Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning : non canon, dll


PERTEMUAN YANG KACAU

DI TEMPAT LAIN YANG TIDAK DI KETAHUI

Terlihat ada ada seorang laki-laki sedang membawa tongkat berjalan menuju ke sebuah tempat, dia memakai mahkota di kepalanya, memiliki ekor monyet dan memakai baju zirah berwarna merah

''Hmmm aku ingin tahu, kenapa Ophis memanggilku'' kata orang itu

Orang itu lalu melihat di depan nya ada beberapa orang yang sedang menunggunya, dia kaget karena dia sedang di tunggu oleh mereka

''Dari mana saja kau, kau lama sekali'' kata seorang pria berambut

''Maaf, aku tidak tahu kalau kalian sedang menungguku'' kata pria yang membawa tongkat itu

Dia adalah Vali sang kaisar naga putih, Vali terlihat kesal melihat kearah nya. orang yang di marahi itu lalu hanya tersenyum dengan pahit merasa bersalah karena ini memang salahnya

''Jadi, ada apa sebenarnya, nyaan'' kata seorang wanita memakai kimono hitam, terlihat memakai lonceng di pinggangnya, dan memiliki ekor kucing di belakangnya, dia adalah Kuroka Yokai kucing

''Ophis ingin memberitahu kita tentang sesuatu'' kata Vali

''Tentang apa?'' tanya orang yang membawa tongkat

Kemudian munculah Ophis yang tiba-tiba saja datang, ketiga orang itu lalu kaget karena Ophis yang mereka bicarakan tiba-tiba muncul begitu saja. Mereka lalu memakai wajah serius mereka

''Tentang anggota baru'' kata Ophis dengan wajah datarnya

Ketiga orang itu lalu kaget mendengar perkataan dari Ophis yang mengatakan ada anggota baru di Khaos Brigade, Vali terlihat penasaran dengan anggota baru itu, apakah orang baru itu benar-benar kuat untuk memang layak bergabung ke Khaos Brigade.

''Apakah dia kuat?'' tanya Vali

Ophis lalu melihat kearah Vali yang tiba-tiba saja bertanya apakah anggota baru itu kuat atau tidak, Kuroka lalu merasa penaran dengan orang baru ini, terlihat orang yang memakai mahkota itu yaitu adalah Sun Wukong

''Dia akan bersama dengan tim kalian'' kata Ophis

Ketiga orang itu lalu mengangguk mengerti, mereka bertiga masih penasaran dengan siapa orang baru itu, Ophis lalu melihat kebelakang untuk menyambut orang baru itu

''Silahkan masuk'' kata Ophis

Orang baru itu lalu masuk ke dalam ruangan mereka berempat, ketiga orang di situ lalu kaget melihat orang baru itu, terlihat seorang pria yang tinggi, berotot. orang itu memiliki rambut berwarna crimson pendek, dia mengenakan syal berwarna putih menutupi mulutnya, ada sobekan dan terlihat ada bekas jahitan di mulutnya seperti mulutnya koyak, dia terlihat mempunyai tato berwarna pink di dada kirinya dan terlihat ada tato tengkorak di lengan kirinya

Dia memakai rompi hitam, memakai celana hitam, memakai sebuah gelang berduri di lengannya, dan dia terlihat memakai sepatu hitam yang memiliki spurs. terlihat dia menatap ketiga orang itu dengan tatapan tajam, dia terlihat merasa kalau dia sama sekali tidak gugup

Ketiga orang itu benar-benar kaget melihat orang itu, mereka tidak bisa mengatakan apa-apa karena melihat penampilan orang itu yang bisa di bilang cukup seram, orang itu lalu melihat Vali

''Kau pasti mau bilang'Dari mana kau''' kata orang itu dengan tatapan tajam

Vali lalu benar-benar kaget mendengarnya, bukan karena dia berbicara dengan nya secara langsung namun karena dia tahu apa yang ingin dia katakan, Vali benar-benar kaget melihatnya

''Bagaimana kau tahu aku akan mengatakan seperti itu?'' tanya Vali

''Hmmm kau tidak perlu tahu'' kata orang itu

Vali hanya merasa kesal mendengar perkataan dari orang itu, dia merasa kalau orang itu sedang menyembunyikan sesuatu yang penting

''Vali, aku merasa kalau orang ini bukanlah orang biasa'' kata sang kaisar naga putih

''Aku juga merasa seperti itu, Albion'' kata Vali

Vali masih menatap orang itu dengan tatapan tajam karena curiga dengan kekuatannya, Kuroka hanya tersenyum melihat penampilan orang itu yang bisa di bilang menampilkan seorang lak-laki, sedangkanBikou hanya kaget dengan perkataan dari Vali yang mengatakan kalau dia tahu perkataan dari Vali sebelum mengatakannya

''Baiklah, aku harap kalian bisa akrab'' kata Ophis dengan wajah datarnya, Ophis lalu pergi ke pintu keluar dan pergi

Orang itu lalu terlihat diam saja masih menatap mereka bertiga, orang itu merasa kalau dia sepertinya tidak langsung di terima disini. Kuroka lalu mendekati orang itu

''Jadi, siapa namamu?'' tanya Kuroka dengan manis

Orang itu lalu mendesah melihat Kuroka, dia lalu melihat ke arah mereka bertiga dengan cukup tajam lagi.

