Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi.
Warning :Non Canon, typo dan lain-lain.
Sekolah dan Malaikat Jatuh.
-Rumah Ayano.
Luffy terbangun dari tidurnya. Ini sudah dua hari dia berada di dunia ini, dan masih tidak tahu bagaimana caranya kembali ke dunia nya. Tapi untungnya dia bisa bertahan di dunia ini walaupun sendirian, berkat ada seseorang yang membantunya.
Sang kapten menguap cukup lebar. Tubuhnya barusan mengisi tenaga walaupun harus terbangun pagi-pagi, dia sudah tidak bebas lagi karena Ayano menyuruhnya harus bangun pagi. Itu membuatnya kesal namun dia tetap harus bangun pagi, apa pun yang terjadi.
Luffy berdiri dan mulai mencoba merapikan tempat tidurnya. Hah? Merapikan tempat tidur? Yup. Ayano cukup keras kepada dirinya hingga menyuruhnya juga untuk merapikan tempat tidur setelah terbangun. Setelah selesai sang kapten menuju ke ruang bawah untuk segera sarapan, hari ini adalah sarapan keduanya di dunia ini.
Di bawah terlihat ada Ayano yang sedang mencuci piring.
"Oh Luffy-san. Aku tidak tahu kau sudah bangun pagi ini, sudah ada kemajuan ternyata," Ayano berkata sedikit senang.
"Bukankah kau menyuruhku untuk bangun pagi? Dan kenapa kau menyuruhku bangun pagi?" Luffy mengambil kursinya dan langsung duduk.
"Hmm aku berpikir-pikir untuk mendaftarkanmu ke akademi Kouh," kata Ayano. Sambil menyediakan sarapan pagi.
Luffy terdiam sementara mendengar perkataan Ayano tadi. Pikirannya cukup terkejut mengetahui Ayano akan mendaftarkan dirinya ke tempat itu, yang dinamakan sekolah. Jujur Luffy merasa tertarik dengan tempat bernama sekolah itu, tertarik dengan orang-orang di tempat itu. Ada sesuatu yang membuat si bocah topi jerami tertarik.
"Jadi bagaimana?" Ayano masih menunggu jawaban bajak laut di depannya.
"Hmmm aku rasa itu bagus. Aku tertarik dengan tempat itu dan ada sesuatu yang membuatku tertarik." Luffy memegang dagunya.
"Hmm? Apa itu?"
"Kau pasti tidak akan mengerti. Pokoknya jika aku jelaskan maka akan sangat ribet." si bocah karet menggaruk belakang kepalanya, sambil tersenyum.
Ayano hanya bisa terbingung dengan perkataannya tadi. Gadis itu tidak mengerti sedikitpun perkataan Luffy tadi.
"Aku tidak mengerti tapi karena kau mengatakan mau, maka aku akan mendaftarkanmu," ucap Ayano.
Mereka pun mulai memakan sarapan mereka. Seperti biasa Luffy makan dengan caranya namun lebih terkendali, karena dia tidak mau di pukul oleh Ayano lagi. Suasana sarapan ini begitu damai tanpa ada yang mengganggu mereka, hingga akhirnya perut mereka penuh terisi oleh makanan.
Terutama Luffy yang memegang perutnya yang cukup besar.
"Setelah ini tolong jaga rumah dulu. Aku akan sekolah dan berharap saja sekolah masih menerima murid baru." Ayano berkata di isi dengan rasa motivasi.
Gadis muda itu mulai mengambil semua perlengkapan sekolahnya dan langsung menuju ke pintu keluar. Dia memakai sepatunya dan akhirnya siap untuk berangkat namun dia pamit terlebih dahulu kepada Luffy.
"Aku pergi. Tolong jaga rumah, Luffy-san."
Luffy tersenyum mengerti kepada Ayano. Sang pemilik rumah pun pergi ke sekolah, meninggalkan Luffy di rumah sendiri. Apakah buruk meninggalkan Luffy sendirian di rumah? Mungkin saja, jika Luffy adalah orang yang patuh dan tidak membuat masalah. Dan sekarang Luffy tidak terlalu gegabah melakukan sesuatu karena dia berada di dunia lain.
Sekarang, Luffy bingung untuk melakukan sesuatu. Dia berpikir untuk jalan-jalan ke kota untuk melihat-lihat seluruh budaya penduduk di dunia ini.
"Aku rasa aku akan jalan-jalan dulu. Hanya untuk melihat-lihat seperti apa dunia ini," kata Luffy yang kemudian ke pintu keluar. Tak lupa untuk menutup pintu dengan rapat, namun tidak dikunci. Karena sangat jarang terjadi pencurian di negara ini.
Dia pun memulai perjalanannya mengelilingi kota Kouh.
Di tengah-tengah kerumunan orang, ada seorang bocah tampak kagum melihat pemandangan di depannya. Matanya terbuka lebar melihat ada bangunan yang begitu besar dan tinggi menjulang ke atas. Orang-orang begitu ramai di sekelilingnya membuatnya begitu kagum dengan keramaian ini. Bocah itu adalah Luffy.
Dia masih berdiam diri kagum dengan semua ini.
"Aku tidak pernah melihat bangunan ini, mereka semua begitu besar dan tinggi." Luffy masih terkagum-kagum.
