Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


LIBURAN MUSIM PANAS SUDAH DATANG

''Ke dunia bawah?!'' Luffy terlihat kaget mendengarnya

''Benar, aku dan peerageku akan ke dunia bawah, Luffy'' kata Rias sedang meminum sebuah teh

''Kenapa?'' tanya Luffy

''Ya kau tahu, aku mau mengunjungi kedua orang tua ku'' kata Rias

''Dan lagi, kalian harus berlatih disana'' kata Azazel

Terlihat Rias setuju dengan perkataan dari Azazel, Issei, Asia dan Luffy benar-benar kaget mendengarnya, mereka akan benar-benar menuju ke Underworld tempat para Iblis. Luffy terlihat diam saja

''Oh iya, dimana anak kecil itu, topi jerami?" tanya Azazel

''Maksudmu Lulu, oh dia sedang ada di rumah bersama ibunya'' kata Luffy

Azazel mengangguk mengerti, dia cukup tertarik dengan bocah di depan nya ini, dia terlihat tidak terlalu takut saat melawan para monster di pertemuan hari itu. Di tambah dia memiliki kekuatan aneh di dalam dirinya, seperti sebuah penghalang

''Bucho, bagaimana menurutmu tentang perkataan dari ketua soal organisasi yang lain'' kata Akeno kepada Rias

Rias terlihat meminum teh nya, Sona berkata kalau dia menemukan organisasi baru yang bernama New Gate. Rias tidak tahu apa tujuan organisasi ini, namun Sona mengatakan kalau orang-orang di organisasi ini adalah orang yang tidak asing

''Aku tidak tahu dengan tujuan organisasi yang lain ini'' kata Rias. Rias kemudian kemudian menaruh teh nya di meja. ''Tapi aku merasa kalau mereka sepertinya ingin melakukan sesuatu yang buruk'' kata Rias

Semua peerage Rias mengangguk setuju dengan perkataan dari Bucho mereka. Luffy terlihat sedang duduk sambil memakan cemilan bersama Koneko, terlihat Koneko sekarang bisa berbagi dengan Luffy.

''Kapan kita akan pergi ke Underworld, bucho?'' tanya Issei

''Besok, kita akan pergi besok'' kata Rias

Semua peerage Rias mengangguk mengerti.

''Apakah dia akan ikut dengan kita?'' tanya Issei menunjuk kearah Azazel

''Ya, aku akan ikut, karena aku akan melakukan pertemuan dengan orang-orang penting disana'' kata Azazel

Luffy terlihat merasa tidak peduli kalau Azazel akan ikut, Luffy merasa tidak perlu kesana. Dia akan hanya diam di rumah dan memakai masakan Ayano

''Dan kau akan ikut juga, Luffy'' kata Rias

''Ah, kenapa?'' tanya Luffy

''Kakak ku ingin bertemu dengan mu, di tambah kau harus menemui keluarga ku'' kata Rias

Luffy terlihat kaget mendengarnya, jadi dia juga harus pergi ke Underworld. Luffy bertanya-tanya apakah Ayano akan mengizinkan nya

''Tapi aku harus meminta persetujuan Ayano dulu'' kata Luffy

Rias mendesah mendengar perkataan dari Luffy, memang Ayano seperti kakak perempuan bagi Luffy. Ayano lah yang mengurus Luffy hingga kini.

''Aku akan meyakinkan Ayano'' kata Rias

''Baiklah, aku serahkan kepadamu'' kata Luffy yang dari tadi santai saja

Koneko merasa kalau cemilan nya sekarang benar-benar sudah habis. Koneko mendesah karena Luffy lah yang paling banyak memakan cemilan nya, dia tidak marah kalau dia berbagi dengan Luffy namun Luffy sendirilah yang tidak tahu diri seenaknya menghabiskan cemilan nya

''Baiklah, kalian bersiap-siaplah besok'' kata Rias

''Baik Bucho'' kata seluruh peerage Rias

Rias kemudian menyadari kalau tidak ada Xenovia disini. Ini membuat dia bertanya-tanya kemana Xenovia

''Kemana Xenovia?'' tanya Rias

''Dia bersama Zoro sedang berlatih'' kata Luffy

Rias mendesah menyadari kalau salah satu peerage nya itu benar-benar giat sekali berlatih. Rias tidak masalah kalau Xenovia berlatih namun Xenovia sepertinya berlebihan kalau di bilang latihan biasa

Luffy kemudian kenyang telah memakan semua cemilan Koneko, dia kemudian berdiri

''Mau pergi?'' tanya Rias

''Aku mau jalan-jalan dulu'' kata Luffy

''Oh baiklah, hati-hati di jalan'' kata Rias

Luffy tersenyum kearah Rias. Luffy pun menuju ke pintu keluar untuk jalan-jalan.

''Aku ikut''

Koneko juga berdiri. Rias melihat Koneko yang mengatakan kalau dia ingin ikut dengan Luffy untuk jalan-jalan

''Baiklah, ayo'' ajak Luffy

Koneko kemudian berjalan kearah Luffy, mereka berdua lalu keluar dari pintu. Rias terlihat tidak masalah kalau Koneko bersama Luffy, itu malah membuat nya senang karena Koneko bisa menjaga Luffy dari sesuatu yang bodoh.

