Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


ADA TAMU DI RUMAH KELUARGA GREMORY

DI DUNIA MANUSIA

Di rumah Ayano terlihat ada beberapa orang yang sedang sarapan di pagi hari. Ayano sedang sarapan dengan penghuni rumah lain nya, dia bingung karena ternyata wanita bernama Ama itu masih ada disini, padahal dia mengatakan kalau dia hanya menginap sementara

''Jadi, kemana kau akan pergi, Ama?'' tanya Ayano.

''Aku tidak tahu, aku tidak tahu pasti akan pergi kemana'' kata Amaterasu.

''Lalu kenapa kau ke sini?'' tanya Reynare dengan heran.

''Karena aku baru pindah kesini'' jawab Amaterasu

Ayano hanya mengangguk kecuali Eveline dan yang lain nya. Eveline terlihat hanya berhati-hati dengan Dewi di depan mereka ini karena mereka adalah makhluk yang mengusir mereka dari tanah mereka sendiri.

Soniy hanya mencoba untuk makan dengan tenang tanpa menatap mata Amaterasu yang terlihat menatap salah satu dari mereka. Lily hanya heran melihat wanita itu karena dia tiba-tiba saja ada di dalam rumah ini. Ayano mengatakan kalau dia adalah orang yang tersesat di kota dan menginap disini.

Ketiga Malaikat Jatuh hanya mencoba makan dengan tenang sama seperti Soniy. Eveline kemudian melihat ke arah Amaterasu berpikir apakah dia akan membuat masalah di pagi hari ini.

''Aku mungkin bisa membantumu mencari tempat tinggal'' kata Eveline mencoba untuk ramah.

''Oh kau baik sekali'' kata Amaterasu dengan tersenyum ramah namun terlihat merasa kesal

Eveline juga tersenyum namun terlihat merasa kesal. Mereka berdua hanya menatap satu sama lain dengan tersenyum namun sebenarnya mereka terlihat saling mengejek. Ayano hanya heran melihat mereka berdua seperti itu.

''Apakah kalian berdua baik-baik saja?'' tanya Ayano dengan heran.

''Ya kami baik-baik saja'' kata Eveline.

Ayano merasa kalau mereka berdua tidak baik-baik saja sama sekali. Ayano kemudian melihat kalau mereka semua sudah menyelesaikan sarapan mereka, Ayano mengambil piring dan kemudian mencuci nya sedangkan Eveline dan yang lain nya masih duduk satu sama lain.

''Aku penasaran kapan Luffy dan yang lain nya pulang'' kata Ayano dengan mencuci piring

Amaterasu heran mendengarnya sedangkan Eveline dan yang lain nya terlihat kaget mendengar perkataan dari Ayano tadi. Mereka terlihat berkeringat dengan sangat banyak sekali di wajah mereka.

''Apakah masih ada penghuni di rumah ini?'' tanya Amaterasu.

''Yup benar sekali, kami masih memiliki penghuni di rumah ini'' kata Ayano

Eveline dan yang lain nya terlihat berkeringat dengan sangat banyak di wajah mereka semua. Amaterasu kemudian berbalik untuk melihat ke arah Eveline dan yang lain nya yang sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu, Amaterasu kemudian tersenyum jahat melihat mereka

''Bolehkah aku bertemu dengan mereka?'' tanya Amaterasu dengan wajah imutnya

''Ya kau boleh tapi mereka sedang pergi. Mungkin mereka akan kembali besok'' kata Ayano dengan blak-blakan.

''Ayano, kenapa kau mengatakan hal yang bisa membunuh kita semua'' pikir Eveline dan yang lain nya

Ayano kemudian selesai membersihkan piring dan juga gelas. Dia kemudian memutuskan untuk segera pergi ke sekolah karena dia melihat kalau sepertinya dia sudah terlambat ke sekolah. Ayano melihat ke jam dinding menunjukan kalau masih terlalu pagi sehingga dia lega

''Aku akan pergi ke sekolah, kalian tolong jaga rumah'' kata Ayano yang kemudian berjalan menaiki tangga menuju ke kamar nya di lantai dua.

Eveline dan yang lain nya terlihat mengangguk mengerti. Amaterasu menatap ke arah mereka semua dengan tatapan tajam karena sepertinya mereka sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.

Eveline dan yang lain nya terlihat tidak menatap balik Amaterasu karena mereka tidak mau terlihat mencurigakan walaupun mereka sekarang sangat mencurigakan. Amaterasu menatap mereka dengan cukup lama melihat apakah wajah mereka sedang menyembunyikan sesuatu kepada nya.

''Jadi kalian sedang menyembunyikan sesuatu? Baiklah kalau kalian tidak mau memberitahu nya, aku akan mencari tahu apa itu'' kata Amaterasu dengan tersenyum percaya diri.

Eveline benar-benar merasa terganggu dengan sifat Dewi di depan nya ini. Dia mungkin saja melawan nya dan mungkin saja menang namun itu akan sangat memiliki resiko. Eveline hanya terdiam sambil melihat ke samping jendela barharap kalau Luffy dan Lulu tidak terlalu cepat pulang nya.

Soniy kemudian berdiri. Amaterasu kaget melihat Soniy tiba-tiba saja berdiri

''Kau mau kemana?'' tanya Amaterasu

''Aku mau belanja, kita kehabisan bahan makanan'' kata Soniy

Amaterasu menatap ke arah Soniy dengan tatapan tajam, Soniy hanya terlihat gemetaran karena dia di tatap tajam seperti itu. Dia juga pernah di tatap tajam sepert itu oleh para sudarinya yang lain nya sehingga membuat nya benar-benar trauma.

