Disclaimer : Eiichiro Oda & Ichiei Ishibumi

warning :Non Canon, dll


SUATU HUBUNGAN DAN KELUARGA

DI RUMAH AYANO

Soniy terlihat barusan berbelanja, dia sekarang terlihat sudah pulang menuju ke rumah Ayano, Soniy berpikir apakah Luffy dan yang lain nya sudah pulang. Soniy terlihat sudah sampai di rumah dan kemudian terlihat mencoba untuk membuka pintu

Soniy kemudian menyadari kalau ada suara ribut di dalam rumah Ayano, Soniy mendesah karena sepertinya mereka bertengkar lagi yaitu kakak perempuan nya Eveline dan seorang Dewi itu. Soniy kemudian membuka pintu dan kemudian masuk, dia melepas sandalnya dan kemudian berjalan masuk ke dalam

Dan benar saja, terlihat kalau Eveline terlihat sedang menatap tajam ke arah wanita di depan nya, wanita itu juga terlihat menatap tajam mata Eveline seperti memiliki rasa kesal satu sama lain. Soniy berpikir untuk menghentikan mereka akan tetapi sepertinya itu percuma saja karena kedua wanita di depan dia adalah wanita keras kepala. Soniy melihat ketiga Malaikat Jatuh terlihat hanya membiarkan itu

''Hey kalian, kenapa kalian tidak memisahkan mereka?'' tanya Soniy

''Maaf, kami terlalu sibuk untuk melakukan sesuatu seperti itu. Aku harus membersihkan rumah ini karena Ayano-sama akan segera pulang'' kata Reynare yang terlihat berdiri dan kemudian mencari sapu untuk menyapu lantai.

Soniy hanya mendesah pasrah, dia kemudian memutuskan untuk membawa belanjaan nya dulu ke dapur dan menyiapkan makan malam. Dia sedang memotong bawang sambil mendengar kakak tiri perempuan nya dengan Dewi itu terlihat mengatakan sesuatu satu sama lain

''Hey Dewi matahari sialan, kau benar-benar sudah mengikis habis kesabaranku. Jangan salahkan aku jika aku menyerangmu'' kata Eveline dengan kesal sekarang

Eveline adalah orang yang lembut atau pun sopan akan tetapi saat di pancing marah itu akan membuat nya benar-benar sangat marah sekali

''Succubus sialan, makhluk rendah sepertimu kenapa masih bisa bertahan? Seharusnya kalian sudah punah'' kata Amaterasu

Eveline benar-benar merasa marah dengan perkataan dari Amaterasu tadi, namun terlihat dia masih menahan amarahnya mencoba terbaik untuk tidak terpancing oleh Dewi di depan nya ini. Eveline kemudian melihat ke arah Amaterasu

''Baiklah, aku mengalah namun jangan membuat masalah lagi'' kata Eveline dengan kesal dan kemudian pergi duduk untuk menunggu makan malam

Amaterasu hanya terlihat kesal mendengar perkataan dari Eveline tadi, dia berpikir untuk berapa lama dia harus ada di rumah ini. Dia harus segera mencari seseorang yang di katakan oleh pria yang dia temui di daerah Shinto. Amaterasu kemudian memutuskan untuk duduk juga namun terlihat agak jauh dari Eveline

Soniy terlihat sedang memasak sekarang dengan tenang, dia tidak mendengar suara mereka lagi sehingga sekarang dia bisa masak tanpa merasa terganggu sama sekali. Setelah masakan nya selesai dia kemudian mempersiapkan beberapa piring untuk mereka dan kemudian menyediakan mereka makanan.

''Baiklah, semua nya sudah siap'' kata Soniy dengan tersenyum ke arah mereka semua

Amaterasu melihat makanan itu dan kemudian terlihat tersenyum karena sepertinya Soniy memiliki skil memasak yang cukup handal terlihat dari makanan di depan nya.

''Kau cukup berbakat, aku memujimu Succubus'' kata Amaterasu yang kemudian terlihat mengambil sendok dan garpu

Soniy terlihat hanya senang sekali mendengar pujian itu, Eveline terlihat merasa aneh dengan Dewi di depan nya ini, ternyata dia tidak terlalu buruk juga walaupun masih ada sifat sombong nya

Mereka terlihat memakan makanan mereka masing-masing dan Soniy kemudian duduk di tempatnya akan tetapi sebelum dia memakan makanan nya dia kemudian mendengar suara ketukan pintu. Soniy bingung karena tidak berpikir kalau akan ada tamu sekarang

''Aku akan membuka pintu untuk melihat siapa'' kata Soniy

Soniy kemudian berjalan menuju ke pintu keluar dan kemudian membuka nya untuk melihat siapa yang yang datang, Soniy kemudian mengeluarkan keringat yang sangat banyak dari wajah nya melihat siapa yang datang

''Yoooo Soniy apa kabar? Kami pulang'' kata seorang pria yang dia kenal yaitu Luffy

Luffy terlihat tersenyum dengan lebar melihat Soniy dan Soniy terlihat hanya kaget dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

''Hmmm tunggu sebentar, jangan masuk dulu kalian'' kata Soniy

Luffy dan yang lain nya terlihat heran mendengar perkataan dari Soniy, Soniy kemudian terlihat berjalan masuk ke dalam rumah dan kemudian melihat ke arah Eveline

''Siapa yang datang, Soniy?'' tanya Eveline

''Hmmmm sis Eveline, sepertinya kau harus melihat ini'' kata Soniy dengan wajah ketakutan nya sambil melihat Amaterasu yang masih makan dengan santai tapi dia terlihat mendengarkan mereka

Eveline heran melihat Soniy seperti ketakutan

''Ada apa?'' tanya Eveline lagi

''Pokoknya kau lihat dulu'' kata Soniy

Eveline kemudian berdiri sambil merasa bingung melihat adik perempuan nya itu yang terlihat ketakutan. Eveline dan Soniy kemudian berjalan ke pintu keluar dan kemudian dia kaget melihat kalau Luffy dan yang lain nya sudah kembali

''Kalian sudah kembali?!'' tanya Eveline dengan kaget

''Ya? Memangnya kenapa?'' tanya Luffy dengan bingung

''Mama!'' teriak Lulu melihat mama nya dan kemudian berlari menuju mama nya

Eveline terlihat merasa senang melihat putrinya itu baik-baik saja, namun kemudian dia ingat kalau ada wanita berbahaya di dalam rumah ini. Dia tidak boleh membiarkan wanita ini tahu tentang Luffy dan Lulu karena dia berpikir kalau perkataan tentang mencari seorang manusia adalah mereka

''Kalian harus pergi! Atau kalia-''

''Siap mereka?''