DENGAN ZORO DAN XENOVIA

Terlihat Zoro sedang berlatih bersama Xenovia, Zoro menggunakan salah satu pedang nya untuk melatih Xenovia. Xenovia terlihat kelelahan saat berlatih dengan Zoro, dia tidak tahu kalau Zoro ternyata memiliki stamina yang kuat

''Apakah kau sudah menyerah?'' tanya Zoro

Xenovia terlihat menggeram, dia kemudian berlari menuju kearah Zoro. Zoro yang melihat Xenovia yang akan menyerangnya lalu terlihat tenang

Xenovia kemudian menggunakan Durandal nya untuk menyerangnya namun Zoro dengan mudah menghindari nya, Zoro kemudian menyerang Xenovia namun Xenovia menghindari tebasan Zoro tapi dia tidak tahu kalau Zoro akan menendangnya.

Xenovia terlihat mundur kebelakang karena di tendang oleh Zoro, Xenovia merasa sakit saat di tendang oleh Zoro

''Kau ini tidak bisa lebih lembut menendang nya!'' ucap Xenovia marah

''Ini adalah pertarungan, jangan banyak alasan'' kata Zoro dengan dingin

Xenovia terlihat kesal menatap Zoro, Zoro adalah orang yang cukup dingin dan kasar kalau bersama seorang wanita namun dia sepertinya mempunyai sisi lembut terhadap wanita yang tidak di ketahui oleh Xenovia

''Istirahat?'' tanya Zoro

''Ya, aku mau istirahat dulu'' kata Xenovia

Zoro kemudian menyarungkan kembali pedang nya. Xenovia kemudian duduk di bawah pohon dan kemudian meminum air mineral yang dia bawa, Zoro berjalan kearah Xenovia dan kemudian duduk di samping nya

''Ternyata kau memang pemedang yang kuat'' kata Xenovia kepada Zoro

Zoro terlihat diam saja, dia berniat untuk tidur siang sekarang namun karena ada orang di samping nya jadi dia tidak jadi.

''Ya tentu saja, aku harus menjadi pendekar pedang nomor satu di dunia'' kata Zoro dengan penuh ambisi

Xenovia begitu kaget mendengar perkataan Zoro yang seperti berapi-api itu. Xenovia bisa merasakan ambisi Zoro itu

''Kenapa?'' tanya Xenovia

''Karena sebuah janji'' kata Zoro

''Janji?''

''Benar, janji terhadap seorang wanita yang sangat menyebalkan'' kata Zoro

Xenovia kaget mendengarnya, jadi bukan hanya kemauan Zoro untuk menjadi pendekar pedang nomor satu di dunia namun juga karena sebuah janji kepada seorang wanita

''Aku harap kau bisa menjadi pendekat pedang nomor satu'' kata Xenovia

''Ya, dan itu harus'' kata Zoro dengan tersenyum percaya diri

DENGAN LUFFY DAN KONEKO

Luffy terlihat sedang berjalan bersama Koneko, Luffy bertanya-tanya kenapa Koneko ingin ikut bersama nya.

''Kenapa kau ikut bersama ku?'' tanya Luffy

''Aku hanya mau jalan-jalan bersama senpai saja'' kata Koneko

Luffy bingung dengan perkataan dari Koneko, apakah alasan nya hanya ingin jalan-jalan bersama nya

Luffy kemudian melihat ada Katase dan Murayama bersama seorang wanita yang sepertinya adalah seorang guru. Karena Luffy sudah lama tidak bertemu dengan mereka kemudian ingin menyapa mereka

''Hey kalian!'' sapa Luffy

Kedua wanita itu kemudian melihat Luffy sedang menyapa mereka, terlihat Luffy bersama seorang gadis yang populer disini yaitu Koneko.

''Oh Luffy'' ucap Katase

''Ada apa?'' tanya Murayama

''Tidak ada apa-apa, aku hanya menyapa kalian'' kata Luffy dengan tersenyum

Koneko terlihat merasa kalau Luffy bisa berhubungan dengan wanita cukup baik dalam hal berteman namun kalau soal asmara, mungkin itu tidak mungkin

Katase terlihat ingin mengatakan sesuatu kepada Luffy, Luffy yang melihat nya heran dengan nya yang sepertinya sedang gelisah

''Luffy, apakah kau bisa datang ke rumahku nanti malam?'' pinta Katase

Luffy kaget mendengarnya, Katase mengundangnya untuk rumah nya. Ini benar-benar langkah, Luffy berpikir kalau Katase dan Murayama membencinya, namun terlihat mereka seperti tidak seperti itu

''Kenapa kalian mengundangku?'' tanya Luffy

''Kenapa? Apakah itu salah?'' tanya Murayama

''Tidak, aku berpikir kalau kalian sepertinya membenciku'' kata Luffy dengan polos

Katase dan Murayama terlihat mendesah mendengar perkataan dari Luffy, Koneko terlihat mendesah juga melihat Luffy yang begitu polos. Koneko berpikir kalau sepertinya dia tidak pernah bertemu dengan wanita yang bersifat tsundere

''Datang saja!'' kata Katase dengan marah. ''Jika kau tidak datang, aku akan...''

