai senjatanya dan membuatnya terpental ke udara.
Bwush!
Dari balik ledakan tersebut terlihatlah AR-D dengan beberapa bekas terbakar serta meriam kirinya yang telah hancur.
"T-Teme..." geram AR-D mencabut senjata Naruto lalu melemparnya ke segala arah.
Wush! Grep!
Texas yang terpental ke udara tersentak ketika ada yang menangkapnya dan itu tak lain adalah Naruto, "Bersiaplah Texas-chan!" teriak Naruto lalu mengalirkan energi ke tangannya dan melempar Texas kembali ke arah AR-D.
"Yosh! Sekarang..." gantung Naruto sambil mengangkat tangan kirinya ke langit.
"Kheh! Sungguh Naif! Kau tidak akan bisa menghindari ini!" teriak AR-D mengembangkan Sayap mekaniknya hingga menjadi beberapa bagian yang langsung menjadi meriam tipis yang mengarah pada Texas begitu juga Meriam di pundak kanannya.
Seluruh meriam tersebut pun mulai mengumpulkan energinya, Texas yang mengingat kejadiannya mirip seperti saat melawan Naga Albraguryuu menyiapkan senjatanya.
Twush!
["Setsutouzuki : Doto : Shindogare!"] teriak Naruto mengeluarkan api di tangan kirinya membuatnya turun ke bawah dengan cepat lalu menghentakkan tangan kanannya ketika mendarat dengan keras.
Krak! Krak! Blaar!
Tanah yang di bawah Naruto pun mengalami retakan besar hingga menyeluruh arena di sertai getaran kuat membuat AR-D tidak fokus membidik Texas.
Twush!
Bersamaan dengan meriam-meriam AR-D menembakkan energinya, muncul tanah seperti seluncuran membuat Texas langsung menggunakan tanah tersebut sambil bergerak lincah menghindari setiap tembakan AR-D.
"Cih! Jangan bercanda?!" teriak AR-D menghantamkan palunya ke tanah dan membuat getaran lebih besar dan menghancurkan seluncuran tanah yang di gunakan oleh Texas untuk bergerak ke arahnya.
"Bodoh!" ucap Naruto secara tiba-tiba muncul di belakang AR-D dengan tangan merah berukuran besar dan mengkilap lalu memukul AR-D hingga terpental dan menabrak dinding Arena.
Naruto yang melihat Texas terjatuh melirik Texas dan bersiap menyelamatkannya, namun Texas mengeluarkan api di kakinya membuatnya bisa melayang lalu terbang ke arahnya
Naruto yang melihat itu tersenyum, namun dirinya harus tersentak dan menghilang dengan cepat hingga di belakang Texas lalu memeluknya sambil mengarahkan tangan merah mengkilapnya ke tempat AR-D berada.
BOOM!
.
DSA Side
.
"Membosankan," gumam Lappland yang duduk di sofa sambil bertopang dagu, sementara Whizly duduk di sampingnya dengan tenang sambil menonton TV namun tidak ada acara seru sedikit pun.
"Nii-chan juga belum datang begitu juga Texas-san... Mereka pergi ke mana ya?" gumam Asia yang telah kembali sementara Shiina dia telah kembali ke kediamannya bersama keluarganya.
"Maa~ sudahlah, Lappland-nee," ucap Whizly lalu mencoba mencari channel lain.
Setelah Channel berganti, terlihat saat ini di Tv tersebut tampak Arena Artesik yang terdapat ledakan besar di Arena.
"Hm? Apa ini?" tanya Lappland penasaran.
"Entahlah," jawab Whizly karena tidak tahu.
Setelah ledakan reda, tampaklah lengan merah berukuran besar yang perlahan mengecil dan memperlihatkan Naruto dan Texas yang dalam keadaan baik-baik saja.
"E-Eh?! C-Cho...?!" kejut Lappland ketika melihat Naruto dan Texas masuk TV. "Ah! Bukannya itu Naruto-sensei dan Texas-nee?" respons Whizly.
"E-Eh?!" kejut Asia lalu bergerak melihat TV dan benar saja itu adalah Naruto dan Texas.
"Me-Mereka bertarung di sana?"
"Hu-Huh?! Dengan siapa?!" kejut Lappland lalu melihat ke arah TV kembali, layar kembali berganti ke sebuah dinding yang hancur dan mengeluarkan Robot dengan kepala sedikit mereng karena di lehernya telah bengkok karena pukulan Naruto.
"Me-Mereka melawan robot?!"
"A-AR-D?" gumam Asia tidak menyangka kalau lawan Naruto dan Texas adalah AR-D.
.
Back to Naruto and Texas Side
.
"Beraninya... Beraninya kau melakukan ini padaku, NARUTO?!" Naruto yang mendengar itu hanya diam, lalu turun ke tempat aman dan mendecih membuat Texas meliriknya.
