Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning : non canon, dll


SEBELUM PERTEMUAN DAN DIMULAINYA PERTEMUAN

DI TEMPAT TIDAK DI KETAHUI

''Jadi semuanya sudah berkumpul'' kata seorang

Tiamat lalu masuk ke dalam sebuah ruangan yang sangat luas, terlihat beberapa orang ada di dalam ruangan yang luas itu, terlihat juga beberapa prajurit di sekitar mereka. Di depan nya terlihat ada beberapa orang di depan sedang duduk memutar

''Hmmm aku tidak tahu akan ramai seperti ini'' kata seseorang

Susanoo terlihat duduk di kursinya dengan tenang dan kemudian melihat orang yang lain nya, terlihat ada 2 wanita, 2 pria di depan nya

''Maaf aku terlambat'' kata seorang pria yang tersenyum dengan manis ke arah mereka semua

''Kenapa kau bisa terlambat?'' tanya seorang pria umur tigapuluhan dengan tajam ke arah pria manis itu

''Maaf, aku sedang mencari anggota baru'' jawab pria itu

''Lain kali, aku benar-benar tidak akan datang di pertemuan ini'' kata pria dingin itu

''Maaf-maaf Cronos'' kata pria itu tersenyum dengan misterius

Cronos hanya merasa benar-benar ragu kalau dia benar-benar masuk ke dalam kelompok yang bagus, Cronos lalu melihat kearah lain di mana Tiamat berada

''Apakah kau mau bergabung dengan pertemuan ini atau diam saja di situ?'' tanya Cronos dengan tajam

Tiamat lalu benar-benar marah dengan perkataan dari Cronos yang langsung membentak nya, selama ini dia tidak pernah di bentak oleh orang lain atau siapa pun. Tiamat dengan menahan kemarahan nya lalu berjalan menuju ke meja itu dan kemudian duduk dengan gaya sombong nya

''Oh, kita punya dua anggota baru lagi, aku senang karena bukan hanya aku wanita disini'' kata seorang wanita di depan Tiamat

Terlihat seorang wanita berambut hitam gelap, mata berawarna purple menatap nya dengan senyuman yang sadis, dia memakai pakaian minim dengan sayap kelelawar di belakang nya

''Oh Lilith, aku tidak tahu kau akan bergabung ke dalam kelompok ini'' kata Tiamat mengetahui siapa dia

Wanita bernama Lilith itu lalu tersenyum mendengar perkataan dari Tiamat, dia sama sekali tidak terlalu serius dalam menghadapi semua nya

''Ya kau tahu, setelah sang si Michael itu mengusirku dari surga, aku merasa bosan tahu'' kata Lilith dengan nada memelas

Tiamat dan semua orang lalu benar-benar tahu kenapa wanita seperti dia bisa di usir dari surga, dia bisa dibilang menggoda semua malaikat di surga hingga akhirnya dia diusir dari surga

''Bisakah kita memulai pertemuan ini?'' tanya Susanoo dengan tidak sabar

''Oh baiklah, karena Susanoo-kun sudah bilang seperti itu maka kita mulai saja pertemuan ini'' kata pria yang sepertinya memimpin pertemuan itu dengan senyuman misterius

Susanoo hanya merasa terganggu dengan namanya yang di tambahkan kun oleh laki-laki membuatnya merinding. Salah satu wanita terlihat diam dari tadi melihat ini

''Jadi Xeperia, kenapa kau ingin bergabung dengan kami?'' tanya pemimpin pertemuan ini dengan tersenyum

Wanita bernama Xeperia itu lalu hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari orang itu

''Aku bergabung karena satu hal...'' kata Xeperia yang kemudian melihat kearah pria itu ''untuk menghancurkan kekuasaan adik ku'' kata Xeperia dengan tersenyum sadis

''Oh, kau mau menghancurkan saudari mu sendiri, apakah keluarga EV'Aline tidak tentram?'' tanya Lilith

''Tidak, selama dia masih duduk di singgasana itu'' kata Xeperia

''Dan lagi, aku menemukan orang yang ingin merebut kekuasaan'' kata Tiamat tiba-tiba

Xeperia lalu melihat kearah Tiamat dengan tatapan tajam dan sombong

''Apakah itu masalah?'' tanya Xeperia

''Tidak, aku hanya merasa aku sudah bertemu banyak orang seperti itu'' kata Tiamat yang kemudian melihat kearah Susanoo. Susanoo lalu hanya geram melihat kalau Tiamat sepertinya sedang mengejek nya

''Sudahlah, bukankah saatnya untuk memulai pertemuan ini'' kata seorang wanita yang sedang berjalan ke arah mereka yaitu Gaia

''Ibu'' kata Cronos

''Nenek Gaia benar'' kata pria itu

Gaia lalu terlihat kesal saat mendegar pemimpin pertemuan itu memanggil nya nenek

''Hey, aku memang tua tapi aku belum terlihat nenek-nenek'' kata Gaia dengan marah

''Oh maaf'' kata pria itu

Semua orang disitu lalu terdiam dengan santai kecuali Lilith yang terhibur melihat pembicaraan yang menarik ini.