''Baiklah, kau boleh pergi'' kata Amaterasu mengizinkan

Soniy kemudian terlihat lega karena Amaterasu mengizinkan nya untuk berbelanja. Reynare dan kedua malaikat jatuh lain nya terlihat kesal karena tiba-tiba saja Amaterasu terlihat menjadi tuan rumah disini

''Hey, kenapa kau sekarang terlihat seperti tuan rumah disini?'' tanya Reynare dengan protes

''Apakah itu masalah?'' tanya Amaterasu dengan tatapan tajam

''Ya itu sangat masalah'' kata Reynare membalas tatapan tajam Amaterasu

Eveline mendesah melihat mereka berdua sepertinya akan bertarung, dia kemudian berdiri untuk segera memisahkan mereka sebelum pertarungan yang akan memakan korban jiwa.

''Hey kalian berdua, hentikan itu'' kata Eveline dengan mencoba untuk meringankan keadaan

Mereka berdua masih menatap tajam satu sama lain. Amaterasu kemudian terlihat mengalah karena merasa kalau percuma melakukan pertarungan disini sehingga bisa membuat korban jiwa manusia.

Kalawarner dan Mittelt dari tadi hanya bersiap-siap kalau Amaterasu benar-benar akan melawan Reynare. Mereka tentu saja tidak akan tinggal diam, Soniy hanya terlihat tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena dia tidak memiliki pengalaman untuk bertarung.

Ayano kemudian terlihat turun ke lantai bawah dengan menggunakan seragam sekolah nya. Dia melihat kalau sepertinya ada masalah di meja makan saat mereka sarapan tadi. Ayano melihat kalau Reynare, Kalawarner dan Mittelt menatap ke arah Amaterasu dengan tatapan tajam dan juga sebaliknya terlihat Amaterasu membalas tatapan mereka.

''Ada apa ini?'' tanya Ayano.

Mereka semua kaget melihat kalau Ayano sudah selesai memakai seragam sekolah nya. Reynare dan kedua malaikat jatuh lain nya terlihat menenangkan diri mereka.

''Tidak ada apa-apa'' jawab Eveline

Ayano kemudian melihat ke arah Amaterasu yang sepertinya sedang marah namun sekarang dia terlihat mulai tenang dan kemudian duduk kembali di kursinya. Ayano hanya bingung melihat mereka semua yang tadi nya menatap tajam satu sama lain sekarang malah terlihat bersantai seperti tidak terjadi sesuatu.

''Baiklah, kalau begitu aku pergi. Ama, aku berharap kalau kau senang disini'' kata Ayano

Amaterasu tersenyum ke arah Ayano membuatnya berpikir kalau dia sudah senang tinggal disini walaupun sebenarnya tidak. Ayano kemudian pergi meninggalkan Amaterasu dengan yang lain nya di rumah

''Dengar, aku tidak mau membuat masalah, kau juga pasti mengerti kan?'' tanya Eveline mencoba untuk damai

''Aku mengerti tapi jangan pernah ganggu aku'' kata Amaterasu menatap mereka semua

''Baiklah, itu tidak masalah namun jangan melakukan sesuatu yang mencurigakan di depan Ayano atau kita semua akan terkena masalah'' kata Eveline

Amaterasu hanya terlihat mengangguk mengerti dengan cemberut karena tiba-tiba saja Eveline seperti mengancam nya. Eveline kemudian melihat ke arah Lily yang telah selesai memakan sarapan nya, dia dari tadi terlihat dia saja seperti tidak mau terlibat dalam hal ini

''Semoga saja tidak terjadi apa-apa di masa depan'' pikir Eveline

DI UNDERWORLD-RUMAH KELUARGA GREMORY

''Ap-ap-ap-apa-apa-apa-APA YANG SEBENARNYA TERJADI, LUFFY?!''

Terlihat kalau Sanji sedang memegang kerah baju Luffy yang mengangkat nya ke atas. Terlihat di wajah Sanji ada kemarahan dan juga kesedihan karena sesuatu. Luffy hanya tertawa melihat teman nya itu marah kepada nya dengan tiba-tiba saja.

Zoro terlihat hanya menikmati kejadian ini melihat Sanji seperti sedang tersiksa kalau Luffy ternyata sudah memiliki seorang putri. Rias dan yang lain nya hanya kaget karena sepertinya mereka sudah saling mengenal satu sama lain

''Kau mengenalnya?'' tanya Rias kepada Luffy

''Yup, dia ini koki di kapal ku'' jawab Luffy dengan jujur

Rias dan para peerage nya kaget karena ada satu lagi anggota Luffy. Sanji kemudian melihat ke Rias dan para peerage wanita nya, dia kemudian melepas Luffy dan kemudian menuju ke arah Rias dan para peerage wanita nya. Sanji kemudian memegang tangan Rias dan kemudian mencium nya

''Salam nona muda, apakah ada yang bisa aku bantu?'' Sanji terlihat sangat sopan sekali terhadap Rias

Rias hanya terlihat tersenyum kaku melihat Sanji yang tiba-tiba saja mencium tangan nya dan kemudian terlihat dia seperti seorang pria yang sopan terhadap wanita. Sanji kemudian mencium tangan Akeno juga, Akeno hanya terlihat tersenyum tidak terganggu sama sekali.

