0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%

[Power on!]

[Loading…]

[Welcome Back, Master!]

[Story starts!]

.

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kisimoto

High school DxD © Ichiei Ishibumi

Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.

Naruto : The Dragon Future

Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Scathach, Anastasia, Tamamo, Tomoe, Jeanne, Musashi, Mash, BB, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )

Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.

Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali

Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.

" Halo " berbicara

' Halo ' batin

[" Halo "] Dragon Bijuu

[' Halo '] batin Dragon Bijuu.

My First Story – Missing You

.

Sfx Guitar

( Memperlihatkan layar hitam yang bergerak ke depan )

Sfx Guitar2x

( seketika terjadi cahaya putih yang terang )

Sfx Guitar 3x

( lalu memperlihatkan judul Cerita Naruto : The Dragon Future )

Whenever you are feeling lonely and afraid.

( layar kembali berganti dengan gambar Shion yang duduk di kasurnya sambil melihat keluar jendela dimana terdapat hujan dengan wajah murung )
The time will pass away on you

( lalu layar kembali berganti dengan gambar Akeno yang duduk di tepi Kuil sambil melihat hujan dengan wajah murung juga )
So many times you feel like losing to the pain

( Lalu layar kembali berganti dengan Naruto yang berada di atas gedung dengan di guyur hujan sambil melihat buku di tangannya )
And you try to fade away

( Lalu layar kembali berganti dengan wajah Naruto yang mengangkat kepalanya sambil menatap tajam ke depan )

Kurayami no naka

( layar berganti di ganti dengan Julis serta Kirin, Claudia dan Saya yang berjalan bersama dengan tatapan serius )

kirisakareteta

( layar kembali di ganti dengan Tohka yang mengikat rambutnya sambil berjalan )
Kioku o yomigaerasete

( Lalu layar kembali di ganti dengan Kiba, Xenovia serta Irina yang menyiapkan pedang mereka )

Yoru ga akete mo

( Layar kembali di ganti dengan gambar team 10 besar yang berjalan dengan wajah serius mereka )

nemurenai mama

( Lalu layar kembali di ganti dengan gambar Arena yang besar )
Kizuato o nokoshiteiru no

( Lalu layar kembali berganti dengan Kelompok Riga dengan jumlah banyak )

Tatta hitotsu no omoide mo

( layar mulai berubah menjadi cahaya putih dengan gambar dua tangan yang saling mengatup lalu berpegangan erat )

marumete nagesutete

( layar kembali berubah di mana Naruto mengangkat kepalanya tatapan dengan serius )

We can't find you anything now!

( Layar kembali berubah di mana Team Black Lotus melesat dengan cepat lalu menghindari semburan api yang besar )
There's nothing to be seen

( Layar berubah menjadi team Blue Lotus yang turun dengan cepat dari udara )
We can't find you anything now!

( lalu layar kembali berubah menjadi team Kirigaku yang menembakkan naga air berukuran besar )
I will never, never, never, never, never say it
.

( layar kembali berubah dengan gambar team Kumogaku yang menembakkan rudal petir hingga menyebabkan ledakan beruntun )
Tell me when you will come back

( Lalu layar kembali berubah dengan gambar Team Iwagaku serta Sunagaku dengan dua gambar berbeda melancarkan serangan bersamaan )
Will wait 'til the time is over

( Lalu layar kembali berubah dengan Fuu dan Asuna yang datang dari langit sambil melayangkan serangan hingga membelah layar )
Tell me when you will come back

( lalu gambar kembali berubah di mana Team Uchiha terdapat Issei yang berubah menggunakan Armor merah dengan Sasuke yang mengeluarkan Susano'o. )
Never, never, never never never say it

( Lalu layar berubah menjadi Team Naruto yang bersiaga dan kamera bergerak ke depan ke arah Naruto yang membuka matanya memperlihatkan mata kirinya yang menjadi Sharingan lalu layar menjadi hitam )

.

Chapter 61 : Dragon's Champion's Arc VI : The Battle Dragon's : Team Black Lotus vs Nargacuga

.

Rabu, 10 Januari 2091

Arena Dragon's Champion's, Tokyo

10.00 AM

.

.

Tap! Tap! Tap!

Setelah kepergian Shion, Naruto pun kembali ke tempat team nya berada sambil menatap buku di tangannya dengan ekspresi melamun, lalu ia pun memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya pelan lalu kembali memasukkan buku di tangannya ke dalam bajunya.

"Naruto-san."

Naruto yang di panggil menoleh ke sumber suara dan ia melihat Kuroyukihime serta anggotanya berada di hadapannya. "Ah, Kuroyuki-san," balas Naruto bersikap formal, "benar juga... Sekarang giliran kalian ya," lanjut Naruto teringat bahwa kali ini adalah giliran team Black Lotus.

"Itu benar!" ucap salah satu anggota Kuroyukihime dengan wajah angkuh serta semangat di bersamaan. "Sudah lama kita tidak saling berbicara ya, Naruto-san," ucap Kuroyukihime sambil tersenyum.

"Kira-kira setelah kejadian itu, ya...," gumam Naruto mengingat kejadian saat konflik dengan Shiba Miyuki ketua Blue Lotus, "ya... itu cukup lama."

"Kau pernah berbicara secara privat dengan Uzumaki-kun, Kuroyuki-chan?" tanya seorang perempuan rambut cokelat kepada Kuroyukihime. "Maa... Bisa di bilang seperti itu," jawab Kuroyukihime membuat perempuan tersebut mengembungkan pipinya.

"Curang! Aku juga mau!" balas perempuan tersebut sambil mengundang bahu Kuroyukihime. "Kau benar-benar sungguh hebat sekali, Uzumaki-san! Walau tanpa partner Naga dan dulu kau tidak memiliki kekuatan kau bisa mengalahkan kami serta bisa sampai di sini, aku ucapkan selamat," ucap seorang pemuda bertubuh kecil dengan perut gemuk mengucapkan selamat kepada Naruto.

"Arigato, Haruyuki-san," ucap Naruto sambil tersenyum akrab. "Ne, Ne, Uzumaki-kun? Selesai lomba ini apa kau punya waktu?" tanya salah satu perempuan berambut hitam di ikat pony tail sambil tersenyum manis.

"Jika kau punya waktu mau kah kau melakukan sparing dengan kami?" tanya perempuan dengan rambut hitam di ikat Twins dan memiliki wajah yang sama dengan perempuan di sampingnya.

Naruto yang mendengar itu terdiam sesaat lalu tersenyum tipis, "Boleh saja, tapi kalian harus bersiap di Tournament ini lebih dulu dan jika kalian terluka kalian harus menunggu hingga kalian sembuh," balas Naruto.

"Apakah kau meremehkan kami?" tanya salah satu perempuan dan di jawab gelengan oleh Naruto. "Aku tidak mengatakan itu, Takanouchi Koto-san. Hanya saja karena bisa saja kalian akan melawan naga yang sangat kuat nanti," balas Naruto.

"Heh, kau tidak perlu khawatir, kami pasti akan baik-baik saja!" balas seorang pemuda selain Arita dengan nada percaya diri. "Maa, kita lihat saja, Mayuzumi Takumu-san," ucap Naruto sambil tersenyum tipis.

"Uzumaki-san." Naruto yang di panggil menoleh dan ia melihat seorang perempuan berwajah tenang dengan kaca mata berjalan mendekatinya.

"Ada apa? Himi Akira-san?" tanya Naruto penasaran. "Etto... Mungkin ini terdengar sedikit berlebihan, tapi... Jika Tournament ini sudah selesai, bolehkah aku mendaftarkan diri menjadi anggota DSA Weapon Dragon?" tanya Akira dengan wajah semangat.

