"Sasuke kun tampan sekali Ino~"

Kedua bola mata Ino bergerak Menatap objek yang menyita perhatian Sakura.

Ia setuju dengan kalimat yang dilontarkan Sakura, karena memang kata-kata yang diucapkan sahabatnya itu adalah sebuah fakta, orang-orang Uchiha memang seutuhnya mewarisi paras indah.

Sasuke memang tampan, tapi hati dan perasaan Ino lebih tertarik pada sosok Itachi.

"Emm~ ya" Gumam Ino.

Sakura beralih menatap Ino. "Bagaimana caranya biar Sasuke peduli padaku ya Ino~ ?"

Ino balik menatap Sakura.

"Aku tidak tahu, mungkin kau harus berusaha lebih keras lagi untuk menarik perhatiannya"

Aquamarine Ino berpendar kesegala arah, pikirannya kini berputar mencari ide untuk Sakura.

"Menurutmu usaha seperti apa Ino?" Tanya Sakura penasaran.

"Mungkin berikan Sasuke sesuatu, seperti kebutuhan, emm- atau suatu barang yang menjadi favoritnya" Jawab Ino agak ragu.

Sakura mendengus, "Aku sudah melakukan itu, tapi Sasuke Kun tetap cuek!"

Ino menautkan alisnya, "Hee?! Benarkah Sakura?"

Sakura menatap Ino dengan ekspresi sebal, "Iya! Apalagi yang harus kulakukan kalau semua solusi sudah kujalankan!"

Ino mengetuk dagunya, lalu sedetik kemudian ia menatap Sakura.

"Heh! Kalau dia masih tetap cuek! Kau kasih perhatian saja secara terus menerus, siapa tahu suatu saat nanti hati Sasuke Kun akan luluh"

"Sekeras apapun batu apabila terus terkena air pasti akan lapuk juga"

"Jadi Ganbatte Ne !" Ino menutup mulutnya seraya tertawa.

Sakura kembali mendengus, "Begitu ya?"

"Kenapa Sasuke Kun susah sekali didekati! Grrrh!" Ujar sakura sembari menggeram.

"Hahaha!" Ino pun tertawa lepas.

Ino tidak dapat mengeluarkan kalimat apapun saat melihat tingkah Sakura.

Dimatanya pribadi Sakura terlihat bodoh.

Terlihat bodoh karena masih bertahan mengejar cinta manusia keras kepala dan cuek seperti Sasuke.

Kalau Ino berada diposisi Sakura – mungkin

Emm~

Ino juga akan seperti itu? Hah? Masa seperti itu?

Berarti melihat Sakura sama saja seperti melihat dirinya sendiri?

Yang artinya mengatai Sakura bodoh sama saja dengan mengatai dirinya sendiri?!

Ino juga sedang mengejar cinta Itachi kan?

Cuma bedanya Ino masih dalam proses pendekatan.

Eh tidak, bukan pendekatan.

Sebenarnya sama seperti posisi Sakura, cuma bedanya Itachi belum tahu perasaan Ino sedangkan Sasuke sudah tahu perasaan Sakura.

"Hahh~" Ino menghela nafasnya.

" Bakayaro!" Umpat Ino entah pada siapa.

Namun sialnya salah dipahami oleh orang disampingnya.

Kedua bola mata Sakura seketika melebar saat mendengar umpatan tersebut.

"Apa kau bilang Ino Pig !" Bentak Sakura.

Mendengarnya Ino pun bereaksi sama.

"Apa maksudmu jidat!?" Ino kini berhadapan dengan Sakura, keduanya kini saling mengepalkan tangan dan bersiap-siap untuk saling memukul.

"Grrr! Kau mengataiku bodoh! Kau yang bodoh!" Sakura menggeram marah.

Ino sekarang bahkan lebih berapi-api, "Siapa bilang aku mengataimu, aku hanya melampiaskan pada angin! Kau saja yang bodoh!"

Sakura bersiap meninju Ino, "Apa?! Kau bilang aku bodoh!?"

Ino bersiap akan menyambut pukulan Sakura sebelum kemudian perhatian mereka berdua teralih oleh kedatangan Hinata dan Kiba.