Sanji kemudian melihat ke arah Asia, Asia hanya tersenyum sama seperti Rias yaitu tersenyum kaku tidak tahu apa yang harus di katakan. Sanji melihat ke arah Koneko, dia kemudian menyadari kalau ternyata Koneko benar-benar sangat manis seperti anak kucing berwarna putih, Sanji dengan wajah love-love kemudian menuju ke arah Koneko.

Koneko yang melihat nya kemudian menendang Sanji tepat di wajah nya sehingga membuat Sanji terpental ke samping dengan sangat cepat dan kemudian menabrak dinding. Kepala Sanji tertanam di tembok.

Luffy tertawa melihat Koneko menendang Sanji, Zoro hanya tersenyum dengan merasa bahagia melihat Sanji seperti itu. Rias dan peerage lain nya hanya sweatdrop melihat Sanji yang sepertinya sangat berlebihan sopan terhadap wanita di tambah Koneko masih di bilang kecil

''Hahahahaha'' tawa Lulu juga melihat Sanji

Sanji kemudian membebaskan kepala nya dari tembok namun dia merasa tidak marah sama sekali, dia terlihat sangat bahagia saat Koneko menendang nya. Rias dan peerage nya tambah sweatdrop lagi

Grayfia mendesah pasrah melihat Sanji seperti itu, dia sudah merasakan hal yang sama kepada Rias dan yang lain nya namun dia menghormati kalau Sanji benar-benar sangat menghormati seorang wanita.

''Oka-sama, apakah anda baik-baik saja?'' tanya Grayfia

Venelana hanya terlihat heran mendengar pertanyaan dari Grayfia.

''Apa maksudmu, Grayfia?'' tanya Venelana.

''Apakah anda baik-baik saja? Apakah pria itu melukai anda?'' tanya Grayfia melihat Sanji

''Tenang saja Grayfia, Sanji-san adalah pria yang baik'' kata Venelana.

Grayfia hanya mendesah, dia sudah mengetahui sifat Sanji namun dia benar-benar merasa khawatir kalau Sanji melakukan sesuatu yang aneh di rumah keluarga Gremory ini.

''Kenapa kau bisa disini, Sanji?'' tanya Luffy

Sanji kemudian melihat ke arah Luffy dan kemudian berdiri.

''Aku tidak tahu, aku hanya tiba-tiba saja ada di dunia ini. Aku mencari kalian entah kemana saja akan tetapi saja kalian tidak bisa aku temukan'' kata Sanji yang kemudian mengambil rokok nya

''Sanji-san, sudahkah aku bilang kalau tidak boleh merokok di rumah ini'' kata Venelana sambil menatap Sanji dengan tatapan tajam namun dia terlihat masih tersenyum yaitu tersenyum kematian

Sanji kemudian menyimpan kembali rokok nya, dia kemudian tersenyum dengan kaku ke arah Venelana.

''Maaf madam, aku lupa itu'' kata Sanji dengan tersenyum kaku.

Sanji kemudian melihat ke arah Luffy dan Zoro lagi. Dia benar-benar senang melihat mereka berdua lagi walaupun dia terlihat kesal melihat ke arah Zoro.

''Jadi, Luffy. Bisakah kau jelaskan, apakah dia benar-benar putri mu?'' tanya Sanji menunjuk Lulu.

''Yup, dia putriku. Aku juga pertama kali kaget mendengarnya namun dia benar-benar putriku'' kata Luffy dengan polos tidak terlalu mengerti dengan perkataan nya.

Sanji kemudian menenangkan dirinya walaupun dia benar-benar sekali merasa cemburu karena ternyata Luffy sudah memiliki seorang putri, di tambah putri Luffy benar-benar sangat imut sekali. Lulu hanya memiringkan kepala nya dengan manis melihat kalau Sanji sedang melihatnya, Sanji melihat dia memiliki rambut berwarna putih bersih, dia memiliki mata berwarna hitam namun ada sedikit warna ungu

''Dia imut'' kata Sanji melihat Lulu

''Jangan bilang kalau kau sekarang menyukai anak kecil?'' tanya Zoro

''Tentu saja tidak, marimo'' kata Sanji dengan kesal.

Zoro terlihat kesal saat Sanji memanggilnya marimo. Sanji kemudian menuju ke arah Lulu yang sekarang masih memakan cemilan di atas meja

''Jadi, apakah kau benar putri kapten ku yang bodoh itu?" tanya Sanji

"Benar sekali, mamaku yang mengatakan seperti itu" kata Lulu dengan tersenyum lebar.

"Mamamu? Bisakah kau menjelaskan seperti apa ibumu?" pinta Sanji dengan penasaran

"Baiklah. Mamaku adalah wanita yang hebat, dia seperti ku yaitu memiliki rambut putih, dia memiliki mata ungu dan dia memiliki tubuh seksi" kata Lulu

Rias dan peerage nya kaget mendengar perkataan Lulu. Mereka tidak tahu kalau Lulu ternyata memiliki pemikiran dewasa, Venelana juga terlihat kaget mendengar perkataan dari Lulu.

"Lulu-chan memiliki sifat kedewasaan yang seharusnya dia belum mengetahui itu" kata Venelana.

"Apa yang anda harapkan, ibu nya adalah Succubus. Pasti ibunya mengajarkan sesuatu hal yang seksual" kata Grayfia.

Venelana hanya terdiam melihat Lulu. Dia tidak bisa menyalahkan ibu nya Lulu karena hal ini, lagian hal seksual juga diperlukan.

Sanji yang mendengar penjelasan Lulu terlihat merasa senang dan penasaran.

"Aku tidak sabar untuk melihat ibu mu" kata Sanji dengan semangat

Rias dan para peerage nya terlihat kaget melihat Sanji yang malah semangat ingin bertemu dengan ibu nya Lulu. Sanji kemudian melihat ke arah Luffy.