"Meriam itu sedikit mengganggu, kita harus melenyapkan seluruh meriamnya tersebut," gumam Naruto. "Apakah aku harus melakukannya seperti waktu itu untuk menghentikan pergerakannya?" tanya Texas membuat Naruto tampak berpikir lalu menyeringai.
"Ya, sepertinya memang harus, mohon bantuannya, Texas-chan!" Texas yang mendengar itu mengangguk lalu mengumpulkan energi sebanyak mungkin.
"Ikuzo!" teriak Naruto berlari ke arah AR-D dengan sangat cepat dan tak lama setelah itu muncul dua kumpulan asap yang juga mengeluarkan duplikatnya yang ikut berlari di sampingnya lalu menghilang.
["AR-D berhati-hatilah!"]
"Aku tahu itu!" teriak AR-D mengumpulkan energi di palunya lalu menghantamkannya ke Tanah hingga membuat getaran yang kuat.
Naruto yang di ganggu oleh getaran yang di ciptakan AR-D terjatuh, namun dengan cepat Naruto mengubah Shinigami Yari menjadi Shinigami Mash lalu menghantamkannya ke tanah membuatnya kembali berdiri namun karena tadi dia memukul tanah di bawahnya, beberapa bongkahan tanah melayang ke udara dan langsung di pukul oleh Naruto seperti bola baseball yang mengarah pada AR-D.
Blar! Blar! Blar!
AR-D yang melihat itu mengayunkan palunya menghancurkan bongkahan batu-batu yang di pukul oleh Naruto dengan palunya.
Wush! Blam! Twush!
AR-D yang melihat Naruto turun ke arahnya mengumpulkan energi di palunya lebih cepat lalu mengayunkannya ke arah Naruto hingga akhirnya ke dua palu tersebut saling berbenturan dan menciptakan ledakan angin yang kuat serta retakan pada tempat AR-D berpijak.
"Sekarang Texas-chan?!" teriak Naruto. Texas yang mendengar itu mengangkat bola energi di tangannya lalu menghantamkannya ke tanah.
["Hyouto : Wakanze!"]
Swuuush~
Seketika tanah arena membeku dan menjalar ke arah AR-D, melihat itu R-MC langsung mengambil kendali senjata dan mengarah pada Naruto.
Bzit! Buagh!
Tanpa di duga dari bawah muncul Naruto lain yang langsung meninju dagu AR-D hingga membuatnya terjungkal ke belakang.
Sret! Twush!
Naruto yang memegang palu melihat AR-D terjungkal menempelkan kakinya ke dada AR-D lalu mengalirkan energi api dengan tenaga besar hingga membuatnya terdorong dan membentur tanah sementara Naruto terbang ke udara.
Karena tak sempat menghindar AR-D pun harus terkena jurus Texas dan secara perlahan mulai membeku.
"Ku-Kuso! Aku tidak bisa bergerak?!" teriak AR-D berusaha memberontak menghancurkan jurus Texas, namun kurs Texas terlalu kuat hingga mencapai mesin terdalamnya yang pada akhirnya membuatnya mati atau non aktif.
Melihat AR-D sudah tidak banyak bergerak akhirnya Naruto pun turun dan menghela nafasnya, di liriknya dirinya yang ada di udara dengan empat tombak api.
"Huft~ padahal aku sudah mempersiapkannya tapi sepertinya sudah tidak perlu lagi," gumamnya lalu menghilangkan empat tombak api tersebut lalu menghilang begitu juga dengan dirinya lagi satu.
Texas yang sudah kehabisan energinya pun terduduk dan menghela nafasnya, "Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan energimu," gumam Texas lalu mengeluarkan pil pemberian Naruto dan memakannya.
Naruto yang melihat AR-D telah non aktif menghela nafasnya lalu meletakkan Shinigami Mashnya di pundak dan berjalan ke arah Texas.
Ting!
Naruto yang mendengar sebuah suara tersentak dan dengan cepat di liriknya ke belakang dengan Jikkan yang telah aktif.
Buagh! Blaaar!
Texas yang masih terduduk tersentak ketika Naruto terkena sebuah serangan membuatnya terpental dan membentur dinding arena.
"Naruto-sensei?!" teriak Texas di liriknya siapa yang menyerang Naruto dan betapa terkejutnya dia ketika melihat AR-D kembali bangkit walau tubuhnya masih terdapat pembekuan.
"Kurang ajar... Tidak bisa di maafkan?!" geram AR-D, "Tidak akan aku biarkan kalian menang kembali?!"
"..." Texas yang mendengar itu tidak mengatakan apa pun, dia bangkit kembali dan menyiapkan Saber Swordsnya.
"Sebaiknya kau diam saja Inu Onna! Aku masih memiliki urusan dengan..."
Duak!