" Auww Auww" Gonggongan Akamaru sukses membuat mereka berdua berhenti adu argumen.

"Hey! Hey! Apa yang kalian berdua lakukan" Tegur Kiba.

Ino dan Sakura sama-sama mengalihkan pandangannya dan melayangkan tatapan sinis pada Kiba.

Karena dianggap telah mengganggu urusan pribadi mereka berdua.

"Tidak ada, memang ada perlu apa kalian!" Tanya Sakura kesal.

"Iya kalian mau apa?" Tanya Ino tak kalah sinis.

Hinata menatap mereka berdua secara bergantian.

" Ano – Eto, Ino Chan Sakura Chan kalian tidak menemui Sabaku San ?" Tanya Hinata.

"Heh? Mereka pulang hari ini?" Sahut Sakura yang kini berubah ekspresi menjadi terkejut.

Sedangkan Ino tidak bergeming.

"Iya mereka pulang hari ini, katanya Gaara banyak urusan. Kudengar Gaara masuk dalam daftar kandidat Kazekage " Kiba menimpali.

Sakura, Hinata dan Kiba menatap Ino yang masih mematung.

"Ino!?" Kiba dan Sakura memanggil Ino.

"Aa – aa ? Nande ?" Tanya Ino kaku.

Kiba menautkan alisnya bingung.

"Kau tidak tahu Ino?" Tanya Kiba menuntut.

Ino memandang bergantian Kiba, Hinata dan Sakura.

Ia meringis tidak suka, ia menjadi kesal dengan Sakura, karena sahabatnya itu ikut-ikutan mengintimidasinya dengan tatapan itu.

Sakura itu sudah tahu bahwa hubungan Ino dengan Gaara sudah berakhir, harusnya Sakura membantunya menjawab pertanyaan dari dua temannya itu bukannya malah ikut-ikutan menuntutnya.

Awas kau Sakura.

"A – aku tahu!" Sungut Ino.

"Sokka ! Kenapa kau tidak ikut mengantar Gaara pulang? mereka sudah menuju gerbang" Ujar Kiba.

Ino mendelik kearah Kiba, " Hai aku akan pergi ke gerbang"

Setelahnya Ino melangkah pergi meninggalkan ketiga temannya tersebut.

o

o

Bukannya membahas hal yang menghibur malah membahas hal yang membuat Mood Ino semakin jelek.

Sebenarnya mau Gaara pulang cepat atau lama, itu terserah dia.

Kenapa harus teman-temannya heboh dan sibuk bertanya-tanya.

Ya memang kedatangan Gaara kesini sebenarnya untuk menemui dirinya.

Disamping menemuinya Gaara pasti punya urusan dengan Hokage.

Selepas itu tidak ada lagi.

Karena dirinya dan Gaara sudah tidak ada hubungan lagi, wajar saja Sabaku bersaudara cepat pulang.

Kemarin kan ia sudah mengakhiri hubungannya dengan Gaara.

Setelah itu ia sudah tidak punya urusan apa-apa lagi dengan Gaara.

Mengingat kejadian kemarin saja Ino rasanya tidak mau bertemu dengan Gaara seumur hidup.

Ia benar-benar merasa amat sangat bersalah, Ino seperti mempermainkan perasaan orang.

Dirinya hanya berharap semoga kejadian ini tidak mengakibatkan karma untuk Ino.

Ia sudah membuat orang patah hati.

Hhh~

ooOoo

Hari ini tepat seminggu, Uchiha Itachi belum juga pulang.

Eh?

"Hahaha!" Ino tanpa sadar tertawa lepas, setelah menyadari ia sedang berada dijalan, sesegera mungkin Ino menutup mulutnya lalu menatap kearah sekitar.

Apa-apaan dia ini?

Ino sudah seperti orang gila, bahkan saat dijalan pun ia tidak dapat mengendalikan akalnya saat memikirkan Uchiha Itachi.

Kenapa ia sampai bisa dibuat mabuk kepayang oleh nama itu.

Padahal berinteraksi saja baru sekali, dihutan waktu itu.

