0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%

[Power on!]

[Loading…]

[Welcome Back, Master!]

[Story starts!]

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school DxD © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

TrySail – High Free Spirits

( Fix music first )

( Layar memperlihatkan gambar matahari terbit lalu di ganti dengan gambar Team Naruto yang melihat ke arah matahari terbit di ganti gambar para Servant yang juga melihat matahari terbit juga lalu di ganti oleh Murid Naruto dan terakhir Naruto )

Shizuka ni moeru sekai hajimari wa kokokara

( Layar di ganti dengan gambar Asia yang berada di atas Gedung DSA sambil melihat matahari )

Yozora ga owari wo tsugeru toki

( Lalu Asia tersenyum begitu merasakan sebuah angin berhembus )

Hitosuji no hikari ga mune ni himeta koe ga

( layar di ganti dengan gambar langit yang cerah terlihat Seseorang dengan naga berwarna hijau melintas di langit )

Tokihanatsu yami wo saite

( penunggang naga tersebut melompat dari matanya dan turun dengan cepat ke bawah )

Kareru yori isso chiriisogu sugata

( Layar di ganti dengan Kelompok Kuroyukihime dan Miyuki yang menatap ke arah Kamera dengan ekspresi serius mereka )

Mayoi aruku sube wo

( Layar kembali di ganti dengan kelompok Sasuke yang menatap kamera dengan ekspresi serius mereka )

Sen no nami ni nomareta kokoro ja

( Layar diganti dengan gambar Whizly yang berlari di pesisir pantai bersama Texas dan Lappland hingga sampai di air pantai lalu Whizly berteriak sambil mengangkat tangan kanannya ke atas )

Kimi sae mamorenai

( Layar di ganti gambar Naruto yang mendarat di atas air lalu melesat dengan cepat menyulus kelompoknya yang lebih dahulu melesat dengan api di kakinya )

Hibike tashika na shoudou nariyamanu you ni

( Layar kembali di ganti dengan gambar peserta Kirigakure yang bersaha mengendalikan naga di dalam air dengan tombak di tangan mereka di selingi ledakan-ledakan air karena perlawanan naga yang mereka usaha kendalikan )

Wasurerarenu kizu wo nokoshite

( layar kembali di ganti dengan peserta lain yang tampak kesusahan lalu berganti dengan Kelompok Naruto di mana Kiba merentangkan tangannya ke depan )

Ima mo kasuka na zanzou kienai mama de

( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mendarat di air sambil menyeringai kecil ke arah seekor naga berukuran besar )

Sekai ga matteru asu no ubugoe wo

( Layar di ganti dengan gambar Naruto dari belakang yang memutar tombak di tangannya dan seketika Naga di depannya membuka mulutnya dan menyerang Naruto )

Hibike tashika na shoudou kienai mama de

( layar di ganti dengan ledakan air yang sangat dahsyat lalu kembali di ganti dengan kelompok Naruto yang terbang rendah di atas air sambil menatap matahari terbenam )

Sou mirai to kako ga kousa suru hyakunenme no uta

( Layar kembali di ganti dengan gambar Para Wajah Kelompok White Fox dan yang terakhir di ganti dengan Naruto yang menepuk pundaknya sambil menyeringai kecil )

Fix End Music

( Layar di ganti akan judul Naruto : The Dragon Future )

Chapter 56 : Dragons Champions Arc V : Slice of Life : Teacher and Student Part 3

.

Jum'at 29 Desember 2090

DSA Weapon Industry

09.00 AM

.

Di pagi yang indah di sebuah barak yang ada di bawah gedung DSA, terlihat Naruto saat ini tengah melakukan perubahan besar pada Armor Tentu miliknya.

Ia mengotak-atik hologram di depannya, hingga alat-alat di sekitar Armor Tengu bergerak menghadap ke armor tersebut dan mulai mengeluarkan cahaya.

Twush!

Mesin yang ada di sekitar Armor Tengu pun menembakkan cahaya yang sangat terang yang langsung mengenai armor Tengu hingga membuat Armor tersebut bercahaya.

Naruto yang melihat itu menutup matanya menggunakan kaca mata hitam sambil melihat progres yang ada di hologram.

Setelah mencapai 80 persen, Naruto bergerak ke depan sambil mengotak-atik Jamnya lalu mengarahkannya ke depan. Layar W.W.S Watch Naruto seketika terbuka dan menunjukkan mesin di dalamnya serta tabung kecil yang merupakan wadah senjata-senjatanya berada.

Tabung yang ada di jam tersebut pun keluar dan kembali terbuka hingga memperlihatkan sebuah wadah berbentuk lambang Serigala, Armor Tengu Naruto pun semakin bercahaya dan seketika, sebuah cahaya keluar dari Armor Tengu dan mengenai lambang Serigala yang di keluarkan W.W.S Watch Naruto hingga lambang tersebut bercahaya.

"Ayo... Berhasil lah!" gumam Naruto sambil menahan getaran di tangannya. Saat progress di hologramnya mencapai 100 persen, Armor Tengu di depan Naruto langsung lenyap dan lambang Serigala yang ada di W.W.S Watch Naruto juga mulai bercahaya redup dan langsung masuk kembali ke dalam jam.

Naruto langsung mengotak-atik layar jamnya dan seketika hologram jamnya menunjukkan baju Armor Tengu serta menunjukkan kata 'Sukses'.

Naruto yang melihat itu tersenyum lalu mengayunkan tangannya dan seketika dari Jam Naruto keluar mesin-mesin mekanik yang langsung menyatu ke seluruh tubuh Naruto dan membentuk Armor Tengu.

Setelah seluruh tubuhnya terbungkus, Naruto menganggukkan kepalanya pelan dan seketika Kepalanya terbungkus Helm Armor Tengu dengan mata merah menyala.

Sayap Armor Tengu juga telah berubah menjadi enam pasang sayap api merah, Naruto mengecek semua status peralatannya apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Naruto pun mencoba mengepakkan sayap apinya dan seketika ia terbang cukup tinggi, setelah itu Naruto mencoba terbang di sekitar barak dan tak ada masalah sedikit pun pada Armor Tengu miliknya.

Naruto pun mendarat kembali dan menggerakkan belakang lengannya sedikit hingga di punggungnya keluar mesin yang berisikan dua katana.

Naruto pun menarik dua metana tersebut dan seketika dua katana itu mulai bercahaya biru. Naruto pun memutar-mutar pedangnya sesaat lalu menghentakkan bahunya dan seketika dari bahunya keluar dua Laras panjang sekitar 25 Cm.

Naruto semakin tersenyum puas ketika Armor Tengu yang ia perbarui tak ada masalah sedikit pun. Ia pun mengembalikan pedangnya ke tempatnya lalu mematikan sayap apinya dan memukul dada Armornya hingga seketika, Armornya kembali ke dalam jam miliknya tanpa sisa.

"Huft... Akhirnya penyempurnaanku selesai," gumam Naruto sambil mematikan hologram miliknya dan meninggalkan barak yang sepi itu, "dengan begini aku tak perlu repot-repot mengeluarkan bola untuk menggunakan Armor Tengu."

Tsh!

Setelah Naruto keluar dari barak, banyak sekali pekerja DSA yang berlalu lalang langsung menyapanya dengan sedikit membungkukkan badannya dan di balas Naruto dengan senyum lima jarinya.

Naruto yang ingat bahwa ada janji dengan Lappland memutuskan mempercepat ke kamarnya dengan bola teleportasinya untuk melakukan persiapan, ia tak ingin mengecewakan muridnya padahal ia sudah berjanji.

Sementara di ruang makan, terlihat Asia, Texas, Whizly, serta Lappland tengah sarapan bersama dengan tenang, Lappland yang kembali mengingat kejadian kemarin membuatnya sarapan sangat sedikit, ia tidak bisa fokus karena selalu memikirkan orang yang berniat membunuh Naruto.