Luffy menunggu apa yang akan dilakukan Katase jika dia tidak datang ke rumah nya, Koneko terlihat heran melihat sifat Katase

''Aku akan membencimu'' kata Katase dengan pelan

Luffy heran mendengar perkataan dari Katase, bukankah dia sudah membencinya, kenapa dia mengatakan membencinya

''Bukankah kau membenciku?'' tanya Luffy

Koneko mendesah pasrah melihat kepolosan Luffy yang begitu polos seperti anak umur 10 tahun. Katase terlihat benar-benar kesal sekarang karena Luffy tidak mengerti maksud nya, Murayama terlihat sedang menenangkan Katase

''Pokok kau harus datang'' kata Katase yang kemudian berjalan pergi

Murayama melihat kearah Luffy

''Tolong datanglah'' kata Murayama yang kemudian mengejar Katase

Luffy hanya terlihat terdiam melihat mereka berdua, dia benar-benar tidak tahu apa maksud dari mereka. Wanita di dunia ini benar-benar membuat Luffy bingung. Luffy kemudian melihat ternyata wanita yang berbicara dengan Katase dan Murayama ternyata masih disitu

''Siapa kau?'' tanya Luffy langsung kepada wanita

Wanita itu terlihat kelihatan kaget, karena Luffy tiba-tiba saja menanyai nama nya, wanita kemudian tersenyum

''Bukankah tidak sopan menanyai nama orang lain sebelum memberitahu nama mu sendiri'' kata wanita itu

Luffy kemudian kaget mendengarnya, dia menyadari kalau dia tidak sopan terhadap wanita itu, jika saja kakek nya ada disini maka dia pasti akan memukulnya sekarang karena tidak sopan

''Oh maafkan aku, nama ku Luffy'' kata Luffy memperkenalkan dirinya

''Kalau begitu namaku Lilith'' kata wanita itu memperkenalkan dirinya

''Senang berkenalan dengan mu Lili'' kata Luffy

Lilith terlihat heran saat Luffy memberi nya nama panggilannya. Koneko terlihat memerhatikan wanita itu, dia merasa kalau wanita itu bukanlah wanita biasa

''Kalau begitu aku permisi dulu, aku ada urusan'' kata Lilith

''Oh baiklah'' kata Luffy

Lilith kemudian terlihat pergi meninggalkan Luffy dan Koneko, Luffy senang karena sepertinya memiliki teman baru walaupun dia adalah guru, Koneko masih menatap Lilith

''Baiklah, ayo kita jalan-jalan lagi'' kata Luffy

Koneko mengikuti Luffy dari belakang, Koneko merasa kalau dia benar-benar cukup senang jalan-jalan dengan Luffy karena Luffy adalah orang yang aktif tidak sepertinya dirinya yang selalu saja terlihat diam dan anti sosial

Lilith terlihat tersenyum. ''Baiklah, saatnya untuk mengerjakan tugasku'' kata Lilith

Terlihat sekarang Luffy dan Koneko ada di sebuah tempat duduk di dekat sekolah Kouh, mereka beristirahat karena terlihat begitu kelelahan. Luffy sedang meminum air mineral

''Apa kau mau?'' Luffy menawarkan air mineral nya kepada Koneko

''Terima kasih senpai'' kata Koneko menerima air mineral Luffy

Luffy hanya tersenyum saja. Luffy melihat pemandangan di sekolah, dia memang sekarang suka duduk di kursi di dekat sekolah dan melihat-lihat sekolah. Koneko meminum air mineral pemberian Luffy

''Apakah kau akan terus di dunia ini, Luffy-senpai?'' tanya Koneko

Luffy kaget mendengar perkataan dari Koneko yang sepertinya tidak mau dia pergi dari dunia ini. Luffy kemudian tersenyum kearah Koneko

''Tenang saja Koneko, kita akan terus bersama'' kata Luffy dengan polos

Koneko hanya tersenyum pahit mendengar perkataan dari Luffy, Luffy tidak tahu kalau manusia memiliki umur yang lebih pendek dari iblis. Koneko tersenyum kearah Luffy berpikir kalau mereka akan baik-baik saja

Mereka kemudian melihat ada dua orang dari jauh, Luffy dan Koneko mengenal siapa kedua orang itu

''Zoro, Xenov!'' panggil Luffy

Zoro dan Xenovia tersenyum melihat Luffy memanggil mereka, mereka tidak tahu kalau Luffy ada di taman sekolah Kouh sedang duduk. Zoro dan Xenovia kemudian menghampiri Luffy dan Koneko

''Apakah latihan kalian sudah selesai?'' tanya Luffy

''Ya, kami sudah selesai'' kata Zoro

Terlihat Xenovia yang sepertinya babak belur dan terlihat ada banyak sekali debu di bajunya. Terlihat juga Xenovia berkeringat

''Kau tidak apa-apa, Xenovia-senpai?'' tanya Koneko melihat Xenovia

''Aku tidak apa-apa, aku hanya lelah'' kata Xenovia

''Kau kurang melatih stamina mu'' kata Zoro memberitahu kepada Xenovia

Xenovia terlihat menggangguk mengerti dengan perkataan dari Zoro karena itu benar, namun Xenovia tidak tahu kalau Zoro adalah orang yang ternyata memerhatikan kelemahan lawan nya

''Ayo kita kembali ke tempat Rias dan yang lain nya'' kata Luffy

Semua orang disitu mengangguk setuju

SKIPTIME

Terlihat sekarang Luffy, Rias, Ayano pulang kerumah. Mereka sedang berjalan pulang menuju ke rumah Ayano, Ayano terlihat lelah sekali, baru pertama kali seperti ini

''Kenapa dengan mu, Ayano?'' tanya Luffy

''Aku hanya kelelahan'' jawab Ayano

Rias heran mendengar Ayano

''Kelelahan? Itu sangat jarang sekali bagimu'' kata Rias

''Ya, guru baru itu memberiku tugas yang sangat banyak, dia ternyata orang yang giat sekali'' kata Ayano mengeluh namun takjub dengan guru tersebut

Rias juga mendengar kalau ada guru baru, namun dia belum bertemu dengan nya sama sekali. Rias berpikir kalau guru itu sepertinya adalah guru yang pekerja keras terlihat dari Ayano yang di katakan anak teladan di sekolah Kouh terlihat kelelahan.

