Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi.

Warning :Non Canon. Typo dan lain-lain.


Menemukan tempat tinggal.

-Kota Kouh.

Kapten bajak laut sedang berjalan di kota yang begitu sangat aneh. Dia melihat kalau kota ini memiliki pencahayaan rumah mereka masing-masing tampak sangat cerah.

Luffy berjalan menyelusuri kota Kouh yang tampak asing baginya. Dari bangunan hingga jalanan kota ini sangat berbeda kota-kota di dunianya, mereka juga memiliki kendaraan seperti mobil berjalan di jalan raya sehingga membuat si kapten kebingungan.

''Ini benar-benar menarik, aku tidak menyangka kalau ada kota keren seperti ini,'' ucap Luffy dengan matanya yang bercahaya senang. Dia bahkan hampir melupakan tujuannya untuk mencari Law dan juga Kaido disini.

Luffy menyadari kalau jalanan sudah mulai sepi. Dari tadi dia berjalan sambil menanyakan beberapa pertanyaan kepada para penduduk yang lewat, bertanya mengenai teman-teman, Kaido hingga Wano. Namun mereka semua tidak ada yang tahu bahkan menanggap Luffy sebagai orang aneh. Ini membuat si kapten bajak laut topi jerami kebingungan dengan frustasi.

Dia terus berjalan hingga sampai di wilayah yang sedikit jauh dari kota Kouh yang ramai, dia berada di bagian Kouh yang sepi. Tampak bangunan yang sudah kosong di tinggalkan pemiliknya, bahkan ada banyak sekali sampai bisa di lihat di jalanan ini.

''Tempat ini kotor sekali,'' ucap Luffy melihat kesana kemari.

Saat dia melewati sebuah gudang, [Observasi Haki] miliknya merasakan sesuatu saat dia tidak sengaja mengaktifkan nya.

Luffy merasakan ada kehidupan di dalam gudang itu membuatnya penasaran, dia tidak merasakan satu kehadiran di dalam tapi ada dua kehidupan di dalam sana. Rasa penasaran pun memuncak sehingga dia memutuskan untuk melihat apa yang ada di dalam.

Si kapten membuka pintu gudang itu dengan perlahan berharap kalau seseorang tidak mendengarkan dirinya, walaupun dia sama sekali tidak masalah jika ada orang di dalam sini. Di dalam tampak tidak ada seorangpun membuat Luffy merasa apakah [Haki] nya tadi salah merasakan kehadiran?

Namun saat dia melihat ke atas, dia merasa ada sesuatu yang sangat aneh bergantungan di atas bangunan gudang itu. Luffy melihat ada benda seperti kepompong bergoyang-goyang di atas, seperti ada sesuatu yang hidup di dalam benda itu.

''Hmmm aku tidak menyangka kalau ada manusia akan datang di sarangku,''

Luffy mendengar suara seseorang berbicara, suaranya tampak bergema sedikit membuatnya tampak tidak seperti suara manusia sama sekali. Muncul makhluk besar dari atas si bocah topi jerami dengan secara perlahan, makhluk itu adalah monster laba-laba yang berukuran beratus kali laba-laba biasa.

Laba-laba itu turun sedikit jauh dari Luffy berdiri. Dia menatap Luffy dengan tatapan senang seperti menemukan makanan yang begitu nikmat, air liurnya keluar dari mulutnya yang di penuhi taring-taring miliknya.

Di sisi lain Luffy tampak santai melihat monster laba-laba itu, tidak ada rasa takut dari dalam dirinya namun malah membuatnya merasa ingin bertarung sekarang.

''Siapa kau?''

Laba-laba itu bertanya kepada Luffy, manusia di depannya ini memiliki pakaian yang aneh dari para penduduk yang tinggal disini.

Luffy memakai pakaian kimono merah sama persis di Wano, dia memakai sendal biasa miliknya, dan topi jerami kesayangannya di belakang.

''Aku Monkey D. Luffy, orang yang akan menjadi raja bajak laut...tapi sekarang aku tersesat di tempat ini,'' jawab Luffy yang kata pertamanya tampak ceria.

Monster itu hanya terdiam melihat manusia di depannya mengatakan sesuatu yang tidak dia mengerti. Dari namanya yang aneh hingga menjadi raja bajak laut semua di katakan oleh manusia ini dengan begitu semangat, ada energi aneh yang dipancarkan oleh manusia di depan nya ini.

''Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi aku akan mengisi perutku dengan memakanmu!"

Monster itu langsung saja mencoba menyerang Luffy tanpa memberikannya bereaksi.

Luffy yang sudah melihat serangan maju ke depan itu langsung menghindar dengan lompat ke samping, serangan itu gagal total untuk mengenai dan mencabik-cabik Luffy dengan taring milik monster itu.

''Wah, kau benar-benar ingin melawanku? Baiklah, aku tidak akan segan-segan.'' Luffy langsung memakai posisi bertarungnya.

Monster itu mencoba lagi untuk menyerang dengan cakar dan gigi tajam miliknya, dia sudah tidak sabar untuk menikmati daging manusia di depan nya. Sekali lagi dia mencoba menyerang dengan menggunakan kaki nya yang tajam, dia mencoba mengoyak tubuh Luffy tanpa di sadari kalau mangsanya sedang bersiap-siap untuk menyerang.

Luffy menggenggam tangannya bersiap-siap untuk memukul laba-laba raksasa yang mencoba memakannya, dia sekuat tenaga dia berhasil mengenai wajah laba-laba itu dengan pukulan sekuat tenaga.

Monster itu pun terpental ke belakang dan menabrak gedung bagian belakang hingga jebol, wajahnya tampak mengeluarkan darah yang begitu banyak keluar. Makhluk itu menggeliat kesakitan di tanah sambil memegang wajahnya yang bonyok.

''Wah, aku tidak perlu menggunakan [Armament Haki] milikku. Dia sudah benar-benar kesakitan dengan tinjuku.'' Luffy melihat makhluk itu tampak kesakitan sekali.

Monster itu tampak merasakan pukulan sekuat baja dan itu tidak salah lagi. Pukulan Luffy benar-benar kuat semenjak berlatih di New World, dia terus berlatih hingga fisiknya begitu kuat di bandingkan manusia biasanya.

Laba-laba itu mencoba berdiri untuk melawan Luffy lagi, dia tidak peduli seberapa kuat mangsanya itu namun dia harus segera memakannya. Laba-laba itu sekali lagi mencoba menyerang namun kali ini tampak Luffy malah lebih dulu menyerang setelah dua kali di serang.

''Rasakan ini!'' Luffy menggunakan [Armament Haki] di tangannya dan berhasil memukul monster itu tempat di perutnya hingga terpental kembali.

Monster itu menabrak beberapa benda lagi sehingga membuatnya tambah terluka.

Pukulan kali ini begitu kuat sehingga tampak berbekas di perut laba-laba itu, tanpa di sadari oleh Luffy kalau laba-laba itu sudah tewas. Dia mati telentang dengan kakunya tampak menunjukkan pergerakan lagi.

''Wah dia sudah mati, aku tidak tahu kulitnya begitu lemah sekali.'' Luffy menggaruk belakang kepalanya heran.

Tapi yang pasti dia mengetahui kalau dunia ini hampir sama dengan di dunianya, manusia, kota dan juga monster. Rasa penasarannya semakin kuat setelah melihat kejadian ini dan tambah bingung untuk tinggal dimana sekarang dia.

Saat sedang berpikir, Luffy merasakan ada sumber kehidupan dengan [Observasi Haki] miliknya. Dia melihat ke atas dan melihat ke salah satu kepompong yang tampak baru di buat, dia bergoyang ke sana kemari.

''Hmmm aku merasakan ada sesuatu dengan yang satu itu.'' Luffy langsung meregangkan tangannya untuk menarik kepompong itu.

Luffy berhasil menggapai nya dan kemudian menariknya ke bawah. Luffy menyadari kalau kepompong ini ternyata memiliki ukuran sebesar manusia, ini membuatnya penasaran dan berpikir apakah ada manusia di dalam kepompong ini?

Dia mulai membukanya dengan perlahan-lahan, dia merasakan ada cairan lenket di kepompong itu membuat sang kapten merasakan jijik.

Si bajak laut mulai kaget saat melihat kalau benar ada manusia di dalamnya, manusia adalah seorang wanita yang tampak berumur 18 tahunan atau...kurang. Dia memiliki ciri-ciri berpakaian seragam sekolah, berambut hitam dan tampak bisa di bilang seksi.

