Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll

Pertama-tama maaf karena updatenya lama, aku cukup sibuk minggu ini. Dan di bab ini saya memutuskan untuk menunda jati diri Luffy kepada Rias dan yang lain nya karena mereka terlihat masih berpisah dan saya memutuskan untuk menunjukan jati diri Luffy kepada Rias dan yang lain nya saat waktu yang tepat.

Happy Reading


HUBUNGAN DAN KEDATANGAN

DI YUNANI

Terlihat sekarang Law sedang berjalan ke gunung itu, dia melewati sebuah hutan yang sangat luas dan lebat. Dia bisa melihat pohon di mana yang cukup aneh karena melihat pepohonan itu seperti hidup. Dia belum pernah melihat pohon yang begitu hidup sama sekali

''Tempat ini aneh sekali'' kata Law

Law melewati sungai, jurang, pepohonan yang lebat dan beberapa lumpur yang begitu kotor. Law terlihat kelelahan karena jalan satu harian, ini adalah perjalanan yang cukup panjang baginya, dia adalah urusan dengan para Dewa di Yunani, Yasaka mengatakan kalau hanya mereka yang pasti tahu tentang informasi yang terjadi di Kyoto

Di Kyoto terjadi sesuatu yang cukup aneh yaitu tiba-tiba langit-langit di Kyoto tiba-tiba saja selalu malam, ini cukup aneh. Yasaka meminta Law untuk ke Yunani untuk bertemu dengan para Dewa-Dewi disana

''Ini tidak terlalu buruk, aku sudah berpergian dengan orang-orang gila'' kata Law mengingat bajak laut topi jerami. Dia belum pernah bertemu dengan orang-orang gila seperti topi jerami

Law melihat kalau dia pun menemukan sebuah desa, karena kelelahan dia pun menuju ke desa itu untuk bisa menginap atau membeli beberapa makanan. Yasaka sudah membekali nya dengan uang dan bekal namun akhirnya habis saat berlayar kesini, dia sangat berterima kasih kepada Yasaka karena telah membantunya selama ini, Yasaka menemukan nya di hutan dengan keadaan pingsan, Yasaka membawa nya ke kastilnya sambil mengobatinya. Law kaget saat Yasaka menceritakan dunia ini, dia pun tinggal bersama disana sebagai penjaga Kyoto

Law melihat desa itu begitu banyak sekali orang, dia bisa melihat pria, wanita dan anak-anak yang sedang bermain. Dia melihat ada sebuah bangunan seperti tempat pemujaan terlihat banyak sekali orang-orang di dalam nya sambil terlihat berdoa. Law sudah mengetahui banyak Dewa-Dewi di dunia ini.

''Hey tempat pemujaan siapa ini?'' tanya Law ke salah satu penduduk

''Oh, ini adalah kuli pemuja Dewi Hestia'' jawab penduduk itu

Law hanya mengangguk mengerti, dia kemudian melihat kalau ada tempat penginapan disitu. Dia kemudian memutuskan untuk kesana karena sudah sangat kelalahan di tambah hari yang sudah mulai malam. Law memesan satu tempat, dia mendapat uang karena bekerja sebagai pesulap dengan menggunakan buah iblisnya membuat para penduduk disini tertarik. Law terpaksa menggunakan buah iblis nya sebagai pertunjukan karena hal yang sangat mendesak. Law kemudian beristirahat di kamarnya.

Besok nya dia pun memutuskan untuk pergi dengan sangat pagi-pagi sekali karena dia harus segera menuju ke tempa yang namanya Olympus itu. Law bisa melihat dia harus melewati hutan lagi, itu benar-benar sangat menyebalkan baginya namun beruntungnya dia mempuyai kekuatan buah iblis yang sangat mendukung disini.

''Baiklah, sedikit lagi aku akan sampai'' kata Law melihat gunung itu semakin dekat

Law kemudian kaget melihat kalau ternyata ada sebuah kota di dekat gunung itu, dia melihat sebuah kota yang sangat besar sekali. Law tanpa berbicara lagi dia pun menuju ke kota itu untuk bisa mencari infromasi.

''Ah, ada pengunjung'' kata seorang penjaga di kota itu

''Hmmm kota apa ini?'' tanya Law

''Ini adalah kota Olympian'' jawab penjaga itu

''Jadi dimana Dewa-Dewi kalian?'' tanya Law

''Mereka ada di atas gunung Olympus'' kata penjaga itu menunjuk keatas gunung

Law baru sadar bagaimana caranya dia naik keatas sana, dia juga baru tahu kalau di sana pasti begitu dingin untuk dirinya. Penjaga itu kemudian mempersilahkan Law masuk, Law masuk ke dalam kota dan melihat banyak sekali orang-orang di dalam kota itu, lebih banyak dari kota sebelum nya

''Sekarang aku harus mencari tahu bagaimana cara naik ke atas sana'' kata Law

Law berjalan-jalan di kota itu untuk melihat bagaimana cara masyarakat disana melakukan pemujaan. Law mengikuti salah satu dari mereka ke sebuah tempat yang sepertinya adalah kuil. Law juga melihat mereka ternyata sedang berdoa di kuil itu

''Sial, kupikir mereka akan naik keatas'' kesal Law

Law sekarang benar-benar begitu bingung. Dia duduk di sebuah taman di kota itu. Sekarang dia seperti anak hilang di sebuah kota yang besar itu. Law menyadari ada seseorang yang duduk di sampingnya, dia melihat orang di samping nya itu

''Apakah kau baru disini?'' tanya orang itu

''Ya'' jawab Law

''Kau kelihatan bingung, ada yang bisa kubantu?'' tanya orang itu

''Aku mau bertemu dengan Dewa kalian namun aku tidak tahu cara untuk naik ke atas sana'' kata Law sambil menunjuk gunung yang sangat tinggi itu.