Mereka kemudian sudah sampai di rumah Ayano, namun Luffy dan Ayano terlihat kaget. Mereka melihat rumah Ayano tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah apertemen yang sangat besar. Ayano yang paling kaget karena dialah pemilik rumah

''ADA APA INI?!'' teriak Ayano kaget

''Oh Ayano-sama, Luffy-sama sudah pulang''

Terlihat ada ketiga malaikat jatuh, dua succubus. Luffy tersenyum melihat mereka, Lulu kemudian berlari kearah Luffy dan kemudian memeluknya

''Papa!'' kata Lulu

Luffy hanya mengelus kepala Lulu, Eveline yang melihat nya hanya tersenyum. Ayano masih kaget dengan apa yang terjadi dengan rumah nya

''Apa yang terjadi dengan rumah ku?!'' tanya Ayano

''Oh aku lupa, Ayano akulah yang membuat rumah mu seperti ini'' kata Rias

Ayano kemudian melotot kearah Rias dengan tatapan tajam, dia tidak menyangka kalau Rias akan membuat rumah nya seperti ini

''Kau yang melakukan nya?'' Ayano kaget

''Ya, aku menyuruh pelayan ku di Undeworld untuk merobak rumah mu menjadi lebih besar sehingga kita tidak akan kesempitan tinggal'' kata Rias dengan tersenyum manis

''Jangan seenaknya merobak rumah orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya!'' kata Ayano kesal

Rias terlihat masih tersenyum dengan manis saja tidak peduli dengan perkataan dari Ayano. Ayano kemudian mendesah menenangkan dirinya, dia tidak bisa protes lagi karena sudah terjadi

''Lagian mungkin akan ada lebih banyak lagi orang-orang yang tinggal di rumah mu, Ayano'' kata Rias

Ayano terlihat tidak peduli lagi, sekarang hidup nya benar-benar super sibuk tidak bisa di apa-apakan lagi.

''Ayo kita masuk'' kata Rias

Mereka kemudian masuk kedalam rumah, terlihat semua orang kaget karena rumah itu tiba-tiba di dalam rumah Ayano terlihat sekarang seperti rumah kelas bangsawan. Ayano cukup senang melihatnya karena sekarang rumah nya terlihat bersih

Lulu terlihat sedang berlari kesana kemari karena senang sekali memiliki rumah yang luas, dia suka tinggal di istana yang luas namun dia merasa kalau tinggal disini sama seperti tinggal di istana

Luffy melihat tempat tidur nya dan kaget karena melihat sekarang kasurnya berukuran sangat besar seperti kasur raja. Luffy hanya terlihat terdiam, dia tidak keberatan walaupun tinggal di tempat dan kasur yang kecil namun ini baru pertama kali baginya tidur di kasur yang besar

''Dengan begini kita bisa tidur bersama'' kata Rias

Luffy hanya tersenyum dengan polos. Ayano hanya terbengong menatap Luffy karena terlihat tersenyum tidak tahu apa yang terjadi. Eveline tersenyum karena senang Luffy memiliki harem

''Senangnya, sayangku memiliki harem'' kata Eveline dengan tersenyum

''Kenapa kau malah senang? Bukankah kau harus marah karena dia memiliki wanita lain selain dirimu'' kata Ayano

''Fufufu, Ayano kau sama sekali tidak mengerti dengan cinta sejati'' kata Eveline

Ayano terlihat heran mendengar perkataan dari Eveline, dia sama sekali tidak cemburu kalau Luffy memiliki banyak gadis di dekatnya

''Kenapa kau tidak cemburu'' kata Ayano

''Banyak yang bilang kalau cinta adalah pasangan yang hanya setia dengan pasangan nya, namun tapi aku berpikir kalau Luffy bisa lebih dari itu'' kata Eveline

Ayano benar-benar kaget mendengar perkataan dari Eveline, Ayano bertanya-tanya apa maksud dari Eveline

Mereka semua kemudian terlihat bersiap-siap untuk makan malam bersama. Ayano terlihat sedang menyiapkan makan malam, dia bertanya-tanya kenapa dia harus membuat makan malam untuk mereka semua, padahal dia adalah pemiliki rumah ini

''Saatnya makan!'' teriak Luffy dengan senang

Luffy kemudian memakan makanan dengan cepat, Lulu juga terlihat memakan makanan dengan cepat. Eveline yang melihatnya hanya tersenyum saja kecuali yang lain nya yang benar-benar terbengong melihat ini

''Seperti yang aku harapkan dari anak dan ayah'' kata Ayano

Untungnya Ayano sudah menyiapkan banyak makanan, sehingga tidak tidak perlu lagi memasak makanan lain.

Mereka semua memakan makanan mereka masing-masing, mereka berhati-hati kepada Luffy yang sepertinya akan mencuri makanan mereka. Saat Luffy mencuri salah satu makanan mereka, Ayano selalu saja menahan tangan Luffy dan kemudian menatapnya dengan tatapan tajam sehingga Luffy ketakutan dan tidak jadi mencuri.