Eveline dan Soniy kemudian kaget mendengar suara di belakang mereka, mereka berdua kemudian terlihat berbalik dan kemudian melihat siapa yang bersuara itu. Terlihat Amaterasu melihat ke arah Luffy dan yang lain nya dengan tatapan menyelidiki.

''Hmmm ini aneh sekali, aku tidak merasakan ada nya energi sihir dari anak topi jerami itu'' kata Amaterasu melihat Luffy

Luffy terlihat heran melihat wanita ini, dia merasa tidak pernah melihat wanita ini dari dulu. Rias juga terlihat kaget melihatnya.

''Siapa kau?'' tanya Luffy

''Justru aku yang bertanya seperti itu'' kata Amaterasu dengan aneh

''Aku orang yang tinggal di rumah ini'' jawab Luffy dengan jujur

''Hmmm benarkah, jadi kau adalah penghuni lain di rumah ini. Aku tidak menyangka kalau ada seorang anak laki-laki'' kata Amaterasu dengan melihat Luffy

Lulu terlihat heran melihat wanita baru ini dan Eveline terlihat tidak bisa mengatakan apa-apa karena semua nya sepertinya sudah terlambat. Rias kemudian melihat ke arah Eveline bertanya-tanya siapa wanita baru ini

''Siapa dia?'' tanya Rias

''Hmm ikut aku sebentar'' kata Eveline

Rias terlihat bingung mendengarnya, dia kemudian berjalan menuju ke arah Eveline.

''Soniy, cobalah untuk tidak membuat suasana menjadi berantakan'' kata Eveline dengan gregetan

''Tenang sis, akan ku coba'' kata Soniy

Soniy kemudian melihat ke arah Luffy dan Amaterasu terlihat menatap satu sama lain sehingga membuat Soniy sekarang bingung untuk melakukan apa. Soniy kemudian berdehem, kedua orang itu melihat ke arah Soniy

''Bisakah kita duduk di dapur dulu, akan aku jelaskan semuanya'' kata Soniy dengan wajah yang tersenyum mencoba untuk ramah

Luffy dan Amaterasu hanya merasa bingung dengan kelakan Soniy yang terlihat di paksakan itu namun mereka terlihat setuju satu sama lain. Mereka kemudian berjalan kembali ke dapur untuk mengetahui apa yang terjadi, Soniy hendak menuju ke dapur akan tetapi dia melihat ada wanita di pintu keluar terlihat sedang bergetaran seperti ketakutan

''Hmmm siapa kau?'' tanya Soniy dengan heran

Wanita itu terlihat kaget melihat kalau Soniy bertanya kepadanya, dia terlihat gugup dan terlihat mencoba untuk menjawab

''N-N-Namaku L-Levanda'' kata Levanda terlihat mengenalkan nama nya sendiri

Soniy terlihat sweatdrop melihat tingkah wanita itu yang sepertinya tidak terlalu bisa dalam berhubungan sosial terlihat dari tingkahnya sekarang. Soniy bertanya-tanya kenapa dia ada disini

''Dan kenapa kau disini?'' tanya Soniy lagi

Levanda terlihat bingung untuk menjawab apa, dia sama sekali belum pernah di ke dunia manusia dan berinteraksi dengan mereka.

''Levanda sedang apa kau di sana. Ayo masuk!'' teriak Luffy dari dapur

Soniy kaget karena sepertinya Luffy mengenal wanita ini, Soniy pun berpikir kalau memang wanita ini di bawa oleh Luffy dan Rias.

''Permisi'' kata Levanda masuk ke dalam rumah

Soniy hanya heran melihat tingkah wanita itu yang terlihat benar-benar ketakutan entah kenapa, Soniy kemudian terlihat masuk juga untuk mengetahui siapa wanita itu.

Rias terlihat kaget setelah penjelasan dari Eveline, dia sekarang sama takut nya sekarang seperti Eveline, Rias melihat ke wanita itu yang sedang duduk dan di depan nya terlihat Luffy sedang melihat wanita itu dengan memegang dagu nya sambil berpikir

Amaterasu terlihat heran melihat pria di depan nya ini yang terlihat sedang melihat dirinya dengan serius sekali, dia berpikir kalau pria ini sepertinya adalah pria mesum terlihat dari tatapan nya

''Apa? Apakah ada masalah?'' tanya Amaterasu

''Hmmm aku yakin kalau kau pasti bukan Ayano'' kata Luffy

''Tentu saja bukan! Aku ini Amaterasu!'' kata Amaterasu dengan kesal melihat Luffy

Luffy hanya terlihat sudah yakin kalau wanita di depan nya ini bukanlah Ayano walaupun mereka cukup mirip dari rambut hitam mereka, Rias dan Eveline kemudian bergabung dengan mereka. Rias duduk di sebelah kiri Luffy sedangkan Eveline di sebelah kanan Luffy, mereka berdua hanya terlihat mencoba untuk menenangkan diri mereka

Soniy terlihat duduk juga di sebelah para Malaikat Jatuh, Reynare, Kalawarner dan Mittelt terlihat hanya sedang duduk dengan santai tanpa mengatakan apa-apa, Soniy merasa kalau mereka sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa saat ini. Luffy masih menatap Amaterasu dengan tatapan bingung tidak tahu bagaimana dia ada di sini.

"Bagaimana kau bisa disini? Apakah kau teman Ayano?" tanya Luffy dengan penasaran

Amaterasu terlihat hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu

"Makhluk mortal sepertimu ingin tahu bagaimana aku bisa ada disini, baiklah akan aku jawab pertanyaanmu itu" kata Amaterasu dengan suara tegasnya

"Aku disini karena teman mortal mu bernama Ayano itu mengijinkanku untuk tinggal disini, aku dengsn senamg hati menerimanya" kata Amaterasu dengan nada angkuhnya

Amaterasu kemudian melihat kearah Luffy melihat seperti apa reaksi nya setelah mendengar perkataan nya tadi

"Dan seperti itulah yang terjadi"

Namun terlihat Luffy malah mendengar cerita dari Eveline yang sepertinya menceritakan lebih dulu kenapa dia ada disini, Amaterasu terlihat kesal melihat kalau dia di abaikan

"Dengarkan aku!" teriak Amaterasu dengan kesal

Luffy kemudian melihat ke arah Amaterasu lagi dan kemudian tersenyum

"Kalau begitu perkenalkan namaku Monkey D Luffy" kata Luffy memperkenalkan dirinya

