Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


PERTARUNGAN YANG PENUH MASALAH

DENGAN KELOMPOK AKENO DAN SONA

Sona melihat orang itu yang sepertinya adalah salah satu Malaikat jatuh yang memiliki peringkat tinggi. Sona mengetahui nya dari jumlah sayap yang ada di belakang nya

'' Jadi kau ya '' Sona melihat Kokabiel dengan tatapan tenang

'' Benar, dialah Kokabiel salah satu petinggi Malaikat jatuh '' ucap pendeta itu

'' Dan kau adalah... '' Sona lalu menebak Pendeta itu

'' Aku adalah Valper Galilei '' ucap Valper

Sona hanya tersenyum mengerti, Kiba kelihatan melihat Valper seperti memiliki dendam tertentu. Akeno melihat Kiba dengan perasaan bertanya-tanya

'' Ada apa Kiba ? '' tanya Akeno

'' Tidak apa-apa '' Jawab Kiba bohong

Sona masih melihat Valper dan Kokabiel dengan tatapan netral tanpa rasa takut '' Jadi apa sebenarnya tujuan mu ? '' tanya Sona

'' Tentu saja membangkitkan pedang suci '' jawab Valper

'' Bukan itu maksud ku, apa tujuan kalian sebenarnya setelah membangkitkan pedang suci ? '' tanya Sona sekali lagi

Kokabiel tersenyum mendengar pertanyaan dari Sona yang sepertinya mulai khawatir, Kokabiel lalu tertawa mendengar pertanyaan dari Sona. Sona kebingungan

'' Hahahahahah, ternyata kau tidak mau berbasa-basi ya, Iblis '' kata Kokabiel '' Baiklah aku akan memberitahu mu, aku ingin menciptakan perang besar lagi '' kata Kokabiel

Sona kaget dengan perkataan Kokabiel yang menginginkan perang besar seperti dulu akan terulangi lagi, Issei dan yang lain nya sekarang merasa kebingungan sekarang untuk melawan Malaikat jatuh di depan mereka ini

Sona lalu tersenyum dengan percaya diri sambil membenarkan posisi kacamatanya dengan benar, Akeno dan yang lain nya lalu melihat Sona berpikir apakah dia mempunyai rencana. Sona lalu melihat ke arah Akeno

'' Apakah kau sudah menghubungi Bucho mu ? '' tanya Sona

'' Sudah, dia akan kemari bersama Luffy kun '' jawab Akeno

'' Begitu, mungkin si bocah topi jerami itu akan sangat membantu sekarang '' kata Sona percaya kepada Luffy

'' Hmm kalian ini sedang membisikan apa ? apakah kalian tidak khawatir dengan keadaan sekarang '' kata Freed ke arah kelompok Sona

Sona lalu tersenyum ke arah Freed yang sepertinya terlalu meremehkan mereka, Sona lalu melihat ke arah Kokabiel lagi

'' Jadi dimana kalian membangkitkan pedang suci ini ? '' tanya Sona terus terang

Kokabiel lalu tersenyum mendengar pertanyaan dari Sona '' Kalian penasaran ? baiklah aku akan menunjukan tempat nya '' Kokabiel lalu menunjuk ke arah samping nya menuju ke kota. Sona dan yang lain nya lalu melihat ke arah yang di tunjuk oleh Kokabiel

'' Itu kan '' Sona dan yang lain nya lalu kaget melihat ke arah yang di tunjuk oleh Kokabiel yang ternyata menunjuk ke arah sekolah Kouh

'' Benar, kami akan membangkitkan pedang suci di sana '' kata Kokabiel

Sona merasa tidak tahu harus bilang apa, disana adalah tempat terdekat dengan pemikiman manusia. jika terjadi keributan sedikit saja manusia akan mengetahui mereka. Sona lalu melihat ke arah Kokabiel

'' Kau ingin membangkitan pedang suci di dekat pemukiman manusia ? jangan bercanda ! kau bisa membuat mereka melihat mu '' kata Sona

'' Apa peduliku, jika mereka melihat ku akan ku bunuh mereka '' ucap Kokabiel dengan santai

Sona merasa jengel dengan sifat Kokabiel yang seenaknya mengambil nyawa manusia seenak nya,

'' Aku adalah salah satu petinggi Malaikat jatuh yang selamat saat perang besar, aku akan membuat perang besar lagi yang akan menggemparkan dunia ini, hahahahahaah '' tawa Kokabiel dengan semangat

Sona dan yang lain nya lalu tidak tahu harus berbuat apa-apa, di depan mereka adalah salah satu petinggi malaikat jatuh, tidak mungkin mereka bisa mengalahkan nya begitu saja

'' Sial ! apa yang harus kita lakukan '' kata Issei dengan waspada

'' Aku tidak tahu, dia bukanlah Malaikat jatuh biasa '' ucap Saji

Kokabiel melihat ke arah Sona lagi dengan senyuman licik berpikir kalau Sona sekarang sedang kebingungan karena tempat pembangkitan pedang suci itu ada di tempat yang tidak seharusnya

'' Baiklah aku akan memulai membangkitan pedang suci ini '' Kokabiel lalu menghilang bersama kedua anak buah nya. Sona yang melihat mereka menghilang lalu merasa khawatir karena mereka akan memulai membangkitkan pedang suci dan memulai perang besar lagi

