Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


KERUSUHAN DI UNDEWORLD

Terlihat para penduduk di Underworld berlarian karena melihat banyak sekali monstert yang tiba-tiba saja datang dan kemudian menghancurkan rumah-rumah mereka. Ada beberapa perajurit yang mencoba untuk melawan para monster itu akan tetapi sepertinya mereka terlalu banyak sehingga para prajurit mundur untuk sementara dan menunggu bantuan.

Ada para penduduk yang mencoba untuk lari akan tetapi terlihat di belakang nya ada monster yang bisa terbang mengejar dirinya. Orang itu terlihat panik sekali kalau monster itu berhasil menangkapnya namun kemudian tiba-tiba saja ada sebuah tebasan yang menenbas monster itu.

Terlihat Zoro menebas monster itu hingga terbelah menjadi dua. Orang itu kemudian menuju ke arah Zoro merasa kalau dia akan aman jika bersama dirinya. Zoro melihat kalau masih banyak sekali monster yang mengejar Iblis itu.

''Baiklah, aku merasa kalau tidak ada orang lagi disini sehingga aku bisa bertarung dengan...'' Zoro kemudian maju ke depan dengan kecepatan yang sangat cepat

Para monster itu kaget melihat Zoro dengan cepat menuju ke arah mereka dan kemudian melewati nya dengan santai.

''...Serius'' kata Zoro dengan menyelesaikan kata-kata nya

Para monster yang lain nya terlihat terbelah-belah saat Zoro melewati mereka semua dengan cepat sekali. Zoro melihat kalau tidak ada lagi monster di tempat ini. Dia kemudian berlari mencari tempat lain yang masih ada monster nya untuk bisa di lawan.

''Sial, kenapa bisa tiba-tiba begini. Aku tadi tertidur dengan nyenyak'' kata Zoro dengan kesal karena ada yang menganggu tidur nya walaupun ini sangat darurat.

Zoro melihat kalau ada para monster lain nya yang ternyata bisa terbang, dia kemudian menebas mereka satu persatu dengan cukup mudah. Zoro melihat ada anak-anak yang terjebak di suatu rumah, dia kemudian dengan cepat membantu para anak-anak itu keluar dari rumah itu dan menyuruh nya untuk berlari ke tempat yang aman.

Zoro melihat lagi kalau masih banyak monster yang tersisa di tempat ini, dia kemudian menggunakan kedua pedang nya dan menebas mereka semua. Zoro kesal karena dia tidak punya waktu untuk istirahat.

''Baiklah, saatnya ke tempat lain'' kata Zoro melihat tempat itu sudah bersih

Zoro bertanya-tanya apakah Luffy bisa menyelesaikan wilayah timur yang telah di serang oleh banyak sekali monster. Zoro berpikir kalau sepertinya ada para monster di depan yang sedang menyerang para pendunduk

Zoro tersenyum karena sepertinya pesta bertarung nya belum selesai juga. Dia senang karena ini ternyata tidak terlalu membosankan.

WILAYAH TIMUR

Terlihat sekarang Luffy sedang melawan banyak sekali monster dengan sendirian, dia tidak menggunakan Haki penakluk nya karena dia harus menghemat Haki nya. Luffy memukul salah satu yang ada di samping nya dan kemudian melempar nya ke depan mengenai monster yang lain.

''Gomu-Gomu no Pistol!'' Luffy kemudian memukul lurus ke depan mengenai siapa saja yang ada di depan nya

Luffy berhasil mengalahkan beberapa dari mereka. Luffy melihat kalau ada satu lagi di belakang nya, dengan Haki pengamatan nya dia menghindari monster yang menyerang nya dari belakang, Luffy kemudian memegang monster itu dan kemudian melempar nya ke arah para teman-teman nya

Luffy tersenyum kalau dia berhasil mengalahkan hampir dari mereka semua. Luffy kemudian bersiap-siap menggunakan serangan berikutnya.

''Gomu-Gomu no Gatling Gun'' Luffy berhasil mengalahkan banyak sekali dengan pukulan beruntun milik nya.

Luffy melihat kalau ternyata para monster itu sepertinya hanya bertahan dengan beberapa pukulan dan kemudian musnah entah kemana. Itu membuat Luffy benar-benar sangat bingung karena merasa kalau para monster itu hanyalah ilusi

''Mereka sepertinya bukanlah monster asli'' kata Luffy melihat para monster itu menghilang

Luffy kemudian melihat ke arah depan nya dan melihat kalau ada seseorang yang sepertinya sedang bertarung melawan monster itu. Luffy melihat ada seorang wanita yang memakai sebuah tombak melawan para monster itu. Luffy melihat wanita itu terlihat lebih tua darinya walaupun dia bisa melihat kalau dia masih terlihat muda

Luffy melihat kalau ada salah satu monster yang akan menyerang nya dari belakang. Luffy dengan cepat memukul monster itu sebelum dia menyerang wanita itu. Wanita itu kaget melihat kalau ada seseorang yang membantu nya, dia melihat ada seorang laki-laki memakai topi jerami sedang berlari ke arah nya.