Amaterasu kaget melihat lelaki di depan nya ini, dia terlihat seperti orang baik terlihat dari senyum nya itu yang begitu menghangatkan hati seseorang

"Hmmm ehem, namaku Amaterasu Dewi Shinto" kata Amaterasu dengan lembut

"Nama yang bagus" kata Luffy dengan tersenyum lebar

Amaterasu terlihat hanya membalas senyuman Luffy, Rias terlihat seperti nya tidak akan terjadi apa-apa seperti yang di takutkan oleh Eveline tadi

"Jadi, apakah kita tidak akan bertarung?" tanya Rias memastikan

"Kami bukan makhluk seperti mu yang selalu saja bernafsu untuk perang, kami memikirkan cara yang lebih baik selain perang" kata Amaterasu dengan menatap Rias

Rias terlihat merasa kesal dengan perkataan Amaterasu tadi yang secara langsung menghina bangsanya, Rias mendesah pasrah mencoba untuk menahan amarah nya karena dia juga tidak mau membuat konflik

"Jadi kau adalah seorang Dewi? Berart kau adalah orang kuat. Aku juga sudah bertemu dua Dewi di Undewold" kata Luffy salah menyebutkan Underworld

Amaterasu terlihat hanya tersenyum saja mendengar perkataan Luffy namun kemudian dia menyadari sesuatu

"Tunggu, kau bilang kau bertemu dua Dewi? Bisakah kau beri tahu nama mereka" pinta Amaterasu

"Oh kalau tidak salah nama mereka Aremi dan Feya" kata Luffy sekali lagi salah menyebutkan nama mereka

Amaterasu terlihat bingung dengan nama yang di katakan oleh Luffy tadi

"Maksud Luffy, Artemis dari Yunani dan Freya dari Norse" kata Rias menjelaskan

"Freya dan Artemis?! Kenapa mereka ada disana? Hmmm seperti yang di katakan oleh ayah, mereka sepertinya benar-benar ingin berdamai dengan Malaikat, Malaikat Jatuh dan Iblis. Ini informasi yang sangat penting" pikir Amaterasu

"Apakah kau mengenal mereka?" tanya Luffy dengan penasaran

"Ya mereka ada temanku" kata Amaterasu

Luffy terlihat hanya tersenyum saja mendengarnya, dia tidak tahu kalau mereka ternyata berteman satu sama lain.

''Baiklah, kita akan berdamai. Dan lagian aku mendapatkan informasi tentang manusia penghancur Shinto itu dari seseorang yang ada rumah ku, dan sepertinya dia hanya mengada-ada'' kata Amaterasu dengan nada santai kali ini

''Oh kalau begitu apakah kau langsung pulang?'' tanya Eveline

''Tidak, untuk berjaga-jaga aku akan tinggal dulu disini'' kata Amaterasu

''Apa? Bagaimana bisa dan lagian kami juga memiliki orang baru lagi di rumah ini'' kata Rias melihat ke arah Levanda yang dari tadi diam saja tidak melakukan apa-apa

Eveline dan yang lain nya terlihat heran kalau ada wanita asing di rumah mereka ini, mereka kemudian menyadari kalau wanita itu memiliki energi sihir yang berarti dia bukan manusia biasa atau bukan manusia sama sekali

''Siapa dia?'' tanya Eveline

''Dia adalah Levanda EV'Aline, dia itu keponakanmu'' kata Rias memberitahu

Eveline dan Soniy terlihat kaget mendengarnya sedangkan Levanda hanya heran mendengar perkataan Rias tentang keponakan. Soniy kemudian terlihat senang mendengarnya sedangkan Eveline masih kaget

''Maksudmu?'' tanya Eveline masih kaget

Rias mendesah sedangkan Luffy terlihat hanya bingung mendengar ini begitu juga yang lain nya

''Dia anak dari saudari kalian Leoni EV'Aline'' kata Rias memberitahu

Eveline kaget mendengarnya karena ternyata Leoni lah yang berhasil mendapatkan kekuasaan di keluarganya sendiri, dia masih berpikir bagaimana nasib para saudari-saudari lain nya. Soniy yang mendengarnya kemudian dengan cepat menerjang Levanda dan kemudian memeluk nya

''Akhirnya aku bertemu dengan mu'' kata Soniy dengan senang sekali

Levanda terlihat merasa sesak nafas saat di peluk oleh Soniy, Luffy terlihat hanya terdiam saja karena dia benar-benar bingung sekarang walaupun Eveline sudah menceritakan tentang keluarga nya sendiri

''Hmmm ano kalian ini siapa?'' tanya Levanda dengan heran

Eveline dan Soniy kemudian saling menatap satu sama lain, mereka kemudian tersenyum melihat ke arah Levanda. Eveline dan Soniy kemudian menceritakan tentang keluarga mereka dan terlihat Levanda benar-benar sangat kaget mendengarnya. Dia sama sekali tidak tahu kalau keluarganya ternyata memiliki sejarah yang sangat buruk sekali

Levanda terlihat hanya melihat ke bawah dengan memejamkan mata nya memikirkan ini, ternyata nenek dan ibu nya sudah merhasiakan ini

''Aku...Aku minta maaf'' kata Levanda kepada Eveline dan Soniy

Eveline dan Soniy terlihat hanya tersenyum saja mendengar permintaan maaf Levanda

''Tidak apa-apa, yang penting aku sudah melihatmu'' kata Soniy dengan tersenyum

Luffy hanya tersenyum melihat mereka begitu juga yang lain nya, Levanda tersenyum juga mendengar perkataan dari Eveline dan Soniy, Amaterasu hanya terdiam saja mendengarkan cerita mereka, dia kemudian mendesah pasrah mendengarkan cerita ini

''Baiklah, ayo kita makan'' kata Soniy

Mereka kemudian bersiap-siap untuk makan akan tetapi mereka kemudian melihat kalau makanan di atas meja tiba-tiba saja menghilang, mereka semua kemudian melihat ke arah Luffy berpikir kalau dialah yang memakan semua makanan

''Aku tidak memakan semuanya'' kata Luffy dengan terlihat jujur

Mereka bingung mendengarnya, Amaterasu terlihat heran melihat kalau makanan yang ada di depan nya tadi tiba-tiba saja menghilang. Mereka kemudian melihat ke arah Lulu yang sepertinya sedang mengunyah makanan

''Enaknya~'' kata Lulu ternyata yang memakan semua makanan di atas meja

Eveline hanya mendesah pasrah melihat sifat putri nya itu yang sama dengan Luffy

''Aku pulang!''