"Aku ingin mempelajari lebih banyak ilmu pengetahuan serta teknologi denganmu," ucap Akira membuat Naruto terdiam beberapa saat lalu mengelus dagunya. "Tentu... aku tidak keberatan menerimamu jika kau ingin menjadi, Anggota DSA," jawab Naruto lalu mengelus kepala Akira dengan lembut.

"Jaa! Sekarang mari kita sambut peserta berikutnya!"

Naruto yang mendengar itu menoleh ke arena sesaat lalu tersenyum kepada kelompok Black Lotus, "Sepertinya sudah saatnya untuk kalian. Jaa, aku kembali ke tempat teamku, kalian berjuanglah," ucap Naruto sambil berjalan melewati mereka dan melambaikan tangannya.

"Dia cukup terlihat ramah dari pada sebelumnya," gumam perempuan rambut cokelat sebahu sambil memandang Naruto yang telah menjauh. "Tidak, dia masih terlihat mengesalkan jika sudah saling bertarung," balas Kuroyukihime sambil tersenyum tipis lalu melanjutkan langkahnya di ikuti teamnya.

"Kalian semua bersiaplah mari kita perlihatkan kemampuan kita saat ini," ucap Kuroyukihime kepada anggotanya.

"Ha'i!"

.

.

Team White Fox Place

.

Kreet!

"Aku kembali," ucap Naruto sambil memasuki ruangan teamnya. "Oh, Okaeri, Danchou," balas Kiba sambil tersenyum.

"Aku tadi cukup terkejut ketika Danchou tiba-tiba sudah ada di sana menyelamatkan Hayamana-san," lanjut Kiba membuat Naruto terdiam sesaat lalu kembali mendudukkan dirinya di sofa.

"Ya... Begitulah...," gumam Naruto sambil menyandarkan tubuhnya dengan wajah melamun. Semua yang melihat ekspresi Naruto menatap khawatir Naruto, apa terjadi sesuatu di antara mereka berdua, itulah pikir mereka.

"Danchou, apa kau masih memikirkan kejadian dirimu dengannya waktu itu?" tanya Claudia dan di jawab gelengan pelan oleh Naruto. "Bukan itu, masalahku dengannya waktu itu telah selesai, hanya saja aku memikirkan tentang keadaan Shion-san sekarang," jawab Naruto sambil mengusap wajahnya.

"Dia berniat membatalkan pernikahannya dengan Riser Phenex dan kembali ke tempat keluarganya berada, tapi tindakannya itu pasti membuat keluarganya tidak terima dengan keputusan Shion-san karena itu merusak nama keluarga Hayamana di mata keluarga Phenex," lanjut Naruto sambil memikirkan segala kemungkinan yang akan di terima Shion nanti.

Semua yang mendengar itu terdiam sambil saling menatap satu sama lain, lalu pintu ruangan yang mereka tempati terbuka dan memperlihatkan Asia yang datang ke tempat mereka, "Jika hubunganmu dengannya sudah berakhir, seberapa pentingnya Shion-san bagimu, kau bahkan sampai turun menyelamatkannya tadi, Naruto-kun?" tanya Asia dengan tatapan serius, Naruto yang mendengar itu terdiam lalu menundukkan kepalanya.

Seberapa pentingnya Shion bagi dirinya, memang benar hubungan dirinya serta Shion sudah berakhir dan seharusnya dirinya tidak ada hubungan dengannya. Tapi begitu mendengar cerita dari Shion, serta terbayangnya saat masa-masa di mana dirinya bersama Shion, dirinya ingin melindungi senyuman itu, bukan sebagai orang yang dia sukai, melainkan sebagai sahabatnya.

"Karena dia sahabatku," jawab Naruto sambil menatap Asia dengan serius, "aku memang tidak mungkin melakukan hubungan kembali bersamanya, dia juga pasti menyadari hal itu," lanjut Naruto lalu kembali menundukkan kepalanya sambil menyentuh bagian dadanya di mana buku milik Shion berada.

"Tapi, kami masih bisa melakukan hubungan sebagai sahabat, kenapa aku mengkhawatirkannya karena aku ingin dia baik-baik saja, aku ingin dia selalu tersenyum, dan aku ingin dia selalu di jalan yang benar tanpa paksaan dari siapa pun," ucap Naruto membuat Asia terdiam beberapa saat.

"Souka...," gumam Asia sambil memejamkan matanya sesaat lalu merendahkan tubuhnya sambil menyentuh kedua pipi Naruto dan mengarahkan pandangannya ke arahnya hingga mereka saling bertatapan, "Kalau begitu bantulah dia, Naruto-kun," lanjut Asia memberi dukungan kepada Naruto.

"Bantu dia sampai ke rumah dan bantu dia dengan berbicara dengan keluarganya, mereka tidak mungkin mendengarkannya, tapi mereka pasti akan mendengarkanmu," lanjut Asia sambil tersenyum, "namun untuk sekarang kau harus fokus dengan pertandinganmu, dia tidak mungkin akan langsung kembali ke keluarganya, itu artinya kau masih ada waktu."

"Jadi untuk sekarang, tenangkan pikiranmu dan fokuslah untuk pertandinganmu nanti." Naruto yang mendengar ucapan Asia terdiam beberapa saat lalu ia pun tersenyum dan mengarahkan tangannya ke kepala Asia lalu mendekatkannya hingga jarak wajah mereka sangat dekat.

"Arigato, Asia-chan. Kau memang yang terbaik," ucap Naruto membuat pipi Asia merona lalu ikut tersenyum. "Tentu saja, sebagai Istri pertamamu nanti, aku harus melakukan yang terbaik, Naruto-kun," lanjut Asia lalu mencium lembut Naruto sesaat.

Semua yang ada di ruangan itu merona, walau sudah menjadi tontonan setiap saat mereka berdua, tetap saja rasanya cukup memalukan melihatnya.

"E-Ehem, maaf mengganggu kegiatan kalian berdua, tapi perlombaannya akan segera di mulai," ucap Claudia mengintrupsi mereka lalu menoleh ke layar hologram yang ada di ruangan mereka menampilkan Team Kuroyukihime berdiri di tengah lapangan menunggu draft random Naga yang akan mereka lawan.

.

Middle Arena

.

Kembali ke tengah arena, saat ini Kuroyukihime serta Teamnya tengah melihat ke arah layar lebar yang melakukan Draft Random terhadap naga yang akan mereka lawan, karena Valstrax tengah melakukan peristirahatan tersisa 4 Naga yaitu Nargacuga, Velkhana, Galvanecous, serta Aphex.

"Kira-kira siapa?" gumam Haruyuki sedikit gugup. "Tidak perlu gugup, siapa pun yang kita lawan pasti kita bisa mengalahkannya," ucap Takumu sambil menepuk pundak temannya.

Beberapa detik setelahnya, layar hologram yang melakukan pengacakan gambar naga berhenti di gambar Naga Nargacuga membuat Kuroyukihime yang melihat itu terdiam.

"Nargacuga ya," gumam perempuan rambut hitam di kuncir bernama Kakei Mihaya. "Wooootto! Rupanya, Team Black Lotus akan melawan Nargacuga! Apakah mereka bisa menenangkan naga ini dalam waktu yang sangat cepat?" ucap sang komentator Arena dengan memasang wajah penasaran.

"Kalian semua, bersiaplah! Kita perlihatkan kekuatan team kita kepada mereka!" ucap Kuroyukihime dan di balas anggukan oleh teamnya.

"Baik!"

.

Back to Team Whitefox room

.

"Nargacuga ya... mereka tampaknya tidak di untungkan," gumam Naruto sambil menyandarkan punggungnya di kursi. "Kenapa Danchou berkata demikian?" tanya Kirin dengan wajah penasaran.