Ayano kemudian melihat makanan yang yang tiba-tiba saja kosong, Ayano kaget karena barusan makanan nya masih ada sekarang malah terlihat bersih seperti menghilang. Ayano kemudian melihat kearah Luffy yang berpikir kalau Luffy lah yang mencuri nya namun dia sadar kalau tidak mungkin Luffy yang mencuri nya karena dia barusan memegang tangan Luffy

Ayano kemudian melihat kearah Lulu, terlihat Lulu sedang memakan makanan yang sangat banyak. Ayano sadar kalau dialah pelaku hilangnya makanan nya

''Dasar, aku mungkin tidak akan tahan dengan keluarga seperti ini'' kata Ayano

Ayano menatap kearah Eveline, dia benar-benar bingung bagaimana bisa dia jatuh cinta dengan orang seperti Luffy. Eveline hanya memakan makanan nya dengan santai

Mereka semua kemudian menyelesaikan makan malam mereka. Luffy dan Lulu terlihat memegang perut mereka dengan senang. Ayano membersihkan piring-piring itu. Ketiga malaikat jatuh dan Rias sudah tidur duluan. Tinggallah Luffy, Lulu, Eveline bersama Ayano yang sedang mencuci piring

''Oh, iya aku mau kerumah Katase'' kata Luffy memberi tahu

''Hah, ke rumah Katase? Kau apa kesana?'' tanya Ayano

''Aku sudah janji kepada nya untuk datang ke rumah nya, aku tidak tahu apa yang dia lakukan di rumah nya nanti'' kata Luffy

Ayano berpikir tentang ini, dia tidak keberatan kalau membiarkan Luffy namun dia takut kalau para wanita itu melakukan sesuatu kepada Luffy, dia tidak berpikir kalau Luffy lah yang melakukan sesuatu kepada para wanita karena Ayano benar-benar tahu bagaimana sifat Luffy

''Baiklah, aku mengizinkanmu'' kata Ayano

''Aku ikut'' kata Eveline tiba-tiba

''Kau mau ikut?'' kaget Ayano

''Benar, aku mau bertemu dengan teman-teman, sayangku'' kata Eveline

Ayano mendesah melihat Eveline, dia tidak mungkin tidak memperbolehkan nya, Eveline bebas menentukan apa yang dia mau walaupun itu tentang Luffy karena mereka sekarang berkeluarga walau tidak terikat dalam pernikahan

''Baiklah, aku mengizinkan mu juga'' kata Ayano

''Aku juga!'' teriak Lulu

''Baik-baik'' Ayano benar-benar tidak bisa menolak permintaan satu keluarga itu

Luffy hanya tersenyum melihat wajah Ayano yang pasrah melihat mereka bertiga

SKIPTIME

Sekarang terlihat Luffy, Eveline dan Lulu sedang berjalan ke rumah Katase, Luffy mengingat ada dimana rumah Ayano karena dia sering kesana karena Katase pernah meminta Luffy untuk setiap hari membantunya mengangkat barang-barang nya. Luffy tidak keberatan karena dia akan diberi daging setelah menolong Katase

''Jadi, seperti apa teman mu ini, sayang?' 'tanya Eveline

''Mereka dua wanita, pertama adalah wanita berambut merah jambu pendek, yang kedua adalah wanita berambut hitam panjang'' kata Luffy memberi tahu sedikit

Eveline hanya mengangguk mengerti, dia benar-benar yakin kalau wanita itu memiliki sesuatu kepada Luffy.

Lulu terlihat cukup senang di gendong oleh Luffy, Luffy menggendong Lulu di bahunya sehingga Lulu terlihat menggunakan kepala Luffy sebagai pegangan agar dia tidak jatuh

Mereka kemudian melihat sebuah rumah yang sederhana, Luffy mengenal rumah itu karena itu adalah rumah Katase

''Jadi ini rumah nya?'' tanya Eveline

''Benar'' kata Luffy

''Baiklah, ayo kita masuk'' kata Eveline

Luffy kemudian mengetuk pintu rumah Katase. Mereka kemudian menunggu beberapa menit, ketiga orang itu mendengar suara seperti suara lari kaki. Pintu kemudian di buka oleh Katase

''Akhirnya kau sampai juga, kami dari tadi menunggumu'' kata Katase kesal

Katase kemudian melihat kalau Luffy tidak sendiri, dia melihat ada Lulu di atas bahunya, dia juga melihat ada wanita dewasa yang berumur dua puluhan. Katase bertanya-tanya siapa wanita cantik ini

''Siapa dia?'' tanya Katase

''Dia Eveline'' jawab Luffy

''Baik, sekarang katakan dia ini siapamu?'' tanya Katase lagi

''Dia mamaku!'' teriak Lulu

Katase kemudian terbeku mendengar perkataan dari Lulu, Katase kemudian melihat kearah Eveline yang ternyata adalah ibu dari Lulu. Katase kaget karena ciri-ciri wanita itu sama dengan Lulu

Dia memiliki rambut silver sama seperti Lulu, dia juga memiliki mata ungu seperti Lulu, memiliki kulit putih bersih seperti Lulu. Katase benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya

''Apakah ada masalah?'' tanya Eveline kepada Katase

''Tentu saja ada masalah! Jadi wanita ini adalah wanita yang di bicarakan oleh Rias-sama?!'' tanya Katase

''Ya benar'' jawab Luffy dengan polos

Katase menatap kearah Eveline dengan tajam, dia berpikir apakah wanita cantik ini adalah wanita yang memperkosa Luffy. Eveline terlihat hanya diam saja

''Jadi...kami tidak diperbolehkan masuk?'' ucap Eveline menyadarkan Katase

''Oh..silahkan masuk'' kata Katase mempersilahkan mereka masuk

Di ruang tamu terlihat ada Murayama dengan menunggu Katase membuka pintu, dia berpikir kenapa Katase sangatlah lama sekali. Terlihat Katase pun datang, Murayama bisa melihat ada tiga orang yang di bawa oleh Katase, yaitu Luffy, Lulu dan seorang wanita asing

''Siapa dia, Katase?'' tanya Murayama menunjuk wanita itu

''Dia adalah Eveline'' jawab Katase

''Apakah dia adalah teman baru nya Luffy?'' duga Murayama

''Aku adalah istrinya'' jawab Eveline memotong Katase yang mau menjawab

Murayama melebarkan mendengar perkataan dari Eveline, wanita ini adalah istrinya Luffy?!