Ayano terlihat sudah pulang dari sekolah, dia kemudian masuk ke dalam dan kaget melihat kalau ternyata Luffy dan yang lain nya ternyata sudah pulang.

''Wah ramai sekali hari ini'' kata Ayano dengan tersenyum melihat mereka semua

Ayano kemudian melihat ke arah Levanda heran karena memiliki wajah asing di rumah ini, Levanda hanya terlihat gugup saat melihat sang pemilik rumah ini

''Siapa dia?'' tanya Ayano

Eveline kemudian menceritakan tentang Levanda dan bukan hanya itu saja dia juga menceritakan kalau Ama adalah seorang Dewi, Ayano kaget mendengarnya namun kemudian terlihat tenang. Amatarasu memintaa maaf kepada Ayano dan kemudian menceritakan kenapa dia ada disini, Ayano mengerti dengan Amaterasu dan tidak bisa menolak kalau dia harus tinggal disini juga bersama yang lain nya.

Ayano benar-benar bingung sekarang karena rumah nya benar-benar ramai sekali walaupun sekarang rumah nya sudah di modifikasi oleh Rias, Ayano kemudian berpikir hanya membiarkan semua kejadian gila ini terus menghampiri nya

''Baiklah, ingat besok kalian harus sekolah'' kata Ayano

''Baik tenang saja'' kata Luffy dengan semangat

Ayano hanya tersenyum mendengar perkataan dari Luffy, Ayano kemudian memasak makanan baru lagi, mereka semua terlihat senang melihatnya

SKIP TIME

Besok nya Luffy dan yang lain nya pun pergi ke sekolah seperti biasa nya, mereka melakukan tugas mereka masing-masing di sekolah Kouh seperti hari biasa nya. Banyak juga orang-orang yang merasa aneh karena mereka tidak datang ke sekolah belakangan ini

Luffy terlihat sedang berjalan menuju ke klub nya untuk menemui Rias dan yang lain nya, Rias memanggil dirinya untuk membicarakan hal penting. Luffy melihat kalau ada Zoro yang sedang lewat di depan nya

''Oh Zoro'' sapa Luffy

''Oh disana kau rupa nya'' kata Zoro melihat Luffy

''Ada apa?'' tanya Luffy

''Aku mencari mu dari tadi'' kata Zoro

Luffy terlihat hanya heran melihat Zoro yang mengatakan mencari nya dari tadi, tempat ini memang besar namun tidak sulit untuk mencari seseorang namun jika itu Zoro seharusnya Luffy tidak memikirkan itu

''Kau mau kemana?'' tanya Zoro

''Aku mau klub ku'' kata Luffy

''Oh kalau begitu aku ikut denganmu'' kata Zoro

''Baiklah''

Mereka kemudian berjalan bersama menuju ke klub penelitian ilmu gaib, Luffy kemudian bertanya-tanya kemana Sanji, Sanji mengatakan kalau dia masih memiliki urusan di Underworld namun dia mengatakan kalau dia akan bertemu dengan nya di dunia manusia

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di klub, Luffy mengetuk pintu dan seperti biasa Akeno membuka kan pintu untuk mereka.

''Selamat datang Luffy-kun, Zoro-kun'' kata Akeno menyapa mereka

Luffy hanya tersenyum melihat Akeno menyapa mereka dan Zoro terlihat hanya diam saja, Akeno mempersilahkan mereka masuk. Luffy dan Zoro kemudian masuk dan kemudian kaget melihat ada orang yang mereka kenal

''Sanji! Kenapa kau ada disini?'' tanya Luffy kaget melihat Sanji

Sanji terlihat hanya meminum sebuah teh dengan mata yang berbentuk love itu, Sanji kemudian melihat ke arah Luffy dan Zoro, wajah Sanji tiba-tiba saja berubah reaksi nya melihat Zoro

''Oh Luffy dan marimo'' kata Sanji melihat mereka

Zoro terlihat kesal saat Sanji memanggil nya marimo, Akeno kemudian menyediakan teh untuk Luffy dan Zoro. Luffy dan Zoro terlihat duduk di dekat Sanji, Zoro dan Sanji terlihat menatap tajam satu sama lain. Rias yang melihat nya hanya terlihat bingung, dia tidak tahu tentang hubungan Zoro dan Sanji namun mereka terlihat seperti bermusuhan

''Apakah mereka sering seperti ini?'' tanya Rias kepada Luffy

''Yup, mereka selalu saja seperti itu. Terkadang mereka juga sering bertengar'' kata Luffy dengan santai sambil memakan cemilan Koneko

Koneko terlihat tidak masalah sama sekali melihat Luffy mengambil cemilan nya, Zoro dan Sanji terlihat masih menatap satu sama lain bahkan muncul listrik yang terlihat menyambung di tatapan mereka

''Hey wanita rambut merah! Kenapa dia ada disini?!'' tanya Zoro dengan kesal

''Hey marimo sialan, jangan berteriak kepada wanita!'' teriak Sanji terlihat tidak senang

Rias mendesah pasrah melihat mereka berdua, dia meminum teh nya dan kemudian melihat ke arah mereka lagi

''Ibu ku menyuruhku untuk membawa Sanji ke dunia manusia, aku terpaksa membawa nya kesini karena permintaan ibu ku'' kata Rias menjelaskan

''Bertambah orang mesum di klub kita'' kata Koneko melihat ke arah Issei

Issei hanya terlihat gugup saat di tatapan oleh Koneko, dia merasa seperti seorang penjahat yang di tatap seperti itu, Sanji terlihat menahan amarah nya dan kemudian melihat ke arah para wanita

''Jika ada yang bisa aku bantu aku akan senang hati membantu kalian'' kata Sanji dengan sopan kepada para wanita

''Ara'' kata Akeno tertawa kecil melihat sifat gentle Sanji

Koneko terlihat hanya diam saja namun dia hanya merasa hormat dengan sifat Sanji, Asia terlihat tersenyum karena Sanji tidak hanya mesum sama seperti Issei tapi dia ternyata menghargai wanita, Rias hanya mendesah pasrah dan Xenovia terlihat hanya tersenyum saja namun dia selalu melirik ke arah Zoro

''Baiklah karena kalian sudah ada disini, aku mau mengatakan sesuatu yang penting'' kata Rias terlihat ingin mengatakan sesuatu yang penting

Mereka semua kemudian melihat ke Rias

''Memangnya ada apa Rias?'' tanya Luffy

''Sebentar lagi kita kami akan mengadakan Rating Game dan aku bermaksud untuk membicarakan ini dengan kalian'' kata Rias sambil meminum teh nya

''Rating Game?'' Sanji terlihat bingung mendengarnya

''Sebuah permainan antara para Iblis seperti catur, mereka akan menunjukan kemampuan mereka dengan iblis lain nya di sebuah pertandingan'' kata Zoro mencoba untuk menjelaskan

''Oh terima kasih untuk informasinya walaupun itu dari kau'' kata Sanji sambil terlihat santai dan kemudian menatap ke arah Akeno dengan tatapan love-love

Zoro terlihat kesal namun dia mencoba menahan nya.

