Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll

Maaf dengan chapter sebelum nya karena memiliki kesalahan namun sudah saya benarkan


PERSAUDARAAN

Terlihat sekarang Luffy ada di kamar nya duduk, dia melihat kedepan nya adalah seorang wanita yang lebih tua dari nya, wanita itu berambut coklat, berwajah sama seperti Rias dan memakai pakaian seperti gaun berwarna putih. Dia adalah ibunya Rias, Venelana

Terlihat Lulu sedang tertidur di kasur Luffy dengan tenang, Venelana hanya melihat Lulu dengan tatapan penasaran karena belum pernah melihat ras campuran sama sekali.

''Hmmm bibi mau membicarakan apa?'' tanya Luffy melihat Venelana

''Aku hanya ingin mengetahui siapa dirimu sebenarnya, kau tidak Iblis, bukan Malaikat, Malaikat Jatuh maupun Manusia, kau mirip dengan Manusia namun kau terlihat lebih kuat, siapa sebenarnya kau?'' tanya Venelana

''Aku Manusia, aku memakan buah Iblis yang bernama Gomu-Gomu no Mi dan akhirnya aku menjadi Manusia karet'' jawab Luffy.

Venelana terlihat mengangguk mengerti namun itu sangatlah unik karena dia belum pernah mendengar adanya buah Iblis di dunia ini, dia sudah hidup selama 1000 tahun namun belum pernah mendengar buah Iblis sama sekali

''Jadi setelah kau memakan buah itu maka tubuhnya menjadi karet dan kemudian kau bisa merentangkan semua tubuhmu seperti karet?'' tanya Venelana lagi

''Yup benar sekali'' kata Luffy dengan senang.

Venelana kemudian mengangguk mengerti sekali lagi, dia kemudian ingin mengetahui tentang keluarga Luffy lebih dekat.

''Jadi ceritakan tentang keluarga mu'' kata Venelana dengan penasaran.

''Hmmmmm'' Terlihat Luffy cukup bingung mendengar perkataan dari Venelana yang ingin mengetahui keuarga nya. ''Keluargaku hanya keluarga biasa, Aku tinggal di sebuah desa bernama desa Fusha, aku di asuh oleh kakekku dari kecil'' kata Luffy menjelaskan

''Tunggu, kau di asuh oleh kakek mu, dimana ayah dan ibu mu?'' tanya Venelana

''Ayahku sedang berkerja, pekerjaan nya sangat berat, aku tidak tahu siapa ibu ku sama sekali'' kata Luffy

Venelana sekarang benar-benar bingung dengan keluarga Luffy yang sepertinya tidaklah baik, dia hanya di asuh oleh kakeknya sehingga dia tidak pernah merasakan rasa nya kasih sayang seorang ibu.

''Lalu apa yang terjadi selanjutnya'' tanya Venelana

Luffy kemudian menceritakan tentang Ace dan Sabo dan kemudian menceritakan petualangan nya saat di pulau Goa Kingdom. Venelana hanya mendengar nya terlihat kaget karena tidak tahu kalau Luffy ke tempat bangsawan hanya untuk makan dan bermain di sana, terkadang mereka melawan para bandit untuk mendapatkan uang dan kemudian menceritakan tentang keluarga Sabo yaitu bangsawan.

Venelana terlihat kaget mendengar kalau bangsawan di sana begitu buruk kepada masyarakat biasa, hampir sama di dunia ini walaupun ada beberapa Iblis bangsawan yang cukup baik kepada Iblis biasa.

Luffy kemudian menceritakan kalau Sabo membawa Sabo pulang sehingga mereka benar-benar sedih, mereka kemudian menyadari kalau bangsawan sedang merencanakan sesuatu yang sangat jahat yaitu membakar Terminal Gray tempat para rakyat miskin tinggal sehingga mereka bisa terbebas dari rakyat biasa dan tidak mencium bau sampah lagi

Luffy dan Ace selamat dari itu namun Sabo tidak mengetahuinya, setelah itu Sabo pun memutuskan untuk berlayar menjadi bajak laut namun kemudian ada kapal yang di lewati oleh Sabo dan tidak di sangka kalau kapal itu menembak kapal Sabo, semua orang yang melihatnya kaget termasuk orang tua Sabo yang ada disitu. Luffy dan Ace yang mengetahui ini kemudian merasa terpukul, Ace mencoba untuk membunuh siapa yang membunuh Sabo namun di tahan oleh Dadan ibu angkat mereka, Luffy menceritakan kalau di hanya menangis tidak henti-hentinya sampai malam sedangkan Ace di ikat di sebuah pohon

Venelana yang mendengarnya benar-benar merasa sedih kalau sahabat kecil mereka itu di nyatakan meninggal namun Luffy mengatakan kalau dia tidak benar-benar meninggal. Luffy kemudian menceritakan kalau setelah Ace berlayar dia pun berikutnya, dia berlayar saat berumur 17 tahun.

''Tapi kenapa kau ingin menjadi bajak laut?'' tanya Venelana dengan penasaran

''Oh aku belum menceritakan mu tentang Shanks, maaf shishishi'' tawa Luffy meminta maaf

Venelana kemudian terlihat penasaran dengan orang bernama Shanks ini.

