0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school DxD © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Servants, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
TrySail – High Free Spirits
( Fix music first )
( Layar memperlihatkan gambar matahari terbit lalu di ganti dengan gambar Team Naruto yang melihat ke arah matahari terbit di ganti gambar para Servant yang juga melihat matahari terbit juga lalu di ganti oleh Murid Naruto dan terakhir Naruto )
Shizuka ni moeru sekai hajimari wa kokokara
( Layar di ganti dengan gambar Asia yang berada di atas Gedung DSA sambil melihat matahari )
Yozora ga owari wo tsugeru toki
( Lalu Asia tersenyum begitu merasakan sebuah angin berhembus )
Hitosuji no hikari ga mune ni himeta koe ga
( layar di ganti dengan gambar langit yang cerah terlihat Seseorang dengan naga berwarna hijau melintas di langit )
Tokihanatsu yami wo saite
( penunggang naga tersebut melompat dari matanya dan turun dengan cepat ke bawah )
Kareru yori isso chiriisogu sugata
( Layar di ganti dengan Kelompok Kuroyukihime dan Miyuki yang menatap ke arah Kamera dengan ekspresi serius mereka )
Mayoi aruku sube wo
( Layar kembali di ganti dengan kelompok Sasuke yang menatap kamera dengan ekspresi serius mereka )
Sen no nami ni nomareta kokoro ja
( Layar diganti dengan gambar Whizly yang berlari di pesisir pantai bersama Texas dan Lappland hingga sampai di air pantai lalu Whizly berteriak sambil mengangkat tangan kanannya ke atas )
Kimi sae mamorenai
( Layar di ganti gambar Naruto yang mendarat di atas air lalu melesat dengan cepat menyulus kelompoknya yang lebih dahulu melesat dengan api di kakinya )
Hibike tashika na shoudou nariyamanu you ni
( Layar kembali di ganti dengan gambar peserta Kirigakure yang bersaha mengendalikan naga di dalam air dengan tombak di tangan mereka di selingi ledakan-ledakan air karena perlawanan naga yang mereka usaha kendalikan )
Wasurerarenu kizu wo nokoshite
( layar kembali di ganti dengan peserta lain yang tampak kesusahan lalu berganti dengan Kelompok Naruto di mana Kiba merentangkan tangannya ke depan )
Ima mo kasuka na zanzou kienai mama de
( layar kembali di ganti dengan Naruto yang mendarat di air sambil menyeringai kecil ke arah seekor naga berukuran besar )
Sekai ga matteru asu no ubugoe wo
( Layar di ganti dengan gambar Naruto dari belakang yang memutar tombak di tangannya dan seketika Naga di depannya membuka mulutnya dan menyerang Naruto )
Hibike tashika na shoudou kienai mama de
( layar di ganti dengan ledakan air yang sangat dahsyat lalu kembali di ganti dengan kelompok Naruto yang terbang rendah di atas air sambil menatap matahari terbenam )
Sou mirai to kako ga kousa suru hyakunenme no uta
( Layar kembali di ganti dengan gambar Para Wajah Kelompok White Fox dan yang terakhir di ganti dengan Naruto yang menepuk pundaknya sambil menyeringai kecil )
Fix End Music
( Layar di ganti akan judul Naruto : The Dragon Future )
Chapter 57 : Dragons Champions Arc V : Slice of Life : Teacher and Student Part 4
.
"A-Apa? Apa kau bilang tadi?" tanya Aiz dengan ekspresi tidak percaya. "Seperti yang tadi aku katakan, ayahku berniat membunuh Naruto-kun, dan dia juga memintaku untuk membunuh Naruto-kun," jawab Kurumi membuat Aiz emosi dan berniat menyerang Kurumi, namun gerakannya seketika terhenti seperti ada yang menahannya.
"Tenanglah... Aiz-nee-san... Kurumi-nee memang di suruh oleh ayahnya tapi dia tidak akan menuruti perkataan ayahnya," ujar Shiina, "dia justru berkhianat kepada ayahnya sendiri dan meminta bantuan kepada kita untuk menyelamatkan Naruto-nii."
"Kita?" tanya Aiz melirik Shiina. "Aku, dan tiga murid Naruto-nii akan membantu menghentikan ayah Kurumi, dan kami butuh bantuanmu juga Aiz-nee," jawab Shiina.
"Dia itu ayahmu bukan? Kenapa kau tidak bisa menghentikannya?" tanya Aiz melihat Kurumi yang sedikit menundukkan kepalanya. "Aku tidak bisa melawan karena kekuatan ayahku lebih besar dariku, bahkan dengan tingkatan Zafkienku tidak cukup menghentikannya," jawab Kurumi membuat Aiz menyipitkan matanya.
"Ayahku bisa memanipulasi waktu sekitarnya, melipat gandakan kekuatannya dengan Clocks Eyes miliknya, membunuh orang dengan mempercepat waktu kepada musuhnya hingga dia menjadi abu, walau pun dia di penjarakan dengan keamanan apa pun dia bisa lolos karena bisa membuat lubang dimensi waktu untuk melarikan diri, dia benar-benar mengerikan," lanjut Kurumi membuat Aiz tersentak karena kekuatan ayah Kurumi terlalu berlebihan.
"Jika begitu bagaimana bisa kita bertiga mengalahkannya? Kekuatannya itu terlalu berlebihan!" tanya Aiz. "Karena itu lah saat ini aku juga mencari bantuan tambahan dan murid-murid Naruto juga akan membantu kita," jawab Kurumi lalu melihat ke arah Shiina.
"Selagi aku mencari bantuan, aku menciptakan Kagebunoe untuk menjaga Shiina berlatih dan seperti yang kau lihat di belakang Shiina, itu adalah hasil latihan miliknya," jelas Kurumi, "dia berlatih dengan keras hingga matanya mengalami kerusakan parah yang membuatnya buta, tapi... Clan Mashiro ternyata menyimpan mata mereka yang telah mati karena itulah aku mentransplantasikan mata Shiina... Saat sudah bisa melihat dengan mata barunya Shiina kembali berlatih dengan keras namun matanya hanya bisa bertahan selama satu hari dan harus di ganti kembali, itu terus terjadi beberapa kali."
"Dan sekarang adalah mata terakhir Shiina, aku berharap bahwa mata ini bisa seimbang dengan kekuatan Shiina, dan ternyata harapanku berlebihan... Clocks Eyes Shiina naik tingkat menuju Enternal Clocks Eyes," lanjut Kurumi, "Enternal Clocks Eyes adalah kemampuan mata yang hampir mirip seperti ayahku, namun Enternal Clocks Eyes bisa membuat membenturkan waktu sekarang dan waktu di dunia lain yang bisa saja membuat kekacauan waktu, atau benturan Univers, jika itu terjadi maka bisa saja dunia ini bisa saja lenyap atau mungkin ada dunia lain yang akan datang kemari."
Aiz yang mendengar itu bergetar, kemampuan Clocks Eyes yang sangat mengerikan, dia tidak menyangka Clan Tokisaki dan Mashiro memiliki kemampuan yang benar-benar mengerikan.
"Mou, aku sudah bilang untuk tidak melebih-lebihkannya kan, Kurumi-nee!" ujar Shiina. "Itu kenyataannya Shiina-chan, Clocks Eyes bukanlah mata biasa, mata ini mengendalikan waktu kita, dunia, bahkan alam semesta, jika tidak terkendali alam semesta akan berhenti selamanya bahkan bisa saja langsung kembali menjadi nol, ini bukan sembarangan mata."
"Ha'i-Ha'i, gomen Kurumi-nee."
"Mengerikan... Kekuatan mata mereka terlalu mengerikan...," batin Aiz.
"Mengerikan?" batin Aiz sambil berpikir hingga tak berapa lama ia tersentak, "ne, Kurumi-chan... Apakah kau sudah meminta bantuan dari para Servant, mereka itu ada banyak dan punya kekuatan yang mengerikan, mungkin mereka juga bisa membantu kita!" usul Aiz.