''Jadi apa yang bisa kami bantu?'' tanya Zoro

''Tidak, aku hanya mau mengatakan kalau kalian bisa melihat kami bermain. Aku sangat senang kalau kalian melihat kami'' kata Rias dengan tersenyum

''Oh kalau itu tidak masalah, kami senang melihat sebuah pertarungan'' kata Luffy dengan memakan cemilan Koneko

Rias terlihat hanya senang mendengarnya, dia tidak sabar untuk segera melakukan Rating Game dengan keluarga Astaroth. Rias kemudian melihat ke arah Akeno yang sepertinya masih memiliki masalah

''Akeno, ada apa?'' tanya Rias

''Tidak, tidak apa-apa, Bucho'' kata Akeno

Rias hanya terlihat bingung mendengar perkataan dari Akeno, Sanji melihat Akeno dan merasakan ada sesuatu yang aneh dengan nya tapi dia ingin berbicara dengan nya nanti

''Baiklah, sepertinya class ku akan segera di mulai. Aku akan ke kelas'' kata Rias yang kemudian berdiri dan kemudian keluar ruangan

Semua nya kemudian hanya terlihat keluar dari club, Luffy dan Zoro terlihat keluar dari club untuk mencari makanan untuk mereka sedangkan Akeno dan Sanji terlihat masih ada di dalam. Sanji kemudian melihat ke arah Akeno

''Ada apa? Aku melihat kalau kau ada masalah'' kata Sanji sambil menghidupkan rokok nya

Akeno yang mendengarnya kemudian kaget karena ternyata Sanji mengetahui perasaan nya yang sedang memikirkan sesuatu

''Aku...'' terlihat Akeno tidak bisa mengatakan apa-apa

Sanji hanya terlihat Akeno dan kemudian hanya tersenyum

''Katakan saja, mungkin aku bisa membantumu mu'' kata Sanji dengan santai

Akeno terlihat mendesah pasrah dan kemudian melihat ke arah Sanji

''Kau tahu, ini tentang keluargaku'' kata Akeno

''Oh kalau begitu ceritakanlah, aku sangat senang mendengar cerita tentang keluargamu itu'' kata Sanji dengan tersenyum

Akeno terlihat masih gugup untuk menceritakan tentang keluargnya, dia berpikir apakah Sanji bisa membantunya soal ini

''Aku memiliki seorang ayah dan ibu saat aku kecil'' kata Akeno memulai cerita

Sanji yang mendengarnya hanya tersenyum dan kemudian mengingat saat dia kecil, dia juga tentu saja memiliki ayah dan ibu dan para saudara-saudari. Akan tetapi ayah nya dan para saudaranya sama sekali tidak mementingkan dirinya bahkan dia di anggap sampah, namun ibu nya selalu menyemangatinya dalam hidup di keluarga itu bersama Reiju. Sanji terlihat masih merasa benci dan marah kepada mereka akan tetapi itu tetap saja tidak merubah sebuah fakta kalau mereka adalah keluarganya

Sanji menghembuskan asap rokok nya ke atas dan kemudian melihat ke arah Akeno yang memulai ceritanya

''Ayahku adalah Malaikat Jatuh dan ibu ku adalah Manusia, dulu ibu ku menemukan ayahku saat dia terdampar di dunia manusia. Ibu ku merawa ayah ku dengan begitu baik dan ayah ku tentu saja sangat nyaman karena itu, mereka kemudian jatuh cinta satu sama lain dan mereka menikah. Aku pun lahir dan hidup bersama mereka dan aku berpikir kalau aku akan hidup bahagia selama nya'' kata Akeno dengan tersenyum memikirkan masa lalu nya itu

Sanji terlihat tersenyum mendengar cerita Akeno yang menceritakan memiliki keluarga yang begitu baik dan perhatian, berbeda dengan dirinya.

''Namun sebuah kejadian menghancurkan semua itu, para Malaikat Jatuh yang mendengar kalau ayahku salah satu petinggi Malaikat Jatuh menikah dengan manusia kemudian merasa jijik. Mereka kemudian memburuku dan ibuku, suatu hari mereka menemukan kami akan tetapi ayah ku tidak ada di sana sehingga mereka benar-benar mudah membunuh kami, mereka berhasil membunuhku akan tetapi mereka tidak sempat membunuh ibu ku karena ayah ku sudah sampai di rumah'' kata Akeno mengingat kematian ibu nya

Sanji terlihat kaget mendengar perkataan dari Akeno, dia juga merasa kalau dia sama dengan Akeno yaitu di benci karena terlahir di dunia ini. Sanji hanya bisa mendesah pasrah dan kemudian melihat ke arah Akeno lagi

''Aku menangis melihat ibu ku terbunuh di tangan mereka, oleh setengah bangsaku. Aku membenci ayahku karena gara-gara dia ibu ku terbunuh, dia juga terlambat saat menolong kami, aku membenci Malaikat Jatuh, aku membenci setengah diriku ini, aku membenci sayap yang ada di belakangku ini, aku merasa jijik melihat sayap itu'' kata Akeno yang terlihat menundukan kepala nya melihat ke lantai

Sanji tersenyum melihat ke arah Akeno, Akeno sebenarnya hanya merasa sedih dan menyalahkan kesalahan kepada ayah nya, Sanji mengerti dengan Akeno namun dia berpikir kalau ayah Akeno seharusnya tidak bisa di salahkan karena ini

''Akeno-chan, aku mengerti denganmu namun kau seharusnya merasa bersyukur memiliki ayah seperti itu'' kata Sanji

''Apa maksudmu?! Ini semua salah nya!'' teriak Akeno dengan terlihat kesal melihat Sanji

''Maaf, aku bukan berpihak kepada ayahmu akan tetapi tidakah kau pikirkan dia juga mengalami sakit di situasi ini. Dia kehilangan istri nya dan dia juga merasa bersalah karena dia tidak bisa menjadi seorang ayah'' kata Sanji

