Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning :non canon, dll
Dunia lain.
-Ruangan Club Sekolah.
Di sebuah sekolah yang sudah kosong tanpa terlihat ada murid terlihat, di sekolah itu ada bangunan yang unik untuk zaman sekarang. Bangunan itu adalah bangunan untuk salah satu club di sekolah itu secara eksklusif untuk club itu.
Di dalam tampak dua wanita dewasa, mereka berdua sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing, wanita berambut merah sedang menulis di kertas dengan santai di tempat duduknya, wanita yang satu sedang mengaduk sebuah teh yang sepertinya untuk wanita yang satunya.
Si rambut merah berhenti sementara dengan aktivitas menulisnya, dia terbeku seperti sedang melakukan sesuatu.
''Akeno,'' panggil wanita itu.
Wanita yang mengaduk teh berbalik.
''Ya?''
''Apakah kau merasakan energi aneh?'' tanya nya.
''Oh...'' wanita bernama Akeno itu mencoba merasakan energi yang di katakan tadi, ''Ya kau benar, ada energi asing dan aneh,'' jawabnya dengan rasa setuju.
Wanita berambut merah itu kemudian berdiri dari duduknya, dia merapikan semua kertas-kertas yang ada di mejanya. Dia melihat ke arah Akeno dengan tatapan serius sekarang.
''Energi ini berasal dari taman, aku takut jika ada sesuatu yang tidak kita inginkan. Cepat panggil yang lain nya,'' perintah wanita yang terlihat seperti bos itu.
Akeno mengangguk mengerti, dia kemudian langsung keluar dari ruangan tanpa mengatakan apa-apa. Wanita yang tersisa disitu sedang melihat keluar jendela dengan wajah khawatir di wajahnya yang cantik itu.
-(Tempat Kejadian).
Luffy berdiri terdiam di tempatnya, dia melihat ke sana kemari dengan wajah kebingungan yang tak henti-henti. Dia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, dia melihat ada beberapa benda aneh yang bercahaya yang tanpa menggunakan api, dia juga melihat air mancur yang begitu menarik di tengah taman.
''Dimana aku? Apakah aku terkena jurus Buah Iblis musuh?'' tanya dirinya dengan wajah kebingungan.
Dia kemudian berjalan menyelusuri tempat itu, banyak pohon di tempat itu juga, dan dia juga bisa melihat bangunan yang begitu besar-besar di dekat tempat itu. Dia sudah melihat banyak bangunan besar namun kali ini berbeda, semua bangunan bercahaya dari dalam membuat Luffy penasaran.
Dia berlari kecil mencari teman-teman nya yang lain, akan tetapi dia tidak melihat mereka sama sekali, bahkan tidak ada seseorang pun yang bisa dia temui. Luffy mencoba keluar dari taman namun kemudian dia merasakan ada seseorang yang akan datang menuju ke arahnya.
Dia berhenti berjalan melihat ke depan nya, di mana seseorang itu akan datang. Kapten Topi Jerami merasakan ada energi berbeda dengan [Haki] Pengamatan nya.
''Oh ada seseorang disini rupanya, aku tertarik oleh energi aneh dan ternyata ada Manusia disini.''
Orang itu kemudian muncul di depan Luffy. Supernova itu melihat pria di depan nya dengan penasaran, dia memakai pakaian seperti pakaian seorang detektif beserta dengan topi nya juga.
''Siapa kau?'' tanya Luffy penasaran.
''Oh kau ingin tahu siapa aku?''
''Tentu saja, apakah kau anggota Kaido?''
Pria itu terdiam mendengar perkataan terakhir anak muda ini, dia sama sekali tidak mengenal dengan orang bernama Kaido.
''Siapa Kaido?''
''Dia adalah musuhku. Jadi kau bukan anggota Kaido, berarti kau bukan musuhku,'' kata Luffy dengan wajah sedikit tenang.
Pria itu tersenyum di balik kerah baju nya.
''Aku tidak mengerti dengan apa dan siapa yang kau katakan, tapi akan aku perkenalkan diriku karena sia-sia saja aku menyembunyikan jati diriku di depanmu sekarang,'' kata pria itu tiba-tiba.
Luffy masih terdiam dengan rasa kebingungan dengan perkataan dari pria itu, tapi dia tetap merasa penasaran dengan siapa pria ini. Apakah dia Angkatan Laut? Atau Bajak Laut sama dengan nya?
Tiba-tiba saja ada sesuatu keluar dari punggung pria di depan nya ini, ada benda seperti sayap hitam keluar. Luffy terpaku dengan apa yang terjadi, dia memang sudah melihat sayap berwarna hitam yaitu King salah satu anggota dari Kaido.
