0% - 10% - 20% - 25% - 50% - 80% - 100%
[Power on!]
[Loading…]
[Welcome Back, Master!]
[Story starts!]
.
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High school DxD © Ichiei Ishibumi
Summary : Uzumaki Naruto, seorang pemuda yang dari lahir telah di takdirkan untuk menjaga masa depan dunia, namun awal kehidupannya harus merasakan sedikit kepahitan, namun seiringnya waktu berjalan kepahitan itu berubah menjadi manis.
Naruto : The Dragon Future
Pair : Naruto x Harem ( Asia, Arthuria, Scathach, Anastasia, Tamamo, Tomoe, Jeanne, Musashi, Mash, BB, Kurumi, Aiz, Tohka, Koneko, Tearju, Rosswaisse, Hinata, Rias... )
Note Pair : Pair saya Reka Ulang. Saya akan memasukkan Pair berdasarkan Chapter. Bisa saja salah satu Pair akan mati.
Genre : Adventure, Fantasy, Sfi-ci, Friendship, Romance, Humor, AU, Family, Action, DLL.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan, NotDxDTheme!, Alltheme is Future!, AU, Smart!Naru, Incest!, Dark Supranatural!, OOC!Vali, Friendship!Vali
Note : Daerah-Daerah yang saya ambil adalah Real bagian dari jepang, namun ada beberapa yang merupakan Fiksi buatan saya.
" Halo " berbicara
' Halo ' batin
[" Halo "] Dragon Bijuu
[' Halo '] batin Dragon Bijuu.
My First Story – Missing You
.
Sfx Guitar
( Memperlihatkan layar hitam yang bergerak ke depan )
Sfx Guitar2x
( seketika terjadi cahaya putih yang terang )
Sfx Guitar 3x
( lalu memperlihatkan judul Cerita Naruto : The Dragon Future )
Whenever you are feeling lonely and afraid.
( layar kembali berganti dengan gambar Shion yang duduk di kasurnya sambil melihat keluar jendela dimana terdapat hujan dengan wajah murung )
The time will pass away on you
( lalu layar kembali berganti dengan gambar Akeno yang duduk di tepi Kuil sambil melihat hujan dengan wajah murung juga )
So many times you feel like losing to the pain
( Lalu layar kembali berganti dengan Naruto yang berada di atas gedung dengan di guyur hujan sambil melihat buku di tangannya )
And you try to fade away
( Lalu layar kembali berganti dengan wajah Naruto yang mengangkat kepalanya sambil menatap tajam ke depan )
Kurayami no naka
( layar berganti di ganti dengan Julis serta Kirin, Claudia dan Saya yang berjalan bersama dengan tatapan serius )
kirisakareteta
( layar kembali di ganti dengan Tohka yang mengikat rambutnya sambil berjalan )
Kioku o yomigaerasete
( Lalu layar kembali di ganti dengan Kiba, Xenovia serta Irina yang menyiapkan pedang mereka )
Yoru ga akete mo
( Layar kembali di ganti dengan gambar team 10 besar yang berjalan dengan wajah serius mereka )
nemurenai mama
( Lalu layar kembali di ganti dengan gambar Arena yang besar )
Kizuato o nokoshiteiru no
( Lalu layar kembali berganti dengan Kelompok Riga dengan jumlah banyak )
Tatta hitotsu no omoide mo
( layar mulai berubah menjadi cahaya putih dengan gambar dua tangan yang saling mengatup lalu berpegangan erat )
marumete nagesutete
( layar kembali berubah di mana Naruto mengangkat kepalanya tatapan dengan serius )
We can't find you anything now!
( Layar kembali berubah di mana Team Black Lotus melesat dengan cepat lalu menghindari semburan api yang besar )
There's nothing to be seen
( Layar berubah menjadi team Blue Lotus yang turun dengan cepat dari udara )
We can't find you anything now!
( lalu layar kembali berubah menjadi team Kirigaku yang menembakkan naga air berukuran besar )
I will never, never, never, never, never say it.
( layar kembali berubah dengan gambar team Kumogaku yang menembakkan rudal petir hingga menyebabkan ledakan beruntun )
Tell me when you will come back
( Lalu layar kembali berubah dengan gambar Team Iwagaku serta Sunagaku dengan dua gambar berbeda melancarkan serangan bersamaan )
Will wait 'til the time is over
( Lalu layar kembali berubah dengan Fuu dan Asuna yang datang dari langit sambil melayangkan serangan hingga membelah layar )
Tell me when you will come back
( lalu gambar kembali berubah di mana Team Uchiha terdapat Issei yang berubah menggunakan Armor merah dengan Sasuke yang mengeluarkan Susano'o. )
Never, never, never never never say it
( Lalu layar berubah menjadi Team Naruto yang bersiaga dan kamera bergerak ke depan ke arah Naruto yang membuka matanya memperlihatkan mata kirinya yang menjadi Sharingan lalu layar menjadi hitam )
.
Chapter 62 : Dragon's Champion's Arc VI : The Battle Dragon's : Team Blue Lotus vs Galvanecous
.
Rabu, 10 Januari 2091
Arena Dragon's Champion's, Tokyo
12.10 AM
.
.
White Fox Room
Naruto yang tahu bahwa berikutnya adalah Team Blue Lotus pun memutuskan untuk berdiri dan memberi mereka semangat sekaligus mengucapkan selamat untuk team Black Lotus.
Asia yang sejak tadi duduk di samping Naruto melihatnya bangunpun penasaran, "Kau mau ke mana, Naruto-kun?" tanya Asia, mendengar itu Naruto pun hanya tersenyum tipis. "Aku hanya ingin menemui mereka untuk mengucapkan selamat dan memberi semangat kepada team Blue Lotus," jawab Naruto sambil mengelus rambut Asia pelan.
"Kau tetaplah di sini bersama yang lainnya, aku tidak akan lama," ucap Naruto lalu keluar dari ruangan khusus teamnya itu. Setelah keluar dari ruangan tersebut, dirinya bisa melihat team Black Lotus akan melewati ruangannya.
"Hoo, speak of devil... Kebetulan sekali, aku baru saja ingin mencari kalian," ucap Naruto sambil tersenyum kepada team Black Lotus, "selamat kalian berhasil menyelesaikan pertandingan kalian tanpa ada yang luka parah."
"Heh! Ini bukanlah apa-punggungnya Yukino sambil berkacak pinggang, namun seketika ia harus meringis ketika merasakan sakit pada punggungnya. "Benarkah, Kouzuki Yukino?" tanya Naruto sambil tersenyum meledek.
