My heart that is stained with a belated self-hatred

Gets emptied even by that wind brushing by

-Outro Tear, Bangtan Seonyeondan

An AgonUnsui fanfiction

Tear

By Lala-chan ssu

Disclaimer: Eyeshield 21 milik Riichiro Inagaki dan Yuusuke Murata, Scenery and Tear belongs to BTS dan BigHit

Warning: Many OCs, Incest, omegaverse AU, mpreg, angst, OOC, trigger warning, timeline after Enma, dll

Read at your own risk

~~oo00oo~~

Chapter 7: Scenery

~~oo00oo~~

Di taman pagi hari sekali

Aku membawa perasaanku bersamaku

Agon mengetukkan kakinya ke lantai marmer di bawahnya dengan kesal. Hiruma juga duduk di sampingnya dengan posisi bersila, mengunyah permen karet tanpa gulanya dengan santai. Jujur saja ia tak pernah membayangkan ada di posisi ini bersama sampah pirang di sebelahnya. Dengan jas hitam dan kemeja biru gelap di dalamnya, membuat Agon setidaknya terlihat seperti orang kantoran biasa. Minus wajahnya seperti hendak mengajak baku hantam. Hiruma sendiri juga mengenakan jas hitam namun dengan kemeja putih sederhana tanpa dasi. Tak lama beberapa orang memasuki ruangan. Seorang pria berperawakan besar dengan rambut pirang platina masuk dan tersenyum pada mereka berdua.

"Youichi Hiruma, am I right?" tanya orang itu. Ia menyodorkan tangannya pada Hiruma namun tak dibalas olehnya. Orang itu masih tersenyum dan menarik tangannya kembali.

"Seperti yang sudah kalian ketahui dari emailku, namaku Fritz Clarkson. Senang akhirnya bisa bertemu dengan kalian berdua." Lanjut pria itu, masih dengan senyumannya.

Fritz membawa beberapa orang bersamanya. Dua orang ia izinkan masuk bersamanya dan berdiri di sisinya sementara yang lainnya menunggu di luar. Hiruma menatap perawakan pria Fritz itu dengan seksama. Matanya melirik sedikit pada Agon dan dibalas lirikan yang tak kalah tajam.

"Jadi, aku ingin membicarakan mengenai beberapa hal yang terjadi pada kedua pihak kita." Ujar Fritz, kedua tangannya menumpu dagunya. "Sepertinya kalian menemukan suatu kecurangan dalam penjualan sahamku, benar?"

"Kekeke, berani juga kau langsung mengatakan itu sejak awal." Hiruma menyeringai. Ia bersandar di sofanya, namun masih menatap Fritz tajam.

"Tentu saja. Bukankah karena itu aku kemari?" Fritz tersenyum. Tatapannya beralih pada Agon.

"Hmm…dan siapakah ini, Yoichi Hiruma?" tanya Fritz. Alis Agon berkedut.

"Kekeke. Dia yang membongkar semua kebusukanmu, necis sialan." Ujar Hiruma. Agon melotot padanya sementara Fritz nampak sedang mencerna maksud panggilan necis sialan.

"Ah…aku ingat. Agon Kongo, waktu SMA aku ingat pernah melihat pertandingan kalian melawan Amerika." Kata Fritz. "Kalian benar-benar hebat saat sudah bersama."

"Cih, aku bekerja padanya karena bayarannya tinggi!" ketus Agon.

"Kekekekekekke! Dia itu super gampang dimanfaatin!" tambah Hiruma.

"Hubungan yang menarik." Komentar Fritz. "Nah, karena pimpinannya dan yang membongkar rahasiaku ada disini, berarti urusannya akan cepat."

Suara pelatuk pistol ditarik seketika menggema. Agon mendecih, sementara Hiruma meletupkan gelembung permen karetnya dengan santai.

"Begini ya keinginanmu, Clarkson."

~~oo00oo~~

Lagu ini

Kutujukan untukmu

~~oo00oo~~

Unsui membuka pintu apartemennya. Segera setelah ia masuk, ia langsung menutup pintu dan menguncinya. Nafasnya memburu, mengisi keheningan dalam apartemennya yang mungil. Didudukkannya tubuhnya di depan meja kecil di tengah ruangan. Tangan kanannya ia gunakan untuk menumpu kepalanya.

Kenapa dari sekian banyak orang yang bisa ia temui harus Aishi?

Ia sudah memutuskan tak akan memikirkannya lagi. Ia sudah memutuskan untuk mengakhirinya.

Memang tak ada kata berakhir sebelumnya, tapi kejadian bulan lalu sudah cukup jadi tanda baginya untuk menyerah.

