Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi
warning : non canon, dll
HARI YANG TENANG LAGI, MUNGKIN
Terlihat sekarang di sebuah Kastil tempat sang Ratu Succubus tinggal, terlihat ada seorang Gadis kecil yang sepertinya sedang mencari seseorang
''Mama! Mama! kau kemana?!'' teriak Gadis kecil itu
Gadis kecil itu berciri-ciri berambut silver, memiliki pakaian ala bangsawan, dan sedang memegang sebuah boneka
''Mama! dimana kau!'' teriak Gadis itu
''Lulu sama!'' tiba-tiba terdengar ada penjaga yang memaggil Gadis kecil itu ''Anda sedang apa?'' tanya penjaga itu
''Aku sedang mencari Mama'' jawab Gadis kecil itu
''Evelin sama sedang ada keperluan keluar, jadi Lulu sama sebaiknya jangan keluar dulu ya'' kata penjaga itu memperingatkan Lulu
''Aku mengerti'' jawab Lulu dengan tersenyum ceriah
''Kalau begitu sebaiknya anda makan siang dulu'' kata penjaga itu
''Baiklah'' Gadis kecil itu lalu pergi ke arah tempat untuk makan yaitu di sebuah meja yang sangat besar
Gadis kecil itu lalu duduk di salah satu kursi di samping meja itu lalu menunggu makanan yang akan segera datang. pelayan lalu membawa beberapa makanan untuk tuan Putri mereka yang sepertinya kelaparan
''Makanan!'' teriak Lulu
Para Pelayan lalu meletakan makanan-makanan itu di depan sang Putri untuk segera di makan, Lulu lalu memakan makanan di depan nya dengan cukup cepat. walaupun sedikit rakus tapi terlihat Lulu makan tidak berantakan
Para Pelayan hanya melihat tuan Putri mereka dengan tersenyum, mereka sama sekali tidak merasa jijik melihat nya malahan mereka merasa terhibur
''Pelan-pelan Lulu sama, nanti anda tersedak'' salah satu Pelayan memperingatkan
''Tidak apa-apa kok'' kata Lulu merasa tidak apa-apa
Tak lama kemudian makanan di atas meja lalu habis di makan oleh Lulu semua. Para Pelayan lalu membersihkan piring dan kotoran di atas meja
''Kenyangnya~'' Lulu merasa kenyang sekarang
''Aku pulang!'' terdengar ada sebuah suara Wanita dewasa terdengar di luar kastil
Lulu yang mengenal suara itu lalu terlihat senang dan kemudian turun dari kursinya lalu berlari menuju ke arah luar dengan gembira
Di luar terlihat ada beberapa Penjaga yang sedang menyambut seorang Wanita, Wanita itu tidak sendirian terlihat ada Wanita yang lebih muda di belakang nya
''Nona Evelin sudah pulang!'' teriak salah satu penjaga memperingatkan Penjaga lain nya.
Evelin lalu hanya tersenyum melihat para Penjaga nya sepertinya senang kalau dia pulang, terlihat di belakang Evelin ada Lily yang sepertinya gugup karena telah kabur dari Istana
''Ayo Lily, kita masuk'' ajak Evelin
Lily lalu mengangguk mengerti dengan Ratunya, Evelin dan Lily lalu berjalan masuk kedalam Kastil
''MAMA!'' terdengar sebuah suara dari depan Evelin dan Lily
Evelin tersenyum melihat siapa yang sedang berlari menuju kearah nya dengan sangat semangat, Lily kaget dan lega melihat kalau tuan Putrinya sehat-sehat saja
''Mama!'' Lulu lalu memeluk Ibunya dengan sangat senang
Evelin lalu membalas pelukan dari Putrinya itu dengan penuh kasih sayang, Lulu terlihat senang sekali melihat Ibu nya sudah pulang
''Aku pulang Lulu'' kata Evelin
''Selamat datang'' jawab Lulu
Lily yang melihat kedua Ibu dan Anak itu hanya tersenyum, Lily teringat saat dia masih kecil bersama Ibunya. Lily sangat senang saat Ibu nya sudah pulang dari pekerjaan nya. Lily dengan senang selalu memeluk Ibunya, kemudian Ibu nya selalu menyiapkan makan malam
''Lily!'' Lily kaget mendengar suara yang sedang memanggil nya
Lulu lalu memeluk Lily dengan sangat senang juga, Lily kaget melihat Lulu tiba-tiba memeluknya.