"Luffy. Kau harus menjaga Lulu-chan" kata Sanji dengan serius

Luffy terlihat hanya tersenyum saja mendengar perkataan Sanji. Dari dulu dia selalu melindungi Lulu dari bahaya yang datang menuju nya.

"Kau mengerti. Luffy?" tanya Sanji.

"Aku mengerti, Sanji" jawab Luffy.

Sanji hanya mendesah mendengarnya, dia tahu kalau kaptennya ini sama sekali tidak mengerti menjaga seorang anak namun dua cukup yakin kalau Luffy bisa menjaga Lulu dengan benar.

"Oy koki mesum, apakah kau tahu dimana yang lain nya?" tanya Zoro

Sanji mengerti dengan maksud Zoro yaitu tentang teman-teman bajak laut mereka yang lain nya. Sanji kemudian melihat ke arah Luffy dan Zoro.

"Maaf, aku sama sekali tidak tahu dimana yang lain nya. Yang aku tahu kalau aku hanya terlempar disini" jawab Sanji.

Luffy dan Zoro hanya mendesah pasrah mendengar jawaban Sanji. Mereka benar-benar khawatir dengan yang lainnya. Luffy kemudian melihat ke arah Zoro dan Sanji

"Aku yakin kalau mereka akan baik-baik saja" kata Luffy dengan percaya diri.

Zoro dan Sanji hanya tersenyum mendengar perkataan kapten mereka itu. Mereka sangat percaya dengan perkataan dari kapten mereka karena perkataan nya selalu benar. Sanji kemudian melihat ke arah Rias dan yang lain nya

"Baiklah. Kalian semua boleh duduk, aku akan membuat makanan, bukankah kalian lapar setelah bertarung?" tanya Sanji sambil bersiap-siap untuk memasak makan.

Luffy dan Lulu terlihat senang mendengarnya. Semua orang kemudian duduk di tempat mereka masing-masing, Rias duduk di samping kanan Luffy sedangkan Akeno duduk di samping kiri Luffy, Zoro hanya mendesah melihat mereka berdua melihat mereka berdua yang selalu saja dekat dengan Luffy. Lulu kemudian terlihat duduk di pangkuan Luffy sehingga membuat semua orang kaget.

Zoro kemudian menyadari kalau si samping nya ternyata ada Xenovia, Xenovia terlihat sangat senang duduk di samping Zoro. Zoro terlihat kesal melihat Xenovia di sampingnya karena dia berpikir kalau Xenovia pasti melakukan sesuatu yang aneh. Sanji heran melihat Luffy dan Zoro memiliki hubungan dengan para wanita.

"Mereka sepertinya memiliki hubungan" pikir Sanji

Sanji kemudian menuju ke dapur. Semua orang terlihat sedang menunggu makanan yang sedang Sanji masak. Grayfia kemudian menyadari kalau ada beberapa orang yang sedang menuju kesini, Luffy dan Zoro juga merasakan nya. Grayfia, Luffy dan Zoro terlihat sedang bersiap-siap di depan pintu kalau mereka adalah musuh.

Tak lama kemudian pintu pun terbuka sehingga membuat semua orang kaget. Rias dan para peerage nya sedang bersiap kalau itu adalah musuh, Grayfia terlihat melindungi Venelana jika terjadi sesuatu

"Aku bertanya-tanya ada dimana para penjaga?"

"Mereka lengah"

"Apakah dia berada disini?"

Terlihat kalau ada beberapa wanita di depan pintu. Luffy dan Zoro terlihat melihat mengenal para wanita itu. Terlihat kalau yang datang adalah Freya, Artemis, Levanda dan dua wanita yang asing bagi Luffy dan Zoro namun Lulu mengenal salah satu wanita itu.

"Halo, Lulu-chan" kata salah satu wanita itu.

Lulu terlihat kaget melihat wanita itu, dia juga terlihat ketakutan.

"Ibu, jangan membuat masalah lagi" kata Levanda melihat ibu nya.

"Tenang saja, aku tidak akan membuat masalah" kata Leoni

Grayfia dan Venelana tahu siapa mereka semua.

"Ara sepertinya kita memiliki tamu yang unik hari ini" kata Venelana dengan tersenyum

"Dua Dewi dan Ketiga wanita dari keluarga EV'Aline. Bisakah aku bertanya kenapa kalian disini?" tanya Grayfia dengan sopan.

"Kami hanya bertamu, jadi jangan khawatir" kata Freya dengan tersenyum

Grayfia terlihat lega kalau mereka ternyata hanya bertamu namun terlihat kalau dia tahu tidak lengah. Dia harus terus berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

"Kalau begitu silahkan duduk. Grayfia, bisakah kau membuatkan teh untuk mereka semua?" pinta Venelana.

"Baiklah oka-sama, aku akan membuatkan teh" kata Grayfia.

Grayfia kemudian menuju ke dapur untuk membuat teh untuk kedua Dewi dan para keluarga EV'Aline. Mereka semua kemudian mengambil tempat duduk mereka, Leoni terlihat duduk di depan Luffy di sampingnya ada putrinya yaitu Levanda sedangkan di sampingnya lagi ada wanita yang sepertinya lebih tua. Venelana melihat wanita itu

"Natalia EV'Aline, bagaimana dengan keluarga mu, apakah baik-baik saja?" tanya Venelana mencoba untuk akrab.