"Aku memang sempat berpikiran seperti itu, tapi aku takut mereka bertindak gegabah dan mencari ayahku langsung," jawab Kurumi membuat Aiz kebingungan. "Kau hanya perlu menjelaskan situasinya dan meminta mereka untuk tidak bertindak gegabah saja bukan?" usul Aiz kembali.
"Tidak bisa, jika begitu pertahanan Konoha akan hilang nanti, kudeta kota Konoha tak bisa di hindari apalagi yang menyerang adalah empat kota besar, mereka harus melindungi kota... Dan aku juga mendapat kabar bahwa ayahku tengah mengumpulkan teman-temannya, aku kenal sedikit teman-teman ayahku dengan kekuatan yang mengerikan... Mau tidak mau kita harus menambah anggota lagi untuk mencegah perbuatan ayahku," jawab Kurumi membuat Aiz terdiam.
Apa yang di katakan Kurumi ada benarnya dia lupa akan terjadi Kudeta Konoha dan jika mereka memberitahu Servant maka pelindung Konoha tidak akan ada.
"Lalu apa yang harus akan kau lakukan?" tanya Aiz. "Tentu saja mengumpulkan bantuan lagi, apa kau ingin membantu?" tanya Kurumi dan di balas anggukan oleh Aiz.
"Tentu saja, jika untuk nyawa Naruto-kun aku ikut," jawab Aiz, "tapi apa hanya dengan kita sudah cukup?"
"Aku akan menemui 3 orang lagi untuk meminta bantuan, aku yakin dengan mereka sudah cukup kuat."
"Siapa?"
"Jiraiya-sama, Minato-sama dan Kushina-sama."
.
.
Sabtu 30 Desember 2090
DSA Weapon Industry
06.00 AM
.
Pagi hari yang indah di kamar Naruto, terlihat saat ini ia tengah tertidur dengan nyenyak bersama Asia di sampingnya yang merapatkan dirinya dengan tubuh Naruto.
Triingg!
Naruto dan Asia yang mendengar suara alarm melenguh pelan dan membuka mata mereka, Naruto pun langsung mematikan jamnya lalu melihat ke arah Asia yang ada di sampingnya.
"Ohayo, Nii-chan."
"Ohayo, Asia-chan," balas Naruto sambil menghadapkan tubuhnya ke arah Asia, "apa kau kedinginan?"
"Hmm, sedikit" jawab Asia sambil merapatkan memeluk Naruto, "bisakah Nii-chan menghangatkanku?"
"Hmm, kau ingin aku menghangatkanmu dengan cara apa?" tanya Naruto sambil menyentuh dagu Asia. "Berikan aku kejutan," jawab Asia sambil tersenyum.
Naruto dan Asia pun berciuman penuh mesra dan liar untuk menghilangkan rasa dingin pada tubuh mereka. Setelah cukup hangat, mereka pun melepaskan ciuman mereka dengan Saliva menjembatani kedua bibir mereka.
"Kau sepertinya tidak pernah puas jika aku menciummu ya?" tanya Naruto membuat Asia terkekeh pelan. "Aku sudah tertarik dengan bibirmu Nii-chan, dan aku tak akan merasa puas jika terus berciuman denganmu," jawab Asia sambil menyentuh bibir Naruto.
"Ok, mari kita hentikan dan bersihkan diri, kita harus membuat sarapan," ucap Naruto sambil bangun dari kasurnya dengan menggendong Asia menuju kamar mandi di kamarnya.
.
"Nyaaaww."
"Apakah tidurmu sangat nyenyak, Whizly-chan?" tanya Texas kepada adiknya. "Ya... Lumayan nyenyak sekali," jawab Whizly sambil meregangkan badannya.
"Jadi apakah kau siap Sparing dengan Baka-sensei?" tanya Lappland dan di balas anggukan semangat olehnya. Tak lama setelah itu mereka pun sampai di dapur dan mereka melihat Naruto dan Asia yang tengah memasak di dapur.
"Ohayo, Asia-san, Naruto-sensei/Baka-sensei!" sapa Lappland, Texas dan Whizly. "Ohayo, bagaimana dengan tidur kalian?" tanya Naruto sambil fokus memasak.
"Ya, nyenyak sekali, apa lagi kasurnya sangat empuk sekali, jika mau aku bisa berbaring seharian, tapi aku harus berlatih untuk menjadi kuat," jawab Lappland sambil duduk di kursi meja makan menunggu sarapan mereka.
"Oh yeah, itulah dirimu Lappland-chan," balas Naruto sambil tersenyum. "Sensei, ada yang bisa aku bantu?" tanya Texas yang telah di samping Naruto.
"Tentu, bisa kau bantu menyiapkan piring kita dan menyajikannya?" tanya Naruto dan di balas anggukan olehnya, "ah benar juga... Aku belum memiliki waktu untukmu, Whizly-chan, karena hari ini waktu luangku dan besok kita akan berkumpul bersama di sini kembali untuk tahun baru dengan teman-temanku serta yang lainnya, maka aku akan meluangkan waktuku untukmu."
"Jadi... apa yang kau inginkan?"
"Naruto-sensei, maukah kau Sparing denganku?" tanya Whizly dan mendapat senyuman dari Naruto. "Tentu, aku akan Sparing denganmu, aku juga ingin melihat kemampuanmu," jawab Naruto membuat Whizly tersenyum senang.
"Kau sepertinya senang sekali? Apakah kau memiliki jurus baru yang ingin kau tunjukkan padaku?" tanya Naruto membuat Whizly terkekeh pelan dan menggelengkan kepalanya. "Nanti kau akan mengetahuinya sendiri, Naruto-sensei," jawab Whizly membuat Naruto menggumam pelan.
"Oh benar juga, apa kalian sudah menyiapkan pakaian baru untuk tahun baru nanti?" tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh mereka. "Ya, Asia-chan sudah membelikannya untuk kami, Arigato, Asia-san!" jawab Lappland lalu berterima kasih kepada Asia.
"Tidak masalah."
Pst!
"Ohayo!" Naruto yang mendengar suara yang dia kenal menoleh dan ia melihat Aiz datang bersama Kurumi.
"Oh, Kurumi-chan, Aiz-chan, okaerinasai!" ujar Naruto memberikan Asia untuk mengambil alih sementara dia mendekati Kurumi dan Aiz untuk menyambut mereka.
"Tadaima, Naru-kun," ucap Kurumi dan Aiz sama-sama memeluk Naruto, setelah itu Kurumi langsung saja mencium bibir Naruto dengan liar dan Naruto mengikuti alur yang di buat oleh Kurumi.
Lappland yang melihat itu menutup mata Whizly sambil mengalihkan pandangannya, Texas yang melihat itu memerah wajahnya dan memutuskan membalikkan badannya untuk tidak melihat adegan panas mereka.
"Fuaahh," desah Kurumi melepaskan ciuman panas mereka, setelah Kurumi Aiz pun mengambil bagian miliknya hingga beberapa menit mereka pun juga melepaskan ciuman mereka, "sudah lama sekali tidak merasakan bibirmu membuat kami tidak tahan, Naru-kun," ucap Kurumi sambil menjilati bibirnya.
"Itu sudah menjadi kebiasaan kalian bukan, tapi seharusnya kalian tahan karena ada anak kecil di sini, ingat," ucap Naruto sambil menarik pipi mereka sesaat lalu melirik ke arah Lappland yang menutup mata Whizly, Texas yang membelakangi mereka.
"Ah... Gomenasai, kami hanya tidak tahan saja," ujar Kurumi meminta maaf, "gomenasai, Lappland-san, Texas-san, Whizly-san," lanjut Kurumi meminta maaf.
"U-Ugh... Sudahlah... Kami tidak bisa melarang kalian," jawab Lappland. "Baiklah semua ayo kita sarapan, dan juga Nii-chan, bukankah kau sudah ada janji dengan Whizly-chan? Semakin cepat maka semakin baik."