'' Sial, mereka menuju ke sekolah '' ucap Issei

'' Kita juga harus kesana '' kata Sona dengan tegas

Saat mereka ingin menuju ke sekolah Kouh tiba-tiba muncul sihir teleport di dekat mereka, di dalam sihit teleport itu muncul dua orang yang familiar. terlihat kedua orang satu wanita, watu pria

'' Bucho '' kata Akeno menyadari siapa yang datang

'' Apakah kalian baik-baik saja ? '' tanya Rias

'' Kami baik-baik saja Bucho '' jawab Issei

'' Baguslah '' Rias bersyukur karena mereka baik-baik saja

Akeno lalu melihat ke samping Rias kalau ada Luffy, Akeno lalu tersenyum manis melihat Luffy yang sekarang sedang memakai pakaian tidur

'' Luffy kun, kenapa kau memakai pakaian tidur ? '' tanya Akeno

Luffy lalu melihat pakaian nya sendiri dan menyadari kalau dia memang memakai pakian tidur, Luffy tidak sempat mengambil pakaian Ayah Ayano karena Rias begitu cepat sekali memakai pakaian

'' Oh, tadi Rias cepat sekali, jadinya aku tidak sempat memakai pakaian Ayah Ayano '' jawab Luffy dengan polos

Rias lalu mendesah pasrah melihat Luffy yang begitu polos, Akeno dan yang lain nya lalu tertawa melihat Luffy. Sona hanya mendesah pasrah juga melihat Luffy yang memiliki sifat bodoh yang selalu membuat nya pusing

'' Sebenarnya apa yang terjadi ? '' tanya Rias

'' Kami menemukan sebuah bangunan yang sepertinya berhubungan dengan pedang suci itu, kami melawan pendeta gila yang hari itu tapi kemudian muncul seseorang pendeta yang bertujuan membangkitan pedang suci '' kata Akeno

'' Kenapa mereka ingin membangkitkan pedang suci ? '' tanya Rias lagi

'' Karena mereka ingin membuat lagi perang besar '' Xenovia lalu tiba-tiba bergabung dengan pembicaraan

Rias lalu melihat ke arah Xenovia yang sepertinya kelelahan habis bertarung, Luffy melihat Xenovia lalu merasa senang karena cukup lama tidak berjumpa dengan nya lagi

'' Oh Xenov ! apa kabar ? '' sapa Luffy

Xenovia lalu merasa jengkel dengan Luffy karena memberikan nama aneh kepadanya, Luffy terlihat tersenyum melihat Xenovia. Rias dan yang lain nya lalu tersenyum melihat Luffy yang begitu ramah

'' Kemana teman mu ? '' tanya Luffy kepada Xenovia

Xenovia lalu kaget mengingat Irina yang sepertinya mereka terpisah saat berlari ke tempat ini, Issei juga menyadari Irina. Issei lalu berlari mencari Irina

'' Tunggu Issei ! '' Rias lalu mencoba menghentikan issei akan tetapi Issei sudah cukup jauh berlari. Rias lalu mendesah melihat Issei

'' Aku akan membantu nya '' tiba-tiba Luffy lalu berlari mengejar Issei untuk membantunya. Xenovia lalu juga berlari mengejar Luffy dan Issei

Rias melihat ketiga orang itu hanya mendesah pasrah, Rias lalu melihat kearah Sona dengan tatapan tanya

'' Apa maksud dari perkataan nya ? '' tanya Rias kepada Sona tentang perkataan Xenovia tadi

'' Maksud nya adalah ada salah satu petinggi malaikat jatuh yang akan membangkitan pedang suci untuk memulai perang besar lagi di dunia ini '' kata Sona dengan penjelasan yang cukup detail

Rias kemudian kaget mendengar perkataan dari Sona, jika ini terjadi maka akan terjadi sesuatu yang akan membuat dunia ini bermasalah

'' Jadi kita harus menghentikan nya '' kata Rias

Sona lalu mengangguk mengerti dengan Rias, Rias lalu melihat ke arah para Peerage nya yang sepertinya mulai bersiap-siap untuk bertarung lagi

'' Bagaimana dengan Issei dan Luffy kun ? '' tanya Akeno

'' Mereka akan menyusul nanti '' kata Rias '' Luffy adalah orang yang tahu apa yang harus di lakukan, dia akan menyusul kita '' sambung Rias. Akeno dan Koneko lalu menggangguk mengerti sedangkan Kiba dari tadi diam saja

'' Kiba '' panggil Rias

Kiba lalu terkejut saat Bucho nya memanggil nama nya, Kiba lalu melihat ke arah Bucho nya. Rias merasa aneh dengan Kiba yang sepertinya memiliki masalah saat-saat seperti ini

'' Apakah kau baik-baik saja ? '' tanya Rias

'' Aku baik-baik saja Bucho '' jawab Kiba

Rias menatap Kiba berpikir kalau Kiba berbohong lalu kemudian menutup matanya berpikir kalau Kiba akan baik-baik saja

'' Baiklah kita harus ke sekolah sekarang juga '' kata Rias dengan tegas

'' Baik Bucho '' kata para Peerage Rias yang tersisa

~X~

DENGAN ISSEI DAN LUFFY

Issei sekarang sedang berlari menccari keberadaan Irina yang sepertinya menghilang, Luffy mengikuti Issei dari belakang. Xenovia mengikuti kedua orang itu mencari Irina, Xenovia sekali-kali melihat Luffy yang sepertinya begitu peduli dengan Issei dan Irina