''Akhirnya kau pulang Lily onee chan'' kata Lulu sambil memeluk Lily
Lily kemudian tersenyum melihat Lulu yang sepertinya merindukan dirinya, Liy lalu membalas pelukan Lulu
''Aku pulang Lulu sama'' kata Lily
Evelin tersenyum melihat Lily dan Lulu kelihatan bahagia sekali, mereka seperti adik dan Kakak yang memiliki hubungan yang sangat dekat
''Baiklah sebaiknya kita masuk'' kata Evelin
Lily dan Lulu lalu mengangguk mengerti, Lulu lalu memegang tangan Lily, Lily hanya tersenyum ramah melihat tuan putrinya. mereka lalu masuk ke dalam Kastil sedangkan para Penjaga kembali mengerjakan tugas mereka yaitu berjaga
Evelin, Lily dan Lulu lalu sudah ada di dalam Kastil, Lily masih ingat dengan yang ada di dalam kastil tersebut
''Baiklah Lily, sebaiknya kita mandi dulu'' kata Evelin
''Mandi? kenapa?'' tanya Lily
''Bukankah kau terlihat sangat kotor'' jawab Evelin
Lily lalu melihat dirinya sendiri, memang terlihat kotor karena pertarungan tadi dengan Rex
''Baiklah Ayo kita mandi'' kata Evelin
''Mandi!'' teriak Lulu juga semangat
Lily hanya mendesah melihat Ratunya dan Lulu terlihat begitu bersemangat mengenai mandi. Lily lalu teringat sesuatu tentang Ratunya, dia ingat kalau Ratunya adalah orang yang mesum, tidak seperti dirinya yang walaupun membenci pria tapi tetap menggoda mereka sedangkan Ratunya adalah orang yang super mesum
''Sial, aku lupa itu'' kata Lily sambil memakai wajah pucat
DI KAMAR MANDI
Terlihat sekarang Evelin, Lily dan Lulu sedang mandi sekarang, terlihat tubuh mereka yang sudah di basahi oleh air yang mengalir
''Segarnya~'' ucap Evelin
Lulu kelihatan sedang berendam di bak mandi sambil memainkan mainan bebek karetnya sedangkan Lily di samping Lulu berendam juga
''Ayo bebek! berenang lebih cepat lagi'' kata Lulu sambil memainkan bebek karetnya
Lily hanya tersenyum melihat anak dari Ratunya itu sepertinya begitu senang memainkan bebek karet nya
''Jadi Lily, apakah kau sudah melakukan itu'' kata Evelin
Lily lalu kaget mendengar perkataan dari Ratunya langsung menanyai tentang hubungan nya dalam hal seksual
''Sudah ku bilang yang mulia, aku tidak akan melakukan itu'' kata Lily
Evelin tersenyum mendengar jawaban Lily yang langsung menjawab nya dengan sangat tegas. Evelin lalu berdiri kemudian bergabung dengan Lily dan Lulu untuk berendam
''Apakah kau yakin terus membenci para Lelaki?'' tanya Evelin
Lily terdiam mendengar perkataan dari Ratunya, Lily lalu termenung sambil memikirkan pertanyaan dari Ratunya. Evelin tersenyum melihat Lily kelihatan bingung untuk menjawab nya
''Jadi kau sudah jatuh cinta dengan Lelaki ya?'' tanya Evelin
Lily kaget mendengar perkataan dari Ratunya yang tiba-tiba saja mengatakan kalau dia sudah jatuh cinta dengan Lelaki
''Ap-Apa maksudmu Evelin sama?'' tanya Lily sambil gugup
Evelin lalu menahan tawa melihat reaksi Lily yang tiba-tiba saja wajah nya terlihat memerah.
''Jadi siapa pria itu?'' tanya Evelin langsung
''AKU TIDAK SEDANG JATUH CINTA EVELIN SAMA!'' teriak Lily marah ditambah kesal
Lulu sekarang sedang menutup telinga nya yang tidak sanggup menampung suara Lily yang sangat keras itu. Evelin lalu menahan tawa lagi melihat Lily
''Maaf-Maaf'' kata Evelin meminta maaf
''Bagaimana dengan yang mulia sendiri? Bagaimana yang mulia sama sekali tidak memiliki suami, padahal sudah memiliki anak'' tanya Lily
Evelin lalu melihat ke atas dengan tersenyum setelah mendengar pertanyaan Lily, Lily bingung dengan Ratunya yang tiba-tiba saja sepertinya terdiam. apakah dia baru saja mengatakan hal yang lancang
''Maaf yang Mulia, aku tidak bermaksud lancang'' kata Lily meminta maaf
''Tidak apa-apa Lily, aku mengerti maksud mu'' kata Evelin. Evelin lalu mengelus kepala Lulu yang sedang memainkan boneka bebek
''Lily, apakah kau mau mendengar dari mana aku berasal? '' tanya Evelin
Lily kaget mendengar perkataan Ratunya, Lily ingin sekali tahu siapa Ratunya
''Tentu saja aku mau, Evelin sama!'' kata Lily dengan semangat
''Baiklah aku akan menceritakan siapa aku sebenarnya, aku lahir dari keluarga bangsawan Succubus di Underworld'' kata Evelin mulai menjelaskan
''Underworld! bukankah itu tempat para Iblis'' kata Lily kaget mendengarnya
''Benar, saat pertama kali di Underworld Keluarga ku tidak diterima oleh para Iblis, para Iblis mencoba mengusir Keluarga ku akan tetapi ada beberapa keluarga Iblis bangsawan yang menerima kami'' kata Evelin
''Keluarga Iblis bangsawan? Keluarga Iblis siapa saja yang menerima keluarga anda?'' tanya Lily
''Gremory, Leviathan dan beberapa keluarga lain nya'' jawab Evelin
Lily lalu kaget mendengar nama Gremory, dia mengingat kalau dia pernah mendengar nama itu saat di sekolah
''Mereka menerima kami sehingga akhirnya kami tinggal di Undeworld'' kata Evelin