''Namaku Charlotte Katakuri'' kata orang itu

Mereka bertiga lalu mengangguk mengerti, Katakuri lalu hanya mendesah karena dia tidak tahu sekarang ada dimana, dia ingin ke Wano untuk mengerjar topi jerami namun dia malah terjebak ke tempat anta berantah

''Oh salam kenal, namaku Kuroka'' kata Kuroka memperkenalkan dirinya

''Aku Bikou '' kata Bikou

Vali masih menatap Katakuri dengan tatapan yang tajam ingin tahu dengan kekuatan nya. Vali lalu memperkenalkan dirinya juga

''Aku Vali'' kata Vali

Katakuri hanya mengangguk mengerti dengan nama mereka semua, dia sekarang tidak tahu harus apa sekarang di tempat ini. dia benar-benar tidak punya tujuan sekarang, disaat dia ada di sini dia di temukan oleh seorang gadis kecil yang memakai pakaian gothic, Katakuri lalu di bawa ke tempat ini dan kemudian bergabung atas perempuan itu

''Jadi kau ini dari mana?'' tanya Kuroka

''Aku berasal dari daerah jauh'' kata Katakuri dengan santai

Kuroka hanya mengangguk mengerti, sebenarnya laki-laki di depan nya ini adalah orang yang sepertinya adalah orang yang dingin dan cuek dilihat dari penampilan nya

''Kalau begitu semoga kita menjadi akrab'' kata Kuroka dengan manis

Katakuri lalu hanya mendesah mengerti dengan Kuroka, Bikou lalu hanya tersenyum cukup senang karena ada anggota baru, Vali masih melihat Katakuri dengan tatapan cukup tajam

~X~

SKIP TIME, DI RUMAH AYANO

Terlihat sekarang di rumah Ayano ada banyak orang yang ramai, mereka adalah Luffy, Ayano, Rias, Lulu dan ketiga Malaikat jatuh. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting

''Baiklah, malam ini adalah pertemuan nya'' kata Rias

Luffy lalu terlihat senang karena ingin melihat seperti apa pertemuan itu, Ayano hanya berharap kalau Luffy baik-baik saja di pertemuan itu dan terlihat ketiga Malaikat jatuh itu terlihat khawatir dengan tuan mereka

''Luffy-sama, mohon biarkan kami ikut'' kata Reynare dengan berharap

Rias lalu kaget mendengar perkataan dari Reynare yang mengatakan kalau ketiga Malaikat jatuh itu ingin ikut ke pertemuan itu. Luffy lalu melihat Reynare

''Tidak! kalian tidak bisa pergi kesana, kau pikir apa yang akan terjadi jika Azazel melihat kalian'' kata Rias

Ayano lalu kaget mendengar perkataan dari Rias, Ayano merasa kalau Rias khawatir dengan ketiga Malaikat jatuh itu terlihat dari kata-kata Rias. Ayano lalu tersenyum kearah Rias

''Tapi kami ingin membantu Luffy-sama'' kata Reynare dengan murung

''Benar, kami merasa kalau kami tidak berguna menjadi budak nya'' kata Kalawarner juga murung

Mittelt juga terlihat juga murung ingin ikut dengan Luffy dan menjaganya dari musuh yang akan menyerang nya. Luffy yang melihat mereka lalu tersenyum bisa melihat semangat mereka yang jelas

''Baiklah, kalian boleh ikut'' kata Luffy dengan tersenyum

Rias lalu kaget mendengar perkataan dari Luffy yang mengijinkan ketiga Malaikat jatuh itu untuk ikut ke pertemuan itu.