"Sudah aku bilang ini bukan apa-apa!" balasnya kembali dengan nada kesal. "Hahaha... Well, sudah aku duga kalian akan cukup kesulitan melawan Nargacuga dari awal karena dua di antara kalian adalah pengguna element petir, tapi di sisi lain team kalian juga punya element Counter milik Nargacuga, tapi tetap saja kekuatan Nargacuga lebih di atas kalian ketika dia ke dalam mode Awekening nya," ucap Naruto sambil melipat tangannya di dada.
"Tapi tetap saja, aku salut dengan kalian... Jika itu team biasa, mereka sudah mati lebih duluan," lanjut Naruto lalu tersenyum kepada mereka. "Hah... Kau ini benar-benar menyebalkan jika sudah tahu segalanya ya," gumam Kuroyukihime sambil berkacak pinggang lalu menatap Naruto dengan ekspresi kesal.
"Maa, lagi pula itu bukan salahku... Kalian saja yang kurangnya pengetahuan," balas Naruto sambil meletakkan kedua tangannya di kepala dan mengerucutkan bibirnya meledek team Kuroyukihime. "Kau ini ya...," gumam Kuroyukihime dengan perempatan di dahinya.
"Hahh... Sudahlah... Tapi terima kasih atas ucapan selamatmu," ucap Kuroyukihime setelah menghela nafas menyerah meladeni Naruto. Sementara biang yang membuat Kuroyukihime kesal hanya tertawa pelan dan menyentil dahinya membuatnya kembali menatap kesal Naruto.
"Untuk apa itu?!"
"Anggap saja hadiah untukmu karena berhasil dan menunjukkan sesuatu yang menarik padaku," jawab Naruto membuat Kuroyukihime semakin tidak mengerti. Baru saja akan memprotes, ia melihat team Blue Lotus datang ke arah mereka, Naruto yang melihat itu semakin tersenyu, "Hoho, sepertinya aku tidak perlu berjalan jauh untuk mencari kalian, beruntungnya diriku."
"Kau ingin mencari kami?" tanya Miyuki ketika mendengar ucapan Naruto. "Ya, aku ingin bertemu kalian setelah memberi selamat kepadanya, aku ingin mengatakan kepada kalian untuk semangat nanti," jawab Naruto sambil menunjuk Kuroyukihime.
"selain itu, aku harap kau tidak gagal di pertandingan ini, karena ingat kau masih memiliki janji denganku, Kuroyukihime telah berhasil maju hanya tinggal kau saja, dan di pertandingan berikutnya akan menjadi penentu, kau kah yang akan melawanku di final atau Kuroyukihime."
Kuroyukihime serta Miyuki yang mendengar itu terdiam dengan wajah serius, lalu mereka pun sama-sama tersenyum, "Heh, sudah pasti aku akan melawanku nanti," jawab Kuroyukihime dengan nada pede. "Jangan terlalu pede, akulah yang akan melawannya nanti," balas Miyuki membuat Kuroyukihime tersenyum remeh.
"Kau saja belum berhasil lolos, baka."
"Fufufu, mari kita lihat nanti."
Seketika terasa aura permusuhan di antara mereka berdua, Naruto yang melihat itu tersenyum menganggukkan kepalanya, "Hm, bagus... Aku suka aura permusuhan kalian itu," ucap Naruto, "siapa pun yang akan menjadi lawanku, aku akan menunggu kalian di final."
"Tentu saja!" balas Miyuki serta Kuroyukihime kompak.
.
.
Middle Arena
.
.
Setelah percakapan itu, Miyuki serta teamnya pun melanjutkan perjalanan mereka menuju ke tengah arena, dan setelah memasuki Arena mereka bisa mendengar suara sorak-sorakan dari masyarakat untuk mereka.
Yasaka serta Charlotte yang melihat team Blue Lotus memasuki arena hanya diam sambil memandang lekat ke arah Miyuki. "Kali ini penunggang Blue ya," gumam Charlotte, sementara Yasaka hanya mendecih pelan ketika mendengar perkataan Charlotte.
"Cih, sudah lama semenjak kejadian itu, aku harap mereka tidak membuat masalah lagi ke depannya," gumam Yasaka, Kiyohime yang ada di samping Charlotte yang tidak tahu apa-apa hanya diam hingga ia menoleh ke sampingnya karena terdapat dua orang pria dengan warna rambut yang berbeda.
"Kejam sekali ya, padahal itu bukan salah kami," ucap pria rambut rapi berwarna biru, Charlotte serta Yasaka yang mendengar itu menoleh ke sumber suara, Yasaka yang melihat mereka memasang wajah tidak senang.
"Apa yang kalian lakukan di sini, Ao-teme, Kuro no Yaro," balas Yasaka, "kalian ingin cari masalah lagi?"
"Oh ayolah, panggil kami dengan nama kami, Yasa... selain itu kami tidak ada niat mencari masalah lagi dengan kalian," ucap pria rambut hitam dengan nada memohon. "Aku tidak akan pernah memanggil nama kalian sampai kapan pun, aku masih tidak memaafkan kalian karena perbuatan kalian Pulau kita harus tenggelam," balas Yasaka dengan ekspresi menahan marah.
"Hey, kau kan sudah tahu bahwa itu bukan salah kami," balas pria rambut biru sambil berkacak pinggang. "Tidak perlu di lanjutkan Blue, Black. Semuanya sudah berlalu, selain itu syukurlah kalian bisa lepas dari jurus yang mempengaruhi kalian," ucap Charlotte menyelesaikan perdebatan mereka.
"Ya... Arigato untuk waktu itu Charlotte, karena kau dan anak kurang ajar itu..."
"Kau mengatakan apa?" tanya Charlotte dengan senyuman manis namun dari tubuhnya terlihat aura membunuh yang kuat. "Ahhh! Ma-Maksudku anakmu! Ma-Maafkan aku?!" panik Blue ketika salah ucap, dirinya masih kesal terhadap Naruto yang menghajar mereka waktu itu, dan ia tidak menyangka bahwa Naruto adalah anak angkat Charlotte, jika dia macam-macam tentang Naruto di depan Charlotte, ia yakin dia akan mati sekarang.
"Baguslah kau mengerti," ucap Charlotte sambil mempertahankan senyumannya, "dengar... Jika kalian mengatakan sesuatu yang buruk tentang Naruto-kun," lanjut Charlotte lalu menunjukkan akan memotong leher mereka.
Blue dan Black yang melihat itu mengangguk dengan wajah pucat.
.
.
White Fox Room (Di waktu saat setelah selesai berbicara dengan Blue Lotus serta Black Lotus)
.
.
Naruto yang juga telah selesai berbicara dengan Team Blue Lotus serta Black Lotus masuk kembali ke ruangannya dan duduk kembali di samping Asia serta Irina yang menyandarkan kepala mereka di pundak Naruto.
Tohka serta Koneko yang melihat itu mengembungkan pipi mereka lalu menatap layar di hadapan mereka dengan ekspresi cemburu, Xenovia yang melihat itu hanya diam dan memilih untuk melihat ke arah layar.