''Hey apakah kau tidak apa-apa?'' tanya Luffy kepada wanita itu

''Aku tidak apa-apa, terima kasih sudah membantu ku'' kata wanita itu

Luffy sudah ada di depan wanita itu dan melihat kalau dia sudah berhasil mengalahkan banyak sekali monster sendirian. Luffy kagum dengan wanita itu karena bisa mengalahkan para monster itu sendirian.

''Wah kau hebat sekali bisa mengalahkan mereka semua'' puji Luffy kepada mereka

''Terima kasih. Kau siapa?'' tanya wanita itu.

''Aku Luffy'' jawab Luffy

''Oh. Aku Levanda EV'Aline'' kata Levanda memperkenalkan dirinya

Levanda kemudian mengingat kalau pria ini adalah pria yang mengalahkan salah satu Iblis bangsawan dari keluarga Phenex. Levanda tidak menyangka kalau pria kurus di depan nya ini ternyata bisa mengalahkan Iblis bangsawan di Undeworld, bahkan Iblis bangsawan lain tidak mudah untuk mengalahkan keluarga Phenex.

''Apakah masih ada monster disini?'' tanya Levanda

''Tidak, aku sudah mengalahkan mereka semua di area ini'' kata Levanda

''Kalau begitu kita harus menuju ke tempat lain'' kata Luffy

Levanda mengangguk. Mereka berdua kemudian berlari mencari para monster yang tersisa di area sini. Luffy menyadari kalau ada kekuatan besar di tempat lain di Undeworld, tempat itu adalah tempat Zoro melawan para monster itu. Luffy berpikir kalau Zoro akan baik-baik saja karena dia adalah orang yang kuat.

Luffy dan Levanda melihat kalau ada beberapa penduduk yang sedang belari di depan mereka, berlari dari para monster yang menyerang kota. Luffy sudah bersiap-siap dengan menggunakan tinju nya sedangkan Levanda sudah bersiap-siap dengan menggunakan tombak nya.

Di Underworld benar-benar sangat kacau karena serangan ini, ini benar-benar sangat membuat ke onaran yang begitu besar bagi para penduduk. Para penduduk yang walaupun adalah Iblis yang memiliki fisik yang lebih kuat dari Manusia dan memiliki sihir bukan berarti mereka bisa melawan para monster, mereka tetaplah seorang penduduk yang ingin hidup damai tanpa terkena masalah dan bahaya.

''Semua nya ayo sebelah sini!'' terlihat kalau Rias dan para peeragenya bersama para Iblis muda sedang mengevakuasi para penduduk ke tempat yang lebih aman

Sairaorg terlihat sedang melawan para monster dengan tangan kosong, hebatnya dia bisa mengibangi para monster itu dengan tangan kosong. Ravel yang seharusnya mencari tempat yang aman malah bersama Rias dan para peeragenya untuk membantu para penduduk menuju ke tempat yang aman.

Seekvaira Agares. Dia terlihat membantu Rias dan yang lain nya dengan menggunakan sihir nya. Dia tidak tahu kalau Underworld akan mengalami hal seperti ini. Para Iblis muda terlihat membantu satu sama lain untuk mengalahkan para monster itu termasuk Rias dan Sona yang terlihat berkerja sama satu sama lain nya. Rias senang karena dia akan bekerja sama lagi dengan Sona seperti dulu

''Apakah kau tidak apa-apa, Sona. Apakah kau tidak lelah saat melawan Loki saat itu?'' tanya Rias

''Hmm jangan meremehkan ku, Rias. Aku lebih kuat dari yang kau bayangkan'' kata Sona dengan melihat ke arah Rias

Rias hanya tersenyum membalas Sona yang terlihat kesal karena meremhkan nya. Rias menggunakan kekuatan penghancurnya sedangkan Sona mengeluarkan sihir air nya. Mereka berkerja sama satu sama lain.

Di rumah keluarga Gremory terlihat ada Lulu yang sedang ingin keluar untuk melawan para monster juga namun terlihat di tahan oleh Venelana dan Grayfia yang tidak memperbolehkan nya untuk keluar.

''Aku juga ingin melawan mereka! Dan di mana Papa?'' terlihat Lulu sedang ingin melawan para monster dan penasaran tidak melihat ayah nya tidak ada disini.