'' Irina ! di mana kau ! '' teriak Issei

Luffy mengikuti Issei dari belakang, Luffy lalu menyadari kalau ada yang mengikutinya lalu melihat ke belakang untuk melihat siapa yang mengikutinya dan ternyata adalah Xenovia

'' Oh Xenov '' kata Luffy melihat Xenovia di belakang nya

'' Jangan panggil aku seperti itu ! '' teriak Xenovia

Luffy lalu hanya tertawa melihat ekspresi Xenovia yang begitu lucu, Xenovia merasa cukup nyaman dengan Luffy yang begitu ceria keterbalikan dengan sifat nya yang begitu pendiam

'' IRINA ! '' terdengar teriak Issei yang sepertinya sudah menemukan Irina

Luffy dan Xenovia mendengar teriak Issei lalu berlari menuju ke arah Issei yang sedang menuju ke sebuah tubuh seseorang yang tergeletak di tanah. Xenovia lalu menyadari kalau orang yang tergeletak itu adalah Irina yang penuh dengan luka

'' Irina ! '' teriak Xenovia yang kemudian menuju ke arah Irina dengan cepat

Luffy berlari dan sampai di belakang Issei, Issei menggendong Irina yang penuh dengan luka. Luffy melihat Irina yang penuh dengan luka lalu bertanya-tanya

'' Kenapa dengan nya ? siapa yang melakukan ini ? '' tanya Luffy

'' Freed '' jawab Xenovia

Luffy lalu merasa kesal dengan orang bernama Freed itu, Luffy lalu melihat ke arah Issei yang sepertinya sedang merasa kasihan dengan Irina

'' Irina, apakah kau mendengarku ? '' Issei mencoba menyadarkan Irina

Irina lalu membuka matanya setelah mendengar teriakan Issei yang begitu khawatir dengan Irina. '' Oh Issei kun '' kata Irina melihat Issei yang melihat nya

'' Apakah kau baik-baik saja ? '' tanya Issei lagi

'' Aku baik-baik saja '' jawab Irina dengan suara pelan

'' Kita harus segera mengobatinya '' kata Xenovia memberitahu

Luffy melihat Irina yang memiliki luka yang cukup serius lalu mempunyai ide, Luffy berpikir sebaiknya mengantarkan Irina ke rumah Ayano agar bisa di obati oleh Ayano

'' Luffy sama ! '' terdengar teriakan seseorang gadis dari atas langit, Luffy dan yang lain nya lalu melihat ke atas langit untuk melihat siapa yang memanggil Luffy

'' Luffy sama ! apakah anda baik-baik saja ?! '' terlihat Reynare dan Kalawarner sedang terbang menuju ke arah Luffy

'' Oh Reynare, Kalawarner '' kata Luffy melihat kedua malaikat jatuh itu

Issei yang melihat Reynare dan Kalawarner lalu mengeluarkan Gauntlet nya untuk menyerang Reynare, Reyanre kaget melihat ada Issei bersama tuan nya lalu kemudian mengeluarkan tombak cahaya nya

Luffy melihat Reynare yang sepertinya sedang ingin bertarung dengan Issei, Luffy melihat Issei dengan tatapan pertanyaan

'' Ada apa Reynare ? '' tanya Luffy

'' Luffy sama menyikirlah ! dia adalah Iblis '' kata Reynare

Luffy lalu melihat ke arah Issei yang juga sepertinya ingin bertarung dengan Reynare dan Kalawarner sedangkan Xenovia terlihat melihat kedua malaikat jatuh itu dengan tatapan menyelidik

'' Tenanglah, dia adalah teman ku '' kata Luffy memberitahu Reynare

Issei, Xenovia dan kedua malaikat jatuh itu lalu kaget mendengar Luffy, Luffy lalu melihat ke arah Issei lagi dengan senyum

'' Apakah dia mengenalmu Luffy ? '' tanya Issei

'' Benar, dia adalah teman ku '' kata Luffy kepada Issei

Issei lalu menangguk mengerti, Reyanare lalu menghilangkan tombak nya dan menuju ke arah Issei dengan wajah yang di tunduk kan. Issei melihat Reynare lalu hanya kebingungan

'' Maaf kan aku '' kata Reynare tiba-tiba

Issei kaget mendengar Reynare yang tiba-tiba meminta maaf. '' Maafkan aku atas apa yang kulakukan kepadamu '' kata Reynare

Issei kaget dengan perkataan dari Reynare, Reynare meminta maaf kepada Issei karena sudah membunuh nya dan membohonginya saat pertama kali berjumpa. Luffy lalu tertawa melihat Reynare meminta maaf, Luffy begitu senang saat teman nya meminta maaf saat dia benar-benar salah

Issei lalu melihat Reynare dengan tatapan mengintrogasi, Issei lalu mendesah. '' Baiklah, aku memaafkan mu '' kata Issei dengan tenang

Reynare lalu merasa tenang karena sudah di maafkan oleh Issei, Luffy tersenyum melihat Reynare sudah mulai berteman dengan Issei. Xenovia melihat Luffy yang sepertinya terlihat senang saat malaikat jatuh itu