Belum selesai bicara, AR-D harus terpental ketika Texas secara tiba-tiba di depannya dan menendang dadanya bahkan dia harus berguling beberapa kali hingga akhirnya dia berhasil berhenti terpental.
Duak! Buagh! Buagh! Duak!
Baru saja berhenti, AR-D harus terkena tendangan kembali pada dagunya dan menerima serangan brutal dari Texas menggunakan pedangnya.
Bahkan seluruh meriam dan Sayap AR-D harus terpotong karena pedangnya. AR-D yang tidak bisa membiarkan Texas memotongnya mengarahkan palunya ke arahnya, namun sebuah bongkahan Es muncul menahan palu tersebut dan Texas membalasnya dengan memotong lengan AR-D.
Duak!
Kembali, Texas menendang AR-D hingga terseret ke belakang, "Ki-Kisamaaa!" teriak AR-D sambil memegang tangannya yang terpotong, "Akan ku ba..." perkataan AR-D terhenti ketika melihat Ekspresi dingin Texas.
Tubuhnya seketika gemetar ketika melihat mata Orange yang menyala dan mengeluarkan Intimidasi yang sangat kuat.
"Kau bilang apa?" tanya Texas dengan nada dingin sambil mendekati AR-D, melihat itu AR-D melangkah mundur ketakutan.
'Pe-Perempuan ini... Di-Dia terlalu kuat...,' batin AR-D ketakutan, walau pun sudah bergabung dengan R-MC, dia berhasil memotong lengan serta meriamnya dengan mudah.
"Kau tadi mengatakanku Inu Onna bukan?" tanya Texas sambil menyiapkan Saber Swordsnya.
Twung!
Seketika Saber Swordnya menjadi panjang dan energinya semakin kuat membuat AR-D semakin ketakutan, "Jaa~ bagaimana jika aku menyebutmu Jankumashin?" tanya Texas dengan ekspresi datarnya
AR-D tak menjawab, dia mengambil palunya dan bersiap menghantamkan palunya ke arah Texas, namun dengan cepat Texas memotong lengan AR-D membuatnya tidak memiliki lengan.
.
DSA Side
.
Lappland, Whizly dan Asia yang melihat perbuatan Texas tidak mengeluarkan kata sedikit pun, Asia terlalu terkejut dengan sifat Texas yang secara tiba-tiba berubah menjadi 180 derajat.
Whizly dan Lappland hanya diam dengan ekspresi serius, sebagai kakak dan adiknya mereka telah tahu sifat Texas dan mereka juga tahu akan sifat Texas kali ini.
.
Back to Naruto and Texas Side
.
"Jawab aku, apa kau mau ku sebut Jankumashin?" tanya Texas sambil mendekati AR-D secara perlahan, AR-D yang sudah tak bisa melawan semakin mundur hingga terpojok dinding Arena.
"To-Tolong A-Ampuni aku!"
"..." Texas yang mendengar itu tak merespons beberapa detik hingga mengeluarkan aura intimidasi ya semakin kuat, "Memaafkanmu?"
"Kau telah melukai Naruto-sensei... Kau pikir aku akan mengampunimu dengan mudah? Jangan bercanda!" teriak Texas bersiap menghunuskan pedangnya, namun Naruto secara tiba-tiba muncul dan menahan Texas dengan memeluknya.
"Sudah cukup Texas-chan... Aku baik-baik saja," ucap Naruto sambil menjatuhkan Saber Swords Texas.
Texas yang berada di pelukan Naruto tersadar ketika menghirup aroma tubuh Naruto dan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Naruto.
"Sudah tenang?" tanya Naruto sambil tersenyum lembut, Texas yang melihat ini bukan mimpi membalas pelukan Naruto dengan erat.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Naruto-sensei!" Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu melirik AR-D yang menatapnya terkejut.
"Ba-Bagaimana mungkin?!"
"Entahlah... Siapa yang peduli bukan?" balas Naruto mendengus, "Lagi pula, kali ini adalah kemenangan ku kembali."
"H-Hah?!"
Naruto pun menjentikkan Jarinya dan seketika Mesin AR-D tidak dapat bekerja dan langsung Non Aktif dan AR-D pun terjatuh di Arena.
"UWOOOOOHHH!"
["Pemenangnya Uzumaki Naruto dan Texas!"]
.
.
Tap! Tap!
Setelah selesainya pertandingan, Naruto memutuskan kembali dengan menggendong Texas yang tertidur karena kelelahan di sertai Serigala kecil yang juga tertidur di perut Texas.
Selama memeluknya, ternyata Texas telah terlelap dan dirinya yakin itu karena Texas mengeluarkan banyak energi kembali untuk mengintimidasi AR-D padahal dia sudah mencapai batas setelah membekukan arena.