"Khm!" Ino berdeham, lalu berjalan melanjutkan langkahnya.

Kini langkahnya berhenti disebuah danau yang berada tak jauh dari pemukiman rumah klan Uchiha.

Ia memandangi anak-anak kecil yang berenang didanau tersebut serta beberapa anak-anak disana juga bermain dengan menyirami anak-anak yang lain.

Ino tidak bisa memastikan apakah itu anak-anak Uchiha atau bukan, jika dilihat-lihat dari perawakannya sepertinya bukan.

Anak-anak Uchiha itu berkelas, tidak sembarangan seperti anak-anak yang disana.

Ino memandang langit, apa yang sedang dilakukan Itachi dan Shisui ya?

Misi apa yang sebenarnya mereka berdua lakukan.

Andai Ino memiliki Ninjutsu tingkat tinggi, pasti dirinya bisa ikut serta dalam misi-misi berkelas seperti yang tingkat Junin lakukan.

Ino melempar pandangan kearah ujung jalan.

Deg !

Aw! Itu Itachi dan Shisui.

Usahanya sering mendatangi tempat ini selama seminggu ternyata tidak sia-sia.

Mereka sudah pulang, kelihatannya mereka berdua sangat lelah.

Sesuai dengan keinginannya, Ino akhirnya bertemu dengan pria idamannya dan melihat sendiri bagaimana keadaan lelaki itu setelah menjalankan misi.

Sepertinya mereka berdua habis menghadap Yondaime Hokage .

Namun meski telah menjalankan misi, gerak gerik tubuh mereka berdua terlihat santai-santai saja.

Mereka berdua bahkan saling bercengkrama dan tak lupa dengan saling melayangkan tertawaan.

Ino merasa punggung lehernya panas dingin. Pikirannya kini dipenuhi dengan nama Itachi.

Apa yang harus ia lakukan? Apakah menegur duluan dua pria itu atau menunggu untuk ditegur?

Ah? Rasanya tidak mungkin!

Memang sedekat apa dirinya dengan ninja kelas atas itu?

Ino menahan tawanya, Ino – Ino

otakmu semakin tidak waras setelah jatuh hati pada Uchiha Itachi.

Dua orang itu semakin dekat dan sebentar lagi akan berjalan melewati dirinya.

Apa yang harus ia lakukan?!

Ino sudah tidak tahan!

Ah! Ino tidak peduli, ia saja yang menegur mereka duluan.

Jika menunggu, Itachi tidak akan pernah menyapa nya duluan karena Itachi tidak mengenal dirinya.

Set Set Set!

Ino berbalik arah menuju dua objek tersebut, Ino mati-matian menahan degub jantungnya.

Ino memberanikan diri menatap dua lelaki didepan sana yang kini hanya berjarak 2 meter dengannya.

Semakin dekat hingga jarak mereka berada dalam 1 meter.

Ino menyunggingkan senyuman hangat, dan dibalas oleh Itachi maupun Shisui.

Astaga!

Ino serasa ingin terbang.

Darah yang mengalir seolah berganti dengan aliran listrik yang menyengat tiap organ didalam tubuhnnya.

"Shisui Onii San, Itachi Onii San " Sapa Ino dengan ramah dan tak lupa menyunggingkan sebuah senyuman paling manis.

Sangat manis.

Agar salah seorang didepannya terpesona.

" Yamanaka San ?" Shisui balas menyapa.

Ino menahan lututnya sekuat mungkin agar tidak oleng dan jatuh pingsan ditanah.

Apalagi saat Itachi menarik sebuah senyum simpul. Rasanya Ino akan kehilangan kesadaran sebentar lagi.

"Kalian sudah pulang Onii San ?" Tanya Ino setenang mungkin.

Itachi dan Shisui secara bersamaan mengangguk.

" Hai kami akan langsung pulang kerumah" Jawab Itachi.

Jantung Ino berdegub kencang, rasanya jantungnya akan melompat keluar sebentar lagi.

Kalimat Itachi itu sebenarnya biasa saja namun karena Itachi adalah pujaan hatinya, saat mendengar Itachi menyahut kalimatnya pun bagaikan terdengar seperti sebuah mantra yang sukses membuat suhu tubuhnya meningkat.