''Baiklah pertemuan ini akan di mulai'' kata pria itu

''Jadi tentang apa pertemuan ini?'' tanya Cronos

''Tentang pertemuan 3 Faksi''

~X~

DI RUMAH AYANO

''Papa!"

Terlihat sekarang Lulu sedang membangunkan papanya yang sedang tidur di kasur, Lulu terlihat bingung untuk membangunkan Luffy. Lulu lalu menarik hidung Luffy dan Lulu kemudian kaget karena melihat hidung Luffy malah memelar

''Woah'' kaget Lulu

Lulu lalu melepas hidung Luffy dan hidung Luffy lalu kembali seperti semula, Lulu terlihat merasa penasaran dengan kekuatan dari ayahnya ini. Lulu lalu menarik pipi Luffy dan kemudian Lulu kaget karena melihat pipi ayahnya juga melar

''Keren!'' teriak Lulu dengan senang

Lulu lalu mempermainkan wajah ayahnya dengan riang, terlihat bibir Luffy mengikat kepala Luffy, hidung Luffy terlihat di ikat

''Hihihihi, Papa lucu sekali'' kata Lulu riang

Luffy terlihat tidak merasa terganggu dengan ulah putrinya ini, Luffy masih saja terlihat tertidur dengan nyenyak. Lulu hanya masih tertawa melihat wajah Luffy sekarang

''Luffy! apakah kau sudah bangun?'' terdengar sebuah suara dari bawah

Lulu tahu suara siapa itu, Lulu lalu kembali membangunkan ayahnya ini

''Papa! Papa! bangunlah!'' teriak Lulu

Lulu terus membangunkan ayahnya namun tidak berhasil, Luffy masih saja tertidur dengan sangat nyenyak dan terlihat masih mendengkur

''Luffy! ayo bangung'' tiba-tiba Ayano lalu masuk kedalam kamar Luffy dengan kemarahan karena dari tadi di panggil tidak menjawab

Ayano sekarang sedang melihat Lulu yang sedang membangunkan ayahnya dengan susah payah, Ayano merasa kasihan dengan Lulu

''Lulu, biar aku yang membangunkan nya'' kata Ayano

Lulu lalu melihat kearah Ayano dan kemudian mengangguk, Lulu lalu turun dari tubuh Luffy dan melihat Luffy dari samping, Ayano lalu mendekati Luffy dengan tatapan kesal

''Baiklah Lulu, sebaiknya kau mundur dulu'' kata Ayano

Lulu lalu mundur sedikit dari Luffy dan Ayano, Ayano lalu tersenyum melihat Lulu yang menurut, Ayano merasa ingin Lulu menjadi putrinya di masa depan nanti, namun Ayano tahu kalau Lulu adalah anak dari Luffy dan seorang Ratu

''Aku bingung, kenapa dia bisa membuat hampir semua wanita tertarik kepada nya?'' pikir Ayano dengan kebingungan

Ayano lalu memegang kedua kaki Luffy bersiap-siap untuk membantingnya ke bawah lantai, Ayano dengan sekuat tenaganya lalu membanting Luffy ke lantai

''BANGUN!'' teriak Ayano

Luffy lalu merasakan kalau kepala nya lalu terbentur sesuatu, Luffy lalu terbangun dengan wajah yang masih mengantuk

''Wah, Papa bangun'' kata Lulu melihat ayahnya bangun

Luffy lalu melihat kearah Ayano dengan wajah yang mengantuk, Luffy lalu melihat kearah Lulu yang sepertinya senang karena ayahnya telah bangun

''Kenapa kau membangunkan ku, Ayano?'' tanya Luffy

''Ini sudah pagi! kau harus segera mandi'' kata Ayano

Luffy lalu terbangung dengan wajah mengantuk dan kemudian mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi untuk segera mandi

''Papa! aku ikut'' Lulu lalu ingin mandi bersama ayahnya

Ayano kaget mendengar perkataan dari Lulu, Luffy lalu melihat kearah Lulu yang sepertinya ingin sekali mandi bersama nya

