Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning : non canon, dll


KOMANDAN MANIS DAN KELUARGA YANG BERANTAKAN

Terlihat di hutan itu ada dia orang sedang berjalan dengan santai, yang satu adalah seorang pria yang sangat tinggi sedang berjalan memimpin seorang wanita kucing yang di belakang nya sedang berjalan

''Tempat ini menyeramkan sekali, nyaan~'' kata Kuroka

''Aku setuju, apakah benar ini adalah dunia monster?'' tanya Katakuri

Mereka sedang berjalan melewati hutan yang sangat gelap di tambah waktu di situ malam sehingga menambah suasana yang sangat mencengkram, Kuroka sedikit merasa takut sedangkan Katakuri terlihat tidak takut sama sekali

''Apakah kau takut?" tanya Katakuri

''Tidak terlalu, bagaimana dengan mu?'' tanya Kuroka balik

''Tidak, aku tidak takut sama sekali'' kata Katakuri

Mereka kemudian melewati sebuah sungai yang sepertinya sangat berbeda dengan sungai seperti biasanya, sungai itu berwarna hitam seperti ada sesuatu yang bercampur di dalam nya

''Jangan minum air ini, air ini terkena racun'' kata Katakuri

''Aku tahu, mana mungkin ada sungai berwarna hitam'' kata Kuroka

Katakuri kemudian hanya terdiam melihat air sungai itu, dari tadi mereka hanya berjalan mengelilingi hutan yang terlihat seperti hutan yang sudah mati. Dari tadi mereka tidak melihat ada seseorang selain monster, jadi inikah yang nama nya dunia monster

''Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan kita'' kata Katakuri

Kuroka mengangguk sambil tersenyum. Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan mereka, mereka di tugaskan di dunia monster untuk mengambil sesuatu yang cukup penting yang di suruh oleh Ophis

Katakuri menerima perintah dari Ophis karena sudah menyelamatkan nya, dia sama sekali tidak terlalu masalah dalam di perintah seperti ini, lagian dia sangat ingin berkeliling dunia yang cukup banyak Ras di sini

''Hey lihat! Aku melihat sebuah desa!'' teriak Kuroka

Katakuri kemudian kaget karena merasa aneh melihat ada desa di dunia monster seperti ini, Katakuri dan Kuroka kemudian menuju ke desa itu untuk berpikir kalau mereka sepertinya bisa memiliki informasi yang bagus. Katakuri melihat desa itu dari jendela sepertinya ada sebuah pelindung terbuat dari kayu.

''Jadi kita menuju ke desa itu?'' tanya Kuroka untuk memastikan

''Ya, kita bisa mencari informasi dari para penduduk di desa itu'' kata Katakuri

Katakuri dan Kuroka bingung melihat desa itu sepertinya mencoba melindungi mereka dari sesuatu yang sepertinya tidak boleh masuk

''Hey desa ini aneh,nyaan~'' kata Kuroka

''Benar, sepertinya para penduduk di sana sedang melindungi diri mereka dari sesuatu'' kata Katakuri

Katakuri dan Kuroka sudah ada di depan pintu gerbang di desa itu, mereka bertanya-tanya apakah mereka lompat untuk masuk atau langsung terobos aja

''Apakah kita terobos aja?'' tanya Kuroka

''Tidak, aku tidak mau mencari masalah kecil dengan para penduduk di desa ini'' kata Katakuri

Katakuri kemudian melihat keatas yang sepertinya ada sebuah tower pemantau di desa itu, Katakuri berpikir kalau dia harus terlihat ramah

''Hey! Apakah ada orang di dalam?!'' teriak Katakuri memanggil orang di dalam desa itu

Katakuri dan Kuroka kemudian mendenger sebuah suara yang seperti sedang berlari di dalam desa itu, seperti di dalam desa itu terlihat sedang panik akan sesuatu yang sangat bahaya.

''Oh sepertinya mereka panik, aku rasa itu karena suara mu yang menyeramkan,nyaan~'' kata Kuroka dengan mengejek

Katakuri kemudian hanya terlihat kesal mendengar perkataan dari Kuroka, Kedua anggota Khaos Brigade itu kemudian melihat tembok di atas mereka ada beberapa orang yang sepertinya sedang membawa senjata seperti panah dan tombak

''Siapa kalian!? Mau apa kalian dengan desa ini?!'' teriak salah satu dari mereka

''Tenang saja, kami tidak akan menyakiti kalian, aku hanya ingin bertanya beberapa hal'' kata Katakuri mencoba untuk bersikap ramah

''Tidak! Aku tahu kalau kalian mau mengambil salau satu dari kami atas perintah dari raja sialan itu kan!'' teriak salah satu dari para penduduk di desa itu

Katakuri dan Kuroka hanya terlihat bingung dengan perkataan dari salah satu penduduk itu, apa maksud mereka tentang mengambil dan raja. Ini benar-benar membuat Kuroka cukup tertarik

''Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, kami hanya ingin bertanya sesuatu'' kata Katakuri

''Jangan mencoba membohogi kami!'' salah satu dari mereka kemudian melompar sebuah tombak kepada Katakuri

Katakuri yang melihat nya kemudian hanya terdiam membiarkan tombak itu mengenai nya, tombak itu kemudian malah melewati tubuh Katakuri karena dia membolongi perutnya sehingga tombak itu hanya melewati tubuhnya

''Hah, padahal aku sudah bersikap ramah'' kata Katakuri mendesah

''Mungkin karena pakaian sangat menyeramkan'' kata Kuroka

Memang benar, pakaian Katakuri terlihat lebih menyeramkan dari sebelum nya, pakaian nya tidak terlalu berbeda dengan pakaian lama nya, dia memakai pakaian hitam kemeja kulit, celaan kulit panjang, dan tentu saja syal nya

''Wah apa-apaan itu?! Tubuh nya bolong''

''Dia monster'' kata para penduduk melihat Katakuri

Katakuri hanya terlihat tenang saja melihat mereka terlihat kaget dengan kekuatan buah Iblisnya, Katakuri kemudian mendesah pasrah

''Baiklah, tidak ada lagi tuan baik hati'' kata Katakuri

''Jadi kita akan menerobosnya, baiklah'' kata Kuroka

Katakuri kemudian bersiap-siap untuk menghancurkan pintu gerbang itu, Katakuri kemudian mengangkat tangan ya

''Block Mochi!'' kata Katakuri

Tangan Katakuri kemudian berwarna hitam dan berbentuk seperti kotak, Katakuri kemudian memukul pintu gerbang itu sehingga pintu gerbang itu kemudian hancur. Haki pengeras Katakuri lebih kuat dari Luffy karena bercampur dengan buah Iblis nya

Semua penduduk di desa itu kemudian kaget melihat ini, mereka benar-benar tidak tahu apa yang mereka lawan. Katakuri kemudian masuk ke dalam desa itu untuk melihat dalam nya, di dalam desa itu terlihat cukup ada beberapa laki-laki, wanita dan anak-anak. Para ibu kemudian membawa para anak nya untuk bersembunyi

''Wah desa ini kotor'' kata Kuroka melihat isi desa itu

''Benar'' setuju Katakuri

Para laki-laki di desa itu kemudian membawa senjata dan kemudian mengelilingi Katakuri dan Kuroka, kedua orang itu hanya terdiak melihat mereka telah di kepung