Hingga Luffy pun memutuskan untuk jalan-jalan untuk melihat lebih jelas lagi kota ini. Banyak sekali sesuatu yang tidak dia ketahui di dunia ini, begitu banyak hingga dia harus memprosesnya begitu lama. Terkadang Luffy berdiri di toko televisi melihat benda itu menyiarkan siaran, masuk ke dalam pusat perbelanjaan, lalu ke tempat bermain dan ke tempat-tempat yang belum dia lihat. Hingga dia pun puas berjalan kesana kemari.
Si bocah topi jerami sekarang sedang duduk di bangku taman, tempat dia bertarung dengan makhluk bernama malaikat jatuh, namun sekarang tidak ada tanda-tanda keberadaannya sekarang. Di tambah lagi, dia heran melihat taman ini tidak terlihat ada kerusakan apa pun. Tidak ada pohon yang roboh, bekas pukulan ataupun benda cahaya yang ingin menebasnya. Ini benar-benar membuatnya bingung. Sekarang sang kapten hanya berdiam diri menatap orang-orang yang lewat, dengan wajah terheran-heran.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Aku tidak melihat teman-temanku ataupun para Law dan si Kid itu. Sebenarnya ada dimana mereka semua? Apakah mereka tidak ikut denganku ke dunia ini?" Luffy memejamkan matanya sambil berpikir dengan ucapannya tadi. Tetapi tetap saja otaknya yang dangkal tidak cocok untuk berpikir.
Semua ini terjadi begitu tiba-tiba hingga Luffy benar-benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Luffy tidak menyadari kalau hari sudah mulai menjelang sore dan kerumunan mulai sepi.
"Aku rasa aku harus pulang. Mungkin Ayano sudah pulang juga," kata Luffy merasa tidak sabar untuk segera pulang dan memakan lagi masakan di buat oleh Ayano.
Dia berdiri dari kursinya dan berjalan kembali pulang.
Dia memiliki perasaan aneh dengan apa yang terjadi.
-Kembali ke rumah Ayano.
Ayano pulang sekolah. Gadis muda itu tampak kelelahan dan ada keringat mengalir di seluruh tubuhnya. Sekolah Kouh memang bisa membuat para muridnya kehabisan tenaga karena aktivitas sekolah itu yang begitu aktif untuk para muridnya. Termasuk Ayano yang sekarang kelelahan.
Dia membuka pintu yang tentu saja tidak dikunci, karena kuncinya ada dengannya.
"Luffy-san aku pulang!" seru Ayano mencoba memanggil bocah topi jerami itu.
Namun tidak ada jawaban balasan yang terdengar oleh Ayano. Yang ada hanyalah suara butiran air jatuh dari keran di dapur. Ini membuat gadis ini terbingung.
"Apakah dia sedang keluar?" tanya-tanya Ayano, "Ya sudahlah, dia juga butuh hiburan. Sekarang aku harus mandi, tubuhku bau sekali." Ayano langsung menaruh semua perlengkapan sekolahnya dan menuju ke kamar mandi.
Di kamar mandi dia langsung membuka semua pakaiannya dan dia pun berendam di air panas. Gadis muda itu merasakan rasa segar mengalir di seluruh tubuhnya saat berendan di air, sungguh lega yang di rasakan oleh gadis muda itu. Ayano tampak terbengong sedang memikirkan sesuatu di dalam pikirannya.
"Sangat beruntung aku berhasil mendaftarkan Luffy-san ke akademi. Biasanya pendaftaran masuk begitu ketat, dari di lihat asal usul sang murid sampai kewarnegaraannya. Untungnya aku bisa walaupun aku harus merekayasa asal-usul Luffy-san." Ayano tampak menghela nafasnya. Dia tidak berniat berbohong tapi hanya ingin membantu Luffy di kota ini.
Beberapa menit terlewat, Ayano akhirnya selesai berendam. Ayano berdiri dan kemudian mandi dengan seperti biasa dan tentu bersih. Dia keluar dengan handuk menutupi tubuhnya, namun sebenarnya dia jarang memakai handuk untuk menuju kamarnya.
Ayano langsung memakai pakaian biasanya.
"Aku rasa aku harus menyiapkan makan sore. Luffy-san sebentar lagi akan pulang dan pasti dia begitu lapar." duga-duga Ayano.
Tanpa menunggu-nunggu lagi, dia langsung menuju ke dapur dan mulai memasak. Gadis muda itu memang bisa memasak dengan handal walaupun umurnya masih muda, dan semua masakannya selalu menciptakan rasa lezat. Entah dimana dia belajar memasak.
Piring-piring penuh makanan mulai disediakan di atas meja, yang tampak begitu banyak sekali. Dan bagaimana dia bisa membeli semua bahan makanan itu? Di tambah lagi uang dari mana untuk bisa membeli semuanya?
Hingga sekarang Ayano masih begitu misteri.
Semua masakan pun selesai disediakan dengan gaya berkelas di atas meja. Senyuman bangga terlihat di bibir Ayano, seperti bangga dengan melihat semua hasil masakannya.
Beberapa menit kemudian terdengar suara pintu terbuka dan sepertinya Ayano siapa yang masuk, dan terdengar suara langkah cepat menuju ke arahnya.
"Makanan!"
Yup, terlihat seorang bocah topi jerami tiba-tiba saja muncul. Dan dia melihat ke arah semua makanan yang ada di atas meja, dengan air liur berjatuhan dari mulutnya. Sang kapten terlihat begitu bahagia sekali, seperti sedang melihat sesuatu di hidupnya yang membuatnya bahagia.
"Selamat datang, Luffy-san," sapa hangat Ayano.