''Siapa Shanks?'' tanya Venelana

''Dia adalah idolaku yang membuatku ingin menjadi bajak laut, dia adalah bajak laut yang sedang tinggal sementar di pulauku'' jawab Luffy

''Hmmmmm tunggu sebentar, jadi kau di hasut oleh orang itu?'' tanya Venelana dengan menatap tajam Luffy

''Bukan! Bukan seperti itu, Shanks adalah orang yang baik, ada sesuatu yang membuatku ingin menjadi dia'' kata Luffy mencoba menjelaskan kesalahpahaman ini

Venelana terlihat menatap kearah Luffy berpikir kalau menjadi bajak laut sepertinya memang di hasut oleh seseorang bernama Shanks itu.

''Saat itu aku memang ingin menjadi bajak laut karena melihat mereka begitu keren, aku sampai ingin bergabung ke kru mereka namun Shanks selalu mengatakan kalau aku masih kecil untuk menjadi bajak laut'' kata Luffy menjelaskan

Venelana masih belum yakin hanya karena melihat mereka keren sampai membuat Luffy menjadi bajak laut, menjadi bajak laut sama dengan bermusuhan dengan para penduduk ataupun pemerintah karena mereka adalah penjahat, seorang perampok di lautan.

''Pada saat itu adalah seorang bandit gunung datang ke bar'' kata Luffy melanjutkan

''Tunggu! Kau masih kecil sudah ada di bar?! Bukankah itu hanya untuk orang dewasa?'' tanya Venelana

''Ya sebenarnya tidak ada yang peduli aku masuk ke dalam bar, kakek ku sedang sibuk dan aku tidak memiliki ayah dan ibu saat itu jadi aku bisa melakukan apa yang aku mau saat kakekku pergi lagian pemilik bar itu sangatlah ramah kepadaku, namanya Makino'' kata Luffy memperkenalkan nama teman nya itu atau mungkin bisa di sebut kakak nya itu karena mereka terlihat sangat akrab

Venelana dari tadi terlihat hanya mengangguk mengerti, ini bukanlah salah Luffy kalau dia masuk ke dalam tempat orang dewasa karena tidak ada orang yang memikirkan nya, pekerjaan adalah salah satu yang membuat kita lupa terhadap keluarga kita.

''Bandit itu ingin membeli minuman untuk teman nya namun Makino mengatakan semua minuman sudah habis karena di beli oleh Shanks untuk semua kru nya, bandit itu kemudian tidak merasa senang mendengarnya namun kemudian Shanks memberikan satu botol minuman dan meminta maaf karena sudah menghabiskan minuman di bar Makino'' kata Luffy

Venelana kemudian terlihat mengerti sekarang, Shanks ternyata bukanlah orang jahat namun dia terlihat orang yang mengerti dengan orang lain dan terlihat ingin bersahabat dengan orang lain.

''Namun bandit itu tidak menyukainya, dia kemudian menghancurkan botol yang di pegang oleh Shanks, semua orang terdiam saat itu karena kaget, Shanks kemudian melihat ke lantai dan meminta maaf ke Makino karena sudah mengotori lantai, dia kemudian ingin membersihkan lantai'' Luffy terus menjelaskan

Venelana kemudian tersenyum mendengar sifat Shanks ini.

''Dan kemudian bandit itu ternyata tidak puas, dia kemudian menghancurkan semua botol dan gelas di atas meja dengan menggunakan pedang nya'' lanjut Luffy dengan terlihat tidak senang mengingat penjahat itu.

Venelana sekarang malah terlihat tidak senang dengan bandit itu, bandit itu tidak bersyukur kalau Shanks memberikan satu minuman untuk nya.

''Setelah itu bandit itu kemudian pergi sambil menertawakan Shanks, aku benar-benar sangat marah saat itu nya, dia menertawai orang yang aku idolakan namun beberapa saat kemudian Shanks tertawa dan kemudian semua kru nya pun tertawa, aku sama sekali tidak mengerti dengan mereka saat itu'' kata Luffy

Venelana juga tidak mengerti dengan Shanks yang malah tertawa bukan nya marah dan menghajar mereka semua.

''Aku pun memarahi Shanks dan krunya karena tidak melawan mereka namun Shanks mengatakan kalau itu hanyalah masalah kecil, dia hanya marah dan menghancurkan beberapa benda kecil'' kata Luffy

Shanks sekarang benar-benar merasa kagum dengan orang bernama Shanks ini, dia benar-benar tidak mudah terbawa emos kemarahan.

''Aku pun pergi sambil marah-marah namun kemudia Shanks memegang tanganku, semua orang disitu kemudian kaget melihat kalau lengan ku bisa memanjang'' kata Luffy

Venelana kemudian terlihat terkejut kalau mengatakan kalau saat itu sepertinya Luffy sudah memakan buah Iblis.

''Semua orang kaget termasuk Shanks, Shanks kemudian mengatakan kalau aku sudah memakan buah Iblis saat itu, dia juga mengatakan kalau aku sekarang tidak bisa berenang selama seumur hidupku'' kata Luffy

''Jadi memakan buah Iblis memiliki efek samping?'' tanya Venelana

''Yup, semua orang yang memakan buah Iblis tidak akan bisa berenang selama hidup mereka'' kata Luffy

Venelana merasa kalau efek samping itu tidak terlalu merugikan bagi sang pengguna namun tidak bagi Luffy yang dunia nya yang penuh dengan lautan. Venelana kemudian mengerti

''Beberapa hari kemudian aku tidak melihat kemana Shanks dan krunya pergi, aku ingat kalau sepertinya hari itu mereka akan pergi karena mereka hanya tinggal sementara disini, aku benar-benar sangat sedih'' kata Luffy

Venelana mengerti dengan kesedihan yang di miliki oleh Luffy, dia mengerti bagaimana orang yang dia kagumi akan pergi meninggalkan nya.