"Seperti biasa, kami baik-baik saja" kata Natalia

"Benarkah" kata Venelana tersenyum ke arah Natalia

"Apa maksudmu?" tanya Natalia

"Aku tahu kalau kau memiliki keluarga yang banyak akan tetapi karena keserakahan, keluarga kalian hancur" kata Venelana

Natalia dan Leoni terlihat kaget sedikit mendengarnya. Levanda heran mendengarnya karena tidak tahu sejarah keluarga nya. Venelana hanya tersenyum melihat kalau perkataan nya sepertinya benar, Rias dan yang lain nya terlihat hanya heran dengan perkataan ibu nya Rias.

"Wah. Nyonya Gremory ternyata tahu banyak" kata Leoni tersenyum melihat Venelana.

Venelana hanya tersenyum mendengar perkataan Leoni. Levanda hanya heran karena tidak mengerti sama sekali.

"Tapi tidak baik kalau membicarakan rahasia keluarga lain" kata Leoni kepada Venelana

Venelana hanya tersenyum mendengar perkataan Leoni lagi. Dia tahu kalau dia tidak boleh membicarakan aib keluarga lain namun dia sama sekali tidak suka dengan perebutan tahta keluarga EV'Aline. Luffy dan yang lain nya hanya terdiam tidak mengerti sama sekali.

"Maaf mengganggu tapi ada tamu lain disini" kata Artemis.

Venelana dan keluarga EV'Aline kemudian melihat ke arah Freya dan Artemis. Venelana tersenyum melihat kedua Dewi itu.

"Maaf aku melupakan kalian" kata Venelana.

Artemis dan Freya hanya tersenyum. Mereka Kedua Dewi itu pun melihat Luffy dan Zoro. Mereka ingat saat pertempuran tadi, mereka mengingat Luffy dan Zoro bertarung dengan hebat. Mereka sama sekali belum melihat sihi milik Luffy yang bisa memanjangkan lengan nya membuat mereka kagum

''Jadi, sihir macam apa itu?'' tanya Freya kepada Luffy

''Aku tidak memiliki sihir, aku memakan buah'' jawab Luffy dengan blak-blakan.

Zoro, Rias dan yang lain nya kaget mendengarnya, mereka tidak tahu kalau Luffy akan menjawab nya dengan cepat dan jujur. Venelana hanya terlihat tersenyum melihat Luffy yang begitu jujur.

Kedua Dewi dan para keluarga EV'Aline terlihat heran mendengar perkataan dari Luffy. Mereka semua penasaran dengan maskud nya, Rias terlihat panik mengetahui kalau mereka akan mengetahui identitas Luffy.

''Maksud Luffy adalah kalau dia mendapatkan sihir itu karena dia memakan buah yang mengandung sihir'' kata Rias mencoba untuk membuat alasan.

''Itu menarik, aku belum pernah mendengar buah seperti itu'' kata Freya dengan merasa tertari

Grayfia kemudian terlihat selesai membuat banyak sekali teh, dia kemudian menaruh semua teh itu kepada mereka semua dengan sopan. Grayfia kembali ada disisi Venelana. Mereka meminum teh mereka masing-masing.

''Jadi, kau adalah manusia? Itu menarik'' kata Leoni dengan tertarik

''Ya, aku dan Zoro adalah manusia tapi kami kuat'' kata Luffy dengan tersenyum

Natalia hanya terlihat menatap ke arah Luffy dengan tatapan tidak meyakinkan saat Luffy mengatakan kalau dia kuat. Leoni kemudian melihat ke arah Lulu dengan tatapan manis. Lulu terlihat berkeringat karena berpikir kalau sepertinya Leoni akan memeluk nya lagi

''Aku hanya mau mengatakan terima kasih sudah melindungi putri ku'' kata Leoni menatap ke arah Levanda

Levanda hanya terlihat malu mendengarnya karena dia malah di lindungi oleh laki-laki. Leoni hanya tersenyum melihat wajah putrinya itu memerah dengan sangat mekar, Natalia terlihat hanya terdiam saja mendengarkan mereka.

Venelana merasa kalau sepertinya ini cukup aneh kalau keluarga EV'Aline berterima kasih dengan cara sederhana seperti ini. Mereka pasti memiliki kemauan yang lain tentang ini.

''Sama-sama, itu tidak masalah'' kata Luffy dengan tersenyum

Leoni terlihat senang melihat senyum Luffy yang sangat lebar itu, dia sama sekali tidak malu memperlihatkan senyum nya itu kepada yang lain nya. Leoni kemudian melihat ke arah Levanda dan kemudian melihat ke arah Luffy lagi.

''Kalau begitu, apakah kau mau menikahi putri ku?'' tanya Leoni dengan blak-blakan

Mereka semua yang ada disitu hanya terlihat terdiam sementara mendengar nya akan tetapi kemudian terlihat mereka semua kaget dengan mata yang lebar sekali. Levanda kaget mendengar kalau ibu nya menjodohkan dirinya kepada Luffy, Zoro hanya terbelalak mata nya karena baru kali ini dia melihat kalau dia sedang di lamar.

Rias dan para wanita lain nya benar-benar kaget mendengarnya. Rias, Akeno dan Koneko terlihat tidak terima sama sekali kalau Luffy menikah dengan Levanda. Sanji yang ada di dapur yang sedang memasaka juga mendengarnya.

''Siapa yang menikah?'' tanya Sanji keluar dari dapur dan kemudian melihat mereka semua.