Pada akhirnya mereka bisa makan dengan damai, seperti biasanya. Mereka terlihat sudah seperti sebuah keluarga walaupun di ketahui Luffy baru dua hari disini. Namun mereka sudah seperti sebuah keluarga yang begitu damai dan hangat. Semua masakan Ayano sudah habis di makan oleh mereka berdua, tapi sebenarnya Luffy lah paling banyak memakannya.
Sekali lagi Luffy bisa merasakan kenyang dan lega.
"Kenyangnya~" ucap sang kapten.
"Oh aku lupa. Aku berhasil mendaftarkanmu ke akademi Kouh, jadi Luffy-san bisa bersekolah disana besok." Ayano lalu merogoh tasnya seperti sedang mengeluarkan sesuatu. "Tada~ ini adalah seragam mu, Luffy-san," dan tiba-tiba dia mengeluarkan pakaian.
Luffy lalu mulai mencoba seragan miliknya. Dia merasa agak terganggu dengan jeansnya, karena dia sangat jarang memakai jeans panjang. Dia selalu memakai jeans pendek tidak peduli dimana pun dan kapanpun. Tapi dia berusaha terbiasa memakai itu.
"Wah, itu cocok untukmu, Luffy-san," puji Ayano dengan terlihat bersungguh-sungguh.
Orang yang dilihat hanya tersenyum saja. Pakaian yang dia pakai ternyata tidak terlalu kebesaran atau kekecilan, bisa di bilang pas untuk tubuh Luffy.
"Aku rasa seragam ini cukup bagus."
"Benarkan? Sekarang kau akan memakai seragam itu setiap pergi ke sekolah," ucap Ayano.
Luffy terus memerhatikan dirinya, hingga dia bercermin di kaca, menilai penampilannya lebih jelas. Dugaannya ternyata benar, dia cukup cocok memakai pakaian ini, walaupun dia tidak terlalu pandai menilai penampilan seseorang ataupun dirinya sendiri.
"Aku juga membelikanmu perlatan sekolah. Besok kau hanya harus pergi ke sekolah," ucap Ayano.
"Terima kasih Ayano, aku tidak menyangka kau bahkan membelikan peralatannya." Luffy berterima kasih, dengan begitu tulusnya.
"Baiklah, saatnya kita tidur untuk besok."
Luffy hanya mengangguk mengerti.
-(esoknya)
Mereka berjalan menuju ke akademi Kouh. Luffy yang di sebelah Ayano tampak sedikit resah dengan jeans panjangnya, ternyata agak mengganggunya saat berjalan, tapi dia berusaha untuk terbiasa. Wanita yang di sebelahnya hanya tersenyun memerhatikan si bicah topi jerami.
Luffy tentu saja masih memakai topi jeraminya yang sudah sebaga benda ikonik baginya. Orang-orang selalu mengatakan dia sangat cocok memakai topi jerami itu.
"Baiklah. Kita audah sampai, Luffy-san," ucap Ayano.
Mereka akhirnya sampai di akademi Kouh yang sudah begitu ramai oleh para murid-murid. Tidak heran sekolah ini memiliki murid yang sangat banyak bagi sekolah yang begitu terkenal, bahkan orang-orang biasa akan berpikiran dua kali kenapa mereka bisa masuk ke sini. Mereka semua melakukan aktivitas masing-masing tanpa memperdulikan Luffy yang sebagai murid baru.
"Setelah ini kau bisa menuju ke kelasmu sendiri, Luffy-san. Kelasmu berada di lantai tiga, nomor kelasmu X-5. Jangan sampai terlambat masuk ke dalam kelasmu!" Ayano berlari ke depan setelah ada seseorang memanggilnya, yang sepertinya adalah temannya.
Sang kapten sekarang kebingungan sekarang, dia hanya bisa berdiam diri melihat murid lain, hingga dia melihat seseorang. Luffy lalu berjalan menghampiri orang itu, yang sepertinya dia kenal.
"Hey! Bukankah kau yang mengantarku saat itu?"
Pria yang di panggil Luffy berbalik melihat siapa yang memanggilnya. Dia adalah Hyoudou Issei.
"Hmm? Oh kau rupanya." Issei mengingat Luffy.
"Siapa dia?"
"Temanmu?"
Dua orang di sebelah Issei tampak keheranan melihat si bocah topi jerami. Mereka adalah Matsuda dan Motohama yang di kenal sebagai trio mesum bersama Issei. Matsuda memiliki kepala botak dan Motohama memakai kacamata, mereka menatap Luffy dengan mata menyelidiki.
"Dia orang yang aku antar kesini saat itu." Issei menjelaskan.
"Namaku Monkey D. Luffy." sang kapten pun memperkenalkan dirinya.
Mereka bertiga terdiam mendengar nama Luffy tadi. Mereka tampak keheranan yang kali ini bersama Issei, tentang nama Luffy. Tentu saja nama Luffy di dunia ini akan terlihat aneh, jika dia menyebutkan nama keluarganya
"Monkey? Kau memiliki nama yang aneh," ucap Matsuda keheranan.
"Benar. Apakah kau berasal dari Eropa?" tanya Motohama.
"Tentu saja bodoh, dari namanya sudah terlihat memakai bahasa inggris." jawab Issei dari pertanyaan Motohama tadi.
Luffy terdiam melihat mereka semua keheranan dengan namanya, padahal namanya tidak terlalu aneh saat di dunianya. Dan mereka juga tidak memperkenalkan nama mereka.