''Tunggu sebentar Evelin sama, kenapa keluarga anda menuju ke Underworld?'' tanya Lily
''Keluarga ku di usir dari tanah kelahiran kami'' jawab Evelin
''Diusir? oleh siapa?'' tanya Lily lagi
''Oleh para Dewa'' jawab Evelin
Lily kaget mendengar nya, dia tidak menyangka kalau keluarga Ratunya diusir oleh para Dewa. Lily kemudian marah kepada para Dewa karena telah membuat keluarga Ratunya menderita
''Dan setelah itu Keluarga ku pun tinggal di Underworld'' kata Evelin
Lily mengangguk mengerti, Lulu terlihat sedang asik bermain dengan bebek karetnya dan tidak mendengarkan cerita dari Ibunya
''Setelah beberapa lama kemudian salah satu Istri lalu melahirkan'' kata Evelin
''Salah satu Istri? apa maksud anda?'' tanya Lily
''Oh ya aku lupa, Ayah ku memiliki 5 Istri'' jawab Evelin
''5 Istri!'' Lily kaget mendengar nya
''Benar, Ayahku memiliki 5 Istri, Ibu ku adalah Istri ke 4, setelah itu semua Istri itu lalu melahirkan anak-anak mereka, Istri pertama memiliki dua anak perempuan, Istri kedua memiliki satu anak perempuan, Istri ketiga melahirkan tiga anak perempuan , Ibu ku melahirkan dua anak salah satu nya aku dan yang Istri kelima memiliki dua anak perempuan '' kata Evelin menjelaskan keluarga nya
''Jadi mereka semua perempuan, wah sepertinya anda sangat bahagia karena memiliki banyak saudari'' kata Lily
Evelin lalu terlihat murung saat Lily mengatakan bahagia, Lily bingung melihat Ratunya tiba-tiba murung
''Kenapa Evelin sama?'' tanya Lily
''Sebenarnya keluarga seharusnya bahagia, dimana aku bisa bermain dengan para saudari tapi itu berubah saat pemilihan tahta'' kata Evelin
''Tahta?'' Lily bingung
''Benar, Ayahku lalu meninggal dan meninggalkan tahta yaitu sebagai raja'' kata Evelin
''Raja?'' Lily bingung
''Benar, sebenarnya setelah tinggal cukup lama di Underworld, keluarga semakin dikenal oleh para Iblis, kemudian keluarga ku akhirnya menjadi salah satu keluarga penting di Underworld'' kata Evelin
''itu tidak lah mustahil karena Evelin sama sangatlah kuat, pasti keluarga anda pastilah kuat'' kata Lily. Evelin hanya tersenyum mendengar perkataan dari Lily
''Semua kakak ku memperbutkan tahta itu, termasuk juga para ibu mereka, dan termasuk juga ibu ku'' kata Evelin
''Ibu anda juga?!'' Lily kaget
''Ibu ku mengatakan kalau aku harus merebut tahta itu, dia bilang aku tidak boleh membiarkan saudariku yang lain nya mendapatkan tahta itu, tapi aku menolak sehingga Ibuku lalu memilih adik ku untuk mendapatkan tahta itu'' Evelin terlihat sedih
Lily hanya terdiam mendengar cerita Ratunya yang menyedihkan, dia tidak menyangka kalau Ratunya memiliki masa kecil yang kelam
''Setelah itu para saudari ku lalu mencari seorang pria untuk membuat nya sebagai raja sehingga akan menjadi pemimpin di keluarga ku dan saudari ku itu bisa menjadi Ratu'' Evelin terus menjelaskan
Lulu terlihat sedang kebingungan dengan Ibu nya yang sepertinya sedih, Lily terlihat mengerti sekarang
''Banyak para Iblis bangsawan ingin melamarku akan tetapi aku menolak semua lamaran mereka, salah satu saudari ku pun berhasil merebut tahta itu namun konflik itu belum selesai, para saudari ku yang lain terus ingin merebut tahta itu tanpa memperdulikan ikatan mereka sebagai saudari'' kata Evelin mengingat para saudari nya. Evelin lalu teringat saat dia kecil bersama saudari nya bermain bersama dengan begitu bahagia
''Terus apa yang akan Evelin sama lakukan ?'' tanya Lily
''Aku lalu memutuskan untuk meninggalkan keluarga ku'' jawab Evelin
Lily mengerti dengan Ratunya yang memutuskan untuk pergi dari keluarga itu
''Aku memutuskan untuk kabur dan sampai ke tanah ini, aku lalu menemukan beberapa penduduk di sini dan mereka semua menerimaku, aku pun memutuskan untuk tinggal disini'' kata Evelin sambil melihat jendela di samping nya melihat pemandangan kerajaan nya
''Aku lalu memimpin daerah ini lalu kemudian aku pun berhasil membuat kerajaan''
Lily kagum mendengar kisah hidup Ratunya, dia tambah kagum kepada orang yang dia kagumkan
''Aku pun menjadi Ratu disini''
''Terus apakah anda menikah?'' tanya Lily
''Tidak'' jawab Evelin
''Apa!'' Lily terkejut dengan perkataan dari Ratunya
''Aku tidak menikah, saat itu aku belum menemukan orang yang aku cintai'' kata Evelin. Evelin lalu melihat ke arah Lulu yang sekarang melihat nya, Evelin lalu mengelus kepala Lulu dengan lembut
''Suatu hari aku perang melawan salah satu Fallen Goddess yaitu Tiamat'' kata Evelin
''Tiamat, maksud anda Dewi Naga itu?!'' Lily kaget
''Ya'' jawab Evelin
Lily tidak menyangka kalau Ratunya akan melawan salah satu Ras tinggi. Lulu hanya melihat pembicaraan mereka hanya tidak mengerti untuk anak seumuran nya
''Kami bertarung satu sama lain, kami bisa dibilang imbang'' kata Evelin memamerkan pertarungan epic nya kepada Lily yang dari tadi kagum