"Ya, kau benar juga Asia-chan, mari kita sarapan dulu, Kurumi-chan, Aiz-chan," ajak Naruto namun mereka menggeleng pelan. "Kalian duluan saja, kami akan menyusul nanti, kami baru saja kembali dan kami belum membersihkan diri kami jadi kami harus ke kamar kami dulu."
"Oh baiklah," jawab Naruto sambil tersenyum.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi Naru-kun," ujar Kurumi dan Aiz melangkahkan kaki mereka menuju kamar mereka. "Mereka sudah kembali ya... Aku penasaran apakah Tohka-chan dan Kirin-chan akan kembali sekarang juga," gumam Naruto lalu melangkahkan kakinya menuju dapur kembali.
"Sebaiknya kau tanyakan nanti saja, Nii-chan ayo kita sarapan dulu."
"Ha'i-Ha'i!"
.
.
"Heh... Jadi kau juga menggunakan Distorsy Room Space itu?" tanya Naruto ketika melihat Lappland berjalan di depannya sementara Whizly di sampingnya, mereka saat ini sama-sama menuju Distorsy Room Space.
"Begitulah, aku lebih suka berlatih di sana karena bisa melatih kemampuanku sesuka hati tanpa merusak dunia nyata, jadi aku bisa mengamuk sesuka hatiku," jawab Lappland membuat Naruto mendengus.
"Mengamuk heh?" gumam Naruto, "Ya aku harap kau tidak berlebihan ketika mencapai mode Wearwolf mu, mengerti?"
"Ha'i, Baka-sensei."
"Lalu, bagaimana denganmu Whizly-chan? Apa kau benar-benar ingin Sparing denganku?" tanya Naruto dan di jawab anggukan olehnya. "Habisnya ada yang ingin aku tunjukkan kepada Naruto-sensei!" ujar Whizly penuh semangat.
"Semangatmu bagus sekali, tapi... Apa kau yakin Sparing dengan pakaian seperti itu?" tanya Naruto karena Whizly saat ini hanya mengenakan Kimono putih seperut dengan rok hitam sepanjang di atas lututnya, dan sebuah katana yang dia berikan di genggam olehnya.
"Ha'i! Semenjak aku belanja Kimono bersama Asia-san, aku melihat pakaian ini, karena tertarik aku membelinya dan entah kenapa aku tidak bisa melepaskan pakaian ini karena terlalu menyukainya," jawab Whizly sambil tersenyum senang.
"Souka, kalau begitu untuk jaga-jaga maukah kau aku buatkan pakaian seperti itu lagi? Tentunya dengan bahan yang lebih bagus lagi dan lebih banyak lagi?"
"Bolehkah?!" tanya Whizly dengan wajah antusias dan di balas anggukan oleh Naruto, "Mau!" balas Whizly sambil mengangkat tangannya membuat Naruto gemas ingin menarik kedua pipi Whizly.
"Apa kau bisa melakukannya, Baka-sensei?"
"Tentu saja, kau juga mau?"
"H-Huh? Tidak! Aku tidak mau!" balas Lappland tergagap membuat Naruto tersenyum jahil lalu mengotak-atik Jamnya hingga sebuah laser menyinari Lappland, "A-Apa itu!" kejut Lappland lalu menatap Naruto yang mengarahkan lasernya ke arah Whizly hingga di jamnya terlihatlah scaning desain baju Whizly dan Lappland.
"Ok, Desain baju kalian sudah aku catat tinggal aku buat saja," ujar Naruto membuat Lappland terkejut. "Hey! Baka-sensei! A-Aku kan sudah bilang tidak mau!" ujar Lappland.
"Hehh? Aku tahu kau sebenarnya ingin bukan? Kau hanya malu untuk mengatakannya." Lappland yang mendengar itu memerah wajahnya , "SUDAH AKU BILANG TIDAK!" balas Lappland meninggalkan Naruto dan Whizly sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Hah... Dasar Kakak yang pemalu," gumam Naruto menghela nafasnya, "apakah kakakmu itu selalu begitu, Whizly-chan?"
"Ha'i, sering sekali," jawab Whizly dengan polosnya. "Sepertinya kau dan Texas-chan harus melatihnya untuk terbuka terhadap orang sekitarnya," ujar Naruto sambil mengelus rambut Whizly lalu melanjutkan jalan mereka kembali menuju Room Space.
Lappland yang paling duluan pun masuk ke Room Space tanpa mengatakan apa pun, sementara Naruto dan Whizly menunggu di luar untuk giliran mereka. Beberapa menit berlalu, pintu itu pun terbuka memperlihatkan kepala Lappland yang mengintip.
"Hm, ada apa Lappland-chan? Apakah ada yang kau lupakan?" tanya Naruto, namun Lappland tampak malu-malu untuk menjawab. "Ti-Tidak... A-Aku hanya ingin mengucapkan Arigato," jawab Lappland lalu masuk kembali membuat Naruto dan Whizly saling berpandangan lalu tertawa kecil bersama.
Dua menit berlalu, terdengar suara perpindahan di dalam ruang Room Space menandakan bahwa Lappland telah berpindah tempat. Naruto dan Whizly pun masuk ke dalam Room Space yang telah kosong dan setelah itu di depan mereka muncul hologram dengan berbagai tempat luar biasa.
"Baiklah, Whizly-chan, silakan pilih tempatnya," ucap Naruto membuat Whizly menatapnya terkejut. "A-Aku?" tanya Whizly dan di jawab anggukan oleh Naruto.
"Tentu, ini pertama kalinya kau melakukan ini bukan? Tidak ada salahnya mencoba," jawab Naruto membuat Whizly merasa ragu untuk memilih. "A-Aku tak tahu, Naruto-sensei... Aku...," gumam Whizly.
"Hey-Hey, tidak perlu ragu, ayo silahkan kau pilih, jika sudah kau hanya tinggal bilang 'Pindahkan kami ke room ini' maka kita akan pindah ke tempat yang kau pilih, tidak apa... Cobalah," ujar Naruto sambil menyentuh kedua bahu Whizly.
Dengan ragu Whizly mencoba memilih tempat yang ada di hologram Naruto hingga ia tertarik pada salah satu tempat yang di perlihatkan Hologram di depannya.
"Pindahkan kami ke room 213," ujar Whizly dan seketika sebuah lingkaran biru tercipta di bawah mereka
["Pindah ke room 213, Aerthezel."]
Twush!
Seketika mereka pun menghilang dengan cepat dan seketika tempat yang awalnya ruangan kosong berubah menjadi tempat yang hijau dengan penuh bebatuan yang cukup tinggi di beberapa tempat.
"Sugoii," gumam Whizly. "Ini adalah Room Space, Whizly-chan... Cukup sulit mendeskripsikan tempat ini... Bagaimana caranya mengatakannya ya," gumam Naruto sambil mengelus dagunya.
"Etto... Apakah kau pernah melihat game-game Adventure di kotamu?" tanya Whizly dan di jawab anggukan oleh Whizly, "pernahkah kau membayangkan bahwa kau ada di tempat karakter Game tersebut?" Whizly yang mendengar itu kembali mengangguk.
"Nah, kita ini seperti karakter Game, kita masuk ke sebuah map yang ada di game... Tempat ini adalah Program dan Hologram, apapun yang terjadi mereka dan tempat ini seperti asli, kita bisa leluasa bertarung dan berlatih di sini, kau tidak perlu khawatir jika terjadi kerusakan karena Room Space ini terlindungi sekali," ucap Naruto sambil tersenyum.
"Jadi... Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukkan padaku hingga ingin mengajakku Sparing?"
Whizly yang mendengar itu mengeluarkan sebuah tombol kecil lalu menekannya dan seketika di pinggang Whizly muncul sebuah sabuk dengan di sisi kiri dan kanan pinggang Whizly terdapat sebuah meriam kapal serta empat rudal, di tempat meriam itu juga terdapat empat pedang lain yang belum Naruto ketahui.