''Jangan Lulu-chan, kau tidak boleh keluar. Di sana banyak sekali monster yang memakan anak-anak'' kata Venelana mencoba untuk menjelaskan

''Tapi kenapa ayah keluar juga?'' tanya Lulu dengan merasa tidak adil

''Karena dia sudah dewasa, dia bisa menjaga dirinya sendiri'' kata Grayfia

''Aku juga sudah dewasa!'' teriak Lulu sambil terlihat ingin berjalan keluar namun di tahan Venelana.

Venelana dan Grayfia terlihat mendesah pasrah melihat gadis kecil di depan mereka ini. Dia benar-benar sangat keras kepala seperti Luffy, itu memang masuk akal karena dia adalah putri dari sang kapten bajak laut topi jerami.

Venelana tetap saja tidak mau mengijinkan Lulu keluar karena itu sangat berbahaya baginya yang masih anak-anak. Venelana kemudian meliahat ke arah Grayfia.

''Apa yang harus kita lakukan?'' tanya Venelana kepada Grayfia.

''Sesungguhnya ibu, aku juga tidak tahu'' kata Grayfia

Grayfia juga tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Kemudian datanglah Milicia yang melihat Lulu ingin pergi keluar. Dia kemudian mendekati Lulu.

''Lulu-sama, sebaiknya anda jangan kesana. Aku tahu kalau kau ingin melawan mereka bersama ayahmu akan tetapi dia pasti tahu kalau di luar sangat berbahaya. Luffy-sama adalah orang yang hebat, jadi jangan khawatir. Dia pasti kembali dengan selamat'' kata Milicias kepada Lulu

Lulu yang mendengarnya kemudian terlihat mulai tenang. Dia mengerti dengan perkataan Milicias yang ingin membuat nya tenang dan berharap kalau ayah nya akan baik-baik saja.

''Oh kau benar'' kata Lulu dengan sadar.

Venelana hanya tersenyum melihat Lulu bersama cucu nya itu terlihat bisa akrab.

''Baiklah, sebaiknya aku membuat masakan untuk kita semua'' kata Venelana yang kemudian menuju ke dapur.

Grayfia sepertinya hanya berpikir kalau ibu mertua nya sekarang suka sekali untuk memasaka setelah sudah mahir memasak. Grayfia kemudian mengingat kalau ada laki-laki yang mengajar ibu nya itu dan dia adalah pria yang mesum akan tetapi begitu hormat kepada wanita.

''Aku berharap kalau dia baik-baik saja'' kata Grayfia

DI KOTA UNDERWORLD

Terlihat sekarang ada laki-laki berambut kuning sedang melawan para monster dengan menggunakan kaki nya. Dia terlihat sangat handal sekali menggunakan kaki melawan para monster itu sedangkan tangan nya sedang membawa bahan makanan.

''Sial kalian semua, tidak kah kalian lihat aku sedang terburu-buru'' kata orang itu yang kemudian menendang salah satu dari mereka

Pria itu kemudian melihat ada salah satu monster yang ada di belakangnya dan kemudian menendang nya tepat di wajahnya. Monster itu kemudian terpental ke belakang dengan sangat cepat dan menabrak bangunan di belakangnya.

''Fiuh, sepertinya mereka sudah kalah semua'' kata pria itu melihat

Pria itu kemudian melihat kalau ada para wanita di depan nya sedang meminta pertolongan. Dia kemudian dengan kecepatan yang sangat cepat membantu para wanita itu dengan menyerang para monster yang mengejar mereka. Pria itu benar-benar membuat para monster itu menjadi sebuah bola kaki karena menendang mereka dengan sangat kuat sekali.

Pria itu kemudian melihat kalau semua monster sudah kalah, dia kemudian melihat ke arah para wanita itu dengan tatapan tersenyum. Para wanita terlihat berterima kasih kepada dia karena sudah menyelamatkan mereka.

''Terima kasih, benar-benar sangat terima kasih'' kata salah satu wanita

''Itu tidak masalah, seorang pria harus melindungi para wanita'' kata pria itu dengan santai dan terlihat gagah. ''Wah mereka semua sangat cantik-cantik, aku tidak tahu kalau di tempat seperti ini aku akan menemukan wanita yang cantik-cantik'' dalam pikiran pria itu

''Sebaiknya kalian mencari tempat yang aman'' kata pria itu.

''Baiklah, tapi kau mau kemana?'' tanya salah satu wanita.

''Aku harus menolong yang lain nya, sepertinya masih ada penduduk yang meminta pertolongan'' kata pria itu yang kemudian mengambil sebatang rokok.