Naruto juga telah mengirim duplikatnya untuk mengurus surat-surat tentang Serigala yang dia pungut dan dia akan memberi nama Uraromi ( Arakute Yawarakai Shiro Okami ) = ( Serigala Putih Kasar dan Lembut )
"Enghh~" Naruto yang mendengar Texas melenguh meliriknya dan dia melihat Texas terbangun dari terlelapnya dan mengerjapkan matanya untuk mengambil kesadarannya kembali.
"Kau sudah sadar?" Texas yang mendengar suara Naruto mengangkat kepalanya hingga pandangan mereka bertemu selama beberapa detik hingga akhirnya Texas tersadar bahwa Naruto menggendongnya.
"Se-Sensei?!"
"Wow, tenanglah Texas kau tadi kelelahan dan tak sadarkan diri, jadi aku menggendongmu," ujar Naruto menjelaskan situasi agar Texas tenang.
"A-Ah begitu ya."
"Sebaiknya kau diam saja hingga kita kembali," ucap Naruto sambil melanjutkan jalannya kembali.
"Ma-Mana mungkin Naruto-Sensei! I-Ini terlalu memalukan?!" Naruto yang mendengar itu tersenyum. "Tidak apa... Mereka juga pasti pernah mengalami hal seperti ini, jadi itu sudah wajar," ujar Naruto membuat Texas merona.
"Ta-Tapi..."
"Ngomong-Ngomong Texas-chan...," gantung Naruto sambil melirik Texas kembali, " Kenapa... Kau bisa seperti tadi? Bagaimana bisa sifatmu itu muncul?"
Texas yang mendengar itu terdiam sambil menundukkan kepalanya, "Bisakah kita tidak kembali dulu... Sensei... Aku ingin bercerita denganmu."
Naruto yang mendengar itu hanya diam namun dia kabulkan permintaan Texas dengan membawanya ke tempat yang nyaman untuk bercerita.
.
Chiyoda
Taman Istana Kekaisaran Tokyo
18.00 PM
.
Setelah beberapa jam berjalan akhirnya Naruto dan Texas beristirahat di taman istana kekaisaran Tokyo yang sepi karena kunjungan bagi wisata di istana tersebut telah di tutup.
Texas saat ini tengah duduk di sebuah kursi sambil mengelus Uraromi yang tertidur di pangkuannya.
"Maaf membuatmu menunggu, Texas-chan," ucap Naruto yang turun dari langit dengan dua gelas minuman di tangannya. Texas yang mendengar itu menggelengkan kepalanya lalu menerima satu gelas minuman pemberian dari Naruto.
"Tidak... Justru aku lah yang harusnya minta maaf karena merepotkanmu."
Naruto yang mendengar itu tidak membalas hingga beberapa menit lalu berdehem pelan dan memasang wajah serius. "Jadi... Apa yang ingin kau ceritakan padaku?" tanya Naruto.
"Ini mengenai sifatmu yang satu lagi," jawab Texas sambil menundukkan kepalanya, "Aku memiliki sifat itu karena Kaa-chan."
Naruto yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, "Gen Kaa-san mu?" Texas yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.
"Karena hanya kami yang merupakan Half-Wolf di Hyotogaku, kami di kucilkan dan di pandang rendah oleh orang-orang di sana, Kaa-chan... Dia meninggal di Hyotogaku karena tubuhnya tidak kuat setelah melahirkan Whizly, namun dia bisa bertahan hingga beberapa tahun karena tekatnya... Namun pada akhirnya Kaa-chan meninggal karena setiap hari dia harus terkena serangan dari para warga kota Hyotogaku yang menganggap kami para Half-wolf bahaya."
Naruto yang mendengar itu melebarkan matanya, kota yang dia selamatkan ternyata memiliki sifat seperti itu, mengepalkan tangannya Naruto pun meninju pohon di sebelahnya hingga kulit pohon tersebut hancur.
"Harusnya aku tidak menyelamatkan kota itu!"
"Tidak... Kau sudah melakukan sesuatu yang benar Sensei," balas Texas sambil menggelengkan kepalanya. "Tapi karena mereka..."
"Itu dulu, Sensei... Sebelum aku memiliki sifatku yang lagi satu," potong Texas sambil menatap Naruto serius, "Setelah kematian Kaa-chan, aku semakin protektif pada keluargaku walau pun marah itu tidak membuat mereka takut karena waktu itu aku hanyalah anak kecil, yang paling berani adalah Lappland-nee... Namun karena perbandingan tenaganya dan tubuhnya yang berbeda, Lappland-nee sering menerima luka karena melindungiku dan Whizly."
"Melihat salah satu keluargaku yang terluka, entah kenapa...," gantung Texas sambil menyentuh dadanya, "Rasanya sangat sakit sekali, seperti ada sesuatu yang memberontak di dalam diriku, aku ingin sekali melindungi namun aku tidak memiliki kekuatan yang cukup, aku ingin membalas perbuatan mereka namun aku tidak bisa melakukannya karena tubuhku yang berbeda jauh dengan mereka."