''Saat aku bertarung dengan nya cukup lama tiba-tiba ada yang aneh dengan tempat kami bertarung, aku merasakan kalau aku tiba-tiba terhempas entah bagaimana dan akhirnya aku tiba di tempat yang asing bagiku'' kata Evelin
''Tempat asing?'' Lily bingung
''Benar, tempat itu ditumbuhi oleh banyak sekali tumbuhan dan pepohonan yang hijau dan terlihat juga ada beberapa binatang buas di situ'' kata Evelin
''Terus apa yang akan anda lakukan?'' tanya Lily
''Aku memutuskan untuk berkeliling di area itu, bisa dibilang kalau tempat itu sangatlah subur, setelah aku berkeliling cukup lama aku pun memutuskan untuk mandi di sebuah sungai'' kata Evelin
Lily lalu berpikir kalau ada laki-laki yang mengintip nya di situ walaupun dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepan nya
''Aku mandi di tempat itu dengan cukup menyenangkan karena air yang segar, saat aku mandi aku pun bertemu dengan orang itu, Ayah nya Lulu'' kata Evelin yang sekarang mengelus kepala Lulu
Lulu kelihatan senang saat Ibunya sedang mengelus kepalanya dan menceritakan tentang Ayah nya
''Jadi apakah orang itu Ras Malaikat? Iblis? Dewa? Elf? atau Ras tinggi lain nya?'' tanya Lily penasaran
Evelin hanya tertawa melihat Lily yang penasaran hanya tertawa kecil, Lulu juga tertawa merasa lucu melihat reaksi Lily
''Dia Manusia'' jawab Evelin
Lily lalu merasa semangat nya hilang saat mendengar nama Manusia, dia tidak terlalu tertarik dengan Manusia, mereka adalah Mahkluk yang di katakan rantai paling bawah dalam dunia ini
''Ternyata hanya Manusia'' jawab Lily lemas
''Apakah kau merendahkan Manusia?'' tanya Evelin
''Tentu saja, mereka adalah Ras paling rendah, fisik mereka lemah, mereka juga tidak bisa menggunakan sihir, aku bingung dengan sang Pencipta karena telah menciptakan mereka'' kata Lily dengan sombong
Evelin hanya tersenyum dengan pemikiran Lily yang begitu normal untuk nya karena dia Ras yang bisa dibilang tinggi
''Lily, kita tidak bisa merendahkan Manusia sekarang, jujur aku juga merendahkan mereka akan tetapi itu berubah saat aku tahu mereka yang sebenarnya'' kata Evelin
Lily kaget mendengar perkataan dari Ratunua yang mengatakan kalau dia juga pernah merendahkan Manusia
''Mereka memang tidak bisa menggunakan sihir akan tetapi apakah kau pernah mendengar kalau Manusia memiliki kekuatan yang disebut ambisi'' kata Evelin
''Jadi ambisi itu apa?'' tanya Lily
''Aku pun tidak tahu tapi itu tertulis di sebuah batu yang disebut Poneglyph'' kata Evelin
Lily kaget mendengar nya, apakah sang Pencipta memberitahu mereka kalau Manusia sebenarnya adalah Ras yang kuat
''Jujur aku tidak terlalu mengerti tapi seperti itu lah'' sambung Evelin
''Terus setelah bertemu dengan Manusia itu, apa yang anda lakukan?'' tanya Lily
''Kami melakukan itu'' kata Evelin dengan menggoda Lily
Pipi Lily lalu memerah mendengar Ratunya langsung melakukan itu dengan seorang Manusia, Lily tidak tahu kenapa dia tiba-tiba memerah
''Kami melakukan cukup lama karena dia ternyata memiliki stamina yang kuat'' kata Evelin masih menggoda Lily
Pipi Lily masih memerah mendengar nya, Lulu kelihatan bingung dengan perkataan dari Ibu nya
''Aku berumur 27 saat itu'' Evelin lalu melihat ke arah Lulu
''Lalu setelah itu apa yang anda lakukan?'' tanya Lily
''Aku lalu berniat membawa orang itu ke kerajaan dan menjadikan nya Raja akan tetapi dia masih sangat kecil danmemilik keluarga sehingga aku tidak bisa membawanya'' kata Evelin dengan wajah kecewa
''Apa! apakah anda tidak terlalu gegabah menjadi kan Manusia itu menjadi Raja anda? tunggu! apa maksud anda masih kecil? '' tanya Lily
''Kau pasti mengerti maksudku nanti dan aku percaya kalau dia akan menjadi Raja yang sangat hebat'' kata Evelin mengingat orang itu ''Setelah itu aku pun kembali ke kerajaan dengan sihir ku dan seminggu kemudian aku pun hamil mengandung Lulu'' kata Evelin
Lily kagum dengan kelembutan Ratunya yang sangat mempercayai sebuah kepercayaan yang kuat dari seseorang
''Aku berpikir kalau suatu hari nanti aku akan bertemu dengan nya lagi'' kata Evelin dengan percaya diri
Lily hanya mengangguk mengerti dengan Ratunya, mereka lalu kembali mandi bersama, tiba-tiba Evelin lalu memegang Payudara Lily dari belakang
''Kyaa Evelin sama?'' Lily bingung
''Ternyata Payudara mu semakin membesar saja Lily'' kata Evelin
''Hentikan Evelin sama!'' teriak Lily
Lulu hanya tertawa melihat adegan itu
~X~
DI CLUB PENELITIAN ILMU GAIB
''Jadi begitulah cerita nya'' kata Zoro menjelaskan
Di penelitian Ilmu Gaib terlihat ada Rias dan para Peerage nya dan Sona bersama para Peerage nya juga
''Apakah kalian mengerti sekarang?'' tanya Zoro
''Ya kami semua mengerti, jadi kalian adalah teman bajak laut dan Luffy adalah Kapten mu kan'' kata Sona