Lappland yang melamun tersentak ketika ada yang menepuk kepalanya membuatnya menoleh cepat dengan ekspresi kesal, namun ketika melihat siapa yang menepuk kepalanya ia sedikit terkejut karena pelakunya adalah Naruto yang telah memakai pakaian rapi di mana ia menggunakan kemeja hitam terbuka serta kaos merah di dalamnya dengan syal merah melilit di lehernya dan celana hitam panjang.

"Apa yang kau lamunkan? Kenapa kau tidak bersiap-siap, bukankah kita akan pergi berkeliling?" tanya Naruto membuat Lappland mengalihkan pandangannya lalu berdiri dari duduknya.

"Tidak ada, aku juga sudah siap. Aku tidak butuh pakaian lain, ini saja sudah cukup untukku," jawab Lappland dengan ekspresi tenang dari biasanya yang membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya.

"Hmmmm," gumam Naruto menatap lekat Lappland membuatnya sedikit risih.

"Ada apa sih?"

"Kau... Apakah terbentur sesuatu, hingga sifatmu berbeda dari biasanya?" tanya Naruto membuat alis Lappland berkedut, padahal orang yang membuatnya seperti sekarang adalah dia sendiri.

"Tidak ada, aku baik-baik saja! Ayo cepat, kau sudah berjanjikan!" balas Lappland lalu mengambil pedangnya yang ia sandarkan di sisi mejanya dan menyimpannya di pinggang. "Ha'i-Ha'i," balas Naruto sambil tersenyum tipis.

"Asia-chan, di mana Aiz-chan dan Kurumi-chan?" tanya Naruto sambil melihat sekitarnya. Lappland, Texas dan Whizly yang mendengar itu sedikit tersentak namun mereka bisa menutupinya dengan wajah tenang mereka.

"Kurumi-chan sejak tiga hari yang lalu sudah pergi ke suatu tempat karena memiliki urusan, Aiz-chan juga begitu... Ia pergi ke rumah keluarganya untuk sesaat dan akan kembali besok," jawab Asia membuat Naruto menggumam pelan, pantas saja ia tidak melihat mereka berdua.

Sementara Tearju dan Rosswiesse juga telah kembali ke Amerika untuk menjalankan tugas mereka, Tohka dan Kirin juga belum kembali, jadi rasanya tempatnya sedikit terasa sepi dari biasanya.

"Souka... kalau begitu kami berangkat sekarang," ujar Naruto berjalan lebih dulu setelah berpamitan lalu di ikuti Lappland di belakangnya.

"Seperti biasa kharisma Naruto-sensei selalu terlihat apa pun pakaiannya," gumam Texas lalu menatap Asia yang sarapan dengan tenang, "ne, Asia-san, sejak tadi Naruto-sensei ke mana dia bahkan tidak sarapan dengan kita?"

"Kemarin dia mengerjakan sesuatu di tengah malam, dan sepertinya dia menyempurnakannya di tempat pembuatan," jawab Asia sambil menempelkan jarinya ke dagu, "aku melihatnya mengubah Armor Tengu agar bisa di gunakan secara leluasa, tanpa mengeluarkan Bola yang berisikan Armor Tengu."

"Armor Tengu?" beo Whizly dan Texas.

"Itu semacam sebuah baju tempur, karena konsep penggunaannya cukup rumit di mana ia harus mengeluarkan sebuah bola yang berisikan Armor tersebut. Jadi mungkin ia berpikir mengubah konsepnya agar leluasa tanpa menggunakan konsep lamanya."

Texas dan Whizly hanya bisa menggumam pelan ketika mendengar itu, wajar saja guru mereka selalu menunjukkan sesuatu yang menakjubkan yang belum pernah mereka lihat.

"Asia-san, a-apakah kau selalu tidur bersama Sensei?" tanya Texas dengan rona di pipinya. "Ha'i, selalu," jawab Asia tanpa beban ataupun malu sedikit pun.

"A-Aku tahu kau dan Sensei memiliki hubungan... T-Tapi... Kenapa kau masih memanggil Sensei dengan sebutan 'Nii-chan'?"

"Umm, aku belum bisa memanggilnya dengan sebutan 'Anata' karena kami belum menikah, selain itu aku masih ingin menikmati waktuku memanggilnya dengan 'Nii-chan' hingga kami menikah nanti."

Texas yang mendengar jawaban Asia hanya menggumam pelan dengan rona di pipinya lalu melanjutkan sarapannya, sementara Whizly ia tampak berpikir keras apa yang di maksud oleh Asia tadi.

Beralih pada Naruto dan Lappland, mereka saat ini berada di sebuah lorong menuju suatu tempat, Lappland yang bingung kenapa Naruto mengajaknya kemari berlari agar sejajar dengan Naruto.

"Baka-sensei! Bukankah ini jalan menuju Room Space? Kenapa kau mengajakku kemari?" tanya Lappland.

"Ada yang ingin aku ambil di room space, kau ikuti saja aku," jawab Naruto tanpa menatap Lappland, dan setelah beberapa menit mereka pun sampai di Room Space dan masuk ke dalam.

Blam!

Pintu Room Space itu pun langsung tertutup dan terkunci membuat Lappland sedikit terkejut, dan seketika sebuah hologram dengan muncul dan memperlihatkan di sebuah tempat berisikan banyak salju dan detik berikutnya mereka telah berpindah ke tempat tersebut.

Lappland yang di ajak Naruto pergi ke tempat tersebut terkejut lalu menatap Naruto meminta jawaban kenapa mereka ada di salah satu tempat di Room Space.

"Apa maksudnya ini, Baka-sensei?!"

"Lappland-chan... Aku ingin tahu kenapa sifatmu berbeda dari biasanya?"

"H-Huh? Apa maksudmu?" tanya Lappland dengan ekspresi di buat bingung. "Kau merahasiakan sesuatu dariku bukan?" tanya Naruto membuat Lappland terdiam.

"Aku mendengar terjadi serangan di kamarku dan gedung sebelah mengalami kebakaran, aku mendengar dari salah satu pekerja DSA bahwa kalian lah yang melakukan itu," ujar Naruto, "jika kalian melakukan itu, kalian pasti melawan seseorang bukan? Tapi tidak ada berita kematian siapa pun di kejadian tersebut, bisa aku asumsikan penyerangnya kabur karena yang di incarnya adalah aku... Apa aku benar?"

Lappland yang mendengar itu terkejut karena Naruto mengetahui semuanya, Naruto yang melihat ekspresi terkejut Lappland menyipitkan matanya.

"Jadi benar ya."

"B-Bagaimana kau tahu hal itu?"

"Hm? Aku sudah pernah mengalami banyak serangan dari orang yang mengincar nyawaku saat aku lengah, dan saat mendengar itu aku bisa asumsikan mereka mengincarku," jawab Naruto menjelaskan membuat Lappland meneguk ludahnya.

"A-Apa kau tahu siapa yang menyerangmu?"

"Sayangnya tidak... Aku belum pernah melihatnya," jawab Naruto lalu menatap tajam Lappland, "apa kau tahu siapa pelakunya?"

"Tentu saja aku tidak tahu! Kami saja baru di sini beberapa hari, Baka-sensei!"

Naruto yang mendengar respons Lappland seperti biasanya mendengus pelan, "Itulah dirimu yang sebenarnya," ujar Naruto membuat Lappland menyipitkan matanya.

"Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Naruto kembali, "kenapa kau mengubah sifatmu hanya karena kau ingin merahasiakan hal tersebut dariku?"

"A-Aku hanya ingin mengubah sifatku! Apakah salah?!"

"Ya, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri," balas Naruto membuat Lappland mengepalkan tangannya. "Kenapa... Kenapa kau bersikap tahu segalanya! Kenapa kau bersikap bisa menghadapi semuanya sendirian?! Padahal aku sudah berniat baik untuk melindungimu?!" tanya Lappland.

"Melindungiku?" tanya Naruto sambil mengeluarkan senjata pedang Dryton miliknya.

Sring! Blaaar!

Lappland yang melihat Naruto mengayunkan pedangnya hingga duri es keluar dan mengarah padanya, langsung menghindar dan menatap Naruto tak percaya karena menyerangnya.

"Apa yang kau lakukan Baka-sensei!"