'' Jadi kita semua akan berteman ! '' teriak Luffy dengan bahagia

Issei hanya tersenyum kaku ke arah Luffy, Reynare dan Kalawarner tersenyum halus melihat Luffy sedangkan Xenovia masih tidak mengerti dengan pemikiran Luffy yang ingin membuat malaikat jatuh berteman dengan seorang Iblis

'' Baiklah Reynare, Kalawarner, aku butuh bantuan kalian '' kata Luffy

Reynare dan Kalawarner lalu melihat Luffy yang sepertinya sedang membutuhkan bantuan mereka. '' Apa yang kami bisa bantu, Luffy sama ? '' tanya Reynare

'' Bisakah kau membawa Irina ke rumah ? '' pinta Luffy sambil menunjuk ke arah Irina. Reynare melihat wanita itu yang sepertinya terluka cukup parah seperti habis bertarung

'' Baiklah Luffy sama '' kata Reynare

Reynare lalu menggendong Irina untuk membawa nya menuju ke rumah Ayano, Reynare dan Kalawarner lalu pergi menuju ke rumah Ayano untuk mengobati Irina yang terlihat terluka cukup parah

Issei melihat Reynare sudah pergi hanya berharap kalau Irina tidak apa-apa, Luffy lalu memegang bahu Luffy

'' Tenang saja Issei, Irina akan baik-baik saja '' kata Luffy meyakinkan Issei

Issei lalu mengangguk mengerti dengan Luffy, Issei lalu ingat untuk menyusul Rias dan yang lain nya

'' Luffy, sebaiknya kita menyusul Bucho dan yang lain nya '' kata Issei

'' Kau benar ''

'' Aku akan ikut '' kata Xenovia. Luffy lalu melihat ke arah Xenovia

'' Baiklah '' jawab Luffy

Luffy, Issei dan Xenovia lalu menuju ke sekolah untuk membantu Rias dan yang lain nya. Luffy dan kedua teman nya lalu menuju ke sekolah dengan berlari. Luffy lah yang memimpin karena kecepatan lari nya cukup cepat

Saat mereka melewati beberapa pepohonan, Luffy lalu merasakan ada seseorang yang menuju ke arah mereka. Dengan sigap Luffy lalu menarik Issei dan Xenovia ke belakang hingga terjatuh, Issei lalu kesal dengan Luffy karena di tarik secara tiba-tiba begitu juga Xenovia

'' Luffy, apa yang kau lakukan ? '' tanya Issei sambil berdiri

'' Ada seseorang '' kata Luffy dengan serius. Issei yang melihat Luffy serius lalu mulai serius juga sambil melihat sekitar mereka

'' Apakah Iblis liar ? '' duga Issei

Sesosok lalu muncul dari semak-semak di belakang mereka,Luffy lalu menyadari sosok itu lalu menyerang nya '' Gomu-Gomu No Muchi ! '' teriak Luffy sambil memanjang kan kaki nya menendang sosok itu akan tetapi sosok itu sepertinya mengetahui Luffy akan menyerang nya. sosok itu lalu menghindari serangan dari Luffy, Luffy kaget karena sosok itu bisa menghindari serangan nya

'' Siapa kau ? '' tanya Luffy kepada sosok itu

Sosok itu memiliki pasang kedua sayap, memakai pakaian minim dan berambut kuning emas. Sosok itu lalu berbalik untuk menunjukan siapa dirinya sebenarnya, Luffy kaget karena sosok yang menyerang nya adalah Lily. Luffy benar-benar kaget saat melihat Lily ada di depan nya

'' Lily... ''

Lily lalu hanya menatap Luffy dengan tatapan tajam karena sudah mengetahui siapa sebenarnya dirinya, Lily berpikir kalau Luffy akan begitu kaget mengetahui dirinya.

'' Sedang apa kau disini ? '' Luffy lalu menanyai Lily dengan polos.

Lily lalu merasa aneh dengan sikap Luffy yang sepertinya masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Lily lalu menatap Luffy dengan tatapan tajam

'' Aku kesini untuk membunuh mu '' kata Lily dengan dingin

Issei dan Xenovia kaget mendengar perkataan Lily, Luffy melihat Lily dengan tatapan netral tanpa ekspresi. '' Kenapa ? '' tanya Luffy

'' Karena kau adalah masalah bagiku, jadi aku harus membunuh mu '' jawab Lily lagi dengan dingin

'' Kenapa kau ingin membunuh ku, bukankah kita ini teman '' kata Luffy dengan tersenyum polos

Lily lalu menatap Luffy dengan tatapan dingin, Issei masih melihat Lily dengan tatapan tajam namun saat melihat tubuh Lily yang kelihatan karena pakaian nya yang minim membuat Issei lalu memakai wajah bejat nya. Lily melihat Issei memakai wajah bejatnya lalu menatap Luffy

'' Seharusnya seperti itu lah kau menatap ku '' kata Lily sambil menunjuk ke arah Issei. Issei yang di tunjuk lalu sadar dari aksi mesum nya

'' Apa maksud mu ? '' tanya Luffy polos

Lily lalu merasa kesal dengan sifat polos Luffy, Lily lalu mulai bersiap-siap menyerang Luffy lagi. Luffy yang melihat Lily yang akan menyerang nya lalu terlihat diam saja. Lily lalu melompat ke arah Luffy dengan kecepatan yang sangat cepat, Lily lalu menggunakan kuku nya yang tajam untuk menyakar Luffy