"Benar" Shisui menimpali seraya tersenyum.

Ino menarik nafas setenang mungkin, "Ah Sou Desu, baiklah Itachi Onii San Shisui Onii San, kalau begitu kalian beristirahatlah, pasti capek sekali setelah menjalankan misi, aku pergi dulu~ sampai nanti"

Shisui menganggukan kepalanya dan mengeluarkan kalimat, " Hai"

Itachi pun demikian, ia dengan ramah menyahut kalimat Ino " Hai"

Ino pun berlalu melewati Shisui dan Itachi dengan muka memerah dan suhu tubuh yang panas dingin.

ooOoo

" Ne Ne Ino? Kau tahu tidak"

Ino menoleh dengan tatapan penuh tanya.

" Nande Sakura?"

Kini Sakura mendekatkan wajahnya ditelinga Ino. "Shisui Onii San secara tiba-tiba menanyakan dirimu?"

Ino mengernyitkan alisnya, "Maksudmu? Menanyakan aku seperti apa?"

"Begini, kemarin aku dan Ten Ten menyapa Shisui Onii San, lalu tiba-tiba dia bertanya 'mana Yamanaka San ?"

"Jadi aku dan Ten Ten merasa Janggal, kenapa tiba-tiba Shisui menanyakanmu? Memang kau dan Shisui saling mengenal?" Sambung Sakura.

Ino tersenyum penuh arti.

" Hontou Ni Sakura? Shisui Onii San menanyakanku?" Tanya Ino kegirangan.

Sakura menyipitkan matanya, Sakura menatap Ino penuh curiga.

" Omae ? Jangan-jangan menyukai Shisui Onii San ya Ino?"

Ino memutar matanya malas, Sakura ini benar-benar bodoh.

Sakura tidak tahu caranya memanfaatkan orang lain.

Pantas sampai sekarang Sasuke tidak pernah menaruh perhatian padanya, karena Sakura ini pribadi yang terlalu naif dan kaku.

" Baka Ona ! Tentu saja tidak, kau ini benar-benar tidak bisa berpikir sakura" Gerutu Ino.

Ino kembali menatap Sakura, "Shisui itu teman dekat Itachi, ya kalau aku berhasil dekat dengan Shisui dan berteman dengannya, aku bisa lebih leluasa mendekati Itachi Onii San"

Sakura kini mengangguk, "Oh benar juga ya, tapi kau serius ingin mendekati Itachi Onii San?"

"Tentu! Kau pikir pengorbanan ku selama ini untuk dekat dengan mereka berdua itu main-main?" Sungut Ino.

Sakura berdeham," Emm tapi Ino – "

Sakura menggantung kalimatnya.

"Apa?" Tanya Ino lagi.

"Kau yakin mau berhubungan dengan Itachi Onii San ? Aku dengar-dengar Itachi itu orang yang super sibuk jarang sekali berada didesa"

Sakura mengalihkan pandangannya kedepan.

"Apa kau yakin akan sabar menjalani hubungan dengan nya? Gaara saja kau campakkan karena bosan" Sakura menyelesaikan kalimatnya.

Ino pun terdiam.

"Kalau kau tidak yakin lebih baik kau mundur saja Ino daripada harus mempermainkan perasaan orang lain lagi" Tambah Sakura.

Ino menarik nafasnya, "Aku yakin Sakura! Tidak mungkin aku mau mengejar Itachi Onii San kalau aku tidak serius dengan perasaanku"

Sakura tertawa.

"Ya baguslah kalau kau serius. Karena kalau sampai kau mempermainkan perasaan calon kakak iparku! Aku sendiri yang akan mengutukmu menjadi Ino Pig!" Ucap Sakura dengan nada mengancam.

Ino melayangkan tatapan tajam, "Apa kau bilang jidat lebar!?"

Sakura balik menatap Ino, kali ini dengan tatapan menantang

"Ya aku serius! Awas saja kalau kau berani mempermainkan perasanan Onii San itu!"