''Baiklah'' kata Luffy

Lulu dengan senang lalu berjalan menuju kearah ayahnya untuk mandi bersama, Ayano tidak merasa kalau ini salah, Lulu adalah anak Luffy jadi tentu saja ini wajar. Ayano lalu memutuskan untuk kebawah menyiapkan sarapan untuk semua nya, jujur Ayano merasa hari ke hari rumah nya semakin ramai saja

''Namun aku tidak merasa sendirian lagi'' ucap Ayano yang kemudian menuju kebawah

DI KAMAR MANDI

Luffy sekarang sedang berendam di bak mandi bersama Lulu yang sedang bermain bebek karetnya, Luffy tidak tahu kenapa Lulu ingin sekali mandi bersama nya, Lulu mau Luffy membasahi rambut nya

''Hey, kenapa kau ingin sekali mandi bersama ku?'' tanya Luffy

Lulu lalu berbalik melihat ke ayahnya, Lulu sekarang benar-benar basah dengan rambut silver yang basah, Luffy merasa pernah melihat rambut itu.

''Karena Mama selalu memandikan ku seperti ini, aku juga ingin melakukan nya bersama Papa'' kata Lulu

Luffy lalu mendengar Lulu membicarakan ibunya, sungguh Luffy merasa kalau dia tidak pernah menikah sama sekali, tapi bagaimana dia bisa memiliki anak. Lulu lalu terlihat asik kembali memainkan bebek karet nya

''Hmm aku mau bertanya, memang nya Mama mu pernah bertemu dengan ku?'' tanya Luffy

''Tentu saja'' kata Lulu heran dengan Luffy yang merasa tidak pernah bertemu dengan ibunya, padahal ibunya sendiri yang mengatakan

Luffy lalu berpikir tentang perkataan dari Lulu, Luffy sekali lagi lalu mencoba mengingat beberapa wanita yang ada di otak nya, namun dia tidak pernah bertemu dengan wanita yang persis dengan Lulu, Luffy lalu berpikir kalau dia mungkin lupa karena petualangnya yang sangat banyak sekali

Luffy lalu membasuhi rambut Lulu dan kemudian mengelus-elusnya dengan lembut, Luffy belum pernah bertemu dengan ibunya sama sekali, dia lalu benar-benar bertanya seperti apa ibunya? dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan nya, Luffy hanya di asuh oleh kakek nya sejak kecil

''Papa, apakah kau ingin bertemu dengan Mama?'' tanya Lulu

''Ya seperti itulah, aku ingin tahu seperti apa dia'' kata Luffy

Lulu lalu hanya tersenyum mendengar perkataan dari ayahnya, Lulu lalu bermain dengan bebek karet nya lagi

''Papa tahu tidak, Mama terlihat sangat merindukan Papa saat pertama kali berjumpa, Mama sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan Papa saat mengetahui Papa disini'' kata Lulu

Luffy masih membersihkan rambut Lulu dengan sabun, Lulu kelihatan merasa nyaman saat Luffy membersihkan kepalanya dengan sabun.

''Mama sedang menyiapkan kedatangan Papa di Ev Land, Mama juga sudah menyediakan beberap Selir untuk Papa'' kata Lulu

Luffy lalu terdiam heran dengan perkataan dari Lulu tentang selir, Luffy sama sekali tidak tahu apa itu selir

''Selir itu apa?'' tanya Luffy

''Ya, selir itu adalah orang yang memuaskan hasrat Raja, apakah Papa tidak tahu?'' tanya Lulu balik

Lulu kaget karena ayahnya tidak tahu apa itu selir, Luffy hanya terlihat senyum saja mengenai selir, dia sama sekali tidak memerlukan mereka namun kalau mereka bisa membuat makanan maka Luffy memerlukan mereka

''Apakah mereka bisa memasak?'' tanya Luffy

''Tidak, mereka hanya di ajari bagaimana cara memuaskan seorang laki-laki'' kata Lulu

Walaupun Lulu masih kecil, Lulu sudah mengetahui tentang hubungan intim, ibunyalah yang mengajarinya

''Kalau begitu aku tidak mau, aku hanya mau mereka bisa memasak dan membuat makanan yang sangat enak'' kata Luffy

Lulu heran mendengar perkataan dari ayahnya, ayahnya sama sekali tidak tertarik tentang sex, dia lebih suka dengan makanan yang sangat enak di depan nya. Lulu lalu tersenyum mengerti dengan perkataan ibunya yang mengatakan kalau ayahnya sangatlah polos

''Mama benar tentang mu Papa, kau memang begitu polos'' kata Lulu dengan tersenyum manis

Luffy hanya terdiam kemudian tersenyum melihat Lulu yang sepertinya sangat senang dengan nya. Luffy sudah benar-benar Lulu adalah anaknya, Luffy tidak tahu bagaimana mengurus seorang anak tapi dia tahu cara mengurus anak seperti Makino ajarkan kepadanya