''Tunggu! Apa-apaan ini?!'' tanya Rias dengan tidak terima sama sekali

''Itu benar, kenapa tiba-tiba saja kau melamar Luffy?'' tanya Akeno juga tidak terima

Zoro hanya mendesah karena ini akan menjadi pertengkaran yang sangat rumit. Zoro berharap kalau dia sekarang sedang tidur dan membiarkan mereka berkelahi satu sama lain.

''Apakah ada masalah tentang itu? Apakah dia sudah menikah?'' tanya Leoni.

''Belum, aku belum menikah'' jawab Luffy dengan jujur.

''Baguslah'' kata Leoni dengan senang

''Tapi aku sudah memiliki seorang anak'' sambung Luffy

''Anak?'' Leoni, Natalia dan Levanda terlihat bingung.

Lulu kemudian berdiri dengan semangat dan kemudian melihat mereka bertiga

''Benar, aku adalah putri nya'' kata Lulu dengan semangat.

Kedua Dewi dan keluarga EV'Aline benar-benar sangat kaget melihatnya. Ternyata manusia di depan mereka ini sudah memiliki seorang anak namun mereka heran melihat ciri-ciri Lulu.

Mereka melihat kalau Lulu memiliki ciri-ciri yang sangat berbeda, dia berambut putih, memiliki mata ungu sama seperti keluarga EV'Aline, dan dia juga terlihat memiliki ekor di belakang nya.

''Tunggu, kau bukan manusia'' kata Artemis.

''Aku setengah Manusia dan Succubus'' jawab Lulu dengan jujur.

Mereka kemudian kaget mendengarnya. Natalia, Leoni dan Levanda hanya kaget karena dia setengah dari mereka. Ini benar-benar sangat unik jika di pikirkan. Leoni tersenyum mendengarnya.

''Oh, itu bagus'' kata Leoni dengan tersenyum

''Bisakah kau beri tahu siapa ibu mu?'' tanya Leoni

''Oh tentu saja aku tahu. Dia adalah Eveline EV'Aline'' kata Lulu dengan jujur.

Natalia dan Leoni itu kemudian kaget mendengarnya karena mengetahui siapa nama ibu Lulu. Mereka benar-benar kaget dan terlihat mencoba untuk menenangkan diri mereka, Levanda hanya heran melihat nenek dan ibu nya tiba-tiba saja kaget.

Leoni kemudian melihat ke arah Lulu lagi dengan senyuman sedangkan Natalia hanya menatap nya dengan tatapan tajam, dia juga melihat ke arah Luffy yang terlihat tidak sabar sekali memakan makanan.

''Oh begitu ya, jadi dia sudah memiliki seseorang. Tapi itu sudah terlambat'' kata Natalia dengan tersenyum

Lulu hanya bingung mendengar perkataan dari wanita di depan nya ini. Natalia kemudian melihat ke arah Lulu lagi

''Jadi, apa yang terjadi dengan ibu mu? Apakah dia sudah mati?'' tanya Natalia dengan tersenyum

Rias dan yang lain nya benar-benar merasa terganggu dengan perkataan dari Natalia tadi, Venelana dan Grayfia terlihat tidak suka saat mengatakan kalau ibu Lulu sudah mati. Itu sama sekali sangat kasar terhadap anak kecil.

Lulu terlihat tidak merasa marah atau pun kesal mendengar perkataan dari Natalia tadi, dia hanya tersenyum melihat Natalia.

''Tidak, dia masih hidup. Dia bahkan sudah menjadi seorang ratu'' kata Lulu memberitahu

Natalia dan Leoni hanya kaget mendengarnya, mereka tidak tahu kalau ternyata Eveline sudah menjadi ratu di wilayah yang jauh. Mereka berdua kemudian merasa tertarik dengan ini karena sepertinya Eveline sudah selangkah lebih maju dari mereka.

''Jadi dia sudah menjadi seorang ratu, itu menarik'' kata Leoni dengan tersenyum

Lulu hanya terlihat bangga melihat mereka berdua memuji ibu nya namun dia tidak tahu kalau sebenarnya mereka hanya berpura-pura memuji Eveline. Rias hanya merasa kalau mereka berdua memiliki sifat yang sangat dia tidak suka.

''Baiklah, itu bagus'' kata Natalia dengan wajah datar nya.

Artemis dan Freya hanya terdiam saja dari tadi. Mereka juga tertarik dengan keluarga ini yang sepertinya memiliki sejarah yang sangat panjang dan berantakan. Artemis kemudian merasakan kalau teh nya habis

''Bisakah aku meminta teh lagi'' pinta Artemis

Grayfia kemudian menuangkan ke gelas Artemis, Artemis hanya tersenyum berterima kasih kepada nya. Venelana kemudian merasa kan kalau kedua Dewi ini sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.

''Jadi, apakah kalian ingin menyampaikan sesuatu?'' tanya Venelana

''Tidak, kami hanya ingin bertamu disini dan hanya memberi pujian kepada kedua orang itu'' kata Freya melihat Luffy dan Zoro.

''Mungkin ayah ku itu akan mengundang kalian di Olympus setelah mendengar ini'' kata Artemis

Luffy dan Zoro terlihat heran mendengarnya.

''Apa itu Olympus?'' tanya Luffy

''Itu tempat para Dewa disana'' jawab Rias memberitahu Luffy

Luffy hanya mengangguk mengerti. Luffy dan Zoro tetap saja masih tidak percaya dengan nama nya Dewa, mereka berpikir kalau Dewa adalah ras yang sepertinya memiliki kekuatan superior dari para makhluk lain sehingga membuat manusia memuja mereka. Luffy dan Zoro tidak memuja mereka sedikit pun

''Apakah di sana ada makanan?'' tanya Luffy

''Tentu saja, disana banyak sekali makanan'' kata Artemis

Luffy terlihat sangat senang sekali dan Zoro tertarik dengan hal ini. Dia berpikir apakah mereka memiliki sake di sana

''Oh mungkin kalian juga bisa ke Asgard'' kata Freya.