''Aku pun memutuskan untuk ke bar dan kemudian Makino mencoba untuk menghiburkan dan mengatakan kalau aku harus ke dermaga mengucapkan selamat tinggal namun aku tidak mau karena aku merasa sedih dan marah'' kata Luffy menceritakan kalau sangatlah berat mengucapkan selamat tinggal kepada idolan nya

''Dan kemudian bandit itu dan anak buahnya kembali ke bar dan meminta minuman dan makanan, Makino kemudian menyediakan makanan dan minuman untuk mereka'' kata Luffy memberitahu

Venelana kemudian merasa kagum dengan Makino yang masih main menyediakan makanan untuk mereka

''Kemudian aku mendengar kalau salah satu dari mereka menghina Shanks, dia mengatakan kalau Shanks hanyalah bajak laut rendahan pengecut, itu membuatku sangat marah, Makino mencoba untuk menenangkanku tapi aku benar-benar sangat marah'' kata Luffy

Venelana mengerti dengan perasaan Luffy yang begitu marah mendengarnya.

''Aku kemudian mencoba untuk memukul mereka namun mereka lebih kuat dariku, setelah itu boss mereka kemudian membawaku keluar mengatakan aku akan di hajar oleh mereka, aku mencoba untuk melawan namun aku masih sangat lemah, Makino mencoba untuk menolongku namun di pukul oleh salah satu dari bandit itu, Makino kemudian terjatuh sambil melihatku yang di bawa oleh bandit itu, Makino kemudian pergi untuk memanggil walikota untuk menyelamatkan ku'' kata Luffy mengingat kejadian itu.

Venelana kemudian terlihat takut mendengarnya, dia tidak mau mendengar kalau ada seorang anak kecil yang akan di hajar oleh beberapa orang dewasa. Dia tidak pernah memukul Rias sama sekali maupun Milicas, dia selalu mengelus kepala mereka dengan kasih sayang

''Aku terus di hajar oleh mereka hingga babak belur namun kemudian Makino dan walikota pun datang, walikota mencoba untuk memohon kepada bandit itu untuk membebaskan ku bahkan dia sampai sujud ke bandit itu untuk memaafkanku, namun bandit itu tidak mau, dia mengatakan kalau dia akan membunuhku karena membuatnya marah namun...''

Venelana benar-benar penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya

''Shanks dan krunya tiba-tiba saja datang, aku benar-benar kaget melihat mereka datang, Shanks melihatku yang sedang di hajar oleh bandit itu namun dia hanya tersenyum melihatku dan mengatakan ''Hey Luffy, bukankah pukulanmu itu sekuat pistol?''tanya nya'' kata Luffy sedikit kesal memikirkan hal itu, dia masih kesal saati Shanks mengejek nya

Venelana benar-benar tidak mengerti dengan sifat Shanks ini, apakah dia adalah orang baik atau orang jahat, ini benar-benar membuatnya bingung.

''Shanks kemudian menatap bandit yang memijak wajah ku, dia kemudian mengatakan ''Hey kau bandit, kau bisa mengejek, meludah atau menumpahkan minuman kepadaku namun aku tidak akan memaafkanmu karena sudah melukai temanku'' kata Shanks dengan tatapan kemarahan'' lanjut Luffy masih kagum dengan perkataan dari Shanks

Venelana kemudian kagum dengan perkataan Shanks juga, dia terlihat tidak peduli dengan Luffy namun sebenarnya Shanks sangatlah peduli dengan Luffy.

''Salah satu bandit kemudian menodong pistol di kepala Shanks, Shanks hanya tersenyum melihatnya, Shanks kemudian mengatakan kalau pistol bukanlah mainan, ini adalah senjata untuk membunuh, namun bandit itu sepertinya tidak mengerti dan kemudian ada salah satu anak buah Shanks menembak kepala bandit itu hingga tewas'' kata Luffy

Venelana terlihat kaget mendengar kalau akan ada orang yang mati disini, namun dia cukup lega karena salah satu bandit yang mati. Dia hanya takut kalau seseorang yang penting bagi Luffy yang akan mati lagi di cerita sebelum nya.

''Semua bandit itu kemudian kaget dan takut melihat teman mereka mati di depan mereka, para bandit itu kemudian berteriak curang kepada Shanks namun Shanks mengatakan kalau mereka bukanlah ksatria yang terhormat, mereka adalah bajak laut jadi mereka bisa membunuh seseorang, kemudian ketua bandit itu menuyuruh semua anak buah nya untuk membunuh Shanks dan krunya namun salah satu anak buah Shanks bisa mengalahkan mereka dan kemudian terlihat bos bandit itu mulai ketakutan dan kemudian membawa ku sebagai sandera untuk melarikan diri'' Luffy terus menjelaskan

Venelana berharap kalau bandit itu tidak menyakiti Luffy lagi karena dia sudah tidak tega melihat seorang anak kecil di sakiti seperti Luffy.