"Kau bilang ingin melindungiku? Kalau begitu buktikan padaku, apakah kau bisa mengalahkanku!" balas Naruto kembali mengayunkan pedangnya dan kali ini duri es yang keluar semakin banyak.

Sring! Blaaar!

Lappland yang melihat itu menarik kedua pedangnya hingga mengeluarkan gelombang angin yang membelah seluruh duri Es milik Naruto.

Ia menatap Naruto dengan tatapan tajamnya, "Tapi kenapa harus seperti ini?!"

"Jika kau merahasiakan hal ini dariku, kau pasti sudah tahu bahwa musuhnya adalah orang yang kuat, jika kau memang bisa mengalahkannya, buktikan dengan mengalahkanku!"

Sring!

Naruto kembali mengayunkan pedangnya hingga sebuah tombak es secara tiba-tiba muncul dan memberikan luka pada pipi Lappland.

Lappland yang merasakan sakit pada pipinya menyentuh pipinya dan ia melihat darah di tangannya, menggeram pelan ia menatap tajam Naruto yang tampak serius padanya.

Tak mau terluka lebih parah ia harus melawan gurunya untuk membuktikan dirinya pasti bisa melindungi Naruto.

"Dasar... Kau yang memulainya ya," gumam Lappland lalu mengambil posisi bertarung dan melesat dengan kecepatan petir yang di ajarkan oleh Naruto hingga muncul di depan Naruto yang telah mengayunkan pedangnya.

Trank!

Pedang mereka pun seketika berbenturan dan membuat ledakan angin yang menghempaskan salju di sekitar mereka, Naruto yang melihat Lappland berhasil menguasai kecepatan Petir dengan sempurna tersenyum di dalam hati lalu mendorong pedang Lappland dan kembali mengayunkan pedangnya secara horisontal

Namun Lappland langsung menundukkan tubuhnya dan mengayunkan pedangnya ke arah leher Naruto. Namun Naruto berhasil menguncinya dengan lutut serta siku kirinya yang menjepit pedang tersebut.

Lappland yang melihat itu mendecih dan mengayunkan pedangnya lagi satu untuk melukai perut Naruto, namun sebuah tangan dari darah muncul dan menangkap pedang Lappland.

"Kau masih kaku dalam menyerang Lappland," ucap Naruto lalu menghentakkan tubuhnya hingga mengeluarkan gelombang energi yang mementalkan Lappland cukup jauh.

"Sial! Aku lupa jika dia petarung semua jarak," gerutu Lappland lalu menyilangkan ke dua pedangnya, "kalau begitu..."

["Raito : Hexenyius!"] ucap Lappland menebaskan pedangnya secara menyilang pada udara kosong hingga dua petir datang dari langit yang bergerak ke arah Naruto.

Tap! Bzit!

Lappland yang telah menginjakkan kakinya kembali langsung melesat dengan kecepatan petirnya kembali, Naruto yang melihat menghilangkan Dryton miliknya lalu memunculkan sebuah busur panah berwarna hitam dan menarik tali busurnya hingga mengeluarkan anak panah dari api.

["Kato : Axenra!"] ucap Naruto dan melepaskan anak panahnya ke arah petir yang mengarah padanya.

Swush!

Petir yang mengarah padanya seketika terserap oleh anak panah api tersebut yang membuat panah tersebut semakin besar. Lappland yang melihat itu tersentak dan langsung merendahkan tubuhnya agar tidak terkena anak panah tersebut.

Bllaaaaar!

Begitu panah tersebut melewatinya hingga mengenai sebuah berbatuan, terjadi ledakan besar yang membuat Lappland meneguk ludahnya karena Naruto tidak main-main saat menyerangnya.

"Hoi! Baka-sensei! Apa kau berniat membunuhku?!"

"Jika kau ingin melindungiku kau harus siap mati, tidak ada musuh yang mengampuni nyawa lawannya kau tahu," balas Naruto dengan ekspresi serius membuat Lappland semakin kesal.

"ARGHHH! KUSO! KENAPA JADI BEGINI KAMI-SAMA! PADAHAL AKU BERNIAT BAIK MELINDUNGI SI BAKA-SENSEI INI!" teriak Lappland kacau sambil menatap langit. Sementara Naruto dia hanya diam dengan ekspresi seriusnya, namun di dalam hati ia tertawa kecil ketika melihat tingkah Lappland yang biasanya telah kembali.

"Sial! Baiklah Baka-sensei, kau yang minta! Akan aku tunjukkan kalau aku bisa melindungimu!" lanjut Lappland mengalirkan energi berwarna hitam serta abu-abu di pedangnya.

Naruto yang melihat itu menyipitkan matanya, "Ini adalah hasil latihanku seorang diri! Akan aku buktikan kalau aku mampu melindungimu! Baka-sensei!" ujar Lappland lalu mengayunkan pedangnya hingga mengeluarkan gelombang hitam ke arahnya.

Naruto yang melihat itu menembakkan anak panahnya ke gelombang tersebut, namun Gelombang tersebut berhasil membelah anak panahnya membaut Naruto langsung menundukkan tubuhnya membiarkan gelombang tersebut melewatinya.

"Gelombang itu berhasil membelah anak panahku?!" batin Naruto menatap Lappland tidak percaya, "Selama latihan aku tidak pernah mengajarinya teknik itu, apakah benar dia melatih jurus itu sendiri?"

Lappland yang melihat serangannya meleset kembali mengayunkan kedua pedangnya secara acak hingga mengeluarkan gelombang hitam yang lebih banyak lagi.

Naruto yang melihat itu bersiap menghindar namun dirinya harus terkejut ketika sebuah ledakan angin muncul dari bawahnya hingga membuatnya melayang di udara.

"Serangan kejutan dari bawah?!" kejut Naruto sambil melirik ke bawah di mana terdapat sosok Lappland lain yang tersenyum senang karena serangannya berhasil. Naruto yang teringat dengan serangan Lappland yang lainnya langsung menggunakan Element Api di kakinya membuat setiap gelombang hitam tersebut meleset.

Lappland yang lupa jika gurunya bisa terbang dengan api di kakinya mendecih kesal karena pertarungan udara akan menguntungkan Naruto.

Naruto yang terbang kembali mendarat kan kakinya ke tanah lalu menatap Lappland yang menatap bingung dirinya, "Ada apa Baka-sensei? Kenapa kau tidak menyerang saja dari udara?"

"Tidak... Rasanya tidak adil melawanmu yang bukan tipe terbang, jadi aku lebih baik melawanmu dengan begini saja," jawab Naruto membuat alis Lappland berkedut.

"Apa kau mencoba meremehkanku, Baka-sensei?!" Naruto yang mendengar itu sweatdrop, padahal ia tidak ada niatan merendahkan muridnya tersebut, ia memang tidak niat saja bertarung dengan muridnya yang tidak bisa terbang sepertinya.

Selain itu jika dia terbang kemenangan ada di tangannya, tapi dia berniat melihat tekad Lappland lebih lama lagi, jadi dia memutuskan untuk bertarung secara adil.

"Padahal aku tidak memiliki niat meremehkanmu, dari mana pemikiranmu itu muncul?"

"Urusai na Baka-sensei!" balas Lappland lain yang sudah keluar dari bawah salju sambil menunjuk Naruto dengan pedangnya, "kau pasti merendahkanmu tadi bukan?! Kau pasti berpikir jika aku tidak bisa mengalahkanku di langit bukan?!"

Naruto yang mendengar itu menggaruk belakang kepalanya bingung dengan sikap muridnya ini, dia memang senang jika sifatnya kembali seperti semula. Tapi terkadang sifatnya cukup menjengkelkan juga.

Kedua Lappland pun kembali mengayunkan pedang mereka hingga mengeluarkan gelombang hitam yang lebih banyak, Naruto yang melihat itu langsung bersiap.