Orang itu melihat gunung yang di tunjuk oleh Law, dia kemudian terlihat mengatahui cara untuk bisa kesana.

''Oh kau hanya perlu memberikan persembahan ke salah satu Dewa, jika Dewa sedang senang dengan persembahan mu, maka dia pasti tahu tujuan mu dan akan mengirim penjaga untuk menjemputnya menuju ke atas'' kata orang itu

Law terlihat sekarang seperti mendapatkan pencerahan, dia kemudian mengambil tas nya dan berniat untuk pergi ke salah satu kuil Dewa disini namun dia sadar, dia tidak tahu harus memberikan persembahan apa kepada Dewa disini

''Memangnya persembahan apa yang mereka mau?'' tanya Law

''Tergantung, karena permintaan mu hanya ingin bertemu dengan salah satu dari mereka, aku rasa itu akan mudah, kau hanya perlu membawa buah-buahan'' kata orang itu

Law terlihat senang mendengarnya, dia berpikir kalau dia harus mengorbankan semua nyawa dalam persembahan nya.

''Terima kasih atas informasinya, aku pergi dulu'' kata Law

Law kemudian membawa tasnya dan kemudian pergi ke salah satu toko untuk membeli beberapa buah-buahan. Law terlihat memegang sebuah kantong yang berisi banyak buah-buahan, dia kemudian bingung untuk menuju ke kuil mana, jika dia ke kuli Dewa dia tidak terlalu percaya, jadi dia memutuskan untuk ke kuil salah satu Dewi

Law masuk ke dalam kuli itu dan melihat kalau kuil itu kosong, dia kemudian melihat sebuah patung seorang Dewi. Law kemudian bingung cara untuk menyembahkan persembahan nya itu, dia sama sekali tidak pernah menyembah sama siapa pun sama sekali. Law kemudian menaruh kantong yang penuh buah itu di depan patung Dewi itu.

''Baiklah, semoga dia bisa melihatku'' kata Law

Law kemudian menunggu di tempat itu, dia sudah menunggu beberapa menit namun terlihat tidak terjadi apa-apa. Law kemudian duduk di di sebuah tempat duduk di kuil itu untuk menunggu lebih lama lagi, Law berpikir apakah persembahan nya kurang atau tidak di terima oleh sang Dewi?

Law terus menunggu dengan sangat sabar sekali tanpa sepatah kata pun, Law terlihat lelah menunggu dari tadi. Terlihat hari sudah mau malam dan Law terlihat masih menunggu, tak lama kemudian muncul lah sebuah cahaya dari patung itu. Kemudian muncul sesosok wanita memakai sebuah pakaian khas seorang Dewa, dia berambut hitam dan terlihat memakai sebuah kerudung

''Wahai Manusia, aku sudah melihat ketabahan mu, dan karena begitu sabar aku akan mengabulkan apa yang kau mau'' kata Dewi itu

''Baguslah, aku kira apa yang aku lakukan ini akan sia-sia'' kata Law. Dewi itu terlihat bingung mendengar perkataan Manusia di depan nya ini, Manusia di depan nya ini tidak merasa takut sama sekali dengan nya. ''Siapa kau ini?'' tanya Law melihat Dewi itu

''Oh maaf, aku tidak tahu kalau kau tidak mengenalku, kau pasti orang jauh, aku adalah Hestia, salah satu Dewi Olympus'' kata Hestia memperkenalkan dirinya

Law terlihat mengangguk mengerti. ''Jadi Hestia-ya, aku mau bertemu dengan pemimpinmu'' kata Law

Hestia kaget dan penasaran dengan maksud manusia di depan nya ini, dia ingin bertemu dengan Zeus raja Dewa di mitologi ini. Hestia masih menatap Law berpikir apakah dia sedang memikirkan sesuatu yang jahat.

''Kalau boleh tahu, kenapa kau ingin bertemu dengan nya?'' tanya Hestia

''Ini tentang masalah di Kyoto, tempat para Yokai'' kata Law

''Yokai? Maksudmu yang ada di wilayah Shinto?'' tanya Hestia

''Yup benar sekali, ini ada hubungan nya dengan kalian'' kata Law

Hestia percaya dengan perkataan dari Manusia di depan nya ini, tidak mungkin orang berbohong sampai mengetahui semua hal ini. Hestia kemudian percaya kepada Law

''Baiklah, aku percaya kepada mu'' kata Hestia

Hestia kemudian membuka sebuah portal dengan menggunakan sihirnya, Law yang melihatnya kemudian kaget melihatnya. Dia masih saja kaget melihat orang-orang di dunia ini bisa menggunakan sihir.