Naruto yang melihat itu melebarkan matanya sambil mengucek matanya jika dia tidak salah lihat, "Bagaimana Naruto-sensei?" tanya Whizly sambil memperlihatkan benda yang ada di pinggangnya.
"Tu-Tunggu... Itu... Itu sangat mirip dengan meriamku yang aku dapat di perkumpulan Kancolle, tapi punyamu sangat berbeda... Dari mana kau mendapatkannya?"
"Ah, aku memang sempat melihat meriam itu karena membantu Tou-san, Falbium-san dan Ajuka-san, aku sangat tertarik saat melihat meriam itu, aku ingin membuatnya sendiri."
"H-Huh?! Kau membuat itu semua sendirian?! Di usiamu yang sekarang ini?!"
"Ti-Tidak, aku di bantu oleh Falbium-san dan Ajuka-san kok, aku tidak mungkin bisa membuatnya sendirian," jawab Whizly membuat Naruto menghela nafasnya, dia pikir Whizly membuatnya sendiri apa lagi senjatanya seperti itu
"Jadi ini yang ingin kau tunjukkan padaku?" tanya Naruto dan di jawab anggukkan olehnya, "lalu bagaimana? Apakah senjata itu sudah sempurna?"
"Kemarin aku sudah melakukan tes dan senjata ini sudah bisa di gerakan seperti yang Naruto-sensei miliki bahkan sudah melakukan tes tembak, tapi aku tidak tahu apakah ini benar-benar sudah sempurna atau tidak," jawab Whizly memperlihatkan dia bisa mengendalikan sudut meriam senjatanya serta menembak berbatuan yang ada di belakang Naruto hingga hancur.
Naruto yang melihat itu sedikit terkagum lalu mengelus dagunya menatap intens senjata Whizly, dia sebenarnya ingin mengecek isi senjata Whizly dan namun dia tidak memiliki data X-ray pada jamnya agar bisa melihat bagian dalam mesin Whizly, yang bisa mereka lakukan saat ini adalah melakukan tes untuk mengetahui apakah alat itu sempurna atau tidak.
"Jadi begitu... Kau ingin Sparing denganku untuk melihat apakah senjatamu itu sempurna atau tidak ya...," gumam Naruto sambil bersiap, "baiklah, tapi cobalah juga gunakan jutsumu, Whizly-chan, aku ingin melihat perkembanganmu."
"Ha'i!" balas Whizly menarik Katana miliknya sambil mengambil posisi bertarung. "Kalau begitu kita mulai!" ujar Naruto dan saat itu juga meriam di pinggang Whizly menembakkan pelurunya, Naruto yang melihat itu melompat mundur dan saat itu juga tempatnya berpijak tadi terjadi ledakan.
["Fuuto : ..."] Naruto yang mendengar suara menoleh ke atas dan dari balik asap ledakan keluar Whizly dengan pedang berlapis aura dan bersiap di hunuskan ke arahnya.
["Sanhallvur!"] ujar Whizly mengayunkan pedangnya dan seketika sebuah gelombang putih dengan tiga lapis melesat ke arahnya.
Naruto yang melihat itu memunculkan sebuah perisai dari jamnya dan menahan serangan tersebut dan saat itu juga sebuah peluru menghantam perisainya dan mementalkannya ke bawah hingga terseret beberapa meter.
"Melepaskan Jutsu bersamaan dengan peluru meriam ya, boleh juga," batin Naruto lalu berlari ke arah lain menghindari setiap serangan gelombang Whizly serta peluru meriam senjatanya.
Whizly yang melihat Naruto terus berlari mengelilinginya mengikuti gerakan Naruto sambil terus melayangkan serangannya namun setiap serangannya berhasil di lewati Naruto sebelum serangannya menghantam tempat yang dia perkirakan akan mengenai Naruto.
Sret! Wush!
Naruto yang melihat celah mengubah arah larinya ke arah Whizly, melihat itu Whizly menggenggam erat pedangnya hingga memunculkan aura api.
["Kato : Sanfallur!"] ujar Whizly sambil mengayunkan katananya dari bawah ke atas memunculkan tiga gelombang api berukuran besar ke arah Naruto.
"Serangan yang sama namun berbeda Element," batin Naruto lalu mengeluarkan api dari satu kakinya melompat setinggi mungkin dan tempatnya berpijak tadi pun meledak karena rupanya Whizly menembakkan peluru meriamnya sama seperti serangan yang tadi.
"Selalu menyerang menggunakan titik buta ya, lumayan juga, dan kali ini lebih cepat dari sebelumnya," batin Naruto yang sudah di belakang Whizly lalu menghindari setiap tebasan pedang Whizly.
"Ho... Tebasanmu semakin cepat Whizly-chan, tapi itu masih belum memberikan luka untukku," ujar Naruto sambil terus menghindari setiap tebasan Whizly.
Naruto yang melangkah mundur tersentak ketika sebuah lingkaran kuning muncul di bawah kakinya, ["Raito : Bakura!"]
Bziit!
Whizly pun langsung melompat mundur sejauh mungkin begitu ranjaunya memicu ranjau yang ia sembunyikan di berbagai tempat lalu memancarkan petir ke titik utama pemicu lalu meledakkan cukup keras dengan petir terbang ke udara bebas. Whizly yang sudah berada di jarak aman dan bersiap karena dia tahu gurunya tidak akan jatuh hanya dengan serangan seperti itu.
"Uwoh, boleh juga Whizly-chan, tidak aku sangka mau menyiapkan ranjau di sana," ujar Naruto keluar dari kumpulan asap dengan keadaan baik-baik saja. "Kau juga sangat hebat, Naruto-sensei," balas Whizly sambil berlari ke arah Naruto.
Wush!
Dengan keras Whizly pun mendorong kaki kanannya dan seketika dia melesat dengan cepat ke arah Naruto sambil menyiapkan pedangnya dengan aura api yang membara.
Ia pun berputar dengan cepat hingga menciptakan tornado api yang bergerak ke arah Naruto, ["Kato : Kamikaze!"] ujar Whizly mengayunkan pedangnya membuat tornado api itu semakin melesat cepat ke arah Naruto tanpa Whizly di dalam tornado itu.
"Jika aku tahan pasti Whizly-chan menembakkan peluru dari meriamnya lagi," gumam Naruto ingin menghindar namun ia tersadar jika dia ingin melihat hasil senjata muridnya, "Tidak... Sebaiknya aku merasakan sedikit serangan senjata muridku ini seperti apa agar tahu kekurangannya," batin Naruto lalu menghentakkan tangan kirinya di dada dengan pose jari telunjuk dan tengah di luruskan bersama jempol sementara jari manis dan kelingking dia lipat.
BOOM!
Tornado api itu pun terbelah menjadi dua melewati dirinya dan Naruto menerima sebuah peluru meriam yang di tembakkan oleh Whizly.
Naruto yang menerima meriam Whizly sedikit melenguh pelan karena efeknya cukup luar biasa, namun ia merasa kurang dengan peluru meriam Whizly karena belum cukup kuat untuk melukainya.
Whizly yang melihat peluru meriamnya berhasil mengenai Naruto sedikit tersenyum namun ia harus terkejut ketika melihat Naruto hanya menerima luka kecil saja.
"Naruto-sensei, memang hebat sekali," gumam Whizly lalu kembali melesat ke arah Naruto.
.
.
Sementara itu di Room Space, tepatnya di sekitar DSA terlihat Tohka dan Kirin telah kembali dengan naga mereka dan saat ini mereka di arahkan oleh beberapa pegawai DSA untuk mendarat sempurna.
Semenjak mereka tinggal di DSA bersama Naruto, Asia, Kurumi, Aiz dan yang lainnya mereka sudah di persiapkan gudang untuk naga mereka.
Berterima kasihlah kepada Jiariya yang memiliki gedung DSA yang sangat besar serta terdapat beberapa kamar kosong yang di gunakan untuk tinggal jika mereka memiliki pekerjaan lembur.