"Seperti yang aku pernah bilang, Nargacuga adalah Naga yang memiliki kulit sisik keras dan memiliki element petir. Di antara team Black Lotus terdapat Dua orang pengguna Element petir," ujar Naruto lalu memperlihatkan data dua orang yang dia maksud, "perempuan dengan rambut hitam di ikat Twins ini bernama Takanouchi Koto, lalu perempuan dengan rambut hitam di ikat pony tail ini bernama Takanouchi Yuki."

"Lalu, empat pengguna element angin yaitu Arita Haruyuki, Himi Akira Kurashima Chiyuri serta Kurasaki Fukou, informasi tambahan mereka beberapa dari mereka memiliki dua element, Kurashima Chiyuri memiliki element Angin serta Element tanah, Kurasaki Fukou serta Himi Akira memiliki element Angin dan Air hingga menyebabkan Kekkei Genkai."

"Berikutnya Mayuzumi Takumu dan Kakei Mihaya mereka sama-sama memiliki element Tanah, informasi tambahan Kakei Mihaya memiliki dua element yaitu Tanah dan Api, lalu berikutnya tentu saja adalah pemimpin team Black Lotus, Kuroyukihime, dia memiliki kekuatan Element kegelapan dan yang terakhir adalah Kouzuki Yukino dia juga memiliki Element Api."

"Kouzuki," gumam Saya sambil menyipitkan matanya. "Ya, karena keluargamu juga pembuat senjata pasti tidak asing dengan nama itu," balas Naruto mengetahui pikiran Saya.

"Memangnya Keluarga Kouzuki itu seperti apa, Saya-chan?" tanya Julis sambil menatap Saya. "Keluarga Kouzuki adalah keluarga yang memiliki sebuah perusahaan pembuatan senjata berat, mulai dari robot-robot tenaga kerja hingga robot-robot untuk peperangan serta pertahanan untuk manusia biasa yang tidak menggunakan naga," jawab Saya menjelaskan tentang keluarga Kouzuki.

"Perusahaan mereka juga memiliki cukup banyak kerja sama walau tidak sebanyak perusahaan keluarga Saya-chan atau pun DSA, tapi perusahaan mereka termasuk nomor dua jika masalah teknologi berat," ucap Naruto melanjutkan cerita Saya sambil mematikan hologramnya, "saa kita sudahi dulu pembahasan mengenai mereka, saat ini sebaiknya kita melihat pertandingan mereka," lanjut Naruto menatap layar holorgamnya di mana Team Kuroyukihime telah berada di sebuah tempat penuh hutan.

.

.

Back to Arena

.

.

"BAIKLAH! Dengan begini pertandingan antara Team Black Lotus melawan Nargacuga! Di mulai!"

Kembali ke Arena saat ini Kuroyukihime beserta teamnya tengah bersiaga karena perlombaan mereka sudah di mulai.

["Grooaaaaaaar!"]

Kuroyukihime yang mendengar suara naga yang mereka akan lawan pun menyiapkan pedang hitamnya lalu melirik anggotanya dengan wajah serius sesaat, "Ikuzo!" ujar Kuroyukihime lalu melesat dengan cepat lebih ke dal hutan di ikuti anggotanya.

"Yukino!" panggil Kuroyukihime. "Ya! Aku tahu!" balas Yukino berlari hingga di samping Kuroyukihime lalu mengeluarkan satu buah bazoka dan menembakkannya hingga menyebabkan sebuah ledakan cukup besar.

Setelah sampai di tempat yang di ledakan oleh Yukino, mereka pun merasakan getaran yang sangat kuat dan tak lama setelah itu pepohonan di hadapan mereka terbelah memperlihatkan Nargacuga yang meraung ke arah mereka.

Kuroyukihime yang melihat Nargacuga telah di hadapan mereka pun memberi tanda kepada anggotanya untuk bergerak menyebar dengan memberikan sebuah kode ayunan pedang sekali.

Semua yang sudah paham kode Kuroyukihime pun langsung menyebar, sementara Kuroyukihime mendekati Nargacuga secara perlahan sambil mengayunkan tangannya layaknya orang menari untuk menenangkannya.

"Tenanglah... kumohon tenanglah," ucap Kuroyukihime dengan suara lembut, "kami tidak ada niat buruk terhadapmu kok, jadi tidak perlu khawatir," lanjut Kuroyukihime.

Nargacuga yang melihat serta mendengar perkataan Kuroyukihime terdiam beberapa saat hingga setelah itu Nargacuga meraung ke arah Kuroyukihime dengan keras.

["GROOOAAAAR!"] Kuroyukihime yang melihat bujukannya tidak berhasil mendecih dalam hati, setelah berteriak dengan keras Nargacuga langsung bergerak dengan cepat ke arah Kuroyukihime bersiap melayangkan sebuah cakaran.

"Kuroyuki-san!" teriak Haruyuki langsung melesat dengan cepat dan melayangkan sebuah tendangan ke arah kepala Nargacuga hingga terpental ke samping dan menabrak beberapa pohon.

Swush!

Dari balik asap keluar beberapa sisik hitam mengarah pada Kuroyukihime serta Haruyuki, Takumu yang melihat itu langsung berdiri di hadapan mereka sambil menghentakkan tangannya ke tanah.

["Doto : Douryuuheki!"] ucap Takumu hingga memunculkan dinding tanah dan saat serangan Nargacuga tertahan Takumu harus terkejut karena dindingnya tertembus serangan Nargacuga bahkan hampir melukai dirinya.

Blaaar!

Dari arah lain, Nargacuga keluar dengan menghancurkan pohon di sekitarnya lalu melayangkan sebuah cakaran ke arah Chiyuri yang membelakanginya, Takumu yang melihat itu tersentak.

"Chi-chan!"

Boom!

Secara tiba-tiba Mihaya muncul di belakang Chiyuri dengan tangan terbungkus berbatuan lalu memberikan sebuah pukulan ke kepala Nargacuga hingga membuatnya kembali terpental ke belakang.

"Jangan lengah, Chiyuri!" ujar Mihaya melirik Chiyuri sesaat lalu menatap tajam Nargacuga yang menatap geram dirinya. Mata Nargacuga seketika mendelik ke arah lain lalu berlari ke sisi lain dengan cepat, beberapa detik setelah itu tempat Nargacuga sebelumnya berpijak terjadi ledakan angin.

Dari arah lain, Fukou yang tengah membidik Nargacuga dengan busur panah berwarna biru di tangannya melihat serangannya meleset mendecih lalu kembali menarik tali busurnya dan melepaskan panah secara beruntun ke arah Nargacuga yang terus berlari dengan cepat menghindari serangannya.

Swush! Trank!

Dari arah depan, Koto dan Yuki secara tiba-tiba muncul dan mengayunkan pedang mereka ke arah wajah Nargacuga, namun dengan cepat Nargacuga menahan serangan mereka dengan menggunakan Ekornya.

Swush!

Nargacuga yang merasakan serangan kembali mendorong ekornya lalu melompat dengan tinggi menghindari serangan Fukou, selagi melompat Nargacuga mengayunkan ekornya kembali hingga mengeluarkan sisik-sisik hitamnya yang tajam, melihat itu Yuki dan Koto langsung menangkis setiap sisik Nargacuga.

Blam! Twush!

Nargacuga yang telah mendarat dari melompatnya mengumpulkan energi petir di mulutnya lalu mengubahnya menjadi element api hingga tercipta bola api berukuran cukup besar dan ia tembakkan ke arah Koto dan Yuki.