''Kalau begitu hati-hatilah'' kata salah satu wanita

Para wanita itu kemudian berlari pergi mencari tempat yang aman. Pria itu tersenyum melihat para wanita itu pergi dengan tatapan love di matanya. Pria itu kemudian menaruh bahan-bahan makanan nya di salah satu rumah dan kemudian dengan cepat terbang ke angkasa menggunakan kaki nya yang terlihat menginjak-injak udara.

Pria itu mencari para penduduk lain yang meminta pertolongan. Mungkin dia harus menolong para wanita dulu namun sepertinya dia harus menolong mereka semua.

DENGAN PARA PETINGGI

Terlihat sekarang ada Azazel dan para petinggi di Underworld yang sedang membicarakan masalah ini. Mereka sudah menyuruh para perajurit untuk mengevakuasi para penduduk karena masalah yang cukup besar ini.

''Apa yang harus kita lakukan?'' Ajuka kepada Sirzechs

''Kita harus mengevakuasi para penduduk dulu'' kata Sirzechs

''Aku setuju'' kata Serafall juga yang setuju

''Lalu bagaimana dengan para monster yang menyerang kota?'' tanya Ajuka lagi.

''Percayakan kepada Iblis muda dan para penolong lain nya'' kata Sirzechs dengan tersenyum melihat mereka semua disitu.

Serafall terlihat mengerti dengan perkataan dari Sirzechs yang mengatakan kalau mereka harus percaya dengan para Iblis muda di Underworld karena mereka akan menjadi Iblis yang kuat di masa depan nanti.

''Baiklah, ayo kita evakuasi penduduk dulu'' kata Ajuka

Sirzechs dan Serafall terlihat mengangguk mengerti. Mereka bertiga kemudian pergi keluar untuk segera melakukan tugas mereka.

KEMBALI KE KOTA.

Terlihat sekarang ada tiga orang yang sedang bertarung, tepatnya 2 melawan satu orang. Dia orang wanita sedang melawan 1 pria yang sepertinya cukup kesulitan saat melawan kedua wanita di depan nya ini karena mereka bukanlah wanita biasa.

Susanoo menggunakan pedang nya menyerang kedua wanita itu akan tetapi sepertinya kedua wanita itu bisa menghindari nya, terlihat ada bekasan tebasan membelah bangunan di belakang nya. Wanita yang berambut hijau kemudian menggunkan panah nya untuk memanah Susanoo akan tetapi Susanoo menangkis anak panah nya dengan pedang nya

Susanoo kemudian mengeluarkan angin yang ribut yang sangat kuat menembaknya ke arah wanita yang memakai pedang namun tiba-tiba saja dia mengeluarkan sebuah perisai dan menangkis serangan dari Susanoo yang terbuat dari sihir angin.

Artemis kemudian menembakan nya banyak panah ke arah Susanoo namun sebagai Dewa dia tidak mungkin terkena anak panah itu walaupun terlihat ada beberapa anak panah yang sepertinya bisa di kendalikan oleh Artemis dengan menggunakan pikiran nya membuat Susanoo begitu kesulitan.

''Wah kau ternyata Dewi perawan yang berbakat'' puji Susanoo walaupun ada rasa penghinaan

''Diam kau'' kata Artemis dengan memakai wajah datar

Freya dengan menggunakan sayap nya dengan cepat menebas Susanoo dengan pedang nya akan tetapi Susanoo menangkis serangan Freya dengan pedang katana nya juga. Mereka terlihat sekarang menyerang satu sama lain dengan kekuatan pedang mereka masing-masing. Freya kagum dengan cara berpedang Susanoo yang sepertinya benar-benar sangat berbakat sebagai seorang Dewa.

Artemis yang merasa di acuhkan kemudian menembakan sebuah panah yang kali ini berbeda, tembakan anak panah kali ini benar-benar sangat cepat sehingga hampir mengenai Susanoo yang menghindari nya namun Susanoo kaget karena ternyata ada Freya yang kemudian menggunakan perisai nya untuk mendorong Ssuanoo sehingga Susanoo merasakan sakit di wajah nya karena terkena perisai milik Freya.

Susanoo kemudian mundur ke belakang dengan cukup jauh untuk beristirahat sebentar dan menyembuhkan luka di wajah nya dulu. Susanoo melihat ke arah kedua Dewi di depan nya ini.

''Kalian ternyata tidaklah lemah'' kata Susanoo memuji kedua Dewi di depan nya ini.

''Jangan meremehkan kami'' kata Freya.

''Jangan remehkan aku dengan para mortal itu'' kata Artemis dengan nada ego nya

Susanoo hanya tersenyum melihat mereka berdua. Luka di wajah nya sudah sembuh dan kemudian melihat ke arah kedua Dewi di depan nya lagi. Dia berpikir kalau dia tidak mungkin bisa mengalahkan mereka berdua akan tetapi...