"Hyaaa! Akhirnya kita sampai juga," gumam Tohka dengan nada senang sambil meregangkan badannya. "tiga jam perjalanan dari Kumogaku memang cukup melelahkan jika kita membawa barang di punggung kita," timpal Kirin dan di balas senyuman Tohka.
"Itu memang benar," jawab Tohka lalu turun dari naganya bersama Kirin membiarkan Naga imereka berjalan sendirinya ke tempat mereka karena mereka sudah terbiasa di tempat DSA.
"Ahh besok tahun baru ya, pasti akan ada pesta besar di sini," gumam Tohka dengan raut wajah senang yang membuat Kirin tersenyum canggung karena saudarinya ini sangat menyukai makanan.
Setelah sampai di ruang tamu, mereka berdua bisa melihat Asia yang tengah berbincang dengan Julis, Claudia, Saya, Kiba, Xenovia, Irina dan Koneko.
"Ah! Tohka-chan, Kirin-chan!" seru Asia membuat semua menoleh ke arah pintu. "Tadaima, Minna! Kami sudah kembali!" seru Tohka lalu menerima pelukan bersama teman-temannya kecuali Kiba yang diam di luar pelukan, jika dia ikut bisa-bisa dirinya akan di anggap aneh.
"Bagaimana kabar kalian selama di Koshigaya?" tanya Kiba memulai pembicaraan. "Cukup menyenangkan bisa berkumpul kembali bersama keluarga, tapi karena ada lomba yang harus kita hadapi nanti, mau tidak mau kita harus kembali bukan?" jawab Kirin mewakili Tohka.
"Hm, Naru... Ah maksudku Danchou tidak ada di sini?" tanya Tohka sambil melihat sekitar. "Asia-chan bilang, Danchou saat ini tengah Sparing dengan Whizly-san, sementara Texas-san saat ini berbicara dengan Kurumi-nee dan Aiz-nee di kamar," jawab Julis membuat Tohka menggumam pelan.
"Ara? Apa kau merindukan Nii-chan?" tanya Asia membuat wajah Tohka memerah. "A-Aku c-cuma bertanya?! Apakah salah?!" balas Tohka tergagap membuat semuanya tertawa kecil.
"Hahh... Kalian pasti lelah bukan? Sebaiknya kalian beristirahat lebih dulu."
"Tidak apa... Kalian sedang apa berkumpul di sini?" tanya Kirin penasaran. "Kami merencanakan pesta Tahun baru besok, dan persetujuannya akan kita minta pada Danchou nanti, mau ikut bergabung?" jawab Xenovia dan bertanya kembali pada mereka.
"Tentu, sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini, kami juga merindukan kalian dan ingin berbincang bersama kalian," jawab Tohka sambil tersenyum.
.
Beralih ke tempat Kurumi, Aiz dan Texas mereka saat ini tengah berbincang mengenai rencana mereka melawan ayahnya, Texas bercerita pada Kurumi bahwa Lappland ketahuan bahwa akan ada yang menyerangnya namun tidak dengan namanya.
Dia bernafas lega karena untungnya Naruto tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu karena dia percaya dengan kekuatannya sendiri.
Kurumi juga menceritakan kepada Texas bahwa dia telah menyiapkan beberapa anggota secara detailnya, mereka saling bertukar informasi agar bisa menyiapkan rencana yang sempurna ke depannya.
"Kalian yakin ingin mengajak mereka bekerja sama?" tanya Texas dan di jawab anggukkan oleh Kurumi. "Ini saat yang tepat untuk membuktikan kepedulian Minato-sama dan Kushina-sama sebagai anaknya, dan lagi kita akan mendapat bantuan besar-besaran walau akan terlambat sedikit dan kita harus bisa bertahan sampai bantuan besar itu tiba."
"Bantuan besar?" tanya Texas penasaran.
"Nanti kau juga akan paham," jawab Kurumi, "untuk yang menyerang kamar Naru-kun, sebaiknya kalian berhati-hati, wanita itu bukan wanita sembarangan, dia memiliki kemampuan bertarung yang hebat, dia juga menguasai 3 Element, Petir, Angin dan Api, jika bertemu dengannya pastikan tidak bertarung sendirian."
Texas yang mendengar itu mengangguk pelan, "Saa, mari kita keluar dan bergabung dengan yang lainnya, mereka pasti membicarakan pesta tahun baru besok," ajak Aiz sambil tersenyum.
.
Kembali ke tempat Naruto dan Whizly, mereka saat ini masih melakukan Sparing mereka dengan Naruto yang terus menghindari serangan Whizly.
Sring! Sring! Sring!
Whizly dengan cepat mencoba mengayunkan pedangnya ke arah Naruto, namun semuanya berhasil di hindari hingga Naruto menangkap pedang Whizly dengan dua jarinya.
"Akh!" kejut Whizly mencoba menarik pedangnya namun jepitan Naruto cukup kuat. "Hehehe, itu tidak akan mudah untuk mencabutnya loh," ucap Naruto membuat Whizly mengembungkan pipinya lalu bersiap menembak Naruto dari dekat, namun dari larasnya keluar percikan listrik yang membuat Naruto tersentak.
"Whizly-chan! Jangan di tembak!" ujar Naruto membuat Whizly kebingungan. Naruto pun melepaskan pedang Whizly lalu melihat meriam Whizly yang masih mengeluarkan percikan petir.
"Mungkinkah," batin Naruto, "Ayo kita kembali Whizly-chan, kita akhiri Sparing kita."
"E-Eh?! Tapi aku belum mengalahkan Naruto-sensei sama sekali!" ujar Whizly, Naruto yang mendengar itu menepuk pelan kepala Whizly. "Tidak penting kau bisa mengalahkanku atau tidak," jawab Naruto sambil tersenyum.
"Tapi kau sudah berjuang dengan keras, kerja bagus, Whizly-chan!" Whizly yang mendengar itu merona karena Naruto memujinya, ia mengakui akan kerja kerasnya dan itu membuatnya sangat senang sekali, "sekarang ayo kita kembali dan memperbaiki senjatamu itu, ada kesalahan di mesinmu dan jika kita lanjutkan itu akan membahayakan dirimu."
"Ha'i! Naruto-sensei! Tapi... Bagaimana cara kita kembali?" tanya Whizly dengan wajah polos yang membuat Naruto tak tahan menarik pipinya. "Kau hanya perlu berkata 'bawa kami kembali' maka kita akan kembali ke Room Space.
"Ba-Baik!" balas Whizly, "Bawa kami kembali!" lanjut Whizly, seketika mereka pun menghilang dan kembali ke ruang room space.
"Ayo kita ke ruangan perbaikan, Whizly-chan," ujar Naruto sambil berjalan ke luar bersama Whizly yang sudah menghilangkan senjatanya, tidak mungkin dia memakai meriamnya sambil ke ruangan perbaikan.
.
Setelah sampai, Naruto pun menyuruh Whizly untuk meletakkan meriamnya di beberapa mesin penjepit lalu di lakukan Scaning X-Ray untuk melihat isi dalam mesin tersebut, Naruto pun membaca detail setiap alat Whizly hingga dia menemukan masalahnya.
"Aku pikir meriamku ini sudah sempurna," gumam Whizly dapat di dengar oleh Naruto. "Masih kurang! Di alatmu masih banyak yang kurang, dan juga penempatan dan penempatan Gear yang kurang stabil," balas Naruto.
"Karena itulah terjadi kerusakan pada mesinmu," lanjut Naruto sambil menghembuskan nafasnya, "maa aku tahu kau membuatnya bersama Ajuka-san dan Falbium-san, tapi ketahuilah bahwa mereka sangat buruk memilik barang yang bagus karena selalu berdebat."
"Untuk saat ini aku akan memanggil salah satu teamku untuk membantumu, Whizly-chan," ujar Naruto sambil mengotak-atik layar hologram jam miliknya.
"Team Naruto-sensei?"