Yuki dan Koto yang melihat itu langsung mengambil posisi dengan menggenggam erat katana mereka lalu menebasnya secara bersamaan hingga membuat bola api yang mengarah kepada mereka terbelah menjadi beberapa bagian lalu meledak di belakang mereka.

Wush!

Dari atas pepohonan, Kuroyukihime datang dan langsung menerjang ke arah Nargacuga sambil mengayunkan pedang hitamnya ke arah badan Nargacuga.

Srash!

Serangan Kuroyukihime pun berhasil melukai badan atas Nargacuga membuatnya meraung kesakitan, lalu dari arah samping Haruyuki kembali muncul dan menendang kepala Nargacuga hingga membuatnya terpental ke samping dan menabrak beberapa pepohonan kembali.

"Bagaimana, Kuroyuki-san?" tanya Haruyuki dan mendapat decihan pelan dari Kuroyukihime. "Kulitnya keras sekali, aku hanya bisa memberinya luka gores kecil," balas Kuroyukihime lalu bersiap ketika mendengar geraman Nargacuga.

Bzit! Bziiiiiiit!

Seketika dari kumpulan asap yang menyelubungi Nargacuga keluar percikan petir lalu keluar petir yang merambat dalam jumlah banyak ke arah Kuroyukihime serta Teamnya.

Fukou serta Haruyuki yang melihat itu pun langsung berdiri di depan dan menyatukan ke dua tangan mereka, ["Futo : Byakufuranbu!"] ucap Haruyuki serta Fukou serentak dan seketika tercipta dinding dari pusaran angin menahan petir Nargacuga.

Swush! Buagh!

Tanpa di duga Nargacuga menerjang ke arah Fukou serta Haruyuki dan menghantam mereka dengan ekornya membuat mereka terpental cukup jauh.

"Fukou! Haruyuki!" teriak Kuroyukihime terkeju lalu menatap tajam Nargacuga yang membuka mulutnya lebar-lebar mengumpulkan energi di mulutnya kembali lalu menembakkan bola api ke arahnya.

Tap!

["Raito : ...,"] gantung Yuki serta Koto kembali muncul di depan Kuroyukihime sambil menyiapkan katana mereka, ["Nizensenzai!"] lanjut mereka lalu menghilang dengan cepat hingga muncul di belakang bola api yang di tembakkan Nargacuga lalu meledak di belakang mereka kembali.

["Raito : Raibora!"] lanjut mereka lalu menebaskan pedang mereka pada udara kosong dan setelah itu dari pedang mereka keluar dua petir berbentuk macan yang melesat cepat ke arah Nargacuga.

Bziiiit!

Begitu petir mereka menghantam Nargacuga, ia pun meraung dengan keras. "Berhasil!" gumam Koto tersenyum senang, namun rautnya seketika berubah ketika melihat petirnya serta petir kakaknya perlahan terhisap ke dalam tubuh Nargacuga.

"Dia menghisapnya?!" kejut Yuki tidak percaya, setelah semua petir Yuki serta Koto terhisap, Nargacuga menutup mulutnya lalu seketika Nargacuga menembakkan semburan Api yang sangat kuat ke arah Koto serta Yuki.

Koto serta Yuki yang melihat itu terkejut dan tidak sempat menghindari serangan tersebut, namun dengan cepat Akira, Chiyuri serta Takumu muncul di hadapan mereka lalu menghentakkan tangan mereka ke tanah.

["Doto : Douryuuheki!"] ucap Chiyuri serta Akira bersamaan. ["Doto : Kagyuzen!"] ucap Takumu, seketika di hadapan mereka tercipta dinding berlapis yang menahan semburan api Nargacuga, serta getaran yang kuat di bawah Nargacuga membuat semburan Apinya tidak terkendali.

"Daijoubu ka, Koto-san, Yuki-san?" tanya Takumu sambil melirik mereka berdua. "Um, kami tidak apa, Arigato Takumu," ucap Yuki berterima kasih karena di selamatkan oleh Takumu.

"Kouzuki! Apakah masih lama!" teriak Kuroyukihime dengan nada kesal, tak lama setelah itu dia mendengar suara dari orang yang dia tunggu-tunggu.

["Ha'i! Ha'i! Sudah selesai!"]

Twush! Twush!

Nargacuga yang melihat banyak rudal ke arahnya langsung berlari ke arah lain dengan cepat menghindari serangan tersebut membuat serangan tersebut meledakkan pepohonan yang dia lewati.

Setelah menghindari semua serangan tersebut, Nargacuga pun berhenti dan menatap garang ke arah robot besar berwarna merah yang merupakan dalang penembakan rudal tadi.

["Khahahaha! Apa kau marah? Apa kau marah terhadapku? Inilah yang kau dapat jika tidak mau menuruti kami! Tapi jangan khawatir, kami tidak akan membuatmu terluka parah!"] ucap Yukino sambil menyeringai lalu kembali menembak banyak rudal ke arah Nargacuga.

Pyaaarsh!

Seketika dari bawah Nargacuga muncul bongkahan Es yang mengunci pergerakannya membuatnya harus terkena serangan Yukino.

["GROOOOAAAAAAAR!"]

"Maaf membuat kalian menunggu." Kuroyukihime yang mendengar suara anggotanya menoleh dan ia melihat Akira yang berada di bawah Nargacuga.

Blam!

Nargacuga pun tumbang setelah menerima serangan bertubi-tubi dari Yukino, melihat Nargacuga tumbang Yukino pun menghentikan serangannya sambil menghembuskan nafasnya.

.

Team Whitefox room

.

"Sudah selesai kah?" gumam Kiba penasaran, Naruto yang mendengar itu menggeleng pelan. "Tidak... Pertarungan yang sebenarnya baru di mulai," jawab Naruto.

.

Back to Arena

.

Deg!

Nargacuga yang awalnya tumbang membuka matanya lebar-lebar dan seketika sisik yang ada di setiap tubuhnya yang awalnya saling menyatu menjadi mekar, Sisik di Ekornya juga perlahan mulai memanjang dan setelah itu tubuh Nargacuga mulai teraliri petir.

Swush! Jrash!

Dari balik asap, Nargacuga mengayunkan ekornya hingga mengeluarkan sisiknya yang telah memanjang dengan teraliri petir hingga melukai dua tangan robot Yukino serta menghancurkan persenjataan roket Yukino.

"Nani?!" kejut Yukino berusaha menguasai robotnya kembali namun seketika tenaga robotnya lumpuh total yang membuatnya tidak bisa menggunakan robotnya.

["GROAAAAAAAAARRRRRRR!"] dari kumpulan Asap, Nargacuga pun menampakkan dirinya dan meraung keras ke arah Kuroyukihime serta Teamnya, dan saat ia berteriak mereka bisa merasakan tubuh mereka terkena percikan petir yang membuat tubuh mereka terasa sakit serta gatal di saat bersamaan.

"Ughh!" lenguh Akira sambil menyentuh dadanya yang terasa sakit. "A-A-Apaan ini?!" umpat Takumu yang memegangi kepalanya yang terasa nyeri.

Swush!

Selagi membuat lumpuh lawannya, Nargacuga menggunakan kesempatan tersebut untuk melesat ke arah team Kuroyukihime lalu menghantam mereka semua dengan menggunakan Ekornya hingga terpental ke berbagai arah.

"Minna?!" panik Yukino ketika melihat teman-temannya terkena serangan Nargacuga.

Blam!

Seketika ia tersentak ketika melihat Nargacuga melesat ke arahnya dan berusaha menghancurkan robotnya, Yukino yang melihat itu mengepalkan tangannya dengan kuat hingga memunculkan lingkaran merah besar.