''Ya, pasti kalian semua tidak percaya kan'' kata Zoro
''Sulit juga untuk mempercayai kalau orang bodoh ini adalah Kapten mu'' kata Reya menunjuk ke arah Luffy
Mereka semua lalu menyadari kalau Luffy tertidur saat Zoro menceritakan kisah mereka berdua, Rias, Sona dan Peerage mereka lalu sweatdrop melihat Luffy sudah tidur dengan sangat cepat
''Jadi selama ini dia sudah tidur?!'' teriak para Peerage Sona
Rias dan Peerage nya hanya tersenyum melihat ini, mereka mengerti kalau Luffy akan tertidur karena sudah bertarung cukup sehingga dia akan sangat kelelahan
''Baiklah sepertinya kita harus pulang'' kata Rias
''Sepertinya memang begitu'' Sona lalu melihat ke arah Zoro ''Zoro kau ikut aku dulu'' kata Sona
Zoro kelihatan kesal karena tiba-tiba Sona memerintahnya, dia bisa saja membantu tapi dia tidak suka diperintah oleh seseorang kecuali Luffy
''Tenang saja, aku hanya memiliki urusan dengan mu'' kata Sona
Zoro lalu mendesah pasrah, Zoro lalu berdiri untuk pergi. Zoro melihat Luffy yang sepertinya sedang tidur nyenyak
''Baiklah Rias, kami pergi dulu'' kata Sona
Tsubaki lalu mengeluarkan sihir teleport untuk segera kembali ke rumah mereka, Sona, Zoro dan para Peerage nya lalu menghilang dengan sihir teleport itu. tinggalah Rias dan Peerage nya beserta Luffy
''Baiklah sebaiknya kita juga pulang'' kata Rias
''Luffy sama!'' tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka, Rias beserta Peerage nya kaget melihat pintu tiba-tiba terbuka oleh seorang Wanita dan terlihat ada Wanita lagi di belakang nya
''Luffy sama! apakah anda baik-baik saja?'' teriak Wanita itu
Rias mengetahui siapa perempuan itu, Akeno, Kiba, dan Koneko lalu bersiap-siap melawan Wanita itu yang sepertinya musuh mereka
''Tenang saja, dia bukan musuh lagi'' kata Rias mencegah sebagian para Peerage nya menyeran Wanita itu
Wanita itu adalah Reynare dan Kalawarner yang sepertinya benar-benar khawatir melihat Luffy yang sedang tertidur. Reynare dan Kalawarner lalu menghampiri Luffy
''Luffy sama!'' Reynare dan Kalawarner lalu melihat Luffy
Kedua Malaikat itu lalu merasa lega melihat tuan mereka baik-baik saja, Kedua Malaikat jatuh itu lalu melihat ke arah Rias
''Jadi apa yang terjadi?'' tanya mereka
''Nanti saja penjelasan nya, sebaiknya kita membawa Luffy pulang sekarang'' kata Rias
Rias lalu menghadap ke arah para Peerage nya, ''Baiklah kalian bisa pulang'' kata Rias
Para Peerage Rias lalu mengangguk mengerti kecuali Akeno yang masih melihat Luffy sedang di gendong oleh Reynare. Reynare tidak merasa berat karena Luffy sepertinya sangat ringan ditambah lagi dia sedikit pendek darinya
''Baiklah, ayo kita pulang'' kata Rias
Paarage Rias lalu pergi duluan, tinggalah Rias, Reynare, Kalawarne, Luffy dan Xenovia. Rias lalu melihat Xenovia
''Dimana Irina?!'' Xenovia lalu tiba-tiba menanyai Rias
''Irina? maksud mu Gadis yang di temukan oleh Luffy sama?'' tanya Reynare
''Ya, itu dia'' kata Xenovia
''Dia ada di rumah Ayano sama'' kata Kalawarner
''Baiklah aku akan kesana'' kata Xenovia
Reynare dan Kalawarner terkejut mendengar perkataan dari Xenovia yang tiba-tiba ingin kerumah Ayano
''Entahlah tapi aku tidak yakin kalau Ayano sama akan senang'' kata Reynare
''Sudahlah, pasti Ayano pasti mengerti'' kata Rias
''Baiklah, kalau begitu ayo'' ajak Kalawarner
Xenovia lalu pergi bersama Rias, Reynare dan Kalawarner
SKIP TIME
Di rumah Ayano terlihat sekarang sedang damai saja, Ayano terlihat habis bangun pagi. tadi malam ada sebuah kejadian yang tidak disangka oleh Ayano, tiba-tiba saja Reynare dan Kalawarner membawa seorang Gadis ke rumah nya tadi malam
''Kenapa mereka selalu saja membuat masalah? dan kenapa aku harus mengurus Wanita itu'' ucap Ayano yang sekarang sedang mandi
Ayano ingat kalau Reynare mengatakan kalau Luffy sekarang sedang melakukan sesuatu, dia berharap kalau Luffy akan baik-baik saja. Ayano lalu selesai mandi dan sedang memakai pakaian nya, Ayano lalu memutuskan untuk melihat keadaan Gadis itu di kamar Luffy. Ayano menaruh Gadis itu di kamar Luffy
''Sebaiknya aku melihat keadaan Gadis itu'' kata Ayano yang kemudian menuju ke kamar Luffy
Ayano lalu mengingat sesuatu, seharusnya Luffy sudah pulang sekarang. Ayano lalu merasa curiga kalau Luffy akan tidur dengan Gadis itu
''Tidak akan ku biarkan'' kata Ayano sambil mempercepat langkah nya
Ayano lalu sampai di kamar Luffy, dengan cepat Ayano membuka pintu kamar Ayano dan melihat ke dalam. Di dalam kamar Luffy terlihat ada beberapa orang tidur, Ayano mengira kalau itu adalah Luffy,Rias, Gadis aneh semalam dan kedua Malaikat jatuh itu, Ayano tidak bisa melihat mereka karena di tutupi oleh selimut
Ayano lalu mendekati kasur Luffy untuk membuka selimut itu untuk membangunkan mereka dan memarahi nya, Ayano lalu membuka selimut itu