Claudia serta Kiba hanya tersenyum yang melihat itu, sementara Julis yang ada di sampingnya hanya mendengus pelan sambil melipat tangannya di dada, untuk Saya dia hanya diam dengan wajah datarnya, sementara Kirin yang ada di sampingnya juga hanya diam namun matanya menatap lekat ke arah Naruto dengan ekspresi melamun.
"Ne, Danchou apa kau punya keterangan mengenai team Blue Lotus?" tanya Kiba yang penasaran dengan anggota Blue Lotus, dari awal dirinya tidak terlalu memperhatikan mereka walau mereka sering menyerang mereka setiap lomba, tapi dirinya tidak begitu ambil pusing saat itu karena menurutnya mereka bukanlah ancaman.
"Ah, tentu saja," jawab Naruto lalu mengotak Atik jamnya dan mengeluarkan 10 gambar hologram anggota Blue Lotus, "baiklah kita mulai dari ketua Blue Lotus," lanjut Naruto lalu memperbesar gambar Miyuki.
"Team Blue Lotus berasal dari Sekolah Kirigakure dan di pimpin oleh orang yang mungkin kalian sudah tahu yaitu Shiba Miyuki, dia memiliki kekuatan Kekkei Genkai berelement Es yang artinya dia memiliki dua element Original, yaitu Air dan Angin, mungkin ini akan sedikit mengejutkan kalian karena ini sudah lama terjadi, bahwa ternyata ia memiliki partner Naga ras Kitrugo," ucap Naruto panjang lebar mengenai Miyuki serta informasi yang belum mereka ketahui selama ini.
Semua yang mendengar itu tersentak ketika mendengar bahwa Miyuki adalah penunggang naga Kitrugon, "Tu-Tunggu sebentar! Bukankah Naga Kitrugon itu adalah ras Naga yang saat ini ada di Hutan kematian, bagaimana mereka dia memiliki naga Kitrugon?" tanya Julis dengan wajah penasaran.
"Bukan cuma dia, tetapi Ketua Black Lotus, Kuroyukihime juga penunggang naga Kitrugon," balas Naruto membuat keterkejutan mereka bertambah, "Naga yang di tunggangi oleh mereka bernama Black dan Blue, mereka adalah Naga Kitrugon yang seumuran dengan Kurama serta Whitegon, dan mereka juga memiliki kekuatan yang cukup setara dengan mereka," lanjut Naruto lalu menunjukkan foto Black dan Blue.
"Sesudah Kurama kembali ke habitatnya lepas dari pengaruh Sharingan Madara Uchiha yang di bantu oleh Hashirama, beberapa tahun setelah itu Blue dan Black menjadi sasaran pengaruh Sharingan Madara Uchiha," ucap Naruto dengan ekspresi serius, "memang seperti yang kita tahu Madara Uchiha berhasil di bunuh oleh Hashirama, tetapi saat aku bertarung dengan Blue dan Black, aku bisa merasakan energi Madara Uchiha melekat di tubuh mereka."
"Saat mereka di pengaruhi oleh Sharingan, ia mengendalikan mereka untuk saling bertarung dan karena mereka lah, Pulau Kitrugon tenggelam di tengah laut," lanjut Naruto membuat semua tersentak karena penyebab pulau Kitrugon tenggelam adalah karena perbuatan naga Kuroyukihime serta Miyuki. "Tapi... Jika waktu itu ada Kurama-san di sana... Kenapa dia justru mengendalikan mereka bukannya Kurama-san, dan juga kenapa dia mengendalikan mereka untuk saling bertarung," tanya Claudia sambil mengelus dagunya.
Naruto yang mendengar itu terdiam lalu memejamkan matanya sesaat, "Dia ingin memancing Yasaka-san untuk keluar dan menghentikan pertarungan mereka, dia memang sempat keluar bersama Kaa-san untuk menghentikan mereka, namun sebelum sempat mengendalikan Kurama kembali, pulau Kitrugon telah lebih dahulu tenggelam," jawab Naruto lalu menghembuskan nafasnya.
"Baiklah, kita kesampingkan pulau Kitrugon saat ini... Kita kembali ke topik utama," lanjut Naruto lalu mengganti gambar Miyuki ke seorang perempuan rambut merah, "dia bernama Erica Chiba, dia memiliki kekuatan element Api, bisa di bilang dia cukup setara denganmu Julis."
Julis yang mendengar itu menatap lekat foto Erica lalu melirik ke arah Naruto, "Kau tidak bercanda kan, Danchou?" tanya Julis. "Tidak... Apa yang aku bilang ini serius, dia memiliki kekuatan api yang bisa di bilang setara dengan dirimu, jika suatu saat kau berhadapan dengannya sebaiknya kau berhati-hati," jawab Naruto lalu memperingatkan Julis.
Mendengar itu Julis terdiam sesaat lalu menganggukkan kepalanya, "Baiklah," jawab Julis. "Berikutnya, Angelina Kudou Shields, dia memiliki kekuatan element Cahaya," ucap Naruto sambil mengganti gambar Erica menjadi Gambar seorang perempuan rambut kuning panjang.
"Selanjutnya yang ini, Amelia Eimi Akechi Goldie ia memiliki element petir, lalu si cebol ini bernama Azusa Nakajou, ia memiliki kekuatan element angin, berikutnya Mayumi Saegusa, ia memiliki kekuatan element petir dan angin. Berikutnya Honoka Mitsui, ia memiliki element tanah, lalu Leonhart Saijou dia memiliki kekuatan angin, berikutnya Mikihiko Yoshida, memiliki kekuatan element Air dan Mizuki Shibata memiliki element tanah," lanjut Naruto menjelaskan sambil menunjukkan satu-persatu anggota Blue Lotus.
"Hoo... Mereka seperti Grub kita ya, di dominasi perempuan dan hanya punya dua laki-laki di Grub," gumam Kiba sambil mengelus dagunya, "tapi bedanya di Grub ini semua perempuannya punya perasaan terhadap Da..."
Buagh!
"Diam!" belum selesai berbicara Kiba telah lebih dulu di hajar oleh Julia hingga membuatnya tak sadarkan diri. Naruto yang melihat itu Sweatdrop, "E-Ettoo... Kenapa kau menghajarnya?" tanya Naruto membuat Julis tersentak lalu mengibaskan tangannya.
"Ah... Bukan apa-apa, tidak perlu terlalu di pikirkan," balas Julis sambil tersenyum canggung dengan rona di pipinya. Asia yang melihat itu terdiam sambil menyipitkan matanya, mata hijaunya melirik ke arah Xenovia yang menundukkan kepalanya sambil memainkan rambutnya, lalu melirik ke arah Claudia yang tersenyum sambil menyentuh pipinya, Kirin yang memainkan jarinya di pahanya, sementara Saya hanya diam dengan ekspresi datarnya.