"Teme?!" teriak Yukino lalu memukul udara kosong di depannya membuat lingkaran merah yang ada di tangannya mengeluarkan semburan api besar yang langsung menghancurkan bagian depan robotnya serta membakar Nargacuga.

Setelah beberapa detik, Ia pun menghentikan serangannya dan ia terkejut ketika tubuh Nargacuga yang ia bakar tidak terluka sedikit pun, melihat itu ia dengan cepat turun dari robotnya dan menjauh dari sana.

Blaaaaaaar!

Begitu ia melarikan diri, Nargacuga kembali meraung dengan kerasnya dan seketika tubuhnya ter-aliri energi petir yang besar lalu setelah itu Robot Yukino pun meledak dengan sangat dahysatnya.

.

"Koto-san! Koto-san!" Koto yang terbaring seketika melenguh pelan dan mulai membuka matanya, ia bisa melihat Chiyuri yang menatap khawatir dirinya, "Ah! Syukurlah?!" gumam Chiyuri dengan ekspresi senang.

"Ugh... Kau tidak apa-apa?" tanya Koto dan di balas anggukkan oleh Chiyuri, "syukurlah kalau begitu," gumam Koto senang. Sebelum terkena serangan Nargacuga, dirinya dengan cepat melindungi Chiyuri agar dia tidak terkena serangan, tetapi dia tidak menyangka hantaman ekor Nargacuga sangat kuat hingga membuatnya serta Chiyuri yang ada di belakangnya ikut terpental.

"Gh! Benar-benar merepotkan," desis Koto lalu berusaha bangkit kembali, "Ayo kita cari yang lainnya."

.

Di sisi lain, tampak Haruyuki saat ini tengah berusaha berdiri dari terbaring di tumpukan pohon yang ia tabrak karena terkena ekor Nargacuga.

"Ugh!" lenguh Haruyuki sambil menyentuh bahu kirinya. "Haruyuki-san," Haruyuki yang di panggil menoleh dan ia melihat Akira serta Fukou mendekatinya.

"Ah! Kalian tidak apa-apa?" tanya Haruyuki dan di balas anggukkan oleh mereka. "Um, kami baik-baik saja," balas Akira lalu mengarahkan tangannya ke tangan kiri Haruyuki untuk melakukan pengobatan.

"Haruyuki-san, Sacchan ada di mana?" tanya Fukou dan di balas gelengan oleh Haruyuki. "Aku tidak tahu... Aku tidak melihatnya setelah terkena serangan tadi," jawab Haruyuki.

"Mungkinkah...," gumam Fukou sambil melihat ke arah di mana Nargacuga berada.

.

Kembali ke tempat Nargacuga berada, saat ini ia tengah berada di atas robot Yukino yang telah hancur berantakan serta terbakar oleh api karena meledak.

Nargacuga menggeram pelan sambil menatap tajam ke arah Yukino yang tengah terduduk di bawah pohon dengan luka di kepalanya karena terkena efek ledakan robotnya

"K-Kuso!" gumam Yukino sambil berusaha berdiri kembali, Nargacuga yang melihat Yukino bangkit pun berniat menyerangnya.

Swush!

Secara tak terduga Kuroyukihime muncul dari langit sambil menyiapkan kedua pedang hitamnya yang terbungkus Aura hitam pekat

["Kuroto : Mikadzuki Nami!"] ucap Kuroyukihime sambil mengayunkan pedangnya.

.

.

~ Naruto : The Dragon Future ~

.

.

Sring! Jraash!

Sebuah gelombang hitam pun keluar dari pedang Kuroyukihime dan berhasil melukai punggung Nargacuga walau tidak terlalu besar, ["GROOOAAAAAARR!"] teriak Nargacuga.

Tap!

Setelah memberikan serangan Nargacuga, Kuroyukihime pun mendarat di depan Nargacuga sambil menyiapkan kedua pedang hitamnya.

"Kuroyuki-san!" gumam Yukino ketika melihat kedatangan Kuroyukihime. "Kau tidak apa?" tanya Kuroyukihime sambil melirik Yukino dan di balas anggukkannya.

Melihat itu, Kuroyukihime kembali menatap tajam Nargacuga yang telah berhenti meraung dan menatap tajam dirinya, "Yukino, apa kau masih bisa bergerak?" tanya Kuroyukihime.

"Um, aku masih ada lagi satu tapi aku kembali membutuhkan waktu," jawab Yukino, Kuroyukihime yang mendengar itu terdiam sesaat lalu seketika tubuhnya mengeluarkan aura hitam yang kuat.

"Lakukan! Kami akan mengukur waktu untukmu!" teriak Kuroyukihime lalu melesat ke arah Nargacuga dengan cepat. Nargacuga yang melihat Kuroyukihime melesat ke arahnya mengayunkan ekornya hingga menembakkan Sisiknya yang tajam.

Kuroyukihime yang melihat itu menangkis setiap sisik Nargacuga dengan pedangnya lalu menebaskan pedangnya pada udara kosong dan setelah itu sebuah gelombang hitam besar keluar dari pedang Kuroyukihime.

Nargacuga yang melihat itu merendahkan tubuhnya lalu mengayunkan ekornya ke samping berniat menghantam Kuroyukihime dengan ekornya.

Kuroyukihime yang melihat itu langsung melompat mundur menghindari serangan Nargacuga, baru saja selesai melompat mundur ia tersentak ketika Nargacuga melesat ke arahnya.

Trank!

Cakaran Nargacuga pun berhasil di tahan oleh Kuroyukihime dengan menyilangkan ke dua pedangnya, "Khhh!" geram Kuroyukihime berusaha menahan kuatnya dorongan Nargacuga.

["Raito : Nigyuura!"]

Dari samping tiba-tiba muncul Koto serta Yuki yang memberikan sebuah tendangan bersama ke kepala Nargacuga hingga membuatnya terpental dan berguling beberapa kali.

"Kau tidak apa-apa, Kuroyuki-san?" tanya Haruyuki mendekati Kuroyukihime bersama yang lainnya. "Kalian... Kalian tidak apa-apa saat menerima serangan Nargacuga?" tanya Kuroyukihime dan di balas anggukkan oleh mereka.

"Um, Kami tidak apa-apa," balas Chiyuri mewakili semuanya. ["Maaf membuat kalian menunggu,"] ucap Yukino datang dengan robot yang sama seperti sebelumnya, lalu mereka menoleh ke arah Nargacuga yang telah bangkit dan menatap tajam mereka.

"Yosh! Mari kita ulang dari awal! Kita sudah melewatkan waktu sekitar 20 menit untuk melawannya, kita harus menyelesaikannya dengan cepat!" ucap Kuroyukihime dan di balas anggukkan oleh semuanya.

"Baik!"

["GROAAAAAAAAR!"] teriak Nargacuga lalu melesat ke arah team Black Lotus dengan cepat. "Menyebar!" teriak Kuroyukihime memberi perintah lalu melesat ke arah Nargacuga, sementara yang lainnya langsung berpencar ke arah lain.

Trank! Trank! Trank!

Setelah berhadapan Nargacuga melayangkan cakaran ke arah Kuroyukihime dan berhasil di tangkis menggunakan pedang hitamnya, Nargacuga kembali melayangkan cakaran lainnya dan kembali berhasil di tangkis olehnya hingga beberapa kali.

Swush! Grep!

Nargacuga lalu melayangkan ekornya ke arah Kuroyukihime namun dengan cepat Takumu datang dan menangkap ekor Nargacuga.

"Mihaya!" teriak Takumu, tak lama setelah itu Mihaya datang dari bawah dan memukul kepala Nargacuga hingga membuat tubuhnya terangkat.

["Fuuto : Repusho!"]

Blaaaaar!