''Luffy! ayo bang-'' Ayano belum selesai mengucapkan katanya karena melihat ada yang ganjil dengan apa yang dilihat nya
Terlihat ada lebih orang yang tidur di kasur itu tidak seperti Ayano bayangkan, terlihat Luffy sedang di peluk oleh Rias di kanan nya dan sisi kirinya ada Reynare dan di belakang Luffy ada Kalawarner, dan terlihat di dada Luffy ada seorang Gadis lain dengan pita berwarna kuning di rambut nya, terlihat juga ada Gadis berambut biru sedang tidur juga di dada Luffy dan yang terakhir Gadis tadi malam yang di antar oleh Reynare sedang tidur di bawah Luffy dengan memegang paha Luffy dan mereka semua telanjang termasuk Luffy
Ayano tidak tahu harus mengatakan apa, Ayano lalu merasa benar-benar marah dengan apa yang dilihat nya. berani-berani nya mereka melakukan hal mesum di rumah nya. Ayano lalu menarik nafas untuk berteriak membangunkan mereka
''BANGUN KALIAN ORANG-ORANG MESUM!'' teriak Ayano
Rias dan para perempuan lalu terbangun mendengar teriakan dari Ayano, Rias dan para Gadis itu lalu mengucek-ucek matanya mereka untuk melihat siapa yang bertariak
''Oh Ayano sama'' kata Reynare melihat Ayano
''Kenapa kau bertariak di pagi-pagi hari seperti ini, Ayano?'' tanya Rias
Ayano lalu melihat ke arah dua Gadis baru yang ada di kasur Luffy
''Siapa mereka berdua?'' tanya Ayano sambil menuju ke arah kedua Gadis itu
Rias lalu melihat Gadis yang disebutkan oleh Ayano, dia tahu kalau Xenovia ada disini akan tetapi Rias lalu menyadari ada Wanita lain di sini. Rias lalu tahu siapa Wanita itu
''Akeno! sedang apa kau disini?'' tanya Rias kaget melihat Akeno
Akeno hanya tersenyum melihat Buchonya kaget melihat nya, Luffy terlihat masih tertidur dengan nyenyak. Akeno lalu merasa jengkel dengan Luffy karena belum juga bangun
''Luffy ayo bangun'' kata Ayano sambil mencubit pipi Luffy akan tetapi pipi Luffy malah memanjang seperti karet
''Aku lupa kalau dia Manusia karet'' kata Ayano sadar
Ayano lalu bingung untuk membangunkan, Ayano lalu memiliki ide untuk membangunkan Luffy. Ayano lalu mendekat ke wajah nya ke telinga Luffy mencoba membisikan sesuatu. Rias dan Gadis lain nya hanya merasa bingung dengan apa yang Ayano bisikan
Luffy lalu tiba-tiba terbangun dan kemudin berdiri dengan tegak, Ayano lalu kaget karena baru sadar kalau Luffy tidak memakai pakaian apapun
''Sarapan! dimana sarapan nya?!'' teriak Luffy
Ayano sekarang sedang menutupi wajah nya untuk tidak melihat Luffy yang telanjang, Rias dan Gadis lain nya lalu merasa pipi mereka memerah semua karena melihat tubuh Luffy tanpa ada sebenang pun di tubuh nya
''Dimana makanan nya?!'' Luffy bertanya ke Ayano yang sedang menutupi wajah nya
''Pakai dulu pakaian mu bodoh!'' Ayano lalu memukul kepala Luffy dengan keras
15 MENIT KEMUDIAN
''Baiklah saat nya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?'' tanya Ayano
Sekarang semua penghuni rumah Ayano sedang ada di tempat makan untuk sarapan pagi, Luffy sedang memegang kepalanya yang terlihat ada sebuah benjolan di kepalanya
''Baiklah kami akan menjelaskan nya'' kata Rias
Rias lalu menjelaskan tentang tadi malam, menjelaskan tentang musuh baru mereka dan muncul nya seseorang yang membantu mereka dan akhirnya mereka menang melawan orang itu
''Jadi begitu'' Ayano lalu mengerti
''Dimana makanan nya!'' tiba-tiba Luffy berteriak.
Ayano lalu mendesah. '' Baiklah aku akan membuat sarapan'' kata Ayano yang kemudian berdiri untuk membuat makanan
''Hore!'' teriak Luffy dengan senang
''Tenang lah Luffy!'' teriak Ayano kesal
''Aku akan membantu mu Ayano sama'' kata Reynare
''Terima kasih Reynare''
Ayano dan Reynare lalu sedang membuat makanan, Luffy terlihat sangat bosan karena harus menunggu untuk makan. Akeno terlihat terhibur dengan sikap Luffy yang bosan
''Apakah kau sering seperti ini Luffy kun?'' tanya Akeno
Luffy yang ditanyai oleh Akeno , Luffy lalu melihat Akeno dengan tatapan bosan
''Begitulah'' jawab Luffy
Akeno hanya tertawa melihat Luffy yang sepertinya akan mati kebosanan
''Jadi Akeno, kenapa kau bisa disini?'' tanya Rias
''Aku kesini karena aku mau saja'' kata Akeno
''Hah!'' Rias tiba-tiba merasa aneh dengan jawaban dari Akeno. ''Apa maksud mu kau kesini karena mau mu saja?'' tanya Rias
''Apakah Bucho melarangku kesini?'' tanya Akeno balik
''Tidak, aku tidak melarangmu'' jawab Rias dengan tenang
''Terus kenapa anda kelihatan tidak senang kalau aku kesini?'' tanya Akeno
''Karena rumah ini sudah penuh'' kata Rias
''Aku kira masih ada kamar lagi'' kata Luffy polos
''Diamlah Luffy'' geram Rias
Luffy lalu terdiam melihat wajah Rias marah, Ayano lalu menaruh semua makanan yang sudah siap di meja makan
''Baiklah saat nya makan!'' teriak Luffy