''Ayo, kau tunggu apa lagi?'' tanya Hestia

Law kemudian berjalan menuju ke dalam portal itu, setelah melewati portal itu dia kemudian melihat sesuatu yang begitu menakjubkan di depan nya, terlihat ada tempat yang begitu indah. Dia melihat ada sebuah tempat seperti desa, dia melihat penghuni desa itu yang sepertinya bukanlah manusia, dia melihat banyak makhluk mitologi seperti Nymph, Fairy,dan Manusia

Di atas Law melihat ada sebuah bangunan yang sangat besar dan taman di belakang nya, bangunan itu sangatlah besar sehingga bisa di lihat sangat jelas dari desa ini. Law juga merasakan hawa yang sangatlah dingin

''Kenapa disini dingin sekali?'' tanya Law

''Oh maaf aku belum bilang kepadamu, kita sekarang ada di Elysium, ini adalah surga bagi mitologi kami, disini sangatlah dingin, selalu cerah, sejuk dan cuaca yang membuat orang disini merasa nyaman'' kata Hestia memberitahu

Law terlihat mencoba menghangatkan dirinya namun tetap saja dia merasa kedinginginan yang sangat terlalu, dia juga merasakan kalau tulang nya merasa dingin. Salah satu Nymph kemudian mendekati mereka.

''Siapa dia nona Hestia?'' tanya nya melihat kearah Law

Hestia kemudian sadar kalau dia belum mengetahui nama Law.

''Oh aku lupa menananyakan nya, hmmm siapa nama mu?'' tanya Hestia kepada Law

Law kemudian mencoba tenang dari dingin nya tempat ini. ''Trafalgar Law'' kata Law memberitahu. Law hanya memberitahu nama yang sering di kenal di dunia tentang dirinya, dia tidak mau menambah kata D di dalam nya dan kalian pasti tahu kenapa

Hestia dan Nymph itu kemudian mengangguk mengerti dengan nama aneh Law. Hestia kemudian tersenyum ramah kepada Nymph itu

''Dia ingin bertemu dengan Zeus, jadi kami harus menuju ke Olympus'' kata Hestia

''Oh saya mengerti, saya akan menemani anda dan orang ini'' kata Nymph itu

Mereka kemudian berjalan bersama menuju ke bangunan yang sangat besar itu, Law tahu kalau tempat itu pastilah tempat dari semua Dewa-Dewi di mitologi disini. Law melihat kalau penghuni di sini melihat kearah dirinya, mereka semua seperti sedang berbicara atau berbisik satu sama lain, Law hanya tidak peduli dengan mereka semua

Mereka kemudian masuk ke dalam bangunan yang sangat besar itu, dia melihat di dalam bangunan itu begitu besar, dia melihat banyak hiasan yang begitu mewah. Law kemudian melihat kalau ada pintu yang sangat besar di depan nya lagi

''Baiklah, ingat satu hal, disini adalah tempat para yang kramat bagi Manusia, aku berharap kalau kau bisa menjaga sikap mu'' kata Hestia

''Aku mengerti, aku tidak akan membuat masalah kalau mereka tidak membuat masalah denganku'' kata Law dengan santai

Hestia berharap kalau Law mengatakan hal yang benar, dia kemudian membuat pintu itu. Law melihat apa yang di dalam ruangan itu, terlihat di dalam ruangan itu begitu cerah dengan warna putih sehingga membuat mata Law silau.

''Ayo'' ajak Hestia

Mereka berdua kemudian berjalan ke depan, Law kemudian melihat di depan nya ada beberapa orang yang sepertinya duduk di singgasana mereka masing-masing. Law hanya terlihat tidak peduli dengan siapa mereka yang penting dia bisa menyelesaikan tujuan nya.

''Siapa dia Hestia?'' tanya Poseidon melihat Law

''Dia ingin bertemu dengan Zeus, dia mengatakan kalau ini adalah masalah yang penting'' kata Hestia yang kemudian menuju ke singgasana nya dan kemudian duduk disana. Zeus kemudian melihat orang yang ingin bertemu dengan nya

''Ada apa Manusia? Kenapa kau ingin bertemu denganku?'' tanya Zeus

''Aku ingin berbicara denganmu'' kata Law

''Hey kau sopanlah'' kata Ares yang marah melihat Manusia di depan nya ini seperti tidak memiliki rasa hormat sama sekali

Law hanya mendesah melihat Ares yang sekarang marah kepadanya, dia berniat untuk tidak membuat onar namun sepertinya dia selalu saja di benci oleh para Dewa karena suatu sebab.

''Maaf, aku tidak bermaksud tidak hormat, aku hanya ingin mengatakan ini secara langsung dan cepat agar masalah ini cepat selesai'' kata Law memberitahu dengan santai

Ares masih terlihat marah dengan apa yang di katakan oleh Law, dia merasa kalau Law sama sekali tidak takut dengan apa yang ada di depan nya ini, Aphrodite yang melihat Law hanya tersenyum karena baru kali ini ada yang berani menjawab Ares. Athena yang sekarang penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Law

''Jadi apa masalah nya?'' tanya Athena

''Di Kyoto ada sebuah kejadian yang aneh, di sana sekarang seperti sedang di incar oleh seseorang, mereka terus menyerang Kyoto dengan segala makhluk yang ada, dan di sana aku melihat makhluk yang asing bagiku yaitu Cyclops'' kata Law menjelaskan

Semua Dewi-Dewi Olympus kaget mendengarnya, sekarang sepertinya Law mengatakan sesuatu yang benar-benar serius.