''Tapi Luffy bagaimana kalau mereka di lihat oleh Azazel, mereka akan di hukum atas perbuatan mereka yang berkhianat'' kata Rias

''Tenang saja, aku akan menjaga mereka, aku tidak akan membiarkan orang bernama Azazel itu menyakiti Reynare dan yang lain nya'' kata Luffy dengan percaya diri

Ketiga Malaikat jatuh itu lalu terlihat terharu mendengar perkataan dari Luffy yang mengatakan akan menjaga mereka tanpa takut apa yang akan terjadi

''Luffy-sama, terima kasih'' kata Reynare dengan hormat

''Shishishi'' tawa Luffy dengan senang

Rias dan Ayano hanya tersenyum melihat Luffy yang penuh dengan karisma yang luar biasa, Lulu yang mendengar perkataan dari ayahnya lalu takjub, mungkinkah ini yang menyebabkan ibunya jatuh cinta dengan Luffy

''Baiklah, saatnya pertemuan!'' teriak Luffy dengan semangat

Semua orang disitu lalu hanya tersenyum melihat Luffy yang selalu saja optimis, Lulu melihat ayahnya dengan bangga karena selalu saja membuat orang lain bisa lebih percaya diri dengan kata-kata nya

~X~

DI SEKOLAH KOUH

Rias, Luffy, Lulu dan ketiga Malaikat jatuh itu lalu sudah ada di sekolah Kouh dimana tempat pertemuan itu di laksanakan, mereka sedang berjalan menuju ke tempat bangunan penelitian ilmu gaib untuk berkumpul dengan para Peerage Rias. Mereka lalu sudah sampai di bangunan dan kemudian masuk ke dalam, Rias lalu membuka pintu ruang tamu

Terlihat ada Akeno, Kiba, Koneko, Asia, Xenovia dan Issei ada di dalam ruang tamu tersebut, mereka sedang menunggu Bucho mereka untuk menuju ke kantor kepala sekolah dimana pertemuan itu di laksanakan

''Apakah kalian sudah siap?'' tanya Rias

''Ya, kami siap Bucho'' kata Akeno

''Baiklah, saatnya menuju ke kantor kepala sekolah'' kata Rias

''Tunggu Bucho! bagaimana dengan Gasper?'' tanya Issei

''Gasper?'' Rias bingung

''Gasper tidak mau keluar dari ruangan nya'' kata Koneko

Rias lalu mendesah mendengar kalau Gasper masih saja tidak berani keluar dari ruangan nya, padahal semalam dia barusan saja keluar dari ruangan nya dan berlatih dengan Luffy dan Zoro

''Apakah aku harus memaksa nya lagi untuk keluar?'' tanya Luffy

''Tidak perlu Luffy, biarkan saja dia ada ruangan nya, Koneko!'' Rias lalu memanggil Koneko

''Ya Bucho''

''Tolong kau jaga Gasper ya'' pinta Rias

''Baiklah'' jawab Koneko dengan patuh

Rias lalu tersenyum berpikir kalau sepertinya pertemuan akan baik-baik saja. Issei lalu melihat kearah belakang Luffy terlihat ada ketiga Malaikat jatuh itu

''Sedang apa mereka disini Bucho?'' tanya Issei

''Mereka akan ikut dengan kita karena Luffy menginginkan nya'' kata Rias

Luffy lalu tersenyum berpikir kalau mereka sepertinya kaget mengijinkan Reynare dan yang lain nya ikut ke pertemuan itu, Reyneare lalu maju ke depan Luffy dan melihat anggota Peerage Rias

''Aku tidak akan membuat kejahatan lagi, aku sudah berubah'' kata Reynare sambil menunduk ke arah Peerage Rias

Peerage Rias lalu kaget melihat Reynare tiba-tiba saja menunduk ke arah mereka, mereka semua lalu tersenyum melihat sifat Reynare yang berbeda. Luffy lalu hanya tersenyum melihat Reynare yang sekarang benar-benar percaya diri

''Sudahlah, kami tidak memikirkan itu lagi'' kata Akeno yang kemudian memegang bahu Reynare dan kemudian mengangkat nya ke atas

''Terima kasih'' kata Reynare

Rias hanya tersenyum melihat kejadian ini, terlihat Malaikat jatuh dan Iblis tiba-tiba saja saling memaafkan dan terlihat akrab, Rias lalu melihat ke arah Luffy yang terlihat masih saja tersenyum, Rias merasa kalau Luffy adalah orang yang bisa merubah pemikiran orang dengan cepat

''Kau benar-benar hebat Luffy'' pikir Rias

Rias tersenyum melihat Luffy yang memiliki kekuatan yang dapat merubah musuhnya menjadi temannya.

''Baiklah, saat nya ke kantor kepala sekolah'' kata Rias

Semua orang lalu mengangguk mengerti, mereka semua lalu keluar dari bangunan club penelitian ilmut gaib dan kemudian menuju ke bangunan sekolah, Rias yang memimpin mereka jalan di depan, Luffy terlihat menggendong Lulu di bahunya

''Apakah tidak apa-apa membawa Lulu chan ke pertemuan itu?'' tanya Akeno kepada Luffy

''Tidak apa-apa kok, lagian aku ingin tetap bersama Papa'' kata Lulu

Akeno lalu hanya tersenyum mendengar perkataan dari Lulu. Saat mereka mau masuk ke dalam bangunan, Rias dan yang lain nya lalu melihat ada beberapa orang sedang menunggu di pintu masuk