Seketika muncul hembusan angin yang sangat kuat mendorong Nargacuga ke belakang hingga beberapa meter hingga sampai di sebuah genangan air.

["Hyoto : Sangyuushuro!"]

Seketika keluar bongkahan Es dari genangan air yang langsung mengunci pergerakkan Nargacuga.

"Yosh!" gumam Haruyuki ketika melihat serangannya bersama Fukou berhasil membuatnya terdorong ke tempat yang di rencanakan.

Tak kehabisan akal, Nargacuga mengaliri tubuhnya dengan listrik yang membuat Bongkahan Es yang mengunci gerakannya hancur.

"Masih belum berhasil," gumam Akira yang melihat jurusnya berhasil di patahkan oleh Nargacuga dengan mudah.

["Grrrrrr!"] geram Nargacuga dan seketika sisik-sisik di tubuhnya perlahan mulai bertambah panjang hingga membuatnya hampir terlihat seperti landak.

Lalu Nargacuga melingkarkan tubuhnya dengan kepala menempel pada ekornya, Kuroyukihime serta Teamnya yang melihat itu terdiam sambil bersiaga.

.

Team Whitefox Side

.

"Apa yang dia lakukan?" tanya Julis penasaran, Naruto yang tahu apa yang di lakukan oleh Nargacuga menjawab.

"Itu serangan mematikannya."

.

Back To Arena

.

Perlahan Tubuh Nargacuga pun berputar dan seketika semakin cepat hingga membuat hembusan angin yang sangat kuat serta meratakan tanah di bawahnya.

"A-Apa?!" kejut Takumu sambil menyilangkan tangannya berusaha menahan kencangnya angin yang di ciptakan oleh Nargacuga.

Yukino yang melihat itu mengumpulkan teman-temannya menggunakan lengan robotnya lalu melindungi mereka dengan menggunakan punggung robotnya.

Swush!

Perlahan Angin semakin keras bahkan mulai meratakan pepohonan di sekitarnya hingga membuat tornado besar yang melambung tinggi ke langit.

["GROOOOAAAAAARRR!"]

Seketika Tubuh Nargacuga Mengeluarkan Percikan Petir yang besar lalu menyatu dengan Badai yang dia ciptakan membuat Tornado yang awalnya cokelat berubah menjadi Hitam pekat dengan Lidah petir yang mengganas.

.

Back to Whitefox

.

"Serangan yang sangat Dahsyat," gumam Kirin menatap takut serangan Nargacuga yang tampak luar biasa. "Dia menciptakan badai besar dengan memutar tubuhnya seperti Gasing lalu setelah itu mengalirkan tubuhnya dengan petir membuat petirnya menyatu dengan Badai hingga terciptalah jurus mematikan, bagi siapa pun yang tertarik badai itu dia juga akan terkena petir Nargacuga," gumam Naruto menjelaskan jurus yang mereka lihat.

"Saat kita latihan kita tidak pernah sampai ke mode ini," gumam Julis lalu melihat ke arah Naruto. "Memang tidak, itu karena aku mempercayai kemampuan kalian," balas Naruto melirik Julis sesaat lalu kembali melihat ke layar di depannya.

.

Back to Arena.

.

Perlahan Badai petir ciptaan Nargacuga pun menghilang, namun kumpulan Asap yang tercipta karena badai tersebut masih ada.

["Fuuto : Kazekiri!"]

Swush!

Seketika di salah satu tempat, Kumpulan Asap yang mengumpul melebar dan memperlihatkan sebuah Robot besar yang membungkuk, Yap mereka adalah Team Black Lotus.

"Kalian... tidak apa-apa?" tanya Fukou sambil mengatur pernafasannya. "Cough! Cough! Aku... Tidak apa-apa," balas Takumu yang berlutut sambil terbatuk.

"Walau kita sudah berlindung di bawah Robot Yukino... Kita tetap terkena dampaknya," gumam Mihaya sambil mengingat saat mereka semua berada di bawah Robot Yukino untuk berlindung mereka tetap terkena dampak serangan Nargacuga.

"Jika kita terlalu lama... Terkena dampak serangannya, kita pasti... Mati," gumam Akira yang terduduk lemas sambil mengatur pernafasannya. "Untung saja, berkat ide Yuki-san serta Koto-san kita selamat," gumam Haruyuki sambil melirik dua perempuan yang dia sebut tengah menancapkan pedang mereka ke tanah sambil mengatur pernafasan mereka.

"Hehe... Ini bukan apa-apa," balas Koto sambil mengatur pernafasannya, ide yang mereka sarankan adalah menyalurkan energi petir yang terkena mereka ke tanah, saat semuanya terkena petir Nargacuga mereka menyentuh Koto serta Yuki yang bisa mengendalikan petir Nargacuga lalu menyalurkannya ke tanah.

Kuroyukihime yang telah selesai mengatur nafasnya melihat ke atas tepatnya Robot Yukino, "Yukino! Kau tidak apa-apa?!" tanya Kuroyukihime. Kaca yang ada di robot itu pun terbuka lalu mengeluarkan Yukino yang melihat ke bawah, "Aku tidak apa-apa, tapi aku kehilangan fungsi kendali robotku lagi karena petir tadi," balas Yukino lalu berusaha mengaktifkan robotnya kembali, Kuroyukihime yang mendengar itu terdiam lalu ia melihat ke arah Nargacuga berada.

Nargacuga yang menggulung tubuhnya pun mulai membuka tubuhnya kembali lalu menghadap ke arah team Black Lotus berada, ["GROOOAAAAAR!"] kembali Nargacuga meraung dengan kerasnya, mereka yang melihat itu memasang posisi siaga.

"Yukino, berapa lama hingga kau bisa mengaktifkan robotmu kembali?!" tanya Kuroyukihime sambil berteriak. "Butuh waktu sekitar 7 menit untuk Rebooting Robot ini!" balas Yukino sambil berteriak.

"7 menit ya," gumam Kuroyukihime lalu terdiam itu tidak terlalu lama, ia memikirkan sebuah rencana hingga robot Yukino bisa kembali aktif, tanpa robot ini mereka akan kesusahan untuk menenangkan Nargacuga.

"Bagaimana, Sacchan?" tanya Fukou meminta keputusan Kuroyukihime, semuanya juga terdiam menunggu perintah darinya. Setelah berpikir matang, Kuroyukihime pun menjawab, "Kita ulur waktu sampai Yukino bisa mengaktifkan robotnya kembali, Semuanya bersiap!" ucap Kuroyukihime menyiapkan pedang hitamnya kembali.

Semua yang mendengar itu pun juga bersiap, "Takumu! Chiyuri! Lindungi Yukino selagi menghidupkan robotnya, sisanya Ikuzo!" ujar Kuroyukihime langsung melesat ke arah Nargacuga lalu di ikuti yang lainnya.

["GROOAAAAR!"] teriak Nargacuga mengayunkan ekornya hingga mengeluarkan sisik tajamnya dalam jumlah lebih banyak dari sebelumnya.

Kuroyukihime yang melihat itu langsung menebas pedang hitamnya menyapu seluruh serangan Nargacuga, setelah berhasil menyapu bersih ia pun melirik ke arah Haruyuki.

"Haruyuki! Tendang kepalanya!" teriak Kuroyukihime, Haruyuki yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya. "Baiklah!" balas Haruyuki, lalu ia pun melapisi kakinya dengan element angin lalu mendorong kakinya dengan kuat membuat tubuh gempalnya melesat dengan cepat.

["Fuuto : Daibukikku!"] teriak Haruyuki lalu mengarahkan sebuah tendangan ke arah kepala Nargacuga.

Blam!