"Nama kalian?" tanya Luffy.
"Oh maaf aku lupa. Namaku Hyoudou Issei."
"Aku Matsuda."
"Sedangkan aku Motohama."
Mereka bertiga memperkenalkan diri mereka masing-masing, membuat Luffy mengangguk mengerti. Mereka adalah teman-teman barunya setelah memperkenalkan diri mereka kepada dirinya. Luffy merasa senang memiliki teman baru di dunia ini.
Beberapa saat kemudian bel tanda masuk pun berbunyi, menyuruh para murid untuk segera ke dalam kelas, untuk memulai jam pelajaran. Luffy yang sebagai murid baru terbingung melihat para murid lain tergesa-gesa menuju ke dalam bangunan sekola, hingga dia pun juga mempercepat geraknya.
Luffy berjalan di dalam bangunan sekolah dengan kebingungan, dia mencoba untuk naik ke lantai tiga dengan menggunakan tangga. Saat ingin naik, Luffy melihat ada seorang gadis yang sedang menuruni tangga dan berhenti sementara di setengah tangga, saat melihat sang kapten. Wanita itu begitu cantik, dengan rambut hitam bergaya ponytail dan tinggi bisa di tebak 168 cm dan bisa di bilang memiliki tubuh yang bagus.
Di sisi sang kapten. Luffy juga berhenti sebentar melihat gadis itu menatapnya entah kenapa, tatapan wanita itu seperi sedang menyelidiki dirinya.
"Hmm? Apakah kau murid baru?" tanya gadis itu dengan terlihat menyelidiki sekali.
"Benar, namaku Monkey D. Luffy, aku sedang menuju ke kelasku," jawab Luffy yang memberi tahu namanya langsung.
Respon pertama kali di buat oleh wanita itu adalah bingung dan heran. Dia terlihat heran mendengar nama sang kapten yang jelas-jelas aneh didengar. Nama lengkap Luffy akan menjadi nama paling aneh di dunia ini.
"Hey apakah kau tahu kelas F-5?" Luffy bertanya dengan sopannya.
Wanita itu berdiam sementara hingga dia pun menjawab, "Ya aku tahu, itu ada di lantai tiga di ujung lorong sebelah kanan." dia menjawab dengan senyuman lembut di bibirnya.
"Oh terima kasih, kalau begitu aku permisi." Luffy melewati gadis itu saat menaiki tangga. Entah kenapa Luffy merasakan ada yang aneh dengan gadis asing itu, tapi tidak tahu apa. Dan gadis itu berjalan pergi juga.
Si bocah topi jerami mengikuti petunjuk dari gadis itu tadi dan akhirnya menemukan kelas paling ujung lantai ini. Dia tidak bisa membaca hingga tidak tahu apakah memang ini kelas F-5 atau tidak, Luffy hanya mengikuti apa yang di katakan oleh gadis tadi dan berharap kalau ini adalah kelas tujuannya.
Luffy mengentuk pintu kelas berjumlah tiga kali, mencoba memanggil seseorang yang ada di dalam. Dan akhirnya pintu pun terbuka menunjukkan wanita dewasa yang memakai kacamata, yang pastinya guru di kelas ini.
"Ya, bisa aku bantu?" tanya guru itu.
"Apakah benar ini kelas F-5?" sang kapten membalas dengan pertanyaan juga.
"Benar, ini adalah kelas F-5. Apakah kau murid baru yang diberitahu kepela sekolah?" lagi-lagi di balas dengan pertanyaan.
"Ya benar, aku adalah orangnya," jawab Luffy setelah dari tadi mereka terus bertanya.
"Oh kalau begitu silahkan masuk." sang guru mempersilahkan Luffy masuk.
Di dalam kelas begitu banyak sekali para murid lebih banyak dari yang diperkirakan oleh Luffy. Bahkan di kelas ini masih terlihat lebih banyak murid perempuan dari pada murid pria, sudah di duga bagi sekolah yang dulunya untuk perempuan. Mereka tampak berbicara satu sama lain tidak memperdulikan Luffy ada disini.
"Tolong jangan berisik. Ada murid baru yang akan memperkenalkan dirinya, jadi tolong dengarkan," perintah sang guru.
Semua murid terdiam setelah mendengarkan perintah guru. Hingga Luffy pun mulai memperkenalkan dirinya.
"Namaku Monkey D. Luffy! Aku suka makanan terutama daging dan juga petualangan!" Luffy memperkenalkan dengan begitu bersemangat, seperti biasanya kepada orang-orang.
Beberapa saat setelah Luffy memperkenalkan diri, mereka langsung berbisik satu sama lain tentang sang kapten. Tidak terdengar jelas bisikan mereka karena begitu banyaknya bisikan-bisikan beberapa orang lainnya. Entah apa yang mereka bisikkan, apakah tentang nama Luffy? Sifat on going nya? Atau penampilannya? Yang pasti mereka berbisik tentang Luffy.
Sang guru memukul meja menyuruh mereka semua untuk diam.
"Diam semuanya." guru itu lalu melihat ke arah Luffy. "Kau akan duduk di sebelah Gremory-san. Gremory-san tolong angkat tangannya!" seru sang guru.
Orang yang di suruh mengangkat tangannya seperti yang di perintahkan. Seorang gadis berambut merah yang cantik dan terlihat bukan murid biasa.