"Dia menggabungkan Energi Metal serta Kegelapan secara bersamaan untuk mengeraskan Energi kegelapannya, lalu menembakkan energi yang keras ke arah musuhnya... Cukup mengagumkan," batin Naruto lalu membenturkan busur panahnya hingga menyatu menjadi sebuah pedang, lalu Naruto memutar gagang pedangnya tersebut hingga bagian sisi gagang keluar sebuah hiasan berbentuk sayap dan mengeluarkan energi kuning terang yang langsung membentuk Pegasus emas di belakang Naruto.

"Tapi...," gantung Naruto lalu mengayunkan pedangnya secara horisontal dan seketika sebuah gelombang emas keluar menghancurkan seluruh gelombang hitam yang di keluarkan Lappland, "Kegelapan, pasti bisa di atasi dengan cahaya."

Lappland yang melihat Naruto berhasil menghancurkan semua serangannya menggeram pelan, gurunya memang selalu penuh kejutan.

Lappland pun menciptakan Cloning lagi satu kembali hingga menjadi Tiga Lappland, salah satu Lappland pun menyatukan dua senjatanya dan memejamkan matanya, satunya lagi menyerang Naruto dengan gelombang hitam miliknya dan satunya lagi masuk ke dalam tumpukan salju di bawahnya.

Naruto yang melihat itu membalas gelombang hitam yang ada di depannya lalu menghindar ketika beberapa gelombang keluar dari tanah. Baru saja menghindar, Naruto terkejut ketika gelombang hitam yang muncul dari bawah terbang ke langit berubah menjadi puluhan Cloning Lappland yang kembali mengibaskan pedang mereka hingga mengeluarkan ratusan gelombang.

["Raito : Kurokami!"] teriak Lappland yang memejamkan matanya lalu menghunuskan pedangnya hingga mengeluarkan serigala petir berwarna hitam berukuran besar.

Naruto yang melihat itu melebarkan matanya ketika Lappland melakukan serangan besar-besaran, namun detik berikutnya Naruto menyeringai dan mengibaskan pedang miliknya hingga berubah menjadi busur panah lalu mengeluarkan sesuatu yang sangat tebal.

BOOM!

Lappland beserta para Cloningnya yang melihat serangan mereka menghantam Naruto secara telak tersenyum senang, namun senyum mereka sirna ketika melihat sebuah cahaya kuning membentuk kubah yang melindungi Naruto.

Naruto yang melihat Lappland serta para Cloningnya yang terkejut dirinya masih selamat tersenyum lalu menghilangkan kubah kuning yang melindunginya.

"Apa hanya itu saja? Jika musuhmu punya kemampuan pertahanan tinggi serangan seperti itu tidak akan bisa mengalahkan musuhmu," ujar Naruto membuat para Lappland hanya diam.

Krak! Blaaar!

Naruto yang tidak merasakan ada serangan harus tersentak ketika tanah yang di pijaknya hancur dan membuatnya merosot ke sebuah jurang.

Naruto yang di buat jatuh tersentak lalu menatap ke arah Langit yang sudah mulai gelap, dan setelah itu ratusan serigala berukuran besar berwarna abu-abu melesat ke arahnya.

Naruto yang melihat itu teringat dengan perkataan Texas yang pernah bilang bahwa mereka bisa berubah menjadi Wearwolf dan ia juga tidak menyangka malam akan cepat muncul di tempat ini.

"Jika musuh punya kekuatan tinggi! Kami hanya perlu meningkatkan kekuatan kami saja!" teriak para Lappland semakin cepat turun ke arah Naruto. Naruto yang melihat itu menyiapkan perisai miliknya hingga memunculkan Kubah berwarna kuning di depannya.

Buagh!

Beberapa Lappland yang sudah dekat Naruto langsung meninju kubah tersebut hingga membuat Naruto melenguh ketika merasakan pukulan Lappland yang kuat.

"Jadi ini... Kekuatan mereka saat berubah menjadi Wearwolf?" batin Naruto sambil berusaha menahan efek tinju Lappland.

Pyarsh! Wush! Blaaam!

Kubah kuning Naruto pun seketika hancur membuat tinju mereka berhasil menghantam perisai Naruto, "Ghhh!" lenguh Naruto lalu terpental hingga menabrak tanah yang ada di dasar jurang dengan keras.

Para Lappland yang berbentuk Wearwolf setelah mendarat langsung berlari ke tempat Naruto dengan sangat cepat dengan kaki serigala mereka, namun langkah mereka harus terhenti ketika sebuah hempasan angin yang sangat keras tiba-tiba muncul hingga mengeluarkan mereka dari dua tebing ke tempat yang luas kembali.

Lappland yang masih dalam mode Wearwolf keluar dari tumpukkan salju yang menimbunnya dan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan sisa salju di kepalanya.

Lappland pun keluar dari tumpukan salju yang menimbunnya lalu menatap ke depan di mana keluar Naruto dengan sebuah Armor Tengu yang melindungi tubuhnya.

Melihat Naruto masih bisa bertahan membuat Lappland menggeram, ia pun menancapkan pedangnya lalu meregangkan tubuhnya dan berlari ke arah Naruto sambil ter aliri petir.

Naruto yang melihat itu menghentakkan kakinya dengan kuat hingga membuatnya melesat sangat cepat ke arah Lappland.

Lappland yang memiliki insting binatangnya menyiapkan kepalan tinjunya dan begitu sudah berhadapan dengan Naruto, ia pun mengadu tinjunya dengan tinju Naruto hingga terjadi hempasan angin kuat.

Naruto dan Lappland pun kembali beradu fisik dan kecepatan mereka hingga pertarungan mereka membuat tanah bergetar mencapai gunung yang ada di dekat mereka.

Naruto yang terpental karena di lempar Lappland mengeluarkan dua meriam di pundaknya dan menembakkan sebuah rudal berkecepatan tinggi, Lappland yang melihat itu langsung berteriak dengan insting serigala miliknya membuat gelombang angin serta suara yang keras hingga membuat rudal tersebut berbelok.

Naruto yang baru saja berhenti menyilangkan kedua tangannya berusaha menahan gelombang teriakan Lappland. Melihat celah besar, Lappland mengaliri tubuhnya dengan petir lalu melesat dengan cepat ke arah Naruto yang masih menyilangkan tangannya.

Grep! Blaaar!

Tanpa perlawanan, Lappland mencengkeram dada Armor Naruto dengan keras lalu menghantam Naruto ke tanah hingga armor di dadanya tak berbentuk lagi.

Lappland yang berhasil memojokkan Naruto mengatur nafasnya yang terengah-engah, ia tidak menyangka mengalahkan gurunya akan sesusah ini hingga dia menggunakan Mode Wearwolf miliknya.

Pantas saja banyak yang mengatakan bahwa Naruto sangatlah kuat, baru saja akan berbicara ia tersentak ketika terdengar suara longsor es di belakang mereka.

Lappland yang melihat itu terkejut karena perbuatannya menciptakan longsor, saat akan mencoba melindungi Naruto yang tak kunjung bergerak, Armor yang dia lindungi hancur menjadi hologram yang membuat Lappland terkejut.

Lappland yang tidak melihat Naruto sama sekali menghadap ke arah Longsor es yang mulai sudah dekat, dan tak berselang lama muncul sosok Naruto di depannya yang mengarahkan jarinya ke longsor es.

Swush!

Longsor Es itu pun terbelah melewatinya begitu juga Lappland, sementara Lappland menatap lekat Naruto yang secara tiba-tiba muncul di depannya.

Setelah longsor es reda, Naruto menghembuskan nafasnya lalu menatap Lappland dengan senyum lima jarinya, "Kau tidak apa?"

Lappland yang mendengar itu tersadar lalu jatuh berlutut sambil menatap salju di bawahnya dengan tatapan kecewa, ia tidak bisa mengalahkan Naruto sama sekali, bahkan ia tertipu karena perbuatan gurunya di mana ia hanya bertarung dengan sebuah program.

Ia juga bilang bahwa akan melindungi gurunya tapi yang ada gurunya yang melindunginya.

Tubuh Lappland pun kembali seperti semula namun kali ini ia telanjang yang membuat wajah Naruto memerah dan langsung menutupi tubuh Lappland dengan kemejanya.