''Apakah disana juga ada makanan?'' tanya Luffy lagi

''Tentu saja'' jawab Freya

Luffy benar-benar bingung sekarang karena dia sepertinya bisa mengunjungi dua tempat yang memiliki banyak makanan. Zoro terlihat merasa kalau dia harus ikut dengan Luffy karena di sana sepertinya ada minuman yang enak untuk nya.

Natalia, Leoni dan Levanda hanya melihat mereka dengan santai, mereka sepertinya tidak memiliki sifat licik, nafsu atau pun memiliki sifat jahat. Mereka melihat kalau laki-laki topi jerami itu memiliki sifat polos sedangkan laki-laki sebelah nya memiliki sifat yang sepertinya dingin.

''Jadi bagaimana, apakah kau mau menikah dengan putri ku?'' tanya Leoni

Levanda kemudian terlihat kaget lagi bersama Rias dan yang lain nya. Mereka benar-benar masih kaget kalau ternyata Leoni masih menjodohkan Luffy dengan putri nya.

''Tidak bisa, karena dia akan menikah dengan ku!'' kata Rias dengan berdiri

Semua orang terlihat kaget melihat Rias tiba-tiba saja mengatakan itu dengan cukup keras. Sanji sekarang terlihat kaget mendengarnya, dia terliht melotot mendengar apa yang Rias bicarakan.

''Aku juga!'' kata Akeno ikutan dengan serius

''Ara, sepertinya ini benar-benar akan sangat menarik, ya kan Grayfia?'' tanya Venelana

Grayfia mendesah melihat kalau ternyata Rias sudah memiliki laki-laki yang dia cintai. Venelana hanya tersenyum melihat mereka yang sepertinya sedang memperebutkan Luffy.

''Oh begitu. Levanda, apakah kau tidak keberatan kalau dia memiliki istri lain?'' tanya Leoni.

''Apa maksdumu ibu?! Aku sama sekali tidak mau menikah!'' ucap Levanda dengan wajah memerah

Leoni hanya tertawa melihat putri nya itu, Natalia terlihat hanya terdiam sambil melihat mereka berdia. Xenovia terlihat melihat Zoro dan kemudian memeluk lengan kanan nya

''Dan aku mau memiliki bayi dengan Zoro'' kata Xenovia

Zoro terlihat kaget mendengarnya begitu juga yang lain nya. Terutama Sanji yang mendengarnya.

''Apa?! Sebenarnya apa yang terjadi disini?!'' teriak Sanji dengan kaget, cemburu dan kesal.

Sanji kemudian merasakan kalau dia benar-benar merasa tertinggal dalam hal wanita, padahal dia memiliki ilmu lebih tinggi mengetahui tentang wanita tapi kenapa terlihat banyak sekali tidak berhasil dalam menarik wanita, kecuali Puding.

Sanji kemudian merasakan kalau masakan nya yang dia masak tiba-tiba saja mengelurkan asap yang sangat banyak sekali. Dia menyadari kalau masakan nya terlihat gosong

''Sial, aku lupa masakan ku'' kata Sanji dengan panik.

Sanji kemudian menuju ke dapur lagi. Venelana hanya tersenyum melihat Sanji panik sedangkan Grayfia sekali lagi mendesah. Mereka terlihat sudah benar-benar kelaparan.

''Dasar si koki mesum itu, dia malah membuat makanan nya gosong'' kata Zoro dengan kesal

''Aku lapar sekali'' kata Luffy dengan lemas

Rias kemudian melihat ke arah ibu nya.

''Oka-sama, aku akan kembali ke dunia manusia'' kata Rias

''Ara, sudah mau kembali. Kalau begitu hati-hati'' kata Venelana.

''Kami harus mempersiapkan diri untuk Rating Game berikutnya'' kata Rias yang merasa setelah ini dia akan melakukan Rating Game lagi.

''Semoga kau menang'' kata Venelana

''Terima kasih oka-sama'' kata Rias

''Oh kalian ingin menuju ke dunia manusia. Kalau begitu, bolehkah kau membawa putriku, dia juga memiliki tugas di dunia manusia'' kata Leoni

Levanda kaget mendengar perakataan dari ibu nya itu. Rias kemudian melihat ke arah Levanda, dia merasa kalau itu tidak masalah sama sekali karena sepertinya Levanda adalah orang baik.

''Baiklah, kurasa itu tidak masalah'' kata Rias

''Terima kasih'' kata Leoni dengan senang

Natalia terlihat tidak masalah dengan itu, dia merasa malah terbantu karena cucu nya ada yang menjaga. Dia masih melihat ke arah Lulu dengan tatapan datarnya.

''Setelah ini, kita akan kembali ke dunia manusia'' kata Rias

Freya dan Artemis terlihat tertarik untuk mengunjungi dunia manusia. Mereka ingin sekali melihat dunia manusia seperti apa, apakah mereka masih mempercayai Dewa atau tidak.

''Kapan makanan nya datang'' kata Luffy dengan merasa benar-benar lapar sekali

''Aku lapar, cepat lah paman alis keriting'' kata Lulu yang sekarang terlihat lemah tidak bisa bergerak lagi

Semua orang terlihat kaget melihat kalau ternyata Lulu bisa merasa murung juga.