''Aku bertanya-tanya, kenapa bisa ada manusia disini?'' tanya Katakuri

''Entahlah, aku baru kemari,nyaan~'' kata Kuroka

Para laki-laki kemudian menyerang Katakuri dengan semua tombak mereka, Katakuri kemudian memegang salah satu tombak itu dan kemudian melemparnya beserta orang yang membawa tombak ke arah orang lain nya

''Apakah kita harus membunuh orang-orang ini?' 'tanya Kuroka

''Aku berpikir jangan, karena orang-orang ini sepertinya hanya melindungi diri mereka'' kata Katakuri

''Wah ternyata kau memiliki hati yang baik,nyaan~'' kata Kuroka

Katakuri hanya terdiam merespon Kuroka, para penduduk lain nya lalu menyerang Kuroka dengan menggunakan tombak mereka. Kuroka dengan mudah menghindari serangan tombak itu dan kemudian memukul pemilik tombak itu hingga pingsan

''Serang mereka!'' teriak para warga

Katakuri dan Kuroka melawan balik serangan dari para warga itu, tidak sulit bagi mereka untuk mengalahkan mereka tanpa membunuh mereka, mereka bisa saja membunuh mereka dan itu membuat lebih cepat namun mereka tidak mau

Seluruh warga kemudian sudah di kalahkan, tinggal lah para wanita di situ yang terlihat ketakutan karena tidak bisa melawan dan melihat para laki-laki sudah di kalahkan dengan sangat mudah

''Ibu aku takut'' kata salah satu anak

Katakuri hanya terdiam melihat mereka semua yang sudah terkapar tidak berdaya karena sudah melawan nya. Katakuri kemudian melihat ke salah satu pria dan kemudian mengangkat nya dengan memegang kerah bajunya

''Hey sudah kubilang aku tidak mau membuat masalah'' kata Katakuri sedikit marah

''Kumohon jangan sakiti para wanita dan anak-anak'' kata pria itu

Katakuri kemudian melihat ke arah anak-anak dan wanita, mereka semua terlihat ketakutan melihat dirinya dan Kuroka. Katakuri kemudian melepaskan pria itu sehingga pria itu pun terjatuh kebawah ke tanah

''Aku tidak akan menyakiti kalian, aku hanya ingin bertanya'' kata Katakuri

''Bertanya apa?'' tanya orang itu ketakutan

''Tentang sebuah benda'' kata Katakuri

katakuri dan Kuroka sekarang sedang duduk di sebuah rumah, mereka sedang mendengar perkataan dari salah satu pemuda di desa itu yang mengetahui benda apa yang mereka berdua sedang cari

''Oh jadi benda itu di tahan oleh raja disini ya?'' tanya Katakuri

''Benar'' kata pemuda itu

''Apakah raja disini manusia?'' tanya Kuroka

''Tidak, dia adalah monster, monster yang kejam'' kata pemuda itu

Katakuri sekarang berpikir apakah dia harus menuju ke raja itu dan meminta barang itu atau mengambil nya secara paksa. Kuroka terlihat sedang bermain-main dengan para anak-anak di desa itu, anak-anak di desa itu terlihat tidak merasa takut lagi dengan Kuroka

Katakuri hanya mendesah melihat kelakuan gadis kucing itu, dia memang ramah dengan para anak-anak. Katakuri kemudian melihat kearah pemuda itu lagi

''Jadi ada di mana raja itu?'' tanya Katakuri

''Dia ada di atas bukit itu'' kata pemuda itu yang kemudian menunjuka sebuah bukit yang cukup tinggi

''Oh terima kasih, kenapa desa kalian ada tembok yang mengelilingi desa kalian?'' tanya Katakuri

Pemuda itu kemudian hanya terlihat murung mendengar perkataan dari Katakuri, Katakuri hanya heran melihat reaksi pemuda itu

''Kami membuat tembok di desa kami karena setiap hari para monster menyerang kami, sehingga kami harus membuat tembok ini'' kata pemuda itu

Katakuri berpikir kalau ini bukanlah urusannya, dia harus mencari benda yang di suruh oleh Ophis, lagian mereka sepertinya bisa mengurus diri mereka masing-masing

''Kalau begitu kami pergi'' kata Katakuri

Katakuri kemudian melihat kearah Kuroka yang masih sedang bermain dengan para anak-anak, terlihat seorang anak memegang telinga kucing Kuroka dan ekornya. Kuroka tidak terlalu terganggu dengan itu

''Hey gadis kucing, saatnya kita pergi'' kata Katakuri

''Baiklah'' kata Kuroka

''Apakah kakak mau pergi?'' tanya salah satu anak itu

''Ya, maaf kakak harus segera melakukan sesuatu'' kata Kuroka

Para anak-anak itu kemudian merasa sedih karena orang yang menghibur mereka akan pergi. Kuroka kemudian menuju kearah Katakuri untuk segera pergi menuju ke sebuah bukit yang di tunjuk oleh pemuda itu

''Apakah kau tidak merasa kasihan dengan mereka?'' tanya Kuroka

Katakuri hanya terlihat terdiam mendengar perkataan dari Kuroka, dia tidak memberi komentar untuk pertanyaan dari Kuroka, Kuroka hanya terlihat tersenyum melihat pria itu hanya terdiam. Setelah berjalan cukup lama, mereka lalu melihat ada para Goblin yang ingin menyerang mereka lagi

''Berhati-hatilah, masih banyak monster yang berdatangan'' kata Katakuri memperingatkan Kuroka

''Tenang saja aku bisa mengurus diriku sendiri'' kata Kuroka

Kuroka kemudian melihat ada beberapa Goblin yang akan menyerang nya, Kuroka hanya terlihat menghindari serangan dari Goblin itu dan kemudian dia lalu mengeluarkan sihirnya dan menyerang balik para Goblin itu

''Hmm kau lihat kan,nyaaan~'' kata Kuroka

''Terserah'' Katakuri hanya terlihat tenang saja melawan para Goblin karena Goblin itu bukanlah lawan yang pantas untuk Katakuri

Mereka kemudian melihat para Goblin itu semua nya mati, tidak ada lagi yang tersisa yang hidup dari mereka. Kedua orang itu lalu melanjutkan perjalanan mereka. Mereka berdua lalu melihat ada sebuah gua di samping mereka

''Hey aku melihat sebuah gua'' kata Kuroka. Katakuri kemudian melihat gua itu ''Apakah kau mau memeriksa di dalam gua itu?'' tanya Kuroka

''Hmm aku merasakan ada beberapa orang di dalam sana'' kata Katakuri

''Apakah itu manusia?'' tanya Kuroka

Kuroka sangat tertarik dengan kekuatan Katakuri yang bisa merasakan seseorang dari jauh atau tidak terlihat, Katakuri juga mengatakan kalau dia bisa melihat ke masa depan sehingga dia bisa melihat serangan dari musuhnya sebelum musuhnya melakukan atau berpikir akan melakukan serangan itu

''Kalau begitu kita akan memeriksa gua itukan'' kata Kuroka

Katakuri hanya mengangguk sambil mendesah, mereka kemudian masuk ke dalam gua yang gelap itu. Di dalam gua itu terlihat ada beberapa jejak monster yang di tanah

''Sepertinya ada monster di dalam gua ini'' kata Katakuri yang kemudian berhati-hati