''Aku adalah Dohnaseek, sang Malaikat Jatuh yang agung, tunduklah Manusia ke ras yang lebih unggul darimu,'' katanya dengan adanya nada sombong.
Luffy cukup kaget namun terlihat tersenyum tiba-tiba, matanya bercahaya terang melihat pria di depan nya yang mengaku sebagai Malaikat Jatuh itu. Dia sudah melihat banyak sekali Ras tapi dia belum bertemu dengan Ras bernama Malaikat Jatuh ini.
Dohnaseek terdiam dengan rasa aneh, dia yakin kalau Manusia muda ini sudah melihat jati dirinya, namun reaksi anak ini berbeda dari dia harapkan di kepalanya. Dia malah terlihat seperti sedang melihat sesuatu yang begitu mengagumkan yang berdiri di depan nya.
''Wah, aku tidak tahu kalau ada Ras seperti dirinya juga disini,'' kata Luffy dengan wajah kesenangan.
''Apa yang di katakan oleh Manusia ini? Bukankah seharusnya dia ketakutan atau kaget melihatku? Tapi apa-apaan reaksi itu.'' Dohnaseek tidak tahu harus melakukan apa.
Dohnaseek tidak mengatakan apa-apa lagi, dia sekarang harus membunuh pria ini karena sudah melihat dirinya, dia tidak akan membiarkan Manusia hidup setelah melihat bentuk Malaikat Jatuhnya. Dia juga merasa heran dengan pakaian pria ini yang memakai pakaian yang sudah rusak dan terkoyak-koyak, ada banyak luka di tubuhnya. Dia penasaran dengan apa yang terjadi dengan Manusia ini.
Dia mengeluarkan satu tombak cahaya dan kemudian langsung melemparkannya ke arah Luffy, dia berharap kalau tombak itu mengenai kepala anak muda itu dan langsung mati. Sekali lagi harapan nya tidak terjadi, tombak cahaya itu melewati kepala anak mudah itu karena dia memiringkan kepalanya dengan cepat.
''Kau menyerangku? Baiklah aku mengerti sekarang, mungkin kau adalah musuhku yang lain,'' kata Luffy yang kemudian bersiap-siap dengan posisi bertarungnya walaupun tubuh sudah kelelahan dan terluka.
Dohnaseek sadar dari kagetnya, dia mengeluarkan beberapa tombak cahaya dan maju menyerang ke arah Manusia aneh di depan nya. Luffy menghindari semua tombak cahaya itu dengan mudahnya, dia mencoba untuk memukul Dohnaseek namun tiba-tiba saja Malaikat Jatuh itu terbang ke atas untuk menghindari pukulan itu.
Dohnaseek melemparkan lebih banyak tombak cahaya namun semua serangannya percuma, tidak ada satu pun yang bisa mengenai anak muda itu, dia menghindarinya dengan begitu mudah seolah-olah pernah menghindari yang lebih cepat dari itu.
''S-Siapa anak Manusia ini? Kenapa dia bisa menghindari semua serangan tombak cahaya ku?'' tanya Dohnaseek di batin nya.
Dohnaseek masih berpikir sehingga tidak menyadari kalau Manusia di depan nya melompat tinggi dan kemudian memukul tepat di wajahnya, Malaikat Jatuh itu merasakan sakit yang begitu terasa dari pukulan tangan anak Manusia itu. Dia terpental ke bawah dan kemudian menabrak air mancur taman.
Dohnaseek memegang hidungnya yang mengeluarkan darah, ini pertama kalinya dia di pukul oleh Manusia dengan kekuatan yang tidak manusiawi sama sekali.
''Apa-apaan pukulan nya itu?!'' teriak batin Dohnaseek.
Luffy memandang pria aneh yang menyerangnya itu, dia merasakan kalau dia begitu lemah berbeda dari lawan-lawan yang dia kalahkan di Wano. Pukulan nya yang tanpa [Haki] saja bisa melukai nya dengan cukup parah.
''Hmmmm apakah kau yakin bukan anak buah Kaido?''
Dohnaseek marah karena merasa di rendahkan oleh Manusia di depan nya, dia kemudian menciptakan tombak cahaya lagi yang kali ini dengan begitu banyak. Dia melemparkan semua nya, Luffy yang melihatnya merasa heran karena dia sekali lagi mengeluarkan kekuatan anehnya lagi. Dia menghindari semua serangan itu tanpa ada rasa kesulitan, terus mendekat ke depan dan tanpa ada aba-aba lagi langsung memukul.
Dohnaseek melihat kalau dia akan memukul lagi kemudian mencoba untuk menahan nya dengan tombak cahaya nya, tapi terlihat kalau Luffy tiba-tiba saja mengubah arah pukulan nya ke arah perut Dohnaseek dengan lebih kuat dari sebelumnya. Dia terpental ke belakang dengan begitu kencang dan menghantam salah satu pohon hingga tumbang.