''Ah, Sona rupanya'' kata Rias

''Kenapa kalian sangat lama sekali?'' tanya Sona

''Maaf, kami harus melakukan sesuatu'' kata Rias

Luffy lalu menuju ke arah Zoro masih menggendong Lulu di bahunya. Zoro lalu melihat Luffy sedang menuju kearahnya, Luffy lalu bingung karena melihat Zoro yang sepertinya kelihatan lelah sekali

''Kenapa dengan mu, Zoro?" tanya Luffy

''Sialan si loli itu'' kata Zoro

''Loli?'' Luffy bingung

''Kakakku, Serafall'' kata Sona

''Memang nya kalian sedang diapakan olehnya?'' tanya Luffy

''Dia menyuruhku dan wanita itu untuk berbelanja beberapa pakaian aneh satu harian'' kata Zoro kesal

''Kakakku sangat menyukai cosplayer'' kata Sona

Luffy dan Zoro hanya terdiam dengan tidak mengatakan apa-apa, Rias mengangguk mengerti dengan Sona. Kakaknya adalah penggila cosplayer sehingga Zoro harus membawa semua pakaian Serafall

''Hahahahah aku tidak tahu kenapa kau selalu saja bermasalah dengan wanita, Zoro'' kata Luffy sambil tertawa

Zoro lalu merasa kesal dengan perkataan dari kaptennya, dia sama sekali tidak bisa menolak perkataan itu karena memang dia selalu saja bermasalah dengan wanita

''Sudahlah, kita harus segera menuju ke kantor kepala sekolah'' kata Sona dengan serius

Rias lalu mengangguk mengerti, Peerage Rias dan Sona lalu mengangguk mengerti, mereka semua lalu masuk ke dalam bangunan sekolah, Sona lalu sadar karena melihat ada tiga Malaikat jatuh yang ikut dengan Luffy

''Kenapa ada Malaikat jatuh disini?'' tanya Sona

''Tenang saja, mereka bukanlah musuh'' kata Rias dengan tersenyum

Sona mengangkat alis nya bingung dengan perkataan dari Rias namun dia lalu hanya membiarkan nya karena perkataan dari sahabatnya itu. Lulu terlihat sedang kelihatan senang karena berpikir kalau pertemuan ini akan sangat menyenangkan

''Tunggu! siapa anak kecil ini?'' tanya Sona baru sadar

Rias lalu kaget karena Sona tidak menyadari kalau ada Lulu ada disini, Lulu lalu melihat kearah Sona yang sedang menunjuknya dengan kaget.

''Apakah ada masalah aku ada disini?'' tanya Lulu

''AKu hanya ingin tahu, siapa kau ini?'' tanya Sona

''Aku? Aku Lulu'' kata Lulu

''Dan kenapa kau ada disini?'' tanya Sona lagi

''Karena aku ingin menemani Papa'' kata Lulu

''Papa?'' Sona bingung

''Benar, Papa!'' kata Lulu menunjuk ke arah bawah yaitu Luffy

Sona dan Peerage nya lalu benar-benar kaget mendengarnya, mereka lalu menganga tidak percaya menatap Luffy. Mereka semua benar-benar tidak bisa mempercayai kalau bocah topi jerami ini ternyata sudah memiliki seorang anak

''Itu tidak mungkin'' kata Reya tidak percaya

''Bagaimana bisa'' kata Tomo

Zoro hanya mendesah pasrah melihat semua anggota Sona, Sona lalu sadar dari sikap kaget nya dan kemudian melihat ke arah Rias

''Benarkah itu?'' tanya Sona

Rias lalu mengangguk meyakinkan Sona, Sona terlihat masih saja tidak percaya. bagaimana bisa anak yang yang begitu polos memiliki seorang anak di usia yang dini

''Aku tidak berbohong'' kata Lulu yang merasa kalau Sona tidak mempercayai nya

''Baiklah aku mengerti'' kata Sona

Lulu lalu kelihatan senang karena akhirnya Sona mempercayai nya, Sona lalu harus memikirkan ini lain kali saja karena ini saat ini ada upacara yang lebih penting

''Sudah, saatnya kita ke kantor kepala sekolah'' kata Sona

Mereka semua lalu melanjutkan perjalanan mereka ke kantor kepala sekolah, mereka lalu sudah sampai di pintu kantor kepala sekolah

''Baiklah, jangan ada yang membuat keributan karena ini adalah acara penting'' kata Sona

''Tenang saja Sona'' kata Rias

Sona lalu menatap ke arah Luffy dengan tatapan tajam, Luffy merasa bingung karena Sona menatapnya dengan tatapan seperti itu

''Terutama kau, Luffy'' kata Sona

Luffy hanya terlihat tersenyum konyol karena Sona sangat menghawatirkan tentang dirinya yang akan menghancurkan acara yang sangat penting ini

''Tenang saja Sona, aku tidak akan membuat keributan'' kata Luffy dengan optimis

''Aku berharap begitu'' kata Sona

Sona lalu membuka pintu itu untuk melihat orang di dalam nya, mereka semua lalu melihat orang yang ada di dalam ruangan itu.