Kuroka hanya terlihat bersiaga juga untuk tidak terlalu lengah saat monster itu menyerang nanti. Terlihat sekarang mereka berdua ada di sebuah ruangan yang yang di penuhi oleh para monster, Orc, Goblin dan monster lain nya

Katakuri dan Kuroka kemudian melihat ada beberapa Manusia seperti di tahan, mereka semua adalah wanita yang terlihat murung sambil duduk di kurungan mereka. Mereka memakai pakaian mereka yang sudah hancur dan terkoyak yang sepertinya tidak di ganti-ganti terlihat dari pakaian mereka yang kotor

''Ternyata mereka menahan Manusia'' kata Kuroka

''Aku tidak tahu apakah aku harus menolong mereka atau membiarkan mereka'' kata Katakuri dengan bingung

''Bagaimana kalau kita menyelamatkan mereka?'' tanya Kuroka

''Itu juga mungkin bisa menjadi masalah'' kata Katakuri

Dia mungkin bisa menyelamatkan mereka namun itu akan membuang-buang waktu, namun dia tidak bisa melihat ada seorang wanita yang di jadikan budak oleh para monster itu

''Kalau begitu kita akan selamatkan mereka'' kata Katakuri

''Bukankah kau bilang itu akan menjadi masalah?'' tanya Kuroka

''Aku berubah pikiran'' kata Katakuri

Katakuri kemudian mendatangangi para monster itu untuk melawan mereka, Katakuri kemudian mengambil beberapa batu kecil di tanah dan kemudian memegang nya bersiap-siap melemparnya

''Hey'' panggil Katakuri

Orc dan para Goblin itu lalu melihat kebelakang mereka, mereka nelihat ada orang yang sangat tinggi datang menuju kearah mereka semua. Orang itu terlihat sedang membawa sebuah batu krikil di tangan nya

Para monster itu lalu memegang senjata mereka masing-masing untuk menyerang orang itu, mereka berniat membunuh pria tinggi itu namun mereka sepertinya benar-benar tidak tahu apa yang mereka lawan

''Ketauilah tempatmu, pecundang'' kata Katakuri

Katakuri kemudian melempar semua batu krikilnya satu persatu ke kepala mereka semua, kepala mereka semua lalu mengeluarkan darah akibat batu itu menembus kening kepala mereka. Beberapa monster lalu mati berjatuhan ke tanah

Orc itu kaget melihat kalau para Goblin itu di kalahkan dengan sangat mudah. Katakuri kemudian menuju arah Orc itu untuk segera membunuhanya, Orc itu ketakutan sekarang. Orc itu kemudian membawa sebuah kapak yang sangat besar untuk membunuh orang di depan nya ini

''Jangan terlalu berharap'' Katakuri kemudian mengeluarkan sesuatu dari tangan nya yang tiba-tiba saja menjadi mochi

Katakuri mengeluarakn Trisula nya untuk menusuk Orc itu tepat di jantung nya, Orc itu kemudian mati setelah Katakuri menusuk jantung Orc itu. Katakuri melihat mayat Orc itu tidak bisa bergerak lagi

Kuroka yang melihat keadaan sudah selesai lalu mendatangi tempat para budak itu di penjara, Kuroka kemudian membuka pintu penjara itu dengan sangat mudah. Para budak masih terlihat kaget melihat Katakuri tiba-tiba saja membunuh semua monster itu

''Hey, apakah kalian tidak mau keluar?'' tanya Kuroka

''Oh terima kasih!'' kata salah satu wanita terlihat senang karena di selamatkan

''Tidak perlu, kami hanya lewat di area ini saja'' kata Kuroka

''Sekali lagi, terima kasih'' kata salah satu wanita itu

''Sebaiknya kalian kembali ke desa kalian'' kata Katakuri yang kemudian menyimpan kembali Trisula nya kembali ke tangan nya

Semua wanita itu kemudian murung mendengar perkataan dari Katakuri, Katakuri bingung melihat mereka semua tiba-tiba saja bingung. Kuroka juga terlihat bingung melihat mereka semua

''Kenapa dengan kalian semua?'' tanya Kuroka

''Kami tidak memiliki tempat tinggal lagi, desa kami diserang oleh beberapa monster, beberapa orang sudah di bunuh oleh para monster, kami adalah sisa dari orang yang diserang desa tersebut, sekarang kami tidak tahu kemana kami harus tinggal'' kata salah satu wanita itu

Kuroka hanya terlihat kasihan dengan mereka karena sekarang mereka tidak memiliki tempat tinggal di tambah mereka sekarang sudah banyak kehilangan banyak keluarga. Katakuri hanya mendesah mendengar cerita mereka yang sangat mengerikan

''Kalau begitu kalian tunggu dulu disini'' kata Katakuri

Kuroka kemudian kaget mendengar perkataan dari Katakuri yang seenaknya menyuruh seseroang menunggu. Kuroka berpikir sebenarnya apa yang di pikirkan Katakuri. Semua wanita itu juga terliha kaget mendengat perkataan dari Katakuri

''Kenapa kau menyuruh mereka menunggu disini?'' tanya Kuroka

''Kita akan menjemput mereka nanti, sekarang kita harus menuju ke bukit itu untuk mengambil barang yang kita cari'' kata Katakuri

Kuroka hanya mengangguk mengerti, mereka benar-benar harus mengambil barang itu untuk Ophis, mereka sudah terlalu lama ada di dunia ini

Katakuri dan Kuroka kemudian keluar dari gua itu untuk segera mengambil barang mereka dengan cepat, terlihat para budak wanita itu melihat mereka pergi dari pintu gua

20 MENIT KEMUDIAN

Katakuri dan Kuroka kemudian sampai di sebuah tempat yang sepertinya tempat raja yang di katakan oleh pemuda di desa itu

''Jadi ini tempat nya, ini hanya tempat yang diselimuti oleh hutan saja'' Kuroka

''Hmm apakah monster itu benar-benar raja disini?'' tanya Katakuri

Katakuri dan Kuroka lalu masuk ke dalam hutan itu, mereka melihat ada beberapa mayat bergantungan di pohon seperti di gantung. Katakuri kemudian merasakan sesuatu di depan mereka menggunakan Haki kenbun nya

''Hmm ada manusia yang datang''

Kemudian munculah sebuah monster laba-laba yang sangat besar turun dari sebuah pohon yang begitu besar, Katakuri dan Kuroka merasa kalau tempat itu ternyata adalah sarang nya.