Luffy terdiam sementara dengan masih gaya memukulnya melihat Dohnaseek yang terpental, dia masih menatap ke depan dengan wajah kebingungan.
Dohnaseek terbangun dari jatuhnya sambil memegang perutnya yang terkena pukulan yang kuat. Dia menggeram marah menatap ke arah Luffy yang terdiam memandang dirinya.
''Bagaimana bisa pukulan manusia ini begitu kuat? Apa yang membuat pukulan nya sekeras baja?'' pikir Dohnaseek dengan rasa penasaran dan marah.
Dohnaseek mencoba untuk bangun lagi akan tetapi terlihat ingin menyerang lagi tetapi tiba-tiba saja terdiam.
Luffy memandangnya dari jauh sambil penasaran karena dia tahu kalau dia akan menyerang, akan tetapi tiba-tiba saja berhenti entah kenapa. Luffy melihatnya seperti sedang berbicara dengan seseorang entah bagaimana.
''Cih sial, kau kali ini selamat bocah,'' kata Dohnaseek.
Malaikat Jatuh itu terbang ke atas langit dan langsung menghilang dengan begitu cepatnya. Kapten bajak laut topi jerami sedang memandang dengan kebingungan melihat orang yang menyerangnya tiba-tiba saja pergi.
''Aneh sekali,'' ucapnya.
Dia melihat ke sekitarnya yang sudah hancur dan berantakan, Luffy merasa kalau dia harus segera pergi mencari teman-teman nya.
''Aku harus cepat-cepat mencari mereka,'' kata Luffy langsung berlari pergi.
Taman menjadi sepi lagi.
(Beberapa saat).
''Ada apa ini!?''
Wanita berambut merah sedang menatap kaget sesuatu di depan nya, Rias bersama peerage nya sudah sampai di tempat kejadian. Matanya cukup terbuka lebar melihat kejadian di depan nya.
Begitu berantakan seperti sudah terkena badai, air mancur hancur, pepohonan tumbang membuat kursi di taman hancur. Jika saja seseorang melihat ini makan mereka berpikir kalau tempat ini di hancurkan oleh angin topan
Queen Rias juga merasa bingung dengan apa yang terjadi, begitu juga dengan para peerage nya.
Seorang pria berambut pirang melihat-lihat ke sana kemari seperti menyelidiki tempat ini, di wajahnya seperti menyadari sesuatu yang pasti dari pantauan yang dia dapat disini.
''Bucho, sepertinya pertarungan ini belum lama.''
''Ya kau benar.''
Gadis kecil di kelompok mereka sedang menuju ke salah satu pohon seperti melihat sesuatu, dia berbalik melihat ke arah kelompoknya.
''Bucho, kau harus melihat ini.''
Rias bersama peeragenya berjalan menghampiri gadis kecil itu. ''Apa yang kau dapat, Koneko?''
Gadis bernama Koneko itu menunjuk ke sesuatu di dekat pohon itu, mereka melihat apa itu dan terkaget. Terlihat ada tombak cahaya yang masih sempurna dan berhasil bertahan dalam bentuknya.
Rias memandang benda itu dengan teliti melihat apakah yang mereka lihat adalah benar.
''Ini benar-benar tombak cahaya dilihat dari mana pun,'' ucapnya dengan menyimpulkan.
''Jadi kita bisa menyatakan kalau ada yang sedang bertarung dengan Malaikat Jatuh terlihat disini, dan pertarungan itu begitu sikat karena aku tidak melihat ada darah di pertarungan ini,'' kata Akeno.
Adik salah satu Maou mengangguk setuju dengan perkataan dari Queen nya.
''Kau benar,'' setuju Rias, ''Akeno, coba kau bereskan taman yang berantakan ini, aku tidak mau orang-orang melihatnya,'' perintahnya.
Akeno mengangguk mengerti, dia berjalan ke depan dan menciptakan lingkaran sihir berwarna kuning, benda-benda di taman terlihat bergerak secara sendiri memperbaiki diri mereka masing-masing.
Rias masih terbingung dengan apa yang terjadi, apakah ada seseorang yang begitu sedang membuat kerusuhan dengan Malaikat Jatuh. Lagian wilayahnya cukup terkenal dan di takuti atas nama keluarganya, tapi tetap saja ada makhluk lain yang merusuh.
Dia masih bertanya-tanya dengan lawan Malaikat Jatuh? Apakah Iblis liar? Atau Manusia? Rias sama sekali tidak tahu jawaban nya.
''Baiklah, sekarang kita harus kembali,'' perintahnya.
Para peeragenya mengangguk mengerti.
-Bersambung