''Dia kemudian melarikan diri menggunakan perahu setelah dia merasa kalau aku tidak berguna lagi kemudian melemparku ke air, aku yang sudah memakan buah Iblis kemudian tidak bisa berenang dan mencoba untuk tidak tenggelam, bandit itu menertawaiku karena tidak bisa berenang dan tak lama kemudian ternyata di dekat situ ada monster laut, monster laut itu kemudian memakan bandit itu dan kemudian melihatku, dia kemudian datang dengan cepat menuju kearahku, aku hanya bisa berteriak saat itu berharap kalau ada seseorang yang akan menyelamatkanku'' kata Luffy

Venelana benar-benar merasa takut dan merasakan kalau jantung berdetak dengan sangat kencang, dia tahu kalau Luffy akan selamat namun tetap saja dia begitu ketakutan mendengar nya.

''Namun kemudian aku pun di selamatkan oleh seseorang dan kau tahu siapa? Dia adalah Shanks, dengan sangat cepat dia menyelamatkanku'' kata Luffy

Venelana terlihat senang mendengarnya karena Luffy tidak akan terluka lagi walaupun dia akan baik-baik saja.

''Aku kaget melihat Shanks menyelamatkanku namun aku benar-benar senang melihatnya, monster itu kemudian terlihat ingin menyerangku lagi namun Shanks menatap monster laut itu dengan tatapan tajam, monster itu seperti ketakutan dan kemudian pergi melarikan diri'' kata Luffy mengingat kejadian ini.

Venelana merasa heran kenapa monster laut itu bisa takut dengan Shanks, Shanks bisa di bilang hanyalah Manusia dan dia ada di air, jadi mudah untuknya untuk melawan Shanks namun sepertinya Shanks memiliki sesutu yang membuat monster laut itu takut.

''Kemudian Shanks membawaku ke daratan, aku terus menangis tanpa henti karena sesuatu, Shanks mencoba untuk menenangkanku agar tidak menangis lagi namun aku terus menangis, dan kemudian Shanks tahu kenapa aku menangis, Shanks mengorbankan tangan nya untuk menyelamatkanku'' kata Luffy

Venelana kaget mendengarnya, dia mengorbankan tangan nya sendiri untuk menyelamatkan Luffy, benar-benar seorang pria

''Dia kemudian berkata kalau itu hanyalah tangan, dia lebih bersyukur kalau aku selamat'' kata Luffy mengingat senyuman Shanks yang begitu ikhlas.

Venelana kemudian mulai merasa kalau orang bernama Shanks ini bukanlah seperti bajak laut lagi namun seperti seorang kesatria yang menolong seorang anak kecil, tapi dia tidak tahu kenapa dia menjadi seorang bajak laut.

''Setelah itu tangan Shanks kemudian di obati dan kemudian besok nya mereka pun ingin pergi untuk melanjutkan petualangan mereka lagi, aku melihat mereka di dermaga, Shanks mengucapkan selamat tinggal kepadaku begitu juga aku dan kemudian aku mengatakan kalau aku akan menjadi bajak laut hebat seperti dia namun Shanks malah mengejekku kalau aku tidak akan bisa menjadi seorang bajak laut'' kata Luffy

Venelana kemudian merasa bingung dengan sifat Shanks, disisi lain dia sangat peduli dengan Luffy namun disisi lain dia sangat suka menganggu Luffy, itu benar-benar sisi yang unik.

''Aku pun bertariak mengatakan kalau aku bisa menjadi bajak laut sepertinya, aku berteriak kalau aku akan menjadi bajak laut yang lebih kuat darinya, aku mengatakan aku akan memiliki kru yang sangat kuat. Aku mengatakan itu sangat tegas dan percaya diri'' kata Luffy

Venelana hanya tersenyum membayangkan Luffy bertariak seperti itu saat kecil itu pasti akan sangat menggemaskan

''Shanks hanya tersenyum melihatku dan kemudian dia mengambil topi jerami nya dan kemudian menaruhnya di kepalaku, dia kemudian mengatakan ''cobalah, buktikan kepadaku kalau kau bisa, topi jerami ini adalah bukti janji kita'' ucap Shanks dengan sangat tegas'' Luffy benar-benar senang saat part itu.

Venelana benar-benar kagum dengan kisah masa kecil Luffy yang begitu penuh warna, kegembiraan, keceriaan, kesedihan, persaudaraan dan petualangan. Ini benar-benar membuat Venelana kagum

''Dia kemudian pergi dan aku hanya menangis melihat dia pergi, suatu hari nanti aku akan menunjukan kepadanya kalau aku akan menjadi bajak laut yang hebat'' kata Luffy

Venelana hanya terlihat mengangguk mengerti, Venelana kemudian terlihat bangun dari duduk nya sehingga membuat Luffy kaget.

''Kenapa? Apakah kau tidak mau mendengar kelanjutan nya?'' tanya Luffy

''Ini sudah terlalu malam, lebih baik kau menyimpanya untuk yang lain nya'' Venelan kemudian mengelus kepala Luffy dengan lembut. Luffy hanya heran melihat Venelana.

''Kau bisa memanggilku ibu kalau kau mau'' kata Venelana

''Hmmm terima kasih, kurasa'' kata Luffy tidak tahu harus menjawab apa

Venelana hanya tertawa kecil melihat Luffy bingung.