"Hingga beberapa bulan berlalu kejadian sama terus terjadi membuat diriku tidak tahan... Pikiranku kacau, amarahku tidak bisa tenang, tanganku tak berhenti mengepal hingga berdarah hingga saat aku membantu Tou-san melakukan pekerjaan kecil... Ada sebuah insting membunuh yang lahir di dalam diriku ketika melihat makhluk kecil di makan oleh sebuah ular."
Naruto yang mendengar itu terdiam, dirinya memang pernah mendengar bahwa manusia setengah hewan masih memiliki gen yang di miliki hewan tersebut dan Serigala adalah hewan Karnivora jadi tidak salah lagi bahwa insting membunuh tersebut adalah sifat gen Serigalanya.
"Lalu... Apa yang terjadi berikutnya?" tanya Naruto sambil duduk di sebelah Texas. "Pandanganku secara tiba-tiba gelap... Dan saat tersadar, di mulutku sudah ada kepala ular tersebut serta tubuhku berisi bercak darah," jawab Texas.
"Aku pun kebingungan apa yang terjadi dengan diriku, setelah kejadian tersebut aku tidak berani pulang dan melarikan diri ke laut untuk membersihkan diriku," lanjut Texas, "Saat membersihkan diriku pun aku bertemu dengan orang-orang yang menggangguku, perkataan menyakitkan mereka memancing sesuatu di dalam tubuhku hingga aku pada akhirnya aku sadar waktu itu... Perasaan tersebut adalah kebencian... Aku membenci mereka... Aku marah pada mereka, hingga aku tak bisa menahan amarahku... Aku pun menatap marah mereka hingga membuat mereka bungkam... Bahkan mereka langsung lari terbirit-birit setelah aku tatap begitu."
"Dan aku pun menatap diriku ke laut dan aku pun... Terkejut karena secara tidak sadar aku telah memiliki sifat tersebut, apa pun yang sangat dekat denganku terluka atau pun terjadi sesuatu yang tidak-tidak... Sifat amarahku pun pasti muncul jadi... Saat melihat Naruto-sensei... Entah kenapa aku sangat kesal dan marah... Maka dari itulah aku seperti itu tadi."
Naruto yang mendengar itu pun terdiam beberapa menit lalu menghela nafasnya, sekarang semua sudah jelas, "Lalu... Bagaimana bisa para Masyarakat peduli kembali pada kalian?"
"Soal itu... Kami memiliki sesuatu yang di akui oleh masyarakat Hyotogaku, dulu kota tersebut terdapat banyak sekali monster dan Kamilah yang membinasakan para monster tersebut."
"Eh? Bukannya kalian tidak memiliki kekuatan?"
"Itu memang benar, tapi sebetulnya kami memiliki sesuatu yang hanya bisa di lakukan oleh malam hari dengan sinar bulan," jawab Texas sambil meletakkan Uraromi di kursi beserta Minumannya.
"Apa itu?"
"Akan aku tunjukkan Sensei... Jika suatu saat terjadi sesuatu denganku ketika dalam wujud tersebut... Kau bisa menghentikan kami!" jawab Texas lalu berjalan ke depan dan mengenai dirinya di sinar bulan melalui celah-celah pohon.
Seketika tubuh Texas mengalami perubahan besar di mana tangannya secara tiba-tiba menjadi besar, begitu juga kaki dan tubuhnya, bulu lebat tubuh di sekujur tubuhnya, ekornya semakin besar dan mengibas-bas di depan Naruto, karena tubuhnya juga membesar pakaian Texas pun robek begitu juga celananya.
Wajah Texas yang tak terlihat pun berpaling menatap Naruto di mana wajahnya yang cantik saat ini telah menjadi serigala, Naruto yang melihat itu tentu terkejut, "Ka-Kau... Bisa berubah menjadi serigala?!"
"Ha'i, tapi ini bisa aku lakukan saat terkena sinar bulan, kami akan menyerap energi sinar bulan namun kekuatannya sangatlah tidak terlalu besar dan saat bulan purnama... Itu adalah hari terlarang bagi kami untuk berubah... Karena jika kami terkena sinar bulan purnama... Insting kami akan menjadi buas seperti serigala."
"Perubahan ini juga sangat menguras energi kami karena kami biasanya menggunakan amarah dan keinginan untuk melindungi," lanjut Texas sambil mendekati Naruto.
Karena ukuran tubuhnya yang beda jauh, Naruto sampai harus mengangkat kepalanya untuk melihat Texas, namun itu tak beberapa lama karena perlahan tubuh Texas kembali normal.
Tapi Naruto langsung tersadar karena pakaiannya telah hancur pasti saat ini...