''Kemana semangat nya tadi?'' pikir mereka semua yang ada disitu

DI KYOTO

Terlihat ada Law yang sekarang duduk di sebuah bangku melihat kota Kyoto yang indah saat di malam hari. Dia sekarang berpikir dimana Luffy dan yang lain nya setelah bertarung dengan Kaido.

''Sial, kemana mereka pergi'' tanya Law dengan penasaran.

''Law-sama, anda di panggil Yasaka-sama'' kata salah satu orang disitu yang sepertinya adalah Yokai penjaga.

''Aku mengerti'' kata Law

Law kemudian berdiri dan kemudian berjalan menuju ke istana. Dia berjalan sambil melihat para Yokai yang saling berinteraksi sama seperti manusia, dia merasa tidak terlalu buruk tinggal disini karena mereka ternyata sangat baik.

Law masuk ke dalam istana dan di sambut oleh para Yokai penjaga. Law melihat kalau Yasakan, Kunou sedang bersiap-siap untuk makan malam. Law kemudian duduk di salah satu tempat duduk untuk segera makan malam juga.

Yasaka adalah seorang wanita yang masih terlihat muda, dia memiliki rambut kuning dan memakai sebuah kimono, namun kimono itu terlihat terbuka sedikit di bagian dada sehingga memperlihatkan sedikit bagian payudara nya dan dia terlihat memiliki ekor berjumlah 9 di belakang nya.. Kunou adalah gadis kecil yang memakai kimono juga, dia adalah putri Yasaka, dia memiliki ciri-ciri yang sama seperti Yasaka.

''Jadi, Law-san. Apakah kau sudah menemukan informasi tentang teman-teman mu?'' tanya Yasaka.

Law terlihat mendeasah saat Yasaka menanyai tentang teman-teman nya

''Tidak, aku masih belum mendapatkan kabar tentang mereka'' jawab Law

''Oh itu sayang sekali'' kata Yasaka dengan merasa kasihan dengan Law.

Law hanya terdiam sambil mengambil makanan milik nya. Dia masih memikirkan juga para kur nya yaitu Bepo dan yang lain nya, dia hanya berharap kalau mereka akan baik-baik saja.

''Hmm Law-san. Kau tahu, kau disini sangat populer. Mungkin kau harus memiliki pendamping hidup'' kata Yasaka.

''Tidak terima kasih, aku hanya suka sendirian'' kata Law dengan santai.

''Benarkah, kau benar-benar tidak mau memiliki istri? Aku melihat kalau para wanita Yokai sangat menyukai mu, terutama para Kitsune, Yuki Onna dan wanita Yokai lain nya'' kata Yasaka memberitahu.

''Tidak terima kasih, aku sudah bilang kalau aku suka sendirian'' kata Law sambil memakan makanan milik nya. Dia sekarang memakan sebuah Onigiri.

''Atau kau...'' Yasaka terlihat menutup wajah nya. '' ingin diriku?~''tanya Yasaka dengan menggoda.

''Hentikan itu!'' teriak Law kesal sehingga membuat makanan di dalam mulut nya muncrat

''Fufufufufufu, kau memang mudah sekali di goda, Law-san'' kata Yasaka sambil menutup mulut nya dengan tangan nya.

Law hanya menarik nafas dan kemudian mencoba untuk makan lagi. Dia kemudian mengingat kalau Yasaka memiliki masalah politik. Dia mengetahui kalau Yasakan sedang di cari oleh sebuah organisasi, dia mencoba untuk membantu Yasaka dan Kunou menjaga tempat ini untuk membalas budi Yasaka

Para petinggi disini juga sangat menerima Law dengan tangan terbuka. Law kemudian melihat ke arah Kunou yang sekarang sedang memakai sebuah ikan.

''Pelan-pelan saja'' kata Law

''Baiklah, Law onee-chan'' kata Kunou dengan tersenyum

Law hanya melihat Kunou dengan tersenyum, dia benar-benar mengingatkan nya kepada adik perempuan nya.

''Jadi, kau akan berdamai dengan para Iblis dan Malaikat?'' tanya Law

''Tidak hanya itu, aku akan berdamai dengan Malaikat Jatuh juga. Aku yakin kalau itu adalah pilihan yang tepat, aku tidak mau ada peperangan lagi di negeri ini. Negeri tidak boleh hancur'' kata Yasaka dengan nada mantap.

''Baiklah, aku mengerti'' kata Law.

Law kemudian mengelus kepala Kunou.

''Aku akan membantu mu dengan semampu ku'' kata Law

Yasaka tersenyum mendengar perkataan dari Law, dia sangat menghargai bantuan Law. Mungkin dia harus mencari ayah baru untuk Kunou.

''Terima kasih banyak, Law-san'' kata Yasaka

Law hanya membalasnya dengan tersenyum.

''Jadi, kau mau dengan ku?~'' tanya Yasaka dengan menggoda lagi

''Jangan bercanda!'' teriak Law kesal karena Yasaka terus menggoda nya

BERSAMBUNG


Seperti biasa bab ini masih damai setelah bertarung.

Mungkin di chapter depan aku akan menceritakan tentang kisah perjalanan Law. Jadi bagaimana menurut kalian?

Untuk semua kru anggota topi jerami di manga nya sudah 10 orang(Jimbei sudah masuk walaupun tidak tahu kabar nya). Namun sepertinya aku tidak bisa memasukan mereka semua, mungkin

Terima kasih yang sudah baca dan Review

Jangan lupa untuk tinggalkan Review.

Sampai jumpa di bab berikut nya