Luffy langsung menuju ke tempatnya, di sebelah gadis berambut merah yang disebutkan tadi. Memang benar wanita itu begitu cantik, bahkan kecantikannya bisa setara teman-teman gadis yang ada di dunianya atau mengkin juga melebihi mereka, tergantung selera pria.
Sang kapten langsung duduk di tempatnya setelah melihat gadis tadi sebentar.
"Baiklah kita akan memulai jam pelajaran ini!" seru sang guru.
Jam pelajaran pun di mulai dan menyuruh para murid siap-siap untuk mengasah otak mereka, namun sepertinya tempat ini sama sekali bukan tempat yang tepat bagi Luffy sendiri, dan mungkin dia akan menyesal.
Jam pelajaran sudah mulai selama tiga puluh menit yang lalu. Luffy hanya yang ada disitu yang dari tadi terdiam, dia terdiam dari tadi sambil melihat ke depan. Itu masuk akal karena dia adalah Monkey D. Luffy, seseorang sangat jarang menggunakan otaknya kecuali saat untuk bertarung, dan bertarung adalah kelebihan Luffy sejak kecil. Sang kapten merasakan otaknya terbeku saat memproses apa yang di katakan oleh sang guru di depan, yang berbicara dengan sedikit bahasa aneh.
Gadis berambut merah di sebelahnya melihat dirinya. Wajah gadis itu kebingungan melihat murid baru itu dari tadi hanya terdiam tanpa menulis apa pun. Pria tadi bersifat normal saja saat membuka buku dan memegang pulpen, tapi setelah beberapa detik melihat ke depan tiba-tiba saja murid baru itu terdiam.
Beberapa puluh menit berlalu lagi dan suasan tidak berubah. Luffy masih terdiam tanpa menulis apa pun, hingga bunyi bel pun terdengar. Memberitahukan para murid untuk menghentikan belajar mereka, karena ini sudah masuk jam istirahat setelah otak mereka berfungsi secara penuh tadi.
"Baiklah, sekarang jam istirahat. Silahkan beristirahat sepuas kalian!" seru sang guru mencoba membuat suaranya terdengar ke seluruh kelas.
Sang guru pun pergi dan para murid mulai ada yang keluar dari kelas, sebagiannya ada yang berbicara satu sama lain di kelas.
Entah apa yang terjadi tapi Luffy merasa lega setelah mendengar penjelasan guru tadi tidak dia mengerti sama sekali. Dia menyimpan buku dan pulpen ke dalam tasnya, dan segera ingin keluar kelas. Saat berjalan keluar kelas, sang kapten menyadari di sampingnya ada gadis tadi yang berjalan bersamanya, secara kebetulan. Gadis itu tampak berjalan tanpa menyapa sang kapten yang ada di sebelahnya.
Mereka berdua berpisah setelah keluar pintu kelas.
"Aneh, gadis itu dari tadi diam saja. Aku merasa ingin menyapanya tapi wajahnya begitu datar sekali," ucap Luffy dengan terheran-heran melihat Gremory itu.
-Ruang club ORC.
Di sebuah club. Ada beberapa orang yang berada di dalam, tetapi kebanyakan bergenre wanita, ada empat genre wanita dan satu bergenre pria. Ada satu wanita yang sedang meminum teh dengan santainya, dia berkacamata dan tentunya semua orang di club itu tahu dia. Dia ada Sona yang sepertinya ada kemauan kenapa dia ada disini.
Di sebelahnya ada wakilnya yang selalu mengikutinya, yang tidak lain adalah Tsubaki yang sedang berdiri di sebelah kaicho nya. Dia selalu mengikuti Sona entah kemana pun tanpa ada sedikit rasa mengeluh. Itu sudah menjadi tugasnya sebagai wakil OSIS dan [Queen] Sona.
Sedangkan di kelompok Gremory, ada Akeno yang telah memberikan teh kepada Sona tadi, Koneko yang sedang duduk di sofa dengan santai dan Kiba yang berdiri di sebelah Akeno. Mereka melayani Sona hingga bucho mereka yaitu Rias Gremory datang, yang di tunggu oleh Sona dari tadi.
"Apakah kalian sudah mendengar cerita ada anak baru?" Sona akhirnya bertanya untuk memulai pembicaraan.
"Ya aku dengar," jawab Akeno.
"Aku juga." Kiba ikutan.
Koneko hanya berdiam diri, tidak menjawab pertanyaan Sona tadi. Yang bertanya tadi tentu sudah tahu bagaimana sifat Koneko jadi Sona hanya membiarkannya.
"Cukup menarik mengetahui ada murid baru setelah beberapa lama tidak ada yang berhasil masuk ke sekolah ini. Bagaimana menurut kalian?" Sona bertanya lagi.
"Aku rasa itu baik-baik saja," jawab Akeno.
"Apakah kau mencurigai sesuatu, Kaicho?" tanya Kiba penasaran.
"Ya seperti itulah. Apakah kalian sudah melihat anak barunya?"
Kelompok Gremory tampak berpikir dengan keras, kecuali Koneko yang masih menikmati memakan cemilan miliknya. Kiba tampak tidak tahu karena dia belum pernah bertemu sama sekali, sedangkan Akeno sepertinya mengingat sesuatu tentang anak baru itu.
"Aku bertemu dengannya di lorong sekolah. Dia berciri-ciri berambut hitam, pupil matanya berwarna hitam, memiliki bekas luka di bawah mata kanannya, tingginya seperti sama dengan bucho dan uniknya dia memakai topi jerami." Akeno menjelaskan dengan cukup lengkap.