"Ha'i, dia juga ahli membuat senjata mungkin kau bisa banyak belajar darinya dan menjadi teman dekatnya," jawab Naruto lalu mengotak-atik hologram di depannya membuat mesin-mesinnya bergerak untuk membongkar meriam Whizly.
Setelah meriam Whizly terbongkar, pintu ruangan itu pun terbuka dan memperlihatkan Saya yang mendatangi ruangan perbaikan, "Kau memanggilku Danchou?"
"Oh, Saya-chan, kau sudah di sini, cepat sekali," jawab Naruto sedikit terkejut karena Saya ada di sini dengan cepat. "Kebetulan aku dan yang lain mampir kemari tadi jadi aku langsung kemari sesuai permintaan Danchou," jawab Saya sambil masuk ke ruangan tersebut.
Sementara Whizly menatap lekat Saya yang memanggil gurunya sebagai Danchou, dan ia juga sempat melihat perempuan di depan gurunya saat ini.
"Kalau tidak salah ingat, dia anggota Naruto-sensei, jadi namanya Saya ya," batin Whizly. "Heh? Kami? Apakah yang lainnya juga datang?" tanya Naruto kembali.
"Ha'i, semuanya sedang berkumpul untuk membicarakan pesta tahun baru nanti, dan setelah selesai kami akan membicarakannya denganmu sebagai pengambil keputusannya, Danchou," jawab Saya membuat Naruto menggumam pelan.
"Aku harap pesta kita nanti tidak berlebihan ya," gumam Naruto sambil mengelus dagunya, "ah Saya-chan, tolong bantu Whizly-chan memperbaiki senjatanya itu ya, kau juga ahli dalam hal ini karena itulah aku memanggilmu," lanjut Naruto sambil berjalan keluar.
"E-Eh, Naruto-sensei mau ke mana?"
"Aku akan pergi menemui beberapa orang, aku tidak bisa di sini karena jika aku di sini aku akan tahu kemampuan senjatamu nanti, jika kau perlu sesuatu katakan saja pada Saya-chan, sampai jumpa," jawab Naruto lalu pergi meninggalkan Whizly dan Saya di ruangan tersebut.
Whizly yang belum terbiasa berbincang dengan teman-teman gurunya tampak bingung untuk memulai pembicaraan, sementara Saya, dengan wajah polosnya dia mengulurkan tangannya ke arah Whizly.
"Kau muridnya, Danchou bukan? Namaku Saya," ujar Saya sambil memperkenalkan namanya, dengan gugup Whizly menerima uluran tangan Saya dan memperkenalkan dirinya.
"Na-Namaku, Whizly... Sa-Salam kenal Saya-san."
"Um, salam kenal," balas Saya lalu melihat data hologram senjata meriam Whizly, "jadi kau sendiri yang membuat senjata ini?"
"Ti-Tidak... Ajuka-san dan Falbium-san yang membantuku," jawab Whizly tergagap, "Naruto-sensei juga bilang bahwa ada beberapa penempatan yang salah di senjataku... Apakah benar?"
"Maa begitulah, aku akan memperbaikinya sedikit dan juga aku akan mengajarimu membuat senjata yang baik agar siapa tahu kau ingin membuat lebih bagus lagi, kau mau?"
Whizly yang mendengar itu melihat Whizly dengan ragu, "Bo-Bolehkah?"
"Tentu," jawab Saya membuat wajah Whizly terlihat senang.
.
.
Ruang tamu
12.00 PM
.
.
Tsh!
Semua yang berkumpul mendengar suara pintu terbuka menoleh dan mereka melihat Naruto datang seorang diri, Naruto yang melihat teman-temannya termasuk Kirin dan Tohka telah kembali tersenyum.
"Lama tidak bertemu, Danchou!" sapa Kiba dengan senyum khasnya. "Konichiwa, Danchou," sapa Koneko dengan senyum manisnya.
"Aku pikir selama liburan kau akan banyak berubah, tapi tetap saja ya, Danchou," ujar Julis sambil menatap lekat Naruto yang tampaknya tidak ada perubahan sama sekali.
"Kalian tampaknya sehat semua, dan juga apa maksudmu itu Julis-chan? Memangnya kau ingin aku memiliki perubahan seperti apa?" tanya Naruto sambil melipat tangannya di kedua dadanya.
"Hmm, karena kau di sini bersama Asia-chan, aku pikir kau tidak akan merawat dirimu hingga di dagumu tumbuh janggut, ternyata tidak."
"Enak saja," balas Naruto lalu mata birunya beralih kepada Tohka dan Kirin.
"Tohka-chan, Kirin-chan, kalian sudah kembali rupanya," ucap Naruto sambil mengangkat sebelah tangannya sesaat. "Ha'i, kami baru saja kembali," jawab Kirin sambil tersenyum.
"Jika tidak ada lomba kami sebenarnya tidak berniat pulang sih," jawab Tohka sambil mengalihkan pandangannya. "Heh? Karena sebentar lagi tahun baru, kau pasti mencari makanan yang sangat banyak kan?" tanya Naruto membuat wajahnya memerah.
"T-Tidak! Aku tidak begitu!"
"Heh? Tapi aku melihat daftar ini kita akan melakukan pesta hingga malam nanti, dan banyak sekali makanan yang akan di rekomendasikan... Atas namamu juga," ujar Naruto menyeringai kemenangan karena dia sudah di belakang Asia yang memegang daftar kertas apa saja yang mereka diskusikan.
"I-Itu bukan aku! Kau salah paham baka!" balas Tohka dengan wajah benar-benar memerah. "Naruto-sensei, dimana Whizly-chan?" tanya Texas membuat Naruto meliriknya.
"Whizly-chan saat ini tengah di ruang perbaikan senjata bersama Saya-chan, senjata Whizly terdapat cukup banyak kesalahan jadi aku beri Saya-chan saja yang membantu memperbaikinya, jika itu aku, yang ada aku malah mengetahui kemampuan muridku sendiri dan jika begitu dia tidak akan bisa melukaiku nanti," jawab Naruto sambil tersenyum.
"Lalu bagaimana kabar kalian semua?" tanya Naruto sambil melihat anggota teamnya. "Kami baik-baik saja, selama liburan kami... Maksudku, Aku, Xenovia-san dan Irina-san sering berlatih untuk lomba berikutnya," jawab Kiba dan di balas anggukan oleh Irina dan Xenovia.
"Karena ini musim dingin cukup banyak yang ke Kuil jadi kami sangat sibuk sekali," jawab Koneko. "Kalau aku, Saya-chan dan Julis-chan juga berlatih jurus kami sambil membasmi beberapa penjahat sebagai uji coba," jawab Claudia sambil tertawa halus.
"Penjahat sebagai uji coba? Kalian terlalu nekat sekali ya," gumam Naruto sedikit sweatdrop. "Ti-Tidak ada salahnya kan!" balas Julis dengan wajah memerah.
"Jadi ada apa kau kembali Naru-kun?" tanya Kurumi kepada Naruto. "Ah, sebenarnya aku ingin menemui kalian, menyapa kalian saja, dan aku ingin menemui beberapa orang untuk pesta besok agar tambah meriah," jawab Naruto lalu menyerahkan kertas rekomendasi rapat mereka kepada Asia.
"Kau ingin menemui mereka, Nii-chan?" tanya Asia dan di jawab anggukan olehnya. "Jika aku tidak mencari mereka dan mengundang mereka, bisa-bisa aku di bunuh," ujar Naruto dengan wajah sedikit pucat.
"Kalau begitu aku pergi dulu, kalian lanjutkan saja rapat kalian, apa pun itu aku akan setuju," jawab Naruto mengeluarkan Syal merah pemberian Hinata lalu melilitkannya di lehernya sambil berjalan keluar.
Baru saja keluar, Naruto sedikit tersentak ketika Tsunade tiba-tiba ada di depannya begitu juga sebaliknya, "Ba-Baa-chan... Ka-Kau mengagetkanku," gumam Naruto sambil mengelus dadanya.