''Selamat malam'' kata Venelana yang kemudian pergi keluar ruangan Luffy

Sekarang tinggalah Luffy disitu, Luffy kemudian merasa benar-benar mengantuk sekarang dan kemudian tidur di kasurnya.

Venelana kemudian melihat kalau ada Grayfia di dekat ruangan Luffy, Venelana berpikir kalau Grayfia sepertinya mendengar apa yang dia dan Luffy bicarakan

''Apakah kau mendengarkan semua nya?'' tanya Venelana

''Ya, aku mendengar semua nya'' kata Grayfia

''Hmm jadi bagaimana menurutmu?'' tanya Venelana

''Aku hanya merasa kalau dia benar-benar orang yang pantas, Venelana-sama tahukan kalau kita membutuhkan orang seperti dia di keluarga ini'' kata Grayfia melihat Venelana

''Ya, itu benar'' setuju Venelana

''Baiklah, aku akan mengantar Venelana-sama'' kata Grayfia

''Ara, tidak perlu, ibu masih mudah kok'' kata Venelana

''Tapi ini tetapkah tugas saya'' kata Grayfia

Venelana hanya mendesah mendengarnya, dia masihlah muda danmasih bisa berjalan, lagian Iblis itu memiliki umur yang sangat panjang. Grayfia kemudian menngantar Venelana ke ruangan nya.

Mereka tidak tahu kalau ada di sebelah mereka kalau ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka, dia adalah Koneko yang sepertinya belum tidur. Dia ingin menemui Luffy namun ibu Bucho nya sepertinya lebih dulu datang kesini, dia kemudian hanya mendengarkan cerita mereka di luar ruangan, pendengaran nya sangat kuat karena dia adalah Yokai kucing.

''Luffy-senpai benar-benar sangat hebat'' puji Koneko yang kemudian pergi menuju ke ruangan nya tidak jadi menemui Luffy.

DI DUNIA MANUSIA

Terlihat Ayano melihat seorang wanita yang sangat aneh di depan nya, wanita ini cukup tinggi. Ayano kemudian berpikir siapa wanita ini dan apa mau nya datang kesini, dia kemudian melihat kalau wanita di depan nya bukan wanita biasa.

''Siapa kau?'' tanya Ayano

''Aku? Aku Ama'' kata wanita itu

''Hmm dan kenapa kau disini?'' tanya Ayano

Ama kemudian melihat di belakang Ayano ada Eveline dan Soniy yang terlihat kaget melihatnya.

''Sis Eveline, apakah kau merasakan nya?'' tanya Soniy

''Ya, kekuatan besar ini, dia seorang Dewi'' kata Eveline melihat Ama

Eveline kemudian melihat kearah Reynare, Kalawarner dan Mittelt yang terlihat merasakan nya juga.

''Kalian naiklah ke atas jaga Lily, kalau terjadi apa-apa kalian keluarlah bersama Lily , aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti namun ini akan menjadi masalah besar kalau dia mengetahui kita'' kata Eveline

''Baiklah, kami akan keatas'' kata Reynare

Ketiga Malaikat jatuh itu kemudian naik ke lantai dua untuk berjaga-jaga entah apa yang akan terjadi. Ini benar-benar masalah serius

''Bolehkah aku masuk?'' pinta Ama

''Ano, tapi aku tidak mengenalmu'' kata Ayano

''Tapi aku mengenalmu'' kata Ama melihat Ayano

''Bukan berarti aku akan mempersilahkan kau masuk!'' kata Ayano dengan kesal

''Hehehe'' Ama terlihat hanya tertawa kecil

Eveline kemudian memberanikan dirinya untuk mendatangi Ayano, dia menyuruh kepada Soniy untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu karena sepertinya wanita bersama Ayano itu tahu siapa mereka

''Hati-Hati sis Eveline'' kata Soniy

''Aku mengerti, kau tenang saja'' kata Eveline yang kemudian berjalan menuju ke arah Ayano

''Ayano'' Ayano kemudian melihat ke belakang dan melihat kalau Eveline menuju kearahnya yang sepertinya ingin mengucapkan sesuatu.

''Eveline, maaf wanita ini bersikeras untuk masuk'' kata Ayano

''Bukankah itu tidak apa-apa, kita sudah lama tidak memiliki tamu'' kata Eveline melihat Ama

Ama melihat Eveline hanya tersenyum karena mengerti dengan nya namun sepertinya senyuman Ama seperti memiliki sesuatu

''Baiklah kalau begitu, tunggu kenapa kau tiba-tiba saja seperti tuan rumah disini'' kata Ayano mulai menyadari kalau dia sekarang seperti anak buah yang sering di suruh-suruh.

Eveline hanya tersenyum dengan lembut namun tetap saja Ayano menatap kearah Eveline dengan tatapan kesal. Ayano kemudian mendesah dan kemudian mempersilahkan Ama masuk ke dalam. Eveline masih menatap kearah Ama yang hanya tersenyum karena di persilahkan untuk masuk.

''Senangnya~, terima kasih'' kata Ama dengan senang

Ama kemudian masuk ke ruangan tamu dan kemudian melihat ada wanita yang sangat mirip dengan wanita yang ada di depan tadi. Ama berpikir kalau wanita ini adalah saudari dari wanita berambut putih tadi.