'' Luffy awas ! '' teriak Issei melihat Lily yang akan menyerang Luffy

Dada Luffy lalu terkena cakaran dari Lily, Lily lalu berdiri di belakang Luffy dengan ekspresi bingung. terlihat ada darah bercucuran keluar dari dada Luffy yang terkena cakaran dari Lily

'' Kenapa dia tidak menghindar ? '' tanya Issei kebingungan begitu juga Xenovia

Lily yang melihat Luffy tidak menghindarinya juga kebingungan. Luffy masih melihat Lily dengan tatapan netral

'' Kenapa kau tidak menghindar ? '' tanya Lily

'' Karena aku tidak mau melawan mu, aku hanya ingin berbicara dengan mu '' jawab Luffy dengan tegas. Luffy masih merasa aneh dengan Lily karena tiba-tiba menyerang nya, padahal saat mereka berkencan Lily terlihat sangat senang

'' Kenapa kau tidak melawan ku ? '' tanya Lily dengan geram karena berpikir kalau Luffy merendahkan nya

'' Karena kau adalah teman ku '' jawab Luffy dengan senyuman

Lily lalu kaget mendengar Luffy mengatakan kalau dirinya adalah teman nya, Lily tidak menyangka kalau Luffy akan mengatakan hal seperti itu di depan nya

'' Luffy ! kau tidak apa-apa ? '' Issei lalu mendekati Luffy yang terluka

'' Issei, Xenova, sebaiknya kalian menyusul Rias '' kata Luffy dengan tegas

'' Jangan bercanda, aku akan membantu mu '' kata Issei dengan tegas

'' Tidak ! Rias pasti sedang membutuhkan mu sekarang, sebaiknya kau membantu Rias sekarang '' kata Luffy dengan

Issei cukup kaget mendengar perkataan dari Luffy yang begitu tenang walau terlihat dia sedang terluka

'' Baiklah tapi kau harus menjaga dirimu '' kata Issei dengan khawatir. Luffy lalu memakai wajah ceria nya ke arah Issei. Issei terlihat percaya kepada Luffy, Issei pun lalu melihat ke arah Xenovia

'' Ayo ! '' ajak Issei

Xenovia lalu mengangguk mengerti, Xenovia melihat ke arah Luffy yang masih tersenyum ke arah mereka, lalu Xenovia berlari bersama Issei menuju ke sekolah. Luffy masih melihat Lily yang terlihat masih memandang nya dengan tatapan tajam

'' Jadi kau akan melawan ku ? '' tanya Lily dengan tatapan tajam

'' Tidak '' jawab Luffy

Lily lalu kebingungan dengan perkataan dari Luffy, Luffy lalu menatap Lily dengan tatapan cukup tajam

'' Aku tidak akan melawan mu ! '' teriak Luffy dengan tegas

~X~

DI TEMPAT LAIN

'' Serang Iblis itu ! '' teriak salah satu prajurit malaikat jatuh anak buah Kokabiel

Beberapa Malaikat jatuh lalu menyerang sekelompok Iblis yang sedang menuju ke sekolah. seorang Wanita memakai kaca mata lalu memunculkan sebuah cermin dan kemudian memantulkan serangan dari malaikat jatuh itu

'' Mereka banyak juga '' kata Tsubaki

'' Hati-Hati ! mereka terus menyerang ! '' kata Momo

Para malaikat jatuh lalu menyerang kelompok Tsubaki yang akan menuju ke sekolah setelah ketua mereka mengatakan kalau akan ada sesuatu yang tidak beres di sekolah

'' Kita harus segera menuju ke sekolah '' ucap Tomo

'' Baiklah, sepertinya aku yang akan mengurus ini '' kata Zoro sambil mengeluarkan salah satu pedang nya lalu mengarahkan nya kepada para Malaikat jatuh '' Itturyuu : 36 Pound Cannon ! Zoro lalu menyerang para kerumunan Malaikat jatuh itu

Para Malaikat jatuh itu lalu berterbangan setelah terkena serangan dari Zoro yang cukup kuat, Zoro lalu kembali menyarungkan pedang nya

'' Hmm, kenapa aku merasa terlalu kuat, ya ? '' ucap Zoro berpikir. Namun saat berpikir, kepala Zoro tiba-tiba di pukul oleh Momo dari belakang

'' APA-APAAAN KAU ! '' teriak Zoro kesal karena kepala nya tiba-tiba di pukul

'' Kita harus segera ke sekolah '' suruh Momo

'' Itu benar, bukan saat nya menganggumi dirimu sendiri, Marimo '' ejek Tomo

'' Jangan panggil aku dengan nama seperti itu, sialan ! '' teriak Zoro kesal

'' Tenang lah Zoro, kita harus menuju ke sekolah '' ucap Tsubaki

'' Aku mengerti '' Zoro lalu mengerti dengan perkataan dari Tsubaki

Saat mereka berbicara tiba-tiba mencul segerombolan Malaikat jatuh lagi menuju ke arah mereka dengan cepat. Zoro sudah menyadari dari tadi para Malaikat jatuh itu dengan haki kebun nya

'' Hmm, sepertinya hari ini aku tidak akan merasa bosan lagi '' kata Zoro melihat ke arah para Malaikat jatuh itu dengan tersenyum. Zoro lalu menyerang para Malaikat jatuh itu dengan pedang nya