Lappland yang di tutupi oleh kemeja Naruto hanya memeluk kemeja tersebut tanpa berani melihat Naruto sama sekali karena ia tidak bisa membuktikan bahwa dirinya bisa melindunginya.

"Hey... Kau tidak apa kan?"

"..."

Naruto yang tidak mendapat respons dari Lappland menghembuskan nafasnya lalu menepuk kepala muridnya tersebut, "Ayo... Kita pergi, ada yang ingin aku katakan padamu, Lappland-chan."

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Samudra Atlantic

20.00 PM

.

Sementara itu di kedalaman Laut Samudra Atlantic, terdapat Enam kapal selam dimana tiga kapal selam di atas dan tiga kapal selam di bawah tengah memutari sebuah kurungan dengan arah yang berbeda.

Dan di dalam kurungan tersebut terdapat sosok wanita berambut putih dengan tangan dan kaki terikat rantai. Wanita tersebut membuka matanya ketika merasakan getaran di kurungan miliknya.

Tak berselang lama, muncul sebuah lubang berwarna hitam di depannya yang mengeluarkan sosok pria yang di kenal wanita tersebut.

"Jadi kau sudah datang, Riga-kun."

Pria bernama Riga itu pun menghancurkan semua rantai yang mengikat wanita tersebut membuatnya bergerak leluasa.

"Kita keluar dari sini, apa kau bisa menghancurkan kurungan ini?" tanya Riga membuat wanita tersebut tersenyum. "Kau terlalu meremehkanku, Riga-kun," jawab Wanita tersebut lalu memunculkan sebuah pedang berukuran besar dan tinggi lalu menghantamkan ujung pedangnya ke kurungan tersebut.

["Suito : Shachinobatsu!"] ujar Wanita tersebut dan seketika kurungan tersebut hancur memperlihatkan sosok paus orca berukuran besar yang langsung berenang ke permukaan meninggalkan enam kapal selam yang telah hancur menyisakan puing-puing kecil.

Setelah mencapai permukaan, Paus Orca itu pun memuntahkan seseorang dari moncongnya hingga apa yang dia muntahkan tersebut mendarat dengan sempurna di tanah.

Paus Orca itu pun mulai bercahaya dan memperlihatkan sosok wanita berambut putih yang di selamatkan oleh Riga. "Bisakah kau mengeluarkan ku dengan cara yang sopan, Skadi?" tanya Riga namun di balas ekpresi biasa wanita bernama Skadi.

"Maaf tapi sudah lama sekali aku tidak melakukan hal tersebut semenjak di kurung di dalam laut," jawab Skadi lalu meregangkan badannya, "jadi kutukan matamu sudah selesai ya? Lebih cepat dari yang aku bayangkan."

"Itu karena bantuan seseorang, kali ini kita akan menguasai dunia ini kembali, kau ikut Skadi?" tanya Riga sambil mengulurkan lengannya, Skadi yang melihat uluran tangan Riga hanya menyimpan pedangnya dan menatap serius Riga.

"Jangan memberikan harapan palsu lagi padaku, Riga-kun... Aku tidak mau terkurung kembali di dalam laut tersebut, kau tahu rasanya terkurung selama 10 tahun di sana?" tanya Skadi dengan aura biru pekat keluar dari tubuhnya.

"Hoho! Santai saja, Skadi. Aku sudah menemukan sesuatu yang akan membuatku menguasai dunia ini dengan mudah, selain itu aku telah mengumpulkan yang lainnya dan mereka juga sudah berbeda dari sebelumnya," ujar Riga sambil menunjuk Hyakashi, Venna, serta All for One yang telah menunggu di bawah pohon.

"Lama tidak berjumpa, Skadi-chan!" sapa Venna namun Skadi hanya diam melihat itu tanpa ada niatan membalas. "Oya-Oya, apakah itu caramu mengucapkan terima kasih kepada kami yang sudah menyelamatkanmu? Sayang sekali, ternyata di Grup ini bertambah lagi anggota yang tidak ada etika sama sekali."

Boom!

Dua detik setelahnya, terjadi ledakan besar di tempat All for One berada dan saat asap mereda, terlihat Skadi yang saat ini menginjak Kepala All for One dengan pedang besarnya yang menancap di bahu lengan kanannya

Skadi menatap All for One dengan tatapan intimidasi yang membuat All for One terdiam, saat ia melihat tatapan tersebut ia seperti melihat sebuah bayangan paus orca besar tengah melihat ke arahnya dengan mulut terbuka yang memperlihatkan taring-taring tajam.

"Aku tidak peduli kau sekuat apa pun hingga Riga-kun mengajakmu bergabung, tapi ketahuilah aku lebih senior di banding kau dan semua yang ada di sini," ujar Skadi datar, "walau aku bisa merasakan energi besar di dalammu, itu masih belum cukup mengalahkanku."

All for One yang ingin mengeluarkan jurus tersentak ketika ia tidak bisa mengeluarkannya sama sekali, ia menatap Skadi yang masih menatap intens dirinya.

"Skadi memiliki kemampuan menetral jurus serta kemampuan lawannya dengan tatapan miliknya serta pedang besar miliknya itu, mau sekuat apa pun jurusnya, ia bisa menetralkannya, dan dia juga bisa mengambil energi lawan dengan pedangnya itu," ujar Riga sambil mendekati Skadi, "maafkan dia, Skadi... Dia memang seperti itu, jadi tolong jangan bunuh dia, biarkan dia membantu kita."

Skadi yang mendengar itu mencabut pedangnya dari lengan All for One lalu melangkah pergi menjauhi All for One yang kembali bangkit.

"Aku akan mengingat kejadian ini, aku harap kau siap menerima akibatnya," ujar All for One membuat langkah Skadi terhenti. "Hentikan! Kita harus cepat pergi dari sini, All for One! Cepat buka gerbangnya!" pinta Riga serius.

"Baik-baik, bersabarlah," ujar All for One membuat sebuah lubang hitam di depannya yang langsung di masuki oleh Riga dan yang lainnya begitu juga Skadi hingga All for One yang terakhir meninggalkan tempat tersebut tanpa meninggalkan jejak apa pun.

.

.

Asia, Texas dan Whizly Side

.

Beralih ke tempat Asia, Texas dan Whizly mereka saat ini tengah berada di sebuah mall lantai 1 di mana mereka saat ini tengah mencari Kimono untuk tahun baru nanti.

Karena Texas, Whizly dan Lappland baru saja ada di sini, itu artinya mereka belum memiliki Kimono jadi dia berinisiatif untuk membelikan mereka, Texas yang ada di belakang Asia hanya diam karena sebelum mereka pergi ke mall, ia melihat Naruto kembali bersama kakaknya dalam keadaan setengah telanjang dan ia juga sempat melihat luka di tubuh kakaknya yang menandakan mereka habis bertarung dan kakaknya pasti menggunakan mode Wearwolf miliknya.

Mungkin saja Naruto sudah mengetahui semuanya dan itu membuat mental kakaknya down, ia saat ini merasa khawatir apakah kakaknya akan baik-baik saja.

"Texas-chan... Texas-chan!"

Texas yang di panggil tersentak dan menoleh ke arah Asia yang menatap khawatir dirinya, "Apa kau mengkhawatirkan kakakmu?" tanya Asia membuat Texas mengangguk pelan.

Sementara Whizly ia juga mengkhawatirkan kakak tertuanya, namun ia yakin gurunya bukanlah orang yang akan menyakiti kakaknya begitu saja, dia pasti akan mengembalikan semangat kakaknya.

Whizly pun menggenggam tangan Texas membuatnya kembali tersentak dan menoleh ke arah adik yang tersenyum padanya, "Nee-chan pasti baik-baik saja, percayalah pada Naruto-sensei."

Texas yang mendengar adiknya juga menenangkannya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, ia tidak boleh murung hanya karena melihat mental kakaknya down, Naruto pasti punya alasan untuk itu.

Jadi ia akan berusaha berpikir semua akan baik-baik saja, "Ha'i, Gomen membuat kalian khawatir." Asia dan Whizly yang melihat Texas telah semangat kembali tersenyum.