''Halo'' kata Amat menyapa wanita itu

Wanita itu terlihat menyapa balik dengan senyuman grogi, Ama kemudian duduk di tempat duduk itu sambil terlihat menatap wanita di depan nya ini

''Siapa nama mu?'' tanya Ama

''Aku Soniy'' jawab Soniy

''Óh aku Ama'' kata Ama dengan senyuman manis

Soniy terlihat hanya mengangguk dengan grogi karena merasakan sesuatu yang aneh dengan wanita di depan nya ini. Ayano kemudian melihat kalau tidak ada Reynare, Kalawarner dan Mittel di meja makan

''Kemana Reynare, Kalawarner dan Mittelt?'' tanya Ayano

''Mereka sudah lantai atas ke kamar mereka, mereka mengatakan kalau mereka sangat mengantuk'' kata Soniy

''Dasar mereka itu'' kata Ayano mendesah melihat sifat ketiga Malaikat Jatuh itu. Ayano kemudian melihat kearah Ama

''Jadi kenapa kau mau masuk kesini, Ama?'' tanya Ayano dengan penasaran

''Bolehkah aku menginap disini?'' pinta Ama

Ayano dan Eveline terlihat terkejut mendengarnya, dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan tamu yang langsung mengatakan kalau dia akan menginap, ini benar-benar sangat tidak sopan.

''Oh maaf karena tidak sopan langsung mengatakan itu'' kata Ama

''Tidak apa-apa, tapi kenapa kau mau menginap disini?'' tanya Ayano

''Hmmm aku tersesat di kota ini, aku dari desa'' kata Ama

''Oh aku mengerti, itulah kenapa kau memakai kimono'' kata Ayano melihat kalau kimono Ama sangat indah bercorak bunga dan berwarna putih bersih, dan dia seperti merasakan kalau kimono itu bersinar

''Kalau begitu kau bisa tidur di tempat Rias, aku akan menyiapkan nya'' kata Ayano yang kemudian naik ke lantai dua untuk mempersiapkan kamar Rias untuk Ama, Ayano tidak tahu kenapa dia memperbolehkan Ama menginap di rumah nya namun dia merasa kasihan karena Ama adalah orang desa yang tersesat walaupun dia tidak yakin

Ama kemudian melihat kearah Eveline dan Soniy yang masih menatap dirinya dengan tatapan tajam seperti mengetahui siapa dirinya. Ama hanya tersenyum melihat kearah Eveline dan Soniy dan kemudian menatap mereka dengan tatapan tajam

''Jadi kalian ini bukan Manusia ternyata'' kata Ama melihat kearah Eveline dan Soniy

''Kau juga, jadi siapa kau ini?'' tanya Eveline

''Aku? Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku, nama ku Amaterasu, aku adalah Dewi dari Mitologi Shinto'' kata Amaterasu dengan bangga

Eveline dan Soniy kaget terutama Soniy, dia pertama kali nya bertemu dengan seorang Dewi atau bangsa kalangan atas, Soniy terlihat memposisikan dirinya dengan gaya bertempur.

''Ara, kau mau melawanku, baiklah mungkin aku bisa melawanmu karena kau sepertinya kuat'' kata Amaterasu yang kemudian mengeluarkan aura nya di sekitar situ

Soniy merasakan badan nya sangat berat karena sesuatu, dia merasa kalau dia akan terjatuh namun dia mencoba untuk berdiri. Amaterasu terlihat hanya tersenyum berusaha untuk melawan aura Amaterasu

''Kau masih bisa menahan nya, kau lumayan namun seberapa lama kau bisa menahan nya'' kata Amaterasu dengan nada santai

Soniy benar-benar tidak tahan dengan dorongan yang sangat kuat ini. Amaterasu kemudian kaget karena melihat kalau Eveline terlihat santai tidak berefek dengan dengan aura Dewi nya.

''Hmmm kau bukan makhluk lemah'' kata Amaterasu melihat kearah Eveline

Eveline kemudian mengeluarkan aura nya juga, terlihat ada sebuah percikan seperti listrik di antara mereka berdua. Ini benar-benar sangat mengerikan karena terlihat beberapa dinding retak kecil dan di area itu terlihat bergoyang seperti ada gempa

''Sebaiknya kita sudahi hal yang tidak berguna ini'' kata Eveline melihat Amaterasu

''Kenapa?'' tanya Amaterasu

''Karena kau menyakiti saudariku dan aku sangat tidak suka melihat saudariku terluka walaupun hanya goresan di kulitnya'' kata Eveline dengan tatapan tajam kearah Amaterasu

Soniy kaget melihat saudarinya itu karena sangat peduli dengan nya, Soniy hanya tersenyum senang karena masih ada orang yang memperdulikan nya.

Amaterasu kemudian terlihat menghentikan aura mematikan miliknya begitu juga Eveline, Soniy terlihat lega karena dia tidak merasa berat lagi di tubuhnya, dia merasa benar-benar lemah karena hanya menggunakan aura mereka masing-masing sehingga bisa meretakan dinding di sekitar mereka

''Ano sepertinya Ayano akan marah melihat ini'' kata Soniy melihat dinding di sekitar mereka.