Tendangan Haruyukipun berhasil mengenai kepala Nargacuga, namun kali ini ia tidak terpental begitu terkena serangan tersebut, Haruyuki yang melihat serangannya tidak berdampak terkejut, "Dia bisa menahannya?!" batin Haruyuki.

"Tendangannya tidak berpengaruh!" kejut Akira, Koto serta Yuki yang melihat itu langsung menyusul Haruyuki dengan kecepatan petir mereka. Haruyuki yang melihat tubuh Nargacuga teraliri petir langsung melompat mundur, dan begitu dirinya mendarat ia bisa merasakan sebuah tarikan pada kerah bajunya.

Lalu Nargacuga menembakkan petir cukup besar melalui mulutnya ke tempat Haruyuki berada, namun begitu Nargacuga menghentikan serangannya Haruyuki tidak ada di tempat tersebut.

"Kau tidak apa, Haruyuki?" tanya Yuki dan di balas anggukkan oleh Haruyuki. "Ha'i! Arigato Gonzaimasu!" balas Haruyuki yang di selamatkan oleh Yuki serta Koto.

"Mihaya! Akira! Kalian berpencar! Tunggu aba-abaku!" ucap Kuroyukihime lalu mengalirkan energinya pada dua pedang hitamnya lalu menciptakan dua bola hitam melalui ujung pedangnya.

["Kuroenggeki : Nigoukurohekki!"] teriak Kuroyukihime lalu mengayunkan pedangnya membuat dua bola energi hitamnya melesat ke arah Nargacuga.

Bllaaarr! Blaaar!

Dua bola energi hitam yang di lempar oleh Kuroyukihime pun menghantam Nargacuga yang melihat ke arah Haruyuki, Koto serta Yuki berada.

Merasa terganggu, Nargacuga melihat ke arah Kuroyukihime lalu melesat dengan cepat ke arah Kuroyukihime sambil melayangkan cakarannya.

Trank! Trank!

Kuroyukihime yang melihat itu langsung menahan serangannya dengan pedang hitamnya, lalu ia mendorongnya dan memiringkan tubuhnya menghindari gigitan Nargacuga lalu menahan cakaran berikutnya dari Nargacuga.

Swush! Blaam!

Lalu Nargacuga menyeruduk kan kepalanya ke arah Kuroyukihime, dia yang melihat itu langsung menyilangkan pedangnya serta berusaha menahan dorongan kepala Nargacuga.

"Kuroyukihime-sama!" teriak Mihaya menatap khawatir Kuroyukihime. "Ghh, kuat sekali," batin Kuroyukihime sambil berusaha menahan Nargacuga.

"Fukou! Akira! Bekukan dia!" teriak Kuroyukihime. Fukou yang dari jauh pun menyiapkan panahnya sementara Akira menyatukan kedua tangannya, ["Suito : Daishoukosoha!"] ucap Akira lalu menyemburkan Air berskala besar ke arah Kuroyukihime yang menahan Nargacuga.

Melihat serangan Akira datang, Kuroyukihime pun menggunakan kepala Nargacuga sebagai pijakan lalu melompat ke udara. Serangan Akira pun berhasil menghantam Nargacuga, Fukou yang melihat itu pun melepaskan jurusnya ["Fuuto : Yajirurimikaze!"] ucap Fukou.

Panah yang di tembakkan oleh Fukou pun menancap di bawah Nargacuga dan seketika Air yang di semburkan oleh Akira dan menghantam Nargacuga pun berubah menjadi tornado air.

Akira yang berniat melanjutkan serangannya tersentak lalu menghentikan semburan airnya, "Ada apa Akira?" tanya Mihaya ketika melihat Akira menghentikan serangannya.

"Jika aku melanjutkannya dia justru akan membunuhku dengan petirnya," jawab Akira membuat Mihaya tersentak dan lupa menyadari bahwa jika Nargacuga mengalirkan petir ke air Akira dia akan terkena dampaknya.

"Fukou! Bekukan dia!" teriak Mihaya memberitahu Fukou yang jauh dari mereka. "Aku tahu!" balas Fukou lalu melepaskan panah berikutnya.

["Hyoto : Yajirushibyakuri!"]

Swush! Pyaaarrsh!

Panah yang di tembakkan oleh Fukou pun mengenai tornado air yang mengurung Nargacuga dan seketika tornado air itu pun menjadi beku.

"Yosh! Ini akan sedikit mengulur waktu untuk Yukino-san!" gumam Haruyuki semangat. Namun beberapa detik setelahnya Tornado Es yang mengurung Nargacuga retak dan langsung hancur berkeping-keping.

Nargacuga yang berhasil bebas meraung dengan keras lalu mengayunkan ekornya hingga mengeluarkan sisik tajamnya yang teraliri petir ke segala arah.

Kuroyukihime yang melihat itu menghindari serangan Nargacuga, begitu juga Fukou, di sisi Koto, Yuki yang melihat itu langsung menarik Haruyuki menghindari serangan tersebut begitu juga Mihaya yang menarik Akira menghindari serangan sisik Nargacuga.

Takumu serta Chiyuri yang melihat beberapa sisik Nargacuga datang ke arah mereka secara serentak mengentakkan tangan mereka ke tanah.

["Doto : Douryuuheki!"] ucap Takumu serta Chiyuri menciptakan dinding tanah berlapis berukuran besar dan berhasil menahan sisik Nargacuga agar tidak terkena robot Yukino.

"Koto! Yuki! Serang kakinya!" ujar Kuroyukihime, Koto serta Yuki yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya lalu menurunkan Haruyuki di tempat yang aman.

"Ikuzo!" ucap Koto sambil menggenggam erat gagang pedangnya. "Um!" balas Yuki juga menggenggam erat gagang pedangnya.

["Raito : ...,"] gantung mereka dengan tubuh teraliri petir lalu menghilang dengan cepat.

Jrash!

["Yamatani Gyusekki!"] lanjut Koto serta Yuki yang telah berada di depan Nargacuga dengan kakinya yang terdapat beberapa luka tebasan.

["GROOOAAAAARRR!"]

"Ayo! Ayo! Ayolah!" teriak Yukino sambil melihat sistem Reboot Robotnya tinggal 1%. Beberapa detik setelahnya, sistem Robotnya pun kembali menyala, Yukino yang melihat itu tersenyum.

"Yosh!" gumam Yukino lalu mengendalikan robotnya, ["Kalian! Ayo naik!"] ujar Yukino membalikkan robotnya lalu mengambil Takumu serta Chiyuri lalu menaruh mereka di pundaknya.

["Kalian pegangan!"] ujar Yukino lalu membuat robotnya berlari ke arah Nargacuga lalu menembakkan beberapa rudal dari dada robotnya.

Nargacuga yang melihat itu langsung menggulung tubuhnya lalu berputar layaknya roda dan melesat ke arah robot Yukino, "Yukino! Awas!" teriak Takumu memberi peringatan dengan wajah pucat.

["Aku tahu!"] balas Yukino lalu setelah Nargacuga dekat dengannya, ia langsung menahan nya dengan menggunakan kedua tangan robotnya.

"Ghhh!" geram Yukino berusaha menahan Nargacuga yang terus berputar layaknya roda, bahkan perlahan tangan robotnya hampir terkikis karena sisik Nargacuga.

["Doto : Kankyugekki!"] ucap Takumu langsung mensupport Yukino dengan memunculkan sembilan pilar tanah untuk menghentikan gerakan Nargacuga.

Putaran Nargacuga pun berhenti dan ia pun membuka tubuhnya kembali dan berniat menggigit kepala robot Yukino, namun dengan cepat Yukino menahan leher Nargacuga.