''Dan setelah mengetahui asal-usul makhluk itu, aku pun menuju ke sini di mana makhluk itu berasal'' kata Law

Zeus tidak bisa membantah perkataan Law yang ternyata sangatlah benar, Cyclops adalah makhluk dari mitologinya. Dia kemudian mendesah mendengar masalah ini yang sampai melibatkan mitologi lain

''Dan lagi, aku mendengar adanya fraksi pahlawan, dan salah satu orang dari fraksi pahlawan itu juga ada kaitan nya dengan mitologi mu, hubungan darah'' kata Law

Semua Dewa-Dewi sekarang benar-benar kaget dan tertarik dengan perkataan dari Law. Semua Dewa disitu kemudian memikirkan masalah yang rumit ini, mereka tidak tahu kalau masalah ini sekarang benar-benar sangatlah serius. Zeus kemudian melihat kearah Law

''Aku mengerti dengan masalah ini, kami akan segera menyelidikinya, terima kasih atas informasinya'' kata Zeus berterima kasih

Law hanya terlihat mengangguk mengerti, ternyata Dewa di depan nya ini tidaklah terlalu egois berbeda dengan Dewa yang ada di sampingnya itu. Law kemudian berpikir kalau tugas nya sudah selesai namun dia sekarang bingung karena apakah dia harus kembali ke Kyoto sekarang

''Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu, aku harus kembali sekarang'' kata Law

Law kemudian terlihat berbalik dan kemudian pergi ke pintu keluar namun saat menuju ke pintu keluar

''Tunggu!''

Terdengar ada suara panggilan, Law kemudian melihat ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil nya. Terlihat yang memanggil nya adalah seorang wanita yang sangat cantik, dia memakai pakaian hanya sebuah kain berwarna putih, dia adalah Aphrodite seorang Dewi

''Apakah kau tidak mau menginap dulu disini?'' tanya Aphrodite

Para Dewa-Dewi disitu kemudian mendesah mendegar perkataan dari Aphrodite kecuali Ares yang sepertinya tidak senang dengan Manusia di depan nya ini, mereka tahu apa maksud dari Aphrodite. Law hanya terlihat terdiam untuk sementara memikirkan pertanyaan dari Aphrodite, dia memang merasa lelah saat datang kesini dengan perjalanan yang sangatlah jauh untuk sampai kesini jadi tentu saja dia kelelahan.

''Aku rasa aku akan beristirahat dulu di kota kalian'' kata Law

Aphrodite tersenyum mendengarnya. Law kemudian keluar dari ruangan itu untuk segera ke daerah bawah, dia tidak senang dengan cuaca disini yang terlalu dingin untuk nya.

Setelah kembali ke daerah bawah di kota Olympus, dia pun menuju ke tempat penginapan, dia kemudian menaruh semua barang-barang nya di ruangan untuk tidurnya, dia kemudian duduk di kasurnya

''Fiuh, akhirnya selesai juga tugasku, aku harus kembali ke Kyoto sekarang, aku tidak mau membuat Yasaka-ya dan Kunou-ya khawatir'' kata Law

Law kemudian merebahkan tubuhnya sambil terlihat melihat langit-langit ruangan nya yang terbuat dari papan.

DI UNDERWORLD-KEDIAMAN KELUARGA GREMORY

Sekarang terlihat di kediaman keluarga Gremory terlihat sekarang Rias dan yang lain nya sedang selesai memakai masakan dari ibu Rias. Luffy terlihat sudah tertidur dan kemudian di bawa oleh Zoro ke kamarnya, Rias dan yang lain nya terlihat sedang berbicara tentang makanan ibu nya

''Aku tidak tahu kalau ibu sekarang bisa memasak, dan di tambah makanan ibu begitu enak'' kata Rias memuji ibunya sambil terkejut

Venelana terlihat hanya tersenyum senang mendengar putrinya itu memuji masakan nya. ''Terima kasih, aku tidak tahu kalau aku akan membuat masakan seperti itu sekali belajar saja'' kata Venelana yang juga kaget

Rias hanya tersenyum melihat ibu nya senang dengan pujian nya, para peerage nya semua terlihat sangat menyukai makanan dari ibunya itu. Rias kemudian masih berbicara bersama yang lain nya

Sekarang terlihat Zoro menaruh Luffy di tempat tidur nya, Zoro kemudian ingin meninggalkan Luffy tidur namun saat dia berjalan beberapa langkah ke pintu keluar, Luffy tiba-tiba saja bangun dari tidurnya, Zoro berbalik melihat Luffy dengan kaget

''Kau mengagetkanku saja'' kata Zoro dengan cukup kesal

''Aku mau buang air kecil'' kata Luffy

Luffy kemudian berjalan sambil terlihat masih mengantuk cukup berat namun dia memaksakan untuk terus jalan, Zoro yang melihat nya hanya terdiam saja, dia ingin membantu tapi dia tahu kalau Luffy bisa melakukan nya sendiri

''Baiklah, bagiku untuk istirahat juga'' kata Zoro yang kemudian jalan menuju ke kamarnya.

Zoro berjalan dengan cukup mengantuk sama seperti Luffy, namun dia masih saja menahan kantuknya itu. Zoro melihat ruangan nya dan kemudian masuk ke dalam ruangan nya, Zoro kemudian merebahkan tubuhnya ke kasurnya dan kemudian berniat untuk tidur

Saat ingin tidur, Zoro kemudian merasakan sesuatu di sampingnya, Zoro kemudian melihat kearah sampingnya untuk melihat ada apa, Zoro kemudian kaget melihat kalau ada seseorang yang tidur di samping nya, dia melihat kalau dia adalah wanita terlihat dari rambut dan tubuhnya, Zoro juga kaget melihat kalau wanita itu telanjang