''Baiklah aku mengerti, jadi apa mau kalian?'' tanya Amaterasu

''Justru kami yang harus bertanya seperti itu'' kata Soniy dengan kesal

''Baiklah, aku hanya ingin menemukan seorang anak di kota ini'' kata Amaterasu seperti tidak peduli dengan membocorkan tujuan nya

''Seorang anak? Apa maksudmu?'' tanya Eveline

''Di katakan ada seorang anak yang membawa kehancuran'' kata Amaterasu

''Dari mana kau tahu kalau akan ada seorang anak seperti itu?'' tanya Eveline lagi

''Dari seseorang dan aku juga mendapatkan ramalan dari peramal di Shinto kalau anak ini muncul 9 tahun yang lalu'' kata Amaterasu

Eveline kemudian kaget mendengarnya

''Dan dia adalah Manusia'' kata Amaterasu

Eveline kemudian kaget lagi mendengarnya. ''9 tahun dulu adalah kelahiran Lulu dan lagi seorang Manusia'' Eveline sekarang benar-benar tidak tahu harus berkata apa, dia terlihat berkeringat dengan sangat banyak terlihat di wajahnya

''Kenapa sis Eveline?'' tanya Soniy kepada Eveline yang terlihat ketakutan.

Amaterasu kemudian melihat kearah Eveline yang terlihat ketakutan saat mengatakan ramalan ini, ini benar-benar sangat mencurigakan. Soniy juga terlihat bingung melihat saudarinya itu, Eveline kemudian mencoba untuk menenangkan dirinya

''Lily sudah tidur pergi, Lulu pergi bersama sayangku, ini adalah pertarungan yang sia-sia, ini hanya akan membuat rumah Ayano dan Manusia di daerah ini terluka, aku harus membuat dia tidak mengetahui Lulu'' pikir Eveline dengan matang-matang dengan rencana nya ini.

''Kenapa denganmu?'' tanya Amaterasu

''Tidak apa-apa, aku hanya teringat sesuatu'' kata Eveline

Soniy mengangguk mengerti kecuali Amaterasu yang terlihat curiga dengan Eveline. Ayano kemudian turun dari kamar setelah mempersiapkan semua nya.

''Hmmm kalian kenapa?'' tanya Ayano kepada mereka

''Tidak, tidak ada apa-apa, Ayano'' kata Soniy mencoba untuk tidak membuat Ayano curiga dengan apa yang terjadi barusan

Amaterasu terlihat masih menatap Eveline dengan tatapan tajam, dia merasa kalau Eveline menyembunyikan sesuatu yang sangat penting.

''Ama, kamarmu sudah siap'' kata Ayano memberitahu

''Terima kasih Ayano, aku akan naik ke atas segera untuk tidur'' kata Ama dengan ceria.

Amaterasu kemudian naik ke lantai untuk segera tidur karena sangat mengantuk sekali

''Itu tadi sangat menyeramkan, sis Eveline'' kata Soniy

''Ya, dia tidak boleh tahu Lulu'' kata Eveline dengan khawatir keadaan putrinya itu

SKIP TIME-UNDERWORLD

Terlihat di Underworld tepatnya di rumah keluarga Gremory terlihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul karena sesuatu. Terlihat banyak sekali yang ada disitu, ada beberapa dari mereka yang sepertinya masih mengantuk

Luffy, Zoro dan Lulu terlihat mengantuk karena sepertinya mereka kurang puas untuk tidur terutama Luffy yang tadi malam menceritakan cerita dirinya kepada Luffy. Zoro terlihat mengantuk, badan nya masih terlihat pegal karena Xenovia memeluk nya saat tidur bersama. Zoro benar-benar sangat kesal terhadap Xenovia, Xenovia terlihat tersenyum seperti bahagia

Rias dan peeragenya terlihat sedang berbicara dengan Sirzechs, mereka seperti membicarakan sesuatu.

''Jadi kami berharap terhadap kalian'' kata Sirzechs kepada Rias

''Aku mengerti onii-sama, kami tidak akan membiarkan Loki membuat Ragnarok lagi'' kata Rias

Sirzechs hanya terlihat hanya tersenyum, di sebelah nya terlihat ada Grayfia dan Millicas. Lord Gremory dan Venelana terlihat ada juga yang merasa khawatir dengan putri mereka. Sirzechs masih memiliki urusan dengan para petinggi jadi dia tidak bisa membantu mereka.

Grayfia kemudian menuju kearah Rias dan yang lain nya dan kemudian membukan sebuah kotak, terlihat ada beberap botol berisi air. Rias seperti pernah melihat botol itu

''Inikan...''

''Ya, ini adalah air mata Phoenix, clan Phenex memberiakan untuk membantu kalian'' kata Grayfia

Luffy terlihat tersenyum mendengar perkatan dari Grayfia, ternyata keluarga Phenex sangat peduli dengan mereka. Luffy berpikir kalau keluarga Ravel sangat baik.

''Kalian ambil satu untuk satu orang'' kata Grayfia

Mereka kemudian mengambil satu botol air mata Phoenix, Luffy melihat air mata itu berpikir apakah benar air mata ini bisa menyembuhkan luka. Zoro terlihat tidak tertarik dengan air mata ini karena dia lebih suka terluka karena itu akan membuatnya semakin kuat

''Irina, kenapa kau disini?'' tanya Xenovia melihat Irina

''Aku di perintah Michael-sama untuk membantu kalian semua'' kata Irina dengan percaya diri.