Sementara Naruto yang melihat itu terdiam sesaat, namun saat akan bertanya, suara sorakan di layar hologram depan mereka menghentikannya dan memperlihatkan team Blue Lotus yang memasuki arena.
"Yak! Hadirin sekalian! Team Blue Lotus telah memasuki Arena pertandingan! Berikan sambutan yang meriah untuk mereka!"
"UWOOOOOOOOOOOOHHHHHH!"
"Sudah mau di mulai ya...," gumam Naruto, semua yang mendengar itu pun menoleh ke arah layar yang ada di depan mereka, "Oi, Kiba bangun pertandingannya sudah mau di mulai," lanjut Naruto menendang kaki Kiba yang ada di sampingnya hingga membuatnya terbangun.
"Ittettette! Danchou! Bisakah kau melakukannya dengan cara yang baik?!" seru Kiba sambil menyentuh kakinya yang di tendang oleh Naruto. "Jika aku tidak bertenaga menendangnya kau tidak akan sadar-sadar," balas Naruto dengan tampang tak berdosa.
"Ugh... Yang tersisa Velkhana, Valstrax, Aphex dan Glavanecous, menurutmu siapa yang akan mereka dapat, Danchou?" tanya Kiba sambil menyentuh pipinya yang sempat jadi sasaran Bogeman dari Julis. "Saa na... Jika Velkhana maka mereka akan sangat kurang beruntung, mendapat Valstrax kemungkinannya sangatlah kecil, jika mereka mendapat Glavanecous mereka akan cukup kesulitan, dan jika mereka mendapat Aphex maka mereka sangatlah beruntung," jawab Naruto sambil melirik data team Blue Lotus.
.
.
Back to Middle Arena
.
.
Kembali ke tengah arena, saat ini team Blue Lotus telah berdiri di tengah Arena dengan perasaan gugup, seorang perempuan rambut hitam dengan kaca mata melekat di wajahnya tampak gelisah serta sedikit ketakutan.
Miyuki yang ada di sebelahnya menyadari hal itu dan bertanya selembut mungkin, "Jangan khawatir, Mizuki-chan, kita pasti bisa melakukannya," ucap Miyuki membuat perempuan bernama Mizuki itu terdiam sesaat lalu mencoba menenangkan dirinya.
"Aku juga harap begitu, hanya saja aku punya firasat buruk dengan apa yang akan kita lawan," balas Mizuki sambil menyentuh dadanya merasakan jantungnya yang berdetak kencang. "Yosh! Ayo segera mulai pertandingannya! Biar aku habisi naga yang akan kami lawan!" ucap seorang pemuda bertubuh besar sambil mengadu tinjunya
Perempuan rambut merah yang ada di sampingnya menahan tawanya membuat pemuda tersebut melirik tajam ke arahnya, "Apanya yang lucu, Erica?!" tanya Pemuda tersebut. "Tidak... Hanya saja, kau terdengar seperti badut yang melawak seperti bisa mengalahkan apa yang akan kita lawan, Leonhart," balas perempuan rambut merah bernama Erica.
"Apa?! Kau tidak mempercayaiku?!"
"Oi-Oi, hentikan Leon! Kau membuat kita menjadi perhatian!" ucap pemuda bertubuh tinggi sambil menepuk bahu Leon. "Hah... Mattaku... Kalian dari dulu tidak pernah bisa akrab ya," gumam perempuan rambut hitam di gerai sambil berkacak pinggang.
"Hah... Biarkan saja mereka Mayumi-chan... Saat ini mari kita fokus dengan mapa yang kita lawan," gumam perempuan rambut kuning di ikat twins kepada perempuan rambut hitam di sampingnya bernama Mayumi. "Apa yang di katakan Angelina ada benarnya, ayolah kalian semua fokus!" ucap perempuan bertubuh kecil dengan ekspresi kesal.
"Bukankah sebaiknya Azusa-san mengkhawatirkan keadaanmu sekarang? Bagaimana jika kau gepeng di injak naga nanti, benar kan, Mikihiko-kun?" celetuk perempuan rambut cokelat di gerai lalu bertanya kepada pemuda bertubuh tinggi bernama Mikihiko.
"Ja-Jangan tanya aku."
"Ahhhh! Honoka-chan?!" balas Azusa dengan nada kesal dan memukul-mukul kaki temannya itu.
"Saaa! Saatnya melakukan pemilihan siapakah yang akan di lawan oleh Blue Lotus?!"
Setelah itu, muncul sebuah gambar Naga Velkhana di hadapan mereka lalu berubah menjadi empat naga tersisa secara bergantian berkali-kali, hingga beberapa menit akhirnya gambar pun berhenti di gambar Glavanecous.
"Woootto! Team Blue Lotus mendapatkan melawan Glavanecous!"
Suara sorakan penonton pun kembali memenuhi arena, Angelina yang melihat itu menghembuskan nafas lega, "Syukurlah... Jika kita mendapat melawan Velkhana, bisa gawat," gumam Angelina mengelus dadanya.
.
.
White Fox room
.
Beralih kembali ke tempat team White Fox, Naruto yang melihat Team Miyuki mendapatkan Glavanecous hanya diam, "Mereka mendapat Glavanecous ya," gumam Julis, "Jadi yang tersisa Velkhana, Aphex serta Valstrax."
"Jika di pikir-pikir bukankah team berikutnya masing-masing memiliki kekuatan yang sama dengan tiga naga itu?" gumam Tohka sambil menyentuh dagunya. "Ah benar juga," gumam Kiba sambil meletakkan tangan kirinya di pinggang.
"Kalau begitu team berikutnya jika mendapat lawan yang sama dengan kekuatan mereka, maka itu adalah hari sial mereka," ucap Naruto tanpa mengalihkan pandangannya dari layar di depannya, di mana dari bawah Glavanecous telah keluar, dan setelah itu mereka pun di kirim ke Dimension Space.
"Maa, sekarang mari kita lihat bagaimana cara mereka menjinakkan Glavanecous yang terkenal sensitive."
.
.
Dimension Space, Blue Lotus Side.
.
.
Beralih ke team Blue Lotus, saat ini mereka telah berada di tempat yang di kelilingi oleh berbatuan yang tinggi, tajam serta sempit. Mereka layaknya berada di sebuah jurang yang di apit oleh dua tebing tinggi.
"Well... 50 persen beruntung, 50 persen sial, mereka mendapat tempat yang menguntungkan Glavanecous," batin Naruto ketika melihat arena yang mereka dapat. ["Kalau begitu! Pertandingan Blue Lotus melawan Glavanecous?! Di mulai!"] ucap sang Narator pertandingan memulai pertandingan.