Ketika Texas sudah kembali secara sempurna, benar saja... Texas saat ini tengah telanjang tanpa sehelai benang, dengan cepat Naruto menutup matanya
"Ba-Baka! Apa yang kau lakukan?!"
Texas yang mendengar itu pun merona dan menutupi tubuhnya di balik pohon, "Ti-Tidak apa... A-Aku tidak masalah jika Sensei melihatnya, A-Aku juga ingin memberitahu hal ini karena jika saja aku berubah dalam wujud tersebut dan tidak terkendali... A-Aku ingin Sensei mempersiapkan sesuatu untuk menghentikan diriku."
"Ji-Jika seperti itu kau bisa mengatakannya saja padaku bukan? I-Ini! Gunakan ini untuk menutupi tubuhmu!" balas Naruto dan memberikan Jubahnya pada Texas.
Ia pun menerima jubah pemberian Naruto dan mengenakannya, untungnya jubah tersebut menutupi seluruh tubuhnya dari atas hingga bawah.
"Tapi aku takut jika kau tidak percaya denganku... Selain itu...," gantung Texas sambil keluar dari balik pohon dan tersenyum ke arah Naruto, "Sudah sewajarnya bukan... Jika murid menceritakan masalahnya kepada gurunya?" lanjut Texas sambil tersenyum.
Naruto yang mendengar penuturan Texas pun terdiam beberapa menit lalu menghela nafasnya, perkataan Texas ada benarnya... Jika suatu saat muridnya terdapat masalah, dirinya ingin sekali membantu muridnya dan meringankan beban tersebut.
"Hahh~ kalau begitu aku akan menyiapkan pakaian khusus untuk perubahanmu itu... Akan gawat jika kau kembali setelah perubahanmu itu, selain itu... Apakah kau berubah secara kehendakmu atau bagaimana?"
"Secara kehendak kami, aku bisa berubah kapan saja tapi itu hanyalah beberapa menit karena energi kami terbatas, jika kami berubah saat bulan purnama akan lain lagi ceritanya, kekuatan kami akan meningkat lima kali lipat serta insting kami akan berubah menjadi buas," jawab Texas sambil menggaruk belakang kepalanya dan tersenyum kaku.
"Kalau begitu aku juga akan mempersiapkan biusnya nanti."
"Sensei... Satu lagi!" ujar Texas dengan serius, "Waktu itu kami memang tidak berguna."
"Aku juga membuatmu repot tadi di pertandingan, tapi aku ingin menjadi kuat lagi! Jadi tolong...," gantung Texas lalu tersenyum pada Naruto, "Latih aku agar bisa menjadi kuat?!"
Naruto yang mendengar itu terdiam lalu menyentil pelan dahi Texas membuatnya mengasuh kesakitan, "Baka... Tentu saja aku akan melakukannya."
"Karena kita adalah Guru dan murid, sudah pasti aku akan membuat muridku menjadi kuat."
.
Skip Time
DSA Weapon Dragons
19.00 PM
.
Setelah itu, Naruto dan Texas pun memutuskan untuk kembali ke DSA dan setelah sampai di sana, mereka di sambut dengan tatapan serius dari Asia, dan Lappland sementara Whizly hanya berdiri tenang di belakang mereka.
"Kalian dari mana saja?" tanya Asia dengan nada interogasi. "Kami hanya habis jalan-jalan mengelilingi Taito... Maa~ sebenarnya kami juga berkunjung ke Artesik sih...," jawab Naruto sambil menggaruk tengkuknya.
"Kau tidak melakukan hal yang aneh bukan, Nii-chan?" tanya Asia dengan mata memicing. "Tentu saja tidak, selain itu selagi kami jalan-jalan kami menemukan ini!" balas Naruto sambil menunjukkan Serigala kecil di pelukannya.
"Serigala? Di kota seperti ini?"
"Maa~ cukup aneh bukan? Dari pada terjadi sesuatu sebaiknya aku membawanya," balas Naruto sambil mengelus Uraromi yang ada di pelukannya.
"Boleh kah kami masuk? Di luar sangat dingin!"
"A-Ah, Gomen silahkan ma..."
"Sensei!" belum selesai berbicara, Lappland telah memotong perkataan Asia membuat Naruto meliriknya, "Bisakah kita berbicara berdua? Ada yang ingin aku bicarakan?"
Naruto yang mendengar nada serius Lappland menghembuskan nafasnya, "Boleh saja, mari kita berdua berbicara di atap, Asia-chan bisakah kau memberi Uraromi makan?" pinta Naruto sambil menyerahkan Uraromi kepada Asia.
"E-Eh, U-Um, dia tidak menggigit kan?" tanya Asia ragu menerima Uraromi. "Jangan khawatir, dia jinak kok," jawab Naruto dan menyerahkan Uraromi kepada Asia.
"Sebagai imbalannya kau akan mendapatkan apa yang kau mau nanti, tapi batasnya hanya sampai malam ini saja."