Zoro yang kaget kemudian melompat dengan sangat tinggi dari kasurnya dan kemudian berdiri sambil menatap siapa yang tidur bersama nya. Wanita itu kemudian terbangun saat Zoro tiba-tiba saja lompat sehingga membangunkan nya, Zoro mengenal wanita itu, dia adalah Xenovia

''Kenapa kau lompat dengan tiba-tiba seperti itu?'' tanya Xenovia

''Tentu saja aku lompat! Sedang apa kau disini?!'' tanya Zoro dengan marah

''Aku hanya tidur'' jawab Xenovia

''Dan kenapa harus di ruanganku? Bukankah kau sudah memiliki ruangan sendiri?'' tanya Zoro masih kesal

''Aku berpikir kalau aku tidur denganmu maka aku akan menjadi pendekar pedang yang kuat sama sepertimu'' kata Xenovia dengan keyakinan

''Itu sama sekali tidak benar! Dari mana mengetahui hal bodoh seperti itu?'' tanya Zoro

''Aku hanya berpikir seperti itu'' kata Xenovia dengan gaya polos

Zoro hanya memegang kepala nya sambil mendesah melihat wanita di depan nya ini, ini adalah salah satu penyebab dia sangat kesal terhadap semua wanita karena sifat mereka yang sangat menyebalkan baginya.

''Terserah, aku akan tidur di sofa'' kata Zoro yang kemudian menuju ke sofa dan kemudian tertidur. Xenovia yang melihatnya hanya merasa kecewa karena rencana nya sepertinya gagal, namun kemudian dia pun memiliki ide yang bagus. Xenovia kemudian menuju ke arah Zoro yang ternyata sudah tertidur, dia kemudian menggeser sofa Zoro menuju kearah kasur dan kemudian dia mencoba untuk menggeser tubuh Zoro ke kasur, setelah beberapa usaha dia pun berhasil.

''Bagus'' kata Xenovia

Xenovia kemudian memeluk Zoro, dia berpikir kalau Zoro adalah sekarang gurunya, dia sudah mengajari banyak hal kepada dirinya, tentang sebuah arti pedang, semangat, usaha dan melindungi seseorang maupun keluarga. Xenovia sangat senang bertemu dengan Zoro, mereka pun kemudian tertidur bersama.

Terlihat di ruangan lain ada Sirzechs yang sepertinya sedang melihat-lihat sebuah buku di perpustakaan nya. Grayfia terlihat sedang melihat suami nya itu yang sedang mencari sebuah buku

''Apa yang anda cari, Sirzechs-sama?'' tanya Grayfia

''Aku sedang mencari sebuah buku yang menarik'' jawab Sirzechs

''Buku yang menarik?'' Grayfia heran mendengarnya

''Benar, buku yang menceritakan masa lalu'' kata Sirzechs

Sirzechs kemudian menemukan sebuah buku yang sangat tua. Grayfia melihat buku itu berwarna hitam dengan debu, tebal dan terlihat cukup besar.

''Ini adalah buku yang sudah aku baca'' kata Sirzechs

''Kalau boleh Tahu, tentang apa itu?'' tanya Grayfia

''Tentang asal-usul dunia ini'' kata Sirzechs

Grayfia mengangkat alisnya heran mendengar perkataan dari Sirzechs. Sirzechs kemudian membuka halaman satu di buku itu.

''Grayfia, buku ini menceritakan tentang dunia yang kita tempati ini, dulu dunia kita masih memiliki banyak makhluk mitologi yang banyak, namun beberapa dari mereka menghilang'' kata Sirzechs. ''Apakah kau tahu berapa makhluk mitologi yang hilang di dunia ini?''

''Ya, Giant, Mermaid dan makhluk yang memiliki sifat binatang'' kata Grayfia yang terlihat mencoba untuk mengingat

''Benar, tapi masih banyak lagi'' kata Sirzechs

Grayfia kemudian mulai tertarik dengan hal ini, dia tertarik dengan apa yang terjadi di masa lalu. Sirzechs kemudian menaruh buku itu di meja nya.

''Aku sudah membaca buku ini semuanya, dan aku terkejut'' kata Sirzechs

''Tunggu, bukankah itu adalah buku yang di jual di dari seseorang yang aneh saat itu?'' tanya Grayfia

''Benar'' jawab Sirzechs

Mereka pernah jalan-jalan di Underworld, saat mereka jalan-jalan mereka bertemu dengan seseorang yang cukup aneh. Orang itu seperti penjual keliling sambil membawa sebuah tas yang sangat besar, orang itu menawarkan sebuah buku ini. Grayfia mencoba mencegah Sirzechs untuk membeli buku itu namun Sirzechs tertarik dengan orang itu katakan tentang buku itu, orang itu mengatakan. ''Buku ini akan membuka mata dunia ini''

''Aku merasa kalau orang itu hanyalah penjual biasa'' kata Grayfia

''Aku tidak merasa seperti itu, dia seperti seseorang yang benar-benar menarik'' kata Sirzechs

Grayfia mendesah melihat kepercayaan dari suami nya itu, Sirzechs adalah orang yang sangat tertarik dengan hal-hal yang tentang legenda dan masa lalu. Grayfia kemudian mengingat sesuatu

''Bukankah kita harus memberitahu kepada Rias kalau dia harus bersiap-siap'' kata Grayfia mengingatkan

''Kau benar, aku lupa memberitahu mereka, ini adalah misi yang penting'' kata Sirzechs

''Benar, misi menghentikan Loki'' kata Grayfia.