"Sudah di mulai, ayo kita cari naga itu," ucap Leon penuh semangat. "Jangan gegabah, kalian awalnya sudah lihat bukan bagaimana naga ini mengalahkan kelompok sebelumnya dengan mudah, jika kita seperti mereka, tamat riwayat kita," ucap Miyuki memberi peringatan.
"Jika kalian sudah paham, ayo kita pergi," lanjut Miyuki berlari ke depan mencari lokasi naga Glavanecous di ikuti yang lainnya di belakangnya. Setelah beberapa menit berlari, Miyuki seketika tersentak ketika mendengar suara goresan di berbatuan, dengan cepat ia melompat menjauh dari tempatnya.
"Semua menghindar dari sana?!"
Blaaaar!
Semua yang mendengar itu langsung melompat mundur dan benar saja, tak berselang lama berbatuan di samping tempat mereka sebelumnya hancur dan memperlihatkan Glavanecous keluar dengan ekornya yang berwarna merah seperti terbakar.
"Ketemu!" ucap Leon penuh semangat. ["GROAAAAAAAARRR!"] Glavanecous yang telah keluar dari gua yang di tutupi berbatuan langsung meraung dan ia langsung menoleh ke tempat team Blue Lotus karena merasa terganggu, sementara Miyuki yang di sisi lain melihat itu memunculkan lima bongkahan es dan menembakkannya ke kepala Glavanecous membuatnya langsung melihat ke arahnya.
Setelah membuat Glavanecous melihat ke arahnya, Miyuki pun menciptakan tombak Es di tangannya lalu melakukan gerakan lincah layaknya sebuah tarian. Di bawah kakinya seketika tercipta arus angin yang dingin di sertai serpihan-serpihan bunga salju, arus itu pun bergerak ke atas Miyuki lalu bergerak ke arah Glavanecous.
Arus tersebut memutari Glavanecous, mendinginkan ekornya yang membara hingga menjadi biru, setelah arus angin dingin yang dia buat di sekitar Glavanecous telah banyak, Miyuki pun mengarahkan tangan kirinya dengan ekspresi tenang berusaha menjinakkan Glavanecous.
Glavanecous yang melihat itu hanya diam dengan tatapan terpaku tanpa ada perlawanan sedikit pun, team Blue Lotus yang melihat itu tersenyum karena tampaknya pertandingan mereka akan cepat selesai.
.
.
Stadion Arena, Gold and Skadi side
.
.
"Cih, pertandingan yang membosankan, bagaimana jika kita buat semakin meriah," desis Gold lalu menempelkan jempolnya ke kening dengan jari telunjuk ke atas. Sementara Skadi yang ada di sampingnya hanya melirik Gold sesaat, lalu ia membuka mulutnya sedikit, "Haa~" dengan suara yang lembut Skadi mengeluarkan suaranya dan secara bersamaan Gold melebarkan matanya dengan seringai mengerikannya.
.
.
Back to Blue Lotus
.
.
Deg!
Glavanecous yang awalnya terdiam seketika tersentak dan langsung mengayunkan ekornya ke arah Miyuki, sementara Miyuki yang melihat itu langsung melompat mundur sebelum dirinya terbelah menjadi dua.
["GROOOAAAAAARRRRR!"] teriak Glavanecous dengan kerasnya. "Sial! Teknik penakluk Miyuki-san gagal!" desis Leon tidak percaya.
"Sepertinya naga ini memang bukan sembarangan," gumam Chika menyiapkan pedang apinya. Miyuki yang telah mendarat di tempat aman menatap ke arah Glavanecous yang menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menatap ke arah Miyuki dengan tatapan intimidasi yang kuat.
Miyuki yang melihat itu menyipitkan matanya dengan keringat dingin serta menggenggam erat tombak esnya.
.
.
White Fox Room
.
.
Deg!
Naruto yang menonton pertandingan seketika tersentak ketika mata kanannya tiba-tiba berubah menjadi putih sesaat dimana ia bisa melihat Glavanecous terpengaruh sesuatu, aura itu sama seperti saat ia menenangkan Leviathan.
"Aura itu... Tidak salah lagi, sama saat seperti menjinakkan Leviathan!" batin Naruto lalu bangun dengan ekspresi serius dan pergi keluar secepat mungkin membuat anggotanya kebingungan.
"Oi! Danchou! Kau mau ke mana!"
.
.
Stadion Arena.
.
.
"Kheh! Dengan begini akan lebih baik," gumam Gold tersenyum senang lalu menurunkan tangannya, sementara Skadi hanya menghela nafasnya dan kembali memejamkan matanya.
.
.
Back to Naruto side
.
.
Sementara Naruto ia telah berada di atas Arena lalu ia langsung mengaktifkan matanya yang ia dapat hasil latihan dari Irisviel, namun saat mengaktifkannya. Ia harus merasakan sakit pada kepala bagian kanannya, di luar ia terlihat seperti orang yang sakit kepala namun di pandangan Naruto, ia merasakan sebuah gelombang hitam tak kasap mata menyerang mata serta otaknya.
Dengan terpaksa Naruto menonaktifkan matanya membuat serangan tersebut sirna, ia langsung jatuh berlutut sambil mengatur nafasnya yang memburu karena merasakan sakit yang luar biasa.
"Apa... Apa-Apaan itu... Ini... Pertama kalinya aku melihat serangan seperti itu," batin Naruto mengepalkan tangannya lalu melihat ke arah sekitar Arena dengan pikiran kacau, jika dia tidak menggunakan matanya itu dia tidak akan bisa menemukan siapa pelakunya.
"Kuso!" batin Naruto lalu terdiam sesaat, beberapa detik berikutnya ia menyatukan kedua tangannya dengan ekspresi serius, "Aku belum pernah melihat serangan itu, tapi tidak ada salahnya mencoba menetralkannya," batin Naruto lalu mengaktifkan Jikkan miliknya.
Skadi yang awalnya memejamkan matanya perlahan membuka matanya kembali, lalu ia kembali membuka mulutnya dan mengeluarkan suara merdunya kembali, "Fuu~"
Setelah itu Naruto menghentikan waktu di seluruh dunia lalu mengarahkan tangannya ke tanah ["Fuinjutsu : Hakkegyabushi!"] ucap Naruto, namun seketika tangannya terdorong dengan keras dan melepuh seperti terbakar.
Naruto yang melihat itu mengembalikan waktu seperti semula dan menyentuh tangannya yang terasa sakit.
"Itte... Bahkan aku tidak bisa menggunakan Fuinjutsu?!" batin Naruto menyentuh tangannya yang melepuh. "Naruto-kun!" Naruto yang mendengar suara Asia menoleh dan ia melihat Asia yang berlari ke arahnya sambil menyentuh tangannya yang melepuh dan mengobatinya.