''Tidak ada salah nya untuk mencoba'' kata Susanoo yang kemudian mengangkat pedang nya dan kemudian terlihat pedang nya memiliki elemen air.

Freya dan Artemis terlihat bingung dengan apa yang dia lakukan dengan menggunakan pedang nya itu. Susanoo hanya tersenyum melihat mereka berdua bingung.

''Kalian bingung? Baguslah karena tempat ini sebentar lagi hancur'' kata Susanoo

''Apa maksudm-Tunggu! Kau mau menghancurkan kota ini?!'' tanya Freya dengan kaget

''Memangnya kenapa? Ada masalah dengan itu?'' tanya Susanoo yang kemudian dengan cepat menebas pedangnya dan terlihat seperti tebasan air yang sangat besar sekali.

Artemis dan Freya kemudian menghindari tebasan itu akan tetapi bangunan di belakang mereka terlihat terbelah menjadi berkeping-keping dengan sangat cepat dan terlihat ada air bah yang sangat besar keluar dari atas langit.

''Hujan?'' Freya terlihat bingung

''Aku dengar dia adalah Dewa badai, jadi sepertinya dia mengontrol cuaca'' kata Artemis melihat Susanoo.

''Kalau begitu itu akan sangat berbahaya ke para penduduk disini'' kata Freya

''Tapi sepertinya pada penduduk sudah tidak ada lagi'' kata Artemis melihat di sekitar mereka dari atas rumah yang tinggi dan melihat kalau tidak ada lagi para penduduk yang terlihat.

Freya senang mendengarnya karena mereka tidak perlu memikirkan keselamatan para penduduk. Freya kemudian melihat ke arah Susanoo yang ada di gedung yang paling tinggi.

''Sepertinya ini pertarungan ini benar-benar akan sangat lama sekali'' kata Freya.

Terlihat di beberapa sisi kota terlihat ada banjir namun banjir itu tidak terlalu parah, hanya sebatas lutut kaki orang dewasa. Terlihat sekarang ada Zoro yang sedang berjalan dengan sangat kesal karena dia tadi merasakan ada angit yang sangat kuat dan sekarang dia malah terkena air yang begitu deras sekali

Zoro kemudian melihat ke atas bangunan dan melompat ke sana agar dia bisa berlari dengan cepat di atas bangunan itu. Zoro merasakan dengan Haki pengamatan nya kalau ada tiga orang yang sedang bertarung di depan nya. Zoro dengan cepat berlari ke depan untuk melihat siapa yang sedang bertarung.

Di sisi lain kota lagi terlihat ada Luffy dan Levanda yang terlihat kesulitan untuk berjalan karena banjir juga menerjang mereka. Luffy melihat kalau Levanda bisa terbang, dia kaget karena tidak tahu kalau dia bisa terbang

''Kau bisa terbang?!'' tanya Luffy dengan kaget

''Oh maaf, aku ini Succubus. Aku bisa terbang seperti Iblis'' kata Levanda memberitahu

Luffy terlihat cemberut karena dia juga berharap ingin memiliki sayap dan terbang sama seperti Levanda. Dia kemudian melenturkan tangan nya dan kemudian menarik dirinya ke atas bangunan.

''Sekarang apa yang akan kita lakukan?'' tanya Luffy

''Aku melihat kalau kita sudah menyelamatkan semua penduduk disini, dan aku tidak melihat ada penduduk lain nya'' kata Levanda yang terbang melihat pemandangan.

Levanda kemudian melihat kalau ada yang sedang bertarung di depan mereka di mana banjr itu berasal.

''Hey aku melihat ada yang sedang bertarung di sana'' kata Levanda

''Kalau begitu kita harus kesana'' kata Luffy yang kemudian berlari sambil lompat ke bangunan lain menuju ke tempat orang bertarung itu.

Levanda yang melihat Luffy yang langsung menuju ke sana kaget dan kemudian mengejar nya. Levanda berpikir kalau sepertinya mereka akan terkena masalah yang sangat serius sekali di depan sana melihat juga ada petir di tempat pertarungan itu.

Disisi lain terlihat ada kelompok Iblis muda yang sekarang sedang terbang menggunakan sayap mereka dan melihat kalau banjir sedang menerjang kota di Underworld. Mereka semua kaget bertanya-tanya dari mana air ini berasal. R

Rias melihat ke depan kalau air itu berasal dari bangunan yang tinggi di depan mereka. Rias juga berpikir kalau sepertinya ada pertarungan di sana.