Matanya melirik ke tumpukkan lembaran foto di sebelahnya. Ia raih satu lembar dan ia perhatikan. Tangannya mengelus perlahan permukaan foto itu. Perlahan tiga sosok kecil yang hidup di dalam tubuhnya semakin jelas. Perlahan matanya memanas dan pandangannya mengabur. Setitik air mata jatuh ke atas foto tersebut.

Dihapusnya kasar butiran air mata itu, namun alih-alih berhenti malah semakin deras. Unsui tidak biasanya mudah menangis. Memang ada kalanya ia sudah terlalu lelah menahan bebannya sendiri. Tangannya gemetar, didekapnya lembaran foto itu ke dadanya, membiarkan tangis meruak, memenuhi ruang kosong di ruang apartemennya.

"Maaf…maaf, ya…"

~~oo00oo~~

Aku kehilangannya, membuatku frustrasi

Aku menyesalinya, berharap momen itu akan datang lagi

~~oo00oo~~

Teriakan meminta pengampunan memenuhi ruangan mewah tersebut. Di tengah ruangan, Fritz masih duduk tenang, namun senyuman terhapus dari wajahnya. Di hadapannya adalah dua pengawalnya, satu sudah berhasil ditumbangkan Hiruma dan satunya tengah dipelintir lengannya oleh Agon.

"Kuharap ini peringatan cukup untukmu, Fritz Clarkson." Ujar Hiruma. Ia bangkit, mata emeraldnya menatap tajam pada pria di hadapannya. "Kalau kau memang ingin menjadi negosiasi, kau tidak akan sengaja membawa orang-orang bersenjata."

Fritz mengangkat alis, perlahan sudut bibirnya terangkat. Kemudian tawa memenuhi ruangan itu.

"Aaahh…sudah kuduga kalian bukan orang biasa." Fritz menyeringai. Ia bangkit dan memakai kembali jasnya. "Dengan ini aku anggap kita tidak sepakat dan kalian sadar sepenuhnya akan apa yang bisa kulakukan." Fritz tersenyum formal sebelum beranjak keluar. Ia memerintahkan pengawal lainnya untuk membawa dua pengawal yang sudah dihajar habis-habisan oleh Agon dan Hiruma. Setelah Fritz dan orang-orangnya pergi, Agon mendecih kesal dan Hiruma langsung membuka laptopnya.

"Kenapa kau biarkan dia pergi, hah?!" amuk Agon.

"Kekekekekekeke. Mana mungkin kulepaskan ikan besar seperti itu." Hiruma menunjukkan laptopnya. Menunjukan pemandangan Fritz tengah berjalan bersama anak buahnya.

"Makanya kukatakan agar kau menahan diri supaya dua pengawal sialan itu tak dibuang ke laut." Ujar Hiruma. Agon terdiam dan menghempaskan dirinya ke sofa. Hiruma menatap Agon dari ekor matanya. Seperti yang sudah diduga ia tak terluka sedikit pun. Tapi tak peduli meski mereka sudah berhasil melacak Fritz dan kelompoknya, bukan berarti mereka tidak melakukan hal yang sama pada Hiruma dan Agon.

"Oy, dread sialan."

"Apaan?!"

"Kalau kau memang nekad bertanggung jawab atas kakakmu, lebih baik lindungi dia sampai akhir."

Agon mengangkat sebelah alisnya. Ia berdecih dan mengangkat satu kakinya dan menumpukannya di kaki yang lain.

"Tak perlu memberitahuku."

~~oo00oo~~

Akan kukumpulkan pecahan cahaya bulan satu per satu

Dan membuat cahaya untukmu

~~oo00oo~~

Unsui menaruh ponselnya setelah mendapat kabar Agon akan segera pulang. Waktu baru menunjukkan pukul empat. Mungkin pekerjaannya selesai lebih dulu, setidaknya ia tidak duduk sendirian dan memikirkan Aishi terus menerus.

Unsui membuka kulkas dan mengecek bahan makanan. Setidaknya ada cukup untuk membuat menu makanan sederhana. Setelah selesai melihat isi kulkas, ia langsung kembali ke meja dan membereskan laptopnya. Materi untuk tahun itu sudah hampir selesai, jadi ia harus membuat soal untuk ujian. Dilihatnya tanggalan sudah menunjukkan tanggal 3 Desember. Tepat satu bulan sejak kehidupannya terbalik 180 derajat.