Para Peerage Sona melihat ini merasa cukup kagum dengan gaya berpedang nya Zoro. '' Apakah kalian pernah melihat nya memakai tiga pedang nya sekaligus ? '' tanya Reya

'' Tidak, kami belum pernah melihat nya memakai tiga pedang nya sekaligus '' jawab Tsubaki sambil membetulkan kacamatanya yang mau jatuh

'' Hey, apakah kalian akan melihat saja ? '' ejek Zoro sambil melihat ke belakang

Para Peerage Wanita Sona lalu merasa kesal dengan Zoro yang mengejek mereka, para Peerage Sona lalu tak mau kalah dengan Zoro. Mereka lalu menyerang Malaikat jatuh itu secara bersamaan sehingga para Malaikat jatuh itu tidak memiliki harapan lagi menghadapi kelompok Peerage Sona

'' Fiuh, akhirnya mereka kalah juga '' kata Reya sambil melihat keadaan

'' Kita sudah aman '' kata Tsubasa melihat keadaan juga

Zoro lalu menyarung kan kembali pedang nya berpikir Malaikat jatuh anak buah Kokabiel sudah habis namun saat mereka masih merasa aman tiba-tiba datang lagi Malaikat jatuh anak buah Kokabiel

'' Cih, sepertinya kita tidak akan bisa menuju ke sekolah dengan cepat '' kata Zoro melihat segerombolan Malaikat jatuh menuju ke arah mereka

'' Aku rasa kau benar Zoro san '' kata Ruruko sedang bersiap-siap melawan Malaikat jatuh lagi

~X~

DI SEKOLAH

Kelompok Rias sekarang sedang melawan beberapa bawahan Kokabiel, terlihat Kokabiel sedang menyaksikan pertarungan kelompok Rias dengan Monster yang telah di panggil oleh Kokabiel

Terlihat Rias, Akeno dan Rias sedang melawan anjing raksasa seperti Cerberus, Issei melawan salah satu kembaran Cerberus itu dengan kesusahan di bantu oleh Kiba.

'' Hahaha sungguh menghibur '' kata Kokabiel melihat Rias dan yang lain nya sedang melawan Cerberus itu dengan susah payah

'' Sial, apa yang harus kita lakukan ? '' tanya Issei yang sekarang sudah kelelahan

'' Aku tidak tahu tapi kita harus bisa bertahan '' kata Kiba sambil mengayunkan pedang nya ke arah Cerberus itu dengan cepat akan tetapi tidak terlalu berpengaruh dengan Cerberus itu. terlihat juga Valper sedang membangkitan pedang suci

'' Sedikit lagi ! '' kata Valper dengan semangat melihat ritual nya akan segera selesai

'' Sial, sepertinya Ritual nya akan segera selesai '' kata Issei melihat Valper

'' Kita harus menghentikan nya '' Kiba lalu berlari menuju Valper untuk menghancurkan pedang suci itu. Freed yang mengetahui itu lalu mencegah Kiba

'' Hey, jangan terburu-buru dulu, Iblis kun '' ejek Freed

Kiba lalu merasa geram dengan Freed yang tiba-tiba mencegah nya menuju Valper. '' Menyikirlah ! '' Kiba lalu menyerang Freed dengan pedang nya

'' Kiba hati-hati ! '' teriak Rias ke arah Kiba '' Issei ! bantu dia ! '' perintah Rias

Issei lalu mengangguk mengerti dengan Bucho nya lalu segera menuju Kiba untuk membantu nya.

'' Tunggu Issei ! '' Kiba tiba-tiba berteriak kepada Issei

'' Ada apa Kiba ? '' tanya Issei kebingungan

'' Kau lebih baik melawan Malaikat jatuh itu '' kata Kiba sambil menunjuk ke arah Kokabiel. '' Biar aku saja yang melawan orang aneh ini '' kata Kiba melihat Freed

'' Baiklah ''

Issei lalu melihat Kokabiel dengan kemarahan karena sudah melukai teman-teman nya. Kokabiel melihat Issei hanya tersenyum dengan sombong

'' Oh, apakah kau ingin melawan ku secara langsung ? '' tanya Kokabiel

Issei tidak mengatakan sepatah kata pun, Issei lalu berjalan menuju ke arah Kokabiel dengan kemarahan

'' Tunggu Issei ! '' tiba-tiba Rias lalu memanggil Issei

Issei lalu berbalik melihat Bucho nya sedang berjalan menuju ke arah nya.

'' Kita harus menyerang nya secara bersamaan '' kata Rias sambil tersenyum

Issei tersenyum mengangguk mengerti, Rias lalu tersenyum melihat Issei mengerti dengan nya

'' Baiklah, sekarang transferkan energi sihir mu ke diriku '' perintah Rias

'' Baiklah Bucho '' jawab Issei dengan tegas

Boost ! Boost ! Boost ! Boost ! Boost ! Boost !

Terdengar suara mekanik dari Gauntlet Issei, Rias lalu memegang tangan Issei untuk bersiap-siap menerima energi Sihir dari Issei

Transfer !