''Apakah kau serius?" tanya Murayama dengan tidak percaya

''Ya, aku serius'' kata Eveline

Katase mendesah melihat reaksi Murayama yang tidak percaya dengan apa yang terjadi.

''Duduklah, aku akan menjelaskan ini kepada nya'' kata Katase

Luffy, Lulu dan Eveline kemudian duduk di dekat Murayama, Katase duduk di dekat Murayama. Katase kemudian menjelaskan segalanya, Murayama tambah kaget mendengarnya

''Jadi dia adalah ibunya Lulu?" tanya Murayama lagi

''Benar'' jawab Katase

''Ini benar-benar tidak bisa di percaya'' kata Murayama

Eveline tersenyum melihat mereka berdua yang tidak percaya, Eveline kemudian berdiri sehingga mengaggetkan mereka semua

''Perkenalkan, namaku Eveline EV'Aline'' kata Eveline memperkenalkan dirinya

Kedua gadis kendo itu terlihat bingung mendengar nama belakang Eveline yang seperti nama orang abad pertengahan. Eveline kemudian duduk kembali

''Dan aku adalah ibu Lulu'' tambah Eveline

Katase dan Murayama kemudian mulai tenang. Mereka sekarang sudah tenang.

''Jadi kenapa kalian mengundangku kesini?'' tanya Luffy

''Untuk makan malam'' kata Katase

''Makan malam! Yeahhh!'' teriak Luffy dengan senang

Semua gadis disitu hanya terlihat tersenyum melihat Luffy begitu ceria mendengar kata makanan.

''Yeaaaah!'' teriak Lulu ikutan

Eveline tersenyum melihat putrinya itu yang memiliki sifat yang sama seperti ayahnya. Kedua gadis kendo itu kaget melihat Lulu bersifat sama seperti ayahnya.

''Kalau begitu aku mau mengambil makanan nya dulu'' kata Katase yang kemudian pergi ke dapur untuk mengambil makanan nya

Murayama melihat mereka, dia bertanya-tanya apakah Luffy tidak marah kepada Eveline dengan apa yang di perbuatnya?

''Berapa umurmu?'' tanya Murayama tiba-tiba kepada Lulu

''Aku baru 9 tahun'' kata Lulu

Murayama kemudian menjumlahkan umur Lulu dan Luffy. Berarti Luffy 10 tahun sudah berpacaran?! Itu gila. Murayama tidak tahu harus mengatakan apa karena otak nya sedang memproses apa yang terjadi

Katase kemudian muncul sambil membawa makanan berupa daging. Luffy dan Lulu terlihat begitu senang melihatnya, mereka akan benar-benar makan sebuah daging yaitu steak

''Ini dia... ingat Luffy, kau harus membaginya kepada yang lain nya'' kata Katase memperingatkan

''Baik-baik'' kata Luffy dengan senang

Mereka semua memakan steak itu, Luffy dan Lulu begitu senang karena mereka memakan sebuah steak yang begitu enak. Eveline memakan steak itu dengan memakai sebuah garpu dan pisau gaya bangsawan. Katase dan Murayama melihat cara mereka makan sangat berbeda, ayah dan putrinya memakan dengan gaya orang biasa sedangkan Eveline ibu Lulu memakan dengan gaya bangsawan

''Apakah kau orang bangsawan, Eveline-san?'' tanya Katase

''Ya kau benar, aku bangsawan'' kata Eveline

Katase dan Murayama kaget mendengarnya, Luffy benar-benar beruntung karena memiliki sebuah istri berdarah bangsawan

''Apakah itu masalah?'' tanya Eveline

''Tidak, aku hanya mau bertanya'' kata Katase

''Apa itu?'' tanya Eveline

''Apa yang kau suka dari Luffy?'' bisik Katase kepada Eveline

Murayama terlihat mengangguk ingin tahu apa yang disukai Eveline dari Luffy yang bersifat bodoh, egois, dan rakus. Eveline tersenyum melihat kearah Katase dan Murayama

''Banyak yang kusuka dari Luffy, namun yang pertama adalah hatinya'' kata Eveline

''Aku mengerti, dia adalah orang yang baik kan'' bisik Katase

''Bukan hanya baik, dia berbeda dengan laki-laki lain nya, di negeri ku, banyak laki-laki yang hanya menggunakan kebaikan hati untuk mencapai sesuatu, seperti mendapatkan hati seorang bangsawan sehingga dia akan bisa menjadi bangsawan karena menikahi bangsawan'' kata Eveline memberi tahu

Katase dan Murayama mengangguk mengerti dengan maksud dari Eveline. Mereka tidak bisa tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Eveline, Luffy sama sekali tidak memiliki nafsu yang besar, dia hanya berpikir untuk bebas

Kemudian terdengar suara ketukan pintu, semua orang bingung mendengarnya. Katase sama sekali tidak mengundang orang lain lagi

''Aku akan membuka pintu dulu'' kata Katase

Katase kemudian pergi untuk membuka pintu. Luffy dan yang lainnya terlihat melanjutkan makan malam mereka sambil menunggu Katase

Kemudian Katase kembali sambil terlihat tidak sendirian, terlihat ada gadis kecil yang sangat di kenal oleh Luffy yaitu Koneko. Luffy benar-benar bingung melihat Koneko ada disini

''Sedang apa kau disini, Koneko?'' tanya Luffy

''Aku hanya mau ikut makan malam ini, Luffy-senpai'' kata Koneko dengan wajah datarnya

''Dari mana kau tahu akan ada makan malam disini?'' tanya Murayama

''Aku yang memberitahunya tadi'' kata Katase

Katase juga kaget melihat Koneko datang ke rumah nya. Katase baru sadar kalau hari itu Luffy bersama Koneko sehingga Koneko juga mendengar pembicaraan mereka. Koneko kemudian duduk di dekat Eveline. Eveline melihat Koneko hanya tersenyum

''Senang bertemu denganmu, Koneko'' kata Eveline

''Aku juga'' kata Koneko dengan wajah datarnya

Eveline bingung melihat wajah Koneko yang begitu datar, apakah dia selalu saja seperti ini?.