"Ara, ada Asia-chan ternyata di sini." Asia, Texas dan Whizly yang mendengar ada yang menyebutkan salah satu nama di antara mereka menoleh dan mereka melihat BB, Scathach serta Jeanne datang ke arah mereka.

"Kalian... Apa kalian datang kemari juga karena ingin membeli Kimono?" tanya Asia sambil menyipitkan matanya kepada calon istri Naruto selain dirinya. "Ya begitulah, ukuran yang dulu tidak pas lagi jadi kami ingin menggantinya," jawab BB dengan nada jahil sambil sesekali menggoyangkan dadanya, membuat alis Asia berkedut kesal, sementara Texas ia memperhatikan dadanya yang kalah besar di banding mereka.

Dan entah kenapa alisnya ikut berkedut juga, sementara Whizly dia hanya bersikap biasa karena dadanya terbilang normal untuk anak usia 14 tahun jadi dia tidak terlalu memikirkan harus memiliki dada yang besar.

"Souka... Pasti susah sekali ya hampir setiap tahun mengeluarkan uang karena bajunya tidak muat," balas Asia dengan aura angkernya. "Hentikan, BB... Ingatlah dia adalah Alpha kita, jika Naruto-kun mendengar keluhan darinya kau mungkin tidak akan mendapatkannya lagi," nasehat Scathach membuat BB mengembungkan pipinya.

"Padahal aku cuma mau bercanda."

"Jadi kau datang ke sini bersama mereka, Asia-chan?" tanya Jeanne sambil melihat dua murid Naruto. "Ya, mereka tidak memiliki Kimono jadi aku berinisiatif membelikan mereka," jawab Asia sambil tersenyum kepada Jeanne.

"Lalu, di mana lagi satu? Bukankah ada tiga?"

"Ah, Nee-sama pergi bersama Naruto-sensei... Mereka ada urusan katanya," jawab Texas membuat tubuh Scathach, Jeanne dan BB menegang.

Naruto dan Lappland pergi berdua... Pikiran aneh langsung hinggap di kepala mereka, namun mereka langsung menggelengkan kepala mereka karena mustahil Naruto memiliki hubungan asmara dengan muridnya.

"S-Souka... Kalau begitu, bagaimana kalau kami membantu kalian?"

Texas dan Whizly yang mendengar itu saling melirik satu sama lain lalu mengangguk bersamaan, lagi pula jika begitu mereka bisa cepat menyelesaikan urusan belanja mereka.

.

Naruto and Lappland Side

16.00 PM

.

Beralih ke sisi Naruto dan Lappland, mereka saat ini tengah makan siang di tempat kerja Kiba tanpa berbicara sedikit pun, sementara Kiba ia memperhatikan dari jauh dengan raut khawatir karena melihat situasi Naruto dan Lappland yang canggung.

Naruto yang telah selesai makan menatap Lappland yang makan sambil menundukkan kepalanya, Naruto tahu Lappland pasti kecewa karena tidak memiliki kekuatan yang besar untuk mengalahkannya dan membuktikan dirinya kuat agar bisa melindunginya.

"Lappland-chan!" panggil Naruto membuat Lappland tersentak dan mengangkat sedikit kepalanya melihat ke arah Naruto yang menatap serius dirinya, "tolong angkat kepalamu dan lihat aku, ada yang ingin aku bicarakan."

Namun Lappland masih menundukkan kepalanya tidak berani melihat ke arah Naruto membuatnya menghembuskan nafasnya, "Apa kau masih menyesal karena tidak bisa mengalahkanku dan membuktikan dirimu kuat untuk melindungiku?"

Lappland yang mendengar itu tersentak sambil mengepalkan tangannya, Naruto yang melihat reaksi Lappland mendengus pelan, "Ya... Teruslah seperti itu, Lappland-chan. Teruslah kecewa seperti itu, dengan begitu kau akan semakin lemah dan tidak bisa melindungiku...," gantung Naruto sambil tersenyum meremehkan.

"Bahkan kau mungkin tidak akan bisa melindungi keluargamu sendiri."

Lappland yang mendengar itu langsung bangun dan mencengkeram kerah Naruto dan menatap tajam Naruto, Kiba yang melihat itu ingin menenangkan mereka tapi seseorang menahannya dan itu adalah Akame yang juga bekerja di tempatnya.

Naruto hanya diam ketika kerahnya di tarik oleh Lappland bahkan dia bersikap biasa ketika tatapan tajam Lappland mengarah padanya, "Apa maksudmu itu Baka-sensei! Kau ingin aku bunuh hah?!"

"Kau sudah kehilangan semangat hanya kalah dariku? Bagaimana bisa kau membunuhku?"

Lappland yang mendengar itu menggeram, "Aku... Aku memang lemah... Aku tidak pantas menjadi muridmu."

"JANGAN BICARA SEPERTI ITU?!" teriak Naruto dan menarik tangan Lappland agar mencengkeram kerahnya semakin kuat, "KAU HANYA KALAH DARIKU SEKALI DAN MELUPAKAN BAHWA KAU MASIH MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA KAU BISA MENGALAHKANKU SUATU SAAT!"

Lappland yang mendengar tersentak, Naruto yang melihat Lappland sedikit tenang tersenyum, "Selain itu kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk melindungiku, walau aku sempat melihat tekadmu untuk melindungi Hologramku, kau adalah muridku dan aku adalah Gurumu, sudah sepantasnya seorang gurulah yang melindungi muridnya."

"T-Tapi..."

Perkataan Lappland terhenti ketika kepalanya di pukul pelan menggunakan sebuah buku pesanan, Naruto yang melihat itu menoleh siapa yang melakukannya dan ia melihat Akame yang tersenyum tipis.

"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya, mau sekuat apa pun musuhnya, gurumu ini bukanlah orang yang mudah di kalahkan," ujar Akame membuat Lappland melihat ke arahnya, "Senseimu ini memiliki banyak teman, jika terjadi sesuatu padanya dan ada orang kuat yang berusaha membunuhnya, kami juga pasti akan membantunya, jadi jangan melakukannya sendirian," lanjut Akame sambil mengelus kepala Lappland.

Sementara Lappland sedikit merona ketika kepalanya di elus lembut oleh Akame, Naruto yang melihat Lappland sudah kembali tersenyum karena bantuan Akame.

"Apa yang di katakannya benar, Lappland-san. Danchou itu orang yang kuat, dia sudah banyak melawan monster kuat serta orang-orang kuat, maa... Walau sampai berbaring di rumah sakit, dia baik-baik saja sampai sekarang," timpal Kiba yang juga mendekati mereka.

Naruto yang sudah melihat Lappland tenang memegang kedua bahunya dan menatap intens Lappland, "Kau tidak perlu kecewa hanya kalah dariku, kau itu sudah kuat dan kau hanya perlu meningkatkan kekuatanmu," ujar Naruto lalu menyentil dahi Lappland hingga kesakitan.

"Jadi jangan menyerah!"

Lappland yang mendengar gurunya mendukungnya tersenyum lalu mengangguk dengan semangat, "Baik!"

Naruto yang mendengar nada semangat Lappland tersenyum lalu menatap Akame dan Kiba yang juga tersenyum, "Maaf merepotkan, sampai harus menyewa tempat ini hanya untuk kami berdua," ujar Naruto meminta maaf dan di balas gelengan pelan oleh Kiba.

"Tidak masalah, Danchou, aku juga senang suasana kalian sudah normal."

Kembali tersenyum, Naruto pun mengeluarkan uang untuk makanannya dan Lappland dan memberikannya kepada Kiba, "Kalau begitu kami pergi dulu, terima kasih atas bantuannya, Akame-chan, Kiba," ucap Naruto lalu berjalan keluar di ikuti Lappland di belakangnya.

"Kau sudah tenang sekarang?" tanya Naruto memastikan dan di jawab anggukan oleh Lappland, "souka? Kalau begitu ayo kita jalan-jalan, aku masih memiliki hutang padamu kan?" ajak Naruto sambil mengeluarkan bola berwarna biru miliknya.