Terdengar suara mekanik Issei lagi, Rias lalu merasaka kalau ada energi sihir yang mengalir di dalam dirinya dengan sangat kuat. Rias lalu melihat ke arah Kokabiel dengan tatapan tajam

'' Baiklah ini adalah akhir mu ! '' kata Rias dengan tegas

Kokabiel mendengar perkataan Rias lalu tertawa sombong. '' Hahahaha kau pikir dengan banyak energi sihir di dalam dirimu yang begitu banyak bisa mengalahkan ku ? '' kata Kokabiel

Rias lalu mengeluarkan energi penghancur nya dengan ukuran yang sangat besar, Akeno dan yang lain nya lalu merasa kaget melihat kekuatan Rias sekarang

'' Rasakan ini ! '' teriak Rias mengarahkan serangan nya menuju Kokabiel, Kokabiel tersenyum melihat serangan Rias yang begitu besar. Kokabiel lalu menghempaskan serangan Rias ke arah lain sehingga serangan Rias tidak mengenai Kokabiel

'' Apa ! '' Rias kaget melihat serangan nya di hempaskan dengan sangat mudah

'' Tidak mungkin ! serangan Bucho yang sekuat itu di hempaskan begitu saja '' ucap Issei

'' Jangan kira dengan serangan seperti itu bisa mengalahkan ku '' ejek Kokabiel

'' Akhirnya sudah selesai ! '' Valper lalu terlihat senang saat melihat ritual nya akhirnya sudah selesai

'' Sial ! ritual nya sudah selesai '' Kiba melihat Valper sudah menyelesaikan ritual nya

'' Sial ! '' guman Issei

~X~

DENGAN LUFFY

Terlihat sekarang Luffy penuh dengan luka karena terkena serangan Lily yang bertubi-tubi, terlihat Luffy masih berdiri tegak setelah terkena serangan dari Lily

'' Kenapa kau tidak membalas menyerang ku ?! '' teriak Lily marah kepada Luffy

Luffy masih terlihat menarik nafas nya dengan susah payah karena luka di tubuh nya, Lily kelihatan kesal dan bingung karena Luffy tidak membalas serangan nya sama sekali

'' Karena... '' Luffy terlihat kesusahan untuk mengucapkan satu kata. Lily penasaran dengan perkataan Luffy

'' Karena kau adalah teman ku '' jawab Luffy dengan tegas

Lily lalu kaget menendengar perkataan dari Luffy, Lily telah mendengar itu perkataan itu dari Luffy berulang-ulang

'' Aku bukan teman mu ! '' teriak Lily marah

Luffy terlihat tidak peduli dengan perkataan dari Lily yang sekarang benar-benar kesal kepada Luffy yang benar-benar keras kepala

'' Dengar ya, aku hanya mempermainkan mu, akua hanya ingin membuat mu terkejut bahwa sebenarnya aku ini adalah orang yang akan membunuh mu '' kata Lily dengan senyum dingin

'' Kau tidak akan membunuh ku '' kata Luffy masih tegas walau ada darah yang memenuhi tubuh nya

Lily lalu benar-benar kesal sekarang. '' HEY DENGAR YA, AKU HANYA MENIPU MU, AKU PURA-PURA BAIK KEPADA MU AGAR KAU LENGAH SEHINGGA AKU BISA MEMBUNUH MU ! '' teriak Lily dengan marah

Luffy hanya menatap Lily dengan netral kemudian tersenyum, Lily lalu kesal melihat wajah Luffy yang tiba-tiba tersenyum

'' Kali ini aku akan membunuh mu '' Lily lalu menyerang Luffy sekali lagi

Kali ini Lily mencoba menyerang wajah Luffy, terlihat Luffy hanya tersenyum melihat Lily yang akan menyerang nya. Lily lalu mencoba menyerang wajah Luffy akan tetapi Lily lalu sengaja tidak mengenai Luffy

Luffy menyadari kalau Lily sengaja tidak mengenai nya, Luffy lalu berbalik untuk melihat Lily yang sedang memikirkan sesuatu. Lily merasa bingung karena tidak bisa menyerang Luffy lagi. Lily lalu menatap Luffy dengan tatapan netral

'' Luffy sama ! ''

Luffy lalu mendengar sebuah suara memanggil nya, Luffy lalu melihat ke atas untuk melihat siapa yang memanggil nya dari atas

'' Luffy sama ! apakah anda baik-baik saja ?! ''

Ternyata yang memanggil adalah Reynare bersama Kalawarner yang sepertinya sudah mengantarkan Irina. Luffy tersenyum melihat Reynare dan Kalawarner datang, Reynare dan Kalawarner melihat tubuh Luffy yang penuh dengan luka lalu merasa khawatir dengan Luffy

'' Yo Kalawarner, Reynare ! '' sapa Luffy tidak peduli dengan tubuh nya yang penuh dengan luka

Reynare dan Kalawarner lalu menghampiri Luffy, Luffy tersenyum ke arah kedua malaikat jatuh itu. Lily yang melihat kedua Reynare dan Kalawarner hanya kaget

'' Kau baik-baik saja Luffy sama ? '' tanya Reynare lagi

'' Aku baik-baik saja shihishi '' kata Luffy dengan polos

'' Apanya baik-baik saja ! tubuh mu terluka Luffy sama '' kata Reynare dengan keras

Luffy hanya tersenyum saja mendengar Reynare dan Kalawarner marah, Lily yang melihat ini merasa kalau rencana nya gagal. dia tidak mungkin melawan kedua Malaikat jatuh itu