"A-Aku harusnya yang berkata begitu."
"Ah benar juga, sudah lama tidak bertemu, Baa-chan... Bagaimana kabarmu?" tanya Naruto, ia memang sudah tidak melihat Tsunade semenjak lomba ke lima selesai, dia berpikir mungkin Tsunade pergi ke suatu tempat, dan secara tiba-tiba Tsunade sudah di sini.
"Aku... Aku baik-baik saja," jawab Tsunade sambil tersenyum, "terima kasih karena kau mau memaafkanku dan menjaga ikatan kita Naruto," lanjut Tsunade sambil menundukkan kepalanya.
"Semenjak saat itu, aku datang ke Hyoutogaku untuk memastikan perasaan Minato dan Kushina... Dan mereka bilang tidak mempermasalahkannya karena itu adalah keputusanmu," ujar Tsunade membuat Naruto terdiam, "semenjak kau lahir, tempatmu di serang oleh musuh yang membenci keluargamu dan hanya kau saja yang selamat... Karena itu kami berbohong padamu bahwa orang tuamu tengah bertualang, kami awalnya berpikir bahwa mereka sudah mati, dan jika kami mengatakan sesungguhnya padamu, itu akan menyakitimu."
"Dan secara tidak di sangka, Namikaze Leafa muncul di Konoha dan kami pun melacak kelahiran serta gennya dan itu mirip sekali dengan ayah dan ibumu, awalnya kami tidak percaya tapi Jiraiya menunjukkan bukti padaku bahwa mereka masih hidup," lanjut Tsunade, "aku sangat senang karena orang tuamu masih hidup, tapi kebencian telah ada padamu karena kebohongan kami, hingga akhirnya kalian bertemu... Aku harap kalian bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin tapi sepertinya harapanku terlalu tinggi... Maafkan aku Naruto... Maafkan aku," ujar Tsunade meminta maaf.
Naruto yang mendengar itu memeluk Tsunade erat membuat Tsunade terkejut karena Naruto kembali memeluknya, "Aku sudah bilang bahwa aku memaafkanmu kan, Baa-chan... Kau tidak perlu merasa bersalah," ujar Naruto sambil mengelus punggung Tsunade.
"Aku juga sudah mendengar itu semua dan memang inilah pilihanku," ucap Naruto lalu membisikkan sesuatu kepada Tsunade membuatnya tersentak dan menatap Naruto tidak percaya, "Aku hanya butuh waktu, Baa-chan."
Tsunade yang mendengar itu meneteskan air mata sambil tersenyum senang lalu memeluk Naruto dengan erat kembali, "Arigato... Arigato Naruto."
"Ya... Aku tidak mau melihat Baa-chan selalu merasa bersalah dan tidak mengurus tubuhnya, jika begitu aku akan sangat marah pada diriku sendiri karena membuat Baa-chan seperti itu," balas Naruto sambil menghapus air mata Tsunade, "sekarang kau tidak perlu terus merasa bersalah Baa-chan, kembalilah seperti dulu."
"Ha'i, dasar cucu sialan," ujar Tsunade membuat Naruto terkekeh. "Maaf karena membuat Baa-chan menangis, seharusnya aku memberitahu Baa-chan waktu itu," ujar Naruto.
"Tapi setidaknya aku ingin sedikit lihat kejujuran Baa-san kenapa merahasiakan itu dariku," lanjut Naruto membuat Tsunade paham. "Aku ingin sekali memukulmu, tapi kali ini aku maafkan karena memang ini salahku," balas Tsunade.
"Jadi hanya membutuhkan waktu?" Naruto yang mendengar itu mengangguk, "Hahh... Jika begitu baiklah, akan lebih baik begitu untuk membuat suasana semakin membaik," lanjut Tsunade menghela nafasnya.
"Lalu kau pasti memiliki alasan untuk memasukkan batu itu ke jantungmu kan?"
" Tentu, karena sedikitnya populasi Clan Uzumaki, bahkan hampir tidak ada lagi... Jadi akan lebih baik aku menjadi Uzumaki murni saja untuk menambah populasi Uzumaki ke depannya nanti."
"Dasar, kau masih umur muda tapi sudah memikirkan keturunan," dengus Tsunade sambil melipat tangannya di dada, "apa mungkin kau sudah melakukan itu dengan Asia-chan?"
"Tentu tidak! Aku berkata menambah populasi Uzumaki ke depannya nanti bukan? Itu artinya suatu saat nanti saat kami benar-benar sudah menikah," jelas Naruto dengan wajah sedikit memerah, "Ah, sudahlah... Aku akan pergi menemui yang lainnya untuk membicarakan pesta tahun baru besok, apa Baa-chan ingin bergabung?" tanya Naruto.
"Hm, boleh saja," jawab Tsunade, namun saat Naruto akan pergi meninggalkan Tsunade, Naruto teringat dengan Jiraiya yang tidak pernah terlihat, "oh ya, Baa-chan... Dimana Ero-jiji?" tanya Naruto.
"Dia akan kembali dari Hyotogaku malam nanti," jawab Tsunade membuat Naruto menggumam pelan. "Kalau begitu aku pergi dulu Bahmmph!" perkataan Naruto terhenti karena Tsunade mencium bibirnya cukup lama.
Naruto yang di cium oleh neneknya sendiri memerah wajahnya, dia bahkan tidak tahu kenapa Tsunade tiba-tiba menciumnya, "Itu hukumanmu karena membuatku menangis," ujar Tsunade lalu meninggalkan Naruto yang mematung di tempat.
"A-A-A-Apa... Apa-Apaan itu tadi?!"
.
"Kaa-chan, lama tidak bertemu!" ujar Asia sambil bangun dan berlari ke arah Tsunade lalu memeluknya dengan erat. "Y-Ya, lama tidak bertemu," balas Tsunade sedikit tergagap.
Team Naruto, serta Kurumi, Aiz dan Texas yang mendengar cara membalas Tsunade berbeda menaikkan sebelah alis mereka, bahkan wajah Tsunade terlihat cukup memerah.
"Maaf, Tsunade-sama... Kenapa wajahmu memerah?"
"Ti-Tidak... Tidak apa-apa, mungkin karena terlalu lama di luar membuat kulitku memerah."
.
.
"Ugh... Kenapa Baa-chan menciummu," gumam Naruto sambil menyentuh bibirnya sendiri, "Ghh... Mungkin saja itu ciuman kasih sayang seorang keluarga... Ya... Itu pasti," batin Naruto mencoba berpikir positif.
Ia kembali fokus ke arah depan karena saat ini dia terbang ke arah Utara untuk ke tempat Arthuria dan memberitahunya tentang pesta tahun baru besok, dia mendapatkan tanda bahwa para Servant saat ini berkumpul di sana.
"Sebaiknya aku percepat dari pada aku membeku di sini," gumam Naruto mengeluarkan sayap api dari punggungnya lalu mengepalkan ya dengan keras bersamaan dengan menambah kekuatan api pada kakinya membuatnya terbang dengan cepat ke tempat Arthuria.
.
Arthuria Side.
13.30 PM
.
Sementara itu di sisi Arthuria, saat ini dia tengah duduk di ruang tamu bersama beberapa teman-temannya yaitu Scathach, Jeanne, Mash, Anastasia, Tomoe, Tamamo, BB, Musashi dan Okita, mereka yang mendengar suara bel menoleh secara bersamaan.
Belfast yang ada di dekat mereka berjalan ke arah pintu dan membukanya hingga ia tersentak ketika melihat Naruto ada di depan di penuhi salju sambil tersenyum padanya, "Konichiwa, Belfast-sa."
"Na-Naruto-san, kenapa kau seperti itu?" tanya Belfast sambil membantu membersihkan tubuh Naruto. "Ya biasa... Aku terbang kemari dan itu pun pas hujan salju begini," jawab Naruto sambil tersenyum.