Mereka lalu sarapan di pagi hari, Luffy dengan cepat memakan semua makanan nya. sesekali Luffy mencoba untuk mencuri makan orang lain disitu tapi Ayano menatap Luffy dengan tatapan peringatan kalau jangan mengambil makanan orang lain
SKIP TIME
Luffy dan yang lain nya lalu menuju ke sekolah, saat sarapan Luffy hanya memakan bagian nya saja. Luffy kelihatan murung karena belum kenyang
''Sudahlah Luffy, kau tidak perlu murung'' kata Ayano
Luffy lalu hanya mengangguk mengerti dengan perkataan Ayano, Luffy lalu melihat kedepan dan sadar kalau mereka akhirnya sampai di sekolah
''Baiklah aku dan Luffy akan ke kelas'' kata Rias
Ayano hanya mengangguk mengerti, dia sedikit jengkel dengan Rias karena terlihat sangat ingin sekali dekat dengan Luffy
''Kalau begitu sampai jumpa'' kata Ayano yang kemudian langsung pergi
Luffy hanya bingung melihat Ayano yang tiba-tiba merasa bersikap acuh dengan nya, Rias yang melihat Ayano hanya tersenyum
''Jadi selama ini dia bersifat Tsundere?'' pikir Rias
Luffy dan Rias lalu menuju ke kelas mereka akan tetapi saat memasuki gedung sekolah, Luffy lalu melihat seseorang yang begitu familiar
Orang itu berambut hijau, cukup tinggi, dan terlihat memakai kacamata. Luffy lalu tahu siapa orang itu
''Hey bukankah itu Zoro?'' kata Luffy melihat orang itu
Rias yang melihat orang yang dibilang oleh Luffy dan benar saja itu adalah Zoro yang sekarang terlihat memakai pakaian sekolah Kouh
''Woy Zoro!'' panggil Luffy
Zoro lalu melihat ke arah Luffy dan Rias kemudian tersenyum. ''Oh Luffy!'' balas Zoro
''Sedang apa kau disini Zoro?'' tanya Luffy
''Aku sekarang sekolah disini walaupun aku tidak tahu apa itu sekolah'' kata Zoro
''Hahahaha aku juga dulu seperti itu'' kata Luffy
''Jadi Zoro, kenapa kau ada disini?'' Rias lalu bertanya kepada Zoro
''Aku bisa disini karena Wanita berkacamata itu mengatakan kalau aku sekarang bersekolah disini'' kata Zoro
''Itu benar''
Kemudian terdengar ada suara Wanita di belakang Zoro, terlihat Sona sedang berjalan menuju ke arah mereka
''Sona!'' kata Luffy
''Aku menyuruhnya bersekolah disini'' kata Sona
''Hey dengar ya, aku bersekolah karena aku mau dan bisa bertemu dengan kapten bodoh ku ini dan sebagai anggota pertama nya aku harus menjaga nya'' kata Zoro
''Ya ya aku mengerti'' kata Sona
''Jadi begitu, baguslah Luffy kau sekarang bisa sering berjumpa dengan teman lama mu'' kata Rias
''Ya'' balas Luffy dengan senang
''Jadi Sona, apakah kau mau membuat Zoro menjadi budak mu?'' tanya Rias
''Jangan seenaknya mengatakan seperti itu!'' teriak Zoro
''Aku tidak tahu, apakah kau ingin membuat Luffy menjadi budakmu, Rias?'' tanya Sona balik
''Aku bukan budak siapa-siapa!'' teriak Luffy marah
Rias dan Sona tidak peduli dengan teriakan Luffy dan Zoro, terlihat Rias dan Sona berbisik-bisik sesuatu. Luffy dan Zoro merasa tidak enak melihat mereka
''Kami ini bukan budak kalian!'' teriak Luffy dan Zoro
JAM ISTIRAHAT KEMUDIAN
Rias dan yang lain lalu sudah ada di ruangan Penelitian Ilmu Gaib, Luffy sedang memakan cemilan bersama Koneko, Asia sedang berbicara dengan Luffy dan Koneko, Akeno sedang menyiapkan teh untuk Issei dan Kiba dan Rias sedang duduk di tempat biasanya
''Dengarkan semuanya!'' Rias lalu meminta perhatian dari semua orang di ruangan itu. semua orang di ruangan itu lalu melihat Rias
''Aku akan memperkenalkan anggota baru kita di club penelitian Ilmu Gaib'' kata Rias
Semua orang lalu terkejut mendengar Rias, lalu kemudian pintu terbuka. Luffy dan yang lain nya lalu kaget kemudian melihat siapa yang membuka pintu. terlihat ada seorang Wanita yang memakai pakaian sekolah Kouh dan berambut biru dengan ada sedikit pirang berwarna
''Hah Xenov!'' Luffy lalu menyadari siapa orang itu
Xenovia lalu merasa jengkel mendengar Luffy memanggil namanya, Xenovia lalu hanya mendesah pasrah
''Dia akan menjadi teman kita mulai dari sekarang'' kata Rias
Seluruh Peerage Rias lalu kaget mendengar nya, mereka sekarang akan memiliki teman baru
''Apakah kau Iblis?'' tanya Luffy
Xenovia lalu mengeluarkan sayap Iblis nya menunjukan ke semua orang. ''Ya, aku Iblis'' kata Xenovia
Luffy kelihatan kagum melihat sayap Xenovia, Xenovia yang melihat Luffy yang sekarang kagum dengan sayap nya hanya tersenyum
''Bagaimana dengan Irina?'' tanya Issei
''Dia sekarang sedang kembali ke Gereja pusat untuk memberitahu Informasi yang kami dapatkan'' kata Xenovia
''Apakah kau tidak apa-apa di tinggal?'' tanya Issei lagi
''Tidak, aku memang ingin bergabung dengan kalian karena tadi malam'' kata Xenovia
''Baguslah, sekarang kita memiliki banyak teman'' kata Luffy
Seluruh anggota penelitian Ilmu Gaib lalu bergembira, Luffy adalah orang yang membuat kelompok Rias terlihat bahagia dari sebelumnya. Rias melihat para Peerage nya hanya tersenyum
BRAK!