Luffy terlihat sekarang sedang berjalan setelah buang air, dia terlihat begitu mengantuk sekali. Di tambah dia lelah karena habis bertarung. Luffy berjalan menuju ke kamar nya untuk segera tidur namun kemudian dia melihat di depan pintu kamarnya ada wanita yang dia kenal

''Kau kan ibu nya Rias'' kata Luffy sambil melihat Venelana

''Apakah kau mau tidur?'' tanya Venelana dengan lembut

''Ya, aku mengantuk sekali'' kata Luffy

''Bolehkah aku berbicara denganmu?'' pinta Venelana

''Oh tentu, memangnya tentang apa?'' tanya Luffy

''Tentang dirimu itu'' jawab Venelana

Luffy terlihat mengangguk mengerti, Luffy berpikir kalau ibu nya Rias akan bertanya siapa sebenarnya dia, dan dari mana dia berasal. Luffy sudah bertemu banyak orang disini yang seperti itu.

''Baiklah'' kata Luffy

''Tidak disini namun di ruanganmu'' kata Venelana.

''Ah kenapa?'' tanya Luffy

''Ini adalah hal privasi'' kata Venelana sambil mendesah melihat kepolosan Luffy

''Oh baiklah'' kata Luffy.

Luffy kemudian masuk ke dalam kamar Luffy bersama Venelana. Luffy bertanya-tanya apa yang akan di tanya oleh ibu Rias.

DI TEMPAT LAIN DI UNDERWORLD

Terlihat sekarang kita ada di sebuah mansion yang sangat besar, sama besarnya seperti rumah keluarga Gremory. Terlihat ada dua wanita yang berjalan masuk ke dalam mansion itu, ada banyak sekali maid yang menyambut mereka di pintu masuk.

''Selamat datang kembali nyonya Leoni, nona Levanda'' kata para maid

Liona dan Levanda terlihat hanya berjalan sambil tersenyum ke dalam mansion mereka, di dalam mansion terlihat masih banyak sekali maid. Levanda terlihat kelelahan karena sudah melawan para Ghoul di pertemuan yang berantakan tadi

''Ibu, aku mau mandi dulu'' kata Levanda

''Baiklah, ibu mau ke kamar sebentar'' kata Leoni yang kemudian pergi ke kamar nya

Levanda kemudian menuju ke kamar mandi, para maid sudah menyiapkan semua kebutuhan mandi untuk Levanda. Levanda sangat senang karena mereka sudah menyiapkan segala nya di sana. Levanda kemudian terlihat sekarang berendam di air hanya yang sudah di siapkan oleh para maid, Levanda berumur 26 tahun membuatnya sudah terlihat wanita dewasa, dia menolak untuk menikah karena satu hal, dia tidak tertarik, dia memang cantik sama seperti ibu nya, bukan hanya cantik namun Levanda bisa di bilang super cantik dan seksi, dia selalu merawat tubuhnya dengan baik karena pesan dari ibu nya yang mengatakan kalau wanita harus pandai dalam merawat tubuhnya.

Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, sesuatu saat di pertemuan tadi. Dia masih mengingat gadis kecil di pertemuan tadi, dia berpikir kalau gadis itu begitu mirip dengan nya dan ibu nya. Itu benar-benar aneh menurutnya, dari rambut, kulit, wajah dan mata gadis kecil itu memiliki hubungan dengan dia dan ibu nya

''Aneh sekali, aku merasa kalau kami ini benar-benar mirip'' kata Levanda mengingat saat di pertemuan

Levanda terus memikirkan gadis kecil itu, dia kemudian juga penasaran siapa ayah nya. Gadis kecil itu mengatakan kalau dia disana bersama ayahnya namun dia belum melihat ayah dari gadis kecil itu. Levanda juga penasaran dengan siapa ibu nya

''Sial, kenapa aku jadi penasaran seperti ini?'' tanya Levanda

Levanda kemudian selesai mandi dan kemudian berdiri dan menuju ke pintu keluar, salah satu maid kemudian membawa handuk dan memakaikan nya untuk Levanda. Levanda kemudian menuju ke kamarnya dengan hanya handuk, dia kemudian terlihat merobohkan tubuhnya ke kasur dan kemudian masih berpikir dengan apa yang terjadi di pertemuan

Dia tidak tahu kalau pertemuan itu akan sangat kacau karena di serang oleh teroris, Levanda mengingat kalau dia mempunyai tiga bibi saat di pertemuan itu namun mereka sepertinya tidak menyukai ibu nya

''Kenapa dengan mereka bertiga?'' tanya Levanda dengan bertanya-tanya

Dia kemudian membuka lemari nya dan mencari pakaian untuk dia pakai, dia sangat menyukai gaun berwarna putih karena itu membuat nya terlihat tenang dan bergembira. Dia kemudian memakai pakaian nya. Levanda kemudian berjalan melewati lorong untuk menuju ke ruang makan karena ini sudah malah sehingga dia harus makan malam

Levanda melihat ibu nya yang sudah menunggu nya disana, Leoni terlihat tersenyum melihat putrinya itu. Levanda duduk di dekat ibu nya, para maid kemudian menyiapkan makanan mereka, Levanda melihat ibunya yang terlihat tersenyum seperti sedang memikirkan sesuatu

''Kau sedang memikirkan apa, ibu?'' tanya Levanda

''Oh, maaf aku aku tadi mengigau'' kata Leoni meminta maaf

''Sebenarnya apa yang kau pikirkan?'' tanya Levanda

''Aku sedang memikirkan gadis kecil di pertemuan tadi'' kata Leoni

Levanda hanya mendesah mendengarnya, dia sudah tahu kalau ibu nya pasti akan memikirkan itu. Ibu nya benar-benar menyukai anak kecil yang manis, dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada ibu nya itu.