Sona tampak terkejut setelah mendengarkan penjelasan Akeno tadi. Dia pun berbatin, "Topi jerami? Apakah orang semalam yang datang ke sekolah ini? Tapi apakah orang itu bisa masuk ke akademi ini? Sungguh mengejutkan." Sona tampak benar-benar terkejut sekali.
"Kaicho? Apakah kau mengenalnya?" tanya Kiba.
"Ya, aku bertemu dengannya semalam saat dia ingin bertemu dengan Ayano Himea," jawab Sona.
"Ayano Himea? Apakah dia memiliki hubungan dengan pria itu?" Akeno bertanya-tanya dengan begitu penasaran.
"Entahlah, mungkin saja mereka bersaudara," jawab Sona dengan menduga-duga.
Kelompok Gremory juga penasaran dengan hubungan mereka juga. Seorang gadis yang terkenal baik dan rajin dengan seorang pria aneh yang memakai topi jerami. Ayano memang begitu terkenal, bahkan seseorang akan bertanya-tanya siapa saja yang dekat dengannya, dan uniknya Ayano adalah tipe penyendiri.
Sona selalu menyelidiki semua murid yang berprestasi seperti Ayano. Jadi tidak heran kalau dia tahu semua sifat-sifat murid yang dia kenal. Tidak bisa di remehkan, itulah Sona. Bahkan Rias tahu itu, wanita berambut merah itu selalu khawatir kalau bertanding Rating Game saat melawan Sona, yang bisa saja mengalahkan dirinya dengan strategi mutlak tanpa di sadari oleh Rias.
Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Semua orang melihat ke arah pintu, yang membuka adalah Rias Gremory, setelah kelasnya selesai melakukan jam pelajaran.
"Oh akhirnya kau datang. Aku sudah menunggumu," ucap Sona melihat Rias.
"Hmm? Sona?" Rias penasaran dengan kedatangan Sona di clubnya. Dia langsung duduk di sofa di depan Sona, agar mereka bisa berbicara saling berhadapan.
"Jadi kau sudah bertemu murid baru itu?" tanya Sona.
"Yup, dia adalah orang yang aku dan Akeno temui semalam," jawab Rias.
"Jadi itu benar... " Sona kaget mengetahui kalau orang itu bisa masuk ke dalam akademi ini. Ini begitu sulit di percaya baginya.
"Jadi kenapa kau kesini?" Rias masih bertanya-tanya dengan penasaran.
"Oh ini tentang sesuatu yang penting."
Mereka kemudian berbicara satu sama lain. Membicarakan sesuatu yang tampak begitu penting sekali.
-Kantin.
Suasana kantin begitu berisik sekali. Suasana yang harusnya damai menjadi begitu meriah, bahkan sangat meriah seperti ada kejadian yang begitu heboh di kantin. Penyebabnya adalah seorang bocah yang memakai topi jerami, yang sedang berlari dengan begitu cepatnya. Di belakangnya ada beberapa orang mengejar dirinya.
Luffy tentu saja di kejar karena dia mengambil begitu banyak sekali makanan dari kantin. Tentu saja orang lain akan protes dan mencoba menangkapnya.
"Hey kembali!"
"Berhenti!"
Seruan terdengar menyuruh Luffy untuk berhenti. Mana mungkin sang kapten akan berhenti dan membiarkan dirinya tertangkap.
Dia melihat ada sebuah lorongan yang kosong, dan sang kapten mendapatkan ide. Dengan cepat Luffy masuk dan menutup pintu, berharap tidak ada yang melihatnya masuk ke ruangan ini. Terdengar suara berisik dari luar, yaitu suara kesal orang-orang yang mengejar Luffy tadi. Kesal karena kehilangan jejak.
Terdengar suara kaki mereka menjauh, mengartikan mereka sudah pergi untuk mencari lagi atau sudah menyerah.
Luffy membuka pintu dengan perlahan-lahan, tidak mau orang lain mendengar suara pintu terbuka. Dia menatap situasinya yang ternyata sudah cukup aman.
"Akhirnya!" Luffy mengeluarkan sesuatu dari kantung celana dan di dalam bajunya. Muncul makanan-makanan yang Luffy ambil dari kantin tadi.
"Akhirnya aku bisa makan dengan santai." dia memakan makanannya sambil berjalan santai.
Luffy tidak tahu kenapa tapi makanan di dunia ini ternyata begitu enak, cukup berbeda dari makanan di dunianya. Makanan di dunia ini begitu beraneka sehingga sang kapten merasa betah dengan dunia ini, dan mungkin dia bisa tinggal lebih lama.
"Oh ternyata kau yang membuat keributan tadi?"
Luffy terkejut ada suara di belakang dirinya. Dia berbalik dengan cepat dan melihat siapa yang berbicara. Dia melihat seorang wanita sedikit pendek darinya, dia memakai kacamata dan Luffy tahu siapa wanita ini.
"Kau kan?... " Luffy menunjuk wanita itu.
Luffy mengingat wanita ini saat pertama kali masuk ke sekolah ini, bersama Sona. Wanita ini menurutnya wanita yang sangat aneh, salah satu yang aneh dari semua wanita yang dia temui, dari dunianya maupun disini. Wanita itu tampak tipe pendiam, serius, memiliki kesan seram dan Luffy bisa merasakan sesuatu di dalam dirinya. Tapi sang kapten tidak tahu apa itu.