"E-Eh?!" kejut Asia dengan ekspresi kecewa. "Jangan banyak protes, masih untung dapat dari pada tidak bukan?" Asia yang mendengar itu mengembungkan pipinya.
"Sebaiknya kembali lah ke kamarmu, Texas-chan. Bersihkan tubuhmu itu," ucap Naruto sambil mengelus rambut Texas lalu melangkah menuju atap di ikuti Lappland di sampingnya.
"Texas-nee!" panggil Whizly sambil mendekati Texas, "Bagaimana perasaanmu?" tanyanya dengan ekspresi khawatir.
Texas yang tahu adiknya khawatir tersenyum lalu mengelus rambut adiknya tersebut dengan lembut, "Jangan khawatir, Nee-san baik-baik saja."
.
.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan Lappland-chan?" tanya Naruto sambil menatap Lappland yang bersandar di pagar pembatas di atap DSA.
"Ano... Sensei... Apakah Sensei mengetahui sifat Texas yang bertolak belakang?"
"Ya, dia sudah menceritakannya padaku tadi, begitu juga masa lalu serta kematian ibu kalian... Dan juga perubahan kalian," jawab Naruto membuat Lappland menghela nafasnya.
"Souka... Kalau begitu aku tidak perlu repot-repot lagi menjelaskannya," gumam Lappland lalu menatap Naruto dengan serius, "Sensei... Bisakah kau menghilangkan sifat Texas tersebut? Aku takut jika dia melukai orang-orang nanti karena sifatnya itu?"
"Hm? Justru aku ingin menghilangkan sifatku yang lebih sadis di banding Texas, kau lebih parah dari padanya tahu!" Lappland yang mendengar itu melenguh pelan.
"Tapi aku rasa itu mustahil."
"Kenapa?"
"Emosional sudah ada di dalam diri kita sejak lahir, jadi mustahil bagi kita untuk mencabutnya, di dalam diri kita pasti ada rasa Senang, Sedih, marah dan yang lain-lain, tanpa adanya itu kita hanyalah orang tanpa ekspresi, jadi jika kau ingin memintaku untuk mencabut sifat Texas yang bertolak belakang saat kesal dan marah itu sangat mustahil, karena itulah emosionalnya, sama seperti dirimu jika kesal dan marah kau tidak pandang bulu untuk melukai siapa pun," jawab Naruto.
"Tapi... Jika untuk menghentikannya dan menenangkan kalian, aku siap melakukannya bahkan walaupun kalian mengamuk dalam bentuk perubahan kalian, aku siap mengorbankan tubuhku agar kalian tenang."
Lappland yang mendengar perkataan Serius Naruto tersentak dan merona tipis, apa lagi melihat ekspresi serius Naruto yang menurutnya sangat keren.
"Heh, kau benar-benar aneh... Baka-sensei," gumam Lappland.
"Kau mengatakan sesuatu?"
"Tidak... Selain itu Sensei...," gantung Lappland lalu menatap kesal Naruto, "Kenapa kau tidak mengajakku Jalan-jalan?"
"Huh?" beo Naruto
Greek!
"Kenapa kau hanya mengajak Texas untuk jalan-jalan?! Padahal aku juga ingin ikut?! Apa kalian memiliki hubungan huh?! Apa saja yang kau lakukan bersama Texas hingga kau tidak mengajakku?!" tanya Lappland menarik kerah Naruto dan mengguncangnya.
"Kau cemburu?" Lappland yang mendengar itu tersentak di sertai wajah yang merona. "Ce-Ce-Cemburu?! Jangan mengatakan sesuatu yang aneh Baka-Sensei?!" teriak Lappland semakin mengguncang tubuh Naruto.
"Ya... Soalnya kau tampak kesal saat aku pergi bersamanya, padahal dia yang memintaku untuk pergi berdua saja, selain itu sejak tadi kau mengatakan Aku... Jadi sudah terlihat sekali bahwa kau cemburu," balas Naruto membuat Lappland melenguh dan menghentikan guncangannya.
"Ka-Kalau begitu..."
"Hm?" gumam Naruto sambil menatap Lappland yang mengalihkan pandangannya dengan raut kesal di sertai wajah memerah.
"Be-Besok! A-Aku ingin Se-Sensei menemaniku jalan-jalan, Ha-Hanya berdua?!" Naruto yang mendengar itu tersenyum mengejek membuat Lappland semakin kesal dan mengembungkan pipinya.
"Ha'i-Ha'i, tapi tidak besok. Aku memiliki urusan lain dengan yang lainnya terlebih dahulu, Tiga hari lagi aku akan menemanimu, kau senang?" jawab Naruto membuat Lappland menundukkan kepalanya lalu melepaskan kerah Naruto dan meninggalkan Naruto.
"H-Huh?! Si-Siapa juga yang senang?!"