Terlihat ada beberapa orang disitu, yang pertama ada seorang pria berambut merah yang mirip seperti Rias, kedua terlihat ada seorang pria berambut hitam namun ada satu poni berwarna kuning, terlihat juga ada seorang wanita berambut hitam sama seperti Sona namun lebih pendek sedang duduk sambil tersenyum senang, dan yang ketiga ada seorang pria berambut kuning emas terlihat sedang tersenyum. Terlihat juga ada beberapa orang di belakang mereka yang sangat familiar bagi Rias dan Luffy

''Oh paman rambut merah ada disini juga'' kata Luffy menunjuk Sirzechs

Sirzechs yang melihat Luffy sedang menunjuknya lalu hanya tersenyum, dia tahu kalau Luffy akan datang. Sona lalu terlihat kesal karena Luffy langsung saja menunjuk salah satu Raja Iblis di neraka dengan santai

'' Sudah kuduga kalau aku tidak bisa mempercayainya'' kata Sona memegang jidatnya

''Jadi dia adalah wakil manusia?'' tanya seorang pria berambut emas

Luffy lalu melihat pria itu dan kaget karena ada sesuatu di kepalanya yang berwarna kuning berbentuk seperti lingkaran. Luffy benar-benar kagum melihat benda itu

''Wah apa itu'' Luffy lalu mendekati pria itu untuk melihat benda itu lebih dekat. Lulu sudah turun dari bahu Luffy

Pria itu kelihatan kaget karena Luffy lalu memegang HALO nya, semua orang lalu kaget melihat kelakukan Luffy. Rias dan Peerage nya hanya terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa, Sirzechs hanya tersenyum melihat tingkah Luffy yang seperti biasa mudah kagum

''Hmm Luffy-sama, sebaiknya kau tidak boleh melakukan itu'' kata seorang wanita berambut silver yaitu Grayfia

Luffy lalu terlihat bingung karena dia tidak boleh memegang benda itu lagi, Luffy lalu mundur ke belakang sambil melihat pria di depan nya

''Jadi apa itu paman?'' tanya Luffy kepada Michael

Michael hanya tersenyum melihat Luffy yang penuh dengan rasa ingin tahu

''Ini adalah HALO, semua Malaikat memilikinya'' kata Michael

Luffy lalu hanya mengangguk mengerti, Luffy lalu melihat kearah Reynare dan kedua Malaikat jatuh itu

''Kenapa Reynare dan yang lain nya tidak memilikinya? Bukankah mereka Malaikat?'' tanya Luffy dengna tanda tanya yang besar

Reynare dan kedua Malaikat jatuh yang lain nya lalu tersenyum gugup mendengar pertanyaan dari tuan mereka, Rias lalu menjelaskan

''Itu hanya dimiliki oleh Malaikat yang masih ada di surga, Reynare dan yang lainnya sudah di buang dari surga sehingga mereka tidak memilikinya'' kata Rias menjelaskan

Luffy hanya mengangguk mengerti. Pria yang berponi kuning itu lalu melihat kearah Reynare dan Malaikat jatuh yang lain nya. Reynare lalu merasa gugup di tatap seperti itu

''Jadi kalian yang telah membuat masalah'' kata orang itu dengan santai

Luffy lalu melihat pria itu sepertinya sedang melihat Reynare dan yang lain nya dengan tatapan tajam, Reynare, Kalawarner dan Mittelt lalu tidak bisa mengatakan apa-apa

''Eh bukankah kau...!'' Luffy lalu berteriak kepada pria itu

Pria itu lalu melihat kearah Luffy, Luffy benar-benar kenal dengan pria itu. Luffy lalu mengingat kalau dia bertemu dengan pria itu saat pulang sekolah

''Ya kita pernah bertemu'' kata pria itu

''Siapa kau?'' tanya Luffy

''Dia adalah Azazel, pemimpin Fraksi Malaikat jatuh'' kata Grayfia memberi tahu Luffy

Luffy lalu hanya mengangguk mengerti, Luffy tidak perduli tentang jabatan orang itu namun dia merasa kalau orang itu sepertinya memiliki masalah dengan Reynare, Kalawarner dan Mittelt

''Jadi kenapa kau menatap Reynare, Kalawarner dan Mittelt seperti itu?'' tanya Luffy

''Karena mereka adalah anak buahku dan mereka sudah berkhianat kepada ku'' kata Azazel dengan tersenyum