Akeno terlihat kaget mendengar perkataan dari Sanji yang benar itu

''Kau beruntung karena ayah mu menyayangimu'' kata Sanji dengan tersenyum

Sanji kemudian terlihat menghisap rokok nya lagi dan menghembuskan asap rokok nya ke atas, dia kemudian melihat ke arah Akeno

''Dia masih menyayangimu, Luffy sepertinya akan mengerti dengan ayah mu dan dia sama sekali tidak terlalu menyalahkan siapa pun jika berbuat kesalahan'' kata Sanji

''Kenapa?'' tanya Akeno bingung

''Luffy sudah berpetualang dengan kami dari dulu dan kami para kru nya sudah mengetahui Luffy yang mengerti siapa yang bersalah dan siapa yang tidak bersalah. Dia juga pasti akan berpikir kalau ayah mu juga memiliki rasa sakit di hati nya, kau pasti akan mengerti saat kau berbicara dengan nya'' kata Sanji dengan tersenyum

Akeno benar-benar kaget mendengar perkataan dari Sanji yang mengatakan kalau Luffy sepertinya akan mengerti dengan cerita nya ini

''Baiklah, karena kau adalah kru nya pasti kau tahu banyak dengan Luffy'' kata Akeno terlihat tersenyum sekarang

''Ya begitulah, dia sangat menyukai makanan seperti yang kita tahu dan makanan favorit nya adalah daging, Luffy adalah orang bodoh namun dia baik, dia peduli dengan kami semua, dia juga memperdulikan orang lain dan juga dia adalah orang yang memiliki semangat yang sangat tinggi'' kata Sanji menjelaskan tentang kapten nya

Akeno terlihat benar-benar kagum dengan Luffy yang memiliki sifat sangat hebat seperti itu, dia tersenyum berpikir kalau dia merasa beruntung merasa jatuh cinta dengan Luffy. Kebodohan dan sifat polos nan baik Luffy benar-benar sangat hebat menarik seorang wanita

''Kalau begitu, aku mau berkencan dengan nya'' kata Akeno dengan jelas

Sanji kemudian terlihat melebarkan matanya mendengar kalau Akeno ingin berkencan dengan Luffy, dia kaget karena tahu Luffy sama sekali tidak tahu tentang kencan dalam hal ini

''Hmmm ah oh hmmm'' terlihat Sanji bingung

Akeno tersenyum melihat sifat bingung Sanji

''Aku tahu sifat Luffy, aku hanya mau jalan-jalan dengan nya. Bisakah kau membantuku?'' tanya Akeno

''Oh Baiklah, aku akan membantumu'' kata Sanji dengan tersenyum santai. ''Sialan kau Luffy, bagaimana kau bisa membuat banyak wanita tertarik dengan mu'' pikir Sanji dengan kesal

''Terima kasih Sanji-kun, itu sangat berarti bagiku'' kata Akeno dengan senang sekali

SKIP TIME

Terlihat sekarang di taman kota Kouh terlihat ada banyak sekali orang, mereka sedang bermain di taman dan ada juga yang hanya melihat pemandangan. Di antara orang-orang itu ada seorang pria muda yang memakai sebuah kaos merah, celana pendek, sepasang sandal, berambut hitam dan terlihat ada topi jerami di belakang nya.

Dia adalah Luffy yang sepertinya sedang menunggu seseorang, Luffy terlihat bosan menunggu seseorang itu, dia hanya bisa melihat orang lain yang sedang berjalan di depan nya

''Kenapa Akeno sangat lama sekali'' kata Luffy dengan cemberut

Tak lama kemudian datanglah Akeno yang terlihat memakai gaun berwarna biru muda dan terlihat membawa tas dan terlihat sedang berlari ke arah Luffy. Luffy yang melihatnya hanya merasa senang karena akhirnya dia sampai juga

''Maaf Luffy-kun, aku terlambat'' kata Akeno meminta maaf

''Oh itu tidak apa-apa, aku hanya merasa bosan'' kata Luffy dengan tersenyum

Akeno hanya terlihat senang karena Luffy memaafkan nya

''Baiklah, ayo kita pergi'' kata Akeno yang terlihat menarik lengan Luffy

Luffy pun tidak bisa menahan tarikan Akeno dan terlihat mereka berlari. Di sekitar mereka terlihat ada beberapa orang yang sedang mengintip dari jauh, mereka adalah Rias, Eveline, Lily dan terlihat ada wanita lagi yang tak lain adalah Amaterasu yang sepertinya tertarik dengan hal ini

''Tunggu! Kenapa dia harus ikut?'' tanya Rias melihat Amaterasu

''Aku hanya bosan di rumah jadi aku memutuskan untuk melihat hubungan dua ras ini'' kata Amaterasu dengan santai

Rias hanya mendesah pasrah mendengar perkataan dari Amaterasu tadi, mereka kemudian bersama-sama mengikuti Luffy dan Akeno yang sedang berkencan, mereka juga terlihat berhati-hati mengikuti mereka berharap kalau mereka berdua tidak mengetahui mereka. Luffy dan Akeno terlihat sedang ada di kafe, tempat bermain, tempat membeli pakaian dan terlihat mereka sedang berjalan-jalan ke sana kemari

Eveline hanya tersenyum saja melihat mereka berdua seperti itu, Rias merasa heran melihat Eveline tersenyum dan berpikir kalau Eveline sama sekali tidak terlihat cemburu

''Apakah kau tidak cemburu?'' tanya Rias dengan heran

''Tidak, cinta seorang pria harus di bagi. Seorang pria bisa memberikan kasih sayang dengan banyak kepada para wanita namun tidak bisa sebaliknya'' kata Eveline

Rias hanya merasa mengerti dengan Eveline berpikir seperti itu. Mereka terus mengikuti mereka terkadang mereka hampir saja ketahuan karena Lily yang selalu saja membuat sesuatu yang bodoh seperti terjatuh, tercembur ke got bahkan terlihat sangat mencurigakan oleh para penduduk. Mereka berdua sekarang terlihat duduk di sebuah kafe

Rias dan yang lain nya terlihat duduk cukup jauh dari mereka di kafe itu, mereka juga melihat mereka berpikir apa yang mereka bicarakan.