''Baiklah Koneko-chan, kau bisa mengambil makanan mu'' kata Katase

''Aku mau ikan'' kata Koneko

Koneko kemudian mengambil seekor ikan dan menaruhnya di piringnya dengan cepat. Kemudian dia pun memakan ikan itu dengan santai.

Mereka semua memakan makan malam mereka bersama, Luffy begitu senang dengan undangan ini. Tidak hanya kenyang dia juga bisa berkumpul dengan teman-teman nya.

Setelah makan mereka kemudian berbicara satu sama lain tentang kehidupan mereka masing-masing, Eveline menceritakan tentang dia yaitu bangsawan namun berbeda karena dia menceritakan kalau dia berasal dari eropa

Katase dan Murayama benar-benar kagum mendengar cerita dari Eveline. Mereka benar-benar tidak menyangka kalau mereka kan berbicara dengan seorang bangsawan

DI KOTA KOUH

Terlihat Lily bersama seorang gadis sedang jalan-jalan, dia dan gadis itu barusan berkenalan satu sama lain. Lily senang karena memiliki teman wanita

''Jadi Soniy, apakah kau senang tinggal disini?'' tanya Lily kepada teman nya

''Ya aku cukup senang'' kata Soniy dengan senang

''Syukurlah kalau begitu'' ucap Lily

Lily kemudian ingat kalau dia harus segera bertemu dengan ratunya, dia tidak mau dimarahi oleh ratunya karena ratunya adalah orang yang bisa memberi ceramah begitu panjang

''Soniy, apakah kau mau ikut denganku bertemu dengan teman ku?'' ajak Lily

''Benarkah? Aku mau'' kata Soniy dengan senang

''Baiklah ikut aku'' kata Lily

Mereka kemudian berdua pergi menuju ke tempat teman Lily namun yang sebenarnya adalah ratunya sendiri yaitu Eveline

Soniy terlihat bertanya-tanya bagaimana dengan teman nya Lily. Lily begitu baik kepadanya sehingga Soniy benar-benar nyaman bersama Lily, Soniy juga terlihat ingin bertemu dengan teman nya Lily

Mereka terus berbicara sambil berjalan menuju ke tempat teman Lily, mereka kemudian sudah sampai di sebuah tempat yang sepertinya Lily kenal. Ya rumah Ayano

''Ini dia tempatnya'' kata Lily

''Rumah nya bagus'' kata Soniy

''Ayo'' ajak Lily

Lily kemudian mengetuk pintu rumah Ayano berharap kalau yang membuka nya adalah Eveline namun terlihat malah Ayano yang membuka pintU. Ayano melihat siapa yang datang dan sepertinya kaget karena Lily yang datang

''Oh jadi dia pun datang, wanita yang menyebalkan'' kata Ayano dengan menatap Lily dengan kesal

Lily terlihat kesal juga melihat Ayano yang membuka pintu. Soniy yang melihat kedua orang itu terlihat heran, kalau mereka teman seharusnya mereka akan tersenyum satu sama lain saat bertemu

''Apakah dia teman mu, Lily?'' tanya Soniy

''Tidak, yang ini adalah musuhku'' kata Lily

''Hmm kau masih belum berubah setelah beberapa hari pergi tanpa sebab'' kata Ayano

Lily benar-benar akan kalah dalan argumen, dia kemudian mendesah pasrah.

''Ada dimana bocah topi jerami itu?'' tanya Lily

''Dia sedang pergi, bersama Lulu dan ratumu'' kata Ayano

''Ratu?''' Soniy terlihat heran mendengarnya

''Kalau begitu aku akan masuk'' kata Lily

''Masuk? Kau lupa rumah siapa ini'' kata Ayano dengan mengejek

Lily benar-benar merasa marah sekarang. ini salah satu penyebab dia tidak suka dengan Ayano yang selalu saja bersifat sok kuat di depan nya

''Jadi kau akan membiarkan tamu tinggal di luar?'' tanya Lily

Ayano kemudian melihat wanita di sebelah yang sepertinya berumur 20 tahunan. Ayano memang tidak mau membiarkan tamu terlantar di luar

''Kalau begitu biarkan dia masuk kecuali dirimu'' kata Ayano

Lily benar-benar tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ayano, dia sekarang merasa kesal melihat Ayano

''Oh jadi begitu, baiklah'' kata Lily

''Aku akan mempersilahkan mu masuk saat ratumu itu sudah datang'' kata Ayano. Ayano kemudian melihat kearah tamu wanita itu. ''Silahkan masuk'' kata Ayano mempersilahkan masuk

''Hmm apakah tidak apa-apa membiarkan Lily ada di luar?'' tanya Soniy

''Tidak apa-apa, dia bukanlah orang yang penting disini'' kata Ayano dengan nada menantang

''Grrrrrrr'' terlihat Lily menggeram melihat kearah Ayano

Soniy kemudian masuk ke dalam rumah bersama Ayano, Lily di tinggal sendiri di luar sendirian. Lily mendesah karena tidak tahu apa yang harus dia katakan sekarang karena dia tidak mungkin menang melawan Ayano dalam argumentasi

Terlihat sekarang Soniy sedang duduk di tempat duduk rumah Ayano, dia terlihat begitu bingung berbicara apa kepada Ayano di depan nya ini

''Jadi kau siapa nya dia?'' tanya Ayano kepada Soniy

''Dengan siapa?''