''Hey kau, aku ingin bertanya, apakah kau benar raja di daerah ini?'' tanya Katakuri

''Ya, aku adalah raja di daerah ini'' kata laba-laba itu

''Itu tidaklah mungkin'' kata Kuroka

Katakuri heran mendengar perkataan dari Kuroka yang sepertinya tidak percaya dengan perkataan dari laba-laba raksasa itu

''Kenapa?'' tanya Katakuri

''Itu sama sekali tidak mungkin, bagaimana mungkin Echidna mau dengan monster seperti mu?'' tanya Kuroka

''Echidna? Siapa dia?'' tanya Katakuri

''Dia dikenal sebagai ibu semua monster, namun sebenarnya dia hanya melahirkan 5 monster'' kata Kuroka

Katakuri terlihat mengangguk mengerti, namun dia bingung karena Kuroka mengatakan kalau Echidnya tidak mungkin mau dengan nya

''Dan lagi, suami nya adalah Typhon'' kata Kuroka

''Hahaha sepertinya kau tahu banyak, wanita kucing'' kata laba-laba itu

''Tentu saja, aku sudah banyak mengetahui cerita di beberapa mitologi, dan kau bukanlah raja dan tempat ini bukanlah dunia monster'' kata Kuroka

''Apa?'' Katakuri bingung

''Ophis tidak bilang kalau dunia ini adalah dunia monster namun dia mengatakan kalau tempat ini dipenuhi monster, tempat ini hanyalah dunia manusia yang sudah di jajah oleh monster'' kata Kuroka

Katakuri kaget mendegarnya, dia tidak tahu kalau dunia ini adalah bukan dunia monster, namun dari tadi mereka melihat banyak sekali monster di hutan ini tapi dia juga bingung karena ada manusia di dunia ini

''Jadi kau sudah tahu dari tadi?'' tanya Katakuri

''Benar, aku hanya pura-pura tidak tahu,nyaaan~'' kata Kuroka seperti mengejek Katakuri

Katakuri hanya terlihat marah karena Kuroka telah mengerjai nya. Monster itu terlihat hanya tertawa dengan sangat keras seperti ada yang membuat nya tertawa terbahak-bahak.

''Aku tidak tahu kalau Yokai sepertimu memiliki pengetahuan yang sangat banyak'' kata monster itu. Monster itu kemudian melihat kearah Kuroka dan Katakuri. ''Aku adalah salah satu bawahaan Typhon'' kata monster itu

''Dan kenapa kau menyerang Manusia abad pertengahan'' kata Kuroka

''Abad pertengahan?'' Katakuri bingung

''Benar, dunia ini adalah salah satu dunia manusia namun memiliki tahun abad pertengahaan'' kata Kuroka

Katakuri kemudian hanya mengangguk mengerti, Katakuri berpikir kalau ini adalah dunia monster namun Katakuri bingung karena Kuroka mengatakan kalau dunia ini adalah salah satu dunia Manusia

''Aku disuruh oleh tuanku untuk membunuh para Manusia disini, dan berkembang biak'' kata monster itu

''Tunggu, kau berkembang biak dengan manusia? Itu menjijikan'' kata Kuroka memikirkan monster ini melakukan hubungan badan dengan wanita Manusia

''Dan itulah kenapa banyak sekali tahanan wanita saat di gua itu'' kata Katakuri

Katakuri benar-benar tidak senang dengan monster ini, dia memanglah penjahat yaitu sebagai bajak laut tapi dia tidak pernah sama sekali memperkosa wanita namun dia hanya membunuh atas perintah ibu nya, Big Mom

''Benar dan kau cari sudah tidak ada disini'' kata monster itu

Katakuri dan Kuroka terlihat kaget karena monster ini tahu benda apa yang mereka cari, apakah dia tahu kalau mereka dari Khaos Brigade

''Ada dimana benda itu?'' tanya Katakuri

''Bersama tuanku'' kata Monster itu

''Oh begitu, jadi kita sepertinya harus kembali, Katakuri-chan'' kata Kuroka

''Satu pertanyaan untuk monster ini, jika kau tidak ada, apakah para monster disini akan pergi?" tanya Kuroka

''Ya, mereka akan kembali ke daerah tuan kami'' kata monster itu

''Kalau begitu aku akan membunuhmu''' kata Katakuri sekarang mengeluarkan Trisula nya

Kuroka hanya terlihat tersenyum mengetahui kalau Katakuri akan membunuh monster laba-laba itu, dia tidak terlalu bermasalah kalau Katakuri membunuh makhluk itu

''Hahahaahah sepertinya kau terlalu bersemangat manusia'' kata laba-laba itu melihat Katakuri. Laba-laba ini juga berniat untuk membunuh Katakuri dan kemudian menangkap Kuroka untuk menjadikan nya budak

Kuroka terlihat juga bersiap-siap untuk membantu Katakuri, namun sepertinya Katakuri tidak perlu di bantu untuk mengalahkan monster ini

Monster itu kemudian menembak jaringnya menuju kearah Katakuri namun Katakuri bisa menghindari serangan itu dengan cukup mudah, Katakuri kemudian melempat tombak dan mengenai kaki laba-laba itu

Laba-laba itu kaget karena Katakuri melempar tombak nya dengan sangat cepat dan tepat, Katakuri kemudian mendekati monster, tangannya sekarang sudah diselimuti oleh Haki. Katakuri kemudian memukul monster itu dengan sangat kuat

Monster itu kemudian terpental kebelakang dengan sangat cepat dan terlihat dia kesakitan karena pukulan Katakuri yang sangat kuat, tidak sampai disitu, Katakuri kemudian mengambil trisula nya lagi dan mengarahkan nya kearah monster itu

''Mochi Tsuki!'' teriak Katakuri

Tangan Katakuri terlihat memutar dan kemudian dia menusuk kedepan dengan sangat cepat dan kuat, laba-laba itu mencoba menghindari namun terlihat perutnya kanan terkena serangan itu sehingga terlihat perutnya kanan seperti terpotong

''Sial, apa-apaan dengan manusia ini, dia begitu kuat'' pikir monster itu

Katakuri kemudian berjalan kearah monster itu yang sekarang tidak berdaya karena perut kanannya sudah terkikis habis karena serangan nya yang sangat cepat. Terlihat juga bekas serangan Katakuri yang menebus beberapa pohon dengan sangat mudah

''Ini adalah akhirmu'' kata Katakuri

''Tunggu, jangan bunuh aku, aku bisa memberimu sesuatu, jadi jangan bunuh aku'' kata monster itu

''Maaf, aku tidak membutuhkan apa yang kau punya'' Katakuri kemudian menggunakan trisula dan menusuk perut monster itu hingga dia mati

Katakuri kemudian berjalan kembali kearah Kuroka yang terlihat cukup terhibur dengan pertarungan yang singkat itu, jujur dia juga kaget melihat pertarungan Katakuri yang terlihat lebih ke sikap yang penuh strategi

''Ternyata dia hanya monster biasa, apanya raja" ejek Kuroka kepada monster laba-laba itu

''Sudahlah, ayo kita kembali'' kata Katakuri

''Baik,nyaan~'' kata Kuroka kemudian mengikuti Katakuri dari belakang

Sekarang terlihat kembali ke desa pertama kali Kuroka dan Katakuri berada, terlihat mereka bingung karena para monster sepertinya terlihat ketakutan dan bingung karena sesuatu. Mereka seperti sedang berbicara satu sama lain dan mereka seperti ketakutan

''Kenapa dengan mereka?'' tanya salah satu penduduk

''Aku tidak tahu, tapi sepertinya mereka ketakutan''

Mereka kemudian melihat para monster berlari kebelakang masuk kedalam hutan, ini membuat mereka kebingungan karena ini sangat jarang terjadi dan aneh. Salah satu penduduk lalu melihat dari jauh ada beberapa orang sedang berjalan kearah mereka, mereka smeua bingung karena mereka semua seperti Manusia dan mereka cukup banyak

''Hey bukankah kedua orang itu yang menyerang desa kita?''