''Jadi Luffy-kun, apakah kau senang?'' tanya Akeno

''Oh aku senang sekali, terima kasih Akeno karena telah mengajak ku jalan-jalan'' kata Luffy dengan polos

Akeno hanya tersenyum saja mendengar perkataan dari Luffy, dia juga terlihat cukup menikmati kencan ini. Dia kemudian terlihat meminum kopi nya dan kemudian melihat ke arah Luffy lagi

''Luffy, ada yang ingin aku bicarakan tentangmu'' kata Akeno

''Aku tahu, pasti tentang keluargamu kan? Sanji sudah menceritakan semua nya'' kata Luffy dengan santai melihat Akeno

Akeno kaget mendengarnya, dia tidak tahu kalau Sanji akan menceritakan semua masa lalu nya kepada Luffy. Akeno sekarang kemudian hanya bisa menunggu reaksi Luffy tentang masa lalu nya

''Fiuh, aku tidak terlalu mempermasalahkan masa lalu yang kelam, aku tidak pernah bertemu dengan ayah dan juga ibuku. Aku hanya di asuh oleh kakek dan seorang bandit gunung seperti yang aku ceritakan kepada kalian'' kata Luffy mengingat masa lalu nya.

Akeno hanya terlihat melihat Luffy

''Namun aku tidak bisa mengatakan kalau semua itu adalah salah ayahmu, dia ingin melindungi mu akan tetapi dia tidak bisa melakukan semua itu dan aku tidak marah kepada ayahku karena aku belum bertemu dengan nya, namun aku tahu kalau dia pasti bersifat seperti seorang ayah semestinya'' kata Luffy dengan santai sambil memegang belakang kepala nya dengan tangan nya.

Akeno hanya kaget mendengarnya, seperti yang di bilang oleh Sanji. Luffy adalah orang yang tidak terlalu peduli dengan ayah nya namun dia tetap mengakui ayah nya itu. Luffy benar-benar orang yang bisa membuat Akeno kagum

''Kalau begitu aku mengerti'' kata Akeno dengan tersenyum

Luffy melihat sekarang kalau Akeno kemudian tersenyum dengan lembut melihat kearah dirinya, Luffy membalas senyuman itu. Eveline tersenyum melihat mereka berdua sepertinya sudah memiliki kencan yang berhasil

''Senangnya mereka berhasil'' kata Eveline dengan senang

Rias terlihat senang juga melihat ratu nya itu kembali seperti semula lagi tidak murung seperti biasa nya.

Luffy dan Akeno kemudian terlihat berbicara satu sama lain sedangkan mereka terlihat mencoba untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Luffy kemudian melihat ke samping untuk melihat mereka semua

''Oh kalian disini rupa nya'' kata Luffy melihat mereka

Mereka semua kemudian kaget melihat kalau ternyata Luffy sudah mengetahui mereka ada disini, mereka kemudian melihat Luffy dan Akeno

''Kau tahu kami ada disini?'' tanya Rias melihat Luffy

''Oh itu karena Lily'' kata Luffy menunjuk ke arah Lily yang terlihat memesan kopi

Eveline dan yang lain nya terlihat cemberut melihat ke arah Lily yang sekarang terlihat malah membawa sebuah kopi. Lily kemudian kaget melihat kalau ternyata Luffy sudah melihat mereka

''Woah kita sudah ketahuan'' kata Lily

''Ini semua gara-gara kau!'' teriak Rias, Eveline dan Amaterasu dengan kesal melihat Lily

Lily terlihat hanya tersenyum kaku melihat mereka semua, Luffy hanya tertawa terbahak-bahak sedangkan Akeno terlihat tertawa

DI UNDERWORLD

Di Underworld terlihat ada dua orang yang sedang berbicara, dia adalah Azazel dan Sirzechs namun terlihat di belakang Azazel ada seseorang lagi yaitu Baraqiel dan ada juga yang di belakang Sirzechs yaitu istrinya Grayfia

''Jadi seperti yang kau lihat, dunia ini semakin kacau saja dengan ada nya pihak yang mau mendapatkan kemauan mereka'' kata Azazel dengan santai kepada Sirzechs

Sirzechs terlihat memikirkan perkataan dari Azazel dan terlihat setuju dengan nya, dia sudah melihat kalau banyak sekali kejadian yang membuat rugi beberapa wilayah di bumi.

''Ngomong-ngomong, apakah kau sudah menemukan cara membawa para manusia dunia lain itu kembali ke dimensi mereka?'' tanya Azazel

Sirzechs kemudian mendesah pasrah mendengar pertanyaan Azazel

''Aku masih bingung bagaimana cara mengembalikan mereka, ini sangat sulit dari yang kuduga. Aku merasa bersalah kepada mereka'' kata Sirzechs dengan mendesah pasrah

Azazel tersenyum mendengar perkataan dari Sirzechs sedangkan Grayfia terlihat hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa.

''Dan aku juga menemukan sesuatu yang unik di perpustakaan lama ku'' kata Sirzechs

''Apa itu?'' tanya Azazel

''Apakah percaya dengan kekuatan aura?'' tanya Sirzechs

Azazel terlihat hanya bingung mendengar perkataan dari Sirzechs

''Hmmmm tentu saja ku tahu apa itu aura'' kata Azazel

''Namun kali ini berbeda, kekuatan aneh ini di sebut sebagai 'Kemauan' '' kata Sirzechs memberitahu Azazel

Azazel terlihat hanya bingung mendengar perkataan dari Sirzechs akan tetapi dia terlihat tertarik dengan cerita nya itu

''Dan satu lagi, Luffy-kun dan Zoro-kun sepertinya memiliki kekuatan ini. Seperti yang kita tahu, mereka bisa merasakan energi dari jarak jauh namun itu sangat berbeda dengan sihir. Mereka masih bisa merasakan ada nya seseorang dalam bentuk apa pun tanpa memandang sihir mereka'' kata Sirzechs menjelaskan

Azazel terlihat kaget mendengarnya dan dia setuju dengan Sirzechs, dia juga sudah melihat kekuatan dari kedua orang itu yang benar-benar kuat. Dia bahkan melihat ada sesuatu yang hitam di tangan mereka, mereka menyebutnya 'Haki' dan kemudian berhasil menghancurkan armor Vali yang terbuat dari sisik naga

''Hmmm ini sangat menarik dan apakah kau tahu apa itu 'Buah Iblis' '' tanya Azazel

''Hmmm dari nama mereka, mereka sepertinya terbuat dari sihir iblis namun aku tidak terlalu yakin. Coba kau pikirkan, kenapa Iblis ingin membuat buah? Apakah mereka ingin menyebarkan kekuatan yang kuat atau mereka memiliki kemauan yang lain dan lagi kenapa Iblis menciptakan buah iblis karet yang membuat orang yang memakan nya menjadi manusia karet?'' tanya Azazel