Dia juga memiliki rambut yang begitu panjang. Dia adalah Tsubaki Shinra.
"K-kenapa kau disini?"
"Hmm? Tentu saja mencoba menangkapmu, karena sudah mencuri makanan," jawab Tsubaki.
Luffy berkeringat deras mendengarnya, tubuhnya tiba-tiba saja menjadi kaku.
"Hmmm aku tidak mengerti maksudmu." Luffy bersiul ke arah samping, berpura-pura tidak bersalah.
Tsubaki menatap Luffy dengan menyelidiki, seharusnya itu tidak perlu sama sekali karena si bocah topi jerami itu mudah di tebak.
"Aku di suruh oleh kaicho untuk menyelidiki kenapa kantin bisa begitu berisik. Ternyata kau biang keroknya, sebenarnya aku tidak terkejut saat pertama kali bertemu denganmu," kata Tsubaki dengan wajah mencoba menekan Luffy.
Luffy di sisi lain merasakan tekanan itu. Di tambah dia tidak mau kalau Ayano mengetahui hal ini, bisa-bisa dia tidak akan memasak makanan lagi kepadanya.
"Kumohon, jangan bilang ini kepada Ayano." Luffy kali ini memohon.
Tsubaki heran mendengarnya. Apakah dia takut? Takut kalau Ayano marah kepada dirinya? Atau ada yang lain?
Tsubaki benar-benar penasaran. Namun sekarang dia harus menghukum orang seperti Luffy, karena itu adalah tugasnya.
"Baiklah, tapi kau harus di hukum. Kau akan membersihkan seluruh toilet di sekolah ini sebagai hukumanmu. Aku akan bilang kepada Himea-san kalau kau sedang diperkerjakan oleh OSIS," jawab Tsubski.
Luffy tentu saja akan menolak itu. Pekerjaan itu jelas sangat membosankan, dan juga membuatnya lelah. Dia hanya mau langsung pulang dan makan bersama dengan Ayano hingga kenyang, dan pada akhirnya bisa tidur. Tapi itu tidak akan terjadi sekarang.
"Baiklah," jawab Luffy, menerima itu semua.
Tsubaki tersenyum dan berkata, "Bagus, walaupun kau orang aneh, tapi kau ternyata bertanggung jawab."
Luffy hanya cemberut mendengar perkataan Tsubaki.
Dan pada akhirnya dia harus di hukum.
-(malam).
Malam akhirnya datang. Namun masih ada seseorang di sekolah, yang sedang membersihkan toilet. Wajahnya tampak sudah kelelahan sekali, dan seluruh tubuhnya merasakan pegal. Ini hukuman terlalu berat untuk dirinya.
Luffy merasakan kalau sedikit lagi dia akan selesai. Dia hanya perlu membersihkan beberapa lagi, dan dia pun bisa pulang ke rumah dengan damai.
Beberapa saat telah berlalu. Luffy akhirnya selesai melakukan pekerjaannya.
"Baiklah sekarang tinggal pulang." Luffy keluar dari kamar mandi dan tak lupa menutup pintu keluar.
Dia berjalan menyelusuri sekolah yang sudah kosong, tentu saja sekolah kosong karena hari sudah malam. Sekarang disinilah Luffy yang berjalan pulang dengan santai tapi rasa takut di malam hari ini, walaupun dia berjalan sendirian. Badannya memang sudah kelelahan, di tambah rasa mengantuk yang begitu terasa, rasanya dia ingin langsung tertidur.
Dia merasa di dunia ini tidak terlalu buruk juga. Memiliki teman-teman baru, sesuatu yang baru dan tempat ini begitu sangat menarik mengetahui kalau ada sesuatu yang tidak di ketahui oleh Luffy, dan itulah kenapa dia suka untuk berpetualang karena itu sangat menyenangkan. Sayangnya dia kali ini dia harus sendirian tanpa ada teman-temannya, jika ada mungkin ini akan tambah sangat menyenangkan.
Pikirannya tiba-tiba berhenti setelah dirinya merasakan sesuatu yang begitu terasa, sesuatu yang sangat aneh. Sang kapten melihat ke arah kanan di mana itu adalah taman, tempat yang sama dia bertemu makhluk bernama malaikat jatuh.
''Aneh sekali, energi ini sama yang kurasakan saat itu. Apakah orang itu kembali lagi?'' Sang kapten langsung berlari menuju ke taman dengan rasa penasaran sekali di wajahnya.
Luffy sampai di taman dan menyadari ada yang salah disini. Dia melihat seperti dua orang di depannya yang sepertinya ada yang tidak beres. Rasa penasaran membuatnya harus berjalan lebih dekat secara perlahan, berharap dua orang di depannya tidak menyadari dirinya. Hingga akhirnya Luffy bisa melihat lebih jelas dan membuat dirinya kaget.
Bagaimana tidak? Di depan nya ada seorang wanita yang memakai pakaian begitu terbuka, sangat benar-benar terbuka hingga menunjukkan kulitnya kepada siapa pun. Pakaiannya serba hitam dan terlihat di belakangnya ada sepasang sayap berwarna hitam. Itu mengingatkan Luffy kepada orang yang hari itu yang dia lawan, dan menyebut dirinya sebagai malaikat jatuh.
Luffy juga melihat seseorang di depan wanita itu. Ada seorang pria tergeletak seperti tidak berdaya, perutnya terlihat bolong dan darah bercucuran keluar dari sana, pria itu sekarat atau sudah mati. Setelah Luffy teliti lagi, dia langsung tambah kaget melihat ternyata pria itu adalah Issei. Orang yang kenalan tadi bagi dengannya.