''Gadis kecil itu manis sekali, dia mirip denganmu Levanda'' kata Leoni

''Ibu seharusnya juga menyadari kalau dia juga mirip denganmu'' kata Levanda sambil memakan makanan nya dengan garpu

''Benarkah? Itu menarik'' kata Leoni

''Oh, setelah ini kau mau kemana? Ibu lupa tujuan mu sekarang'' kata Leoni

Levanda kemudian meminum anggur yang sudah di sediakan oleh maid dan kemudian melihat kearah ibu nya

''Ibu lupa? Aku akan ke dunia manusia'' kata Leoni

''Oh, maaf ibu lupa, semoga kau bisa bersenang-senang disana'' kata Leoni

''Ibu, aku kesana bukan untuk bersenang-senang'' desah Levanda

''Ayolah, disana banyak sekali pria manusia yang tampan, mungkin kau bisa bersenang-senang dan mengambil energi mereka'' kata Leoni menggoda putrinya itu

''Ibu! Apakah ibu tidak sadar kalau ibu ini sudah menikah?'' tanya Levanda sambil protes

Leoni tersenyum mendengar perkataan dari putrinya itu, benar dia sudah menikah dengan Iblis bangsawan disini dan kemudian mendapatkan tahta di keluarga nya, dan dia berpikir kalau dia akan hidup bahagia, namun itu tidak terjadi. Suaminya itu ternyata adalah orang yang haus kekuasaan juga, dia ingin menguasai kekuatan dari keluarga ini namun Leoni terlihat tidak terima dengan kemauan nya itu, dia kemudian berpisah dengan nya dan kemudian membuat keluarga nya sendiri, para sudari dan ibu mereka telah pergi, sekarang dia hanya tinggal bersama putri dan tentu saja ibu nya.

Kemudian datanglah seorang wanita lagi, dia terlihat masih muda dan memiliki wajah yang cantik. Dia kemudian duduk di dekat Leoni. Para maid kemudian membuat makanan untuk nya tanpa disuruh lagi, wanita itu kemudian melihat kearah Leoni. Dia adalah ibu nya Leoni dan nenek Levanda, Natalia

''Leoni, apakah pertemuan nya lancar?'' tanya Natalia

''Tidak, pertemuan itu malah hancur karena di serang oleh salah satu Dewa Norse dan kemudian membawa makhluk mitologi membantu nya mengacak-acak pertemuan itu'' kata Leoni dengan santai dan terlihat memakan makanan nya

Natalia hanya mengangguk mengerti, ini benar-benar menarik karena sepertinya akan terjadi perang sebentar lagi. Natalia kemudian memakan makanan nya sama seperti mereka semua. Natalia kemudian menyadari kalau dia ingin menyampaikan sesuatu kepada Levanda

''Levanda'' panggil Natalia

Levanda kemudian melihat kearah nenek nya itu.

''Ada apa?'' tanya Levanda

''Kau mau ke dunia Manusia kan?'' tanya Natalia balik

''Ya, memangnya kenapa?'' tanya Levanda

''Aku hanya mau memberikan saran'' kata Natalia.

Levanda terlihat bingung sekarang mendengar perkataan dari nenek nya itu, Leoni terlihat penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh ibu nya itu. Natalia kemudian menarik nafasnya dan kemudian menghembuskan nya keluar dan kemudian melihat kearah Levanda

''Jangan melakukan hal yang nakal disana, ingat?'' goda Natalia

Leoni terlihat menahan tawa mendengar perkataan dari ibu nya yang ternyata memiliki pemikiran yang sama. Levanda kemudian terlihat menahan amarah yang sangat dalam kepada kedua orang di depan nya ini, Leoni dan Natalia terlihat gugup melihat Levanda hanya terlihat mulai gugup dan berkeringat

''Kalian ini, kenapa kalian selalu membuatku marah'' kata Levanda dengan mata berwarna merah penuh dengan kemarahan.

Levanda kemudian mendesah pasrah melihat mereka tertawa terbahak-bahak kearah nya.

DI DUNIA MANUSIA-RUMAH AYANO

Terlihat sekarang Lily sedang membantu Ayano memasak, Lily mengambil beberapa sayuran dan kemudian memberikan nya kepada Ayano. Ayano tersenyum melihat Lily yang membantunya, Eveline terlihat sedang berbicara dengan saudarinya, Soniy

Eveline sudah mendengar semua cerita dari Soniy, dia begitu kasihan dengan nasib saudarinya ini, Eveline tidak tahu apa yang telah terjadi saat dia telah pergi dari keluarga itu. Ayano dan Lily kemudian terlihat sedang membawa makanan yang sudah siap dan kemudian menaruhnya di atas meja.