''Hey sepertinya ada pertarungan di sana, apakah kita harus kesana?'' tanya Rias kepada para Iblis muda lain nya

''Aku rasa kita harus kesana, aku berpikir kalau disana kita bisa menemukan siapa yang membawa para monster di Underworld'' kata Sona dengan penasaran juga.

''Kalau begitu kita harus kesana'' kata Ravel juga

Mereka kemudian terbang ke tempat pertarungan itu juga.

DI PERTEMPURAN ITU

Terlihat sekarang Freya dan Artemis masih melawan Susanoo walaupun mereka sudah dari tadi melawan Susanoo, tapi mereka sama sekali tidak lelah karena mereka adalah makhluk yang lebih kuat dari makhluk mortal.

Artemis masih melihat Susanoo yang masih di atas langit sambil melihat mereka berdua di bawah. Artemis benar-benar tidak tahu bagaimana cara untuk mengalahkan Dewa lain, dia mungkin bisa mengalahkan para monster karena hanya menembakan anak panah kepada mereka namun, dia tidak pernah berkelahi bersama Dewa lain

''Dia sangat kuat, apa yang harus kita lakukan?'' tanya Artemis

''Aku akan mengalihkan perhatian nya, kau mencoba untuk menyerangnya. Semoga saja dia masih bisa terluka dengan parah'' kata Freya yang kemudian menyiapkan perisai nya untuk menyerang Susanoo.

Suanoo yang melihat Freya yang kemudian ingin menyerang nya kemudian mencoba melihat bagaimana cara dia menyerang dirinya. Susanoo melihat kalau Freya menyerang dengan lurus ke depan dengan menggunakan perisai nya. Suasanoo kemudian menghindari serangan itu dengan menghindari ke samping.

Susanoo kaget karena ternyata Freya memegang pedang di belakangnya, dia kemudian mencoba untuk menebas Susanoo namun Susanoo dengan mudah menangkis serangan Susanoo dengan menggunakan pedangnya akan tetapi dia kaget saat Freya melempar perisai nya ke atas dan kemudian dia menendang Susanoo, Susanoo masih saja menangkis serangan Freya yang kali ini menggunakan tangan nya.

''Kau cukup pintar juga'' kata Susanoo.

Freya hanya tersenyum melihat Susanoo memujinya. Susanoo kemudian kaget melihat kalau perisai yang dia tarjatuh dan kemudian Freya kemudian memegang perisai itu dengan memukul Susanoo dengan menggunakan perisai nya.

Susanoo mencoba untuk menahan serangan nya akan tetapi sepertinya perisai Freya ternyata memiliki kekuatan pendorong yang kuat dan kemudian Susanoo terlempar ke belakang dengan sangat cepat sekali.

Freya mendarat dengan sangat mudah ke bawah namun dia tidak tahu kalau ternyata Susanoo melempar pedang nya ke atas dan kemudian menuju ke bawah tepat di atas Freya. Freya kaget dan kemudian mencoba untuk menangkis serangan itu akan tetapi sepertinya pedang itu memiliki elemen alam yang sangat kuat sekali. Freya terlihat terjatuh dari bangunan yang tinggi itu dan kemudian menabrak tanah dengan sangat keras sekali.

Namun terlihat kalau Freya baik-baik saja, dia terlihat bangun dengan rasa sakit namun tidak terlalu parah. Dia kemudian melihat ke atas melihat kalau Susanoo tersenyum ke bawah melihat nya

''Kau ternyata sangat licik sekali'' kata Freya melihat Susanoo.

''Kau pikir hanya kau yang memiliki sifat licik sebagai seorang makhluk atas'' kata Susanoo.

Freya hanya tersenyum mendengar perkataan Susanoo. Susanoo kemudian menyadari kalau masih ada Artemis bersama nya di atas bersama dirinya. Susanoo kemudian merasakan serangan di belakangnya yaitu serangan anak panah yang sangat banyak sekali. Terlihat ada ribuan anak panah menyerang terus punggung nya dan kemudian dia terjatuh ke bawah dengan sangat keras akan tetapi masih ada banyak anak panah menyerangnya walaupun dia sudah ada di tanah.

Banyak bangunan yang hancur di tempat Susanoo terjatuh, dan terlihat ada banyak sekali anak panah yang sangat banyak di tempat itu. Freya berpikir kalau sepertinya si Dewi perawan itu berhasil melakukan serangan kuat yang bisa membuat Susanoo terluka parah ataupun langsung mati.

''Kau lihat, begitu caranya melakukan serangan'' kata Artemis yang melompat ke bawah dengan tanpa ada masalah sama sekali.