Mata Lappland langsung membinar, ia langsung mengangguk antusias, bahkan ekornya mengibas ke sana kemari pertanda dia sangat antusias serta senang.

Naruto yang melihat itu pun mengeluarkan kendaraan berbentuk mobil dan mengajak Lappland jalan-jalan mengelilingi Kota Konoha.

Setelah mengelilingi kota Konoha dalam waktu 3 jam, Naruto memutuskan berhenti di salah satu taman yang bernama Rikugien Garden yang ada di Bukyo.

Lappland yang sudah masuk ke dalam taman menatap kagum taman yang tak terlalu besar tersebut karena keindahan taman terlihat dari hiasan-hiasan lampu pelangi yang menyinari setiap taman termasuk pohon-pohon di taman tersebut.

Naruto yang melihat keantusiasan Lappland tersenyum lalu menoleh ke suatu tempat di mana Noihara Himari salah satu pekerja setianya di DSA tengah duduk sambil meniup-niup minuman panas di tangannya.

Naruto pun melirik ke arah Lappland yang tengah asik menatap keindahan taman dan menepuk kepala Lappland dengan pelan membuatnya menoleh ke arahnya, "Padahal kau dari Hyotogaku, bukankah kau harusnya pernah melihat hal seperti ini?"

"Hmnn, di Hyotogaku tidak ada yang seindah ini, Baka-sensei!" Naruto yang mendengar itu tersenyum lalu memberi kode pada Lappland untuk mengikutinya. "Ayo ikut aku, ada yang ingin aku temui di taman ini," ajak Naruto dan di ikuti Lappland di belakangnya

"Sudah menunggu lama?" Himari yang mendengar suara Naruto menoleh dan benar saja ia melihat Naruto berdiri di hadapannya bersama seorang perempuan yang tidak ia kenal, tersenyum kecil ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

"Tidak... Aku baru saja di sini," jawab Himari sambil meletakkan minumannya di paha, "jadi siapa yang ajak ini, Naruto-kun? Pacarmu kah?"

Lappland yang mendengar itu merona pipinya, begitu juga Naruto walau tak semerah Lappland, "Bukan! Dia itu muridku, perkenalkan namanya Lappland. Lappland perkenalkan namanya Noihara Himari, salah satu asistenku saat bekerja di DSA, saat ini dia sudah pensiun dan menjadi Miko di salah satu Kuil," ujar Naruto memperkenalkan satu sama lain.

"A-Ah! Salam kenal!"

"Um, Salam kenal, Lappland-san."

"Jadi bagaimana? Himari-chan?" tanya Naruto membuat Himari berwajah serius dan memberikan sebuah chip kepada Naruto.

"Semua datanya ada di sana, aku berhasil menyusup ke ruang penyimpanan data dan menyalin semuanya yang ada," jawab Himari di balas gumaman pelan oleh Naruto yang langsung memasukkan chip tersebut dan mengecek data-data yang ada di chip itu.

"Naruhodo... Jadi itu rencana mereka," gumam Naruto membuat Lappland bingung apa yang di bicarakan oleh mereka. "Bagaimana menurutmu, Naruto-kun? Apakah aku langsung saja?" tanya Himari dan di jawab gelengan oleh Naruto.

"Jangan... Lakukan seperti biasanya saja, dia saat ini bekerja sama dengan Negara lainnya, apa lagi dia bekerja sama dengan buronan yang kuat, bisa-bisa kau akan mati lebih dulu Himari-chan," jawab Naruto membuat Himari tersenyum sambil menjilati bibirnya.

"Lalu bagaimana kau menangani hal ini?"

"Aku sudah menyiapkan rencana untuk hal ini, walau kota harus menjadi korban untuk menyelamatkan para warga."

Himari yang mendengar itu memejamkan matanya karena itu sudah bagus, lebih baik kehilangan benda mati di bandingkan nyawa yang hanya bisa di dapat sekali seumur hidup.

Lappland yang mendengar itu tentu terkejut, menyelamatkan warga? Mengorbankan Kota? Sebenarnya apa yang akan terjadi di Konoha.

"S-Sensei! Sebenarnya apa yang akan terjadi?" tanya Lappland penasaran, namun Naruto hanya tersenyum sambil mengelus kepalanya. "Kau akan mengerti saat waktunya tiba, Lappland-chan. Untuk sekarang kau harus berlatih yang giat agar menjadi kuat, karena kekuatanmu akan aku butuhkan nanti."

Lappland yang mendengar itu hanya terdiam, jika memang Naruto berkata demikian maka ia akan mengabulkannya, ia memang belum tahu pasti apa yang akan terjadi ke depan, tapi gurunya sudah memperingatkannya dan ia akan berlatih lebih giat untuk membantu gurunya nanti.

"Kalau begitu, aku pamit... Aku akan melanjutkan tugasku kembali, Sampai jumpa, Naruto-kun, Lappland-san," pamit Himari lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Baiklah, mari kita lanjutkan jalan-jalan kita, ayo Lappland-chan!" ajak Naruto sambil berjalan lebih dulu di ikuti oleh Lappland di belakangnya.

Naruto pun mengajak Lappland berkeliling di taman Rikugien sambil sesekali mereka bermain lempar bola Es hingga beberapa anak kecil ikut bermain bersama mereka.

Setelah cukup lama bermain, Naruto dan Lappland saat ini duduk di tempat teduh yang ada di tengah taman, mereka berdua sama-sama terdiam sambil melihat ke arah taman yang indah dan masih terdapat beberapa orang yang jalan-jalan di taman ini.

"Sensei... Kenapa kau tidak memberitahuku apa yang akan terjadi ke depan?" Naruto yang mendengar itu menghembuskan nafasnya lalu melirik ke arah Lappland melihatnya.

"Aku tidak ingin kau khawatir kembali, jadi aku ingin kau bersiap saja dengan segala kemungkinan," jawab Naruto membuat Lappland termenung. Naruto pun mendekati Lappland dan mengelus kembali kepala Lappland membuat ekornya terkibas-kibas.

"Ayo kita kembali."

.

.

21.00 PM

.

Setelah satu jam perjalanan pulang, Naruto dan Lappland pun sampai di DSA, sesampai di ruang tamu mereka tak melihat siapa pun dan mereka berani berasumsi bahwa semuanya sudah ada di kamar.

Lappland pun juga pamit kepada Naruto dan langsung pergi ke kamarnya, Naruto yang melihatnya telah masuk ke kamarnya menghembuskan nafasnya lalu berjalan menuju kamarnya.

Dan saat sampai di kamarnya, ia melihat Asia yang tengah duduk di sisi kasur sambil membaca salah satu buku miliknya, Naruto yang sudah tahu kebiasaan Asia tak terkejut lagi dan berjalan mendekati Asia yang menutup bukunya lalu tersenyum ke arahnya.

"Kau sudah kembali, Nii-chan?"

"Um, Tadaima... Asia-chan," jawab Naruto dan saat baru sampai di depannya, Asia menariknya dan membuatnya berbaring di kasur dengan Asia di atasnya.

"Okaeri, Nii-chan," jawab Asia sambil menatap serius Naruto, melihat tingkah aneh Asia ia menaikkan sebelah alisnya. "Etto... Ada apa Asia-chan?" tanya Naruto penasaran.

"Ne, Nii-chan... Apakah kau ini selalu menyukai perempuan berdada besar?" Naruto yang mendengar pertanyaan Asia merona seketika, sementara Asia tetap menatap serius Naruto. "H-Huh? Pertanyaan macam apa itu, tentu saja itu tidak benar!"

"Benarkah?"Naruto yang mendengar itu mengangguk, Asia yang mendengar itu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan, "kalau begitu buktikan padaku!"

"H-Huh?!"

"Tadi aku bertemu, BB-san, Scathach-san dan Jeanne-san... Mereka memiliki dada yang besar dan BB-san berkata, bahwa Nii-chan menikmatinya seperti bayi... Jadi... Aku berpikir apakah Nii-chan membenci punyaku ini?" ujar Asia sambil mengarahkan tangan Naruto untuk meremas dadanya membuat wajah Naruto semakin memerah.