''Benar''

Mereka semua kaget melihat Katakuri dan Kuroka kembali dengan membawa beberapa wanita, para wanita itu seperti senang melihat desa yang selamat

Katakuri dan Kuroka kemudan duduk di sebuah rumah penduduk itu, terlihat sekarang para budak wanita itu terlihat sedang di mandikan oleh para penduduk wanita. Mereka sudah mendengar penjelasan nya dari Kuroka yang menjelaskan kalau mereka adalah para budak

''Jadi begitu, baiklah kami akan menerima nya dengan senang hati'' kata salah satu pemuda penduduk

Kuroka terlihat tersenyum dengan senang karena semuanya akhirnya baik-baik saja, namun sepertinya dia dan Katakuri akan dimarahi oleh Ophis karena tidak bisa membawa barang itu

Katakuri terlihat sedang duduk di sebuah kursi sambil menunggu Kuroka selesai mengobrol dan bermain dengan para anak-anak di desa itu, sedangkan dia hanya duduk menunggu itu berakhir, Katakuri kemudian melihat kalau ada seorang wanita yang dia selamatkan sedang berlari kearahnya dengan memakai pakaian yang lebih bagus dan rapi pemberian para penduduk

''Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih'' kata wanita itu

Katakuri terlihat hanya melihat wanita itu, wanita itu terlihat heran melihat penyelamatnya ini. Dia adalah laki-laki yang cukup seram dengan pakaian seperti itu

''Sudahlah, kau tidak perlu seperti itu'' kata Katakuri dengan dingin

''Jadi siapa namamu?'' tanya wanita itu

''Kau tidak perlu tahu'' kata Katakuri dengan dingin

''Oh ayolah, beri tahu aku namamu'' kata wanita itu

''Baiklah, namaku Katakuri'' kata Katakuri dengan kesal

''Oh, senang berkenalan dengan mu Katakuri'' kata wanita itu

Wanita itu kemudian melihat ke belakangnya melihat dia sedang di teriakin oleh para teman-teman nya, wanita itu lalu kembali melihat Katakuri

''Oh ya, teman-temanku juga mengucapkan terima kasih'' kata wanita itu.

Kuroka kemudian mendatangi Katakuri setelah pamit dengan anak-anak dan para penduduk. Katakuri kemudian tahu kalau saatnya untuk kembali

''Baiklah, saatnya kembali Katakuri-chan'' kata Kuroka

Katakuri hanya mengangguk mengerti, Kuroka kemudian melihat wanita itu dengan ramah

''Sampai jumpa, sampai salamku kepada teman-teman mu'' kata Kuroka

Katakuri dan Kuroka kemudian pergi ke tempat mereka, para penduduk dan wanita yang mereka selamatkan hanya melambaikan tangan untuk kepergian mereka.

Kuroka kemudian melihat Katakuri yang hanya berjalan santai tanpa memperdulikan mereka, Kuroka hanya tersenyum melihat Katakuri hanya bersikap dingin seperti itu

''Ternyata kau baik juga ya'' kata Kuroka

Katakuri kemudian melihat Kuroka yang mengatakan sesuatu yang cukup aneh

''Apa maksudmu?'' tanya Katakuri

''Ya aku tahu, kalau kau sengaja memang ingin membunuh monster itu sehingga para monster lainnya ketakutan dan kembali ke tempat raja mereka yang sebenarnya'' kata Kuroka

Katakuri hanya terdiam mendengar perkataan dari Kuroka

''Dan itu membuat negeri ini aman lagi, dan para penduduk di desa yang tersisah bisa hidup dengan damai,nyaan~'' kata Kuroka

Katakuri hanya terdiam saja, Kuroka terlihat tersenyum melihat laki-laki di depan nya ini, dia sama sekali tidak pernah melihat ada laki-laki yang begitu baik memiliki sifat dingin

DI RUMAH AYANO

Terlihat sekarang Ayano sedang mandi di kamar mandi sambil berpikir apakah Luffy dan yang lainnya sudah pulang, Ayano kemudian selesai mandi dan kemudian memakai handuk untuk menutupi tubuhnya

Ayano kemudian memutuskan untuk menuju kekamar Luffy untuk melihat apakah mereka sudah kembali, mereka selalu saja kembali tanpa memberitahunya.

Alice pun sudah ada di depan pintu kamar Luffy untuk membukanya, Ayano kemudian membuka pintu kamar Luffy dan melihat didalam kamar Luffy. Terlihat di kasur Luffy terlihat dia sedang tidur di tutupi oleh selimut yang besar

Ayano mendesah karena berpikir kalau itu pasti Rias bersama para malaikat jatuh itu yang sedang tidur dengan Luffy. Ayano kemudian mendekati kasur itu untuk membangunkan Luffy dan yang lain nya. Ayano merasa kalau sepertinya jumlah mereka bertambah

Karena penasaran, Ayano pun membuka selimut itu dan melihat mereka, Ayano kaget karena dia melihat ada wanita dewasa sedang tidur memeluk Luffy di sebelah kanan. Wanita itu berambut silver

''Siapa dia?'' tanya Ayano melihat wanita baru itu

Ayano kemudian melihat semua orang di kasur itu yang sepertinya masuk tidur saja, Ayano merasa kesal melihat mereka belum juga bangun

''HEY KALIAN! BANGUN!'' teriak Ayano

Semua orang di kasur itu kemudian terbangun karena kaget mendengar suara orang berteriak. Rias melihat siapa yang bertariak lalu terlihat cemberut karena menganggu tidur mereka

''Ada apa Ayano?'' tanya Rias

''Ini sudah pagi! Kita harus segera pergi ke sekolah'' kata Ayano

Ayano kemudian melihat wanita baru itu juga terbangun masih mengucek matanya dan kemudian melihat dirinya.

''Siapa dia?'' tanya wanita itu menunjuk Ayano

''Justru aku yang harus berkata seperti itu!'' kata Ayano marah

''Tenanglah Ayano, dia adalah Eveline, ibunya Lulu'' ucap Rias memberitahu

''Oh ibunya Lu-Tunggu, ibunya Lulu!'' teriak Ayano baru sadar

''Benar, aku adalah Eveline EV'Aline, salam kenal'' kata Eveline dengan sopan

Ayano hanya menganga tidak percaya kalau wanita ini adalah ibunya Lulu, wanita di depan nya ini begitu seksi dan cantik. Dia terlihat tidak memakai pakaian apa pun saat ini, Ayano bertanya-tanya dengan wanita sekarang yang suka tidur dengan tanpa pakaian apa pun. Ayano kemudian melihat kearah Luffy yang masih saja tidur

''BANGUN LUFFY!'' Ayank kemudian menendang Luffy hingga dia pun terlempar dari kasur dan terjatuh

''Ada apa ini? Kenapa ribut sekali'' terlihat Lulu juga tidur bersama ayah dan ibunya. Lulu kemudian melihat kalau ibunya sudah bangun

''Selamat pagi, mama'' kata Lulu

''Selamat pagi Lulu'' kata Eveline

Lulu kemudian melihat ayahnya terlihat sedang tidur di lantai, ketiga malaikat jatuh itu juga sudah bangun dan melihat semua apa yang terjadi

''Sepertinya Ayano-sama benar-benar tidak suka kalau Luffy-sama memiliki banyak wanita di dekatnya'' kata Mittelt