''Hmmm kenapa dia berada di kepompong ini?'' Luffy bertanya sambil kembali menggaruk belakang kepalanya.

Luffy bingung untuk melakukan apa, apakah dia harus membangunkannya sekarang atau menunggunya bangun. Tapi dia merasa kalau menunggunya bangun akan sangat lama jadi dia memutuskan untuk membangunkannya.

''Hey...Hey...apakah kau tidak apa-apa?'' Luffy menggoyang tubuh wanita itu secara perlahan, tidak mau membuatnya kaget.

Wanita itu tampak tidak merespon, dia masih tertidur dengan pulasnya. Luffy sekali lagi menggoyang tubuh wanita itu namun kali ini lebih kuat.

''Hey! Apakah kau tidak apa-apa?!'' Luffy kali ini berteriak.

Wanita itu pun tampak akhirnya mulai tersadar dari tidurnya, dia membuka matanya dan mulai membangunkan tubuhnya. Dia mengucek-ngucek matanya agar matanya bisa melihat lebih jelas. Dia menyadar di depan nya ada seorang pria yang memakai pakaian seperti kimono yang berwarna merah, rambut hitam acak, mata berpupil hitam, tampak ada bekas luka di bawah mata kirinya dan ada topi jerami di belakang kepalanya dengan tali di iket di lehernya.

Luffy di sisi lain masih menatap wanita itu yang baru terbangun, dia bisa melihat mata wanita itu berwarna hitam sama dengan dirinya namun memiliki warna sedikit kebiruan.

''Kau sudah sadar, kenapa kau berada di dalam kepompong ini?'' tanya Luffy bertanya kepada wanita itu.

Wanita itu melihat ke arah Luffy dan tampak saja tiba-tiba dia merasa ketakutan.

''Kyaaa!''

Wanita itu berteriak sambil melompat ke belakang kaget melihat Luffy berdiri yang berdiri di depannya, dia merasa entah kenapa ketakutan membuat pria di depannya juga kaget. Dia mundur ke belakang sambil menunjuk ke arah Luffy.

''Kau ini siapa?!'' tanya wanita itu dengan kebingungan dan ketakutan.

Luffy memiringkan kepalanya melihat wanita itu menunjuk dirinya sambil ketakutan, tampak juga tubuhnya bergetar dengan takutnya melihat pria asing tiba-tiba ada di hadapannya.

''Hmmm aku seharusnya menanyakan itu. Kau ini siapa?'' tanya Luffy balik, malah membuat wanita itu malah terbingung sekarang.

Wanita itu mencoba menenangkan dirinya walaupun tubuhnya masih bergetaran, namun pada akhirnya dia tenang juga. Wanita itu menarik nafasnya dan kemudian menatap ke arah Luffy yang masih menatap dirinya.

Dia melihat ke seluruh gudang dan menyadari tempat ini sudah hancur lembur seperti tampak bekas pertarungan, dia menyadari kalau pria di depannya sudah mengalahkan laba-laba raksasa tampak ada di ujung gedung yang tembus.

''Kau sudah mengalahkan monster itu?'' tanya wanita itu dengan terkejut dan kagum.

''Ya, dia mencoba memakan ku jadi aku menghajar nya,'' jawab Luffy dengan santai.

Wanita itu tampak masih menatap ke mayat laba-laba itu yang sebesar bus sekolah, dia tidak menyangka kalau makhluk itu bisa mati oleh pria muda di depannya, walaupun tidak tahu siapa pria muda itu.

Sang wanita kembali menatap ke arah Luffy yang masih melihat dirinya yang dari tadi terdiam, tidak memperkenalkan nama satu sama lain.

''Jadi kau ini siapa?'' tanya Luffy mulai kembali bertanya.

Wanita itu terkejut saat pria itu kembali bertanya, dia membersihkan tonggorokannya agar bisa lancar menjawab.

''Namaku Ayano Himea, aku seorang pelajar di Kouh Akedemi,'' jawab wanita bernama Ayano Himea itu.

Luffy tersenyum setelah mendengar nama wanita asing di depannya, pada akhirnya dia bisa berkenalan dengan salah satu penduduk di kota ini. Dia sudah mencari-cari seseorang yang bisa memberi tahu ada di mana dia sebenarnya, tapi dia tampak bingung saat mendengar sesuatu yang seperti berhubungan dengan tempat ini dari akhir perkataan wanita itu.