Ino menatap kesal Sakura. "Sejak kapan kau berubah menjadi cerewet Sakura!"

"Hey kau boleh mempermainkan perasaan siapa saja! Tapi aku akan ikut campur kalau kau mempermainkan perasaan Itachi Onii San !" Ujar sakura memelankan kalimatnya sembari menatap sekitar.

Takut-takut ada seseorang yang mendengar perkaataannya.

Ino mendecih seraya memalingkan pandangannya, "Tidak akan! Kau lihat saja nanti!"

Ino pun langsung pergi meninggalkan Sakura, sedangkan Sakura memalingkan wajahnya dan pergi berlawanan arah dengan Ino.

Sakura sepertinya tidak peduli jika Ino tersinggung.

o

o

"Apa itu ? Calon kakak ipar?" Gerutu Ino kesal.

"Sejak kapan dia bermimpi akan menikah dengan Sasuke Kun ?" Ino mendecih.

" Baka !"

Ino benar-benar kesal, kenapa Sakura jadi ikut-ikutan mengatur permasalahan hidupnya.

Menurut Ino, Sakura terlalu banyak berkhayal sampai-sampai Itachi pun mau dia lindungi mentang-mentang Itachi adalah Kakak Sasuke.

Mendengarnya Ino rasanya ingin tertawa.

Khayalan sijidat itu terlalu tinggi, hingga membuat Ino hampir mau muntah.

"Kh!"

Ino menatap sekitar, menatap banyak orang yang hampir memenuhi tempat tiap penjual makanan yang ada.

Ino bersiap melangkah kedepan, sebelum akhirnya terhenti oleh seseorang.

Tatapan Ino dengan pria didepannya bertemu, sedetik kemudian mereka berdua saling melempar senyum.

"Shisui Onii San ? " Ino menyapa terlebih dahulu.

" Hai Yamanaka san " Balas Shisui.

"Kebetulan sekali kita bertemu disini Shisui Onii San" Ino mengulas senyum kecil.

Shisui mengangguk, "Ya, aku baru pulang dari rumah Hokage Sama , sebenarnya bersama Itachi tapi karena Itachi ada keperluan dengan Shukaku San. Aku memutuskan untuk pulang duluan"

Ino mengangguk-angguk, mendengar nama Itachi membuat degub jantungnya seketika menjadi tidak normal.

Padahal sosok Itachi bahkan tidak ada disini.

" Sou Desu emm – pasti kalian akan mendapat misi lagi kan Shisui Onii San ?" Tanya Ino, ia berusaha mencari topik agar Shisui lebih lama lagi berbincang dengannya.

Ino memiliki niat untuk menahan Shisui disini, agar ia bisa menjadi lebih dekat dengannya.

Shisui tersenyum lalu menatap kearah langit malam "Tidak, Hokage Sama mengundang kami berdua hanya untuk bersantai dan mengobrol"

Ino menatap Shisui seraya tertawa, " Sou Desu Ka kupikir dipanggil untuk diberi misi"

Shisui balas tertawa,"Tidak."

Ino lagi-lagi menyunggingkan senyum, "Emm~ ternyata jadi ninja hebat itu sangat sibuk ya Shisui Onii San"

Shisui melepaskan tertawaan kecil, "Siapa yang Yamanaka San maksud ninja hebat?"

Ino dengan polos mengarahkan telunjuknya pada Shisui "Shisui Onii San dan Itachi Onii San "

Shisui lagi-lagi tertawa, "Ah tidak, ninja hebat dikonoha itu banyak Yamanaka San "

Ino dan Shisui melangkah secara bersamaan mengikuti arah jalan.

Entah siapa yang memulai namun keduanya secara bersamaan bergerak melangkah.

Sedangkan Ino tidak menyia-nyiakan kesempatan mengobrol dengan Shisui.

Menurutnya ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa dekat dengan Itachi.

" Hai Hai kalian berdua salah satunya kan Shisui Onii San " Balas Ino.

Shisui lagi-lagi tertawa,"Hahaha ~ Yamanaka San terlalu berlebihan"

Ino tak henti-hentinya menarik senyum, "Itu fakta Shisui Nii San, orang-orang didesa ini pun mengetahuinya."