''Apa kau bilang?'' Ayano lalu menatap kearah Mittelt dengan tatapan tajam

Mittelt kemudian ketakutan saat menatap mata Ayano yang sangat marah, dia telah mengatakan sesuatu yang sangat terlarang untuk Ayano. Kalawarner dan Reynare terlihat hanya mendesah pasrah melihat Mittelt yang akan di hajar oleh Ayano

''Kalian harus menjeaskan semua ini'' kata Ayano menatap semua orang disitu

Ayano kemudian menatap kearah Eveline

''Terutama kau'' kata Ayano menunjuk Eveline

''Baiklah, aku akan menjelaskan semua nya, Ayano'' kata Eveline tersenyum

15 MENIT KEMUDIAN

Terlihat sekarang semua orang di rumah itu sedang duduk di meja makan, Luffy duduk di sebelah Rias dan Eveline, Eveline sedang memangku Lulu yang sedang memakan sayuran, semua orang menatap Eveline dengan tatapan tajam

''Baiklah, aku akan mulai menceritakan kisah ku bertemu dengan sayangku~'' kata Eveline

Semua gadis disitu terlihat kesal saat Eveline mengatakan sayang kepada Luffy, Luffy terlihat sedang memakan sebuah makanan yang berisi daging

''Hey bisakah kau menghentikan memanggil Luffy dengan sebutan sayang'' teriak Rias

''Kenapa? Kami adalah keluarga'' kata Eveline dengan nada mengejek

Semua gadis disitu benar-benar kesal dengan perkataan dari Eveline, Eveline terlihat bangga dengan perkataan nya. Ya memang Eveline sudah memiliki anak dengan Luffy sehingga mereka sudah menjadi keluarga

''Cepatlah ceritakan pada kami masa lalu mu'' kata Reynare dengan geram

''Baiklah, apakah kalian ingin mendengar kisah masa lalu ku?'' tanya Eveline

Rias dan yang lain nya terlihat tidak tertarik namun sepertinya mereka benar-benar tertarik dengan kisah masa lalu Eveline

''Baiklah jika kau memaksa'' kata Ayano

''Sebenarnya aku tidak memaksa'' kata Eveline

''SUDAHLAH! CERITAKAN MASA LALUMU!'' teriak semua gadis disitu kecuali Lulu yang kaget mendengar itu teriak semua gadis disitu

Luffy juga kaget mendengarnya, kemudian Luffy melanjutkan memakan makanan nya

''Baiklah, aku mulai, cerita ini diceritakan oleh ibuku'' kata Eveline

FLASHBACK

Terlihat sekarang ada sebuah istana yang besar dan megah, istana itu terletak di Undeworld. Di dalam istana tepatnya di sebuah kamar terlihat ada seorang wanita cantik barusan melahirkan seorang anak perempuan

Terlihat beberapa pelayan sedang membereskan tempat tidur dan beberapa peralatan melahirkan, wanita itu terlihat sedang memegang anaknya

''Nama apa yang akan anda berikan kepada nya, nyonya?'' tanya salah satu pelayan

''Eveline EV'Aline'' kata wanita itu

''Wah nama yang cantik'' kata salah satu pelayan

''Selamat nyonya Elina'' kata salah satu pelayan

Wanita itu melihat anak perempuan itu dengan bahagia, wanita itu tidak seperti wanita biasa, dia memiliki rambut berwarna silver panjang sama dengan anak perempuan nya, memiliki tubuh yang bagus dan dia memiliki mata ungu

''Hmmm jadi kau sudah melahirkan ya?''

Terdengar sebuah suara yang sepertinya menghina, Elina lalu melihat ada seorang wanita sedang berdiri dengan bahu nya menyandar di pintu dengan santai, Elina terlihat menatap wanita itu dengan tajam

''Nyonya Natalia'' ucap para pelayan

Natalia terlihat hanya tersenyum menatap Elina, Natalia kemudian melihat kearah para pelayan yang terlihat gugup melihatnya

''Tinggalkan kami'' perintah Natalia

Semua pelayan kemudian pergi membereskan barang dan kemudian meninggalkan kamar itu. tinggallah Natalia dan Eline

Natalia kemudian mendekati Eline yang masih menggendong Eveline di tangan nya, Eline masih menatap Natalia dengan tatapan tajam.

''Jadi sekarang kau akan berpikir kalau anak itu akan menjadi anak kesayangan di keluarga ini? hmmm aku rasa itu tidak mungkin'' kata Natalia

''Hah, memangnya kenapa? Aku cukup yakin akan hal itu, dia mungkin bisa menjadi anak yang paling di banggakan di keluarga ini'' kata Eline dengan nada sombong dan percaya diri

''Ooh, itu akan menjadi sesuatu yang tidak mungkin'' ejek balik Natalia

Eline dan Natalia menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, mereka seperti tidak akan berhenti beargumentasi, kemudian Eveline yang masih kecil kemudian menangis. Eline kaget mendengar Eveline menangis

''Hus,hus, tenang, ibu disini'' kata Eline mencoba untuk menenangkan Eline

''Hmm sebaiknya kau memberinya ASI'' Natalia kemudian pergi ke pintu keluar dan kemudian pergi meninggalkan kamar itu

''Tenang Eveline, ibu disini'' kata Eline yang kemudian memeluk anak perempuan nya itu

10 TAHUN KEMUDIAN

''Ayo! Kejar aku!'' teriak seorang anak perempuan sedang berlari-lari

''Nona Eveline! Tunggu!'' teriak satu pelayan

Eveline sedang bermain kejar-kejaran dengan salah satu pelayan, Eveline memakai gaun berwarna putih polos sedang berlari.

''Ayo kejar aku!'' teriak Eveline dengan bahagia

Pelayan itu terlihat cukup senang juga bermain dengan nona nya, dia sama sekali tidak keberatan saat bermain dengan orang yang derajatnya lebih tinggi darinya

''Nona Eveline, ada kabar!'' teriak satu lagi pelayan yang sepertinya ingin memberikan sebuah berita. Pelayan itu berlari kearah Eveline

''Ada apa?'' tanya Eveline

''Ibu anda memanggil anda'' kata pelayan itu

Eveline kemudian mengerti, dia pun berlari masuk ke dalam istana untuk menatangi ibunya. Saat Eveline ada di dalam istana, Eveline merasa kalau dia mendengar seseorang berbicara

''Lihat itu Rani, sepertinya dia sedang senang''

''Hmm aku lihat itu''

Terdengar dua suara yang berbeda, suara pertama terlihat seperti orang yang ceria, yang satu lagi terdengar seperti suara lemah. Eveline kemudian berhenti berlari dan kemudian melihat kearah belakangnya

''Oh Rani, Yani'' kata Eveline mengenal orang itu

Rani dan Yani adalah dua anak perempuan dari Istri pertama, mereka berdua memiliki sifat berbeda satu sama lain. Rani memiliki sifat lebih terang dan bersemangat sedangkan Yani memiliki sifat lebih tertutup orang nya. Mereka kembar, yang membedakan mereka adalah

''Rani, sepertinya dia mendengar kita'' kata Yani terlihat ketakutan

''Tenang saja Yani, aku akan melindungimu'' kata Rani dengan percaya diri

Eveline kemudian berjalan menuju kearah Rani dan Yani, terlihat mereka berdua merasa bersiap-siap, berpikir kalau Eveline yang akan menyerang mereka