Xenovia terlihat tersenyum mendengar perkataan dari Irina, dia berpikir kalau mereka akan menjadi musuh namun seperti mereka masih bisa berteman.

Zoro melihat Rossweisse terlihat memakai baju armor Valkyrie nya, Zoro terlihat tertarik melihat Rossweisse kalau dia adalah pendekar pedang.

''Hmm jadi kau pendekar pedang?'' tanya Zoro

''Ya, aku cukup hebat dalam menggunakan pedang'' kata Rossweisse dengan bangga

''Menarik, aku akan bertarung denganmu setelah ini'' kata Zoro dengan rasa haus pertarungan

Rossweisse hanya terlihat swatdrop melihat Zoro, Xenovia hanya terlihat melihat mereka berdua dengan senyuman lembut karena mereka sepertinya sangat akrab walaupun baru sebentar bertemu.

''Oh iya, keluarga Sitri akan membantu kalian'' kata Sirzechs

''Oh Sona, aku tidak tahu kalau kami akan bertarung bersama lagi'' kata Rias dengan cukup bersemangat.

Sirzechs tersenyum melihat mereka sepertinya sudah siap untuk bertarung walaupun mereka akan bertarung dengan musuh yang kuat. Sirzechs melihat kearah Luffy dan Zoro yang sepertinya sedang akur dengan kelompok mereka masing-masing

Venelana kemudian melihat kearah Luffy

''Luffy, jangan lengah, kau harus berhati-hati'' kata Venelana memberi semangat.

''Ya, aku akan berhati-hati'' kata Luffy dengan semangat

''Apakah Lulu akan ikut?'' tanya Akeno melihat Lulu

''Ya! Aku mau ikut melawan penjahat!'' kata Lulu dengan semangat

Venelana sudah melarang Lulu untuk ikut namun Lulu bersikas untuk ikut dengan Luffy dan yang lain nya untuk melawan penjahat. Venelana hanya mendesah melihat sifat Lulu yang keras kepala itu

''Ingat Lulu, kau harus ada di belakang yang lain nya, nanti kau bisa terluka parah'' kata Venelana memberi saran menghawatirkan Lulu

''Tenang saja, aku akan baik-baik saja Tante'' kata Lulu dengan riang

Venelana kemudian murung setelah mendengar Lulu memanggil dirinya dengan sebutan tante, padahal dia terlihat masih muda

''Baiklah, saatnya kita berangkat'' kata Rias

Semua orang mengangguk mengerti. Kemudian muncul lah satu orang, Sirzechs tersenyum melihat dia datang. Rias dan yang lain nya terlihat tidak mengenal wanita itu karena dia memakai pakaian berkerudung.

''Hah, kau sudah datang, baguslah kau tepat waktu'' kata Sirzechs melihat orang itu

Orang itu kemudian membuka kerudung wajah nya, terlihat wanita cantik berumur dua puluhan, dia berambut pendek berwarna putih, dia bermata ungu.

''Aku Evalia, salam kenal'' kata Evalia

''Kenapa dia ada disini, onii-sama?'' tanya Rias

''Dia akan membantu kalian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti jadi kita butuh bantuan lebih banyak lagi. Jangan khawatir, dia sangat kuat, dia berasal dari keluarga EV'Aline'' kata Sirzechs

Lulu kaget mendengarnya bersama Rias karena mengetahui nama itu, nama itu sangat sama dengan nama keluarga Eveline dan Lulu. Rias kemudian sadar kalau wanita bernama Evalia ini adalah adik perempuan nya Eveline seperti yang di ceritakan oleh Eveline.

''Baiklah, kalian sudah siap untuk berangkat, berhati-hatilah'' kata Sirzechs memberitahu mereka.

Mereka semua terlihat sedang bersemangat dan bepikir kalau mereka akan bisa menyelesaikan masalah ini. Luffy dan Zoro terlihat sangat bersemangat sekali

Rias melihat Evalia dan terlihat seperti yang di ceritakan oleh Eveline kalau dia terlihat sangat dingin terlihat dari wajah nya itu yang tidak menunjukan ekspresi apa pun, Rias ingin berbicara dengan Evalia nanti

Kelompok Rias pun pergi dengan sihir teleport ke tempat tujuan.

''Apakah mereka akan baik-baik saja?''tanya Venelana

''Tenang saja ibu, mereka akan baik-baik saja karena mereka semua sangatlah kuat-kuat dan akan bertambah kuat, aku tidak sabar untuk melihat mereka tubuh menjadi orang-orang kuat'' kata Sirzechs

''Apakah maksudmu Luffy dan Zoro?'' tanya Lord Gremory

''Benar ayah, mereka memiliki potensi gila kalau mereka menjadi Iblis'' kata Sirzechs dengan tersenyum

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini masih belum ada pertarung namun mereka akan bertarung chapter berikutnya, aku tidak tahu apakah pertarungan yang aku buat nanti akan seru atau tidak.

Maaf kalau chapter ini membosankan karena kebanyakan hanya menceritakan tentang kisah masa lalu Luffy kepada ibu Rias.

Terima kasih yang sudah baca dan Review, jangan lupa untuk tinggalkan Review.

Maaf kalau update nya lama

Sampai jumpa di bab berikutnya

Salam Author