Ino menghembuskan nafasnya, "Andai aku ditakdirkan menjadi ninja hebat seperti kalian, pasti aku sudah pergi menjalankan misi"

Shisui menatap Ino, " Sokka jadi Yamanaka San ingin sekali mendapat misi ya?"

Ino tanpa sadar mengerucutkan bibirnya, "Iya aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya menjalankan misi seperti kalian Onii San"

Tingkah laku Ino tersebut sukses memaku perhatian Shisui.

Lama memperhatikan Ino, sudut bibir Shisui terangkat, "Tunggu saja Yamanaka San siapa tahu besok pagi atau besok lusa diberi misi mendadak oleh Hokage Sama"

Ino melepaskan tertawaan, "Hahaha tidak mungkin Shisui Nii San"

Pandangan Shisui dan Ino saling bertemu, belum sempat Shisui membalas perkataannya, suara seseorang dengan sukses mengalihkan pandangan mereka berdua.

"Shisui Nii!" Panggil seseorang yang ternyata berasal dari seberang jalan.

Ino dan Shisui menajamkan penglihatan mereka.

Dan setelah melihat dengan jelas, ternyata pelaku yang memanggil mereka adalah Itachi serta disampingnya berdiri seorang wanita yang Ino ketahui berasal dari klan Uchiha.

Mood Ino seketika berubah, awal mengetahui sosok tersebut adalah Itachi perasaan Ino tentu saja sangat bahagia, namun ketika melihat ada sosok wanita yang berada disamping Itachi dada Ino jadi dipenuhi dengan rasa sesak, ia tidak suka melihat pemandangan didepannya ini.

Sebenarnya posisi itu yang Ino inginkan, mengobrol dan saling berdekatan dengan Itachi.

Namun sayangnya Ino belum bisa mencapai fase tersebut.

"Itachi? Bagaimana urusanmu dengan Shukaku San" Tanya Shisui memecah keheningan.

Itachi dan Izumi berjalan menghampiri ia dan Shisui.

Melihat Itachi bersama wanita dengan jarak sedekat ini seketika membuat darah Ino mendidih. Dirinya benar-benar tidak suka pemandangan ini.

Ino jadi tidak punya selera untuk membuka suara.

"Sudah selesai. Kupikir kau sudah pulang Shisui Nii?" Tanya Itachi.

"Ah ya, saat berjalan pulang aku tidak sengaja bertemu dengan Yamanaka San " Sahut Shisui.

Ino dengan terpaksa menyunggingkan senyum.

"Sokka kalau begitu aku dan Izumi duluan pulang ya"

Perkataan Itachi barusan sukses membuat perasaan Ino menjadi tidak tenang.

Ino benar-benar tidak terima.

Jadi Itachi akan berjalan dengan wanita itu?

Dada Ino rasanya tambah sesak! Ino tidak rela apabila Itachi hanya jalan berdua dengan wanita itu.

Ia harus membuat jarak agar wanita itu tidak memiliki kesempatan berdua dengan Itachi.

"Ah tidak Itachi Onii San aku akan pergi kerumah temanku"

Ino menatap Shisui, "Shisui Nii San pulang saja dengan Itachi Onii San ya ?" Ujar Ino semanis mungkin.

Dan untungnya Shisui mengangguk setuju, "Baiklah"

Perasaan Ino agak mulai tenang sekarang.

Setidaknya Itachi tidak jadi berduaan dengan wanita itu.

"Kalau begitu aku duluan ya Shisui Onii San Itachi Onii San~"

Tanpa mau berlama-lama melihat pemandangan menyesakan didepannya, Ino pun segera berpamitan.

Dan kini ia beralih menatap wanita disamping Itachi, dengan menahan perasaan kesal Ino memaksa tersenyum pada wanita tersebut.

" Hai "

" Hai "

Itachi dan Shisui menjawab secara bersamaan, disertai dengan senyuman dari wanita itu.

Ino pun berlalu melewati Itachi dan Shisui, sorot matanya kini berubah tajam.

Ck!

Konoyatsu !

TBC