''Nanti kita main yuk'' ajak Eveline tiba-tiba

Rani dan Yani terlihat kaget mendengar perkataan dari Eveline yang tiba-tiba saja mengajak mereka main. Rani terlihat sedikit senang saat di ajak oleh Eveline untuk bermain, namun karena merasa lebih tinggi kemudian merasa menolak

''Hmm aku rasa itu bukan rencana bagus'' kata Rani

''Oh ayolah, setelah aku bertemu dengan ibu ku ayo kita bermain'' ajak Eveline

Rani masih terlihat tsundere dengan Eveline, sedangkan Yani terlihat mau kalau ingin bermain dengan Eveline

''Baiklah, jika kau memaksa'' kata Rani dengan gaya tsundere nya

''Bagus, nanti kita bermain, kalau begitu aku pergi menemui ibu ku dulu'' Eveline kemudian berlari menuju ke tempat ibunya di istana

''Kalau begitu kita pergi ke taman menunggunya, Rani'' kata Yani

''Kau benar'' kata Rani setuju

''Hmm kalian terlalu percaya dengan perkataan nya'' terdengar lagi suara wanita

Rani dan Yani kemudian melihat kebelakang mereka, terlihat ada seorang anak perempuan lagi. Dia memakai sebuah sweater berwarna biru

''Leoni'' ucap Rani

Leoni adalah anak dari istri kedua, dia adalah satu-satunya anak dari istri kedua dari keluarga ini

''Apa maksudmu terlalu percaya?'' tanya Yani

''Dia dikenal sebagai penipu oleh orang-orang'' kata Leoni

''Itu tidak mungkin'' kata Yani

''Itu benar!'' ucap Rani setuju

''Terserah karena, aku hanya memberitahu'' kata Leoni

Leoni kemudian pergi meninggalkan Rani dan Yani, kedua anak kembar itu melihat Leoni pergi hanya menatapnya dengan tatapan tajam dan kesal

''Kenapa dengan nya?'' tanya Rani kesal

''Sudahlah Rani, sebaiknya kita menuju ke taman dan menunggunya'' kata Yani

''Kau benar'' kata Rani

Mereka berdua lalu pergi menuju ke taman untuk menunggu Eveline nanti, mereka tidak menyadari kalau mereka sedang di perhatikan oleh tiga anak perempuan

''Hahaah lihat kedua anak kecil itu, Wanda, Anna'' kata seorang anak perempuan

''Ya kak'' ucap anak kecil berambut kuning

Terlihat mereka bertiga memiliki rambut berwarna kuning emas sehingga membuat mereka terlihat manis, mereka bertiga adalah anak istri ketiga

''Apakah mama akan senang kalau mereka berdamai?'' tanya anak yang paling kecil

''Ibu adalah Succubus yang pintar, dia tidak ingin kita berhubungan dengan mereka karena mereka akan memanfaatkan kita, ingat mereka semua yang ada di rumah ini adalah orang yang ingin merebut tahta'' kata anak yang paling tua

''Baik kak'' kata Wanda dan Anna

Kedua anak itu lalu pergi, mereka hanya berpikir kalau mereka akan merebut tahta itu.

Eveline sudah ada di kamar ibunya, terlihat di dalam kamar ibunya ada adiknya, Evalia. Elina melihat Eveline datang hanya tersenyum karena dia akhirnya datang

''Ada apa ibu?'' tanya Eveline

''Eveline, Evalia tolong dengarkan ibu'' kata Eline

''Baik bu'' kata mereka berdua

''Sekarang keluarga kita satu sama lain memperbutkan tahta itu, sehingga kita harus merebut tahta itu'' kata Eline

''Memangnya kita harus?'' Eveline

''Ya , tentu saja, kalau salah satu dari mereka berhasil merebut tahta itu, maka dia bisa mengusir kita dari sini'' kata Eline

''Ibu, aku rasa mereka tidak akan seperti itu'' kata Eveline

''Hmm kau terlalu mempercayai mereka,kak Eveline'' ucap Evalia

Eveline kemudian melihat kearah adik nya yang beda 2 tahun darinya, Evalia terlihat menatap kearah kakaknya dengan datar

''Mereka hanya mencoba untuk memanfaatkanmu saja, kak Eveline'' kata Evalia

Eveline hanya terlihat kaget mendengar perkataan dari adik perempuannya itu, dia dan adik perempuan nya sangatlah berbeda, Eveline adalah anak yang suka bergembira sedangkan adik perempuan nya lebih kearah pesimis di mana dia sama sekali sangatlah dingin

''Mereka tidak seperti itu, Evalia'' kata Eveline

''Kakak saja yang tidak tahu dengan sifat mereka yang sebenarnya'' kata Evalia

''Eveline, adik mu benar'' kata Eline

''Kenapa ibu setuju dengan nya, sebenarnya ada apa dengan keluarga ini?! Satu sama lain tidak mempercayai keluarga nya sendiri!'' kata Eveline marah

''Eveline! Kau masihlah anak kecil, kau belum mengetahui apa-apa!'' kata ibunya

''Tapi ibu''

''Cukup Eveline, ibu menuyuruhmu agar tidak boleh berhubungan dengan mereka'' perintah Eline

''Tapi ibu''

''Kak, dengarkan perkataan dari ibu'' kata Evalia

Eveline terlihat sedih mendengar kalau ibu dan adik perempuan nya benar-benar tergiur dengan tahta dibandingkan dengan keluarga. Eveline tidak bisa lagi memberi alasan kepada adik dan ibunya

Eveline kemudian mengingat kalau Rani dan Yani sepertinya sedang menunggunya untuk bermain, dia sangat menyesal karena tidak bisa menepati janjinya kepada Rani dan Yani

''Maafkan aku, Rani,Yani'' kata Eveline

Terlihat sekarang di taman ada Rani dan Yani sedang menunggu Eveline untuk bermain dengan mereka berdua. Rani terlihat marah karena sepertinya Eveline tidak akan datang

''Kemana Eveline, Rani?'' tanya Yani

''Entahlah, kenapa dia lama sekali berbicara dengan ibunya?!'' kata Rani dengan kesal

''Hahahah lihatkan, kalian sudah di tipu'' kata Leoni tiba-tiba saja datang di taman bermain

Rani dan Yani kaget karena melihat ada Leoni di taman, Rani kemudian di depan Yani untuk melindunginya, Leoni terlihat hanya cemberut melihat mereka begitu cemberut karena sepertinya dia tidak diterima disini

''Kenapa dengan kalian?'' tanya Leoni

''Kenapa kau ada disini?'' tanya Rani

''Aku hanya jalan-jalan'' kata Leoni

Rani dan Yani masih menatap Leoni dengan tatapan tajam, Leoni kemudian mendesah melihat mereka berdua sepertinya tidak menyukai dirinya

''Aku hanya mau bilang kalau kalian sudah tertipu olehnya'' kata Leoni

''Kenapa kau begitu yakin?'' tanya Yani

''Karena dia selalu saja seperti itu'' kata Leoni

Rani dan Yani terlihat tidak percaya dengan perkataan dari Leoni, Leoni kemudian mendesah lagi dan berpikir kalau ini sepertinya percuma saja menjelaskan kepada mereka

''Sudahlah, aku akan pergi'' kata Leoni yang kemudian pergi

Rani dan Yani terlihat murung berpikir dengan perkataan dari Leoni, mereka benar-benar tidak percaya dengan perkataan dari Leoni

''Apakah perkataan nya benar, Rani?'' tanya Yani

''Aku tidak tahu'' kata Rani sambil menunduk kebawah

Mereka berdua kemudian memutuskan kembali kedalam istana karena Eveline tidak mau datang juga, Rani terlihat kesal karena Eveline benar-benar tidak datang

Terlihat Eveline sekarang ada di kamarnya terlihat sedih karena tidak bisa menemui Rani dan Yani. Dia benar-benar menyesal atas itu.