''Dengan gadis diluar itu'' kata Ayano

''Oh kami berteman'' jawab Soniy

''Hmm aku mengerti'' kata Ayano

Soniya benar-benar tidak tahu harus cerita bagaimana sekarang. Dia sekarang benar-benar bingung sekarang

Di luar terlihat Lily masih saja kesal dengan sifat Ayano yang begitu membuat nya kesal. Lily sedang mencabuti rumput diluar rumah Ayano. Kemudian Lily merasa kalau ada beberapa orang yang datang.

''Siapa disana!'' teriak Lily

''Lily!'' ucap beberapa orang

''Heh...Eveline-sama!'' ucap Lily kaget melihat siapa yang datang.

Eveline melihat muridnya itu, dia benar-benar kaget melihat ada Lily disini. Lily juga terlihat kaget melihat nya. Lily tidak menyangka kalau dia akan benar-benar akan bertemu dengan Luffy

''Oh Lily! Apa kabar?'' sapa Luffy dengan ramah

Lily hanya terdiam melihat kearah Luffy, dia tidak tahu harus mengatakan apa sekarang melihat semua ini

''Sudahlah, ayo kita masuk'' kata Eveline

Lily merasa lega karena di selamatkan oleh ratunya dari kebosanan ini. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah Ayano

''Kami kembali'' kata Luffy dan yang lain nya

Ayano yang mendengar suara itu kemudian terlihat senang karena mereka akhirnya kembali.

''Di ruang tamu!'' teriak Ayano memberitahu

Mereka kemudian menuju ke ruang tamu, Luffy tidak sabar untuk memakan makanan dari Ayano. Mereka kemudian sudah sampai di ruang tamu

Eveline melihat ada seorang tamu dan kaget karena mengenal orang itu, begitu juga dengan tamu itu yang mengenal Eveline

''Eveline onee-san'' kata tamu itu

''Soniy'' ucap Eveline

Luffy dan yang lainnya terlihat bingung. Termasuk Luffy dan Lulu yang melihat tamu itu seperti Eveline.

''Siapa dia?'' tanya Luffy

DI TEMPAT LAIN

Terlihat ada seorang gadis sedang berjalan menyelusuri kota Kouh, dia melihat-lihat kota ada para penduduk disitu. Dia berciri-ciri berambut hitam panjang, berkulit putih, dia memakai sebuah pakaian seperti kimono

''Manusia terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing sehingga tidak tahu apa yang telah terjadi di dunia ini'' ucap wanita itu

Wanita itu terlihat melewati sebuah jalan raya yang kosong, dia melihat ada seseorang di depan nya. Wanita itu terlihat menatap orang di depan nya ini.

Orang itu terlihat memakai sebuah jubah berwarna hitam sedang jalan. Saat mereka melewati satu sama lain tiba-tiba saja ada cahaya yang hampir mengenai orang itu

''Hmm orang yang mencurigakan, kau pikir kau bisa mengelabuiku?'' kata wanita itu

Orang itu terlihat kaget karena wanita itu tahu siapa dirinya, orang itu kemudian terbang menggunakan sebuah energi hitam untuk melarikan diri

''Jangan terlalu berharap'' wanita itu kemudian mengeluarkan cahaya di telapak tangan nya dan kemudian menembaknya ke arah orang itu

Orang itu kaget melihat elemen wanita itu yaitu cahaya. Elemen itu seharusnya dimiliki satu orang yang sangat terkenal

''Amaterasu'' kata orang itu melihat wanita itu

''Oh jadi kau mengenalku, tapi aku tidak mengenalmu'' kata Amaterasu

''Hahaha aku tidak mungkin bisa lari dari seorang Dewi yang terkenal di dunia, Dewi matahari, Amaterasu'' kata orang itu. ''Namun...''

Tiba-tiba saja ada kabut muncul dari orang itu secara tiba-tiba saja sehingga Amaterasu tidak melihat apa-apa.

''Flash!'' teriak Amaterasu

Kemudian ada sebuah sinar yang sangat terang keluar dari tubuh Amaterasu sehingga membuat kabut itu menghilang. Amaterasu tidak melihat orang itu lagi

''Sepertinya dia berhasil kabur, cih'' ucap Amaterasu kesal

''Sebaiknya, aku melanjutkan mencari'' kata Amaterasu yang kemudian berjalan lagi

Dia sedang mencari seorang anak yang di katakan oleh seorang berjubah di negaranya. Dia tidak terlalu percaya namun dia tidak mau mengambil risiko membiarkan masalah kecil itu

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini masih lah bab sebelum pertempuran, dan di bab ini tentang Luffy bersama Eveline dan putri mereka. Mereka berdua juga butuh bersantai kan. Saat bertemu dengan Eveline, Luffy berumur 10 tahun

Mungkin di bab berikutnya Luffy akan menuju ke Undeworld, namun aku tidak tahu apakah Zoro akan ikut?

Oh iya, silahkan di pilih pairing Zoro, apakah dia akan mendapat satu atau beberapa gadis?

Kalau masih ada pertanyaan kalian bisa review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Salam Author