"Apa yang terjadi dengan tanganmu?!"
Naruto yang mendengar itu terdiam, pikirannya saat ini tengah kalut, jika dia menghentikan pertandingan ini, tetap saja mereka tidak akan bisa menemukan pelakunya, bahkan dirinya tidak cukup bukti untuk memberitahu semuanya. Bisa saja dirinya yang akan kena tuduhan dan teamnya sudah pasti di diskualifikasi.
"Kuso! Ini sungguh rumit?!" geram Naruto sambil menggigit bawah bibirnya. "Naruto-kun!" panggil Asia, namun Naruto hanya diam sambil memejamkan matanya dengan ekspresi kesal dan menggigit bawah bibirnya.
Asia yang melihat itu terdiam, setelah tangannya sembuh, Naruto pun akhirnya menjawab. "Bukan apa-apa... Aku tadi merasakan 'Sesuatu' dan saat ingin melakukan 'sesuatu' tanganku jadi begini," jawab Naruto, Asia yang mendengar itu terdiam.
"Begitu, Aku mengerti, Naruto-kun," balas Asia, baginya itu adalah sebuah kode untuknya. Ia masih belum begitu tahu apa yang di maksud oleh Naruto, tapi yang pasti itu sangat penting dan membuat Tangan Naruto melepuh.
"Sekarang mari kita kembali dulu, Naruto-kun," ajak Asia sambil menggenggam tangan Naruto lalu kembali ke Tempat team mereka. sebelum pergi dari kejauhan, tampak Skadi memperhatikan mereka dari sela topinya, melihat itu Skadi terdiam lalu kembali menunduk dan mengeluarkan suara merdunya.
"Laa~"
.
.
Back to Blue Lotus Side.
.
.
Sring! Sring!
Blaaar!
["GROOAAAARRRR!"]
Kembali ke Arena pertandingan, tampak regu Blue Lotus tengah bersusah payah menghindari serangan Glavanecous yang sangat membabi buta.
Dengan liar, Glavanecous selalu menyerang team Blue Lotus dengan ekornya hingga menghancurkan membelah berbatuan sekitarnya.
["Suito : Hakkaitsubari!"]
Yoshida yang baru mendaratkan dirinya setelah menghindari serangan Glavanecous, langsung menyemburkan air berskala besar ke arah Glavanecous.
Blam!
["GROAAAAAARRR!"] Glavanecous pun meraung begitu terhantam oleh gelombang air ciptaan Yoshida. ["Fuuto : Tatsumaki!"] ucap Nakajou serta Leon sambil menyatukan tangan mereka.
Seketika muncul dua tornado yang langsung menyatu dengan gelombang air Yoshida membuat Glavanecous seperti di aduk-aduk oleh mesin cuci.
"Sekarang! Miyuki!" seru Angelina, namun sebelum Miyuki melancarkan serangan, Glavanecous berhasil mematahkan tornado air yang mengurungnya dengan mengentakkan kakinya sangat kuat serta mengayunkan ekornya membelah tornado air di sekitarnya.
["GROOOOAAAARRRR!"]
"Kuso, sepertinya ini akan susah," gumam Honoka sambil menyiapkan senjata pedangnya. Setelah menghancurkan tornado air di sekitarnya, Glavanecous menggeram marah ke arah anggota Blue Lotus, beberapa detik setelahnya mulut Glavanecous mulai mengeluarkan api.
Miyuki yang melihat itu langsung memberi perintah kepada Mizuki, "Mizuki! Buat dinding!". Begitu Miyuki memberi perintah, Glavanecous langsung menyemburkan api dari mulutnya ke arah team Blue Lotus
Mizuki yang melihat itu membuat tanda segel secepat mungkin lalu mengentakkan tangannya ke tanah.
["Doto : Niouryuhekki!"] ucap Mizuki, setelah itu, dari bawah muncul dua dinding tanah yang langsung memblokir serangan Glavanecous. "Kalian sudah di posisi, Amelia?! Mayumi?!" tanya Miyuki.
["Ya!/Ha'i!"]
Bzit!
Secara tiba-tiba, Amelia serta Mayumi telah muncul di bawah kaki Glavanecous dengan senjata tombak di tangan mereka lalu menebaskan senjata mereka ke kaki Glavanecous hingga membuatnya meraung kesakitan serta menghentikan semburan apinya.
"Sekarang!"
"Tenanglah kau naga sialan?!" teriak Leon muncul dari atas sambil memukul kepala Glavanecous dengan keras bersama Erica.
Glavanecous yang menerima serangan itu, berusaha menjaga tubuhnya agar tidak jatuh. Mizuki yang melihat itu langsung memberikan serangan tambahan, ["Doto : Kazhegyazuki!"] ucap Mizuki.
Seketika tercipta dua tangan Golem di sisi Glavanecous dan langsung memukul kepalanya dengan sangat keras.
Blam!
Glavanecous pun terbaring setelah menerima pukulan dari Golem tanah Mizuki, semua yang melihat itu terkagum-kagum dengan aksi mereka.
"Woh, mereka boleh juga," gumam Julis sambil mengelus dagunya, Naruto yang melihat itu menggeram pelan sambil mengepalkan tangannya. "Mereka lumayan cepat dari pada team Black Lotus," gumam Kiba memberikan pendapatnya.
"Tidak... Masih belum," gumam Naruto membuat semua melihat ke arahnya. "Woooooooottooo! Team Blue Lotus berhasil membuat Glavanecous terbaring! Apakah ini tanda Blue Lotus berhasil menyelesaikan pertandingan kali ini?!" ucap panitia lomba membuat semua menunggu hasilnya.
Miyuki yang melihat itu tersenyum senang, namun di tempat Gold serta Skadi, saat ini Gold menyeringai senang, "Pestanya baru di mulai," gumam Gold.
Deg!
Seketika Glavanecous yang terbaring membuka matanya lebar-lebar, Miyuki yang melihat itu tersentak, "Semua! Mundur!" ucap Miyuki, setelah itu secara serempak mereka pun langsung melompat mundur.
Untungnya, sesudah mereka melompat mundur, mereka selamat dari terkaman Glavanecous. Miyuki serta anggotanya yang melihat Glavanecous masih bangkit menatap tidak percaya naga di hadapan mereka.
"Yang benar saja, apakah dia itu memiliki kulit yang keras? Jika iya bukannya harusnya tangan Golem Mizuki hancur?" gumam Leon semua yang mendengar itu juga memikirkan hal yang sama dengan Leon.
["GRRRR... GROOOOAAAAAAAAAAAAAARRRRRR!"] Glavanecous yang telah bangkit semakin menggeram marah lalu meraung dengan kerasnya ke arah team Blue Lotus.