''Kenapa dia melakukan itu?'' tanya Luffy

''Ya karena Papa akan menjadi Raja di sana'' kata Lulu

''Raja?'' Luffy bingung dengan perkataan dari Lulu

''Ya, Papa akan menjadi Raja Ev Land'' kata Lulu

Luffy lalu terheran dengan perkataan dari Lulu, dia sama sekali tidak berpikir kalau dia akan menjadi Raja di negerinya, Luffy hanya berpikir ingin menjadi raja bajak laut

''Aku tidak mau menjadi Raja di sana, aku hanya mau menjadi Raja bajak laut'' kata Luffy dengan menolak secara halus

Lulu lalu memejamkan matanya, dia sepertinya tahu kalau ayahnya akan berkata seperti itu, dia mengetahui nya karena ibunya lah yang memberi tahu nya

''Aku sudah tahu kalau Papa akan berbicara seperti itu persis yang di beritahu oleh Mama'' kata Lulu masih memejamkan matanya ''Tapi Mama tidak mau menyerah lo'' kata Lulu

Luffy lalu hanya tersenyum mendengar perkataan dari Lulu, Luffy sudah banyak mendengar perkataan itu yang mengatakan kalau dia tidak akan menyerah, Luffy sangat menyukai orang seperti itu

''Kalau begitu bilang kepadanya untuk berusaha, aku juga tidak akan kalah'' kata Luffy

Lulu lalu tersenyum mendengar perkataan dari ayahnya itu, dia benar-benar senang memiliki ayah seperti Luffy yang sangat mudah tersenyum dan menyenangkan

''Kalau begitu sebaiknya kita harus cepat-cepat, Ayano pasti sedang menunggu kita'' kata Luffy yang kemudian membilas rambut Lulu dengan air

Lulu lalu terlihat membasuhi tubuhnya dengan air dengan cepat karena tidak mau di marahi oleh Ayano, Lulu sekarang mengerti kenapa ayahnya takut kepada Ayano. Luffy dan Lulu lalu selesai mandi dan kemudian mereka pun keluar dari kamar mandi dan kemudian keluar dari kamar mandi dan kemudia memakai pakaian mereka dan kemudian ke bawah

Ayano lalu melihat ayah dan anak itu lalu turun dengan senang karena melihat makanan di atas meja yang sangat banyak, Rias yang melihat Lulu hanya terdiam masih memikirkan semalam, Mittelt lalu menuju kearah Lulu dan memeluknya karena sudah menganggap adiknya sendiri

''Lulu-sama, ayo sarapan'' ajak Reynare kearah Lulu

Lulu lalu bingung karena di panggil kata sama di namanya, apakah dia mengenalnya sebelumnya

''Oh iya aku lupa, perkenalkan nama ku Reynare dan aku adalah budak nya Luffy sama'' kata Reynare memperkenalkan dirinya

Lulu lalu kaget karena ayahnya memiliki budak seorang malaikat jatuh, Lulu lalu melihat kearah sebelahnya yaitu wanita berambut biru sedang tersenyum kearah nya

''Kalau aku Kalawarner, aku juga budak Luffy-sama'' kata Kalawarner

Lulu lalu tambah kaget karena tidak hanya satu namun dia, Lulu lalu melihat ke arah Mittelt yang sedang tersenyum

''Apakah Mittelt senpai juga?'' tanya Lulu

''Ya seperti itu lah'' kata Mittelt

Lulu kaget melihat senpai nya adalah malaikat jatuh juga, Lulu belum pernah melihat malaikat jatuh sama sekali. Lulu lalu terlihat sangat senang

''Baiklah saatnya sarapan'' kata Ayano

Luffy dan Lulu lalu duduk bersiap-siap untuk duduk, dan kemudian mereka berdua lalu memakan makanan di atas meja dengan sangat cepat, Ayano yang melihatnya lalu hanya mendesah pasrah, Ayano lalu melihat ke arah ketiga malaikat jatuh

''Reynare, Kalawarner, dan Mittelt, aku akan mendaftarkan kalian ke akademi Kouh'' kata Ayano

Ketiga malaikat jatuh itu lalu kaget mendengar nya, mereka akan segera bersekolah bersama Ayano dan Luffy. Ketiga malaikat jatuh itu lalu terlihat senang sekarang

''Terima kasih Ayano-sama'' kata Reynare

Ayano hanya tersenyum mendenger Reynare berterima kasih, dia sudah mengerti kalau Reynare dan yang lainnya pasti akan kesepian