Sirzechs terlihat mengerti dengan Azazel. Mungkin buah iblis ini tidak benar-benar di buat oleh iblis namun di ciptakan oleh seseorang yang memiliki sesuatu atau kemauan

Saat mereka berbicara satu sama lain, tak lama kemudian datanglah pelayan menghampiri mereka. Pelayan itu terlihat membawa sesuatu

''Permisi, aku membawa sebuah surat untuk tuan Baraqiel'' kata pelayan itu menyerahkan surat itu

Baraqiel yang mendengarnya kemudian mengambil surat itu dan kemudian membuka nya. Sirzechs dan Azazel terlihat heran melihat Baraqiel yang tiba-tiba saja tersenyum sambil membaca surat itu

''Ada apa Baraqiel? Apakah ada sesuatu yang membuatmu senang?'' tanya Azazel sambil tersenyum melihatnya

Baraqiel hanya terlihat tersenyum dan kemudian menyimpan surat itu, Azazel dan Sirzechs hanya tersenyum melihat ini karena sepertinya ada sesuatu yang membuat Baraqiel senang seperti itu. Mereka kemudian berbicara satu sama lain

BESOK NYA DI SEKOLAH KOUH-RUANG KLUB ORC

Terlihat sekarang Rias dan yang lain nya sedang berkumpul di klub mereka, mereka sedang berbicara satu sama lain terkadang mereka tertawa dan terlihat kalau Sanji dan Zoro selalu saja bertengkar dan membuat beberapa orang tertawa

Rias kemudian menyadari kalau ada sesuatu lagi yang ingin dia beritahu kepada yang lain nya. Dia kemudian berdiri dan melihat ke arah mereka semua

''Semuanya tolong dengarkan'' kata Rias dengan tersenyum

Luffy dan yang lain nya kemudian melihat kearah Rias

''Ada yang ingin aku beritahu'' kata Rias

Rias kemudian melihat ke arah pintu dan menyadari kalau dia sepertinya sudah datang

''Masuklah'' kata Rias

Orang itu kemudian masuk ke dalam, terlihat kalau orang itu adalah Rossweisse. Rossweisse terlihat melihat mereka semua dan kemudian mendesah pasrah yang sepertinya dia terlihat cemberut. Sanji yang melihat Rossweisse kemudian dengan cepat menuju ke arah nya dan kemudian mengambil tangan dan mencium nya dengan gentle

''Wahai wanita muda, apakah ada yang bisa aku bantu? Aku akan membantumu dengan segala apa pun'' kata Sanji dengan gaya gentle sambil tersenyum melihat Rossweisse

Rossweisse terlihat hanya bingung melihat kelakukan Sanji itu, dia kagum dengan sifat gentle Sanji namun disisi lain nya dia terlihat gugup melihat Sanji tiba-tiba saja mencium tangan nya. Issei terlihat hanya cemberut melihat Sanji mencium tangan Rossweisse

''Sanji-san, kau tidak harus mencium tangan nya'' kata Issei dengan kesal

''Diam kau! Kau sama sekali tidak tahu cara melayani seorang wanita, mesum!'' teriak Sanji kesal melihat Issei

Issei yang di panggil mesum oleh Sanji hanya bisa kesal namun dia tidak terlalu kesal karena yang di katakan oleh Sanji adalah benar

''Kenapa dia ada disini, Bucho?'' tanya Koneko

''Dia akan menjadi salah satu dari kita, yaitu peerage Gremory'' kata Rias

Semua orang kaget mendengarnya dan kemudian mereka senang terutama Sanji yang sepertinya memiliki maksud kenapa dia terlihat sangat senang sekali

''Tapi kenapa?'' tanya Issei

''Aku di pecat oleh Odin-sama'' kata Rossweisse dengan terlihat sedih sambil kemudian menangis dengan kesal

Sanji yang melihatnya kemudian terlihat mencoba untuk menenangkan nya, Luffy hanya terlihat makan sedangkan Zoro terlihat hanya bersantai saja. Tak lama kemudian datang lagi seseorang dari pintu dan terlihat seorang wanita berambut kuning

''Woah akhirnya aku sampai!'' teriak wanita itu

Xenovia kaget melihat wanita itu

''Irina! sedang apa kau disini?'' tanya Xenovia

''Oh kalau itu, aku akan bersekolah disini. Michael-sama sudah mengizinkanku untuk bersekolah disini'' kata Irina dengan senang sekali

Irina kemudian melihat ke arah Issei dan kemudian terlihat senang karena akhirnya berjumpa lagi dengan teman masa kecilnya itu, Irina juga melihat ke arah Luffy

''Oh Lufye'' kata Irina melihat Luffy

Luffy kemudian melihat kearah Irina dan kemudian mengenal wanita itu

''Oh kau kan wanita yang di hajar oleh pendeta itu'' kata Luffy melihat Irina

Irina kemudian terlihat cemberut dengan Luffy, dia benar di hajar dan di kalahkan namun kali ini dia sudah sangat berbeda sekali. Dia sudah menjadi Malaikat dan pasti dia bisa mengalahkan orang itu lagi

''Jangan mengatakan seperti itu! Aku sekarang bisa mengalahkan orang itu'' kata Irina dengan cemberut

Mereka semua hanya tertaw melihat Irina kesal, Rias hanya mendesah dan kemudian melihat ke arah jendela dan berpikir tentang Rating Game melawan Diodora, apakah dia bisa mengalahkan Diodora di Rating Game

BERSAMBUNG


Akhir bab

Di bab ini aku masih belum memulai Rating Game itu. Dan lagi aku berpikir apakah Sanji akan memiliki pasangan atau tidak, ya kita semua tahu kalau Sanji sudah memiliki puding namun siapa tahu

Dan lagi aku ingin memperkuat hubungan Luffy dan Akeno karena aku harus memiliki suatu sebab kenapa Akeno jatuh cinta dengan Luffy. Dan yang terakhir, aku berterima kasih yang sudah berbicara dengan ku di pesan, aku sangat senang dengan itu dan kalau kalian ingin aku membuat cerita lain lagi, maka sebutkanlah namun kebanyakan yang aku tahu adalah One Piece, aku juga sudah menonton Naruto namun aku berpikir kalau di fanfiction sudah memiliki fanfic Naruto yang begitu banyak nya

Terima kasih yang baca dan review dan jangan lupa untuk tinggalkan Review

Sampai jumpa di bab berikut nya

Salam author