["Tak akan aku biarkan Naga Sialan!"] teriak Yukino kesal, ["Oi! Kuroyuki! Berikan perintah selanjutnya!"]

Kuroyukihime yang melihat itu langsung melihat ke arah Mihaya, "Mihaya! Cepat buat lubang yang sangat dalam di bawah Nargacuga!"

Mihaya yang mendengar itu menganggukkan kepalanya, "Baiklah!" balas Mihaya lalu meninju tanah di bawahnya, ["Doto : Anamizogakuri!"] lalu tanah di bawah Mihaya pun mulai retak dan terus bergerak ke arah bawah Nargacuga dan perlahan menciptakan lubang yang cukup besar.

Nargacuga yang akan terjatuh ke dalam lubang ciptaan Mihaya pun berusaha bertahan dengan mencakar tangan robot Yukino, namun Dia melepaskan cakarannya membuatnya mau tak mau jatuh.

Nargacuga yang telah sampai ujung lubang mencoba keluar dengan memanjat dinding, namun ia tidak bisa dan membuatnya jatuh kembali. Kuroyukihime yang melihat kesempatan langsung ikut melompat turun, dengan jarak yang sempit dia bisa menenangkan Nargacuga.

Tap!

Kuroyukihime yang telah mendarat di depan Nargacuga menatap tenang Nargacuga yang menatap garang dirinya. "Tenanglah, jika kau tenang aku bisa membawamu keluar dari sini," ucap Kuroyukihime sambil menyimpan pedangnya di punggung.

["Grrrrrr!"] geram Nargacuga, Kuroyukihime yang melihat Nargacuga masih marah menghentikan langkahnya. Anggota Black Lotus yang melihat Kuroyukihime turun ke lubang yang terdapat Nargacuga langsung mendekati lubang tersebut.

Karena pihak Arena tidak bisa melihat apa yang terjadi karena Nargacuga ada di bawah tanah, langsung memerintahkan pihak pengawas atau penjaga Nargacuga melihat keadaan di lokasi.

Dengan cepat, pihak penjaga Nargacuga langsung bergerak ke lokasi Nargacuga berada, Anggota Black Lotus yang melihat pihak pengawas sudah ada di sekitar mereka terkejut, dalam hati mereka berpikir di mana mereka saat Nargacuga menciptakan badai itu, apa mereka tidak terkena dampak?

"Tampaknya aku tidak punya pilihan lain," gumam Kuroyukihime lalu menarik kembali pedang hitamnya, lalu dari tubuh Kuroyukihime serta pedangnya keluar Aura hitam pekat, "mari kita selesaikan pertandingan secepatnya."

Aura hitam yang keluar dari tubuh Kuroyukihime pun mulai membentuk sebuah Armor namun masih dalam bentuk Aura, "Bersiaplah," ucap Kuroyukihime dengan mata merah menyala. ["GROOOAAAAAAAR!"] Nargacuga pun kembali meraung lalu menembakkan sebuah petir dari mulutnya ke arah Kuroyukihime.

Namun serangannya hanya mengenai tanah kosong, Kuroyukihime tidak ada di tempatnya. Tak berselang lama, kepala Nargacuga langsung terhantam ke tanah dengan sangat keras dengan seseorang berada di atasnya.

Yap, dia adalah Kuroyukihime, dia telah berada di atas Nargacuga lalu memberikannya sebuah tendangan yang sangat kuat hingga membuat kepalanya membentur tanah.

"Oyasuminasai," ucap Kuroyukihime yang ada di atas kepala Nargacuga lalu membenturkan kedua pedangnya ke kepala Nargacuga hingga membuat sebuah ledakan gelombang hitam.

Setelah gelombang hitam reda tampak Nargacuga telah tak sadarkan diri, bahkan bentuknya telah kembali ke mode normal.

Pihak penjaga yang melihat Kuroyukihime berhasil melumpuhkan Nargacuga dengan aturan yang sesuai langsung memberi kontak kepada pihak Panitia.

"Nargacuga telah berhasil di lumpuhkan, pertandingan telah selesai."

.

Back To Arena

.

"WOOOOTOOOOOO! KITA TELAH MENDAPAT KABAR DARI PIHAK PENJAGA NAGA NARGACUGA YANG LANGSUNG MELIHAT KE LOKASI KEJADIAN DAN BLACK LOTUS BERHASIL MELUMPUHKAN NARGACUGA!"

"WOOOOOOOOH!" teriak penonton memberi sorakan. Naruto yang mendengar bahwa Black Lotus berhasil melumpuhkan Nargacuga menghembuskan nafasnya lalu tersenyum.

"Akhirnya mereka berhasil ya," gumam Naruto lalu melihat ke arah waktu yang dibutuhkan oleh mereka untuk menjinakkan Nargacuga, "Mereka membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menjinakkan Nargacuga, tidak terlalu buruk," lanjut Naruto lalu melihat ke arah layar Hologram di depannya memperlihatkan Nargacuga serta kuroyukihime yang ada di bawah tanah mulai di bawa ke atas.

.

Back to Dimension Arena

.

Kuroyukihime yang telah di bawa ke atas berjalan mendekati teamnya dan membiarkan pihak penjaga Naga Nargacuga mengurus sang Naga yang tak sadarkan diri.

Setelah di depan teamnya, ia menghembuskan nafasnya pelan lalu tersenyum kepada anggotanya, "Kerja bagus, Minna," ucap Kuroyukihime, semua yang mendengar itu ikut tersenyum lalu saling Tos satu sama lain.

"Yosha!"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future

"Oi! Oi! Kau pasti bercanda kan?!"

"Bagaimana pun caranya kita harus menghentikan ekornya itu."

"Kuso!"

"Inilah kekuatan Team Blue Lotus!"

Next Chapter 62 : Dragons Champions Arc VI : Battle Dragons : Team Blue Lotus vs Galvanecous.

.

Note : YO! MINNA-SAN! BAGAIMANA KABAR KALIAN?!

Aku harap kalian semua sehat-sehat selalu dalam kondisi yang seperti sekarang ini. Sebelum lanjut, saya mau mengatakan sesuatu lebih dahulu, jika kalian melihat cerita Saya di wattpad, tolong beritahu saya karena Saya tidak pernah mempublish Cerita saya di Web tersebut.

Karena bulan lalu saya menemukan orang yang memplagiat cerita saya, jujur apakah orang yang memplagiat cerita saya atau pun mungkin cerita orang. Kalian ingin mencari ketenaran? Penghasilan dengan menggunakan nama orang lain? Kalian pernah sekolah? Kalau pernah seharusnya kalian pintar. Kalau kagak pernah sekolah, kalian pantas di sebut manusia rendahan bagi yang memplagiat cerita orang.

Seperti saat ini di Wattpad Author bernama Rudi is Back ngecopy paste cerita salah satu Author Senior Okita Shinn. Jujur, asal kalian semua tahu, Rudi itu dulu di Fanfiction di kenal sebagai Author plagiat, dan sekarang dia kembali plagiat di Wattpad. Biar apa? Bisa sembunyi dari pembully an.

Hah... Sudahlah, itu informasi yang ingin saya katakan. Lalu untuk pembahasan Chapter kali ini bisa di bilang singkat, bagaimana menurut kalian Chapter kali ini? Aku harap kalian puas. Seperti perkataanku sebelumnya saya akan membuat pertarungan team 10 besar di setiap Chapter, Yang artinya sampai Chapter 70 baru giliran Naruto berserta teamnya.

Ok, itu saja untuk kali ini, sampai jumpa di cerita lainnya, jaga kesehatan kalian dan selalu patuhi protokol kesehatan, Jaa Matta Ne!

FCI. 4kagiSetsu Out