Pintu sekali lagi terbuka tiba-tiba, Rias dan yang lain nya lalu melihat siapa yang membuka nya
''Zoro!'' Luffy lalu mengenali orang itu
''Jadi kau disini Luffy, aku mencari mu dari tadi'' kata Zoro
Zoro lalu masuk ke dalam dengan jalan gaya santai, Luffy lalu melihat ada seseorang di belakang Zoro yang sepertinya marah
PLETAK!
Kepala Zoro lalu di pukul dari belakang
''Apa-apaan kau ini! tiba-tiba saja masuk ke dalam bangunan orang lain!'' teriak Sona
''Diamlah Gadis berkacamata'' geram Zoro kesal sambil memegang belakang kepalanya yang berasap karena di pukul oleh Sona
Rias dan yang lain nya lalu hanya tertawa melihat kejadian ini, Rias lalu melihat keluar jendela dengan tersenyum. akhirnya mereka pun kembali seperti semula
~X~
DI OLYMPUS-ELYSIUM
Terlihat di sebuah taman yang indah ada seorang Gadis cantik sedang duduk di sebuah tempat duduk di taman itu
''Aphrodite!'' tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Wanita yang duduk itu
Aphrodite lalu melihat siapa yang memanggil nya dan mengetahui siapa yang memanggil nya
''Oh Athena rupa nya, Ada apa?'' tanya Aphrodite
''Kita akan melakukan pertemuan lagi'' jawab Athena
Aphrodite lalu mendesah merasa bosan, dia tidak terlalu suka dengan pertemuan para Dewa. Athena bingung melihat Aphrodite terlihat tidak senang
''Ada apa?'' tanya Athena
''Kau tahu pertemuan itu sangat membosankan, kau harus mendengar seseorang bicara terus akan terlihat membosankan'' jawab Aphrodite
Athena lalu terlihat jengkel dengan sifat Aphrodite yang tiba-tiba terlihat merasa bosan
''Tapi kita harus melakukan ini, ini demi Olympus'' kata Athena dengan tegas. Aphrodite lalu melihat sifat Athena yang semangat itu lalu tersenyum
''Kau selalu saja memikirkan pekerjaan, apakah kau tidak pernah memikirkan yang lain? seperti percintaan'' tanya Aphrodite
Athena lalu terlihat tidak tertarik dengan Aphrodite katakan, dia sama sekali tidak pernah memikirkan percintaan karena dia selalu saja orang yang sibuk
''Tidak, aku tidak tertarik dengan percintaan'' jawab Athena
''Oh begitu'' Aphrodite merasa kalau Athena terlalu sibuk tentang pekerjaan nya di bandingkan percintaan. ''Oh kau tahu tidak, saat aku ke dunia Manusia aku bertemu dengan Manusia yang menarik'' kata Aphrodite
Athena lalu terlihat tertarik dengan perkataan dari Aphrodite, kalau Manusia itu memiliki kekuatan spesial maka dia bisa menjadi pahlawan bagi Olympus
''Dia adalah seorang laki-laki yang sangat menarik'' kata Aphrodite
Athena lalu merasa kalau laki-laki ini akan menjadi korban Aphrodite, Aphrodite adalah seorang Dewi yang memiliki banyak anak
''Jadi apakah kau ingin membuat keturunan dengan Manusia itu?'' tanya Athena
''Aku rasa begitu tapi dia sepertinya tidak tertarik dengan kecantikan ku'' kata Aphrodite ngambek
Athena lalu kaget mendengar nya, mana ada seorang Manusia bisa menolak kecantikan Aphrodite di tambah lagi dia sangat seksi sekali
''Apa! itu tidak mungkin!'' kata Athena kaget
''Kau mungkin tidak percaya tapi ini memang kenyataan nya'' kata Aphrodite
Athena lalu mulai tertarik dengan laki-laki yang dibacarakan oleh Aphrodit, Aphrodite dan Athena sudah cukup lama mengobrol tiba-tiba muncul Artemis
''Athena apakah kau sudah memanggil Dewi penggoda itu?'' kata Artemis
Artemis lalu melihat saudari nya sudah bersama dengan Aphrodite yang sepertinya membicarakan sesuatu
''Apa maksud mu dengan Dewi penggoda?'' tanya Aphrodite dengan tersenyum
''Memang itu kan fakta nya, kau memiliki banyak keturunan dari Ras-Ras berbeda dan kau sama sekali tidak peduli dengan mereka'' kata Artemis kesal
''Apa maksud mu, aku peduli dengan anak-anak dan keturunan ku'' kata Aphrodite
''Terserah'' kesal Artemis tidak peduli ''sebaiknya kita harus pergi sekarang'' kata Artemis
''Benar'' setuju Athena
Aphrodite lalu mendesah pasrah, dia lalu berdiri dari tempat duduk dan bersiap-siap untuk pergi
''Baiklah aku akan pergi'' kata Aphrodite
Artemis dan Athena lalu mengangguk mengerti, mereka bertiga lalu bersiap-siap untuk pergi ke tempat pertemuan
BERSAMBUNG
Akhir bab
Maaf kalau minggu ini saya update lama karena saya memiliki banyak pekerjaan sekolah
Di bab ini saya akan menjelaskan cukup rinci tentang Ratu succubus itu dan kenapa dia bisa tahu Poneglype? saya akan jelaskan di masa depan
Saya mungkin tidak bisa memunculkan semua karakter dari One Piece karena mungkin saja ceritanya akan cukup sulit untuk di tulis di masa depan.
Terima kasih yang sudah baca dan Review dan tak lupa untuk tinggalkan Review agar saya bisa lebih senang saat menulis
Sampai jumpa di bab berikutnya
Salam Author