"Heh, dasar Tsundere," dengus Naruto pelan ketika melihat Lappland telah menghilang, Naruto pun menatap ke arah langit dengan ekspresi yang sulit di jelaskan sambil mencengkeram baju di dadanya.
"Emosional sudah ada di dalam diri kita sejak lahir, jadi mustahil bagi kita untuk mencabutnya, di dalam diri kita pasti ada rasa Senang, Sedih, marah dan yang lain-lain, tanpa adanya itu kita hanyalah orang tanpa ekspresi."
'Jika saja... Rasa kesalku terhadap mereka tidak ada... Ekspresi macam apa yang aku tunjukkan kepada mereka?'
'Mungkin... Aku... Akan menjadi manusia tanpa ekspresi,' lanjut Naruto dalam batin lalu melangkah kembali ke dalam untuk melihat Asia yang mengurus Uraromi.
Setelah masuk ke dalam, dia bisa melihat Asia tengah memberi makan Uraromi sebuah daging yang cukup besar, Naruto pun secara mengendap-endap mendekati Asia dan memeluk pinggang Asia.
"Yo Asia-hime," panggil Naruto dan Asia memegang lengan Naruto dan menariknya untuk memeluk perutnya. "Dari mana saja kalian?" tanya Asia kembali.
"Heh~ kau kembali bertanya?"
Asia yang mendengar respons Naruto menarik Naruto sementara Naruto Cuma bisa mengikuti, Asia pun mengajak Naruto menuju kamar Naruto dan dengan gerakan cepat Asia mendorong Naruto ke arah pintu yang telah di kunci.
"H-Hoy! Cho-Chotto!" ucap Naruto menahan Asia, "Ki-Kita masih belum boleh melakukannya!"
"Apa yang Nii-chan katakan? Aku hanya ingin melampiaskan nafsuku pada benda lunak ini," balas Asia sambil mengelus bibir Naruto.
"So-Souka..."
"Mungkin," lanjut Asia sambil menyeringai lalu mencium Naruto dan membuatnya berbaring di lantai, sementara Naruto mencoba memberontak namun dirinya ingat bahwa dia sudah membuat kesempatan pada Asia dan dia hanya bisa pasrah menerima perbuatan Asia.
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Heh? Dia sedang pergi?"
"U-Uwo! Tenanglah?!"
"Kau tampak senang ya?"
"Gomen karena aku adalah pasangan yang buruk untukmu."
Selanjutnya Chapter 54 : Dragons Champions Arc V : Slice of Life : Berbagi part 1
.
Note : Yo! Kembali lagi dengan saya 4kagiSetsu. Bagaimana cerita kali ini?
Maaf karena lama Update, btw saat ini cukup banyak anjing menggonggong ya? Keracunan atau apa sih? Hmm mungkin keracunan kali ya? Ah sudahlah nanti juga mati sendirinya.
Ok mari kita bahas Chapter kali ini, di Chapter ini saya selipkan latihan Naruto beserta para muridnya tapi yang paling menonjol di latihan ini adalah Naruto dan Texas.
Lalu banyak yang menanyakan saya, apakah Albraguryuu itu sebuah jurus, tidak. Albraguryuu adalah naga dan sudah terjawab di sini.
Lalu kemampuan Texas, saya masih membatasinya seperti saat menggunakan jurus [Hyouto : Wakanze], lalu bagaimana bisa dia bergerak kembali setelah mencapai batasnya, itu karena Pil pemberian Naruto, namun dia gunakan kembali karena marah terhadap AR-D.
Next, adalah perubahan Serigala dari Clan Half-Wolf keluarga Fing yang terdiri dari Fing, Lappland, Texas dan Whizly, saya menambahkan kekuatan dari Clan mereka namun kekuatannya juga memiliki keterbatasan yaitu saat terkena bulan.
Cerita masa lalu keluarga serta kematian sang ibu dan juga bagaimana para warga menerima mereka juga telah saya masukkan kemari.
Lalu Uraromi si serigala kecil, dia adalah salah satu Partner Naruto berikutnya nanti, dan serigala ini adalah permintaan dari salah satu teman saya dan saya telah menyetujuinya karena dalam kerangka cerita ini saya juga bertujuan memberikan Naruto sebanyak empat Partner hewan jadi saya pun memutuskan menerimanya.
Lalu untuk Chapter depan? Hmmm~ kira-kira ada apa ya? Ya tunggu saja. Ya lalu untuk yang bilang jika saya up dan itu mengganggu list Cerita yang lainnya, ya maaf saja. Ini milik saya, kenapa kalian yang mengatur saya? Bahkan mengatakan saya "Ternak Harem" ya bodo amat sih, yang penting bisa buat dari pada bacot doang?
Jaa~ sampai bertemu di Chapter depan, Jaa~ ne!
4kagiSetsu out