Luffy lalu mengerti dengan perkataan dari Azazel, Luffy merasa kalau ketiga Malaikat jatuh itu tidak bersalah, mereka hanya di peralat oleh seseorang. Luffy lalu menuju kearah ketiga Malaikat jatuh itu

''Kalau kau ingin menghukum mereka, kau harus menghadapi ku dulu'' kata Luffy dengan tegas

Semua orang disitu lalu kaget mendengar perkataan dari Luffy yang cukup tegas, Azazel lalu tersenyum kearah Luffy yang sangat tegas dan berani menghadapi nya

''Azazel, bukankah ini juga kesalahan mu'' kata Sirzechs

Azazel lalu menghadap ke arah Sirzechs yang sepertinya menyalahkan dirinya, terlihat Sirzechs tidak merasa khawatir dengan perkataan nya karena dia benar

''Apa maksud mu, Sirzechs?'' tanya Azazel

''Kau tahu, kepimimpinan mu sangatlah malas, sehingga banyak para bawahan mu tidak percaya lagi dengan mu'' kata Sirzechs

Azazel lalu hanya tersenyum mendengar perkataan dari Sirzechs, memang benar dia sama sekali sangat malas dalam memimpin kelompoknya sehingga banyak juga para bawahan nya yang tidak memiliki kepercayaan lagi. Semua orang disitu lalu setuju dengan perkataan dari Sirzechs yang mengatakan fakta

''Baiklah, ini adalah kesalahan ku juga'' kata Azazel mengalah

Semua orang disitu lalu tersenyum karena Azazel mengakui kesalahan nya. Luffy lalu tersenyum karena sepertinya Azazel tidak akan menghukum Reynare dan yang lain nya, Luffy lalu melihat ke samping Azazel ada seorang laki-laki, terlihat juga Zoro yang kemudian menuju laki-laki itu

''Hey, Apakah kau anak buah nya?'' tanya Zoro kepada orang itu

Terlihat ada seorang laki-laki mamakai baju hitam dan celana hitam yang memiliki rantai kecil, dan dia berambut putih

''Bisa di bilang begitu'' kata orang itu

''Oh aku belum memperkenalkan dia, dia adalah Vali sang kaisar naga putih'' kata Azazel

Semua orang kaget kecuali Luffy dan Zoro, Luffy dan Zoro hanya terlihat bingung dengan nama orang itu. Apakah orang di depan mereka ini sangatlah kuat? Luffy dan Zoro lalu terlihat merasa kalau ada lawan yang kuat

''Jadi kau ini kuat?'' tanya Luffy

''Tentu saja'' kata Vali dengan nada dingin nya

''Kalau begitu suatu saat nanti kita akan bertarung'' kata Luffy dengan semangat

Vali lalu hanya menatap Luffy dengan tatapan biasa, Vali merasakan kalau Luffy adalah manusia biasa yang tidak memiliki sihir sama sekali

''Hmmm maaf saja, aku tidak mau melawan seorang manusia biasa'' kata Vali dengan nada sombong

Sirzechs yang mendengarnya lalu hanya tersenyum, Sirzechs lalu mengetahui kalau Vali sepertinya belum mengetahui kekuatan Luffy

''Oh iya aku lupa, kalau kita disini memiliki tamu lain'' kata Sirzechs yang kemudian melihat ke arah Zoro dan Lulu

Zoro yang merasa di tatap lalu hanya terdiam, Lulu lalu merasa kalau seorang wanita di dekat Sirzechs sepertinya sedang menatap nya dengan tatapan yang netral

''Jadi kau adalah kru pertama nya?'' tanya Sirzechs kepada Zoro

''Ya benar'' kata Zoro dengan nada netral

Sirzechs lalu hanya mengangguk mengerti, Sirzechs lalu melihat ke arah Lulu yang sekarang sedang di peluk oleh Serafall

''Le..pas..kan ak...u'' kata Lulu terlihat kesusahan berbicara

''Kau lucu sekali'' kata Serafall

Lulu lalu berusaha untuk melepaskan diri dari Serafall, Lulu lalu berhasil melepaskan diri nya dari Serafall dan kemudian berlari menuju ke arah Luffy dan kemudian bersembunyi di belakang Luffy

''Wanita yang menyeramkan'' kata Lulu

Serafall lalu melihat kearah Luffy, Serafall lalu mendekati Luffy. Luffy hanya berpikir siapa dia ini? Apakah dia juga salah satu Raja Iblis di Underworld

''Kau ini siapa?'' tanya Luffy

''Aku Serafall, salah satu Maou'' kata Serafall dengan ceria

Luffy lalu terbelalak tidak percaya melihat dia, dia adalah salah satu Raja Iblis, berarti dia pasti sangatlah kuat pikir Luffy

''Jadi kau adalah manusia yang di bicarakan di Underworld belakangan ini?'' tanya Serafall kepada Luffy