''Silahkan di makan'' kata Ayano

Ketiga Malaikat Jatuh terlihat kesenangan melihat Ayano mesajikan masakan nya di atas meja, mereka kemudian mencoba untuk mengambil makanan namun kemudian di tahan oleh Ayano dengan menggunakan spatula nya

''Cuci tangan dulu'' kata Ayano dengan tatapan tajam

Ketiga Malaikat Jatuh itu kemudian menuju ke tempat pencucian piring dan kemudian mencuci tangan mereka dan kemudian kembali duduk dan memakan masakan Ayano. Ayano terlihat lelah sekali karena harus memasakan makanan itu yang sangat banyak karena penghuni di rumah ini bertambah sehingga Rias harus merenovasinya

''Enak~'' kata Reynare dengan senang

Kalawarner dan Mittelt terlihat mengangguk setuju dengan Reynare, Ayano tersenyum karena mereka menyukai masakan dari nya. Ayano kemudian melihat kearah Eveline dan Soniy yang sudah selesai berbicara satu sama lain, Lily terlihat tertidur di kursinya

Soniy melihat Lily hanya tersenyum dengan senang, dia tidak tahu kalau dia bisa bertemu dengan serasnya. Dia sudah mendengar kalau saudarinya yang lain Leoni yang sudah menikah dan memiliki anak, dia sangat ingin bertemu dengan keponakan nya itu namun Xeperia selalu saja tidak memperbolehkan nya, dia mengatakan kalau dia tidak mungkin bisa bertemu dengan keponakan nya karena masalah keluarga yang hancur ini. Itu membuat Soniy benar-benar sedih.

''Lily tertidur lelap'' kata Ayano

''Sebenarnya aku baru sadar kalau dia sudah tertidur saat aku berbicara dengan Soniy tadi'' kata Eveline

Ayano hanya mendesah melihat Eveline yang baru sadar, dia kemudian berdiri dan kemudian menuju ke arah Lily

''Aku akan membawa nya ke kamar'' kata Ayano

''Baiklah, terima kasih Ayano'' kata Eveline yang kemudian mengangkat Lily

Ayano menggendong Lily di bahunya, dia kemudian melihat kalau Lily mengeluarkan air liur di bahu nya, Eveline kemudian melihat kearah Soniy.

''Jadi Soniy, bagaimana menurutmu tentang sayangku~?'' tanya Eveline kepada Soniy

'''Sayangku' ?'' Soniy bingung.

''Luffy'' kata Reynare memberitahu.

Soniy mengangguk mengerti, jadi saudarinya menceritakan tentang kekasihnya. Soniy berpikir kalau Luffy adalah lelaki yang baik menurutnya

''Dia baik, periang, ramah senyum dan terlihat memiliki semangat dan ambisi yang tidak ada habisnya'' kata Soniy memikirkan tentang Luffy

Eveline tersenyum mendengarnya.

''Akhirnya kau mengerti, jadi kau tertarik dengan nya?'' tanya Eveline

Soniy kaget mendengar perkataan dari saudarinya itu, dia tidak terlalu berpikir kesitu namun dia merasa senang karena Eveline sudah mempunyai kekasih yang baik.

''Apakah kau suka dengan nya?'' tanya Eveline dengan langsung

''Apa? Tidak! Dia adalah kekasihmu, kak Eveline'' kata Soniy

''Hmmmm kau tidak perlu malu-malu seperti itu'' kata Eveline masih menggoda Soniy

Pipi Soniy kemudian terlihat memerah mendengar perkataan dari Eveline yang menatap nya dengan tatapan menggoda, Soniy terlihat terdiam sambil mencoba untuk berbicara, dia terlihat juga gemetaran karena sesuatu.

''Maafkan aku kakak Eveline, aku juga adalah Succubus, jadi kau tahu saat aku melihat seorang laki-laki'' kata Soniy memberitahu

Eveline tersenyum mendengar perkataan dari Soniy. Dia juga mengerti dengan Soniy karena dia juga seorang Succubus, dia tidak masalah kalau saudarinya ini memiliki hubungan dengan Luffy.

''Tidak apa-apa, aku mengerti'' kata Eveline dengan tersenyum

Soniy tersenyum mendengar perkataan dari Eveline yang terlihat dia tidak marah sama sekali.

''Tidak apa-apa kok, kau boleh menyentuhnya'' kata Eveline. Soniy kaget mendengar perkataan dari saudari nya

''Apa maksud mu dengan 'Menyentuh'?'' tanya Ayano yang sudah mengantar Lily

''Ara, jadi kau mendengarnya, Ayano'' kata Eveline melihat Ayano

Ayano kemudian mendesah mendengar perkataan dari Eveline, Ayano kemudian duduk bersama dengan mereka. Soniy senang karena Ayano datang untuk menenangkan situasi yang gugup tadi

Namun kemudian mereka pun mendengar ada suara bel pintu.

''Siapa yang datang malam-malam begini?'' tanya Ayano heran

''Aku yang akan membukanya'' kata Eveline

''Tidak, biar aku saja, aku adalah tuan rumah disini'' kata Ayano.

Eveline tersenyum mendengar perkataan dari Ayano, Ayano kemudian menuju ke pintu keluar untuk melihat siapa yang mengetuk. Ayano membuka pintu dan kemudian melihat siapa yang mengetuk pintu

Terlihat ada seorang wanita dewasa, dia memakai sebuah kimono, berambut hitam, dan berkulit putih. Ayano heran karena wanita ini memiliki pakaian yang aneh di sini dan saat ini. Ayano bertanya-tanya siapa wanita ini.

''Kau siapa?'' tanya Ayano

Wanita itu tersenyum kearah Ayano dengan senyuman lembut.

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini belum ada pertempuran. Namun memiliki informasi yang sangat penting.

Sekali laki saya meminta maaf karena update nya lama, saya benar-benar merasa sibuk T_T. Terima kasih yang bersabat menunggu.

Maaf kalau kalian merasa bosan dengan bab yang ini.

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review

Salam Author