''Aku akui, kau memang hebat dalam menggunakan panah'' kata Freya memuji Artemis

''Kau juga tidak terlalu buruk menggunakan pedang dan perisai'' kata Artemis membalas pujian Freya

Freya hanya tersenyum. Tubuh nya kemudian sembuh sendiri, walaupun kekutan penyembuh Dewa dan Dewi tidak secepat Iblis clan Phenex, tetap saja mereka memiliki kekuatan regenerasi yang cepat dari rata-rata Manusia.

''Tapi ini belum berakhir'' kata Freya yang kemudian melihat ke arah Susanoo berada

Terlihat dia terluka cukup parah karena serangan dari Artemis yang sangat kuat sekali sehingga menghancurkan beberapa gedung dan rumah hancur berantakan. Susanoo mencoba untuk berfokus menyembuhkan tubuh nya dengan kekuatan Dewa nya, tentu saja Susanoo memiliki kekuatan regenerasi.

''Kalian benar-benar Dewi yang sangat menyebalkan'' kata Susanoo yang terlihat wajah nya terluka namun terlihat mulai sembuh.

Freya dan Artemis hanya sedang bersiap-siap lagi untuk melawan Susanoo yang sepertinya sudah sedang bersiap-siap untuk mengalahkan mereka berdua. Susanoo menatap ke arah kedau Dewi itu dengan tatapan datar namun ada rasa kesal nya

''Jadi apakah kau sudah menyerah?'' tanya Freya yang sudah bersiap-siap dengan pedang dan juga perisai nya berpikir kalau sepertinya Susanoo masih belum selesai bertarung dengan mereka berdua.

Kemudian tiba-tiba saja muncul lubang teleport lagi. Susanoo terlihat hanya mendesah karena tahu siapa yang akan datang. Terlihat ada 3 orang yang keluar dari lubang dimensi itu, ada 2 orang wanita yang tiba-tiba saja keluar dari lubang dimensi itu.

''Sepertinya si Dewa badai itu mengalami masalah'' kata salah satu wanita

''Sudah kuduga, dia sama sekali tidak bisa di handalkan'' kata wanita satu lagi

Susanoo hanya terlihat kesal namun dia menahan wajah kesal nya dan kemudian melihat ke kedua wanita yang menghina nya.

''Sedang apa kalian disini, Tiamat, Xeperia?'' tanya Susanoo melihat mereka

''Aku hanya berpikir kalau kau akan mengalamu kesulitan dan ternyata aku benar'' kata Tiamat mengejek Susanoo.

''Diamlah. Mantan Dewi sepertinya tidak berhak mengejek ku'' kata Susanoo

Tiamat hanya tersenyum melihat Susanoo kesal. Xeperia melihat ke arah Freya dan Artemis yang sepertinya melihat berdua seperti sedang bersiap-siap akan di serang.

''Tentu saja dia kesulitan, dia melawan dua Dewi. Yang satu adalah pemimpin Huntress dan yang satu lagi pemimpin Valkyrie'' kata Xeperia melihat kedua Dewi itu.

Tiamat hanya tersenyum melihat mereka berdua karena sepertinya mereka akan menjadi lawan yang sangat kuat sekali. Xeperia dan Tiamat kemudian berjalan ke arah Susanoo

''Sebaiknya kau istirahat saja, kau sepertinya butuh istirahat walaupun kau seorang Dewa'' kata Xeperia melihat Susanoo

''Sudahlah, jangan pikirkan dia. Yang kita harus pikirkan sekarang adalah bagaimana cara untuk mengalahkan kedua wanita di depan kita ini'' kata Tiamat melihat ke arah Freya dan juga Artemis.

''Aku tahu itu, dan karena itu aku sudah bersiap-siap'' kata Xeperia yang kemudian mengeluarkan sebuah sihir di sekliling mereka

Freya kaget melihat nya karena di tahu sihir itu. Ternyata dia sepertinya menggunakan sihir pelindung untuk melindungi mereka dari serangan sihir. Walaupun sihir pelindung itu hanya bisa melindungi mereka dari sihir kecil tapi tetap saja itu akan sangat menganggu.

''Mereka menggunakan sihir pelindung'' kata Freya memberitahu

''Itu sama sekali tidak masalah bagiku, aku hanya perlu mengontrol anak panah ku ke tempat yang tidak bisa di lindungi oleh pelindung mereka'' kata Artemis sambil terlihat mengeluarkan beberapa anak panah.

''Jangan gegabah, mereka tidak akan sebodoh itu. Pasti mereka memiliki rencana untuk itu'' kata Freya memberitahu

Freya kemudian terlihat mengangkat pedang nya dan kemudian terlihat memberinya kekuatan sihir. Artemis terlihat kagum dengan Freya yang sepertinya bisa memberi kekuatan kepada benda lain.