''Aku mau ikut!'' tiba-tiba terdengar suara Lulu yang mau ikut

''Kau mau ikut ke sekolah, Lulu?'' tanya Ayano

''Benar, aku mau melihat sekolah ayah'' kata Lulu dengan semangat

''Baiklah, kau boleh kesana'' kata Ayano

''Asik!'' teriak Lulu dengan semangat

Luffy dan yang lain nya lalu memakan sarapan mereka, Luffy, Ayano dan Rias lalu sedang bersiap-siap untuk menuju ke sekolah. Terlihat Lulu sedang di gendong oleh Luffy di punggung

''Kami pergi dulu, Reynare'' kata Ayano

''Hati-hati di jalan'' kata ketiga malaikat jatuh itu

Keempat orang itu lalu pergi berjalan menuju ke sekolah Kouh, Lulu terlihat sangat senang saat di gendong oleh Luffy, Rias dan Ayano hanya mendesah melihat anak itu sepertinya tidak sabaran dan terlalu senang

''Apakah kau juga bersekolah, Lulu?'' tanya Luffy

''Benar, Mama menyekolahkan ku di Ev Land, disana banyak ras-ras berbeda'' kata Lulu

''Ras-Ras berbeda? bagaimana bisa?'' tanya Rias penasaran

''Mereka adalah Ras-Ras yang terbuang dari tanah mereka atau kalah perang sehingga menuju ke Ev Land, Mama dengan senang menerima mereka asal mereka tidak membuat keributan, Mama juga akan menyekolahkan anak-anak mereka'' kata Lulu memberitahu

''Wah, sepertinya ibu mu orang yang baik ya'' kata Luffy dengan senang

''Benar, itu karena ayah sendiri'' kata Lulu

''Aku?'' Luffy bingung dengan perkataan dari Lulu

''Benar, karena ayah yang menginspirasi Mama'' kata Lulu

Luffy kelihatan bingung dengan perkataan dari Lulu, dia tidak pernah sama sekali menginspirasi seseorang, mungkin.

''Aku rasa aku mau bertemu dengan ibu mu'' kata Luffy penasaran

Lulu hanya tersenyum mendengar ayahnya mau bertemu dengan ibunya, dia adalah orang yang senang karena kedua orang tua nya akan bertemu

SKIP TIME

''Akhirnya kita sampai'' kata Luffy

Lulu lalu kaget melihat ada sebuah gerbang di sekolah cukup besar, dia sama sekali tidak menyangka kalau sekolah itu cukup besar. Rias dan Ayano tersenyum melihat Lulu kelihatan senang

''Besar sekali'' kagum Lulu

''Shishishi, aku juga berpikiran seperti itu saat pertama kali berjumpa'' kata Luffy

Mereka lalu masuk ke dalam gerbang, Lulu terlihat senang sekali melihat banyak para murid yang berdatangan, karena begitu semangatnya, Lulu lalu duduk di leher Luffy, Luffy kaget namun kemudian memegang kedua kaki Lulu agar tidak terjatuh ke belakang

''Lihat Papa! mereka banyak sekali'' kata Lulu dengan semangat

Rias dan Ayano sekali lagi hanya bisa tersenyum lembut melihat Lulu begitu semangat. Para murid lalu yang melihat ini lalu penasaran dengan anak yang di bawa oleh Luffy

''Siapa anak manis itu?''

''Dia manis sekali!''

''Apakah dia seorang idol cilik?''

''Lihat dia! dia begitu manis!''

Terdengar teriak-teriak memuji Lulu, Lulu kaget karena tiba-tiba saja para murid lalu berdatangan ke arah nya. Rias dan Ayano juga kaget melihat ini

''Kenapa mereka mendatangi kita, Papa?'' tanya Lulu membisik

''Aku tidak tahu tapi sepertinya tertarik dengan mu'' kata Luffy

Kerumunan murid itu lalu menuju kearah mereka berdua, Luffy sedikit bingung karena tidak tahu harus bagaimana, sedangkan Lulu kelihatan bingung dengan kerumunan itu

''Siapa namamu?'' tanya salah satu kerumunan

''Aku? Aku Lulu!'' kata Lulu dengan ceria seperti biasa nya

''Wah, nama yang lucu'' kata salah satu kerumunan

Luffy dan Lulu mencoba keluar dari kerumuna itu akan tetapi sangatlah sulit karena kerumunan itu sangatlah ramai, kemudian muncul kedua wanita yang Luffy kenal

''Minggir kalian semua!'' teriak salah satu wanita itu

Luffy lalu terlihat tersenyum melihat kedua wanita itu, terlihat sekarang semua orang sedang memberikan jalan kepada kedua wanita itu