"Naruto-kun! Ada apa kau kemari?" tanya Arthuria yang datang bersama yang lainnya. "Konichiwa Minna, aku datang kemari ingin mengundang kalian ke pesta tahun baru besok di DSA, tentunya bukan hanya kalian saja, sama seperti saat Natal," ajak Naruto membuat mereka saling memandang satu sama lain.
"Dan juga malamnya kita akan sama-sama ke kuil dan paginya kita akan melihat matahari bersama-sama, kalian mau?"
"Hmmm tahun baru bersama ya," gumam Scathach sambil berpikir lalu tersenyum dan mendekati Naruto, "tentu... Dengan senang hati aku ikut," jawab Scathach sambil memeluk lengan Naruto.
"Lagi pula aku bisa bersenang-senang denganmu nanti," bisik Scathach membuat wajah Naruto memerah. "Ah! Curang! Kau pasti punya rencana kan Scathach-chan! Tidak akan aku biarkan kau seenaknya sendirian besok!" ujar BB sambil memeluk lengan Naruto lagi satu.
"H-Hey tenanglah."
"Ara, tahun baru dan menginap di tempat Naru-kun ya? Tentu aku akan ikut," jawab Jeanne sambil memeluk Naruto dari belakang, semua Servant pun langsung memeluk Naruto bersama-sama menandakan mereka semua ikut, Naruto yang di peluk mereka berusaha susah payah menenangkan mereka.
Arthuria yang melihat teman-temannya memeluk Naruto memerah wajahnya sekaligus mengembungkan pipinya, ia pun mendekati Naruto lalu menarik Naruto dari mereka hingga terlepas dan memeluk kepala Naruto hingga kepalanya terbenam di antara dada besar Arthuria.
"Tidak akan aku biarkan kalian sesuka hati! Sebelum kalian, aku harus duluan!" ujar Arthuria membuat Naruto melepaskan pelukan Arthuria. "I-Itu sama saja!" ujar Naruto namun seketika ia menjadi rebutan dari para Servant.
Belfast yang melihat mereka tampak asik berniat masuk ke dalam namun suara Naruto menghentikan niatannya, "C-Chotto! Belfast-san!"
Belfast pun menoleh ke arah Naruto yang saat ini tengah di peluk oleh para Servant, "Jika kau mau, kau boleh ikut ke pesta ini, apa kau tidak keberatan Arthuria-chan memberinya waktu untuk bebas di hari spesial besok?" ajak Naruto lalu bertanya kepada Arthuria.
"Naru-kun... Kau belum puas dengan kami dan berniat menambah Belfast ke haremmu?" tanya Arthuria sambil berbisik membuat wajah Naruto memerah. "Bukan begitu maksudku!" balas Naruto.
"Tidak apa, Naruto-san, aku juga memiliki kesibukan untuk membuat perayaan di sini, jadi maaf kalau saya tidak bisa ikut," ujar Belfast dengan lembut menolak ajakan Naruto.
"Tidak apa, Belfast-chan, ikutlah bersama kami," ujar Arthuria membuat Belfast terkejut. "E-Eh... Ta-Tapi... Arthuria-sama...," gumam Belfast ingin mencoba menolak.
"Ini perintah, masalah pesta di sini aku akan meminta pelayan lain yang mengurusnya," ucap Arthuria membuat Belfast tidak bisa melawan lalu membungkuk hormat. "Se-Sesuai permintaan anda, Arthuria-sama," balas Belfast.
"Ah benar juga, pesta akan dimulai sekitar jam 10 dan malamnya kalian bawalah kimono kalian ya, karena dari DSA kita akan ke Kuil nanti," ucap Naruto lagi membuat mereka mengangguk mengerti, "kalau begitu... Aku akan..."
Naruto yang akan pergi tertahan dan ia bisa melihat tatapan tajam para Servant, "Kau tidak boleh pergi sebelum memberi kami sesuatu, Naruto-kun."
"Ya tuhan... Sudah aku duga pasti akan begini."
.
.
Setelah Naruto memberi mereka jatah yaitu berciuman, Naruto pun memutuskan kembali ke DSA dengan cepat dan setelah dia pergi Para Servant mengajak Belfast ke dalam sambil mengerumuni Belfast.
"Ne, Belfast-san, apakah kau memiliki perasaan terhadap Naruto-kun?" tanya Okita memulai pembicaraan. "A-Apa yang Okita-sama katakan, A-Aku tidak memiliki perasaan terhadap Naruto-sama," jawab Belfast dengan owajah merona dan menggelengkan kepalanya menolak bahwa dia mencintai Naruto.
"Kau tidak perlu berbohong Belfast-chan, aku bisa melihat kau memiliki perasaan terhadap Naruto-kun, bahkan kau ingin berduaan dengannya kan?" goda Arthuria membuat wajah Belfast memerah. "I-Itu tidak benar Arthuria-sama... A-Aku...," balas Belfast sambil menggelengkan kepalanya.
"Heh? Bukankah kau tadi merasakan rasa sakit di hatimu karena tidak bisa dekat dengan Naruto-kun?" ujar Arthuria membuat Belfast terdiam dan menggelengkan kepalanya, "benar kau tidak menyukainya? Jika begitu kenapa kau selalu tersenyum senang ketika melihat barang pemberian Naruto-kun? Bahkan kau selalu terlihat senang ketika Naruto-kun menang dalam lomba."
"Belfast-chan, coba bayangkan jika kau menikah dengan Naruto-kun, namun ada perempuan lain yang menggoda Naruto-kun? Bagaimana perasaanmu?" tanya Anastasia.
"Tapi aku..."
"Sudah coba bayangkan saja."
Belfast yang mendengar itu mencoba membayangkan ia menikah dengan Naruto dan hidup bahagia, memiliki anak bersama Naruto. Membayangkan itu membuat wajah Belfast memerah, namun itu sirna karena ia melihat Naruto bersama wanita lain dan itu tampak mesra sekali.
Membayangkan itu entah kenapa ia sangat kesal, para Servant yang melihat wajah kesal Belfast terkekeh kecil lalu merangkul Belfast, "Kau kesal bukan? Itu membuktikan kau mencintai Naruto-kun," ujar Musashi sambil menarik pelan pipi Belfast.
"Aku tidak akan memarahimu karena kau memiliki perasaan terhadap Naruto-kun, Belfast-chan, kami malah senang karena dengan begini kita bisa membantu Naruto-kun membuat Clan Uzumaki tumbuh kembali," ujar Arthuria tersenyum manis.
"Tapi..."
"Urusan Tou-sama dan Kaa-sama, biar aku yang urus, sekarang mari kita bahas rencana untuk pendekatanmu dengan Naruto-kun besok."
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Selamat tahun baru!"
"A-Ah... Cuacanya dingin sekali bukan?"
"A-Ada yang ingin aku katakan padamu."
"Hey, lihat! Matahari awal tahun telah terbit!"
Chapter 58 : Dragons Champions Arc V : Slice of Life : New Years!
Note : Yo! Akhirnya bisa di Update juga.
Ya maaf karena lama update karena saya fokus pada fic saya yang lain. Ok saya gak akan bicara banyak di sini, Kelompok Naruto telah kembali berkumpul untuk hari tahun baru di tempat mereka.
Kurumi juga menjelaskan kepada Aiz dan Texas bahwa dia berencana akan mengajak Jiraiya, Minato dan Kushina untuk mengalahkan ayahnya, apakah mereka juga akan mengajak 12 raja Naga beserta Whellgon? Hmmm.
Di chapter ini hanya sedikit tentang Sparing Whizly dan Naruto, karakter Whizly kalian bisa ambil dari Kawakaze Azur Lane. Lalu hubungan Tsunade sama Naruto? Hmmm tebak sendiri aja :v
Lalu Belfast? Siapa yang setuju nih maid masuk pair.
Well sepertinya itu aja sih, di Chapter depan udah masa tahun baru :v, jadi update berikutnya mungkin akan agak lama jadi bye
4kagiSetsu Out