Perlahan tubuh Glavaneous mengeluarkan beberapa duri runcing yang melengkung, ukuran tubuhnya yang sedang perlahan mulai membesar dan mengeluarkan hawa panas yang sangat kuat.
Ekornya yang tajam berwarna biru mulai berubah menjadi merah dengan ukuran yang semakin panjang, ["GROOOAAAAAAAAAAARRRRR!"]
Setelah mode evolusinya selesai, Glavanecous kembali meraung dengan kerasnya, team Blue Lotus yang melihat Glavanecous berevolusi menatap terkejut naga di depan mereka.
"Oi! Oi! Bukannya ini berbahaya?!" gumam Leon dengan nada panik. "Dia juga berevolusi, Miyuki-chan... Jika lama-lama ini akan bahaya?!" ucap Amelia sambil melirik ke arah Miyuki
Miyuki yang mendengar itu mendecih lalu memikirkan cara untuk menjinakkan Glavanecous. Baru saja beberapa detik, Glavanecous menghentakkan kakinya dengan kuat hingga membuat retakan yang sangat besar di sertai keluarnya semburan lava.
Honoka yang melihat itu menyatukan kedua tangannya lalu menghentakkan tangannya ke tanah ["Doto : Gaechidokaku!"] ucap Honoka, dan seketika tanah di bawah mereka langsung terangkat ke atas menghindari semburan lava yang di ciptakan oleh Glavanecous.
["Kato : Haechimatsu!"] ucap Erica menciptakan delapan pedang api dengan kelopak bunga di gagangnya lalu melesatkannya ke arah Glavanecous.
Swush! Blam!
Glavanecous yang melihat itu langsung menebaskan ekornya hingga mengeluarkan gelombang merah yang membelah serangan Erica.
Miyuki yang melihat itu langsung menyatukan kedua tangannya, ["Hyoto : Daitogyuhekki!"] ucap Miyuki dan seketika dari bawah muncul bongkahan es tebal yang memblokir serangan Glavanecous, namun detik berikutnya bongkahan Es tersebut hancur berkeping-keping.
"Kuso! Serangannya juga semakin mengerikan!" desis Leonhart. "Kita akan coba bekukan dia, tapi kali ini dengan es berukuran besar," ucap Miyuki memberikan recananya, lalu melirik ke arah Yoshida.
"Yoshida!"
["Suito : Sansiryuudan!"] ucap Yoshida lalu menyemburkan air dalam jumlah besar hingga membentuk tiga naga air.
Blam!
Tiga naga air itu pun menghantam Glavanecous, Azusa, Leon serta Mayumi yang melihat itu sama-sama membuat lingkaran sihir. ["Fuuto : Kamikaze!"] seketika tercipta tornado berukuran besar yang langsung bergabung dengan element air Yoshida.
Miyuki yang melihat itu langsung menyatukan kedua tangannya lalu menciptakan bola es berukuran sedang dan menarik tangannya hingga membuat bola es itu berubah menjadi anak panah dengan aura biru yang membara.
"Angelina! Setelah aku bekukan, lakukan serangan terkuatmu!" ucap Miyuki, Angelina yang mendengar itu langsung menyatukan kedua tangannya lalu mengarahkan tangannya ke depan hingga menciptakan lingkaran sihir kuning berukuran besar.
["Hyoto : Ninpou Hyagatshumaki!"] ucap Miyuki melepaskan jurusnya hingga mengenai tornado yang mengurung Glavanecous, dan seketika terjadi ledakan besar yang membekukan tornado air besar tersebut serta membuat area sekitarnya menjadi ladang duri es.
"Harusnya ini sudah cukup untuk tidak membuatnya bergerak," gumam Mizuki, Miyuki yang mendengar itu hanya diam sambil mengatur pernafasannya karena dia cukup banyak menggunakan energinya untuk serangan tadi.
"Inilah kekuatan team Blue Lotus?!"
Krak!
Miyuki serta yang lain melihat ada tanda retakan pada bongkahan es besar di depan mereka tersentak, bahkan mereka juga bisa melihat ada warna merah yang sangat terang dalam es.
"Oi-Oi! Kau pasti bercanda bukan?!"
"Jangan bilang, hawa tubuhnya yang panas membuat es yang mengurungnya meleleh," gumam Erica, tak lama setelah itu dari balik es keluar semburan api yang cukup besar ke arah team Blue Lotus.
Angelina yang melihat itu melepaskan jurusnya untuk menahan serangan tersebut, dan begitu dua serangan mereka beradu, terjadi ledakan besar yang membuat team Blue Lotus terpental.
.
Team Whitefox Side
.
Beralih ke team Naruto, tampak team Naruto menatap serius pertandingan yang ada di layar mereka, sementara Naruto ia menggeram pelan sambil mengepalkan tangannya.
"Apa mereka baik-baik saja," gumam Kiba sedikit khawatir dengan keadaan team Blue Lotus. "Sudah aku duga, dengan serangan seperti itu pasti masih belum cukup untuk menghentikannya," ucap Julis sambil melipat tangannya.
"Tidak... Jurus mereka itu harusnya sudah berhasil," ucap Naruto membuat semua melihat ke arahnya, Claudia yang melihat ada ekspresi kesal di wajah Naruto terdiam.
"Tapi buktinya, dia bisa menghancurkan jurus mereka," balas Julis, Claudia yang sejak tadi diam pun mulai berbicara. "Ada yang mengendalikan naga itu bukan?" tanya Claudia membuat semua kecuali Naruto serta Asia terkejut.
"Kau menyadarinya?" tanya Naruto sambil melirik Claudia. "Melihat dari Ekspresimu serta kenapa kau terkuat tergesa-gesa sudah menjadi jawabannya," jawab Claudia sambil tersenyum tipis.
"Eh? Ada yang mengendalikan Glavanecous?" tanya Tohka dengan ekspresi tidak percaya. "Jika begitu, bukankah kita harusnya melaporkan hal ini ke pihak panitia?" timpal Xenovia.
"Tidak bisa... Kita masih belum memiliki bukti tentang ini, selain itu ada penghalang yang membuatku tidak bisa melacak keberadaan yang mengendalikannya," jawab Naruto sambil menggelengkan kepalanya, "jika kita melapor tanpa ada bukti, maka kitalah yang akan di curigai."
Semua yang mendengar itu terdiam, apa yang dikatakan Naruto ada benarnya juga, tak berselang lama mereka mendengar suara ledakan dari layar hologram di depan mereka dan memperlihatkan Miyuki yang bangkit dari reruntuhan berbatuan.
Miyuki yang telah keluar dari reruntuhan, mengatur pernafasannya lalu melihat teman-temannya yang tak sadarkan diri serta terluka cukup parah, "Cough! Kau tidak apa, Miyuki?" tanya Angelina sambil mendekati Miyuki sambil memegang tangan kirinya yang mengeluarkan darah.