''Katase dan Murayama!'' panggil Luffy

Kedua gadis kendo itu lalu menuju ke arah Luffy dan bingung karena melihat Luffy sedang menggendong seorang gadis kecil di bahu nya

''Siapa dia?'' tanya Katase

Luffy ingin menjawab namun sepertinya tidak akan baik karena ada orang-orang di sekitarnya. Luffy lalu mendekatkan wajahnya kearah Katase, Katase lalu kaget karena tiba-tiba Luffy mendekatkan wajah nya, dengan percaya diri Katase lalu terlihat memejamkan matanya berpikir kalau Luffy akan mencium nya

''Hmm sepertinya kita berbicara nya nanti saja'' kata Luffy berbisik kepada Katase

Katase lalu kaget kalau Luffy hanya membisikan sesuatu di telinga nya, Katase lalu menahan malu berpikir kalau Luffy akan mencium nya secara terbuka

''Baiklah!'' teriak Katase ngambek

Murayama terlihat heran dengan sahabatnya itu yang tiba-tiba saja ngambek, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Rias terlihat menahan tawa tahu apa yang sebenarnya terjadi

''Permisi aku mau lewat'' kata Rias

Semua orang lalu kaget melihat kalau ada Rias disana, Rias dengan mudah melewati semua orang-orang itu dan menuju kearah Luffy dan Lulu. Rias lalu memegang tangan Luffy

''Bisakah kalian memberikan kami jalan?'' pinta Rias

''Baiklah Rias-sama!'' teriak mereka semua

Rias lalu menarik Luffy untuk pergi dari kerumunan itu, Katase dan Murayama lalu mengikuti mereka berdua. Ayano terlihat ingin ikut akan tetapi dia masih memiliki banyak tugas sekolah

''Ah, kenapa aku harus memiliki banyak tugas sekolah'' kata Ayano

Ayano lalu pergi menuju ke kelas nya, dia berharap kalau hari ini Luffy tidak akan memilik masalah karena dia yang akan membuat nya sibuk lagi

DENGAN LUFFY DAN YANG LAIN NYA

Terlihat sekarang Katase dan Murayama terlihat melotot ke arah Luffy dan Lulu, Rias hanya merasa kalau itu memang akan terjadi karena menceritakan kalau Luffy sudah memiliki putri

''Kau pasti bercanda'' kata Katase tidak percaya

Murayama juga terlihat tidak percaya mendengarnya, Luffy sudah memiliki seorang anak perempuan, yang benar saja.

''Tapi memang ini kenyataan nya'' kata Rias. ''Luffy dulu pernah berpacaran dengan seseorang wanita, namun wanita itu lalu memperkosa Luffy hingga dia hamil'' sambung Rias mengada-ada. Rias menyembunyikan siapa sebenarnya Lulu.

''Hmmm jadi begitu'' Murayama lalu terlihat cukup mengerti

Katase merasa kasihan dengan Luffy yang polos itu, dia tidak menyangka kalau Luffy pernah di perkosa oleh seseorang. Rias yang membuat cerita ini hanya tersenyum sendiri, kalau dia menceritakan Luffy lah yang memperkosa wanita maka tidak akan ada yang mempercayai nya karena bisa dilihat sendiri kalau Luffy terlalu polos

''Aku tidak menyangka kalau kau memiliki masa lalu yang kelam, Luffy'' kata Katase yang memakai wajah kasihan

Luffy hanya terlihat tersenyum saja, Luffy hanya mengikuti arus dari Rias. Rias terlihat senang karena rencananya berjalan dengan lancar. Katase lalu melihat kearah Lulu yang kebingungan dengan kejadian ini

''Aku merasa kasihan dengan mu'' kata Katase yang kemudian mengelus kepala Lulu

Lulu terlihat masih bingung karena di elus oleh Katase, namun sepertinya dia lalu sadar kalau sepertinya, Rias sedang menyembunyikan jati dirinya

''Sekarang dimana ibumu?'' tanya Murayama melihat Lulu

''Ibu ku sedang pergi jauh'' kata Lulu

Katase dan Murayama lalu kaget mendengarnya, mereka tidak menyangka kalau anak kecil ini memiliki nasib yang buruk

''Astaga, dunia ini memang kejam'' kata Katase terlihat sedih melihat Lulu

Rias terlihat senyum saja karena kedua gadis kendo itu percaya dengan omongan nya. Luffy dan Lulu terlihat kebingungan untuk mengatakan sesuatu