Luffy lalu hanya kelihatan bingung karena tidak tahu kalau dia menjadi begitu terkenal di Underworld karena merusak pesta pernikahan antara Iblis bangsawan

''Wow aku tidak menyangka kalau aku begitu terkenal'' kata Luffy cukup kaget

Zoro lalu merasa kesal karena hanya Luffy yang sekarang telah menunjukan taringnya kepada dunia, Zoro lalu berpikir suatu kalau dia juga harus menunjukan kekuatan nya

''Tentu saja, kau sangat terkenal di sana'' kata Serafall

''Kalau begitu aku ingin ke Underworld, aku ingin tahu tempat seperti apa itu'' kata Luffy dengan nada polos

''Apakah kita bisa memulai pertemuan nya?'' tanya Azazel

Semua orang lalu mengangguk mengerti dengan perkataan dari Azazel, mereka semua lalu mencari posisi mereka, Sirzechs lalu memanggil Luffy

''Luffy, kau akan duduk dengan kami juga'' kata Sirzechs

Rias dan Sona beserta Peerage mereka lalu kaget mendengarnya, Luffy yang mendengar Sirzechs lalu mengerti dan kemudian menuju ke salah satu kursi dan kemudian duduk

''Sangat unik kalau ada wakil manusia ikut dalam pertemuan ini'' kata Michael

Pertemuan itu lalu dimulai, Terlihat Xenovia sedang menatap Irina di dekat Michael, Xenovia merasa kalau Irina kelihatan nya marah dengan nya. Xenovia lalu hanya senang karena Irina baik-baik saja

''Azazel bagaimana dengan anak buah mu yang itu?'' tanya Sirzechs

''Maksud mu Kokabiel, tenang saja dia sudah ku segel secara abadi'' kata Azazel

Mereka di meja itu lalu hanya mengangguk mengerti, mereka semua lalu melihat kearah Luffy yang terlihat sedang tidur dengan pulas, semua orang kaget melihat Luffy tiba-tiba saja tertidur

''Cepat sekali'' kata Azazel tidak menyangka

''Aku tidak tahu kalau dia sudah tidur'' kata Michael juga kaget

Grayfia dan Sona hanya merasa jengkel dengan sifat Luffy yang seperti tidak memperdulikan apapun, Grayfia dan Sona lalu menuju ke arah Luffy dan kemudian

Baak!

Terlihat Grayfia dan Sona memukul kepala Luffy dengan tangan mereka, Luffy lalu terbangun karena merasa kalau kepalanya sedang di pukul

''Apakah sudah pagi?'' tanya Luffy terbangun

Semua orang di situ lalu sweatdrop melihat sifat Luffy, Sona lalu kembali ke posisinya, dia lalu kaget melihat kalau Zoro juga sedang tertidur di pojokan ruangan. Dengan kesal Sona lalu menuju ke arah Zoro yang tertidur

''Hey bangun!'' kata Sona sambil menendang kepala Zoro

Namun Zoro terlihat tidak bangun juga, Sona lalu tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia lalu menyerah melihat kedua sifat bajak laut itu

''Jadi intinya kita akan melakukan perdamaian kan?'' tanya Luffy

''Benar sekali'' kata Michael

''Kalau begitu ayo kita lakukan'' kata Luffy dengan santai

Mereka berempat lalu hanya tersenyum saja melihat sifat Luffy yang langsung ke intinya, Grayfia lalu mengeluarkan sebuah kertas di depan para pemimpin Fraksi itu

''Jadi kita harus menandatangani ini?'' tanya Azazel

''Benar, setelah menandatangani ini, maka kalian sudah setuju dengan perdamaian ini'' kata Grayfia. Grayfia lalu kembali ke sisi Sirzechs

''Baiklah mari lakukan ini dengan cepat'' kata Azazel yang kemudian ingin menandatangani kertas itu

Namun saat ingin menandatangani kertas itu, Beberapa orang lalu merasakan kalau ada seseorang yang akan datang. Terlihat di tengah-tengah ruangan ada seorang wanita muncul

''Siapa dia?'' tanya Luffy

Wanita itu lalu mengeluarkan sebuah ledakan di ruangan itu, ruangan itu lalu terlihat meledak dengan cukup besar, terlihat puing-puing berserakan di ruangan itu.

Terlihat kalau Luffy dan yang lain nya baik-baik saja karena di lindungi oleh sihir pelindung, terlihat Luffy masih saja duduk di kursinya.