'' Cih, sepertinya misi ku gagal '' kata Lily dengan kesal

Lily lalu terbang menjauh dari Luffy dan kedua Malaikat jatuh itu, Lily melihat Luffy sekali lagi yang sepertinya sedang berbicara satu sama lain. Luffy yang melihat Lily pergi hanya bertanya-tanya

'' Apakah Succubus itu menyakitimu Luffy sama ? '' tanya Reynare kepada Luffy

'' Baiklah aku akan mengejarnya '' kata Kalawarner

'' Tunggu ! '' Luffy lalu mencegah Kalawarner '' Jangan mengejar nya '' sambung Luffy

'' Kenapa Luffy sama ? '' tanya Reynare

'' Tidak apa-apa shishishi '' kata Luffy dengan polos

Reynare dan Kalawarner hanya sweatdrop melihat tuan mereka ini, Reynare sudah yakin Succubus itu adalah pelaku penyerangan tuan nya akan tetapi tuan nya seperti melindungi Succubus itu

'' Baiklah kalau begitu, sekarang sebaiknya kita pulang Luffy sama '' kata Reynare

'' Tidak, aku harus menuju ke sekolah untuk membantu Rias dan yang lain nya '' kata Luffy dengan tegas

'' Tapi itu tidak mungkin, lihatlah tubuh anda yang sekarang penuh dengan luka '' Kalawarner mencoba mengingatkan tuan nya ini

'' Aku tidak peduli, aku harus menolong Rias dan yang lain nya '' dengan susah payah Luffy lalu berlari menuju ke sekolah dengan cepat

'' Tunggu Luffy sama ! '' Reynare dan Kalawarner lalu mengikuti Luffy

~X~

DI SEKOLAH

Rias dan yang lain nya sekarang benar-benar terdesak, Kiba yang sekarang sepertinya tidak berdaya melawan Freed karena Freed sekaran sudah menggunakan pedang suci hasil dari Valper

'' Kau tidak mungkin bisa menghancurkan pedang ini '' ejek Valper

'' Sial '' Kiba lalu mencoba untuk menyerang Freed lagi dengan kecepatan yang tidak biasa

Freed dengan mudah menangkis serangan Kiba yang menyerang secara brutal, Kiba kelihatan benar-benar marah sekarang

'' Hahahahaha jangan memaksakan dirimu Iblis ! '' ejek Freed menangkis semua serangan dari Kiba. Freed lalu menembas Kiba dengan kekuatan yang sangat kuat, Kiba yang terkena tebasam Freed yang sangat kuat lalu terhempas ke belakang

'' Kiba ! '' Seluruh kelompok Rias kelihatan khawatir dengan Kiba

'' Cih sial, kenapa bisa begini '' Xenovia terlihat terluka cukup parah saat melawan Freed '' Apakah aku harus mengeluarakan 'itu' sekarang ? '' sambung Xenovia

Issei juga kelihatan memaksakan dirinya, walaupun sudah memakai Mode Armor naga nya dia tidak bisa mengalahkan Kokabiel dengan mudah

'' Cih hanya sampai di sini saja kekuatan kalian Iblis ? '' ejek Kokabiel Kelompok Rias hanya menatap Kokabiel dengan kesal

'' Baiklah, mungkin aku akan mengakhiri ini '' Kokabiel lalu mengeluarkan tombak cahaya dengan ukuran yang sangat besar

Kokabiel lalu mengarahkan nya ke arah Rias yang kelihatan sekarang tidak bisa bergerak, Rias kelihatan tidak berdaya sekarang

'' Matilah ! '' teriak Kokabiel

'' Bucho ! '' teriak semua Peerage Rias

Rias lalu menutup matanya untuk tidak melihat tombak cahaya untuk menuju ke arahnya, Rias sekarang benar-benar putus asa

'' Luffy '' ucap Rias dengan pelan

Saat Tombak cahaya itu hampir mengenai Rias ada seseorang dengan kecepatan yang sangat cepat di depan Rias untuk mencegah tombak itu mengenai Rias. Rias lalu melihat siapa yang sudah menolong nya

'' Luffy '' Rias melihat orang yang telah menolong nya tidak lain adalah Luffy sendiri

Para Peerage Rias kelihatan senang saat melihat Bucho mereka selamat dari tombak cahaya raksasa itu. Peerage Rias lalu melihat Luffy

'' Luffy kun '' Akeno kaget melihat Luffy begitu juga para Peerage Rias yang lain nya

Luffy yang sedang menangkis tombak cahaya Kokabiel yang sangat besar itu, Luffy kelihatan kelelahan dan lemah karena tubuh nya sekarang benar-benar terluka parah. Luffy lalu melihat ke arah Kokabiel dengan kemarahan, Luffy sekarang benar-benar marah

Rias yang melihat tubuh Luffy yang penuh dengan luka hanya kaget dan bertanya-tanya

'' Kenapa dengan mu Luffy ? ''


BERSAMBUNG

Akhir bab

Pertama-tama saat memohon maaf atas update nya yang lama karena saya sedang sibuk mengurus tugas sekolah.

untuk Kurosaki D Jasmine : Maaf kalau saat selalu memotong cerita saat keadaan yang seru karena saya ingin kalian penasaran kelanjutan nya :V

Baiklah cuma itu yang bisa saya sampai kan

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Sampai jumpa di bab berikut nya

Salam Author