''Namaku Monkey D. Luffy, senang berkenalan denganmu.'' Luffy memperkenalkan dirinya juga walaupun dia seharusnya lebih dulu, seperti yang di ajarkan oleh Makino.

Mereka bertatapan satu sama lain tanpa mengatakan sepatah kata apa pun, hingga kemudian ada bunyi suara dari perut Luffy, menandakan kalau dia kelaparan. Luffy memegang perutnya sambil memakai wajah lesu dan kemudian tubuhnya terjatuh ke tanah dengan lemahnya.

Ayano tampak kaget melihat pria di depannya terjatuh disebabkan rasa lapar di perutnya itu.

''Aku lapar sekali... ''

Tidak bisa di percaya. Baru pertama kali Ayano melihat seseorang hampir bisa pingsan karena sebuah kelaparan, dari penampilan pria itu seharusnya dia tidak tampak seperti orang kelaparan.

''Mungkin kau bisa ke rumahku, aku akan memberikanmu makanan sebagai jasa sudah menolongku,'' ucap Ayano memberi rasa terima kasihnya.

Tubuh sang kapten bajak laut langsung berdiri dengan tegaknya setelah mendengar kata 'makanan'. Ada rasa bersemangat dari dalam dirinya.

''Benarkah itu!?'' dia bertanya dengan semangatnya.

Ayano sekali lagi kaget melihat reaksi baru dari pria ini lagi, yang sekarang tampak begitu bersemangat setelah terlihat lesu sekali.

''Y-Ya''

''Baiklah, ayo kita pergi!''

Luffy menarik tanah Ayano dengan begitu cepatnya dan kemudian keluar gedung, meninggalkan mayat laba-laba raksasa di dalam gedung sendirian.

-(Ruangan club sekolah)

Dia sebuah ruangan tampak beberapa orang berkumpul dengan suasana yang lebih serius. Mereka adalah Rias dan para budaknya yang sudah memeriksa taman dan menyadari ada sesuatu yang aneh mulai terjadi di tempat itu.

Ada ciri-ciri masing-masing dari para budak Rias. Yang pertama adalah seorang wanita muda, dia berambut hitam berkepang satu di ikat dengan sebuah pita kuning, tubuhnya menunjukkan lekuk yang sempurna sebagai seorang wanita, begitu juga dengan kecantikan wajahnya. Dia adalah Akeno Himejima.

Kedua adalah seorang pria yang tampan, berambut kuning tersisir dengan rapinya, di kenal sebagai pangeran di Akedemi Kouh oleh para wanita-wanita, tidak peduli entah siapa dia sebenarnya namun para wanita sangat menyukai hingga jatuh cinta dengannya. Dia adalah Yuuto Kiba.

Ketiga adalah seorang gadis kecil yang sedang duduk di sebuah sofa lembut, yang sudah di kenal sebagai Koneko. Sang loli di kenal di seluruh sekolah.

Rias menatap ke arah para budaknya.

''Baiklah, aku akan memberitahu secara ringkas. Ada pertarungan di taman sehingga membuat taman hancur, pertanyaannya adalah siapa dan dengan siapakah mereka bertarung. Aku menyelidiki mungkin salah satunya fraksi malaikat jatuh namun yang satunya aku tidak tahu.'' Rias menjelaskan panjang lebar.

Para budaknya berdiam diri berpikir dengan masalah baru ini.

''Bucho, apa mungkin malaikat surga?'' Akeno memberitahu.

''Itu tidak mungkin, malaikat surga tidak mungkin melakukan hal sembrono dengan masuk ke wilayah Iblis. Kemungkinan besar mereka tidak akan mengurus hal-hal di bumi secara langsung,'' jawab Rias.

Akeno mengangguk mengerti.

Mereka semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

''Apa mungkin ada pihak yang tidak kita ketahui?'' kata Kiba.

Rias merasa kalau perkataan dari [Knight] nya mungkin saja benar, ada pihak lain yang tiba-tiba muncul di kota ini entah dari fraksi mana, namun Rias merasa dia dan kelompoknya harus berhati-hati mulai sekarang.

''Kau mungkin saja benar dan kita harus berhati-hati mulai dari sekarang.''

''H'i!'' seru mereka semua minus Koneko yang masih memakan cemilannya yang ada di atas meja.

-Bersambung