''Wah sudah kuduga kalau ada yang tidak senang dengan pertemuan ini'' kata Azazel yang kelihatan masih tenang saja

''Aku juga berpikiran seperti itu'' kata Sirzechs

Mereka semua lalu melihat satu sama lain berpikir apakah mereka baik-baik saja. Rias, Sona beserta Peerage mereka baik-baik saja, Zoro dan Lulu juga baik-baik saja

''Hmmm hey lihat keluar'' kata Azazel

Mereka semua lalu melihat kearah luar, terlihat ada beberapa orang yang memakai jubah sedang terbang mengelilingi ruangan itu, kejadian ini adalah kejadian penyergapan

''Wah mereka banyak sekali'' kata Luffy

Mereka semua kaget melihat banyak sekali para orang yang memakai jubah hitam, Azazel lalu melihat kearah Vali. Mereka semua lalu merasakan kalau waktu tiba-tiba saja berhenti

''Ini...'' Rias lalu tahu apa yang terjadi

''Gasper!'' teriak Peerage Rias

Rias lalu panik karena berpikir kalau Gasper pasti mengalami sesuatu, Sirzechs lalu mendekati Rias yang panik

''Tenang lah Rias'' kata Sirzechs

''One-sama, aku harus menolong Gasper'' kata Rias

Sirzechs lalu mengeti dengan perkataan dari Rias, namun dia tidak mau mengambil risiko membiarkan adik nya melawan para orang di luar itu

''Kalau begitu aku akan membantu mu'' kata Luffy tiba-tiba

Sirzechs lalu melihat kearah Luffy dan kemudian tersenyum karena Luffy mau membantu Rias

''Aku juga akan ikut'' kata Zoro yang ikutan

''Aku juga'' kata Issei juga

Rias lalu merasa senang karena ada orang yang akan membantu nya, Rias lalu melihat kearah Sirzechs berharap kalau dia akan membiarkan nya menolong Gasper

''Onee-Sama kumohon'' kata Rias memohon

Sirzechs lalu mendesah pasrah melihat adik nya yang keras kepala, Sirzechs lalu melihat ke arah Luffy, Zoro dan Issei

''Jaga lah adik ku'' kata Sirzechs

''Dengan senang hati'' kata mereka bertiga dengan semangat

Sirzechs lalu tersenyum melihat ketiga semangat dari pemuda itu, Sirzechs lalu melihat ke arah Peerage Rias

''Dan kalian akan membantu kami melawan para orang itu'' kata Sirzechs

Semua Peerage Rias lalu mengangguk mengerti

''Reynare, Kalawarner, dan Mittelt, kalian bantulah mereka'' perintah Luffy kepada ketiga Malaikat jatuh itu

''Sesuai perintah mu tuan'' kata ketiga Malaikat jatuh itu

Luffy lalu melihat ke arah Lulu yang terlihat baik-baik saja dari ledakan itu, Lulu terlihat ingin ikut dengan Luffy

''Lulu, sebaiknya kau disini saja'' kata Luffy

''Tapi aku ingin ikut dengan Papa'' kata Lulu

''Tidak, sangat berbahaya di luar sana, sebaiknya kau disini saja'' kata Luffy

Lulu lalu mengangguk, Luffy lalu tersenyum dengan senang, Luffy lalu melihat kearah Rias yang sedang bersiap-siap untuk pergi menolong Gasper dan Koneko yang sepertinya mengalami masalah.

''Apakah kalian siap?'' tanya Rias

''Tentu saja'' kata Issei

''Ayo kita hajar mereka'' kata Luffy dengan semangat

''Aku akhirnya bisa menunjukan taring ku'' kata Zoro yang juga semangat

Rias lalu membuka pintu itu dan keempat orang itu lalu berlari keluar menuju ke bangunan penelitian ilmu gaib. Sirzechs berharap kalau adik nya baik-baik saja

''Jadi Vali, apakah kau bisa mengurus mereka'' kata Azazel kepada Vali

''Baiklah, karena ini perintah mu'' kata Vali

Vali lalu berubah menjadi mode naganya dan kemudian terbang dari jendela untuk melawan orang-orang itu.

''Dan tinggalah kita'' kata Azazel

''Kita hanya bisa berharap kalau anak-anak itu baik-baik saja'' kata Michael

''Tenang saja, orang yang bernama Luffy itu pasti bisa'' kata Akeno tiba-tiba

Semua orang lalu kaget mendengar perkataan dari Akeno yang percaya dengan Luffy

''Kenapa kau begitu percaya dengan nya?'' tanya Azazel

''Karena dia adalah orang yang sangat keras kepala'' kata Akeno

BERSAMBUNG


Akhir bab

Maaf lama karena saya habis UNBK. semoga saya lulus :)

Di bab ini pertemuan ini akhirnya kacau seperti yang ada di Anime, Apakah Luffy dan yang lain nya bisa mengatasi masalah ini?

Sang Jendral manis pun masuk ke dalam cerita ini karena ada yang ingin sekali Katakuri masuk ke dalam cerita ini. Dan untuk Flashback Luffy dan Eveline akan ada

Terima kasih yang baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggal Review

Salam Author