"Benarkah itu?" tanya Asia dengan nada lirih, Naruto yang mendengar nada lirih Asia meneguk ludahnya dan dengan keberaniannya, ia mendorong Asia pelan hingga keadaannya berbalik.

"Tentu saja itu tidak benar! Aku tidak pernah membedakanmu dengan yang lainnya! Aku menyukai kalian apa adanya," balas Naruto membuat Asia termenung lalu tersenyum kecil.

Asia pun menyentuh pipi Naruto lalu mengelusnya dengan lembut sambil memasang wajah sayu, "Kalau begitu buktikan padaku, Nii-chan."

Tanpa menjawab, Naruto langsung mencium Asia dengan lembut namun pada akhirnya ciuman mereka menjadi liar dan bernafsu. Lengan Asia pun membuka bajunya sendiri lalu membuka kemeja hitam Naruto dan kaosnya hingga Naruto bertelanjang dada.

Karena ciuman mereka terhenti karena membuka baju, mereka melanjutkan ciuman mereka yang panas tersebut, lengan Asia mengarahkan tangan Naruto pada salah satu dadanya hingga ia melenguh pelan dalam ciuman mereka.

Beralih ke kamar Lappland, saat ini ia tengah duduk di sisi kasurnya bersama Texas dan Whizly yang tengah memeluknya. Rupanya mereka belum tidur dan menunggu di kamarnya, melepaskan pelukan mereka Texas menatap kakaknya dengan serius.

"Nee-san... Apakah Naruto-sensei telah mengetahuinya?" Lappland memejamkan matanya dan mengangguk sebagai jawaban, Texas yang melihat itu sudah menduganya, "lalu kenapa Nee-san setengah telanjang tadi? Apakah terjadi sesuatu?"

"Baka-sensei mengetahui semuanya tapi tidak dengan nama orangnya, dan aku bilang ingin melindunginya, lalu Baka-sensei menyerangku dan memintaku membuktikan apakah aku kuat untuk melindunginya. Jadi... Seperti itulah," jawab Lappland sambil tersenyum kaku.

"Nee-sama sampai menggunakan itu?"

"Ya, Baka-sensei terlalu kuat... Dia juga sangat licik membiarkanku bertarung melawan Hologram miliknya, dan dia sangat penuh kejutan," jawab Lappland lalu melihat ke arah Texas dan Whizly bergantian, "jika kalian Sparing dengan Baka-sensei, pastikan kalian tidak tertipu sepertiku ya."

Texas dan Whizly mengangguk sebagai jawaban, Lappland yang melihat itu tersenyum ia tak ingin adik-adiknya juga di tipu oleh Naruto jadi ia harus memberi peringatan pada adiknya sekarang.

"Ne, Whizly-chan? Apakah kau tidak ingin meminta jatah bersama Naruto-sensei? Kami sudah melakukannya dan hanya tinggal kau saja yang belum, apa kau tidak ingin jalan-jalan bersama Naruto-sensei?" tanya Texas pada adiknya membuat Whizly tampak berpikir lalu tersenyum lebar pada kakak-kakaknya.

"Mungkin besok aku akan minta Naruto-sensei untuk berlatih denganku saja, ada yang ingin aku tunjukkan padanya," jawab Whizly membuat Lappland dan Texas penasaran.

"Apa itu? Jurus baru kah?"

Whizly hanya tersenyum sebagai jawaban lalu menempelkan jarinya ke bibirnya, "Itu rahasia."

.

.

Other Place

.

Beralih ke suatu tempat berbatuan yang gelap dengan minim cahaya, di tempat tersebut terdapat dua wanita yang berjalan di tempat tersebut dengan tenang.

Salah satu wanita yang memiliki ciri-ciri rambut kuning melihat sekitarnya lalu menatap perempuan berambut hitam yang di ikat Twin tails di depannya dengan ekspresi kebingungan.

"Sebenarnya ada apa hingga kau mengajakku kemari, Kurumi-san?" wanita bernama Kurumi itu pun menoleh ke arah Aiz dengan ekpresi serius miliknya. "Sebenarnya ada yang ingin aku tunjukkan padamu, Aiz-san, apa kau ingat dengan Shiina-san?"

Wanita bernama Aiz yang mendengar itu menyipitkan matanya, "Tentu aku ingat, memangnya ada apa dengan dia?"

Setelah bertanya itu, mereka menghentikan langkah mereka dan Aiz harus terkejut ketika melihat Shiina tengah duduk di sebuah kursi dengan perban menutupi matanya apa lagi di belakang tempat duduk Shiina terdapat banyak kawah berukuran besar. Melihat itu Aiz berniat mendekati Shiina, namun di tahan oleh Kurumi yang memberi tanda untuk diam di tempat.

"Shiina-san, ini aku Kurumi datang bersama Aiz-san," ujar Kurumi dan seketika di depan mereka muncul sebuah garis-garis yang tak beraturan lalu bergerak ke satu tempat di tengah Shiina hingga membentuk sebuah Jam yang berputar cepat lalu berhenti dan terbelah menjadi beberapa bagian dan menghilang.

Kurumi pun kembali berjalan mendekati Shiina dan di ikuti oleh Aiz yang langsung berlari dan memeriksa keadaan Shiina, "Kurumi-san... Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Hampir beberapa hari ini selagi kami memiliki waktu luang, Shiina-chan mengajakku berlatih dan inilah hasil setiap latihannya hingga ia harus mengganti matanya dengan milik salah satu keluarganya," jawab Kurumi membuat Aiz tidak percaya.

"Memangnya latihan seperti apa yang kalian jalani."

"Doujutsu... Sama seperti mataku, Aiz-san... Kau ingat jam yang ada di depan kita tadi kan? Itu adalah kemampuan Shiina-san di mana saat kau mendekatinya kau tidak akan bisa menggapai Shiina-san, bisa di bilang sebagai Genjutsu," jawab Kurumi.

"Lalu Aiz-san... Aku ingin meminta bantuanmu!" Aiz yang mendengar itu menatap bingung Kurumi, "nyawa Naruto-kun dalam bahaya... Aku ingin meminta tolong padamu... Untuk membantu kami mengalahkan ayahku!"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Naruto-sensei, apa kau punya waktu untuk Sparing denganku?"

"H-Huh?! Kau menciptakan semua itu?! Di usiamu yang sekarang ini?!"

"Masih kurang! Di alatmu masih terdapat banyak yang kurang, dan juga penempatan Gearnya yang kurang stabil."

"Tapi kau sudah berjuang dengan keras, kerja bagus! Whizly-chan!"

Berikutnya di Naruto : The Dragon Future, Chapter 57 : Dragons Champions Arc V : Slice or Life : Teacher and Student Part 4

Note : Yo! Bagaimana kabarnya nih?

Bwahahaha! 4 cerita update bersamaan adalah hal gila yang saya lakukan :v

Ok di Chapter kali ini, saya buat adegan pertarungan Naruto dan Lappland yang ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melindungi Naruto, tapi sangat di sayangkan Naruto selalu mengelabui musuhnya dengan Hologram miliknya yang membuatnya sulit di kalahkan

Lalu Armor Tengu yang di ubah dalam model chip fox, ini terinspirasi di salah satu manga yang saya baca dan saya tidak akan beritahu pada kalian :v, agar leluasa menggunakan armor saya menggunakan metode tersebut, awalnya ke pikiran dengan teknologi Tony Stark yaitu Mark 85 sih, tapi aku tidak tahu bahan yang di gunakan.

Lalu Skadi! Salah satu karakter Game juga, dia bukan Skadi dari FGO, Skadi kali ini saya ambil dari game Arknight, saya menjadikannya peran antagonis yang setara All for One.

Lalu Shiina, latihan macam apa yang dia lakukan hingga dia harus mengganti matanya? Lalu Bagaimana tanggapan Aiz ketika mendengar bahwa ayah Kurumi berniat membunuh Naruto? Tunggu saja kelanjutannya ya!

Ok itu saja dari saya, bye~

4kagiSetsu Out!