SKIP TIME

Rias, Luffy dan Lulu sedang ada di bangunan Penelitian Ilmu Gaib, Lulu terlihat sedang bermain dengan Koneko. Akeno sedang membuatkan makanan untuk Luffy, Rias duduk di tempat nya seperti biasa, Kiba sedang berbicara dengan Issei, Asia terliha tertarik berbicara dengan Lulu, Xenovia sedang ada urusan dengan Zoro

''Apakah kau bisa menggunakan sihir?'' tanya Asia kepada Lulu

''Tentu saja, aku bisa menggunakan sihir tingkat tinggi'' kata Lulu dengan ceria

''Sihir tingkat tinggi?'' tanya Asia

''Benar, aku bisa menggunakan api sepanasa api neraka'' kata Lulu

Asia terlihat terkejut dengan perkataan dari Lulu, intinya Lulu bukanlah anak biasa dalam umurnya

''Hebat'' kata Asia

Koneko terlihat juga terkejut mendengarnya, Koneko lalu melihat kearah Luffy lagi berpikir apakah Luffy benar-benar kuat bahkan hingga keturunan nya juga

''Aku juga bisa merasakan energi orang lain dari jarak jauh'' kata Lulu

Asia dan Koneko lalu mendengarnya, mereka berdua lalu merasa kalau kekuatan itu sama seperti kekuatan Luffy. Luffy juga bisa merasakan energi seseorang dari jauh

''Hmmm sepertinya kekuatan itu turun temurun'' kata Koneko

''Kau benar Koneko san'' kata Asia

Koneko dan Asia masih asik berbicara dengan Lulu, Akeno lalu terlihat masih memberikan beberapa cemilan kepada Luffy yang sepertinya masih lapar

''Nafsu makan mu memang tidak bisa di tandingi, Luffy-kun'' kata Akeno

''Shishihi, mereka semua bilang seperti itu'' kata Luffy masih mengunyah cemilan nya

Luffy terlihat masih mengunyah makanan nya, Akeno hanya menatap Luffy dengan senyuman nya seperti biasa namun sangat tulus. Rias terlihat menatap jendela di samping nya

''Kalian semua ingat, nanti malam adalah pertemuan nya'' kata Rias

''Kami mengerti Bucho'' kata semua Peerage Rias

Luffy lalu menatap Rias yang sepertinya khawatir dengan sesuatu. Luffy lalu memanggil Rias

''Hey Rias, apakah kau sedang memikirkan sesuatu?'' tanya Luffy kepada Rias

Rias lalu kaget karena di panggil Luffy, Rias lalu melihat kearah Luffy yang menatap nya dengan menyelidiki. Rias jujur kalau tatapan Luffy benar-benar seperti sedang mencari kejujuran dari dirinya

''Ya aku sedang khawatir tentang pertemuan nanti malam'' kata Rias

''Tenang saja Rias, pertemuan itu akan baik-baik saja'' kata Luffy dengan semangat

Rias lalu melihat Luffy yang optimis lalu tersenyum, senyuman Luffy bisa membuat orang lain lebih aman dengan nya. begitu juga Akeno yang melihat Luffy

''Terima kasih Luffy'' kata Rias

Luffy lalu bingung karena Rias tiba-tiba berterima kasih kepadanya, Luffy berpikir apakah dia melakukan hal yang baik kepada Rias

''Terima kasih sudah membuat ku lebih tenang'' kata Rias

Luffy lalu mengerti dengan Rias, Luffy lalu tersenyum dengan ceria melihat Rias yang sepertinya akhirnya bisa tertawa lagi

''Sama-sama Rias'' kata Luffy dengan ceria

Semua orang disitu lalu berbicara satu sama lain dengan tawa yang cukup keras, nanti malam adalah pertemuan yang cukup menegangkan. Dimana nanti malam akan ada masalah atau berjalan dengan lancar

~X~

KYOTO

Terlihat sekarang sedang ada seorang monster Ghoul sedang melihat pria di depan mereka, pria itu mamakai topi putih dengan bintik hitam. pria itu sedang memegang sebuah pedang panjang di bahunya

''Siapa kau ini?! Jangan halangi kami'' kata salah satu Ghoul

''Maaf, aku tidak bisa melakukan itu'' kata Pria itu

Salah satu Ghoul lalu kaget mengetahui siapa pria itu, Ghoul itu lalu ketakutan mengetahui siapa pria itu

''Sebaiknya kita jangan melawan nya'' kata Ghoul itu

''Kenapa? apakah kau takut?'' tanya salah satu Ghoul

''Tugas kita adalah menculik sang Ratu'' kata salah satu Ghoul

Pria itu masih menatap ke semua Ghoul itu dengan tatapan santai dan terlihat juga ada senyuman di bibirnya