''Pedang ini bisa memotong sihir pelindung itu dengan mudah akan tetapi sepertinya itu bukanlah sihir pelindung biasa'' kata Freya.

''Aku juga berpikiran seperti itu, mereka pasti memiliki anggota yang memiliki kekuatan yang unik-unik'' kata Artemis.

Mereka terlihat menatap lawan mereka satu sama lain. Tak lama kemudian muncul seseorang lagi dari lubang teleport lagi. Terlihat ada wanita yang sepertinya berumur tiga puluhan, dia memakai sebuah pakaian selendang putih dan terlihat memakai mahkota terbuat dari tanaman.

''Sedang apa kau disini, nenek tua?'' tanya Susanoo melihat wanita itu.

''Kau kejam sekali mengatakan aku nenek tua, aku masih terlihat muda'' kata wanita itu yang kemudian melihat ke arah Artemis dan Freya

''Cih jadi dia bersama mereka'' kata Artemis mengetahui wanita itu

''Apakah kau tahu wanita itu? Siapa dia?'' tanya Freya.

''Dia adalah Gaia. Sang Titan'' kata Artemis

Freya kaget mendengar kalau Gaia adalah seorang Titan. Di mitologinya juga memiliki ras Titan yang tentu saja sangat kuat dari para Dewa.

''Sial, mereka ternyata memiliki rekan yang sangat kuat'' kata Freya dengan kesal melihat mereka semua.

Tak lama kemudian muncul lah seorang pria dari belakang Freya dan Artemis. Kedua Dewi itu melihat ke belakang dengan sangat cepat berpikir kalau itu adalah musuh akan tetapi sepertinya hanyalah seorang pria biasa

''Sial, Aku tidak tahu kalau disini ada banyak sekali pepohonan'' kata pria itu dengan kesal

Pria itu kemudian melihat kedua wanita di depan nya ini.

''Siapa kalian?'' tanya pria itu

''Justru kami yang bertanya seperti itu!'' kata kedua wanita itu yang terkejut karena kedatangan pria itu.

''Kalian ini kenapa?'' tanya Zoro

''Kau tiba-tiba saja datang di belakang kamu, tentu saja kami sangat kaget!" teriak Freya melihat ke arah pria itu

''Siapa kau ini?'' tanya Artemis melihat pria di belakang nya ini.

''Aku Zoro'' kata Zoro dengan santai memperkenalkan dirinya.

''Dan sedang apa kau kesini? Apakah kau tidak mau evakuasi ke tempat aman?'' tanya Artemis

''Tidak, aku ingin menghabisi para monster yang ada di selatan kota ini'' kata Zoro dengan nada santai

''Selatan? Ini utara'' kata Freya memberitahu

Zoro hanya terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia hanya berpikir kalau dia melalui jalan yang benar menuju ke arah selatan akan tetapi sepertinya di malah sampai di utara.

''Jangan bilang kalau kau tersesat'' Artemis melihat ke arah Zoro dengan heran.

''Tidak, tentu saja aku tid-''

Bomm!

Tiba-tiba lagi ada sesuatu yang jatuh dari atas Zoro. Kedua Dewi itu kaget lagi melihat nya dan berpikir kalau sekarang adalah musuh.

''Hahahahahahaha akhirnya aku sampai'' kata seorang laki-laki muda sambil tertawa

Dia memakai topi jerami sehingga kita semua sudah tahu siapa pria itu. Ya pria itu adalah Luffy sangat kapten bajak laut topi jerami. Luffy tertawa dan kemudian melihat di depan nya, dia melihat banyak sekali orang-orang

''Hmmmmmmmmmmmmmm'' Luffy terlihat bingung

Luffy juga merasakan kalau dia sedang menginjak sesuatu.

''Hmmmmm kalian ini siapa?'' tanya Luffy dengan polos

''Justru kami yang bertanya seperti itu?!'' teriak Freya dan Artemis secara bersamaan

BERSAMBUNG


Akhir bab

Maaf kalau updatenya lama. Karena masalah datang lagi ke saya~. dan kalian tahu kalau aku sangat tidak suka masalah -_-

Kalau kalian berpikir tentang Fanfic lain nya, aku mungkin bisa mengupdate mereka lebih cepat. Akan saya usahakan.

Di bab ini terjadi kerusuhan di Underworld dan akhirnya kalian tahu siapa pelaku kerusuhan itu. Luffy dan Zoro akan bertarung di bab berikutnya namun akan ada musuh tambahan lagi.

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review dan kalau kalian masih memiliki pertanyaan, kalian bisa Review.

Sampai jumpa di bab berikutnya

Salam Author