8 TAHUN KEMUDIAN

''Apa menikah?!'' teriak seorang gadis berumur 18 tahunan

Dia terlihat sangat cantik di umur masih mudah itu, dia adalah Eveline dan ada adik perempuan nya di sebelah nya duduk, adiknya berumur 16 tahun

''Benar, kau akan menikah'' kata wanita di depan nya

Dia adalah Eline, ibu Eveline dan Evalia sedang mendengar ibunya berbicara. Mereka berdua bisa di bilang cukup mirip antara Eveline dan Evalia, namun Evalia terlihat memilik rambut pendek

''Kenapa? Aku masih muda, ibu'' kata Eveline protes

''Tidak, kau sudah bisa menikah di umur seperti itu'' kata Eline

Eveline terlihat benar-benar patuh terhadap ibunya, dia tidak ingin melawan ibunya karena dia benar-benar sangat menyayangi ibunya.

''Baiklah ibu'' kata Eveline menerimnya

Terlihat sekarang ada sebuah pesta di pernikahan itu, semua generasi mudah dari keluarga EV'Aline mengundang semua para keluarga Iblis di Underworld ke pesta itu. Sehingga terlihat sekarang banyak sekali kurumunan orang di istana itu

Semua generasi mudah keluarga EV'Aline terlihat membawa pasangan mereka seperti pacar ataupun tunangan dari keluarga Iblis bagsawan, namun ada beberapa yang terlihat tidak menemukan pasangan nya karena sepertinya memang niat mereka

''Kak Xeperia, kenapa banyak sekali orang disini?'' tanya seorang perempuan yang sepertinya berumur 14 tahun

Terlihat di sebelah wanita itu ada wanita juga, wanita itu memiliki rambut berwaran silver dan memakai baju yang mewah

''Bagaimana dengan ibu, kak? Kita harus menjaga ibu yang sedang sakit'' kata gadis itu

''Ibu menyuruh kita untuk mengikuti pesta ini,Soniy'' kata Xeperia

Soniy terlihat hanya mematauhi kakak nya, Soniy kemudian berjalan menuju kearah pesta bersama kakak nya, jujur dia cukup takut karena terlihat banyak sekali orang disitu

Eveline terlihat sedang bersama adik dan ibunya duduk bersama beberapa orang, terlihat di depan Eveline ada seorang laki-laki yang sangat tampan, pria itu berasal dari Iblis bangsawan

''Perkenalkan Eveline, dia Alexni Astaroth, dia berasal dari keluarga Astaroth'' kata Eline memperkenalkan Eveline kepada calon nya

''Salam kenal'' kata pria itu dengan menunduk sopan dengan gaya bangsawan

Eveline hanya terlihat tersenyum dengan kaku, karena dia benar-benar tidak tahu bagaimana berbicara dengan lelaki

Semua ibu terlihat memperhatikan anak-anak mereka masing-masing, terlihat disana ada 4 ibu. Satu ibu tidak bisa datang karena sedang sakit

Xeperia dan Soniy sedang jalan menuruni tangga, namun Soniy tidak tahu kalau dia akan disenggol oleh seseorang sehingga dia pun jatuh

''Soniy, kau tidak apa-apa?'' tanya Xeperia kepada adik perempuan nya

''Aku tidak apa-apa, kak'' kata Soniy

''Hey! Kenapa kau menyenggolku?!'' teriak salah satu pria

Xeperia yang mendengarnya kemudian merasa marah karena orang itu malah memarahi Soniy bukan meminta maaf. Soniy kemudian bangun dan terlihat ketakutan. Semua orang disitu terlihat kaget dan melihat kearah tempat kejadian itu

''Apa maksudmu?! Kau seharusnya meminta maaf karena kau menyenggolnya!'' teriak Xeperia marah

''Sudahlah kak, aku yang salah'' kata Soniy

''Ada apa ini?'' ucap seorang wanita

Xeperia kemudian melihat siapa yang datang

''Leoni'' ucap Xeperia

''Kenapa kau berteriak kepada pacarku?'' tanya Leoni

Lenoi terlihat lebih dewasa, dia memiliki wajah yang sangat cantik, ya semua wanita di keluarga EV'Aline memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang seksi karena mereka adalah Succubus

''Hey pacarmu telah menyenggol adik ku'' kata Xeperia

''Aku tidak melihatnya, aku malah melihat kalau adikmu lah yang menyenggolnya'' kata Leoni

''Apa kau bilang?!'' teriak Xeperia marah

''Kenapa? Kau marah?'' ejek Leoni

Xeperia benar-benar marah sekarang, Xeperia benar-benar marah kepada saudarinya itu. Dia tidak menyangka kalau saudarinya terlihat mendukung pacarnya

Eveline yang melihat nya kemudian ingin bangkit dari kursinya dan menuju kesana untuk memisahkan mereka, namun ibunya menahan Eveline

''Tidak Eveline, kau tetap disini saja'' kata Eline

''Tapi bu''

''Dengarkan kata ibu'' kata Eline

Eveline kemudian kembali duduk dan terlihat murung

Semua orang disitu benar-benar memerhatikan kejadian ini, dua orang saudari terlihat saling menatap satu sama lain.

''Jadi kau mau apa?'' ejek Leoni

''Ayo kita bertarung, jika kau kalah kau harus meminta maaf'' kata Xeperia

Leoni terlihat hanya tersenyum, Xeperia berpikir kalau dia akan jelas-jelas menang karena dia pernah di latih oleh ayahnya sedangkan Xeperia dan Soniy sama sekali tidak pernah di latih karena sepertinya ayah mereka tidak pernah memilik waktu untuk mereka.

''Baiklah aku terima'' kata Leoni

Rani dan Yani disitu terlihat tertarik dengan ini, bersama ketiga saudari lain nya yang duduk di dekat mereka. Eveline terlihat tidak tahu harus bagaimana, dia benar-benar khawatir dengan kejadian ini

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini maaf kalau tidak ada cerita petualangan Luffy karena bab sebelumnya saya sudah bilang kalau saya akan membuat petualangan Katakuri dan Kuroka

Dan di bab ini ada masa lalu Eveline, ya aku tahu kalau dari kalian semua tidak suka dengan flashback namun aku membuat ini karena saya sedang memikirkan petualangan Luffy berikutnya.

Kelurga Eveline benar-benar kacau saat kalian melihat flashback Eveline, Eveline adalah anak yang baik yang selalu saja mengikuti perkataan dari ibunya, namun kenapa dia bisa kabur?

Btw, cukup sulit untuk menamai para saudari Eveline yang memiliki 9 saudari yang tidak pernah akur satu sama lain, keluarga yang...ah sudahlah :V dan lagi para ibu mereka masihlah mudah walau umur mereka sudah tua dan sudah memiliki anak, akan saya perkenalka mereka semua di bab berikutnya

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Salam Author