"Angelina-chan!" panik Miyuki ketika melihat kondisi temannya. "Syukurlah kau tidak apa," lanjut Angelina tersenyum lalu jatuh tak sadarkan diri, sebelum jatuh ke tanah dengan cepat Miyuki menangkap tubuh temannya itu lalu membaringkannya ke tanah dengan lembut.
["GROOAAAAAAAARRRRRR!"] Glavanecous kembali meraung dengan kerasnya sambil berlari ke arah Team Miyuki hingga membuat tanah di bawahnya yang dia lewati mengeluarkan lava.
"Beraninya kau...," geram Miyuki, seketika tubuhnya mengeluarkan aura putih yang kuat dan menyebar dengan luas hingga membuat daerah sekitarnya membeku, "tidak akan aku maafkan?!" teriak Miyuki menatap tajam Glavanecous lalu mengarahkan tangannya ke padanya hingga memunculkan sebuah bongkahan Es yang besar dan melukai beberapa tubuh Glavanecous.
["GROOOOAAAAARRRR?!"]
Miyuki pun kembali bangkit dari berlututnya dan seketika tubuh Miyuki terlapisi aura biru layaknya armor, Naruto serta teamnya yang melihat itu tersentak karena aura yang menutupi tubuh Miyuki sama seperti milik Kuroyukihime.
["GROOAAAAAAAAARRRRR!"] Glavanecous yang terkena damage dari Miyuki melangkah mundur beberapa langkah lalu meraung dengan kerasnya, setelah itu ia langsung saja menerobos bongkahan es di depannya dan melesat ke arah Miyuki.
Miyuki yang melihat itu pun juga melesat ke arah Glavanecous dengan cepat hingga membuat dinding es yang melindungi teamnya. Glavanecous yang melihat Miyuki melesat ke arahnya langsung menyemburkan apinya ke arahnya.
Miyuki yang melihat itu langsung menahan semburan api Glavanecous hingga ia di depan wajahnya, setelah itu Miyuki langsung mengayunkan tangannya dari bawah ke atas.
Blaaaar!
Seketika dari bawah, muncul bongkahan Es sangat besar yang langsung menjepit tubuh Glavanecous dengan tebing kecuali kepalanya saja. Semua penonton yang melihat itu terkagum dengan apa yang di lakukan oleh Miyuki.
Tubuh Glavanecous yang mengeluarkan hawa panas bahkan tidak bisa melelehkan Es yang membekukannya, Glavanecous yang berniat meraung terhenti ketika Miyuki telah di depannya dengan memegang mulutnya.
"Diamlah," ucap Miyuki dan seketika kepala Glavanecous dibekukan oleh Miyuki membuatnya tidak bisa bergerak, "dengan begini selesai sudah," lanjut Miyuki dengan tatapan datarnya.
.
"Wuooooooooooohh! Team Blue Lotus berhasil menghentikan Glavanecous!" ucap Panitia membuat arena bersorak atas keberhasilan mereka, Gold yang melihat itu sedikit mendecih kesal. "Cih, padahal aku masih ingin bersenang-senang," gumam Gold dengan ekspresi kecewa, Skadi yang mendengar itu hanya diam.
"Hoo, tuanmu tidak buruk juga, dia memiliki kemampuan yang sama dengan tuanmu, Black," ucap Yasaka lalu melirik ke arah Black dan Blue yang duduk di bangku belakangnya serta Charlotte.
"Haha, tentu saja, Miyuki-sama itu orang yang kuat serta memiliki bakat, melawan naga seperti ini bukanlah apa-apa untuknya," balas Blue dengan nada membanggakan tuannya. Black yang mendengar itu hanya mendesis pelan, "Tapi pertarungan tuanmu tidak menarik sama sekali untukku."
"Urusai!"
.
Beralih ke team White Fox, mereka sama-sama terdiam sambil melihat Miyuki yang telah melelehkan Es yang membekukan Glavanecous yang tak sadarkan diri, mereka masih terkejut dengan kemampuan yang sama dengan milik Kuroyukihime, hanya saja Miyuki menggunakan element Es.
Mungkin karena mereka sama-sama penunggang Naga yang sama dan termasuk rival, membuat mereka juga memiliki kemampuan yang sama.
"Bagaimana, Naruto-kun?" tanya Asia sambil melirik Naruto dimana ia menatap layarnya dengan mata kanannya yang berubah menjadi warna putih kekuningan. "Auranya sudah menghilang, mungkin itu karena Miyuki langsung membekukannya hingga tidak bisa di kendalikan lagi," jawab Naruto lalu mengembalikan namanya ke mata birunya.
"Tapi, aku yakin orang yang mengendalikan Glavanecous akan melakukannya lagi di pertarungan berikutnya," lanjut Naruto membuat semua terdiam, "Kuso! Andai saja aku bisa melacaknya, pasti ini tidak akan terjadi," desis Naruto dalam batin sambil mengepalkan tangannya.
"Apa yang harus aku lakukan," batin Naruto kembali sambil melihat layar di depannya kembali di mana Miyuki membantu team medis membawa teamnya yang tak sadarkan diri
.
Sementara di salah satu tempat penonton, tampak beberapa orang tengah berdiri dari balik dinding sambil melihat ke arah Gold serta Skadi, "Itu mereka," ucap seseorang bertubuh pendek kepada teman-temannya.
"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya perempuan rambut kuning sambil melihat pemuda rambut hitam yang berdiri di seberangnya. "Kita tidak bisa menangkapnya jika seperti ini, yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu," jawab pemuda tersebut.
Siapakah mereka?
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Selanjutnya di Naruto : The Dragon Future
"Ikuzo Minna!"
"Haku, bisakah kau melawan es miliknya?"
"Kirigakure no jutsu?!"
"Rasakan ini naga sialan?!"
Next Chapter : Dragons Champions Arc VI : The Battle Dragons : Team Kirigakure vs Velkhana
Note : YO! MINNA-SAN?!
Lama tidak berjumpa ya, kira-kira sudah 2 bulan lebih ya dari terakhir kali saya update. Well maafkan saya, saya benar-benar kurang mood karena akhir-akhir ini beberapa cerita saya di copas di Wattpad dari orang brengsek yang tidak meminta izin sama saya serta kesibukan saya kerja di luar.
But selama ini, saya benar-benar berusaha melanjutkan cerita saya ini, dan ya... Untuk saat ini, hanya seginilah yang saya bisa sembahkan untuk kalian, jadi aku harap kalian memakluminya, saya tidak akan banyak bicara di note kali ini karena keadaan saya juga yang tidak enak badan, serta no topik dalam chapter kali ini, jadi semoga kalian menyukainya, saya 4kagiSetsu undur diri. Jaa na.
FCI. 4kagiSetsu Out