Tangannya mengelus perutnya. Ia sudah memutuskan tak akan menyesali keputusannya. Ia menarik napas dan menghembuskannya. Jika ia sudah memutuskan, ia tak akan mundur. Apapun yang terjadi.

Katakanlah ia naif, atau apapun Unsui tak peduli. Ia memang tak pernah menginginkan ini, tapi ia tahu anak-anak ini tak salah apa-apa. Mereka tak bisa memilih ingin dilahirkan di keluarga seperti apa. Dan entah kenapa Tuhan menitipkan mereka pada Unsui. Dengan itu berarti mungkin memang ada sebuah alasan. Dan Unsui hanya ingin yang terbaik untuk mereka.

Itu saja, tak lebih.

Suara ketukan di pintu apartemennya membuatnya tersadar dari lamunannya. Semakin lama, ketukannya semakin keras. Biasanya Agon akan langsung memakai kunci cadangan dan masuk begitu saja. Apa mungkin tetangga?

Unsui bangkit dan mengintip dari lubang intip kecil di pintunya. Matanya membelalak melihat siapa yang ada di depan pintu.

"Aishi…?"

Ia ragu sesaat, tapi tetap ia bukakan pintu untuknya. Aishi menatapnya, dan Unsui menatapnya balik.

"Boleh aku masuk?"

Unsui menatapnya tajam, namun ia tetap bergeser, memberi jalan masuk pada Aishi. Aishi memasuki rumahnya sambil melirihkan permisi. Aishi duduk di depan mejanya sementara Unsui menyiapkan teh untuknya.

Ditaruhnya secangkir teh di hadapan Aishi. Unsui duduk menghadap pria pirang itu, menatapnya menunggu pembicaraan.

"Kau…sendirian?" tanya Aishi. Unsui mengangkat bahu. "Seperti yang kau lihat."

Mata Aishi menjelajah. Tatapannya mendarat pada hasil USG di sebelah Unsui. Melihatnya, Unsui menarik lembaran-lembaran tersebut dan menaruhnya di bawah meja. Aishi meneguk ludahnya sementara Unsui terus menatapnya tanpa rasa takut.

"Kau…sepertinya sehat." Lanjut Aishi.

"Setidaknya lebih baik dari sebelumnya." Ujar Unsui tenang. Aishi menghela napas. Ia menggaruk bagian belakang tengkuknya.

"Jadi, apa hal yang sangat penting sampai kau mendatangi orang yang kau pukul dan katai gila karena mengatakan ia mengandung anakmu, hm?" tanya Unsui. Sekilas saja dapat dilihat Aishi nampak tak nyaman. Bukan karena aura yang dikeluarkan Unsui, melainkan perkataannya yang sarkastik.

Tangannya mengepal. Ia tarik nafasnya dan ia hembuskan kasar.

Agon memutar-mutar kunci di tangan kanannya. Tangan kirinya ia masukkan ke saku. Begitu sampai di depan pintu apartemen Unsui, ia masukkan kunci cadangan ke dalam lubang kunci. Alisnya mengernyit karena pintu terbuka.

"Oy, Unko-cha-"

"Dengar, akan kubayar kau berapapun…" Agon mendengar suara Aishi.

"...gugurkan anak itu."

~~~TO BE CONTINUED~~~

Ohok. JADI CERITANYA SAYA GAK DAPET SNMPTN JADI SAYA PELAMPIASAN BIKIN GINIAN AHAHAHAHAHAHAHAHAHH *ditabokin* IYA TAHU SAYA HARUSNYA BELAJAR BUAT SBMPTN TAPI YAAAA GIMANA YAK WHAHAHAHA DARIPADA SAYA LUPA IDENYA

Ini sebetulnya gara-gara shunshines di FB bilang 'gugurin anaknya bangsaaaaatt' or something like that YA JADI KEPIKIR IDE INI DOOONNGG WKWKWKWK Aslinya chapter ini gak ada SAMA SEKALI di draft hahaha. So makasih mbak udah nambah drama di fanfic ini kyahahahaha

Also untuk putra. iya emang partner in crime banget mereka. Iyaaa ini aku udah lanjut kok. Makasih ya semangatnya ututututu *APAAN SI*

IYA MAAF GUA UPDATE NANGGUNG BAT CUMA LEWAT SEHARI TAPI SUDAH DIBILANG KEMAREN DAKU MASIH ADA SEKOLAH, KALO SEKARANG KAN BESOK LIBUR GAK PM HYAHAHAHAHAHA *BELAJAR LU BUAT SBM SOMPRET*

YAK SEGITU SAJA SEBELUM SAYA KEMBALI HIBERNASI BUAT SBMPTN DAN UN. RNR?