Dengan secepat kilat Luffy menuju ke arah Issei, membuat wanita tadi yang diam saja terkaget melihat kedatangan Luffy.
"Hey! Hey! Issei! Apakah kau tidak apa-apa?!" Luffy berteriak-teriak mencoba membangunkan Issei. Namun tampak mata Issei sudah tidak bergerak lagi, menunjukkan dia sudah tidak bernyawa.
"Dia sudah tidak bernyawa."
Luffy berbalik melihat ke arah wanita tadi, yang masih berdiam diri. Dia menatap Luffy dengan tatapan datar dan sedikit sinis.
"Hey apakah kau sudah membunuh Issei?" tanya Luffy. Seharusnya dia tidak perlu bertanya lagi karena sudah tahu jawabannya, tapi dia hanya ingin memastikan.
Wanita itu tersenyum sinis mendengar perkataan Luffy tadi. Senyuman yang tidak menujukkan hormat kepada lawan bicaranya.
"Ya itu aku. Aku tidak tahu siapa kau tapi aku harus membunuhmu karena sudah melihat ini," ucap wanita itu yang kemudian menciptakan sesuatu yang seperti tombak, namun terlihat terbuat dari cahaya.
Sang kapten hanya terdiam, tidak merasa takut sama sekali. Ini selalu terjadi bagi dirinya yang sering ingin di bunuh, di tambah lagi kalau ayahnya di ketahui adalah Dragon. Sebab itu para marinir mulai benar-benar berniat untuk melenyapkan dirinya. Luffy memposisikan dengan gaya bertarungnya, bersiap-siap untuk bertarung.
Wanita itu heran melihat Luffy yang terlihat tidak takut, dan malah ingin melawan dirinya. Tetap saja dia tidak peduli dan langsung mulai menyerang Luffy. Serangan pertamanya adalah lemparan tombak cahaya ke arah orang itu, berpikir langsung bisa menusuknya. Lemparannya memang begitu cepat, lebih cepat dari anak panah yang meluncur.
Akan tetapi bocah topi jerami itu menghindari serangan tombak cahaya itu dengan begitu mudah, membuat sang malaikat jatuh terkejut. Sangat jarang ada seorang manusia menghindari tombak cahayanya dengan begitu mudah.
Luffy langsung meluncur ke depan dan mulai menyerang wanita itu. Dia bukanlah Sanji yang tidak bisa memukul seorang wanita. Pukulan Luffy mencoba mengenai wanita itu akan tetapi wanita itu menghindari pukulannya dengan terbang ke atas.
"Sial, siapa kau ini?" geram wanita itu kepada Luffy. Dia lalu melempar banyak sekali tombak cahaya mencoba mengenai pria itu.
Pria yang dia lawan bukanlah manusia biasa. Manusia itu menghindari semua serangan tombak itu dan melompat ke belakang. Setelah merasa aman, Luffy lalu kembali menerjang wanita itu namun kecepatannya kali ini lebih cepat, dan dia berhasil ada di depannya.
Wanita itu menangkis pukulan sang kapten yang mengarah ke arahnya. Namun tenaga pukulan pria asing baginya itu terlalu kuat hingga dia ke belakang, dan mendarat ke tanah dengan kasar.
"Sialan! Kekuatan macam apa itu?!" seru wanita itu, seperti tidak terima dirinya lebih lemah dari kekuatan dan kecepatan dari pria asing itu.
Lemparan tombak cahaya terus terlihat dari wanita itu, yang mungkin hanya itu saja kekuatan yang dia punya. Dan tentu saja dengan hanya itu tidak akan cukup mengalahkan sang bocah topi jerami. Setiap lemparan tombak cahaya menuju ke arahnya, dengan mudah Luffy menghindari semua itu, dan Luffy juga selalu berhasil mendekati wanita itu.
Kejadian itu terus terjadi hingga saat Luffy sekali lagi mendekati pukulan itu, dia lalu mencoba memukul wanita itu dengan sekuat tenaga. Yang terjadi adalah wanita itu terpental ke belakang dengan begitu cepat hingga menabrak pohon di belakangnya, dia juga mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.
"Jangan bilang manusia ini bukanlah lawanku. Kekuatan pukulannya sungguh gila yang bahkan bisa membunuhku! Tidak ini tidak mungkin terjadi," batin wanita itu dengan wajah marah dan penuh kebencian.
Wanita itu kembali mencoba untuk berdiri namun tubuhnya terasa berat hingga dia jatuh lagi. Dia mencoba berdiri lagi untuk kedua kalinya, sudah tidak mungkin dia bisa melawan manusia di depannya yang bahkan dia sendiri tidak bisa mengenainya.
Wanita itu pun terbang ke atas langit yang sepertinya kabur dari sang kapten.
Luffy tentu saja sedikit terkejut melihat dia kabur dan dia membiarkannya. Sudah tidak punya alasan lagi untuk Luffy mengejarnya, hingga beberapa menit sang kapten mengingat Issei. Dia lalu berlari kembali ke tempat Issei.
Namun betapa kagetnya dia melihat tubuh Issei yang sudah menghilang. Benar-benar menghilang hingga darahnya ikut juga. Ini membuat sang kapten merasa kebingungan dengan kemana tubuh Issei.
Dunia ini terlalu rumit dari dia bayangkan.
-Bersambung.