''Apakah kau tidak tahu siapa dia?'' tanya Ghoul yang takut itu

''Siapa memang nya dia?!'' tanya Ghoul itu dengan keras

''Dia adalah si dokter bedah yang sering di ceritakan itu'' kata Ghoul yang takut itu

Ghoul itu lalu kaget mendengar nya, mereka sudah mendengar ada orang yang memiliki kekuatan aneh tinggal di Kyoto. Pria itu sepertinya memiliki hubungan dekat dengan Yasaka Ratu daerah ini

''Cih dia hanya manusia biasa, aku bahkan tidak merasakan ada energi sihir darinya'' kata Ghoul itu dengan santai

''Baiklah semuanya! serang!'' teriak salah satu Ghoul

Para Ghoul itu lalu berlari ingin menyerang pria itu, pria itu lalu terlihat tersenyum saja dan kemudian mengangkat tanganya dengan santai

''Sudah cukup lama aku tidak menggunakan buah Iblis ku'' kata pria itu

ROOM!

Terdengar suara pria itu. terlihat tiba-tiba ada sebuah kuba berwarna biru menutupi daerah disitu dengan cukup luas. Para Ghoul lalu kaget melihatnya, mereka tidak pernah melihat hal yang seperti ini

''Kalian akan menjadi korban operasiku'' kata pria itu

Pria itu lalu mengeluarkan pedang nya yang panjang, kemudian dia lalu menebas dari tempat nya dengan sangat santai

SLASH!

Pria itu lalu menebas semua beberapa Ghoul itu, Ghoul itu lalu kaget melihat beberapa teman mereka tiba-tiba terbelah

''Apa!'' teriak salah satu Ghoul

''Hmm kalian lengah'' pria itu lalu menebas lagi dan mengenai Ghoul yang lain dan mereka semua lalu terterbas semua hingga terbelah dua

Para Ghoul yang tidak terkena tebasan lalu kaget melihat teman-teman mereka terbelah-belah. terlihat ada yang kepalanya terbelah, kakinya, tangan nya bahkan kedua tubuh mereka

''Apa-apaan ini!'' teriak salah satu Ghoul

''Ini akan menjadi lebih menarik'' pria itu lalu mengangkat salah satu tanganya

CHAOS

Kemudian para yang terbelah lalu terpental entah kemana-mana, mereka semua tidak bisa melakukan apa pun sekarang karena tubuh mereka sudah benar-benar terbelah

''Sial, manusian ini bukan manusia biasa'' kata Ghoul yang selamat

''Apa ku bilang, dia bukan manusia biasa'' kata Ghoul yang penakut

Beberapa Ghoul yang lain lalu kabur karena merasa kalau pria ini bukan lah imbang mereka. tinggalah satu Ghoul lagi

''Jadi apakah kau masih ingin melawanku?'' tanya pria itu dengan mengejek

''Jangan sombong dulu, Manusia!'' teriak Ghoul itu yang kemudian menerjang pria itu

Pria itu lalu terlihat hanya mendesah saja melihat kebodohan Ghoul itu

''Kau ternyata lebih bodoh dari Mugiwara-ya'' kata pria itu

Pria itu lalu mengangkat tangan kanan nya dengan santai dan kemudian tersenyum kearah Ghoul itu.

SHAMBLES!

Tiba-tiba Ghoul itu lalu menghilang dan berteleport di depan pria itu, Ghoul itu lalu kaget melihat nya

''Seharusnya kau lebih bijak dalam bertarung'' kata pria itu yang kemudian menebas Ghoul itu hingga akhirnya Ghoul itu lalu tertebas dan kemudian tidak sadarkan diri

Pria itu lalu melihat di sekitar nya memastikan kalau tidak ada lagi Ghoul yang tersisa. Pria itu lalu terlihat senang karena sudah berakhir

''Akhirnya aku bisa kembali ke kastil'' kata pria itu yang kemudian berjalan pergi kembali ke kastil

Pria itu lalu mengingat kalau Yasaka mengatakan kalau ada sesuatu yang salah tentang Khaos Brigade, Pria itu lalu berjalan menyelusuri Kyoto

BERSAMBUNG


Akhir bab

Chapter berikutnya akan menjadi Chapter yang penuh dengan aksi

Dimana akan ada pemberontakan, dia ada beberapa karakter yang akan bertarung dengan kemampuan mereka masing-masing. Luffy akhirnya akan mengguanakan Gear nya yang lain di pertarungan nanti

Chapter ini akan menuju ke pertemuan itu nanti malam, kira-kira apa yang akan terjadi ya?

Terima kasih yang sudah Review dan Baca

Jangan lupa untuk tinggalkan Review agar saya bisa lebih semangat

Sampai jumpa di bab berikut nya

Salam Author